The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-modul kimia berisi materi asam basa yang berbasis local wisdom

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ais Nurmuslimah, 2023-03-14 09:00:21

E-modul kimia berbasis local wisdon

E-modul kimia berisi materi asam basa yang berbasis local wisdom

Keywords: E-modul, asam basa, local wisdom

S M A / M A X I E-MODUL KIMIA BERBASIS LOCAL WISDOM M a t e r i A s a m B a s a O l e h Ai s N u r M u s l i m a h Pembimbing : Hanifah Setiowati, M.Pd


S M A / M A X I E-MODUL KIMIA BERBASIS LOCAL WISDOM M a t e r i A s a m B a s a O l e h Ai s N u r M u s l i m a h Pembimbing : Hanifah Setiowati, M.Pd


Kata Pengantar Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh Alhamdulillahirabbil aalamiin, segala puji serta syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. yang telah memberikan banyak sekali nikmat kepada kita semua. sholawat serta salam tak lupa saya haturkan kepada Nabi besar kita Nabi Muhammad SAW. Rasa syukur penulis panjatkan atas selesainya Modul Elektronik Berbasis Local Wisdom guna memenuhi tugas akhir (skripsi) saya sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Sains dan teknologi (SAINTEK) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. E-modul ini merupakan salah satu sumber referensi guna melatih kemandirian belajar siswa dan membantu siswa dalam proses pembelajaran. Selain buku rujukan, e-modul ini merupakan bahan kajian yang tidak hanya mempelajari materi dalam konteks teori saja, tetapi bagaimana inovasi-inovasi dibuat dengan tidak meninggalkan budaya atau nilai-nilai yang ada pada masyarakat. Inovasi pendidikan yang tercipta melalui e-modul ini, diharapkan mampu menambah wawasan dan pengetahuan siswa agar memperbaiki kualitas pembelajaran siswa.Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan memberikan masukan, serta arahan dalam penyusunan bahan ajar (e-modul) ini. Semoga segala hal yang tertuang dalam e-modul ini dapat membawa kebermanfaatan. Aamiin. Penulis Ais Nur Muslimah i


DAFTAR ISI Kata Pengantar............................................................................... i Daftar Isi...................................................................................... ii Peta Konsep................................................................................. iii Petunjuk Penggunaan Modul........................................................... iv Deskripsi E-Modul......................................................................... v Glosarium................................................................................... vii BAB 1........................................................................................... 1 Kegiatan Pembelajaran 1................................................................ 1 Teori Asam Basa........................................................................... 1 A. Tujuan Pembelajaran.............................................................. 1 B. Uraian Materi....................................................................... 1 C. Rangkuman........................................................................ 11 D. Evaluasi 1........................................................................... 12 E. Pedoman Penilaian............................................................... 13 Kegiatan Pembelajaran 2.............................................................. 14 Kesetimbangan Ion dalam Larutan Asam Basa dan pH....................... 14 A. Tujuan Pembelajaran............................................................. 14 B. Uraian Materi...................................................................... 14 C. Rangkuman........................................................................ 22 D. Evaluasi 2........................................................................... 23 E. Pedoman Penilaian............................................................... 24 Kegiatan Pembelajaran 3.............................................................. 25 Indikator dan Reaksi Asam Basa.................................................... 25 A. Tujuan Pembelajaran............................................................ 25 B. Uraian Materi...................................................................... 25 C. Rangkuman........................................................................ 36 D. Evaluasi 3........................................................................... 37 E. Pedoman Penilaian............................................................... 37 BAB 2......................................................................................... 38 Kegiatan Pembelajaran 1.............................................................. 38 Derajat Keasaman (pH)............................................................... 38 A. Tujuan Pembelajaran............................................................ 38 B. Uraian Materi..................................................................... 38 C. Rangkuman........................................................................ 41 D. Evaluasi 1........................................................................... 42 E. Pedoman Penilaian............................................................... 43 LKPD.......................................................................................... 44 Latihan Soal ................................................................................. 46 Kunci Jawaban Evaluasi 1................................................................ 48 Kunci Jawaban Evaluasi 2................................................................ 50 Kunci Jawaban Evaluasi 3................................................................ 52 Kunci Jawaban Evaluasi 1 (2)............................................................. 52 Daftar Pustaka.............................................................................. 53 Tentang Penulis............................................................................ 54 i i


Teori Asam Basa Kesetimbangan Larutan Asam Basa dalam Suatu Larutan Indikator Asam Basa Derajat Keasaman (pH) Teori Arrhenius Teori BronstedLowry Teori Lewis Senyawa-senyawa Asam Basa Perhitungan Derajat Keasaman (pH) Indiktor Alami Indikator di Laboratorium Reaksi Asam Basa N N N N Peta konsep Asam basa i i i


N N Petunjuk Penggunaan Modul Bagi Guru Bagi Siswa Guru menyampaikan petunjuk penggunaan bahan ajar kepada siswa Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan tujuan Guru membimbing siswa agar dapat memahami materi dalam modul ini Guru melaksanakan penilaian dalam pembelajaran Mempelajari materi secara berurutan dari awal sampai akhir Tandai hal-hal yang terkesan penting Segera bertanya dengan guru jika mengalami kesulitan dalam mempelajari modul ini Kerjakanlah setiap soal dalam modul ini untuk menguji pemahaman kamu i v N N


E-modul ini berisikan penjelasan materi, latihan soal, rangkuman, soal, dan kunci jawaban mengenai materi asam basa. E-modul ini akan membahas mengenai local wisdom Kabupaten Blora yaitu batik dan es jati yang memuat konsep asam basa. Ternyata dalam proses bembuatan batik dan daun jati yang digunakan sebagai bahan pembuatan es jati ini mengandung konsep asam basa. Beberapa proses dalam pembuatan batik yang mengandung konsep asam basa adalah tahap pewarnaan, fiksasi, dan pengolahan limbah batik, sedangkan pada es jati adalah pada warna ekstrak daun jati. Oleh karena itu, e-modul ini dinamakan sebagai emodul asam basa berbasis local wisdom. E-modul ini berisikan 4 kegiatan pembelajaran yang tentu saja berisikan materi-materi asam basa berbasis local wisdom Adapun Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian yang terkandung dalam e-modul sesuai Tabel 1 dan 2. N N Deskripsi e-modul v N N


Indikator pencapaian kompetensi Kompetensi Dasar (KD) Menjelaskan konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya dalam larutan Menganalisis trayek perubahan pH indikator yang diektrak dari bahan alam melalui percobaan 3.10 4.10 Tabel 1 Kompetensi Dasar Tabel 2 Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan konsep asam basa menurut beberapa teori asam basa yang dikembangkan Mengukur pH beberapa larutan asam basa yang diberikan Memprediksi pH larutan asam basa berdasarkan indikator asam basa Melakukan percobaan pembuatan indikator dari bahan alam 3.10.1 3.10.2 3.10.3 4.10.1 Materi-materi pokok ada dalam kompetensi dasar, e-modul ini dibagai menjadi 4 buah kegiatan dan 2 bab dengan sub materi sesuai tabel 3. BAB Kegiatan Pembelajaran Sub-Materi 1 1 Teori asam basa 2 Kesetimbangan Ion dalam Larutan Asam Basa dan pH 3 Indikator dan Reaksi Asam Basa 2 1 Percobaan Pembuatan Indikator v i


Pengetahuan baru mengenai konsep ilmu kimia yang diterapkan dalam proses pembuatan batik dan es jati yang dekat dengan kehidupan sehari-hari Pemanfaatan senyawa asam basa dalam kehidupan sehari-hari Relevansi yang diharapkan dapat diperoleh setelah mempelajari emodul ini antara lain : 1. 2. GLOSARIUM Asam : suatu zat yang mempunyai pH < 7 Basa : suatu zat yang mempunyai pH > 7 α (derajationisasi) : jumlah bagian yang mengalami ionisasi Valensi asam : jumlah ion H yang dihasilkan jika 1 molekul asam mengalami ionisasi ValensiBasa : jumlah ion OH yang dihasilkan jika 1 molekul Donor : pemberi sesuatu (misal pemberi proton) Akseptor : penerima sesuatu (misal penerima elektron) Indikator : alat/bahan yang dapat memberikan tanda sifat basa mengalami ionisasi suatu senyawa Asamkonjugasi : basa yang sudah menerima 1 ion H Basa konjugasi : asam yang sudah menerima 1 ion OH - - + + v i i Tunjung : tanaman air sejenis teratai dengan kelopak bunga berwarna biru cerah


ASAM BASA KONSEP TEORI K e g i a t a n p e m b e l a j a r a n 1 A . T u j u a n P e m b e l a j a r a n B . U r a i a n M a t e r i Link Game soal Setalah mengikuti kegiatan pembelajaran yang dikaitkan dengan local wisdom ini, peserta didik diharapkan dapat menjelaskan sifat-sifat asam basa berdasarkan konsep teori asam basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis dengan tepat. Apa yang kalian bayangkan tentang kota Blora?. Kabupaten Blora merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah yang memiliki penghasilan minyak bumi terbesar di seluruh pulau Jawa. 1 Namun selain minyak bumi tersebut, Blora memiliki salah satu kerajinan tradisional yang sangat digemari oleh banyak orang yaitu batik. Blora juga memiliki olahan makanan dan minuman khas yang juga sangat digemari oleh banyak orang salah satunya adalah es jati. Batik Khas Blora Kata "Batik" berasal dari kata "amba" yang artinya menulis dan "titik" yang artinya titik. Kalian sudah memahami proses pembuatan batik dimulai dari tahapan mendesain batik, melukis kain, menutupi bagian kain putih, proses pewarnaan kain, melukis kembali dengan canting, menghilangkan lilin, membatik lagi, nglorot, dan mencuci kain batik. Berikut ini beberapa contoh batik yang ada di Kabupaten Blora sesuai gambar 1.1.1 dan 1.1.2 Gambar 1.1.1 Motif Kilang Minyak Gambar 1.1.2 Motif Kayu Jati BAB 1 Sumber : nationalgeographic.grid.id Sumber : Fitinline.com


Mari simak video berikut ! Setelah menyimak video di atas, mari kita kupas lebih dalam lagi mengenai hubungan proses pembatikan dengan materi asam basa. Sebelum di atas merupakan salah satu contoh rekonstruksi sains masyarakat ke sains ilmiah yaitu proses pembatikan. Proses awal pembatikan yang sering kita ketahui yaitu : 1. Molani (Mendesain) Molani atau mendesain yaitu proses menggambar motif pada kain mori menggunakan pensil secara langsung. Desain yang dibuat secara langsung adalah desain untuk satu motif atau lebih dari satu motif namun untuk tiap motifnya berbeda-beda. Adapun desain yang dibuat dengan menjiplak adalah desain untuk banyak motif namun semua motifnya sama. 2. Nyanting Nyanting adalah proses merekatkan malam ke atas kain putih yang sebelumnya telah diberikan pola motif batik. Pola yang telah digambar kemudian ditebali menggunakan lilin dengan alat canting. Lilin sendiri merupakan senyawa kimia golongan ester. Lilin batik ini terdiri campuran beberapa pokok bahan lilin misalnya gondoruken, damar(mata kucing), paraffin (kuning dan putih), microwax, lemak binatang (kendal dan gajih), minyak kelapa, lilin tawon, dan lilin lancing (Abdul malik dan Khairunnisa, 2016) Gambar 1.1.4 Nyanting Gambar 1.1.3 Molani 2 Sumber : Youtube.com Sumber : Youtube.com Sumber : Youtube.com


3. Nembok Nembok merupakan proses dimana kain yang belum terutup oleh lilin diberi warna napthol/indigosol. Pewarnaan napthol sendiri merupakan pewarna sitetis yang memerlukan bahan kimia NaOH pelarut. Sedangkan indigosol merupakan pewarna sintetis yang memerlukan bahan kimia HCl sebagai pelarutnya. Untuk pewarna alami biasanya menggunakan kayu secang, mahoni, dll dengan pelarut air. Gambar 1.1.5 Nembok 4. Penguncian Warna Tahan keempat adalah penguncian warna menggunakan waterglass. Waterglass (sodium silikat) merupakan senyawa alkali kuat berbentuk cairan kental yang tidak berwarna. Penggunaan waterglass berfungsi sebagai bahan pengikat untuk zat-zat pewarna reaktif serta penguat warna batik pada proses fiksasi. Fungsi lainnya adalah untuk mengunci warna batik agar tidak luntur saat proses pencucian. Gambar 1.1.6 Penggunaan Waterglass 5. Pengeringan di Bawah Sinar Matahari Pengeringan kain batik di bawah sinar matahari yang sudah di beri waterglass bertujuan agar warna pada batik yang sudah di beri waterglass mengunci secara sempurna. 6. Pencucian dengan Air Bersih Tahap pembuatan batik selanjutnya adalah pencucian kain yang sudah dikeringkan dibawah sinar matahari menggunakan air bersih, hal ini bertujuan untuk menghilangkan waterglass pada kain batik. 7. Nglorod Nglorod bertujuan untuk melepaskan seluruh lilin (malam) dengan cara memasukkan kain yang sudah cukup tua warnanya ke dalam air mendidih. Gambar 1.1.7 Nglorod 3 Sumber : Youtube.com Sumber : Youtube.com Sumber : Youtube.com


Berdasarkan sumber dan asalnya, pewarna batik di bagi menjadi 2 golongan, yaitu pewarna sintesis dan pewarna alami. Pewarna sintesis merupakan pewarna yang berasal dari bahan kimia. Pewarna sintesis terdapat beberapa macam diantaranya napthol, remasol, dan indigosol. Setiap pewarna, baik pewarna alami maupun sintesis mempunyai pengunci atau pembangkit warna masing-masing yang bermanfaat untuk mencegah pemudaran warna. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Purwanto (2018) bahwa penguncian warna ini dilakukan agar warna pada batik tidak mudah pudar. Sedangkan pewarna alami merupakan pewarna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan baik daun, batang,buah dan akar yang memiliki kandungan zat warna yang kuat. Pewarna alami yang dapat digunakan sebagai pewarna batik antara lain : warna biru berasal dari tom/indigo; warna merah berasal dari akar mengkudu, kayu mahoni dan secang; warna kuning berasal dari buah jelawe, kunir, kayu nangka, dan daun mangga kweni; serta warna coklat berasal dari kulit dan kayu tingi ( Natanegara dan Dira, 2019). Gambar 1.1.8 Pewarna Napthol Gambar 1.1.9 Pewarna Indigosol Gambar 1.1.10 Pewarna Remasol Gambar 1.1.11 Pewarna Alami 4 Sumber : Ronaldgion1937.blogspot.com Sumber : Batikbumi.com Sumber : Batikbumi.com Sumber : Batikbumi.com


Terdapat banyak senyawa napthol misalnya napthol AS () akan memberikan warna merah, biru, violet, orange, dan hitam, napthol ASG () memberikan warna kuning, napthol ASGR () untuk warna hijau. Pewarna napthol yang biasa digunakan dalam pewarnaan batik adalah napthol AS. Senyawa Napthol AS merupakan senyawa yang tidak larut air, sehingga harus dirubah menjadi bentuk Napholat yang larut air dengan penambahan NaOH dengan bantuan garam diazonium agar pewarna napthol yang sesungguhnya dapat muncul. Dalam kondisi larut air, proses pembangkitan warna indigosol terjadi di dalam serat kain melalui proses oksidasi dengan bantuan natrium nitrit (NaNO2) dan asam klorida (HCl), sehingga pada kain dapat terbentuk warna dan warna pada kain tidak larut dalam air. Pertanyaan yang dapat diajukan ketika berbicara mengenai hubungan antara proses pewarnaan batik dengan salah satu konsep teori asam basa adalah, bagaimana reaksi yang terjadi antara salah satu jenis pewarna batik (Napthol AS) dengan NaOH dalam pembuatan pewarna batik? Jelaskan hubungannya dengan salah satu teori asam basa yang berkembang ! Agar kalian dapat menjawab pertanyaan di atas dan lebih memahami lagi mengenai hubungan antara materi asam basa dengan lokal wisdom, maka pelajari uraian materi mengenai teori asam basa berikut. 5


Asam memiliki rasa masam. Asam menyebabkan perubahan warna pada zat warna tumbuhan (mengubah kertas lakmus biru menjadi merah ). Larutan asam dalam air dapat menghantarkan arus listrik. Basa memiliki rasa pahit. Basa menyebabkan perubahan warna pada zat warna tumbuhan (mengubah kertas lakmus merah menjadi biru). Larutan basa dalam air menghantarkan arus listrik. Sifat-sifat suatu asam yang dikemukakan oleh Arrhenius antara lain : Sementara itu, sifat-sifat suatu basa menurut Arrhenius antara lain: Teori asam basa yang akan dipelajari pada e-modul ini ada 3 : 1. Teori asam basa Arrhenius 2. Teori asam basa Brønsted-Lowry 3. Teori asam basa Lewis Seperti halnya teori perkembangan atom, ketiga teori di atas saling melengkapi satu sama lain. 1. Teori Asam Basa Arrhenius Stave Arrhenius adalah seorang kimiawan yang mendefinisikan tentang asam basa pada abad ke-19. Arrhenius mendeskripaikan asam sebagai zat yang menghasilkan ion hidrogen (H ) dalam air. Sedangkan basa digambarkan sebagai zat yang menghasilkan ion hidroksida (OH ) di dalam air. + - Gambar 1.1.12 Stave Arrhenius Berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Arrhenius, suatu asam akan melepaskan ion H jika dilarutkan dalam air. Misalnya persamaan reaksi dari HCl sebagai berikut : HCl(aq) ---> H (aq) + Cl (aq) Adapun untuk contoh reaksi basa pada penjelasan teori Arrhenius adalah : NaOH(aq) ---> Na (aq) + OH (aq) + - + - + - Reaksi asam basa hanyalah sebatas pada larutan berair (aqueus, aq) dan asam basa adalah zat yang hanya menghasilkan H dan OH KETERBATASAN TEORI ARRHENIUS + - 6 Sumber : Canva.com


Konsep yang digunakan oleh Arrhenius mempunyai keterbatasan dalam hal penggunaan yaitu hanya berlaku untuk pelarut air. Pada tahun 1923, Johannes Brønsted (Denmark) dan Thomas Lowry (Inggris) mempublikasikan tulisan yang mirip satu-sama lain secara terpisah. Pendekatan teori asam basa BronstedLowry tidak terbatas hanya pada larutan berair, tetapi mencakup semua sistem yang mengandung proton (H ). Definisi asam Brønsted-Lowry adalah suatu zat yang dapat mendonorkan protonnya, sedangkan basa adalah sebagai akseptor (penerima) proton. 2. Teori Asam Basa Brønsted-Lowry + Gambar 1.1.13 Brønsted (kiri) dan Lowry (kanan) Contoh: HCl(aq) + H2O(aq) ---> H3O (aq) + Cl (aq) Berdasarkan contoh di atas, HCl bertindak sebagai asam Bronsted-Lowry karena mendonorkan protonnya, sedangkan H2O bertindak sebagai basa BronstedLowry karena menerima proton. + - Bagaimana jika pelarutnya bukan air ? Inilah yang menjadi keunggulan asam basa BrønstedLowry, karena teori ini dapat membedakan asam atau basa bukan dalam pelarut air saja. 7 Sumber : Canva.com


Contoh: HCl(aq) + NH3(aq) ---> NH4 (aq) + Cl (aq) Berdasarkan contoh di atas, HCl bertindak sebagai asam Bronsted-Lowry karena mendonorkan protonnya, sedangkan NH3 bertindak sebagai basa Bronsted-Lowry karena menerima proton. - Mengacu teori asam-basa Bronsted-Lowry akan terjadinya transfer proton, maka dikenal istilah pasangan asam – basa konjugasi. Perhatikan gambar 1.13 berikut !!! Apabila kita membicarakan ion hidrogen dalam larutan, H (aq), yang sebenarnya kita bicarakan tidak lain adalah ion hidronium, H3O (aq). + - HAL YANG HARUS DIINGAT!!! Berdasarkan gambar di atas, HCl bertindak sebagai asam Bronsted-Lowry dan Cl adalah pasangan basa konjugasinya, sedangkan H2O bertindak sebagai basa Bronsted-Lowry dan H3O adalah pasangan asam konjugasinya. - + Gambar 1.13 Contoh Pasangan Asam Basa Konjugasinya HAL YANG HARUS DIINGAT!!! + + 8


Penjelasan Reaksi di atas merupakan aplikasi dari teori asam basa yang dikembangkan oleh Bronsted-Lowry. Napthol AS bertindak sebagai senyawa asam dan NaOH sebagai senyawa basa. Napthol AS akan memdonorkan proton (ion H ) , oleh karena itu bertindak sebagai asam Bronsted-Lowry. sedangkan NaOH bertindak sebagai basa Bronsted-Lowry karena akan menerima proton (ion H ) yang dilepaskan oleh Napthol AS guna membentuk H2O. Hubungan antara lokal wisdom dengan teori asam basa adalah sebagai berikut. Reaksi yang terjadi antara salah satu jenis Napthol yaitu Napthol AS dengan Larutan NaOH panas adalah seperti gambar 1.14 berikut. Gambar 1.1.14 Reaksi Napthol AS dan NaOH + + 9


3. Teori Asam Basa Lewis Teori asam basa yang dikemukakan oleh Bronsted Lowry mempunyai keterbatasan terutama untuk senyawa-senyawa yang tidak mempunyai proton (H ). Tahun1932, seorang ilmuwan bernama Gilbert Newton Lewis mengajukan konsep mengenai asam basa yang dinamai asam lewis dan basa lewis. Asam lewis adalah suatu senyawa yang mampu menerima (aseptor) pasangan elektron dari senyawa lain. Sedangkan basa lewis adalah suatu senyawa yang mampu memberikan (mendonorkan) pasangan elektron kepada senyawa lainnya. Konsep ini memperluas konsep asam basa Bronsted Lowry, sehingga mampu menjelaskan sifat suatu asam atau basa untuk senyawa-senyawa yang tidak mempunyai proton (H ) Gambar 1.1.15 Gilbert Newton Lewis + + HAL PENTING YANG HARUS DIINGAT !!! Konsep yang digunakan dalam teori asam basa menurut Lewis didasarkan pada ikatan kovalen koordinasi. Zat yang mejadi basa lewis akan mendonorkan pasangan elektron bebasnya ke zat lainnya. Contoh : BF(aq) + NH3(aq) ---> NH3BF3(aq) Manakah yang bertindak sebagai basa jika dilihat dari gambar disamping? Yupsss, NH3 merupakan basa karena mendonorkan pasangan elektronnya ke BF3. Sehingga BF3 merupakan asam karena menerima pasangan elekrton dari NH3. 1 0 Sumber : Canva.com


C. RANGKUMAN Terdapat 3 teori yang dikembangkan mengenai konsep asam basa yaitu teori Arrhenius, teori Bronsted Lowry, dan teori Lewis. Teori asam basa Arrhenius menjelaskan bahwa asam adalah zat yang melepaskan ion H ketika direaksikan dengan air. Sedangkan basa adalah zat yang melepaskan ion OH ketika direaksikan dengan air. Teori asam basa Bronsted Lowry menjelaskan bahwa suatu asam zat yang mendonorkan protonnya kepada zat lain, sedangkan basa adalah zat yang menerima proton. Teori asam basa Lewis menjelaskan bahwa asam adalah zat yang menerima pasangan elektron bebas tersebut, sedangkan basa adalah suatu zat mendonorkan pasangan elektron bebas. Kelemahan teori asam basa Arrhenius adalah hanya berkutat pada pelarut air, sehingga muncul teori asam basa Bronsted Lowry untuk menyempurnakan teori sebelumnya Kelemahan teori asam basa Bronsted Lowry adalah kesulitan untuk menjelaskan senyawa-senyawa yang tidak mempunyai proton, sehingga muncul teori baru yang didasarkan pada konsep penggunaan pasangan elektron bersama untuk membentuk ikatan kovalen antar senyawa. Proses pewarnaan kain bati, digunakan senyawa-senyawa asam basa seperti NaOH dan HCl sebagai bahan pembantu pelarutan dan pemancar warna Reaksi yang terjadi pada proses pewarnaan antara NaOH degan Napthol AS sesuai dengan teori asam basa Bronsted Lowry karena terjadi proses transfer ion di dalamnya. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 1 1 + -


D. Evaluasi 1 D. Evaluasi 1 D. Evaluasi 1 Yuk, ukur kemampuan kalian dalam memahami materi yang ada di kegiatan pembelajaran 1, untuk mengerjakan soal-soal di bawah ini ! Pilihan Ganda Untuk memperoleh dan mengerjakan soal pilihan ganda pada kegiatan pembelajaran 1, bukalah link berikut ini. https://bit.ly/evaluasi1e-modul Kerjakan dengan jujur, dan skor kalian akan langsung muncul. Sebutkan kelemahan teori asam basa menurut Arrhenius dan Bronsted-Lowry! (2) Konsep asam basa menurut Lewis dapat menjelaskan reaksi yang terjadi di bawah ini ! CO2(g) + H2O(aq) ---> H2CO3(aq) Gambarkan struktur Lewis pada reaksi tersebut! Manakah yang merupakan asam Lewis dan Basa Lewis? (4) Perhatikan reaksi berikut ini! H2O(aq) + HNO2(aq) ---> H3NO (aq) + NO2 (aq) Sebutkan zat yang merupakan pasangan asam-basa konjugasi dan basa-asam konjugasi! (4) Uraian 1. 2. 3. + - 1 2


E. PEDOMAN PENILAIAN Hitunglah skor yang kalian dapat untuk masing-masing soal (untuk setiap soal pilihan ganda bernilai 2 dan untuk soal uraian sudah tertera di dalam soal tentang skor maksimalnya). Jumlahkan skor tersebut (soal pilihan ganda dan uraian) dengan total skor maksimal adalah 20. Kalikan 5 total skor yang kalian punya untuk mengubahnya menjadi satuan 100. Itulah nilai yang kalian dapat untuk kegiatan 1 pada e-modul ini. 1. 2. 3. 4. Konversi Nilai Kuantitatif menjadi Kualitatif Jika nilai kalian masih berada di kriteria cukup ke bawah (<60), maka kerjakan ualng soal-soal tersebut hingga nilaimu memuaskan. Namun jangan melihat kunci jawaban yang sudah ada, karena sama saja membohongi hasil dan nilai yang akan kalian dapatkan! 1 3


Buatlah pasta dengan cara menambahkan sedikit air ke dalam zat warna napthol. Penambahan soda kaustik atau NaOH ke dalam larutan tersebut. Penambahan air panas sesuai dengan takaran yang dibutuhkan. Perbandingan ketiga bahan adalah 5 gram napthol : 1 gram soda kaustik : 1 L air. Dalam proses pewarnaan batik, digunakan senyawa asam ataupun basa untuk membantu proses-proses pewarnaan. Misalnya untuk zat warna napthol dengan menggunakan NaOH untuk membantu pelarutan karena zat warna napthol tidak dapat larut dalam air. Begitupun dengan zat warna remasol yang menggunakan NaOH sebagai salah satu bahan yang ditambahkan ketika proses pencelupan kain batik. Berbeda halnya dengan zat warna napthol dan remasol yang menggunakan basa untuk membantu proses fiksasinya. Asam yang digunakan dalam proses fiksasi zatt warna indigosol adalah HCl. Penambahan beberapa senyawa asam basa yang digunakan baik dalam proses pewarnaan maupun fiksasi akan berdampak pada nilai deajat keasamannya (pH) Pembuatan larutan zat warna napthol dengan penambahan NaOH dapat dilihat melalui proses berikut 1. 2. 3. 4. KESETIMBNGAN ION DALAM LARUTAN ASAM BASA DAN PH K e g i a t a n p e m b e l a j a r a n 2 A . T u j u a n P e m b e l a j a r a n B . U r a i a n M a t e r i Link Game soal Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang dikaitkan dengan local wisdom ini, peserta didik diharapkan dapat menghitung konsentrasi ion H dan OH serta dapat menghitung nilai derajat keasaman (pH) suatu zat atau larutan dengan benar. 1 4 + - Gambar 1.2.1 Contoh Zat Warna Indigosol BAB 1 Sumber : Batikbumi.com


Pelarutan zat warna indigosol ke dalam air panas menggunakan perbandingan sekitar 5-6 gram indigosol : 1 L air panas. Pembuatan larutan fiksasi yaitu campurkan antara 8 gram Natrium Nitrit + HCl 10 mL : 1 L air dingin. Untuk membantu mengeluarkan warna sebenarnya yaitu dengan menggunakan larutan fiksasi yang telah dibuat dalam proses fiksasi. Klik gambar di bawah ini untuk menyimak videonya! Contoh lainnya adalah pada pembuatan zat warna indigosol. Zat warna ini larut dalam air sehingga pelarutannya cukup menggunakan air panas saja. Namun, warna yang sebenarnya belum akan keluar jika hanya menggunakan air panas saja, maka dari itu pada proses fiksasi digunakan larutan asam yaitu HCl (asam kloida). Pembuatan larutan zat warna indigosol melalui proses berikut: 1. 2. 3. Bagaimana bisa penambahan senyawa asam atau basa dapat mempengaruhi nilai pH suatu zat? Mari kita pelajari bersama pada materi berikut ini! 1 5 Sumber : Youtube.com


1. Tetapan Kesetimbangan Air Air adalah pelarut yang paling sering digunakan yang bersifat elektrolit lemah. Sebahian kecil molekul air terionisasi menjadi ion H dan OH , menurut reaksi berikut ini : H2O(l) ---> H (aq) + OH (aq) Bedasarkan reaks tersebut, maka untuk memperoleh nilai K (tetapan kesetimbangan), digunakan rumus : K = [H ] x [OH ] [H2O] K [H2O] = [H ] x [OH ] Karena fraksi molekul air yang terionisasi sangat kecil, konsentrasi air yaitu H2O hampir tidsk berubah. Dengan demikian : K [H2O] = Kw = [H ] x [OH ] Berdasarkan reaksi ionisasi air, kita tahu bahwa perbandingan ion H dan OH dalam air murni (larutan netral) adalah [H ] = [OH ], sehingga rumusan Kw dapat ditulis sebagai berikut: Kw = [H ] x [H ] Kw = [H ] Berikut ini merupakan tabel harga tetapan kesetimbangan air pada suhu tertentu sesuai dengan tabel 1.2.1 Tabel 1.2.1 Tetapan Kesetimbangan air dalam beberapa suhu tertentu Berdasarkan tabel tersebut, harga tetapan kesetimbangan air (Kw) pada suhu 25 C adalah 1,00 x 10 . Maka harga [H ] maupun [OH ] yaitu sebesar 1,00 x 10 untuk masing-masing konsentrasi. + + - - + - + - + - + - + + + 2 0 -14 -7 + - 1 6


2. Pengaruh Asam Basa terhadap Kesetimbangan Air Berdasarkan konsep pergeseran kesetimbangan, jika konsentrasi [H ] ditambahkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri, namun tidak akan merubah harga Kw. Akibatnya perbandingan ion H dan OH dalam larutan asam menjadi : [H ] > [OH ] Berdasarkan konsep pergeseran kesetimbangan, jika konsentrasi [OH ] ditambahkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah kanan, namun tidak akan merubah harga Kw. Akibatnya perbandingan ion H dan OH dalam larutan asam menjadi : [H ] < [OH ] + + - - + + - + - - + - a. Pengaruh Asam + - b. Pengaruh Basa - 3. Menghitung Konsentrasi [H ] dan [OH ], Hubungannya Harga Derajat + - Keasaman (pH) Kekuatan asam, sebanding dengan jumlah ion H , Sedangkan kekuatan basa sebanding dengan OH Senyawa asam dapat dibedakan menjadi 2 jika dilihat dari kemampuan terionisasinya. Senyawa asam yang terionisasi secara sempurna mempunyai harga α = 1 disebut asam kuat. Untuk senyawa asam yang tidak terionisasi dengan sempurna dan mempunyai harga 0 < α < 1 disebut asam lemah. Senyawa asam kuat dan asam lemah dapat dilihat pada tabel 1.2.2 berikut (Chang dan Overby, 2011). Tabel 1.2.2 Contoh Senyawa Asam Kuat dan Asam Lemah a. Senyawa Asam Note : Untuk mempermudah klasifikasi jenis asam, maka semua asam yang tidak ada di glongan asam kuat, maka merupakan asam lemah 1 7


Untuk menghitung konsentrasi [H ] dalam larutan asam kuat dengan harga α = 1, maka digunakan rumus : [H ] = a x Ma Keterangan : [H ] = konsentrasi ion H Ma = molaritas asam kuat (M) a = valensi asam Untuk menghitung konsentrasi [H ] dalam larutan asam lemah dengan harga 0<α<1 melalui beberapa proses. Jika konsentrasi awal larutan asam lemah HA dinyatakan sebagai Ma, maka: Atau dapat dituliskan komposisi saat kesetimbangan terjadi (1-α)Ma, αMa, αMa. Jika nilai α sangat kecil (α << 1), maka dapat diasumsikan nilai (1-α) ≈ 1, sehingga persamaan Ka (tetapan asam) untuk asam lemah dapat ditulis seperti berikut : Ka = α x Ma Jadi untuk menghitung konsentrasi H dalam larutan asam lemah adalah : Bagaimana cara menghitung konsentrasi H dalam suatu asam kuat dan asam lemah ? + + 2 + + + + 1 8


Hubungan konsentrasi ion H dengan nilai Derajat Keasaman (pH) Konsep pH pertama kali diajukan oleh seorang ahli biokimia dari Denmark yaitu S.P. Sorensen pada tahun 1909. Sorensen menyatakan pH merupakan logaritma negatif dari konsentrasi ion hidrogen dan dirumuskan sebagai berikut pH = -log [H ] Keterangan : [H ] = konsentrasi ion H + + + + + b. Senyawa Basa Senyawa basa sendiri dapat dibedakan menjadi 2 jika dilihat dari kemampuan terionisasinya. Senyawa basa yang terionisasi secara sempurna dan mempunyai harga α = 1 disebut basa kuat. Untuk senyawa basa yang tidak terionisasi dengan sempurna dan mempunyai harga 0<α<1 disebut basa lemah. Senyawa basa kuat dan basa lemah dapat dilihat pada tabel 1.2.3 berikut (Chang dan Overby, 2011). Tebel 1.2.3 Contoh Senyawa Basa Kuat dan Basa Lemah Note : Untuk mempermudah klasifikasi jenis basa, maka semua basa yang tidak ada digolongan senyawa basa kuat merupakan senyawa basa lemah. 1 9


Untuk menghitung konsentrasi OH dalam larutan basa kuat dengan harga α = 1, maka digunakan rumus : OH = b x Mb Keterangan : [OH ] = konsentrasi ion OH Mb = molaritas basa kuat (M) b = valensi basa Dengan cara yang sama seperti pada senyawa basa lemah, perhitungan konsentrasi [OH ] dalam larutan basa lemah dengan harga 0<α<1, Keterangan : [OH ] = konsentrasi ion OH Mb = molaritas basa kuat (M) Kb = tetapan basa Hubungan konsentrasi ion OH dengan nilai Derajat Keasaman (pH) pOH = -log [OH ] Keterangan : [OH ] = Konsentrasi ion Hidroksida Hubungan antara pH dan pOH dapat diturunkan dari persamaan tetapan kesetimbangan air (Kw) pada suhu 25 C sebagai berikut: [H ] . [OH ] = Kw (1 x 10 ) pH + pOH = pKw pH + pOH = 14 Maka mencari pH dari suatu pOH adalah menggunakan rumus : pH= 14-log [OH ] - - - - - - - - - - + - -14 0 2 0


LATIHAN SOAL Berapakah pH Napthol AS (C H NO) 0,1 M jika bereaksi dengan air ? Tentukan nilai Ka yang dimiliki napthol AS tersebut! 1. 2. Berapakah pH NaOH 0,5 M jika bereaksi dengan air ? Tentukan nilai Ka yang dimiliki NaOH tersebut! 17 22 2 1 Scan Barcode di samping untuk melihat jawaban yang benar!!


Air mengalami kesetimbangan, dimana tetapan kesetimbangan air (Kw) merupakan hasil kali ion [H ] dan [OH ]. Nilai Kw = 1 x 10 , dengan harga [H ] dan [OH ] = 1 x 10 . Asam dan basa kuat adalah asam dan basa yang dianggap terionisasi sempurna dalam larutannya. Mencari konsentrasi ion Hidrogen dan Hidroksida dalam asam dan basa kuat menggunakan rumus : [H ] = Asam dan basa lemah adalah asam dan basa yang dianggap tidak terionisasi sempurna dalam larutannya. Mencari konsentrasi ion Hidrogen dan Hidroksida dalam asam dan basa lemah menggunakan rumus: : Hubungan derajat keasaman (pH) dengan konsentrasi [H ] suatu larutan dapat dicari berdasarkan rumus berikut : pH = -log [H ] Hubungan derajat keasaman (pH) dengan konsentrasi [OH ] suatu larutan dapat dicari berdasarkan rumus berikut : pOH pH Penggunaan NaOH pada proses perwarnaan batik menggunakan pewarna remasol dan napthol akan membuat pH larutan menjadi tinggi (kebasaan). Penggunaan HCl sebagai bahan fiksasi pada pewarna indigosol akan membuat pH larutan menjadi rendah (keasaman). 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. + C. RANGKUMAN + + + - - -14 -7 2 2


D. Evaluasi 2 D. Evaluasi 2 D. Evaluasi 2 Yuk, ukur kemampuan kalian dalam memahami materi yang ada di kegiatan pembelajaran 2, untuk mengerjakan soal-soal di bawah ini ! Pilihan Ganda Untuk memperoleh dan mengerjakan soal pilihan ganda pada kegiatan pembelajaran 2, bukalah link berikut ini. https://bit.ly/Evaluasi2e-modul Kerjakan dengan jujur, dan skor kalian akan langsung muncul. Tentukan nilai pH larutan NH4OH 0,1 M jika nilai Kb = 1 x 10 ! (10) Tentukan gram NaOH yang dibutuhkan untuk mendapatkan 200 mL NaOH (Mr = 40 gr/mol) dengan pH 13 + log 4! (15) Untuk menetralkan 50 mL larutan Ca(OH)2 0,9 M. Tentukan larutan HCl 0,2 M yang dibutuhkan ! (5) Uraian 1. 2. 3. 2 3


E. PEDOMAN PENILAIAN Hitunglah skor yang kalian dapat untuk masing-masing soal (untuk setiap soal pilihan ganda bernilai 10 dan untuk soal uraian sudah tertera di dalam soal tentang skor maksimalnya). Jumlahkan skor tersebut (soal pilihan ganda dan uraian) dengan total skor maksimal adalah 100. Itulah nilai yang kalian dapat untuk kegiatan 2 pada e-modul ini 1. 2. 3. Konversi Nilai Kuantitatif menjadi Kualitatif Jika nilai kalian masih berada di kriteria cukup ke bawah (<60), maka kerjakan ualng soal-soal tersebut hingga nilaimu memuaskan. Namun jangan melihat kunci jawaban yang sudah ada, karena sama saja membohongi hasil dan nilai yang akan kalian dapatkan! 2 4


Pada kegiatan pembelajaran 1, sudah dijelaskan bahwa salah satu cara yang digunakan untuk menentukan apakah zat termasuk golongan asam atau basa adalah menggunakan indikator. indikator yang tersedia untuk mengetahui sifat asam atau basa suatu zat secara umum dibedakan menjadi 2 yaitu indikator alami dan buatan. Proses pembatikan yang erat kaitannya dengan materi indikator dan reaksi pada asam dan basa adalah tahapan fiksasi dan pengolahan limbah. Fiksasi merupakan proses untuk memperkuat warna agar tidak mudah luntur (Pringgenies et al., 2017). Bahan-bahan yang biasa digunakan dalam proses fiksasi ini adalah tawas, tunjung, dan kapur untuk pewarna alami. Sementara itu, pada proses pembuatan batik pasti akan dihasilkan limbah yang biasanya berupa cairan. Limbah-limbah ini mengandung bahan kimia karena pada proses pembuatannya terdapat bahan kimia yang digunakan. Parameter yang penting untuk kehidupan biota air, tanaman dan industri. Limbah cair dikatakan bersifat asam apabila pH<7 dan basa apabila pH>7. Air limbah proses pencelupan batik ada yang bersifat asam dan bersifat basa (Abdullah, 2007) INDIKATOR DAN REAKSI ASAM BASA K e g i a t a n p e m b e l a j a r a n 3 A . T u j u a n P e m b e l a j a r a n B . U r a i a n M a t e r i Link Game soal Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang dikaitkan dengan local wisdom ini, peserta didik diharapkan dapat memprediksi pH larutan asam basa berdasarkan indikator asam basa dan menjelaskan reaksi yang terjadi antara asam dan basa dengan cermat. 2 5 Gambar 1.3.1 Contoh Zat Warna Napthol BAB 1 Sumber : Ronaldgion1937.blogspot.com


Gambar 1.3.2 Skala pH Salah satu proses pengolahan limbah batik adalah dengan cara elektrodegradasi. Terdapat konsep kimia asam basa di dalamnya, meskipun konsep kimia yang sangat kental dengan proses ini adalah teaksi reduksi dan oksidasi (redoks). Proses elektrodegradasi adalah suatu degradasi kontiyu dengan menggunakan arus listrik searah melalui peristiwa elektrolisis. Proses elektrolisis tersebut terjadi reaksi reduksi air menjadi gas hidrogen dan ion hidroksida pada katoda dan terjadi reaksi oksidasi ion Cl menjadi Cl2 pada anoda. Hasil dari reaksi dan reduksi dalam larutan tersebut yakni gas kloris (Cl2), asam hipoklorit (HOCl), dan ion hipoklorit OCl yang merupakan agen pengoksidasi kuat yang digolongkan ke dalam klor aktif. Klor aktif mempunyai kemampuan untuk mendegradasi zat warna di dalam limbah karena merupakan oksidator yang sangat kuat (Sumarni, 2018). Berikut ini gambar 3.3 yangmenunjukkan reaksi reduksi dan oksidasinya: Gambar 3.3 Reaksi Reduksi dan Oksidasi dalam Proses Elektrodegradasi Proses pengolahan lombah batik (elektrodegradasi) merupakan peristiwa reaksi redoks yang menghasilkan klor aktif. Klor aktif tersebut yang dapat mendegradasi limbah batiksehingga tidak membahayakan ketika dibuang ke sungai atau tempat lainnya. - - 2 6 Sumber : Saintif.com


Indikator alami merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui kisaran pH dari suatu larutan uji yang terbuat dari bahan alami. Bahan alami yang umum digunakan biasanya berupa tanaman yang mempunyai warna terang agar dapat dilihat perbedaannya ketika ditetesi larutan uji. Berikut ini adalah tabel 1.3.1 yang menunjukkan perubahan warna beberapa indikator alami Tabel 1.3.1 Perubahan Warna Indikator Alami Salah satu indikator alami yang paling umum digunakan adalah kunyit. Warna yang dihasilkan dari kunyit yang di ekstraksi sederhana dapat membedakan suatu larutan asam atau basa. Ternyata kunyit juga bisa digunakan sebagai pewarna alami dari batik. Pewarna alami batik biasanya berasal dari tumbuh-tumbuhan disekitar kehidupan manusia. Biasanya berasal dari kulit-kulit pohon seperti pohon mahoni, pohon songa tingi, dan pohon mangrove. Lalu bagaimana hasilnya setelah dilakukan proses fiksasi ya ? Mari kita pelajari bersama !!! Pada reaksi tersebut, terdapat ion hidroksida yang artinya menunjukkan adanya sifat basa pada larutan yang digunakan. Beberapa acara lain untuk mengetahui sifat larutan apakah asam atau basa adalah dengan menggunakan indikator. Berikut ini penjelasan materinya!! 1.Indikator Alami 2 7


Kapur untuk menghasilkan warna yang muda atau terang. Tawas untuk memperoleh warna dasar atau asalnya. Tunjung agar menghasilkan warna yang lebih tua (Fitinline, 2018). Hilangkan semua kulit kunyit menggunakan pisau atau alat lainnya. Tumbuklah atau haluskan kunyit menggunakan cobek atau parutan. Masukkanlah air ke dalam kunyit tersebut. Saringlah dan ambil sari kunyit untuk dijadikan sebagai indikator alami. Penggunaan kapur, tawas, dan tunjung sebagai bahan fiksasi warna batik juga berprinsip yaitu menggunakan parameter perubahan warna. Karakteristik penggunaan bahan fiksasi terhadap perubahan warna yang terjadi antara lain: 1. 2. 3. Berikut ini pengaruh bahan fiksasi terhadap perubahan warna indikator alami yang terjadi menurut hasil penelitian Pringgenies et al., (2017), sesuai gambar 1.3.4. Gambar 1.3.4 Pengaruh Penggunaan Bahan Fiksasi terhadap Beberapa Pewarna Alami Untuk membuat kunyit sebagai indikator alami asam basa, maka lakukan langkah-langkah berikut ini: 1. 2. 3. 4. 2 8 Sumber : Jurnal Leli, 2022


Kunyit dicuci bersih, kemudian hilangkan kulitnya. Kunyit ditimbang 80 gram kemudian tambahkan air sebanyak 800 mL untuk dihancurkan menggunakan blender. (perbandingan kunyit dengan air 1:10) Hasil kunyit yang sudah diblender tersebut direbus selama 20 menit. Larutan yang sudah selesai direbut kemudian disaring untuk memisahkan antara filtrat dengan bagian yang tidak diinginkan. Diamkan selama 12-24 jam agar endapan dapat dipisahkan sebelum digunakan sebagai pewarna alami batik. Kunyit sebagai pewarna alami batik siap untuk digunakan (Fakriyah, 2015). Lakukan proses fiksasi menggunakan kapur/tawas/tunjung. Pemilihan bahan fiksasi yang digunakan akan mempengaruhi warna akhir batik yang akan dihasilkan. Sementara untuk proses pembuatan zat warna alami kunyit untuk kain batik, sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berikut ini adalah penjelasan mengenai 3 bahan fiksasi yang biasanya digunakan untuk fiksasi pewarna alami dalam pembuatan batik. Kapur yang biasanya digunakan sebagai bahan fiksasi adalah kapur tohor dengan rumus kimia CaO. Unsur-unsur logam akan membentuk suatu larutan basa apabila direaksikan dengan air (Sudarmo dan Mitayani, 2014). CaO sendiri merupakan suatu oksida basa (karena merupakan gabungan dari unsur (Ca) dan oksigen) sehingga apabila direaksikan dengan air akan membentuk larutan basa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan kapur ini merupakan representasi suatu basa untuk bahan fiksasi. Tawas yang digunakan sebagai bahan fiksasi batik mempunyai rumus kimia KAI(SO ) .12H O. Jika diperhatikan lebih dalam lagi dalam rumus kimia tawas, terdapat oksida asam di dalamnya yaitu SO . Apakah tawas merupakan representasi dari suatu asam yang digunakan sebagai bahan fiksasi dalam pembuatan batik ? 4 2 2 4 2 9


Dilihat dari segi limbah yang dihasilkan, pewarna alami batik lebih ramah lingkungan dan lebih aman untuk kesehatan. Ketersediaan bahan baku yang melimpah dan merupakan bahan baku yang terbarukan. Mendorong pelestarian dan pembudayaan keanekaragaman hayati, karena termasuk industri ramah lingkungan. Ternyata ada satu unsur lainnya yang menjadi penentu tawas sebenarnya merupakan representasi dari suatu asam atau basa. Unsur tersebut adalah kalium (K), dimana kalium sendiri merupakan unsur logam. Ingatkan kalian cara memperoleh larutan basa? Jawabnya adalah dengan mereaksikan oksida basa dengan air seperti penjelasan dihalaman sebelumnya. Selain itu, ternyata ada satu cara lagi untuk membuat larutan basa yaitu dengan mereaksikan logam reaktif dengan air. Jadi kesimpulan yang didapatkan disini adalah tawas merupakan representasi suatu larutan netral untuk bahan fiksasi pembuatan batik. Tunjung yang digunakan dalam proses fiksasi pembuatan batik mempunyai rumus kimia FeSO4. Terdapat kandungan oksida basa di dalam rumus kimia tunjung yaitu SO4. Oksida asam sendiri adalah oksida yang berasal dari reaksi antara unsur-unsur non-logam dengan oksigen (Sudarmo dan Mitayani, 2014). Selain SO4, contoh lain oksida asam adalah CO2, SO2, P2O3, Cl2O7, dll. Kesimpulannya adalah tunjung merupakan representasi dari suatu asam yang digunakan sebagai bahan fiksasi pembuatan batik. Penggunaan pewarna alami dalam proses pembuatan batik mempunyai beberapa keunggulan diantaranya: 1. 2. 3. Lihatlah video disamping untuk melihat pengaruh limbah batik terhadap lingkungan 3 0


Perubahan yang terjadi pada kertas lakmus ketika diuji menggunakan larutan asam, netral, atau basa dijabarkan dalam tabel 3.2 berikut ini: Tabel 1.3.2 Perubahan Warna pada Kertas lakmus Indikator selajutnya adalah indikator buatan. Indikator ini biasanya hasil produksi/sintetis di laboratorium. Berikut ini beberapan contoh indikator buatan 2.Indikator Buatan (Laboratorium) a. Kertas Lakmus Kertas lakmus menjadi salah satu jenis indikator buatan yang paling sering didengar namanya. Hal ini karena pada dasarnya guru sudah mengenalkan indikator ini. Indikator ini juga sering digunakan pada saat praktikum di SMA atau MA. Gambar 1.3.5 Kertas Lakmus b.Indikator Universal Indikator universal berarti indikator yang dapat digunakan pada semua jenins senyawa/zat baik asam ataupun basa. Indikator jenis ini biasanya berguna ketika seseorang tidak mengetahui zat apa yang diujikan dan berapa kira-kira kisaran nilai pH nya. Gambar 1.3.6 Indikator Universal 3 1 Sumber : Tokopedia.id Sumber : Tokopedia.id


Scan barcode di samping untuk mengetahui prinsip kerja pH meter dalam mengukur pH suatu zat/cairan Prinsip kerja dari indikator universal ini (biasanya berupa kerja lakmus) kemudian dicelupkan ke larutan yang akan di uji, dan diamkan hingga perpaduan warna pada indikator keluar warnanya. Cocokanlah dengan gambar warna pada kemasan indikator untuk mengetahui nilai kisaran pH larutan tersebut. c. pH Meter pH meter merupakan alat pengukuran pH dengan cepat dan akurat. Alat ini dilengkapi elektroda yang dapat dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur nilai pH-nya. Nilai pH dapat dengan mudah dilihat secara langsung melalui G angka yang tertera pada layar digital alat tersebut. ambar 1.3.7 pH Meter d. Larutan Indikator Beberapa jenis larutan indikator yang sering digunakan di laboratorium beserta perubahan warna dan kisaran pHnya sesuai tabel 1.3. 3 berikut ini. Tabel 1.3.3 Perubahan Warna dan Trayek pH Larutan Indikator 3 2 Sumber : Canva.com


Bagaimana untuk menghitung pH dari pencampuran suatu asam dengan basa? Untuk menghitung nilai drajat keasaman (pH) larutan campuran asam dan basa tidak bisa langsung menggunakan rumus-rumus yang sudah dipelajari sebelumnya. Perhatikan contoh soal berikut ini ! Penambahan NaOH 0,1 M sebanyak 2 mL ke dalam 10 mL larutan HCl 0,1 M akan menghasilkan larutan dengan nilai pH.... Langkah penyelesaian : Reaksi antara larutan asam dan larutan basa untuk membentuk suatu larutan yang bersifat netral disebut sebagai reaksi netralisasi atau penetralan. Reaksi netralisasi secara umum merupakan reaksi antara sejumlah ion H dengan sejumlah ion OH yang sama banyaknya sehingga akan membentuk molekul H2O. 3. Reaksi Asam Basa a. Reaksi Netralisasi + - 3 3


Salah satu penerapan dari reaksi netralisasi adalah titrasi. Pengertian titrasi merupakan prosedur yang bertujuan untuk menentukan banyaknya suatu larutan dengan konsentrasi yang telah diketahui agar tepat habis berekasi dengan sejumlah larutan yang dianalisis (ingin diketahui kadarnya) (Sudarmo dan Mitayani, 2014). Titrasi yang melibatkan antara asam dan basa dikenal sebagai titrasi asam basa atau alkalimetri. Secara teknis titrasi dilakukan dengan cara meneteskan sedikit demi sedikit larutan yang berada di buret dengan volume larutan tertentu yang berada di erlenmeyer sampai keduanya habis bereaksi. Hal ini ditandai dengan perubahan warna indikator yang digunakan. Tepat pada saat indikator berubah, maka penambahan larutan yang berada di buret dihentikan dan volumenyadicatat sebagai volume titik akhir titrasi. b. Titrasi Asam Basa Pada gambar 3.8 di samping terlihat jelas rangkaian alat yang digunakan untuk mentitrasi suatu larutan. Alat-alat di samping meliputi (1) statif dan klem sebagai penyangga saat titrasi dilakukan, (2) buret sebagai wadah untuk titran, dan (3) labu erlenmeyer sebagai wadah untuk titrat. Gambar 1.3.8 Rangkaian Alat Titrasi Scan untuk mengetahui cara titrasi yang benar 3 4 Sumber : Jurnal Leli,2022


LATIHAN SOAL Suatu larutan limbah batik akan memberikan warna kuning dengan indikator metil jingga dan metil merah, serta memberikan warna biru dengan indikator BTB. Sementara itu, jika diuji dengan indikator PP, larutan menjadi tidak berwarna. Berapakah kisaran pH larutan limbah batik tersebut? 1. Scan Barcode di samping untuk melihat jawaban yang benar!! 3 5


Indikator alami adalah indikator yang digunakan untuk mengetahui kisaran pH dari suatu larutan uji yang terbuat dari bahan alami. Indikator buatan meliputi kertas lakmus, indikator universal, pH meter, dan larutan indikator. Reaksi netralisasi adalah reaksi antara larutan asam dan basa yang membenuk suatu larutan yang bersifat netral. Rumus reaksi netralisasi antara sam dan basa adalah : (M x V) . (a) valensi asam = (M x V) . (b) valensi basa Titrasi merupakan prosedur yang bertujuan untuk menentukan banyaknya suatu larutan dengan konsentrasu yang telah diketahui agar tepat habis bereaksi dengan sejumlah larutan yang dianalisis (ingin diketahui kadarnya). kapir, tawas, dan tunjung merupakan representasi dari suatu asam, netral, dan basa dalam proses fiksasi pembuatan batik. 1. 2. 3. 4. 5. 6. + C. RANGKUMAN - 3 6


D. Evaluasi 3 D. Evaluasi 3 D. Evaluasi 3 Yuk, ukur kemampuan kalian dalam memahami materi yang ada di kegiatan pembelajaran 3, untuk mengerjakan soal-soal di bawah ini ! Pilihan Ganda Untuk memperoleh dan mengerjakan soal pilihan ganda pada kegiatan pembelajaran 3, bukalah link berikut ini. https://bit.ly/evaluasi3e-modul Kerjakan dengan jujur, dan skor kalian akan langsung muncul. Hitunglah skor yang kalian dapat untuk masing-masing soal (untuk setiap soal berniai 20). Jumlahkan skor tersebut dengan total skor maksimal adalah 100.Itulah nilai yang kalian dapat untuk kegiatan 3 pada e-modul ini 1. 2. Konversi Nilai Kuantitatif menjadi Kualitatif Jika nilai kalian masih berada di kriteria cukup ke bawah (<60), maka kerjakan ualng soal-soal tersebut hingga nilaimu memuaskan. Namun jangan melihat kunci jawaban yang sudah ada, karena sama saja membohongi hasil dan nilai yang akan kalian dapatkan! E. PEDOMAN PENILAIAN 3 7


Pada bab 1 sudah dijelaskan terkait Local Wisdom yang ada di Blora yaitu Batik Khas Blora dengan materi asam basa. Bab 2 ini kita akan membahas kaitannya es jati khas Blora dengan materi asam basa. Sebelum masuk ke materi, mari kita bahas apa sih es jati itu ? bagaimana proses pembuatannya ? Es jati merupakan minuman khas kota Blora. Minuman ini sering dijajakan di Alun-alun kota dan sepanjang jalan Pemuda, yang merupakan jalan utama Kota Blora. Es jati terbuat dari salah satu bagian dari pohon jati. Es ini terbuat dari campuran ekstrak pucuk daun jati yang diberi pemanis gula jawa yang dicairkan serta santan. Seperti halnya es jati ini, yang terasa hanya nikmatnya saja, tidak ada rasa pahit sama sekali. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hamdin et al (2017), menyatakan bahwa pemberian ekstrak daun jati dosis 2000 dan 5000 mg/kg BB tidak memberikan efek toksik pada organ hati, ginjal, usus halus, jantung, lambung, limpa, dan paru-paru. Minuman jati ini biasa dijual seharga tiga ribu rupiah/bungkus. Minuman ini berisi irisan cincau sebagai isiannya, sehingga ketika diminum terasa seperti es cincau pada umumnya bedanya sari daun jati lebih terasa. senyawa yang terkandung di dalamnya sangat bagus untuk kesehatan. Sesuai penelitian Januarti et al (2017), daun jati mengandung senyawa flavonoid, saponin, tannin dan alkaloid. DERAJAT KEASAMAN (PH) K e g i a t a n p e m b e l a j a r a n 1 A . T u j u a n P e m b e l a j a r a n B . U r a i a n M a t e r i Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang dikaitkan dengan local wisdom ini, peserta didik diharapkan dapat memprediksi pengaruh pH terhadap larutan asam basa dengan benar. 3 8 BAB 2 Gambar 2.1.1 Es Jati Es Jati Khas Blora Sumber : Budaya-indonesia.org


Setelah menyimak video di atas, mari kita kupas lebih dalam lagi mengenai hubungan es jati dengan materi asam basa. Video di atas merupakan proses pembuatan es jati. Berikut adalah resep dan proses pembuatan es jati adalah sebagai berikut : 1 kg daun jati yang berkualitas baik (masih muda) 150 sirup vanili 1/4gula jaw dan air secukupnya Santan Pandan Susu kental manis secukupnya es batu yang dihancurkan secukupnya Cuci daun jati kemudian Giling daun jati yang sudah bersih dengan alat penggiling untuk mengambil airnya Saring air perasan dari daun jati supaya tidak terbawa ampas daun jati. Rebus air daun jati ,gula, santan, pandan dan sirup vanili secukupnya, aduk rata sampai matang. Tuang dalam gelas yang sudah diisi dengan es batu yang sudah dihancurkan. Bahan-bahan yang dibutuhkan Cara Membuat Minuman Es Jati Khas Blora 1. 2. 3. 4. 5. Bagaimana kaitan antara es jati dengan materi asama basa? Mari simak video berikut ! 3 9


Bahan penggunaan es jati adalah daun jati. Daun jati merupakan salah satu pewarna alami yang memberikan warna merah. Warna tersebut bersumber dari pigmen yang bernama antosianin. Menurut Ati et al (2006) dalam penelitiannya kestabilan pigmen antosianin pada daun jati sangat dipengaruhi oleh besaran pH dalam kata lain nilai pH dapat mempengaruhi kestabilan pigmen warna daun jati. Maka berdasarkan pernyataan tersbut, kestabilan pigmen antosianin pada daun jati akan stabil dalam keadaan asam atau basa ? Mari kita bahas ! a. Derajat Keasaman (pH) Derajat keasaman (pH) merupakan tingkatan asam basa suatu larutan yang diukur dengan skala 0 sampai dengan 14. pH digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau basa yang ada dalam suatu zat, larutan, atau benda. jenis larutan yang dibagi berdasarkan nilai pH adalah sebagai berikut : Apabila nilai pH di bawah 7, maka disebut dengan larutan asam. Semakin kuat keasaman, nilai pH maka akan semakin kecil. Kekuatan keasamannya sendiri bergantung pada kemampuan untuk menghasilkan ion H . Asam akan kuat jika dilarutkan dalam air yang menghasilkan ion H lebih banyak daripada asam lemah. Larutan netral memiliki nilai pH yang tepat di angka 7. Contoh dari jenis ini yaitu air murni dan juga beberapa garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat, misalnya NaCl dan NH4CN. Larutan basa memiliki nilai pH di atas 7. Basa yang kuat biasanya nilainya mendekati angka 14. Contohnya adalah NaOH dan KOH. Basa yang kuat biasanya jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH lebih banyak dibandingkan dengan basa yang lemah. 1.Larutan Asam 2. Larutan Netral 3. Larutan Basa + + - Antosianin mempunyai daerah perubahan warna yag berbeda-beda pada perubahan pH, tergantung pada senyawa yang terkandung di dalamnya. Antosianin yang terkandung dalam daun jati adalah jenis pelargonidin. Pelargonidin mempunyai daerah perubahan warna dari orange ke hijau. Pada asam, pelargonidin akan bewarna orange pada larutannya dan pada basa warna orange tersebut kemudian akan berubah menjadi hijau. Sehingga jika kita menyinggung tentang kestabilan warna, antosianin lebih stabil dalam pH asam dibandingan dengan pH basa, karena pada pH asam pigmen warnanya orange (warna asli) sedangkan pada pH basa akan bewarna hijau. 4 0


Derajat keasaman (pH) merupakan tingkatan asam basa suatu larutan yang diukur dengan skala 0 sampai dengan 14. Daun jati memiliki kandungan antosianin yang merupakan pigmen warna pada tumbuhan. Antosianin yang terkandung di dalam daun jati adalah jenis pelargonidin. Pelargonidin memiliki sifat yang khas dan peka terhadap perubahan pH. Antosianin lebih stabil dalam pH asam dibandingkan pH basa. Pada asam, pelargonidin akan bewarna orange pada larutannya dan pada basa warna orange tersebut kemudian akan berubah menjadi hijau. 1. 2. 3. 4. 5. + C. RANGKUMAN - 4 1


Click to View FlipBook Version