The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

1 COVER MAJALAH AN ANAJAH EDISI 36 JUNI 2024

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Majalah An Najah, 2024-05-31 10:22:24

1 COVER MAJALAH AN ANAJAH EDISI 36 JUNI 2024

1 COVER MAJALAH AN ANAJAH EDISI 36 JUNI 2024

2 Belum lama ini jagad dunia maya heboh. Salah satu oknum karyawan di sebuah perusahaan pelat merah meludahi seorang pengendara mobil karena tidak terima ditegur. Kejadian itu pun akhirnya viral. Pelaku dibebastugaskan oleh perusahaan. Mirisnya, sang pelaku seorang yang berpendidikan. Berilmu. Lulus dari perguruan tinggi ternama pula. Gaji yang diterima dari perusahaan besar. Belum lagi harta benda yang dimiliki. Miliaran rupiah. Gara-gara kejadian itu, dia harus kehilangan pekerjaan. Kejadian ini sengaja ditulis agar kita dapat mengambil hikmahnya. Dari perbuatan buruknya. Betapa adab itu sangat penting. Ternyata, adab tidak ditentukan seberapa tinggi jenjang pendidikan dan ilmu seseorang. Sekali lagi, tidak! Itu kenapa adab sangat penting sekali. Saking pentingnya, Imam MaSALAM Adab Oleh: : Syaiful Anshor, Pimred AN-NAJAH AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


3 SALAM lik pernah menasihati para muridnya tentang hal ini, “Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu.” Tidak hanya Imam Malik, para ulama salaf terdahulu juga menganjurkan demikian. Adab dulu baru ilmu. Sayangnya, tak jarang kita justru abai akan hal penting ini. Menganggap adab sesuatu hal yang tidak penting. Atau bukan bukan prioritas utama. Jadi, tidak perlu untuk diajari dan ditanamkan kepada anak sejak dini. Jauh lebih penting dan prioritas mengajarkan ilmu lebih dulu. Membuat anak hebat dan bisa ini dan itu. Lalu, apa yang terjadi? Tak sedikit sejak kecil anak sudah diajari ilmu pengetahuan: baca tulis berhitung dan bahasa asing. Sejak kecil sudah pandai berhitung: pengurangan, penambahan, hingga perkalian. Anak dileskan. Diundang guru terbaik dengan biaya tinggi. Bahkan tak cukup hanya itu, anak juga diajari bahasa Inggris. Lidahnya dilatih mengucapkan alphabet dari A-Z dengan pelafaan seperti bule. Very fluency. Hasilnya dahsyat. Belum masuk SD, anaknya sudah cas-cis-cus berbahasa Inggris. Dapat pujian dan tepuk tangan meriah dari banyak orang. Padahal, ada hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang harus direnungkan. َ ُهْم أَدب ُوا � أ ْح ِسن � َ َ َاد ُك ْم و أْول ُوا � أ ْكِرم � “Muliankanlah anak-anakmu dan perbaikilah adab mereka.” (HR. Ibnu Majah) Hadis di atas penting dicermati. Pesannya, para orangtua harus memperbaiki adab anak. Dan itu dilakukan sejak kecil, bukan setelah mereka dewasa. Terlambat. Sebab, penanaman adab sejak dini penting. Anak yang tumbuh dengan penanaman adab yang baik, Insyaa-Allah, kelak akan menjadi orang yang beradab. Namun, ternyata sebelum memperbaiki anak, ada hal menarik yang harus dilakukan lebih dulu seperti dalam hadis di atas: muliakanlah anak-anakmu. Inilah yang acapkali diabaikan orangtua: memuliakan anak. Kadang, orangtua sibuk mengajari dan menanamkan adab kepada anak, tapi tidak disertai dengan memuliakannya. Anak tidak diperlakukan dengan baik. Tidak dilimpahi kasih sayang yang tulus. Tidak mendapat teladan yang baik dari orangtua. Orangtua sibuk berharap anaknya beradab, tapi tidak diikuti keadaban orangtua. Bagaimana mungkin seorang anak bisa membagusi adabnya? Yakinlah banyaknya ilmu dan harta tidak serta-merta menjadikan seseorang mulia. Sungguh tak ada arti banyaknya ilmu, berderetnya gelar, tingginya jabatan, dan banyaknya harta jika tanpa adab mulia yang menghias dirinya. Adab itu adalah hiasan paling indah. Itu kenapa Rasulullah diutus ke muka bumi seperti hadis berikut. “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlakul karimah.” (HR. Bukhari)* Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH


DAFTARISI 44 LENSA Impresi EXOT di Secarik Post It 51 PROYEK siswa Diorama Bhineka Tunggal Ika 56 PERSPEKTIF Menjaga Warisan AISBA 6 26 45 51 6 TARBIYAH Mendidik Anak Seshalih Ismail 2 salam Adab 26 SILATURAHIM Meraup Berkah di Kota Mekkah 31 PRESTASI SMP AISBA Dapat Wali Kota Award Bidang Pendidikan 45 MY STORY Liburan Oke, Ibadah Yes! 4 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


Penasihat: Bapak. Ir. H. Muhammad Utama Jaya, Ir. Hj. Megawati. Pemimpin Redaksi: Syaiful Anshor Redaktur Pelaksana: Nur Hidayat Sidang Redaksi: Muflihin, Rahmat, Romadhan, Lilin Linda Saputri, Abdul Rofik, Randi Patajangan, Karindah Eka, M. Fadly Ihsan, Hanifah Rahmah, Dina, Nur Hidayat, Indah Yulianti. Desainer: Mustok Design Alamat Redaksi : Alamat: SD-SMP Al-Imam Islamic School Balikpapan. Ruko Kompleks Masjid Namirah Blok A2 Balikpapan Baru. 0542-8515762 WA: 0811533362 Pertanyaan, saran, dan kritik disampaikan ke E-mail: [email protected]. SUSUNAN REDAKSI 5 Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Pembaca AN-NAJAH yang dirahmati Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Semoga saat media digital sekolah AN-NAJAH ini menyapa, Ayah dan Bunda semua dalam keadaan sehat walafiat, penuh kebaikan, dan keberkahan. Kami bahagia karena AN-NAJAH bisa menyapa kembali para pembaca di bulan Juni 2024 ini. Lebih bahagia lagi karena pada medio Juni ini kita akan bertemu hari Raya Idul Adha. Hari bersejarah yang sarat hikmah dan pelajaran berharga. Khususnya dari teladan tarbiyah Nabi Ibrahim. Seperti tercatat dalam sejarah, Nabi Ibrahim telah berhasil mendidik anak yang shalih: Ismail. Buah hati dari pernikahannya dengan istri kedua, Hajar. Keshalihan Ismail diabadikan dalam al-Qur’an saat dapat perintah untuk disembelih oleh Ayahnya. Melihat pentingnya pelajaran di balik keshalihan Ismail, edisi AN-NAJAH edisi Juni kali ini menurunkan tulisan khusus di rubrik Tarbiyah: Mendidik Anak Seshalih Ismail. Tulisan ini khusus untuk meraup hikmah dan pelajaran Nabi Ibrahim mendidik Ismail. Pembaca AN-NAJAH yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Selain hari raya Idul Adha, pada bulan Juni ini, AISBA juga punya event penting: Wisuda kelas 6 SD dan 9 SMP. Acara ini selalu menyedot perhatian. Tidak saja siswa dan orangtua, tapi juga guru. Wisuda jadi akhir perjalanan siswa di sekolah untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Acara ini juga sekaligus jadi ajang ‘perpisahan’ antara guru dan siswa. Guru SD dengan siswa kelas 6. Dan guru SMP dengan siswa kelas 7. Semuanya. Khususnya yang akan melanjutkan sekolah keluar AISBA. Sulit bertemu lagi. Pasti momen ini menyisakan selaksa rasa: ya sedih, ya bahagia, ya haru biru. Para guru tentu berbahagia dan bangga akhirnya anak didiknya lulus sekolah. Namun, terselip rasa ‘kehilangan’ anak didiknya. Sebab, bertahun-tahun lamanya bersama menimba belajar di bawah kolong langit AISBA. Yang pasti, di balik rasa itu, selalu termunajat doa-doa terbaik untuk murid-muridnya. - Semoga setiap langkah siswa meraih cita-cita dimudahkan Allah Ta’ala. - Semoga perjalanan hidup siswa di mana pun berada selalu dalam bimbingan-Nya - Semoga diberikan kekuatan untuk tetap hidup di atas Tauhid hingga embusan napas terakhir. - Semoga selalu dilimpahi keberkahan, rahmat, dan hidayah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Itulah doa-doa terbaik yang termunajatkan dari hati terdalam dan tulus para guru untuk anak didiknya. Semoga Allah mendengar dan mengijabahnya. Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Redaksi Wisuda dan Idul Adha SAPA REDAKSI Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH


Mendidik Anak Seshalih Ismail Oleh: *Syaiful Anshor, Pimred An-Najah Ada pelajaran menarik setiap kali hari raya Idul Adha tiba menyapa kita. Begitu juga saat hari raya besar kurban umat Islam yang ditunggu-tunggu itu menyapa pada medio Juni 2024 ini. Pelajaran berharga itu tidak lain adalah keteladanan Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam dalam men-tarbiyah keluarga hingga berhasil mencetak anak seshalih Ismail. Sang kekasih Allah Subhanahu Wa Ta’ala (khalilullah) itu berhasil mendidik putra tercintanya, Ismail menjadi anak yang shalih. Bahkan, keshalihan putranya itu diabadikan di dalam al-Qur’an. Salah satu tanda keshalihannya menjadi anak yang taat dan patuh kepada perintah Allah dan Ayahnya. 6 TARBIYAH AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


Seberat dan sesulit apa pun perintah itu. Tapi, selama itu perintah Allah. Maka tidak ada kata lain yang terlontarkan dari lisan mulia Ismail kecuali, “Sam’ina wa athon’na.” Taat tanpa tapi dan syarat. Setiap yang diperintahkan dijalani sepenuh hati. Seperti halnya saat Nabi Ibrahim dapat perintah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menyembelih Ismail. Sungguh perintah sangat berat. Apalagi, yang disembelih putra yang begitu dicintai. Sosok buah hati yang selama bertahun-tahun telah ditunggu. Saat sudah tumbuh besar dan mampu berusaha (sa’ya) serta bisa membersamai Ayahnya, justru harus disembelih. Ayah mana yang tega dan kuat melakukannya? Tapi, kecintaan Ibrahim ‘alaihissalam ternyata jauh lebih besar kepada Allah daripada kepada anaknya. Menakjubkannya, saat perintah itu disampaikan, Ismail menjawab dengan mantap, “Wahai Ayahku. Lakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insyaa-Allah, engkau akan mendapatiku sebagai orang yang sabar.” Duhai, alangkah shalihnya Ismail. Perintah yang super berat saja ditunaikan. Apalagi yang lainnya. Lalu, apa yang terjadi? Masyaa-Allah. Ada balasan terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk hamba yang taat setiap perintah-Nya. Seperti halnya yang dilakukan Nabi Ibrahim atas ujian berat ini. Yang tadinya Ismail harus disembelih, Allah ganti dengan hewan sembilan berupa domba yang gemuk dan besar. Ya, Ismail ‘alaihissalam adalah salah satu potret anak shalih yang taat kepada Allah. Berkat keshalihan itu, Allah tidak saja angkat derajatnya, tapi juga Ayahnya. Sama-sama. Sekeluarga. Dilimpahi selaksa keberkahan, kebaikan, dan kasih sayang. Karena itu, tiada orangtua yang baik dan shalih yang ada di dunia ini kecuali menginginkan anak seshalih Ismail. Anak shalih tidak hanya mengalirkan kebaikan dan kebahagiaan untuk orangtua di dunia, tapi juga investasi berharga di akhirat kelak. Pertanyaanya, bagaimana cara Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mendidik anak hingga seshalih Ismail? Setidaknya, ada tujuh kiat Nabi Ibrahim dalam mendidik anak yang dapat kita teladani. Apa saja tujuh kiat itu? Berikut ulasannya. 5 Teladan Nabi Ibrahim Pertama, istri shalihah. Istri faktor penting tidak hanya untuk membangun biduk rumah tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah, tetapi juga untuk mencetak generasi shalih dan shalihah. Sebab, Ibu adalah sekolah pertama (madrasatul ‘ula) anak. Kelak, darinya anak akan belajar banyak hal dan meneladani akhlaknya. Itu kenapa, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam juga mengingatkan Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 7


8 TARBIYAH bagi para lelaki. Jika ingin menikah, hal yang penting dan didahulukan selain dari—paras, nasab, dan kekayaan— adalah agamanya (addin). Jika agama baik, Insyaa-Allah yang lainnya akan baik. Begitu juga yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Dia menikahi Siti Hajar, seorang hamba sahaya seorang pembesar Mesir yang shalihah. Bukti keshalihannya adalah taat kepada Allah dan suaminya. Rela ditinggal bersama putranya, Ismail di tengah gurun padang pasir tandus, gersang, dan tak ada kehidupan. Namun, berkat salah satu keshalihan Hajar, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan balasan menakjubkan: padang pasir yang gersang dan tandus itu berubah jadi pusat peradaban yang disesaki keberkahan, kebaikan, dan rahmat Allah. Hati umat Islam tertaut dan ingin selalu mengunjunginya. Kedua, berdoa. Saat Nabi Ibrahim memasuki usia senja, dia tidak pernah lelah dan putus asa untuk berdoa agar dikaruniai anak. Padahal, bisa jadi, tidak sedikit orang yang berada di masa-masa itu akan berputus asa. Namun, beliau tidak. Nabi Ibrahim tetap berdoa. Menurutnya, tak ada yang mustahil. Impoosible is nothing. Jika Allah telah berkehendak, apapun pasti bisa terjadi. Allah tinggal berkata, “Kun fayakun.” Yang penting percaya saja. Bagi Nabi Ibrahim anak sangat penting. Sebab, jika dia telah tiada, maka anaknya yang akan melanjutkan estafet dakwahnya. Penerus risalah dakwah. Tidak terputus. Jadi investasi jariah y a n g takkan terputus. Karena itu, buah hati yang dipintanya juga bukan mainmain: anak yang shalih. Seperti yang termaktub dalam alQur’an . ْ َن ِ ِحي ّٰ الصل َن ِ ْ م ِي ب َ ه ْب ل ِّ َ ر “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.” (QS. As-Shaffat: 100). Doa Nabi Ibrahim pun didengar oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak lama dari pernikahan dengan istri keduanya, Hajar, lalu dikaruniai anak yang shalih lagi penyabar. Dia adalah Ismail yang kelak juga menjadi Nabi sekaligus penerus risalah dakwah Tauhid. Ketiga, komunikasi. Komunikasi jadi salah satu aspek penting keberhasilan tarbiyah Nabi Ibrahim ‘alaihisssalam. Hal itu bisa dilihat bagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihissalam memanggil penuh lembut dan kasih sayang anaknya, “Ya, bunayya.” Tidak hanya itu, sebagai seorang AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


9 Ayah, Nabi Ibrahim ternyata sangat komunikatif dan dialogis dengan Ismail. Seperti halnya saat mendapatkan perintah untuk menyembelih putranya itu. Tidak serta merta langsung dilaksanakan begitu saja. Tapi, perintah berat itu disampaikan kepada putranya. Saat menyampaikan perintah itu, Nabi Ibrahim juga meminta pendapat kepada Ismail, “fanzur maza tara?” Dia ingin melihat respon dan kesiapan putranya itu. Meminta putranya berpikir dan mengambil keputusan dengan baik dan rasional. Benar saja. Jawaban Ismail luar biasa, “Ya abati if’al maa tu’mar.” Percakapan antara Ayah dan Anak ini diabadikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam al-Qur’an berikut ini: ْٓ اَ ٰرى ي ِّ ن ِ َّ ا َي ُن َ َ ق َ ال يٰب َّ السْعي َ ُه َع ََل َغ م ََل َّما ب ى ۗ ا ت ٰر َ َاذ َ ْ م َ ُح َك َ ف ْان ُظر ْٓ اَ ْذب ي ِّ َ ِ ام اَن ْ َمن ِى ال ف ِ ْن ْٓ ا ِي َ ِج ُدن ست َ ُۖ َر ُْؤم َا ت َ ْل م َ ِت ْ افع َب َق َ ال ٓ يٰا ْ َن ّٰ الصِبِري َن ِ ُّٰه م َ الل ۤشَ اء “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS. As-Saffat: 102). Keempat, teladan yang baik. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah sosok Ayah sekaligus teladan yang baik bagi keluarga. Dalam al-Qur’an secara spesifik Allah menyebut Nabi Ibrahim dengan ungkapan teladan yang baik (uswatun hasanah). Seperti ayat berikut ini: ْ َم ِي ْ ٰره ب ِ ْٓ ا ِي ٌَة ف َ ٌة َ ح َسن َق ْد َ ك َان ْت َ ل ُك ْم اُ ْسو ُٰؤا َ ۤء ُر َّا ب ن ِ ِ ِهْم ا ْم َقو ِ ْ ا ل ُو ِ ْذ َ قال ا ۚ َ ٗه َع ْ َن م ذي ِ َّ َ ال و ِۖ ه ّٰ ِ ْن ُ دْوِن الل ُ ُدْوَن م ِ َّم َ ا ت ْعب َم ْن ُك ْم و ِ م َ ُة َ َداو ْع َ ُك ُم ال ْن َي َ ب َا و َن ْن َي َ َدا ب َ ب ِ ُك ْم و َْنا ب َكَفر ٓ َ ْح َدٗه ِ و ه ّٰ ِالل ْ ا ب ُو ِن ُْؤم ى ت ّٰ ا حت َ ًد َ ُ اَب َ ْغ َضۤاء ْب َ ال و ن َ ل َك َّ َ ِر َ ْغف ْست َ َا ِ ل ْه ِي َب ا ِ ْ َم ل ِي ْ ٰره ب ِ ْ َل ا َّ َ ا قو ل ِ ا ۗ ٍ ْ ء ِ ْن شَ ي ِ م ه ّٰ َن الل ِ ِ ُك َ ل َك م َآ اَ ْمل َم و ْ َك َِلي َ ا َا و ْن ْ َك اََنب َِلي َ ا َا و َ َّكْلن ْ َك َ تو َ َ ا عَلي ن َّ َب ر ُ ْر ْ َم ِصي ال Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH


TARBIYAH 10 “Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja,” kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, ”Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu.” (Ibrahim berkata), “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkau- lah kami kembali.” (QS. Al-Mumtaha n a h : 4). Dari ayat di atas sudah jelas. Nabi Ibrahim juga termasuk teladan yang baik. Salah satu kebaikan yang diteladankan adalah hidup dengan memegang teguh Tauhid: tidak menyekutukan Allah. Sehebat dan seberat apapun ujiannya. Bahkan nyawa sekalipun. Dia juga mendakwahi Ayah dan orang-orang musyrik untuk hanya menyembah Allah Subnahahu Wa Ta’ala. Dia juga berlepas diri dari kesyirikan yang mereka perbuat. Inilah sikap tegas dan kuat seorang Ibrahim dalam memegang Tauhid. Dan, sikap ini juga yang diteladani oleh Ismail ‘alaihisssalam. Tak hanya itu, Nabi Ibrahim juga mengajak Ismail dalam berbuat kebaikan dan ibadah. Tidak mengerjakan sendiri. Tapi, melibatkan anaknya. Sebab, dia yakin, anak akan meneladani orangtua. Nabi Ibrahim tahu. Anak peniru ulung. Jadi, apa yang dilakukan orangtua akan diikuti. Seperti halnya saat Nabi Ibrahim merenovasi Ka’bah. ْ ِت َي ْب َن ال ِ ِ َد م َ اع َْقو ِ ُ يم ال َاه ْر ْ َف ُع إِب َر َ إِ ْذ ي و َّ َك َّا ۖ إِن ِن َّ ْل م َ َ ا تَقب ن َّ َب ِ ُ يل ر َ إِ ْس َماع و ِ ُ يم َل ْع َّ السِم ُ يع ال أْن َت “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS: Al-Baqarah: 127). Kelima, lingkungan yang baik. Tempat tumbuh dan besar juga jadi AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


11 faktor penting dalam mentarbiyah anak. Di tempat ini anak akan berinteraksi, berkomunikasi, dan belajar banyak hal. Karena itu, sedikit banyak, perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan yang baik dan positif cenderung akan menciptakan anakanak yang baik. Seperti halnya yang dialami oleh Ismail ‘alaihisssalam. Ditempatkan di lingkungan yang setiap jengkalnya disesaki kebaikan dan berkah: Mekkah al-Mukarramah. Tak hanya dipenuhi keberkahan, tempat ini juga jauh dari keburukan dan hal-hal negatif yang dapat merusak fitrah anak. Hasilnya bisa dilihat. Ismail tumbuh jadi pribadi anak yang sabar, shalih, dan taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Itu juga yang dimunajatkan Nabi Ibrahim kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti yang terdapat dalam al-Qur’an. ِ ْن ْٓ اَ ْس َكْن ُت م ي ِّ ن ِ َآ ا ن َّ َب ر ِ ْي ْ ِر ذ ٍ َ غي َ اد ِو ْ ب ِي ت َّ ي ِّ ُذر ِ َك ْت َي ْن َد ب ِ َزْرٍع ع ْ ُموا ِي ُق ي ِ َا ل ن َّ َب َِّۙم ر ْ ُم َحر ال ٕ َدًة ِ َ ْل اَْفـ ٰ َوة َ ف ْ اجع َّ الصل ْ ِهْم َِلي َّ ِ اس َ ت ْهِو ْيٓ ا ِّ َن الن م َّ َمٰر ِت ِّ َن الث َ ْارُزْقُهْم م و ُ ْوَن َ ْش ُكر َُّهْم ي َل َلع “Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS: Ibrahim: 38). Masalahnya, tak mudah mencarikan tempat seperti di tanah suci, Mekkah untuk buah hati kita. Namun, paling tidak, dari ayat di atas kita bisa belajar: setidaknya di lingkungan tempat tinggal anak kita ada masjid, tempat di mana kita dan anak-anak kita bisa shalat berjemaah bersama.* Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH


12 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024 S D-SMP AISBA mengadakan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Kamis, 2 Mei 2024. Upacara diikuti oleh seluruh siswa dan guru dengan mengenakan seragam batik. Mereka berbaris rapi di lapangan sekolah di kawasan Bukit Cinta Damai (BCD), Balikpapan Kota. Pada kesempatan itu, siswa kelas 8 SMP AISBA, Muhammad Razi bertugas sebagai pemimpin upacara. Sedangkan yang bertugas sebagai pembina upacara Ustaz Nur Hidayat. Di tengah cuaca yang sejuk itu, koordinator bidang kesiswaan SMP AISBA ini mengingatkan siswa tentang sejarah pendidikan di Indonesia. Menurut guru sains SMP AISBA ini, Hardiknas yang biasa diperingati setiap tanggal 2 Mei ini tidak bisa dipisahkan dari sosok Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang bisa dikenal Ki Hadjar Dewantara. Dia adalah tokoh bangsa sekaligus pahlawan nasional yang telah banyak berjasa dalam memajukan pendidikan Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir dan besar pada masa kolonialisme Belanda. Berasal dari keluarga bangsawan. Karena itu, dia dapat kesempatan belajar di School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen (STOVIA) atau disebu Dokter Jawa. Namun, karena kondisi kesehatan, dia gagal masuk di sekolah tersebut. Dia lalu terjun ke dunia jurnalisme. Jadi jurnalis di beberapa surat kabar dan majalah. Lewat media, Ki Hadjar Dewantara rutin menyampaikan kritik tajam kepada penjajah Belanda, khususnya tentang pendidikan kaum bumiputra yang jauh tertinggal. Pendidikan Kunci Meraih Cita-Cita


13 Karena dianggap berbahaya, Ki Hadjar Dewantara lalu ditangkap Pemerintah Belanda dan diasingkan ke Belanda bersama dua tokoh lainnya: Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo. Ketiga tokoh ini lalu dikenal Tiga Serangkai. Usai kembali ke Indonesia, dia mendirikan lembaga pendidikan. Namanya Taman Siswa. Dalam upacara yang khidmat itu, alumni Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jateng ini juga mengingatkan semboyan Ki Hadjar Dewantara kepada para guru. Semboyan itu adalah Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangungkarso, Tut Wuri Handayani.” “Guru dalam mendidik siswa seharusnya mengamalkan semboyan Ki Hadjar Dewantara itu. Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan,” terangnya penuh semangat. Tak hanya itu, Ustaz Dayat—biasa disapa—juga mengingatkan pentingnya pendidikan kepada para siswa. Katanya, pendidikan adalah kunci untuk meraih kesuksesan di masa depan. Apa pun yang dicita-citakan pasti melalui pendidikan. Tak ada jalan lain. “Yang perlu dingat, mau jadi apa pun kalian pasti butuh ilmu. Dan, ilmu itu didapatkan dari dunia pendidikan, dari belajar,” jelasnya. Dia pun mencontohkan, untuk jadi guru yang profesional, seseorang harus tahu ilmu pedagogik. Begitu juga jika ingin menjadi ahli di bidang yang lainnya: dokter, astronot, pilot, bahkan presiden sekalipun. Semuanya melewati pendidikan. “Dan, sekarang adalah saat di mana kalian semua berada di proses menuju apa yang kalian cita-citakan. Manfaatkan sebaik mungkin,” katanya mengingatkan.* Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH


14 SMP AISBA Beri Penghargaan Siswa tingkat nasional), Namora Ilma Tsabita (Juara Emas). Tak hanya itu, dua penghargaan juga diberikan kepada dua peserta ajang olimpiade ini: Heigy Dusti Pranathan (Peserta), dan Alliyah Kanza Zyfaara (Peserta). Penghargaan kedua diberikan kepada siswa-siswi yang mengikuti Smala Science Olympiad (S2)) helatan SMA Negeri 5 Balikpapan pada 27 April lalu. Mereka adalah Rulliansyah Akbar Senjaya (Juara 3), Namora Ilma Tsabita, Andi Khanza Mahezan, dan Fathia Rizky Zidane. Alhamdulillah, ketiga berhasil masuk urutan ke-5 dalam S2O dengan kategori cerdas cermas sains. Adapun para peserta lainnya yang juga dapat penghargaan adalah Azzam, Yasmeena, Zhafira, dan Syaura. Dan untuk peserta cerdas cermat lainnya seperti Sabian, Ahmad, Zubair, Kayyisah, Damia, dan Dafiya. “Apapun hasilnya yang terpenting adalah ikhtiar terbaik. Insyaa-Allah, Allah juga tidak akan melihat hasilnya juara atau tidak. Yang penting adalah sejauh mana ikhtiar terbaik yang telah kita lakukan. Selamat kepada semuanya,” pungkasnya.* S MP AISBA punya cara unik untuk mengapresiasi prestasi dan kerja keras siswanya. Apresiasi itu dalam bentuk pemberian hadiah berupa sertifikat usai upacara Hardiknas pada Kamis, 2 Mei hari ini. Pemberian apresiasi ini pun disaksikan seluruh siswa dan juga guru SD maupun SMP. Menariknya, apresiasi itu tidak hanya diberikan kepada siswa yang berhasil meraih juara di berbagai ajang olimpiade dan lomba, tapi juga kepada siswa yang aktif mengikuti berbagai event dan tak pernah menyerah menerima tantangan. “Insyaa-Allah, apresiasi ini untuk memotivasi siswa agar terus semangat mengukir prestasi terbaik. Apapun capaiannya jangan sampai give up, menyerah,” kata Ustazah Sabiroh saat mengumumkan siswa-siswi yang mendapatkan penghargaan tersebut. Penghargaan pertama diserahkan kepada seluruh siswa dan siswi yang telah ikut dalam Olimpiade PAI tingkat provinsi beberapa bulan lalu. Mereka adalah, Aleeya Yasmin Fathinah (Juara Perak), Dhiaulhaq Fadhlullah Ramadhan (Juara Emas), Muhamad Ibrahim Yusuf (Juara Emas—dan juara perak AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 15 paan akrabnya—dalam kesempatan itu memberikan sambutan mewakili Kepala SD AISBA, Ustaz Randi Patajangan yang berhalangan hadir. “Selamat datang kami ucapakan kepada seluruh peserta rapat KKOPS di SD AISBA. Saya tahu butuh perjuangan ke sekolah kami. Sebab, tadi ada yang bilang sampai tersesat. Insyaa-Allah, ini akan jadi perjalanan berkesan dan tak terlupakan,” ujar alumni Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jateng disambut senyum peserta. Ustaz Rahmat juga berharap agar rapat yang diadakan pada hari ini berjalan lancar dan menghasilkan banyak manfaat untuk sekolah.* S ekitar 28 orang yang tergabung dalam Kelompok Kerja Operator Sekolah (KKOPS) melakukan rapat di SD AISBA pada Selasa, 7 Mei 2024. Ini adalah kali pertama SD AISBA jadi tuan rumah rapat bulanan KKOPS. Menurut admin SD AISBA yang juga anggota KKOPS, Ustazah Dhilla, Rapat kali ini membahas mutasi PPTK, laporan bulanan, dan beasiswa stimulan. Pertemuan yang diadakan di lantai dua SD AISBA itu juga untuk halal bi halal yang sempat tertunda. Hadir dalam kegiatan itu koordinator bidang kurikulum, Ustaz Rahmat Ramadhon. Ustaz Rahmat—saSD AISBA Tuan Rumah KKOPS


16 S MP AISBA mengadakan Sumatif Akhir Tahun (SAT). Ujian yang diikuti oleh seluruh siswa—mulai dari kelas 7, 8, dan 9—ini berlangsung cukup lama: mulai tanggal 13 – 31 Mei depan. Menurut koordinator kurikulum SMP AISBA, Ustazah Lilin Linda Saputri ujian ini untuk mengetahui capaian pembelajaran siswa selama ini. “Tujuan SAT sebenarnya untuk mengetahui ketercapaian Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) pada Capaian Pembelajaran (CP) dan Silabus yang telah dijalani oleh peserta didik selama satu tahun pelajaran,” ujar alumni Universitas Mulawarman. Pada pekan perdana di ujian kali ini, khusus untuk kelas 9 yang berjumlah 28 siswa mengikuti ujian tertulis lebih dulu. Ujian itu berbasis komputer. Computer based. Jadi, tidak menggunakan kertas. Paperless. Siswa hanya menggunakan beberapa lembar kertas untuk mengerjakan soal. Sementara, lanjut ustazah Linda, kelas 7 dan 8 melaksanakan ujian praktik. Adapun pelajaran yang diujikan adalah praktik bahasa, fiqh, al-Quran, seni budaya, dan sains. Nanti, di pekan kedua, kelas 7 dan 8 baru melaksanakan ujian tertulis. Sementara kelas 9 melaksanakan ujian praktik.* SMP AISBA Ukur Capaian Siswa dengan SAT AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


“UK ini setidaknya bertujuan untuk mengukur dan menilai capaian kompetensi dari setiap muatan pelajaran yang telah dipelajari,” ujar alumni Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jateng ini kepada AN-NAJAH. Lebih jauh, menurutnya, ada sembilan mata pelajaran yang diujikan. Sedangkan, siswa kelas 1 - 5 SD AISBA, untuk sementara belajar di rumah lebih dulu. Pekan depan masuk dan bersiap menghadapi ujian.* S iswa kelas 6 SD AISBA mulai Senin, 13 Mei ini mengikuti Ujian Kompetensi (UK). Ujian ini diadakan di sekolah secara online. Jadi, siswa menggunakan laptop ataupun smartphone. Siswa langsung membaca dan menjawab pertanyaan yang di sediakan di internet. Menurut koordinator kurikulum SD AISBA, Ustaz Rahmat Ramadhan, UK ini bertujuan untuk mengetahui capaian belajar siswa selama ini. Siswa SD AISBA Jalani UK Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 17


18 Redaksi AN-NAJAH Bedah Rubrik di IDC FM menjelaskan, genosida yang dilakukan penjajah Israel di bumi jihad Palestina membuktikan jiwa-jiwa kuat para pejuang Islam di sana. “Keteguhan, kesabaran, dan ridha terhadap takdir orang-orang Palestina sebagai bukti jiwa-jiwa kuat mereka. Hal itulah yang membuat orang di seluruh dunia terenyuh dan tertarik terhadap Islam hingga dapat hidayah,” jelasnya. Sementara Razi menjelaskan tulisannya yang berjudul tujuh kiat menjadi siswa berprestasi. Menurutnya, prestasi adalah capaian yang diraih siswa melalui perjuangan yang tak mudah dan sebentar. Adapun Anin—sapaan akrabnya—menceritakan kisah lebarannya beberapa bulan lalu.* Tim redaksi media digital sekolah AISBA—AN-NAJAH—membedah rubriknya di IDC FM awal Mei lalu. Talkshow yang mengangkat tema besar, “Sukses yang Sebenarnya” dan dipandu langsung oleh penyiar lawas, Mas Uli Abdurrahman itu menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Pimred AN-NAJAH, Syaiful Anshor, Ketua OSIS SMP AISBA sekaligus penulis rubrik Perspektif, Muhammad Razi, dan siswi kelas 5 SD AISBA yang juga penulis rubrik My Story, Anindya Sasikirana Gossal. Talkshow yang berlangsung selama sejam dan ganyeng itu disiarkan langsung melalui gelombang 89.5 FM dan live streaming di mediaonlineidc.com dan juga Instagram aisba.balikpapan. Sedangkan majalah ini bisa dibaca gratis di link AnyFlip https://bit.ly/AnNajahMei2024 . Pada kesempatan itu, Ustaz Anshor—sapaan akrabnya—selain membahas tema besar AN-NAJAH juga membahas rubrik Salam yang berjudul, “Hidayah di Balik Genosida Palestina.” Penulis buku Islami ini AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 19 harus memberikan pondasi agama dan akhlak terlebih dahulu. Dengan begitu, anak tidak akan mudah terpengaruh. Sudah punya warna. Seperti yang dicatat Ummu Hanif—orangtua siswa 7 Pa dan 4 Pi—dalam kajian tersebut, komunikasi yang baik juga jadi faktor penting dalam tarbiyah. Komunikasi yang baik, lanjutnya, bisa mempererat hubungan emosional (emotional bonding) antara orangtua dan anak. Keduanya jadi lebih akrab. Selain itu, yang tak kalah penting juga mengajarkan ibadah kepada anak sejak dini. Shalat, puasa, baca al-Qur’an, dan lain sebagainya. Dengan bekal itu, harapannya anak sudah terbiasa, dan punya pengalaman serta ilmu dalam beribadah dengan baik.* Komite SD-SMP AISBA mengadakan kajian bulanan pada Rabu, 8 Mei lalu. Kajian bertempat di Aula Daarul Ilmi lantai 4 gedung AISBA di kawasan Bukit Cinta Damai (BCD). Hadir sebagai pemateri Ustaz Abu Ahmad, M.Pd. Adapun kajian yang dibahas alumni Ar-Royah sekaligus magister pendidikan Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta ini adalah “Ayah-Bunda, Dengarkan Curhatan Anakmu.” Selain untuk menyerap ilmu, kajian bulanan Komite ini juga sebagai ajang silaturahim antar orangtua siswa. Ustaz Abu Ahmad menjelaskan pondasi anak ada di keluarga. Sebelum anak belajar dan berinteraksi di luar rumah, maka orangtua Kajian Komite AISBA Bahas Curhatan Anak


Ganti Gaya Pembelajaran Kolonial dengan Abad 21 Dua hari ini—Rabu dan Kamis—medio Mei ini jadi hari berharga bagi guru SD AISBA. Sebab, selama dua hari ini, mereka mengikuti In-House Training (IHT) tentang pembelajaran. Kegiatan yang diikuti seluruh guru di lantau dua gedung SD AISBA itu diisi oleh Kepala SD Kemala Bhayangkari, Balikpapan Bapak Ismail Ali Sakty. Pada hari kedua, Ketua Guru Penggerak Balikpapan ini membawakan materi Penilaian dan Evaluasi Nalar Kritis. Lebih tepatnya, Pak Sakti—begitu sapaan akrabnya—membahas konsep pembelajaran berdiferensiasi. Menurutnya, siswa memiliki gaya belajar dan bakat yang berbeda. “Guru harus meninggalkan pola pembelajaran gaya “kolonial.” Kini sudah saatnya beralih pada konsep pembelajaran abad 21,” ujarnya di hadapan para guru penuh semangat. Dia menjelaskan, zaman dulu, kebanyakan guru hanya mencatat dan menjelaskan pelajaran di depan kelas. Kalau ada siswa bermain dan ribut, akan dilempar dengan kapur. Zaman sekarang tidak bisa sepertia itu lagi. Guru harus lebih kreatif dan sesuai kebutuhan siswa. Menurutnya, setidaknya ada tiga konsep pembelajaran berdiferensiasi yang bisa dilakukan: konten, proses, dan produk atau karya. Ketiga hal tersebut, harus dilakukan sesuai dengan gaya belajar, kemampuan, dan juga bakat siswa. “Idealnya guru memberikan materi sesuai dengan gaya belajar siswa. Baik kepada yang auditori, visual, maupun kinestetik. Jadi, jangan disamaratakan,” jelasnya. Menurut Kepala SD AISBA, Ustaz Randi Patajangan, kegiatan IHT sengaja diadakan untuk memberikan inspirasi dan konsep pembelajaran kepada guru. Dengan begitu, dia berharap, para guru dapat memberikan kualitas pembelajaran yang baik kepada siswa.* 20 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


Arab disebut al imtihan asy-syafahi dengan penguji, examiner atau mumtahin dari luar. Orangtua juga langsung hadir menyaksikan anaknya diuji,” ujarnya. Sementara, menurut Ustazah Fisrtya, EXOT akan diadakan selama dua hari. Adapun mata pelajaran yang diujikan ada tiga: tahfidz alQur’an, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Prosesnya secara lisan. Setiap pelajaran akan diberi sekitar 8 menit untuk ujian. “Dengan EXOT ini orangtua bisa melihat secara objektif capaian dan kemampuan siswa. Dari ini, orangtua bisa menilai dan memberi feedback baik kepada siswa maupun sekolah,” jelas alumni Pesantren Gontor yang juga koordinator bidang bahasa Arab.* S D AISBA mengisi bincang edukasi (Edutalk) di IDC FM pada medio Mei lalu. Talkshow yang berlangsung sekitar sejam itu membahas Examination Authority (EXOT) yang akan diadakan pada tanggal 21-22 Mei. Hadir sebagai narasumber Humas AISBA, Ustaz Syaiful Anshor dan PIC EXOT SD AISBA, Ustazah Fisrtya Nanda Camillah. Adapun pemandu talkshow itu adalah penyiar senior IDC FM, Mas Uli Abdurrahman. Menurut Ustaz Anshor—sapaan akrabnya—EXOT adalah salah satu program unggulan yang dimiliki AISBA. Program itu sekaligus sebagai diferensiasi AISBA dengan sekolah lainnya. “EXOT adalah model asesmen unik. Oral test atau dalam bahasa Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 21 Edutalk IDC Bahas EXOT


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur melakukan visitasi SMA AISBA pada Kamis, 16 Mei lalu. Visitasi itu dipimpin langsung oleh Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana SMA, Bapak Mochamad Mursalin, S.Pd, M.Eng. Kunjungan itu disambut langsung Ketua Yayasan Al-Imam Madinatul Iman (YAMI) Bapak. Ir. Muhammad Utama Jaya, Kepala SMA AISBA, Ustaz Muflihin, Kepala SMP AISBA, Ustaz Abdul Rofik, dan sejumlah guru.* Disdikbud Kaltim Visitasi SMA AISBA 22 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 23 TK dan SD—se-Kota Balikpapan. Hadir dalam pembukaan AIC Ketua Yayayasan Al-Imam Madinatul Iman (YAMI), Bapak. Ir. Muhammad Utama Jaya, Pengawas PAI Kemenag, Bapak. H. Sumarsono, M.Pd, Kepala SD AISBA, dan Ustaz Randi Patajangan. Ustaz Randi dalam sambutannya mengatakan AIC adalah ajang untuk melatih mental dan bakat siswa sejak dini. Itu kenapa, pada event lomba kali ini, pesertanya tidak hanya SD, tapi juga siswa TK. Dia juga berharap, event ini dapat menstimulasi siswa agar lebih berprestasi lagi ke depannya. “Kita berharap anak-anak kita bisa unggul di berbagai bidang, khususnya di bidang yang kita lombakan. Di antaranya jadi hafidz, orator, dan lain sebagainya,” jelasnya. Segendang seirama disampaikan Bapak Utama Jaya. Aula lantai 4 gedung AISBA di kawasan Bukit Cinta Damai (BCD), Balikpapan Kota tampak berbeda pada Sabtu, 11 Mei lalu. Lebih dari dua ratus orang berkumpul. Mereka terdiri dari anak dan orangtua siswa. Bahkan, tidak sedikit yang berada di luar Aula. Aula juga didesain seindah mungkin. Bagian tengah Aula diberi sekat kain berwana hijau. Di beberapa sisi atasnya dihias bunga-bunga dari kain. Indah. Lebih-lebih bagian depannya. Aneka bunga plastik dengan beragam warna diletakkan di depan panggung. Aula yang berukuran cukup luas itu sengaja didesain seestetik mungkin sebagai tempat pembukaan. Sebuah bakcrop berukuran panjang bertuliskan AISBA Islamic Competition (AIC) dengan tema berbahasa Arab, “Isyhad Bianna Muslimun.” Kompetisi islami ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai sekolah— Lomba, Juara, dan Tenant


24 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024 Menurutnya AIC adalah wadah penting untuk melatih keberanian dan bakat siswa. Dia juga berterima kasih kepada seluruh siswa dan juga orangtua yang telah terlibat dan kompetisi ini. “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirahim AISBA Islamic Competition saya buka,” katanya saat memberi sambutan sambil membuka acara. Apresiasi datang dari Pengawas PAI Kemenang Balikpapan, Bapak. H. Sumarsono. Dalam sambutannya di depan dua ratus lebih siswa dan orangtua siswa dari berbagai sekolah, dia merasa bangga melihat semangat dan antusiasme siswa dalam mengikuti kompetisi. “Sebelum acara tadi saya sempat berbincang dengan salah satu peserta, Braga. Meski baru kelas 2 SD, tapi hafalannya sudah banyak. Bacaannya juga bagus. Masyaa-Allah,” ujarnya bahagia. Karena itu, atas nama pribadi, pengawas, dan juga Kemenag Balikpapan, beliau mengucapkan selamat atas terselenggarakannya AIC 2024. Dia berharap, event ini dapat menstimulasi siswa untuk menjadi Muslim yang hebat yang berani menampilkan identitas dirinya sebagai Muslim. Alhamdulillah, dalam ajang AIC ini sebanyak tujuh siswa SD AISBA berhasil meraih juara di berbagai bidang. Untuk lomba pidato bahasa Arab ada dua siswi: Aisyah Humairoh (kelas 5 Pi) juara 1 dan Aisyah El Rubi (kelas 4 Pi) juara 2. Di cabang pidato bahasa Inggris hanya satu siswa: Arman Abdurrahman Nasution. Siswa kelas 6 SD AISBA ini berhasil meraih juara 2. Dua siswa lainnya meraih juara dalam kompetisi adzan: Abdullah Syafiq (kelas 1 Pa) juara 1 dan Muhammad Aufar Al Rashid Gunawan (kelas 5 Pa) juara 2. Sedangkan di cabang tahfidz alQur’an diraih oleh Khanza Alinka Dian Amin (kelas 5 Pi) juara 2 dan Ahsan Abdurrahman (kelas 5 Pa) juara3. Tak hanya lomba, event AIC juga turut dimeriahkan oleh aneka UMKM yang pasang tenant di lapangan AISBA. Menurut Ketua AIC, Ustaz Muhammad Faesal, setidaknya ada 12 tenant yang ikut memeriahkan acara ini. Tenant itu ada yang berasal dari orangtua siswa. Tapi, tidak sedikit juga dari luar. Ada banyak kuliner yang dijual: mulai minuman, kopi, snack, hingga makanan berat. Tampak banyak pembeli. Mulai dari siswa, guru, lebih-lebih orangtua siswa yang mengantar putra-putrinya lomba. Mereka membeli makanan lalu memakannya bersama keluarga di koridor sekolah.*


Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 25 S MP AISBA mengadakan praktik umroh dan haji pada Senin, 27 Mei hari ini. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 15 siswa kelas 9. Praktik umroh dan haji ini dibimbing langsung oleh Ustaz Muhammad Fadly Al-Ihsan dan Ustazah Sabiroh di Mushola Daarul Ilmi, Lantai 4 Gedung AISBA. Pada praktik ini, siswa mengenakan kain ihram. Kain dipakai sebagaimana pelaksanaan umroh maupun haji. Tak hanya itu, panitia praktik ibadah ini juga menyediakan replika Ka’bah di dalam Mushola. Para siswa tampak thawaf mengitari replika Ka’bah tersebut dengan penuh antusiasme. Kegiatan dimulai pukul 07.40 – 09.10 WITA.* Siswa SMP AISBA Praktik Ibadah Umroh dan Haji


S udah lama Bapak Jaya Paturusi ingin berziarah ke Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi. Keinginan itu pun hampir setiap saat berkelebat di benak. Sayang, keinginan itu belum juga bisa terwujud. Alasannya banyak. Selain kesibukan juga dana yang belum cukup. Apalagi jika untuk ibadah umroh berdua dengan istrinya, Bunda Lestari. Dibutuhkan dana tidak sedikit. Sedangkan saat itu, dia sedang merintis usaha. Banyak kebutuhan. Namun, lagi-lagi keinginan ziarah ke Tanah Suci itu terus berkecamuk. Tak terbendung. “Entah kenapa saya selalu rindu dan ingin berkunjung ke Tanah Suci,” ujarnya kepada AN-NAJAH akhir Mei lalu di kediamannya di Kompleks Kaizen No D 6, Palm Hils. Untuk memantapkan hati, Ayah dari dua putri ini—Naura Nadhifa Jaya dan Nadha Nadhira Jaya—sering melihat ceramah ustaz tentang umroh di Youtube. Tak cukup hanya itu. Dia juga jadi acapkali menonton vlog orang yang menunaikan umroh. Setiap kali usai melihatnya, rindu akan baitullah kian membuncah. Terlebih setiap dapat penjelasan keutamaan umroh. Selain dapat pahala. Ibadah umroh juga tidak akan mengurangi harta. Apalagi, membuatnya miskin. Tidak! Justru orang yang Meraup Berkah di Kota Mekkah SILATURAHIM SILATURAHIM 26 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


27 berumroh rezekinya selain dimudahkan juga diberkahi. “Dari penjelasan itu hati saya kian mantap untuk menunaikan ibadah umroh,” tambahnya lagi. Setelah hatinya kian mantap, Bapak Jaya—begitu biasa disapa—dan istrinya langsung pergi ke kantor travel umroh. Awalnya, keduanya hanya berkonsultasi lebih dulu. Setelah dapat penjelasan justru langsung daftar. Bahkan langsung bayar 50 persen biaya. Berdua. “Waktu itu juga dibantu istri. Biayanya ditambahin,” tuturnya sambil tersenyum di samping istrinya. Jadwal keberangkatan umroh tak lama. Sekitar sebulan usai hari Raya Idul Fitri lalu, keduanya langsung berangkat umroh. Bersama jemaah umroh dari Balikpapan. Ramai-ramai. Naik pesawat dari Balikpapan ke Jakarta. Di Jakarta menginap semalam. Besoknya terbang lagi. Transit di Doha, Qatar hingga landing di Jedah, Madinah. Ini perjalanan umroh kali pertama Bapak Jaya. Berbeda istrinya yang sudah dua kali. Jadi, getarannya lebih terasa. Dia juga sudah tak sabar lagi ingin melihat Ka’bah dan Masjid Nabawi secara langsung. Tidak melalui Youtube atau layar televisi. Kala itu, Bapak Jaya dan jemaah sampai di Madinah tengah malam. Kondisi kota Madinah tetap ramai. Lampu-lampu juga menyala terang di sudut-sudut kota. Tampak gedung-gedung yang indah dan megah. Banyak jemaah umroh yang terus berdatangan. Mereka menuju hotel dan keluar masuk Masjid Nabawi. Karena sudah dibelit rindu Masjid Nabawi, saat tiba di hotel tidak langsung istirahat. Usai meletakkan tas dan juga barang berharga lainnya, langsung pergi ke Masjid Nabawi. “Setiba di Madinah saya tidak langsung istirahat, tapi shalat dulu di Masjid Nabawi,” jelasnya. Bapak Jaya tidak mau menyia-nyiakan waktu di kota Nabi itu. Baginya, setiap detiknya berharga. Jadi tamu Allah di masjid Nabawi adalah nikmat luar biasa. Harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena itu, sebisa mungkin, dia menghabiskan waktu di Masjid Nabawi untuk ibadah dan melepas rindu. “Masjid Nabawi tidak hanya indah, Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH


28 tapi juga penuh syahdu, tenang, dan menentramkan hati,” ujarnya lelaki berdarah Bugis ini. Berada di Masjid Nabawi terasa berbeda. Seperti diceritakannya, suasana di tempat suci ini terasa begitu syahdu, damai, dan tenang. Setiap sudutnya dijejaki keberkahan dan kebaikan. Arsitekturalnya juga indah. Ribuan tiang masjid yang indah dan bermandikan cahaya di setiap sudutnya. Beberapa bagian atap masjidnya juga sesekali terbuka. Belum lagi ditambah payung-payung listrik raksasa di pelataran masjid yang jadi ikon masjid Nabawi. Kadang tertutup dan terbuka. Menambah eksotisme Masjid Nabawi. “Keindahan dan kesyahduan Masjid Nabawi sulit dibahasakan oleh kata-kata. Hanya bisa dirasakan saja. Apalagi oleh saya yang kurang pandai merangkai kata,” jelasnya tersenyum. Salah satu momen yang tak terlupakan saat berziarah ke Raudhah. Sempat shalat dan duduk berzikir serta menekuri setiap sudut taman surga itu cukup lama. Dia juga lama berdoa. Doanya banyak. Salah satunya memohon ampun dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Tak terasa saat berdoa itu air mata ini menetes. Teringat dosa-dosa yang telah dilakukan,” ungkapnya. Usai menghabiskan beberapa menit di Raudhah, dia keluar lewat pintu yang melewati makam Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhuma. Saat melewati makam Nabi, dia sempat mengucapkan salam dan shalawat. Tiba-tiba ada rindu yang berkelebat. Shalat di Hijr Ismail Seperti jadwal, Bapak Jaya dan Istri serta rombongan umroh hanya lima hari di Madinah. Setelah itu, mereka harus bertolak ke Masjidil Haram untuk menunaikan umroh. Mereka lalu bertolak dari Madinah ke Mekkah menggunakan bus samSILATURAHIM AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


29 bil mengenakan pakaian ihram. Sepanjang perjalanan Bapak Jaya merasa bahagia. Tak lama lagi akan melihat Ka’bah, kiblat umat Islam pertama yang selama ini dilihatnya di youtube. Mereka akhirnya sampai di Masjidil Haram pada malam hari setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam lebih. Mereka pun langsung menunaikan umroh. “Saat berjalan menuju Ka’bah saya selalu melihat ke depan. Mencari Ka’bah. Setelah makin dekat, saya dapat melihat wujud Ka’bah dari pintu masuk. Saat itu ada bulir bening yang jatuh dari mata saya,” tuturnya. Lelaki kelahiran tahun 1983 di kota minyak, Balikpapan ini lalu menunaikan umroh dengan khusyuk: tawaf, sa’i, hingga tahalul. Hanya saja, dia merasa belum puas. Sebab, umroh perdana itu terasa begitu singkat. Dia pun menjadwalkan untuk thawaf bersama istri setiap harinya saat berada di Mekkah. Berbekal ilmu yang didapat dari para ustaz di youtube dan muthowif, dia mencari tempat yang menyimpan banyak keutamaan. Baik untuk beribadah maupun berdoa. Seperti halnya shalat dan berdoa di Hijr Ismail, mencium hajar aswad, dan berdoa di multazam. “Alhamdulillah, waktu itu saya diizinkan oleh Allah untuk shalat dan berdoa di Hijr Ismail,” terangnya bahagia. Meski, lanjutnya, masuk ke tempat ini butuh perjuangan luar biasa. Dia harus ikut berdesak-desakan bersama ribuan jemaah umroh dari berbagai negara, mengantri, dan menunggu penutup Hijr Ismail dibuka askar. Perjuangan itu tidak sia-sia. Setelah lama menunggu, akhirnya pintu dibuka dan dia bisa masuk. “Awalnya saya tidak bisa shalat. Tak ada tempat. Jadi hanya memegangi kiswah sambil berdoa. Tiba-tiba ada orang dengan berbahasa Inggris menyuruh saya shalat di tempat kosong di dekatnya. Brother, pray here,” akunya bahagia. Momen itu tidak disia-siakan. Dia langsung shalat dan berdoa. Banyak sekali. Mulai keluarga, anak-anak, bisnis, keberkahan hidup, hingga memohon agar diampuni dosa-dosanya. Saking khusuknya tak terasa air matanya kembali menetes. Tak hanya diizinkan Allah shalat dan berdoa di Hijr Ismail, Bapak Jaya juga bisa memegang multazam, memegang Hajar Aswad, dan berkali-kali memegang kiswah Ka’bah. Pokoknya, tak ada tempat yang dilewatkan begitu saja. Dia betul-betul berusaha untuk meraup keberkahan dari Mekkah al-Mukarramah. Buka Usaha Jadi tamu Allah di rumah-Nya merupakan kebahagiaan dan anugerah luar biasa baginya. Dia yakin, tak semua orang dipanggil ke sana. Sebab, hanya orang-orang yang dipanggil untuk jadi tamu-Nya yang berziarah ke sana. Buktinya, tak sedikit orang yang punya banyak uang dan juga sehat tapi juga tak kunjung mau datang. Momen inilah yang dimanfaatkannya sebaik mungkin. Salah satunya dengan berdoa agar bisnis yang sedang dilakoninya diberi keberkahan dan kemudahan. Seperti diketahui, Bapak Jaya mendirikan usaha pada tahun 2022 silam. Namanya YARI. Nama ini unik. Sebab, diambil dari ujung nama dia dan istrinya. “Ini kreatifitas istri. YARI adalah perpaduan nama saya—Jaya—dan istri—Lestari—dan digabung jadi YARI,” Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH


SILATURAHIM 30 ujarnya sambil tertawa kecil. Usaha itu dirintis sesaat sebelum habis kontrak di tempat kerjanya. Keputusan itu diambil karena tidak mau selalu bergantung kepada orang lain. Mau mandiri dan usaha sendiri. Selain itu, dia juga ingin menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Karena belum ada kantor, dia lalu menyulap ruang tamu di bagian kanan rumahnya yang berukuran sekitar 3 x 4 m jadi mini office. Ada meja, lemari berkas, kursi, tumpukan dokumen penting, dan kamputer. Dari sinilah dia menjalankan usaha barunya dengan dibantu empat karyawan: satu admin dan tiga bagian lapangan. YARI bergerak dalam tiga bidang jasa: general supply, pabrikasi, dan service. Untuk general supply dia menyediakan kebutuhan user atau konsumen perusahaan. Apa saja yang dibutuhkan, perusahaanya siap menyediakan. Adapun suplai barang yang dilakukan selama ini berkaitan dengan tambang. Untuk pabrikasi meliputi pengelasan, body repair, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk bidang service mencakup fuel instalation, oli, dan pelumas. Ada juga fuel station. Menurutnya, dari ketiga jasa tersebut yang paling banyak dipakai user adalah service. Tak mudah mengembangkan usaha. Lebih-lebih perusahaan baru dengan modal minim. Karena itu, yang diandalkan adalah service value. Untuk itu, YARI punya tiga service values yang dipegang: jujur, cepat, dan layanan terbaik (best service). Nah, nilai inilah yang ditawarkan kepada konsumen. “Jika ada pekerjaan kita tidak langsung kerjakan. Tapi diinpeksi lebih dulu oleh tim. Dan ini free. Gratis. Setelah disurvei, baru kita sampaikan masalahnya secara detail. Jika user setuju dan lanjut, baru kita pre-order,” imbuhnya. Alhamdulillah, meski baru jalan tiga tahun, usahanya terus berkembang. Sudah banyak user yang menggunakan jasanya. Bahkan, sudah ada empat perusahaan yang jadi customer tetap. Dia yakin, ini bukti niat dan tujuan baik akan selalu dimudahkan. Yakinlah!* AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


PRESTASI Tepat pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) SMP AISBA dapat kado istimewa. Kado itu berupa Wali Kota Award Bidang Pendidikan Kota Balikpapan Tahun 2023. Kado itu diberikan langsung pemerindah Kota Balikpapan kepada Kepala SMP AISBA, Ustaz Abdul Rofik pada upacara Hardiknas di halaman balai Kota Balikpapan, pada Kamis, 2 Mei 2024. Piagam penghargaan itu diberikan kepada sekolah Islam berbasis tahfidz al-Qur’an yang terletak di kawasan Bukit Cinta Damai (BCD) Balikpapan Kota atas kontribusinya sebagai sekolah penggerak. Seperti diketahui, SMP AISBA terpilih sebagai sekolah penggerak angkatan 3. Sejak itu pula sekolah ini berusaha memajukan pendidikan. “Alhamdulillah. Kami bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas capaian ini. Tentu penghargaan ini adalah kerja keras bersama seluruh stakeholder, terutama guru. Semoga capaian jadi motivasi bersama untuk terus berbuat yang terbaik untuk kemajuan pendidikan, khususnya di SMP AISBA,” ujarnya.* SMP AISBA Dapat Wali Kota Award Bidang Pendidikan Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 31


Lagi, Daffa Juara 3 Sepak Bola S iswa kelas 5 SD AISBA, Daffa Hayfa Assufi kembali meraih prestasi gemilang dalam bidang olah raga. Kali ini Daffa—sapaan akrabnya—bersama klub sepak bolanya, Dostep Balikpapan berhasil meraih juara 3 dalam ajang Halal Bi Halal HSI3 2024. Pertandingan ini diadakan di lapangan Harbi Pelita 7 Samarinda, Kaltim. Pada akhir April lalu Daffa juga meraih juara 3 dalam Festival JPL Seri Provinsi U-12 tahun 2024 – FOSSKA, Kaltim. Berbagai prestasi ini membuat Daffa semakin percaya diri untuk mengukir prestasi di lapangan hijau.* PRESTASI 32 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024 Pada akhir April lalu Daffa juga meraih juara 3 dalam Festival JPL Seri Provinsi U-12 tahun 2024 – FOSSKA, Kaltim.


PRESTASI S iswi SD AISBA, Nazya Azzirah kembali meraih prestasi gemilang. Prestasi ini masih dalam bidang olah raga seperti sebelumnya: bela diri Tapak Suci. Nazya—begitu biasa disapa—baru saja meraih Gold Medal dalam Kejuaraan Pencak Silat Borneo Chmapinship 1. Kejuaraan tingkat Nasional ini diadakan di GOR 27 September, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kaltim pada tanggal 11 – 12 Mei lalu. Siswi kelas 3 Pi yang murah senyum ini ikut dalam kategori tanding kelas bebas (under 26 kg) putri tingkat usia dini. Prestasi medali emas ini menambah daftar medali putri dari Bunda Lokita ini dalam bidang bela diri Tapak Suci. Seperti diketahui pada akhir Februari lalu Nazya juga berhasil meraih medali perunggu dalam Kejuaraan Nasional Balikpapan 127th National Open Pencak Silat Championship di BSSC Dome, Balikpapan.* Siswa SD AISBA Raih Gold Medal Pencak Silat Nasional Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 33


Khanza Juara 2 Tahfidz AIC S iswi kelas 5 SD AISBA, Khanza Alinka Dian Amin kembali meraih prestasi dalam bidang tahfidz al-Qur’an. Siswi bercadar yang akrab disapa Khanza ini belum lama ini berhasil meraih juara dua dalam AISBA Islamic Competition (AIC), Sabtu, 11 Mei lalu. Kompetisi gelaran SD AISBA ini bidang tahfidz kategori kelas besar—1 sampai 6 SD— ini diikuti oleh oleh sekitar 34 peserta. Mereka dari berbagai sekolah di Kota Balikpapan. Adapun yang dilombakan adalah juz 30: berupa sambung ayat dan tebak nama surah. Alhamdulillah, dari ajang lomba itu, Khanza bisa keluar sebagai pemenang kedua. Tidak hanya kali ini saja Khanza meraih prestasi dalam bidang tahfidz al-Qur’an. Sebelumnya, siswa yang hobi membaca sirah Nabawiyah itu juga sering meraih juara serupa dalam berbagai ajang lomba di berbagai tempat.* PRESTASI 34 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


PRESTASI Prestasi bidang tahfidz al-Qur’an dalam AISBA Islamic Competition (AIC) juga diraih oleh Ahsan Abdurrahman. Siswa kelas 5 Pa SD AISBA yang biasa disapa Ahsan ini berhasil meraih juara 3 untuk bidang tahfidz kategori kelas besar. Ahsan berhasil mengantongi nilai 1674 dari dewan juri dan berhasil menduduki posisi ke-3 dari sekitar 34 peserta lomba dari berbagai sekolah Se-Kota Balikpapan. Dengan prestasi itu, siswa murah senyum dan bersuara merdu ini dapat hadiah berupa sertifikat, piala, dan juga medali. Prestasi dalam bidang tahfidz ini bukan kali ini saja diraih oleh putra dari pasangan Bapak Henry dan Bunda Adisti. Sebelumnya, Ahsan juga beberapa kali berhasil meraih juara dalam bidang yang sama. Prestasi itu pun membuat Ahsan makin bersemangat untuk menghafal al-Qur’an. Ahsan Juara 3 Tahfidz AIC Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 35


Syafiq Juara 1 Lomba Adzan P restasi mengejutkan datang dari Abdullah Syafiq. Siswa kelas 1 Pa SD AISBA ini berhasil meraih juara 1 dalam lomba adzan AISBA Islamic Competition (AIC) Sabtu, 11 Mei lalu. Sebab, pada saat lomba, Syafiq—sapaan akrabnya—harus bersaing ketat dengan kaka kelasnya. “Suara Syafiq memang bagus. Keras, jelas, dan merdu,” kata salah satu juri, Ustaz Usman Ladullah, Lc. Alumni Al-Azhar, Mesir ini menuturkan nilai yang dikumpulkan Syafiq dari ketiga dewan juri—dua juri internal dan satu juri eksternal—hanya berbeda satu poin saja. Dengan begitu, Syafiq dinobatkan sebagai juara 1. Dengan prestasi itu, Syafiq berhasil meraih hadiah berupa uang tunai, sertifikat, dan medali. Tidak hanya itu, bagi para juara 1 juga mendapat tabungan haji dari Bank Syariah Indonesia (BSI).* PRESTASI 36 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


PRESTASI S iswa bernama lengkap Muhammad Aufar Al Rashid Gunawan sudah tidak asing lagi di kalangan siswa dan guru. Siswa kelas 5 SD AISBA yang akrab disapa Aufar ini punya suara khas: merdu dan lembut. Itu kenapa, dia sering ditunjuk jadi muazin shalat zuhur. Karena itu, saat dia tahu ada AISBA Islamic Competition (AIC) dia tidak mau menyia-nyiakannya. Aufar langsung daftar. Seperti biasa, Aufar azan dengan suara terindahnya. Dan, bisa ditebak. Aufar berhasil mengantongi nilai dari tiga dewan juri sebanyak 289. Anak pertama dari tiga saudara ini tampak bahagia. Dia mengikuti AIC bersama keluarganya hingga akhir. Dari prestasi itu, Aufar berhasil meraih hadiah seperti para juara lainnya. Dia juga berharap dari prestasi itu dapat terus meningkatkan kualitas azannya hingga jadi muazin terbaik.* Aufar Juara 2 Adzan AIC Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 37


Arman Juara 2 Pidato Bahasa Inggris AIC Di cabang lomba pidato bahasa Inggris AISBA Islamic Competition (AIC) pada Sabtu, 11 Mei lalu SD AISBA menempatkan satu siswanya sebagai juara 2. Dia adalah Arman Abdurrahman Nasution. Siswa kelas 6 SD AISBA itu mampu menyisihkan pesaing yang lain. Menurut dewan juri, Arman— begitu biasa disapa—punya pelafalan bahasa Inggris yang bagus. Fluency. Tak hanya itu, materi dan bahasa yang disampaikan juga mudah dipahami. Sesuai dengan tema kekinian. Sementara untuk juara 1 dan 2 diambil oleh peserta AIC dari sekolah lain.* PRESTASI 38 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024 Menurut dewan juri, Arman—begitu biasa disapa—punya pelafalan bahasa Inggris yang bagus. Fluency.


PRESTASI L omba pidato sudah tidak asing lagi bagi Aisyah Humairoh. Siswi kelas 5 SD AISBA ini bahkan pernah juara 1 lomba pidato bahasa Indonesia tingkat Balikpapan Kota helatan KKG PAI tahun lalu. Karena itu, saat SD AISBA mengadakan AIC lomba pidato bahasa Arab, dia langsung ikut. Tak perlu lama siswi yang akrab disapa Aisyah ini untuk latihan. Sudah terbiasa. Khususnya untuk intonasi, gestures, eyes contact, dan body language. Hanya saja, untuk bahasa Arab dia harap lebih ekstra menghafal dan mengucapkan secara jelas dan fasih. Setelah berlatih dengan semangat, akhirnya Aisyah keluar sebagai juara pertama lomba pidato bahasa Arab dengan mengantongi nilai sebanyak 813 dari tiga dewan juri. Tak hanya berpidato, Aisyah juga ditanya beberapa pertanyaan berbahasa Arab oleh juri.* Aisyah Juara 1 Lomba Pidato Arab AIC Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 39


Aisyah El Rubi Juara 2 Lomba Pidato Arab AIC S elain berhasil meraih juara 1 lomba pidato bahasa Arab dalam AISBA Islamic Competition (AIC) Sabtu, 11 Mei lalu, siswi SD AISBA juga berhasil meraih juara 2. Juara ini diraih oleh siswi kelas 4 Pi, Aisyah El Rubi. Meski ini debut perdana Aisyah dalam lomba pidato bahasa Arab, tapi siswi murah senyum ini berhasil memberikan penampilan terbaik. Penuh percaya diri dan menyakinkan. Intonasinya bagus dengan gestures yang menarik. Tidak membosankan. Karena itu, ketiga dewan juri sepakat menunjuk Aisyah sebagai juara kedua. Seperti peserta lainnya, usai berpidato, Aisyah juga ditanya juri dengan berbahasa Arab. Dia pun bisa menjawab dengan baik. Itu bukti, Aisyah tidak hanya hafal, tapi juga paham bahasa Arab. Sedangkan untuk juara ketiga diraih oleh Rais Alfarizy Dhiaurrahman, siswa asal SDIT Ibnu Hajar.* PRESTASI 40 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


PRESTASI Afifa Queensha Afifah Arretawibowo kembali meraih prestasi. Siswi kelas 3 Pi SD AISBA yang akrab disapa Afifah ini baru saja meraih tiga medali sekaligus: satu perak dan dua perunggu. Medali perak diraih untuk kategori senjata pendek junior C. Sedangkan dua perunggu untuk kategori tangan kosong utara junior C dan chang quan junior C. Prestasi dalam bidang bela diri asal Tiongkok itu diraih Afifah dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu CSWI CUP’ 2024 Piala Koni, di Surabaya, Jawa Timur. Kejurnas itu diikuti oleh sekitar 81 perguruan, 11 provinsi, dan 1113 atlit. Afifah sendiri berangkat mengikuti Kejurnas bersama keluarganya. Mereka naik kapal dari Balikpapan ke Surabaya selama sekitar 30 jam. Selama di atas kapal, Afifah sesekali berlatih Wushu. Saat mengabarkan berita ini Selasa sore lalu mereka saja masih berada di atas kapal.* Aisyah Afifah Raih 3 Medali Kejurnas Wushu Juara 1 Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 41


Almahyra Raih Tiga Medali Kejurnas Wushu S iswi kelas 1 SD AISBA, Queensha Almahyra Nadhirawibowo meraih prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu CSWI CUP’ 2024 Piala Koni, di Surabaya, Jawa Timur belum lama ini. Sama seperti kakaknya, Afifa Queensha Afifah Arretawibowo yang juga mengikuti kejuaraan yang sama, Almahyra begitu akrab disapa juga berhasil meraih tiga medali perunggu sekaligus dalam bidang bela diri asal negeri Tiongkok itu. Adapun ketiga medali itu untuk kategori senjata kembar junior D, Wing Chun Siu Lim Tao Junior D, dan Wubukuan Junior D. Adapun kejurnas itu diikuti oleh sekitar 81 perguruan, 11 provinsi, dan 1113 atlit. Baik Almahyra dan Afifa adalah kontingen Balikpapan.* PRESTASI 42 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


PRESTASI Berita gembira juga datang dari siswi kelas 4 Pi SD AISBA, Rindu Ayunda Chandra. Siswi bercadar yang biasa disapa Rindu belum lama ini meraih juara 1 dalam ajang Kompetisi Online Nasional (KON) Indonesia Hebat SD Season 12 helatan Rumah Pintar. Adapun bidang yang diikuti oleh Rindu adalah bidang bahasa Inggris. Awalnya Rindu mengikuti babak penyisihan tanggal 30 April lalu dan harus bersaing dengan 305 peserta dari berbagai sekolah di Indonesia. Rindu lolos dan masuk ke babak final. Pada babak ini tersisa 50 peserta. Alhamdulillah, di babak ini Rindu keluar sebagai juara 1.* Rindu Juara 1 Kompetisi Online Nasional Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 43 Awalnya Rindu mengikuti babak penyisihan tanggal 30 April lalu dan harus bersaing dengan 305 peserta dari berbagai sekolah di Indonesia


Ada yang berbeda pada gelaran Examination Authority (EXOT) SD AISBA pada 21-22 Mei lalu. Usai EXOT, siswa tidak langsung pulang. Mereka diminta panitia untuk menuliskan kesan di secarik kertas Post It. Impresi itu lalu ditempel di spanduk berukuran sedang yang ditempel di dinding sekolah. Di bagian tengah spanduk tertulis, “What do you feel after EXOT today?” Ada banyak impresi yang ditulis siswa di kertas warna warni itu. Macam-macam. Isinya menarik dan unik. Dari seratus lebih kesan, kebanyakan isinya sama: senang, degdegan, tegang, puas, lega, dan biasa saja. Impresi itu tanda mereka bahagia menjalankannya.* Impresi EXOT di Secarik Post It 44 LENSA AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


MY STORY As s a l a m u a l a i k u m , teman-teman. Perkenalkan, nama saya Aysha Izzzaty Azzahra. Biasa dipanggil Zahra. Siswi SD AISBA. Alhamdulillah, sekarang saya duduk di kelas 5 Pi (akhwat). Pada rubrik My Story majalah AN-NAJAH edisi Juni ini saya akan bercerita tentang pengalaman liburan saya beberapa waktu lalu. Ada banyak cerita menarik perjalanan saya bersama keluarga waktu berlibur ke Bali beberapa waktu lalu. Tapi, Ustaz Anshor—Pimred AN-NAJAH—ini meminta saya untuk fokus bercerita tentang menjaga ibadah saat traveling. Nah, seperti apa ceritanya? Ini dia ulasannya untuk temanteman. Saya dan keluarga berwisata ke Pura Ulun Danu Beratan. Saat itu, jam di gadget menunjukkan sekitar pukul 11:25 WIB. Waktu shalat tak lama lagi tiba. Alhamdulillah, tak jauh dari tempat itu ada Masjid. Jadi kami tidak bingung-bingung mencari tempat ibadah untuk shalat zuhur nanti. Liburan Oke, ibadah Yes! Oleh: Aysha Izzzaty Azzahra, Siswi kelas 5 Pi SD AISBA Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 45


Jarum jam terus berdetak. Jam menunjukkan sekitar pukul 12:09 WIB. Adzan dzuhur pun berkumandang merdu. Karena takut masbuq, saya dan keluarga lalu bergegas untuk pergi ke sumber suara. Maklum, jarak masjid tak begitu dekat. Butuh waktu. Sampai di masjid, kami langsung berwudhu. Tak mau menunda lagi. Sudah terdengar iqamah. Usai berwudhu, saya langsung mengambil mukena yang disediakan takmir masjid di tempat khusus akhwat. Mukenanya putih, bersih, dan bagus. Saya pun langsung shalat mengikuti imam. Tak lama. Hanya beberapa menit. Tapi, jujur saya merasa lega. Sebab, kewajiban shalat sudah ditunaikan. Saya lalu melepas mukena, melipatnya dengan rapi dan meletakkannya kembali ke tempat semula. Keluarga saya juga sudah selesai shalat. Kami lalu bergegas menuju mobil mencari restoran untuk makan siang. Jangan khawatir dan takut makan di sini. Sebab, di Bali tidak sulit mencari makanan halal. Ada banyak pilihan. Tinggal pilih saja. Sesuai selera. Setelah kenyang, kami lalu kembali ke penginapan untuk istirahat. Namun, karena gerah dan keringatan, saya tak langsung tidur. Tapi mandi, sikat gigi, dan ganti baju lebih dulu. Baru setelah fresh, saya tidur. Nyenyak sekali. Di tengah-tengah tidur nyenyak saya, terdengar lamat-lamat suara adzan ashar dari smartphone. Saya pun terbangun. Mengucek-ngucek mata yang masih agak mengantuk dan melihat jam di gadget. Wah, sudah jam 15:33 WIB. Waktu shalat ashar telah tiba. Saya langsung bangun dan mengambil air wudhu. Tak lama kemudian saya tenggelam dalam ibadah shalat ashar. Khusuk. Tidak hanya saya. Keluarga saya yang lain juga ternyata sudah shalat ashar. Kami sekeluarga berusaha untuk shalat lima waktu tepat waktu. Jadi, meski dalam perjalanan, tetap berusaha melakukannya sebaik mungkin. Usai shalat ashar, kami tidak istirahat lagi. Tapi bersiap jalan-jalan lagi. Kali ini, kami berencana dinner bersama. Ayah sudah punya destinasi kuliner. Hanya saja, tempatnya cukup jauh. Kami keluar dari Villa sekitar pukul 16.35 WIB. Ternyata butuh waktu sekitar 1 jam lebih untuk sampai di restoran yang kami tuju. 46 MY STORY AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 47 Lumayan capek. Tapi mengasyikkan. Hunting kuliner bersama keluarga sambil menikmati panorama yang memanjakan mata. Alhamdulillah, sesampai di tempat makan, adzan magrib berkumandang. Suara indahnya bertalu-talu. Kami pun tidak perlu khawatir soal shalat. Sebab, restoran ini menyediakan mushola. Jadi, tak perlu repot lagi mencari tempat shalat. Bisa langsung shalat. Kami lalu shalat lebih dulu. Berjemaah. Tempatnya lumayan nyaman. Bersih. Usai shalat maghrib, kami langsung memesan makanan. Menu yang dipesan Ayah enakenak. Rasanya menggoyang lidah. Bikin nagih. Saya pun tak terasa samping nambah. Bukan hanya saya saja. Tapi Ayah, Bunda, dan anggota keluarga yang lain juga sama. Lahap sekali makannya. Mungkin selain karena menunya maknyus, juga karena lapar. Lama berjalan di kendaraan. Hahaha. Usai perut kenyang, kami kembali ke Villa. Ayah kembali tancap gas mobilnya. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan yang padat. Kanan kiri rumah penduduk dengan lampu-lampu yang tampak kerlap-kerlip dari kejauhan. Tak terasa jam di handphone menunjukkan sekitar pukul 19:24 WIB. Waktu shalat isya tiba. Betul saja. Lamat suara adzan terdengar dari balik celah jendela mobil. Namun, karena masih dalam perjalanan, jadi Ayah memutuskan untuk shalat di Villa saja. Kami sampai di penginapan pukul 20:00 WIBA. Badan lumayan capek. Tapi kuat. Soalnya habis makan. Hehe. Saya langsung keluar dari mobil. Buka pintu kamar Vila dan mengambil air wudhu. Tas dan handphone saya letakkan di atas kasur. Setelah itu langsung shalat isya. Meski lelah, tapi saya tidak langsung tidur. Ini kebiasaan saya sebelum tidur. Jaga kesehatan. Apa itu? Mandi, gosok gigi, dan cuci muka. Tidak cukup di situ, saya juga pakai skincare habis mandi. Hehe. Biasa. Kan anak perempuan. Malam belum begitu larut. Meski di luar sana sudah mulai sepi. Saya juga belum begitu mengantuk. Namun, karena ingin shalat tahajud, jadi saya usahakan untuk langsung tidur saja. Agar bisa bangun di sepertiga malam, alarm gadget saya setting pukul 03:30. Betul saja.


48 MY STORY AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024 Alarm berbunyi. Saya terbangun berwudhu dan shalat tahajud. Alhamdulillah, saya sudah terbiasa bangun tengah malam. Shalat tahajud. Tidak hanya saat traveling. Jadi, meski saat sedang jalan-jalan, kalau memungkinkan, saya tetap bangun dan shalat tahajud. Usai tahajud saya juga nggak langsung tidur. Tapi berzikir, berdoa, dan membaca al-Qur’an lebih dulu sampai adzan shubuh. Adzan shubuh di Kota Bali waktu itu pukul 04:46 WIB. Saya lalu memperbarui (tajdid) wudhu. Biar lebih mantap. Setelah itu, pakai mukena dan shalat sunnah qabliyah dua rakaat. Ohya, teman. Shalat qabilyah shubuh pahalanya besar sekali. Lebih baik dari dunia dan seisinya. Jadi, jangan sampai ditinggalkan, yah. Sayang banget, lho! Usai shalat, saya tidak langsung tidur. Meski sebenarnya agak ngantuk. Tapi baca al-Qur’an sampai leyehleyeh. Suasana di Villa juga ramai. Jadi asyik saja untuk tilawah. Waktu terus berjalan hingga matahari terus naik sepenggalan. Di luar sana sudah terang dan ramai. Kami sekeluarga—termasuk saya— mandi lagi dan bersiap untuk jalanjalan lagi. Hari ini kami rencana akan jalan-jalan ke Tanah Lot. Jaraknya agak jauh. Kemungkinan butuh waktu sekitar 1 jam 45 menit. Hampir dua jam. Mungkin bisa dua jam jika macet atau kecepatan sedang. Setelah perjalanan cukup panjang dan melelahkan, akhirnya kami tiba di Tanah lot. Tak terasa jam menunjukkan pukul 16:05. Perjalan cukup lama karena sempat mampir ke beberapa tempat lebih dulu. Di pertengahan jalan kami juga sudah shalat zuhur dan ashar. Jamak takdim langsung. Tanah Lot adalah salah satu destinasi wisata yang indah di Bali. Sesampai di sini kami pun tak menyia-nyiakan begitu saja. Langsung mengabadikan beberapa momen dan angle paling indah. Selain angle Tanah Lot yang indah, sore itu suasana senja juga begitu indah. Debur ombak dan mega-mega merah menghias langit. Momen ini pun tak terasa begitu sebentar. Setelah berfoto dan menikmati eksotisme Tanah Lot jam sudah menunjukkan pukul 17: 35 WIB. Kami langsung beranjak ke mobil untuk kembali ke Villa untuk mandi dan


Dzulhijjah 1445/Juni 2024 | AN-NAJAH 49 istirahat. Maklum, badan juga sudah lelah. Saat masih di tengah perjalanan, tiba-tiba terdengar suara azan. Ternyata waktu shalat maghrib telah tiba. Ayah lalu agak melambatkan laju mobilnya sambil mencari masjid yang terdekat. Sayang, sepanjang perjalan tidak menemukan masjid. Akhirnya kami memutuskan untuk shalat di Villa saja. Kami sampai di Villa jam 19:20 WIB. Saya langsung membuka pintu, menaruh tas, dan handhpone. Setelah itu langsung berwudhu dan shalat maghrib. Sore itu kami tidak tidur. Sebab, saat itu juga kami harus bersiap-siap untuk kembali ke Balikpapan. Saya memasukkan barang-barang ke koper. Pakaian dan barang-barang lainnya. Lumayan banyak. Jarak dari Villa tempat menginap ke airpot Denpasar, Bali cukup jauh. Butuh sekitar waktu 1 jam 55 menit. Kami pergi ke bandara dengan memesan mobil online. Alhamdulillah, perjalanan lancar. Kami tiba di airport dengan selamat dan on time sehingga tak perlu buru-buru check in. Usai check in, kami menunggu pesawat di ruang tunggu. Saya sambil duduk dan melepas lelah. Setelah liburan cukup panjang tapi mengasyikkan, akhirnya kembali lagi ke Balikpapan. Saat sedang duduk termenung terpikir masa-masa liburan di kota Bali yang masih berkelebat di pikiran, tiba-tiba petugas mengumumkan kalau penumpang pesawat ke Balikpapan harus masuk pesawat. Saya pun langsung ambil koper dan masuk pesawat. Bye, Bali. Welcome, Balikpapan!*


Diorama Bhineka Tunggal Ika KARYA SISWA I ndonesia negara besar. Bukan hanya luasnya. Tapi juga penduduknya. Tanahnya terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dari Miangas hingga Pulau Rote. Terdiri dari pulau-pulau dengan aneka ragam suku, budaya, agama, dan bahasa. Kekayaan dan kebhinekaan Indonesia itu harus dikenalkan kepada siswa sejak dini. Dengan begitu, harapannya mereka akan cinta kepada tanah air mereka. Membela dan mengisi dengan kebaikan. Salah satu caranya seperti yang dilakukan siswa-siswi kelas 3 SD AISBA ini: membuat diorama Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan yang diampu ustazah Indah Yulianti ini masuk dalam pelajaran P5. Meski karya diorama siswa berukuran kecil, tapi setidaknya mereka dapat men-capture keanekaragaman Indonesia dengan penuh estetika: pulau yang hijau, pegunungan tinggi, rumah adat, dan berdera merah putih yang berkibar gagah.* 50 AN-NAJAH | Dzulhijjah 1445/Juni 2024


Click to View FlipBook Version