PJOK - Modul 5. Bulu Tangkis 23 Lutan. Rusli dan Hartoto. 2004. Pendidikan Kebugaran Jasmani: Orientasi Pembinaan di Sepanjang Hayat. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Olahraga. Muhajir. 2016. Buku Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan. Kemendikbud Tim penyusunan Bahan Ajar. 2010. Buku Bahan Ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. https://informazone.com/artikel/variasi-lapangan-alatk-dalam-permainan-bulutangkis https://www.jurnalponsel.com/ keterampilan- pukulan- datar-kasti https://www.goggle.com-keterampilan-lempar-tangkap-kasti https://kitchenuhmaykoosib.com/keterampilan-dasar-bulutangkis/ https://www.contekan.net/2019/08/Keterampilan-peganagan-backhand
PJOK - Atletik-Jalan Cepat ii DAFTAR ISI Kata Pengantar ii Daftar isi iii Daftar Gambar iv I . Pendahuluan A. Deskripsi Singkat 1 B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 2 C. Petunjuk Belajar 2 D. Peran Guru dan Orang Tua 4 II . Kegiatan Belajar A. Indikator Pencapaian Kompetensi 5 B. Uraian Materi Permainan Jalan Cepat 6 C. Aktivitas Pembelajaran Atletik Jalan Cepat 6 D. Tugas 11 III . Penutup A. Rangkuman 12 B. Tes Akhir Modul 13 Lampiran 14 Daftar Pustaka 17
PJOK - Atletik-Jalan Cepat iii DAFTAR GAMBAR Gambar 7.1. Track lari cepat 7 Gambar 7.2. Langkah kaki dalam nomor jalan cepat 9 Gambar 7.3. Langkah kaki dalam nomor jalan cepat 10 Gambar 7.4. Gerak berjalan tanpa ayunan lengan 10
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 1 ATLETIK – JALAN CEPAT Pembelajaran aktivitas jalan cepat sebagai alat pada pembelajaran Pendidikan Jasmani, olahraga dan Kesehatan perlu dilakukan secara bertahap dan prosedural. Bertahap dalam arti pembelajaran gerak spesifik dilakukan dari yang ringan ke yang berat, dari yang sederhana sampai yang rumit, sedangkan prosedural berkaitan dengan urutan gerakan yang harus dilakukan, bertujuan agar ananda dapat dengan mudah untuk mempelajari gerak spesifik, hingga dalam penguasaan kompetensi tidak mendapat kesulitan, terutama yang berhubungan dengan gerak variasi dan kombinasi aktivitas jalan cepat. Akhir dari pembelajaran aktivitas jalan cepat yang dilakukan ananda adalah Memiliki keterampilan gerak spesifik atletik melalui aktivitas jalan cepat. Memiliki pengetahuan tentang gerak spesifik aktivitas jalan cepat, memahami karakter aktivitas gerak yang digunakan, mengenal konsep ruang dan waktu. Memiliki sikap seperti: sportifitas, kerjasama, tanggung jawab, dan disiplin dapat memahami budaya orang lain. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan modul ini adalah 6 x 40 menit belum termasuk untuk menyelesaikan tugas-tugas. Ingat, pelajari dulu petunjuk dan langkahlangkah yang harus Ananda lakukan sebelum mempelajari modul ini. Dan jangan lupa Ananda harus melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan pembelajaran agar tidak terjadi cedera otot A. Deskripsi Singkat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 2 Dalam mempelajari modul ini agar diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan ananda dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. a. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. b. Bila dalam mempelajari materi tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-teman yang lain. Dan bila masih belum terpecahkan sebaiknya ananda tanyakan pada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. c. Setelah Ananda merasa memahami materi pelajaran tersebut, kerjakanlah tugastugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis ananda. d. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Dan bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik ananda berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh guru bina atau guru pamong. C. Petunjuk Belajar
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 3 Teruntuk Bapak/Ibu Orang Tua peserta didik, berkenan Bapak/Ibu dapat meluangkan waktunya untuk mendengarkan dan menampung serta membantu memecahkan permasalahan belajar yang dialami oleh Ananda peserta didik. Jika permasalahan belajar tersebut belum dapat diselesaikan, arahkanlah Ananda peserta didik untuk mencatatkannya dalam buku catatan mereka untuk didiskusikan bersama teman maupun Bapak/Ibu Guru mereka saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung. Teruntuk Bapak/Ibu Guru, modul ini disusun dengan orientasi aktivitas peserta didik dan setiap modul dirancang untuk dapat mencakup satu atau lebih pasangan kompetensikompetensi dasar yang terdapat pada kompetensi inti 3 (pengetahuan) dan kompetensi inti 4 (keterampilan). Setiap peserta didik diarahkan untuk dapat mempelajari modul ini secara mandiri, namun demikian mereka juga diharapkan dapat menuliskan setiap permasalahan pembelajaran yang ditemuinya saat mempelajari modul ini dalam buku catatan mereka. Berkenaan dengan permasalahan-permasalahan tersebut, diharapkan Bapak/Ibu Guru dapat membahasnya dalam jadwal kegiatan pembelajaran yang telah dirancang sehingga Ananda peserta didik dapat memahami kompetensi-kompetensi yang disiapkan dengan tuntas. SELAMAT BELAJAR !
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 4 Atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu athlon atau athlum artinya pertandingan, perlombaan, pergulatan, atau perjuangan. Orang yang melakukannya dinamakan athleta (atlet). Kita dapat menjumpai pada kata pentahtlon yang terdiri dari kata penda berarti lima atau panca athlon berarti lomba. Arti selengkapnya adalah pancalomba atau perlombaan yang terdiri dari lima nomor. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan, atletik adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingan/diperlombakan yang meliputi nomor jalan, lari, lompat, dan lempar. Olahraga jalan cepat tidak diperkenankan langkah melayang atau membuat lompatan. Menurut aturan, kaki pejalan cepat harus tetap diatas tanah dan sekurangkurangnya satu kaki harus selalu menginjak tanah. Jalan cepat adalah suatu nomor atletik yang harus dilakukan dengan segala kesungguhan. Jalan cepat diadakan pada tahun 1867 di London. Pada tahun 1912 jalan cepat 10 km diselenggarakan pada lintasan sebagai salah satu nomor Olimpiade tahun 1976 tercantum nomor jalan cepat 20 km, yang sejak 1956 dipertandingkan dalam olimpiade. Tetapi pada olimpiade tahun 1980 di Moskow, jalan cepat 50 km dicantumkan lagi dalam nomor perlombaan. Perlombaan jalan cepat pada tahun-tahun terakhir ini mulai banyak penggemarnya dan dibicarakan. Olimpiade modern perlombaan jalan cepat 20 km, dan 50 km telah lama menjadi nomor yang diperlombakan. Di Indonesia perlombaan jalan cepat sebagai nomor yang diperlombakan pada kejuaraan nasional atletik tahun B. Uraian Materi Permainan Jalan Cepat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 5 1978. Jarak yang diperlombakan ialah untuk wanita: 5 km dan 10 km, dan untuk pria: 10 km dan 20 km. Organisasi olahraga atletik internasional baru terbentuk pada tanggal 17 juli 1912 pada olimpiade ke-5 di Stockhom, Swedia dengan nama “International Amateur Athletic Federation” yang disingkat IAAF. Sejak saat itu, atletik mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada tanggal 3 September 1950 di Indonesia berdiri PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). Pembelajaran Atletik menggunakan Jalan Cepat, Jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus lurus/ lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus. Gerak dasar fundamental jalan cepat pada modul ini adalah, sebagai berikut: 1. Gerak dasar fundamental gerakan tungkai 2. Gerak dasar fundamental gerakan lengan, dan 3. Gerak dasar fundamental gerakan pinggang. Gambar 7.1. Track lari cepat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 6 Jalan cepat adalah gerak maju langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kontak dengan tanah tetap terpelihara dan tidak terputus. Selama melangkah, kaki yang bergerak maju pejalan kaki harus berhubungan/menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Kaki penyangga harus diluruskan (tidak bengkok di lutut) untuk sekurang-kurangnya sesaat dalam posisi tegak/vertikal. Secara teknis jalan dan lari tidak ada perbedaan yang berarti. Baik jalan maupun lari adalah gerakan memindahkan badan ke muka dengan langkah-langkah kaki. Perbedaan jalan cepat dan lari adalah berikut ini. Jalan cepat: Pada gerakan jalan cepat selalu ada kaki yang berhubungan/kontak dengan tanah. Artinya,setiap saat salah satu kakiselalu terjadi kontak/menginjak tanah. Lari : Pada gerakan lari, ada saat melayang, pada waktu melangkah. Artinya, pada saat tertentu kedua kaki lepas atau tidak menyetuh/menginjak tanah. Perlombaan jalan cepat dalam perlombaan yang penting diperhatikan oleh setiap pejalan cepat adalah melakukan gerak langkah maju ke depan dengan salah satu kaki selalu tetap kontak dengan tanah. Artinya bahwa pada setiap akan melangkahkan kaki, salah satu kaki harus selalu tetap berhubungan atau menempel pada tanah. Pelaksanaan perlombaan jalan cepat itu diawali dengan adanya pemberangkatan (start) dan diakhiri dengan melewati garis finish, maka untuk keterampilan jalan cepat ini dapat dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu: gerakan start, jalan cepat, dan melewati garis finish. Tanpa penguasaan prinsip tersebut siswa tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam perlombaan jalan cepat. Siswa diminta untuk membaca berbagai macam gerakan jalan cepat dengan cermat, kemudian berlatihlah bersama-sama temantemannya untuk mempraktikkannya. Selanjutnya diskusikan bagaimana cara melakukan jalan cepat yang baik dan benar. 1. Aktivitas Pembelajaran 1, Gerak Dasar Start Pada Jalan Cepat Start perlombaan jalan cepat dilakukan dengan start berdiri. Karena start pada jalan cepat ini kurang berpengaruh terhadap hasil perlombaan maka tidak ada gerakan C. Aktivitas Pembelajaran Atletik Jalan Cepat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 7 khusus yang harus dipelajari atau dilatih. Sikap start pada umumnya adalah berikut ini. Pada aba “bersedia”, pejalan menepatkan kaki kiri di belakang garis start, kaki kanan di belakang kaki kiri, badan agak condong ke depan, tangan bergantung kendor. Pada “bunyi pistol” atau aba “Ya!”, segera langkahkan kaki kanan ke muka, dan terus jalan. 2. Aktivitas Pembelajaran 2, Gerak Dasar Fundamental Jalan Cepat Gerak Dasar Fundamental Jalan Cepat, sebagai berikut: a. Gerak dasar fundamental gerakan kaki jalan cepat: 1) Dorong dari kaki belakang menggelinding ke depan dari tumit telapak kaki dan jari-jari kaki, 2) Meletakkan kaki dengan ringan, 3) Gerak kaki mendatar, bukan melompat. b. Gerak dasar fundamental gerakan lengan jalan cepat: 1) Bahu rileks /tidak tegang, 2) Ayunan gerak lengan yang wajar mengayun dari muka ke belakang dan sikut ditekuk tidak kurang dari 90º kondisi ini dipertahankan dengan tidak mengganggu keseimbangan. c. Gerak dasar fundamental posisi tegak jalan cepat: 1) Badan tetap tegak saat berjalan. 2) Pundak tidak terangkat pada waktu lengan mengayun. d. Gerak dasar fundamental gerakan pinggul jalan cepat: 1) Gerakan pinggul yang baik fleksibel pada bagian sendi. 2) Berjalan dengan gerak memutar pada sendi panggul. Gambar 7.2. Langkah kaki dalam nomor jalan cepat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 8 3. Aktivitas Pembelajaran 3, Variasi Gerak Dasar Fundamental Jalan Cepat a. Kegiatan 1. Gerak dasar fundamental gerakan ayunan lengan dan tungkai ditempat: Gambar 7.3. Langkah kaki dalam nomor jalan cepat 1) Persiapan gerak dasar fundamental gerakan ayunan lengan dan tungkai ditempat, berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, kedua lengan tertekuk di atas samping badan, pandangan ke depan. 2) Pelakasanaan gerak dasar fundamental gerakan ayunan lengan dan tungkai ditempat, ayunan lengan yang wajar dari muka ke belakang dan sikut ditekuk tidak kurang dari 90º kondisi ini dipertahankan dengan tidak mengganggu keseimbangan, bahu rileks /tidak tegang. b. Kegiatan 2. Gerak dasar fundamental berjalan pada garis lurus tanpa ayunan lengan: 1) Persiapan gerak dasarfundamental berjalan pada garislurustanpa ayunan lengan, berdiri pada garis lurus dengan jarak ± 8 - 10 m, kedua lengan tertekuk di atas samping badan, 2) Pelakasanaan gerak dasar fundamental berjalan pada garis lurus tanpa ayunan lengan, lakukan gerak berjalan pada garis lurus, sedangkan kedua lengan tidak ikut bergerak menempuh jarak ± 9-10m, dilakukan secara individu, berpasangan atau kelompok, untuk menanamkan nilai-nilai kerja sama, disiplin, menghargai perbedaan dan sportivitas. Gambar 7.4. Gerak berjalan tanpa ayunan lengan
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 9 4. Aktivitas pembelajaran 4, Gerak Spesifik Memasuki Finish Tidak ada gerakan khusus untuk finish. Umumnya jalan terus hingga melewati garis finish, baru dikendorkan kecepatan jalannya setelah melewati jarak lima meter. Untuk memperoleh langkah-langkah yang tidak sampai terangkat sehingga melayang, maka pemindahan berat badan dari satu kaki ke kaki lain harus nampak jelas pada gerak panggul. 1. Bagaiman gerakan kaki saat melakukan atletik jalan cepat? 2. Bagaimana gerakan lengan lengan saat melakukan atletik jalan cepat? 3. Bagaiman gerakan pinggul saat melakukan atletik jalan cepat? C. Tugas
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 10 tegak/vertikal. Jalan cepat merupakan salah satu nomor dalam cabang atletik dan resmi diperlombakan dalam kejuaraan-kejuaraan atletik, baik nasional maupun intrnasional. Jalan cepat adalah gerak maju langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kontak dengan tanah tetap terpelihara dan tidak terputus. Selama melangkah, kaki yang bergerak maju pejalan kaki harus berhubungan/menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Kaki penyangga harus diluruskan (tidak bengkok di lutut) untuk sekurang-kurangnya sesaat dalam posisi Secara taktis jalan dengan lari tidak ada perbedaan yang berarti. Baik jalan maupun lari adalah gerakkan memindahkan badan ke depan dengan langkah-langkah kaki. Perbedaan jalan cepat dan lari adalah pada gerakan jalan cepatselalu ada kaki yang berhubungan/konyak dengan tanah. Dalam gerakan lari, ada saat melayang, pada waktu melangkah. Organisasi olahraga atletik Internasional baru terbentuk pada tanggal 17 juli 1912 pada Olimpiade ke-5 di Stockhom, Swedia dengan nama “International Amateur Athletic Federation” yang disingkat IAAF. Sejak saat itu, atletik mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada tanggal 3 September 1950 di Indonesia berdiri PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). A. Rangkuman
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 11 1. Tes Pengetahuan Rubrik Penilaian Pemahaman Konsep Atletik Nomor Jalan Cepat Pertanyaan yang diajukan Kualitas Jawaban 1 2 3 4 1 Bagaimana bentuk gerakan lengan saat melakukan atletik jalan cepat? 2 Bagaimana posisi togok saat melakukan gerakan atletik jalan cepat? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8 2. Penilaian Keterampilan Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Keterampilan Dasar Jalan Cepat Aspek Yang Dinilai Kualitas Gerak 1 2 3 4 1 Lakukan gerakan kakisaat melakukan jalan cepat 2 Lakukan gerakan lengan saat melakukan jalan cepat 3 Lakukan gerakan pinggul saat melakukan jalan cepat JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12 B. Tes Akhir Modul
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 12 A. Glosarium Abstrak benda yang kasat mata, tidak jelas, dan tidak terdefinisi Afektif ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Cedera luka atau disfungsi tubuh karena suatu paksaan atau tekanan fisik Efektif cara mencapai suatu tujuan dengan waktu yang cepat Efisien cara mencapai tujuan dengan sumber daya minimal namun hasil Faktual kejadian yang bersifat nyata Fasilitas sarana untuk melancarkan pelaksanaan Fleksibel bersifat lentur Fundamental bersifat mendasar Gotong royong bekerja bersama-sama untuk mencapaisuatu tujuan Inspirator memberikan ilham atau petujuk Kognitif kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual. Kombinasi menggabungkan beberapa obyek Konkrit nyata Konseptual sebuah fakta atau data yang sudah di proses agar lebih mudah di fahami Korektor pemeriksa yang adil dan obyektif Modifikasi merubah sesuatu agar lebih menarik Modul paket belajar yang berisisatu unit materi pembelajaran Motivator memberikan dorongan agar lebih semangat dalam belajar Prosedural sifat bahan yang kembali dengan sendirinya ke bentuk semula Psikomotor menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan kerja otot Ranah bagian atau elemen Sportif bersifat kesatria, jujur Teloransi saling menghormati dan menghargai
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 13 B. Kunci Jawaban Tugas 1. a) Dorong dari kaki belakang menggelinding ke depan dari tumit telapak kaki dan jarijari kaki, b) meletakkan kaki dengan ringan, c) gerak kaki mendatar, bukan melompat 2. a) bahu rileks /tidak tegang, b) ayunan gerak lengan yang wajar mengayun dari muka ke belakang dan sikut ditekuk tidak kurang dari 90º kondisi ini dipertahankan dengan tidak mengganggu keseimbangan. 3. a) gerakan pinggul yang baik fleksibel pada bagian sendi, b) berjalan dengan gerak memutar pada sendi panggul Tes Akhir Modul 1. Penilaian Pengetahuan 1) Skor 4: jika ananda mampu menjelaskan empat keterampilan dasar jika ananda mampu melakukan dua keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat 2) Skor 3: jika ananda mampu menjelaskan tiga keterampilan dasar jika ananda mampu melakukan dua keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam keterampilan atletik jalan cepat 3) Skor 2: jika ananda mampu menjelaskan dua keterampilan dasar akhir jika ananda mampu melakukan dua keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat 4) Skor 1: jika ananda mampu menjelaskan satu keterampilan dasar jika ananda mampu melakukan dua keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam keterampilan atletik jalan cepat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 14 2. Penilaian Keterampilan 1) Skor 4: jika ananda mampu melakukan empat keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat 2) Skor 3: jika ananda mampu menjelaskan tiga keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat 3) Skor 2: jika ananda mampu melakukan dua keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat 4) Skor 1: jika ananda mampu melakukan satu keterampilan dasar gerakan kaki, lengan, pinggul dan posisi togok dalam ketrampilan atletik jalan cepat
PJOK - Modul 7. Atletik-Jalan Cepat 15 Muhajir, 2016, Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Kemendikbud https://pixabay.com/id/vectors/atlet-atletik-perempuan-2026894/ https://www.freedomsiana.id/keterampilan-dasar-jalan-cepat-yang-baikdan-benar/ http://walpaperhd99.blogspot.com/2017/01/jalan-cepat-keterampilangerakan-variasi-dan.html
PJOK - Atletik - Lari Cepat ii DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar isi ii Daftar Gambar iii I . Pendahuluan A. Deskripsi Singkat 1 B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 2 C. Petunjuk Belajar 3 D. Peran Guru dan Orang Tua 4 II . Kegiatan Belajar A. Indikator Pencapaian Kompetensi 5 B. Aktivitas Pembelajaran Atletik Lari Cepat 6 C. Tugas 13 III . Penutup A. Rangkuman 14 B. Tes Akhir Modul 15 Lampiran 17 Daftar Pustaka 20
PJOK - Atletik - Lari Cepat iii DAFTAR GAMBAR Gambar 8.1. Koordinasi Keterampilan Dasar Gerakan Lari 8 Gambar 8.2. Lari cepat dengan langkah kaki lebar 8 Gambar 8.3. Keterampilan Dasar Start Jongkok 9 Gambar 8.5. Mengunakan aba-aba, “siap... “ 10 Gambar 8.6. Mengunakan aba-aba, “ya/go” 11 Gambar 8.7. Koordinasi Keterampilan Dasar Finish 11 Gambar 8.8. Keterampilan memasuki garis finis dengan berlari 12 Gambar 8.9. Lomba lari cepat mengambil bola 13
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 4 ATLETIK LARI CEPAT Salam olahraga! Sumber belajar yang utama di SMP Terbuka adalah modul. Melalui modul ini Ananda dapat mempelajari setiap mata pelajaran secara mandiri maupun kelompok. Tetaplah bersemangat agar modul tersebut dapat diselesaikan dengan baik secara keseluruhan dan memperoleh hasil yang memuaskan. Jika Ananda menyaksikan permainan lari cepat baik di televisi ataupun di stadion atletik pasti Ananda akan melihat teknik - keterampilan permainan yang begitu bagus. Nah, pada modul ini akan dipelajari beberapa gerak dasar lari cepat dan diharapkan setelah mempelajari modul ini dapat menerapkannya. Dengan mempelajari modul ini diharapkan Ananda dapat melakukan pembiasan berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, mencerminkan sikap dan perilaku sportif dalam bermain, bertanggung jawab dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran serta menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain, lingkungan sekitar, menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, menunjukkan kemauan kerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, toleransi, mau berbagi dengan teman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik, mau menerima kekalahan dan kemenangan dalam permainan. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan modul 8 ini adalah 6 x 40 menit belum termasuk untuk menyelesaikan tugas-tugas. Ingat, pelajari dulu petunjuk dan langkahlangkah yang harus Ananda lakukan sebelum mempelajari modul ini, dan jangan lupa harus A. Deskripsi Singkat
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 5 melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan pembelajaran agar tidak terjadi cedera otot Langkah-langkah yang perlu Ananda ikuti secara berurutan dalam mempelajari modulini adalah sebagai berikut: a. Usahakan Ananda memiliki buku paket Pendidikan Jasmani Kelas VII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena dalam modul ini diutamakan pada materi esensial/materi pokok/materi utama. b. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. c. Bila dalam mempelajari materi tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-teman yang lain. Dan bila masih belum terpecahkan sebaiknya Ananda tanyakan pada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Ananda merasa memahami materi pelajaran tersebut, kerjakanlah tugastugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Apabila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Ananda berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh guru bina atau guru pamong.
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 6 Teruntuk Bapak/Ibu Orang Tua peserta didik, berkenan Bapak/Ibu dapat meluangkan waktunya untuk mendengarkan dan menampung serta membantu memecahkan permasalahan belajar yang dialami oleh Ananda peserta didik. Jika permasalahan belajar tersebut belum dapat diselesaikan, arahkanlah Ananda peserta didik untuk mencatatkannya dalam buku catatan mereka untuk didiskusikan bersama teman maupun Bapak/Ibu Guru mereka saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung. Teruntuk Bapak/Ibu Guru, modul ini disusun dengan orientasi aktivitas peserta didik dan setiap modul dirancang untuk dapat mencakup satu atau lebih pasangan kompetensikompetensi dasar yang terdapat pada kompetensi inti 3 (pengetahuan) dan kompetensi inti 4 (keterampilan). Setiap peserta didik diarahkan untuk dapat mempelajari modul ini secara mandiri, namun demikian mereka juga diharapkan dapat menuliskan setiap permasalahan pembelajaran yang ditemuinya saat mempelajari modul ini dalam buku catatan mereka. Berkenaan dengan permasalahan-permasalahan tersebut, diharapkan Bapak/Ibu Guru dapat membahasnya dalam jadwal kegiatan pembelajaran yang telah dirancang sehingga Ananda peserta didik dapat memahami kompetensi-kompetensi yang disiapkan dengan tuntas. SELAMAT BELAJAR
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 7 Lari adalah salah satu cabang olahraga (cabor) atletik tertua di dunia yang menjadi satu-satunya cabor yang dilombakan pada Olimpiade Kuno Yunani, tepatnya pada tahun 776 SM. Setelah adanya perlombaan tersebut, pada olimpiade berikutnya mulai muncul beberapa cabor lainnya, contoh seperti memanah, bela diri, menombak dan juga beberapa cabor lain. Pada masa itu, olahraga yang dilakukan merupakan sarana pelatihan untuk persiapan perang. Menurut cerita masyarakat, lari yang dilombakan pada olimpiade Yunani merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap prajurit yang berlarisejauh 42,195 km dengan membawa kabar kemenangan perang Yunani atas Persia. Sesampainya di Athena, sang prajurit dengan lantangnya berteriak kepada masyarakat akan kabar kemenangan Yunani. Ironisnya setelah itu sang prajurit meninggal dunia. Cabor lari pendek atau yang dikenal dengan sebutan lari sprint, pertama kali dilombakan dalam Olimpiade Modern di stadion Panathinaiko, tepatnya pada tahun 1896. Perlombaan lari jarak pendek dalam dunia atletik Internasional sering disebut sebagai larisprint atau lari cepat. Seorang pelari jarak pendek biasanya dipanggil dengan sebutan sprinter. Nomor lari jarak pendek yang diperlombakan pada event internasional, jika diadakan dilapangan terbuka (outdoor), meliputi nomor lari 100 m, 200 m, dan 400 m. Lari jarak pendek yang dilombakan dilapangan tertutup (indoor) meliputi, lari 50 m, 60 m, 200m, 400 m. B. Aktivitas Pembelajaran Atletik Lari Cepat
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 8 Lari cepat yaitu lari yang diperlombakan dengan cara berlari secepat-cepatnya (sprint) yang dilaksanakan di dalam lintasan lari menempuh jarak 100 m, 200 m dan 400 m. Lari cepat dapat dilakukan baik oleh pelari putera maupun puteri. Di dalam lomba lari cepat setiap pelari tidak diperbolehkan keluar lintasannya masing-masing. Kunci pertama yang harus dikuasai oleh pelari jarak pendek/sprint adalah start atau tolakan. Karena keterlambatan atau ketidaktelitian pada waktu melakukan start sangat merugikan pelari jarak pendek (sprinter). Oleh sebab itu, cara melakukan start yang baik harus benar-benar diperhatikan dan dipelajariserta dilatih secermat mungkin. Pembelajaran Atletik menggunakan Lari jarak pendek 50 M. Dalam perlombaan lari yang sesungguhnya, yang menentukan keberhasilan lari cepat adalah keterampilan start, keterampilan lari dan finish, sedangkan keterampilan start yang digunakannya adalah keterampilan start jongkok. Ada beberapa keterampilan dasar lari jarak pendek yang harus di kuasai pada modul ini, yakni: 1. koordinasi keterampilan dasar gerakan lari, 2. koordinasi keterampilan dasar start jongkok, 3. koordinasi keterampilan dasar start, lari dan finish. Pembelajaran Melakukan Koordinasi Keterampilan Dasar Gerakan Lari, dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Kegiatan 1: Berlari joging dengan mengangkat paha tinggi dan pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki: a) Kegiatan Awal 1) Berdiri bershap dengan pandangna menghadap ke depan. 2) Dilakukan secara perorangan atau kelompok. b) Gerakan 1) Lakukan gerakan berlari joging / pelan, 2) Saat ada aba-aba “hop” angkat salah satu paha ke depan atas (bergantian kanan dan kiri), 3) Badan tegak dan pandangan ke depan, hingga kaki yang di belakang terkadang lurus. 4) Lakukan pada jarak ± 8 - 10 m.
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 9 c) Akhir gerakan Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia berbagi tempat dan peralatan. ± 8- Gambar 8.1. Koordinasi Keterampilan Dasar Gerakan Lari 2. Kegiatan 2: Lari cepat dengan langkah kaki lebar: a) Kegiatan Awal 1) Buatlah garis sebagai titik awal untuk melakukan gerakan. 2) Dilakukan secara perorangan atau kelompok. 3) Berdiri pada garis start posisi kaki melangkah. b) Gerakan 1) Setelah ada aba-aba “go” 2) Lakukan gerakan berlari dari garis start dengan langkah lebar, 3) Jarak tempuh ± 15-20 m. c) Akhir Gerakan 1) Saat lari badan rileks atau tidak kaku, dan pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki. 2) Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia berbagi tempat dan peralatan. G G a m b a r Gambar 8.2.Lari cepat dengan langkah kaki lebar
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 10 Pembelajaran Melakukan Koordinasi Keterampilan Dasar Start Jongkok, dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Kegiatan 1: Start Jongkok dengan aba-aba a) Kegiatan Awal 1) Sikap jongkok di belakang garis start. 2) Rileks dengan pandangan ke depan bawah. b) Gerakan 1) Lakukan gerakan sesuai dengan perintah 2) Setelah aba-aba, “siap ......“. 3) Persiapan untuk melakukan start dapat menggunakan hitungan satu (hit 1). 4) Berdiri tegak menghadap start block atau menghadap arah gerakan. c) Akhir Gerakan 1) Setelah melakukan gerakan pada hit 1 Ananda kembali pada barisan awal. 2) Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia berbagi tempat dan peralatan. Gambar 8.3. Keterampilan Dasar Start Jongkok, 2. Kegiatan 2: Mengunakan aba-aba, “bersedia ... ”, a) Kegiatan Awal 1) Sikap jongkok di belakang garis start. 2) Rileks dengan pandangan ke depan bawah. b) Gerakan Sikap jongkok dapat menggunakan hitungan dua (hit 2) kaki kiri di depan kaki kanan di belakang (bertumpu pada start block). Kedua tangan dengan ibu jari dan telunjuk bertumpu pada garis start.
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 11 c) Akhir gerakan 1) Setelah melakukan gerakan pada hit 2 Ananda kembali pada barisan awal 2) Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, Ananda bersedia berbagi tempat dan peralatan. 3. Kegiatan 3: Mengangkat pinggul mengunakan aba-aba, “siap... “. a) Kegiatan Awal 1) Sikap jongkok di belakang garis start. 2) Rileks dengan pandangan ke depan bawah. b) Gerakan 1) Menggunakan hitungan 3 (hit 3). 2) Angkat pinggul ke atas bersamaan dengan kedua lutut terangkat. 3) Posisi pinggul lebih tinggi dari pundak. Pandangan ke depan. c) Akhir Gerakan 1) Setelah melakukan gerakan pada hit 3 Ananda kembali pada barisan awal. 2) Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia berbagi tempat dan peralatan. Gambar:8.5. Mengunakan aba-aba, “ siap... “. 4. Kegiatan 4: Mengunakan aba-aba, “ya/go”. a) Kegiatan Awal 1) Sikap awal di belakang garis start. 2) Rileks dengan pandangan ke depan bawah. 3) Angkat pinggul ke atas bersamaan kedua lutut terangkat. b) Gerakan 1) Ayunkan/langkahkan kaki belakang ke depan dan menolak kaki kiri, dapat menggunakan hitungan empat (4), 2) Kaki belakang diayun ke depan dengan lutut tertekuk bersamaan lengan kiri diayun ke depan. Kaki kiri dengan kuat menolak pada start block/tanah.
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 12 c) Akhir gerakan Gambar 8.6. Mengunakan aba-aba, “ya/go”. 1) Setelah melakukan gerakan pada hit 4 Ananda kembali pada barisan awal. 2) Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia berbagi tempat dan peralatan. Pembelajaran Melakukan Koordinasi Keterampilan Dasar Finish, dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Kegiatan 1: Merebahkan badan dari sikap berdiri: a) Kegiatan Awal 1) Berdiri menghadap arah gerakan, dan kedua kaki dibuka selebar bahu 2) Dilakukan perorangan atau kelompok. b) Gerakan 1) Saat aba-aba "hop" rebahkan badan ke depan bersamaan kedua lengan diayun ke depan. 2) Salah satu kaki dilangkahkan ke depan. Berat badan dibawa ke depan Gambar. 8.7. Koordinasi Keterampilan Dasar Finish
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 13 c) Akhir gerakan Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia berbagi tempat dan peralatan. 2. Kegiatan 2: Mencondongkan badan diawali gerak berjalan dilanjutkan dengan lari joging: a) Kegiatan Awal 1) Dilakukan perorangan atau kelompok. 2) Lakukan gerak berjalan/joging. b) Gerakan Saat aba-aba "hop" rebahkan badan ke depan bersamaan kedua lengan diayun ke depan dan salah satu kaki dilangkahkan ke depan. c) Gerakan Akhir Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia berbagi tempat dan peralatan. Gambar 8.8. Keterampilan memasuki garis finis dengan berlari Pembelajaran Lomba lari cepat mengambil bola dilakukan berpasangan dan berhadapan, dengan cara sebagai berikut: 1. Kegiatan Awal a. Bola diletakkan pada garis tengah lapangan basket /voli. b. Pelari berdiri/melakukan keterampilan start jongkok pada garis start, menghadap arah bola. 2. Gerakan a. Setelah ada aba-aba ”ya” , b. Lakukan gerakan lari cepat ke arah bola dan mengambilnya. c. Pelari yang lebih awal menyentuh bola dinyatakan menang.
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 14 3. Akhir Gerakan a. Setelah mencapai titik akhir Ananda kembali ke tempat awal. b. Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia berbagi tempat dan peralatan. Gambar 8.9. Lomba lari cepat mengambil bola C . Tugas 1. lakukan gerakan start jongkok pada aba-aba “bersedia “ 2. lakukan gerakan start jongkok pada saat “Siap “ 3. lakukan gerakan “Ya “ 4. Sebutkan cara yang baik dalam melewati garis finish! 5. Coba lakukan lari cepat dengan jarak 50 m di mulai dengan start jongkok hingga memasuki garis finish. Jangan lupa ukurlah waktu tempuh Ananda dan urutkan waktu tempuh yang tercepat!
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 15 Lari adalah salah satu cabang olahraga (cabor) Atletik tertua di dunia yang menjadi satu-satunya cabor yang dilombakan pada Olimpiade Kuno Yunani, tepatnya pada tahun 776 SM. Setelah adanya perlombaan tersebut, pada olimpiade berikutnya mulai muncul beberapa cabor lainnya, contoh seperti memanah, bela diri, menombak dan juga beberapa cabor lain yang masih berkaitan dengan persiapan perang. Lari cepat yaitu lari yang diperlombakan dengan cara berlari secepat-cepatnya (sprint) yang dilaksanakan didalam lintasan lari menempuh jarak 100 m, 200 m dan 400 m. Lari cepat dapat dilakukan baik oleh pelari putera maupun puteri. Di dalam lomba lari cepat setiap pelari tidak diperbolehkan keluar lintasannya masing-masing. Dengan mempelajari modul ini diharapkan dapat melakukan 1. Pembiasan berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, 2. Sikap dan perilaku sportif dalam bermain, 3. Bertanggung jawab dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran, 4. Menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar, 5. Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, 6. Menunjukkan kemauan kerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, 7. Toleransi dan mau berbagi dengan teman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, 8. Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik, 9. Mau menerima kekalahan dan kemenangan dalam permainan. A. Rangkuman
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 16 1. Penilaian Pengetahuan (KI-3) Rubrik Penilaian Pemahaman Konsep Gerak Dalam Lari Cepat Peraga Keterampilan gerakan Kualitas Jawaban 1 2 3 4 1. Frekuensi gerakan kaki dan pengangkatan paha saat melakukan lari ………………………………….. 2. Pendaratan telapak kaki saat lari dan gerak ayunan lengan……………… 3. Arah pandangan mata saat berlari ……………………………………… 4. Gerakan badan dan tangan saat melakukan keterampilan finish lari jarak 50 m …………………………………. Jumlah Skor maksimal = 16 Peraga Aspek Yang Dinilai Kualitas Gerak 1 2 3 4 1. Pada aba-aba “bersedia” berdiri posisi kaki melangkah dan kedua tangan di samping badan 2. Pada aba-aba “siap” badan condong ke depan hingga berat badan bertumpu pada kaki depan 3. Pada aba-aba “ya” /go” langkahkan kaki belakang ke depan bersamaan kedua lengan diayun dan kaki depan ditolakan 4. Saat melakukan keterampilan gerakan start arah pandangan kedepan Jumlah Skor Maksimal = 16 B. Tes Akhir Modul
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 17 Peraga Keterampilan gerakan Kualitas Jawaban 1 2 3 4 1. Bentuk gerakan kaki saat finish.................................... 2. Bentuk gerakan lengan saat finish..................................... Jumlah Skor maksimal = 8 2. Penilaian Keterampilan (KI-4) Peraga Aspek Yang Dinilai Kualitas Gerak 1 2 3 4 1. Pada aba-aba “bersedia” jongkok posisi kaki melangkah dan kedua tangan menopang berat badan menggunakan telunjuk dan ibu jari 2. Pada aba-aba “siap” pinggul diangkat hingga posisinya lebihtinggi dari bahu 3. Pada aba-aba “ya” /go” langkahkan kaki belakang ke depan bersamaan kedua lengan diayun dan kakidepan ditolakan 4. Saat melakukan gerakan keterampilan start arah pandangan ke depan Jumlah Skor Maksimal = 16
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 18 A. Glosarium Abstrak benda yang kasat mata, tidak jelas, dan tidak terdefinisi Afektif ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Cedera luka atau disfungsi tubuh karena suatu paksaan atau tekanan fisik Efektif cara mencapai suatu tujuan dengan waktu yang cepat Efisien cara mencapai tujuan dengan sumber daya minimal namun hasil Faktual kejadian yang bersifat nyata Fasilitas sarana untuk melancarkan pelaksanaan Fundamental bersifat mendasar Gotong royong bekerja bersama-sama untuk mencapaisuatu tujuan Inspirator memberikan ilham atau petujuk Kognitif kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual. Kombinasi menggabungkan beberapa obyek Konkrit nyata Konseptual sebuah fakta atau data yang sudah di proses agar lebih mudah di fahami Korektor pemeriksa yang adil dan obyektif Menggiring membawa bola dengan cara dipantulkan-pantulkan Modifikasi merubah sesuatu agar lebih menarik Modul paket belajar yang berisi satu unit materi pembelajaran Motivator memberikan dorongan agar lebih semangat dalam belajar Passing gerakan mengumpan dengan cara melempar bola kepada rekan Prosedural sifat bahan yang kembali dengan sendirinya ke bentuk semula Psikomotor menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan kerja otot Ranah bagian atau elemen Rileks santai tidak kaku Sportif bersifat kesatria, jujur Teloransi saling menghormati dan menghargai
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 19 B. Kunci Jawaban Tugas 1. Aba-aba ”Bersedia” 2. Aba-aba ”Siap” 3. Aba-aba ”Ya” 4. - Ada pelari yang lari terus tanpa mengubah kecepatan - Ada pelari yang menggunakan dada di condongkan ke depan dan kedua tangannya di ayunkan ke bawah bagian belakang. Di Amerika disebut gaya The Lunge (merobohkan diri ke depan). - Ada pelari yang menggunakan dada diputar dengan ayunan tangan ke depan. No Nama Siswa Waktu Keterangan 1. 2. 3. 4. Bowo Cindy Henri Sugi 7.23 detik 7.20 detik 8.10 detik 7.17 detik Juara III Juara II Juara IV Juara I Tes Akhir Modul 1. Pedoman Penilaian Pengetahuan Berikan tanda cek (√) pada kolom yang sudah disediakan cek (√) Angka empat jika mampu menyebutkan empat . cek (√) Angka tiga jika mampu menyebutkan tiga. cek (√) Angka dua jika mampu menyebutkan dua. cek (√) Angka satu jika mampu menyebutkan satu.
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 20 2. Pedoman Penilaian Keterampilan Berikan tanda cek (√) pada kolom yang sudah disediakan cek (√) Angka empat jika seluruh gerakan sesuai buku (persiapan, pelaksananaan, sikap akhir). cek (√) Angka tiga jika tidak semua gerakan sesuai buku (persiapan, pelaksananaan, sikap akhir). cek (√) Angka dua jika sebagian gerakan sesuai buku (persiapan, pelaksananaan, sikap akhir). cek (√) Angka satu jika seluruh gerakan tidak sesuai buku (persiapan, pelaksananaan, sikap akhir) .
PJOK - Modul 8. Atletik - Lari Cepat 21 Muhajir, 2016, Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Kemendikbud https://aminama.com/tehnik-lari-jarak-pendek/
PJOK -Atletik - Lompat Jauh iv DAFTAR ISI Kata Pengantar iii Daftar Isi iv Daftar Gambar v I. Pendahuluan A. Deskripsi Singkat 1 B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 2 C. Petunjuk Belajar 3 D. Peran Guru dan Orang Tua 4 II. Kegiatan Belajar A. Indikator Pencapaian Kompetensi 5 B. Uraian Materi Atletik Nomor Lompat Jauh 5 C. Aktivitas Pembelajaran Atletik Nomor Lompat Jauh 7 D. Tugas 9 III. Penutup A. Rangkuman 10 B. Tes Akhir Modul 11 Lampiran 12 Daftar Pustaka 14
PJOK -Atletik - Lompat Jauh v DAFTAR GAMBAR Gambar 9.1. Lapangan lompat jauh 6 Gambar 9.2. Keterampilan lompat jauh tanpa awalan 8 Gambar 9.3. Keterampilan menolak di udara 8 Gambar 9.4. Keterampilan menolak di udara 9
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 1 ATLETIK – LOMPAT JAUH Salam olahraga! Sumber belajar yang utama di SMP Terbuka adalah modul. Melalui modul Ananda dapat mempelajarisetiap mata pelajaran secara mandiri maupun kelompok. Tetaplah bersemangat agar modul tersebut dapat diselesaikan dengan baik secara keseluruhan dan memperoleh hasil yang memuaskan. Jika Ananda menyaksikan lomba lompat jauh di layar televisi atau di stadion atletik pasti akan melihat keterampilan-keterampilan yang bagus. Nah, pada modul ini Ananda akan mempelajari beberapa gerak dasar lompat jauh dan diharapkan setelah mempelajari modul ini Ananda dapat menerapkannya dalam permainan di tempat tinggalmu. Dengan mempelajari modul ini diharapkan Ananda dapat melakukan pembiasan berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, mencerminkan sikap dan perilaku sportif dalam bermain, bertanggung jawab dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran serta menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, menunjukkan kemauan kerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, toleransi dan mau berbagi dengan teman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik, mau menerima kekalahan dan kemenangan dalam permainan secara berurutan dan sesuai dengan gerak dasar manusia (berjalan, berlari, berlompat, melempar, menangkap dsb) memahami konsep keterampilan gerak dasar lompat jauh, mempraktikkan keterampilan dasar lompat jauh dengan menekankan gerak dasar. A. Deskripsi Singkat
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 2 Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan modul VII.1.09 ini adalah 6 x 40 menit belum termasuk untuk menyelesaikan tugas-tugas. Ingat, pelajari dulu petunjuk dan langkah-langkah yang harus Ananda lakukan sebelum mempelajari modul ini. Dan jangan lupa Ananda harus melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan pembelajaran agar tidak terjadi cedera otot.
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 3 Dalam mempelajari modul ini agar diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Ananda dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. 3. Langkah-langkah yang perlu Ananda ikuti secara berurutan dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut: a. Usahakan Ananda memiliki buku paket Pendidikan Jasmani Kelas VII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena dalam modul ini diutamakan pada materi esensial/materi pokok/materi utama. b. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. c. Bila dalam mempelajari materi tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-teman yang lain. Dan bila inipun belum terpecahkan sebaiknya Ananda tanyakan pada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Ananda merasa memahami materi pelajaran tersebut, kerjakanlah tugastugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulisnya. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Dan bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Ananda berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh guru bina atau guru pamong. C. Petunjuk Belajar
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 4 Teruntuk Bapak/Ibu Orang Tua peserta didik, berkenan Bapak/Ibu dapat meluangkan waktunya untuk mendengarkan dan menampung serta membantu memecahkan permasalahan belajar yang dialami oleh Ananda peserta didik. Jika permasalahan belajar tersebut belum dapat diselesaikan, arahkanlah Ananda peserta didik untuk mencatatkannya dalam buku catatan mereka untuk didiskusikan bersama teman maupun Bapak/Ibu Guru mereka saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung. Teruntuk Bapak/Ibu Guru, modul ini disusun dengan orientasi aktivitas peserta didik dan setiap modul dirancang untuk dapat mencakup satu atau lebih pasangan kompetensi-kompetensi dasar yang terdapat pada kompetensi inti 3 (pengetahuan) dan kompetensi inti 4 (keterampilan). Setiap peserta didik diarahkan untuk dapat mempelajari modul ini secara mandiri, namun demikian mereka juga diharapkan dapat menuliskan setiap permasalahan pembelajaran yang ditemuinya saat mempelajari modul ini dalam buku catatanmereka. Berkenaan denganpermasalahan-permasalahan tersebut, diharapkan Bapak/Ibu Guru dapat membahasnya dalam jadwal kegiatan pembelajaran yang telah dirancang sehingga Ananda peserta didik dapat memahami kompetensi-kompetensi yang disiapkan dengan tuntas. SELAMAT BELAJAR!
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 5 Lompat jauh sudah menjadi salah satu cabang atletik yang begitu populer di seluruh dunia, juga seringkali dipertandingkan dalam berbagai pesta olahraga multi event seperti Olimpiade, Asian Games atau Kejuaraan Dunia Atletik. Namun sebelum menjadi begitu terkenal seperti sekarang ini, bagaimana sih sejarah perkembangan dari lompat jauh? Mari kita ke sekitar tahun 708 Masehi. Kala itu terdapat ajang Olimpiade kuno yang diadakan di Yunani. Lompat jauh merupakan salah satu nomor yang terdapat pada nomor lompat cabang olahraga atletik. Lompat adalah istilah yang digunakan dalam cabang olahraga atletik, yaitu melakukan tolakan dengan satu kaki. Baik untuk nomor lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, maupun lompat tinggi galah. Lompat jauh adalah suatu bentuk gerakan melompat mengangkat kaki ke atasdepan dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin di udara (melayang di udara) yang dilakukan dengan cepat dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Pembelajaran Atletik Menggunakan Lompat jauh gaya jongkok, dalam perlombaan yang sebenarnya nomor lompat jauh dilakukan pada sebuah lapangan khusus dengan ukuran sebagai berikut: a. Panjang lintasan hingga papan tumpuan 45 m. b. Lebar lintasan 1,22 m. c. Jarak papan tumpuan pada bak lompat 1 m, dengan ukuran panjang 1,22 m dan lebar 20 cm dengan ketebalan 10 cm. d. Panjang bak lompat 9 m dan lebar 2,75 m. A. Uraian Materi Permainan Lompat Jauh
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 6 e. Papan Tumpuan Gambar 9.1. Lapangan lompat jauh Beberapa keterampilan dasar lompat jauh gaya jongkok yang harus di kuasai pada modul semester 1 ini, yakni: (1) keterampilan dasar menolak (2) keterampilan dasar posisi di udara, (3) keterampilan dasar mendarat.
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 7 1. Aktivitas Pembelajaran 1: Keterampilan Dasar Lompat Jauh Gaya Jongkok, dapat dilakukan sebagai berikut: a) Kegiatan 1. Keterampilan lompat jauh tanpa awalan: 1) Keterampilan Tolakan. (1) Merupakan upaya pelompat melakukan tolakan pada papan tumpuan menggunakan kaki yang terkuat. (2) Saat kaki melakukan tolakan, posisi badan lebih di-tegakkan, dan kaki bela-kang serta kedua lengan di-ayunkan ke depan atas. (3) Urutan tolakan kaki pada papan tumpuan, dimulai dari tumit, telapak kaki diteruskan pada ujung telapak kaki. 2) Keterampilan di Udara. (1) Kedua lutut tertekuk. (2) Kedua lengan di samping kepala. (3) Saat akan mendarat kedua kaki dan lengan diluruskan ke depan bersamaan berat badan dibawa ke depan. 3) Keterampilan Mendarat (1) Mendarat pada bak lompat diawali dengan kedua tumit kaki dan kedua kaki agak rapat. (2) Lutut tertekuk dan mengeper dalam posisi jongkok bersamaan berat badan dibawa ke depan. C. Aktivitas Pembelajaran