Nama peserta:Niko noufal kian fais
Cerita pawai budaya smpn 5 Bojonegoro
Timun mas yang melawan raksasa hijau
Perjuangan timun mas yang melawan Buto ijo dan timun mas adalah orang yang tidak
mudah menyerah hal dibuktikan waktu timun mas berlari dari Buto ijo yang mengejar.
Cerita pawai budaya SDN kadipaten 2 Bojonegoro
Pernikahan
Yang berarti seorang laki laki siap menjaga seorang perempuan atau menjadi ayah untuk
anak yang bermakna suatu perjanjian suci yang dilakukan oleh laki laki dan perempuan
yang ingin melanjutkan hubungan menjadi hubungan yang halal.
Laporan Tugas Pawai Budaya
Kelas VII F
Anggota Kelompok:
1. MENTARI BUNGA PUTRI KINANTI,
2. IZA SAFIRA ASYIFA,
3. KIRANIA SYIFA AZZAHRA,
4. RISKA KIRANA
Pembimbing:
Bpk. Moch Wahyu Utomo
Kami disini akan melaporkan kegiatan pawai budaya yang kami liat.kami akan
melaporkan pawai budaya SMP NEGERI6 BOJONEGORO.
Disini smp negeri 6 menceritakan TIRTA SUMUR PITU.
smpn 6 bjn cukup bersemangat dalam pawai budaya dengan mengusung tema tentang
cerita rakyat tirta sumur pitu desa bakalan,kecamatan kapas.
Dahulu kala,desa bakalan sampai sekarang tidak terlepas sejarah orang bernama
klinting wesi dan teman-temannya.menurut sejarah klinting wesi penggas sumber mata
air. Teman dan warga sekitar mulai menggali sumur
(Sumur ngalik,sumur tawang sari,sumur sambidono dll.)
Saat smpn 6 atraksi,atraksi tersebut sama dengan cerita di atas yang saya ceritakan, di
smpn 6 atraksinya sangat hebat dayang² yang memakai baju warna ijo dialah yang peran
utamanya. Dia ber atraksi dengan melambai lambai kan tangan nya kemudian ada juga
yang berperan sebagai rakyaat desa bangka belitung rakyat² ber atraksi menggali sumur
desa bakalan.adapun yang berperan sebagai wanita cantik yang bercouple dengan
kupu2 mereka sangat cantik tarian yang di bawakan oleh smpn 6 sangat bagus dan
kompak. Sampai disini yang kami tau mohon kekurangan kata kami yang tidak pantas
wassalamualaikum wr wb..
PAWAI BUDAYA BOJONEGORO,NO 9 DARI SDN LEDOK KULON
BOJONEGORO.DENGAN TEMA KERAB PUSAKA KI ANDONG SARI
PAWAI BUDAYA DI BOJONEGORO TINGKAT SDN DISELENGGARAKAN PADA
TANGGAL 29 AGUSTUS 2022. PAWAI BUDAYA INI DILAKUKAN DI ALUN ALUN
BOJONEGORO. Ini dari no 9 dari SDN Ledok kulon 1 Bojonegoro dengan tema kirab
pusaka Ki andong sari.
-ada satu anak membawa nomer peserta
-ada dua anak membawa sepanduk
-ada satu anak perempuan satu anak laki-laki dengan rias ustat dan ustazah.
-ada sembilan anak membawa pusaka Ki andong sari
-dan ada bebrapa anak yg menari dengan judul tari manganan
Dibelakang penari ada murid dari SDN Ledok kulon 1 membawa gunungan hasil pangan
contohnya seperti terong, wortel,kacang panjang,cabai,dan lain lain .
Dan dibelakang gunungan yg berisi hasil pangan ada gerobak oklik dari SDN Ledok kulon
1.dan ada beberapa anak yg memukul barang barang oklik seperti
saron,kenong,gong,jedor,dan lain lain.
Dibelakang gerobak oklik ada 4 siswa yg membawa gunungan tahu Ledok kulon.
Dan dibelakang lagi ada siswi dari SDN Ledok kulon 1 yg menari dengan kompak.tarian yg
dinamakan tari tahu Ledok kulon.habis tarian tahu ada guru dan karyawan yg membawa 2
becak yg berisi air minum dan buah buahan untu lebih segar dan semangat.
Laporan Tugas Pawai Budaya
Dibuat Oleh :
WIRA EKA BUDI RAMAWARDHANA
Kelas/Sekolah : 7 F / SMPN 5 Bojonegoro
Pembimbing:
Bpk. Moch Wahyu Utomo
PAWAI BUDAYA
SDN KADIPATEN II BOJONEGORO
Pawai Budaya dalam memperingati HUT Republik Indonesia Ke-77 yang
diselenggarakan pada tanggal 29 Agustus 2022 di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Pawai
Budaya yang dibawakan SDN Kadipaten II Bojonegoro mengambil tema “ TARI
KEMBANG KAYANGAN” . Seni Tari Kembang Kahyangan tergolong seni tari baru yang
diciptakan oleh seniman Bojonegoro. Seni tari ini terinspirasi dari fenomena alam Kahyangan
Api Bojonegoro yang kemudian divisualkan dengan gerak lincah dan semangat para penari
putri berparas cantik dan mempesona dengan balutan kain berwarna merah menyala.
Pawai budaya tersebut dimulai pukul 08.00 sampai dengan selesai. Pawai budaya
dibuka dengan sambutan dari Bupati Bojonegoro Ibu Anna Mu’awanah. Rute yang ditempuh
para peserta pawai budaya dimulai dari Jl. Mas Tumapel – Jl Imam Bonjol – Jl Kartini – Jl
Teuku Umar – Jl Panglima Sudirman –Jl MH Thamrin – Jl Mastrip – finish Jl Imam Bonjol
Depan Satlantas.
SENDRA TARI NAGARUDA
Di persembahkan oleh : SMPN 2 BOJONEGORO.
No Peserta : 003.
Kreator : Bapak Darso.
DESKRIPSI / NARASI CERITA :
Sebagai bentuk implementasi meningkatkan semangat kebangkitan pariwisata , seni
budaya ekonomi kreatif , dan pembangunan berbagai sarana dan prasarana untuk kehidupan
berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro , SMP Negeri 2 Bojonegoro dengan bangga
mempersembahkan " SENDRA TARI NAGARUDA ".
Tarian Nagaruda merupakan tarian kesenian Bojonegoro yang masih di lestarikan di
kecamatan Ngambon. tarian tersebut merupakan kesenian yang digali dari kisah legenda
kerajaan Malawapati dengan rajanya Prabu Angling Dharma dan patihnya, Batik Madrim.
Perpaduan antara Naga dan Garuda sebagai wujud pengejawantahan dua tokoh pada legenda
Angling Darmo ketika sedang terjadi perlawanan sengit antara Angling Darmo dan Batik Madrim
di padepokan Nguntosegara, dimana mereka mengubah dirinya menjadi sosok Naga dan
Garuda.
Tarian ini sering di sajikan di dalam pertunjukan pentas seni dan banyak mendapat apresiasi
dari para penonton. Jika warga Bojonegoro saja cinta terhadap budaya kita , mengapa tidak
harus bangga dan mencintai budaya kita sendiri. Boleh saja kita melihat dan melirik budaya
asing tetapi jangan lupa akan budaya kita sendiri.
Makna : Tari Garuda Nusantara adalah tari tentang burung garuda yang merupakan simbol
persatuan Negara Keasutuan Republik Indonesia. Gerakanya yang sangat tangguh dan tegas
memberikan rasa tersendiri dam memiliki makna yang mendalam bagi bangsa Indonesia.
Nama kelompok
1.Novergio ronaldo utomo
2.Aprilian prayoga kisumananta
3.ifiktoria ardiansa
4.muhammad iman al fath
7 SUMUR
Di persembahan oleh: SMPN 6 BOJONEGORO
No urut: 007
Kreator: Bapak Bagus Bintang
Deskripsi cerita:
Konon ada 7 sumur yang biasa di gunakan warga sekitar. dan sekarang 7 sumur itu sudah lah tidak di gunakan lagi, kata warga
sekitar 7 sumur itu angker dan sampai saat ini tidak di gunakan lagi.
Anggota kelompok 2:
1.Diovanno prabanaya indiarta
2.Muhamad dafit Setiawan
3.Aril putra Ramadhan
4.Ahmad Fairuz riza
Sirna Sengkala "Ruwatan Murwakala Ing Khayangan Api"
Dipersembahkan oleh: SMPN 5 BOJONEGORO
No urut: 06
Kreator: Bapak Khoir Sudarmono
DESKRIPSI/ NARASI TAMPILAN:
Purwakala kisah terkala-kala yang turun ke dunia untuk memangsa anak manusia penanggung
subarto bathara guru pengikut seoarang jelmaan wishnu untuk memimpin prosesi ruwatan,
ketika manusia selamat dari ancaman terkala-kala. Purwakala adalah simbol bahwa sifat
anggara murka menjadi sumber kehancuran kehidupan manusia yang bisa di hindari dengan
menyucikan jiwa dan menjaga diri pada sang maha kuasa. Orang yang dikuasai kekuatan
negatif itu disebut sukerta, orang yang menyandang kesialan di dunia.. lakon murwakala
mengandung penghayatan kejawen atas eksistensi manusia, asap mulanya, dan kelahirannya
di dunia serta segala hal yang ada di dalamnya. Diri manusia dipandang terlibat dalam
bencana atau kondisi sukerta. Kondisi yang kotor, penuh dosa, dan kesengsaraan itu
membutuhkan pelepasan, pembersihan, dan penyucian jiwa. Berawal dari krisis ekonomi yang
melumpuhkan bangsa, rakyat terpuruk, negara terjerat dalam kekacauan. ruwatan murwakala
merupakan rangkaian upacara tradisi Jawa yang bertujuan membersihkan diri atau
menyucikan diri agar terhindar dari marabahaya sehingga bisa hidup sejahtera. Kali ini tokoh
wishnu yang di ceritakan sebagai dalang kondobuwono untuk keluar dari para sukerto dari
betara kala. Dalam ruwatan murwakala tersebut di sediakan sesaji atau sesajen yang di
gunakan dalam upacara ruwatan murwakala. Menyan yang di gunakan selama pertunjukan
berlangsung. Jajanan yang di bawa oleh para warga dan beberapa sesajen yang di sajikan
berupa tumpengan
Nilai-nilai yang di kembangkan dalam tampilan tersebut
: Nilai-nilai kesabaran manusia terhadap bencana yang sedang berlalu, dan krisis ekonomi
mereka yang memburuk sebab turunnya kala ke dunia.
KELOMPOK 3 7G:
1) Aurel Syalva Ayra
2) Griffin Uefa Syam Sabrin
3) Faizza Sasmita Nurfania Putri
4) Anindita Ayla Maghfiroh
Kelompok 4 pawai budaya (SMPN 4 Bojonegoro)
Kelas VII – H
1. Ahmad Fadli Oktavian (2)
2. Decho Rizki Fajar Aldiansyah (9)
3. Muhammad Haviz Rizal Wibowo (23)
4. Galih Aditia Saputra (13)
Jumlah Peserta : 100 orang
Pakaian : Pinjung Iras Putri
Pakaian : Kebaya dan Beskap
TRADISI RUWATAN DENGAN SENI WAYANG
Pada suatu ketika Dewa Siwa bercengkerama dengan permaisurinya yang sangat cantik,
yaitu Dewi Uma. Mereka terbang diatas samudera dengan naik lembu tunggangannya
bernama Lembu Andhini.
Di atas samudera itu Siwa melihat permaisurinya sangat menggairahkan, sehingga timbul
hasratnya untuk bersatu rasa. Tetapi Dewi Uma tidak berkenan dihati, maka benih Siwa jatuh
di tengah lautan.
Setelah masa benihnya itu berubah menjadi makhluk, kian lama kian besar. Akhirnya
menjadi raksasa besar dan sakti. la naik ke Suralaya, tempat bersemayam para dewa,
menemui Siwa. ia bertanya siapakah yang menurunkannya dan ia minta agar ditunjukkan
manusia-manusia yang bagaimanakah yang menjadi mangsanya.
Dewa Siwa mengakui bahwa ia adalah putera Siwa sendiri, dan diberi nama Bathara
Kala. Siwa menyebutkan macam-macam manusia yang termasuk anak sukerta.
Maka Dewa Kala segera turun ke dunia untuk mencari mangsa, yaitu manusia-manusia
yang telah ditentukan baginya. Ia menuju ke Danau Madirda. Sepeninggal Dewa Kala, Siwa
sadar bahwa jumlah manusia yang disebutkan tadi terlalu banyak, apabila tidak dihalangi
mungkin manusia akan punah dari muka bumi.
Dewa Wisnu kemudian memakai nama Dalang Kandhabuana, bertugas meruwat
manusia-manusia sukerta yang ditakdirkan menjadi umpan Dewa Kala.
Diceritakan, ada seorang janda di desa Medang Kawit, bernama Sumawit. La memiliki
seorang anak laki-laki. Menjelang remaja bernama Joko Jatusmati. Karena ia anak tunggal,
supaya selamat ia disuruh ibunya mandi di Danau Madirda.
Setelah sampai di danau itu ia berjumpa dengan Dewa Kala. Dewa Kala minta kesediaan
anak itu untuk dimakan, karena ia termasuk menjadi mangsanya.
Sadar ada bahaya mengancam, Joko segera melarikan diri. Sedangkan Dewa Kala
mengejar kemana saja ia pergi. Ia bersembunyi di antara orang-orang yang sedang mendirikan
rumah.
LAPORAN HASIL KEGIATAN
Hari , Tanggal : Senin, 29 Agustus 2022
Lokasi Pengamatan : Jl. Mastumapel Kec. Bojonegoro Kab. Bojonegoro
Hal yang diamati : Pawai Budaya SDN Kadipaten 1 Bojonegoro
Kelas : VII A
Dengan Tema : KI ANDONGSARI
Nama Kelompok : 1. Naira Serly Fahima
2. Nadira Amriena Zahra
3. Asyfa Nur Alny
4. Septya Ela Ramadhani
HAL YANG DIAMATI
KI ANDONGSARI
Pawai Budaya yang diselenggarakan oleh Pemkab Bojonegoro melalui Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro diikuti sebanyak 26 peserta. Peserta yang ikut terdiri
dari tingkat SD sederajat hingga SMP menampilkan berbagai tampilan yang berhubungan
dengan tradisi Bojonegoro.
SDN Kadipaten 1 Bojonegoro tampil luar biasa saat Pawai Budaya kemarin . SDN di
tengah kota itu menampilkan sejarah tenang Ki Andongsari. Para siswa tampil semangat
membawakan tentang Ki Andongsari
Menurut juru kunci makam Ki Andongsari, beliau merupakan seorang Bupati yang luar
biasa saat itu. Beliau berasal dari Jawa Tengah lalu kemudian mengembara sampai ke Kelurahan
Ledak Kulon. Ki Andongsari berdakwah menyebarkan agama Islam.
Ki Andongsari juga yang babat alas Desa Ledok Kulon dan Ledok Wetan. Babat alas
berarti yang pertama kali membuka lahan, merintis dan mendirikan sebuah Desa. Meskipun
asalnya sendiri bukan dari Ledok. Ia merupakan Tumenggung Aryo Mentaun yang menjadi
Bupati Ngrawan Badander ( Sekarang menjadi dukuh di Desa Ngraseh Dander). Pada waktu itu
ia mbalela tidak mau menghadap ke Mataram.
Sulta Mataram kemudian menyampaikan surat pada Panembahan Madura, agar
Tumenggung Mentaun dating ke Madura. Sesampainya di Madura, Tumenggung Mentaun
akhirnya menghadap Panembahan yang kala itu adalah Cakraningrat . Usut punya usut ternyata
Panembahan Madura memilki niat untuk menguasai kerajaan Ngrawan. Karena tidak terima bila
kerajaannya hendak dikuasai, Aryo Mentaun melawan dan membuat Cakraningrat menjadi
murka hingga muncul peperangan.
DOKUMENTASI
Sumber :blog bojonegoro
SENDRA TARI NAGARUDA
Di persembahkan oleh : SMPN 2 BOJONEGORO.
No Peserta : 003.
Kreator : Bapak Darso.
DESKRIPSI / NARASI CERITA :
Sebagai bentuk implementasi meningkatkan semangat kebangkitan pariwisata , seni
budaya ekonomi kreatif , dan pembangunan berbagai sarana dan prasarana untuk kehidupan
berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro , SMP Negeri 2 Bojonegoro dengan bangga
mempersembahkan " SENDRA TARI NAGARUDA ".
Tarian Nagaruda merupakan tarian kesenian Bojonegoro yang masih di lestarikan di
kecamatan Ngambon. tarian tersebut merupakan kesenian yang digali dari kisah legenda
kerajaan Malawapati dengan rajanya Prabu Angling Dharma dan patihnya, Batik Madrim.
Perpaduan antara Naga dan Garuda sebagai wujud pengejawantahan dua tokoh pada legenda
Angling Darmo ketika sedang terjadi perlawanan sengit antara Angling Darmo dan Batik Madrim
di padepokan Nguntosegara, dimana mereka mengubah dirinya menjadi sosok Naga dan
Garuda.
Tarian ini sering di sajikan di dalam pertunjukan pentas seni dan banyak mendapat apresiasi
dari para penonton. Jika warga Bojonegoro saja cinta terhadap budaya kita , mengapa tidak
harus bangga dan mencintai budaya kita sendiri. Boleh saja kita melihat dan melirik budaya
asing tetapi jangan lupa akan budaya kita sendiri.
Makna : Tari Garuda Nusantara adalah tari tentang burung garuda yang merupakan simbol
persatuan Negara Keasutuan Republik Indonesia. Gerakanya yang sangat tangguh dan tegas
memberikan rasa tersendiri dam memiliki makna yang mendalam bagi bangsa Indonesia.
NAMA ANGGOTA : - Laluna Jessica Putri ( 18 )
- Cindy Elfrida Athaya ( 9 )
- Nidia Dewi Cantikasari ( 22 )
- Ulva Dewi Alfarica ( 31 )
Kirab Obor Api Semangat Dalam Grebeg berkah Bojonegoro
Dipersembahkan Oleh : SD Negeri Kepatihan Bojonegoro
No Peserta : 05
Kreator : SUROTO
Deskripsi cerita :
Sebagai bentuk implementasi meningkatkan semangat kebangkitan pariwisata, seni budaya,
ekonomi kreatif, dan pembangunan baerbagai sarana dan prasarana untuk kehidupan
berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro, SD Negeri Kepatihan dengan bangga
mempersembahkan “ Kirab Api Semangat dalam Grebeg Berkah Bojonegoro “.
Kayangan Api merupakan salah satu fenomena alam (geosite) di tengah hutan jati yang sangat
rimbun dengan api yang tak pernah padam. Dimulai dengan sejarah Empu Kriyo Kusumo
yang terkenal di zaman Kerajaan Majapahit yang lebih dikenal dengan Mbah Pandhe, dan
dimasa sekarang setiap tahun, Ketika Hari Jadi Bojonegoro tanggal 20 Oktober.
Kayangan Api menjadi tempat penobatan atau wisuda waranggana oleh masyarakat setempat
dengan mengelar kesenian tayub dan masih dalam satu rangkaian acara yakni Kirab Obor Api
Semangat yang diambil langsung dari Kayangan Api kemudian dikirab menuju Pendopo
Malowopati (Pusat Pemerintahan) sebagai simbol semngat masyarakat Bojonegoro yang
membara dan menyala setiap tahunnya, serta juga hadir pada hari itu berbagai warga dari
seluruh lapisan masyarakat di Bojonegoro juga membawa Gunungan dan hasil bumi dari
Bojonegoro.
Kelompok 8 Kelas 7G
Nama Anggota kelompok 8 :
1. Rusyda Adi Nugraha No absen 29
2. Wisnu Aji Wibowo No absen 32
3. Dava Danil Alam No absen 10
4. Iannesta August R P No absen 16
TUGAS KELOMPOK 1 : PAWAI BUDAYA
SIRNA SENGKALA RUWATAN
MURWAKALA ING KAYANGAN API
Nama Kelompok :
1. Syafira Anggraini (30)
2. Nikmatus Sa’diyah (24)
3. Chaisa Ayatul Husna (8)
4. Marisa Anindita Putri (20)
SIRNA SENGKALA RUWATAN
MURWAKALA ING KAYANGAN API
Ruwatan Murwakala Kembali digelar di Kayangan Api Desa Sendangrejo
Kec.Ngasem, Kab. bojonegoro. Ruwatan Murwakarta ini dilaksankan Dinas Kebudayaan
Dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Bojonegoro (sabtu, 30-07-2022).
Dalam tradisi Ruwatan ini diiringi pagelaran wayang kulit yang dipentaskan oleh
dalang kondang Ki Priyo Darsono, diwisata kayangan api Kec. Ngasem Kab. Bojonegoro
.Prosesi adat diawali dengan kirab / mengitari api abadi diiringi suara gamelan dan gendhing ,
juga lagu dalang.
Ruwatan murwakala merupakan rangkaian upacara tradisi jawa yang bertujuan
membersihkan diri / mensucikan diri agar terhindar dari marabahaya sehingga bisa hidup
sejahtera.Selain itu , juga melestarikan dan aktualisasi adat budaya daerah dan menumbuhkan
rasa cinta terhadap tradisi dan budaya daerah.
Juga upaya mengenalkan budaya ruwatan sebagai bagian tradisi di Kabupaten
Bojonegoro serta memberikan fasilitas kepada masyarakat Bojonegoro sehingga dapat
mengikuti ruwatan masal bersama-sama di Kayangan Api. Peserta Masyarakat Bojonegoro
dan tidak dipungut biaya , Karena masih dalam situasi pandemi peserta dibatasi 50 jenis
sukerto.
Sukerto ialah anak yang lahir dengan kondisi tertentu yang harus diruwat agar bisa
hidup sejahtera dalam keyakinan tradisi jawa. Dari So Sukerta , ada 92 peserta diiringi 100
orang tua, Tim Kesenian dan ruwatan dipimpin langsung oleh Dalang Ki Priyo Darsono dari
Desa Nglampis Kec.Ngambon.
“Hari ini kita tradisikan Ruwatan Masal di Kayangan Api” imbuhnya.Sebelum prosesi
ruwatan, sekretaris daerah Nurul Azizah menyerahkan secara simbolis tokoh wayang.Kali ini
tokoh wayang Wishnu yang diceritakan sebagai dalang Kondo Buwono untuk keluar dari
para Sukerta dari Betara Kala.
Kelompok 3 Pawai Budaya (SMPN 2 Bojonegoro)
Kelas VIII – H
1. Ririz Maulida Ferianty (28)
2. Anik Rahayu (04)
3. Faezya Maritza (12)
4. Ayunda Pramesti Kumambang (07)
Jumlah Peserta : 100 orang
“Sendatari Nagaruda”
Tarian Nagaruda merupakan tarian kesenian asli Bojonegoro yang masih dilestarikan
di Kecamatan Ngambon. Tari tradisional ini berkisah tentang pertempuran antara Prabu
Angling Darmo dan Batik Madrim. Prabu Angling Darmo dan Batik Madrim saling beradu
kesaktian dengan mengubah wujudnya menjadi seekor burung garuda dan naga raksasa
demi untuk menikahi Dewi Setyowati yang terkenal dengan kecantikannya, anak dari Biksu
Kuru Sangkoro.
Perpaduan antara naga dengan merubah sebagai wujud pengejewantahan dua tokoh
pada legenda Angling Darmo ketika sedang terjadi perlawanan sengit antara Angling Darmo
dan Batik Madrim di pedepokan Ngutasegara dimana mereka mengubah dirinya menjadi
sosok naga dan garuda.
Kelompok 4 pawai budaya (SMPN 4 Bojonegoro)
Kelas VII – H
1. Ahmad Fadli Oktavian (2)
2. Decho Rizki Fajar Aldiansyah (9)
3. Muhammad Haviz Rizal Wibowo (23)
4. Galih Aditia Saputra (13)
Jumlah Peserta : 100 orang
Pakaian : Pinjung Iras Putri
Pakaian : Kebaya dan Beskap
TRADISI RUWATAN DENGAN SENI WAYANG
Pada suatu ketika Dewa Siwa bercengkerama dengan permaisurinya yang sangat cantik,
yaitu Dewi Uma. Mereka terbang diatas samudera dengan naik lembu tunggangannya
bernama Lembu Andhini.
Di atas samudera itu Siwa melihat permaisurinya sangat menggairahkan, sehingga timbul
hasratnya untuk bersatu rasa. Tetapi Dewi Uma tidak berkenan dihati, maka benih Siwa jatuh
di tengah lautan.
Setelah masa benihnya itu berubah menjadi makhluk, kian lama kian besar. Akhirnya
menjadi raksasa besar dan sakti. la naik ke Suralaya, tempat bersemayam para dewa,
menemui Siwa. ia bertanya siapakah yang menurunkannya dan ia minta agar ditunjukkan
manusia-manusia yang bagaimanakah yang menjadi mangsanya.
Dewa Siwa mengakui bahwa ia adalah putera Siwa sendiri, dan diberi nama Bathara
Kala. Siwa menyebutkan macam-macam manusia yang termasuk anak sukerta.
Maka Dewa Kala segera turun ke dunia untuk mencari mangsa, yaitu manusia-manusia
yang telah ditentukan baginya. Ia menuju ke Danau Madirda. Sepeninggal Dewa Kala, Siwa
sadar bahwa jumlah manusia yang disebutkan tadi terlalu banyak, apabila tidak dihalangi
mungkin manusia akan punah dari muka bumi.
Dewa Wisnu kemudian memakai nama Dalang Kandhabuana, bertugas meruwat
manusia-manusia sukerta yang ditakdirkan menjadi umpan Dewa Kala.
Diceritakan, ada seorang janda di desa Medang Kawit, bernama Sumawit. La memiliki
seorang anak laki-laki. Menjelang remaja bernama Joko Jatusmati. Karena ia anak tunggal,
supaya selamat ia disuruh ibunya mandi di Danau Madirda.
Setelah sampai di danau itu ia berjumpa dengan Dewa Kala. Dewa Kala minta kesediaan
anak itu untuk dimakan, karena ia termasuk menjadi mangsanya.
Sadar ada bahaya mengancam, Joko segera melarikan diri. Sedangkan Dewa Kala
mengejar kemana saja ia pergi. Ia bersembunyi di antara orang-orang yang sedang mendirikan
rumah.
Kelompok 5 pawai budaya (SMPN 7 BOJONEGORO
KELAS : VII - H
1 prabu dimas wiajaya 25
2 Muhamad arivian widjaksono 22
3 Mahesa Bima airlangga 19
4 Helmi izydun Akmal 16
Jumlah perserta : 77
Pakaian : kipas kayangngan api
Pakaian : kebayan
TARI KIPASS KAYANGAN API
PAWAI BUDAYA SMP N 7 BOJONENGORO INI BERTEMA KAYANGAN API KYANGAN API ADALAH
SUMBER API ABADI YANG TAK KUNJUNG PADAM ADA TARU KIPAS DI PAWAI BUDAYA SMP N 7
BOJONEGORO YANG DI TARIKAN ANAK PERMPUAN TARI KIPAS YANG MENGUNAKAN KIPAS
GERAKAN TARI KIPAS SMPN 7 BOJONEGORO SANGAT BAGUS DAN ADA YANG MENGUNAKAN BAJU
KHAS ADAT JAWA BAJU KHAS JAWA SANGAT TRADISIONAL KHAS DAERAH BOJONEGORO YANG
BISA DI KENAL BAJU KHAS BOJONEGORO TERNYATA MEMILIKI FISOLAFIS TERSENDIRI PADA
BAJU ADAT BOJONEGORO YANG DI KENNAKAN OLEH PRIA ATAU DALAM BAHASA JAWA KITA
SEBUT SEBAGAI KANGE YUNGE TERDIRI DARI TERUMPAH JARIK PUTIH SERTA BAJU TAKWA
HITAM
NAMA ANDA
Nama anggota:
Diva Meisya Putri (11)
Aldila Syafira putri dinayu (3)
Tria novemira (31)
Sekolah: SMPN 6
tema: Tirto sumur pitu
jumlah peserta: 100 orang
Saya Dari kelompok 6 akan mengceritakan tentang pawai budaya dari SMPN 6
di karnaval kali ini smpn 6 menampilkan yang terbaik dari tahun" sebelum nya.
Dari karnaval-karnaval yang sebelumnya SMPN jarang mendapat kan juara, tetapi di karnaval kali ini SMPN 6 bisa meraih juara walaupun
hanya harapan 3.
di karnaval kali ini SMPn 6 membawa kan tema tentang Tirto sumur pitu yg pesertanya berjumlah 100 orang .
gerakan SMPN 6 kali ini juga sangat kompak dari karnaval-karnaval yg sebelumnya, serta aktraksi nya jg sangat bagus.
Jadi Kali SMPN 6 menceritakan alur cikal bakal desa bakalan yaitu Di sebuah Desa Kecamatan Kapas sedang dilanda kekeringan , semua
warga didesa Sanga sedih karena tidak ada persediaan air sama sekali .lalu seseorang bernama Klinthing Wesi mengajak semua warga sekitar
untuk mulai menggali sumur ,dia dan warga sedikit demi sedikit menggali
Namun tanah yang mereka gali ternyata memiliki air yang kotor wargapun mulai menyerah tetapi Klinthing Wesi tidak mau menyerah dan
akhirnya menemukan 7 sumur dinamakan SUMUR GEDE BAKALAN, SUMUR NGAGLIK,SUMUR TAWANGSARI,SUMUR SAMBIDONO,SUMUR
MURYO,SUMIR TOMPO DAN SUMUR SLUMBUNG
Karena gembira dan sangat bahagia akhirnya warga berbondong-bondong datang ke sumur itu dengan membawa makanan yang saat itu
hanya ada polo Pendem dan dinikmati bersama -sama
Lalu saat itu juga disepakati dukuh yang berada di sekitar sumur tersebut dinamakan DESA BAKALAN.
Dan akhirnya sumur" itu dinamai dengan sumur pitu.
Dan alur cerita dari sumur Pitu kali ini dipakai untuk di jadikan tema di dalam pawai budaya oleh SMPN 6 dengan berjudul "Tirto sumur Pitu".
didalam pawai budaya/karnaval itu SMPN 6 menunjuk 7 orang untuk menjadi maskotnya / seolah-olah menjadi sumur Pitu nya, maskotnya
berada di tengah" dari hiasan sumur"nya dan di dorong dari penari" nya.
make up/riasan para maskotnya juga sangat bagus & make up para penari-penari nya juga sangat bagus, kompak/sama .
Berikut adalah foto dari acara karnaval/pawai budaya SMPN 6
LAPORAN PAWAI BUDAYA
IWAK MUNGGUT
Penampil: SMP Negeri 1 Bojonegoro
Penyusun Kelompok 1
Nama Siswa: - Eka Naisya Dirla F S. (12)
Putri Bilqis Zilvia J. (25)
Manda Valencia Putri D. (19)
Titik Ika Marieta.(31)
Pawai Budaya SMP NEGERI 1 bojonegoro.
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak budaya,suku,adat,agama dan ras
berbeda beda.Salah satunya yang berada di provinsi Jawa timur.Provinsi Jawa timur
memiliki banyak sekali kota dengan ciri khas masing masing.Salah satunya kota
BOJONEGORO memiliki ciri khasyaitu makanan nya dan adat-istiadat nya. IWAK
MUNGGUT adalah salah satu ciri khas dari masyarakat Bojonegoro yang tinggal di sekitar
area Benggawan solo.Peristiwa IWAK MUNGGUT
2
merupakan tradisi menangkap ikan bagi masyarakat Bojonegoro yang tinggal di sekitar
Benggawan solo.Dipercaya masyarakat bahwa peristiwa ini terjadi kala pergantian
musim kemarau ke musim penghujan ikan ikan yang terdapat di benggawan solo akan
muncul / terlihat di permukaan benggawan,hal tersebut disebabkan oleh ikan yang
berkondisi mabuk.Pada saat peristiwa itu terjadi para warga sekitar benggawan solo
bergegas membawa alat pancing,jaring ikan, saringan ikan untuk menangkap ikan ikan
tersebut dan di bawa pulang oleh warga.Lalu ikan tersebut di jadikan bahan konsumsi
warga ataupun di jual di pasar.
Peristiwa ini sudah menjadi ciri khas warga kampung yang tinggal di sekitar
Benggawan solo maka sudah tidak heran lagi bahwa peristiwa "IWAK MUNGGUT"
menjadi salah satu kesenian pawai budaya.Sudah banyak sekali masyarakat
Bojonegoro memakai kesenian iwak munggutsebagai media pawai budaya.
3
Pawai budaya ini dirayakan pada 29 Agustus 2022 dan ditonton oleh banyak orang
yang beradadi wilayah itu.pawai budaya yang bertema IWAK MUNGGUT ini juga
meraih juara 2 dalam lomba pawai budaya tahun 2022.
PAWAI BUDAYA
Eksotika Khayangan Api SMPN7
Bojonegoro
Bojonegoro merupakan salah satu kota di Jawa timur yang terkenal akan Wisata dan
Kulinernya.Wisata yang melegenda dan tidak terlupakan salah satunya Wisata Khayangan
Api adalah berupa sumber api abadi yang tak kunjung padam yang terletak pada kawasan
hutan lindung desa Sendangharjo,kecamatan Ngasem,kabupaten Bojonegoro.Api abadi ini
juga merupakan fenomena geologi alam berupa gas alam dari dalam tanah yang tersulut
api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.
Khayangan Api telah di bawakan SMPN7 Bojonegoro dalam Pameran Pawai Budaya
pada hari Senin tanggal 29 Agustus 2022 di Alun-alun Bojonegoro.
Nilai yang dapat diambil dari penampilan SMPN7 Bojonegoro adalah Nilai kebudayaan
yang selalu melekat di daerah bojonegoro yaitu dengan menghormati dan melestarikan
budaya yg ada di Bojonegoro dan Nilai Sejarah yaitu selalu mengingat sejarah berdirinya
Khayangan Api di Bojonegoro.
Sumber Paragraf 1: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kayangan_Api
Nama Kelompok 2: -Muhamad Iqbal Rahmatullah
-Denis Agung Wijaya
-Arel Andyka Saputra
-Putra Ramadhan
Kelompok:3 KLS:7I
1. YUDHA BRAMA ARSYADHA(32)
2. ARIEL DODIK KURNIAWAN(7)
3. MUHAMMAD BRIYAN(11)
4. DIKA APRILIANDO SAPUTRA (2)
Pada pawai budaya tahun ini SMP 2 mempersembahkan pawai budaya bertemakan
nagaruda cerita ini di ambil dari cerita angling darmo. Dalam cerita ini menggambarkan
keberanian. Saat pawai budaya nagaruda merupakan tarian kesenian asli Bojonegoro yang
Masih di lestarikan di kecamatan ngambon tari tradisi ini berkisah tentang pertempuran prabu
Angling darma dan batik madrim sosok nagaruda memiliki memiliki berbagi bentuk di tempat
asalnya tokoh tokoh penting dalam perkembangan cerita nagaruda:resi kasiyapa, kardu, winata,
sembilan naga,garuda, dewawisnu, dewa indra
PAWAI BUDAYA SMPN 1 BOJONEGORO.
IWAK MUNGGUT.
Kelompok 3
Nama dan Nomor absen : - Eka Naisya Dirla F S. (12)
-Putri Bilqis Zilvia J. (25)
- Manda Valencia Putri D. (19)
- Titik Ika Marieta.(31)
pawai budaya SMP NEGERI 1 bojonegoro.
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak budaya,suku,adat,agama dan ras
berbeda beda.Salah satunya yang berada di provinsi Jawa timur.Provinsi Jawa timur
memiliki banyak sekali kota dengan ciri khas masing masing.Salah satunya kota
BOJONEGORO memiliki ciri khasyaitu makanan nya dan adat-istiadat nya. IWAK
MUNGGUT adalah salah satu ciri khas dari masyarakat Bojonegoro yang tinggal di sekitar
area Benggawan solo.Peristiwa IWAK MUNGGUT
merupakan tradisi menangkap ikan bagi masyarakat Bojonegoro yang tinggal di sekitar
Benggawan solo.Dipercaya masyarakat bahwa peristiwa ini terjadi kala pergantian
musim kemarau ke musim penghujan ikan ikan yang terdapat di benggawan solo akan
muncul / terlihat di permukaan benggawan,hal tersebut disebabkan oleh ikan yang
berkondisi mabuk.Pada saat peristiwa itu terjadi para warga sekitar benggawan solo
bergegas membawa alat pancing,jaring ikan, saringan ikan untuk menangkap ikan ikan
tersebut dan di bawa pulang oleh warga.Lalu ikan tersebut di jadikan bahan konsumsi
warga ataupun di jual di pasar.
Peristiwa ini sudah menjadi ciri khas warga kampung yang tinggal di sekitar
Benggawan solo maka sudah tidak heran lagi bahwa peristiwa "IWAK MUNGGUT"
menjadi salah satu kesenian pawai budaya.Sudah banyak sekali masyarakat
Bojonegoro memakai kesenian iwak munggutsebagai media pawai budaya.
Pawai budaya ini dirayakan pada 29 Agustus 2022 dan ditonton oleh banyak orang
yang beradadi wilayah itu.pawai budaya yang bertema IWAK MUNGGUT ini juga
meraih juara 2 dalam lomba pawai budaya tahun 2022.
2