cerita doeloe
di bawah laut dengan gunung berapi aktif, menggelegar hingga 3.000 mil. Debu halus yang disebar oleh muntahan
dengan dampak katastropik. Begitu hebatnya, sehingga Krakatau membuat matahari tak bersinar. Debu halus juga
letusannya terdengar hingga 4.828 kilometer atau 3.000 mil. membuat semacam lapisan payung bagi atmosfir bumi.
Kira-kira, seperdelapan penduduk bumi mendengar letusan Akibatnya, suhu udara di seluruh dunia turun beberapa
Krakatau. derajat.
Lontaran erupsi mencapai setinggi 80 km (50 mil). Aliran piroklastik kabarnya menghanguskan 4.500 orang.
‘Kemarahan’ Krakatau juga menciptakan gelombang Mayat mereka terbawa arus laut yang dikirim tsunami
tsunami sejauh 192 km (120 kaki) yang meminta korban jiwa dahsyat. Mengerikan. Mayat mereka ada yang terbawa
sekitar 36.000 orang di Pulau Jawa dan Sumatera. hingga 40 mil. Cukuplah itu memberi gambaran super
dahsyatnya amukan Krakatau.
Merujuk sejumlah sumber, apa yang terjadi pada 27
Agustus 1883, bukan sesuatu yang terjadi tanpa adanya Berita Dunia
tanda-tanda atau peringatan dini yang dikirimkan oleh Kabar letusan Krakatau cepat tersebar ke seantero
alam. Pulau kaldera di kedalaman laut dengan gunung
berapainya itu, pada 20 Mei 1883 menunjukkan adanya dunia melalui telegraf. De Java-Bode, koran terbitan Batavia
gerakan vulkanik. mewartakan kabar tersebut. Sedangkan media internasional
yang melaporkan antara lain jurnal berbahasa Inggris,
Menurut laporan sebuah kapal perang Jerman yang The Illustrated London News. Media ini bahkan memuat
melewati kawasan itu melihat adanya awan dan debu sejumlah gambar fantastis dari sejumlah kawasan sebelum
setinggi tujuh mil di atas Krakatau. Dua bulan kemudian, mengalami kehancuran akibat tsunami dan letusan gunung
ledakan serupa disaksikan oleh kapal dagang dan Krakatau.
masyarakat Jawa dan Sumatera yang berada tak jauh dari
lokasi Krakatau. Pemandangan elok di angkasa itu, disambut Apa yang digambarkan The Illustrated London News --dan
warga dengan suka cita. Mereka sama sekali tidak memiliki tentu saja juga media lain-- dengan tulisan dan ilustrasi
informasi yang valid tentang gunung berapi dan bahayanya. gambar (foto) memberi efek psikologis secara kolektif
bagi penduduk di seantero dunia tentang malapetaka
Terjadilah apa yang tidak bisa dihindari. Kegembiraan yang ditimbulkan Krakatau. Letusan Krakatau 1883 dicatat
itu sontak berganti menjadi tragedi. Semburan api dan menjadi bencana terbesar sepanjang peradaban manusia.
muntahan partikel padat ke angkasa, telah mendatangkan
serangkaian bencana yang dirasakan dunia, bukan hanya Sebenarnya, 70 tahun sebelumnya letusan Gunung
warga Jawa dan Sumatera. Tambora di Sumbawa, Kawasan kepulauan Nusa Tenggara,
tidak kalah dahsyat. Tambora meletus pada 1815 setelah
Begitu dahsyatnya ledakan yang terjadi sore hari di lama “tidur”. Menurut laporan digambarkan, pada 1812,
tanggal 26 Agustus 1883 itu, menyebabkan dua pertiga kaldera gunung Tambora menunjukkan aktivitasnya ditandai
bagian utara pulau Jawa hancur. Malapetaka kemudian dengan suara gemuruh yang menghasilkan awan hitam.
disusul aliran dari gunung yang deras yang memberi efek
serangkaian piroklastik. Ini adalah aliran gas, abu vulkanik, Semua kedahsyatan yang ditimbulkan oleh letusan
dan batu cair yang bergerak cepat. Lalu, tsunami dahsyat Tambora, pada kenyataannya demikian mudah dilupakan
pun menyapu apa saja. orang ketika Krakatau meletus. Letusan Krakatau diabadikan
dalam film, buku, bahkan komik. Kini, anak gunung Krakatau
Amuk Krakatau belum reda. Esok pagi selepas subuh, itu masih aktif. Hingga akhir Desember 2019, masih ada
Krakatau kembali meletus. Ada empat letusan pagi itu yang kabar erupsi gunung yang berada di Selat Sunda itu.
dicatat dalam sejarah vulkanologi dunia. Ledakan gunung Kewaspadaan semua pihak perlu ditingkatkan. n (Sumarno)
yang menjadi katastrop pertama di dunia itu, terdengar
Gambar Gunung Krakatau sebelum meletus
FEBRUARI 2020 51
Negara Sejuta Bencana Judul:
Negara Sejuta Bencana:
S ebuah buku yang mencoba memberi pemahaman tentang berbagai Identifikasi, Analisis &
bencana alam, mulai dari gempa bumi, tsunami, tanah longsor, letusan Solusi Mengatasi Bencana
gunung berapi, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, dsb. Dijelaskan dengan Manajemen
tentang manajemen kebencanaan sebagai upaya mengurangi resiko Kebencanaan
dampak yang timbul dari bencana, mulai dari mengenali gejala
bencana, mitigasi bencana, penanggulangan, penyelamatan, hingga ke Penulis:
dampaknya. Anies Hidayah, Nur (ed.)
Bencana tak bosan-bosannya silih berganti melanda negeri tercinta Indonesia Penerbit:
ini. Ada yang datang secara tiba-tiba, tanpa gejala atau tanda sebelumnya. Ada juga Ar-Ruzz Media, Yogyakarta
yang--semestinya bisa diantisipasi-- terjadi lantaran kelalaian dan kecerobohan kita. Di
antara bencana aiam yang sering terjadi adalah gempa bumi, tsunami, tanah longsor, Tahun Terbit:
letusan gunung berapi, banjir bandang, kekeringan, kebakaran hutan, dan sebagainya. 2017
Belum lagi bencana akibat ulah manusia, misalnya akibat kecerobohan manusia,
kesalahan konstruksi, dan sebagainya selalu mengancam manusia sewaktu-waktu.
Buku Negara Sejuta Bencana ini membekali kita mengenal dan memahami
lebih jauh tentang seluk-beluk bencana dan kebencanaan, terutama manajemen
kebencanaan. Pengetahuan kita tentang kebencanaan ini menjadi sebuah keharusan.
Sebab, dengan pengetahuan yang baik tentang kebencanaan, kita tidak hanya dapat
memilih tindakan yang tepat jika terjadi bencana, tetapi juga dapat memperkecil
akibat yang ditimbulkannya. Syukur lagi jika kita dapat membiasakan memperlakukan
alam secara baik, sebagai ikhtiar kita menolak bencana. n (*/rr)
52 FEBRUARI 2020
FEBRUARI 2020 53
54 FEBRUARI 2020
FEBRUARI 2020 55
56 FEBRUARI 2020