PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 46 | P a g e 2. Agenda Aktualisasi Media pembelajaran yang dipergunakan sebagai berikut, antara lain: a. bahan bacaan semua Mata Pelatihan pada Agenda I, Agenda II, Agenda III, dan Agenda IV pada setiap jenjang Pelatihan Struktural Kepemimpinan untuk mendukung terwujudnya Smart Governance sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.; b. bahan tayang pada semua Mata Pelatihan pada Agenda I, Agenda II, Agenda III, dan Agenda IV pada setiap jenjang Pelatihan Struktural Kepemimpinan untuk mendukung terwujudnya Smart Governance sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.; c. bahan bacaan agenda aktualisasi; dan d. bahan tayang agenda aktualisasi. 3. Orientasi Peserta Media yang dipergunakan sebagai berikut: a. bahan bacaan; b. bahan tayang; dan c. bahan-bahan lainnya yang diperlukan
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 47 | P a g e Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XV tahun 2023, dilaksanakan dengan jumlah JP sebanyak 923 (sembilan ratus dua puluh tiga) JP selama kurang lebih 107 (seratus tujuh) hari. Penyelenggara Pelatihan adalah: Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah IV BandungJl. Jawa No. 8 - 10 Bandung 40117 Tlp. 022-4206284/84, Fax, 022-4205177 Email : [email protected] ; [email protected] J. TEMPAT, WAKTU PENYELENGGARAAN DAN MASTER JADWAL
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 48 | P a g e Adapun waktu pelaksanaannya adalah sebagaimana berikut ini: No. WAKTU KETERANGAN 1 07 – 09 Juni 2023 Pembelajaran Klasikal I : kampus Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung. 2 12 - 21 Juni 2023 Pembelajaran Mandiri. 3 22 Juni – 18 Juli 2023 Distance Learning, dilaksanakan di tempat kedudukan masing-masing peserta. 20 Juli 2023 Pembelajaran Mandiri. 21 Juli 2023 Distance Learning, dilaksanakan di tempat kedudukan masing-masing peserta. 24 - 26 Juli 2023 Off Campus I : Membangun Komitmen Bersama dan Pembelajaran Penunjang Agenda IV 27 – 28 Juli 2023 Distance Learning, dilaksanakan di tempat kedudukan masing-masing peserta
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 49 | P a g e 4 01 Agustus 2023 Pembelajaran Klasikal II : Pembelajaran Agenda I, II, III, dan Pembekalan Policy Brief di kampus Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung. 5 02 Agustus 2023 Isu strategis VKN (Ceramah) dan Penjelasan Pelaksanakan VKN 03 Agustus 2023 Evaluasi Akademik dan Coaching/ Pembimbingan Rancangan Proper di kampus Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung (Persiapan Seminar RPP). 04 Agustus 2023 Seminar I : Rancangan Proyek Perubahan (RPP). 07 s.d 10 Agustus 2023 Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di kampus Balai Pengembangan KompetensiPUPR Wil. IV Bandung. 6 11 Agustus 2023 Pembekalan Implementasi Proyek Perubahan
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 50 | P a g e 12 Agustus s.d 10 Oktober 2023 Off Campus II : Implementasi Proyek Perubahan di Instansi masing-masing dan pelaksanaan Pengembangan Potensi diri (Mentoring dan Coaching) 7 12 Oktober 2023 Pembelajaran Klasikal III : Coaching/ Pembimbingan Proper di kampus Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah IV Bandung 13 Oktober 2023 Seminar II : Implementasi Proyek Perubahan 8 16 Oktober 2023 Berbagi Pengalaman hasil VKN dan Penilaian Policy Brief 9 17 Oktober 2023 Kebijakan tindak lanjut Hasil Pelatihan (Ceramah) 10 18 Oktober 2023 Pameran Inovasi Proyek Perubahan dan Penutupan di kampus Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah IV bandung
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 51 | P a g e K. TENAGA PELATIHAN Tenaga Pelatihan pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional(PKN) Tingkat II terdiri dari : 1. Widyaiswara; 2. Widyaiswara Luar biasa; 3. Pakar dan Praktisi (Penceramah); 4. Pejabat Pemerintahan dan Pejabat Publik; 5. Coach; 6. Conselor; 7. Pengelola dan Penyelenggara Kegiatan Pelatihan 8. Tenaga Kesehatan/Medis; L. SIFAT PENYELENGGARAAN PELATIHAN Program Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II pada saat on campus bersifat “residential program”, artinya selama mengikuti pembelajaran klasikal, seluruh peserta wajib tinggal di asrama.
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 52 | P a g e BAB II PANDUAN MENTORING A. PENGERTIAN MENTORING Dalam Peraturan LAN Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pengembangan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil, mentoring didefinisikan sebagai pembimbingan peningkatan kinerja melalui transfer pengetahuan, pengalaman dan keterampilan dari orang yang lebih berpengalaman pada bidang yang sama. Kemudian di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil, mentoring merupakan bimbingan kinerja berupa suatu proses terusmenerus dan sistematis yang dilakukan oleh atasan langsung dalam membantu PNS agar mengetahui dan mengembangkan kompetensi PNS, dan mencegah terjadinya kegagalan kinerja. Sementara PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara menyebutkan bahwa mentoring merupakan aktivitas untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dari Pimpinan atau pihak lain yang diberikan penugasan khusus (mentor) yang berpengalaman pada sebuah bidang yang ingin dipelajari oleh Pegawai (mentee). Pada penyelenggaraan Pelatihan Struktural Kepemimpinan, mentoring dilakukan oleh mentor pada peserta (mentee) untuk mencapai tujuan pembelajaran
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 53 | P a g e Pelatihan Struktural Kepemimpinan. Proses mentoring dalam Pelatihan Struktural Kepemimpinan, dilaksanakan melalui proses berbagi pengetahuan dan pengalaman serta pembimbingan dalam melaksanakan proses aktualisasi di tempat kerjanya. Selain itu, mentor juga berperan penting dalam tahapan pengembangan potensi, dimana mentor menilai dan melakukan proses mentoring dalam proses pemetaan sikap perilaku kepemimpinan peserta, strategi pengembangan potensi diri, dan Pelaksanaan pengembangan potensi diri, dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan. B. TUJUAN MENTORING Tujuan pelaksanaan diadakan mentoring dalam Pelatihan Struktural Kepemimpinan adalah sebagai berikut: 1. Menetapkan isu permasalahan yang akan diangkat mentee; 2. Menentukan solusi dan kegiatan dalam proses aktualisasi; 3. Melaksanakan Pemetaan Sikap Perilaku Kepemimpinan, dan menyusun Strategi Pengembangan Potensi Diri mentee; 4. Memastikan kelancaran proses aktualisasi; 5. Memastikan kelancaran pelaksanaan pengembangan potensi diri.
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 54 | P a g e C. PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT MENTORING Unsur-unsur yang terlibat dalam pelaksanaan mentoring antara lain: 1. Lembaga Penyelenggara Pelatihan Struktural Lembaga pelatihan yang dapat menyelenggarakan pelatihan struktural kepemimpinan adalah: a. Lembaga Pelatihan Terakreditasi; b. Lembaga pelatihan pemerintah yang belum terakreditasi dengan penjaminan mutu dari LAN atau Lembaga Pelatihan Terakreditasi dengan akreditasi paling rendah kategori B. Saat mentoring, lembaga penyelenggara pelatihan berperan dalam hal: a. Melakukan koordinasi dengan instansi pengirim peserta Pelatihan Struktural Kepemimpinan dalam penentuan mentor; b. Memberikan penyamaan persepsi terhadap para mentor peserta Pelatihan Struktural Kepemimpinan. 2. Mentor Dalam Keputusan Kepala LAN Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Struktural Kepemimpinan disebutkan bahwa mentor adalah atasan Peserta Pelatihan atau Pegawai lain yang ditunjuk Pejabat Pembina Kepegawaian Peserta Pelatihan yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan keahlian sesuai dengan kebutuhan pembelajaran pada
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 55 | P a g e Pelatihan Struktural. Tugas Mentor dalam pelatihan struktural kepemimpinan antara lain: a. Memberikan persetujuan dalam penetapan isu; b. Menyepakati time line penyelesaian kegiatan yang akan dilaksanakan; c. Memberikan dukungan penuh kepada Peserta dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan; d. Memberikan bimbingan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan; e. Sebagai inspirator dalam melakukan kegiatankegiatan penyelesaian isu; f. Memberikan bimbingan lanjutan apabila peserta bimbingan ditunda kelulusannya; g. Melakukan penilaian sikap perilaku kepemimpinan peserta pelatihan; h. Mensepakati hasil penilaian sikap perilaku kepemimpinan dan strategi pengembangan potensi diri; i. Melakukan monitoring pelaksanaan pengembangan potensi diri peserta pelatihan. j. Melakukan penilaian pengembangan diri/potensi diri peserta pelatihan. Dalam hal kompetensi, Mentor diharapkan memiliki kemampuan: a. Memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya; b. Memahami Kebijakan umum penyelenggaraan PKP/PKA/PKN Tingkat II/PKN Tingkat I;
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 56 | P a g e c. Memahami Konsep dasar dan tahapan pembelajaran aksi perubahan/ proyek perubahan; d. Memahami Konsep dasar dan kertas kerja rancangan dan/atau laporan aksi perubahan/ proyek perubahan; e. Menggunakan instrumen pembimbingan sebagai Mentor PKP/PKA/ PKN Tingkat II/PKN Tingkat I; f. Menginspirasi, memotivasi, memberi dukungan peserta. Untuk persyaratan, seorang mentor juga harus memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus yaitu: Persyaratan Umum: a. Mentor adalah atasan langsung peserta atau pegawai lainnya yang ditunjuk oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi peserta sebagai mentor (pegawai yang setara atasan langsung). b. Memiliki kompetensi dalam memberikan dukungan, bimbingan dan masukan/arahan kepada peserta untuk melaksanakan pembelajaran aksi perubahan/ proyek perubahan. Persyaratan Khusus: a. Memiliki pengetahuan terkait dengan isu dan gagasan pemecahan isu, jenis kegiatan dan kriteria kualitas pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan peserta selama pembelajaran aksi perubahan/proyek perubahan; b. Memfasilitasi peserta untuk memiliki pemikiran
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 57 | P a g e yang kritis, kreatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pekerjaan; c. Mengarahkan peserta dalam menetapkan isu dan gagasan penyelesaian isu, serta melaksanakan kegiatan; d. Memfasilitasi peserta dalam pengumpulan bukti belajar; dan e. Mendukung peserta untuk menghadapi evaluasi aksi perubahan/proyek perubahan. Mentor diprioritaskan dapat hadir secara langsung, bila tidak memungkinkan dapat hadir virtual atau dengan direkam saat seminar rancangan & seminar hasil. Mentor juga perlu memperhatikan dan mematuhi kode etik yang telah ditetapkan, antara lain: a. Menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas dalam memberikan penilaian secara objektif; b. Menolak segala bentuk penyalahgunaan wewenang dan gratifikasi; c. Patuh dan taat pada aturan perundang-undangan yang berlaku; d. Memiliki komitmen yang tinggi untuk peningkatan pemahaman peserta PKP/PKA/ PKN Tingkat II/PKN Tingkat I melalui pendampingan dan pembimbingan yang terarah dan terukur sehingga tercipta suasana kondusif dalam menggali potensi belajar peserta; e. Menjunjung tinggi toleransi dan kearifan lokal, serta keragaman lain
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 58 | P a g e 3. Mentee (Peserta) Pada pelatihan struktural kepemimpinan, mentee adalah peserta pelatihan yang akan dibimbing oleh mentor. Tugas mentee pada saat pelaksanaan kegiatan mentoring adalah: a. memberikan semua informasi yang terkait dengan permasalahan dalam menyelesaikan target penyelesaian aktualisasi kepemimpinan secara jujur dan terbuka; b. terbuka dalam berdikusi/berkomunikasi terkait pemetaan sikap perilaku kepemimpinan dan pengembangan potensi diri; c. mendiskusikan masukan yang diberikan oleh mentor pada saat pelaksanaan mentoring; d. melaporkan kembali hasil dari pelaksanaan menjalankan masukan mentor D. MEKANISME PELAKSANAAN MENTORING Waktu pelaksanaan mentoring adalah minimal 3 (tiga) kali setiap penyelenggaraan yaitu pada saat pembangunan komitmen bersama, seminar rancangan aktualisasi kepemimpinan, dan seminar hasil aktualisasi kepemimpinan. Namun kegiatan mentoring dapat dilakukan diluar waktuwaktu tersebut selama diperlukan dan disepakati oleh kedua belah pihak.
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 59 | P a g e Adapun skema pelaksanaan mentoring adalah sebagai berikut: 1. Pra Mentoring a. Mentor 1) Memberikan arahan terhadap isu yang akan diangkat mentee dalam proses aktualisasi; 2) Menyiapkan bahan pendukung yang dapat menguatkan proses aktualisasi mentee; 3) Melakukan pemetaan sikap perilaku kepemimpinan mentee; 4) Bersama mentee mendiskusikan jadwal pembimbingan beserta tujuan dan hasil yang akan dicapai selama proses aktualisasi b. Peserta 1) Mengindentifikasi isu dan gagasan pemecahan masalah yang akan diangkat dalam proses aktualisasi;
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 60 | P a g e 2) Melakukan self-assessment pemetaan sikap perilaku kepemimpinan dan mengidentifikasi strategi pengembangan potensi diri; 3) Bersama mentor mendiskusikan jadwal pembimbingan beserta tujuan dan hasil yang akan dicapai selama proses aktualisasi. 2. Pelaksanaan Mentoring a. Mentor 1) Melaksanakan bimbingan / pendampingan dan memberikan insight untuk pendalaman isu yang ditetapkan serta memberikan komitmen dukungan sumber daya yang dimiliki organisasi; 2) mendiskusikan hasil pemetaan sikap perilaku kepemimpinan mentee dan memberikan masukan terkait strategi pengembangan potensi diri; 3) Memberikan masukan, dukungan dan feedback selama peserta menyelesaikan tahapan pembelajaran aktualisasi; 4) Memberikan masukan, dukungan sumber daya dan feedback selama pelaksanaan pengembangan potensi diri. b. Peserta 1) Mendiskusikan dengan mentor untuk menetapkan core isu dan gagasan pemecahan masalah yang dipilih; 2) Mendiskusikan dengan mentor untuk
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 61 | P a g e menetapkan peta potensi diri dan strategi pengembangan potensi diri; 3) Melaksanakan proses mentoring, mendapatkan dukungan dan komitmen dari mentor. 3. Evaluasi Mentoring a. Mentor 1) Memberikan komitmen dan dukungan kepada mentee saat seminar aktualisasi; 2) Memberikan penilaian kepada mentee secara deskriptif terhadap rancangan dan implementasi aktualisasi; 3) Memberikan penilaian terhadap hasil pemetaan sikap perilaku kepemimpinan dan pelaksanaan pengembangan potensi diri. b. Peserta 1) Mempresentasikan laporan aktualisasi saat seminar aktualisasi; 2) Memperbaiki laporan aktualisasi sesuai masukan dari Narasumber; 3) Memberikan feedback kepada mentor terhadap proses dan hasil mentoring yang telah dilakukan.
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 62 | P a g e Peran mentor yang sangat krusial terutama pada tahapan pengembangan potensi diri tergambar pada alur dibawah:
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 63 | P a g e BAB III PANDUAN COACHING A. PENGERTIAN COACHING Mengacu kepada Peraturan Lembaga Administrasi Negara (PerLAN) Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pengembangan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil, coaching adalah pembimbingan peningkatan kinerja melalui pembekalan kemampuan memecahkan permasalahan dengan mengoptimalkan potensi diri. Senada dengan hal tersebut, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara menyebutkan coaching sebagai aktivitas bertanya antara Pimpinan atau pihak lain yang diberikan penugasan khusus (coach) dan Pegawai (coachee) yang bertujuan untuk mendapatkan strategi atau pemecahaan suatu masalah dengan menggali kemampuan yang dimiliki Pegawai. Dalam Pelatihan Struktural Kepemimpinan, coaching dilakukan oleh coach pada peserta (coachee) untuk pembimbingan penyusunan produk aktualisasi kepemimpinan dan pengembangan potensi diri. Coach yang akan membimbing tersebut ditentukan oleh Lembaga Pelatihan dengan mempertimbangkan kemampuan, dan pemenuhan persyaratan serta kode etik sesuai kebijakan yang berlaku.
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 64 | P a g e B. TUJUAN COACHING Tujuan pelaksanaan coaching pada Pelatihan Struktural Kepemimpinan adalah sebagai berikut: 1. Peserta dapat menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran aktualisasi kepemimpinan; 2. Peserta dapat menggali dan mengembangkan potensi diri dengan optimal. C. PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT COACHING Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan coaching antara lain: 1. Lembaga Penyelenggara Pelatihan Struktural Lembaga pelatihan yang dapat menyelenggarakan pelatihan struktural kepemimpinan adalah: a. Lembaga Pelatihan Terakreditasi; b. Lembaga pelatihan pemerintah yang belum terakreditasi dengan penjaminan mutu dari LAN atau Lembaga Pelatihan Terakreditasi dengan akreditasi paling rendah kategori B; 2. Coach Coach adalah seorang professional yang telah mengikuti Workshop PKP/PKA/PKN Tingkat II/PKN Tingkat I dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Lembaga Pelatihan untuk melakukan tugas pembimbingan. Tugas Coach dalam Pelatihan Struktural Kepemimpinan adalah: a. Memberikan motivasi dan tantangan-tantangan
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 65 | P a g e kepada peserta; b. Membimbing peserta menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran aktualisasi kepemimpinan; c. Melakukan monitoring kegiatan peserta selama pembelajaran aktualisasi kepemimpinan menggunakan media/metode yang disepakati; d. Melakukan koordinasi dengan mentor untuk membantu peserta apabila peserta mengalami permasalahan selama pembelajaran aktualisasi kepemimpinan; e. Memberikan masukan (alternatif pilihan) kepada peserta terkait aktualisasi kepemimpinan pada saat pemilihan isu aktual, gagasan kreatif yang diusulkan, dan pelaksanaan kegiatan dalam menyelesaikan isu selama pembelajaran aktualisasi kepemimpinan di tempat kerja; f. Memberikan feedback terhadap laporan progress implementasi aktualisasi kepemimpinan yang disampaikan peserta bimbingan minimal seminggu sekali; g. Mengembangkan instrumen monitoring dan perekaman terhadap progress yang dilaporkan oleh peserta: h. Mengkomunikasikan proses, kemajuan, dan hasil coaching kepada penyelenggara pelatihan; i. Melakukan monitoring pelaksanaan pengembangan potensi diri peserta pelatihan;
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 66 | P a g e j. Melakukan penilaian pengembangan potensi diri peserta pelatihan. Kompetensi yang harus dimiliki oleh coach dalam pelatihan struktural kepemimpinan adalah: a. Memahami kebijakan umum penyelenggaraan pelatihan struktural kepemimpinan baik PKP, PKA, PKN Tingkat II, dan PKN Tingkat I; b. Memahami konsep dasar dan tahapan pembelajaran aksi perubahan atau proyek perubahan; c. Memahami konsep dasar dan kertas kerja rancangan dan/atau laporan aksi perubahan/proyek perubahan; d. Menggunakan instrumen pembimbingan sebagai coach PKP/PKA/PKN Tingkat II/PKN Tingkat I; e. Berkomunikasi dengan baik; f. Memberikan masukan kepada peserta terkait aksi perubahan/proyek perubahan: g. Memotivasi peserta dalam menyelesaikan aksi perubahan/proyek perubahan; h. Memberikan penjelasan (dukungan/keberatan) terhadap hasil nilai penguji dengan argumentasi dan bukti yang relevan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang Coach pada pelatihan struktural kepemimpinan terdiri atas persyaratan umum dan persyaratan khusus, yaitu sebagai berikut.
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 67 | P a g e Persyaratan Umum: a. Sudah mengikuti Workshop PKP/PKA/PKN Tingkat II/PKN Tingkat I; b. Tidak sedang menjadi penguji dalam satu angkatan; c. Tidak sedang menjadi mentor dalam satu Angkatan. Persyaratan khusus: a. Pejabat struktural, minimal JPT yang sudah mengikuti PKN Tingkat II b. WI ahli utama yang pernah menduduki JPT c. WI ahli utama d. WI ahli madya yang sudah pernah menduduki Jabatan Struktural Kepemimpinan e. WI ahli madya dengan pengalaman pernah menjadi coach 5 tahun f. Pejabat Fungsional (selain WI) minimal jenjang utama dan pernah menduduki Jabatan Struktural Kepemimpinan g. Pegawai Lain yang memenuhi kualifikasi, setara dengan JPT Selain memenuhi kompetensi dan syarat di atas, seorang Coach juga harus memperhatikan dan mematuhi kode etik yang berlaku, yakni: a. Menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas dalam memberikan penilaian secara objektif; b. Menolak segala bentuk penyalahgunaan wewenang, gratifikasi, serta tidak ada konflik
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 68 | P a g e kepentingan; c. Patuh dan taat pada aturan perundangundangan yang berlaku; d. Memiliki komitmen yang tinggi untuk peningkatan pemahaman peserta PKP/PKA/ PKN Tingkat II/PKN Tingkat I melalui pendampingan dan pembimbingan yang terarah dan terukur sehingga tercipta suasana kondusif dalam menggali potensi belajar peserta; e. Menjunjung tinggi toleransi dan kearifan lokal, serta keragaman lain. 3. Coachee Coachee yang dimaksud dalam pedoman ini adalah peserta pelatihan yang dibimbing dalam penyelesaian aktualisasi kepemimpinan dan pengembangan potensi diri. Tugas Coachee dalam Pelatihan Struktural Kepemimpinan antara lain: a. Menginformasikan identifikasi masalah yang akan diangkat ke dalam aktualisasi kepemimpinan beserta rencana pelaksanaannya; b. Melakukan kesepakatan tentang pertemuan dengan coach sesuai dengan aturan yang berlaku; c. Mengisi laporan terkait proses pelaksanaan d. aktualisasi kepemimpinan dan pengembangan potensi diri; e. Memberikan sejumlah informasi yang terkait
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 69 | P a g e dengan seluruh proses penyelesaian aktualisasi kepemimpinan dan pengembangan potensi diri sesuai dengan target pada saat pembimbingan tatap muka dengan coach; f. Mencatat seluruh masukan dari coach terkait dengan penyelesaian aktualisasi kepemimpinan dan pengembangan potensi diri. D. MEKANISME PELAKSANAAN COACHING Skema pelaksanaan coaching tampak seperti gambar di bawah: 1. Pra coaching a. Coach 1) Mengidentifikasi dan mempelajari calon – calon peserta yang akan menjadi coachee (latar belakang Pendidikan, pengalaman kerja, & unit kerja tempat bertugas); 2) Menyiapkan bahan pendampingan terhadap peserta (coachee); 3) Coaching dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pelatihan di
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 70 | P a g e dalam master jadwal (coaching pada saat tahap klasikal dilakukan di Lembaga pelatihan). b. Coachee 1) Melakukan pembelajaran mandiri terhadap agenda pembelajaran terutama agenda 2, 3 dan 4; 2) Menemukan core isu yang akan diangkat dalam proses aktualisasi; 3) Mengetahui coach. 2. Pelaksanaan coaching a. Sebelum dan saat Seminar Rancangan Aktualisasi 1) Coach a) Melaksanakan coaching untuk mengidentifikasi alternatif isu apa saja yang akan diangkat coachee di instansi masing-masing sesuai dengan agenda 2 dan 3 yang telah dipelajari sebelumnya; b) Melakukan pembimbingan, memberikan masukan, motivasi, dan feedback selama peserta menyelesaikan tahapan pembelajaran aktualisasi; c) Memandu seminar rancangan aktualisasi. 2) Peserta a) Menyampaikan alternatif isu yang dipilih kepada coach; b) Melaksanakan proses coaching yang dipandu oleh coach; c) Mengikuti seminar rancangan aktualisasi. b. Sesudah Seminar Rancangan Aktualisasi 1) Coach a) Melaksanakan coaching saat
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 71 | P a g e implementasi aktulisasi; b) Melakukan pembimbingan, memberikan masukan, motivasi, dan feedback selama peserta menyelesaikan aktualisasi di tahap klasikal; c) Memandu seminar aktualisasi. 2) Peserta a) Melaksanakan proses coaching yang dipandu oleh coach; b) Mengikuti seminar aktualisasi. 3. Pasca coaching a. Coach 1) Memandu pelaksanaan seminar aktualisasi; 2) Memberikan penilaian kepada coachee secara deskriptif. b. Peserta 1) Mempresentasikan laporan aktualisasi saat seminar aktualisasi; 2) Memperbaiki laporan aktualisasi sesuai masukan dari Penguji.
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 72 | P a g e Peran coach dalam pelatihan struktural kepemimpinan dapat dilihat pada gambar berikut:
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 73 | P a g e BAB IV PANDUAN VISITASI KEPEMIMPINAN NASIONAL (VKN) A. MAKSUD DAN TUJUAN Kegiatan Visitasi pada pelatihan kepemimpinan dimaksudkan untuk membekali Peserta dengan kemampuan mengaktualisasikan kepemimpinan strategis berdasarkan tema penyelenggaraan PKN Tingkat II dengan mengidentifikasi keunggulan kompetitif (competitive advantages) organisasi di dalam negeri yang menjadi lokus visitasi serta memberikan rekomendasi peningkatannya. Pembelajaran disampaikan secara interaktif dengan menggunakan metode kunjungan lapangan, tanya jawab dan diskusi. B. PROSES VISITASI KEPEMIMPINAN NASIONAL (VKN) Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) merupakan salah satu program pembelajaran Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Dengan memperhatikan dinamika lingkungan strategis, kegiatan ini diarahkan untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi peningkatan kemajuan daerah melalui inovasi ataupun terobosan dalam pengelolaan pemerintah. Hal ini sekaligus mewujudkan kepedulian peserta sebagai pejabat publik yang berdampak
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 74 | P a g e langsung bagi masyarakat. Di samping itu Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) dapat dijadikan sarana sharing inovasi yang telah dilakukan oleh dan terhadap lokus yang dikunjungi sehingga terbangun pengertian dan kesepahaman antara peserta dan stakeholder di lokus dalam menyikapi perubahan dan rencana tindak lanjut bagi kemajuan lokus sekaligus memberikan pembelajaran bagi peserta. Adapun proses Visitasi Kepemimpinan Nasional adalah : 1. Pembekalan/ penjelasan 2. Kunjungan ke organisasi yang memiliki best practice 3. Merumuskan knowledge replication dan knowledge customization sesuai tema dalam suatu lesson learnt implementasi kepemimpinan strategis dan teknik marketing sector publik 4. Diskusi dan penyusunan rancangan policy brief C. OUTPUT VISITASI KEPEMIMPINAN NASIONAL (VKN) Pembelajaran lapangan untuk PKN Tingkat II dilaksanakan dalam bentuk Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) dengan didampingi Pembimbing yang ditunjuk pimpinan Lembaga Penyelenggara Pelatihan Struktural. Peserta mengidentifikasi dan merumuskan strategi peningkatan keunggulan kompetitif (competitive advantages) organisasi atau penyelesaian suatu permasalahan publik pada lokus VKN dalam suatu lessonlearnt implementasi agenda
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 75 | P a g e kepemimpinan strategis baik secara kelompok maupun individu dengan adopsi dan adaptasi dari best practice. kegiatan benchmarking dan memperkaya penyusunan Laporan Policy Brief dan Laporan Proyek Perubahan. Adapun output dari kegiatan VKN adalah: 1. Lesson learnt hasil Visitasi Kepemimpinan Nasional sesuai agenda pembelajaran (laporan individu) 2. Rekomendasi identifikasi dan peningkatan keunggulan kompetitif (competitive advantages) organisasi dalam negeri yang menjadi lokus VKN (laporan kelompok) 3. Policy Brief (laporan kelompok)
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 76 | P a g e BAB V PANDUAN MEMBANGUN KOMITMEN BERSAMA A. MAKSUD DAN TUJUAN Selama pembelajaran, peserta pelatihan telah dibekali dengan kompetensi untuk mendiagnosa unit organisasi yang dipimpinnya dan telah menerapkan kompetensi tersebut selama proses pembelajaran pada Tahap Diagnosa Kebutuhan Perubahan Organisasi tersebut. Hasilnya adalah identifikasi area dari organisasi (scoping) yang akan diubah oleh peserta Pelatihan. Hasil identifikasi ini tentunya masih bersifat sementara dan masih bersifat individual atau personal. Untuk menjadi pemimpin perubahan, scoping tersebut perlu menjadi milikbersama (taking ownership), agar mendapat dukungan dari berbagai pihak. Panduan pelaksanaan Membangun KomitmenBersama ini membantu peserta pelatihan, mentor/atasan langsung peserta, dan coach pembimbing dalam pelaksanaanTahap ini. Seperti nama tahapan ini yaitu membangun komitmen bersama, tujuan utamanya adalah bagaimana meningkatkan kepemilikan rencana perubahan yang akan dilaksanakan oleh peserta. Pada Tahap Identifikasi Perubahan Organisasi, rencana perubahan tersebut tentunya masih bersifat personal atau individual. Artinya, rencana perubahan tersebut adalah keinginan dari peserta pelatihan, yang mungkin baru dikomunikasikan dengan
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 77 | P a g e widyaiswara/tenaga pengajar pada waktu pembelajaran di Tahap Identifikasi Kebutuhan Organisasi. Agar rencana proyek perubahan tersebut mendapat dukungan dari organisasi, maka rencana proyek perubahan perlu dikomunikasikan dengan baik kepada seluruh jajaran organisasi. Inilah yang menjadi tujuan utama dari tahap membangun komitmen bersama ini. Namun secara spesifik tujuannya adalah: 1. Menyusun tim efektif 2. Melakukan pemetaan stakeholders 3. Memastikan bahwa rencana perubahan diterima/disetujui oleh mentor/atasan langsung peserta Pelatihan. Untuk menjadi pemimpin perubahan di tingkat eselon II, tugas utama peserta pelatihan adalah menentukan area perubahan. Berdasarkan area perubahan itu, peserta pelatihan membuat rencana perubahan yang menjadi tujuannya, kemudian bergerak mempengaruhi orang lain untuk mendukung rencana proyek perubahan tersebut. Adapun detail tugas peserta pelatihanadalah: 1. Menetapkan area perubahan pada unit organisasi yang dipimpinnya; 2. Berkonsultasi dengan coach/pembimbing tentang area perubahan; B. TUGAS PESERTA SELAMA MEMBANGUN KOMITMEN BERSAMA
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 78 | P a g e 3. Berkonsultasi dengan mentor/atasan langsung tentang area perubahan; 4. Mempengaruhi atasan langsung untuk menerima area perubahan; 5. Mempengaruhi stakeholder langsung untuk menerima area perubahan; 6. Mempengaruhi bawahan untuk menerima area perubahan. Pemimpin perubahan perlu mengkomunikasikan rencana perubahan yang akan dilakukan kepada seluruh stakeholder agar mendapat dukungan yang optimal. Tahap Pembangunan Komitmen Bersama ini merupakan tahap yang mewadahi peserta Pelatihan menerapkan salah satu dari kompetensi pemimpin perubahan. Untuk berhasil dalam tahap ini, peserta dibantu oleh mentor/atasan langsung dan coach/pembimbing. C. OUTPUT MEMBANGUN KOMITMEN BERSAMA Output pada kegiatan ini adalah area perubahan yang telah disetujui oleh mentor untuk menjadi proyek perubahan , SK atau konsep SK Tim Efektif dan Pemetaan Stakeholders.
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 79 | P a g e BAB VI PANDUAN LABORATORIUM KEPEMIMPINAN A. MAKSUD DAN TUJUAN Seperti nama tahapan ini yaitu Laboratorium Kepemimpinan, tujuan utamanya adalah bagaimana peserta Pelatihan dapat menerapkan kompetensinya sebagai pemimpin perubahan dengan cara menerapkan rancangan perubahan yang telah dibuatnya. Pada Tahap Merancang Perubahan dan Membangun Tim, rencana perubahan tersebut tentunya masih bersifat rancangan. Dalam rancangan ini, peserta Pelatihan telah membuat rencana yang detail tentang langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memimpin perubahan. Agar rancangan proyek perubahan tersebut dapat membawa hasil yang kongkrit dan dapat diobservasi, maka rancangan proyek perubahan tersebut perlu dimplementasikan. Inilah yang menjadi tujuan utama dari tahap Laboratorium Kepemimpinan ini. Namun secara spesifik tujuan Laboratorium Kepemimpinan iniadalah: 1. Melaksanakan roadmap/milestones perubahan yang telah disusun; 2. Menerapkan hasil analisis stakeholder untuk memobilisasi mereka dalam melaksanakan proyek perubahan tersebut; 3. Melaksanakan strategi komunikasi guna menggalang
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 80 | P a g e dukungan dari stakehoder dalam menerapkan rancangan proyek perubahan. Untuk menjadi pemimpin perubahan di tingkat eselon II, tugas utama peserta pelatihan adalah menerapkan rancangan perubahan yang telah dibuat. Dengan mengacu pada rancangan perubahan tersebut, Adapun detail tugas peserta pelatihan adalah: 1. Menerapkan milestones/roadmap perubahan pada unit organisasi yang dipimpinnya; 2. Berkonsultasi dengan coach/pembimbing tentang penerapan rancangan perubahan; 3. Berkonsultasi dengan mentor/atasan langsung tentang penerapan rancangan perubahan; 4. Mempengaruhi atasan langsung untuk mendukung penerapan proyek perubahan: 5. Mempengaruhi stakeholder lain untuk mendukungpenerapan proyek perubahan; 6. Mempengaruhi bawahan untuk menerapkan proyek perubahan. 7. Membuat laporan implementasi Proyek Perubahan. Pemimpin perubahan perlu melatih kemampuannya dalam memimpin perubahan secara riil di tempat kerjanya. Tahap Laboratorium Kepemimpinan ini merupakan tahap yang mewadahi peserta pelatihan menerapkan kompetensi B. TUGAS PESERTA SELAMA LABORATORIUM KEPEMIMPINAN
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 81 | P a g e dalam memimpin perubahan tersebut. Untuk berhasil dalam tahap ini,peserta dibantu oleh mentor/atasan langsung dan coach/pembimbing untuk mengimplementasikan proyek perubahannya sesuai rancangan yang telah disusun. C. OUTPUT LABORATORIUM KEPEMIMPINAN Output pada kegiatan ini adalah Proyek Perubahan yang telah dilaksanakan beserta bukti- bukti yang mendukungnya.
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 82 | P a g e BAB VII PANDUAN SEMINAR RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN A. MAKSUD DAN TUJUAN Seminar rancangan proyek perubahan adalah salah satu sarana evaluasi bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan. Pada sesi ini peserta kan diuji kemampuannya dalam penyusunan perencanaan proyek perubahan dengan metode presentasi secara mandiri yang dihadiri oleh coach, mentor dan penguji. B. PENILAIAN RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN Pada seminar rancangan proyek perubahan yang dinilai dari peserta adalah kemampuan perencanaan proyek perubahannya. Indikator penilaiannya meliputi: 1. Ketepatan rencana proyek perubahan dengan tuntutan organisasi adaptif. Kompetensi yang dibangun adalah pengambilan keputusan, orientasi pada hasil, pelayanan publik. Deskripsi penilaian indikator ini yaitu kemampuan melakukan analisis strategis untuk mendapatkan ketepatan rancangan proyek perubahan dengan permasalahan untuk organisasi adaptif. 2. Terobosan Inovatif dan Cakupan Manfaat Untuk Organisasi Adaptif. Kompetensi yang dibangun adalah pelayanan publik, mengelola perubahan,
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 83 | P a g e orientasi pada hasil. Deskripsi penilaian indikator ini yaitu kemampuan untuk mengembangkan ide atau solusi kreatif yang mampu memecahkan permasalahan yang kompleks dengan mempertimbangkan risiko secara komprehensif dengan mengoptimalkan kolaborasi dengan stakeholders sehingga mendapatkan nilai tambah bagi organisasi. 3. Tahapan rencana perubahan dan ketepatan strategi organisasi. Kompetensi yang dibangun adalah orientasi pada hasil. Deskripsi penilaian indikator ini yaitu Kemampuan menyusun tahapan kegiatan secara tepat berdasarkan ide atau solusi kreatif untuk mengelola organisasi sektor publik. 4. Rencana Strategi Marketing: Kejelasan peta stakeholders, pemanfaatan sumber daya organisasi, dan strategi marketing. Kompetensi yang dibangun adalah Pengembangan diri dan orang lain, komunikasi. Deskripsi penilaian indikator ini yaitu Kemampuan untuk menyusun strategi marketing yang tepat dengan mempertimbangkan peta stakeholders dan sumber daya organisasi. 5. Rencana Strategi Pengembangan Kompetensi dalam Proyek Perubahan. Kompetensi yang dibangun adalah Mengelola Perubahan, komunikasi, pengembangan diri dan orang lain, orientasi pada hasil. Deskripsi penilaian indikator ini yaitu Kemampuan mengidentifikasi, menjelaskan dan
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 84 | P a g e memutuskan strategi pengembangan kompetensi 6. yang dibutuhkan untuk adopsi proyek perubahan. Aspek, bobot penilaian dan kompetensi manajerial yang dipenuhi evaluasi ini sebagai berikut: No. Kompetensi Manajerial Aspek Bobot (%) 1. Pengambilan keputusan, orientasi pada hasil, pelayanan publik Ketepatan rencana Proyek Perubahan 4 2. Pelayanan publik, mengelola perubahan, orientasi pada hasil Terobosan Inovatif dan cakupan manfaat untuk organisasi Adaptif 4 3. Orientasi pada hasil Tahapan rencana perubahan dan ketepatan Strategi organisasi 4 4. Pengembangan diri dan orang lain, komunikasi Rencana Strategi Marketing: Kejelasan peta stakeholders, pemanfaatan sumber daya organisasi, dan strategi marketing 4 5. Mengelola Perubahan, komunikasi, pengembangan diri dan orang lain, orientasi pada hasil Rencana Strategi pengembangan kompetensi dalam aksi perubahan 4 Jumlah 20
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 85 | P a g e Adapun level masing-masing indikator adalah sebagai berikut: a. Level untuk Ketepatan rencana proyek perubahan dengan tuntutan organisasi adaptif adalah sebagai berikut: 1. Gagasan rencana aksi perubahan tidak dilakukan berdasarkan analisa terhadap tuntutan organisasi adaptif dan kebutuhan stakeholder. 2. Gagasan rencana aksi perubahan dilakukan berdasarkan analisa terhadap tuntutan organisasi adaptif . 3. Gagasan rencana aksi perubahan dilakukan berdasarkan analisa terhadap kebutuhan stakeholder yang didukung data 4. Gagasan rencana aksi perubahan dilakukan berdasarkan analisa tuntutan organisasi adaptif dan kebutuhan stakeholder yang didukung dengan data b. Level Terobosan Inovatif dan Cakupan Manfaat Untuk Organisasi Adaptif adalah sebagai berikut: 1. Kurang relevan dengan pemecahan masalah 2. Mampu memecahkan masalah dengan tingkat kesulitan rendah (risiko, keterlibatan stakeholder) 3. Mampu memecahkan masalah dengan tingkat kesulitan sedang (risiko, keterlibatan stakeholder) 4. Mampu memecahkan masalah dengan tingkat kesulitan tinggi (risiko, keterlibatan stakeholder) dan memberikan nilai tambah.
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 86 | P a g e c. Level Tahapan rencana perubahan dan ketepatan strategi organisasi adalah sebagai berikut: 1. Tahapan rencana perubahan dan ketepatan strategi organisasi tidak tergambar dengan jelas, tidak sistematis dan tidak terkait dengan hasil yang diharapkan 2. Tahapan rencana perubahan dan ketepatan strategi organisasi kurang tergambar dengan jelas, tidak sistematis dan tidak terkait dengan hasil yang diharapkan 3. Tahapan rencana perubahan dan ketepatan strategi organisasi tergambar dengan jelas, sistematis, namun tidak terkait dengan hasil yang diharapkan 4. Tahapan rencana perubahan dan ketepatan strategi organisasi tergambar dengan jelas, sistematis dan terkait dengan hasil yang diharapkan d. Level Rencana strategi marketing adalah sebagai berikut: 1. Rencana strategis marketing tidak didukung oleh stakeholder dan rencana komunikasi tidak jelas. 2. Rencana strategi marketing didukung oleh seluruh stakeholders dan rencana komunikasi yang kurang jelas 3. Rencana strategi marketing didukung oleh sebagian stakeholders dan rencana komunikasi yang jelas 4. Rencana strategi marketing didukung oleh seluruh stakeholders dan rencana komunikasi yang jelas
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 87 | P a g e e. Level Rencana Strategi Pengembangan Kompetensi dalam Proyek Perubahan adalah sebagai berikut: 1. Tidak mampu mengidentifikasi, menjelaskan dan memutuskan strategi pengembangan kompetensi yang dibutuhkan untuk adopsi proyek perubahan 2. Mampu mengidentifikasi, menjelaskan dan memutuskan strategi pengembangan kompetensi yang dibutuhkan untuk adopsi proyek perubahan kurang jelas 3. Mampu mengidentifikasi, menjelaskan dan memutuskan strategi pengembangan kompetensi yang dibutuhkan untuk adopsi proyek perubahan dengan jelas 4. Mampu mengidentifikasi, menjelaskan dan memutuskan strategi pengembangan kompetensi yang dibutuhkan untuk adopsi proyek perubahan dengan sangat jelas
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 88 | P a g e BAB VIII PANDUAN SEMINAR IMPLEMENTASI PROYEK PERUBAHAN A. MAKSUD DAN TUJUAN Seminar implementasi Proyek Perubahan adalah salah satu sarana evaluasi bagi peserta pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II. Pada sesi ini peserta akan diuji kemampuannya dalam mengimplementasikan rancangan Proyek Perubahan (memimpin perubahan di instansi), dam menyajikan hasil implementasi Proyek Perubahan yang dihadiri oleh coach, mentor dan penguji (narasumber). Peserta harus menunjukan bukti-bukti dari setiap tahapan atau milestones kepada penguji, coach dan mentor. B. PENILAIAN IMPLEMENTASI PROYEK PERUBAHAN Indikator penilaian Implementasi Proyek Perubahan meliputi sebagai berikut: 1. Capaian hasil perubahan terhadap rencana perubahan dan manfaat proyek perubahan. Kompetensi yang dibangun adalah Integritas, orientasi pada hasil. Deskripsi indikator penilaian ini yaitu: Kemampuan memperoleh hasil atau capaian implementasi rencana proyek perubahan yang didukung dengan bukti-bukti yang valid dan relevan.
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 89 | P a g e 2. Kepemimpinan Strategis. Kompetensi yang dibangun adalah Kerja sama, integritas. Deskripsi penilaian pada indikator ini yaitu: Kemampuan untuk memanfaatkan berbagai peluang yang ada dan mengoptimalisasi sumber daya yang terbatas untuk melaksanakan proyek perubahan secara efektif dan efisien. 3. Implementasi Strategi Marketing: Ketepatan stakeholder utama dan strategi komunikasinya, pemanfaatan sumber daya organisasi, dan strategi marketing (diseminasi dan publikasi proyek perubahan). Kompetensi yang dibangun adalah komunikasi, kerja sama, orientasi pada hasil. Deskripsi penilaian pada indikator ini yaitu: Kemampuan mengimplementasikan rencana strategi marketing dengan mengelola stakeholder, memilih strategi komunikasi yang tepat untuk diseminasi dan publikasi, memanfaatkan sumber daya organisasi untuk mendapatkan dukungan dan adopsi proyek perubahan. 4. Keberlanjutan proyek perubahan. Kompetensi yang dibangun adalah orientasi pada hasil, kerja sama. Deskripsi indikator penilaiannya yaitu: Kemampuan peserta untuk mendapatkan dukungan dan jaminan keberlanjutan proyek perubahan. 5. Pemberdayaan Organisasi Pembelajar: Pelaksanaan Strategi Pengembangan Kompetensi dalam Proyek Perubahan. Kompetensi yang dibangun adalah Pengembangan diri dan orang lain. Deskripsi
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 90 | P a g e indikator penilaian ini yaitu: Kemampuan untuk melaksanakan rencana strategi pengembangan kompetensi yang dibutuhkan untuk adopsi proyek perubahan. 6. Keterkaitan Mata Pelatihan Pilihan dengan Proyek Perubahan. Kompetensi yang dibangun adalah Pengambilan keputusan, orientasi pada hasil, pengembangan diri dan orang lain. Deskripsi indikator penilaian ini yaitu: Kemampuan untuk memanfaatkan mata pelatihan pilihan untuk mendukung pelaksanaan proyek perubahan No. Kompetensi Manajerial Aspek Bobot (%) 1. Integritas, orientasi pada hasil Capaian Perubahan terhadap rencana Perubahan 7 2. Kerja sama, integritas Kepemimpinan Strategis 6 3. Komunikasi, kerja sama, orientasi pada hasil Implementasi Strategi Marketing: Ketepatan stakeholder utama dan strategi komunikasinya, pemanfaatan sumber daya organisasi, dan strategi marketing (diseminasi dan publikasi proyek perubahan) 6 4. Orientasi pada hasil, kerja sama Keberlanjutan proyek perubahan 3
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 91 | P a g e 5. Pengembangan diri dan orang lain Pemberdayaan organisasi pembelajar: Pelaksanaan Strategi Pengembangan Kompetensi dalam Proyek Perubahan 5 6. Pengambilan keputusan, orientasi pada hasil, pengembangan diri dan orang lain Keterkaitan mata pelatihan pilihan dengan proyek perubahan 3 Total 30 Adapun level masing-masing indikator penilaian adalah sebagai berikut: a. Capaian Perubahan terhadap rencana Perubahan sebagai berikut: 1) Tidak mampu memperoleh hasil/capaian dan manfaat implementasi rencana proyek perubahan secara efisien dan efektif yang dapat diukur dalam satuan kuantitatif dan/atau kualitatif* dan tidak ada dukungan bukti-bukti yang valid dan relevan 2) Mampu memperoleh hasil/capaian dan manfaat implementasi rencana proyek perubahan secara efisien dan efektif yang dapat diukur dalam satuan kuantitatif dan/atau kualitatif* namun kurang didukung dengan bukti-bukti yang valid dan relevan 3) Mampu memperoleh sebagian hasil/capaian dan manfaat implementasi rencana proyek perubahan
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 92 | P a g e secara efisien dan efektif yang dapat diukur dalam satuan kuantitatif dan/atau kualitatif* dan didukung dengan bukti-bukti yang valid dan relevan 4) Mampu memperoleh seluruh hasil/capaian dan manfaat implementasi rencana proyek perubahan secara efisien dan efektif yang dapat diukur dalam satuan kuantitatif dan/atau kualitatif* yang didukung dengan bukti-bukti yang valid dan relevan * efisien diartikan sebagai efisiensi penggunaan sumber daya (anggaran, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya) organisasi, sementara efektif diartikan sebagai kontribusi secara langsung pada pencapaian indikator pembangunan nasional. Satuan efisien dan efektif harus dapat dijelaskan dengan satuan nilai ekonomi yang dikonversi dalam nilai rupiah (contoh: efisiensi anggaran yang berpotensi dihasilkan sebesar 1,5 Miliar Rupiah). Satuan nilai ekonomi dapat dilengkapi dengan satuan kuantitatif dan satuan kualitatif. Satuan kuantitatif adalah satuan yang dapat diukur dalam nominal/jumlah sesuai dengan indikatornya (contoh: efisiensi anggaran 50%, efisiensi SDM 75%, meningkatkan investasi sektor jasa 1 Triliun, menurunkan inflasi 0,1%, menurunkan kemiskinan 1%, menurunkan angka pengangguran, kontribusi terhadap PDRB sektor perdagangan 1%, 12 tahun rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas, Menurunnya prevalensi stunting hingga 15%, dll). Satuan kualitatif adalah satuan yang dapat diukur dalam nilai kualitatif
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 93 | P a g e (contoh: indeks maturitas SPBE berpredikat Baik, pencapaian opini WTP, indeks merit berpredikat sangat baik, dll). b. Kepemimpinan Strategis meliputi level sebagai berikut : 1) Tidak mampu memanfaatkan berbagai peluang yang ada dan mengoptimalisasi sumber daya yang terbatas untuk melaksanakan proyek perubahan secara efektif dan efisien 2) Kurang mampu memanfaatkan berbagai peluang yang ada dan mengoptimalisasi sumber daya yang terbatas untuk melaksanakan proyek perubahan secara efektif dan efisien 3) Mampu memanfaatkan berbagai peluang yang ada dan mengoptimalisasi sumber daya yang terbatas untuk melaksanakan proyek perubahan secara efektif dan efisien 4) Sangat mampu memanfaatkan berbagai peluang yang ada dan mengoptimalisasi sumber daya yang terbatas untuk melaksanakan proyek perubahan secara efektif dan efisien c. Implementasi strategis marketing meliputi level sebagai berikut : 1) Tidak mampu mengimplementasikan seluruh rencana strategi marketing dan mengembangkan strategi publikasi dan diseminasi berbasis media dan/ atau media sosial 2) Kurang mampu mengimplementasikan rencana strategi marketing dan mengembangkan strategi
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 94 | P a g e publikasi dan diseminasi berbasis media dan/ atau media sosial 3) Mampu mengimplementasikan sebagian rencana strategi marketing dan mengembangkan strategi publikasi dan diseminasi berbasis media dan/ atau media sosial dengan baik 4) Mampu mengimplementasikan seluruh rencana strategi marketing dan mengembangkan strategi publikasi dan diseminasi berbasis media dan/ atau media sosial dengan baik d. Keberlanjutan proyek perubahan meliputi level sebagai berikut : 1) Rencana tindak lanjut proyek perubahan didukung oleh mentor dan dituangkan dalam SKP untuk menjamin keberlanjutan 2) Rencana tindak lanjut proyek perubahan didukung oleh mentor, diinformasikan pada stakeholder dan dituangkan dalam SKP untuk menjamin keberlanjutan 3) Rencana tindak lanjut proyek perubahan didukung oleh mentor, diinformasikan pada stakeholder atau didukung stakeholder, dan dituangkan dalam SKP untuk menjamin keberlanjutan 4) Rencana tindak lanjut proyek perubahan didukung oleh mentor, diinformasikan pada stakeholder, didukung stakeholder, dan dituangkan dalam SKP untuk menjamin keberlanjutan
PANDUAN Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XV Tahun 2023 Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wil. IV Bandung 7 Juni - 18 Oktober 2023 95 | P a g e e. Pemberdayaan organisasi pembelajar meliputi level sebagai berikut : 1) Tidak mampu melaksanakan rencana strategi pengembangan kompetensi yang dibutuhkan untuk adopsi proyek perubahan 2) Mampu melaksanakan sebagian kecil rencana strategi pengembangan kompetensi yang dibutuhkan untuk adopsi proyek perubahan 3) Mampu melaksanakan sebagian besar rencana strategi pengembangan kompetensi yang dibutuhkan untuk adopsi proyek perubahan 4) Mampu melaksanakan seluruh rencana strategi pengembangan kompetensi yang dibutuhkan untuk adopsi proyek perubahan f. Keterkaitan mata Pelatihan pilihan dengan Proyek Perubahan meliputi level sebagai berikut : 1) Tidak mampu memanfaatkan mata pelatihan pilihan secara optimal dan tepat 2) Mampu memanfaatkan secara optimal dan tepat sebagian kecil mata pelatihan pilihan (1 mata pelatihan) 3) Mampu memanfaatkan secara optimal dan tepat sebagian besar mata pelatihan pilihan (2 mata pelatihan) 4) Mampu memanfaatkan secara optimal dan tepat seluruh mata pelatihan pilihan (3 mata pelatihan).