xJ- JT j p j j p °(4^ j
Allahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali
sayyidinaa Muhammad.
"Ya Allah, berilah kasih sayang kepada junjungan kita Nabi
Muhammad dan keluarganya
.oliilj Jljjfc'2I o
\sjl3°j 5j . o U C U ^jS ^^yA
& oUlii 1 &£Sj
^ *3) o UJI sCXl 4 o\j^U
-oUCCi ^ lid j o ^ i < 0
Shalaatan tunjiinaa bihaa min jamii'il ahwaali wal aafaat. wa
taqdhii lanaa bihaa min jamii'il haajaat. Wa tuthahhirunaa
bihaa min jamii'is sayyi'aat. Watarfa'unaa bihaa 'indaka a'lad
darajaat. Wa tuballighunaa bihaa aqshalghaayaati min jamii'il
khairaati fii hayaati wa ba'dal mamaat. Innahu samii'un
qariibum mujiibud da 'awaatwayaa qaadhiyalhaajaat.
Yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ke
takutan dan penyakit yang dapat memenuhi segala kebutuhan
kami, yang dapat menyucikan diri kami dari segala keburukan,
yang dapat mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi
Mu, dan dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal
dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati.
Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi
Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan. Wahai
Dzatyang Maha Memenuhi segala kebutuhan hamba-Nya.
Allahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama
50 Panduan Praktis Shalat
rabbayaaniishagiiraa
"Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku [Ibu
dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangi
ku di waktu kecil."
Rabbcmaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota
a 'yunin waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa.
"YaTuhan kami, karuniakanlah kepada kami dari istri-istri kami
dan anak cucu kami yang menyenangkan kami dan jadikanlah
kami sebagai panutan bagi orang-orangyang bertaqwa."
Allaahumma innaa nas'aluka salaamatanfiddiini. Wa 'aafiyatan
fil jasadi wa shihhatan fil badani wa ziyaadatan fil 'ilmi wa
barakatan firrizqi wa taubatan qablal maut wa rahmatan 'indal
maut wa maghfiratan ba'dal maut. Allaahumma hawwin
'alainaafii sakaraatil maut wan najaata minannaari wal 'afwa
'indal hisaab.
"Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu,
kesejahteraan dalam agama, keafiatan jasad, kesehatan badan,
tambahan ilmu, keberkahan rizki, taubat sebelum datang maut,
rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang
Shalat 51
maut. Wahai Allah! Permudahkanlah kami dalam menghadapi
sakaratul maut, (berilah kami} keselamatan dari api neraka,
dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab."
Allaahumma innaa na'uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali wal
bukhli wal harami wa 'adzaabit qabri.
“YaAllah! Sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari sifat
lemah, malas, kikir, pikun dan dari azab kubur.”
Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa Ulam tagfirlanaa wa
tarhamnaa lanakuunannaa minal khaasirin.
“Ya Allah, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika
Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada
kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang
merugi."
52 Panduan Praktis Shalat
Allaahumma innaa nas'aluka iimaanan daaiman, wanas'aluka
qalban khaasyi'an, wanas'aluka 'ilman naafi'an, wanas'aluka
yaqiinan shaadiqan, wanas'aluka 'amalan shaalihan, wanas'aluka
diinan qayyiman, wanas'aluka khairan katsiiran, wanas'alukal
'afwa wal'aafiyata, wanas'aluka tamaamal 'aafiyati,
wanas alukasy syukra 'alal 'aafiyati, wanas'alukal ghinaa’a 'anin
naasi, Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa
washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhasysyu'anaa watadlarru
'anaa wata 'abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa Allahu yaa
Allaahuyaa Allaahuyaa arhamar raahimiin.
"Ya Allah, ya Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu (mohon
diberi) iman yang kekal, dan kami mohon kepada-Mu hati kami
yang khusyu', dan ilmu yang bermanfaat, dan ditetapkannya
keyakinan yang benar, dan (dapat melaksanakan) amal yang
shalih dan mohon tetap dalam agama Islam, dan diberinya
kebaikan yang melimpah-limpah, dan memperoleh ampunan
dan kesehatan, dan kesehatan yang sempurna, dan mensyukuri
atas kesehatan kami, dan kecukupan. Ya Allah ya Tuhan kami,
terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, dan khusyu’
kami, dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami
lakukan selama shalat, ya Allah, ya Allah, ya Allah Dzat yang Maha
Pengasih dan Penyayang,”
Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wa fil aakhirati
hasanatan wa qinaa 'adzaaban naar.
“Ya Allah, ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di
dunia dan akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka
Shalat 53
Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa'alaa aalihii
washahbihii ajma'iina, subhaana rabbika rabbil 'izzati 'ammaa
yashifuuna wa salaamun ‘alal mursaliina walhamdu lillaahi rabbil
'aalamiin.
"Semoga Allah memberi kesejahteraan atas Nabi Muhammad,
atas keluarga dan semua sahabatnya, Maha Suci Tuhanku, Tuhan
yang bersih dari sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir,
semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepada utusan-Nya. Dan
segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam".
17. Waktu yang Dilarang untuk Shalat
Baik larangan tersebut terhitung sebagai haram atau makruh.
Karenanya setiap muslim wajib mengetahui waktu-waktu tersebut
sehingga dia tidak shalat pada waktu-waktu yang dilarang. Secara
ringkas, waktu-waktu yang dilarang shalat di dalamnya ada tiga.
Yaitu: Setelah shalat Shubuh sehingga matahari naik setinggi
tombak. Setelah shalat Ashar sehingga matahari terbenam. Ketika
matahari di tengah-tengah sehingga tergelincir ke barat. Dan kalau
dirinci dan diperluas maka ada lima. Yaitu:
1. Setelah Shubuh sampai terbitnya matahari naik setinggi
tombak.
2. Setelah Ashar sampai m atahari menguning (ham pir
tenggelam).
3. Ketika matahari di tengah-tengah sampai tergelincir (± 10
menit sebelum adzan)
4. Sejak terbitnya matahari sampai naiksetinggi tombak.
5. Sejak menguningnya m atahari sehingga benar-benar
tenggelam.
18. Shalatjamaah
Shalat jamaah ialah shalat yang dikerjakan atau dilakukan
secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih dan terdiri dari
imam di depan dan makmum di belakangnya dengan persyaratan
tertentu, dan hukumnya sunah.
a. Waktu-waktu Shalat Berjamaah yang Disunahkan
1. Shalat fardhu yang lima (Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’
5 4 Panduan Praktis Shalat
danShubuh)
2. Shalat dua hari raya (Idhul Fitri dan Idhul Adha)
3. Shalat Tarawih dan Witir dalam bulan Ramadhan
4. Shalat Istisqa' (minta hujan)
5. Shalat dua gerhana (Matahari dan Bulan)
6. Shalat Janazah
b. Syarat-syarat ShalatJamaah
1. Niat mengikuti imam
2. Mengetahui segala yang dikerjakan imam
3. Jangan ada dindingyang menghalangi imam dan makmum,
kecuali bagi perempuan di masjid, hendaklah di halangi
dengan kain, asal ada sebagian atau salah seorang me
ngetahui gerak imam atau makmum yang dapat di ikuti.
4. jangan mendahului imam dalam takbir, dan jangan men
dahului atau melambatkan diri dua rukun fi’li.
5. Jangan berada di depan imam.
6. Jarak antara imam dan makmum atau antara makmum dan
barismakmum yang terakhir tidaklebih dari 300 hasta.
7. Shalat makmum harus sesuai dengan shalat imam,
misalnya sama-sama Zhuhur, qashar, jama' dan sebagainya.
c. Syarat-syarat Menjadi Imam
1. Mempunyai pengetahuan yang lebih dalam hal shalat,
2. Dapatmembaca Al-Qur’an dengan fasih dan benar.
3. Mumayyiz, artinya baligh, berakal sehat, dan dapat mem
bedakan antara yang hak dan yang batil,
4. Lebih utama jika imamnya lebih tua,
5. Berniat menjadi imam,
6. Imam laki-laki makmumnya boleh laki-laki, banci dan
perempuan. Imam banci makmumnya perempuan. Imam
perempuan hanya boleh mengimami kaum perempuan saja.
d. Yang dilarang dalam Imam
1. Laki-laki makmum kepada banci.
2. Laki-laki makmum kepada perempuan.
3. Banci makmum kepada perempuan
4. Banci makmun kepada banci.
5. Orang yang fasih (dalam membaca Al-Qu’an dengan baik)
Shalat 5 5
makmum kepada orang yang tidak tahu membaca (banyak
salah bacaannya]
e. Syarat-syarat Makmum
1. Berniat mengikuti imam.
2. Mengikuti imam dalam setiap gerakannya,
3. Imam dan makmum harus berada dalam satu tempat.
4. Tempat berdiri makmum tidak diperbolehkan melebihi
tempat berdirinya imam.
5. Makmum hendaknya mengetahui gerak-gerik imamnya.
f. Ketentuan bagi Makmum Masbuk
1. Apabila makmum sempat takbiratul ihram sebelum imam
rukuk, maka hendaklah makmum membaca Surah Al-
Fatihah.
2. Jika imam telah rukuk, sedang makmum belum selesai
membaca Surah Al-Fatihah, maka makmum hendaknya
rukuk mengikuti imam tanpa harus menyelesaikan bacaan
Surah Al-Fatihah.
3. Apabila makmum mendapati imam sedang rukuk,
makmum segera takbiratul ihram dan langsung rukuk
mengikuti imam.
4. Makmum yang m engikuti imam dari rukuk, ia
mendapatkan rakaat itu dengan sempurna. Apabila
mengikuti imam lewat dari rukuk, seperti imam sedang
iktidal atau sujud dan lainnya, maka sama saja makmum
tidak ikut rakaat tersebut. Sehingga setelah imam
memberi salam, makmum berdiri lagi menambah
kekurangan rakaat yang ketinggalan.
g. Hal-hal yang Menyebabkan Seseorang Boleh Meninggal
kan Shalat Jamaah
1. Takut adanya bahaya.
2. Lapar dan haus sedangkan makanan dan minuman telah
tersedia.
3. Sakit yang menyebabkan kesulitan untuk pergi ke tempat
shalatjamaah.
4. Hujan yang menyusahkan perjalanan ke tempat jamaah.
5. Adanya angin yang sangat kencang.
5 6 Panduan Praktis Shalat
19. Shalat/amakdanQas/iar
a. Jamak
Shalat Jamak ialah shalat yang dikumpulkan, misalnya Zhuhur
dengan Ashar, Maghrib dengan Isya’ di dalam satu waktu. Dan cara
mekakukan jamak ada 2:
1. Syarat JamakTakdim
a. Tertib, misalnya shalat Zhuhur dahulu, kemudian Ashar,
Dan Maghrib dahulu kemudian Isya'.
b. Niat jamak pada shalat yang pertama, misalnya Zhuhur.
c. Berurutan (muwalat), antara dua shalat yang dijamak
tanpa diselingi dengan aktifitas shalat sunat, langsung
bangkit untuk shalat kedua.
Contoh niat jamak takdim
\ ^ ^ ^ a^ O U^ ^ ^ ° yj ' 0 ^ v-
J U j Ali
Ushallii fardhazh-Zhuhri jam'a taqdiimin bil Ashri fardhal
lillaahi Ta'aala.
"Saya niat shalat Zhuhur jamak dengan Ashar karena Allah"
2. SyaratJamakTa'khir
a. Niat jamak ta khir di waktu shalat yang pertama.
b. Masih dalam perjalanan tempat datangnya waktu shalat
yang kedua.
Contoh niatjamak ta’khir
Jl*j j
Ushalliifardhazh-Zhuhrijam 'ata 'khiirin bilAshrifardhal lillaahi
t a ’aala.
“Saya niat shalat Zhuhur jamak ta'khir dengan Ashar karena Allah.”
b. Qashar
Orang yang sedang dalam perjalanan jauh diperbolehkan
memendekkan [meringkas] shalat atau yang lebih dikenal dengan
cara meng-tjashar shalat, atau dengan cara mengumpulkan dua
shalat dalam satu waktu dengan meringkasnya.
Shalat 57
Syarat-syarat Meng~qashar Shalat
1. Jarak perjalanan kurang lebih dua hari perjalanan kaki
atau kuranglebih 138km.
2. Bepergian bukan untukmaksiat.
3. Yang boleh di qashar hanya shalat yang jumlah rakaatnya
empat rakaat saja dan bukan qadha.
4. Niat meng-qas/iarpada waktu takbiratul ikhram.
5. Tidak menjadi makmum pada orang yang bukan musafir.
Contoh niat qashar.
4 i dSl rfi*
Ushallii fardhazh-Zhuhh rak’ataini qashran ada'an lillahi
ta 'alaa.
"Saya niat shalat fardhu Zhuhur secara qashar dua rakaat
karena Allah."
Catatan: Apabila ingin melakukan qashar yang lain (Ashar dan
seterusnya), cukup niat qashar Zhuhur diganti dengan Ashar.
Dan apabila ingin melakukan secara berjamaah, maka tinggal
menambah kata "imaaman" (sebagai imam) atau "makmuuman"
(sebagai makmum) sebelum kata "Lillaahi Ta'aala".
c. Qashar danJamak
Shalat jamak sekaligus shalat qashar artinya shalat dengan
mengumpulkan dua shalat fardhu dalam satu waktu dan meringkas
rakaatnya yang semula empat rakaat menjadi dua rakaat.
Sebagimana Hadis dari Ibnu Umar berikutini:
"Pernah Rasulullah menjamak qashar shalat Maghrib dengan
shalat Isya', beliau laksanakan Maghrib tiga rakat dan Isya' dua
rakaat dengan satu kali iqamah." (HR. Abu Daud dan Turmudzi).
Lafazh niatnya sebagai berikut:
1. Contoh Niat shalat qashar dan jamak taqdim shalat Zhuhur
dengan shalat Ashar:
Ushalllii fardhazh-Zhuhh jam ’a ta’dhiimin bil-'ashri qashran
rak'ataini lillaahi ta'alaa.
58 Panduan Praktis Shalat
"Saya niat shalat fardhu Zhuhur jamak taqdim dengan Ashar di
qashar dua rakaat karena Allah ta'ala"
2. Contoh Niat shalat qashar dan jamak ta'khir shalat Zhuhur
dengan shalat Ashar:
Ushallii fardhazh-Zhuhri jam'a ta'khirin bil-'ashri qashran
rak'ataini lillaahi ta'alaa.
"Saya niat shalat fardhu Zhuhur jamak ta'khir dengan Ashar di
qas/mr dua rakaat karena Allah ta'ala."
Catatan: Bila ingin mengerjakan shalat selain dari contoh di atas,
cukup mengganti kata Zhuhur dan Ashar dengan Maghrib dan
Isya sesuai keperluan.
Shalat 59
BAB V
TATA CARA SHALAT ORANG SAKIT
Perintah mendirikan shalat tetap diwajibkan kepada umat
Islam meskipun dalam keadaan sakit. Namun tata cara
pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi kemampuan masing-
masing. Berikut ini adalah tata cara shalat bagi orang yang dalam
keadaan sakit dengan beberapa kondisi kesehatan yang berbeda-
beda.
Kondisi pertama adalah orang yang
sakit dalam keadaan tidak bisa berdiri,
maka mereka boleh mengerjakan
shalatnya sambi! duduk (Gambar no. 1).
Adapun tata cara pengerjaannya
sebagai berikut:
1. Ketika mengerjakan rukuk caranya
adalah dengan duduk mem
bungkuk sedikit, seperti terlihat
padagambarno. 2:
2. Ketika mengerjakan sujud, caranya
adalah seperti cara mengerjakan
sujud biasa.
Kondisi Kedua, ialah jika orang
yang sakit tidak bisa berdiri atau duduk, maka shalat orang yang
sakit dalam keadaan demikian adalah mereka boleh mengerjakan
shalatnya dengan cara berbaring dengan dua belah kakinya
diarahkan ke arah kiblat, kepalanya ditinggikan dengan alas bantal
6 0 Panduan Shalat Praktis
dan mukanya diarahkan ke arah kiblat.
Dengan ketentuan ketika rukuk dan
sujudnya adalah sebagai berikut:
1. Cara m engerjakan rukuknya
adalah cukup menggerakkan
kepala ke muka.
2. Cara sujudnya adalah dengan cara
menggerakkan kepala lebih ke
muka dan lebih ditundukkan
seperti terlihat pada gambar no 3.
Kondisi Ketiga; jika shalat dengan
duduk atau berbaring juga tidak bisa
dilakukan, maka seseorang tersebut
boleh mengerjakan shalatnya dengan
menghadapkan seluruh anggota
badannya ke arah kiblat. Dimana cara
melakukan rukuk dan sujudnya cukup
menggerakkan kepala menurut ke
mampuannya. Seperti terlihat pada
gambar no. 4.
Kondisi Keempat; Jika orang yang
sakit tidak dapat mengerjakan dengan
cara ketiga kondisi di atas, maka orang
tersebut boleh mengerjakan shalatnya
cukup dengan isyarat, baik dengan
isyarat kepala ataupun dengan isyarat
mata.
Kondisi K e l i m a ; Dan jika
semuanya tidak mungkin, maka orang
yang sakit boleh mengerjakan dalam
hati, selama akal dan jiwa masih ada.
Tata Cara Shalat Orang Sakit 61
BAB VI
SHALAT JANAZAH DAN SHALAT GHAIB
A. Shalat Janazah imam
Hukum shalat janazah /
adalah fardhu kifayah yakni wajib /
dikerjakan oleh sebagian kaum
muslimin, dan jika sudah ada
yang mengerjakannya maka
hukum wajibnya gugur bagi
muslim yang lain. Perlu
dimengerti bahwa jika seseorang
memulai shalat janazah, maka
menjadi kewajiban baginya untuk
menyempurnakannya, kalau
tidak, dia akan berdosa.
1. Syarat Shalat Janazah
a. Syarat shalat janazah sama halnya dengan shalat fardhu
atau sunnah yaitu dalam ha! diwajibkan menutupi aurat,
suci dari hadas besar atau kecil, suci badan, suci pakaian
dantempatnya dan harus menghadap kiblat.
b. Si Mayit harus sudah dimandikan atau disucikan dan
dikafankan, dan diletakkan sebelah kiblat atau di depan
orang yang menshalatkan, kecuali kalau shalat dilakukan
di kubur atau shalat ghaib.
2, Rukun dan Cara-cara Shalat Janazah
Shalat janazah dilakukan hanya dengan empat takbir dan dua
salam dilakukan dalam keadaan berdiri, berbeda dengan shalat
fardhu atau sunnah lainnya. Shalat janazah tidak dengan adzan atau
iqamat, ruku', sujud, i'tidal dan tahiyyat. Dan cara mengerjakannya
sebagia berikut:
Dimulai dengan niat, menyengaja melakukan shalat atas mayat
dengan empat takbir dan menghadap kiblat karena Allah swt. Niatnya:
Untuk mayat laki-laki:
Ushallii 'alaa haadzal mayyiti arba'a takbiiraatin fardhal-
62 Panduan Praktis Shalat
kifaayati lillaahi ta'aalaa.
"Saya niat shalat atas mayit laki-laki empat takbir fardhu
kifayah karena Allah Ta'ala."
Untuk mayat perempuan atau wanita:
Ushallii 'alaa haadzihil mayyitati arba'a takbiiraatin fardhal-
kifaayati lillaahi ta 'aalaa.
"Saya niat shalat atas mayit perempuan empat takbir fardhu
kifayah karena Allah Ta'ala."
1. Takbir Pertama. Setelah takbiratul ihram, yakni meng
ucapkan "AUahu Akbar" bersam aan dengan niat
diteruskan bersedekap (meletakkan tangan kanan di atas
tangan kiri di atas perut) kemudian membaca surah Al-
Fatihah, lalu takbir.
2. Setelah selesai takbir yang kedua, kemudian dilanjutkan
dengan membaca shalawat atas Nabi sebagai berikut:
AUahummashalli 'alaa sayyidinaa Muhammad.
'Ya Allah, berilah kasih sayang kepada junjungan kita Nabi
Muhammad.”
Lebih sempurna lagi jika membaca shalawat sebagai berikut:
JT jc j j p jL jiu
<Jp jF J
^ Jc. xJ-'ixy Jl jc j j i i
Allahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammad wa alaa aali
sayyidinaa Muhammad kamaa shallaita alaa sayyidinaa
Ibraahiima wa alaa aali sayyidinaa Ibraahiim wa baarik alaa
sayyidinaa Muhammad wa alaa aali sayyidina Muhammad
Shalat Janazah dan Shalat Ghaib 63
kamaa baarakta alaa sayyidinaa Ibraahiima wa alaa aali
sayyidinaa Ibraahimfilaalamiina innaka hamiidun majiid.
"Ya Allah, berilah kasih sayang kepada junjungan kita Nabi
Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi
kasih sayang-Mu kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan
keluarganya. Dan berkatilah kepada junjungan kami Nabi
Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau member
kati junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya di antara
makhluk-makhluk-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji
dan Maha Mulia"
3. Setelah selesai takbir yang ketiga, kemudian membaca doa:
\ j A iW j ’a -iili
AUaahummaghfirlahuu warhamhu wa'aafihiiwafu’anhu.
"Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera, serta
maafkanlah dia/’
Lebih sempurna lagi jika membaca doa:
4JLC-
\j± f,\S(U)ijJ j g iiiij t t y
vyii jy C?
♦j\S J l O l j x - J JjJLJl A i j ( U ) a^>-Jj
AUaahummaghfirlahu (lahaa), warhamhu (haa), wa 'aafihi
(haa), wa'fu 'anhu (haa), wa akrim nuzuulahu (haa), wa wassi'
madkhalahu (haa), waghsilhu (haa) bil maa'in wats tsalji wal
baradi, wanaqqihi (haa) minadz dzunuubi wal khathaayaa
kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu
6 4 Panduan Praktis Shalat
(haa) daaran khairan min daarihi (haa), wa ahlan khairan min
ahlihi (haa), wa zaujan khairan min zaujihi (haa), waqihi (haa)
fitnatal qabri wa 'adzaaban naar.
"Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan
maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah
tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun.
Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau
bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya
rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari
isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari
azab kubur dan azab neraka.
Catatan: Bila mayatnya perempuan, maka lafazh "lahuu atau huu"
diganti dengan "lahaa atau haa" dan begitu seterusnya.
Bila mayatnya anak-anak, maka doanya sebagai berikut:
f J - i j G aly ( i i ) iL U -i
•(U ) sjJ u S lj
AUahummaj'alhu farathan li abawaihi (haa) wa salafan wa
dzukhran wa'izhatan wa'tibaaran wa syafii'an wa tsaqqil bihii
(haa) mawaaziinahum aa wa afrighish shabra 'alaa
quluubihimaa wa laa taftinhumaa ba'dahu (haa) wa laa tahrim
humaaajrahu (haa).
"Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi
ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulu
kan, dan menjadi pengajaran (ibarat) serta syafa'at bagi orang
tuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu-bapaknya karenanya,
serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya. Dan
janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggal
nya, dan janganlah Engkau menghalangi pahala kepada dua
orang tuanya."
4. Setelah selesai takbir yang keempat, kemudian membaca doa:
.k!J Uj i i \ j ijJu \hJu’(jpA MI4IH
Shalat Janazah dan Shalat Ghaib 65
AUahumma laa tahrimnaa ajrahuu wa laa taftinnaa ba'dahuu
waghfirlanaa wa lahuu.
"Ya Aliah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada
kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya),
dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya,
dan ampunilah kami dan dia."
Lebih sempurna lagi jika membaca doa:
& ( ji.% Z’ , Q i t f j f j J u
"■ W5 "
AHahumma laa tahrimnaa ajrahuu wa laa taftinnaa ba'dahuu
waghfir lanaa wa lahuu wa li’ikhwaaninalladziina sabaquunaa
biliimaani wa taj'alfii quluubinaa ghillan lilladziinaa aamanuu
Rabbanaa innaka ra 'uufurrahiim.
"Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada
kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya),
dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya,
dan ampunilah kami dan dia dan orang-orang yang beriman
yang telah mendahului kami, dan janganlah engkau jadikan ada
perasaan dengki di dalam hati terhadap orang-orang yang
beriman. Ya Allah Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha
Pengasih dan Penyayang."
5. Kemudian salam ke arah kanan satu kali dan ke arah kiri satu
kali dengan membaca:
Sa,'O V $ s' 0s' ** 0 } Q ^
Assallamu 'alaikum warahmatullahiwa barakaatuh.
"Keselamatan dan RahmatAllah semoga tetap pada kamu sekalian.”
Rasulullah % bersabda: "Barangsiapa menghadiri janazah
sampai janazah itu dishalati, maka ia mendapatkan satu qirath.
Dan barangsiapa menghadirinya sampai janazah itu dikubur
kan, maka ia mendapatkan dua qirath. Seseorang bertanya:
Apakah dua qirath itu? Rasulullah $g bersabda: Sama dengan
66 Panduan Praktis Shalat
dua gunungyang besar.”(HR. Abu Hurairah)
B. Shalat Ghaib
Shalat ghaib dilaksanakan dengan kondisi mayat tidak berada
di tempat shalat atau berada di tempat yang jauh. Shalat ghaib pada
mayat itu adalah sah, sebagaimana shalat janazah biasa yang bukan
ghaib, tata cara pelaksanaannya juga sama dengan shalat janazah
biasa yang membedakan hanya niatnya saja di sebutkan atas mayat
ghaib, yakni dengan lafadz niat shalat ghaib:
(o M i) jc -^> \
A_s
Ushallii 'alaa mayyiti (fulan) al-ghaa'ibi arba'a takbiiraatin
fardhal kiffayati lillahi ta'alaa.
"Saya niat shalat atas mayat (Nama) ghaib empat takbir fardhu
kifayah karena Allah Ta'ala.”
Doa sesudah ShalatJanazah
«3* -p e - t a j i J' jp j ^ t a i i jp
( f c l j l oj j b ) o l j l \jjt> l-j Uj j *54^
C -ld l \ oJ (j-5
0 > *Jj lA lj 44
Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa' alaa aali
sayyidinaa Muhammad. Allahumma bi haqqil faatihah. I'tiq
riqaabanaa wa riqaaba haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati)
Shalat Janazah dan Shalat Ghaib 6 7
minan naar3x. Allaahumma anzilir rahmata wal magflrata 'alaa
haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) waj'al qabrahu (haa]
raudhatan minaljannah. Wa laataj'alhuu lahuu (haa) hufratan
minan niiraan. Wa shallallaahu 'alaa khairi khalqihi sayyidinaa
Muhammadin wa aalihii wa shahbihii ajma'iina wal hamdu
lillaahi rabbil 'alamin.
"Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad
dan keluarganya. Ya Allah dengan berkah Surah Al-Fatihah,
bebaskanlah kami dan janazah ini dari api neraka. Ya Allah,
curahkan rahmat ampunan kepada mayat ini, jadikanlah
tempat kuburnya sebuah taman yang nyaman dari (taman-
taman) surga, dan janganlah Engkau menjadikan kuburannya
itu lubang jurang neraka. Semoga Allah melimpahkan shalawat
kepada semulia-mulianya makhluk, Nabi Muhammad M,
kepada keluarganya, dan sahabat-sahabatnya semua. Segala
puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam."
68 Panduan Praktis Shalat
BAB VII
MACAM-MACAM SHALAT SUNAH
1. Shalat Sunah Rawatib
Shalat sunah Rawatib adalah shalat yang dikerjakan sebelum
dan sesudah shalat fardhu. Dan jumlah seluruhnya ada 22 rakaat,
yaitu:
1) , 2 rakaat sebelum shalat Shubuh dan tidak ada setelah shalat
shubuh (ba'diyah).
2) . 2 rakaat sebelum shalat Zhuhur. 2 atau 4 rakaat sesudah shalat
Zhuhur.
3) . 2 rakaat atau 4 rakaat sebelum shalat Ashar dan tidak ada
setelah shalat Ashar (ba'diyah).
4) . 2 rakaat sesudah shalat Maghrib.
5) . 2 rakaat sebelum shalat Isya’ dan 2 rakaat rakaat sesudahnya
(ba'diyah),
Di antara shalat-shalat tersebut ada yang dinamakan mu'akkad,
yaitu sunah yang sangat kuat.
Sebagaimana hadis dari Umar ia berkata: "Pernah saya shalat
bersama Rasulullah M dua raka'at sebelum Zhuhur dan dua raka'at
sesudah Zhuhur; dua rakaat sesudahJum’at, dan dua rakaat sesudah
Isya’". (HR. Bukhari dan Muslim)
1). 2 rakaat sebelum shalat Zhuhur. Niatnya:
'j g \ ’A ii& 4 0 40%j4iii iiL
Ushallii sunnatazh Zhuhri rak'ataini qabliyatal lillaahi ta'aalaa.
Allaahu akbar.
"Aku niat melakukan shalat sunah sebelum Zhuhur dua rakaat
karena Allah ta'ala.'1
2). 2 rakaat sesudah Zhuhur. Niatnya:
’J $ '\10 1 . j O O 40% O , jO i
Ushallii sunnatazh Zhuhri rak'ataini ba'diyatal lillaahi ta'aalaa.
Allaahu akbar.
"Aku niat melakukan shalat sunah sesudah Zhuhur dua rakaat
karena Allah ta'ala.”
Macam-macam Shalat Sunah 69
3) . 2 rakaatsebelum Ashar. Niatnya:
Ushallii sunnatal Ashri rak'ataini qabliyatal lillaahi ta'aalaa.
Allaahu akbar.
"Aku niat melakukan shalat sunah sebelum Ashar dua rakaat
karena Allah ta'ala."
4) . 2 rakaat sesudah shalat Maghrib. Niatnya:
s * i-T 'ii" '’ m - «<"'>, «-'f, ; r ^ - ■!
Ushalliisunnatal Maghribi rak'ataini ba'diyatal lillaahi ta 'aalaa.
Allaahu akbar.
"Aku niat melakukan shalat sunah sesudah Maghrib dua rakaat
karena Allah ta'ala."
5) . 2 rakaatsebelum shalat Isya’ Niatnya:
* J $ \ 4JJ <0S £ j u S frLioJ'I ZLL
Ushallii sunnatal Isya'i rak'ataini qabliyatal lillaahi ta'aalaa.
Allaahu akbar.
"Aku niat melakukan shalat sunah sebelum Isya’ dua rakaat
karena Allah ta'ala."
6) . 2 rakaatsesudahshalatlsya’.Niatnya:
j'Z i i i i . « G u ii i l l
Ushallii sunnatal Isya'i rak'ataini ba’diyatal lillaahi ta'aalaa.
Allaahu akbar.
"Aku niat melakukan shalat sunah sesudah Isya’ dua rakaat
karena Allah ta'ala."
a. Keuntungan Shalat Sunah sebelum Shubuh
Nabi Muhammad H bersabda:
j > S - ' c j &j u ] \ i j i j | i | § | i i S 1& j c -
7 0 Panduan Praktis Shalat
An 'a'isyata >$,‘anin nabiyyi Mqaala: rak'atalfajri khairun minad
dunya wa maafiihaa.
Dari'Aisyah ^ bahwa N abi-telah bersabda: Dua rakaat fajar
(shalat sunah sebelum Shubuh) itu lebih baik daripada dunia
dan seisinya." (HR. Muslim)
b. Niat Shalat Sunah 2 Rakaat Fajar:
’J 6fa a l J C u - u i J ^ \ s L ljii
^ z' ✓
Ushalliisunnatal Fajri rak'ataini lillaahi ta’aalaa. AllaahuAkbar
"Saya niat shalat sunah Fajar dua rakaat karena Allah Ta'ala.
Allahu Akbar."
c. NiatShalat Sunah 2 Rakaat sebelum Shubuh:
.J u s Ai
Ushallii sunnatas shubhi rak'ataini qabliyatal lillaahi ta'aalaa.
Allaahu akbar.
'Aku niat melakukan shalat sunah sebelum Shubuh dua rakaat
karena Allah ta’ala.”
d. Mempraktekkan Shalat Sunah Rawatib
Cara melaksanakan shalat Rawatib sama dengan shalat fardhu,
baik gerakannya maupun bacaannya, tetapi yang berbeda hanyalah
niatnya. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Tidak didahului adzan dan iqomah.
2. Dilaksanakan secara munfarid (sendirian).
3. Bacaannya tidak dinyaringkan.
4. Jika lebih dari dua rakaat, maka setiap dua rakaat satu salam.
5. Sebaiknya tempat mengerjakan shalat rawatib pindah sedikit
dari tempat mengerjakan shalat fardhu.
6. Diutamakan pada rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun,
dan pada rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas.
7. Diawali dengan niat menurut macam shalatnya.
2. Shalat Sunah Wudhu
Setiap kali seseorang selesai berwudhu sebagaimana biasa kita
disunahkan membaca doa "Asyhadu an laa ilaaha illallaahu
wahdahuu laa syariika lahu...", selesai berdoa, disunahkan juga
Macam-macam Shalat Sunah 71
mengerjakan shalat sunah wudhu dua raka'at, dan niatnya:
A ifi
Ushalliisunnatalwudhuu'i rak'ataini lillaahi ta'aala. Allaahu akbar.
"Aku niat melakukan shalat sunah wudhu dua rakaat karena
Allah ta'ala."
3. Shalat Sunah Dhuha
Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan seorang
muslim ketika waktu matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak
terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi} hingga waktu Zhuhur.
Jumlah rakaat shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal
nya dua belas rakaat dan dilakukan dalam 2 rakaat sekali salam.
Tata Cara Melaksanakan Shalat Dhuha:
Pada dasarnya pelaksanaan shalat Dhuha adalah sama dengan
shalat fardhu yang membedakan hanya bacaan niat dan jumlah
rakaatnya saja. Berikut bacaan niat shalat Dhuha:
*»• z'
Ushalliisunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
“Aku niat shalat sunah Dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala.”
Surat-surat yang paling baik dibaca ketika shalat Dhuha adalah:
1. Surah Al-Waqi'ah; 2. Surah Asy-Syams;
3. Surah Adh-Dhuha; 4. Surah Al-Kafirun;
5. Surah Quraisy; 6. Surah Al-Ikhlas
Surat yang paling disunahkan ketika shalat Dhuha yaitu:
1. Rakaat awal disunahkan membaca surah Asy-Syams.
2. Rakaat kedua disunahkan membaca surah Adh-Dhuha.
Untuk rakaat berikutnya: Setiap rakaat pertama disunahkan
membaca surah Al-Kafirun. Setiap rakaat kedua disunahkan
membaca surah Al-Ikhlas. Setelah selesai kita membaca doa seperti
yang Rasulullah Majarkan. Doanya sebagai berikut:
' j O - r , O J iO * 0 ° ' } 1 R G O s i k i i i p i -4JJI
*O^ Uo^ vo?C-4' -f.va?»t(JAjjJ-3SjjJL~)\ C ' 'Sj5iJirj' "(jAliJtLs^t^'
72 Panduan Praktis Shalat
j otyj ^ **’ o **} y
j J jj d f o1p l
C.i> d f db ^ ob ii> u
^ \j^ j ,J^ o j o O l j
j U r l i ^ l j JSIIc- o 4 5 \ £ ib j iij ib jjj
Allahumma innadh dhuhaa'a dhuhaa'uka, wal bahaa'a
bahaa'uka, waljamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka,
wal qudrata qudratuka, wal 'ishmata 'ishmatuka. Allahumma
inkaana rizqii fis-samma'i fa anzilhu, wa inkaana fil-ardhi
faakhrijhu, wa inkaana mu'siran fayassirhu, wainkaana
haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba'iidan fa qarribhu,
bihaqqi dhuhaa'ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika
wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash shaalihiin.
"YaAllah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu,
keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindah-
an-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah pen-
jagaan-Mu, YaAllah, apabila rezekiku berada di atas langit maka
turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah,
apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila
jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu
(Wahai Tuhanku], datangkanlah padaku apa yang Engkau
datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
4. Shalat Sunah Tahiyyatal Masjid
Shalat Tahiyyatal Masjid secara bahasa berarti shalat yang
dilakukan untuk menghormati masjid, dilaksanakan sebanyak dua
rakaat sesaat setelah kita memasuki masjid.
Hukum melaksanakan shalat Tahiyyatal Masjid adalah sunah,
sebagaimana hadis dari Abu Qatadah, Rasulullah M bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kamu masuk ke masjid maka
janganlah duduk sebelum shalat tahiyyatal masjid dua rakaat." (HR.
Bukhari dan Muslim]
Macam-macam Shalat Sunah 73
Tata cara pelaksanaan adalah sebagai berikut:
Jumlah rakaatnya hanya dua rakaat, dilaksanakan secara
munfarid [sendirian]. Waktunya setiap saat memasuki masjid, baik
untuk melaksanakan shalat fardhu maupun ketika akan beri'tikaf
dan caranya seperti shalat fardhu biasa dengan niat:
Ushallii sunnata tahiyyatal masjidi rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
AllahuAkbar
"Saya berniat shalat tahiyyatal masjid dua rakaat karena Allah
Ta'ala."
Catatan: Orang yang ingin melakukan shalat tahiyyatal masjid di
kala khatib sedang berkhutbah, hendaklah dilakukan dengan
ringan (jangan terlalu lama], agar bisa mendengarkan khutbah.
1). Doa dari Rumah Menuju ke Masjid.
° a " • ' t* f o “t - 1 °t" a I - >
\ j y J‘ , j 'j j -> L J 'J J J
beyi 0 b^ y O&>jo-*je b" yf b\?j0 -' o byf t* o s ' a ' '
■tb**oyi J f&JZj \Jy \jy
Allaahummaj'al fii qalbii nuuran, wa fii basharii nuuran, wa fii
sam 'ii nuuran, wa 'ayyamiinii nuuran, wa ‘ayyasaarii nuuran, wa
fawqii nuuran, wa tahtii nuuran, wa amaamii nuuran, wa khalfii
nuuran, wa 'azhzhim lii nuuran.
"Ya Allah! Jadikanlah dalam hatiku suatu cahaya, dalam
pandanganku suatu cahaya, dalam pendengaranku suatu
cahaya, dari arah kananku suatu cahaya, dari arah kiriku suatu
cahaya, di atasku suatu cahaya, di bawahku suatu cahaya, di
depanku suatu cahaya, di belakangku suatu cahaya dan
limpahkanlah kepadaku dengan cahaya" (HR. Bukhari-Muslim],
2). Doa Masuk ke Masjid
7 4 Panduan Praktis Shalat
Allaahummaghfirlii dzunuubii waftahlii abwaaba rahmatik.
"Ya Allah, ampunilah segala dosaku dan bukakanlah untukku
pintu-pintu rahmat-Mu"
3). Doa Keluar dari Masjid.
AUaahummaghfirlii dzunuubii waftahlii abwaaba fadhlik.
Allaahumma'shimnii minasysyaithanir rajiim.
"Ya Allah, ampunilah segala dosaku dan bukakanlah untuku
pintu-pintu kemurahan-Mu. Ya Allah lindungilah aku dari setan
yang terkutuk."
5. Shalat Sunah Tahajjud
Shalat Tahajjud sering juga disebut shalat malam atau disebut
juga (Shalatul Lail atau Qiyamul Lail) karena waktu melaksanakan
shalat ini pada malam hari dimana semua orang sedang tertidur
lelap. Shalat Tahajjud adalah shalat sunah yang tidak pernah
ditinggalkan oleh Rasulullah® sepanjang hidupnya.
Dan waktu yang terbaik untuk melaksanakan shalat Tahajjud,
para ulama telah membagi waktu yang utama untuk shalat Tahajjud
sebagai berikut:
1) . Sepertiga pertama, kira-kira mulai dari jam 19.00 WIB, sampai
jam 22.00, ini saat utama.
2) . Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 WIB, sampai
dengan jam 01.00, ini saat yang lebih utama.
3) . Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 WIB, sampai dengan
masuknya waktu Shubuh, ini saatyang paling utama.
Amru ibn 'Abasah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah
"Ya Rasulullah! Malam apakahyang paling di dengar?", Rasulullah -fs,
menjawab, "Tengah malam terakhir, maka shalatlah sebanyakyang
engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah
maktubah masyhudah (waktuyang apabila bermunajat maka Allah
menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)" (HR.
Abu Daud)
Macam-macam Shalat Sunah 7 5
Jumlah rakaat shalat Tahajjud adalah tidak terbatas, paling
sedikit 2 rakaat dan dikerjakan dalam dua rakaat satu salam. Dan
tata caranya sama dengan praktik shalat fardhu mengenai gerakan
dan bacaanya, yang beda adalah pada niatnya saja. Dan niatnya
adalah seperti di bawah ini.
ildjl . J u &&
Ushalliisunnatattahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
"Aku niat shalat sunah tahajjud dua rakaat karena Allah."
Doa Setelah Shalat Tahajjud
Setelah selesai shalat Tahajjud hendaknya kita perbanyak
istighfar memohon ampunan Allah M Sebenarnya tidak ada bacaan
doa tertentu yang dikerjakan setelah shalat Tahajjud, namun
kebiasaan Rasulullah M selalu membaca doa berikut ini setelah
shalat Tahajjud.
yf' ?_^ jv ^lvC. - o* vlCyf ->ufli''-l01di) l
iU j x -Uhi-] d il j
y^ I y'
g,
oijLUii' dii
ialdiliuj«dydjji,*VlJoljldJljliiitf
y' y' y' "*
A lijj,’$£\ «IjuJdkidJj oiydJijui
^^ $ li i i j u j j $ . 1 H 5 & « g t i
* M o? 'n 5 ' * ' ■» " £ y <? , Q s
tC-wJuol d i] jL$i]i t^ > -
} ^ y y' y' ^ y £ y y' y' } § ' ' * * • * y yy y y y
d ijj d i^ J j to w » ] d J u j tc J S ^ j d ilif ^ j
7 6 Panduan Praktis Shalat
-*o 'h*- o '0*' '' 0 ^ $ * z* ''z ''* '
\-* j t O j~>-\ L a j CU-aA3 L» .C ulS^U - l i i J l j
'V ^ ,-
\ll-\lvT>'"'/u" *-'Jy°\ "(f ^0T0f "^o-sf
i^ 4 j| 2 i‘j> -i^ .\ C *ojj ^-LaJj C-o! (C rtjJlf'i L*j
■'e» s, \ <"f 1 " s J
• c o l Ili'aJi ^ J f e j t o J l
"Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi
serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi
langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau
Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu
segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi
nya. Bagi-Mu segala puji. Engkau benar, janji-Mu benar, firman
Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar (ada),
Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah
benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu),
peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku
pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman,
kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu
aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan
dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu,
ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.
Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada
Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah
Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau."
Ada baiknya pula membaca doa keselamatan dunia dan akhirat:
M C>{ie -k j t l l i ;>Sil j ) t lli dill j& lBj
'V
Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fii 'aakhirati
hasanataw wa qinaa adzaaban naar.
"Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.
Setelah itu disarankan untuk memperbanyak membaca
istighfar. Adapun istighfar yang biasa ialah:
V y j p*
Macam-macam Shalat Sunah 77
Astaghfirullaahal ‘azhiima wa atuubu ilaihi.
"Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan
kami pun bertaubat kepada-Nya."
Alangkah lebih baik lagi bila membaca istighfar dengan lafadz
yangsempurna:
utj fctj j A i l i «lat S p N!£3 cat dit
s SO Q} st'' } O.s' s- O ■*** . $ s’ s' s . O 1 **'
La La ^C'
a\ s . * 4 a. '; * y - 'l '' ^ t "° " u ■» > f ^ a "
lSAj cC-olL ^
" = f .S*, ' > i tl ^ o " .-'i > c,, "
^ 4j\i
Allaahumma anta rabbil laa ilaaha ilia anta khalaqtanii wa anaa
'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tUj
a’uudzubika min syarri maa shana'tu abu'u laka bini'matika
'alayya wa abuu'u bidzambii faghfir lii fa innahu laa
yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
"Ya Allah Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilaah yang berhak
disembah selain Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah
hamba-Mu. Aku tetap berada di dalam perjanjian-Mu dan
janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari
kejelekan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang
Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku
kepada-Mu. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada
yangdapatmengampuni dosa-dosa selain Engkau."
Setelah selesai membaca doa dan istighfar dengan sempurna,
lalu membaca ayat kursi, surat Al-Ikhlash, Al-Falaqdan An-Nas.
6. Shalat Sunah Istikharah
Shalat Istikharah merupakan shalat sunah dua rakaat yang di
kerjakan pada saat hendak menentukan pilihan terhadap dua
pilihan atau lebih untuk mendapatkan kemantapan hati dalam
menentukan pilihan terbaik sehingga bisa memberikan kebaikan
dalam hidup, karena itu jika dalam keraguan hati pada saat akan
7 8 Panduan Praktis Shalat
memilih sesuatu, sebaiknya sebelum memastikan salah satunya
terlebih dahulu melaksanakan shalat untuk memohon kepada Allah
agar jatuh pada pilihan yang tepat, baik soal jodoh pekerjaan atau
hal lain yang sifatnya tidak bertentangan dengan syariat. Sebagai
mana telah diajarkan Rasulullah bagi umatnya dalam firman Allah
swt: "Wasta'iinuu hish-shabri wash-shalaah", yang artinya: "Minta
tolonglah kepada Allah dengan sabar dan shalat".
Sedangkan waktu yang paling utama adalah pada tengah
malam sekitar 1/3 malam terakhir (jam 02 malam) di saat semua
orang sedang tidur lelap. Pada saat itulah waktu utama untuk me
ngajukan permohonan pada Allah agar diberi petunjuk menentukan
pilihan yang tepat sehingga bisa membawa kemaslahatan dalam
hidup, baik dunia maupun akhirat Adapun niatnya:
Ushalliisunnatal istikhaarati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Saya berniat shalat sunah istikharah dua rakaat karena AllahTa'ala.
Doa Istikharah:
" i i f « t . " i " * t ' \> o f " " , , "*> " o 7 'i , " f 'T
(2DLL \ j <2Aj j -Ujj \ j (jl.^l.fr.1 J J 1 I 4 I) \
j' f t \ la J b O ? p J u i i r 51 ^ i ] j ia t j
"" . ^ 0* **
. ""
j9p ~ (sebutkan keinginanmu)
j [% y S j (sebutkan keinginanmu) \jjb
** «*"• **'*■ **-■'
Macam-macam Shalat Sunah 7 9
•H
Allahumma innii astakhiiruka bi 'ilmika wa astaqdiruka bi
qudratika wa as'aluka min fadhlikal ’adziim fa innaka taqdiru
wa laa aqdiru wa ta'lamu wa laa a'lamu wa anta 'allaamul
guyub. Allaahumma inkunta ta'lamu anna haadzal amra
(sebutkan keinginanmu) khairullii fii diinii wa ma'aasyi wa
‘aaqibati amri faqdirhu Hi wayassirhu Hi tsumma baarikliifiihi
wa inkunta ta'lamu anna haadzaa (sebutkan keinginanmu)
syarrulliifiidiinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amriifashrifhu ‘annii
washrifnii 'anhu waqdirliyal-khaira haitsu kaana tsumma
irdhinii bihi.
"Ya Allah, hamba memohon agar Tuhan memilihkan mana yang
terbaik menurut Engkau. Dan hamba memohon Tuhan
memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu, dan hamba
memohon dengan kemurahan Tuhan Yang Maha Besar. Karena
sesungguhnya Tuhan yang berkuasa, sedang hamba tidak tahu
dan Tuhanlah yang amat mengetahui segala sesuatu yang
masih tersembunyi. Ya Allah, jika Tuhan mengetahui bahwa
persoalan ini baik bagi hamba dalam Agama dan dalam
penghidupan hamba dan baik pula akibatnya bagi hamba, maka
berikanlah perkara ini (sebutkan keinginanmu) kepada hamba,
dan mudahkanlah ia bagi hamba, kemudian berilah keberkahan
bagi hamba di dalamnya. Ya Allah, jika Tuhan mengetahui
bahwa sesungguhnya hal ini (sebutkan keinginanmu) tidak
baik bagi hamba, bagi agama hamba, bagi penghidupan hamba
dan tidak baik akibatnya bagi hamba, maka jauhkanlah hal ini
dari hamba, dan jauhkanlah hamba dari padanya. Dan berilah
kebaikan dimana saja hamba berada, kemudian jadikanlah
hamba orang yang rela atas anugerah-Mu."
Selesai berdoa, mintakanlah apa yang menjadikanmu baik
untuk dilaksanakan sesuai dengan harapan atau keinginanmu yang
bisa mendatangkan keinginan yang kuat dan mantap dalam hatimu.
7. Shalat Sunah Muthlaq
Shalat sunah Muthlaq ialah shalat sunah yang boleh dikerjakan
pada waktu kapan saja, kecuali pada waktu yang dilarang untuk
mengerjakan shalat sunah, dengan jumlah rakaat yang tidak
terbatas. Niat shalat muthlaq tidak terikat dengan niat tertentu,
8 0 Panduan Praktis Shalat
selain ikhlas menjalankan ibadah kepada Allah $fs, shalat sunah
muthlaq dikerjakan tiap-tiap dua rakaat dengan satu kali salam.
Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan
shalat sunah adalah:
1) . Waktu matahari sedang terbit hingga naik setombak atau lembing.
2) . Ketika matahari berada tepat di puncak ketinggiannya hingga
tergelincirnya, kecuali pada hari jumat ketika orang masuk
masjid untuk mengerjakan shalat Tahiyyatul Masjid.
3) . Sesudah shalat Ashar sampai terbenam matahari,
4) . Sesudah shalat Shubuh hingga terbit matahari agak tinggi.
5) . Ketika matahari sedang terbenam sampai sempurna ter
benamnya.
Lafazh niat shalat sunah Muthlaq seperti berikut:
IaIM .J U S -UI J J a i S j A l i ^ > \
Ushalliisunnatan rak'ataini lillahi ta’aalaa. AllaahuAkbar.
'Aku niat shalat sunah dua rakaat karena Allah ta'ala. Allahu akbar"
8. Shalat Sunah Awwabin
Sesudah melakukan shalat sunah ba'dal Maghrib (ba'diyah),
disunahkan pula mengerjakan shalat sunah dua sampai dengan enam
rakaat yang dinamakan shalat sunah Awwabin.
Tata cara mengerjakan shalat sunah Awwabin
1). Shalat dua rakaat dengan lafazh niatnya:
Ushallii rak'ataini shalaatal awwaabiina sunnatal lillaahi
ta 'aalaa. Allaah uAkbar.
"Akuniat shalat dua rakaat sunah Awwabin karena Allah ta'ala.
2) . Sesudah membaca Fatihah pada rakaat pertama, bacalah surat
Al-Ikhlas enam kali, surat Al-Falaq sekali dan surat An-Nas
sekali, demikian pula pada raka'at kedua.
3) . Sehabis salam dua rakaat ini, maka shalat lagi dua rakaat. Dan
di baca pada rakaat pertama dan kedua sesudah Al-Fatihah
mana saja surat yang dikehendaki. Lafazh niatnya seperti
tersebut di atas.
4). Sesudah itu berdiri lagi dengan lafazh niatnya seperti yang di
Macam-macam Shalat Sunah 81
atas, dilaksanakan 2 raka'at, dengan bacaan pada raka'at
pertama sesudah surat Al-Fatihah, bacalah surat Al-Kafirun dan
pada raka'at kedua sesudah Al-Fatihah bacalah surat Al-Ikhlas.
9. Shalat Sunah Tasbih
Shalatsunah Tasbih adalah shalat sunah yang maksudnya mem
perbanyak tasbih kepada Allah dengan cara-cara khusus yang di
dalamnya banyak membaca tasbih, sehingga dalam empat rakaat
yang dikerjakan itu bacaan tasbih berjumlah 300 tasbih.
Cara mengerjakannya sebagai berikut:
1). Berdiri lurus menghadap qiblat lalu ucapkan niatnya (di waktu
malam) sebagai berikut:
Ushallii sunnatat tasbiihi rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Allaahu
Akbar.
"Akuniat shalat sunnah tasbih dua rakaatkarena Allah ta’ala.
Berdasarkan hadis Rasulullah M dari Ibnu Abbas 4^,
sesungguhnya Rasulullah ^ bersabda kepada Abbas ibn Abdul
Muthalib: "Ya Abbas! Wahai paman! sungguh aku ingin memberi
kepadamu sesuatu yang berharga, anugrah, aku senang dan berbuat
untukmu 10 perkara, apabila engkau melakukannya niscaya Allah
akan menghapuskan dosa-dosamu, baik yang awal maupun yang
akhir, yang dahulu atau yang baru, yang tidak disengaja atau
disengaja, yang kecil atau yang besar, yang rahasia atau yang terang-
terangan, yaitu engkau mengerjakan shalat 4 rakaat.
2) . Pada setiap rakaat engkau membaca Al-Fatihah dan surah,
setelah selesai membaca surah dan masih dalam keadaan
berdiri, maka bacalah tasbih sebanyak 15 kali;
3) . Kemudian ruku, maka dalam ruku membaca tasbih 10 kali.
4) . Kemudian bangun dari ruku dan i'tidal membaca tasbih 10 kali;
5) . Kemudian kamu sujud, dalam suj ud membaca tasbih 10 kali;
6) . Kemudian bangun dari sujud atau duduk di antara dua sujud
membaca tasbih 10 kali;
7) . Kemudian sujud yang kedua membaca tasbih 10 kali;
8) . Bangun dari sujud sebelum berdiri duduk kembali dengan
tumakninah dan membaca tasbih 10 kali.
Semua itu berjumlah 75 tasbih. Dan kamu kerjakan sebanyak
8 2 Panduan Praktis Shalat
empat rakaat. Jika kamu sanggup melakukannya maka kerjakanlah
setiap hari satu kali, jika tidak setiap satu minggu satu kali, jika tidak
setiap bulan satu kali, jika tidak satu tahun satu kali, jika tidak
seumur hidup satu kali." (HR. Abu Dawud)
Adapun bacaan tasbih sebagai berikut:
Subhaanallaahi wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu
wallaahu akbar wa laa haulaa wa laa quwwata illaa billaahil-
'aliyyil 'adhiiim.
"Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain
Allah. Allah Maha Besar dan tidak ada daya dan kekuatan
kecuali dengan kekuasaan Allah Yang Maha Luhur lagi Maha
Besar."
Seumpama kita kelupaan membaca tasbih di salah satu tempat
nya maka boleh di gantikan di tempat berikutnya, agar bacaan
tasbihnya tetap berjumlah 300 tasbih.
10. ShalatSunahTaubah
Shalat Taubat merupakan shalat sunah yang dikerjakan dalam
2 sampai 6 rakaat seperti shalat biasa, dikerjakan oleh seseorang
yang pada waktu lampau pernah melakukan perbuatan maksiat
atau dosa dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dengan kata
lain, menyesal atas perbuatan yang telah diperbuatnya dan berniat
tidak akan mengulanginya lagi disertai permohonan ampunan
kepada Allah'S.
Hukum Mengerjakan Shalat Taubat
Hukum mengerjakan shalat sunah Taubat adalah sunah
mu’akkad. Maksudnya yaitu sunah yang sangat di anjurkan untuk di
kerjakan pada seseorang yang telah berbuat dosa atau pun maksiat.
Seperti yang telah diterangkan di dalam sabda Nabi Muhammad #
yang memiliki arti: "Tidak ada orang yang pernah berbuat dosa,
kemudian bergerak dan segera berwudhu, lalu mengerjakan shalat
selanjutnya memohon ampunan kepada Allah, kecuali (Allah) pasti
akan memberikan ampunan baginya.” (HR. Imam Abu Dawud, An-
Nasa'i, Ibnu Majah dan Imam Baihaqi)
Macam-macam Shalat Sunah 83
Rasulullah M juga menerangkan di dalam sabdanya berikut ini:
"Setiap orang mukmin yang melakukan suatu dosa, kemudian ia ber
wudhu dengan sempurna, lalu berdiri mengerjakan shalat, kemudian
ia memohon ampun kepada Allah, niscaya Allah akan meng
ampuninya." (HR, Imam Abu Dawud, Tarmidzi, Ibnu Majah, Ahmad
dan Imam Thayalisi)
Lafazh niatnya ialah:
Ushalliisunnatattaubatirak'ataini lillaahi ta 'aala.
"Saya berniat shalat sunah taubat dua rakaat karena Allah
Ta'ala".
Doa setelah Shalat Taubat:
Astaghfirullaahal 'adhiim al-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul
qayyuumu wa atuubu ilaihi taubata 'abdi zhaalimin laayamliku
Iinafsihi dharran wa laa nafan wa laa mautan wa laa hayaatan
wa laa nusyuuran.
"Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya
mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang
hidup terus selalu jaga. Saya memohon taubat kepada-Nya,
selaku taubatnya seorang hamba yang banyak dosa, yang tidak
mempunyai daya upaya untuk berbuat madharatatau manfaat,
untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti."
Dianjurkan juga untuk memperbanyak membaca Sayyidul
Istighfar, sebagai berikut:
8 4 Panduan Praktis Shalat
’jZ L S A’ \iU jy-M ui) \
' ~'
" "
. < • $ % Ojijll
Allaahumma antaa rabbi laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa
anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa’dika mastatha'tuu
a'udzubika min syarrimaa shana'tu abuu'u laka bi ni’matika
'alayya wa abuu'u bi dzanbifaghfir liifainnahu laa yaghfirudz-
dzunuuba illaa anta.
"Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang haq
kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedang aku
adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janji-Mu dan akan
menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepada
Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku
mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku meng
akui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya
tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”
11. Shalat Sunah Hajat
Shalat sunah Hajat adalah shalat sunah yang dilaksanakan 2
sampai 12 rakaat dengan tiap-tiap dua rakaat salam. Dan dikerjakan
karena mempunyai maksud atau keperluan serta berharap Allah
mengabulkannya. Hajat atau keperluan ini ada yang kepada Allah ■fe
dan ada juga yang mempunyai hajat kepada sesama manusia. Dan
waktu yang tepat yaitu setelah shalat Tahajjud.
Dan suatu hajat dapat tercapai bilamana orang itu mau terus-
menerus berusaha dan berdoa minta kepada Allah M, diantaranya
dengan shalat Hajat. Karena Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an
Surat Al-Baqarah Ayat 45.
-o U a Gl i y .iij Y jjj
Wasta'iinuu bish-shabri wash-shalaati wa innahaa lakabiiratun
illaa ‘alalkhaasyi'iin.
"Dan mintalah pertolongan (kepada) Allah dengan sabar dan
shalat. Dan sesungguhya yang demikian itu sungguh berat,
kecuali bagi orang-orangyang khusuk."
Macam-macam Shalat Sunah 85
NiatShalat Hajat:
Ushalliisunnatal hajati rak'ataini lillaahi ta 'aalaa.
"Saya berniat shalat sunah Hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
Doa Shalat Hajat
Setelah selesai shalat Hajat, dianjurkan membaca istighfar
100x, seperti kalimat istigfar yang biasa [astaghfirullaah) atau
sebagai berikut: , ... , ^
^ J i—o b J b ^ a.k.t.,.11
AstagfiruUaha rabbii min kulli dzanbin wa atuubu ilaih.
"Aku memohon ampunan kepada Allah dari dosa-dosa, dan aku
bertaubat kepada-Mu"
Selesai membaca istighfar lalu membaca shalawat nabi 100 kali
yakni:
u k ii £ j=j\yuyi Jp
■UayMUayM
"■ z'
Allahuma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatar-
ridhaa wardha 'an ashaabihir ridhar ridhaa.
Artinya: “Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas junjungan
kami Muhammad, kesejahteraan yang diridhai, dan diridhailah
daripada sahabat-sahabat sekalian."
jj|3c, dbJp-j iliSlli -ojpuJl Oj
Si j o?3 ^ 'y
86 Panduan Praktis Shalat
Laa ilaaha illallaahul haliimul kariimu. Subhaanallaahi rabbil
'arsyil 'ahziim, alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin, as'aluka
muujibaatirahmatika wa 'azaa'ima maghfiratika wal
ghaniimata min kulli birrin was salaamata min kulli itsmin.
Laatada' Hi dzanban illaa ghafartahuu walaa hamman illaa
farrajtahuu walaa haajatan illa hiya laka ridhan illaa
qadhaitahaayaa arhamar raahimiin.
“Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha
Mulia, Maha suci Allah Tuhan Pemelihara Arsy yang Agung,
segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Kepada-Mu aku
memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu dan sesuatu
yang mendatangkan ampunan-Mu, dan memperoleh
keuntungan pada tiap-tiap kebaikan dan keselamatan dari
segala dosa, janganlah Engkau tinggalkan dosa pada diriku,
melainkan Engkau ampuni, dan kesusahan melainkan Engkau
beri jalan keluarnya, dan tidak pula suatu hajat yang mendapat
kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Kemudian mintalah kepada Allah M apa yang menjadi
keinginanmu, dengan bersujud dan sambil memperbanyak dzikir:
•jh ilji u E u ll Alt
Laa ilaaha illaa antasubhaanaka innii kuntu minadh zhaalimiin.
"Tidak ada Tuhan melainkan Engkau ya Allah, Maha Suci Engkau,
sesungguhnya aku ini adalah dari golongan yang aniaya.”
Shalat Hajat bisa dilakukan kapan saja selama bukan di waktu-
waktu yang dilarang (yaitu setelah Shubuh hingga matahari naik
sepenggalah dan setelah shalat Ashar sampai Maghrib datang).
Namun yang paling baik adalah dilakukan di tengah malam atau
akhir malam, baik sebelum Tahajjud maupun sesudah Tahajjud.
Adapun hasilnya, diserahkan kepada Allah 31. Allah yang akan
mengabulkan sesuai dengan kehendak-Nya dalam bentuk yang Dia
inginkan dan pada waktu yang Dia tetapkan. Kita harus menerima
dengan ridha disertai perasaan yakin bahwa itulah yang terbaik.
Macam-macam Shalat Sunah 8 7
12. Shalat Sunah Tarawih
Shalat sunah Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama'
dari H iJJ (tarwiihatun) yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk
istirahat" Shalat Sunah Tarawih adalah shalat sunah malam yang
dikerjakan pada bulan Ramadhan, shalat Tarawih hukumnya sunah
muakkad, boleh dikerjakan sendiri atau berjama'ah, shalat Tarawih
dilakukan sesudah shalat Isya sampai waktu fajar
Cara Mengerjakan Shalat Tarawih
Tiap-tiap dua rakaat diakhiri dengan salam, setelah selesai
shalat Tarawih hendaknya diteruskan dengan shalat witir, sekurang
kurangnya satu rakaat. Umumnya shalat witir dikerjakan tiga rakaat
dengan dua salam dan boleh juga dikerjakan tiga rakaat satu salam.
Dan sebaiknya mengikuti tata cara shalat Tarawih sesuai yang
dilakukan imam. Kalau imam shalat 8 rakaat + 3 rakaat witir,
makmum mengikuti itu. Bila ia ingin menambahi jumlah rakaat,
sebaiknya dilakukan di rumah. Kalau imam melaksanakan shalat 20
rakaat maka sebaiknya mengikutinya. Bila ia ingin hanya
melaksanakan 8 rakaat, maka hendaknya ia undur diri dari jamaah
dengan tenang agar tidak mengganggu jamaah yang masih
melanjutkan shalat Tarawih.
Karena di zaman Rasulullah M, shalat Tarawih pada umumnya
dikerjakan sebanyak 8 rakaat. Hal ini dikarenakan agar tidak
menimbulkan sesuatu keberatan. Selain itu Rasulullah saw. juga
tidak memberatkan shalat ini untuk ditunaikan di masjid, karena
tidakmausahabatberfi kiran shalat ini shalat yang wajib.
Sedangkan pada zaman Khalifah Umar ibn Al-Khattab beliau
menambah lagi menjadikan 20 rakaat, karena beliau berpendapat
bahwa orang-orang Islam pada zamannya itu tidak keberatan lagi
menunaikan shalat sebanyak itu. Ijtihad Umar ini disepakati oleh
ijma'.
Adapun niatnya sebagai beriku t:
Ushallii sunnatat taraawiihi rak'ataini (ma'muman/imaaman)
lillahi ta'aalaa.
"Aku niat shalat Tarawih dua rakaat (menjadi makmum/imam)
karena Allah Ta’ala”
88 Panduan Praktis Shalat
Manfaat dan Keutamaan Shalat Tarawih:
Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah dan diriwayatkan
oleh Ali ibn Abi Thalib yang dikutip dari kitab Durratun Nashihin,
berikut ini adalah keutamaan dan hikmah shalat Tarawih:
1. Malam ke 01: Siapa yang shalat Tarawih pada malam pertama
dihapus dosa seorang mukmin seperti ketika ia di lahirkan.
"Barangsiapa melakukan puasa Ramadhan karena iman dan
mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan
diampuni." (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759],
2. Malam ke 02: shalat Tarawih pada malam kedua di ampuni dosa
dirinya dan kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
3. Malam ke 03: Malaikat berseru dari Arsy "Telah diangkat
amalnya, dan dosanyayang telah lalu di ampuni olehAllah
4. Malam ke 04: Baginya mendapat pahala, seperti pahala
membaca Kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur'an.
5. Malam ke 05:Allah M memberinya pahala seperti pahala shalat
di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjid Aqsha,
6. Malam ke 06: Allah ^ memberinya pahala Thawaf di Baitul
Makmur dan dimintakan ampun baginya oleh setiap batu.
7. Malam ke 07: Seperti pahala yang di peroleh nabi Musa dan
penolongnya dari kejahatan Fir'aun dan Hamman.
8. Malam ke 08: Allah memberikannya pahala seperti pahala
apa yang diberikan kepada Nabi Ibrahim
9. Malam ke 09: Seperti pahala ibadahnya nabi Muhammad^.
10. Malam ke 10: Allah memberinya rizki dan kebaikan di dunia
dan akhirat.
11. Malam ke 11: Seperti pahala empat kali orang yang haji dan
umrah, setiap yang haji bersama seorang Nabi, dan setiap yang
umrah bersama orang yang benar dan yang syahid.
12 Malam ke 12: Ia datang pada hari kiamat kelak dengan wajah
berseri-seri seperti bulan purnama.
13. Malam ke 13: Ia datang pada hari kiamat, selamat dari
kejahatan (kejelekan).
14. Malam ke 14: Semua Malaikat menyaksikan bahwa sesungguh
nya orangtersebut telah shalat Tarawih maka pada hari kiamat
kelak Allah 4*;tidak akan menghisabnya.
Macam-macam Shalat Sunah 8 9
15. Malam ke 15: Para malaikat bershalawat kepadanya dan
menjaga di 'Arsy dan Kursi.
16. Malam ke 16: Allah ‘M mencatat baginya akan di bebaskan dari
api neraka dan masuksurga.
17. Malam ke 17: Diberikannya pahala seperti pahala para nabi.
18. Malam ke 18: Satu Malaikat berseru: "Hai HambaAllah, bahwasa
nya Allah 4»;telah meridai kamu dan kedua orang tuamu.
19. Malam ke 19: Allah akan mengangkatke surga Firdaus.
20. Malam ke 20: Allah memberikan pahala para syuhada dan
orang-orang saleh.
21. Malam ke 21: Allah $f membuatkan baginya sebuah istana di
surga dari cahaya.
22. Malam ke 22: Pada hari kiamat nanti, selamat dari kesulitan dan
kesusahan.
23. Malam ke 23: Allah S membangunkan baginya sebuah kota di
surga.
24. Malam ke 24: Permintaanya di kabulkan oleh Allah ife.
25. Malam ke 25: A llahm engangkatnya dari siksaan kubur.
26. Malam ke 26: Allah mengangkat baginya pahala empat puluh
tahun (40 thn).
27. Malam ke 27: la akan melewati jembatan shirathal mustaqim
pada hari kiamat kelak seperti kilat menyambar.
28. Malam ke 28: Allah H mengangkat baginya seribu (1000)
derajat di surga.
29. Malam ke 29: Allah memberikan pahala seribu (1000) haji
yang makbul.
30. Malam ke 30: Allah berfirman: "Hai hamba-Ku, makanlah
buah-buahan di dalam surga dan mandilah engkau dengan air
Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar, Aku Tuhanmu dan
engkau hamba-Ku".
Doa setelah Shalat Tarawih:
cJ
< o y > U iL tU j T g& yJ.
9 0 Panduan Praktis Shalat
<3j6u& & ,jC-j0^—*^
" 's s s '' "
j frU^aJLij Si^>-S!l(jjt^jjjjbljCjjjl
U P-\y^C^j Vyj^j'uj?S-'^CJI Icj
'" s '' “ s ' ' ' <S> s s
'& ‘ts -J y * f j i jU 1 3 tuli 5 ^ » j o i
y'^J' ^0i<</■ ““ ?3-' j**^j ^ ^
- " O » * 1!'' > a^e -" -; o * > , 0 o*a ' 's l«
^'
,J,y > J ‘O i ^ J V^ 1 0 ^ J J ^ J
5= S!
' ^ ? s; '
>-- ^ ^ ^ ^ ^ ^^
0 ^ ‘l^ 'jO ta ^ ' i'y, ia ^ 'l 3 iil
J t^ c y t J^°^<iAJiililsjtjJLsJj \ ^yL^>~j JL^dlj
"Allaahummaj'alnaa bil iimaani kaamiliina. Walifaraa'idhi
mu'addiina wa 'alash shalawaati rrwhaafidhiin. Walizzakaati
faa'iliina walimaa 'indaka thaalibiin. Wa li’afwika raajiina wa
bil-hudaa mutamassikiina wa 'anil laghwi mu'ridliin. Wa
fiddunyaa zaahidiin, wafiVaakhirati raaghibiina wa bilqadhaa 'i
raadhiin. Wa binna'maa'isyaakiriina wa 'alalbalaa'ishaabiriina
wa tahta liwaa'i sayyidinaa muhammadin shallallaahu 'alaihi
wasallama yaumal qiyaamati saa'iriin. Wa 'ala! haudhi
Macam-macam Shalat Sunah 9 1
waaridiina wa filjannati daakhiliin. Wa 'alaa sariiratil
karaamatiqaa'idiina. Wa bihuurin 'iinin mutazawwijiin, Wa min
sundusin waistabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min
tha'aamil jannati aakiliina. Wamin labanin wa'asalin
mushaffiina syaaribiin. Biakwaabin wa abaariiqa waka'sin mim
ma'iin. ma'al ladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyiina wash-
shiddiiqiina wasy syuhadaa'i wash-shaalihiina wa hasuna
ulaa'ika rafiiqaa. Dzaalikal fadllu minallaahi wakafaa billaahi
’aliima. Walhamdu lillaahirabbil 'aalamiin".
"Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya
sempurna, dapat menunaikan segala fardlu, menjaga shalat,
menunaikan zakat, menuntut atau mencari segala kebaikan di
sisi-Mu, mengharap ampunan-Mu senantiasa memegang teguh
petunjuk-petunjuk-Mu, terlepas atau terhindar dari segala
penyelewengan dan zuhud di dunia dan di akhirat dan tabah
(sabar) menerima cobaan, mensyukuri segala nikmat-Mu dan
semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di
bawah naungan panji-panji junjungan kita Nabi Muhammad
saw, dan melalui telaga yang sejuk, masuk di dalam surga,
terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan,
didampingi oleh bidadari surga, dan mengenakan baju-baju
kebesaran dari sutera berwarna-warni, menikmati santapan
surga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam
gelas-gelas dan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada
mereka dari golongan para Nabi, shiddiqin dan orang-orang
yang syahid serta orang-orang shahih. Dan baik sekali mereka
menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah
swt. dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan
segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.”
13. Shalat Sunah Witir
Shalat Witir adalah shalat sunah dengan rakaat ganjil yang
dilakukan setelah melakukan shalat lainnya di waktu malam (misal:
Tarawih dan Tahajjud. shalat ini dimaksudkan sebagai pemungkas
waktu malam untuk "mengganjili" shalat-shalatyang genap. Karena
itu, dianjurkan untuk menjadikannya akhir shalat malam. Witir itu
maknanya ganjil -bukan penutup-. Seseorang yang telah me
laksanakan shalat witir, lalu ingin shalat sunah lagi, itu boleh saja,
9 2 Panduan Praktis Shalat
tetapi jangan mengulangi lagi witirnya. Hal ini berdasarkan riwayat
Abu Daud, Nasa'i dan Turmudzi yang menganggapnya hasan,dari Ali
katanya: Saya mendengar Rasulullah M besabda: "Tiada dua kali
witir dalam semalam". Dan dari Umrau Salamah 4&\ "Bahwa Nabi
pernah melakukan lagishalat dua rakaatsehabis witirsambil duduk".
(HR. Imam Ahmad, Abu Daud, Turmudzi dan lain-lain).
Keutamaan serta Hukumnya
Shalat Witir adalah shalat sunah yang muakkad yang
dianjurkan serta disemangatkan benar-benar oleh Rasulullah M
Dari Ali 4 *katanya: "Sebenarnya witir itu bukanlah fardhu sebagai
mana shalat-shalat lima waktu yang diwajibkan. Hanya saja
Rasulullah - setelah berwitir, pernah bersabda: 'wahai ahlul Qur'an,
kerjakanlah shalat witir sebab Allah itu witir (Maha Esaj dan suka
sekali kepada yang ganjil." (HR. Ahmad dan Ashhabus Sunan dan
oleh Turmudzi dianggap sebagi hadis hasan, sedangkan Hakim yang
meriwayatkannya juga menganggapnya sebagai hadisshahih).
Bilangan Rakaat Witir
Bilangan rakaatnya 1, 3, 5, 7, 9 dan atau 11 rakaat, dan kalau
shalat Witir itu banyak boleh dikerjakan dua rakaat satu salam,
kemudian yang terakhir satu rakaat dengan satu salam. Apabila
melakukan pada saat bulan Ramadhan, maka disunahkan untuk
menambahi dengan doa qunut pada tanggal 15 sampai akhir bulan
Ramadhan.
Adapun niatnya pada saat shalat Witir dua rakaat, yaitu:
,,. i ' r ," '' t ^ S* o 3 ^>
' -** ^ -
Ushallii sunnatal witri rak'ataini lillaahi ta’aalaa.
"Saya berniatshalat sunah witir dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
Niat yang 1 rakaat:
ih ,
Ushallii sunnatal witri rak'atal lillaahi ta'aalaa.
"Saya berniat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah Ta'ala.”
Doa sesudah Shalat Witir £\ ^13
A*
ilJU ij U iiU . d i iu u lj
Macam-macam Shalat Sunah 9 3
lU-li ^ ciUUj; <6j l i £ 2 dUUi'j Q c
^ J i Oilliij JjfiLlaj «CJ iu u ij
v&jGjULJi iiul^3 ‘iuiiiJt dul u j iCs\i]|3
IL $ 2 Os, ^ifl ■j-.liM^ ;GaJ(iu'Lij
s
-s j «&&Sj G ^ i Q £ £.Wj GSU
'^' C ^ j - 3 ^ 9 ' r-3' <$»1 Gtfi C ail G6 ^ 2
'i * ' ' i-- 0 > --o -'»'¥■ o -''- t*r '<» / J- ' ' 1i''
tiA jj fJ 1^jC j
4J0Jl£Mj ^jp Sj*JI 4i>
•< j\^Jl*J\ C /j
Allaahumma innaa nas'aluka iimaanan daaiman, wa nas'aluka
qalban khaasyi’an, wa nas'aluka 'ilman naafi'an, wa nas'aluka
yaqiinan shaadiqan, wa nas'aluka 'amalan shaalihan, wa
nas'aluka diinan qayyiman, wa nas'aluka khairan katsiiraa, wa
nas'alukal 'afwa wal'aafiyata, wa nas'aluka tamaamal ’aafiyati,
wa nas'alukasy syukra 'alal 'aafiyati, wa nas'alukal ghinaa'a
'anin naasi, allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa
shalaatanaa washiyaamanaa wa qiyaamanaa watakhasysyu
'anaa watadlarru'anaa w a ta ’abbudanaa watammim
taqshiiranaa yaa allahuyaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar
raahimiin. Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin
wa'alaa aalihii washahbihii ajma’iina subhaana Rabbika Rabbil
'izzati ammaa yasifuun, wa salaamun 'alal mursaliina wal
hamdu lillaahi rabbil 'aalamiin
9 4 Panduan Praktis Shalat
'Ta Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang
langgeng, hati yang khusyu, ilmu yang bermanfaat, keyakinan
yang benar, amalan yang shaleh, agama yang lurus, kebajikan
yang banyak, ampunan dan kesehatan, kesempurnaan
kesehatan, mensyukuri kesehatan dan kami memohon kepada
Mu kecukupan dari manusia. YaAllah, YaTuhan kami, terimalah
shalat kami, puasa kami, rukuk kami, khusyu kami, kerendahan
diri kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah kekurangan
dalam shalat kami, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah. Wahai Dzat yang
Paling Penyayang diantara semua yang Penyayang. Dan semoga
Allah memberi rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga
serta sahabat beliau semuanya. Maha Suci Engkau, Tuhan
segala kemuliaan, suci dari segala apa yang dikatakan oleh
orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul. Dan
segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam".
14. Shalat 'Idul Fitri dan ‘IdulAdha
Shalat hari raya ada dua: Yang pertama, shalat 'Idul Fitri, yaitu
shalat 2 rakaat yang dikerjakan pada hari raya 'Idul Fitri, yaitu setiap
tanggal 1 Syawal. Dan yang kedua shalat 'Idul Adha, yaitu shalat 2
rakaat yang dikerjakan pada hari raya 'Idul Adha, yaitu setiap
tanggal 10 Dzulhijjah.
Hukum shalat 2 hari raya ini (shalat 'Idul Fitri dan 'Idul Adha)
adalah sunah muakkad, yaitu sunah yang sangat dianjurkan bagi
laki-laki dan perempuan, mukim atau musafir. Dan waktu pelaksana
annya adalah mulai sejak matahari terbit sampai condong ke Barat.
Pada saat memulai shalat 'Id tidak di sunahkan adzan maupun
iqamah, bilal cukup mengucapkan "Ashshalaatu Jaami'ah” yang
artinya "marilah kita kerjakan shalatberjamaah”.
Cara Mengerjakan Shalat Td
1. Ketika imam sampai di masjid, muraqi (pengantar khatib naik
mimbar) segera berdiri untuk memberi aba-aba dimulainya
shalat,yakni dengan lafazh:
. i l i l j & j Ajus 'J 1/ j 4jL*,\
shallu sunnatal li'iidil fithri/li'iidil adhaa rak'ataini jaami’atan
rahimakumullaah
Niat shalat sunah 'Idul Fitri/Adha dua rakaat berjamaah,
Macam-macam Shalat Sunah 95
semoga Allah memberi rahmat kepada kalian.
2. Imam segera menuju mihrab (tempat imam], lalu niat shalat
disertai takbiratul ihram. Niatnya adalah:
'fS'\liuil . J u : J J / i i / > i j l S li
Ushallii sunnatal U'iidil flthri/Adha rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Saya berniat shalat sunah 'Idul Fitri/Adha dua rakaat karena
Allah Ta'ala.
3. Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan membaca doa iftitah,
kemudian melakukan takbir sebanyak tujuh kali pada raka'at
pertama, dan lima kali pada raka'at kedua. Lalu, membaca
tasbih di sela-sela takbir:
.'j$ V A s\y& \% ^ \ % 4&Idir)
4. Setelah selesai melakukan takbir ketujuh, dilanjutkan mem
baca ta'awwudz, surat Al-Fatihah dan surat-surat yang
disunahkan; seperti surat Qafatau Al-A'la pada raka’at pertama,
dan surat Al-Qamar atau surat Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.
Catatan: Untuk gerakan shalat lainnya (rukuk, sujud dan yang
lainnya), sama seperti shalat pada umumnya.
5. Selesai melaksanakan shalat, muraqi segera berdiri untuk mem
beri aba-aba dimulainya khutbah, disusul dengan membaca
shalawat sambil menyerahkan tongkat.
6. Setelah itu, khatib menuju mimbar khutbah.
7. Kemudian muraqi membaca doa: ,
8. Selesai doa, khatib mengucapkan salam kemudian duduk.
9. Lalu, muraqi membaca takbir sebanyaktigakali:
<r£V& \ t g \ % \
Allaahu Akbar; Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, laa ilaaha
9 6 Panduan Praktis Shalat
illallahuwallaahu akbar. AllaahuAkbar wa lillaahilhamdu (3x)
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak
ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan segala puji
bagi Allah(3x)"
10. Kemudian, khatib melaksanakan khutbah pertama. Selesai
khutbah, khatib duduk sejenak, disusul muraqi membaca
shalawat:
Allahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammad wa alaa aali
sayyidinaa Muhammadin.
"Ya Allah, berilah kasih sayang kepada junjungan kita Nabi
Muhammad dan keluarganya."
11. Selesai duduk, khatib melanjutkan dengan khutbah kedua
sampai selesai.
Hal-hal yang Disunahkan dalam Hari Raya
1. Dianjurkan mandi sebelum berangkat ke Musholla (Lapangan).
Ali ibn Abi Thalib pernah ditanya tentang mandi, maka beliau
menjawab: "Mandi sebaiknya dilakukan di hari Jum’at, hari
Arafah (wuquf), hari ‘Idul Adha, dan hari 'Idul Fitri". (HR. Asy-
Syafi'i dalam Al-Musnad (114), dan Al-Baihaqy [5.919]).
2. Memakai pakaian yang bagus dan berhias dengannya.
Hadis dari Ibnu Umar ia berkata: “Umar mengambil jubah
dari sutera yang dijual di pasar. Diapun mengambilnya lalu
dibawa kepada Rasulullah # seraya berkata: "Ya Rasulullah,
belilah ini agar engkau bisa berhias dengannya untuk hari 'Id dan
para utusan..." (HR.Al-Bukhari dan Muslim dalam sahihnya)
3. Di hari 'Idul Fitri disunahkan makan sebelum ke masjid
Buraidah ra. berkata: "Nabi tidaklah keluar di hari 'Idul Fitri
sampai beliau makan, dan pada hari ‘Idul Adha beliau tidak
makan sampai beliau kembali". (HR. Ibnu Majah dalam As-Sunan,
dihasankan oleh Syu’aib al-Arna'uth dalam TakhrijAl-Musnad.
4. Mencari jalan lain ketika pulang ke rumah
Abu Hurairah ^ berkata: "Nabi Muhammad Mjika keluar untuk
shalat Td, beliau kembali lewat jalan yang lain". (HR. Ibnu Majah
Macam-macam Shalat Sunah 9 7
Ot\V dalam As-Sunan)
5. Disyari’atkan wanitadan anak kecil ikut kelapangan.
Di hari 'Id wanita -walaupun ia haid- dan anak-anak kecil di-
syari’atkan untuk keluar menyaksikan shalat dan doanya kaum
muslimin. Ummu Athiyyah berkata: "Rasulullah M me
merintahkan kami mengeluarkan para wanita gadis, haidh, dan
pingitan. Adapun yang haidh, maka mereka menjauhi shalat,
dan menyaksikan kebaikan dan dakwah atau doanya kaum
muslimin. Aku berkata:" Ya Rasulullah, seorang di antara kami
ada yang tak punya jilbab". Beliau menjawab: "Hendaknya
saudaranya memakaikan (meminjamkan) jilbabnya kepada
saudaranya". (HR. Bukhari dan Muslim dalamAsh-STia/uTi)
6. Bersegera (cepat berangkat) melaksanakan shalat'Id.
7. Bertakbir menuju lapangan.
Ada suatu riwayat dari Nabi $g: "Bahwa beliau keluar di hari
'Idul Fitri seraya bertakbir sampai tiba di masjid dan sampai
usai shalat. Jika usai shalat, beliau hentikan takbir". (HR. Ibnu
Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf dan Al-Firyabi dalam Ahkam
Al-'Idain. LihatiugaSilsilahAl-HadisAsh-Shahihah [171]).
Pada hari 'Idul Adha, takbir dimulai dari Shubuh pada hari Arafah
(tanggal 9 Dzulhijjah) dan pada tiap-tiap shalat fardhu yang lima
waktu pada hari-hari tanggal tersebut. Lafadz takbirnya:
9 8 Panduan Praktis Shalat
• <oi3 j’ &\tdii ij’ $ \to il' j
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa ilaaha
illallahuwallaahu akbar. Allaahu Akbar wa UUaahil-hamdu (3x)
Laa ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina
lahuddiin walau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu
wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, wa a'azza
jundahuu wahazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu
wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.
"Allahu Maha Besar, Allahu Maha Besar, Allahu Maha Besar,
Tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan segala
puji bagi Allah(3x)
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain
kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang
kafir membencinya. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-
Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala
tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar
dan segala puji bagi Allah."
1S. Shalat Gerhana Matahari dan Bulan (Kusufain)
Kita mungkin mendengar istilah shalat Kusufain (shalat 2
gerhana. Yaitu shalat dikarenakan terjadinya gerhana bulan, dan
gerhana matahari. Dalam artian, jika terjadi gerhana bulan maka
kita laksanakan shalat Khusuf dan jika terjadi gerhana matahari
maka kita lakukan shalat Kusuf sesungguhnya kedua shalat ini
hukumnya adalah sunah muakad.
Waktu melaksanakan shalat gerhana bulan yakni dimulai dari
terjadinya gerhana bulan itu sendiri hingga terbit kembali, atau
dengan kata lain sampai bulan tersebut nampak utuh, sedangkan
waktu melaksanakan shalat gerhana matahari yaitu dimulai dari
timbulnya gerhana matahari itu sendiri hingga matahari tersebut
kembali seperti semula, atau sampai terbenam.
Cara Mengerjakan Shalat Gerhana Bulan dan Gerhana
Matahari:
1. Shalat 2 rakaat sebagaimana shalat biasanya, boleh kita
melaksanakannya sendiri-sendiri, atau mungkin lebih utama
jika kita melaksanakannya secara berjamaah.
Macam-macam Shalat Sunah 99