D. Evaluasi 1 D. Evaluasi 1 D. Evaluasi 1 Daun jati mengeluarkan zat warna orange kemerahan jika di haluskan sehingga daun jati dapat dijadikan pewarna alami. Apa yang menyebabkan keluarnya zat warna pada daun jati tersebut? (30) Daun jati memiliki kandungan antosianin jenis pelargonidin yang memiliki sifat khas dan peka terhadap pH. Mengapa pelargonidin sangat peka terhadap pH ? (35) Pada pH berapakah kestabilan warna pada antosianin daun jati ? Jelaskan ! (35) Yuk, ukur kemampuan kalian dalam memahami materi yang ada di kegiatan pembelajaran 1, untuk mengerjakan soal-soal di bawah ini ! Uraian 1. 2. 3. 4 2
E. PEDOMAN PENILAIAN Hitunglah skor yang kalian dapat untuk masing-masing soal (untuk nilai skor sudah tertera pada soal). Jumlahkan skor tersebut dengan total skor maksimal adalah 100.Itulah nilai yang kalian dapat untuk kegiatan 1 bab 2 pada e-modul ini 1. 2. Konversi Nilai Kuantitatif menjadi Kualitatif Jika nilai kalian masih berada di kriteria cukup ke bawah (<60), maka kerjakan ualng soal-soal tersebut hingga nilaimu memuaskan. Namun jangan melihat kunci jawaban yang sudah ada, karena sama saja membohongi hasil dan nilai yang akan kalian dapatkan! 4 3
A. Tujuan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengatahui sifat suatu larutan pewarna bati (Napthol AS, Indigosol IRD, dan Remasol) menggunakan indikator alami asam basa (Kunyit, daun jati dan bunga sepatu). - LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Percobaan Indikator Alami B. Alat dan Bahan Gelas Beker Mortar/alu/blender Saringan Kaki tiga Pembakar spirtus Pipet tetes Tabung reaksi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Napthol AS Indigosol IRD Remasol Bunga sepatu Kunyit Daun Jati Aquades 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. C. Petunjuk Percobaan 1. Pembuatan larutan pewarna batik a. Masukkan 3-5 gram pewarna batik ke dalam gelas beker. b. Panaskan aquades 50 mL hingga mendidih. c. Masukkan aquades tersebut ke dalam gelas beker yang berisi pewarna batik. d. Aduk hingga pewarna batik larut. e. Diamkan larutan hingga siap digunakan. 2. Pembuatan larutan indikator alami asam basa a. Masukkan indikator alami ke dalam mortar kemudian haluskan. b. Pindahkan ke dalam gelas beker. c. Masukkan aquades ke dalam gelas beker. d. Sariinglah dan ambil fitratnya yang berupa larutan bewarna. e. Larutan warna siap digunakan sebagai indikator asam basa. 3. Percobaan indikator alami asam basa dengan pewarna pada batik a. Masukkan 2 mL indikator alami ke dalam tabung reaksi. b. tambahkan larutan pewarna batik yang sudah dibuat sebelumnya. c. Amati perubahan warna yang terjadi. d. Catatlah hasil tersebut dan masukkan ke dalam tabel hasil percobaan. 4 4
Bandingkan dengan perubahan warna yang terdapat pada tabel 1.3.4 perubahan warna pada indikator alami untuk menentukan sifat dari larutan pewarna batik yang digunakan. - D. Hasil Percobaan E. Pembahasan F. Kesimpulan G. Pertanyaan Hasil praktikum menunjukkan, Napthol AS merupakan senyawa .... karena.... Hasil praktikum menunjukkan, Indigosol IRD merupakan senyawa .... karena.... Hasil praktikum menunjukkan, Remasol merupakan senyawa .... karena.... 1. 2. 3. H. Daftar Pustaka 4 5
Menurut teori asam basa Arrhenius, asam didefinisikan sebagai zat.... a. Meningkatkan [H ] bila dimasukkan kedalam H2O b. Menghasilkan [H ] bila dimaasukkan kedalam H2O c. Menghasilkan [OH ] bila dimasukkan kedalam H2O d. Menerima 1 H dari pasangan reaksinya e. Memberi 1 H dari pasangan reaksinya Kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah, bila dimasukkan ke dalam larutan… a. Kalium hidroksida b. Natrium klorida c. Barium sulfat d. Asam klorida e. Natrium nitrat Untuk mengukur derajat keasaman asam atau basa yang akurat, paling tepat menggunakan. . . . a. Fenolftalein b. Metil jingga c. pH meter d. Bromtimol biru e. Universal Jisoo menggunakan NaOH dalam proses pembuatan batik yakni sebagai pelarut zat warna Napthol AS. Jika Jisoo membuat larutan NaOH 0,80 gr sebanyak 500 mL berapakah pH yang dihasilkan.... (Ar Na= 23, H=1, O=16) a. 5 - log 4 b. 6 - log 4 c. 7 - log 5 d. 8 + log 4 e. 9 + log 4 LATIHAN SOAL 4 6 1. 2. 3. 4. + + + + -
Konsentrasi larutan HCl yang ditambahkan dalam proses pewarnaan batik mempunyai pH = 3 - log 2 adalah.... a. 3 x 10 M b. 2 x 10 M c. 3 x 10 M d. 0,003 M e. 0,001 M Taehyung menggunakan NaOH dan HCl dalam proses pembuatan batik. Jika larutan NaOH 0,1 M sebanyak 50 mL dicampurkan dengan larutan HCl 0,1 M 50 mL. Hitunglah pH campuran yang dihasilkan.... a. 8 b. 7 c. 6 d. 5 e. 4 Daun jati merupakan salah satu pewarna alami yang memberikan warna merah. pigmen warna tersebut bersumber dari. . . . a. Antosianin b. Tanin c. Flavonoid d. Alkaloid e. Saponin Antosianin merupakan pigmen warna yang peka terhadap.... a. Perubahan pH b. Perubahan suhu c. Senyawa asam d. Senyawa Basa e. Air 4 7 5. 6. 7. 8. -2 - -3 -3
Indigosol Asam, Arrhenius Tidak dapat membedakan senyawa asam basa jika tidak mempunyai proton Ikatan kovalen koordinasi BrØnsted-Lowry, karena berkaitan dengan donor proton HCN dan CN 1. 2. 3. 4. 5. 6. KUNCIJAWABAN Evaluasi1 Pilihan Ganda Uraian 4 8 -
4 9
HCl Harga pH larutan ini adalah 3-log 6 4 Harga pH larutan ini adalah 3-log √2 2- log 5 1. 2. 3. 4. 5. KUNCIJAWABAN Evaluasi 2 Pilihan Ganda Uraian 5 0
5 1
Indikator universal Indikator universal dan pH meter Air keras HCl, NaOH, dan H2SO4 Hanya 4 1. 2. 3. 4. 5. KUNCIJAWABAN Evaluasi 3 Pilihan Ganda Uraian KUNCIJAWABAN Evaluasi1(2) Daun jati memiliki kandungan pigmen alami antosianin jenis pelargonidin yang memberikan warna orange kemerahan. Ekstrak daun jati muda menghasilkan warna kuning pada pH asam, warna coklat pada pH 7, dan warna coklat kehijauan pada pH basa (30) Antosianin dapat berperan sebagai indikator dalam larutan polar. Struktur dan warnanya berubah seiring dengan perubahan pH. Pada pH 1 berwarna merah, namun dengan meningkatnya pH warnanya akan menjadi pucat. (35) Kestabilan warna antosianin yaitu pada keadaan asam pada pH 2-3, karena pada pH asam warna pigmen antosianin yaitu merah, jika pH meningkat (dalam keadaa basa) maka akan menghasilkan warna yang pucat. (35) 1. 2. 3. 5 2
DAFTAR PUSTAKA 5 3 Ati, N. H. (2006). Komposisi dan Kandungan Pigmen Tumbuhan Pewarna Chang, R. (2004). Kimia Dasar Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 1. Erlangga: Jakarta. Hakim, L. (2007). Pemanfaatan Tanah Gambut Sebagai Koagulan untuk Kurniawati, D. W. (2017). Ungkapan estetis Batik Blora: Upaya eksplorasi Malik, A., Nadia, N., & Khairunnisa, K. (2016). Pengaruh Komposisi Damar Priska, M., Peni, N., Carvallo, L., & Ngapa, Y. D. (2018). Antosianin dan Surianti, S., Husain, H., & Sulfikar, S. (2019). Uji Stabilitas Pigmen Merah Sudarmo, U. dan Mitayani, N. (2014). Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI. Semarni, W. (2018). Etnosains dalam Pembelajaran Kimia Prinsip, Pengembangan Menurunkan Warna pada Air Limbah Batik Nakula Sadewa. nilai-nilai kebudayaan lokalitas dalam membangun identitas. Imajinasi: Jurnal Seni. 11(2). 126-134. Mata Kucing Pada Pembuatan Lilin Batik Terhadap Kualitas Pewarnaan Hasil Pembatikan. Teknoin. 22(4). Pemanfaatannya. Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry), 6(2), 79-97. Antosianin dari Daun Jati Muda (Tectona grandis Linn f) terhadap pH sebagai Pewarna Alami. Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia Dan Pendidikan Kimia, 20(1), 94-101. Alami Tenun Ikat di Kabupaten Timor Tengah Selatan. indonesia: J. Erlangga: Jakarta. dan Implementasinya. Unnes Press.
Ais Nur Muslimah atau penulis e-modul ini lahir di Blora, 9 September 2001. Penulis merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Riwayat pendidikannya adalah TK Almasitoh (2006-2007), SD N 1 Biting (2007- 2013), SMP N 2 Cepu (2013-2016), SMA N 1 Kasiman (2016-2019), dan S-1 Pendidikan Kimia UIN Walisongo Semarang (2019-Sekarang) Penulis mempunyai hobi yang berhubungan dengan musik, misalnya bernyanyi dan bermain alat musik. beberapa prestasi yang pernah dijuarai yaitu Juara Drumband SMP Kab Blora, Juara 3 Vocal Grub Kab Blora, Juara 1 Padarampak, Juara 3 Cover Song se jurusan Kimia. 5 4
E-modul ini merupakan suatu bahan ajar yang berisikan hubungan local wisdom (batik dan es jati) dengan asa basa. Pembuatan e-modul ini ditujukan untuk peserta didik di SMA/MA/SMK yang mempelajari materi kimia asam basa. E-modul ini disusun untuk menciptakan variasi bahan ajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia. E-modul ini terdapat 2 bab dan 4 kegiatan pembelajaran yang berisikan tujuan pembelajaran, uraian materi (dilengkapi video-video pembelajaran ), evaluasi-evaluasi, kunci jawaban evaluasi, serta kegiatan praktikum berbasis local wisdom. Evaluasievaluasi dalam e-modul ini berbasis internet (kuis online) sehingga peserta didik akan lebih senang dalam mengerjakan soal. E-MODUL KIMIA BERBASIS LOCAL WISDOM Materi Asam Basa @aisnurmuslima Ais Nur Muslimah