Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page b of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 b
c Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page c of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 ASHOK MITRA Chief Executive Officer 07 Februari 2024 HENDRO ICHWANTO Chief Operating Officer/Kepala Teknik Tambang 07 Februari 2024 SUBHASHISH DATTA Chief Financial Officer 07 Februari 2024 VISI: Perusahaan terkemuka Indonesia dalam penyediaan batubara dan produk-produk hilirnya yang memberikan dilai optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. MISI: 1. Menempatkan fokus utama pada kesehatan dan keselamatan para karyawan, serta pengelolaan lingkungan yang berkomitmen untuk emisi nol bersih. 2. Memperjuangkan tata kelola, hak asasi manusia, dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. 3. Mendorong pertumbuhan melalui pembelajaran berkesinambungan, inovasi digital, praktik berkelanjutan, serta keunggulan operasional untuk mengoptimalkan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan. NILAI-NILAI: Keunggulan, Integritas, Kerjasama, Resiliensi, Akuntabilitas. VISION: Indonesia’s leaders in the supply of coal and downstream products delivering optimum value to all stakeholders. MISSION: 1. Placing a paramount focus on the health and safety of our people, as well as environmental stewardship committing to the pursuit of net-zero emissions. 2. Championing governance, human rights, and sustainable community well-being. 3. Fueling growth through continuous learning, digital innovation, sustainable practices, and operational excellence to optimise returns for all stakeholders. VALUES: Mastery, Integrity, Teamwork, Resilience, Accountability. KEBIJAKAN KESELAMATAN PERTAMBANGAN, LINGKUNGAN HIDUP, DAN KEAMANAN MINING SAFETY, ENVIRONMENT, AND SECURITY POLICY Management and employees of PT Kaltim Prima Coal (KPC) are committed to achieve excellent performance and continual improvement in the areas of occupational health and safety, mining operation safety, environment, and security, in alignment with the Vision, Mission and Values of the Company. In realizing these commitments, KPC will: • Comply with all applicable government rules and regulations and other relevant requirements. • Meet the requirements of all stakeholders including employees, local community, government, shareholders, contractors, suppliers and customers. • Implement management system that defines elements, standards, and procedures applicable in all KPC operational area to continually identify and control the risks of OHS, mining operation safety, environment, and security. • Plan, implement, measure, report and review OHS, mining safety, environment, and security objectives, targets, and programs regularly. • Endorse mining employees’ involvement in OHS, mining operation safety, environment, and security aspects. • Conduct regular independent audits of OHS, mining operation safety, environment, and security. • Optimize the conservation of coal reserves to support sustainability development. • Implement the principles of good mining services governance, including the application of good mining practice principles for service businesses in accordance with regulations. OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY POLICY KPC commits to provide working environment in which KPC and its contractor’s employees can perform their work free from accidents and work-related illnesses. Occupational Health and Safety must become priority in all aspects of the Company’s operations. All parties, including KPC and contractor’s employees, have shared responsibilities to work in safe manner in accordance with KPC occupational health and safety standards and procedures. They also have responsibilities to develop and motivate safe and healthy behaviour. MINING OPERATION SAFETY POLICY KPC commits to create operational environment in which KPC and contractors’ employees can perform their operations in a productive, efficient, and safe manner, free from incidents which may result in loses or production stoppage. This includes: • Developing and maintaining management systems and conducting maintenance for tools, infrastructures, installation, and mining equipment. • Ensuring installation protection. • Ensuring readiness of tools, infrastructures, installation, and mining equipment. • Ensuring competency of technical personnel. • Conducting evaluation on mining technical report. • Conducting continuous improvement of mining operations safety to prevent from property damage and production stoppage. • Developing a safe, efficient, and productive mining operations. ENVIRONMENTAL POLICY KPC commits to effectively manage the environmental impacts resulting from its operations. This includes: • Preventing pollution. • Returning all mined areas to a safe, stable, and productive state in accordance with mine closure plan. • Maintaining biodiversity. • Implementing water conservation. • Implement energy efficiency and climate change mitigation, as well as participate in efforts towards net zero emissions. Environmental impacts must be considered in all aspects of the company’s operations, and all KPC and its contractor’s employees must act in environmentally responsible manner. SECURITY POLICY All parties, including KPC and its contractor’s employees, have shared responsibility to create conducive security condition in the working areas. KPC management conduct initiatives to secure its personnel and both physical and non-physical assets. KPC management also implement integrated security concepts that integrate elements of internal security, POLRI/ TNI, and community to minimize disruption of company’s operations in order to ensure KPC’s business continuity. KPC commits to provide leadership, resources, and supports to achieve maximal results in the mining safety, environment, and security aspects. Manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan para karyawannya bertekad untuk mencapai kinerja yang terbaik dan peningkatan yang terus menerus di bidang keselamatan dan kesehatan kerja karyawan, keselamatan operasi pertambangan, lingkungan, dan keamanan, yang selaras dengan Visi, Misi dan Nilai-Nilai Perusahaan. Dalam merealisasikan komitmen ini, KPC akan: • Mematuhi semua perundangan-undangan dan peraturan pemerintah yang berlaku serta persyaratan lain yang relevan. • Memenuhi harapan yang realistis semua pemangku kepentingan, termasuk karyawan, masyarakat setempat, pemerintah, pemegang saham, kontraktor, pemasok, dan pembeli. • Menerapkan sistem manajemen yang menetapkan elemen, standar, dan prosedur yang berlaku di seluruh wilayah operasional KPC untuk secara terus menerus mengidentifikasi dan mengontrol risiko K3, keselamatan operasi pertambangan, lingkungan, dan keamanan. • Merencanakan, melaksanakan, mengukur, melaporkan dan mengkaji ulang secara teratur tujuan, sasaran, dan program K3, keselamatan operasi pertambangan, lingkungan dan pengamanan. • Mendukung keterlibatan pekerja tambang dalam aspek K3, keselamatan operasi pertambangan, lingkungan dan pengamanan. • Melaksanakan audit independen secara teratur atas kinerja K3, keselamatan operasi pertambangan, lingkungan, dan pengamanan. • Mengoptimalkan konservasi cadangan batubara untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. • Menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan jasa pertambangan yang baik, termasuk penerapan kaidah teknik pertambangan usaha jasa sesuai ketentuan perundangan. KEBIJAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KPC bertekad untuk memberikan lingkungan kerja di mana karyawan KPC dan kontraktornya dapat melaksanakan pekerjaan mereka bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Kesehatan dan keselamatan kerja harus mendapatkan prioritas dalam semua aspek operasional perusahaan. Semua pihak, termasuk karyawan KPC dan kontraktor, memiliki tanggung jawab bersama untuk bekerja dengan aman dan sehat sesuai dengan prosedur dan standar keselamatan dan kesehatan kerja KPC. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan dan membangun perilaku aman dan sehat. KEBIJAKAN KESELAMATAN OPERASI PERTAMBANGAN KPC bertekad untuk memberikan lingkungan operasi dimana karyawan KPC dan kontraktornya dapat menjalankan operasinya dengan cara yang produktif, efisien dan aman, bebas dari kejadian yang berakibat kehilangan atau terhentinya produksi. Hal ini meliputi: • Membangun dan mengelola sistem manajemen serta melaksanakan perawatan sarana, prasarana, instalasi, dan peralatan tambang. • Memastikan pengamanan instalasi. • Memastikan kelayakan sarana, prasarana, instalasi, dan peralatan pertambangan. • Memastikan kompetensi tenaga teknik. • Melakukan evaluasi laporan kajian teknis pertambangan. • Melaksanakan peningkatan berkelanjutan kinerja keselamatan operasi pertambangan dalam upaya mencegah kerusakan aset dan terhentinya produksi. • Menciptakan kegiatan operasional tambang yang aman, efisien, dan produktif. KEBIJAKAN LINGKUNGAN KPC bertekad untuk secara efektif mengelola dampak lingkungan hidup sebagai akibat dari kegiatan operasinya. Hal ini meliputi: • Mencegah pencemaran. • Mengembalikan semua areal pascatambang ke dalam kondisi yang aman, stabil, dan produktif sejalan dengan rencana pascatambang. • Memelihara keanekaragaman hayati. • Melaksanakan upaya konservasi air. • Melaksanakan efisiensi energi dan mitigasi perubahan iklim, serta berpartisipasi dalam upaya menuju emisi nol bersih. Dampak lingkungan hidup harus dipertimbangkan di dalam semua aspek kegiatan operasional perusahaan dan semua karyawan KPC dan kontraktornya harus bertindak secara bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. KEBIJAKAN KEAMANAN Semua pihak, termasuk karyawan KPC dan kontraktornya, memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif di wilayah kerja. Manajemen KPC melakukan inisiatifinisiatif pengamanan personil dan aset fisik maupun non-fisik. Manajemen KPC juga menerapkan konsep-konsep pengamanan terpadu yang memadukan unsur pengamanan internal, Polri/TNI, dan masyarakat dalam rangka meminimalkan gangguan terhadap operasional perusahaan untuk memastikan keberlangsungan bisnis KPC. Manajemen KPC memiliki tekad untuk memberikan kepemimpinan, sumber daya, dan dukungan untuk mencapai hasil yang maksimal di bidang keselamatan pertambangan, lingkungan, dan
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page d of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 d
i Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page i of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 DAFTAR ISI Bab 1. Pengantar....................................................................................................................................... 1 Bab 2. Peraturan Perundangan yang Terkait ............................................................................................ 1 Bab 3. Pemantauan Lingkungan ............................................................................................................... 3 Bab 4. OSI dan INTERNA......................................................................................................................... 3 Bab 5. Tanggung Jawab............................................................................................................................ 3 Bab 6. Persyaratan Pengelolaan Hidrokarbon KPC.................................................................................. 4 Bab 7. Prosedur Pengelolaan Hidrokarbon KPC (HMP) .......................................................................... 5 HMP 1: Pencegahan Pencemaran Lingkungan Akibat Hidrokarbon ............................................... 6 HMP 2: Fasilitas Penyimpanan Hidrokarbon dan Kelengkapannya ............................................... 7 HMP 3: Bengkel dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Cair............................................................. 11 HMP 4: Tangki Portable Dinamis (Tanker)....................................................................................... 14 HMP 5: Pemeliharaan Tangki Penyimpanan dan Jaringan Pipa Bawah Tanah............................... 16 HMP 6: Persyaratan Perangkap Oli dan Perangkap Lumpur.......................................................... 19 HMP 7: Penanganan Tumpahan Hidrokarbon................................................................................. 22 HMP 8: Penutupan dan atau Pengalihan Tanggung Jawab Fasilitas Hidrokarbon ......................... 25 Bab 8. Lembar Pengesahan...................................................................................................................... 28 Lampiran 1 Daftar Periksa Pengelolaan Hidrokarbon di Bengkel ............................................................. 29 Lampiran 2 Daftar Periksa Tangki Hidrokarbon di Lokasi Tambang.......................................................... 30 Lampiran 3 Daftar Periksa Perbaikan Alat Berat di Tambang ................................................................... 31 Lampiran 4 Daftar Periksa Perangkap Oli................................................................................................. 32 Lampiran 5 Papan Periksa Lumpur dan Air Pada Perangkap Oli ............................................................. 33 Lampiran 6 Daftar Periksa Inspeksi Pengelolaan Hidrokarbon dan Limbah ............................................ 34 Lampiran 7 Prosedur Pengelolaan Limbah (WMP) 16 – Inspeksi Pengelolaan Hidrokarbon dan Limbah 41 Lampiran 8 Foto Fasilitas Hidrokarbon KPC ............................................................................................. 47
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page ii of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 ii
1 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 1 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 BAB 1. PENGANTAR Tambang KPC menggunakan lebih dari 700.000 ton bahan bakar solar per tahun dan sejumlah besar oli, pelumas (grease), dan minyak. Penggunaan hidrokarbon yang sangat besar di lebih dari 20 (dua puluh) bengkel dan lebih dari 20 (dua puluh) stasiun bahan bakar di area pertambangan berpotensi tumpah dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu bahan hidrokarbon yang digunakan akan berpotensi menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3). Pengelolaan yang baik dan benar harus dilakukan agar tidak memberikan dampak yang merugikan terhadap manusia dan lingkungan hidup. Dampak negatif yang dapat terjadi di lingkungan akibat tidak terkelolanya hidrokarbon adalah pencemaran air dan tanah, dimana hal ini akan mengakibatkan: • matinya tumbuhan, • matinya ikan dan kehidupan air lainnya, • dampak terhadap pengguna air di hilir • timbulnya limbah turunan akibat adanya pencemaran, dan • pelanggaran terhadap ketentuan operasional. Buku pedoman ini memuat persyaratan dan prosedur pengelolaan hidrokarbon (bahan bakar, oli, dan pelumas) di wilayah kerja KPC sebagai komitmen perusahaan terhadap pencegahan pencemaran dan pemenuhan peraturan yang berlaku. Persyaratan pengelolaan hidrokarbon yang harus diterapkan di lingkungan KPC, termasuk semua kontraktor yang beroperasi di lokasi KPC tercantum dalam Bab 6 – Persyaratan Pengelolaan Hidrokarbon, sedangkan prosedur pengelolaan hidrokarbon tercantum dalam Bab 7 – Prosedur Pengelolaan Hidrokarbon. Prosedur ini disusun dengan mempertimbangkan peraturan perundangan yang terkait, best practice, dan pertimbangan teknis lainnya. Prosedur ini dapat mengalami perubahan dengan mempertimbangkan perubahan peraturan yang berlaku dan perbaikan praktek kerja. Departemen Lingkungan KPC akan membantu menjawab pertanyaan terkait dengan pengelolaan hidrokarbon. Silakan hubungi Departemen Lingkungan KPC, telepon 0549 52 1212. BAB 2. PERATURAN PERUNDANGAN YANG TERKAIT Sejumlah peraturan perundangan Indonesia terkait erat dengan pengelolaan hidrokarbon di KPC. Berikut adalah daftar peraturan perundangan tersebut: UNDANG-UNDANG NO. 4 TAHUN 2009 jo UNDANG-UNDANG NO. 3 TAHUN 2020 Undang-undang ini berisi tentang pertambangan mineral dan batubara UNDANG-UNDANG NO. 32 TAHUN 2009 Peraturan ini berisi tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 11 tahun 2020 tentang cipta kerja PERATURAN PEMERINTAH NO. 22 TAHUN 2021 Peraturan ini mengatur tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai pengganti Peraturan Pemerintah no. 101 tahun 2014 mengenai pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. PERATURAN PEMERINTAH NO. 74 TAHUN 2001 Peraturan ini mengatur tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NO 109 TAHUN 2006 Peraturan ini mengatur tentang penanggulangan keadaan darurat tumpahan di laut PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NO. 04 TAHUN 2020 Keputusan ini menetapkan tentang pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun.
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 2 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 2 PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP No. 19 TAHUN 2010 Peraturan ini memuat Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Minyak Dan Gas Serta Panas Bumi. PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NO. 03 TAHUN 2008 Peraturan ini mengatur tata cara pemberian symbol dan label bahan berbahaya dan beracun KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL NO. 1827K/30/MEM/2018 Keputusan ini memuat tentang pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO. 309.K/30/DJB/2018 Keputusan ini memuat tentang petunjuk teknis keselamatan bahan peledak dan peledakan serta keselamatan fasilitas penimbunan bahan bakar cair pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NO. 51 TAHUN 2004 Keputusan ini memuat baku mutu air laut. SURAT DIREKTUR JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA No. 2318/37.04/DBT/2019 Keputusan ini memuat izin tangki penimbunan bahan bakar cair milik KPC yang berlokasi di Bengalon. KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA 25.K/37.04/DBT/2016 Keputusan ini memuat izin tangki penimbunan bahan bakar cair milik KPC yang berlokasi di Sangatta. SURAT DIREKTUR JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA 07/37/DBT.KP/2021 Keputusan ini memuat izin tangki penimbunan bahan bakar cair milik KPC yang berlokasi di Bengalon. KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA 24.K/37.04/DBT/2016 Keputusan ini memuat izin tangki penimbunan bahan bakar cair milik KPC yang berlokasi di Sangatta. KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA 62.K/37.04/DBT/2016 Keputusan ini memuat izin tangki penimbunan bahan bakar cair milik KPC yang berlokasi di Sangatta. PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR No. 02 TAHUN 2011 Keputusan ini memuat pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air di provinsi Kalimantan Timur.
3 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 3 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 BAB 3. PEMANTAUAN LINGKUNGAN Departemen Lingkungan KPC melaksanakan pemantauan kualitas air untuk parameter minyak mineral dan pelumas (oil and grease) di beberapa lokasi titik pantau yang berasal dari: • aliran keluaran dari perangkap oli di bengkel, • tempat pembongkaran tongkang solar dan aliran keluaran tempat penyimpanan solar ROM,Tanjung Bara, Bengalon, dan Lubuk Tutung, • aliran keluaran dari perangkap oli di fuel station tambang. BAB 4. ON SPOT INSPECTION (OSI) DAN INSPEKSI TERPADU DAN TERENCANA (INTERNA) PENGELOLAAN HIDROKARBON Departemen Lingkungan KPC secara rutin melakukan On Spot Inspection (OSI) dan Inspeksi Terpadu dan Terencana (INTERNA) hidrokarbon ke semua bengkel KPC dan kontraktor, tangki penyimpanan hidrokarbon (baik yang berada di daerah tambang maupun di luar daerah tambang) dan fasilitas distribusinya, serta kegiatan perbaikan alat berat di dalam tambang (in-pit field services). Semua OSI dan INTERNA ini difokuskan pada hal-hal berikut: • Kondisi tangki, drum, dan perlengkapannya (fitting, valve, slang, jaringan pipa, dsb.), • Tempat penyimpanan hidrokarbon, termasuk pula tanggul pengaman dan perangkap olinya, • Tata laksana bengkel, • Penanganan hidrokarbon di lapangan, • Penanganan tumpahan hidrokarbon dan peralatan tanggap darurat, • Prosedur operasi dan prosedur tanggap darurat. Daftar periksa INTERNA tercantum pada lampiran. OSI hidrokarbon dilaksanakan dengan periode dua kali seminggu mencakup area sebagai berikut: • bengkel • tangki penyimpanan hidrokarbon • perbaikan alat berat di lapangan (disesuaikan dengan jadwal perbaikan alat yang ada) INTERNA dilaksanakan satu kali dalam setahun. Rincian sistem INTERNA merefer kepada prosedur pengelolaan limbah WMP 16 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Inspeksi Pengelolaan Hidrokarbon dan Limbah (terlampir). Laporan INTERNA secara lengkap akan dikirimkan kepada Manager Area KPC dan kepada manajemen KPC lainnya yang terkait. BAB 5. TANGGUNG JAWAB Tanggung jawab dalam pemenuhan persyaratan pengelolaan hidrokarbon adalah sebagai berikut: PERIHAL PEMBUATAN TANGGUL DLL TINJAUAN RACANGAN PENGECEKAN & PELAPORAN PEMELIHARAAN PERBAIKAN PENANGANAN TUMPAHAN ACUAN Penimbunan/ Penyimpanan hidrokarbon Manager Area Manager Lingkungan KPC Manager Area Manager Area Manager Area HMP 2 Tangki dan stasiun bahan bakar cair di tambang* MSD/ Kontraktor Manager Lingkungan KPC MSD/ Kontraktor MSD/ Kontraktor Manager Area HMP 2 & HMP 3 Tangki dan stasiun bahan bakar cair untuk kendaraan ringan (LV)/ LT* Manager Area Manager Lingkungan KPC Manager Area MSD/ Kontraktor Manager Area HMP 2 & HMP 3
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 4 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 4 Tangki portable dinamis (tanker) N/A Manager Lingkungan Penanggung Jawab Tanker MSD/ Kontraktor Penanggung Jawab Tanker HMP 4 Lighting plan** MOD/ Kontraktor Manager Lingkungan KPC MOD/ Kontraktor MSD/ Kontraktor Manager Area HMP 2 Genset** Manager Area Manager Lingkungan KPC Manager Area MSD/ Kontraktor Manager Area HMP 2 Pompa** MOD/ Kontraktor Manager Lingkungan KPC MOD/ Kontraktor MSD/ Kontraktor Manager Area HMP 2 Perangkap oli/ lumpur Manager Area Manager Lingkungan KPC MSD/ Kontraktor MSD/ Kontraktor Manager Area HMP 6 * Termasuk yang berhubungan dengan tanggul pengaman ** Termasuk yang berhubungan dengan tangki Manajer proyek masing-masing kontraktor wajib bertanggung jawab atas area kerjanya. BAB 6. PERSYARATAN PENGELOLAAN HIDROKARBON KPC Persyaratan berikut berlaku bagi semua karyawan KPC dan para kontraktor yang beroperasi di wilayah kerja KPC. Manager Area bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua persyaratan ini dipenuhi di area kerjanya. PERSYARATAN PROSEDUR TERKAIT 1. Semua penyimpanan hidrokarbon harus dilengkapi tanggul pengaman HMP 2 2. Apabila memungkinkan, setiap jaringan pipa yang menyalurkan hidrokarbon harus diletakkan di dalam tanggul pengaman, diberi label, dan dicat dengan warna coklat (golden brown). HMP 2 3. Daerah penyimpanan hidrokarbon harus dilindungi dari kemungkinan tertabrak oleh kendaraan dan diberikan tanda yang jelas yang menyebutkan persyaratan keselamatan, isi/jenis hidrokarbon, kapasitas penyimpanan dan identitas tangki. HMP 2 4. Fasilitas penyimpanan atau pendistribusian hidrokarbon tidak dapat dibangun ataupun dimodifikasi sebelum rancangannya disetujui secara tertulis oleh Manager Lingkungan KPC. Manager Lingkungan KPC dapat menyetujui rancangan atau meminta perbaikan/perubahan . HMP 2 5. Semua fasilitas penyimpanan hidrokarbon dalam jumlah besar dan sistem distribusinya harus diperiksa, dipelihara, dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga memperkecil resiko terlepasnya hidrokarbon ke lingkungan. HMP 2 6. Fasilitas penyimpanan atau jaringan pipa bawah tanah harus dihindari kecuali adanya pertimbangan khusus, misalnya karena alasan keselamatan. Apabila suatu jaringan pipa bawah tanah tidak dapat dihindari pembuatannya, maka harus dibuat suatu sistem rancang bangun tertentu agar pemeriksaan rutin tetap dapat dilakukan. HMP 5 7. Semua pemilik fasilitas penyimpanan dan jaringan pipa bawah tanah harus menerapkan sistem kendali cadangan dan melakukan inspeksi atau pengujian secara rutin terhadap semua fasilitas penyimpanan dan saluran pipa permanen. Apabila dideteksi adanya kebocoran dari sistem bawah tanah ini, maka investigasi harus segera dilakukan bersamaan dengan langkah-langkah untuk menghentikan pencemaran yang lebih luas maupun kerugian. HMP 5 8. Semua fasilitas yang berhubungan dengan hidrokarbon harus dilengkapi dengan perangkap oli yang sesuai dan efektif. HMP 6 9. Rancangan dari semua perangkap oli baru harus disetujui oleh Manager Lingkungan KPC. HMP 6 10. Semua perangkap oli harus dirawat secara teratur, termasuk dilakukannya inspeksi berkala, untuk memastikan perangkap oli berfungsi dengan baik. HMP 6 11. Setiap tumpahan hidrokarbon harus dibersihkan dengan cepat dan benar. HMP 7 12. Setiap tumpahan hidrokarbon yang lebih dari 200 liter atau memiliki resiko masuk ke jalur air atau daerah sensitif harus dilengkapi dengan laporan insiden. Laporan ini harus dimasukkan ke dalam sistem pelaporan Prinutama oleh Superintendent terkait. HMP 7 13. Setiap penutupan atau pengalihan tanggung jawab fasilitas hidrokarbon harus bebas dari pencemaran maupun potensi pencemaran. HMP 8 Catatan : Tata cara pengelolaan limbah hidrokarbon dan limbah terkontaminasi hidrokarbon diatur terpisah dalam Buku Pengelolaan Limbah (Waste Management Handbook).
5 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 5 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 BAB 7. PROSEDUR PENGELOLAAN HIDROKARBON KPC (HMP) pengelolaan hidrokarbon (Hydrocarbon Management Procedure/HMP) KPC selanjutnya diatur sebagai berikut: HMP 1: PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT HIDROKARBON Berisi tahapan pencegahan terjadinya pencemaran lingkungan akibat kegiatan yang berhubungan dengan hidrokarbon. HMP 2: FASILITAS PENYIMPANAN HIDROKARBON DAN KELENGKAPANNYA Berisi persyaratan penyimpanan hidrokarbon. HMP 3: BENGKEL DAN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR CAIR Berisi tentang persyaratan pembangunan bengkel dan stasiun pengisian bahan bakar cair HMP 4: TANGKI PORTABLE DINAMIS (TANKER) Berisi tentang persyaratan pengadaan, operasional, dan pemeliharaan tangki portable dinamis (tanker) HMP 5: PEMELIHARAAN TANGKI PENYIMPANAN DAN JARINGAN PIPA BAWAH TANAH Berisi persyaratan tangki penyimpanan dan jaringan pipa bawah tanah, termasuk kendali cadangan, inspeksi, dan investigasi. HMP 6: PERSYARATAN PERANGKAP OLI DAN PERANGKAP LUMPUR Berisi persyaratan rancangan dan prosedur pemeliharaan perangkap oli dan perangkap lumpur. HMP 7: PENANGANAN TUMPAHAN HIDROKARBON Berisi prosedur penanggulangan tumpahan atau kebocoran hidrokarbon dalam jumlah kecil dan bukan merupakan prosedur penanganan tumpahan dalam jumlah besar maupun tumpahan yang masuk ke badan air atau daerah sensitif lainnya. HMP 8: PENUTUPAN DAN ATAU PENGALIHAN TANGGUNG JAWAB FASILITAS HIDROKARBON Berisi prosedur untuk melakukan penutupan dan atau pengalihan tanggung jawab fasilitas hidrokarbon.
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 6 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 6 PROSEDUR PENGELOLAAN HIDROKARBON (HMP) 1 PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT HIDROKARBON 1.1 TUJUAN Prosedur ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan akibat hidrokarbon. 1.2 KAPAN DIGUNAKAN Saat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan hidrokarbon, misalnya kegiatan bengkel, perbaikan alat di tambang, pengoperasian stasiun pengisian bahan bakar, penyimpanan hidrokarbon, dan sebagainya. 1.3 TANGGUNG JAWAB Manajemen KPC dan kontraktornya bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pemenuhan prosedur ini. 1.4 PROSEDUR 1.4.1 Lakukan pendataan terhadap semua kegiatan yang berhubungan dengan hidrokarbon, fasilitas hidrokarbon, dan kondisi lingkungan sekitar, termasuk badan air dan/atau daerah sensitif lainnya. Analisa kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan akibat hidrokarbon. 1.4.2 Menentukan kontrol yang sesuai untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan akibat hidrokarbon. Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk meminta saran. 1.4.3 Terapkan prosedur pengelolaan hidrokarbon dan strategi pencegahan pencemaran 1.4.4 Terapkan kepedulian terhadap kemungkinan pencemaran lingkungan akibat hidrokarbon dan pahami upaya pencegahan yang dapat dilakukan di area kerja. 1.5 DOKUMEN TERKAIT 1.5.1 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja 1.5.2 Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik 1.5.3 Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral No. 309.K/30/DJB/2018 tentang Petunjuk Teknis Keselamatan Bahan Peledak dan Peledakan serta Keselamatan Fasilitas Penimbunan Bahan Bakar Cair pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara 1.5.4 Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. 1.5.5 Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air 1.5.6 Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No. 02 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air di Provinsi Kalimantan Timur
7 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 7 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 PROSEDUR PENGELOLAAN HIDROKARBON (HMP) 2 FASILITAS PENYIMPANAN HIDROKARBON DAN KELENGKAPANNYA 2.1 TUJUAN Memastikan bahwa semua penyimpanan hidrokarbon dan sistem distribusinya dirancang dan dipelihara sedemikian rupa sehingga pencemaran tanah atau air dapat dicegah. 2.2 KAPAN DIGUNAKAN Saat merancang, mengoperasikan, dan/atau memelihara tempat penyimpanan hidrokarbon atau jaringan pipa distribusi hidrokarbon. 2.3 TANGGUNG JAWAB 2.3.1 PERANCANG Menerapkan prinsip rancangan yang dijelaskan dalam prosedur ini. 2.3.2 MANAGER AREA 2.3.2.1 Memastikan tempat menyimpan hidrokarbon dibangun sesuai dengan rancangan yang telah disetujui. 2.3.2.2 Memastikan tempat penyimpanan hidrokarbon dipelihara dengan benar dan semua tumpahan/ ceceran yang terjadi dibersihkan dengan segera. 2.3.2.3 Memastikan semua petugas yang merancang, mengoperasikan, atau memelihara fasilitas penyimpanan hidrokarbon dan kelengkapannya memahami prosedur ini. 2.3.3 SUPERINTENDENT LINGKUNGAN KPC (SITE SUPPORT) 2.3.3.1 Memberikan saran teknis terkait perencanaan, pembuatan, dan pemeliharaan fasilitas penyimpanan hidrokarbon dan kelengkapannya 2.3.3.2 Memberikan pelatihan bila diperlukan. 2.4 PROSEDUR 2.4.1 RANCANG BANGUN TANGKI PENYIMPANAN HIDROKARBON 2.4.1.1 Tangki harus berada di permukaan tanah dan mudah diperiksa serta dibangun di atas pondasi yang kuat, stabil, dan rata 2.4.1.2 Tangki harus dibuat dari material yang sesuai dengan jenis hidrokarbon yang disimpan, sehingga tidak mudah bocor atau berpotensi bocor. 2.4.1.3 Tangki harus dilengkapi dengan ventilasi yang sesuai, alat pengukur volume yang dilengkapi pelindung, pencegah luapan, anti splash fill pipe, pembumian, dan valve-valve yang sesuai. 2.4.1.4 Tangki penyimpanan ini harus berwarna putih untuk mempermudah dalam mengidentifikasi kebocoran pada tangki.
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 8 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 8 2.4.1.5 Tangki harus diberi label yang jelas minimal dalam Bahasa Indonesia yang menjelaskan identitas tangki, isi dan kapasitasnya, serta dilengkapi dengan tanda keselamatan yang sesuai (misal : tanda ”Dilarang Merokok”). 2.4.2 RANCANG BANGUN TANGGUL PENGAMAN 2.4.2.1 Semua tempat penyimpanan hidrokarbon harus dilengkapi dengan tanggul pengaman. Volume minimum tanggul pengaman adalah 110% volume tangki terbesar yang digunakan dengan memperhitungkan sudut pancar fluida minimal 26,5o . Apabila tempat penyimpanan tersebut berupa tangki paralel maka volume minimum tanggul pengaman adalah 110% volume total tangki. 2.4.2.2 Tanggul pengaman harus dibuat dari material yang kedap air, seperti concrete dan besi. Penggunaan material kedap lainnya harus dikonsultasikan kepada Departemen Lingkungan KPC (Site Support) 2.4.2.3 Tangki bahan bakar harian pada genset atau lighting plant dengan design asli tidak perlu dilengkapi dengan tanggul pengaman. 2.4.2.4 Tanggul pengaman harus dilengkapi dengan valve keluaran yang sesuai dan dilengkapi dengan tanda ”valve harus selalu dalam keadaan tertutup kecuali sedang digunakan”. 2.4.3 RANCANG BANGUN PIPA DISTRIBUSI HIDROKARBON 2.4.3.1 Semua rancangan pipa harus dibuat di atas permukaan tanah agar mudah diperiksa dan dipelihara. Apabila tidak memungkinkan, maka pengajuan rancangan pipa bawah tanah harus dilengkapi dengan kontrol-kontrol khusus yang disetujui oleh Manager Departemen Lingkungan KPC. 2.4.3.2 Apabila memungkinkan, jaringan pipa distribusi hidrokarbon dalam jumlah besar harus dilengkapi dengan tanggul pengaman, dan bila tidak memungkinkan maka jaringan pipa tersebut harus Jarak antara Bunding dengan Tangki Hidrokarbon
9 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 9 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 dilengkapi dengan prosedur pemeriksaan rutin dan sistem tanggap darurat yang memadai. 2.4.3.3 Setiap jaringan pipa dan sistem distribusinya harus diberi label yang dengan jelas menerangkan bahan yang sedang dibawa dan diberi kode warna menurut standar Prima Nirbhaya (golden brown). 2.4.3.4 Apabila dalam melakukan transfer atau distribusi produk hidrokarbon digunakan slang, maka jenis slang yang digunakan harus sesuai dengan jenis hidrokarbonnya. 2.4.4 RANCANG BANGUN PERANGKAP OLI 2.4.4.1 Seluruh fasilitas penyimpanan hidrokarbon harus dilengkapi dengan perangkap oli yang mengacu pada HMP 6 – Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KPC tentang Persyaratan Perangkap Oli dan Perangkap Lumpur. 2.4.4.2 Khusus untuk fasilitas tangki portable untuk keperluan pompa dan lighting tower di lokasi tambang tidak diperlukan perangkap oli tetapi harus dipastikan tidak terjadi ceceran atau tumpahan hidrokarbon. 2.4.5 KONDISI UMUM 2.4.5.1 Area penyimpanan hidrokarbon harus selalu diberi tanda yang jelas minimal dalam Bahasa Indonesia yang menjelaskan fungsi area tersebut dan syarat-syarat khususnya, seperti “Dilarang Merokok”. 2.4.5.2 Fasilitas penyimpanan hidrokarbon dan distribusinya harus dilindungi dari kemungkinan tertabrak oleh kendaraan dengan memasang bollard pengaman yang sesuai. 2.4.5.3 Sebelum dibangun, semua rancangan fasilitas penyimpanan dan distribusi hidrokarbon harus ditinjau ulang oleh Manager Lingkungan KPC. Atas dasar tinjauan ini, Manager Lingkungan KPC akan memberikan persetujuan atau meminta perubahan rancangan. 2.4.5.4 Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk penjelasan lebih lanjut. 2.4.6 PENGOPERASIAN 2.4.6.1 Tempat penyimpanan hidrokarbon harus dioperasikan dengan benar agar pencemaran tanah dan air dapat dihindari. 2.4.6.2 Pastikan valve tanggul selalu dalam posisi tertutup, kecuali saat digunakan. 2.4.6.3 Pengisian tangki harus selalu dilakukan di dalam tanggul sehingga setiap tumpahan yang terjadi dapat tertampung. 2.4.6.4 Petugas pengisian hidrokarbon tidak boleh meninggalkan lokasi saat pengisian berlangsung. Apabila harus meninggalkan lokasi maka pengisian harus dihentikan. 2.4.6.5 Alat penyaluran seperti nozzle/fuel gun harus selalu disimpan di dalam tanggul pengaman atau drip tray. 2.4.6.6 Valve pengeluaran pada tangki harus selalu dalam keadaan tertutup kecuali pada saat digunakan atau saat ada petugas. 2.4.6.7 Setiap tumpahan yang terjadi harus segera dibersihkan sesuai HMP 7 – Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KPC tentang Penanganan Tumpahan Hidrokarbon. 2.4.6.8 Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk penjelasan lebih lanjut.
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 10 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 10 2.4.7 PEMELIHARAAN DAN PEMERIKSAAN 2.4.7.1 Perawatan berkala terhadap fasilitas hidrokarbon harus dilakukan agar fasilitas tersebut tetap berfungsi dengan baik. 2.4.7.2 Semua tempat penyimpanan hidrokarbon dan sistem distribusinya harus diperiksa setiap hari terhadap kemungkinan kebocoran, adanya tumpahan yang perlu dibersihkan, kerusakan pada kontainer atau tanggul, atau keperluan perawatan yang lain. 2.4.7.3 Setiap ketidaksesuaian yang ditemukan pada saat pemeriksaan harus segera ditindaklanjuti. 2.4.7.4 Semua peralatan keselamatan atau tanda pengaman yang dilepas selama perawatan harus segera dipasang kembali sesudah pekerjaan selesai. 2.4.7.5 Superintendent Area harus melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas penyimpanan dan distribusi hidrokarbon sesudah dilakukannya perawatan untuk memastikan bahwa tidak terjadi perubahan terhadap kemampuan pencegahan pencemaran lingkungan. 2.4.7.6 Setiap tumpahan yang terjadi harus segera dibersihkan sesuai dengan HMP 7 – Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KPC tentang Penanganan Tumpahan Hidrokarbon. 2.4.7.7 Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk penjelasan lebih lanjut. 2.5 DOKUMEN TERKAIT 2.5.1 Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun 2.5.2 Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik 2.5.3 Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral No. 309.K/30/DJB/2018 tentang Petunjuk Teknis Keselamatan Bahan Peledak dan Peledakan serta Keselamatan Fasilitas Penimbunan Bahan Bakar Cair pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara 2.5.4 HMP 6 - Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KPC tentang Persyaratan Perangkap Oli dan Perangkap Lumpur 2.5.5 HMP 7 - Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KPC tentang Penanganan Tumpahan Hidrokarbon
11 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 11 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 PROSEDUR PENGELOLAAN HIDROKARBON (HMP) 3 BENGKEL DAN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR CAIR 3.1 TUJUAN Memastikan semua bengkel dan stasiun bahan bakar dirancang, dioperasikan dan dipelihara sedemikian rupa sehingga pencemaran tanah dan air dapat dicegah. 3.2 KAPAN DIGUNAKAN Saat merancang, mengoperasikan dan /atau memelihara bengkel atau stasiun bahan bakar 3.3 TANGGUNG JAWAB 3.3.1 PERANCANG Menerapkan prinsip rancangan yang dijelaskan dalam prosedur ini 3.3.2 MANAGER AREA 3.3.2.1 Memastikan bengkel dan stasiun pengisian bahan bakar cair dibangun sesuai dengan rancangan yang telah disetujui. 3.3.2.2 Memastikan bengkel dan stasiun pengisian bahan bakar cair dipelihara dengan benar untuk mencegah terjadinya potensi pencemaran 3.3.2.3 Memastikan dilakukannya penanganan segera apabila terjadi tumpahan/ceceran. 3.3.2.4 Memastikan semua petugas yang merancang, mengoperasikan, atau memelihara bengkel dan stasiun pengisian bahan bakar cair dan kelengkapannya memahami prosedur ini. 3.3.3 SUPERINTENDENT LINGKUNGAN KPC (SITE SUPPORT) 3.3.3.1 Memberikan saran teknis terkait perencanaan, pembuatan, dan pemeliharaan bengkel dan stasiun pengisian bahan bakar cair dan kelengkapannya 3.3.3.2 Memberikan pelatihan bila diperlukan. 3.4 PROSEDUR 3.4.1 RANCANG BANGUN BENGKEL (WORKSHOP) 3.4.1.1 Lokasi bengkel merupakan area yang bebas banjir, bukan area tangkapan air, dan stabil. 3.4.1.2 Konstruksi dasar lantai bengkel harus kedap fluida untuk mencegah terjadinya pencemaran tanah oleh hidrokarbon atau bahan kimia lainnya. 3.4.1.3 Lantai workshop harus lebih tinggi dari tanah sekitar, beda tinggi minimal 50 cm. 3.4.1.4 Melengkapi bengkel dengan perangkap oli (kolam perangkap limbah cair terkontaminasi hidrokarbon) .
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 12 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 12 3.4.1.5 Pembangunan atap dilengkapi dengan talang air untuk mengarahkan air hujan langsung ke drainase 3.4.1.6 Saluran air limbah harus dipisahkan dengan saluran air hujan 3.4.1.7 Bengkel yang digunakan untuk perbaikan peralatan berat dan kendaraan harus memiliki fasilitas pencucian kendaraan yang dilengkapi dengan perangkap lumpur dan perangkap oli. 3.4.1.8 Pipa pipa hidrokarbon yang digunakan tidak diperbolehkan ditanam di bawah tanah, jika harus dilakukan maka diperlukan persetujuan dari Departemen Lingkungan. 3.4.2 RANCANG BANGUN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR 3.4.2.1 Area pengisian (pump station) minimum terdiri atas tangki bahan bakar yang dilengkapi bunding, pad pengisian (dispensing area), pompa bahan bakar dan perpipaan, refuse container, dan bollard pengaman. 3.4.2.2 Jalan keluar masuk unit kendaraan yang mengisi bahan bakar mudah untuk berbelok ke tempat pompa, dan mudah untuk berbelok pada saat keluar dari tempat pompa tanpa halangan dengan jarak pandang yang baik bagi pengemudi pada saat keluar area pengisian bahan bakar cair 3.4.2.3 Jalan masuk dan keluar unit kendaraan tidak boleh saling bersilangan 3.4.2.4 Lebar jalur masuk dan keluar minimal selebar unit kendaraan terbesar yang dilayani dan ditambah kelonggaran (allowance) sesuai kebutuhan 3.4.2.5 Terdapat instalasi penyalur petir 3.4.2.6 Memiliki lantai kedap air 3.4.2.7 Terdapat oil trap 3.4.3 PENGOPERASIAN BENGKEL DAN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR 3.4.3.1 Petugas pompa bahan bakar cair memiliki kemampuan dalam mengoperasikan pengisian bahan bakar cair 3.4.3.2 Terdapat sarana pencegahan dan pengendalian pencemaran lingkungan 3.4.3.3 Dilengkapi dengan peralatan penanggulangan tumpahan sesuai dengan HMP 7. 3.4.3.4 Terdapat sarana pencegahan dan pemadam kebakaran. 3.4.3.5 Bengkel/stasiun pengisian bahan bakar dioperasikan dan dipelihara dalam keadaan bersih, rapi sehingga tidak menimbulkan bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan serta tidak berpotensi mencemari lingkungan. 3.4.3.6 Petugas pengisian/transfer hidrokarbon tidak boleh meninggalkan lokasi saat pengisian /transfer berlangsung. Apabila harus meninggalkan lokasi maka pengisian / transfer harus dihentikan. 3.4.3.7 Upaya pengurangan beban perangkap oli harus dilakukan dengan mencegah ceceran di bengkel/ stasiun pengisian bahan bakar. 3.4.4 PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN 3.4.4.1 Perawatan berkala terhadap bengkel dan stasiun pengisian bahan bakar cair harus dilakukan agar tetap berfungsi dengan baik.
13 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 13 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 3.4.4.2 Semua bengkel dan stasiun pengisian bahan bakar cair serta sistem distribusinya harus diperiksa setiap hari terhadap kemungkinan kebocoran, adanya tumpahan yang perlu dibersihkan, kerusakan pada kontainer atau tanggul, atau keperluan perawatan yang lain. 3.4.4.3 Pastikan elevasi tanah sekitar tetap lebih rendah dari elevasi bengkel/stasiun pengisian bahan bakar untuk menghindari masuknya air limpasan. 3.4.4.4 Setiap ketidaksesuaian yang ditemukan pada saat pemeriksaan harus segera ditindaklanjuti. 3.4.4.5 Semua peralatan keselamatan atau tanda pengaman yang dilepas selama perawatan harus segera dipasang kembali sesudah pekerjaan selesai. 3.4.4.6 Superintendent Area harus melakukan pemeriksaan terhadap bengkel dan stasiun pengisian bahan bakar cair serta sistem distribusinya sesudah dilakukannya perawatan untuk memastikan bahwa tidak terjadi perubahan terhadap kemampuan pencegahan pencemaran lingkungan. 3.4.4.7 Setiap tumpahan yang terjadi harus segera dibersihkan sesuai dengan HMP 7 – Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KPC tentang Penanganan Tumpahan Hidrokarbon. 3.4.4.8 Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk penjelasan lebih lanjut. 3.5 DOKUMEN TERKAIT 3.5.1 Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik 3.5.2 Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral No. 309.K/30/DJB/2018 tentang Petunjuk Teknis Keselamatan Bahan Peledak dan Peledakan serta Keselamatan Fasilitas Penimbunan Bahan Bakar Cair pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 14 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 14 PROSEDUR PENGELOLAAN HIDROKARBON (HMP) 4 TANGKI PORTABLE DINAMIS (TANKER) 4.1 TUJUAN Memastikan semua tanker dirancang, dioperasikan dan dipelihara sedemikian rupa sehingga pencemaran tanah dan air dapat dicegah 4.2 KAPAN DIGUNAKAN Saat merancang, mengoperasikan dan /atau memelihara tanker 4.3 TANGGUNG JAWAB 4.3.1 PERANCANG Menerapkan prinsip rancangan yang dijelaskan dalam prosedur ini 4.3.2 PENANGGUNG JAWAB TANKER 4.3.2.1 Memastikan tanker di-assembly sesuai dengan rancangan yang telah disetujui. 4.3.2.2 Memastikan tanker dan kelengkapannya dipelihara dengan benar untuk mencegah terjadinya potensi pencemaran 4.3.2.3 Memastikan dilakukannya penanganan segera apabila terjadi tumpahan/ceceran. 4.3.2.4 Memastikan semua petugas yang merancang, mengoperasikan, atau memelihara tanker dan kelengkapannya memahami prosedur ini. 4.3.3 SUPERINTENDENT LINGKUNGAN KPC (SITE SUPPORT) 4.3.3.1 Memberikan saran teknis terkait perencanaan dan operasional tanker dan kelengkapannya. 4.3.3.2 Memberikan pelatihan bila diperlukan. 4.4 PROSEDUR Tangki portable dinamis yaitu tempat penyimpanan bahan bakar cair yang diangkut menggunakan unit pengangkut berbentuk tangki, maka unit pengangkut harus memenuhi persyaratan antara lain: 4.4.1 Kekuatan material yang digunakan telah memperhitungkan safety factor, tebal minimum yang dipersyaratkan (laju korosi telah dipertimbangkan) yang mana ketebalan minimum yang dipersyaratkan tersebut mampu menahan beban dinamis dari besar tumbukan. Besar tumbukan ditentukan dari hasil perhitungan dengan memperhatikan beban tangki bermuatan dan kecepatan unit yang diizinkan. 4.4.2 Konstruksi bangunan tangki apabila dilakukan dengan cara pengelasan maka kekuatan hasil pengelasan minimal sama atau lebih kuat dari material dasarnya (base metal). 4.4.3 Sistem pengereman dan beban muatan pada unit pengangkut harus menggunakan standar pabrikan yang selalu dilakukan pengecekan sebelum dioperasikan serta dilakukan pemeliharaan dan pemeriksaan berkala berdasarkan manual prosedur dari pabrik pembuat.
15 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 15 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 4.4.4 Posisi penempatan knalpot (muffler), agar ditempatkan pada posisi yang tidak menimbulkan efek panas terhadap tangki dan tromol (break drum) dan rancangan kabin unit pengangkut kedap terhadap masuknya gas buang. 4.4.5 Melakukan pengujian kelayakan tangki dan instalasinya dimulai dari proses pembuatan oleh pabrik pembuat yang dilengkapi dengan dokumen Manufacturing Data Record (MDR), sampai digunakan oleh pengguna akhir, dengan melakukan pengetesan sebagai berikut: a) hydrostatic pressure tes sebesar 1.3 kali tekanan kerja maksimum yang diizinkan; dan b) leakage tes untuk mendeteksi kebocoran pada sambungan tangki dan instalasinya. 4.4.6 Pengujian kelayakan sebagaimana dimaksud dalam poin 4.4.5 dilakukan secara berkala setiap 2 tahun. 4.4.7 Tutup manhole harus dirancang khusus sehingga tidak terbuka saat kendaraan terbalik (accident) dan dilengkapi dengan pressure relief valve dan vent. 4.4.8 Tangki portable dinamis tidak direkomendasikan menggunakan fuel level indicator. 4.4.9 Pemeriksaan persyaratan tangki portable dinamis dilakukan saat komisioning. 4.4.10 Adapun tangki portable dinamis dalam bentuk lain (seperti service truck atau sejenisnya) yang persyaratan teknisnya belum ditetapkan pada prosedur ini, rancangan dan pengoperasiannya harus tetap memenuhi kaidah yang baik dalam upaya pencegahan pencemaran. 4.4.11 Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk penjelasan lebih lanjut. 4.5 DOKUMEN TERKAIT Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral No. 309.K/30/DJB/2018 tentang Petunjuk Teknis Keselamatan Bahan Peledak dan Peledakan Serta Keselamatan Fasilitas Penimbunan Bahan Bakar Cair pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 16 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 16 PROSEDUR PENGELOLAAN HIDROKARBON (HMP) 5 PEMELIHARAAN TANGKI PENYIMPANAN DAN JARINGAN PIPA BAWAH TANAH 5.1 TUJUAN Memastikan bahwa tangki penyimpanan dan jaringan pipa bawah tanah dipelihara dan diperiksa secara rutin sehingga risiko keluarnya produk secara tidak sengaja dapat diperkecil. 5.2 KAPAN DIGUNAKAN Saat mengembangkan prosedur pengelolaan tangki dan jaringan pipa bawah tanah yang berisi hidrokarbon. Catatan: Karena risiko yang ditunjukkan oleh rancang bangun ini dan sulitnya pemeriksaan, tangki dan jaringan pipa bawah tanah secara umum tidak direkomendasikan di lokasi KPC. 5.3 TANGGUNG JAWAB 5.3.1 MANAGER AREA 5.3.1.1 Memastikan dikembangkan dan diterapkannya sistem kendali cadangan untuk setiap instalasi bawah tanah yang menyimpan atau mendistribusikan produk hidrokarbon di area kerjanya. 5.3.1.2 Membuat rekonsiliasi cadangan di areanya setiap bulan dan menganalisa potensi hilangnya hidrokarbon akibat kebocoran bawah tanah. 5.3.1.3 Melakukan investigasi lokasi bila diperlukan. 5.3.2 MANAGER STORE INVENTORY CONTROL KPC Melakukan rekonsiliasi terhadap data cadangan hidrokarbon untuk setiap instalasi bawah tanah yang membawa produk hidrokarbon. 5.3.3 SUPERINTENDENT LINGKUNGAN KPC (SITE SUPPORT) 5.3.3.1 Memberikan saran teknis terkait rancang bangun tangki penyimpanan dan jaringan pipa bawah tanah. 5.3.3.2 Melakukan pengambilan sampel air maupun tanah apabila dicurigai adanya kebocoran pada tangki/jaringan pipa bawah tanah. 5.3.3.3 Memberikan pelatihan mengenai prosedur ini bila diperlukan. 5.4 PROSEDUR 5.4.1 STANDAR RANCANG BANGUN DAN PEMASANGAN 5.4.1.1 Semua rancangan tangki dan pipa penyimpanan harus dibuat di atas permukaan tanah agar mudah diperiksa dan dipelihara. Apabila tidak memungkinkan, maka pengajuan rancangan tangki dan pipa bawah tanah harus dilengkapi dengan kontrol-kontrol khusus yang disetujui oleh Manager Departemen Lingkungan KPC.
17 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 17 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 5.4.1.2 Atas dasar tinjauan pengajuan rancangan ini, Manager Departemen Lingkungan KPC akan memberikan persetujuan atau meminta perubahan rancangan. 5.4.1.3 Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk penjelasan lebih lanjut. 5.4.2 KENDALI CADANGAN 5.4.2.1 Catat semua penambahan dan pengurangan/pemindahan dari tangki bawah tanah dengan menggunakan sistem kendali cadangan. 5.4.2.2 Lakukan pengukuran cadangan dengan cara manual pada tangki bawah tanah (misalnya dengan menggunakan tongkat ukur) secara rutin, catat dalam sistem kendali cadangan. 5.4.2.3 Membuat laporan hasil rekonsiliasi cadangan instalasi tangki bawah tanah setiap bulan. 5.4.2.4 Rekonsiliasi cadangan akan ditinjau ulang secara bulanan oleh Manager Area untuk semua jaringan pipa, dan penyimpanan bawah tanah di bawah tanggung jawabnya. Hasil rekonsiliasi ini harus dianalisa untuk memantau kemungkinan terjadinya kebocoran pada jaringan pipa maupun tangki penyimpanan. 5.4.2.5 Penyusutan cadangan harus diperiksa. Alasan umum untuk penyusutan adalah pengukuran yang salah, kebocoran pompa, dan kegagalan dalam pengiriman produk. Jika setelah diperiksa cadangan masih kurang, maka harus dilakukan investigasi lokasi. 5.4.2.6 Apabila ditemukan adanya kebocoran yang lebih besar dari 200 L atau mempunyai risiko masuk ke badan air maka harus dilaporkan dalam sistem pelaporan Prinutama. 5.4.2.7 Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk penjelasan lebih lanjut. 5.4.3 INSPEKSI LOKASI 5.4.3.1 Fasilitas penyimpanan di bawah tanah, termasuk jaringan pipa, harus diinspeksi secara rutin untuk memastikan tidak terjadi kebocoran. 5.4.3.2 Pemeriksaan ketebalan dan kondisi tangki bawah tanah, harus dilakukan paling sedikit sekali dalam 5 (lima) tahun. Laporan hasil pemeriksaan harus lengkap. 5.4.3.3 Uji kebocoran pada pipa bawah tanah dilakukan minimal satu kali dalam setahun. Uji kebocoran dapat dilakukan dengan pressure test atau metode lain yang sesuai. Laporan hasil pemeriksaan harus lengkap. 5.4.3.4 Laporan hasil inspeksi harus diajukan kepada Manager Lingkungan KPC dalam waktu satu minggu setelah inspeksi. Apabila dari hasil inspeksi terdapat ketidaksesuaian kondisi maka harus diperbaiki untuk mencegah terjadinya potensi kebocoran. 5.4.3.5 Jika pemeriksaan cadangan menunjukkan penyusutan produk dan tidak dapat dijelaskan penyebabnya, maka segera dilakukan investigasi lokasi. Selama proses investigasi, Manager Lingkungan KPC dapat merekomendasikan penutupan fasilitas untuk sementara. 5.4.3.6 Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk penjelasan lebih lanjut. 5.4.4 INVESTIGASI LOKASI 5.4.4.1 Investigasi lokasi dapat meliputi pemeriksaan visual, integrity test (uji keseluruhan) tangki penyimpanan dan jaringan pipa bawah tanah, serta pemeriksaan sumur pantau di daerah sekitar atas kemungkinan adanya pencemaran air tanah. 5.4.4.2 Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) akan mengambil sampel air dari sumur pantau untuk memeriksa kandungan hidrokarbonnya.
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 18 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 18 5.4.4.3 Manager Lingkungan KPC akan memutuskan apakah diperlukan integrity test (uji keseluruhan) dan akan mengatur pelaksanaannya. 5.4.4.4 Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk penjelasan lebih lanjut. 5.4.5 PENANGANAN TERHADAP LOLOSNYA PRODUK Apabila terjadi kondisi dimana produk hidrokarbon lolos ke lingkungan maka harus dilakukan langkah-langkah berikut ini: 5.4.5.1 Segera laporkan kejadian kebocoran melalui supervisor maupun Manager Area ke Departemen Environment. 5.4.5.2 Tutup sumber kebocoran sesegera mungkin. 5.4.5.3 Cegah kemungkinan masuknya produk hidrokarbon ke badan air. 5.4.5.4 Tampung produk yang bocor. 5.4.5.5 Lakukan penilaian terhadap tingkat pencemaran yang mungkin terjadi. 5.4.5.6 Kembangkan dan laksanakan rencana penanganan. 5.4.5.7 Bersihkan produk yang lolos. 5.4.5.8 Lengkapi laporan insiden. 5.5 DOKUMEN TERKAIT 5.5.1 Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 5.5.2 Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik 5.5.3 HMP 7 - Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KPC tentang Penanganan Tumpahan Hidrokarbon 5.5.4 KPC HSE Emergency Preparedness & Response Procedures
19 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 19 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 PROSEDUR PENGELOLAAN HIDROKARBON (HMP) 6 PERSYARATAN PERANGKAP OLI DAN PERANGKAP LUMPUR 6.1 TUJUAN 6.1.1 Memastikan perangkap oli dan perangkap lumpur selalu beroperasi dengan efektif sesuai dengan rancangannya sehingga potensi pencemaran dapat dihindari . 6.1.2 Memastikan limbah dari perangkap oli maupun perangkap lumpur dikelola dengan benar. 6.2 KAPAN DIGUNAKAN Saat konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan perangkap oli dan perangkap lumpur. 6.3 TANGGUNG JAWAB 6.3.1 MANAGER AREA 6.3.1.1 Memastikan semua fasilitas untuk kegiatan yang berhubungan dengan hidrokarbon dilengkapi dengan perangkap oli, khusus untuk fasilitas yang berpotensi menghasilkan lumpur selain dilengkapi dengan perangkap oli harus dilengkapi juga dengan perangkap lumpur. 6.3.1.2 Memastikan semua rancangan perangkap oli dan perangkap lumpur di area kerjanya telah disetujui oleh Manager Lingkungan KPC sebelum dibangun. 6.3.1.3 Memastikan dilakukannya pemeriksaan dan perawatan rutin terhadap semua perangkap oli dan perangkap lumpur yang ada di area kerjanya, sehingga fasilitas tersebut selalu beroperasi dengan efektif. Apabila perawatan fasilitas dilakukan oleh pihak ke-3, tanggung jawab terhadap kegiatan tersebut tetap berada pada Manager Area. 6.3.1.4 Memastikan semua petugas yang bertanggung jawab terhadap pengoperasian/pemeriksaan/ perawatan perangkap oli dan perangkap lumpur telah mendapat pemahaman yang memadai dalam pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas perangkap oli/perangkap lumpur. 6.3.2 SUPERINTENDENT LINGKUNGAN KPC (SITE SUPPORT) 6.3.2.1 Memastikan semua fasilitas untuk kegiatan yang berhubungan dengan hidrokarbon dilengkapi dengan perangkap oli dan perangkap lumpur yang sesuai. 6.3.2.2 Memberikan saran dan rekomendasi tentang rancangan perangkap oli dan perangkap lumpur, sistem pengoperasian dan perawatannya. 6.4 PROSEDUR 6.4.1 RANCANG BANGUN 6.4.1.1 Semua kegiatan yang berhubungan dengan hidrokarbon harus dilengkapi dengan perangkap oli, khusus untuk fasilitas pencucian unit (washpad) harus dilengkapi juga dengan perangkap lumpur. 6.4.1.2 Perangkap oli harus dibuat minimal 3 ruang. Semua rancangan perangkap oli dan perangkap lumpur harus dihitung dengan rinci, dengan mempertimbangkan beban pencemar, luas tangkapan, lokasi, dan aspek lainnya yang dianggap penting. 6.4.1.3 Air keluaran perangkap oli dapat ditampung dalam kolam khusus untuk recycle, pengolahan air dapat dilakukan sehingga air dapat dioptimalkan pemanfaatannya.
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 20 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 20 6.4.1.4 Sebelum konstruksi, semua rancangan perangkap oli dan/atau perangkap lumpur harus ditinjau ulang oleh Manager Lingkungan KPC. Atas dasar tinjauan ulang ini, Manager Lingkungan KPC dapat menyetujui rancangannya atau meminta modifikasi. 6.4.1.5 Jika diperlukan, commissioning dapat dilakukan terhadap perangkap oli dan perangkap lumpur yang telah selesai dibangun. 6.4.2 PERAWATAN DAN PENGOPERASIAN 6.4.2.1 Semua fasilitas perangkap oli dan perangkap lumpur harus diperiksa minimal seminggu sekali. Untuk fasilitas dengan frekuensi pemakaian yang tinggi diperlukan pemeriksaan harian atau bahkan pada setiap shift. Superintendent Area yang bersangkutan akan menentukan frekuensi pemeriksaan. 6.4.2.2 Daftar periksa terlampir (Lampiran 4) harus digunakan untuk setiap pemeriksaan. Selain daftar periksa, setiap perangkap oli harus dilengkapi dengan papan periksa (Lampiran 5) 6.4.2.3 Lakukan pemeriksaan ketebalan lumpur pada perangkap lumpur dengan menggunakan tongkat periksa. Segera lakukan pembersihan lumpur apabila ketebalan lumpur sudah mencapai 50% dari tinggi muka air. Pastikan tidak ada hidrokarbon yang tertahan di perangkap lumpur. 6.4.2.4 Lakukan pemeriksaan ketebalan lumpur pada perangkap oli dengan menggunakan tongkat periksa. Ketinggian lumpur pada perangkap oli tidak boleh mencapai bagian pangkal pipa penyalur. Segera lakukan pembersihan lumpur apabila ketebalan lumpur telah mendekati pangkal pipa penyalur. Kegiatan pengelolaan lumpur hasil pembersihan perangkap oli mengacu pada WMP 8 - Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon 6.4.2.5 Tidak diperkenankan memompa air dari fasilitas perangkap oli dan perangkap lumpur langsung ke lingkungan tanpa izin dari Departemen Lingkungan KPC. 6.4.2.6 Upayakan penggunaan kembali (recycle) air keluaran dari perangkap oli jika memungkinkan. 6.4.2.7 Lakukan pengambilan oli dari perangkap oli dengan menggunakan pompa vakum/bahan penyerap (absorbent)/ skimmer/ alat lain yang sesuai. Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk meminta saran. 6.4.2.8 Lakukan pengelolaan hidrokarbon yang terkumpul di perangkap oli sesuai WMP 7 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Hidrokarbon. 6.4.2.9 Lakukan pengelolaan bahan penyerap (absorbent /material/sampah yang terkontaminasi sesuai WMP 8 -Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon. 6.4.2.10 Apabila dalam pengoperasian bengkel dan tempat pencucian digunakan degreaser, hendaknya digunakan degreaser yang ramah lingkungan dan mempunyai daya memecah yang cepat antara air dan hidrokarbon (quick break). Hal ini dimaksudkan agar perangkap oli dapat berfungsi dengan efektif untuk menghindari resiko keluarnya hidrokarbon ke lingkungan. Pemilihan dan penggunaan degreaser ini harus mendapat persetujuan melalui proses persetujuan bahan kimia (Chemical Approval) 6.4.2.11 Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk penjelasan lebih lanjut. 6.5 DOKUMEN TERKAIT 6.5.1 Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 6.5.3 Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No. 02 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air 6.5.4 WMP 7 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Hidrokarbon
21 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 21 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 6.5.5 WMP 8 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon 6.5.6 WMP 15 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengisian Dokumen Limbah B3
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 22 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 22 PROSEDUR PENGELOLAAN HIDROKARBON (HMP) 7 PENANGANAN TUMPAHAN HIDROKARBON 7.1 TUJUAN Prosedur ini bertujuan untuk memperkecil kemungkinan terjadinya pencemaran tanah atau air dengan memastikan bahwa segala tumpahan hidrokarbon dibersihkan sesegera mungkin. 7.2 KAPAN DIGUNAKAN Ketika terdeteksi adanya tumpahan hidrokarbon pada fasilitas di wilayah kerja KPC. Catatan: Prosedur ini bukan merupakan langkah penanganan tumpahan hidrokarbon dalam jumlah besar dan tidak ditujukan untuk penanganan tumpahan besar di laut maupun di darat. Tumpahan besar didefinisikan sebagai segala tumpahan yang bisa mengakibatkan hidrokarbon meninggalkan lokasi tambang dan memasuki jalur air, atau segala tumpahan yang melebihi 500 L. Tumpahan besar diatur dalam Prosedur Tanggap Darurat Lingkungan KPC (KPC HSE Emergency Preparedness & Response Procedures) dan ditangani oleh Tim Penanggulangan Pencemaran (Oil Spill Response Team - OSRT) KPC. 7.3 TANGGUNG JAWAB 7.3.1 MANAGER AREA 7.3.1.1 Memastikan tersedianya peralatan penanggulangan tumpahan yang memadai di tempat kerjanya (lihat tabel pada poin 7.4.1.2). 7.3.1.2 Memastikan semua tumpahan hidrokarbon di area kerjanya segera dibersihkan. 7.3.1.3 Memastikan semua material yang terkontaminasi hidrokarbon ditangani sesuai WMP 8 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon. 7.3.1.4 Melakukan investigasi tentang kejadian tumpahan/bocoran hidrokarbon dan memastikan laporan insiden tersebut telah dimasukkan ke dalam Prinutama jika diperlukan. Tumpahan/bocoran hidrokarbon yang harus dilaporkan dalam Prinutama adalah diatas 200 L atau dibawah 200 L tetapi masuk ke badan air. 7.3.2 MANAGER STORE INVENTORY CONTROL KPC 7.3.2.1 Memastikan ketersediaan peralatan penanggulangan tumpahan yang memadai di gudang KPC. 7.3.2.2 Memastikan ketersediaan tangki/wadah penampungan lainnya pada saat terjadi tumpahan. 7.3.3 SUPERINTENDENT LINGKUNGAN KPC (SITE SUPPORT) 7.3.3.1 Memberikan saran teknis terkait penanganan tumpahan hidrokarbon. 7.3.3.2 Mengidentifikasi jenis peralatan tanggap darurat dan memperkirakan jumlah yang perlu disediakan/ disimpan. 7.3.3.3 Memberikan petunjuk lokasi pembuangan/pengelolaan material terkontaminasi hidrokarbon. 7.3.3.4 Memberikan pelatihan mengenai prosedur ini bila diperlukan.
23 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 23 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 7.4 PROSEDUR 7.4.1 UMUM 7.4.1.1 Hindari terjadinya tumpahan hidrokarbon pada setiap kegiatan yang berhubungan dengan hidrokarbon, antara lain dengan selalu menggunakan wadah pengumpul oli (drip tray), menyimpan hidrokarbon dalam tempat yang dilengkapi dengan tanggul pengaman (bunding), mematuhi prosedur pengisian/transfer hidrokarbon, dan menggunakan fasilitas (pompa, slang, dll.) yang standar. 7.4.1.2 Sediakan perangkat penanggulangan tumpahan minyak (spill kit) di semua bengkel, tempat penyimpanan hidrokarbon, dan tempat penyaluran hidrokarbon (dispensing area). Perangkat standar yang harus disediakan adalah sebagai berikut: Item Jumlah Keterangan Absorbent boom 18 cm x 3 m dengan kaitan 4 buah Digunakan di air Mini boom 7.5 cm x 1.2 m 3 buah Digunakan di lantai/tanah Absorbent pad 45 cm x 45 cm 100 lembar Digunakan di lantai/tanah/air Kantong plastik untuk tempat mengumpulkan absorbent 5 buah Sarung tangan karet 2 pasang Hubungi Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) untuk penentuan jenis dan jumlah spill kit yang harus disediakan di area kerja, maupun untuk pelatihan penggunaan spill kit. 7.4.1.3 Segera bersihkan segala tumpahan/bocoran hidrokarbon yang terjadi di area kerja dan buang setiap bahan yang tercemar sesuai WMP 8 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon. 7.4.1.4 Apabila terjadi tumpahan/bocoran hidrokarbon yang tidak dapat ditangani (tumpahan hidrokarbon yang lebih besar dari 200 L dan/atau mempunyai risiko masuk ke jalur air/laut/daerah sensitif lainnya) segera laporkan kejadian tersebut kepada Superintendent Area, Manager Departemen terkait, Rescue KPC, dan Departemen Lingkungan KPC (Site Support). 7.4.1.5 Lakukan investigasi dan laporkan hasil investigasi tersebut ke Manager Lingkungan KPC dan dimasukkan ke dalam sistem Prinutama. 7.4.1.6 Tumpahan hidrokarbon dengan jumlah kurang dari 200 L dan tidak mempunyai risiko masuk ke jalur air/laut/daerah sensitif lainnya tetap harus ditangani, dilaporkan dan tercatat di masingmasing Departemen. 7.4.2 TUMPAHAN DI AREAL YANG DILENGKAPI DENGAN TANGGUL PENGAMAN (BUND) 7.4.2.1 Tutup sumber tumpahan dan hentikan penyebaran yang terjadi. 7.4.2.2 Kumpulkan tumpahan ke dalam wadah penampungan tumpahan, gunakan pompa atau lembaran penyerap (absorbent). 7.4.2.3 Bersihkan sisa-sisa hidrokarbon yang masih menempel pada dinding dan lantai tanggul dengan menggunakan degreaser. Alirkan air cucian tanggul ke dalam perangkap oli. 7.4.2.4 Kumpulkan semua material terkontaminasi hidrokarbon ke dalam wadah penampungan tumpahan terpisah untuk dikelola lebih lanjut sesuai WMP 8 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon. 7.4.2.5 Hubungi Manager SIC KPC agar mengatur pengambilan wadah penampungan tumpahan yang telah terisi. Tumpahan hidrokarbon yang sudah dikumpulkan dikirim ke TPS Lube Farm Murung Area.
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 24 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 24 7.4.3 TUMPAHAN DI AREAL YANG TIDAK DILENGKAPI DENGAN TANGGUL PENGAMAN (BUND) 7.4.3.1 Tutup sumber tumpahan dan hentikan penyebaran yang terjadi. 7.4.3.2 Apabila memungkinkan, arahkan tumpahan ke suatu titik untuk dapat ditampung dan dikumpulkan. 7.4.3.3 Ambil/serap tumpahan yang terjadi dengan menggunakan lembaran penyerap, bantalan penyerap, pasir, tanah, atau bahan-bahan penyerap lainnya. Bila memungkinkan, sedot tumpahan tersebut menggunakan pompa dan masukkan ke dalam wadah penampungan tumpahan. 7.4.3.4 Ambil tanah yang terkontaminasi dan kelola sesuai dengan WMP 8 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon. 7.4.3.5 Isi kembali areal yang telah digali dengan tanah atau kerikil yang bersih. 7.4.3.6 Kumpulkan semua material terkontaminasi hidrokarbon ke dalam wadah penampungan tumpahan terpisah untuk dikelola lebih lanjut sesuai WMP 8 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon. 7.4.3.7 Hubungi Manager SIC KPC agar mengatur pengambilan wadah penampungan tumpahan yang telah terisi. 7.5 DOKUMEN TERKAIT 7.5.1 WMP 5 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun 7.5.2 WMP 8 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon 7.5.3 WMP 15 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengisian Dokumen Limbah B3 7.5.4 KPC HSE Emergency Preparedness & Response Procedures
25 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 25 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 PROSEDUR PENGELOLAAN HIDROKARBON (HMP) 8 PENUTUPAN DAN ATAU PENGALIHAN TANGGUNG JAWAB FASILITAS HIDROKARBON 8.1 TUJUAN Prosedur ini bertujuan untuk memperkecil kemungkinan terjadinya pencemaran tanah atau air, yang berasal dari penutupan fasilitas hidrokarbon, baik yang ditutup sementara maupun permanen, serta potensi pencemaran yang mungkin ditimbulkan akibat pengalihan tanggung jawab fasilitas hidrokarbon. 8.2 KAPAN DIGUNAKAN Ketika fasilitas hidrokarbon di KPC maupun kontraktornya di wilayah operasional KPC akan : 1. Ditutup operasinya baik sementara maupun permanen atau 2. Dialihkan penanggung jawabnya, dari penanggung jawab yang sebelumnya kepada penanggungjawab yang baru 8.3 TANGGUNG JAWAB 8.3.1 MANAGER AREA 8.3.1.1 Melaporkan kepada Superintendent Lingkungan KPC (Site Support) terkait dengan penutupan fasilitas hidrokarbon baik sementara maupun permanen, atau pengalihan tanggung jawab fasilitas hidrokarbon. 8.3.1.2 Membuat rencana tahapan-tahapan penutupan fasilitas hidrokarbon yang akan ditutup. 8.3.1.3 Memastikan bahwa fasilitas hidrokarbon yang ditutup bebas dari kontaminasi maupun potensi kontaminasi. 8.3.1.4 Khusus untuk fasilitas hidrokarbon yang ditutup sementara, maka Superintendent Area harus menunjuk petugas yang bertanggungjawab untuk melakukan pemeriksaan berkala; serta memastikan bahwa lokasi tersebut bebas dari pencemaran. 8.3.1.5 Membuat berita acara penutupan dan atau pengalihan tanggung jawab fasilitas hidrokarbon yang ditutup atau dialihkan tanggung jawabnya. 8.3.2 SUPERINTENDENT LINGKUNGAN KPC (SITE SUPPORT) 8.3.2.1 Memastikan proses penutupan fasilitas hidrokarbon sementara dan permanen serta pengalihan tanggung jawab fasilitas hidrokarbon telah dilakukan sesuai prosedur ini . 8.3.2.2 Memberikan saran teknis terkait dengan penutupan fasilitas hidrokarbon sementara dan permanen. 8.3.2.3 Memberikan sosialisasi prosedur terkait penutupan dan pengalihan tanggung jawab fasilitas hidrokarbon 8.3.2.4 Melakukan pengujian potensi kontaminasi bila diperlukan. Biaya yang ditimbulkan dari proses pengujian akan dibebankan kepada penanggung jawab area.
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 26 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 26 8.4 PROSEDUR 8.4.1 PENUTUPAN FASILITAS HIDROKARBON SEMENTARA < 3 BULAN 8.4.1.1 Fasilitas penyimpanan masih diperbolehkan dalam kondisi masih terisi. 8.4.1.2 Manager area harus menunjuk seorang petugas yang bertanggung jawab melakukan pengawasan regular terhadap lokasi yang ditutup sementara. 8.4.1.3 Petugas yang melakukan pengawasan perlu membuat daftar periksa yang sesuai. 8.4.1.4 Petugas yang ditunjuk harus memastikan bahwa lokasi bebas dari pencemaran maupun potensi pencemaran. 8.4.1.5 Melaporkan hasil pengawasan kepada manager area dan melakukan perbaikan apabila terjadi ketidaksesuaian. 8.4.1.6 Apabila terdapat timbulan limbah hidrokarbon atau material terkontaminasi hidrokarbon, lakukan pengelolaan sesuai dengan WMP 7 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Hidrokarbon dan WMP 8 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon. 8.4.2 PENUTUPAN FASILITAS HIDROKARBON SEMENTARA 3 - 6 BULAN 8.4.2.1 Kosongkan semua tangki dan wadah penyimpanan hidrokarbon lainnya. 8.4.2.2 Manager area harus menunjuk seorang petugas yang bertanggung jawab melakukan pengawasan regular terhadap lokasi yang ditutup sementara 8.4.2.3 Petugas yang melakukan pengawasan perlu membuat daftar periksa yang sesuai. 8.4.2.4 Petugas yang ditunjuk harus memastikan bahwa lokasi bebas dari pencemaran maupun potensi pencemaran 8.4.2.5 Melaporkan hasil pengawasan kepada manager area dan melakukan perbaikan apabila terjadi ketidaksesuaian 8.4.2.6 Limbah hidrokarbon yang ditimbulkan dari kegiatan pengosongan tangki dan wadah penyimpanan hidrokarbon lainnya dikirim ke TPS berizin oli bekas sesuai dengan WMP 7 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Hidrokarbon. 8.4.2.7 Apabila terdapat timbulan material terkontaminasi hidrokarbon, lakukan pengelolaan sesuai WMP 8 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon. 8.4.3 PENUTUPAN FASILITAS HIDROKARBON PERMANEN (> 6 bulan) 8.4.3.1 Pastikan semua tangki, jalur pipa hidrokarbon, perangkap oli dalam keadaan kosong dan bebas kontaminasi. 8.4.3.2 Pembongkaran fasilitas hidrokarbon dilakukan secara total atau meminta saran teknis kepada Superintendent Site Support 8.4.3.3 Limbah hidrokarbon yang ditimbulkan dari pengosongan fasilitas hidrokarbon permanen dikelola sesuai WMP 7 – Buku Pedoman Pengalolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Hidrokarbon. 8.4.3.4 Material terkontaminasi hidrokarbon dikelola sesuai WMP 8 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon.
27 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 27 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 8.4.3.5 Scrap metal tidak terkontaminasi dikelola sesuai WMP 3 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Logam. 8.4.3.6 Membuat berita acara penutupan fasilitas hidrokarbon yang diketahui oleh Departement Lingkungan KPC. 8.4.3.7 Apabila fasilitas tersebut tidak beroperasi lebih dari 6 bulan tetapi karena tujuan tertentu tidak dilakukan pembongkaran maka harus meminta saran teknis kepada Superintendent Site Support. 8.4.4 PENGALIHAN TANGGUNG JAWAB FASILITAS HIDROKARBON 8.4.4.1 Fasilitas hidrokarbon yang akan dialihkan penanggung jawabnya, maka harus dibuat berita acara serah terima yang ditandatangani oleh penanggung jawab area sebelumnya dan penanggung jawab area yang baru, serta diketahui oleh Departemen Lingkungan KPC. 8.4.4.2 Berita acara meliputi fasilitas yang diserahterimakan, pekerjaan yang masih belum selesai, dan tanggung jawab terkait potensi pencemaran yang mungkin terjadi setelah serah terima dilakukan. 8.5 DOKUMEN TERKAIT 8.5.1. WMP 3 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Logam 8.5.2. WMP 7 – Buku Pedoman Pengalolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Hidrokarbon 8.5.3. WMP 8 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengelolaan Limbah Terkontaminasi Hidrokarbon 8.5.4. WMP 15 – Buku Pedoman Pengelolaan Limbah KPC tentang Pengisian Dokumen Limbah B3
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 28 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 28 BAB 8. LEMBAR PENGESAHAN Created/Reviewed by Position 1. Erikson Pardamean Specialist Environmental Management System 2. Maulita Prygel Nursiana Specialist Environment 3. Yusuf Specialist Environment 4. Bunga Sulzeriana Siswanto Senior Engineer Environment 5. Rizky Muhib Superintendent Site Support 6. Kiagus Nirwan Manager Environment Approved by Position Date Signature 1. Kris Pranoto GM HSES 16 Januari 2024 Originally Signed 2. Hendro Ichwanto Pjs. KTT 17 Januari 2024 Originally Signed
29 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 29 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERIKSA PENGELOLAAN HIDROKARBON DI BENGKEL Pelaksana Inspeksi : ................................................................................................................... Tanggal : ................................................................................................................... Bengkel : ................................................................................................................... Pengawas Area : ................................................................................................................... ITEM KRITERIA MEMENUHI KRITERIA TIDAK YA N/A TANGKI Fitting Tidak menetes, tidak rusak Slang indikator Jelas Lubang udara (breather) Tidak tersumbat Penamaan Isi, kapasitas, dan tanda keselamatan yang sesuai seperti “DIlarang Merokok” dan ruang terbatas KEMASAN (DRUM/IBC/ JERRYCAN) Kondisi Tidak bocor, tidak berpotensi bocor (penyok ataupun rusak), dan tertutup rapat TANGGUL PENAHAN Kapasitas 110% kapasitas tangki Kondisi kondisi bersih (bebas dari ceceran, air, maupun endapan) dan rapi serta tidak ada retakan Valve keluaran Kondisi baik (tertutup rapat), dilengkapi tanda “valve harus selalu tertutup” PERANGKAP OLI Drainase Lancar (Tidak tersumbat lumpur, dll) Pengoperasian & kondisi perangkap oli Hanya sedikit lumpur dan endapan, aliran keluaran bersih, tidak retak, dilengkapi pelindung jatuh, beroperasi sesuai rancangan Perpipaan Elbow dalam kondisi baik (lengkap, tidak pecah, dan sesuai rancangan) Inspeksi rutin Digunakan daftar periksa standar PERAWATAN BENGKEL Wadah penampung oli Kapasitas sesuai, tidak meluap, dan dikosongkan setiap hari/shift Limbah Terkontaminasi (majun, filter dan hose) dikelola lebih lanjut sesuai WMP 8 Upaya pencegahan ceceran ke lantai Every single drips has to be contained (setiap potensi ceceran dilengkapi dengan penampung) Degreaser Digunakan jenis degreaser yang quickbreak PENANGANAN TUMPAHAN Peralatan penanganan tumpahan Sesuai dengan persyaratan standar yang perlu disediakan (HMP 7) Pembersihan tumpahan Tidak ada tumpahan yang tidak dibersihkan, tidak ada pencemaran tanah di sekitar area bengkel Total: Pelaksana Inspeksi : .................................................................................................................. Pengawas Area : ........................................................................................................................
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 30 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 30 LAMPIRAN 2 DAFTAR PERIKSA TANGKI HIDROKARBON DI LOKASI TAMBANG Pelaksana Inspeksi : ....................................................................................................... Tanggal : ....................................................................................................... Nomor Tangki : ....................................................................................................... Lokasi Tangki : ....................................................................................................... Pengawas Area : ....................................................................................................... ITEM KRITERIA MEMENUHI KRITERIA TIDAK YA N/A TANGKI Slang & fitting Tidak menetes atau berpotensial menetes, tidak rusak, nozzle dalam kondisi bagus Slang indikator Jelas Lubang udara (breather) Tidak tersumbat Penamaan Isi, kapasitas, dan tanda keselamatan yang sesuai seperti “DIlarang Merokok” dan ruang terbatas DRUM Kondisi Tidak bocor, tidak penyok ataupun rusak TANGGUL PENAHAN Kapasitas 110% kapasitas tangki Kondisi kondisi bersih (bebas dari ceceran, air, maupun endapan) dan rapi serta tidak ada retakan Valve keluaran Kondisi baik (tertutup rapat), dilengkapi tanda “valve harus selalu tertutup” PERANGKAP OLI Pengoperasian & kondisi perangkap oli Hanya sedikit lumpur dan endapan, aliran keluaran bersih PERAWATAN & PENANGANAN TUMPAHAN Area di sekeliling tanggul penahan Bersih, rapi, dan tidak ada pencemaran tanah Tidak ada indikasi adanya tumpahan di kolam Total: Pelaksana Inspeksi : ...................................................................................................
31 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 31 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 LAMPIRAN 3 DAFTAR PERIKSA PERBAIKAN ALAT BERAT DI TAMBANG Pelaksana Inspeksi : ....................................................................................................... Tanggal : ....................................................................................................... Kontraktor : ....................................................................................................... Peralatan yang Diperbaiki : .................................................................................................. Jenis Perbaikan : ....................................................................................................... Lokasi Perbaikan : ....................................................................................................... Pengawas Area :........................................................................................................ ITEM KRITERIA MEMENUHI KRITERIA TIDAK YA N/A Pengelolaan Hidrokarbon Wadah penampung oli Kapasitas sesuai, tidak meluap, dan dikosongkan setiap hari/shift Majun & absorbent yang terkontaminasi hidrokarbon Dikumpulkan dan kemudian dikelola dengan benar sesuai dengan WMP 8 Filter dan slang hidrolik Dikumpulkan dan kemudian dikelola dengan benar sesuai dengan WMP 8 Oli bekas / grease Dikumpulkan dan kemudian dikelola dengan benar sesuai dengan WMP 7 Tumpahan oli Dilaporkan (accident report bila > 200L atau kurang tetapi memasuki badan air, dan internal report bila < 200L tumpahan di tanah) Dibersihkan sesuai dengan HMP 7 Pengelolaan Limbah Besi bekas Dikumpulkan dan kemudian dikelola dengan benar sesuai WMP 3 Sampah umum & sampah kering Dikumpulkan dan kemudian dikelola dengan benar sesuai WMP 1 & 2 Total: Pelaksana Inspeksi : ................................................................................................... Pengawas Area : .........................................................................................................
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 32 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 32 LAMPIRAN 4 DAFTAR PERIKSA PERANGKAP OLI Tanggal : ..................................................................................................... Lokasi : ................................................................................................... Pelaksana Inspeksi :.................................................................................................... Penanggung Jawab Area : .................................................................................................... ITEM KRITERIA MEMENUHI KRITERIA TIDAK YA N/A PERANGKAP OLI Kondisi bangunan kondisi baik (tidak ada retakan) dilengkapi dengan tutup untuk menghindari bahaya tercebur Perpipaan Elbow dalam kondisi baik (lengkap, tidak pecah, dan sesuai rancangan) Ruang terakhir bersih dari oli/hidrokarbon Area sekeliling perangkap oli Bebas dari ceceran hidrokarbon Keluaran (outlet) Bebas dari kontaminasi tanah di sekitar pipa keluaran perangkap oli bebas dari ceceran/noda hidrokarbon Housekeeping Dibersihkan secara rutin PERANGKAP LUMPUR Kondisi bangunan kondisi baik (tidak ada retakan) Kondisi lumpur Lumpur tidak terlihat (pembersihan lumpur telah direncanakan saat ketebalan lumpur mencapai 50% dari muka air) Lumpur bebas dari kontaminan Total: Pelaksana Inspeksi : ...................................................................................................
33 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 33 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 LAMPIRAN 5
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 34 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 34 LAMPIRAN 6 DAFTAR PERIKSA INSPEKSI TERPADU DAN TERENCANA (INTERNA) Nomor Inspeksi : ............................................... Divisi/Departemen : ............................................... Penanggung Jawab : ........................................ Lokasi : ............................................... Perwakilan Area : .............................................. Tanggal : ............................................... Inspektor / Auditor : ........................................... Implementasi Pengelolaan Hidrokarbon A.Tangki Penyimpanan & Fasilitas Kelengkapannya Parameter No. Pertanyaan Kepatuhan Catatan 0 25% 50% 75% 100% N/A Tangki penyimpanan 1. Apakah tangki diletakkan/terpasang pada pondasi yang kokoh & rata? 2. Apakah pipa-pipa & perlengkapan lainnya terhubung pada tangki secara benar? 3. Apakah tempat pengisian tangki mudah dijangkau, aman, & dilengkapi dengan valve yang sesuai? 4. Apakah valve tangki terbuat dari material tahan api? 5. Apakah tangki memiliki ventilasi yang sesuai? 6. Apakah tangki dilengkapi dengan alat pencegah luapan (overfill protection)? 7. Apakah jarak tangki telah sesuai dengan ketentuan? 8. Apakah level indikator pada tangki dalam kondisi baik (dapat terlihat dengan jelas, tidak ada perubahan warna, & tidak mengeras) & dilengkapi dengan pelindung? 9. Apakah valve penirisan pada tangki dalam kondisi baik? 10. Apakah tangki dicat & diberi tanda yang sesuai (termasuk dilarang merokok dan ruang terbatas) serta dilengkapi dengan nomor identitas? 11. Apakah tangki dalam kondisi baik (tidak berkarat, tidak bocor, tidak penyok, & tidak retak)? 12. Apakah tangki dilengkapi dengan sistem pembumian? 13. Apakah tangki dilengkapi dengan valve pengaman pada pipa keluarannya? 14. Apakah kemasan drum/IBC/wadah lainnya dalam kondisi baik (tidak bocor, tidak penyok, tidak berkarat, & masih bersegel/tertutup rapat)? 15. Apakah tempat penyimpanan hidrokarbon diletakkan didalam tanggul penahan? 16. Apakah penyangga tangki dalam kondisi baik?
35 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 35 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 Jalur pipa & perlengkapannya 17. Apakah semua pipa dapat diperiksa secara kasat mata? 18. Apakah jalur pipa dalam kondisi baik (tidak berkarat, tidak bocor/retak)? 19. Apakah jalur pipa dicat & diberi tanda yang sesuai? 20. Apakah sambungan pipa, flange, & pompa bebas dari kebocoran? 21. Apakah jalur pipa bawah tanah telah mendapat persetujuan dan dilengkapi dengan kontrol yang memadai (pipa selubung, pelapis/wrapping)? 22. Apakah jalur pipa bawah tanah diuji secara berkala & tercatat? 23. Apakah peralatan pengeluaran (dispensing) bebas dari kebocoran ataupun tetesan? 24. Apakah ukuran tanggul penahan mencukupi? 25. Apakah material tanggul penahan kedap air? 26. Apakah tanggul penahan dalam kondisi baik (tidak retak, rata)? 27. Apakah tanggul penahan bebas dari bahanbahan yang mudah terbakar (daun, rumput, slang tidak terpakai, dll)? 28. Apakah tanggul penahan dilengkapi dengan valve? 29. Apakah valve selalu dalam kondisi tertutup kecuali saat sedang digunakan? 30. Apakah valve pada tanggul penahan dilengkapi dengan tanda-tanda ("valve harus selalu dalam kondisi tertutup")? 31. Apakah area tanggul penahan bebas dari bekas ceceran oli atau noda oli? 32. Apakah tanggul penahan dibersihkan secara rutin? Perangkap oli 33. Apakah perangkap oli bekerja dengan baik? 34. Apakah perangkap oli dirancang dengan benar dan telah disetujui oleh Departemen Lingkungan melalui Design Approval? 35. Apakah ruang terakhir pada perangkap oli bersih dari oli/hidrokarbon? 36. Apakah tanah di sekitar pipa keluaran perangkap oli bebas dari ceceran/noda hidrokarbon? 37. Apakah perangkap oli dilengkapi dengan tutup untuk menghindari bahaya tercebur? 38. Apakah perangkap oli dibersihkan secara rutin? Nilai A : (S(yes)A / S(yes)A + S(no)A) X 50% Parameter No. Pertanyaan Kepatuhan Catatan 0 25% 50% 75% 100% N/A
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 36 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 36 B. Perawatan Kebersihan & Penanganan Tumpahan Parameter No. Pertanyaan Kepatuhan Catatan 0 25% 50% 75% 100% N/A Perawatan kebersihan 1. Apakah standar kebersihan dan kerapian (bebas dari barang yang tidak diperlukan) terkait dengan hidrokarbon fasilitas cukup baik? 2. Apakah area kerja bebas dari tumpahan hidrokarbon/tidak terdapat bekas tumpahan di tanah? 3. Apakah perangkap oli bebas dari sampah? 4. Apakah unit kerja memiliki fasilitas pencucian alat yang sesuai dan dilengkapi perangkap oli dan perangkap lumpur? 5. Apakah drip tray digunakan pada saat pengisian bahan bakar atau kegiatan lain yang memiliki potensi ceceran hidrokarbon? 6. Apakah unit kerja memiliki fasilitas pencucian alat yang sesuai dan dilengkapi perangkap oli? 7. Apakah fasilitas pencucian dioperasikan sesuai peruntukannya dan berfungsi dengan baik? Penanganan tumpahan 8. Apakah di area kerja tersedia peralatan penanganan tumpahan? 9. Apakah peralatan tersebut mudah untuk dijangkau & siap digunakan? 10. Apakah di area kerja tersedia peralatan penanganan tumpahan? 11. Apakah peralatan tersebut mudah untuk dijangkau & siap digunakan? Nilai B : (S(yes)B / S(yes)B + S(no)B) X 35% C. Keselamatan Kerja & Prosedur Parameter No. Pertanyaan Kepatuhan Catatan 0 25% 50% 75% 100% N/A Keselamatan kerja 1. Apakah terdapat alat pemadam api yang memadai? 2. Apakah jenis pemadam tersebut sudah sesuai? 3. Apakah dilakukan pemeriksaan secara rutin terhadap alat pemadam tersebut? 4. Apakah terdapat prosedur keadaan darurat (kebakaran, tumpahan) yang dipasang di area operasi (display)? 5. Apakah produk hidrokarbon disimpan >3 m dari sumber api? Prosedur 6. Apakah ada prosedure pengisian tangki hidrokarbon? 7. Apakah ada prosedure pengeluaran (dispensing)? 8. Apakah dilakukan pemeriksaan (tercatat) untuk setiap fasilitas hidrokarbon (penyimpanan, tanggul, perangkap oli, pipa & fasilitas distribusi)? 9. Apakah prosedur-prosedur terkait pengelolaan hidrokarbon sudah disosialisasikan? Nilai C : (S(yes)C / S(yes)C + S(no)C) X 15% Total Nilai : Nilai A + Nilai B + Nilai C
37 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 37 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 IMPLEMENTASI PENGELOLAAN LIMBAH D. Pengelolaan Sampah/Limbah Parameter No. Pertanyaan Kepatuhan Catatan 0 25% 50% 75% 100% N/A Sampah Domestik Padat 1. Apakah fasilitas sampah domestik padat telah tersedia, sesuai dengan jenis yang dihasilkan (organik/anorganik) ? 2. Apakah kapasitas tempat sampah domestik padat yang disediakan sesuai dengan volume limbah yang dihasilkan di lokasi kerja? 3. Apakah tempat sampah domestik padat telah memiliki warna dan tanda yang sesuai? 4. Apakah tempat sampah domestik padat bebas dari limbah B3? 5. Apakah sampah domestik padat telah dibuang secara teratur dan tidak terjadi penumpukan sampah dilokasi kerja? 6. Apakah sampah domestik padat yang tidak dapat dimanfaatkan di lokasi kerja dibuang ke TPA - KPC? Sampah karet 7. Apakah sampah/limbah belt conveyor, ban bekas ukuran besar, sedang dan kecil dipisahkan dengan sampah/limbah karet lainnya tidak dibuang bersama dengan sampah domestik padat? Sampah / limbah logam 8. Apakah kapasitas tempat sampah/limbah logam yang disediakan sesuai dengan volume limbah yang dihasilkan di lokasi kerja? 9. Apakah wadah bekas pelarut, perekat, cat dan pernis dipastikan kering, bersih dan habis terpakai? 10. Apakah scrap metal yang ditempatkan di bin sudah bebas dari kontaminasi limbah B3? 11. Apakah limbah logam telah dibuang secara teratur dan tidak terjadi penumpukan di lokasi kerja? 12. Apakah sampah/limbah logam dibawa dan dikumpulkan ke Scrap Metal Yard? Atau bagi kontraktor yang limbah logam berasal dari properti sendiri, apakah sampah/limbah logam dikirim/diserahkan ke pengumpul/pengelola yang dapat dipertanggung jawabkan? Sampah /limbah terkontaminasi hidrokarbon 13. Apakah tempat penyimpanan sampah/ limbah beroli padat sesuai dengan standar Buku Pengelolaan Hidrokarbon dan Buku Pengelolaan Limbah KPC (terlindung dari air hujan, tidak bocor atau berpotensi bocor)? 14. Apakah tempat penyimpanan dan wadah sampah/limbah beroli telah dilengkapi dengan simbol dan label yang sesuai? 15. Apakah tempat sampah beroli telah diberi warna sesuai standard WMP? 16. Apakah unit kerja memiliki fasilitas penirisan limbah beroli (filter & hose)? 17. Apakah semua hose dan filter ditiriskan sesuai standard WMP?
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 38 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 38 18. Apakah kondisi penyimpanan sampah/ limbah beroli padat sesuai dengan standar Buku Pengelolaan Hidrokarbon dan Buku Pengelolaan lImbah KPC (tidak ada tumpahan, rapi dll)? 19. Apakah kapasitas tempat sampah/limbah beroli padat yang disediakan sesuai dengan volume limbah yang dihasilkan di lokasi kerja? 20. Apakah sampah beroli telah dikirim ke TPS secara teratur dan tidak terjadi penumpukan sampah dilokasi kerja (Maksimal penyimpanan di lokasi kerja 2 minggu)? 21. Apakah sampah/limbah beroli padat dikirim ke tempat pengelolaan limbah yang memiliki izin dan disetujui? 22. Apakah ada catatan/register limbah beroli yang dihasilkan di lokasi kerjanya (implementasi internal manifest & neraca limbah B3)? Oli bekas 23. Apakah limbah oli disimpan dalam tangki/ wadah dan dikelola sesuai dengan standar Buku Pengelolaan Hidrokarbon KPC? 24. Apakah tangki/wadah limbah oli telah dilengkapi dengan simbol dan label yang sesuai? 25. Apakah kondisi penyimpanan limbah oli sesuai dengan standar Buku Pengelolaan Hidrokarbon dan Buku Pengelolaan lImbah KPC (tidak ada tumpahan, rapi dll)? 26. Apakah limbah oli dikirim ke tempat pengelolaan limbah yang memiliki izin dan disetujui secara rutin? 27. Apakah ada catatan/register limbah oli yang dihasilkan di lokasi kerjanya (implementasi internal manifest & neraca limbah B3)? Limbah grease 28. Apakah limbah grease disimpan dalam drum yang layak dan dikelola sesuai dengan standar Buku Pengelolaan Limbah KPC? 29. Apakah tangki/wadah limbah grease telah dilengkapi dengan simbol dan label yang sesuai? 30. Apakah lokasi dan kondisi penyimpanan limbah grease sesuai standar Buku Pengelolaan Limbah KPC? (tidak ada ceceran, rapi dll)? 31. Apakah limbah grease dibuang/dikirim ke tempat pengelolaan limbah yang memiliki izin dan disetujui? 32. Apakah ada catatan/register limbah grease yang dihasilkan di lokasi kerjanya (implementasi internal manifest & neraca limbah B3)? 33. Apakah lokasi penyimpanan limbah battery (aki bekas) di tempat yang aman dan sesuai dengan standar Buku Pengelolaan Limbah KPC? (Beratap, ber-bunding, diberi simbol dan label dll)
39 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 39 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 34. Apakah tangki/wadah limbah aki telah dilengkapi dengan simbol dan label yang sesuai (termasuk simbol korosif pada setiap aki)? 35. Apakah kondisi penyimpanan limbah battery (aki bekas) sesuai standar Buku Pengelolaan Limbah KPC? (tidak ada tumpahan, rapi dll)? 36. Apakah kapasitas tempat limbah battery (aki bekas) yang disediakan sesuai dengan volume limbah yang dihasilkan di lokasi kerja)? 37. Apakah limbah battery (aki bekas) dikirim secara teratur ke tempat pengelolaan limbah yang memiliki izin dan disetujui? 38. Apakah ada catatan/register limbah aki yang dihasilkan di lokasi kerjanya (implementasi internal manifest & neraca limbah B3)? Sampah / limbah toner 39. Apakah tempat sampah/limbah toner tersedia di lokasi kerja yang membutuhkan atau terbagi peruntukannya dengan jelas? 40. Apakah kapasitas tempat sampah/limbah toner yang disediakan sesuai dengan volume limbah yang dihasilkan di lokasi kerja? 41. Apakah sampah/limbah toner dikirim ke tempat pengelolaan limbah yang memiliki izin dan disetujui? Atau apakah sampah/limbah toner dikembalikan kembali ke supplier? 42. Apakah ada catatan/register limbah toner yang dihasilkan di lokasi kerjanya (implementasi internal manifest & neraca limbah B3)? Sampah / limbah bahan kimia dan B3 lainnya 43. Apakah bahan kimia yang digunakan telah melalui proses persetujuan KPC (Chemical Approval Process)? 44. Apakah limbah sampah/bahan kimia dan B3 lainnya disimpan dalam tempat yang layak dan dikelola sesuai dengan standar Buku Pengelolaan Limbah KPC? 45. Apakah lokasi dan kondisi penyimpanan sampah/limbah bahan kimia dan B3 lainnya sesuai dengan standar Buku Pengelolaan Limbah KPC? (tidak ada tumpahan, rapi dll)? 46. Apakah kapasitas tempat sampah/limbah bahan kimia dan B3 lainnya yang disediakan sesuai dengan volume limbah yang dihasilkan di lokasi kerja? 47. Apakah sampah/limbah bahan kimia dan B3 lainnya dibuang/dikirim ke tempat pengelolaan limbah yang memiliki izin dan disetujui? 48. Apakah wadah bekas bahan kimia dan B3 lainnya dikelola sesuai dengan MSDS atau sesuai dengan standar Buku Pengelolaan Limbah KPC? 49. Apakah ada catatan/register limbah kimia dan B3 lainnya yang dihasilkan di lokasi kerjanya (implementasi internal manifest & neraca limbah B3)? 50. Apakah masih ditemukan limbah B3 yang belum teridentifikasi dan belum dikelola? Nilai D : (S(yes)D / S(yes)D + S(no)D) X 60%
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 40 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 40 E. House Keeping dan Transportasi Parameter No. Pertanyaan Kepatuhan Catatan 0 25% 50% 75% 100% N/A House keeping 1. Apakah lantai/lokasi kerja serta kondisi saniter dalam kondisi bersih dan rapi, tidak licin, tidak menyebabkan tersandung dan terjatuh? 2. Apakah lokasi sekitar Tempat penyimpanan Limbah dan lokasi kerja bebas dari tumpahan limbah B3? 3. Apakah ada penyimpanan limbah B3 diluar lokasi containment? 4. Apakah secara keseluruhan penyimpanan LB3 telah dilakukan secara rapi? 5. Apakah lokasi kerja bebas dari sampah umum yang berserakan di tanah? 6. Apakah selokan dipelihara (kelancaran saluran, batas beban tertinggi dan tidak adanya sampah/limbah padat dan cair)? 7. Apakah kebersihan lokasi dijaga secara konsisten (bukti record, inspeksi, interview, kunjungan sebelumnya atau laporan lain)? TPS Limbah B3 8. Apakah TPS Limbah B3 dalam kondisi tertutup dan terhindar dari paparan cuaca 9. Apakah TPS Limbah B3 telah dibuat sesuai standar (penerangan, ventilasi, kedap air, tanpa keluaran dll) 10. Apakah TPS Limbah B3 dilengkapi dengan perlengkapan tanggap darurat (eyewash, APAR, alarm, dll) 11. Apakah kapasitas TPS Limbah B3 mencukupi untuk limbah B3 yang ditimbulkan dari area penghasil 12. Apakah masa simpan limbah B3 sesuai persyaratan (TPS Antara 14 hari atau TPS Induk 90 hari) Pengangkutan sampah / limbah B3 dan non B3 13. Apakah pengangkutan sampah/limbah B3 dilakukan oleh transporter yang memiliki izin dan disetujui? Pengangkutan sampah / limbah B3 dan non B3 14. Apakah pengangkutan sampah/limbah B3 dilakukan sesuai standard? Nilai E : (S(yes)E / S(yes)E + S(no)E) X 40% Total Nilai : Nilai D + Nilai E F. 4R Parameter No. Pertanyaan Kepatuhan Catatan 0 25% 50% 75% 100% N/A 1. Apakah Unit Kerja telah melakukan upaya 4R untuk sampah umum? 2. Apakah Upaya 4R sampah Umum tercatat dengan baik? 3. Apakah upaya 4R telah dilakukan secara konsisten dalam 1 tahun terakhir? 4. Apakah Unit Kerja telah melakukan upaya 4R untuk limbah B3? 5. Apakah Upaya 4R limbah B3 tercatat dengan baik? 6. Apakah upaya 4R telah dilakukan secara konsisten dalam 1 tahun terakhir? 7. Apakah pemafaatan limbah B3 yang dimaksud telah memiliki izin dari KLH? 8. Apakah pemanfaatan yang dilakukan berdasarkan rencana rencana yang ditetapkan dalam OTP? (S(yes)E / S(yes)E + S(no)E) X 40%
41 Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 01 Desember 2023 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 41 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 30 November 2028 LAMPIRAN 7 PROSEDUR PENGELOLAAN LIMBAH (WMP) 16 INSPEKSI PENGELOLAAN HIDROKARBON & LIMBAH 16.1 KAPAN DIGUNAKAN Pada saat akan melakukan inspeksi baik yang terencana (INTERNA) atau tidak terencana (OSI) terhadap praktek pengelolaan hidrokarbon dan limbah di setiap unit kerja termasuk fasilitas pengelolaan limbah (TPA, TPS limbah B3, dan fasilitas pengolahan limbah B3). 16.2 TUJUAN 16.2.1 Melihat penerapan pengelolaan hidrokarbon dan pengelolaan limbah (baik limbah B3 maupun limbah non-B3) pada suatu wilayah kerja, terkait dengan kesesuaian terhadap Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon dan Buku Pedoman Pengelolaan Limbah, perizinan yang diperoleh, serta peraturan perundangan yang berlaku. 16.2.2 Memastikan efektifitas dari pelaksanaan pengelolaan hidrokarbon dan pengelolaan limbah terkait implementasi program serta pencapaian target dan objektif yang ditetapkan di masing-masing unit kerja. 16.2.3 Sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan terhadap pengelolaan hidrokarbon dan limbah di area KPC. 16.3 TANGGUNG JAWAB 16.3.1 SUPERINTENDENT LINGKUNGAN (SITE SUPPORT) 16.3.1.1 Membuat perencanaan INTERNA terkait dengan sumber daya, waktu pelaksanaan, dan unit kerja yang akan diinspeksi. 16.3.1.2 Mengembangkan dan menetapkan daftar periksa inspeksi dan penilaian INTERNA. 16.3.1.3 Melakukan INTERNA untuk aspek pengelolaan hidrokarbon dan pengelolaan limbah. 16.3.1.4 Membuat tinjauan terhadap hasil inspeksi terkait penetapan KADARIGAT AWARD. 16.3.1.5 Membuat perencanaan OSI dan melaksanakan sesuai target yang ditetapkan, serta melaporkan ke unit kerja terkait. 16.3.1.6 Membuat perencanaan inspeksi, melaksanakan, dan mendokumentasikan hasil inspeksi terhadap fasilitas pengelolaan limbah. 16.3.1.7 Melakukan pengendalian rekaman/catatan terhadap data-data hasil inspeksi. 16.3.2 MANAGER AREA/ PENANGGUNG JAWAB FASILITAS PENGELOLAAN LIMBAH 16.3.2.1 Mendukung pelaksanaan inspeksi pengelolaan hidrokarbon dan limbah di area kerjanya. 16.3.2.2 Menyediakan data-data pendukung dan hal-hal penting yang diperlukan saat proses inspeksi. 16.3.2.3 Menindaklanjuti temuan inspeksi dan menyampaikan hasil tindak lanjut ke Departemen Lingkungan.
Document Title Approved By Effective Date Uncontrolled Document When Printed or Out of HSE Info Buku Pedoman Pengelolaan Hidrokarbon KTT & GM HSES 16 Januari 2024 Doc Registration No. Version Next Review Due Page 42 of 53 ENV_KPC_KPC_MSE2.06_DOC_MANi_004 5.1 17 Januari 2029 42 16.4 PROSEDUR 16.4.1 PENDAHULUAN Implementasi pengelolaan limbah dan hidrokarbon sesuai prosedur yang ditetapkan perlu dipantau secara rutin. Beberapa mekanisme pemantauan yang telah ditetapkan oleh Departemen Lingkungan untuk memastikan terlaksananya prosedur pengelolaan hidrokarbon dan limbah sesuai buku pedoman adalah sebagai berikut: 1. Inspeksi Terpadu dan Terencana (INTERNA) Inspeksi yang dilakukan secara sistematis dan terdokumentasi terhadap seluruh unit kerja di wilayah kerja KPC. INTERNA dilakukan satu kali dalam setahun dan digunakan sebagai acuan penilaian unjuk kerja lingkungan KADARIGAT AWARD. 2. On Spot Inspection (OSI) Inspeksi yang dilakukan terhadap unit kerja di wilayah kerja KPC. OSI diprioritaskan pada unit kerja yang pengelolaan hidrokarbon dan limbahnya sangat dinamis, membutuhkan pendampingan dalam optimasi kinerja pengelolaan hidrokarbon dan limbah, atau karena pertimbangan lain yang dianggap perlu. Pelaksanaan OSI dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan atau tanpa pemberitahuan sebelumnya ke penanggung jawab area dengan tetap menaati prosedur keselamatan kerja. 3. Inspeksi fasilitas pengelolaan limbah Inspeksi yang dilakukan terhadap persyaratan administrasi dan teknis pada fasilitas pengelolaan limbah di wilayah kerja KPC yaitu TPA, TPS limbah B3, dan fasilitas pengolahan limbah B3 (Insinerator dan Biological Treatment Unit / BTU). Pelaksanaan inspeksi dilakukan minimal satu kali dalam setahun. Corrective & Preventive Action Request (CPAR) terhadap ketidaksesuaian/ temuan pada proses inspeksi di atas dapat diterbitkan apabila: a. Ditemukan ketidaksesuaian signifikan yang terkait langsung dengan pencemaran dan pelanggaran terhadap peraturan perundangan. b. Ditemukan ketidaksesuaian yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan pelanggaran terhadap peraturan perundangan yang menjadi temuan inspeksi sebelumnya dan belum ditindaklanjuti saat inspeksi berikutnya. Adapun tahapan-tahapan dalam penerbitan CPAR mengikuti prosedur HSE_KPC_KPC_ MSE3.02_DOC_ELMb_001 tentang CPAR. 16.4.2 INSPEKSI TERPADU DAN TERENCANA (INTERNA) INTERNA adalah suatu perangkat inspeksi yang dilakukan secara sistematis dan terdokumentasi, terhadap pengelolaan hidrokarbon dan limbah pada unit kerja KPC maupun kontraktor yang berada di dalam wilayah kerja KPC yang bertujuan untuk mengurangi resiko terhadap lingkungan dan pelanggaran aturan serta mendukung pencapaian obyektif dan target yang ditetapkan perusahaan. 16.4.3 TAHAPAN INTERNA 16.4.3.1 Menetapkan unit kerja yang akan diikutkan dalam INTERNA. 16.4.3.2 Menyusun jadwal pelaksanaan INTERNA