2. Shalat 2 rakaat dengan 4 kali rukuk, dan juga 4 kali sujud, yaitu
pada raka'at pertama (sesudah rukuk dan i'tidal) kita membaca
surat Al-Fatihah lagi, selanjutnya kita terus melakukan rukuk
sekali lagi dan i'tidal, kemudian kita terus sujud selanjutnya
sebagaimana biasa. Dan pada rakaat kedua juga kita lakukan
seperti halnya pada rakaat yang pertama. Jadi dengan demikian
shalat gerhana tersebut seluruhnya berjumlah 4 rukuk, 4
fatihah dan 4 sujud.
Catatan:Bacaan Al-Fatihah pada shalat gerhana bulan, sebaiknya di
nyaringkan, sedang pada gerhana m atahari tidak di
nyaringkan. Dan bacaan surah pada rakaat yang pertama lebih
panjang daripada surah pada rakaat yang kedua.
Lafadz niatnya:
Ushalliisunnatal khusuufi/ kusuufi rak'ataini lillahi ta 'aalaa,
"Saya niat melaksanakan shalat Sunah gerhana bulan atau
gerhana matahari dua rakaat karena Allah ta'ala."
16. Shalat Sunah Istisqa’(Minta Hujan)
Istisqa' secara bahasa adalah meminta turun hujan. Secara
istilah yaitu meminta kepada Allah Hi agar menurunkan hujan
dengan cara tertentu ketika dibutuhkan hamba-Nya.
Hukum shalat Istisqa' adalah sunah muakkad bagi yang terkena
musibah kelangkaan air untuk minum dan kebutuhan lainnya. Dan
dianjurkan bagi kaum muslim lainnya yang masih mendapatkan air,
sebagai bentuk ukhuwah dan tolong menolong dalam kebaikan dan
ketakwaan.
Dalil Shalat Istisqa’
Allah M berfirman yang artinya: "Maka aku katakan kepada
mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, —sesungguhnya Dia
adalah Maha Pengampun—, niscaya Dia akan mengirimkan hujan
kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-
anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan
(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai," (QS. Nuh: 10-12)
Istisqa' memiliki tiga macam, yaitu:
1. Istisqa' yang paling ringan, yaitu doa tanpa shalat dan tidak juga
shalat di masjid atau selain masjid, sendiri atau jamaah. Dan
100 Panduan Praktis Shalat
sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang saleh.
2. istisqa' pertengahan, yaitu doa setelah shalat Jum'at atau shalat
lainnya, ketika khutbah Jum'at atau khutbah yang lain.
3. Istisqa' yang paling utama adalah Istisqa' dengan di dahului
shalat dua rakaat dan dua khutbah. Dilakukan oleh muslim,
baik musafir atau muqim, penduduk kampung atau kota.
Niatnya Shalat Istisqa’:
•(JU li 4JJ (La
Ushallii sunnatal istisqaa'i rak'ataini (imaaman/ma'muuman)
lillaahi ta'alaa.
"Aku niat shalat sunah istisqa' dua rakaat (jadi imam atau
makmum] karena Allah ta'ala.
Cara melaksanakannya:
1. Tiga hari sebelum melakukan shalat Istisqa', seorang imam atau
ulama memerintahkan kaumnya agar puasa tiga hari lamanya,
dan menganjurkan agar mereka melakukan sesuatu hal yang
baik (sedekah, taubat dari segala dosa dll).
2. Pada hari keempatnya, semua penduduk disuruh keluar dari
rumah ke tanah lapang untuk melakukan shalat Istisqa’, bahkan
binatang pun ikut dikeluarkan.
3. Waktu ke tanah lapang, sebaiknya dengan pakaian yang
sederhana dengan tidak memakai wangi-wangian dan tidak
berhias serta memperbanyak memohon ampunan.
4. Setelah salam, khatib membacakan dua khutbah. Dan khutbah
yang pertama dimulai dengan membaca istighfar 9 kali, dan pada
khutbah yang kedua dimulai dengan membaca istighfar 7 kali.
Cara Melaksanakan Khutbah Istisqa’
Cara melaksakan khutbah istisqa' sedikit berbeda dengan
khutbah Jum’atatau khutbah lainnya:
1. Seorang khatib disunahkan agar memakai selendang.
2. Khutbahnya berisikan anjuran supaya beristighfar serta
merendahkan diri kepada Allah M dengan penuh keyakinan
Allah akan mengabulkan doanya (turunnya hujan).
Lafadz Istighfar
Macam-macam Shalat Sunah 101
Astaghfirullaahal 'azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul
qayyuumu wa atuubu ilaiih,
"Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung,
tiada Tuhan selain Allah. Dia yang hidup dan yang tegak dan
saya bertaubat kepada-Nya.”
3. Hendaknya mengangkat dengan tinggi-tinggi tangannya di
waktu berdoa, hingga terbuka antara lengan dengan badannya.
4. Di saat berdoa pada khutbah yang kedua, hendaknya khatib
berpaling ke kiblat membelakangi makmum dan bersama-
sama berdoa dengan suara yang lemah menurut tekanan irama
[memohon merendahkan diri}, dan makmum ikut nyaring
apabila dalam doanya imam membaca dengan nyaring.
5. Ketika berpaling ke kiblat, khatib hendaknya merubah
selendangnya yang kanan ke kiri dan yang di atas ke bawah.
Doa Istisqa'
•O jiulS il [y . %
Allaahummasqinalghaitsa wa laa taj'alnaa minal qaanithiin.
"Ya Allah tumpahkanlah hujan kepada kami dan janganlah
Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa."
\ C-olLaj <'T>
^^ ^ r ^
.£ & . % $ i\
Allaahumma 'alath-thiraabi wal akaami wa manaabitisy syajari
wa buthuunil audiyati. Allaahumma hawaalainaa wa laa 'alainaa.
"Ya Allah curahkanlah hujan itu di atas tumpukan-tumpukan
tanah (gumuk) dan bukit, tempat pepohonan, tanaman, dan
tumbuh-tumbuhan, serta di lembah-lembah. Ya Allah curah
kanlah di keliling kami dan jangan di atas kami."
Allaahummaj'alhaa suqyaa rahmatin wa laa taj'alhaa suqyaa
102 Panduan Praktis Shalat
'adzaabin wa laa mubqin wa laa balaa 'in wa laa hadamin wa laa
gharaqin.
"Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagai siraman rahmat, dan
janganlah Engkau jadikan hujan ini sebagai siraman siksa, dan
janganlah Engkau jadikan hujan ini suatu siraman yang me
musnahkan harta, benda, dan marabahaya dan jangan Engkau
jadikan siraman yang menghancurkan dan menenggelamkan
Allaahummas qinaa ghaitsan mughiitsan hanii'an marii'an
marii'an sahhan 'aamman ghadaqan thabaqan mujallalan
daa'iman ilaa yaumid diirt. Allaahummas qinal ghaitsa wa laa
taj'alnaa minal qaanithiin.
"Ya Allah siramilah kami dengan hujan yang menyelamatkan,
menikmatkan, menyenangkan, menyuburkan, mengalirkan ke-
segenap penjuru, banyak air dan kebaikannya, memenuhi
sungai-sungai dan selalu mengalir merata hingga sampai hari
kiamat. Ya Allah, tumpahkanlah hujan kepada kami, dan
janganlah Engkau jadikan kami orang-orang yang berputus asa."
Allaahumma bil 'ibadi wal bilaadi minal juhdi wal juu'i wadh-
dhanki wa laa nasykuu illaa ilaika.
"Ya Allah, sesungguhnya hamba-Mu dan negeri ini tengah
ditimpa kemelaratan dan kelaparan serta kesempitan hidup,
dan kami tidak dapat mengadukan kecuali hanya kepada-Mu."
Macam-macam Shalat Sunah 103
e5dl» jtshc&iotc^j etui
f>
aJ l , ^ u
Allaahumma anbitiz-zar'a wa adirra lanaadh dhar'a wa artzil
'alainaa min barakaatissamaa'i wa anbitmin barakaatil ardhi
waksyif'annaa minal balaa 'imaa laayaksyifuhuughairuka.
"Ya Allah tumbuhkanlah tanaman ini untuk kami dan
perbanyaklah air-air susu binatang-binatang untuk kami,
tumpahkanlah barakah dari atas untuk kami, dan hindarkanlah
kami dari marabahaya sesuatu bencana alam yang tak akan
mampu kami menghindarkan, kecuali atas pertolongan Engkau
YaAllah.”
Allaahumma innaa nastaghfiruka innaka kunta ghaffaaran
fa'arsilissamaa'a 'alainaa midraaran,
"YaAllah, sesungguhya kami memohon ampunan-Mu. Sungguh
Allah Maha Pengampun. Tumpahkanlah hujan itu dari langit
untuk kami dengan sederas-derasnya."
1 0 4 Panduan Praktis Shalat
NadzamAl-AsmaulHusna
Oleh:Drs.KH.AmdjadAl-Hafidh,Bsc.M.Pd
wal-hamdu lirabbina rLjTJu ajjl
Segala puji bagi Tuhan kami
bismillahi bada'na
Dengan nama Allah kami membaca
----« J l j j
linnabi habibina was-salatu was-salamu
Kepada nabi kekasih kami
Rahmat dan keselamatan
anta maqsuduna O
Engkau tujuan kami ya Allahu ya rabbana
Ya Allah Tuhan kami
dunyana wa ukhrana
Di dunia dan akhirat kami L— i y — k* U L k j
j - j U i ; I l ^ i; ridaka matlubuna
ya maliku ya quddusu
Maha Raja Maha Suci Ridha-Mu yang kami cari
9- oO s t s % 10 ^ ^
ya muhaiminu ya 'azizu
U
Maha Pelindung Maha Perkasa
ya rahmanu ya rahimu
U j ' — i ' i j — JVi-lT Maha Pengasih Maha Penyayang
/■ ^ *.s .s ,s
»L>
ya khaiiqu ya ban’u
Maha Pencipta ya salamu ya mu’minu
Maha Mengadakan
Maha Sejahtera Maha Memelihara Keyakinan
ya jabbaru mutakabbiru
Maha Pemaksa
Maha Memiliki Kebesaran
Nadzam Al-Asmaul Husna 105
J s, , > & _'Ptb" j*>*" >i -
c-.>\Jt>J»4L> J '---- f- a
J
ya qahharu ya wahhabu ya musawwiru ya gaffaru
Maha Mengalahkan Maha Pemberi Maha pembentuk Maha Pengampun
lr jisb^ c is____ » c
ya razzaqu ya fattahu
ya 'alimu ya qabidu
Maha Mengetahui Maha Menyempitkan Maha Pemberi Rezeki Maha Pembuka
ya rafi’u ya mu‘izzu ya basitu ya khafidu
Maha Meninggikan Maha Memuliakan Maha Melapangkan Maha Merendahkan
j O t*' A0 ub £ _ ^ c b t j j __ i u
ya muzillu ya samj'u
r JS-
ya basiru ya hakamu
Maha Melihat Maha Menetapkan Maha Menghinakan Maha Mendengar
* b' & AG
Oi- i j u; j i u b
ya khabiru ya halimu ya ' adluu ya latifu
Maha Waspada Maha Penyantun
Maha Adil Maha Lembut
v o t ;.* ib t l £ 0 It > Si
JJ^- _pb
ya syakuru ya ‘aliyyu ya 'azimu ya ghafuru
Maha Mensyukuri Maha Tinggi Maha Agung Maha Pengampun
Z 8 -' t ' ' -#0 - 08--«^1L')' J&S J i. -b'^rb
ya muqitu ya hasibu ya kabiru ya hafizu
Maha Pemberi Kekuatan Maha Menghitung Maha Besar Maha Memelihara
_9jU «f» j-4 ^ '
ya raqibu ya mujibu yajalilu ya karimu
Maha Mengawasi Maha Mengabulkan Maha Luhur Maha Dermawan
A 0 Ao A. Ot
ya wadudu ya majidu C5—
Maha Mengasihi Maha Mulia ya wasi'u ya hakimu
Maha Luas Maha Bijaksana
106 Panduan Praktis Shalat
%0 _p ia ;
JL_ 4'X
ya haqqu ya wakllu ya ba‘isu ya syahidu
y#Maha Benar Maha Pemelihara Maha Membangkitkan Maha Menyaksikan
J» 0 X t f j ------- SlI
ya waliyyu ya hamidu ya qawiyyu ya matinu
Maha Melindungi Maha Terpuji Maha Kuat Maha Kokoh
£*^JU0 V ^y2S>3ry>V\J
'L ' 'jU . X
ya mu'idu ya muhyi ya muhsi ya mubdi'u
Maha Mengembalikan Maha Menghidupkan Maha Menghitung Maha Memulai
i \\ i ib i s .■? 2 o -S
J ----f_?S- ,__ >-b __ *-*b
ya qayyumu ya wajidu ya mumitu ya hayyu
Maha Mandiri Maha Menemukan Maha Mematikan Maha Hidup
* *b .b
Ib
ya ahadu ya samadu ya majidu ya wahidu
Maha Esa Maha Dibutuhkan Maha Mulia Maha Tunggal
■J»*U ___Aj»u f si
J : Ju^b J jl__ 5b
ya muqaddimu ya mu'akh-khiru ya qadiru ya muqtadiru
Maha Mendahulukan Maha Mengakhirkan Maha Kuasa Maha Menentukan
y —-b b b j __ fcUib r ;D>;
ya dahiru ya batimu ya awwalu ya akhiru
Maha Nyata Maha Tersembunyi Maha Awal Maha Akhir
* i* i , "i Wri3fes,
.__ b *__ j b
ya barru ya tawwabu ya wali muta'ali
Maha Dermawan Maha Penerima Tobat Maha Memerintah Maha Tinggi
ry L. sOf y
% t t. x x ^ ^ s .s fr&As _pb ii_
I^ u
J j ---JU b w J j j j b |p
ya ra'ufu ya maliku ya muntaqimu ya 'affuwwu
Maha Pengasuh Maha Penguasa Kerajaan Maha Pem balas Maha Pem aaf
Nadzam Al-AsmattI Husna 107
jS L Jrlli vUuL - L ji ;o j _____^
zal-jallali wal-ikrami malika al-mulki
Maha pemilik keagungan dan Kemuliaan Maha Pemilik Kerajaan
ya ganiyyu ya mugni ya muqsitu ya jami'u
Maha Kaya Maha Pem beri Kekayaan Maha Keadilan Maha Penghimpun
l: ^ u | J '1 -*p\j %-____
ya mani'u ya darru
ya nafi‘u ya nuru Maha Mencegah
Maha Memberi Manfaat
Maha Pemilik Cahaya Maha Penimpa Bahaya
io'j ^ t ya hadi ya badi'u
Maha Pemberi Petunjuk
ya baqi ya warisu Maha pencipta yang baru
Maha Kekal Maha Mewarisi
u u\
'azza jalla zikruhu
Maha Mulya Sebutan Allah ya rasyidu ya saburu
Maha Tepat Tindakan-Nya
Maha Penyabar
f *\
Doa Nadzam Al-Asmaul Husna
—*y - O "'O } [i ^ \ y^ ° \
igfirlana zunubana bi-asma'ika al-husna
Dengan Asmaul Husna
Ampunilah dosa kami
!'j— h
L. j 1i5 J
wa liwalidina
wa zurriyyatma Dan dosa kedua orang tua
Dan keturunan kami
108 Panduan Praktis Shalat
. X- ow yJ*y/ AI y & 0 ./■
wastur 'ala ‘uyubina kaffir'an sai'atina
Dan tutuplah cacat kami Hapuskanlah jelekan kami
tL".-----*i_"__"__"__0____"S•°j il'"j
t
warfa' darajatina
Naikkanlah derajat kami wajbur 'ala nuqsanina
Tamballah kekurangan kami
U ---------y \ j i j j J liiuilipuijj
wa rizqan wa si'an wa zidna 'ilman nafi'a
Dan rizki yang luas Dan tambahilah kami ilmu yang bermanfaat
'J L_*_L? _>-
wa 'amalan salihan / halalan tayyi.iban
Dan amal yang shalih
Yang halal dan bagus
j. ~ - < J 3t*fji o * C'
wa yassir umurana JlJJ-’J^ z'
Dan mudahkanlah urusan kami iJ
wa nawwir qulu bana
Dan terangkanlah hati kami
da'ima hayatina kSCJU°
Selama hidup kami
wa sahhih ajsadana
b lu ^ b ' > _ l J i a•* Dan syeha©t4k»a„^nlaOh bada0n kamyi
'anisy-syarri ba'idna ilal khairi qarribna
Dari kejelekan jauhkanlah kami Ke kebaikan dekatkanlah kami
W X J iS j
wal-qurba raja'una
akhiran-nilnal muna Dekat pada Allah harapan kami
Akhirnya kami memperoleh
yang diharapkan 1 'k'' i i ^ °k
b b fe jb p - ___i \ j U i-L ^ba___a __ b
waqdi hawa'ijana ballig maqasidana
Nadzam Al-Asmaul Husna 109
Dan penuhilah hajat-hajat Sampaikanlah maksud-
kebutuhan kami maksud kami
U' t j _ J > ^ J L J I x i—li-io
al-lazi hadana wal-hamdu li' ilahina
Yang telah menunjukkan kepada kami Segala puji untuk Tuhan kami
taha khalilir-rahman salli wa sallim 'ala
Yang menjadi kekasih Semoga Allah memberi
Ar Rahman
rahmat pada
*»-#> J '
ff*--------
ila akhiri az-zaman
Sampai akhir masa wa alihi wa sahbihi
Dan keluarganya dan sahabatnya
J------------------------------------------------------------------------------ 1.
SURAT KETERANGAN
Segala puji hanya milik Allah SWT, yang senantiasa mencurahkan rahmat-Nya
kepada kita semua.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan Nabi Agung
Muhammad SAW. Semoga kita senantiasa dijadikan umatnya yangsetia.
Dengan ini saya memberikan ijin kepada Pustaka Rizki Putra (TOHA PUTRA
GROUP) untuk menampilkan nadhom asmaui husna di buku terbitannya,
semoga semua ini menjadikan amal jariyah bagi kita semua, amin
Pembacaan ru tin Nadzam Al Asmaui Husna, Allah akan m em beri ketenangan,
ketentram an, kem antapan la h ir batin, dunia dan akhirat, hilang rasa gelisah,
susah, stress dan putus asa. U ntuk lebih jelas hubungi penyusun Nadzam Al
Asm aui Husna (Drs. K.H. Am djad Al Hafidh, Bsc, M. Pd Alam at: J! Bledak Kantil
11/3 Perum nasTlogosari Sem arang.Telp (024) 6713492 /0 8 1 5 7 6 0 4 8 6 6
S------------------------------------------------------------------------------
110 Panduan Praktis Shalat
Panduan Praktis Zakat
Zakat Atas Penghasilan dan Usaha
No URAIAN atau NISHAB TARIP KETERANGAN
SEKTOR
Zakat 520 kg. 1. Lebih baik dibayarkan setiap bulan.
1 Penghasilan/
beras 2.5% 2. Nishab emas (penghasilan netto), nishab
2.5%
Profesi/ beras (bruto/THP)
Bonus kerja 3. Nishab emas: @ Rp. 500.000,- = Rp.
(Karyawan, 42.500.000, - atau senilai perbulan Rp.
dokter, bidan, 85 gram, 3.541.000, -/bulan
profesional, emas 4. Nishab beras: Rp. 10.000,- x 520 kg = Rp.
dll] 5.200.000, -bulan
Z Pertanian 520 kg. 5% 5 % pertanian teknik [irigasi] d a n i 0% pertanian
beras 10% tadah hujan; dizakati sebelum bagi hasil antara
petani penggarap dengan pemilik lahan
Penghasilan Dibayarkan pertahun (berlaku haul] dari
3 Sewa Rumah, 85 gram 2.5% nilai sewa, diakumulasi penghasilan sew a di
Tanah, dan emas atas berbagai jenis harta yang disewakan
Kendaraan
2.5% Dari [modal berputar stock] + keuntungan +
Perusahaan piutang lancar] - (hutang jatuh tempo]
4 dagang atau 85 gram
toko emas
Zakat Atas Harta (di akumulasi untuk nishab dan tarif yang sama)
Zakat Emas Dapat digabungkan atas semua perhiasan,
5 dan 85 gram 2.5% berlaku kepemilikan penuh, dan haul
Perhiasan
6 Harta Tanpa Termasuk hadiah langs ung ya ng tidak
Temuan Nishab 20% terduga
Tabungan
7 atau 85 gram 2.5% Dari saldo minimal atau rata-rata setahun
berlaku haul
Deposito
Saham, 2.5% Dari nilai saham terbaru (current m arket
8 Obligasi, dan 85 gram value] - harga p asar saat ini •
sejenisnya
1. Dari nilai harta terbaru
9 Rumah, 85 gram 2.5% 2. Untuk harta yang dipakai sew ajarnya hanya
Tanah, dikenakan sekali saja, saat membeli atau
Motor, saat menjualnya.
Mobil, dan 3. Untuk harta tidak dipakai, dizakati tiap
Sejenisnya tahun.
4. Harta disewakan, berlaku zakat penghasilan,
Harta Kekayaan yang tidak dizakati: 1). Bunga tabungan, deposito dan sumber terlarang lainnya. 2). Harta yang
kepemilikannya belum mutlak, contoh: Kredit dan yang lainnya.
Panduan Praktis Zakat 111
DAFTAR PUSTAKA
Anshory Umar Sitanggal, Fiqih Syafi'iSistematis, Semarang: CV.Asy
Syifa', 1992.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, PT. Toha
Putra, Semarang.
Duta Grafika, S.Ag, Tuntunan Praktis Perawatan Jenazah,
Semarang, Pustaka Nuun, 2008.
H. E Hassan Saleh, Kajian Fikih Nabawi dan Fikih Kontemporer,
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008.
Moh Rifa’i, Drs, Risalah Tununan Shalat Lengkap, Semarang, Toha
Putra, tt
Moneir Manaf, Pilar Ibadah dan Doa, Bandung: Angkasa, 1993.
Syeikh Hasan Muhammad Ayyub, Panduan Beribadah Khusus
Pria, Jakarta: Almahira, 2008.
Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Prof. DR, Pedoman
Shalat Lengkap, Semarang, Pustaka Rizki Putra, 2013
_____ , Hukum-hukum Fiqh Islam, Pustaka Rizki Putra, Semarang.
112 Panduan Praktis Shalat
EDISI LENGKAP
“A hm ad, A bu D aud d a n Al-Hakim m e n ceritak an
d ari A m ir ib n Syu’iab bahw a Nabi b ersab d a:
“S uru h lah a n ak -an ak m u m e n g erjak an sh a la t ap ab ila m e rek a
sudah berum ur tujuh tahun dan pukullah mereka yang
meninggalkannya apabila um ur m ereka sudah sampai
sepuluh tahun dan pisahkan
tem pat tidur mereka.
(Fiqh Sunnah I: lyi)
Tidak ada suatu perintah yang sangat
ditekankan oleh Al-Qur’an sebagaimana
shalat. Sehingga dapat dipahami bahwa
shalat adalah tiang agama.
Allah telah membesarkan urusan shalat
dan kedudukannya dalam Al-Qur’an serta
memuliakan orang-orang yang mengerjakan
dan mengistimewakan sebutannya di antara
ketaatan-ketaatan yang lain di beberapa
tempat di Al-Qur’an.
Nabi bersabda:
“Amalan yang mula-mula dihisab dari
seorang hamba di hari kiamat ialah shalatnya,
jika shalatnya diterima, diterimalah amalan-
isbn sia -sn -ia a o -b s-s amalan yang lain. Jika shalatnya ditolak (tidak
diterima) ditolaklah amalan-amalan lainnya.”
(HR. Ath-Thabrani dari Anas)
Penerbit Pustaka Nuun Semoga buku ini bermanfaat. Amin
Semarang • Indonesia