1 IMPLEMENTASI AKSI PERUBAHAN PELATIH.AN KEPEMIMPINAN ADMINISTRASI ANGKATAN II TAHUN 2,023 JUDUL: PENINGKATAN JEJARING KERJASAMA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN TAMAN DI KOTA METRO DISUSUN OLEH: Nama : EDWARD MZ, ST, MM NIP : 19710812 200003 1 003 OPD : Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro Jabatan : Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2023
ii LEMBAR PENGESAHAN IMPLEMENTASI AKSI PERUBAHAN KINERJA ORGANISASI PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR ANGKATAN II PEMERINTAH PROVINSI, KABUPATEN/KOTA, DAN INSTANSI VERTIKAL DI PROVINSI LAMPUNG KERJASAMA DENGAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA (LAN) RI TAHUN 2023 Nama : Edward MZ, ST.MM NIP : 19710812 200003 1 003 Instansi : Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro Jabatan : Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup JUDUL: PENINGKATAN JEJARING KERJASAMA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN TAMAN DI KOTA METRO Coach DEWI INDIRA, S.Si. MT NIP.19720205 199803 2 006 Mentor ARDAH, SE.MAP NIP. 19690805 198803 2 001 Penguji BAMBANG SUMBOGO, SE, MM. NIP. 19710422 199503 1 002 Hajimena, Oktober 2023 Menyetujui
iii KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Implementasi Aksi Perubahan dengan judul “PENINGKATAN JEJARING KERJASAMA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN TAMAN DI KOTA METRO ”. Laporan Implementasi Aksi Perubahan ini disusun untuk memenuhi tugas sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan merupakan salah satu syarat untuk menyusun Laporan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi. Pada kesempatan ini, penyusun menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada 1. Walikota Metro yang telah memberikan kesempatan kepada penyusun untuk mengikuti Pelaihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2023 di BPSDMD Provinsi Lampung; 2. Kepala BPSDMD Provinsi Lampung beserta jajarannya yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan pelatihan ini; 3. Ardah, SE., M. AP. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro sekaligus sebagai Mentor yang telah memberikan kesempatan Penulis untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator serta memberikan motivasi, dukungan dan arahan; 4. Dewi Indira, S.Si., MT., selaku Coach sekaligus Widyaiswara Ahli Utama atas segala bimbingan dan arahan kepada Penulis; 5. Para Widyaiswara dan Panitia Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2023; 6. Tim Efektif Dalam Rangka Penyusunan Laporan Implementasi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Melalui Peningkatan Jejaring Kerjasama dan Partisipasi Masyarakat di Kota Metro; 7. Dan pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Laporan Aksi Perubahan ini. Demikian kami sampaikan atas dukungan dan bimbingan serta bantuannya, sehingga Laporan Implementasi Aksi Perubahan ini dapat
iv diselesaikan tepat pada waktunya. Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan harapan kritik dan saran perbaikan nantinya demi kesempurnaan kegiatan ini. Bandar Lampung, Oktober 2023 Penyusun Edward MZ, ST. MM
v DAFTAR ISI halaman LEMBAR PERSETUJUAN………………………………………………………….. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………………… ii KATA PENGANTAR…………………………………………………………………. iii DAFTAR ISI…………………………………………………………………………... v DAFTAR TABEL……………………………………………………………………. vii DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………… viii BAB I. DESKRIPSI PROSES KEPEMIMPINAN 1.1. Membangun Integritas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi……………………………………………………. 1 1.2. Pengelolaan Budaya Kerja………………………………………….. 5 1.3. Membangun Jejaring dan Kolaborasi………………………………. 9 1.4. Strategi Pengembangan Kompetensi……………………………. 12 BAB II. DESKRIPSI HASIL KEPEMIMPINAN 2.1. Capaian dan Perbaikan Kinerja Organisasi………………………. 14 2.2. Manfaat Aksi Perubahan…………………………………………….30 2.3. Implementasi Rencana Aksi Perubahan………………………….. 30 BAB III. KEBERLANJUTAN AKSI PERUBAHAN 3.1. Tujuan Aksi Perubahan………………………………………………37 3.2. Implementasi Tujuan Jangka Pendek………………………………38 3.3. Keberlanjutan Tujuan Jangka Pendek Melalui Proyeksi Tujuan Jangka Menengah dan Jangka Panjang…………………. 39 BAB IV. KETERKAITAN DENGAN MATA PELATIHAN PILIHAN 4.1. Manajemen Perubahan Sektor Publik…………………………….. 41 4.2. Komunikasi Efektif…………………………………………………… 42 4.3. Jejaring Kerja………………………………………………………… 44 BAB V. DISEMINASI DAN PUBLIKASI AKSI PERUBAHAN 5.1. Penerapan Strategi Komunikasi…………………………………… 46 5.2. Keberhasilan Mendapat Dukungan Adopsi/Replikasi Aksi Perubahan……………………………………………………… 49
i LEMBAR PERSETUJUAN IMPLEMENTASI AKSI PERUBAHAN KINERJA ORGANISASI PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR ANGKATAN II PEMERINTAH PROVINSI, KABUPATEN/KOTA, DAN INSTANSI VERTIKAL DI PROVINSI LAMPUNG KERJA SAMA DENGAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA (LAN) RI TAHUN 2023 Nama : Edward MZ, ST.MM NIP : 19710812 200003 1 003 Instansi : Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro Jabatan : Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup JUDUL: PENINGKATAN JEJARING KERJASAMA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN TAMAN DI KOTA METRO Disetujui untuk Disampaikan pada Evaluasi Implementasi Aksi Perubahan Kinerja Organisasi Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Di Lingkungan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Instansi Vertikal di Provinsi Lampung Bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Tahun2023. Hajimena, 2023 Menyetujui Coach DEWI INDIRA, S.Si. MT NIP.19720205 199803 2 006 Mentor ARDAH, SE.M.AP NIP.19690805 198803 2 001
vi BAB VI. PELAKSANAAN PENGEMBANGAN POTENSI DIRI……………….. 52 BAB VII. PENUTUP 7.1. Kesimpulan…………………………………………………………….54 7.2. Saran…………………………………………………………………... 54 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………... 56 LAMPIRAN………………………………………………………………………….. 57
vii DAFTAR TABEL halaman Tabel 2.1 Data Hasil Survey Kondisi Terkini Taman-taman Di Kota Metro…………………………………………...18 Tabel 2.2 Daftar Para Pelaku Usaha yang Beroperasi di Kota Metro…………………………………………………………… 28 Tabel 2.3 Tahapan Kegiatan Aksi Perubahan………………………………….. 32
viii DAFTAR GAMBAR halaman Gambar 2.1 Penandatanganan Dukungan Mentor……………………………..14 Gambar 2.2. Rapat-Rapat Tim kerja Aksi Perubahan…………………………. 15 Gambar 2.3. Penandatanganan Surat Dukungan dari Stakeholder Eksternal……………………………………………... 16 Gambar 2.4. Survey ke Salah Satu Taman di Kota Metro……………………. 17 Gambar 2.5. Penawaran Proposal Kerjasama ke Para Pelaku Usaha……… 28 Gambar 5.1. Tangkapan Layar Berita di Media Massa tentang Kolaborasi Universitas Muhammadiyah Metro dan Dinas Lingkungan Hidup Terkait Pemeliharaan Taman……………………………… 48 Gambar 5.2. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pemeliharaan Taman Antara Universitas Muhammadiyah Metro dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro…………………………50 Gambar 6.1. Hasil Assessment Identifikasi Potensi Diri……………………….. 52
1 BAB I DESKRIPSI PROSES KEPEMIMPINAN 1.1. Membangun lntegritas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi Integritas dapat dimaknai sebagai sebuah konsistensi antara ucapan dan tingkah laku sesuai dengann nilai-nilai yang dianut. Nilai-nilai tersebut dapat berasal dari peraturan perundang-undangan yang berlaku, kode etik di tempat kerja, norma di masyarakat, maupun nilai moral pribadi yang diyakini. Integritas merupakan salah satu atribut penting dan kunci yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Karena integritas merupakan sebuah konsep yang berkaitan erat dengan konsistensi dalam menjalankan peraturan dan norma yang berlaku maka pribadi yang berintegritas memiliki karakter kuat dan memegang teguh prinsip kejujuran dan kebenaran. Jack Welch, CEO General Electric, menyatakan bahwa integritas merupakan konsep yang sulit untuk didefinisikan secara tegas. Meskipun demikian, individu yang memiliki integritas dapat dikenali dengan mudah dari perkataan yang selalu jujur dan tindangan sesuai dengan yang dikatakannya. Bukan hanya itu, meraka bertanggung jawab atas semua tindakan yang dilakukan, tidak malu untuk meminta maaf atas kesalahannya, dan memperbaiki kesalahan itu di masa dating untuk menjadi individu yang lebih baik (Welch, 2005). Selanjutnya, pribadi yang berintegritas memiliki pemahaman yang mendalam atas norma dan peraturan yang berlaku baik yang tersurat maupun tersirat. Banyak survey dan studi yang menyimpulkan bahwa inegirtas dan kejujuran merupakan karakteristik yang paling dihargai dari seorang pemimpin (Syarkani dan Wulandari, 2019). Studi ini menympulkan bahwa faktor integritas pemimpin memiliki korelasi positif dengan peningkatan etos kerja dan loyalitas para karyawan. Hal senada juga didapatkan oleh studi yang dilakukan oleh Kibtiyah dan Mardiah (2016) yang mengambil studi kasus di salah satu perusahaan perbankan swasta di Indonesia. Dalam studinya, kedua peneliti ini juga mengaitkan atara integritas pimpinan dan loyalitas karyawan yang berpengaruh positif terhadap pencapaian visi dan misi perusahaan.
2 Inteqritas secara singkat dapat diterjemahkan sebagai sebuah rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi. Adapun makna yang terkandung didalamnya antara lain: a. Berkarya dan berbakti untuk organisasi dengan penuh tanggung jawab dan dedikasl. b. Menjunjung tinggi nilai-nilai etika publik dan norma sosial. c. Kesesuaian antara perkataan dan perbuatan. d. Mengedepankan kepentingan public dan orqanisasi di atas kepentlnqan pribadi ataupun golongan. Dalam kerangka Executive Brain Assessment, konsep integritas dibagi menjadi tiga dirnensi utama, yaitu: kejujuran, konsistensi, dan keberanian. Kejujuran mencakup pemaharnan akan kebenaran, ernpati, sikap yang tidak mudah menuduh orang lain, dan rendah hati. Konsistensi rnelibatkan kemampuan untuk bertindak secara konsisten, mengendalikan emosi, bertanggung jawab, dan rnerniliki fokus yang menyeluruh. Sementara itu, keberanian rnelibatkan kemampuan untuk dengan tegas menegakkan kebenaran secara terbuka dan memiliki kayakinan diri. Tidak hanya dari sisi individu, integritas juga perlu dimiliki oleh setiap organisasi, lntegritas organisasi merujuk pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai moral yang mengatur perilaku dan tindakan suatu organisasi, lni mencakup komitrnen organlsasl untuk bertindak dengan jujur dan adil dalam semua aspek operasionalnya. lntegritas dalam sebuah organisasi dapat terbentuk ketika dipimpin oleh individu-individu yang rnerniliki tingkat integritas yang tinggi, yang sering disebut sebagai “tunas integritas”. Kehadiran para "tunas integritas'' dengan tingkat integritas yang tinggi diharapkan dapat menjamin integritas organisasi secara keseluruhan. lntegritas organisasi yang sudah terbangun akan rnemengaruhi 80% anggota organisasi lainnya, mendorong mereka untuk bertindak dengan integritas. lntegritas organisasi ini dibangun melalui penyelarasan dan pengendallian, yang akhirnya memastikan pencapaian tujuan organisasi.
3 Integritas organisasi sangat penting karena dapat memengaruhi reputasi, kepercayaan, dan kesuksesan jangka panjang organisasi tersebut, Ketika sebuah organisasi mampu menjaga integritasnya, maka akan dapat rnembangun kepercayaan pemangku kepentingan, memperkuat reputasinya, dan memberikan dasar yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang. Sebaliknya, kehilangan integritas dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada organisasi tersebut. Beberapa aspek penting dalam membangun integritas yang baik adalah Kepatuhan terhadap Hukum dan Peraturan, Etika Bisnis Tanggung Jawab Sosial, Kualitas Produk dan Layanan, Akuntabilitas dan Budaya Organisasi. Dalam proses membangun integritas organisas, akuntabilitas adalah salah satu aspek yang dibutuhkan. Akuntabllitas adalah tentang kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atas tugas atau pekerjaan tersebut. Menurut Miriam Budiarjo (2008), akuntabilitas bermakna pertanggungjawaban pihak yang diberi kuasa mandat untuk memerintah kepada yang memberi mandat. Akuntabilitas dapat didefinisikan secara luas dan sempit. Secara luas, akuntabilitas adalah kewajiban pemegang amanah untuk memeberikan pertanggungjawaban, menyajikan laporan, dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab kepada pihak pemberi amanah tersebut. Secara sempit, akuntabilitas merupakan bentuk pertanggungjawaban yang mengacu kepada siapa dan untuk apa organisasi bertanggung jawab (Mahsun, 2006). Jadi, secara esensial, akuntabilitas rnengacu pada kewaliban setiap indlvldu, kelompok, atau institusi/organisasi untuk menjalankan tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada mereka. Tingkatan akuntabilliitas organisasi, mengacu pada hasil laporan kinerja yang telah dicapai, baik laporan yang dilakukan oleh individu maupun kinerja organisasi kepada masyarakat umum lainnya. Dalam perspektif aksi perubahan yang dilaksanakan dalam kegiatan ini, substansi dari konsep integritas dan akuntabilitas juga diterapkan dalam pelaksanaan aksi perubahan. Pelaksanaan rencana aksi perubahan yang mengusung tema penguatan jejaring kerjasama dan partiipasi masyarakat dalam pengelolaan taman-taman di Kota Metro tentunya menuntut integritas
4 dan akuntabilitas yang tinggi. Jika tidak, tentunya akan sulit mendapatkan kepercayaan dari para pelaku usaha untuk bermitra dalam pengelolaan tamantaman di Kota Metro. Selanjutnya, kemitraan yang melibatkan banyak pihak, seperti yang dilaksanakan dalam rencana aksi perubahan ini, tentunya menuntut rasa saling percaya (trust) diantara semua pihak yang terlibat. Kepercayaan ini tentunya tidak hanya dituangkan dalam selembar kertas perjanjian tetapi mutlak diperlukan dalam setiap implementasi butir-butir perjanjian yang disepakati. Dalam situasi seperti ini, nilai-nilai integritas dan akuntabilitas tentunya mempunya peranan yang sangat penting. Kedua belah pihak yang menjalin kerjasama (Pemerintah Kota Metro dan para pelaku usaha) tentunya harus memiliki integritas dalam menjalankan kewajiban yang telah disepakati. Kemudian, setelah pelaksanaan butir-butir kesepakatan dalam perjanjian kerjasama, perlu adanya laporan yang akuntabel dan transparan atas semua kewajiban yang dilaksanakan oleh masing-masing pihak. Pada pelaksanaan aksi perubahan ini, penerjemahan membangun nilai integritas dan akuntabilitas yaitu dalam mengatur hubungan pada berbagai tingkatan, antara lain: 1. Aturan Hubunqan Antara Anggota Tim a. Setiap anggota tim bertanggung jawab terhadap tugas dan tanggung jawabnya dalam penegakan nilai kejujuran dan konsistensi. b. Anggota tim diberikan kebebasan untuk memberikan masukan kepada tiim leader atau anggota tim lainnya selama rapat evaluasi kegiatan, demi kebaikan pelaksanaan kegiatan. c. Masukan atau saran yang disampaikan oleh anggota tim kepada anggota tim lainnya di luar forum rapat harus disetujui oleh tirn leader untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan kejujuran setiap anggota tim. d. Anggota tim yang membantua anggota lainnya harus mendapatkan persetuiuan dari tim leader untuk memastiikan tanggung jawab dan kejujuran di antara semua anggota tim.
5 2. Aturan Hubungan Antara Anggota Tim dan Team Leader. a. Tim leader harus menyarnpaikan seluruh rencana pelaksanaan aksi perubahan kepada anggota tim. b. Anggota tim diberlkan kesempatan untuk rnemberikan masukan untuk kelancaran aksi perubahan yang akan dilaksanakan. c. Fasillitas dinas yang digunakan oleh tirn dalarn pekerjaan harus rnendapatkan persetujuan dari Mentor, yang dalarn hal ini adalah pimpinan OPD. 3. Aturan Hubungan Antara Team Leader dengan Mentor dan Coach Hubunqan antara tim leader, mentor, dan coach adalah hubungan antara pembiimbing (mentor dan coach) dengan yanq dibimbing (tim leader). Dalam pelaksanaan aksi perubahan ini, tim leader melaporkan kemajuan setiap tahap pelaksanaan kepada mentor untuk mendapatkan evaluasi, masukan, dan saran. 4. Aturan Hubunqan Team Leader dengan Stakeholder Eksternal Hubunqan antara tim leader dengan stakeholder eksternal adalah hubunqan yang berkaitan dengan dukungan yang diberikan oleh stakeholder eksternal untuk kelancaran pelaksanaan aksi perubahan. Meskipun stakeholder eksternal mungkin tidak memilliki kepentingan langsung yang besar dalam aksi perubahan ini, keberadaan mereka dapat memengaruhi kelancaran pelaksanaan aksi perubahan. Oleh karena itu, aturan-aturan ini akan mernastikan bahwa hubungan dengan mereka tetap profesional dan terkoordinasi dengan balk untuk mencapai tujuan aksi perubahan denqan integrltas. 1.2. Pengelolaan Budaya Kerja 1.2.1. Teori Budaya Kerja Budaya kerja organisasi dapat dijelaskan sebagai seperangkat nilai, kebiasaan, dan norma yang ada dalam suatu kelompok atau organlsasi. Budaya kerja organisasi juga mencakup pandanqan hidup, sikap, perilaku,
6 pandangan, dan tindakan yang tercermin dalarn pekerjaan atau aktivitas kerja. Budaya kerja mencerminkan bagaimana orang di dalam kelornpok tersebut bekerja dan berhubungan dalam konteks kerja. Beberapa definisi budaya yang dikemukakan para ahli, antara lain: Budaya kerja merupakan the way we are doing here atau sikap dan perilaku pegawai untuk melaksanakan tugas (Sulakso, 2002 dalam Irmayanti, 2020). Oleh karena itu, setiap proses atau fungsi kerja harus memiliki perbedaan dalam bekerja yang mengakibatkan munculnya keberagaman nilai-nilai yang sesuai untuk diambil, dalam rangka kerja organisasi. Budaya kerja merupakan merupakan suatu falsafah yang berlandaskan pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi, kemudian cerminan tersebut muncul dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat serta tindakan yang terwujud sebagai kerja (Triguno, 2004). Budaya kerja merupakan perangkat asumsi atau system keyakinan, nilai, dan norma yang dikembangkan dalam suatu organisasi yang dapat dijadikan sebagai landasan tingkah laku anggota, untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal maupun integrasi internal (Mangkunegara, 2005). Dari definisi-definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya kerja setiap organisasi mungkin saja berbeda-beda karena setiap organisasi memiliki landasan dan sikap perilaku yang berbeda-beda. Budaya kerja yang positif akan memungkinkan kolaborasi dan pertukaran ide yang bermanfaat. Namun, perbedaan pendapat yang konstruktif juga diperlukan untuk memajukan organisasi. Perubahan dalam budaya keria memerlukan waktu yang cukup lama. Penting untuk dimulai dari tingkat kesadaran dan komitmen pemimpin orqanisasi, dan kernudian harus diterapkan pada semua anggota organisasi. Pembenahan budaya kerja dimulai dari perubahan sikap dan perilaku.
7 1.2.2. Pengelolaan Budaya kerja Upaya yang dilakukan oleh project leader dalam rangka mernbangun dan mengelola budaya kerja terdiri dari berbagai macam tindakan yang sesuai dengan unsur-unsur budaya kerja. Upaya tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Membangun Nilai-nilai Dasar Landasan Budaya Kerja dalam Tim Kerja Dalam aksi perubahan ini, terdapat beberapa nilai dasar yang akan dibangun menjadi landasan budaya kerja dalam tim kerja, yaitu profesionalisme, inovasi, dan kepedulian. Berikut adalah penerapan nilainilai tersebut: a. Profesionalisme Anggota tim harus bekerja sesuai dengan keahlian dan kompetensi yang dimiliki. Fokus pada kualitas hasil pekerjaan. Memegang teguh kode etik. Selalu berupaya mengembangkan potensi diri Bertanggung jawab penuh atas pekerjaan yang dilakukan. Mampu rnengarnbil keputusan secara mandiri maupun dalam tim. b. Inovasi Berfikir dan bertindak di luar kebiasaan (Out of the Box). Mendorong kreativitas untuk menciptakan nilai tambah. Melakukan perbaikan berkellanjutan (Continuous Improvement) terhadap proses dan rnetode kerja Beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berani mengambil risiko dalarn pengambilan keputusan. c. Kepedulian Menjunjung tinggi sikap kebersamaan dan gotong royong dalarn tim. Bersikap adil dalam perlakuan terhadap sesama. Mampu merasakan dan memahami perasaan orang lain.
8 Saling memberikan dukungan dan memperkuat hubungan antar sesame anggota tim. Bersikap ramah, senang bertegur sapa, dan tanggap terhadap masalah yang dihadapi oleh anggota tim. Bersedia mendengarkan pendapat dan kritik dari anggota tim lalnnya. Dengan menerapkan nilai-nilai ini, diharapkan tim dapat bekerja secara efektif, kreatif, dan saling rnendukung satu sama lain dalam mencapai tujuan aksi perubahan dengan integritas. Menerapkan budaya positif dalam aksi perubahan ini sangat penting untuk memastikan kinerja tim tetap lancar dan memberikan semangat tinggi kepada anggota tim. Hal ini dapat menciptakan llingkungan kerja yang kondusif untuk mencapai tujuan perubahan dengan efektif. 2. Manajemen Sektor Publik dengan Pendekatan Kolaborasi Organisasi sektor publik merupakan bagian dari usaha Negara dalam menjalankan administrasi negara, memberikan pelayanan public dan secara umum ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Standar dan ukuran kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan peradaban manusia. Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai organisasi dalam mernberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat maka organisasi sektor publik perlu melakukan perbaikan dari. Manajemen perubahan sektor publik adalah suatu pendekatan untuk mengubah individu, tim, dan organisasi sektor publik menuju kondisi organisasi masa depan yang dinginkan. Organisasi masa depan itu sendiri merujuk pada cara-cara baru di mana organisasi direkayasa dan dijalankan untuk menghadapi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam dunia yang terus berkembang. Organisasi masa depan berusaha untuk menjadi lebih adaptit, inovatif, dan terhubung dengan dunia yang terus berubah. Mereka menggabungkan kebijakan dan praktik terbaik dengan pemanfaatan kolaborasi
9 antar semua elemen yang dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan, kreativitas, dan keberhasilan jangka panjang. Salah satu proses kerja yang memerlukan perbaikan adalah pengelolaan taman-taman. Saat ini, pengelolaan taman-taman di Kota metro dirasa masih belum optimal karena keterbatasan sumber daya yang ada. Sebagai contoh, tenaga operasional yang saat ini tersedia hanya 52 personil. Mereka bertugas untuk melakukan pemeliharaan taman-taman se- Kota Metro. Bukan hanya taman, mereka juga mempunyai tugas untuk memelihara ruang terbuka hijau lainnya seperti hutan kota, median jalan, pohon-pohon peneduh tepi jalan dan lain-lain. Selain jumlah personil, ketersediaan peralatan dan anggaran untuk pemeliharaan taman-taman di Kota Metro juga sangat terbatas untuk menangani seluruh taman yang ada. Berangkat dari kenyataan ini, pengelolaan taman-taman di Kota Metro memerlukan adanya kolaborasi antar banyak pihak. Salah satu pihak yang paling potensial untuk diajak berkolaborasi adalah para pelaku usaha yang beroperasi di Kota Metro. Dalam konteks kolaborasi, kerjasama yang saling menguntungkan antara Pemerintah Kota Metro dan para pelaku usaha dapat didiskusikan. Banyak skema yang bisa dijadikan sebagai alternatif. Salah satunya dengan kemitraan dalam hal pengelolaan taman dimana para pelaku usaha diberikan ruang untuk berkontribusi dalam pemeliharaan taman dan pemerintah memberikan insentif atas upaya yang telah dilakukan oleh para pelaku usaha yang berpartisipasi. 1.3. Membangun Jejaring dan Kolaborasi Membangun jejaring dan kolaborasi pada prinsipnya adalah membangun komunikasi atau hubungan, berbagi ide, informasi dan sumber daya atas dasar saling percaya (trust) dan saling menguntungkan diantara pihak-pihak yang bermitra. Tujuan yang ingin dicapai organisasi dalam membangun jejaring kerja dan kolaborasi yaitu: 1. Meningkatkan partisipasi para pihak Salah satu tujuan membangun jejaring kerja adalah membangun kesadaran para pihak terhadap eksistensi organisasi tersebut, menumbuhkan
10 minat dan peningkatkan partisipasi para pihak dalam pengembangan organisasi. 2. Peningkatan mutu dan relevansi atas dinamika perubahan/perkembangan yang cepat Organisasi dituntut untuk terus melakukan inovasi, peningkatan mutu dan relevansi program yang dibuatnya sesuai tujuan dasar organisas atau program/kegiatan. Beberapa prinsip yang diperlukan untuk membangun jejaring kerja dan kolaborasi, antara lain: Ada dua pihak atau lebih Memiliki kesamaan visi dalam mencapai tujuan organisasi Ada kesepakatan dan kesepemahaman Saling percaya dan saling menguntungkan Komitmen bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar Dalam kaitannya dengan rencana aksi perubahan, prinsip-prinsip tersebut di atas digunakan sebagai dasar dalam mengembangkan jejaring kerja dan mengundang pihak-pihak untuk berkolaborasi. Dalam proses pelaksanaan aksi perubahan, project leader melakukan beberapa upaya dalam membangun jejaring dan kolaborasi dengan stakeholder internal dan eksternal sebagai berikut: a. Membangun Tim Membangun tim kerja atau tim efektif dilakukak agar aksi perubahan dapat dilaksanakan dan diimplementasikan di organisasi. Dalam tim ini semua anggota harus saling membantu dan mendukung demi tercapainya tujuan yang dicanangkan. Terkait dengan rencana aksi perubahan ini, tim kerja telah dibentuk melalui Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro Nomor: /KPTS/D-10/2023 Tanggal 1 Agustus 2023 tentang Pembentukan Tim Kerja Aksi Perubahan Peningkatan Jejaring Kerjasama dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Taman Di Kota Metro. Berdasarkan surat keputusan ini, tim kerja aksi perubahan secara prinsip terdiri project leader, sekretaris, tim survey lapangan, dan tim pelaksana administrasi.
11 Tugas tim kerja ini adalah memberi dukungan demi terlaksananya rencana aksi perubahan yang telah ditetapkan. Secara rinci tugas masing-masing adalah sebagai berikut: Project Leader : Mengkoordinasikan dan memberikan arahan kepada seluruh anggota tim kerja untuk pelaksanaan rencana aksi perubahan. Sekretaris: Mengkoordinasikan urusan kesekretariatan seperti surat-menyurat, dokumentasi, penyusunan proposal kerjasama, dan sebagainya. Tim Survey Lapangan Melaksanakan survey lapangan dan menyusun data terkait identifikasi kondisi terkini taman-taman yang ada di Kota Metro dan inventarisasi para pelaku usaha yang beroperasi di Kota Metro Tim Administrasi Melaksanakan tugas-tugas kesekretaritan yang berkaitan dengan pelaksanaan rencana aksi perubahan. b. Membuat komitmen bersama dengan stakeholder internal dan eksternal yang terkait dengan aksi perubahan Membangun komitmen bersama organisasi adalah proses untuk mamastikan bahwa semua anggota organisasi memiliki pernahaman, dukungan, dan keterlibatan yang kuat terhadap tujuan, nilai, dan inisiatif organisasi. Hal ini melibatkan pembangunan kesepahaman, komunikasi yang efektiif, dan partisipasi aktif dari seluruh anggota organisasi. Dalam pembangunan komitmen bersama organisasi penting untuk melibatkan seluruh anggota organisasi dalam proses komunikasi, dialog terbuka, partisipasi, dan pengakuan atas kontribusi mereka. Untuk membangun komitmen bersama organisasi, beberapa langkah telah dilakukan, antara lain: a. Pertemuan seluruh anggota tim yang terlibat dalam rencana aksi perubahan.
12 b. Diseminasi informasi terkait rencana aksi perubahan kepada para stakeholder, baik internal maupun eksternal. c. Meminta dukungan secara formal dari stakeholder, baik internal maupun eksternal, terhadap rencana aksi perubahan yang diusulkan. 1.4. Strategi Pengembangan Kompetensi Melalui pelaksanaan aksi perubahan ini, penulisberharap untuk dapat mengembangkan kompetensi yang dimiliki. Berikut ini adalah strategi pengembangan kompetensi yang ingin dicapai penulis melalui aksi perubahan ini: a. Manajemen Keuangan Negara Dalam rencana aksi perubahan ini, keikutsertaan pelaku usaha diharapkan mampu memberi dampak terhadap peningkatan efisiensi penggunaan anggaran daerah dalam hal pengelolaan taman-taman di Kota Metro. Keterlibatan pelaku usaha tentunya akan meringankan beban anggaran dalam pengelolaan taman dan anggaran yang ada dapat dialokasikan untuk hal-hal lain yang selama ini belum mendapat perhatian. b. Hubungan Kelembagaan Aksi perubahan ini melibatkan banyak instansi sehingga membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik guna kelancaran pelaksanaannya. Pengembangan kompetensi yang diharap dalam pelaksanaan aksi perubahan ini adalah kemampuan untuk menjalin hubungan kelembagaan antar instansi yang terkait dalam kegiatan pengelolaan taman-taman di Kota Metro. c. Standar Kinerja Pelayanan Output dari pelaksanaan aksi perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan standar kinerja pelayanan dari OPD penulis terutama dalam hal pengelolaan taman-taman di Kota Metro. d. Manajemen Risiko Pelaksanaan aksi perubahan ini menerapkan prinsip manajemen risiko baik secara administratif maupun pelaksanaannya di lapangan. e. Akuntabilitas Kinerja
13 Melalui pelaksanaan aksi perubahan ini, akuntabilitas kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, khususnya terkait pengelolaan taman-taman, diharapkan dapat mengalami peningkatan. f. Kepemimpinan Transformasional Pelaksanaan aksi perubahan ini diharapkan mampu mentransformasi OPD menuju ke arah pengelolaan taman yang lebih efektif dan efisien. g. Jejaring Kerja Jejaring kerja yang melibatkan kemitraan antara Pemerintah Kota Metro dan para pelaku usaha mutlak diperlukan dalam aksi perubahan ini. Oleh karena itu, peningkatan jejaring kerjasama dalam pelaksanaan program pemerintah diharapkan akan lebih meningkat melalui pelaksanaan aksi perubahan in.
14 BAB II DESKRIPSI HASIL KEPEMIMPINAN 2.1. Capaian dan Perbaikan Kinerja Organisasi Keberhasilan pencapaian langkah-langkah perubahan ini mencerrninkan penerapan rencana kerja yang telah disusun secara terperinci sebagai bagian dari rencana strategis kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan dari aksi perubahan. Capaian aksi perubahan pada tahapan implementasi dilakukan dalam jangka waktu 60(enam puluh) hari yang merupakan waktu pelaksanaan dari beberapa tahapan dengan rincian sebagai berikut: a. Sosialisasi pelaksanaan Aksi Perubahan Pada tahapan ini ada 2 kegiatan yang dilaksanakan, yaitu: 1. Konsultasi dengan Mentor Dalam kegiatan ini, Project Leader menjalin komunikasi dengan mentor untuk dapat menyampaikan rencana aksi perubahan yang akan dilaksanakan. Rencana aksi perubahan ini sesuai dengan usulan yang disusun dan disampaikan dalam seminar rencana aksi perubahan pada tanggal 31 Juli 2023. Output dari pelaksanaan konsultasi ini adalah adanya pernyataan dukungan yang ditandatangani oleh mentor. Gambar 2.1. Penandatanganan Dukungan Mentor
15 Mentor dalam hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, Ibu Ardah, SE, MAP. menyampaikan: Apresiasi terhadap rencana aksi perubahan yang akan dilaksanakan terlebihakan memberikan manfaat bagi banyak pihak khususnya dalam hal pengelolaan taman-taman yang ada di Kota Metro. Menyarankan untuk segera melaksanakan langkah-langkah tindak lanjut dalam rangka merealisasikan rencana aksi perubahan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan dengan tetap mempertimbangkan sumber daya yang ada dan mengoptimalkan tim yang akan dibentuk. 2. Rapat Konsolidasi Aksi Perubahan Sebelum pelaksanaan rapat pembentukan tim kerja aksi perubahan, Project Leader melakukan sosialisasi rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama implementasi aksi perubahan kepada seluruh staf bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. Hal ini bertujuan untuk menjaring ide-ide kreatif terkait penyusunan tim dan pembagian tugas yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, rapat ini juga membahas tentang langkah-langkah yang akan dilaksanakan dalam rangka implementasi aksi perubahan sesuai dengan tahapan yang ditetapkan. Gambar 2.2. Rapat-Rapat Tim kerja Aksi Perubahan
16 Selanjutnya, pelaksanaan rapat pembentukan tim kerja dilaksanakan untuk menjelaskan susunan tim kerja aksi perubahan dan substansi rencana aksi perubahan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam tim kerja. Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan selaku Project Leader menyampaikan perlunya dukungan seluruh stakeholder dalam implementasi rencana aksi perubahan. b. Koordinasi dengan Stakeholder Internal dan Eksternal Koordinasi dengan stakeholder internal dan eksternal bertuiuan untuk membangunan kornltmen dan dukungan pelaksanaan terhadap implementasi aksi perubahan. Hal ini sangat penting dalam kelancaran dan ketepatan waktu rnencapai target yang telah ditetapkan dalam rancangan aksi perubahan. Dengan kolaborasi yang baik antar Project Leader, Tim Kerja dan Stakeholder internal, harnbatan-hambatan yang ada dapat diatasi Selanjutnya, membangun komitmen dan dukungan dari stakeholder eksternal juga sangat penting dalam aksi perubahan ini. Dukungan ini dituangkan secara formal dalam bentuk surat dukungan. Gambar 2.3. Penandatanganan Surat Dukungan dari Stakeholder Eksternal
17 Beberapa stakeholder eksternal yang telah memberikan dukungannya secara resmi dalam aksi perubahan ini (seperti yang ditampilkan dalam gambar 2.3) antara lain; Wakil Walikota Metro, Sekretaris Daerah Kota Metro, Kepala Bappeda Kota Metro, Kepala BPPRD Kota Metro, dan Kabag Perekonomia Setda Kota Metro. c. Survey Lapangan Terkait Kondisi Terkini Taman-taman di Kota Metro Setelah rencana aksi perubahan mendapat dukungan dari berbagai pihak dan Tim Kerja terbentuk, langkah selanjutnya adalah melaksanakan survey lapangan terkait kondisi terkini taman-taman yang ada di Kota Metro. Tujuan utama pelaksanaan survey adalah untuk mendapatkan gambaran nyata terkait kondisi taman-taman yang ada di Kota Metro. Kemudian, data-data ini digunakan sebagai bahan untuk penawaran kerjasama kepada para pelaku usaha. Gambar 2.4. Survey ke salah satu taman di Kota Metro Kemudian, taman-taman yang sudah disurvey dirangkum dalam sebuah tabel. Informasi yang dihimpun antara lain kondisi terkini taman, fitur unggulan dan kekurangan masing-masing lokasi, dan lain-lain. Berikut ini hasil pendataan dari survey lapangan tersebut.
18 Tabel 2.1. Data Hasil Survey Kondisi Terkini Taman-Taman Di Kota Metro NO NAMA TAMAN DESKRIPSI 1 Taman Pesawat (Monumen LATSIRTADA) Taman pesawat berlokasi strategis di pusat Kota Metro. Walaupun luasan taman tidak besar tetapi keberadaan monumen berbentuk pesawat tempur yang ada di taman ini memberikan ciri tersendiri. Secara umum kondisi taman ini cukup baik tapi ada beberapa bagian perlu perbaikan/perawatan misalnya: dinding pembatas yang rusak dan warna cat yang telah pudar. Taman pesawat ini cukup potensial untuk ditawarkan kepada para pelaku usaha karena beberapa faktor, diantaranya: 1. Luasannya yang tidak besar tidak memerlukan biaya perawatan yang terlalu besar. 2. Lokasinya yang dipusat kota merupakan tempat strategis untuk mempromosikan produknya. 2 Taman Pengantin Lokasi Taman Pengantin berdekatan dengan taman pesawat. Elemen yang menjadi ciri khas dari taman ini adalah keberadaan patung sepasang pengantin yang mengenakan pakaian adat khas Lampung dan ornamen khas Lampung yang ada di sepanjang dunding taman. Sama halnya dengan taman pesawat, taman pengantin juga memiliki luas yang tidak terlalu besar dengan kondisi yang lebih baik daripada taman pesawat. Tentunya hal ini juga menjadi daya tarik bagi para pelaku usaha untuk ikut berpartisipasi mengelola taman pengantin.
19 3 Taman Merdeka Taman merdeka adalah taman terbesar yang ada di Kota Metro. Lokasi ini dijadikan sebagai pusat aktifitas seperti : olah raga, rekreasi, car free day, dan sebagainya, bagi warga Kota Metro dan sekitarnya. Sebagai salah satu ikon Kota Metro, kondisi taman merdeka cukup baik dan terawat. Vegetasi yang tumbuh di Taman Merdeka juga cukup banyak dan beragam sehingga memberikan kenyamanan yang cukup baik bagi para pengunjung taman. Faktor-faktor ini tentunya dapat dijadikan sebagai nilai jual yang tinggi untuk dapat ditawarkan kepada para pelaku usaha. Keberadaan aktivitas masyarakat yang sering melibatkan massa dalam jumlah besar tentunya merupakan pangsa pasar yang potensial bagi para pelaku usaha. 4 Plaza Depan Masjid Taqwa Plaza ini bersebelahan dengan Taman Merdeka dan menjadi area penghubung antara Taman Merdeka dan Masjid Taqwa Kota Metro. Karena difungsikan sebagai plaza, vegetasi yang tumbuh di area ini tidak sebanyak yang ada di Taman Merdeka. Selanjutnya, selain areal yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai tempat olahraga, plaza ini juga dilengkapi dengan perpustakaan digital yang disediakan bagi para pengunjung. Keunggulan yang bias ditawarkan kepada para pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam pemeliharaan plaza depan masjid taqwa adalah jumlah vegetasi yang tidak terlalu banyak sehingga meringankan biaya pemeliharaan dan banyaknya pengguna fasilitas ini merupakan potensi untuk promosi produk yang dihasilkan oleh para
20 pelaku usaha. Selain itu, keberadaan perpustakaan digital juga memberi peluang untuk melakukan promosi secara digital di lokasi ini. 5 Taman pulau-pulau depan kantor walikota Taman pulau-pulau di depan kantor Walikota Metro sebenarnya merupakan area pemisah antara jalan raya utama (Jl. AH Nasution) dan jalur lambat yang ada di depan komplek perkantoran Pemerintah Kota Metro. Meskipun tidak terlalu luas, pepohonan yang ada di taman ini memiliki peran vital dalam menyerap debu dan polutan lain yang bersumber dari jalan raya. Kondisi terkini taman pulau-pulau di depan kantor walikota metro dapat dikatakan kurang baik, terutama kebersihannya. Banyak sampah ditemukan di lokasi ini seperti puntung rokok, kemasan makanan, botol minumam, dan lain-lain. Pemeliharaan taman pulau-pulau depan kantor walikota metro dapat lebih difokuskan kepada aspek kebersihannya karena vegetasi yang ada di lokasi ini sudah cukup baik. Sama seperti taman pesawat dan taman pengantin, luasan yang tidak besar dan lokasi yang strategis merupakan fitur unggulan yang dapat ditawarka kepada para pelaku usaha untuk menangani taman ini. 6 Taman Pojok Masjid Taqwa Taman pojok Masjid Taqwa berada di persimpangan jalanjalan protokol di Kota Metro. Oleh karena itu, tidak ada aktifitas warga masyarakat yang dilakukan di lokasi ini. Tetapi, lokasi strategis dari taman ini merupakan fitur unggulan yang dapat menjadi nilai jual untuk menarik minat para
21 pelaku usaha untuk merawat taman ini. Fitur lain yang dapat menjadi unggulan dari taman ini adalah kondisi vegetasi yang cukup terawat di taman ini. 7 Taman Depan Nuwo Budayo Taman depan nuwo budayo terletak agak jauh dari pusat Kota Metro tapi masih berlokasi di tepi jalan utama (Jl. Jendral Sudirman). Ciri khas dari taman ini adalah keberadaan patung sepasang penari yang sedang melakukan tarian khas lampung. Lokasi ini minim vegetasi sehingga perlu penambahan pepohonan, baik berupa pohon peneduh ataupun bunga-bunga hias. Meskipun demikian, taman ini memiliki daya Tarik tersendiri dengan adanya patung sepasang penari. Hal ini dapat menjadi nilai jual untuk ditawarkan kepada para pelaku usaha. Disamping itu, lokasinya yang berada tepat si depan Nuwo Budayo, dimana sering diadakan pertunjukan budaya, membuat lokasi ini menjadi strategis dan banyak dikunjungi orang saat ada agenda pertunjukan budaya. 8 Taman Wawai (depan Hotel Indah Permai) Sama dengan Taman Pengantin, Taman Wawai juga berlokasi di tepi Jl. Sudirman. Memang tidak ada ciri khas khusus yang menjadi nilai jual tersendiri dari taman ini, tapi letaknya yang strategis untuk pemasangan iklan dapat dijadikan sebagai daya Tarik untuk ditawarkan kepada para pelaku usaha. Selain itu, kondisi existing Taman Wawai yang sudah baik hanya memerlukan sedikit biaya untuk pemeliharaan.
22 9 Taman depan RS Mardi Waluyo Taman ini tepat berada di seberang Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro. Ditinjau dari aspek promosi sebuah produk, lokasi ini tentunya sangat menguntungkan karena RS Mardi Waluyo memiliki pengunjung yang banyak setiap harinya. Para pengunjung ini tentunya merupakan pangsa pasar potensial untuk dijadikan sebagai sasaran promosi sebuah produk. Keunggulan inilah yang dapat ditawarkan kepada para pelaku usaha untuk dapat membuat mereka tertarik bergabung dalam program one business one park. 10 Taman Depan SD BPK Penabur Taman depan SD BPK Penabur memiliki karakteristik yang mirip dengan taman di depan Rumah Sakit Mardi Waluyo. Lokasi taman ini pun tidak berjauhan dengan RS Mardi Waluyo. Keunggulan yang sama terkait pangsa pasar potensial untuk mengiklankan sebuah produk masih dapat ditawarkan kepada para pelaku usah. Meskipun demikian, kedua lokasi (RS Mardi Waluyo dan SD BPK Penabur) tentunya memiliki karakteristik pengunjung yang berbeda, maka pelaku usaha yang akan mempromosikan produknya tentu akan berbeda pula dengan pertimbangan sasaran periklanan yang relevan. Oleh Karena itu, kedua taman ini dapat ditawarkan kepada para pelaku usaha yang berbeda karateristik produknya. 11 Hutan Kota Tesarigaga Hutan Kota Tesarigaga adalah area hijau di sepanjang saluran irigasi yang berlokasi di tepi Jl. Sudirman. Saat ini memang belum banyak aktivitas yang dilakukan oleh warga di lokasi ini. Tapi, ada
23 beberapa alternatif yang dapat dijadikan rencana pengembangan lokasi ini. Pertama, lokasi ini berada di tepi saluran irigasi dengan bentuk yang memanjang. Dengan karaktristik fisik seperti ini, Hutan Kota Tesarigaga dapat didesain sebagai jogging track atau aktifitas fisik lainnya. Kedua, jogging track dapat dintegrasikan dengan potensi lainnya, misalnya wisata kuliner, karena area hutan kota dan saluran irigasi memberikan atmosfer yang cocok untuk beristirahat dan relaksasi. 12 Taman depan SPBU Ganjar Asri Keunggulan yang dimiliki Taman depan SPBU Ganjar Asri dapat dikategorikan serupa dengan Taman Depan RS Mardi Waluyo dan Taman depan SD BPK Penabur. Lokasinya sama-sama banyak memiliki pengunjung. Meskipun demikian, karakteristik pengunjungnya berbeda sehingga jenis usaha yang dapat diiklankan di masing-masing lokasipun dapat dibedakan. Kondisi terkini taman ini memang belum terawat dengan baik. Oleh karenanya perlu pendekatan yang lebih intensif untuk menyakinkan para pelaku usaha untuk ikut membantu pemeliharaan area ini. 13 Taman Pendidikan Taman Pendidikan memiliki kondisi eksisting yang cukup baik baik dalam hal penataan taman, luasan, dan kondisi vegetasinya. Selain itu lokasinya cukup strategis. Fitur lain yang dapat dijadkan sebagai keunggulan taman ini adalah penamaan TAMAN PENDIDIKAN yang sudah melekat pada lokasi ini, sehingga taman ini dapat ditawarkan kepada institusi-institusi pendidikan
24 (seperti sekolah, perguruan tinggi, lembaga kursus dan sebagainya) yang beroperasi di Kota Metro dan sekitarnya. Tentunya hal itu akan lebih memperkuat citra lembaga pendidikan yang mengelola Taman Pendidikan. 14 Taman Demokrasi Sama dengan Taman Pendidikan, Taman Demokrasi juga didesin mengusung tema tertentu. Saat ini Taman Demokrasi difungsikan untuk memasang benderabendera partai politik kontestan politik yang ada di Indonesia. Kondisi existing taman, (vegetasi, kebersihan, dan lain-lain) cukup baik. Hanya ada beberapa kerusakan kecil pada fasilitas seperti bangku taman dan lampu taman. Tentunya pemeliharaan taman ini tidak terlalu memerlukan biaya yang sangat besar sehingga dapat ditawarkan kepada para pelaku usaha. Selain itu, lokasinya yang cukup strategis juga merupakan keunggulan yang dapat ditawarkan kepada para pelaku usaha. 15 Taman UKS Taman UKS berada di lokasi yang sangat strategis, yaitu tepat di gerbang pintu masuk Kota Metro yang berbatasan dengan Kabupaten Lampung Tengah. Namun kondisi existing taman Nampak kurang terawat. Bangku taman yang rusak dan terbengkalai serta kondisi kebersihan taman yang masih sangat kurang menjadi nilai minus untuk taman ini. Tetapi, lokasi yang sangat strategis dapat dijadikan sebagai keunggulan yang dapat ditawarkan kepada para pelaku usaha.
25 16 Taman Mulyojati Taman Mulyojati adalah pusat kegiatan warga yang berlokasi. Area ini dilengkapi dengan lapangan olahraga yang cukup luas seperti lapangan sepakbola dan lapangan bola basket sehingga area ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Selain itu lapangan yang ada di Taman Mulyojati juga sering digunakan untuk aktivitas lain selain olahraga seperti pertunjukan musik dan sebagainya. Banyaknya pengunjung yang menggunakan taman ini dengan frekuensi penggunaan yang cukup tinggi dapat dijadikan sebagai keunggulan untuk dapat ditawarkan kepada para pelaku usaha. 17 Taman Anak Mulyojati Taman Anak Mulyojati berada satu kompleks dengan Taman Mulyojati, tetapi lokasi ini didedikasikan khusus untuk anakanak dilengkapi dengan fasilitas bermain anak-anak. Namun kondisi fasilitas bermain anak-anak nampaknya perlu peremajaan. Beberapa jenis alat permainan sudah mengalami kerusakan dan layak untuk diganti. Tetapi, taman ini masih memiliki vegetasi dengan kondisi yang masih baik. Keunggulan yang dapat ditawakan kepada para pelaku usaha dalam pengelolaan taman ini serupa dengan yang dimiliki oleh Taman Mulyojati yaitu banyknya pengunjung dan tingginya frekuensi kegiatan yang dilakukan di lokasi ini. 18 Taman Hutan Kota Mulyojati Taman Hutan Kota Mulyojati berlokasi di kompleks terminal bis Mulyojati. Kondisi existing terkait kebersihan dan vegetasi taman
26 cukup baik. Selain itu, Taman Hutan Kota Mulyojati memiliki potensi untuk dijadikan sebagai area kegiatan fisik seperti outbond, perkemahan, dan sebagainya. Potensi ini dapat ditawarkan kepada para pelaku usaha sebagai keunggulan yang dimiliki oleh taman ini selain lokasinya yang strategis karena berada satu kompleks dengan terminal bis. 19 Taman Tugu Bola Taman Tugu Bola berada di Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur. Ciri utama yang menjadi ikon taman ini adalah adanya tugu berbentuk bola yang ada di taman. Tema ini diambil karena lokasi taman ini yang berdekatan dengan stadion Tejosari yang dijadikan sebagai pusat kegiatan olehraga warga Kota Metro. Lokasi taman ini memang tidak berada di pusat kota, tetapi kondisi existing taman ini yang cukup ikonik dapat dijadikan daya tarik tersendiri yang dapat ditawarkan kepad para pelaku usaha. Selanjutnya, lokasinya yang berdekatan dengan pusat kegiatan masyarakat, terutama aktivitas olahraga, merupakan daya tarik tambahan dari taman ini. 20 Taman pojok pasar Tejo Agung Taman pojok Pasar Tejoagung memiliki letar strategis karena berlokasi di sekitar pasar Tejoagung. Tentunya ini merupakan potensi besar jika dilihat dari sudut pandang promsi sebuah produk. Jumlah pengunjung, aktivitas pasar, transaksi bisnis antar penjualpembeli, dan factor-faktor komersial lainnya tentunya merupakan keunggulan yang
27 dapat ditawarkan kepada para pelaku usaha, selain itu, luas taman yang tidak terlalu besar juga memberikan keuntungan kepada para pelaku usaha karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu besar untuk pemeliharaan. 21 Taman Simpang Kampus Taman simpang kampus berlokasi di kawasan pendidikan yang ada di Kota Metro. Area ini setiap harinya dilintasi oleh banyak orang terutama para pelajar dan mahasiswa. Hal ini merupakan potensi yang cukup besar sebagai sasaran promosi sebuah produk. Selain itu, lokasi taman simpang kampus yang ada di persimpangan jalan tidak memerlukan vegetasi yang terlalu banyak karena akan mengganggu pengguna jalan. Dari sudut pandang biaya pemeliharaan taman, tentunya ini menguntungkan bagi pengelolanya. 22 Taman segitiga depan RSUD Ahmad Yani Taman segitiga depan RSUD Ahmad Yani memiliki letak strategis karena ada di pusat Kota Metro. Selanjutnya, lokasi yang berdekatan dengan RSUD Ahmad Yani membuat taman ini banyak dilintasi oleh banyak orang. Sehingga, dapat dikatakan bahwa lokasi ini menawarkan potensi besar sebagai ajang promosi bagi para pelaku usaha yang mau bergabung dalam prohram one business one park. 23 Taman Toga Taman Toga terletak satu kompleks dengan RSUD Ahmad Yani. Tentunya, lokasi taman ini sangat strategis berada di pusat Kota Metro. Hal lain yang menjadi ikon di taman ini adalah keberadaan menara air yang
28 merupakan peninggalan bersejarah yang ada di Kota Metro. Selain itu, vegetasi di taman ini didesain tematik tentang tanaman yang dapat dipakai sebagai obat tradisional. d. Penyampaian Proposal Kerjasama Kepada Para Pelaku Usaha Setelah survey identifikasi kondisi terkini taman-taman di Kota Metro dilakukan, tahapan selanjutnya adalah survey terhadap para pelaku usaha yang beroperasi di Kota Metro. Selain sebaga inventarisasi, pendataan ini juga bertujuan untuk memetakan para pelaku usaha yang potensial untuk diajak berkolaborasi dalam pengelolaan taman-taman yang ada di Kota Metro. Kemudian, proposal kerjasama disampaikan kepada para pelaku usaha tersebut.
29 Gambar 2.5. Penawaran Proposal Kerjasama ke Para Pelaku Usaha Selanjutnya, daftar para pelaku usaha yang telah disurvey ditampilkan dalam tabel berikut. Tabel 2.2 Daftar Para Pelaku Usaha yang Beroperasi di Kota Metro NO BIDANG USAHA NAMA PERUSAHAAN I Perguruan Tinggi/Lembaga Pendididkan 1 Universitas Muhammadiyah Metro 2 IAIN Metro 3 STIPER/STISIPOL Dharma Wacana 4 Poltekes Tanjung Karang (kampus Metro) 5 PGSD Universitas Lampung (kampus Metro) 6 Akademi Kebidanan Wira Buana II Rumah Sakit / Klinik / Fasilitas Kesehatan 1 RSUD Ahmad Yani 2 RS Mardi Waluyo 3 RS Islam Metro 4 RS Muhammadiyah Metro 5 RSIA Anugrah Medical Center (AMC) 6 Klinik Bersalin Santa Maria 7 RS Asih 8 RS Permata Hati 9 RS Azizah III Perbankan 1 BCA cabang Metro 2 Bank Mandiri cabang Metro 3 BRI cabang Metro 4 BNI cabang Metro 5 Bank Syariah Indonesia cabang Metro 6 Bank Eka 7 Bank Lampung cabang Metro 8 BTN cabang Metro 9 Bank Danamon cabang Metro 10 Bank Syariah Metro Madani IV Supermarket/ pasar swalayan/ Grosir/ retail 1 Chandra Supermarket 2 PB Swalayan 3 Aziza swalayan 4 Indometro 5 Superindo 6 Indomaret 7 Alfamart/Alfa midi 8 Bawang Lanang 9 Toko Gembira V Restoran/Rumah 1 Mc Donald
30 makan/hotel/taman rekerasi 2 KFC 3 Pizza Hut 4 Dominos 5 Starbucks 6 Hotel IDEA 7 Hotel Sekuntum 8 Hotel Gracia 9 Taman Palm Indah 10 Taman Edukasi 11 Taman Metro Garden 12 TMII VI BUMN (cabang Kota Metro) 1 Telkom 2 PLN 3 PT. Pos Indonesia 4 BPJS VII Industri 1 PT Sinar Jaya Inti Mulia 2.2. Manfaat Aksi Perubahan a. Manfaat Bagi Organisasi Mafaat yang dapat diambil dari aksi perubahan ini bagi organisasi antara lain: Efisiensi alokasi sumber daya (seperti sumber daya manusia, sarana dan prasarana, anggaran, dan lain-lain) untuk sektor pertamanan sehingga sumber daya yang terbatas itu dapat dipergunakan untuk lebih meningkatkan program pengelolaan taman secara lebih luas atau melaksanakan program-program yang selama ini belum tersentuh. Mengembangkan jejaring dari elemen masyarakat, terutama para pelaku usaha, sehingga terjalin kerjasama sinergis yang dapat dijadikan sebagai modal sosial guna dukungan program-program lain di masa mendatang b. Manfaat Bagi Stakeholder Mafaat yang dapat diambil dari aksi peubahan ini bagi stakeholder antara lain: Setiap stakeholder dapat mengambil manfaat lebih dalam berbagai aspek (ekologis, ekonomis, sosial) dari peningkatan kualitas taman-taman yang ada di Kota Metro.
31 2.3. Implementasi Rencana Aksi Perubahan Secara umum implementasi kegiatan yang dilaksanakan dalam aksi perubahan ini terdiri dari 3 tahap yaitu: Input (perencanaan). Proses, dan Output (Monitoring dan Evaluasi). Dalam tahap input, kegiatan yang dilakukan antara lain konsultasi dengan coach dan mentor, persiapan tim kerja, dan persiapan administrasi pendukungnya. Selanjutnya, tahapan proses diawali dengan rapat penjelasan pembagian tugas untuk semua anggota tim, dilanjutkan dengan survey lapangan terkait kondisi taman-taman dan para pelaku usaha yang ada di Kota Metro. Target yang ingin dicapai dalam tahap ini adalah memformalkan perjanjian kerjasama antara para pelaku usaha dan Pemerintah Kota Metro dalam hal pengelolaan taman-taman di Kota Metro. Kemudian, tahapan aksi perubahan ini diakhiri dengan kegiatan monitoring dan evaluasi. Untuk memudahkan peaksanaan rencana aksi perubahan dan sebagai panduan umum untuk menjalankan tahapan-tahapan diperlukan, tabel jadwal pelaksanaan kegiatan disusun sebagai berikut:
Tabel 2.3 Tahapan KegNO TAHAPAN KEGIATAN JADWI. Jangka Pendek 1 Input (Perencanaan) 1. Konsultasi, Pelaporan, dan Permohonan Persetujuan Mentor 2. Menyiapkan Undangan Rapat Pembentukan Tim Kerja Aksi Perubahan 3. Rapat Pembentukan Tim Kerja Aksi Perubahan 4. Penyusunan SK Tim Kerja Aksi Perubahan 5. Pengusulan Penandatanganan SK Tim Kerja Aksi
32 giatan Aksi Perubahan WAL PELAKSANAAN OUTPUT/EPIDEN KEGIATAN KET. Minggu ke I 1. Foto dokumentasi 2. Surat Dukungan Minggu ke I 1. Undangan Rapat Minggu ke I 1. Daftar hadir rapat. 2. Notulen rapat 3. Foto dokumentasi rapat Minggu II 1. Draf SK Tim Kerja Aksi Minggu II 1. SK yang telah ditandatangani dan diberi nomor 2. Foto dokumentasi penandatangan SK Tim
2 Proses 1. Konsultasi dengan Mentor 2. Persiapan RapatTim Kerja Aksi Perubahan 3. Rapat penjelasan pembagian uraian tugas anggota Tim Kerja 4. Penjelasan dukungan internal 5. Inventarisasi kondisi terkini RTH Kota Metro
33 Kerja Aksi Perubahan Minggu II 1. Foto dokumentasi 2. Notulensi/ Catatan hasil konsultasi Minggu III 1. Undangan rapat 2. Materi rapat terkait pembagian tugas dan mekanisme tim kerja aksi perubahan Minggu III 1. Daftar hadir rapat 2. Foto dokumentasi rapat 3. Notulen hasil rapat Minggu III 1. Foto dokumentasi 2. Surat dukungan Minggu IV 1. Foto dokumentasi survey lapangan 2. Data kondisi terkini RTH Kota Metro
6. Inventarisasi pelaku usaha di Kota Metro yang potensial untuk dapat terlibat dalam pengelolaan RTH 7. Penysunan draft perjanjian kerjasama pengelolaan RTH antara pemerintah Kota Metro dan pelaku usaha 8. Penawaran draf kerjasama pengelolaan RTH ke pelaku usaha yang ada di Kota Metro 9. Finalisasi draf perjanjian kerjasama antara pemerintah Kota Metro dan pelaku usaha yang bersedia bekerjasama dalam pengelolaan RTH
34 Minggu IV 1. Data pelaku usaha yang potensial untuk dapat terlibat dalam pengelolaan RTH Minggu V 1. Penysunan draft perjanjian kerjasama pengelolaan RTH Minggu V dan VI 1. Foto dokumentasi kunjungan pelaku usaha. 2. Notulensi/ Berita Acara hasil negosiasi Minggu VII 1. Draf final perjanjian kerjasama pengelolaan RTH
10.Penandatangan perjanjian kerjasama pengelolaan RTH 3 Output (Monitoring dan Evaluasi) 1. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan aksi perubahan jangka pendek II. Jangka Menengah 1 Implementasi 1. Pelaksanaan butir-butir kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kota Metro dan para pelaku usaha. MIII. Jangka Panjang 1 Pengembangan 1. Pengembangan tamantaman di Kota Metro dengan menjadikannya sebagai area berbagai aktifitas masyarakat sehingga memperluas M
35 Minggu VII 1. Perjanjian kerjasama yang sudah ditandan tangani. 2. Foto dokumentasi penandatanganan perjanjian kerjasama Minggu VIII 1. Laporan monitoring dan evaluasi inggu VII s.d XLVIII 1. Laporan pelaksanaan kegiatan 2. Foto dokumentasi pelaksanaan kegiatan. Minggu XLVIII dst. 1. Laporan pelaksanaan kegiatan. 2. Foto dokumentasi pelaksanaan kegiatan.
manfaat taman baik dari aspek ekologis, sosial, maupun ekonomis.