02. 2020
majalah peduli alam
Rakornas Penanggulangan Bencana 2020
Instruksi Jokowi Rakornas PB sendiri,
dan Nasi Kebuli adalah event rutin
Badan Nasional
Penanggulangan
Bencana (BNPB).
Akan tetapi dalam
Rakornas 2020, ada
yang istimewa. Isu yang
diangkat sangat sentral:
“Bencana Urusan
Bersama”. Lebih dari itu,
Presiden Joko Widodo
hadir dan meng-
underline tema itu.
FEBRUARI 2020 1
2 FEBRUARI 2020
FEBRUARI 2020 3
KDi Mana Posisi Kita?etika musim hujan datang, banjir dan longsor menjadi bencana yang Penerbit
relatif sering datang, meski tak diundang. Sebaliknya, ketika musim PT Citra Jayakarta Nawa Astha
kemarau datang, kebakaran hutan dan lahan menjadi berita sehari-hari.
Terkadang, hanya dengan membaca berita dan melihat fotonya saja bisa Pemimpin Umum
membuat kita sesak nafas. Suryohadi
Di mana posisi kita? Ada yang berada di posisi aman. Ada yang
merasa tidak aman karena berada di pinggir tebing atau pegunungan yang gundul Pemimpin Redaksi
permukaannya. Ada juga yang benar-benar pasrah, karena tahu ia tinggal di dataran Roso Daras
rendah dan menjadi pelanggan banjir setiap musim hujan tiba.
Di mana pun posisi kita, harus menanamkan satu kesamaan pandang, bahwa Pemimpin Perusahaan
“bencana adalah urusan bersama”. Pada galibnya, sebagai makhluk sosial, kita tidak Agus Sundayana
bisa hidup sendiri. Apa pun yang diperbuat orang lain, langsung-tak-langsung, acap
berimbas ke diri kita. Sebaliknya, apa pun yang kita kerjakan dan perbuat, langsung- Redaktur Pelaksana
tak-langsung, acap berimbas ke orang lain pula. Bambang Widodo
Dengan menanamkan kesadaran “bencana adalah urusan bersama”, maka
kesadaran mencegah bencana menjadi hal yang sangat penting. Jika Anda tinggal di Staf Redaksi
pegunungan, jangan sekali-kali menebang pohon. Sebab, jika pegunungan, dataran ‘Abah’ Fachrudin, Iswati, Anthony
tinggi, dan lereng gundul, akan mengakibatkan longsor. Jika longsor terjadi, akan Leonardo Patty, Sumarno,
menimpa masyarakat yang tinggal di bawah. Bisa jadi, di bawah sana ada juga sanak Herawatmo, Melva Tobing, Laksmi
famili kita. Wuryaningtyas, S. Resti Handini,
Sebaliknya jika kita tinggal di dataran rendah, perlakukan sampah dengan arif. Teguh Yuswanto, A. Soetopo,
Saluran air atau got, bukan tempat pembuangan sampah. Apalagi sungai. Sungai Kassah Hakim.
adalah sumber air. Air adalah kehidupan. Itu artinya, sungai harus dijaga dan dirawat.
Tidak untuk dijadikan tempat pembuangan sampah dan limbah. Dan, jika kita tinggal Koresponden
di daerah padat, buatlah resapan air. Berpolalah hidup sehat dan bersih. Dani Yuliantara (Jawa Barat),
Di tengah kondisi seperti itulah, majalah peduli alam “Jayakarta News” setia hadir. Ernaningtyas (DI Yogyakarta &
Media peduli alam dan kebencanaan, jelas bukan satu-satunya instrumen pencegah Jawa Tengah), Poedji Gagak Seno
bencana. Kami sadar, posisi terbaik media adalah menggaungkan kesadaran (Jawa Timur), Monang Sitohang
masyarakat tentang kesadaran “bencana adalah urusan bersama”. (Sumatera Utara), Cinta Malem
Salam tangguh! (*) Ginting (Bali & Nusa Tenggara)
4 FEBRUARI 2020 Iklan dan Pemasaran
Nanang S.
(+62 813-1011-6392)
Laksanawaty
(+62 812-1941-9755)
Asep Budi Karyana
(+62 896-4682-6918)
Elvina Sinurat
(+62 812-9522-7459)
Lay Out dan Produksi
Teguh Siswanto
Alamat Redaksi
Gedung Maribaya Lt. 3,
Jl. Otista Raya No. 141 RT/RW
006/008, Bidara Cina, Jatinegara,
Jakarta Timur,
Telp. +62 21 85905797,
+62 812 839 961 63
Media Online
www.jayakartanews.com
E-mail
[email protected]
Rekening
PT Citra Jayakarta Nawa Astha
Bank Mandiri No Rek:
129-00-0016199-8
Harga: Rp50.000,-
Laporan Utama
Rakornas Penanggulangan Bencana 2020
32 | warta bnpb-bpbd
Wisata Medis, Happy Ending
di Natuna
36 | warta bnpb-bpbd
12 | LAPSUS 52 | Petualang Rusia Tembus
Sukajaya
Penanggulangan Bencana resensi
Urusan Bersama buku 38 | NASIONAL
“Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”
Banjir di Februari-Maret
20 | MITIGASI
41 | EMAS HIJAU
Riau Kemarau Karhutla Lagi Aceh Menanti “Tsunami”
Harga Atsiri
22 | VEGETASI
42 | INTERNASIONAL
Mbah Gondrong Amazon, Titik Kritis Dunia
Kali Boyong
44 | PESONA
24 | DESTANA
“Wejangan” Mahaguru
Desa Tangguh, Merapi
Bangsa Tangguh
47 | inovasi
26 | INTERMEZO Satu Biopori Seabrek Fungsi
Kolintang 50 | cerita doeloe
Goyang Tobelo
Pesona dan Bencana Krakatau
29 | LINGKUNGAN
Perang Kantong Plastik
31 | jagad manusia
Amanda Paulien Komaling
Jurnalis Tangguh Bencana
FEBRUARI 2020 5
L aporan U tama
Presiden Joko Widodo
memberi pengarahan dalam
Rakornas Penanggulangan
Bencana 2020
- foto BNPB -
Rakornas Penanggulangan Bencana 2020
Instruksi Jokowi
dan Nasi Kebuli
T ak tanggung-tanggung, 25 hidangan Rakornas PB sendiri, adalah event rutin Badan
nasi kebuli tersaji di aula Graha BNPB, Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Akan
Kamis (5/2/2020). Sepuluh porsi besar tetapi dalam Rakornas 2020, ada yang istimewa.
dengan lauk daging ayam, 15 porsi Isu yang diangkat sangat sentral: “Bencana Urusan
besar dengan lauk daging kambing. Bersama”. Lebih dari itu, Presiden Joko Widodo hadir
Nasi kebuli yang sarat makna. dan meng-underline tema itu.
Ada rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan
Rapat Koordinasi Penanggulangan Becana (Rakornas Rakornas yang diselenggarakan di Sentul
PB) 2020. Lebih dari itu, nasi kebuli tadi sebagai International Convention Center (SICC), 3 – 4 Februari
wujud kesiapan BNPB menerima imbauan dan 2020, tidak hanya dihadiri sejumlah kepala daerah
instruksi Presiden Joko Widodo melaksanakan tugas dan kepala kepala pelaksana BPBD seluruh Indonesia,
penanganan bencana di Tanah Air. tapi juga para relawan bencana. Panitia mencatat
ada 5.000 relawan yang hadir dalam Rakornas kali ini.
6 FEBRUARI 2020
Hadir pula Basarnas, TNI, Polri, dan Pramuka. dan daerah bersinergi melakukan pencegahan, mitigasi, dan
Semua peserta membahas isu sentral pentahelix, yakni meningkatkan kesiapsiagaan. Yang selama ini sudah cukup
baik perlu kita tingkatkan agar lebih baik lagi,” ujar Jokowi.
kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat,
dan media massa, menghadapi bencana. Kolaborasi bencana Tidak hanya itu, Jokowi juga memerintahkan para kepala
dilakukan sejak pencegahan, pengelolaan lingkungan, daerah segera menyusun rencana kontingensi agar tata
rekonstruksi, hingga rehabilitasi dampak bencana. laksana pascabencana dapat berjalan dengan baik. “Kita
harus sigap dalam menghadapi potensi risiko bencana,
Presiden Joko Widodo mengingatkan, belakangan ini sesuai karakteristik wilayah dan potensi ancamannya,”
kejadian bencana semakin meningkat. Kenaikan kejadian tambah Presiden, seraya menekankan pentingnya
tersebut tidak terlepas dari beberapa faktor. Salah satunya pengalokasian anggaran kebencanaan sesuai prioritas
karena perubahan iklim. Meski begitu, ada bencana yang RPJMN 2020 – 2024.
dapat dicegah dan dikurangi.
Terakhir, Presiden Jokowi mengingatkan agar TNI dan
Yang terpenting, katanya, bagaimana menyikapi Polri senantiasai siap siaga turun ke lapangan, bersinergi
ancaman bencana. Menurut Jokowi, kita sering kali gagap dengan pemerintah pusat dan daerah mendukung kegiatan
ketika bencana datang. Gagap saat bencana terjadi, gagap penanggulangan bencana.
dalam memperbaiki infrastruktur, gagap dalam menangani
penyintas bencana, hingga gagap pula di fase pemulihan Sedangkan Kepala BNPB Doni Monardo melaporkan
pasca bencana. bahwa multipihak sangat signifikan dalam penyelenggaraan
penanggulangan bencana. BNPB memberikan istilah
Agar tidak gagap menangani bencana, hanya ada satu multipihak sebagai pentahelix yang terdiri dari pemerintah,
cara, yakni bersinergi. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media massa.
daerah, dan stakeholder lain. Secara spesifik, Jokowi “Penanggulangan bencana adalah urusan bersama, seperti
menyebut, Pemda perlu melakukan pengendalian tata ruang tema dalam Rakornas PB 2020,” kata Doni.
berbasis pengurangan risiko bencana.
Dalam pandangan Doni, urusan penyelenggaran
“Saya perintahkan seluruh instansi pemerintah pusat
Suasana Rakornas
FEBRUARPI e2n02a0nggulangan Ben7cana
2020 di Sentul - foto BNPB -
L aporan U tama
Kepala BNPB penanggulangan bencana tidak dapat pemerintah daerah yang telah
Doni Monardo dalam dilakukan sendiri, tetapi oleh segenap berkontribusi dalam penanggulangan
Rakornas PB 2020 komponen bangsa, baik pada saat pra bencana. Salah satunya diberikan
dan pascabencana. Karena itu Doni kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan
- foto BNPB - mengajak semua pihak bekerja sama Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) atas
8 FEBRUARI 2020 melindungi rakyat yang terancam partisipasi aktif dalam Penanggulangan
bencana. Bencana selama tahun 2019.
Penghargaan yang diberikan Kepala
Sementara Menko PMK Muhadjir BNPB, Doni Monardo kepada Hendri M.
Effendy menyampaikan penanggulangan Far Far selaku Kepala Pelaksana (Kalaksa)
bencana membutuhkan koordinasi. BPBD Maluku dan Abua Tuasikal, Bupati
Hal tersebut disebabkan dalam Maluku Tengah.
penanggulangan bencana selalu
melibatkan banyak pihak. Dalam Selain Provinsi Maluku dan
koordinasi dibutuhkan distribusi Kabupaten Maluku Tengah, pemerintah
kewenangan dan distribusi tugas. Ia Kabupaten/Kota yang menerima
menambahkan bahwa kewenangan tadi penghargaan adalah Cilacap, Pacitan,
sesuai fungsi dan peran masing-masing. Pandeglang, Flores Timur, Karangasem,
Konawe Utara, Halmahera Selatan, dan
Muhadjir juga mengingatkan bahwa Jayapura. Selain kategori Pemerintahan
wilayah Indonesia berada di cincin api Kabupaten/Kota, BNPB juga memberikan
yang berdampak pada potensi ancaman penghargaan kepada sejumlah
bencana. “Ini menjadi tantangan bagi kita Kementerian/Lembaga, dunia usaha,
semua. Hanya dengan melewati banyak organisasi kemasyarakatan, dunia
ujian, sebuah bangsa akan menjadi pendidikan, perorangan dan media yang
bangsa besar,” ujar Muhadjir. dinilai aktif dalam penanggulangan
bencana.
Tidak kalah menariknya, dalam
Rakornas PB, kali BNPB juga memberikan
penghargaan kepada sejumlah
Pembekalan Penyuluh Katana Untuk mensukseskan program Katana, BNPB dan Tim
Dalam rangkain Rakor PB Formatur Katana memberikan sejumlah modul. Mulai dari
modul Pengenalan Risiko Bencana, Pengenalan Rumah Aman
2020, Direktorat Kesiapsiagaan, Bencana, Rencana Siaga Bencana, hingga Peringatan Dini
Kedeputian Bidang Pencegahan Bencana dan Evakuasi Mandiri.
BNPB juga menyelenggarakan
Pembekalan Penyuluh Keluarga Rekomendasi Penanggulangan Bencana
Tangguh Bencana (Katana). Sebelumnya, BNPB juga menyelengarakan seminar
Pembekalan ini perlu dilakukan nasional. Tujuannya untuk mengidentifikasi isu-isu terkait
karena data BNPB menyebutkan, penanggulangan bencana dan akar masalah dan driving force
sebanyak 204 juta masyarakat setiap ancaman bencana. BNPB menghadirkan narasumber
Indonesia tinggal di daerah yang berkompeten. Mulai dari kementerian, lembaga,
rawan bencana. Jika dalam 1 pemerintah daerah, akademisi, praktisi dan dunia usaha.
keluarga terdapat 4 orang, maka Harapannya melalui seminar tersebut dapat menghasilkan
ada 51 juta keluarga tinggal di solusi dan rekomendasi terhadap strategi penanggulangan
daerah rawan bencana. bencana.
Sejumlah isu dibahas dalam seminar tersebut. Ada
Bila sebelumnya program enam tema utama yang dibahas. Mulai dari Manajemen
penanggulangan bencana lebih Kebencanaan, Ancaman Geologi dan Vulkanologi seeprti
memperkuat aparat pemerintah Gempa Bumi, Tsunami, Likuifaksi, Erupsi Gunungapi,
di daerah dan desa-desa, maka Ancaman Hidrometeorologi seperti kekeringan, Karhutla,
mulai tahun ini BNPB langsung dan Perubahan Iklim, Ancaman Hidrometeorologi seperti
menyasar keluarga-keluarga Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, Puting Beliung, Abrasi,
yang dapat terpapar bencana. Ancaman Limbah dan Kegagalan Teknologi dan Sosialisasi
Melalui program ini, BNPB Katana dan Edukasi Kebencanaan. (Baca: Infografis di
mengajak para relawan, praktisi
PB, akademisi, media, organisasi
keagamaan untuk menjangkau
51 juta keluarga tersebut.
Kegiatan dihadiri oleh
beberapa orang perwakilan
dari berbagai macam organisasi
seperti Ekspedisi Khatulistiwa,
Lembaga Lingkungan dan PB
Aisyiyah, Kerlip, Jakarta Rescue,
MPBI, U-Inspire, Yayasan Skala, DRRI, YSTC, UNDP, Basnaz,
Ketua FTRB, UPN Veteran Yogyakarta, Kwarnas Pramuka,
Kwarcab Bandung Barat, RAPI, Orari, LPBI NU, MDMC, PMI
serta pejabat dan staf Kedeputian Pencegahan sendiri.
Lilik Kurniawan, Deputi Pencegahan BNPB menjelaskan
program Katana merupakan ikhtiar untuk menyelamatkan
masyarakat. Hanya saja dalam pelaksanaan penanggulangan
bencana tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah,
melainkan membutuhkan mitra, baik dari komunitas,
akademisi, lembaga usaha, dan media.
Program Katana menyasar keluarga langsung agar
tercipta keluarga yang berpengetahuan. Dengan begitu
keluarga harus diberikan pengetahuan tentang ancaman,
risiko, serta cara menghindari dan mencegah bencana.
Selain itu melalui Katana akan tercipta keluarga sadar.
Artinya masyarakat menyadari bahwa mereka tinggal di
wilayah rawan bencana dan menyesuaikan diri, misalnya
membangun rumah tahan gempa. Katana juga membangun
keluarga berbudaya, yakni berperilaku selaras prinsip
pengurangan risiko bencana seperti membuang sampah
pada tempatnya, menanam dan merawat pohon. Program
Katana juga menjadikan keluarga tangguh, selalu siap siaga
menghadapi bencana, mampu menghindar dan cepat pulih
dari dampak bencana.
FEBRUARI 2020 9
L aporan U tama
halaman berikut-red) penguatan. Salah satunya adanya integrasi data dan
Ancaman bencana hidrometeorologi menjadi persoalan informasi antar para pihak dan intergrasi berbagai program
yang cukup mendapat perhatian. Sejumlah peserta penel kebencanaan. Untuk menguatkan aspek kelembagaan
sepakat, Indonesia yang beriklim tropis saat ini mengalami juga perlu membangun system kelembagaan untuk
perubahan iklim. Akibatnya cuaca, suhu udara dan arah pendampingan masyarakat. Melembagakan kontribusi
angin semakin tidak berpola. Hal ini menyebabkan jadwal peran para pihak dalam manajemen kebencanaan juga
musim tidak menentu. harus dilakukan.
Ditambah kerusakan lingkungan hidup juga memicu Sedangkan di aspek penguatan perencanaan, perlu
meningkatnya jumlah kejadian bencana dalam beberapa optimalisasi grey dan green infrastruktur melalui koordinasi
tahun terakhir. Seperti kebakaran hutan dan kekeringan. lintas sektoral dan jenjang pemerintah berbasis ekosistem.
Misalnya pembangunan DAS
untuk mendorong upaya
perbaikan lingkungan mulai
dari hulu hingga hilir.
Tak kalah penting,
penguatan aspek pendanaan.
Caraanya dengan membangun
mekanisme pengelolaan dana
desa dan sumber lain untuk
pengembangan ekonomi
masyarakat dan pengurangan
risiko bencana serta
mendorong pencegahan dan
deteksi dini.
Sementara aspek
penyelenggaraan
penangggulangan bencana
perlu dilakukan penguatan.
Salah satunya mendorong
kegiatan aksi di masyarakat
sebagai langkah prefentif
yang juga berdampak pada
peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Misalnya, kegiatan
penanaman pohon produktif,
Kepala BNPB Doni Monardo berjabat tangan dengan Presiden Joko Widodo pada acara Rapat pertanian hortikultura, dan
Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2020. peternakan.
Hal lain yang perlu
dilakukan adalah mendorong
Sedangkan kondisi ketidakberaturan pola hujan, hilangnya pembangunan sumur air tanah, embung, revitalisasi
fungsi hidrologi dari sungai dan hilangnya resapan air juga danau-sungai, prioritasnya di wilayah kekeringan yang
turut membantu semakin cepatnya kerusakan lingkungan. dilengkapi jaringan irigasi distribusi air melalui pemipaan
Bila permasalahan tersebut tidak ditangani dapat secara merata.
menimbulkan semakin banyak dan luasnya daerah yang Sedangkan untuk pengendalian curah hujan dan asap
terdampak kekeringan, kebakaran hutan dan perubahan di wilayah berisiko kekeringan dan karhutla dilakukan
iklim secara global. Untuk itu kebijakan pembangunan penguatan TMC. Selain itu juga perlu mengembangkan
Indonesia harus dirancang untuk memilimanisir dampak penerapan teknologi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB)
lingkungan. Pembangunan yang selama ini bertumpu melalui pengelolaan kompos, cuka kayu, briket arang, dan
pada eksploitasi sumber daya alam, menyebabkan mekanisme pertanian lain.
hilangnya daya dukung sumber daya ini terhadap Tim panel juga merekomendasi agar pemerintah
kehidupan masyarakat. mendorong penggunaan teknologi modern dalam
Karena itu untuk mengurangi ancaman bencana pendeteksian ancaman kebakaran sedini mungkin
tersebut, tim panel membuat sejumlah rekomendasi. dan pemadaman secepat mungkin. Upaya lain dalam
Salah satunya perlunya ada penguatan aspek kebijakan. penanggulangan bencana adalah mendorong budaya
Penguatan aspek kebijakan seperti melaksanakan INSENTIF menanam yang multi kultur, menjaga muka air tanah
dan DISENTIF untuk pengelolaan lingkungan. di wilayah gambut, hingga menata kembali kanal-kanal
Selain itu di aspek kelembagaan juga perlu dilakukan sungai. n (bambang widodo)
10 FEBRUARI 2020
cover story
VETIVER
Bukan Vety Vera
menanam pohon-pohon
yang memiliki akar yang kuat,
sehingga segala sesuatu itu
tidak terjadi,” ujarnya.
Lebih lanjut Jokowi
mengatakan, “Ini mau saya
kenalkan, kalau banyak banjir
dan longsor di sebuah daerah,
agar tanah tidak tererosi,
sedimennya masuk ke waduk
dan sungai, tanam yang
namanya vertiver, akar wangi.
Vertiver, bukan Vety Vera, beda
itu. Kalau Vertiver mungkin
banyak yang belum kenal, tapi
kalau Vety Vera mungkin lebih
kenal,” ujarnya, disambut gelak
tawa hadirin.
Ya, Vety Vera adalah nama
biduanita dangdut yang
sangat terkenal dengan hitsnya
“Sedang-sedang Saja” tahun
1991. Penyanyi kelahiran
Tasikmalaya, 23 November 1973
ini, juga kakak kandung dari
pedangdut rock bernama Alam,
yang terkenal dengan lagu
“Mbah Dukun”.
Nah, kembali ke soal vetiver.
Fasih Jokowi menjelaskan,
Presiden Jokowi menanam vetiver di Sukajaya, Kabupaten Bogor. (Dok Twitter dan Instagram Jokowi) bahwa menanam vetiver dalam
setahun, akarnya bisa mencapai
V etiver... Vet-nya bukan Vety, Ver- setengah meter sampai satu
nya bukan Vera. Vetiver bukan Vety
Vera. Begitu cara santai Presiden Joko meter. Dalam tiga-empat tahun,
Widodo menjelaskan tentang vetiver akarnya bisa jadi tiga sampai
system, sebuah sistem vegetasi untuk empat meter. Serabutnya menghunjam ke bawah.
mencegah longsor. “Kemarin saya sampaikan kepada Pak Jenderal Doni
Monardo, ini harus dikenalkan dan diperbanyak ke daerah-
daerah yang memiliki ancaman bencana banjir dan
longsor,” tambahnya.
Berbicara di hadapan peserta Rakornas PB 2020 Guberur Jawa Barat Ridwan Kamil bahkan langsung
di Sentul, Bogor – Jawa Barat, 4 Februari 2020, memesan 50 juta bibit vetiver. “Saya bilang, separuh
Jokowi menunjukkan kepeduliannya yang tinggi diadakan sendiri, separuh lagi dari pusat, jangan
terhadap bencana. “Kemarin saya sampaikan waktu semuanya minta dari pusat,” ujar Jokowi.
datang ke Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Selain vetiver, akan lebih baik jika ditambah tanaman
Di situ berulang longsornya. Jangan diurusi urusan lain seperti jengkol, pohon durian, pohon sengon, pete,
fisiknya saja, tapi yang lebih penting dan akan lebih yang punya nilai ekonomis. Kombinasi itu harus dilakukan.
permanen apabila kita mau merehabilitasi lahan, Dengan begitu, vegetasi tidak hanya bernilai ekologi
tetapi juga ekonomi. n (roso daras)
FEBRUARI 2020 11
L aporan K H U S U S
Penanggulangan Bencana
Urusan Bersama
“Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”
Bencana di Indonesia dalam 10 tahun terakhir cenderung meningkat. Kondisi
tersebut tidak terlepas dari berbagai faktor seperti geologi, hidrometeorolgi,
maupun faktor non alam, termasuk ulah manusia. Bencana dalam kurun waktu
tersebut memberikan dampak luar biasa terhadap kehidupan masyarakat dan
jalannya program pembangunan daerah dan nasional.
12 FEBRUARI 2020
Menko PMK, Muhadjir Effendy bersama Kepala BNPB Doni Monardo - foto BNPB -
L atar belakang tersebut mendorong BNPB penanggulangan bencana yang efektif dan efisien. Sasaran yang
mengajak semua unsur atau Pentahelix, yaitu ingin dicapai adalah untuk mengurangi korban jiwa, mengurangi
pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat warga terdampak, mengurangi dampak sosial-ekonomi, dan
dan media massa untuk berkolaborasi dan menyelamatkan jiwa manusia.
bekerjasama dalam penanggulangan bencana di
Kepala BNPB Doni Monardo menjelaskan, tema Rakornas
Indonesia. BNPB kali ini diangkat atas dasar kesadaran bahwa masalah
Sementara itu, karakteristik risiko maupun ancaman di setiap penanggulangan bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh
wilayah berbeda sehingga setiap pihak diharapkan mampu segelintir lembaga, tetapi harus oleh seluruh komponen bangsa,
mengenali dan menyiapkan strategi menghadapi ancaman baik pada masa prabencana, masa tanggap darurat, serta masa
tersebut. Di samping itu, kita perlu membangun kesadaran rehabilitasi dan rekonstruksi.
kolektif sebagai fondasi yang mampu membentuk perilaku Rakornas dibuka Menko PMK, Muhadjir Effendy. Menko
tangguh. PMK mengingatkan posisi Indonesia sebagai negeri yang rawan
Pentahelix perlu dikuatkan sehingga upaya-upaya bencana. Sebagai tantangan atau ujian bencana semestinya
penanggulangan bencana pada setiap fase, pra-saat- membuat Indonesia menjadi bangsa yang tangguh. Namun,
pascabencana, memberikan hasil dan berdampak positif bagi sampai saat ini ketangguhan bangsa itu belum terbangun.
masyarakat. Tanggung jawab menanggulangi risiko bencana ini merentang
Tanggal 3 – 4 Februari 2020, BNPB mengadakan Rapat dari tingkat mikro yaitu keluarga sampai ke koordinasi di tingkat
Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) nasional.
di Sentul, Jawa Barat. Rakornas dengan tema “Penangulangan “Ada dua hal yang harus dihindari ketika bekerja, yaitu
Bencana Urusan Bersama” menghasilkan solusi dan strategi overlapping dan overloading. Overlapping adalah ketika
penanggulangan bencana yang sebelumnya dibahas dalam ada satu pekerjaan, yang di situ semua pihak merasa ikut
seminar nasional dengan menghadirkan kementerian/lembaga, bertanggung jawab menangani. Overloading adalah ketika
pemerintah daerah, praktisi, akademisi, lembaga usaha, serta pada satu pekerjaan tidak ada yang merasa bertanggung jawab
mitra nasional dan internasional. menanganinya. Untuk menghindari itu, harus ada koordinasi.
End-to-end dari solusi dan strategi yang dihasilkan Karena itu, rapat seperti ini sangat penting untuk membagi tugas
pada seminar nasional tersebut yaitu penyelenggaraan dan kewenangan, sesuai posisi dan peran masing-masing. n (*)
Tim Perumus:
Ir B Wisnu Widjaja MSc (BNPB), Ir Fatchul Hadi MSc (BNPB), Edison Simanjuntak (BNPB), Abdul Muis (BNPB), Fuadi Darwis (BNPB),
Bambang Munajat (BNPB), Prof Dr Sarwidi (BNPB), Dr Raditya Jati SSi Msi (BNPB), Dr Agus Wibowo MSc (BNPB), Ir Sugeng Triutomo DESS
(IABI), Valentinus Irawan (AIP-DRM SIAP SIAGA), Pratomo Cahyo Nugroho ST MT (BNPB), Dr Triarko Nurlambang (UI)/IABI), Dr Abdul Muhari
(BNPB), Dr Rahma Hanifa (ITB/UINSPIRE), Dr Daryono (BMKG), Dr Devi Kamil S (PVMBG), Moh Robi Amri ST Msi (BNPB), Dr Rahmawati
Husein (UMY), Dr Perdinan (IPB), Permana SSos (BNPB), Dr Wied Wiwoho Winakto ST Msi (ITB), Ferari Pinem Ssi MSc (BIG), Assoc Prof Dr-Ing
Agus Maryono (UGM), Dr Agus Budiarto (PVMBG), Berton S Panjaitan SKM MKM PhD (BNPB), Prof Dra Fatma Lestari Msi PhD (UI), Rahman
Kurniawan (Sekretariat SDGS Bappenas), Firza Ghozalba Meng (BNPB), Revanche Zefreisal (YPRB), Multajam F Ardi (DRRI), Habib Riezki,
Agung Wicaksono Ssos, MPA (BNPB), Yudhi Widiastomo ST MT (BNPB), Theopillus Yanuarto Msi (BNPB).
FEBRUARI 2020 13
L aporan K H U S U S
14 FEBRUARI 2020
FEBRUARI 2020 15
L aporan K H U S U S “Masalah
penanggulangan
“Yang harus dihindari bencana tidak bisa
ketika bekerja, yaitu hanya dilakukan oleh
overlapping dan segelintir lembaga
saja, tetapi harus oleh
overloading. Rapat seperti seluruh komponen
ini sangat penting untuk bangsa.”
membagi tugas dan
Kepala BNPB, Doni
kewenangan, sesuai posisi Monardo
dan peran masing-masing.”
“... kawasan pantai
Menko PMK, Muhadjir timur Surabaya,
Effendy kami kembalikan
hutan mangrovenya.
“Pada saat terjadi Permukiman yang
bencana.... Pakai seluruh dekat pantai pun
sekarang
medsos yang saat ini tidak terkena rob lagi.”
digemari oleh rakyat untuk
Walikota Surabaya,
menyampaikan apa pun Tri Rismaharini
yang terjadi.”
“Stop impor sampah
Gubernur Jawa Tengah, plastik. Karena yang tidak
Ganjar Pranowo terpakai akan dibuang di
desa-desa kecil seperti
“Kami sangat ketat dan desa saya.”
detail menggunakan
kewenangan kami di Aeshnina Azzahra,
Siswi SMP Negeri 23
daerah untuk melindungi Gresik, Jawa Timur
sungai agar tidak tercemar.”
Bupati Berau,
Muharram
16 FEBRUARI 2020
MANAJEMEN KEBENCANAAN ANCAMAN GEOLOGI DAN VULKANOLOGI
Sistem penanggulangan bencana kian maju. UU No Tatanan geologi memungkinkan Indonesia terdampak
24/2007 dan kebijakan kebencanaan terus diperbaiki. Kerja kejadian bahaya, seperti gempa bumi, tsunami, erupsi
sama telah melibatkan lembaga/instansi dan masyarakat. gunung api, dan pergerakan tanah. Meskipun frekuensi
Sementara itu, banyak program terus dikembangkan. kejadiannya rendah, bencana geologi bisa mengakibatkan
Penanggulangan bencana juga semakin menjadi modal dan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang besar. Pertumbuhan
bagian dari program kerja sama internasional. Pemerintah penduduk dan perkembangan infrastruktur akan
daerah melaksanakannya sebagai bagian dari urusan wajib meningkatkan potensi risiko bencana geologi jika tidak
sebagai pemenuhan hak rakyat, dengan berpedoman pada diimbangi penguatan kapasitas sistem mitigasi bencana.
Standar Pelayanan Minimal. Di samping itu, penganggaran
pun sudah jelas. REKOMENDASI
1. Meningkatkan kapasitas sistem mitigasi bencana yang
REKOMENDASI
1. Menyelaraskan peraturan perundangan dan penataan mencakup infrastruktur, SDM, standar operasional
prosedur, pengembangan rencana kontinjensi, dan
kelembagan guna memperluas fokus dan respons simulasi berkelanjutan.
menjadi pengelolaan risiko bencana dengan 2. Mendorong riset kebencanaan dan pemetaan potensi
memasukkan mitigasi, pencegahan, dan pengurangan risiko detail (mikrozonasi), khususnya di kawasan
risiko melalui konservasi lingkungan; “kita jaga alam, alam pengembangan ekonomi dan kawasan padat penduduk.
jaga kita”. Termasuk meningkatkan investasi anggaran 3. Melaksanakan kegiatan yang terintegrasi mulai dari
untuk program dan kegiatan pembangunan yang edukasi hingga audit ketahanan bangunan dan
mendukung ketangguhan dan peningkatan kualitas SDM penguatan struktur terkait keamanan infrastruktur
penanggulangan bencana yang mumpuni. bangunan, serta tata ruang berbasis mitigasi bencana.
2. Memperluas kerja sama multipihak (pentahelix) 4. Mengembangkan teknologi yang menjembatani
dengan memadukan tanggung jawab pemerintah, aksesibilitas pengetahuan, data, best practices, dan
pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan sumber-sumber yang mendukung penyusunan kebijakan
yang dipandu prinsip kepemimpinan yang tegas berbasis sains dan kearifan lokal.
dan akuntabel dalam kerangka otonomi ke arah 5. Likuifaksi dan penurunan muka tanah belum
pemerintahan daerah yang mandiri dan tangguh, melalui terdefinisikan dalam aturan dan regulasi yang ada. Maka
perencanaan yang baku, penganggaran yang terprediksi, perlu dimasukkan pada perubahan Undang-undang
dan akuntabilitas semua pihak. Penanggulangan Bencana di masa depan.
3. Memperkuat ktangguhan, terutama pada konteks 6. Meningkatkan penelitian geologi laut untuk memetakan
perkotaan, dengan mendayagunakan modal sosial potensi bahaya di dasar laut, seperti sumber-sumber
dan ruang-ruang publik, memperbaiki informasi risiko, gempa/sesar aktif maupun gunung api
kejadian, dan dampak bencana dengan meningkatkan 7. Melibatkan segenap pemangku kepentingan
literasi bencana dan mengemas lebih baik berita termasuk generasi muda dalam pelaksanaan upaya
bencana, baik yang melalui media arus utama, penanggulangan bencana.
konvensional, maupun media sosial.
Pakar pembahas sesi I: Rahmat Triyono Kepala Pusat Gempa Bmi
Pakar pembahas sesi I: Velix Vernanco Wanggai (Bappenas), Safrizal dan Tsunami BMKG), Masyhur Irsyam (Pusat Studi Gempa Nasional
ZA (Kemdagri), Kolonel Purwadi (Kemhan), Dr Phi Iip Jvermonte PuSGeN), Kasbani (Kepala PBMBG Badan Geologi), Andriani (Kepala
(CSIS), Prof Irvan Ridwan Maksum (UI). Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi), Heri
Andreas (ITB), dan Abdul Muha (BNPB).
Pakar pembahas sesi II: Mohammad Syarif Alatas (Kemlu), Heru
Tjahjono (Pemda Provinsi Jawa Timur), Enny Sri Hartati (Direktur Moderator: Guntur Sakti (Staf Ahli Menparekraf )
INDEF), Ahmad Arif (Kompas), Elisa Sutanujaya (Direktur Eksekutif
Rjak Center). Penanggap: Wahyu Triyoso (PuSGeN/ITB), Hery Harjono
(Geoteknologi LIPI), dan Sukmandaru (Ketua Umum IAGI).
Moderator: Dr Puji Pujiono (Pujiono Center), Said Faisal (Praktisi
Kebencanaan). Pakar pembahas sesi II: Nasrudin Irawan (Deputi Pengembangan
Standar Badan Standar Nasional), Wahyu Imam Santoso (Dirjen Cipta
Penanggap sesi I: Agus Pambagyo (praktisi), Dr Triago Nurlambang Karya Kementerian PUPR), Dwi Santoso (UII/Koordinator Assessment
MA (UI/IABI), Prof Dr Bakti Setiawan (UGM). Cepat Bangunan Sederhana-AceBS), Naoto Tado (JICA), dan Mizan
Bustanul Bisri (U-INSPIRF/JNU-IAS/Tokyo University).
Penanggap sesi II: Ir Sugeng Triutomo DESS (IABI), Simon Field (AIP-
DRM-SIAP SIAGA), Rahman Kurniawan (Sekretariat SDGS). Moderator: Nuraini Rahma Hanita (ITB/U-INSPIRF)
Penanggap: Prihartanto (Direktorat Teknologi Reduksi Risiko
Bencana BPPT), Samson (Ilmu Komunikasi Unpad).
FEBRUARI 2020 17
L aporan K H U S U S ANCAMAN HIDROMETEOROLOGI (Banjir, Banjir Bandang,
Longsor, Puting Beliung, Abrasi)
ANCAMAN HIDROMETEOROLOGI
(Kekeringan, Karhutla, dan Perubahan Untuk menangani kejadian bencana hidgrimeteorologi diperlukan
Iklim) peran serta pemberintah, pemerintah daerah, akademisi, lembaga usaha,
TNI, Polri, maupun masyarakat. Peran perguruan tinggi dan lembaga
Kondisi ketidakberaturan pola hujan, hilangnya penelitian dalam memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan
fungsi hidrologi dari sungai, dan hilangnya daerah dan teknologi sangat penting dalam penyusunan rencana mitigasi dan
resapan air turut membantu semakin cepatnya rencana kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.
kerusakan lingkungan yang menyebabkan semakin Dipadukan dengan kearifan lokal dan terus dipegang teguh oleh
banyaknya bencana kekeringan serta kebakaran komunitas, masyarakat diharapkan mampu mengurangi dampak
hutan dan lahan (karhutla). Jika dalam jangka bencana hidrometeorologi secara signifikan. Upaya penanggulangan
panjang ini tidak tertangani, dapat menimbulkan bencana tidak hanya ditujukan untuk bencana, tetapi sekaligus untuk
semakin banyak dan luasnya daerah yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk menjamin keberhasilan
terdampak kekeringan dan karhutla, juga perubahan penanganan bencana hidrometeorologi tersebut, maka rekomendasi
iklim secara global. berikut perlu dilaksanakan.
REKOMENDASI REKOMENDASI
1. Menguatkan aspek kebjakan, yang melingkupi 1. Menetapkan kajian risiko bencana sebagai kewajiban (mandatory)
science based dan spatial based dalam evaluasi dalam penyelenggaraan pembangunan (sistem hulu-hilir) dengan
dan pengembangan kebijakan penanggulangan mengakomodasi hasil penelitian dan pemikiran pakar/praktisi
karhutla dan kekeringan, mempercepat kebencanaan.
operasional regulasi terkait tata kelola sumber 2. Evaluasi menyeluruh dan regular (minimum per 1 tahun) terhadap
daya air, dan melaksanakan insentif dan aktivitas pembangunan dan daya dukung lingkungan melalui
disintensif untuk pengelolaan lingkungan. internaslisasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan
2. Menguatkan aspek kelembagaan dengan membangun kembali lebih baik.
lingkup integrasi data dan informasi antara 3. Menguatkan instrumen penguuran dan pengamatan
para pihak, integrasi berbagai program terkait hidrometeorologi sebagai sumber basis data kebencanaan yang
kebencanaan, membangun sistem kelembagaan sangat vital.
untuk pendampingan masyarakat, dan 4. Mengembangkan platform, database, analisis, dan prediksi bencana
melembagakan kontribusi peran para pihak yang memasukkan faktor partisipasi masyarakat dan disertai
dalam manajemen kebencanaan. pengembangan lebih lanjut terkait model peta rawan bencana (situs
3. Menguatkan aspek perencanaan untuk web, aplikasi, INARISK, MHEWS, FEWS). Masyarakat dapat mengakses
optimalisasi grey dan green infrastruktur informasi risiko dan prediksi bencana dalam rangka meningkatkan
melalui koordinasi lintas sektor dan jenjang pemahaman dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
pemerintahan berbasis ekosistem untuk 5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sosialisasi dan pelatihan
mendorong upaya perbaikan lingkungan mulai penanggulangan bencana hingga ke tingkat masyarakat dan
dari hulu hingga hilir. komunitas sehingga dapat memanfaatkan instrumen dan informasi
4. Menguatkan aspek keuangan dalam terkait penanggulangan bencana secara tepat.
membangun mekanisme pengelolaan 6. Mengembangkan gerakan berbasis masyarakat dikembangan
dana desa dan sumber lainnya untuk upaya dan dilaksanakan secara masif semua pihak sebagai strategi
pengembangan ekonomi masyarakat demi penanggulangan bencana di seluruh Indonesia (Gerakan Restorasi
pengurangan risiko bencana; mendorong Sungai Indonesia, Gerakan Sekolah Sungai, Gerakan Nasional
penyiapan anggaran untuk pencegahan dan Penyelamatan Air, Gerakan Susur Sungai, dll).
deteksi dini dengan pelibatan multipihak. 7. Merevitalisasi kearifan lokal dan religiusitas terkait bencana
higrometeorologi dalam berbagai bentuk peningkatan ikhtiar
Pakar Pembahas: Prof Dr Ir Bambang Hero MAgr (IPB), penyelesaian bencana.
Dr Haris Gunawan (BRG), Radian Bagiyono (Kementan),
Rahmanto (KLHK), Iriandi Azwartika (PUPR), Dr Tri Pakar pembahas: Dodo Gunawan (BMKG), Eddy Mulyadi (FSDM), Agung
Handoko Seti (BPPT), Prof Rizaldi Boer (IPB), Agas Andreas Djuhartono (PUPR), Rokhis Komarudin (Lapan), Arief Rahman (BPBD Banjarnegara),
(Bupati Manggarai Timur), Asep Karsidi (Sinar Mas), Ir Prof Dr Junun Sartohadi (UGM), Assoc Prof Dr Ing Ir Agus Maryono (UGM),
Janumirno (Praktisi Kab Pulang Pisau), Suryono (praktisi Dr Armi Susandi (ITB), Raphael Anindizo (APIK-Adaptasi Perubahan Iklim dan
lingkungan). Ketangguhan), Nashin Mahtani (Petabencana.id).
Moderator: Dr Perdinan (IPB), Dr Rahmawati Husein Moderator: Assoc Prof Dr Ing Agus Maryono (UGM)
(UMY)
Penanggap: Dr Wied Wiwoho Winaktoe (PPSDA-ITB), John Wirawan (Bappenas),
Penanggap: Sri Tantri Arundhati (KLHK), Prof Azwar Maas Usman Firdaus (Mat Peci), Irma Hutabarat.
(UGM)
18 FEBRUARI 2020
BENCANA NON-ALAM (Limbah, Gagal SOSIALISASI KELUARGA TANGGUH BENCANA
Teknologi, Epidemi, dll) (KATANA) dan EDUKASI BENCANA
Peningkatan pertumbuhan industri yang menggunakan Gerakan Nasional Keluarga Tangguh Bencana (Katana)
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dapat berpotensi merupakan wujud arahan Presiden RI untuk melakukan
menimbulkan bencana lingkungan dan teknologi. Sektor edukasi kebencanaan serta simulasi latihan penanganan
industri berkaitan erat dengan limbah dan risiko kegagalan bencana secara berkala dan teratur. Gerakan ini bertujuan
teknologi yang dapat mengakibatkan atau memperparah agar setiap keluarga Indonesia berpengetahuan, sadar,
dampak kerusakan bencana (cascading effect). hingga terbiasa untuk mengenali risiko bencana,
mengurangi kejadian bencana, mengurangi korban
REKOMENDASI dan kerugian di keluarganya sendiri, serta menularkan
1. Menguatkan aspek regulasi dan penegakan hukum pada ketangguhan tersebut ke keluarga lain.
manajemen kedaruratan B3 dan limbah B3. REKOMENDASI
2. Meningkatkan komitmen dan kepemimpinan dari 1. Membangun KATANA mulai dari keluarga sendiri.
2. Memastikan keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI,
pemimpin daerah serta pemimpin seluruh pemangku
kepentingan terkait. dan Polri sebagai peserta aktif Gerakan Nasional KATANA.
3. Menguatkan kompetensi SDM dalam manajemen 3. Mengintegrasikan Gerakan Nasional KATANA ke dalam
kedaruratan B3 dan kegagalan teknologi.
4. Memastikan edukasi dan sosialisasi risiko B3 dan limbah program kementerian/lembaga pemerintah daerah, serta
B3 serta potensi kegagalan teknologi kepada masyarakat. pemerintah desa.
5. Mengintegrasikan pengelolaan sampah plastik, B3, 4. Mendorong dan memperkuat Gerakan Nasional KATANA
limbah B3, dan medis guna meminimalisasi risionya serta berkelanjutan dalam berbagai program masayarakat,
penyediaan sarana dan infrastrukturnya. lembaga usaha, akademisi, dan media.
6. Memberi ruang partisipasi masyarakat untuk terlibat 5. Kampanye Gerakan Nasional KATANA sebagai tanggung
dalam mitigasi kedaruratan B3, limbah B3, dan kegagalan jawab bersama.
teknologi.
7. Memasukkan parameter biologi, antara lain keragaman Pakar pembahas sesi I: Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa
ikan dan serangga air sebagai sistem peringatan dini Tengah), Lilik Kurniawan (Deputi Bidang Pencegahan BNPB), M.
untuk indikator kerusakan lingkungan. Fachri (Direktur PMD Kementerian Desa), Budi Antoro (Direktur
Kelembagaan dan Kerjasama Desa, Kementerian Dalam Negeri).
Pakar pembahas sesi I: Sigit Reliantoro (Sekretaris Ditjen PPKL
KLIK), Prof dra Fatma Lestari Msi PhD (UI), Prof Dr R Budi Haryanto Sesi II: Sanusi (Direktur Pendidikan Khusus, Ditjen Pendidikan Anak
SKM Mkes, MSc (UI), Nani Hendiarti (Kemenko Maritim dan Investasi), Usia Dini), Erni Guntari Tjahjo Kumolo (DWP Pusat), Letjen (Pur)
Sugeng Priyanto (Direktur Pengawasan dan Penerapan Sanksi Sumarsono (Palang Merah Indonesia).
Administrasi KLHK), Jelsi Natalia Marampa (Kemenkes).
Moderator: Victor Remebt (Save the Children)
Moderator: Prof Jatna Supriatna (UI)
Penanggap: Prof Euis Sunarti (Forum Perguruan Tinggi PRB), Dr
Pakar pembahas sesi II: Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), H. Hendro Wardono (Ikatan Ahli Bencana Indonesia).
Muharram (Bupati Berau), Josseao Frederick William (Medicuss
Group), Haruki Agustina (Direktur Kedaruratan Badan Limbah B3
KLHK), Dr Lia G Partakusuma (Sekjen Persi, Persatuan Rumah Sakit
Indonesia), Utun Sutrisna (Disaster Relief Volunteer).
Moderator: Babang Munajat (BNPB)
Penanggap: Dr Fuadi Darwis (Unsur Pengarah BNPB), Anhar
Kusnaedi Kramadisastra (Perkumpulan Profesional Lingkungan),
Sahat Panggabean (Kemenko Maritim dan Investasi), Prigi
Arisandi (Direktur Ecolor), Aeshina Azzahra Aqilani (Aktivis Muda
Lingkungan).
FEBRUARI 2020 19
miti g a si
Riau Kemarau
Karhutla Lagi
Kebakaran hutan dan lahan di Riau - foto sawitplus - untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan seperti yang
terjadi di Riau.
K etika di banyak daerah di Indonesia masih
berjuang mengatasi dampak curah hujan “Harapan saya sebelum terjadinya hotspot (titik panas)
ekstrem, Riau justru was-was menghadapi di Riau nanti di bulan Maret, TMC sudah dilaksanakan,” kata
ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Hammam dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Kantor
yang kemungkinan terjadi lagi seiring mulainya BPPT, Jakarta, belum lama ini.
musim kemarau. Padahal, September 2019,
provinsi tersebut baru saja menghadapi bencana karhutla dan TMC, papar Hammam, diterapkan saat munculnya titik api
kabut asap. yang terdeteksi di kawasan hutan dan lahan. Melalui teknologi
Tanda-tandanya sudah terlihat. Awal tahun 2020, karhutla ini, awan hujan akan diturunkan pada titik-titik panas itu untuk
kembali muncul di Kabupaten Siak. Untungnya Pemprov menghindari meluasnya karhutla. “Kita akan membasahi lahan-
Riau telah mengantisipasi dengan menetapkan status ‘Siaga
Karhutla’ sejak Januari 2020. Penetapan ‘Siaga Karhutla’ diambil Kepala BPPT Hamman Riza melihat data Karhutla - foto BPPT -
berdasar informasi perkiraan cuaca BMKG, bahwa musim
kemarau di Riau terjadi pada Februari-Maret 2020.
“Riau dan Aceh akan kena dua kali musim kemarau yaitu
Februari-Maret dan Juni, Juli, Agustus. Sedangkan April, Mei
musim penghujan,” jelas Gubernur Riau Syamsuar, beberapa
waktu lalu. Dengan penetapan status ‘Siaga Karhutla’
diharapkan Pemda dan semua pihak dapat mengantisipasi
Karhutla saat musim kemarau Februari-Maret 2020.
Hal ini juga menjadi perhatian Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT) yang menyarankan untuk
melaksanakan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) sebelum
terjadinya hotspot (titik panas) di Riau.
Menurut Kepala BPPT Hammam Riza, TMC atau hujan
buatan memiliki beberapa fungsi yakni memindahkan curah
hujan demi mengantisipasi banjir serta dapat pula diterapkan
20 FEBRUARI 2020
lahan gambut dan hutan di sana dan mereka (tanah) cukup Presiden Joko Widodo saat meninjau kebakaran hutan di Riau
basah dan tidak berpotensi munculnya titik api,” jelasnya. tahun lalu - foto setneg -
Karhutla, merupakan bencana yang terjadi setiap tahun teknologi diharap mampu menjawab tantangan ke depan
di sebagian wilayah Indonesia. Fenomena ini tidak hanya terkait upaya penanggulangan bencana alam. Salah satunya
terjadi di Indonesia, namun juga di negara lain. Sehingga dengan modifikasi cuaca.
menurutnya, sinergi semua pihak diperlukan untuk upaya
pencegahan bencana karhutla. Rencana pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI)
dalam operasi TMC, akan berbasis machine learning. BPPT
“Ini harus membangun seluruh unsur dan komponen sudah mengumpulkan banyak data dari tahun ke tahun
terkait penanggulangan bencana sebagai negara yang bersama BMKG, Lapan dan Badan Informasi Geospasial (BIG).
tangguh bencana,” kata Hammam seraya mencontohkan
karhutla yang kini terjadi di Australia. Penanggulangan di Data ini digunakan untuk mempelajari pola cuaca
negara itu hanya mengandalkan water bombing. sepanjang tahun, musim hujan maupun panas, yang
menghasilkan model prediksi bagi mesin AI. Misalnya titik
“Dari berbagai media yang kita cermati, hasilnya tidak api di Riau biasanya terjadi bulan Maret, teknologi AI akan
signifikan. Water bombing lebih berat karena kita harus mengeluarkan alarm/peringatan dini sebelumnya.
mematikan api,” tutur Hammam.
Jadi dengan AI, upaya pencegahan dapat dioptimalkan.
Berkaca dari peristiwa karhutla di Canberra, Australia, Sebelum lahan gambut terbakar, operasi TMC lebih dulu
Hammam menyebut TMC perlu dilakukan guna mencegah dilakukan guna membasahi lahan gambut yang berpotensi
terulangnya bencana karhutla yang melanda Riau, Sumatera menjadi hotspot, penyebab Karhutla. n (eben)
Selatan, Jambi dan beberapa wilayah lain.
Ia berharap pemanfaatan TMC dapat dioptimalkan sebagai
upaya mencegah karhutla. “Kami usulkan pemanfaatan TMC
dioptimalkan sebagai upaya mencegah karhutla,” ujarnya.
Hammam juga menyinggung anggaran dan pemanfaatan
teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pihaknya berharap TMC dimasukkan APBN. “Kami minta Komisi
VII (DPR) menyampaikan dukungan TMC sebagai kegiatan
rutin dalam APBN baik untuk mengatasi karhutla, mitigasi
banjir, dan semua aspek yang melingkupi siklus bencana yang
sifatnya permanen,” ujarnya.
Hal itu karena setiap tahun Indonesia berpotensi dilanda
bencana, sehingga ekosistem yang berfokus pada tindakan
penanggulangan sangat diperlukan. Pesatnya perkembangan
Gubernur Purna MTQ Pekanbaru, Kamis ini, memberikan pemberdayaan
Syamsuar
Siap Tidur (30/1/2020). terhadap masyarakat dalam menangani
di Lapangan
Dia berharap Posko relawan Karhutla,” kata Syamsuar.
P rovinsi Riau tak pernah lepas
dari kebakaran hutan setiap karhutla dapat membantu mengurangi Hadir dalam kesempatan itu Wakil
tahun. Kerugiannya tak terbilang.
“Riau selalu menjadi perhatian karhutla di Riau. Relawan Karhutla yang Gubernur Riau Edy Natar Nasution,
karena berbatasan langsung dengan
Malaysia dan Singapura. Karhutla ini diisi berbagai organisasi masyarakat Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya
mengganggu kesehatan, pendidikan,
juga ekonomi masyarakat,” ujar dan mahasiswa, Imam Effendi.
Gubernur Riau Syamsuar saat
meresmikan posko relawan kebakaran akan menjadi Peresmian posko
hutan dan lahan di Anjungan Inhil,
pemberdayaan ditandai penekanan
masyarakat mengatasi sirine dan dilanjutkan
Karhutla. peninjauan posko.
“Saya siap tidur di Dalam posko ini
lapangan mengatasi terdapat alat canggih
Karhutla. Pak Kapolda, pemantau Karhutla,
pak Wagub, dan adik- sehingga jika terjadi
adik mahasiswa mari Karhutla di wilayah
sama-sama kita tidur Riau, bisa langsung
di lapangan untuk terpantau dan relawan
mengatasi Karhutla, segera melakukan
agar Riau berubah. Gubernur Riau Syamsuar penanganan ke
Dengan posko relawan lapangan. n (ebn)
FEBRUARI 2020 21
VEGETASI
Mbah Gondrong
Kali Boyong
Rujianto alias Mbah Gondrong kian memudar dengan hadirnya serombongan bangunan
rumah-rumah baru di banyak titik, menggantikan lahan
P edukuhan Ngentak-Kadipuro, Sinduharjo, persawahan juga pekarangan yang semula menjadi tempat
Ngaglik, Sleman, Yogyakarta seperti lazimnya tumbuh aneka rupa pepohonan sekaligus tempat berteduh
sebuah dusun di pedesaan. Ia kaya akan rupa-rupa satwa liar.
semak, sawah dan pepohonan. Gunung
Merapi di utara mengirimkan air melalui “Dulu semasa saya muda, di tepian Kali Boyong banyak
sungai Boyong di sisi timurnya dan belik (mata tumbuh pohon beringin dan gayam. Sekarang pohon itu tak
air) menyembul di tepian kalinya. ada lagi,” tutur Joko Bintoro, Kepala Dusun Ngentak-Kadipuro,
Kicauan burung liar menjelang fajar dan teriakan mengenang masa lalunya. Ia menambahkan, ketika vegetasi
burung hantu selepas petang mengisi ruang kosong di di Kali Boyong sempurna, belik muncul di beberapa titik di
udara terbuka. Air, sungai, semak, sawah, pohon-pohon tepian kali itu.
raksasa, suara unggas liar dan gunung di kejauhan
membentuk romantisme khas alam pedesaan. Sejuk dan Gayam (Inocarpus fagifer) dikenal sebagai tanaman
segar atmosfir Ngentak-Kadipuro di hampir sepanjang hari. konservasi. Di mana ia tumbuh, tanah di seputarannya
Tapi, semua itu cerita tempo dulu. tampak basah. Ini berarti, akar gayam terukur panjang,
Seiring waktu berjalan, karakter pedesaan sebagus mampu menyerap air jauh di kedalaman tanah. Dengan
itu mulai terkikis sedikit demi sedikit, pelan tapi pasti. demikian, di tempat ia ditanam, ada jaminan ketersediaan
Pepohonan besar nyaris tak lagi ada, belik mampet, air tanah. Bila di dekat pohon ada sumber mata air, maka si
lahan sawah menciut, jumlah fauna liar menyusut, di kala sumber itu akan lestari.
kemarau air sungai surut.
Hanya Merapi yang tetap terpantau jelas dari dusun ini Y. Rujianto, Ketua Komunitas Kali Boyong Selatan (KKBS)
dikala cuaca cerah tak berawan, semak yang meribun pada membenarkan kesaksian Joko Bintoro. “Vegetasi di tepian
musim penghujan, dan kali Boyong dengan semua pasang Kali Boyong sudah banyak yang hilang, terutama tanaman
surut kehidupan di seputarannya. Suasana khas pedesaan konservasi,” kata Rujianto yang akrab disapa Mbah Gondrong
ini.
22 FEBRUARI 2020
Wilayah pantauan KKBS mencapai panjang 6,4 km,
membujur dari kawasan Dayakan paling utara, Ngentak-
Kadipuro dan seterusnya hingga Gemawang di ujung selatan,
beberapa km sebelum masuk ke wilayah kota Yogyakarta.
Di belahan ke utara, KKBS juga memantau DAS di wilayah
Balong Donoharjo dan Glondong Kecamatan Pakem.
Akibat hilangnya tanaman konservasi DAS Boyong di
kampung Ngentak-Kadipuro itu, kini di tempat ini satu mata
air pun tak ada. Bahkan di puncak musim kemarau, debit air
sungai menipis. Sering pula air kali yang tersisa sebatas yang
ada di cerukan-cerukan membentuk kubangan-kubangan
baik yang kecil maupun yang relatif panjang, tak sampai
tercipta aliran. Kali Boyong seperti mati di saat puncak
kemarau.
Dulu pula, cerita Joko Bintoro, di kali Boyong akvitas
mandi dan cuci warga marak di belik. Sudah bertahun-tahun
aktivitas meramaikan sungai Boyong itu kini tak lagi ada. Bisa
jadi, penyebabnya adalah karena warga telah memiliki kamar
mandi dan jamban dengan dukungan air sumur atau air dari
PDAM. Tetapi bisa jadi pula penyebab warga tak lagi turun ke
sungai Boyong adalah karena memang tak ada belik lagi di
sana.
“Kami ingin membangun kembali vegetasi di Kali Boyong,”
tutur Joko Bintoro. Ini penting untuk memperbaiki kualitas
lingkungan sebelum ia terpuruk pada level yang lebih parah Tematik Sungai di KKBS, dan kami menempatkan mereka di
lagi. Joko Bintoro melayangkan proposal permohonan dusun yang kami rekomendasikan, salah satunya Ngentak-
bantuan pohon ke Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kadipuro yang kebetulan terletak di kawasan DAS Boyong,”
Sleman. tutur Mbah Gondrong.
Dalam suratnya, kepala dukuh ini memohon bantuan Salah satu program KKN Tematik sungai ini adalah
pohon sengon laut, mangga, klengkeng, durian, rambutan, menanam pohon di DAS Kali Boyong. “Kami menanam pohon
jambu air dan alpukat. Gayung bersambut. Tetapi tak semua manggis,” kata Bambang Sudiatmono, ketua KKN Tematik
jenis pohon itu dipenuhi. “Kami mendapatkan puluhan pohon Sungai USD di Ngentak-Kadipuro ini. Manggis atau Garcinia
klengkeng, durian dan jambu air,” kata Joko Bintoro. Tiga jenis Mangostana adalah tanaman konservasi berfungsi ganda. Ia
tumbuhan bebuahan itu yang saat ini tersedia. memperbaiki kualitas lingkungan dengan akarnya yang kokoh
serta batangya yang kuat dan elastis sekaligus mengurangi
Sambutan datang tak hanya dari instansi pemerintah. emisi karbon. Selain menanam pohon konservasi KKN Tematik
Bulan Januari 2020, serombongan mahasiswa Universitas Sungai ini juga melakukan susur sungai. Sambil melintasi Kali
Sanata Dharma (USD) Yogyakarta melaksanakan Kuliah Kerja Boyong, mereka membersihkan sampah. n (Ernaningtyas)
Nyata di Kampung ini. “Universitas Sanata Dharma KKN
Mahasiswa KKN
Tematik Sungai USD
menanam pohon
manggis di DAS Kali
Boyong
- foto mahasiswa USD -
FEBRUARI 2020 23
Desta n a
Foto bersama peserta pelatihan Desa Tangguh Bencana
Desa Tangguh,
Bangsa Tangguh
E mpat kabupaten di Lombok, Nusa menjadi model bagi pengembangan Destana di
Tenggara Barat, tahun 2020 akan NTB, khususnya di Pulau Lombok, seperti yang telah
melaksanakan program Destana (Desa dilakukan oleh Konsepsi di desa Sembalun.
Tangguh Bencana). Kegiatan ini diprakarsai
sebuah LSM, Konsepsi Mataram, didukung Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Johny Sumbung,
Caritas Germany bersama Badan Nasional dalam materi bertajuk “Penguatan Ketangguhan
Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Masyarakat melalui Desa/Kelurahan Tangguh Bencana”,
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) empat menegaskan kembali bahwa ancaman bencana alam
kabupaten tersebut. adalah peristiwa alam yang berulang, dan ancaman
Di Lombok Utara, kegiatan ini dipusatkan di Desa bencana tidak akan menjadi bencana kalau kita
Akar-akar, Kabupaten Lombok Timur di Desa Obel- mampu mengelola risikonya.
obel, Kabupaten Lombok Tengah di Desa Aik Berik,
dan Kabupaten Lombok Barat di Desa Gelangsar. Upaya pengelolaan risiko ini memerlukan peran
Pimpinan LSM Konsepsi Matam, Mohammad Taqiudin, serta parapihak, karena bencana adalah urusan
menyampaikan, kegiatan ini diharapkan dapat bersama. Fasilitator Destana menjadi pelaku penting
dalam melaksanakan kerja-kerja kemanusiaan guna
membangun ketangguhan desa. Mengutip bahasa
24 FEBRUARI 2020
latin dari Marcus Tullius Cicero yaitu “Salus Populi Suprema fasilitator di setiap desa, diharapkan mampu menularkan
Lex Esto” yang berarti Keselamatan Masyarakat adalah dan menyadarkan masyarakat sekitar sehingga menjadi desa
Hukum Tertinggi. tangguh bencana berbasis komunitas.
Salah satu aspek penting dalam mendorong desa-desa Program Pengembangan Model PRB Berbasis Komunitas
tangguh bencana adalah kemampuan SDM. Diperlukan SDM untuk Mewujudkan Mata Pencaharian Berkelanjutan telah
terampil dan tangkas dalam menerapkan kegiatan-kegiatan merekrut 16 orang dari 4 desa lokasi program, selanjutnya
PRB (Pengurangan Risiko Bencana) di lingkup desa. Gerakan dikader sebagai fasilitator desa tangguh bencana. Ke
pengarusutamaan PRB yang selaras dengan kegiatan- depan, para Fasilitator Destana akan menjadi aktor kunci
kegiatan di desa, memerlukan proses transfer pengetahuan implementasi penyadartahuan agenda PRB di level desa,
teknis kebencanaan kepada masyarakat desa rawan bencana. dengan salah satu kegiatannya merekrut dan melatih calon
Relawan Siaga Bencana Desa.
Untuk memastikan keberhasilan program tersebut, pada
tanggal 15-21 Januari 2020 dilakukan kegiatan Lokalatih Adanya Dana desa dapat digunakan untuk bencana
Fasilitator Destana dan Penilaian Ketangguhan Desa. alam, sesuai Permendes PDTT No 11 /2019 tentang Prioritas
Kegiatan ini difasilitasi Eko Teguh Paripurno, Aditya Pandu Penggunaan Dana Desa 2020. Hal itu mencakup mitigasi
Wicaksono dan Nandra Eko Nugroho, dari Program Studi bencana sampai tanggap darurat saat terjadi bencana. Dalam
Manajemen Bencana (MMB) dan Pusat Studi Manajemen hal belum tercakup saat terjadi bencana, maka Kepala Desa
Bencana (PSMB) Universitas Pembangunan Nasional bisa menyusun RKPDes Perubahan dan APBDes Perubahan.
“Veteran” Yogyakarta. Jika darurat, maka dapat melalui peraturan Kades. n (*/rr)
Materi lokalatih tersebut terdiri Para peserta pelatihan Desa Tangguh Bencana di Lombok
dari Kebijakan Penanggulangan
Bencana dan Destana, Pengantar - foto BNPB -
Penanggulangan Bencana dan
Pengurangan Risiko Bencana, mkabrAbidiseenteiaanrcknulacomajlamaanhnadnyapmaiganeb.,tpribdediusneaatmnncikwacaeanaannknacaagakalneaamalmlolaaalumanyang
Penilaian Ketangguhan Desa,
Pengkajian Risiko bencana Partisipatif,
Pengembangan Sistem Peringatan
Dini Inklusif, Penyusunan Rencana
Kontingensi, Pengembangan Relawan
dan Forum Pengurangan Risiko
Bencana Desa, Penyusunan Rencana
Aksi dan Rencana Penanggulangan
Desa, dan Teknik Fasilitasi.
Hasil penilaian awal ketangguhan
desa dengan enumerator para
peserta lokalatih, menunjukkan,
kegiatan ketangguhan tidak mulai
dari nol. Masing-masing desa peserta
mempunyai ketangguhan dan
sumberdaya dasar. Desa Aik berik,
mempunyai Indeks Desa Tangguh
62,56 sehingga masuk kategori Desa
Tangguh Madya. Desa Akar-akar mempunyai Indeks Desa
Tangguh 47,33 sehingga masuk kategori Desa Tangguh
Pratama. Desa Gelangsar mempunyai Indeks Desa Tangguh
68,93 sehingga masuk kategori Desa Tangguh Madya. Desa
Obel-obel mempunyai Indeks Desa Tangguh 47,41 sehingga
masuk kategori Desa Tangguh Pratama.
Dengan adanya Dana Desa maka penyelenggaraan
PRB dapat direncanakan dalam anggaran desa. Mengingat
sebaran desa di Pulau Lombok yang terpapar bencana
gempa bumi dan berpotensi bencana lain cukup luas, akan
lebih efektif dilakukan dengan adanya desa percontohan.
Desa percontohan dipilih berdasarkan tingkat risiko
bencana. Dalam satu desa terdapat perwakilan 4 orang tiap
desa yang akan dilatih menjadi Fasiltator Destana. Adanya
FEBRUARI 2020 25
interme z o
Grup Kolintang Dharma Wanita Persatuan BNPB
B ukan goyang gempa, tapi Kolintang
goyang tobelo. Ditingkah
kemudian dengan irama Goyang Tobelo
kolintang yang rancak dan
merdu di gendang telinga. Grup Kolintang Dharma Wanita Persatuan BNPB binaan Shanti Doni Monardo
Tak pelak, suasana Sentul
International Convention Center (SICC), - foto BNPB -
Selasa 4 Februari 2020 menjadi meriah.
Hari itu, grup kolintang BNPB binaan
Shanti Doni Monardo, menghangatkan
suasana Rakornas Penanggulangan
Bencana 2020, yang tengah menanti
kehadiran Presiden Joko Widodo.
Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan
BNPB dengan lincah memainkan dua lagu
dan satu instrumentalia. Mengenakan
seragam warna krem, grup kolintang
yang telah berlatih dua bulan ini, tampil
kompak.
“Kita latihan rutin dua kali seminggu
selama dua bulan. Ternyata ibu-ibu BNPB
semangat untuk tampil di Rakornas
ini,” beber Mauritz Tumandung pelatih
kolintang yang juga memaikan kolintang
melodi ini.
Grup kolintang sudah ada di BNPB
sejak empat tahun lalu, dan saat
ini beraenggotakan 12 orang, 10 di
26 FEBRUARI 2020
Cak Lontong Shanti Doni Monardo Choki Sitohang Mauritz Tumandung
antaranya memainkan alat dan dua lainnya adalah vokalis. Alat Goyang Tobelo menjadi ajang mengenalkan lagu asal NTT
musik kolintang yang biasa terbuat dari kayu cempaka dan waru kepada perserta. Rakornas pun gegap gempita dengan hiburan
ini merupakan alat musik khas Sulawesi Utara. nusantara.
Persembahan kolintang Dharma Wanita Persatuan BNPB ini Suasana lebih meriah dengan penampilan diva Rossa dan
begitu pas dengan Rakornas BNPB 2020 di Sentul yang dihadiri komika Cak Lontong. Suasana hidup dengan Choki Sitohang
seluruh BPBD di Indonesia. Karena adanya penampilan kolintang sebagai pembawa acara. Peserta yang hadir dari seluruh
tersebut bisa mewakili masyarakat Sulawesi yang hadir saat itu. Indonesia, beberapa di antaranya menjadi peserta beruntung,
karena mendapatkan doorprize berupa handphone dan laptop.
Selain kolintang bergema pula nyanyian Goyang Tobelo n (a. soetopo)
yang disambut meriah peserta Rakornas khususnya anak muda.
Rossa menghibur peserta Rakornas Penanggulangan Bencana 2020 tampil ceria dengan senyum khas. Senyum
yang menggemaskan bagi banyak orang.
- foto BNPB - Hari itu, ia tampil bergaun panjang warna
biru.
Rossa Ceria
Rossa benar-benar menghidupkan
K ehadiran sang diva, Rossa sebuah film drama. Dua hari terlibat urusan suasana, terlebih ketika sebagian peserta
di ajang Rapat Koordinasi kebencanaan, dipungkasi tampilnya menghambur ke depan panggung
Nasional Penanggulangan penyanyi bersuara emas dan awet cantik untuk sekadar bisa ikut bernyanyi sambil
Bencana (Rakornas PB) 2020 itu. mengambil foto atau video artis idolanya.
di Sentul, Bogor 4 Februari Rambut Rossa yang dibiarkan tergerai,
2020, seperti“happy ending” Artis mungil pemilik nama lengkap Sri bergoyang-goyang mengikuti lantunan
Rossa Roslaina Handiyani ini, seperti biasa, irama.
Penyanyi kelahiran Sumedang 9 Oktober
1978 itu, pun membawa audiens larut
syahdu ketika melantunkan“Ayat-ayat Cinta”.
Hadirin pun ikut melantunkan lagu yang hits
tahun 2000-an itu.
Rossa tampak menikmati
kebersamaannya dengan insan BNPB,
terlebih ia didaulat untuk memberikan
doorprize sepeda motor kepada peserta
yang beruntung. Penerima hadiah
kejutan tadi bak ketiban durian runtuh.
Mendapatkan sepeda motor plus bisa
bersalaman dengan artis cantik.
Peserta lain yang tak beruntung
mendapatkan doorprize, tampak tetap
bergembira bisa melihat Rossa yang selalu
menyungging senyum. Enam lagu yang
dibawakan Rossa saat itu seolah pengobat
penat dan lelah setelah mengikuti rangkaian
acara selama dua hari. n (a. soetopo)
FEBRUARI 2020 27
Lin g kun g a n
Polusi sampal plastik sekali pakai - foto greenpeace - plastik sejak 2014.
Di Jakarta, Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga
Perang
Kantong melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai. Larangan
Plastik itu tertuang dalam Peraturan Gubenur (Pergub) Nomor
142 tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong
K antong plastik menjadi musuh bersama. Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko
Di Eropa misalnya, sejumlah negara sudah Swalayan dan Pasar Rakyat. Peraturan ini telah diundangkan
memberlakukan larangan penggunaan pada 31 Desember 2019.
kantong plastik. Denmark, bahkan sudah
memerangi penggunaan kantong plastik sejak Pasal 5 Pergub itu disebutkan bahwa pengelola
1994. pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat
Di Amerika, perang terhadap penggunaan kantong wajib menggunakan kantong belanja ramah lingkungan.
plastik belum berlaku sepenuhnya. Meski begitu, Negara Selanjutnya dalam Pasal 5 ayat (2) diatur larangan
Bagian California telah melarang penggunaan kantong penggunaan kantong plastik sekali pakai. “ Terhadap
kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pengelolan
28 FEBRUARI 2020 pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat dilarang
menggunakan kantong plastik sekali pakai.”
Dalam aturan itu, Anies juga menyiapkan sanksi bagi
para pengusaha yang tidak mentaati aturan. Sanksi diberikan
secara bertahap. Mulai dari teguran, hingga pencabutan izin.
Selain sanksi, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan
insentif bagi pusat perbelanjaan yang mengikuti aturan
tersebut. Antara lain insentif dalam bentuk pengurangan dan
atau keringanan pajak daerah.
Anies Baswedan menjelaskan, penggunaan plastik
memang perlu diatur. Sebab limbah plastik menjadi salah
satu kontributor perubahan ekosistem. “Itu bagian dari kita
menyadari perubahan lingkungan luar biasa dan salah satu
kontributornya adalah plastik,” ujar Anies.
Anies menyadari tidak semua plastik dan produk
berbahan dasar plastik buruk. Hanya saja, perlu ada
pengolahan secara baik dalam memanfaatkan dan Untuk sekarang, 71 titik keran disiapkan bisa melayani
menggunakan plastik. “Intinya, kita mengimbau kesadaran masyarakat yang beraktivitas di DKI Jakarta. Keran tersebut,
masyarakat untuk mengurangi limbah plastik,” katanya. akan berfungsi sebagai air isi ulang untuk botol minum setiap
warga. Itu artinya, warga akan semakin dimudahkan untuk
Pergub larangan penggunan kantong plastik sekali pakai mendapatkan air isi ulang saat sedang beraktivitas di luar
ini mulai berlaku Juli 2020. Karena itu menurut Kepala Dinas ruangan.
Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih, selama kurun
waktu enam bulan ke depan, Pemprov DKI akan melakukan Menurut Manajer Humas PAM Jaya, Linda Nurhandayani,
sosialisasi dan pemberitahuan resmi kepada seluruh pelaku bagi warga yang sedang beraktivitas dan memerlukan air isi
usaha. ulang, bisa mendatangi keran air siap minum yang ada. Lokasi
titik keran berada, bisa diketahui dengan mengakses melalui
Selain pelaku usaha, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan aplikasi refillmybottle.com yang ada di telepon pintar.
sosialisasi dan edukasi pemakaian kantong belanja ramah
lingkungan kepada warga Jakarta yang selama ini menjadi “Dari 71 titik keran, 43 titik adalah lokasi lama dan 31 titik
konsumen penggunaan kantong plastik. Sosialisasi dilakukan adalah lokasi baru yang dibangun pada 2019,” ungkap dia
melalui media komunikasi audio, visual, dan audio visual. belum lama ini.
Selain kantong plastik, Pemprov DKI Jakarta juga konsen Upaya mengurangi limbah sampah plastik, menjadi
dalam kampanye penggunaan botol minuman untuk penegas bahwa Pemprov DKI Jakarta memiliki perhatian
menggantikan botol plastik sekali pakai. Kampanye itu dimulai terhadap isu tersebut. Terlebih, dalam beberapa tahun
dari lingkungan kantor Dinas LH DKI di kawasan Cililitan, terakhir, isu sampah plastik sedang menjadi sorotan dunia, tak
Jakarta Timur. terkecuali di Indonesia.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas LH DKI Jakarta Dari catatan Bank Dunia yang dirilis pada 2018, diketahui,
EP Fitratunnisa beberapa waktu lalu mengatakan, jika ada Indonesia menghasilkan sampah hingga lebih dari 60 juta
pegawai melanggar, maka sanksi akan langsung diberikan. ton setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 persen di
Dengan adanya sanksi, diharapkan kesadaran pengurangan antaranya sampah plastik yang bisa ditemukan tidak hanya di
botol minum plastik sekali pakai secara perlahan mulai wilayah daratan, namun di wilayah lautan.
tumbuh di lingkungan pegawai Dinas LH DKI Jakarta.
Pendiri Gerakan Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira
“Dari pegawai, kita harapkan bisa ditularkan ke teman dan menyebutkan, penggunaan plastik sekali pakai sudah
keluarganya masing-masing,” ucap dia. seharusnya dikurangi, bahkan dihentikan. Menurut dia,
keberadaan plastik sekali pakai hanya akan menjadi perusak
Agar kampanye tersebut berjalan baik, Dinas LH DKI ekosistem bumi karena sifat dari bahan tersebut yang susah
Jakarta memperbanyak fasilitas air isi ulang di hampir seluruh terurai.
gedung. Dengan demikian, para pegawai tidak lagi kerepotan
harus mencari air minum dan atau membeli air mineral Tiza mencontohkan, plastik sekali pakai biasanya
kemasan botol dan kemudian membuang botolnya. digunakan dalam waktu singkat. Tetapi, sampah plastik tidak
hilang dalam waktu ratusan tahun, meski sudah ada di perut
Di luar gedung Dinas LH DKI Jakarta, upaya penyediaan bumi. Meski produksi plastik di Indonesia masih di bawah 10
fasilitas air siap minum juga dilakukan oleh PAM Jaya. Badan persen, namun penggunaannya harus dibatasi dari sekarang.
Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta itu, saat ini n (bambang w)
fokus untuk menambah sebanyak mungkin keran air siap
minum di seluruh wilayah.
Sampah kantong plastik - foto UN Environment -
FEBRUARI 2020 29
Jagad Manusia
Amanda Paulien Komaling
Jurnalis
Tangguh
Bencana
Amanda Paulin Komaling - foto a soetopo - R isiko pekerjaan sebagai jurnalis terkadang
tak dipikirkan. Demi menghasilkan berita
30 FEBRUARI 2020 yang terkonfirmasi, Amanda Paulin
Komaling kerap tak sadar keputusannya
telah membawanya ke lokasi berbahaya.
Awal Januari 2020 negeri ini bertubi
mengalami bencana. Ada banjir bandang di Kabupaten
Lebak, Banten dan longsor di Kabupaten Bogor pada 1-2
Januari 2020. Di belahan bumi Sulawesi Utara tepatnya
di Sangihe pada 3 Januari juga terjadi banjir bandang
yang juga menelan korban meninggal. Beberapa desa
porakporanda, ratusan kepala keluarga terisolasi.
Amanda, jurnalis Metro TV dan timnya pun terjun
ke daerah bencana. Di tengah liputan, terdengar kabar
rombongan BNPB yang dipimpin Kepala BNPB Doni
Monardo akan meninjau kawasan bencana pada 6
Januari 2020.
Ia pun bergegas ke lokasi untuk peliputan kegiatan
rombongan BNPB. Kejadian tidak mengenakkan
justru terjadi saat rombongan akan kembali dengan
menggunakan helikopter.
Sebelum rombongan kembali, Amanda mengucap
“Hati-hati Pak,” kepada Kepala BNPB Doni Monardo.
Menurut Amanda hal itu bukan kebiasaanya. “Saya
seperti harus mengatakan ‘hati-hati’. Padahal sebenarnya
itu bukan kebiasaan saya,” ungkap Amanda yang
bergabung dengan Metro TV sejak 2004.
Ketika rombongan sudah berada di dalam heli,
keanehan berikutnya dirasakan Amanda, yaitu ponsel
yang sedang merekam heli yang akan terbang tak segera
ia matikan. Tanganya tetap merekam heli MI 35 yang
dipiloti Penerbad Kapten Cpn Faris Affandi. Tiba-tiba, heli
melaju beberapa meter dan tak lama kemudian mundur
kembali dan menabrak sebuah mobil. Tapi heli berhasil
landing kembali.
Sesaat heli akan terbang, sebenarnya hati Amanda
berkecamuk. “Ya Tuhan, jangan terjadi Ya Tuhan, jangan
sampai terjadi,” begitu pinta Amanda agar heli bisa
Amanda Pauline Komaling saat menerima penghargaan di BNPB - foto a soetopo -
terbang dengan lancar. Namun, ia menyaksikan sendiri heli setelah saya menuntaskan tugas,” beber wanita berkulit
gagal terbang. Meski demikian seluruh isi heli tetap berhasil bersih ini.
selamat karena pilot memiliki ketenangan menghadapi
suasana saat itu. Selama menjadi peliput bencana Amanda menceritakan
bisa merasakan bagaimana masyarakat terdampak bencana.
“Begitu heli mendarat kembali, saya ingin lihat wajah Seperti saat dirinya berada saat Palu terjadi gempa, tsunami
Pak Doni. Saya ingin lihat mimiknya saat itu. Tapi ternyata, dan likuifaksi.
Pak Doni ke luar dari heli biasa saja, tetap gagah,” ungkap
Amanda menceritakan pengalaman tak mengenakkan “Di situ, sambil liputan sambil menangis, sambil merekam
tersebut saat menerima penghargaan BNPB, Jumat, 24 saya menangis, tidak tahan melihat antrian untuk mi instan
Januari 2020. dan air mineral. Semua sarana publik hancur, di situ juga
saya merasakan bagaimana daerah tanpa penguasa. Bisa
Semua kejadian direkam Amanda. Sebagai jurnalis, kacau semuanya. Beruntung saat itu masyarakat Palu bisa
hasil rekaman tersebut menjadi pergulatan antara etika diredam, sehingga semuanya bisa tenang,” kenang Amanda
dan fakta di lapangan. Amanda sendiri mendapat pesan yang tergabung dalam Wapena (Wartawan Peliput Bencana).
dari Doni Monardo agar rekaman itu tidak dipublikasi demi
menghindari keresahan masyarakat. “Saya menyadari, Meski wanita, Amanda tak gentar menjalankan tugasnya
permintaan itu lebih kepada masyarakat sedang ditimpa sebagai jurnalis. Dukungan keluarga adalah kekuatan
banyak musibah tidak usah ditambah lagi dengan keresahan baginya. Wilayah wkerjanya di Sulawesi Utara, telah
lainnya,” ujarnya. menempanya untuk bisa tuntas melaksakan liputan dalam
kondisi apapun. Karena wilayah Sulawesi Utara setiap tahun
Meliput keadaan berbahaya bagi Amanda bukan mengalami bencana, banjir bandang, gunung meletus dan
hanya merekam kejadian bencana. Sebagai peliput isu-isu gempa bumi.
perbatasan di Sulawesi Utara yang berbatasan dengan
Filipina, Amanda pernah masuk ke sarang teroris. “Saya harus “Saya, sudah terbiasa. Tapi saya akan tetap membantu
masuk ke Davao untuk mengetahui keadaan di sana.Tapi untuk mengamkampanyekan agar masyarakat siap siaga
memang, seringnya saya baru menyadari hal itu berbahaya terhadap bahaya bencana alam,” tutur Amanda. n
(A. Soetopo)
FEBRUARI 2020 31
warta bnpb-bpbd
Penyambutan WNI dari Wuhan di pangkalan TNI Natuna - foto. voi -
Wisata Medis, Tak heran jika reaksi masyarakat juga aneka rupa.
Happy Ending Ada yang tenang, ada yang panik luar biasa. Dalam
di Natuna suasana seperti itulah, menyembul kisah ironis
dari Natuna, Kepulauan Riau. Wilayah terluar yang
M omok virus corona jauh lebih menakutkan berbatasan langsung dengan Malaysia, Singapura,
dibandingkan Frankenstein. Virus yang bahkan menjadi “incaran” China. Di Natuna pula,
berjangkit di Wuhan, Provinsi Hubei, China terletak karantina bagi pendatang yang dicurigai
ini sudah menewaskan ratusan orang, dan membawa virus corona.
menyerang ribuan pasien lain yang masih
dalam perawatan intensif. Badan Nasional Syahdan, pasca kedatangan 238 WNI dari Hubei di
Penanggulangan Bencana pun peduli corona. Natuna, mayoritas sekolah di kabupaten itu langsung
meliburkan murid-muridnya. Keputusan pemerintah
Sontak, virus yang merebak di tepi Sungai Yangtze itu pusat menjadikan Natuna sebagai daerah karantina
menggemparkan dunia. Lebih 10 negara kini sudah terjangkit masuknya WNI dari daratan China, benar-benar
corona. Pemberitaan masif ihwal virus mematikan itu, membuat warga Natuna gusar.
membuat masyarakat waspada luar biasa. Keadaan makin
mencekam karena informasi lewat media sosial tak kunjung Masyarakat dari berbagai elemen turun ke
putus. Dari yang serius sampai yang akal bulus. Hoax dan yang jalan, demonstrasi. Mereka memprotes keputusan
bukan hoax terlanjur menyesaki rongga kepala. pemerintah. Sebagian aktivitas Natuna lumpuh.
Masyarakat yang berada di dekat lokasi karantina,
di pangkalan TNI-AU, memilih diam di rumah. Yang
pedagang pasar, tidak pergi ke pasar. Yang nelayan,
tidak pergi melaut. Pendek kata, ekonomi mandeg.
Tersebutlah Muhammad Afif, salah satu
aktivis penolak karantina corona di Natuna. Ia
dan masyarakat sejak Jumat, Sabtu, dan Minggu
(2/2/2020) turun ke jalan, meminta pemerintah pusat
menutup karantina corona di Natuna. Demo bahkan
masih berlangsung keesokan harinya.
Tapi hari itu, Senin (3/2/2020), Afif tampak di
32 FEBRUARI 2020
rumah saja, bersama istri dan anak-anaknya. Ia tak lagi Kepala BNPB Doni Monardo di Natuna sebelum kedatangan WNI
menggebu-gebu demo menolak kedatangan 238 WNI dari dari Wuhan - foto kabarbatamcom -
Wuhan. Usut-punya-selidik, ia sedang shock, sebab satu di
antara 238 WNI yang dikarantina adalah adik sepupunya lengkap di wilayahnya. Permintaan Bupati Natuna ini bak
yang bernama Mohammad Athoillah. bayung bersambut setelah Menkopolhukam Mahfud MD
mengunjungi Natuna Kamis (06/02) dari sore hingga malam.
Mohammad Athoillah merupakan putra pertama Kyai Esok paginya di Jakarta dia menyatakan bahwa negara akan
Ahmad Sukron, pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah, membangun Rumah Sakit khusus dan sedang mencari pulau
Dusun Seneng, Kelurahan Jurang Agung, Kendal. Putra kosong.
kiai yang akrab disapa “Atok” itu tengah belajar di Wuhan
University berkat beasiswa yang diterimanya. “Pada tanggal 4 Februari lalu, presiden memberi arahan
segera dipikirkan kemungkinan membuat satu tempat
“Tapi saya tidak menyangka Atok ada di antara 238 tertentu yang sifatnya eksklusif dan dijadikan rumah sakit
WNI yang dievakuasi di Natuna. Padahal saya ikut demo menanggulangi penyakit menular seperti virus corona, SARS,
paling depan sejak Jumat dan Sabtu. Maklumlah, info yang dan sebagainya,” kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam,
beredar sangat simpang siur, kami panik. Kami ketakutan Jakarta Pusat.
orang-orang yang datang dari China itu membawa virus
mematikan. Saya demo demi anak-istri. Dan semua pendemo Sebuah ide yang paralel dengan terobosan BNPB dalam
juga punya alasan yang sama,” papar Afif kepada media lokal. menyiapkan Natuna sebagai pusat karantina. “Operasi
Karantina Corona di Natuna”, itu adalah kerja padu antara
Muhammad Afif baru tersentak setelah menerima BNPB, Kementerian Kesehatan, dan tentu saja TNI yang terus
telepon dari keluarganya di Kendal yang menanyakan membantu BNPB dalam melaksanakan tugas pokok dan
kondisi di Natuna. Keluarganya memberitahu bahwa ada fungsinya. Berkat kerja sama solid itu pula, suasana chaos di
adik sepupunya, Atok di antara 238 WNI yang dievakuasi ke Natuna, akhirnya berubah menjadi happy ending, munculnya
Natuna. Sang paman meyakinkan bahwa kondisi Atok baik gagasan brilian hadirnya medical tourism di Indonesia. n
dan sehat. Sebelum dipulangkan ke Indonesia, Atok sudah (roso daras)
lolos tes kesehatan dan selalu mengabari bahwa kondisinya
sehat. Petugas karantina di Natuna - foto BNPB -
Akhirnya, Afif justru mengucapkan terima kasih kepada FEBRUARI 2020
pemerintah RI. Dia baru sadar bahwa WNI yang dievakusi
ternyata sehat dan tidak menyebarkan virus seperti yang
ditakutkan selama ini. Ke depan, Afif akan mengedepankan
dialog, sebelum menempuh jalur aksi.
Kejadian tadi, tak pelak menyisakan dua pelajaran
penting. Pertama, kelompok WNI yang menjadi korban
karantina. Kedua, masyarakat Natuna yang juga menjadi
korban hoax atau informasi yang tidak berdasar mengenai
WNI yang dikarantina tadi. Demikian diungkapkan Direktur
Lembaga Kajian Natuna Institute, AE Hermawan.
Hikmah lain yang juga memberi arti selama proses
evakusi WNI Wuhan, Natuna menjadi perhatian bukan
saja Indonesia tetapi juga Dunia. Menurut Natuna Institue
kesuksesan pemerintah mengevakuasi WNI dari wuhan ini
justru membuka peluang Natuna sebagai kawasan ‘Medical
Tourism’
Apa itu ‘Medical Tourism’? menurut terjemahan bebas
Wikipedia dalam bahasa Inggris adalah ‘People traveling
abroad to obtain medical treatment’. Dalam bahasa indonesia
bisa diterjemahkan sebagai tempat terapi medis bagi
wisatawan yang bepergian ke luar negeri.
“Ada banyak pulau kosong di Natuna yang bisa
dikembangkan sebagai kawasan khusus ini, seiring status
Natuna yang ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional.
Info terbaru, sejak 21 Januari 2020 Natuna ditetapkan
sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Prioritas
Tahun 2020 – 2024, ” jelas direktur Lembaga Kajian Natuna
Intitute, AE Hermawan.
Potensi kawasan medical tourism ini juga sesuai dengan
permintaan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, yang
meminta pemerintah membangun rumah sakit yang lebih
33
warta bnpb-bpbd
Call Center
Kebencanaan
B NPB melalui Pusat Pengendali sehingga penanganan bencana dapat
Operasi (Pusdalops) meluncurkan dilakukan lebih cepat, tepat dan merata.
uji coba operasional call center
guna memberikan pelayanan bagi Untuk menggunakan layanan Call
masyarakat 24 jam khususnya dalam Center tersebut, masyarakat sebagai
urusan kebencanaan. pelapor harus menghubungi nomor
Layanan tersebut dapat diakses oleh masyarakat pusat layanan yang tertera dan wajib
seluruh Indonesia melalui nomor telepon 021- menyebutkan nama beserta alamat
51010112 yang terdiri dari 12 line hunting dengan lengkap yang menjadi lokasi unit
biaya yang dibebankan kepada penelepon. pelaporan. Kemudian pelapor dipersilakan
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan untuk melaporkan segala sesuatu sesuai
Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo, apa yang menjadi keluhan/kebutuhan
melalui pusat layanan tersebut, masyarakat dapat secara singkat padat dan jelas.
melaporkan kejadian bencana, mendapatkan
informasi layanan informasi ancaman bencana, Laporan tersebut oleh petugas akan
komunikasi tim lapangan hingga dukungan bantuan dicatat seluruh data mulai dari nama,
terkait kedaruratan bencana di tiap-tiap wilayah. alamat, isi laporan untuk kemudian
Dengan adanya layanan tersebut, BNPB sekaligus diteruskan kepada Badan Penanggulangan
ingin mewujudkan komitmen untuk lebih dekat Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah
masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik Daerah agar segera mengirim tim untuk
melakukan tindakan yang dibutuhkan.
Setelah itu penelepon akan mendapat
pelayanan khusus oleh petugas yang telah
diarahkan ke lokasi sesuai pelaporan.
Setelah laporan ditangani, maka Pusdalops
akan memberikan konfirmasi bahwa
pelanggan telah mendapatkan pelayanan
dengan baik.
Sebagai tambahan informasi, ke
depan nomor pusat pelayanan BNPB
akan berubah menjadi 112 setelah
mendapatkan perizinan dari Kementerian
Komunikasi dan Informasi Republik
Indonesia. Informasi lebih lengkap dapat
dilihat melalui website atau sosial media
resmi milik BNPB. n (A. Soetopo)
34 FEBRUARI 2020
Informasi Dini
Kurangi Risiko
Sugeng Hariyadi - foto iswati - Sugeng Hariyadi, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana
dan perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Cabang
M enjalin komunikasi dengan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
masyarakat, khususnya di musim
penghujan tahun 2020 ini lebih Banjir di Jakarta awal Januari lalu dan di sejumlah daerah
ditingkatkan. Baik terkait intensitas lain di Indonesia tidak hanya menjadi pelajaran namun
hujan maupun menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir
lingkungan. Itulah yang dilakukan di daerahnya. “Kalau di hulu seperti Purwodadi, Tutur, turun
hujan deras, kami segera informasikan kepada masyarakat di
sektar aliran sungai atau daerah-daerah rentan banjir,“ kata
Sugeng, mantan Sekretaris BPBD, dan juga Dinas Kesehatan
Kabupaten Pasuruan.
Dari BPBD Sugeng yang aktif di Ormas Kepemudaan
ditugaskan menjadi Camat di Kecamatan Purwodadi, dan
sejak akhir 2019 menjadi Camat Wonorejo.
Sebagai Camat, fokus utama adalah mengoordinir
pelayanan di desa-desa di wilayah kerjanya. Setiap
langkah kerja harus terjadi perubahan, itulah prinsipnya.
Meningkatkan profesional SDM merupakan sasaran utama.
Sehingga baru tiga bulan jadi Camat Wonorejo ia mendapat
penghargaan dari Bupati Pasuruan dalam hal pelayanan.
Sebelumnya Sugeng Hariadi pernah mendapat reward
Bupati berupa ONH gratis.
Di luar tugas utama Sugeng masih memiliki waktu
membantu masyarakat terkait kebencanaan. Sesuai kondisi
wilayah, di Pasuruan terdapat daerah rentan banjir terutama
sepanjang aliran sungai. Karena itu peringatan dini, informasi
dini sangat penting disampaikan kepada masyarakat di
daerah rentan bencana. “Ini untuk mengurangi dampak
risiko,“ tegas Sugeng.
Diakuinya, amanah NU menjadi ketua LPBI NU tak
lepas dari pengalamannya menjadi sekretaris BPBD.
Ia selalu berkoordinasi dengan BPBD setempat dalam
penanggulangan bencana maupun upaya-upaya
pencegahan. Begitupun dalam pelatihan-pelatihan anggota
LPBI bekerjasama dengan BPBD dan instusi terkait.
Di Pasuruan lembaga itu bermula dari kegiatan relawan
yang demikian semangat membantu masyarakat yang
tertimpa bencana. Lembaga Penanggulangan Bencana
dan Perubahan Iklim yang disingkat LPBI NU ini bertugas
melaksanakan kebijakan NU dalam pencegahan dan
penanggulangan bencana serta eksplorasi kelautan.
Intinya, membantu pemerintah di bidang kebencanaan dan
lingkungan.
Ditambahkan Sugeng, lembaga-lembaga di NU cukup
banyak, di antaranya pendidikan, kesehatan, olahraga, sosial,
kesenian, wakaf, dan lainnya. n (isw)
FEBRUARI 2020 35
warta bnpb-bpbd
Petualang Rusia Truk Gorkovsky
Tembus Sukajaya Avtomobilny Zavod (GAZ)
Sadko Ural 6 x 6
- foto BNPB -
E ntah apa jadinya nasib penduduk Sukajaya, Truk Sadko Next 4 x 4 - foto BNPB -
Bogor yang terisolir akibat longsor, kalau
tidak ada dua “petualang” tangguh ini. Yang mengangkut logistik bantuan di wilayah Kecamatan Sukajaya,
dimaksud petualang ini adalah dua kendaraan Kabupaten Bogor pascabencana banjir bandang dan longsor
berjenis truk GAZ Sadko yang dikirim BNPB beberapa waktu lalu. Operasional kendaraan ini di bawah kendali
untuk mengangkut sedikitnya dua ton beras Korem Bogor. Institusi TNI diapresiasi Kepala BNPB Doni Monardo
dan bantuan logistik lain bagi warga yang terisolir. sebagai mitra yang terus mendukung kegiatan-kegiatan BNPB
Truk dengan spesifikasi offroad ini dengan mudah dalam menanggulangi berbagai bencana yang terjadi di Tanah
menerobos medan berlumpur, berkemiringan maupun Air.
bergenangan. Dua truk itu berjenis Gorkovsky Avtomobilny
Zavod (GAZ) Sadko Ural 6 x 6 dan Sadko Next 4 x 4. Hadirnya dua “petualang tangguh” tadi berkat bantuan PT
Truk rakitan Negeri Beruang Merah, Rusia itu berseri Ralika (Rajawali Lintas Kreasi). Di Indonesia, PT Ralika saja yang
Sadko Ural 6 x 6. Ia mampu mengangkut beban hingga 6 ton bertanggung jawab untuk pemasaran, layanan perawatan,
atau berkapasitas 30 orang. Truk ini juga dapat mengarungi dan pengadaan suku cadang baik untuk kendaraan merk GAZ
genangan air dengan kedalaman hingga 1,7 meter. maupun Ural. n (rr)
Satunya, Sadko Next 4 x 4 dengan spesifikasi lebih
ringan yaitu berdaya angkut 2,5 ton atau berkapasitas 30
orang. Keistimewaan lain dari kendaraan ini dapat meluncur
pada kemiringan 31 derajat dan mengarungi genangan air
hingga kedalaman 1,2 meter.
Wajar jika pabrikan GAZ Rusia yang satu ini begitu
istimewa. Sejak didirkan tahun 1932, GAZ memang sudah
menspesialisasikan diri memproduksi armada angkut
tempur. Nama “Sadko” yang disandangkan untuk truk
bongsor ini juga pas. Dalam mitologi Rusia, Sadko adalah
adventurer, alias petualang.
Dalam wujud truk, armada ini banyak digunakan dalam
operasi penanganan darurat. Oleh BNPB, diberi tugas
36 FEBRUARI 2020
M usim hujan selalu Bersih-bersih
disertai musim Kali Buntung
“bersih-bersih
kali”. Seperti yang Gubernur Khofifah menyaksikan pembersihan Kali Buntung Sidoarjo
dilakukan para pejabat
Pemporv Jawa Timur, - foto poedji -
Selasa (21/1/2020) di Kali Buntung, Waru,
Kabupaten Sidoarjo. Tampak dalam acara Bersih-bersih Kali Buntung Sidoarjo
bersih-bersih di kali tersebut Gubernur Jatim,
Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala - foto poedji -
BPBD Jatim Subhan Wahyudiono dan Plt.
Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin serta dalam menciptakan ekologi sumber kehidupan. Sebagai contoh ikan yang
pejabat lain. hidup di sungai yang bersih, bisa dikonsumsi sebagai asupan gizi yang sehat.
Yang pejabat, yang tidak punya jabatan, Oleh sebab itu, jagalah kebersihan sungai,” tegasnya.
hari itu sama-sama bekerja membersihkan
Kali Buntung. Dalam kesempatan itu “Para prajurit marinir TNI AL sangat membantu dalam kegiatan ini. Dengan
rombongan pejabat menemukan banyak alat-alat berat yang diturunkan, membuat pekerjaan menjadi relatif lebih
sampah saat dilakukan pengerukan oleh mudah,” tambah Khofifah. n (poedji)
BPBD Jatim, TNI AL dan marinir serta
relawan.
Bukan sampah biasa, tetapi juga
potongan kayu dengan ukuran besar yang
menghambat lajunya air sungai. Juga banyak
tanaman enceng gondok. Bahkan, di Kali
Buntung juga terdapat sampah berupa
kasur, sofa, pesawat televisi, bahkan bangkai
hewan.
Tim BPBD Jatim melakukan pengerukan
menggunakan long hand excavator juga
menemukan kasur. Sebelum terjun ke
kali, BPBD Jatim sudah terlebih dulu
mengeluarkan peringatan tentang titik-titik
yang wajib diwaspadai saat terjadi hujan
deras.
Apabila sampah Kali Butung tidak segera
dibersihkan, maka jika hujan deras bisa
mengakibatkan banjir hingga merendam
Bandara Internasional Juanda. Oleh sebab
itu, dengan terlibatnya satuan Marinir TNI
AL dan berbagai relawan, sangat membantu
Pemprov Jatim dalam melakukan upaya
normalisasi sungai.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur
Khofifah meminta Plt. Bupati Sidoarjo
Nur Ahmad Syaifuddin merapikan daerah
bantaran sungai di wilayahnya. Sebagai
contoh, di Kali Butung tidak ditemui bantaran
sungai. Ini akan menyulitkan jika kelak
dilakukan program normalisasi sungai.
Khofifah juga mengajak masyarakat untuk
tidak membuang sampah di sungai. Sungai
harus dijadikan beranda depan rumah,
dengan demikian sungai tidak diperlakukan
sebagai tempat pembuangan sampah.
“Dengan menjaga dan menyayangi
sungai, secara tidak langsung menjadi bagian
FEBRUARI 2020 37
nasional
Banjir
di Februari-Maret
T ernyata belum semua daerah masyarakat agar mewaspadai potensi
memasuki musim hujan. Masih banjir.
ada sebagian kecil wilayah di
Indonesia yang belum memasuki Beberapa daerah yang berpeluang
musik hujan, yakni di sebagian banjir di Februari – Maret adalah;
kecil Sulawesi Tengah, Sulawesi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa
Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur,
Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah,
Meski begitu, secara umum 99% wilayah Sulawesi Tenggara, dan Papua.
Zona Musim (ZOM) di Indonesia sudah
memasuki musim hujan. Malah, beberapa Rincian wilayah yang berpotensi
daerah, sudah akan berganti ke musim cukup tinggi banjir adalah; Provinsi
kemarau. Khususnya daerah-daerah yang Banten (Pandeglang, Serang,
memiliki dua kali musim penghujan, dan Tangerang, Tangerang Selatan,
dua kali musim kemarau. Beberapa daerah di Lebak), Provinsi DKI Jakarta, Provinsi
antaranya ada di Sumatera. Jawa Barat (Bandung, Bandung Barat,
Bekasi, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cimahi,
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang,
Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat Kota Bandung, Bekasi, Bogor, Cirebon,
indikasi peluang hujan tinggi di bulan Februari- Depok, Sukabumi, Tasikmalaya,
Maret 2020. Untuk itu, BMKG menyerukan Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sumedang).
Provinsi Jawa
Tengah (Banjarnegara, Banyumas,
Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap,
Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal,
Klaten, Pekalongan, Semarang, Surakarta, Tegal,
Kudus, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purworejo, Rembang, Sragen,
Sukoharjo, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo).
Provinsi DI Yogyakarta (Bantul,
Gunung Kidul, Yogyakarta, Kulonprogo,
Sleman), Provinsi Jawa Timur (Banyuwangi,
Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember,
Jombang, Kediri, Batu, Kediri, Madiun, Malang,
Mojokerto, Pasuruan, Surabaya, Lamongan,
Lumajang, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan,
Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo,
Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep,
Trenggalek, Tuban, Tulungagung).
Provinsi Sulawesi Selatan (Barru, Bone,
Enrekang, Gowa, Jeneponto, Makassar,
38 FEBRUARI 2020
Kepala BMKG Dwikorita memberi keterangan pers - foto BMKG - mengalami curah hujan rendah.
Daerah-dareah itu antara lain Aceh
Palopo, Pare pare, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Timur, Sumatera Utara bagian
Maros, Pangkajenen Kepulauan, Pinrang, Sidenrang Timur, dan Riau.
Rappang, Takalar, Toraja Utara, Wajo), Provinsi Sulawesi
Tengah (Sigi), Provinsi Sulawesi Tenggara (Kolaka Wilayah-wilayah tersebut
Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara), Provinsi bahkan perlu mewaspadai potensi
Papua (Deiyai, Mamberamo Raya, Nabire, Dogiyai, Mimika, kekeringan dan kebakaran hutan/
Mamberamo Tengah, Keerom, Paniai) lahan (karhutla). Di bagian lain,
diberitakan tentang pembentukan
Seperti dikemukakan di atas, bahwa di samping hujan Posko Karhutla di Riau. Gubernur
dengan intensitas tinggi, sejumlah wilayah juga mengalami Riau mengajak segenap elemen
keadaan yang sebaliknya. Data BMKG menyebutkan, di masyarakat untuk aktif mengisi
bulan Februari 2020 ini, beberapa wilayah diperkirakan akan Posko, sehingga sewaktu-waktu
bisa bertindak jika terjadi karhutla.
Jumpa pers di BMKG - foto BMKG -
Posko dibentuk antara lain
dengan pertimbangan BMKG.
Perkiraan yang menyebutkan,
sejumlah daerah di bulan Februari
– Maret 2020 justru memasuki
masa kemarau. Salah satunya
sebagian wilayah Riau. Untuk itu,
perlu diwaspadai karhutla, mengingat daerah ini pernah
menjadi daerah terparah yang mengalami karhutla.
Di samping, posisinya yang berbatasan dengan dua
negara sahabat: Malaysia dan Singapura, membuat kejadian
karhutla di Riau menyedot perhatian regional.
Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan
Geofisika Dwikorita Karnawati, BMKG dalam membuat
prakiraan cuaca (dan iklim) diawali dengan melakukan
analisis data pengamatan cuaca dan fenomena atmosfer,
kemudian analisis Model Numerik Cuaca dan diakhiri dengan
pembuatan keputusan akhir oleh
prakirawan.
Data yang digunakan dalam
pembuatan prakiraan cuaca (dan
iklim) sangat beragam, mulai dari
pengamatan, fenomena atmosfer
hingga data model numerik cuaca.
Jadi, input yang digunakan dalam
pembuatan prakiraan cuaca tidak
hanya data satelit dan model
numerik (NWP) saja.
Meskipun kondisi iklim tahun
2020 diperkirakan mendekati pola
normal, papar Dwikorita, BMKG
tetap mengharapkan kementerian/
lembaga terkait dan masyarakat
luas tetap waspada terhadap
potensi dan risiko bencana terkait
iklim dan cuaca (hidrometeorologi)
di masa mendatang. n (eben)
FEBRUARI 2020 39
nasional
Desa Zero
Sampah
Hermawan - foto isw - berdirinya Asosiasi Bank Sampah Indonesia pusat, kita semua harus
perduli terhadap masalah sampah. Selain sampah sudah jadi isu
D imulai dari desa, jika global, persoalan sampah ini tanggung jawab kita bersama. Hal ini
konsisten dikembangkan, termaktup, baik dalam undang-undang lingkungan hidup, Perpres,
maka program yang dilakukan maupun Perda.
tentu akan berhasil. Itulah
yang diupayakan Hermawan, Untuk menbuat desa zero sampah, aktivis lingkungan ini
Sekjen Asosiasi Bank Sampah menyarankan agar sampah bisa dikurangi dari sumbernya, dari rumah
Indonesia wilayah Kabupaten Bogor. tangga. Sumber sampah domestik ini kontribusinya selama ini cukup
Wawan, demikian ia disapa, terus besar atas beradaan sampah. “Sampah domestik ini hendaknya bisa
mendorong mengaktifkan gerakan bank dikurangi dari rumah-rumah kita,“ ujar Wawan.
sampah di Bogor. Ia mulai dari wilayahnya, Desa
Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Caranya, sampah daun, sisa makanan yang bisa dijadikan kompos
Bogor. “Kami ingin mewujudkan desa zero tak usah dibuang. Sisanya plastik, kertas, karton, sterofoam, logam,
sampah, “ tekad Wawan. karet, kaca, dan lainnya dibawa ke bank sampah. “Paling tidak setiap
Zero yang dimaksud, sampah tidak RT ada satu bank sampah,“ ucapnya pula.
berceceran di banyak tempat. Kalaupun
tetap terlihat, sampah itu berada di wadah Untuk mengaktifkan keberadaan bank sampah di lngkungan
semestinya; kranjang sampah, bak sampah, terkecil, pihak RT. RW tak sekadar menyatakan dukungan namun
atau tempat pembuangan sementara. diharapkan dapat menyediakan tempat atau lahan. Di sana sampah
Sehingga lebih mudah mengurusnya. anorganik itu dipilah-pilah, lalu bekerjasama dengan pihak lain untuk
Menurut Wawan, salah satu inisiator didaur ulang.
40 FEBRUARI 2020 Kabupaten Bogor berpenduduk sekitar 5,5 juta jiwa. Jika per orang
sehari rata-rata menghasilkan 0,5 kg sampah, “Sudah berapa juta ton
per bulan. Ini kan masalah besar kalau tidak segera ditangani serius.“
Fakta yang sangat memprihatinkan, katanya, keberadaan sampah
plastik yang sulit teruai. Karena itu, adanya bank sampah bisa menjadi
solusi mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir
(TPA).
Bersama para penggerak bank sampah di beberapa desa,
Wawan dan timnya juga melakukan edukasi. “Tidak mudah memang
mengubah kebiasan buruk masyarakat yang membuang sampah
sembarangan. Sosialisasi tidak cukup dua tiga kali, harus terus-
menerus,“ kata Wawan yang optimis jika bank sampah dapat
terbentuk di tiap RT maka desa zero sampah bisa diwujudkan.
“Kita mulai dari wilayah terkecil dulu untuk melakukan gerakan
kebersihan,“ tambahnya.
Tentang sampah plastik, tampaknya mulai menemukan titik
terang dengan terpublikasikannya penggunaan destilator sampah
plastik melalui youtube. Kini sudah ditemukan alat sederhana yang
bisa menghancurkan plastik, bahkan dari proses pengolahan itu bisa
menghasilkan bahan bakar setara solar dan bensin. Mesin destilator
sampah plastik itu buatan tukang sampah bernama Muryani dari
Blitar. Konon, destilator sampah plastik itu sudah dimanfaatkan di
beberapa daerah seperti, Sidoarjo, dan Surabaya. n (isw)
Aceh Menanti Sereh wangi
“Tsunami”
Harga Atsiri
Minyak atsiri sereh wangi - foto act news - Petani serai wangi di Kabupaten Gayo
Lues mengatakan, melonjaknya harga minyak
D i balik tragedi tsunami dahsyat Desember 2004, serai wangi di pasaran membuat para petani
Aceh menyimpan potensi emas hijau yang mempercepat masa panen. Seperti diketahui,
tidak main-main. Para petani dan produsen setelah proses penanaman, panen perdana dapat
minyak atsiri di negeri rencong tersebut, kini dilakukan ketika tanaman ini berumur enam
masih terus memantau dan berharap tren harga bulan. Panen rata-rata serai wangi adalah setahun
minyak atsiri Serai Wangi maupun tanaman khas empat kali atau per tiga bulan sekali. Masa panen
Aceh lainnya. yang singkat ini membuat tanaman penghasil
Sebuah media internet setempat di Aceh tahun lalu minyak atsiri ini sangat digemari masyarakat.
mengabarkan harga minyak serai wangi terus melonjak,
mencapai Rp340.000/kilogram atau naik dari harga sebelumnya Menurut pakar pertanian, dalam rentang
pasca-lebaran lalu yang mencapai Rp335.000/kilogram. Padahal, waktu lima tahun petani tidak perlu lagi menanam
beberapa bulan lalu harga minyak atsiri hanya berkisar antara bibit baru. Bahkan, jika tanaman ini dirawat dan
Rp150 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram (kg). Melonjaknya dipupuk dengan baik, masa produktif serai wangi
harga minyak serai (sereh) wangi ini tentu saja menggembirakan bisa mencapai 10 tahun. Di kalangan petani, serai
para petani. wangi bukanlah tanaman manja, karena bisa
ditanam dalam iklim apa pun dan berbagai kondisi
tanah. Di lahan bekas tambang pun bisa ditanami
serai wangi, hasilnya tetap menguntungkan.
Permintaan minyak serai wangi juga terus
meningkat. Banyak toko online kini menjual minyak atsiri.
Minyak serai wangi atau minyak atsiri sangat bagus untuk
mengurangi ruam, inflamasi, infeksi, rasa sakit dan kondisi
kesehatan lainnya.
Tanaman lain yang telah lama menghujam tanah paling
ujung barat nusantara ini, Cempaka, lebih fenomenal lagi.
Minyak Atsiri dari Bunga Cempaka yang melegenda hingga
dibuatkan lagu khusus dalam bahasa Aceh Bungo Jeumpa ini,
konon harganya mencapai Rp 1 miliar per liternya.
Minyak ini telah digunakan selama berabad-abad dalam
penanganan stres dan depresi. Selain itu minyak ini juga mampu
mengatasi sakit kepala dan vertigo. Konon, minyak ini sangat
terkenal akan kemampuannya untuk meningkatkan gairah seks.
n (atm)
FEBRUARI 2020 41
INTERNASIONAL
Gunung es Antartika - foto nat-geo
Amazon,
Titik Kritis Dunia
B anyak politisi, ekonom, bahkan iluwan Fenomena menciut dan makin menciutnya hutan hujan
yang hingga hari ini menganggap kecil ihwal Amazon serta mencairnya es di Antartika bisa berdampak
“titik kritis sistem bumi”. Fakta-fakta tentang besar terhadap seluruh sistem kehidupan. Bahkan berpotensi
menciutnya hutan hujan Amazon dan mengubah dunia.
mencairnya es di bagian Barat Antartika, belum
juga membuka mata mereka. Ide “titik kritis” sendiri diperkenalkan oleh
Padahal, dua fenomena Amazon dan mencairnya es Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dua
Antartika sesungguhnya merupakan “titik kritis sistem bumi”. dekade lalu. Pada saat itu, perubahan besar sistem iklim
Titik kritis adalah kejadian yang bisa memicu rentetan kejadian berskala global diperkirakan akan terjadi jika pemanasan
besar yang bersifat akumulatif. global melampaui 5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.
42 FEBRUARI 2020 Namun informasi dari dua Laporan Khusus IPCC
(dipublikasikan 2018 dan September 2019) memperlihatkan dengan cepat. Jika leleh semuanya, maka ketinggian muka air
titik kritis akan terlampaui dengan kenaikan 1 sampai 2 derajat laut akan bertambah lagi 7 meter dalam seribu tahun. Ketika
Celsius. lapisan es makin tipis, maka pencairannya akan makin cepat.
Menurut riset es di Greenland akan habis jika subu bumi naik
Kalau saja semua negara menurunkan emisi gas rumah 1,5 derajat Celsius saja ---tingkat kenaikan ini akan terjadi pada
kaca secara konsisten, maka pemanasan global akan bisa tahun 2030.
ditekan menjadi maksimal 3 derajat Celcius. Meskipun
Perjanjian Paris 2015 menyatakan akan membatasi kenaikan di Kelihatannya, kita akan mewariskan bumi kepada generasi
bawah 2 derajat Celsius. mendatang dengan tinggi muka air laut naik 10 meter secara
perlahan. Meski kecepatan es meleleh ke laut tetap masih ada
Banyak ekonom berasumsi kemungkinan tercapainya titik dalam kontrol kita. Jika pemanasan global naik 1,5 derajat
kritis iklim sangatlah kecil. Namun mereka sepakat pemanasan Celsius maka diperlukan waktu 10.000 tahun. Sedangkan kalau
global harus dibatasi sampai 1,5 derajat Celsius seperti di atas 2 derajat diperlukan kurang dari 1000 tahun.
laporan IPCC. Target ini membutuhkan langkah-langkah dratis
pengurangan gas rumah kaca, utamanya karbondioksida atau Apa pun model–model perkiraan berdasarkan ilmu
CO2. pengetahuan, kita tahu pasti tinggi muka air laut perlahan-
lahan naik. Tentu saja diperlukan langkah-langkah adaptasi
Mencairnya Es Kutub untuk menyesuaikan diri. Termasuk memindahkan kota–kota
Meski di beberapa tempat di dunia titik kritis sudah sangat pesisir seperti Jakarta dan Kairo lebih ke dalam.
dekat, mitigasi emisi gas rumah kaca akan memperlambat Ancaman lingkungan
akumulasi dampak dan membantu kita untuk beradaptasi. Perubahan iklim dan aktivitas manusia meningkatkan
Para peneliti, dalam 10 tahun terakhir menemukan risiko titik kritis terhadap kawasan lingkungan lainnya.
kawasan Laut Amundsen di Barat Antartika mendekati titik Gelombang panas di lautan telah menyebabkan pemutihan
kritis ---kawasan es berkurang cepat menjauhi laut dan pantai karang di setengah Great Barrier Reef di Australia.
berbatu. Laporan penelitian memperlihatkan ketika sektor
ini runtuh maka akan membuat seluruh lapisan es di Barat Sebesar 99% karang tropis diperkirakan akan lenyap jika
Antartika jadi tidak stabil, yang akan menyebabkan tinggi suhu rata-rata bumi naik sampai 2 derajat Celsius --kombinasi
muka air laut bisa naik sampai 3 meter dalam hitungan waktu antara pemanasan, pengasaman laut, dan polusi. Akibat luar
ratusan tahun sampai seribu tahun. Sementara penelitian juga biasa bagi keragaman hayati lautan dan juga sumber pangan
mengungkapkan kawasan barat Antartika ini sudah berkali- manusia.
kali mengalami keruntuhan di masa lalu.
Titik kritis lingkungan juga bisa memicu pelepasan
Data terakhir memperlihatkan lapisan es di Antartika Timur mendadak karbondioksida ke atmosfir. Hal ini akan
--Wilkes Basin--- mungkin juga sudah tidak stabil. Penelitian memperkuat dampak perubahan iklim. Selain itu,
Hutan hujan Amazon - foto GRIDA - perubahan fungsi hutan
dan penggundulannya
memperlihatkan jika lapisan es ini mencair maka tinggi muka akan membuat Amazon
air laut akan bertambah naik sampai 3 – 4 meter dalam waktu --hutan hujan terbesar
100 tahun mendatang. dengan kekayaan keragaman
hayatinya-- tidak stabil.
Di sisi lain, lapisan es di Pulau Greenland juga meleleh Diperkirakan titik kritis Amazon
berada pada tingkan 40%
sampai 20% penggundulan
hutan.
Sejak 1970, Amazon telah
kehilangan tutupan hutan
sampai 17%. Kecepatan
penggudulan dan perubahan
fungsi hutan berkaitan erat
dengan perubahan-perubahan
kebijakan pemerintah.
Pemanasan Bumi telah
melanda, dari kawasan Kutub
Utara dan Selatan, hutan hujan
di Amazon, Indonesia, dan
tempat-tempat lain serta di
kawasan sub-tropis yang memicu kebakaran hebat di Amerika
dan Australia. Kondisi ini harus diantisipasi dengan mitigasi,
agar generasi mendatang bisa tetap hidup sejahtera dan
aman. n (Leo Patty/nature.com)
FEBRUARI 2020 43
PESONA
H amparan “Wejangan”
sawah luas dan Mahaguru
hijau tanaman
padi selalu Merapi
menyejukkan
pandangan.
Lahan-lahan petani yang berundak
di lereng-lereng gunung biru ini,
dari kejauhan seperti bentangan
permadani. Pepohonan rindang
sepanjang jalan, juga tanaman
perdu di musim hujan menambah
ademnya suasana.
- foto. sahabatransel.com -
Museum
Gunungapi
Merapi
di kawasan
Kaliurang
Yogyakarta
- foto nanang s -
44 FEBRUARI 2020
Di suatu sudut lereng Merapi panorama ini jelas tersapu gunungapi, serta aspek sosial budayanya.
pandangan. Memesona siapa pun, terutama warga perkotaan Display bebatuan besar dari letusan Gunung Merapi,
yang jarang melihat birunya langit lazuardi.
alat peraga tsunami di lantai 2, saya lihat sekilas. Pun
Wawasan wisata pegunungan, seperti Kaliurang, tentang filosofi kegunungan dan alat peraga kegempaan.
Kabupaten Sleman, DIY ini memang berhawa sejuk. Sejuk Pengumpulan dan pengarsipan benda bernilai yang
pula yang menyelimuti area Museum Gunungapi Merapi berkaitan dengan Gunung Merapi dan gunungapi pada
(MGM) dan sekitarnya. Udara segar berlimpah ruah. Tapi kita umumnya berada di lantai 1. Termasuk foto-foto letusan
tak bisa menangkapnya, kecuali merasakannya. dahsyat erupsi Gunung Merapi dari masa ke masa.
MGM ini sungguh memikat dan sarat hakikat. Saya enjoy Realitas foto-foto erupsi Merapi itu bagus. Dahsyat!
melihat display benda-benda kuno di museum. Tempat Namun tergantung “sunyi” di dinding-dinding museum. Jika
menatap masa lalu, dan pelbagai kekayaan yang berbau lihgting-nya memadai, pun dalam porsi ruang yang megah,
purba. Museum Gunungapi Merapi (MGM). Namanya pun tentu nilai dramatis dari foto-foto tersebut akan makin
baru bagi saya. Apa gerangan di dalamnya. menonjol, sehingga lebih memiikat.
Bisa diduga, apa saja yang dipamerkan di museum yang Namun, ketika memasuki ruang pemutaran film,
diresmikan tahun 2010 ini? Ya, tentang seluk beluk gunung keberadaan museum ini terasa sangat bermakna. Sungguh
berapi, khususnya Gunung Merapi sendiri. menggugah apa yang disajikan dalam film pendek tersebut.
Memberi pesan penting akan kedahsyatan letusan Merapi,
MGM dibangun 2005 atas kerjasama Kementerian Energi yang merupakan gunung berapi teraktif di dunia.
dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Provinsi DIY, dan
Pemerintah Kabupaten Sleman. Hingga kini museum dikelola
Ruang mini cinema untuk menyaksikan film tentang erupsi gunung Merapi
- foto nanang s -
Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas Kebudayaan Kabupaten Mahaguru Merapi
Sleman, berkoordinasi dengan Badan Geologi Bandung. Ruang pemutaran film ini memiliki kapasitas 100
Tujuan dibangunnya MGM untuk meningkatkan geowisata
bernilai edukasi tentang ilmu kegunungapian di DIY. penonton. Film yang diputar berjudul Mahaguru Merapi,
berdurasi 15 menit. Mahaguru Merapi mengisahkan tentang
MGM merupakan salah satu andalan destinasi wisata di erupsi Merapi 2010 yang menewaskan 398 orang. Sekitar 800
Sleman. Informasi yang bisa diperoleh di museum antara orang kehilangan usaha, sebanyak 3 ribu rumah rusak, 400 ribu
lain, meliputi informasi ilmiah kegunungapian, kegempaan, penduduk kawasan terdampak mengungsi, yakni penduduk
dan gerakan tanah. Selain itu informasi tentang fenomena Kabupaten Sleman, Klaten, dan Boyolali. Kerugian materi
gunungapi sebagai hasil proses-proses geologi, serta akibat erupsi Merapi 2010 sebesar Rp 3,9 triliun.
informasi mitigasi bencana gunungapi, gempa bumi, tsunami,
dan gesekan tanah. Dan satu lagi, informasi sumberdaya Birunya Merapi dari kejauhan, dan hamparan hijau yang
menutup sebagian besar kawasan subur lereng-lerengnya,
FEBRUARI 2020 45
PESONA Film pendek Mahaguru Merapi memang memvisualkan
erupsi Merapi. Kecanggihan alat-alat mitigasi bencana,
Mahaguru Merapi kepiawaian ilmuwan dalam mendeteksi gejolak Merapi terlihat
seakan berkata, di sini. Imbauan setiap geliat dan gejolak Merapi terus menerus
“Kalau alam disosialisasikan kepada masyarakat dari statusi waspada, siaga
sudah meradang, hingga awas.
manusia tak kan
bisa menghalang, Ketika erupsi itu benar-benar terjadi, meski sebagian
karena pasti masyarakat sudah mengungsi, namun tetap terjadi kepanikan.
diterjang”. Karena, seperti yang kerap tercanang dalam pemberitan, tidak
semua masyarakat cepat bergegas mengungsi meski status
berubah menjadi awas. Maka tampaklah situasi pontang-panting
manusia yang lari ke sana kemari menyelamatkan diri. Semua itu
disuguhkan dalam narasi visual film ini.
ternyata di balik itu menyimpan jutaan kubik magma yang Mahaguru Merapi seakan berkata, “Kalau alam sudah
membara. Yang sewaktu-waktu harus dimuntahkan apabila meradang, manusia tak kan bisa menghalang, karena pasti
kuba magma di dalamnya tak menampung lagi. Warnanya diterjang”. Ya, kita hanya bisa menghindar dan berupaya, lalu
pun bernuansa, kekuningan, kuning pekat, hingga merah kembali menjaga lingkungan alam secara baik dan bijak.
jingga, dan panasnya akan menggosongkan apa pun yang
diterjangnya. Mematikan. Peristiwa erupsi yang berulangkali ini, kiranya belum
membuat semua orang memahami bagaimana bisa arif
Namun, setelah peristiwa erupsi itu, tak lama kemudian, menyikapi, mengantisipasi, dan bertindak. Museum Gunungapi
sawah-sawah dan ladang yang terdampak menjadi hijau Merapi, tentunya menjadi bagian dari upaya edukasi itu.
kembali dan bertambah subur. Material gunung seperti pasir
terbaik yang digelontorkan Merapi lewat lahar-lahar dingin Alam, termasuk kawasan Merapi telah menghamparkan
pun memenuhi kembali sungai-sungai yang dilalui. Juga keberlimpahan berkah. Terjadinya erupsi berulang, yang sering
bebatuan besar dan kecil yang tentunya merupakan hidangan kita sebut bencana, namun selalu disusul keberkahan lain. Tak
rezeki bagi penambang. Dan itu berulang dan berkait dalam hanya tanah yang tambah subur, tapi juga sungai-sungai yang
setiap erupsi Merapi. seakan tiada putus mengalirkan bebatuan dan hamparan pasir
berkelas yang diburu para pengembang. n (iswati)
46 FEBRUARI 2020
inovasi
Andre menunjukkan cara mengeruk tanah dari lubang biopori - foto dok KKN -
Satu Biopori
Seabrek Fungsi
“ Selamatkan lingkungan dengan
gerakan seribu lubang biopori. Nyata (KKN) USD Yogyakarta, setelah ia melakukan
Tabunglah air hujan demi anak-cucu observasi lapangan. Andre, demikian panggilan
kita. Tanaman butuh pupuk. Jangan akrabnya, memilih biopori sebagai program
buang sampah organik sembarangan. individu. Alasannya di desa tempatnya menjalani
Manfaatkan biopori untuk membuat KKN belum ada satu warga pun yang memiliki
kompos.” lubang biopori di halaman rumah mereka.
Demikian cuplikan kata-kata di dalam “Saya melihat sampah organik terbuang
undangan Mahasiswa KKN Universitas Sanata percuma, lagi pula di sini jika hujan tiba, air
Dharma (USD) kepada warga dusun Ngentak- menggenang di banyak tempat akibat kurang
Kadipuro, Sinduharjo Ngaglik Sleman, Yogyakarta. resapan,” kata Andre. Kompos dari bahan sampah
Mahasiswa KKN itu mengundang warga untuk organik dan genangan air hujan langsung
menghadiri acara pembuatan lubang biopori. mengingatkan Andre kepada pelajaran IPA saat ia
duduk di bangku SMP.
Pembuatan biopori langsung muncul di benak
Andreas Setiawan, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Kala itu, tahun 2012, Andre remaja mempelajari
biopori secara teoritis. Di rumahnya Gisting,
FEBRUARI 2020 47
inovasi Tanggamus, Lampung, ia lantas mencoba membuat
biopori sendiri. “Saat KKN ini kenangan pelajaran IPA
Membuat lubang biopori - foto fok KKN - dan praktek membuat biopori sendiri itu muncul
Penampakan lubang biopori - foto dok KKN - lagi,” imbuh mahasiswa jurusan teknik mesin ini.
48 FEBRUARI 2020 Andre menjelaskan, biopori adalah tabung
resapan silindris dengan posisi tegak lurus ke
dalam tanah. Kedalamannya bervariasi. Jika
menggunakan bor tanah manual, kedalaman paling
jauh kurang lebih satu meter. Lubang ini diisi pipa
PVC atau paralon yang telah dilubangi di sisi-sisi dan
tutupnya.
Paralon menampung air, sementara lubang-
lubang itu membantu meningkatkan daya resap
air masuk ke dalam tanah di seputarannya. Lubang
paralon ini bila diisi sampah organik, maka pada
titik waktu tertentu, sampah akan berubah
menjadi kompos. Biota penggembur, semisal
cacing, mendapatkan asupan gizi dari sampah ini.
Selanjutnya si cacing akan membangun pori-pori.
Dengan demikian, tanah menjadi gembur dan
subur.
Tak hanya cacing, akar tanaman pun
mendapatkan suplai makanan dari tempat ini. Bila
sampah telah terurai, jadilah kompos dan pupuk
alami ini siap dipanen. Lubang yang kosong lantas
diisi sampah organik baru. Bila di satu halaman
rumah ada sepuluh lubang biopori, maka panen
kompos akan lebih sering. Tanaman rumahan
dijamin subur tanpa biaya untuk membeli pupuk.
Cara Membuat Biopori
Membuat biopori berada pada level mudah.
Tanpa bantuan tukang pun jadi. Bahan yang
digunakan satu saja, paralon dengan panjang satu
meter dan diameter 10-20 centimeter lengkap
dengan tutupnya. Paralon beserta tutupnya ini
dilubangi. Alat yang digunakan juga sederhana: bor
tanah atau apa saja yang penting bisa melubangi
tanah; linggis untuk membantu memecah batu atau
padas, dan piranti semacam cetok untuk mengeruk
tanah. Tangan manusia juga bisa berfungsi untuk
menaikkan tanah galian ini.
Selanjutnya tentukan tempat untuk meletakkan
biopori. Bila tanah keras, siram dengan air agar lebih
empuk sehingga mudah dilubangi. Bolongi tanah
dengan bor dalam posisi tegak lurus. Buat lubang
dengan kedalaman sekitar satu meter dengan
lebar sedikit lebih besar dibanding diameter pipa.
Masukkan paralon. Isi lubang dengan sampah
organik seperti kulit buah, sisa potongan sayur,
dedaunan dan sejenisnya. Pasang tutup paralon.
Tampak atas lubang biopori sejajar dengan
permukaan tanah.
Kendati program pembuatan biopori ini besifat
indvidu, Andre tidak bekerja sendirian tatkala
membagi ilmu biopori sekaligus mempraktekannya.
Koleganya yang berjumlah delapan orang turut
Warga menyaksikan pembuatan lubang biopori empat lubang biopori mencapai 132 ribu rupiah.
di Ngentak-Kadipuro Mahasiswa KKN yang sama sekali belum pernah
- foto dok KKN - mengoperasikan bor tanah, bisa menjalankan alat itu
dengan sempurna. Warga kampung Ngentak-Kadipuro
membantu. Mereka mempersiapkan dua batang pipa pvc yang nota bene akrab dengan gergaji, cangkul dan
diameter 20 cm sebanyak dua buah. Masing-masing pipa sebangsanya tentunya lebih piawai. Dengan demikian, tak
dipotong menjadi empat bagian. Ada delapan paralon yang perlu ada tambahan ongkos tukang. Sementara bor tanah
siap dipasang di delapan rumah di seantero pedukuhan bisa dipinjam dari warga lain dusun. Linggis dimiliki oleh
Ngentak-Kadipuro. beberapa warga. Hitung-hitungan sederhana ini cukup
memberikan gambaran bahwa pembuatan biopori terbilang
Dari tampilan fisiknya, para mahasiswa KKN itu itu mudah dan murah. Warga dusun Ngentak-Kadipuro tinggal
bukan tipe pekerja keras. Tak ada guratan pembuluh yang membulatkan niat untuk melaksanakannya.
menyembul kuat di punggung tangan dan lengan mereka.
Tetapi, ketika harus memainkan bor tanah, mereka sangat “Saya hanya ingin mempersembahkan biopori yang
cekatan melakukannya. Dalam tempo tigapuluh menitan, simpel dan murah tetapi memiliki banyak fungsi dan bisa
lubang berdiameter 20-an cm dengan kedalaman satu meter bertahan lama,” tutur Andre. Hanya dengan lubang biopori
tercipta. Ada satu yang memerlukan waktu lebih lama, yakni yang sederhana itu banyak hal bisa diraih: ketersediaan air
di halaman rumah kepala dukuh. “Tanah di rumah Pak Dukuh tanah terjaga, genangan air (banjir) mendapatkan solusi,
berbatu-batu, proses pembuatan lubangnya menjadi lebih tanah lebih subur, sampah organik tak lagi menjadi limbah
berat,” kata Andre. biang kekotoran di banyak tempat, juga tersedia kompos
gratis.
Delapan lubang biopori siap beroperasi di delapan
rumah yang tersebar di seluruh penjuru kampung Andre mengatakan bahwa biopori ini bisa menjadi solusi
Ngentak-Kadipuro. Jika merujuk angka yang tertera untuk mengatasi bencana banjir dan kekeringan di berbagai
dalam undangan dari mahasiswa KKN kepada warga tempat di Indonesia. Semakin panjang pipa paralon, kian
yang berisi ajakan membuat seribu lubang biopori, besar kemampuan lubang biopori menampung air hujan,
kekurangan jumlah biopori yang mesti dibuat dan semakin luas pula tanah dan biota di sekitarnya yang
mencapai 992 lubang. Ada 250-an kepala keluarga mendapatkan manfaat. Ibarat peribahasa sekali merengkuh
tinggal di kampung ini. Jika masing-masing membuat dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Kata pepatah itu
empat biopori, maka angka seribu itu terpenuhi tampaknya sinkron dengan biopori. Satu biopori memiliki
dengan mudah. seabrek fungsi.
Ukuran panjang satu batang paralon mencapai Andre dan koleganya telah berjalan pada rel yang
empat meter. Ini bisa dipotong menjadi empat semestinya. Mereka telah memberikan sumbangsih terbaik.
batang. “Hanya dengan satu batang paralon, Tak lagi jamannya mahasiswa KKN sebatas mengecat gapura
kita bisa membuat empat biopori,” tutur Andre. Ia atau membuat papan nama. Program kerja biopori itu ibarat
menambahkan satu batang paralon berdiameter kail. Warga dusun tinggal memanfaatkan kail itu untuk
20 cm itu bisa ditebus dengan harga 80 ribu rupiah. membangun lingkungan hidup yang lebih berkualitas. n
Sementara satu buah tutup paralon berharga 13 (Ernaningtyas)
ribu rupiah. Untuk membeli empat tutup paralon,
dana yang mesti disediakan sejumlah 52 ribu rupiah. Andreas Setiawan di depan rumah Kepala Dukuh yang sudah
Dengan demikian, harga palaron plus tutupnya untuk dibuatkan lubang biopori - foto dok KKN -
FEBRUARI 2020 49
cerita doeloe
KLetusan Gunung Krakatau dalam lithograph Tsunami juga menghempas sebagian wilayah Lampung.
rakatau. Ada dua hal yang melekat Setidaknya 429 orang tewas dan 7.200 terluka akibat
kepadanya. Keindahan eksotis nan menggoda
dan bencana mengerikan. Setahun silam saat tsunami yang disebabkan gelombang pasang tinggi dan
pesta akhir tahun yang dikemas dalam family longsor bawah laut yang dipicu letusan Gunung Anak
gathering karyawan PT PLN (Persero) digelar Rakata. Band Seventeen yang saat itu manggung, tiga dari
di bibir pantai dengan hiburan dari band empat personelnya, tewas. Duka yang dialami Seventeen
Seventeen, petaka datang tanpa aba-aba. dan keluarga besar PT PLN, serta masyarakat lain, bukan
Nahas datang pada Sabtu kelabu 22 Desember 2018 di kali pertama terjadi di kawasan yang bertetangga dengan
kawasan Tanjung Lesung, Kabupaten Pendeglang, Provinsi Krakatau.
Banten. Saat musik menghentak, ketika puluhan orang
bersuka ria, mendadak ombak besar datang menerjang. Sejarah mencatat petaka amat dahsyat terjadi pada 27
Agustus 1883. Letusan Krakatau, datang dari pulau vulkanik
50 FEBRUARI 2020