The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Paper Draping_Endang Surya Ningsih_1509520050_D3 Tata Busana_

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by endangsurya00, 2022-06-09 06:37:56

Paper Draping_Endang Surya Ningsih_1509520050_D3 Tata Busana_

Paper Draping_Endang Surya Ningsih_1509520050_D3 Tata Busana_

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat serta hiadayahnya
sehingga penulis dapat menyelesaikan paper mata kuliah Draping 1 tepat pada
waktu yang telah ditentukan.
Paper ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas Akhir Semester 115 mata kuliah
Draping 1. Dan dalam pembuatan paper ini penulis mengucapkan terima kasih
kepada :
1. Dosen Pengampu Mata Kuliah Draping 1 yaitu Rahayu Purnama, S.Pd, M.Pd
2. Orang tua serta keluarga yang telah mendukung penulis.
3. Teman-teman Program Studi D3 Tata Busana 2020 yang telah membantu
dalam pembuatan paper ini.
Penulis dapat menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan
makalah ini, oleh karena itu penulis akan sangat menghargai kritikan dan saran
untuk membangun makalah ini lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi kita semua.

Jakarta, 30 November 2021
Penulis

Endang Surya Ningsih

Page 1 of 100

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. 1

DAFTAR ISI ....................................................................................................... 2

PENDAHULUAN ............................................................................................. 3

PEMASANGAN BODY LINE ........................................................................ 5

POLA DASAR BADAN .................................................................................. 14

POLA PRINCESS ............................................................................................ 26

POLA YOKE PADA BLOUSE ....................................................................... 38

DRAPING SENDIRI TANPA POTONGAN ................................................... 44

POLA BLUS CLOWNECK .................................................................................. 48

BUSANA INSPIRASI LUAR NEGERI ............................................................. 54

POLA DASAR ROK ............................................................................................ 58

ROK NORMAL ...................................................................................................... 59

ROK KURANG DARI NORMAL ....................................................................... 64

ROK LEBIH NORMAL ................................................................................. 69

DRAPERY SKIRT ........................................................................................... 74

ROK LIPIT ..................................................................................................... 80

DRAPING BUSANA ADAT ................................................................................ 84

ROK PIAS 4 ..................................................................................................... 88

KERAH ............................................................................................................... 93

PENUTUP .............................................................................................................. 100

Page 2 of 100

PENDAHULUAN

1. Pengertian Draping
Draping dapat disebut juga dengan “memulir”. Memulir berasal dari bahasa
Jawa Kuno yaitu “pulir” yang berarti memutar, mengayunkan, memilin,
menjalin, meremas, memeras, dan memintal. Teknik draping atau memulir
adalah teknik memutar, mengayunkan, memilin, menjalin, dan meremas
selembar kain di atas dress form untuk mewujudkan suatu pola busana yang pas
di badan serta sesuai dengan model yang diinginkan. Untuk membuat pakaian
dengan teknik ini membutuhkan lebih banyak bahan. Jika mempunyai dress
form dengan ukuran badan sendiri, maka membuat pakaian dengan cara ini
sangat menguntungkan, karena tidak perlu mengepas dan hasilnya lebih
memuaskan.

2. Pola Draping

Pola berdasarkan teknik pembuatannya ini dibagi kedalam dua macam, antara
lain :

1. Teknik pembuatan pola dengan konstrusi padat atau juga kubus disebut
draping atau juga memulir, adalah sebuah pola yang dibentuk di atas
badan si pemakai/pengguna atau tiruannya yang disebut dengan sebuatan
dress form atau pas pop.

2. Teknik pembuatan pola dengan konstruksi bidang atau juga flat pattern,
adalah sebuah pembuatan pola dari pengembangan pola yang dibentuk
dengan konstruksi padat atau juga kubus.

Joane E. Blair (1992:25) menyatakan draping sebagai : sebuah teknik yang
digunakan untuk dapat menciptakan busana dengan membentuk kain tersebut di
atas dress form. Kain tersebut setelahnya digunting dengan berdasarkan bagian-
bagian yang sudah dibentuk sebelumnya, kemudian dijahit ialah sebagai sample
busana seorang desainer.

Page 3 of 100

3. Alat dan Bahan Membuat Pola Draping
alat untuk bisa membuat pola semuanya adalah alat atau barang yang digunakan
untuk dapat menghasilkan gambar pola yang bagus, rapi, bersih serta juha
benar. Sedangkan bahan untuk membuat pola ialah benda atau barang yang bisa
dijadikan sebuah pola. Untuk lebih jelasnya alat serta bahan pembuatan pola
ialah sebagai berikut:
Pembuatan Pola Teknik Draping

1. Gunting kain
2. Penggaris pola
3. Pita ukuran
4. Kapur jahit / spidol tekstil
5. Jarum pentul
6. Boneka jahit / dummy / model
7. Pita kecil untuk memasang body line
Bahan Yang Diperlukan.
1. Bahan tekstil belacu dan bahan kain tekstil lainnya sesuai saat pembuatan

pola draping.

Page 4 of 100

LANGKAH PEMASANGAN GARIS TUBUH (BODY LINE)
PADA PATUNG

1. Memulai Dari Pemberian Garis
Siap kan pita ukur taruh pada sisi bahu sisi bagian kanan di dekat leher bagian
luar laly sematkan dengan pentul lalu biarkan meteran jatuh secara natural
kemudian kita dapat menentukan garis sisinya lalu sematkan jarum, kemudian
di lanjutkan dengan memberi pita dengan lebar 0,3mm pada garis yang sudah di
tentukan, lakukan hal yang sama pada sisi bagian kiri.

Page 5 of 100

2. Garis Tengah Muka
Ukur terlebih dahulu lingkar leher ukur dari sisi leher kanan ke leher sisi kiri
lalu di bagi 2 kemudian beri tanda bagian tengah leher dengan jarum setelah
itu kita sematkan pita hinggabawah dengan jarum.

Page 6 of 100

3. Garis Tengah Belakang
Ukur terlebih dahulu bahu kanan dan kiri kita dapat mengukur nya dari bagian
tengah leher lalu turun 10cm kemudian arahkan pada sisi bahu kanan dan kiri
setelah di bagi 2 kita dapat menentukan titik nya lalu sematkan pita hingga
bawah.

Page 7 of 100

4. Garis Leher
Arah kan pita pada lingkar leher yang sudah di tentukan kemudian sematkan
jarum.

Page 8 of 100

5. Garis Lingkaran Badan
Untuk menentukan nya kita cari bagian yang paling menonjol pada muka
bagian kanan kemudian arahkan pita ke bagian yang sangat menonjol
setelah itu sematkan jarum pada tengah muka, lakukan hal yang sama
pada sisi bagian kiri dan pastikan pitanya lurus.

Page 9 of 100

6. Garis Pinggang
Untuk menentukan nya kita dapat melihat bagian terkecil dari pinggang, kita
dapat menggunakan tangan arah kan kebawah hingga terasa berhenti pada
bagian pinggang terkecilkemudian sematkan pita dengan jarum.

Page 10 of 100

7. Garis Pinggul
Untuk menentukan nya terlebih dahulu kita ukur dengan pita ukur sisi panggul
ke arah bawah sepanjang 18cm lalu sematkan pita dengan jarum pentul hingga
bawah dan pertemukan pita pada titik awal.

Page 11 of 100

8. Tengah Bahu
Untuk menentukan nya kita ukur terlebih dahulu bagian kanan antara bahu
dalam dan bahu terluar jika sudah kemudia di bagi 2 lalu tentukan titik tengah
nya kemudian sematkan pita dengan jarum ke arah bawah hingga titik bagian
yang paling menonjol kemudian ke arah bawah dengan menentukan bagian sisi
di bagi 3 setelah menentukan titiknya sematkan pita dengan jarum,kemudian ke
arah bawah lagi dan lakukan hal yang sama pada panggul lalu di bagi 3 dan
sematkan pita dengan jarum, kemudian pada bagian belakang di ukur pada sisi
kanan ke ke tengan lalu di bagi 2, kemudian lakukan hal yang sama pada bagian
pinggang dan untuk bagian panggul kita dapat membagi 3 bagian seperti bagian
depan dan lakukan semua hal yang sama pada sisi kiri.

Page 12 of 100

9. Kerung Lengan
Untuk menentukan nya terlebih dahulu ukur dari bagian puncak lengan kanan
hingga bagian sisikira kira sekitar 15cm, kemudian arahkan 3cm agar lingkaran
nya tidak terlihat lancip kemudian buat garis bantu kemudian semtkan pita dan
jarum lakukan hal yanh sama pada sisi kiri.

Page 13 of 100

Membuat Pola Dasar Badan

1. Membuat Pola Dasar Badan Muka
Mendraping pola dasar bagian muka dan bagian belakang dress form
merupakan kelanjutan dari langkah-langkah dalam memperkirakan bahan untuk
mendraping. Langkah memperkirakan bahan untuk mendraping badan muka
adalah sebagai berikut :
a. Panjang bahan : diukur dari bahu tertinggi melewati puncak dada turun
hingga ke garis pinggang + 10 cm.
b. Lebar bahan : diukur dari TM melewati puncak dada hingga menuju ke garis
sisi + 10 cm.
c. Gambar garis arah serat panjang, di tengah muka (TM),  2,5 cm dari pinggir
guntingan.
d. Gambar garis mendatar, garis mendatar sejajar dengan garis dada, dengan
menggunakan penggaris L.
e. Tandai puncak dada, ukur setengah jarak dada di dress form yaitu dari TM ke
puncak dada.
f. Tandai garis sisi, ukur dari puncak dada sampai ke sisi dan ditambah  0,5 cm
untuk kelebihan.

Page 14 of 100

Langkah – Langkah Mendraping Pola Badan Muka
a. Memberikan sematan jarum, dengan urutan sebagai berikut menurut Joseph
Helen Amstrong (2008: 34-52) :
1) Menyemat pada tanda puncak dada.
2) Menyemat pada tengah muka, yaitu tepat pada badan terbesar.
3) Menyemat pada tengah muka, yaitu tepat pada garis lebar muka.
4) Menyemat pada tengah muka, yaitu tepat pada garis leher.
5) Menyemat pada sisi, dengan memberi kelonggaran 0,5 cm, sebab dress form
tanpa memakai BH.
6) Menyemat pada tengah muka, yaitu tepat pada pinggang.
7) Menyemat sisi bawah, yaitu pada pinggang dan arah serat harus lurus dari
sisi atas.
8) Membentuk kupnat pinggang, kupnat dibentuk dari kelebihan kain antara TM
dan sisi lalu semat pada tengah-tengah garis pinggang.
9) Membentuk kampuh pada leher dengan cara menggunting kelebihan kain
dengan menyisakan sekitar 2 cm untuk kampuh.
10) Menyemat pada bahu tertinggi, tepat pada lingkar leher dengan memastikan
kain rata pada badan tidak ada gelembung atau lipatan.
11) Menyemat pada bahu terendah, tepat pada ujung bahu di bagian kerung
lengan.
12) Membentuk kupnat bahu, kupnat dibentuk dari kelebihan kain antara bahu
tertinggi dan bahu terendah lalu semat pada tengah-tengah garis bahu.
13) Merapikan sisa kampuh.

Page 15 of 100

POLA DASAR MUKA

Page 16 of 100

2. Membuat Pola Dasar Badan Belakang
Langkah memperkirakan bahan untuk mendraping badan belakang adalah
sebagai berikut :
a. Panjang bahan : diukur dari bahu tertinggi turun lurus hingga ke garis
pinggang + 10 cm
b. Lebar bahan : diukur dari TB lurus ke samping hingga menuju ke lingkar
badan bagian sisi + 10 cm c. Gambar garis arah serat panjang, di tengah
belakang (TB),  2,5 cm dari pinggir guntingan
d. Gambar garis leher tengah belakang, ukur 6 cm dari pinggir guntingan

Langkah – Langkah Mendraping Pola Badan Belakang
a. Memberi sematan jarum, dengan urutan sebagai berikut :
1) Menyemat pada TB, yaitu tepat pada tekuk leher.
2) Menyemat pada TB, yaitu tepat pada garis lebar punggung.
3) Menyemat pada TB, yaitu tepat pada garis lingkar badan.
4) Menyemat pada TB, yaitu tepat pada garis pinggang.
5) Menyemat lebar punggung bagian luar (kerung lengan).
6) Menyemat pada sisi bagian atas, yaitu pada badan terbesar.
7) Menyemat pada sisi bagian bawah, yaitu dengan cara meluruskan arah serat
dari sisi bagian atas.
8) Membentuk kupnat pada pinggang, kupnat dibentuk dari kelebihan kain
antara TB dengan sisi lalu semat pada tengahtengah garis pinggan.
9) Menyemat pada bahu tertinggi, tepat pada lingkar leher dengan memastikan
kain rata pada badan tidak ada gelembung atau lipatan.
10) Menyemat pada bahu terendah, tepat pada ujung bahu di bagian kerung
lengan.

Page 17 of 100

11) Membentuk kupnat bahu, kupnat dibentuk dari kelebihan kain antara bahu
tertinggi dan bahu terendah lalu semat pada tengah-tengah garis bahu.
12) Merapikan sisa kampuh, menggunting sisa kampuh dengan menyisakan  2
cm untuk kampuh.

POLA DASAR BELAKANG

Page 18 of 100

POLA SISI MUKA

Page 19 of 100

HASIL AKHIR DRAPING MUKA

Page 20 of 100

HASIL AKHIR DRAPING BELAKANG

Page 21 of 100

HASIL AKHIR DRAPING SISI

Page 22 of 100

HASIL AKHIR DRAPING MUKA
(SETELAH DIJAHIT)

Page 23 of 100

HASIL AKHIR DRAPING BELAKANG
(SETELAH DIJAHIT)

Page 24 of 100

POLA DASAR SISI MUKA
(SETELAH DIJAHIT)

Page 25 of 100

MEMBUAT POLA PRINCESS

POLA BADAN PRINCESS BAGIAN DEPAN
Pertama untuk mengukur panjang badan, di mulai dari ujung tertinggi bahu
hingga ke pinggang, kemudian untuk mengukur lebar pada bagian puncak
pertama di ukur dari tengan muka hingga puncak dada setelah itu untuk
mengukur lebar kain ukur dari tengan muka hingga sisi yang sudah di beri
tanda.

Page 26 of 100

Setelah memotong kain sesuai dengan ukuran yang telah di tentukan kemudian
sematkan pada pola badan jangan lupa untuk memberi kampuh sebesar 3cm
pada tengan muka. Setelah di rasa pas kemudiangunting kampuh leher dan bahu,
kemudisn potong kain untuk sisi pertama. Dan lipat kampuh kea rah dalam pada
puncak muka.

Page 27 of 100

Untuk mengukur panjang sisi kedua diukur mulai dari tengah pas kupnat bahu
sampai pinggang, dan untuk mengukur lebar di mulai dari titik puncak dada
sampai sisi, setelah itu sematkan kain.

Page 28 of 100

Kemudian beri tanda pola princess dan beri kerung lengan, setelah itu gunting
kain hingga membentuk pola princess.

Kemudian untuk membentuk pola bustier buat pola membentuk hati dan
membentuk kerung lengan setelah itu gunting kain.

Page 29 of 100

POLA BADAN PRINCESS BAGIAN BELAKANG

Untuk mengukur panjang badan pada bagian belakang ukur mulai dari bahu
hingga pinggang dan untuk mengukur lebar mulai dari punggunghingga tengah
belakang.

Sematkan kain pada sisi pertama dan beri kampuh sebesar 3cm. kemudian
gunting membentuk pola princess

Page 30 of 100

Untuk sisi kedua pada bagian belakang, sematkan kain yang sudah diberi ukuran
pada bagian sisi untuk pemasangan nya sendiri sama seperti pola princess
bagian depan, kemudian beri kampuh sebesar1-2cm serta beri tanda pada bagian
kerung lengan dan gunting kain.

Page 31 of 100

HASIL AKHIR POLA DEPAN ( SEBELUM DI JAHIT )

Page 32 of 100

HASIL AKHIR POLA BELAKANG ( SEBELUM DI JAHIT )

Page 33 of 100

HASIL AKHIR SISI POLA ( SEBELUM DI JAHIT )

Page 34 of 100

HASIL AKHIR POLA DEPAN ( SESUDAH DI JAHIT )

Page 35 of 100

HASIL AKHIR POLA BELAKANG (SESUDAH DI JAHIT)

Page 36 of 100

HASIL AKHIR SISI POLA ( SESUDAH DI JAHIT )

Page 37 of 100

MEMBUAT POLA YOKE PADA BLOUSE

MENENTUKAN GARIS YOKE YANG DIINGINKAN
Sematkan pita pada pola badan yang diinginkan dengan jarum, kemudian untuk
mengukur tinggi terlebih dahulu ukur mulai dari bahu hingga ukuran yang kita
inginkan jangan lupa untuk memberi kampuh dan untuk mengukur lebar ukur
dari mulai tengah muka sampai kerung lengan dan beri kampuh.

Page 38 of 100

MEMBUAT POLA BADAN
Potong kain sesuai ukuran jangan lupa untuk perhatian arah serat, kemudian
sematkan bahan pada pola badan dan gunting kampuh pada bagian bahu dan
leher. Setelah itu buat desain pada bagian leher lalu gunting bagian kerung
lengan, bagian bawah dan bagian bahu.

Page 39 of 100

Untuk mendesain Yoke pada bagian bawah kita dapat memberi aksen berupa
kerut, lipit atau bentuk apapun yangkita sukai, untuk kali ini saya akan membuat
yoke dengan aksen kerutan. Pertama untuk mengukur panjang di mulai dari sisi
atas hingga batas pinggang dan untuk mengukur lebar di mulai dar sisi kanan
hingga sisi kiri karna kali ini saya akan mebuat aksen kerut pada Yoke maka
saya akan X2 lebar tersebut.

Page 40 of 100

Potong bahan sesuai lebar 2X kemudian sematkan pada pola badan pada bagian
tengan kerutan jangan lupa untuk memberi kampuh kemudian sematkan jarum.
Setelah itu buat kerutan pada sisi kanan pastikan arah serat bahan sejajar tidak
naik ataupuntidak turun, kemudian ambil kampuh sebesar 2cm lalu arahkan ke
sisi dan sematkan jarum lalu buat kerukan lakukan hal yang sama pada sisi kiri.

Page 41 of 100

HASIL AKHIR POLA YOKE(SEBELUM DIJAHIT)

Setelah membuat kerutan pada sisi kanan dan kiri kemudian rapihkan pola
dengan cara menguntingpola pada bagian atas dan bawah.

Page 42 of 100

HASIL AKHIR POLA YOKE
(SETELAH DIJAHIT)

Page 43 of 100

Membuat Draping Sendiri Tanpa Menggunakan Potongaan

Hasil Akhir Pola Muka

Page 44 of 100

Hasil Akhir Muka Belakang

Page 45 of 100

Hasil Akhir Sisi

Page 46 of 100

Detail

Page 47 of 100

POLA BLUS COWLNECK

Cowl Neckline adalah sebuah garis leher yang diterapkan pada blus berbentuk
lebar dan memiliki lipit yang berpusat pada satu atau dua titik. Garisnya
menyerupai lipatan gorden yang menggantung dan longgar.

Untuk mengukur panjang bahan di mulai dari mengukur bahu hingga pinggang.

Page 48 of 100

Untuk mengukur panjang bahan di mulai dari mengukur sisi badan kiri hingga
ke kanan, kemudian potong kain serong dengan ukuran 2x dari ukuran aslinya.

Page 49 of 100


Click to View FlipBook Version