PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 8 (3) Kedua lengan di depan menyentuh tempat pendaratan serta pandangan ke depan. Posisi di udara mendarat menolak melangkah Gambar 9.2. Keterampilan lompat jauh tanpa awalan b) Kegiatan 2. Berlari, menolak, sikap di udara, dan mendarat, melalui tali yang dipasang melintang 1) Persiapan (1) membuat rintangan dari tali yang diikatkan pada dua buah tiang dengan ketinggian 40 cm dari tanah (2) tempat pendaratan hendaknya tanah gembur/pasir (3) untuk awalan dilakukan dari depan tali kurang lebih ± 3-4 m 2) Gerakan (1) lakukan gerak melangkah menuju tali (2) pada saat telah mendekati tali lakukan tolakan ke depan atas menggunakan satu kaki untuk melewati (3) mendarat menggunakan kedua kaki (4) dilakukan berulang-ulang, secara berkelompok, untuk menanamkan nilai keberanian, sportif, dan menjaga keselamatan diri serta orang lain Tanah gembur/pasir Gambar 9.3. Keterampilan menolak di udara
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 9 2. Aktivitas Pembelajaran 2. Melakukan lomba lompat jauh. a) Persiapan 1) menyiapkan bak lompat jauh beserta lintasan dan tempat bertumpu; 2) tempat pendaratan hendaknya tanah gembur/pasir; 3) panjang linatasan untuk awalan ± 25-30 m. b) Gerakan 1) lakukan gerak awalan dengan berlari cepat kearah bak lompat jauh; 2) setelah salah satu kaki menginjak papan tolakan, lakukan tolakan ke depan atas menggunakan satu kaki bersamaan kaki belakang diayun ke depan atas; 3) saat di udara kedua lutut ditekuk, sehingga badan seperti berjongkok, dan kedua lengan di samping kepala; 4) mendarat mendarat pada bak lompat jauh menggunakan kedua kaki; 5) dilakukan berulang-ulang, secara berkelompok, untuk menanamkan nilai keberanian, sportif, dan menjaga keselamatan diri serta orang lain. Gambar 9.4. Keterampilan menolak di udara 1. Lakukan tolakan kaki pada lompat jauh diikuti gerakan sikap badan di udara! 2. Kaki mana yang di gunakan untuk menolak pada gerakan lompat jauh? 3. Bagaimana sikap badan di udara pada saat melakukan lompat jauh gaya jongkok? 4. Anggota badan yang mana dahulu yang mendarat pada lompat jauh gaya jongkok? 5. Jelaskan apa saja yang menyebabkan diskualifikasi? D. Tugas
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 10 A. Rangkuman Lompat jauh adalah suatu bentuk gerakan melompat mengangkat kaki ke atas-depan dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin di udara (melayang di udara) yang dilakukan dengan cepat dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Lompat jauh merupakan salah satu nomor yang terdapat pada nomor lompat cabang olahraga atletik. Lompat adalah istilah yang digunakan dalam cabang olahraga atletik, yaitu melakukan tolakan dengan satu kaki. Baik untuk nomor lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, maupun lompat tinggi galah. Dalam pembelajaran atletik menggunakan lompat jauh sebagai sarana atau alat, maka focus yang harus mendapat perhatian penting adalah bagaimana pendidikan melalui aktivitas gerak ini dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup peserta didik baik secara fisik maupun psikis (keterampilan gerak, kebugaran jasmani, sosial, emosional, kecerdasan).
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 11 B. Tes Akhir Modul 1. Penilaian Pengetahuan (KI-3) Setelah mempelajari materi lompat jauh kerjakan tugas kelompok di bawah ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Tugas kelompok ini dapat dikerjakan di rumah dan dikumpulkan dalam bentuk portofolio! Rubrik Penilaian Pemahaman Konsep Gerak Lompat Jauh Pertanyaan yang diajukan Skor 1 2 3 4 1) Jelaskan keterampilan dasar awalan lompat jauh! 2) Jelaskan keterampilan dasar tolakan lompat jauh! 3) Jelaskan keterampilan dasarsikap badan diudara lompat jauh! 4) Jelaskan keterampilan dasar sikap mendarat lompat jauh! JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 2. Penilaian Keterampilan (KI-4) Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Keterampilan Dasar Lompat Jauh. Aspek Yang Dinilai Skor 1 2 3 4 Melakukan Lompat Jauh dengan tepat dan lancar, aspek yang dinilai adalah: 1) Keterampilan dasar awalan lompat jauh 2) Keterampilan dasar tolakan lompat jauh 3) Keterampilan dasar sikap badan diudara lompat jauh 4) Keterampilan dasar sikap mendarat lompat jauh JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 12 A. Glosarium Abstrak adalah benda yang kasat mata, tidak jelas, dan tidak terdefinisi Afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Cedera luka atau disfungsi tubuh karena suatu paksaan atau tekanan fisik Efektif cara mencapai suatu tujuan dengan waktu yang cepat Efisien cara mencapai tujuan dengan sumber daya minimal namun hasil Faktual kejadian yang bersifat nyata fasilitas sarana untuk melancarkan pelaksanaan Fundamental bersifat mendasar Gotong royong bekerja bersama-sama untuk mencapaisuatu tujuan Inspirator memberikan ilham atau petujuk Kognitif kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual. Kombinasi menggabungkan beberapa obyek Konkrit Nyata Konseptual sebuah fakta atau data yang sudah di proses agar lebih mudah di fahami Korektor pemeriksa yang adil dan obyektif Modifikasi merubah sesuatu agar lebih menarik Modul paket belajar yang berisisatu unit materi pembelajaran Motivator memberikan dorongan agar lebih semangat dalam belajar Portofolio merupakan kumpulan produk siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa Prosedural sifat bahan yang kembali dengan sendirinya ke bentuk semula Psikomotor menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan kerja otot Ranah Bagian atau elemen Sportif bersifat ksatria, jujur Teloransi saling menghormati dan menghargai
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 13 B. Kunci Jawaban Tugas 1. 2. Kaki yang paling kuat. 3. - Badan terangkat melayang dengan ayunan badan lengan ke depan atas. - Posisi badan jongkok. 4. Kedua kaki bersamaan. 5. - Jika saat menumpu papan tolakan kaki tumpu melewati batas papan tolakan. - Saat mendarat melakukan gerakan yang lain misalnya salto. - Menyentuh tanah di belakang garis batas balok tumpuan. - Mendarat dengan melakukan bentuk yang lain, misalnya salto. Tes Akhir Modul 1. Penilaian Pengetahuan Berikan tanda cek (√) pada kolom yang sudah disediakan. cek (√) Angka empat jika mampu menyebutkan empat. cek (√) Angka tiga jika mampu menyebutkan tiga. cek (√) Angka dua jika mampu menyebutkan dua. cek (√) Angka satu jika mampu menyebutkan satu. 2. Penilaian Keterampilan Berikan tanda cek (√) pada kolom yang sudah disediakan cek (√) Angka empat jika seluruh gerakan sesuai buku (awalan, tolakan, sikap badan diudara, mendarat). cek (√) Angka tiga jika tidak semua gerakan sesuai buku (awalan, tolakan, sikap badan diudara, mendarat). cek (√) Angka dua jika sebagian gerakan sesuai buku (awalan, tolakan, sikap badan diudara, mendarat). cek (√) Angka satu jika seluruh gerakan tidak sesuai buku (awalan, tolakan, sikap badan diudara, mendarat).
PJOK - Modul 9. Atletik - Lompat Jauh 14 Muhajir, 2016, Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Kemendikbud https://www.dosenpendidikan.co.id/lompat-jauh/ https://www.pintarnesia.com/tehnik-lompat-jauh/
PJOK - Atletik-Tolak Peluru iv DAFTAR ISI Kata Pengantar iii Daftar Isi iv Daftar Gambar v I. Pendahuluan A. Deskripsi Singkat 1 B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 2 C. Petunjuk Belajar 2 D. Peran Guru dan Orang Tua 4 II. Kegiatan Belajar: Atletik-Tolak Peluru A. Indikator Pembelajaran 5 B. Uraian Materi Permainan Tolak Peluru 6 C. Aktivitas Pembelajaran 10 D. Tugas 12 III. Penutup A. Rangkuman 13 B. Tes Akhir Modul 14 Lampiran 15 Daftar Pustaka 17
PJOK - Atletik-Tolak Peluru v DAFTAR GAMBAR Gambar 10.1. Lapangan Tolak Peluru 6 Gambar 10.2. Cara Memegang Peluru 7 Gambar 10.3. Sikap Awal Menolak 7 Gambar 10.4. Sikap Menolak Peluru 8 Gambar 10.5. Sikap Badan Setelah Menolak Peluru 9 Gambar 10.6. Aktivitas Pembelajaran tahap 1 10 Gambar 10.7. Gerakan Tolak Peluru Gaya Menyamping 11 Gambar 10.8. Aktivitas Tolak Peluru Gaya Menyamping secara Keseluruhan 11
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 1 ATLETIK–TOLAK PELURU Mari kita lanjutkan kembali pada modul ini tentang tolak peluru. Ananda harus memahami terlebih dahulu apa itu tolak peluru. Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak yangsejauhjauhnya. Berat peluru digunakan dalam perlombaan adalah 7,25 kg (untuk putra) dan 4 kg (untuk wanita) Dengan mempelajari modul ini, diharapkan Ananda dapat membiasakan perilaku berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, selalu berusaha secara maksimal dan tawakal dengan hasil akhir serta membiasakan berperilaku baik, sportif dalam berolahraga dan bermain, bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Perlu juga Ananda perhatikan bahwa dengan melakukan latihan tolak peluru ini dapat dilakukan saat belajar di TKB maupun di luar TKB bersama dengan teman-temanmu. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan modul ini adalah 6 x 40 menit belum termasuk untuk menyelesaikan tugas-tugas. Ingat, pelajari dulu petunjuk dan langkah-langkah yang harus Ananda lakukan sebelum mempelajari modul ini. A. Deskripsi Singkat
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 2 Dalam mempelajari modul ini agar diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Ananda dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok. 3. Langkah-langkah yang perlu Ananda ikuti secara berurutan dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut: a. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. b. Bila dalam mempelajari materi tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-teman yang lain. Bila belum terpecahkan sebaiknya Ananda tanyakan pada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. c. Setelah Ananda merasa memahami materi pelajaran tersebut, kerjakanlah tugastugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis. d. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci jawaban yang tersedia. Bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Ananda berhak mengikuti tes akhir modul. C. Petunjuk Belajar
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 3 Teruntuk Bapak/Ibu Orang Tua peserta didik, berkenan Bapak/Ibu dapat meluangkan waktunya untuk mendengarkan dan menampung serta membantu memecahkan permasalahan belajar yang dialami oleh Ananda peserta didik. Jika permasalahan belajar tersebut belum dapat diselesaikan, arahkanlah Ananda peserta didik untuk mencatatkannya dalam buku catatan mereka untuk didiskusikan bersama teman maupun Bapak/Ibu Guru mereka saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung. Teruntuk Bapak/Ibu Guru, modul ini disusun dengan orientasi aktivitas peserta didik dan setiap modul dirancang untuk dapat mencakup satu atau lebih pasangan kompetensi-kompetensi dasar yang terdapat pada kompetensi inti 3 (pengetahuan) dan kompetensi inti 4 (keterampilan). Setiap peserta didik diarahkan untuk dapat mempelajari modul ini secara mandiri, namun demikian mereka juga diharapkan dapat menuliskan setiap permasalahan pembelajaran yang ditemuinya saat mempelajari modul ini dalam buku catatanmereka. Berkenaan denganpermasalahan-permasalahan tersebut, diharapkan Bapak/Ibu Guru dapat membahasnya dalam jadwal kegiatan pembelajaran yang telah dirancang sehingga Ananda peserta didik dapat memahami kompetensi-kompetensi yang disiapkan dengan tuntas. SELAMAT BELAJAR !
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 4 Tolak peluru ternyata telah ada sejak 2000 tahun yang lalu. Cabang olahraga ini populer di kalangan pria Britania Inggris untuk menguji kekuatan pria. Dahulu peluru yang dipakai berupa batu bukan besi, baru kemudian pada zaman pertengahan meriam menjadi inspirasi lahirnya tolak peluru modern dengan diadakannya perlombaan melempar peluru meriam sejauh mungkin. Pada 1866 tolak peluru dilombakan dalam kejuaraan amatir dan pada 1896 masuk Olimpiade Athena, Yunani. Tolak peluru mendapat kemajuan besar pada 1950 ketika Parry O’Brien memulai tolakan menghadap bagian belakang ring (metode O’Brien). Keterampilan ini popular karena dapat mencapai keberhasilan. Lapangan tolak peluru ketika dilihat sekilas mirip dengan cabang olahraga lempar cakram. Bedanya, ada papan batas tolakan yang terdapat pada lingkaran tolak peluru. Ketentuan lain untuk lapangan tolak peluru yaitu: Gambar 10.1: Lapangan Tolak Peluru 1. Terdapat dua bagian lapangan tolak peluru berupa lingkaran tolakan dan sektor pendaratan. B. Uraian Materi Permainan Tolak Peluru
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 5 2. Diameter lingkaran tolakan sebesar 2,235 meter, dikelilingi ring besar setebal 66 mm, dan tinggi 2 cm untuk batas lingkaran. Bagian depan lingkaran tolakan dipasang balok atas tolakan yang memiliki panjang 1,22 m, tinggi 10 cm, dan tebal 11,4 cm. 3. Sektor pendaratan berupa garis batas (sector line) dan garis ukur standar yang bagian ini terletak di tengah sektor pendaratan. Sudut sektor pendaratan 40 derajat dengan panjang minimal 25 m. Tolak peluru merupakan salah satu nomor yang terdapat dalam nomor lempar pada cabang olahraga atletik. Sesuai dengan namanya, maka tolak peluru dilakukan tidak dilempar akan tetapi ditolak/didorong. Hal ini sesuai pula dengan peraturan, bahwa peluru itu harus didorong atau ditolak dari bahu dengan satu tangan. Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya. Berat peluru digunakan dalam perlombaan adalah 7,25 kg (untuk putra) dan 4 kg (untuk wanita) 1. Cara Memegang Peluru a. Peluru dipegang dengan jari-jari tangan dan terletak pada telapak tangan bagian atas. b. Peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atas atau pada ujung telapak tangan yang dekat dengan jari-jari tangan c. Jari-jari tangan direnggangkan atau dibuka (jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk) dipergunakan untuk menahan dan memegang peluru bagian belakang. d. Jari kelingking dan ibu jari digunakan untuk memegang/menahan peluru bagian samping, yaitu agar peluru tidak tergelincir ke dalam atau ke luar. e. Setelah peluru tersebut dapat dipegang dengan baik, kemudian letakkan pada bahu dan menempel (melekat) di leher. Siku diangkat ke samping sedikit agak serong ke depan. f. Pada waktu memegang dan meletakkan peluru pada bahu, usahakan agar keadaan seluruh badan dan tangan jangan sampai kaku, tetapi harus dalam keadaan lemas (rileks). Tangan Gambar 10.2. Cara memegang peluru dan lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan.
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 6 2. Sikap Awal a. Berdiri tegak menyamping ke arah tolakan, kedua kaki dibuka lebar. b. Kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dengan lutut dibengkokkan ke depan sedikit agak serong ke samping kanan. c. Berat badan berada pada kaki kanan, badan agak condong ke samping kanan. Tangan kanan memegang peluru pada bahu (pundak), tangan kiri dengan sikut dibengkokkan berada di depan sedikit agak serong ke atas lemas. d. Tangan kiri berfungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan. Pandangan tertuju ke arah tolakan. Gambar 10.3. Sikap awal menolak 3. Sikap Menolak Peluru a. Bersamaan dengan memutar badan ke arah tolakan, siku ditarik serong ke atas ke belakang (ke arah samping kiri), pinggul dan pinggang serta perut di dorong ke depan agak ke atas hingga dada terbuka menghadap ke depan serong ke atas ke arahtolakan. Dagu diangkat atau agak ditengadahkan, pandangan tertuju ke arah tolakan. b. Saat seluruh badan (dada) menghadap ke arah tolakan, secepatnya peluru tersebut ditolakkan sekuat-kuatnya ke atas ke depan ke arah tolakan (parabola) bersamaan dengan bantuan menolakkan kaki kanan dan melonjakkan seluruh badanke atas serong ke depan. Gambar 10.4. Sikap menolak peluru 4. Gerakan lanjutan Sikap badan setelah menolak peluru, yaitu suatu bentuk gerakan setelah peluru ditolakkan lepas dari tangan, dengan maksud untuk menjaga keseimbangan badan, agar badan tidak terjatuh ke depan atau ke luar dari lapangan tempat untuk melakukan tolakan.
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 7 Gambar 10.5. Sikap badan setelah menolak peluru a. Setelah peluru yang ditolakkan atau didorong tersebut lepas dari tangan, secepatnya kaki yang dipergunakan untuk menolak itu diturunkan atau mendarat (kaki kanan) kirakira menempati tempat bekas kaki kiri (kaki depan), dengan lutut agak dibengkokkan. b. Kaki kiri (kaki depan) diangkat ke belakang lurus dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan. c. Badan condong ke depan, dagu diangkat, badan agak miring ke samping kiri, pandangan ke arah jatuhnya peluru. d. Tangan kanan dengan sikut agak dibengkokkan berada di depan sedikit agak di bawah badan, tangan/lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan. a. b. c. d. e. f. g.
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 8 Ananda diminta untuk mengamati dan meragakan aktivitas pembelajaran pertama tolak peluru berikut ini. Berdiri dengan kaki segaris, badan condong sedikit ke belakang dan peluru dipegang oleh kedua tangan di depan dada. Melangkah ke depan dengan kaki kiri dan tolakkan peluru dengan gerak meluruskan lengan dan kaki secara serentak dengan tujuan melatih gerak kaki dan lengan dalam gerakan melempar. Selanjutnya Ananda diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. 1. Aktivitas Pembelajaran 1. Ananda melakukan aktivitas pembelajaran pertama tolak peluru. Kemudian bandingkan aktivitas tersebut dengan cara berikut: a. Rasakan gerakan yang dilakukan. b. Bandingkan gerakan yang dilakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan peserta didik. c. Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. Gambar 10.6. Aktivitas pembelajaran tahap 1 tolak peluru C. Aktivitas Pembelajaran
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 9 2. Aktivitas Pembelajaran 2. Ananda diminta untuk berdiri dengan kaki terbuka, berat badan di atas kaki kanan yang mengarah ke belakang dan dibengkokkan. Badan berputar ke belakang dan merendah sedikit dan lengan kiri dilipat bebas di depan dada. Putar kaki kanan ke depan, putar dan luruskan badan. Luruskan kedua kaki dan tolakkan peluru tersebut. Selanjutnya Ananda diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Ananda melakukan aktivitas kedua tolak peluru. Kemudian bandingkan aktivitas pembelajaran kedua tersebut dengan cara berikut: a. Rasakan gerakan yang dilakukan. b. Bandingkan gerakan yang dilakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan peserta didik. c. Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. Gambar 10.7. Gerakan tolak peluru gaya menyamping 3. Aktivitas pembelajaran 3 Ananda diminta untuk mengamati dan meragakan aktivitas gerakan keseluruhan tolak peluru dari awalan/ancang-ancang sampai dengan sikap badan setelah menolakkan peluru (gaya menyamping) berikut ini, perhatikan, amati dan diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. Gambar 10.8. Aktivitas tolak peluru gaya menyamping secara keseluruhan
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 10 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tolak peluru! 2. Jelaskan bagaimana tahapan-tahapan dalam melakukan gerakan tolak peluru! 3. Bagaimana cara memegang peluru dan dimana peluru diletakkan? D. Tugas
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 11 Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya. Berat peluru digunakan dalam perlombaan adalah 7,25 kg (untuk putra) dan 4 kg (untuk wanita). A. Rangkuman
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 12 1. Tes Pengetahuan Rubrik Penilaian Pemahaman Konsep Tolak Peluru Gaya Menyamping Pertanyaan yang diajukan Kualitas Jawaban 1 2 3 4 1) Bagaimana keterampilan memegang peluru? 2) Bagaimana posisi awalsaat akan menolak peluru? 3) Bagaimana bentuk gerakan lengan yang benar pada saat melakukan tolak peluru? 4) Bagaimana posisi peluru yang benar pada saat dipegang untuk melakukan tolakan? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 2. Penilaian Keterampilan Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Keterampilan Dasar Tolak Peluru Gaya Menyamping Aspek Yang Dinilai Kualitas Gerak 1 2 3 4 1) Arah gerakan menolak saat peluru, ke depan atas 2) Posisi badan saat akan menolak peluru menyamping arah gerakan 3) Bentuk gerakan pinggang saat menolak peluru diputar ke samping, depan dan atas 4) Pelepasan peluru yang benar dari pegangan tangan saat menolak peluru ketika lengan telah lurus ke depan JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 B. Tes Akhir Modul
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 13 A. Glosarium Abstrak adalah benda yang kasat mata, tidak jelas, dan tidak terdefinisi Afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Cedera luka atau disfungsi tubuh karena suatu paksaan atau tekanan fisik Efektif cara mencapai suatu tujuan dengan waktu yang cepat Efisien cara mencapai tujuan dengan sumber daya minimal namun hasil Faktual kejadian yang bersifat nyata fasilitas sarana untuk melancarkan pelaksanaan Fundamental bersifat mendasar Gotong royong bekerja bersama-sama untuk mencapaisuatu tujuan Inspirator memberikan ilham atau petujuk Kognitif kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual. Kombinasi menggabungkan beberapa obyek Konkrit nyata Konseptual sebuah fakta atau data yang sudah di proses agar lebih mudah di fahami Korektor pemeriksa yang adil dan obyektif Modifikasi merubah sesuatu agar lebih menarik Modul paket belajar yang berisisatu unit materi pembelajaran Motivator memberikan dorongan agar lebih semangat dalam belajar Prosedural sifat bahan yang kembali dengan sendirinya ke bentuk semula Psikomotor menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan kerja otot Ranah bagian atau elemen Sportif bersifat ksatria, jujur Teloransi saling menghormati dan menghargai
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 14 B. Kunci Jawaban Tugas 1. Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. 2. Cara memegang peluru, sikap badan saat menolak peluru dan sikap badan setelah menolak peluru. 3. Di telapak tangan 4. Dicondongkan Tes Akhir Modul 1. Panduan Penilaian Pengetahuan 1) Skor 4: jika Ananda mampu menjelaskan empat keterampilan dasar memegang peluru, sikap awal saat menolak, posisi peluru yang benarsaat melakukan tolakan. 2) Skor 3: jika Ananda mampu menjelaskan tiga keterampilan dasar memegang peluru, sikap awal saat menolak, posisi peluru yang benar saat melakukan tolakan. 3) Skor 2: jika Ananda mampu menjelaskan dua keterampilan dasar memegang peluru, sikap awal saat menolak, posisi peluru yang benar saat melakukan tolakan. 4) Skor 1: jika Ananda mampu menjelaskan satu keterampilan dasar memegang peluru, sikap awalsaat menolak, posisi peluru yang benarsaat melakukan tolakan. 2. Panduan Penilaian Keterampilan 1) Skor 4: jika Ananda mampu mempraktikan empat keterampilan memegang peluru, meletakkan peluru pada leher, menolak peluru dan posisi badan saat melakukan tolakan peluru. 2) Skor 3: jika Ananda mampu mempraktikan tiga keterampilan dasar memegang peluru, meletakkan peluru pada leher, menolak peluru dan posisi badan saat melakukan tolakan peluru. 3) Skor 2: jika Ananda mampu mempraktikan dua keterampilan dasar memegang peluru, meletakkan peluru pada leher, menolak peluru dan posisi badan saat melakukan tolakan peluru. 4) Skor 1: jika Ananda mampu mempraktikan satu keterampilan dasar memegang peluru, meletakkan peluru pada leher, menolak peluru dan posisi badan saat melakukan tolakan peluru
PJOK - Modul 10. Atletik-Tolak Peluru 15 Muhajir. 2016. Buku Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan. Kemendikbud. Jakarta. https://www.encuentroplanalianza.com/tolak-peluru-pengertian-gaya-keterampilan - peraturan/ https://www.pngdownload.id/png-hd5jbz/ https://herry-pjok.blogspot.com/2017/01/cara-melakukan-tolak-peluru-tugasblog.html
DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar Isi ii Daftar Gambar iii I . Pendahuluan A.Deskripsi Singkat 1 B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 2 C. Petunjuk Belajar 3 D.Peran Guru dan Orang Tua 4 II . Kegiatan Belajar A. Indikator Pencapaian Kompetensi 5 B. Aktivitas Pembelajaran Kebugaran Jasmani 7 C. Tugas 11 III . Penutup A. Rangkuman 12 B. Tes Akhir Modul 13 Lampiran 16 Daftar Pustaka 20 PJOK - Modul 12. Kebugaran Jasmani ii
DAFTAR GAMBAR Gambar 12.1. Contoh Kekuatan Tungkai 8 Gambar 12.2. Naik turun bangku 8 Gambar 12.3. Aktivitas Kekuatan Otot-Otot Kaki dengan menaiki bangku 9 Gambar 12.4. Sit-Up 9 Gambar 12.5. Back-Up 10 Gambar 12.6. Aktivitas kekuatan otot lengan dan bahu 10 Gambar 12.7. Beberapa Aktivitas Kekuatan Lengan dan Bahu dengan Beban Badan Sendiri 11 PJOK - Kebugaran Jasmani iii
PJOK - Kebugaran Jasmani 4 KEBUGARAN JASMANI Bersyukurlah Ananda dapat menyelesaikan satu modul lagi! Dan bagus Ananda mampu melakukan kegiatan pembelajaran secara mandiri melalui modul. Tetaplah bersemangat dalam mempelajari modul-modul berikutnya sehingga akan diperoleh hasil yang lebih baik. Pada modul ini diharapkan Ananda dapat melakukan aktivitas kebugaran jasmani. Waktu yang disediakan untuk mempelajari modul ini adalah 6 x 40 menit, dan saya yakin jika Aktivitas ini Ananda lakukan dengan sungguh-sungguh, maka dalam waktu yang cepat Ananda dapat menguasainya. Tapi ingat, jangan lupa Ananda harus melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan gerakan /aktivitas tersebut agar tidak terjadi cidera otot. Hal ini Karena dalam kegiatan pembelajaran kebugaran jasmani banyak menggunakan otot-otot besar. Ingat, pelajari dulu petunjuk dan langkah-langkah yang harus Ananda lakukan sebelum mempelajari modul ini. Dengan mempelajari modul ini, diharapkan Ananda dapat membiasakan perilaku berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, selalu berusaha secara maksimal dan tawakal dengan hasil akhir yang diperoleh serta membiasakan berperilaku baik, sportif dalam berolahraga dan bermain, bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. A. Deskripsi Singkat
PJOK - Kebugaran Jasmani 5 Amati dan cari informasi tentang berbagai aktivitas pembelajaran kebugaran jasmani melalui TV, internet atau sumber buku lainya. kemudian Ananda saling bertukar pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Kebugaran jasmani tersebut seperti manfaat Aktivitas kekuatan otot kaki, lengan, bahu, dada dan perut bagi kesehatan tubuh kita. Dalam mempelajari modul ini agar diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Ananda dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah pembelajarannya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. 3. Langkah-langkah yang perlu anda ikuti secara berurutan dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut: a. Usahakan Ananda memiliki buku paket Pendidikan Jasmani Kelas VII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena dalam modul ini diutamakan pada materi esensial/materi pokok/materi utama. b. Baca dan pahami dengan benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. c. Bila dalam mempelajari materi tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-teman yang lain. Dan bila belum terpecahkan sebaiknya Ananda tanyakan pada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Ananda merasa memahami materi pelajaran tersebut, kerjakanlah tugastugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis Ananda. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Dan bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Ananda berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh guru bina atau guru pamong. Urutan kegiatan di atas harus Ananda ikuti dengan baik, agar Ananda lebih cepat berhasil mempelajari modul ini. C. Petunjuk Belajar
PJOK - Kebugaran Jasmani 6 Teruntuk Bapak/Ibu Orang Tua peserta didik, berkenan Bapak/Ibu dapat meluangkan waktunya untuk mendengarkan dan menampung serta membantu memecahkan permasalahan belajar yang dialami oleh Ananda peserta didik. Jika permasalahan belajar tersebut belum dapat diselesaikan, arahkanlah Ananda peserta didik untuk mencatatkannya dalam buku catatan mereka untuk didiskusikan bersama teman maupun Bapak/Ibu Guru mereka saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung. Teruntuk Bapak/Ibu Guru, modul ini disusun dengan orientasi aktivitas peserta didik dan setiap modul dirancang untuk dapat mencakup satu atau lebih pasangan kompetensikompetensi dasar yang terdapat pada kompetensi inti 3 (pengetahuan) dan kompetensi inti 4 (keterampilan). Setiap peserta didik diarahkan untuk dapat mempelajari modul ini secara mandiri, namun demikian mereka juga diharapkan dapat menuliskan setiap permasalahan pembelajaran yang ditemuinya saat mempelajari modul ini dalam buku catatan mereka. Berkenaan dengan permasalahan-permasalahan tersebut, diharapkan Bapak/Ibu Guru dapat membahasnya dalam jadwal kegiatan pembelajaran yang telah dirancang sehingga Ananda peserta didik dapat memahami kompetensi-kompetensi yang disiapkan dengan tuntas. SELAMAT BELAJAR
PJOK - Kebugaran Jasmani 7 Pengertian Kebugaran Jasmani Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh dalam melakukan penyesuain terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan. Setiap orang membutuhkan kebugaran jasmani yang baik agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan efektif dan efisien tanpa mengalami kelelahan. Derajat kebugaran jasmani seseorang sangat menentukan kemampuan fisiknya dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehari-hari. Makin tinggi derajat kebugaran jasmani seseorang maka makin tinggi pula kemampuan kerja fisiknya. Selainberguna untuk meningkatkan kebugaran jasmani, Aktivitas kondisi fisik merupakan program pokok dalam pembinaan siswa untuk berprestasi lagi dalam suatu cabang olahraga. Kekuatan otot merupakan salah satu komponen kebugaran jasmani. Kekuatan otot adalah suatu kemampuan yang dikeluarkan oleh otot tubuh dalam mehanan suatu beban. Kekuatan otot ini merupakan daya penggerak di dalam setiap kegiatan, mengurangi potensi terjadinya cidera, menguatkan stabilitas persendian serta menunjang efisiensi kerja. Sebelum Ananda mempelajari tentang kegiatan senam kebugaran jasmani/senam kekuatan dan daya tahan tubuh perlu Ananda ketahuisekilas tentang kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan yang berarti. Setiap orang membutuhkan kebugaran jasmani yang baik, agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan efisien tanpa mengalami Uraian Materi Kebugaran Jasmani
PJOK - Kebugaran Jasmani 8 kelelahan yang berarti, tidak menimbulkan kelelahan yang berarti ialah setelah seseorang melakukan suatu kegiatan atau aktivitas masih mempunyai cukup semangat dan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan lain yang mendadak. Aktivitas kebugaran jasmani sudah ada sejak jaman Yunani kuno, tapi saat itu tidak di pertandingkan tetapi berguna untuk menjaga kesehatan dan membentuk pertumbuhan secara harmonis. 1. pembelajaran kekuatan otot tungkai kaki Adapun yang dimaksud dengan kekuatan adalah kemampuan dari suatu otot untuk bekerja menahan beban secara maksimal. Ada beberapa bentuk Aktivitas kekuatan kaki: a. Aktivitas kekuatan otot kaki melalui squat jump 1) Sikap awal: (1) Jongkok dengan salah satu kaki di depan (2) Kedua tangan saling berkaitan dibelakang kepala 2) Gerakannya: (1) Melompat ke atas hingga kedua kaki lurus ke atas (2) Saat melompat sambil memindahkan kakisecara bergantian Gambar 12.1. Contoh Kekuatan Tungkai Gambar 12.2. Naik turun bangku b. Aktivitas kekuatan otot Kaki naik turun bangku: Naik turun bangku (harvart) lakukan dengan kaki bergantian dan harus ada saat kaki lurus, jadi bukan gerakan melompat, lompat jongkok (squat jump) dengan gerakan harus ditahan atau tidak di lepas, jongkok dan lompat jongkok (lompat katak), perhatikan gambar di bawah ini!
PJOK - Kebugaran Jasmani 9 Gambar 12.3. Aktivitas Kekuatan Otot-Otot Kaki dengan menaiki bangku c. Pembelajaran kekuatan otot perut (sit up) Sikap awal : 1) Tidur telentang, kedua lutut ditekuk dan kedua tangan berada di belakang kepala. 2) Angkat bahu ke atas hingga duduk, kedua tangan tetap berada di belakang kepala. 3) Rebahkan kembali badan ke lantai, lakukan sebanyak mungkin. Gerakan ini akan lebih baik apabila saat mengangkat badan kedua kaki tidak terangkat. Untuk menjaganya agar dilakukan oleh teman yang memegang pergelangan kaki. Gambar 12.4. Sit- Up d. Pembelajaran kekuatan otot punggung (back up) Sikap awal: Tidur tertelungkup, kedua kaki harus rapat dan kedua tangan berpegangan di belakang kepala. Gerakannya: 1) Angkat badan keatas hingga tidak menyentuh lantai dan kaki tetap di lantai.
PJOK - Kebugaran Jasmani 10 Sumber:https://gotogu 2) Agar kaki tidak terangkat bisa dipegang temannya pada pergelangan kaki. Gambar 12.5. Back-Up e. Pembelajaran Aktivitas kekuatan otot kedua lengan (push up) Sikap awal: 1) Telungkup/tengkurap, kedua kaki lurus rapat dengan ujung kaki menempel di lantai. 2) Kedua tangan lurus menumpu di lantai selebar bahu atau dengan siku ditekuk. Gerakannya: 1) Angkat badan atau turunkan badan sampai hampir menyentuh lantai dengan siku di tekuk. 2) Lakukan gerakan ini berulang kali. Gambar 12.6. Aktivitas kekuatan otot lengan dan bahu f. Pembelajaran Aktivitas Lengan dan bahu gerakan mendorong tembok dengan menekukkan dan meluruskan siku (push up berdiri), gerakan menggantung mengangkat badan (full up), gerakan push up dan lain-lain.
PJOK - Kebugaran Jasmani 11 Gambar 12.7. Beberapa Aktivitas Kekuatan Lengan dan Bahu dengan Beban Badan Sendiri 1. Apa yang di maksud dengan kebugaran jasmani! 2. Apa yang dimaksud dengan kekuatan? 3. Sebutkan jenis Aktivitas untuk kekuatan otot perut? 4. Sebutkan jenis Aktivitas untuk kekuatan otot bahu dan lengan? 5. Sebutkan jenis Aktivitas untuk melatih kekuatan otot tungkai kaki! C. Tugas
PJOK - Kebugaran Jasmani 12 Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan yang berarti. Setiaporang membutuhkan kebugaran jasmani yang baik, agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tidak menimbulkan kelelahan yang berarti ialah setelah seseorang melakukan suatu kegiatan atau aktivitas masih mempunyai cukup semangat dan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan lain yang mendadak. A. Rangkuman
PJOK - Kebugaran Jasmani 13 1. Tes Pengetahuan Teknis penilaian ujian tulis. Instrumen penilaian dan pedoman penskoran No Aspek dan soal uji tulis Penskoran Fakta 1). Sebutkan Aktivitas kekuatan untuk kekuatan otot perut 2). Sebutkan Aktivitas untuk kekuatan otot lengan bahu. Konsep 3). Jelaskan gerakan melakukan back up 4). Jelaskan gerakan melakukan full up Prosuderal 5). Jelaskan cara melakukan gerakan naik turun bangku 6). Jelaskan cara melakukan gerakan sit up Pedoman penskoran: 1) Penskoran Skor 4, jika penjelasan benar dan lengkap Skor 3, jika penjelasan benar tetapi kurang lengkap Skor 2, jika sebagian penjelasan tidak benar dan kurang lengkap Skor 1, jika hanya sebagian penjelasan yang benar dan tidak lengkap 2) Pengolahan skor Skor maksimum: 24 Skor perolehan siswa: SP Nilai sikap yang diperoleh siswa: SP/24 X 100 B. Tes Akhir Modul
PJOK - Kebugaran Jasmani 14 2. Penilaian ketrampilan 1) Lembar pengamatan proses penilaian sit up dan Back up 2) Tehnik penilaian dengan Uji Unjuk Kerja, Instrumen Penilaian dan Pedoman Penskoran. 3) Ananda diminta untuk melakukan gerakan Sit up dan Back up, Petunjuk Penilaian Berikan tanda cek (√) pada kolom yang sudah disediakan, setiap Ananda menunjukkan atau menampilkan gerak yang diharapkan. Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Spesifik sit up No Indikator Penilaian Hasil Penilaian Baik Cukup Kurang (3) (2) (1) 1 Sikap awalan melakukan gerakan 2 Sikap pelaksanaan melakukan gerakan 3 Sikap akhir melakukan gerakan Skor Maksimal (9) Pedoman Penskoran 1) Sikap Awalan Melakukan Gerakan sit up 2) Skor baik jika: Tidur telentang, kedua lutut ditekuk dan kedua tangan berada di belakang kepala. 3) Angkat bahu ke atas hingga duduk, kedua tangan tetap berada di belakang kepala. 4) Rebahkan kembali badan ke lantai, lakukan sebanyak mungkin. Gerakan ini akan lebih baik apabila saat mengangkat badan kedua kaki tidak terangkat. Untuk menjaganya agar dilakukan oleh teman yang memegang pergelangan kaki. Skor Sedang jika: Hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor Kurang jika: Hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar. Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Spesifik Back Up
PJOK - Kebugaran Jasmani 15 No Indikator Penilaian Hasil Penilaian Baik Cukup Kurang (3) (2) (1) 1 Sikap awalan melakukan gerakan 2 Sikap pelaksanaan melakukan gerakan 3 Sikap akhir melakukan gerakan Skor Maksimal (9) 1) Sikap Awalan Melakukan Gerakan Back up Tidur tertelungkup, kedua kaki harus rapat dan kedua tangan berpegangan di belakang kepala. Gerakannya: Angkat badan keatas hingga tidak menyentuh lantai dan kaki tetap di lantai. Agar kaki tidak terangkat bisa dipegang temannya pada pergelangan kaki.
PJOK - Kebugaran Jasmani 16 A. Glosarium Afektif ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai Efektif cara mencapai suatu tujuan dengan waktu yang cepat Efisien cara mencapai tujuan dengan sumber daya minimal namun hasil Faktual kejadian yang bersifat nyata Fasilitas sarana untuk melancarkan pelaksanaan Full up cara mencapai suatu tujuan dengan waktu yang cepat Harvart gerakan naik turun bangku Inspirator memberikan ilham atau petujuk Kognitif kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual Kombinasi menggabungkan beberapa obyek Konseptual sebuah fakta atau data yang sudah di proses agar lebih mudah di pahami Korektor pemeriksa yang adil dan obyektif Full up gerakan menggantung mengangkat badan Modifikasi merubah sesuatu agar lebih menarik Motivator memberikan dorongan agar lebih semangat dalam belajar Prosedural sifat bahan yang kembali dengan sendirinya ke bentuk semula Psikomotor menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan kerja otot
PJOK - Kebugaran Jasmani 17 B. Kunci Jawaban 1. Pengetahuan 1) kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan yang berarti 2) kekuatan : kemampuan dari suatu otot untuk bekerja menahan beban secara maksimal 3) Kemapuan otot perut bekerja dan menahan beban secara maksimal 4) Aktivitas kekuatan otot tangan, bahu, kaki 5) Daya tahan, kekuatan, kecepatan 2. Unjuk kerja 1) Penilaian hasil gerak dasar sit up. 2) Tahap pelaksanaan pengukuran Penilaian hasil/produk keterampilan gerak sit up dilakukan Ananda 1 menit dengan dengan cara: Mula-mula Ananda telungkup di atas matras, Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” Ananda mulai melakukan sit up berpasangan A sit up B menghitung dan dilakukan bergantian. Petugas menghitung dan mencata hasil sit up dilakukan oleh Ananda. Jumlah ulangan sit up yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor. 3) Konversi jumlah ulangan dengan skor Perolehan Nilai Predikat Nilai Klasifikasi Nilai Putera Puteri 10 - 12 kali 9 - 10 kali 86 - 100 Sangat Baik 8 – 9 kali 7 – 8 kali 71 - 85 Baik 6 – 7 kali 5 – 6 kali 56 - 70 Cukup ........ ≤ 5 kali ........ ≤ 4 kali ........ ≤ 55 Kurang 4) Penilaian hasil gerak dasar push up. a) Tahap pelaksanaan pengukuran Penilaian hasil/produk keterampilan gerak push up dilakukan Ananda 1 menit dengan dengan cara:
PJOK - Kebugaran Jasmani 18 1. Mula-mula Ananda telungkup di atas matras, Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” Ananda mulai melakukan sit up berpasangan A push up B menghitung dan dilakukan bergantian. Petugas menghitung dan mencata hasil sit up dilakukan oleh Ananda. 2. Jumlah ulangan push up yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor. b) Konversi jumlah ulangan dengan skor Perolehan Nilai Predikat Nilai Klasifikasi Nilai Putera Puteri 10 - 12 kali 9 - 10 kali 86 - 100 Sangat Baik 8 – 9 kali 7 – 8 kali 71 - 85 Baik 6 – 7 kali 5 – 6 kali 56 - 70 Cukup ........ ≤ 5 kali ........ ≤ 4 kali ........ ≤ 55 Kurang 5) Penilaian hasil gerak dasar back up. a) Tahap pelaksanaan pengukuran Penilaian hasil/produk keterampilan gerak back up dilakukan Ananda 1 menit dengan dengan cara: 1. Mula-mula Ananda telungkup di atas matras, Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” Ananda mulai melakukan back up berpasangan A back up B menghitung dan dilakukan bergantian. Petugas menghitung dan mencata hasil sit up dilakukan oleh Ananda. 2. Jumlah ulangan sitback up yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor. b) Konversi jumlah ulangan dengan skor Perolehan Nilai Predikat Nilai Klasifikasi Nilai Putera Puteri 10 - 12 kali 9 - 10 kali 86 - 100 Sangat Baik 8 – 9 kali 7 – 8 kali 71 - 85 Baik 6 – 7 kali 5 – 6 kali 56 - 70 Cukup ........ ≤ 5 kali ........ ≤ 4 kali ........ ≤ 55 Kurang
PJOK - Kebugaran Jasmani 19 C. Kunci Jawaban Test Formatif 1. Back up kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan yang berarti 2. berguna untuk menjaga kesehatan dan membentuk pertumbuhan secara harmonis. 3. Aktivitas kekuatan otot tangan, bahu, kaki 4. Daya tahan, kekuatan, kecepatan Saya ucapkan selamat, karena Ananda telah berhasil menyelesaikan kegiatan pembelajaran pada modul ini. Mudah-mudahan keberhasilanmu dapat mendorong semangatmu untuk terus belajar melalui modul-modul ini. Setelah Ananda melakukan Aktivitas kebugaran jasmani dari mulai kekuatan otot-otot sampai pada Aktivitas daya tahan jantung dan paru, maka saat ini Ananda boleh melanjutkan untuk mempelajari modul berikutnya. Sebelum Ananda melakukan Aktivitas tentang senam irama, perlu diketahui agar Ananda mempelajari dengan sebaik-baiknya. Yuk... kita mulai Aktivitas senam irama... Ingat setiap akan melakukan kegiatan olahraga Ananda harus terlebih dahulu pemanasan yang cukup. Jika Aktivitas yang Ananda lakukan belum menguasai usahakan agar Ananda dapat mengulangulang Aktivitas sehingga nilai yang Ananda peroleh bisa mencapai 75. Selamat melanjutkan pada modul berikut!
PJOK - Kebugaran Jasmani 20 Muhajir - Buku PJOK kemendikbud, Sumber dan bahan Ajar Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan https://informasitips.com, Jenis Aktivitas Kekuatan Otot Tungkai Kaki https://informasitips.com, Teknik Push Up https://gotogu, Cara Back Up https://m.tribunnews.com/sport/, Bentuk Aktivitas Untuk Kekuatan Bahu Dan Lengan https://www.bukusekolah.net , Jenis Aktivitas Naik Turun Bangku https://www.bukusekolah.net, Bentuk Aktivitas Bahu https://barbarengans.wordpress.com, Cara Melakukan Full Up
PJOK - Gerak Berirama iv DAFTAR ISI Kata Pengantar............................................................................................................................. iii Daftar Isi....................................................................................................................................... iv Daftar Gambar ............................................................................................................................. v I. Pendahuluan A. Deskripsi Singkat ............................................................................................................. 1 B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar........................................................................... 2 C. Petunjuk Belajar.............................................................................................................. 3 D. Peran Guru dan Orang Tua .............................................................................................. 4 II. Kegiatan Belajar: Gerak Berirama A. Indikator Pembelajaran ................................................................................................... 5 B. Aktivitas Pembelajaran Gerak Berirama........................................................................... 6 C. Tugas............................................................................................................................... 15 III. Penutup A. Rangkuman ..................................................................................................................... 16 B. Tes Akhir Modul .............................................................................................................. 17 Lampiran ...................................................................................................................................... 18 Daftar Pustaka.............................................................................................................................. 22
PJOK - Gerak Berirama v DAFTAR GAMBAR Gambar 14.1. Gada Rytmik Alat Untuk Senam Irama..................................................................... 7 Gambar 14.2. Gerak langkah biasa ................................................................................................ 8 Gambar 14.3. Latihan Kedua langkah kaki rapat............................................................................ 8 Gambar 14.4. Gerak langkah keseimbangan.................................................................................. 9 Gambar 14.5. Gerak langkah kaki depan........................................................................................ 10 Gambar 14.6. Langkah-Langkah Kaki Silang ................................................................................... 10 Gambar 14.7. Ayunan lengan satu lengan ke depan belakang ....................................................... 11 Gambar 14.8. Aktivitas pembelajaran gerakan ayunan lengan satu lengan ke samping ................. 12 Gambar 14.9. Gerakan ayunan dua lengan silang di depan di badan ............................................. 12 Gambar 14.10. Langkah ke depan dan gerakan tangan ke atas...................................................... 13
PJOK - Modul 14. Gerak Berirama 6 GERAK BERIRAMA Bersyukurlah Ananda telah menyelesaikan beberapa modul dengan baik, pertahankan semangat belajarmu, jangan sampai turun. Tentunya Ananda masih ingat bukan dengan materi yang lalu? Mari kita lanjutkan kembali pada modul ini tentang senam irama tanpa alat. Ananda harus memahami terlebih dahulu tentang senam irama. Senam irama adalah senam yang diiringi oleh irama musik. Berarti dalam mempelajari modul ini Ananda harus mempersiapkan alat musik yang ada seperti tape recorder, kaset, MP3, yang sesuai dengan gerakan yang Ananda lakukan. Perlu juga Ananda perhatikan bahwa dengan melakukan latihan senam irama ini dapat Ananda lakukan saat belajar di TKB maupun di luar TKB bersama dengan teman- temanmu. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan modul ini adalah 6 x 40 menit belum termasuk untuk menyelesaikan tugas-tugas. Pelajari dulu petunjuk dan langkah- langkah yang harus Ananda lakukan sebelum mempelajari modul ini, jangan lupa Ananda harus melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan pembelajaran agar tidak terjadi cidera otot. Dengan mempelajari modul ini, diharapkan Ananda dapat membiasakan perilaku berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, selalu berusaha secara maksimal dan tawakal dengan hasil akhir serta membiasakan berperilaku baik, sportif dalam berolahraga dan bermain, bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain A. Deskripsi Singkat
PJOK - Modul 14. Gerak Berirama 7