The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Editor :
Dali Santun Naga,
Jenny Elfrida Naibaho,
Maria Birgita Natalia Suwarli.

Kumpulan puisi karya siswa SD Pahoa. Berbagai puisi indah dengan gaya bahasa sederhana dan sudut pandang berbeda. Kumpulan puisi ini mampu melukiskan imajinasi, minat, dan pesan yang ingin disampaikan oleh siswa SD Pahoa. Sangat unik dan menarik untuk dibaca.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Pahoa, 2022-04-18 01:01:11

Terbang ke Angkasa

Editor :
Dali Santun Naga,
Jenny Elfrida Naibaho,
Maria Birgita Natalia Suwarli.

Kumpulan puisi karya siswa SD Pahoa. Berbagai puisi indah dengan gaya bahasa sederhana dan sudut pandang berbeda. Kumpulan puisi ini mampu melukiskan imajinasi, minat, dan pesan yang ingin disampaikan oleh siswa SD Pahoa. Sangat unik dan menarik untuk dibaca.

Keywords: Puisi

Pelangi

Alena Karin Susanto/5.7

Datanglah awan gelap di langit atas, 
Dan hari pun menjadi pucat,
Tetapi setelah gelap datanglah terang, 
Terang yang membuat hati setiap orang meleleh.

134

Betapa indah warnamu,
Tujuh warna berlapis-lapis di langit yang biru,
Sungguh indah tampakmu,
Menghiasi angkasa elok rupamu.

Warna-warna saling melengkapi,
Jika mereka berpisah,
Mungkin tidak akan seindah saat ini,
Kebersamaan merekalah yang membuat mereka indah.

135

Kampung Halamanku

Aurora/5.7

Kupandang langit yang biru,
Kuhirup segarnya udara pagi,
Dapatkah engkau melihat keindahan itu?
Pancaran mentari di pagi hari.

Airnya jernih dan berkilau,
Aku tak sabar untuk merasakannya;
Nelayan berjalan menuju perahu,
Mengajak aku untuk ikut serta.

136

Inilah aku di kampung halamanku,
Dengan rasa bangga di dalam dada,
Orang yang melihatnya pasti akan terpaku,
Indahnya pemandangan di Danau Toba.

137

Tanah Indonesia

Elmira/5.7

Terlahir di bumi ini,
Betapa aku jatuh cinta,
Pada kekayaan alam raya,
Negeriku nusantara.

Ingin aku terbang bebas,
Bagaikan elang di angkasa,
Menyaksikan keindahan,
Dari setiap hamparan Indonesia.


138

Di bawah langit Indonesia,
Bangkit dari hatiku cita-cita,
Ingin kujaga Indonesia,
Negeri indah kaya raya.

Pesona indah lautan,
Udara segar dari hutan,
Taman laut yang mempesona,
Dan beragam suku bangsanya.

139

Pantai

Shevelyn Yunata/5.7

Aku melihat pemandangan laut dalam ombak,
Pemandangan yang sungguh indah,
Menakjubkan bagi semua orang yang melihatnya,
Pemandangan yang sangat luar biasa.

Pantai betapa indah pemandanganmu,
Pasir dan laut bersatu;

140

Bersantai meminum air kelapa,
Sambil duduk di bawah pohon kelapa.
Tak terasa waktu telah sore,
Dan terbenamlah matahariku,
Pohon di tepi pantai,
Waktu aku di sini sudah berakhir

141

Alamku yang Indah

Angelene Siwarka/5.8

Aku berjalan menyusuri sawah menghijau,
Tampak tanaman padi mulai menguning,
Angin sepoi-sepoi meniup lembut rambutku,
Tak lama lagi musim panen segera tiba.

Aku menutup mata,
Membentangkan kedua tangan lebar,

142

Tenang, damai, sejuk, dan riang,
Aku bagai angin yang melayang di atas.
Betapa indah pesonamu,
Dibanjiri warna hijau,
Dengan tanaman padi,
Buat hariku semakin ceria. 

143

Keindahan Alam

Jeremia/5.8

Alamku,
Adalah ciptaan Tuhan yang kucintai,
Betapa aku sangat mengagumimu,
Keindahanmu membuatku terpesona,
Di setiap waktu tetap alam ini indah.

144

Hangatnya sinar matahari menyapa setiap pagi, 
Burung-burung berkicau dengan suara yang merdu,
Embun sejuk membasahi tanaman, 
Seperti senyuman menyambut di pagi hari.

Angin berhembus sepoi-sepoi,
Nyiur melambai di tepi pantai, 
Ombak berkejaran di lautan, 
Bangkitkan semangat yang tak pernah padam.

145

Alamku yang Indah

Levynia Marlie/5.8

Ombak berkejaran di tepi pantai,
Pasir berkilau bak mutiara laut,
Air yang jernih mencerminkan refleksiku,
Di bawah rembulan yang bersinar terang.

146

Gunung yang menjulang naik ke angkasa,
Bertaburan pepohonan yang kehijauan,
Tiupan angin membelai kulitku,
Membuat hatiku tenang dan tenteram.

Alamku yang indah penuh karya,
Lukisan indah Sang Maha Kuasa,
Tidak ‘kan ada yang dapat menandinginya,
Dengan jiwa dan ragaku akan kulindungi selamanya. 

147

Keindahan Alam Indonesia

Azzura Kayla Nada Purnawan/5.8

Memasuki tepi hutan,
Berjalan menuju jalan setapak,
Terdengar burung-burung berkicauan,
Mengiringi insan yang bekerja.

Nyiur hijau selalu indah,
Menghiasi alam pantai,
Pohon yang berdiri menjulang,
Seolah menyambut perahu nelayan.

148

Jauh di puncak pegunungan,
Kabut tipis meliputi,
Turun di hawa dingin,
Terlihat putih melayah-layah.

Untaian desa sepanjang masa,
Dipagari sawah-sawah,
Bagaikan sekuntum bunga,
Desaku indah di Indonesia.

149

Keindahan Pulau Dewata

Agasthya Kuvera Sakti/5.9
Bali engkau adalah teman terbaikku,
Engau bisa menjadi tempatku berlibur di kala penat,
Aku dapat menikmati hamparan pasir putih di sekitar pantaimu,
Hembusan anginmu menyentuhku dengan lembut.

150

Bali kuingin berterima kasih kepadamu,
Pulau Dewata yang sangat memukau,
Suara deburan ombak yang menenangkanku,
Keindahan alam yang sangat memanjakan mataku.

Oh, Bali, engkau tempat yang menyenangkan,
Engkau menjadi tempatku berlabuh saat duka,
Engkau memberikanku kenangan yang tak terlupakan,
Akan kujaga keindahanmu hingga aku tua.

151

Pantai

Caitlin AL/5.9
Pantai yang indah,
Ombakmu datang menari-menari,
Deburanmu menyentuh kalbuku, 
Suara ombakmu membuat aku terpesona.

152

Pantai yang indah,
Airmu yang berwarna biru jernih, 
Dengan pasir putih yang bersih,
Membuat aku terpaku menyaksikan keindahanmu.

Oh pantai...,
Ditemani hilir angin yang  sejuk,
Aku sangat suka pantai,
Terima kasih Tuhan atas keindahan pantai-Mu.

153

Pulau Dewata

Devinrich Lim/5.9

Pulau surgawi di dunia,
Dinaungi awan biru,
Dilandasi pasir putih,
Dan rerumputan yang wangi,
Serta bunga yang berhamparan.

154

Nyiur melambai-lambai dari tepi pantai,
Angin berlarian sepoi-sepoi,
Membuat aku terbuai,
Menikmati pulau Dewata yang indah.

Pulau indah nan sejuk,
Membuat siapa pun terpesona,
Emas keperakan langit senja,
Saat matahari kembali ke peraduan,
Pulau bagaikan dalam mimpi.

155

Kebunku

Jessica Amelia/5.9

Aku menatapmu dari rumah,
Wanginya engkau mencolok hidungku,
Menatap keindahanmu,
Sehingga aku merasa bahagia.

Di rumahku engkau melambai-lambai,
Juga pohon-pohon di sekitar rumahku,
Udaranya semakin menyegarkan karenamu,
Hatiku disemangati karena engkau.

156

Setiap orang harus menjaga sesama,
Kehidupannya selalu damai,
Tak seorang pun bersikap jahat,
Karena engkau yang membuatnya bahagia.

Biarlah kupandangmu sepanjang hari,
Kebunku selalu bahagialah engkau,
Agar kamu tidak akan pernah layu,
Semuanya akan indah selalu.

157

Bunga Melati

Keyla Khansa H./5.9

Bunga melati, engkau sangat cantik dan wangi,
Setiap hari saat aku pergi ke sekolah aku selalu menatapmu,
Engkaulah kembang yang paling kusuka dari semuanya,
Pagi ini kelopakmu dipenuhi oleh bau mewangi.

Setiap hari aku selalu merawatmu dengan baik,
Menyiram, memberi pupuk, dan mencabut rumput liar,
Agar engkau selalu sehat dan terawat,
Dan kecantikanmu tetap terjaga.

158

Saat bungamu mekar, aku selalu mencabutnya dan menaruhnya di kamarku,
Supaya kamarku tersebar bau wangimu,
Kadang-kadang aku dan adikku selalu bertengkar karena ingin memetik
bungamu,
Karena ingin kamar kami berbau wangi sepertimu.

159

Laut

Audrey Callysta Jhoni/5.9

Para pengunjung ramai berdatanga,
Pagi hingga malam silih berganti,
Bermain dengan deburan ombak,
Menyelam, berselancar di lautan.
Angin berhembus menyelimuti soreku, 

160

Hanya suara ombak yang jelas terdengar,
Menemaniku di bawah terangnya sinar bulan purnama,
Di keheningan laut diam.

Teringat saat aku berjalan di pasir putih...,
Suasana laut yang begitu ramai,
Aku melihat pemandangan pantai yang begitu indah,
Kerinduan akan laut indah berlari-lari….

Namun kini kondisi alam,
Sangat menyedihkan,
Semoga keadaan kembali normal,
Kita sangat merindukan laut.

161

Rindu Tanah Air

Samantha Winarno/6.4

Oh, Indonesia, 
Negaraku tercinta,
Beragam budaya dan agama, 
Toleransi menjadi prioritas;
Zaman sudah berubah, 
Waktu terus berjalan, 
Toleransi mulai hilang,
Hal yang kita sukai menjadi hinaan.

162

Bentuk tubuh menjadi candaan, 
Menyukai pun melihat tampang, 
Menghina seolah-olah itu bukan apa-apa, 
Di baliknya ribuan hati tersakiti.

Manusia tertindas, 
Tidak ada yang peduli, 
Oh, Indonesia,
Di mana engkau yang dulu.

163

Menebar kebencian di media sosial, 
Telah menjadi hal yang menyenangkan, 
Hal ini tidak seharusnya berlanjut, 
Karena dapat berakhir dengan depresi.

Kata maaf sudah dilupakan, 
Mereka hanya dapat bilang “baper,” 
Bercanda pun kelewatan,
Aku ingin membawa kembali toleransi.

164

Indonesia,
Apa yang terjadi sekarang ini? 

Mengejek menjadi hal yang biasa, 
Sedihnya hatiku melihat keadaan.

165




Click to View FlipBook Version