The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anisrohana66, 2021-03-30 02:28:50

DIKTAT 2

DIKTAT 2

PEMERINTAH KOTA BALIKPAPAN
DINAS PENDIDIKAN

SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
Jalan Kapten Piere Tendean Rt. 30 No. 63 Balikpapan Telp./Fax. (0542)421960
E-mail : [email protected] / [email protected]

Latih Terampil

BAHASA INDONESIA

KELAS X / SEMESTER II

Oleh:
Dra. Anis Rohana
NIP. 19660404 199303 2 012

1

Halaman Pengesahan

BAHAN AJAR INI TELAH DISAHKAN
UNTUK DAPAT DIGUNAKAN DI LINGKUNGAN

SMAN I BALIKPAPAN

Mengesahkan, Balikpapan, 5 Desember 2012
Kepala SMA N I Balikpapan Menyetujui,
Wakaur Kurikulum
Drs. H. Seger Imam Suja’i, M.Pd.
NIP.19651128 199403 1 012 H. Sugiatna, S.Pd.
NIP. 19630217 198703 1 011

2

Kata Pengantar

Alhamdulillah, puji syukur kami kepada Allah SWT. Berkat limpahan karunia-Nya,
kami dapat menyelesaikan penulisan bahan ajar bahasa Indonesia. Bahan ajar ini terdiri
atas Jilid 1 untuk Kelas X semester 1; Jilid 2 untuk kelas X Semester 2. Dalam
penyusunan bahan ajar tersebut kami berpedoman pada silabus KTSP. Tiap bab diawali
dengan teori ringkas pokok bahasan yang dipelajari dan dilengkapi dengan contoh-contoh
soal yang relevan.

Bahan ajar bahasa Indonesia dirancang untuk memberikan arahan dan tuntunan
kepada siswa SMA kelas X agar mampu berkomunikasi dengan baik. Komunikasi yang
dikembangkan dalam buku ini meliputi empat keterampilan berbahasa, yaitu
mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut
disajikan secara terintegrasi sehingga implementasinya selalu berorientasi pada
pencapaian kecakapan hidup (life skill).

Demikianlah bahan ajar ini disusun agar dapat memberikan manfaat yang
sebesar-besarnya bagi para siswa dan guru. Buku ini jauh sempurna, mohon kritik saran.
Terima kasih kepada Kepala Sekolah, rekan-rekan dan pihak-pihak yang membantu
penyusunan bahan ajar ini.

Balikpapan, Juli 2012
Penulis

3

Daftar Isi

Halaman 1
Halaman Judul …………………………………..………………………………………………………………… 2
Halaman Pengesahan………………………………………………………………………………………………………. 3
Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………………………… 4
Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………………………………… 5
Deskripsi Bahan Pembelajaran…………………………………………………………………………………………

9.1 Menyimpulkan isi Informasi yang didengar melalui tuturan langsung…………………………. 6
9.2Menyimpulkan isi inforamasi yang disampaikan melalui tuturan tidak langsung
10
(rekaman atau teks yang dibacakan)……………………………………………………………………….… 14
10.1 Memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak dan atau elektronik…………...
10.2 Memberikan perse - tujuan / dukungan terhadap artikel dalam media cetak atau 18
23
elektronik…………………………………………………………………………………………………………….….….. 25
11. 1 Membaca memindai ( scaning ) dari indeks ke teks buku……………………………..…………..
11.2 Membaca tabel atau grafik………………………………………………………………………………….…….. 29
12.1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat
33
dalam bentuk paragraf argumentasi……………………………………………………………………..….....
12.2 Menulis gagasan untuk meyakinkan / mengajak pembaca bersikap / melakukan 35
40
sesuatu dalam bentuk paragraf persuasive……………………………………….……………………….
12.3 Menulis hasil wawancara kedalam beberapa paragraf dengan menggunakan ejaan 42

yang tepat………………………………………………………………………………………………….…………….... 49
12.4 Menyusun teks pidato………………………………………………………………………………….……………..
13.1 Menemukan hal – hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat yangdisampaikan 50
55
secara langsung dan atau melalui rekaman ………………………………………………….……………… 59
13.2 Menjelaskan hal - hal yang menarik tentang latar cerita rakyat yang disampaikan
61
secara langsung dan atau melalui rekaman…………………………………………………………………..
14. 1 Membahas isi puisi berkenaan dengan gambaran penginderaan,perasaan, pikiran 65
67
dan imajinasi melaluidiskusi……………………………………………………………………………..…………
15.1 Mengidentifikasi karakteristik dan struktur unsur intrinsic sastra Melayu klasik……....
15.2 Menemukan nilai - nilai yang terkandung di dalam sastra Melayu klasik……………..…..
16.1 Menulis karanganberdasarkan kehi dupan diri sendiri dalam cerpen pelaku,peristiwa,

latar)…………………………………………………………………………………………………………………………...
16.2 Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain dalam cerpen pelaku,
peristiwa, latar)…………………………………………………………………………………………………………………..
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………………………………….

4

Deskripsi Program Pembelajaran

Bahasa Indonesia : 92 Jam Pelajaran (Kelas X Semester 2)

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

9 Mendengarkan 9.1 Menyimpulkan isi Informasi yang didengar melalui tuturan langsung

9.2Menyimpulkan isi inforamasi yang disampaikan melalui tuturan tidak

langsung (rekaman atau teks yang dibacakan)

10 Berbicara 10.1 Memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak dan atau
elektronik

10.2 Memberikan perse - tujuan / dukungan terhadap artikel dalam
media cetak atau elektronik

11 Membaca 11. 1 Membaca memindai ( scaning ) dari indeks ke teks buku
11.2 Membaca tabel atau grafik

12 Menulis 12.1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat
dalam bentuk paragraf argumentasi

12.2 Menulis gagasan untuk meyakinkan / mengajak pembaca bersikap
/ melakukan sesuatu dalam bentuk

paragraf persuasive
12.3 Menulis hasil wawancara kedalam beberapa paragraf

dengan menggunakan ejaan yang tepat
12.4 Menyusun teks pidato

13 Mendengarkan 13.1 Menemukan hal – hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat
yang disampaikan secara langsung dan
atau melalui rekaman

13.2 Menjelaskan hal - hal
yang menarik tentang latar cerita rakyat yang disampaikan secara
langsung dan atau melalui rekaman

14 Berbicara 14. 1 Membahas isi puisi berkenaan dengan gambaran
penginderaan,perasaan, pikiran dan imajinasi melalui
diskusi

14.2 Menghubungkan isi puisi dengan realitas alam, sosial budaya dan
masyarakat melalui diskusi

15 Membaca 15.1 Mengidentifikasi karakteristik dan struktur unsur intrinsic sastra
Melayu klasik

15.2 Menemukan nilai - nilai yang terkandung di dalam sastra Melayu
klasik

16 Menulis 16.1 Menulis karanganberdasarkan kehi dupan diri sendiri dalam
cerpen pelaku,peristiwa, latar)

16.2 Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain dalam
cerpen pelaku,peristiwa,latar)

5

Standar Kompetensi : Mendengarkan

(9) Memahami informasi melalui tuturan

Kompetensi Dasar : 9.1 Menyimpulkan isi informasi yang didengar melalui tuturan langsung.

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat

1. Mencatat pokok – pokok isi siaran radio / TV
2. Menyampaikan secara lisan pokok – pokok isi siaran yang didengar melalui radio / TV
3. Mengajukan pertanyaan tentang isi siaran radio / TV
4. Menjawab pertanyaan tentang isi siaran radio / TV
5. Menyampaikan informasi yang didengar melalui radio / TV dalam beberapa kalimat secara

runtut dan jelas.
B. Materi Pembelajaran :

1. Pengertian menyimpulkan

Menyimpulkan sama dengan meringkas atau mengikhtisar uraian. Menyimpulkan berarti
menyatukan (merangkai) pokok-pokok pembicaraan (uraian) yang terpencar atau meringkas
uraian dalam pokok-pokok saja.

Hal-hal yang dibutuhkan dalam kegiatan berbahasa ini adalah kemampuan berkonsentrasi,
kemampuan memahami isi, dan pengolahan informasi.

Sedangkan informasi tuturan langsung berarti informasi llisan yang diperoleh dari narasumber
secara langsung.

Dengan kegiatan menyimpulkan ini, diharapkan dapat diperoleh pokok-pokok informasi
yang akurat dengan fakta dan opini yang menguatkannya.

2. Mendengarkan

Mendengarkan dapat disamakan dengan menyimak yaitu mendengar akan sesuatu dengan
sungguh-sungguh. Hal-hal yang dibutuhkan dalam kegiatan berbahasa ini adalah kemampuan
berkonsentrasi, kemampuan memahami isi, dan pengendapan informasi.

3. Berita

1. Pengertian
Berita yaitu cerita atau keterangan atau informasi mengenai kejadian atau pristiwa

yang hangat.

2. Ciri berita
a. Penalaran logis.
b. Informasi lengkap sesuai rumus 5 W + 1 H
c. Sturtur bahasa tepat dan mudah dipahami
d. Diksi tepat dan tidak ambigu
e. Menarik perhatian
f. Bahasa segar dan hidup

Mendengarkan informasi adalah kegiatan yang harus dilakukan secara aktif dan penuh
konsentratif. Dengan demikian, sebuah informasi dapat dipahami oleh pendengarnya. Anda dan
teman-teman Anda mungkin setiap hari mendengar berita yang disiarkan televisi atau radio.
Kemudian, Anda akan menangkap sebuah gagasan atau pesan dari berita yang disampaikan
tersebut. Lalu, bagaimana cara untuk menangkap informasi dari berita yang disampaikan secara
baik dan akurat?

6

Kuncinya, Anda harus berpegang pada rumus 5W + 1H, yaitu what (apa), where (di mana),
when (kapan), why (mengapa), who (siapa), dan how (bagaimana).

4. Langkah-langkah menyusun kesimpulan
a. Mendengarkan dengan teliti isi informasi yang disampaikan secara langsung
b. Menginterpretasi atau menaksir pokok pembahasan
c. Menyeleksi atau menentukan pokok pikiran
d. Menulis kembali pokok-pokok pikiran dengan kalimat sendiri secara ringkas
e. Menyampaikan secara lisan isi informasi yang telah ditulis secara runtut dan jelas.

Perhatikan dua berita yang diambil dari siaran berita di televisi dan radio berikut!
Berita 1
Perkembangan industri asuransi jiwa yang rata-rata naik sekitar 20 – 25 persen pertahun,
mengidendikasikan kesadaran masyarakat terhadap asuransi yang terus meningkat. Hal itu mendorong
para pelaku usaha asuransi untuk menegakkan kode etik keagenan, serta memberikan layanan terbaik
bagi para pemegang polisnya. Ketua AAJI ( Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia), Catherine T. , pada
pertemuan AAJI di Bandung, Rabu kemarin mengungkapkan, “ Pertemuan ini untuk membangaun
citra AAJI dalam memberikan pelayanan lebih baik. Namun ini bukan berarti DAI (Dewan Asuransi
Indonesia) tidak ada peran, justru AAJI di bawah langsung DAI.”

Sumber : RRI, 10 Oktoberr 2002

Berita 2
PT Jamsostek menyediakan dana sekitar Rp 7,2 miliar untuk membangun 10 Trauma Center (TC) dan
10 ambulans di 10 kota di Indonesia. Direktur Operasi dan Pelayanan PT Jamsostek, Joko Sungkono
mengatakan, pendirian TC dan penyediaan ambulans tersebut untuk meningkatkan fasilitas
pelayanana rumah sakit bagi pekerja yang mengaalami kecelakan kerja pada delapan jam pertama. Di
kalangan medis, delapan jam pertama pada kecelakaan kerja disebut “golden periode” , yakni saat-
saat menentukan dalam bantuan medis. Jika pelayanan media pada delapan jam pertma terlambat,
korban kemungkinan besar mengalami cacat atau bahkan meninggal.

Sumber: TVRI, 17 September 2002

Latih Terampil
1. Mintalah salah seorang teman Anda membacakan kedua teks di atas tersebut! Teman- teman
lainya harus menyimak secara seksama pembacaan barita tersebut.
2. Catatlah isi atau pesan pokok yang terdapat dalam betita 1 dan 2 !
3. Jawablah pertanyan berikut berdasarkan berita 1 !
a. Industri apa yang mengalami pertumbuhan rata-rata 20 -25 persen pertahun?
b. Di manakah pertmuan AAJI berlangsung?
c. Kapan pertemuan tersebut dilangsungkan?

7

d. Mengapa para pelaku usaha asuransi akam memberikan pelayanan terbaik bagi
pemegang polisnya?

e. Bagaimana peran AAJI dalam industri asuransi ini?
4. Buatlah pertanyaan yang menggunakan rumus 5W + 1H berdasarkan berita ke-2

lalu jawablah!

5. Ungkapkan isi berita 1 dan 2 !
6. Bahaslah dan simpulkan, apakah informasi yang Anda dengar sama dengan informasi yang

teman-teman Anda dengar?

Tugas

1. Dengarkanlah berita mengenai lingkungan atau topik tartentu dari radio atau televisi!
2. Catatlah hal-hal penting dari berita tersebut dilengkapi dengan sumbernya! Misalnya, sumber

berita, tanggal pencatatan dan pembacaan berita, serta pembaca berita!
3. Bacakanlah hasil pencatatan Anda secara bergiliran di depan kelas!
4. Buatlah sebuah peragraf berisi kesimpulan isi berita yang diungkapkan teman-teman Anda!
5. Bacakanlah kesimpulan tersebut secra bergantian! Mintalah komentar teman

tentang kelengkapan isi kesimpulan tersebut!

Nama :

Kelas : X -

Laporan Kerja

Menyimak berita di Televisi/ Radio

1. Nama Acara TV/ Radio : …………………………………………………..............

2. Waktu Tayang :…………………………………………………………….

3. Nama Stasiun TV/ Radio :……………………………………………………………

4. Nama Penyiar :…………………………………………………………….

5. Sumber Berita :……………………………………………………………

6. Topik Berita : ………………………………………..………………….

No Pertanyaan Jawaban Isi Berita
1 Apa
2 Siapa
3 Kapan
4 Di mana
5 Bagaimana
6 Mengapa

7. Sari Berita : .......................................................................................................................

8

Penilaian

Nama :
Kelas :

No Aspek yang dinilai Skore
1-10

1 Kelengkapan isi informasi

Keruntutan penyampaian
2 informasi

Penggunaan bahasa yang mudah
3 dipahami

4 Keseriusan dalam penyampaian

Jumlah skore

Nilai  Jumlah Skor X100  ....
40

9

Standar Kompetensi : Mendengarkan

(9) Memahami informasi melalui tuturan

Kompetensi Dasar : 9.2 Menyimpulkan isi informasi yang disampaikan melalui tuturan tidak

langsung (rekaman atau teks yang dibacakan ).

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat

1. Mencatat pokok – pokok isi yang terdapat dalam rekaman siaran radio / TV atau pembacaan
teks.

2. Menyampaikan secara lisan pokok – pokok isi yang didengar melalui rekaman radio / TV atau
pembacaan tersebut.

3. Menentukan perbedaan fakta dengan opini.
4. Menyampaikan informasi berdasarkan rekaman radio / TV atau pembacaan teks yang

didengar dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami

B. Materi Pembelajaran :

1. Menyimpulkan berita

Dengan kemampuan mendengarkan informasi dari tuturan tidak langsung, Anda akan
terbiasa mengambil manfaat dari informasi yang berasal dari tuturan tidak langsung. Semakin
banyak sumber informasi yang diserap (baik dari tuturan langsung maupun tuturan tidak
langsung), Anda akan makin mudah menyerap informasi. Dengan banyak menyerap
informasi, Anda akan semakin percaya diri dalam menjalani kehidupan dan mencapai tujuan
hidup Anda.
Berikut ini sebuah informasi yang akan dibacakan oleh teman Anda. Anda harus mendengarkannya
dengan baik. Agar dapat mendengarkan dengan baik, tutuplah buku Anda.

Pesawat Cerdas Cegah Terorisme
Sejak peristiwa pengeboman WTC 11 September 2001, sistem keamanan menjadi
perhatian perusahaan pemanufaktur pesawat. Boeing misalnya, mengembankan teknologi
yang mencegah terorisme di pesawat.
Boeing saat ini tengah menggarap sistem pengamanan pada pesawat yang
diproduksinya. Para ilmuwan di Boeing sedang mengembangkan sistem baru bernama
Uninterruptible Autopilot System (UAS) yang diklaim mampu mencegah pengambilalihan
kontrol pesawat oleh teroris.
Alat tersebut, seperti dikutip detikINET dari ThisIsLondon.co.uk Senin(12/3/2007), sudah
dipatenkan secara rahasia oleh Boeing di Amerika Serikat bulan ini.
Sistem ini akan menghubungkan pemandu pendaratan pesawat di bandara dengan
pesawat menggunakan gelombang radio dan satelit GPS (Global Positioning System).
"Kami berupaya memperketat sistem keselamatan, keamanan, dan efisiensi pada armada
penerbangan dunia," ujar juru bicara Boeing. Menurutnya, teknologi ini ditujukan untuk
menjawab kebutuhan industri yang membutuhkan teknik khusus untuk mencegah orang luar
mengontrol pesawat dan mengancam jiwa penumpang.
Sistem autopilot sebelumnya telah ada pada pesawat Boeing dan membutuhkan
bantuan pilot untuk mengaktifkannya. Sementara pada sistem UAS ini, sistem autopilot akan
dipicu oleh aktifnya panel instrumen yang bersensor tekanan. Sensor ini diletakkan pada
pintu kokpit yang dapat mendeteksi adanya gerakan pemaksaan untuk memasuki ruang
kokpit.
Begitu teraktivasi, UAS tidak akan bisa dinonaktifkan oleh semua orang di pesawat
dalam keadaan apapun.

10

Pengendalian jarak jauh, kemudian akan diserahkan sepenuhnya kepada pemandu
pesawat di bandara atau ground controller yang menggunakan gelombang radio dan sinyal
GPS untuk memandu pendaratan pesawat secara digital.

Hal ini diklaim dapat meniadakan risiko kemungkinan orang berbuat jahat selama
dalam penerbangan.

Jika terjadi sesuatu yang buruk, pesawat kemudian akan dikendalikan dari jarak jauh
menuju basis pangkalan udara militer atau bandara komersial yang aman, di mana pesawat
dapat mendarat dengan bantuan teknologi autoland function, yang telah ada pada pesawat
penumpang modern saat ini.
Menurut sumber yang dekat dengan perusahaan, dalam 3 tahun mendatang sistem ini sudah
dapat diterapkan pada pesawat-pesawat komersil.

Sumber: www.detikinet.com, 12 Maret 2007

Setelah mendengarkan informasi dari tuturan tidak langsung tersebut, Anda dapat membuat
simpulannya. Simpulan tersebut Anda buat agar Anda memahami pesan dari informasi tersebut.
Agar Anda dapat menyimpulkan informasi tersebut secara runtut dan mudah dipahami, catatlah
pokok-pokok informasi tersebut.

Sama dengan mendengarkan informasi dari tuturan langsung, untuk mengetahui pokok-pokok isi
informasi yang kita dengar dari tuturan tidak langsung, kita tidak dapat mengetahuinya berdasarkan
satuan-satuan paragraf. Biasanya, dari informasi yang kita dengar, kita dapat menentukan pokok-
pokok informasi berdasarkan yang paling mudah ditangkap dan diingat. Salah satu kunci untuk
menentukan pokok-pokok informasi, Anda dapat menggunakan rumus 5W+1H (what/apa,
who/siapa, where/di mana, when/kapan, why/mengapa, how/bagaimana).

Tentang apa isi informasi tersebut?

Di mana tempat terjadinya informasi tersebut?

Kapan informasi tersebut terjadi?

Siapa yang berperan dalam informasi tersebut?

Bagaimana informasi itu terjadi?

Mengapa informasi tersebut terjadi?

Berdasarkan pokok-pokok informasi yang telah ditentukan tersebut, Anda dapat lebih
mudah menyimpulkan informasi yang Anda dengar. Anda dapat membuat simpulan dengan urutan
pokok informasi yang sedemikian rupa sehingga menjadi simpulan yang runtut.

Simpulan yang telah dibuat dapat disampaikan kepada orang lain dengan runtut dan jelas. Dengan
kata lain, kalimat-kalimat yang digunakan tersusun secara rapi; intonasi dan lafal diungkapkan secara
jelas. Dengan demikian, orang lain dapat lebih mudah menangkap informasi yang telah Anda
peroleh.

Untuk dapat melihat contohnya, Anda dapat melihat kembali pembelajaran 7A. Walaupun dalam
pembelajaran 7A informasinya diperoleh dari tuturan langsung, proses mendengarkan dan mencatat
pokok-pokok informasi serta membuat simpulannya tetaplah sama dengan informasi dari tuturan
tidak langsung.

2. Menemukan fakta dan opini

Setiap berita selalu mengandung fakta dan opini . Fakta adalah pernyataan yang berisi
kebenaran atau kenyataan tentang sesuatu yang dapat dibuktikan. Sedangkan opini adalah
pernyataan yang berisi pendapat, pertimbangan, saran atau pemikiran seseorang terhadap
suatu hal atau peristiwa.. Fakta dan opini ini bermanfaat untuk mendukung penyampaian pokok-
pokok informasi. Menemukan fakta dalam wacana tidak terlalu sulit karena dapat dikenali
melalui bentuknya

11

Bentuk-bentuk fakta dalam wacana/ berita dapat berupa:

a. Gambar/ foto
b. Data statistik
c. Tabel
d. Garafik
e. Peristiwa, dan lain-lain.
Contoh fakta:

1) Bioteknologi pertanian modern dikembangkan melalui dua kegiatan dasar yaitu kultur jaringan
dan rekayasa genetika.

2) Kultur jaringan sebesar satu senti meter kubik berisi sejuta sel yang kurang lebih sama.
Contoh opini:

1) Pertanian yang dilakukan secara konvensional sudah ketinggalan zaman.
2) Teknik kultur jaringan sangat berguna bagi pemulihan tanaman.
Berbeda dengan fakta, opini lebih bersifat menawarkan. Opini biasanya berupa harapan, saran,
atau pemikiran dari orang lain.

Fungsi fakta :

a. Memperjelas informasi
b. Mendukung dan menguatkan pendapat
c. Meyakinkan orang lain
d. Memperbaiki gambaran tentang suatu hal
e. Memperjelas cerita.

Latih Terampil

1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan informasi yang telah Anda dengarkan untuk
membuktikan bahwa Anda mendengarkan dengan baik.

a. Kapan pengeboman WTC terjadi?
b. Apa nama perusahaan penerbangan yang mengembangkan sistem baru bernama

Uninterruptible Autopilot System (UAS) yang diklaim mampu mencegah pengambilalihan
kontrol pesawat oleh teroris.
c. Di mana alat tersebut dipatenkan?
d. Apa nama gelombang dan satelit yang digunakan untuk menghubungkan pemandu
pendaratan pesawat di bandara dengan pesawat dalam sistem UAS?
e. Pada sistem UAS ini, sistem auto-pilot akan dipicu oleh aktifnya panel instrumen yang
bersensor tekanan. Di mana sensor ini diletakkan?
2. Sampaikan satu pertanyaan lain secara lisan kepada teman Anda untuk menguji daya simaknya.
3. Catatlah pokok-pokok informasi yang telah Anda dengar tersebut.
4. Buatlah simpulan atas isi informasi tersebut dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami.
5. Sampaikan secara lisan simpulan isi informasi tersebut dengan runtut dan jelas’

Kegiatan Lanjutan

1. Carilah informasi dari media massa cetak atau internet. Selain itu, Anda juga dapat
menggunakan rekaman informasi.

2. Perdengarkan informasi yang diperoleh.
3. Catatlah pokok-pokok informasi yang didengarkan tersebut.
4. Sampaikan secara lisan isi informasi yang ditulis secara runtut dan jelas.
5. Simpulkan isi informasi tersebut.
6. Teman-teman Anda dapat melakukan pengamatan dan penilaian terhadap hasil pekerjaan

Anda berdasarkan format penilaian berikut.

12

Nama :

Kelas : X -

Laporan Kerja

Menyimak berita di Televisi/ Radio

1. Nama Acara TV/ Radio :

2. Waktu Tayang :

3. Nama Stasiun TV/ Radio :

4. Nama Penyiar :

5. Sumber Berita :

6. Topik Berita :

No Pertanyaan Jawaban Isi Berita

1 Apa

2 Siapa

3 Kapan

4 Di mana

5 Bagaimana

6 Mengapa

7 Sari Berita

Penilaian Nama :

Kelas : Skore
1-10
No Aspek yang dinilai

1 Kelengkapan isi informasi
2 Keruntutan penyampaian informasi
3 Penggunaan bahasa yang mudah dipahami
4 Keseriusan dalam penyampaian

Jumlah skore

Nilai  Jumlah Skor X100  ....
40

13

Standar Kompetensi : Berbicara

(10)Mengungkapkan komentar terhadap informasi dari berbagai sumber

Kompetensi Dasar : 10.1 Memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak dan
elektronik.

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat

1. Mendata judul artikel yang memuat persoalan yang diperdebatkan umum dengan
mencantumkan sumbernya.

2. Merumuskan persoalan yang menjadi perdebatan umum.
3. Memberi kritik disertai alasan.

B. Materi Pembelajaran :

1. Memberikan kritik

Mengkritik atau memberikan kritik adalah mrnyampaikan kecaman atau tanggapan, yang disertai
uraian dan pertimbangan baik dan buruknya terhadap sesuatu hasil karya atau pendapat
seseorang.

Jadi, kritik merupakan tanggapan, kadang disertai uraian dan pertimbangan baik-buruk
terhadap suatu karya atau pendapat. Dalam mengkritik seseorang tidak hanya menolak atau
menerima pendapat orang lain saja, tetapi harus menyertakan alasan yang dapat
dipertanggungjawabkan. Selain itu juga harus menyertakan solusinya.

1. Cara memberikan kritik atas pendapat orang lain:

a. Kritik disampaikan dengan bahasa baik, benar dan santun
b. Kritik didasari dengan argumrentasi yang masuk akal.
c. Menunjukkan bagian yang lemah, salah, maupun bagian yang benar secara objektif.
d. Kritik tidak bersifat mencemooh atau menyinggung perasaan teman
e. Menghilangkan rasa sentimen, jengkel, benci, atau kurang senang karena yang dikritik bukan

oranggya melainkan pendapatnya.
Contoh frase yang sering digunakan untuk menyampaikan kritik

a. Kurang sependapat ….
b. Belum seuai dengan pokok masalah ….
c. Perlu ditinjau kembali ….
d. Hal tersebut benar, tetapi ….
e. Hal tersebut dapat diterima, asal ….
2. Cara memberi dukungan atas pendapat orang lain

A. Menggunakan bahasa yang baik dan benar, kalimat mudah dipahami.
B. Dukungan disertai dengan bukti atau keterangan yang logis dan jelas.
C. Dukungan diberikan secara objektif dengan disertai fakta yang konkret.
D. Dukungan tidak disampaikan secara berlebihan.
Contoh frase yang sering digunakan sebagai berikut

a. Saya sependapat dengan ….
b. Saya rasa pendapat Anda sama dengan pendapat saya ….
c. Saya sangat mendukung pendapat Anda ….
d. Saya menyetujui lendapat Saudara ….
e. Saya dapat memahami pendapat Saudara ….

Agar kalian dapat mengkritik dengan baik, cermati contoh berikut ini!

14

Teks 1

Mempunyai Kemampuan Lebi

Tugas sekretaris bukan hanya melayani administrasi kantor. Di era globalisai saat ini, seorang
sekretaris harus mampu membina hubungan positip dengan mitra kerja. “Profesi sekretaris di
perusahaan sangat vital. Seringkali, citra perusahaan dipertaruhkan melalui figure seorang
sekretaris. Itu merupakan sebuah tanggung jawab yang tidak mudah,” ungkap Humas Ikatan
Sekretaris Indonesia (ISI) cabang Semarang, Merry Indah.

Menurut Merry dalam menjalankan profesinya, sorang sekretaris harus memiliki
pengetahuan, wawasan, skill, image, dan networking yang luas sehingga mampu membawa citra
positif perusahaan.

Penilaian terhadap sekretaris, lanjut dia, seringkali ditafsirkan melalui pembawaan diri di
semua tempat. Sejatinya, tidak semua orang bias membawa diri dengan elegan di segala suasana.
Akibat pembawaan diri yang keliru, mitra kerja dapat salah menafsirkannya.

Di zaman serba cepat seperti sekarang, ujar sekretaris PT Indofood Fritolay Makmur itu,
persaingan profesi sekretaris semakin seru dan tak terelakkan.

(Sumber: Suara Merdeka, 29 Maret 2005)

Contoh kritik berdasarkan teks di atas.

Saya sangat setuju dengan pendapat Merry Indah bahwa seorang sekretaris harus mempunyai
kemampuan lebih. Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa seorang sekretaris tidak hanya
menyelesaikan administrasi kantor, tetapi harus mampu membina hubungan baik dengan mitra kerja
lain. Tanpa kemampuan lebih ini, seorang sekretaris tidak akan dalat membawa kemajuan bagi
perusahaannya.

Teks 2

Buruh Diminta Pilih: Pindah atau Mundur

Perundingan antar menajemen PT Citra Serayu Mas (CSM) dan buruh, kemarin sore
mengasilkan dua pilihan. Pertama, buruh pindah ke PT CSM di Sulawesi. Kedua, buruh tidah pindah
tetapi konsekuensinya mengundurkan diri.

Akan tetapi buruh belum sepenuhnya bias manarima kedua pilihan itu, Kuasa hukum para
buruh, Andrey Widjitrisanto, bersama wakil buruh yang mengikuti perundingan dengan manajemen
yang difasilitasi Dinas Tanaga Kerja, menyatakan masih mempelajari tawaran itu.

“Jika tak beramngkat ke Sulawesi dianggap mengundurkan diri, sama saja merampas hak
buruh. Kami akan bertemu lagi untuk mendapatkan kepastian dari perusahaan atas nasib buruh yang
tak bersedia pindah’” kata Andrey.

Kritik yang disampaikan.

Saya kurang sependapat dengan kedua pilihan yang ekstrem tersebut karena kedua pilihan itu saha
beratnya. Jika pindah harus memulai hidup baru lagi dan jika mundur, apa yang bisa dilakukan untuk
menghidupi keluarga? Oleh karena itu, menurut saya, akan lebih baik jika dikompirmasikanmlagi atau
dibrikan informasi yang lengkap tentang keputusan tersebut. Dengan penjelasan yang lebih lengkap,
para pekerja mungkin akan lebih memahami persoalan perusahaan.

15

Latih Terampil

Bacalah artikel berikut dengan seksama! Setelah itu kerjakan latihan yang menyertainya!

CGH Program Eefektif Tekan Volume Sampah

Tak Hanya Bersih, Tapi Juga Sehat

Sampah selalu menjadi momok di kota-kota besar. Perumahan padat penduduk dan produksi
sampah yang nggak ada habis-habisnya membuat penumpukan sampah di mana-mana. Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) yang ada sudah melewati daya tampungnya. Lalu bagaimana mengolah
sampah itu itu agar tidak menggunung.

Program Green, Clean and Healthy (CGH) yang dicetuskan Pemkot Balikpapan setahun yang
lalu, bukan hanya bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kebersihan. Tapi juga
bagaimana menekan volume sampah harian.

Salah satu langkah yang ditempuh dengan cara mengelola sampah menjadi kompos. Selain
itu samapah yang telah dipilah kemudian dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan yang bisa ditukar
rupiah. Bukan sekedar program tertulis, namun sudah dilakukan beberapa RT di Balikpapan.

Lewat program ini, berbagai wilayah tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga estetika
dan sisi kesehantannya bagi masyarakat sekitar. Program ini juga berhasil menyulap beberapa
wilayah yang dulu tampak gersang dan tandus menjadi hijau bersih dan sehat.

Pot bunga di gang-gang terlihat tertata dengan baik. Masyarakat juga tampak lebih kompak
mewarnai pagar rumah dengan cat hijau untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Khusus mengenai penyuluhan pola hidup sehat, Pemkot menurunkan Dinas Kesehatan Kota
(DKK) Balikpapan langsung ke tengah masyarakat, ”Sebetulnya program CGH kita lebih bagus dari
surabaya. Di sana hanya hijau saja, tidah ada PHBS.” kata dr Sri Juliarti belum lama ini.

Untuk diketahui pengembangan CGH tidah hanya berkutat pada tiga kata, bersih. hijau, dan
sehat. Misalnya saja RT 11 Batu Ampar, semangat CGH memberi inovasi mereka membuat gazebo
sebagai lokasi pertemuan plus perpustakaan bersama. Lain halnya di dalah satu RT di Balikpapab
Barat. Mereka mampu mendesain kerajinan tangan dari sampah plastik. Pengembangan CGH lainnya
dilakukan RT 52 Sumber Rejo dengan mengelola limbah walet dan ternak lebah.

Lalu bagaimana efektifitas dari segi kebersihan? Sangat membantu. Beberapa waktu lalu
Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Ali Munsjir Halim menyebutkan program CGH
sekurang-kurangnya mampu mengurangi produksi sampah masyarakat hingga 20 ton perharinya.
Banyak warga yang sudah mengerti bagaimana mengelola sampah menjadi rupiah seperti yang
diharapkan Ketua Tim CGH Balikpapan H Badrul Munir.

Sejak awal digulirkan program CGH, Badrul terus mengimbau daerah yang dikunjunginya
agar bisa mengelola sampah secara mandiri. Karena itulah salah satu solusi mengatasi penumpukan
sampah. ”Kalau sudah jadi kompos, bisa dipakai sendiri tapi bisa juga dirupiahkan atau dijual,” sebut
Badrul, beberapa waktu lalau. Bahkan untuk mendukung itu, Pemkot Balikpapan melalui DKPP siap
menerima penjualan kompos masyarakat berapun jumlahnya (dwh/lhi)

Sumber: Doc. Pro Kaltim Januari 2008

16

1. Tentukan minimum tiga pokok masalah dari artikel tersebut!
2. Buatlah kalimat kritikan/ menolak pendapat tersebut!
3. Buatlah kalimat menyetujui pendapat tersebut!

Aspek Penilaian hasil Skor 10 – 100
Kebenaran Deskripsi

Bukti / alasan - Kesesuaian rumusan masalah dengan fakta
yang ada dalam artikel

- Cara memberi tanggapan /kritik

17

Standar Kompetensi : Berbicara

(10)Mengungkapkan komentar terhadap informasi dari berbagai sumber

Kompetensi Dasar : 10.2 Memberi persetujuan / dukungan terhadap artikel dalam media
cetak atau elektronik.

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat

1. Mendata judul artikel yang memuat persoalan yang diperdebatkan umum dengan
mencantumkan sumbernya.

2. Merumuskan persoalan yang menjadi perdebatan umum.
3. Memberi dukungan disertai alasan.

B. Materi Pembelajaran :
1. Memberikan dukungan

Dalam pelajaran lalu (KD 9.1), Anda telah belajar memberikan kritik terhadap
informasi dari media cetak atau elektronik. Lalu, bagaimana jika kita ingin memberikan
persetujuan atau dukungan terhadap informasi yang terdapat dalam media cetak atau
elektronik?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendapatkan informasi. Informasi tersebut ada

yang bertolak belakang dengan pemikiran kita dan ada juga yang sesuai dengan pemikiran kita. Ada

kalanya, kita ingin menanggapi informasi-informasi itu. Apabila informasi yang kita peroleh tidak
sesuai dengan pikiran kita, kita ingin memberikan kritik. Adapun apabila informasi yang diperoleh

sesuai dengan pemikiran kita, tentunya kita ingin memberikan persetujuan dan dukungan.

Oleh karena itu, kali ini Anda akan belajar memberikan persetujuan setelah Anda
belajar memberikan kritik. Namun, ada hal-hal yang harus Anda cermati ketika ingin
memberikan persetujuan. Sebelumnya, sebaiknya Anda mendata informasi dari artikel yang
Anda baca atau dengar dengan mencantumkan sumbernya. Dengan demikian, Anda akan
lebih fokus dalam memberikan persetujuan kepada pihak tertentu. Kemudian, rumuskan
pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum di masyarakat (apa isunya, siapa
yang memunculkan, kapan dimunculkan, apa yang menjadi latar belakangnya, dan
sebagainya). Dengan demikian, Anda dapat memberikan persetujuan secara runtut.
Selanjutnya, barulah Anda dapat memberikan persetujuan /dukungan dengan bukti
pendukung (disertai alasan).

Sekarang, perhatikan kembali bacaan sebelumnya "Pesawat Cerdas Cegah
Terorisme". Dari informasi tersebut, kita dapat merumuskan pokok persoalan di dalamnya.

Apa isunya? Pengembangan teknologi yang mencegah terjadinya terorisme di
pesawat.

Siapa yang memunculkan? Perusahaan pesawat terbang Boeing.
Kapan dimunculkan? Maret 2007
Apa yang menjadi latar belakangnya? Pengeboman WTC 11 September 2001.
Berdasarkan pokok persoalan tersebut, kita dapat memberikan persetujuan/dukungan
dengan bukti pendukung (disertai alasan). Untuk memberikan persetujuan, Anda dapat
menggunakan kata kunci saya setuju … karena ....
Perhatikan contoh berikut.
Saya setuju dengan dikembangkannya teknologi pencegah terjadinya terorisme dalam
pesawat karena hal itu akan mempersempit ruang bagi teroris untuk melakukan teror. Selain
itu, teknologi tersebut akan makin memberikan rasa aman bagi para penumpang.
Apakah Anda punya alasan lain dalam menyatakan persetujuan terhadap informasi
tersebut? Silakan berikan persetujuan dengan alasan lain yang sesuai dengan pendapat Anda.
Berikut ini terdapat informasi sebuah artikel. Bacalah dengan baik.

18

Kesenjangan Digital

aat ini, ada dua sektor industri yang perkembangannya spektakuler yaitu rokok dan IT.
Dalam bidang IT khususnya telekomunikasi. Berbagai rambu-rambu menutup ruang gerak
Sdalam beriklan, baik dalam bentuk pembatasan waktu tayang maupun adanya peringatan
berisi ancaman terhadap kesehatan.Namun, produksi rokok terus meningkat. Jutaan linting
rokok terus dibakar dan asapnya diisap dalam-dalam oleh para penikmatnya. Seiring dengan
kepulan asap, uang pun terus mengalir ke pundi-pundi pemilik pabrik rokok. Tidak heran jika
orang terkaya di Indonesia sekarang ini adalah pemilik salah satu merek rokok terkenal.

Setali tiga uang, industri telekomunikasi, khususnya seluler, juga menunjukkan performa luar
biasa. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan bisnis telekomunikasi sangat fenomenal.

Sejak semakin majunya teknologi satelit dan dibukanya perang tarif antaroperator,
bisnis telekomunikasi tiba-tiba saja penuh gairah. Hal ini menunjukkan adanya dampak
positif. Pertambahan jumlah pelanggan tiap operator pun sangat signifikan.

Inilah periode emas di mana jumlah pelanggan mengalami kenaikan secara merata.
Jumlah telepon yang semula sulit beranjak dari angka di bawah sepuluh persen, kini sudah
mampu melewati angka 30 persen. Dari total penduduk yang mencapai 240 juta jiwa, saat ini
jumlah total pengguna telepon di Indonesia mencapai angka 85 juta lebih. Dalam waktu tiga
tahun ke depan, diperkirakan jumlah pengguna telepon di Indonesia mencapai setengah dari
jumlah penduduk. Ini berarti pengguna telepon mencapai 50 persen.

Tentu saja, pencapaian ini memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi
secara makro. Di tengah situasi serba suram akan masa depan pertumbuhan ekonomi nasional
dan sulitnya meyakinkan investor menanamkan investasi di Indonesia, sektor telekomunikasi
justru tampil penuh percaya diri. Saat ini saja sudah ada 10 operator telekomunikasi seluler
yang beroperasi di Indonesia. Jumlah yang sebenarnya terlalu banyak untuk sebuah negara
berpenduduk 240 juta jiwa. Hebatnya, masih saja ada investor yang berminat untuk ikut
bermain di bisnis pulsa ini. Alasannya cukup simpel, dengan jumlah penduduk mencapai 240
juta jiwa, masih ada potensi pasar yang bisa dikembangkan untuk bisnis masa depan.

Namun demikian, pencapaian yang dialami oleh sektor telekomunikasi di Indonesia,
justru memunculkan kekhawatirkan. Salah satu pihak yang khawatir itu adalah Menteri
Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Prof. Mohammad Nuh. Ketika berkunjung ke
Redaksi Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung, Senin (30/7), Nuh yang juga pakar IT itu,
mengungkapkan rasa mirisnya terhadap perkembangan bisnis telekomunikasi di Indonesia.

"Bisnis telekomunikasi ini memang luar biasa perkembangannya. Namun, siapa yang
menikmatinya? Pihak yang menikmatinya adalah orang asing. Hal ini karena sebagian besar
operator telekomunikasi di Indonesia dimiliki pihak asing dengan modal besar. Selain itu,
pertumbuhan yang luar biasa itu juga belum diimbangi dengan pemerataan akses dan alih
teknologi. Adapun yang kemudian terjadi malah kesenjangan teknologi dan digital," kata
Nuh. Padahal, menurut Nuh, perputaran uang dalam bisnis telekomunikasi di Indonesia
terhitung besar, antara Rp50–60 triliun per tahun.

Apa yang dikhawatirkan Pak Menteri memang sangat beralasan. Di balik berbagai gemerlap
kemajuan di bisnis telekomunikasi dan informatika, ada persoalan serius yang jika dibiarkan bisa
menyebabkan bangsa ini masuk paradoks teknologi. Hal itu di satu pihak ada kelompok yang benar-

19

benar menikmati kemewahan teknologi, sementara di pihak lain masih banyak orang yang hidup
dalam zaman batu. Dala hal ini, contohnya kian terlihat jelas. Pelaku bisnis telekomunikasi masih
lebih mengutamakan daerah perkotaan ketimbang pedesaan. Orang kota pun kian jauh
meninggalkan orang desa. Pada gilirannya, sangat mungkin, kesenjang teknologi dan digital bakal
mempertajam kesenjangan sosial yang sekarang ini saja sudah menganga lebar.

Sumber: syedas.files.wordpress.com

Kesenjangan digital (digital divide) sangat dirasakan tidak saja dalam kaitan paradoks
kota besar dan kecil, kota dan desa, melainkan juga dalam suatu kota, terutama sejak
penggunaan internet secara luas dan meningkatnya arus informasi yang sangat dominan, yang
didukung platform teknologi dan sistem informasi. Kesenjangan digital juga terkait dengan
kesetaraan memperoleh peluang. Menkominfo tidak mau menyebut tingkat kesenjangan
digital di Indonesia "sudah tinggi", tapi lebih tepatnya "sudah sangat sekali".

Menurutnya, kesenjangan digital itu bisa dilihat dari beberapa parameter, yakni IT
literacy, penetrasi komputer, harga bandwidth, serta ketersediaan broadband. "Kesenjangan
digital di Indonesia itu komplet. Bayangkan saja, jika Anda pergi ke Papua di sana masih ada
yang hidup seperti zaman batu, tetapi di Thamrin Jakarta sudah zaman masa kini," kata Nuh
seperti dikutip detiknet. Jadi, masyarakat Indonesia seakan-akan berada dalam satu kapsul,
karena di dalamnya terdapat zaman tani, perdagangan, dan zaman informasi. Lantas,
bagaimana mengatasinya?

Mengandalkan para pelaku bisnis untuk bermurah hati menanamkan investasinya di
area-area "kering" memang agak sulit. Bagaimana pun, prinsip dasar pelaku bisnis adalah
mencari keuntungan dan laba. Memang, sejauh ini sudah ada program USO (universal
service obligation) dan CSR (corporate social responsibility), program yang mewajibkan tiap
institusi perusahaan menyisihkan sebagian keuntungannya untuk pengembangan lingkungan
dan masyarakat yang tertinggal. Namun, meski program USO dan CSR bisa berjalan
pengaruhnya relatif kecil.

Adapun kebijakan yang dibutuhkan adalah munculnya keadaan yang mampu memberi
stimulus kepada investor. Hal ini dilakukan agar mereka mau mengembangkan usahanya di
area-area yang dinilai "kurang gemuk". Ini berarti, harus ada insentif khusus dari pemerintah
kepada perusahaan yang mau menanamkan investasinya di area yang selama ini dihindari
para pelaku bisnis. Menkominfo sendiri tampaknya sudah mengarah ke sana. Menkominfo
akan menerapkan insentif khusus, terutama menyangkut kebijakan pricing (harga) dan
mengundang investor. Kita tunggu saja perkembangannya.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah bagaimana pemerintah sebagai regulator mampu
menciptakan suatu tatanan dan peraturan yang memungkinkan investor lokal memiliki
peluang sama dalam penguasaan bisnis telekomunikasi. Sangat mungkin, saat ini proses alih
teknologi sudah berlangsung dan para pakar IT kita sudah cukup canggih dalam menguasai
segala hal menyangkut bisnis IT.

Namun, seluruh keahlian itu menjadi mubazir dan kurang berdaya guna jika kemudian
seluruh keputusan pengambilan kebijakan ada di tangan asing. Hal ini karena sebagian besar
perusahaan IT yang beroperasi di Indonesia milik investor asing dengan modal yang besar.
Berbagai kebijakan itu, tentu saja, tidak dimaksudkan untuk menutup peluang investor asing

20

ke Indonesia, melainkan agar tercipta kesetaraan dan keadilan. Sungguh ironis rasanya jutaan
unit handphone dipasarkan di Indonesia, sementara pabriknya ada di Cina.

Mungkinkah pemerintah bisa mendorong agar setiap pelaku bisnis telekomunikasi di
Indonesia? Entah itu produsen handphone, vendor jaringan, atau content provider, turut
memberi kontribusi langsung bagi terciptanya penurunan pemberdayaan masyarakat dan
pembangunan daerah setempat? Misalnya handset suatu hanphone yang dipasarkan di
Indonesia pabriknya memang ada di Indonesia?

Sumber: Pikiran Rakyat, 2 Agustus 2007

Setelah membaca artikel tersebut dengan saksama, Anda dapat mengutarakan
persetujuan ataupun ketidaksetujuan Anda. Hal ini memerlukan adanya daya kritis Anda
dalam menanggapi suatu permasalahan. Sebelum meyampaikan tanggapan, sebaiknya Anda
rinci terlebih dahulu pokok-pokok permasalahan dari bacaan tersebut. Hal ini bertujuan agar
tanggapan Anda lebih sistematis dan terfokus pada satu tujuan.
Jika Anda mengalami kesulitan dalam memahami artikel tersebut, Anda dapat mengulang
pembacaannya. Bacalah kembali dengan saksama, jangan sampai ada satu pun informasi
yang Anda lewatkan. Pusatkan konsentrasi Anda. Seraplah informasi tersebut dengan baik.
Dengan demikian, Anda dapat mengajukan tanggapan disertai dengan argumen atau alasan
yang kuat. Jika tanggapan yang Anda ajukan dilandasi oleh alasan yang kuat, artinya Anda
telah menguasai materi yang terdapat dalam bacaan tersebut. Hal ini menandakan adanya
peningkatan pada diri Anda dalam hal menyerap informasi.
Sekarang, untuk melatih pemahaman Anda, kerjakanlah latihan berikut.

Latih Terampil

1. Buatlah data informasi dari artikel tersebut. Anda dapat mencatat informasi-informasi yang
diperoleh dari artikel tersebut. Jangan lupa, catat sumbernya.

2. Rumuskan pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum dalam masyarakat dari
artikel tersebut, yaitu apa isunya, siapa yang memunculkan, kapan dimunculkan, apa yang
menjadi latar belakangnya, dan sebagainya.

3. Berikanlah persetujuan Anda terhadap informasi dalam artikel tersebut dengan disertai
alasan.

4. Sampaikanlah persetujuan Anda secara lisan di depan teman-teman Anda.

Kegiatan Lanjutan
1. Buatlah beberapa kelompok.
2. Setiap kelompok mencari sebuah artikel dari media cetak atau internet.
3. Datalah informasi yang diperoleh dari artikel tersebut dengan mencantumkan
sumbernya.
4. Rumuskan pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum di masyarakat dari
artikel tersebut (apa isunya, siapa yang memunculkan, kapan dimunculkan, apa yang
menjadi latar belakangnya, dan sebagainya).
5. Kerahkanlah anggota kelompok Anda untuk membuat persetujuan yang tersusun
berdasarkan alasan dari analisis yang telah dilakukan.
6. Sampaikanlah kritik terhadap informasi tersebut di depan teman-teman Anda.
7. Kelompok yang lain melakukan pengamatan terhadap hasil kerja kelompok lain dengan
memberikan penilaian berdasarkan tabel penilaian berikut.

1. Penilaian proses

Rubrik Penilaian diskusi kelas

Aspek yang yang dinilai :

1. Kesesuaian tanggapan dengan permasalahan
2. Menyampaikan kelabihan dan kekurangan
3. Menyertakan alasan yang logis

21

4. Menyampaikan jalan keluar/ solusinya
5. Mengungkapkan dengan bahasa yang santun

Penyekoran tiap aspek :

A. Sangat sesuai dan tepat = skor 4
B. Sesuai tetapi kurang tepat = skor 3
C. Kurang sesuai dan kurang tepat
D. Tidak sesuai dan tidak tepat = skor 2
E. Tidak berpendapat/ komentar = skor 1
= skor 0

Lembar Observasi

Kelas : X .. Penilaian Proses
KD :
Kelompok : Berpasangan
No Nama
Tanggal : .................
1
2 No. Aspek yang dinilai Jumlah
3 Nilai
4
5 Abs. 1 2 3 4 Skor

Rubrik Penilaian

No. Aspek yan Dinilai Skor

1 Kerja sama 0 - 5 Nilai = Jml.Skor x100 =
2 Keseriusan 0 - 5 20

3 Tepat Waktu 0-5

4 Hasil 0-5

22

Standar Kompetensi : Membaca

(11)Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai

Kompetensi Dasar : 11.1 Merangkum seluruh isi informasi teks buku kedalam beberapa
kalimat dengan membaca memindai.

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat:

a. Menetukan salah satu indeks dalam daftar indeks yang merujuk ke nomor halaman.
b. Membaca informasi yang terdapat pada hal sesuai yang dirujuk pada daftar indeks.
c. Mencatat isi informasi pada tiap halaman yang dirujuk.
d. Merangkum seluruh informasi kedalam (yang diperoleh dari tiap halaman) beberapa

kalimat.
B. Materi Pembelajaran:

 Pengertian Indeks
Indeks adalah Daftar kata/istilah penting yang terdapat dalam buku cetakan (biasanya terdapat
pada bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yang memberikan informasi mengenai halaman

tempat/istilah itu ditemukan.

Pengertian lainnya :

1. Daftar harga sekarang dibandingkan dengan harga sebelumnya menurut presentase untuk
mengetaui naik turunnya harga barang.

2. Daftar berita penting (dalam majalah, koran) yang dimuat di halaman depan.
3. Rasio antara dua unsur kebahasaan tertentu yang mungkin menjadi ukuran suatu ciri

tertentu petunjuk.
 Fungsi Indeks
Untuk memudahkan kita dalam mendapatkan informasi yang selengkap-lengkapnya mengenai

suatu kata/istilah penting tanpa harus membaca seluruh isi buku.

 Contoh indeks:

 Merangkum informasi melalui indeks buku
Langkah-langkah yang dilakukan dalam merangkum informasi melalui indeks buku adalah:
1. Tentukan sebuah kata atau istilah penting yang diperlukan dalam daftar indeks buku
2. Bacalah informasi tentang kata atau istilah penting tersbut di setiap halaman buku
yang diacu oleh kata tersebut sesuai yang tercantum dalam daftar indeks buku

23

3. Catatlah informasi penting tentang kata atau istilah penting tersebut dari setiap
halaman buku sesuai daftar indeks buku

4. Buatlah rangkuman informasi tentang kata atau istilah penting tersebut dari
keseluruhan informasi di semua halaman buku yang diacu daftar indeks

Latih Terampil

1. Pilihlah sebuah kata/istilah di dalam daftar indeks buku yang sedikitnya mengacu ke lima
ianformasi halaman buku!

2. Bacalah informasi tentang kata tersebut pada halaman buku yang dirujuk oleh daftar indeks
buku!

3. Catatlah informasi tentang kata tersebut dari halaman buku yang dirujuk oleh daftar indeks
buku!

4. Buatlah rangkuman informasi tentang kata/istilah tersebut berdasarkan informasi dari
halaman buku!

Penilaian Individu

Nama : Kelas : Hari, Tanggal :

No Aspek yang dinilai Skor Keterangan
Maksimal

1 -4

1 Menentukan kata/istilah penting dalam daftar indeks buku
yang sedikitnya mengacu ke lima informasi

2 Membaca informasi tentang kata/istilah yang dipilih dari
buku

3 Menuliskan informasi tentang kata/istilah yang telah dibaca
dari buku

4 Manuliskan rangkuman informasi yang telah dibaca
kata/istilah

Jumlah Skor

Penyekoran:

A. Sangat sesuai dan tepat = skor 4 Nilai = Jml.Skor x100 =
16
B. Sesuai tetapi kurang tepat = skor 3

C. Kurang sesuai dan kurang tepa t = skor 2

D. Tidak sesuai dan tidak tepat = skor 1

24

Standar Kompetensi : Membaca

(11)Membaca tabel / grafik untuk berbagai tujuan

Kompetensi Dasar : 11.2 Membaca tabel atau grafik.

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat:

a) Mengemukakan ( secara lisan atau tertulis ) isi tabel / grafik yang terdapat dalam teks ke
dalam beberapa kalimat.

b) Menyimpulkan isi tabel / grafik.
B. Materi Pembelajaran :

Pengertian:

Tabel adalah media penyampaian data-data berupa angka dan kata yang diorganisasikan secara
deskrip/mutlak

Fungsi tabel adalah memperjelas dalam penyampaian informasi .

Grafik adalah penyajian data dalam bentuk gambar atau garis untuk memperjelas isi bacaan. Data
grafik relatif terbatas dan kontinyu. Grafik umumnya digunakan untuk menunjukkan tingkat
perubahan

Fungsi grafik

• Memperjelas isi bacaan
• Menampilkan data berupa gambar/garis
• Menampilkan data secara kontinyu
• Menampilkan tingkat perubahan data

Perbedaan tabel dan grafik

Grafik :

1. Data Kontinyu
2. Data Gambar/Garis
3. Data Relatif Terbatas
4. Lebih Mudah Menunjukkan Tingkat Perubahan Data
Tabel:

1. Data Deskrit
2. Data Relatif Banyak
3. Data Angka/Bahasa
4. Relatif Kurang Mudah Menunjukkan Tingkat Perubahan Data

Keuntungan tabel dan grafik

A. Keuntungan Tabel :
1. Memuat data relatif banyak

2. Lebih deskrit

B. Keuntungan Grafik :

1. Menunjukkan perubahan yang lebih signifikan
2. Data berupa gambar sehingga lebih mudah diingat

25

Langkah membaca tabel, grafik, bagan, atau peta
1. Baca dan pahami makna judulnya, karena judul memberikan ringkasan yang padat tentang
informasi yang disampaikan.
2. Baca keterangan yang ada di atas, bawah, atau di sisinya. Keterangan tersebut merupakan
kunci penjelasan tentang data yang disampaikan.
3. Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel, grafik, bagan, atau peta. Caranya cukup mengubah
judul menjadi pertanyaan, misalnya, di mana, berapa banyak, kelompok mana, dan
seterusnya.
4. Baca rincian isi tabel, grafik, bagan, atau peta untuk memdapatkan informasi khusus. Ketika
membaca ingat tujuan membaca semula, informasi apa yang diperlukan.

Menyimpulkan isi tabel, grafik, bagan, atau peta
Setelah membaca dan memahami isi tabel, grafi, bagan, atau peta, kita bisa menarik kesimpulan.
Kesimpulan yang baik harus menunjukkan kelogisan. Kesimpulan yang logis dan sistematis, didahului
dengan penjelasan fakta-fakta yang ada. Kemudian sampaikan kesimpulan atas fakta-fakta tersebut.
Contoh:
Berdasarkan data dalam tabel 1, terlihat bahwa angkatan kerja laki-laki yang sudah bekerja lebih
banyak daripada perempuan, dengan perincian 59.909 laki-laki dan 30.876 perempuan. Dari data
tersebut terlihat bahwa perbedaan gender masih terasa dalam masalah ketenagakerjaan.

Latih Terampil
1) Bagaimana cara mengemukakan isi tabel atau grafik dengan mudah?
2) Disajikan alat peraga tabel atau grafik!
Bacalah dengan bahasa yang mudah dimengerti lalu simpulkan isi tabel atau grafik
tersebut!

26

Grafik Jumlah Angkatan Kerja Kalimantan Timur

(Dikalikan 1000 Orang)

70

60

50

40

30

20

10

0

Tidak Tidak Tamat Tamat SD Tamat SLTP Tamat SLTA PT
Sekolah SD

2005 2006

Tabel penggolongan virus berdasarkan materi genetiknya

No Jenis virus Nama virus Penyakit yang ditimbulkan

1. Virus ADN a. Poxvirus Cacar,campak
b. Adenovirus Tumor,infeksi usus
c. Herpesvirus Tumor, infeksi mulut
d. Papovavirus Kanker pada hewan

2. Virus ARN a. Reovirus Muntaber
b. Retrovirus AIDS, leukimia
c. Togavirus Demam berdarah
d. Rhabdovirus Ravies
e. Myxovirus Influenza
f. PicoARNvirus Hepatitis A, infeksi perut
g. Paramyxovirus NCD

Penilaian Individu

Nama : Kelas : Hari, Tanggal :

No Aspek yang dinilai Skor Maksimal Keterangan
1-4

1 Membaca judul

2 Membaca keterangan yang terdapat di samping dan
di bawah diagram/ grafik

Membaca informasi yang berjalan dalam diagram/
3 grafik secara runtut

27

4 Penggunaan diksi yang bervariasi
5 Penggunaan bahasa yang menarik
6 Kejelasan suara

Jumlah Skor

Penyekoran:

A. Sangat sesuai dan tepat = skor 4 Nilai = Jml.Skor x100 =
24
B. Sesuai tetapi kurang tepat = skor 3

C. Kurang sesuai dan kurang tepat = skor 2

D. Tidak sesuai dan tidak tepat = skor 1

28

Standar Kompetensi : Menulis

(12)Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato.

Kompetensi Dasar : 12.1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk
paragraf argumentatif.

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat:

1. Menunjukkan ciri – ciri pargraf argumentasi.

2. Mendata topik – topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentasi.

3. Menulis paragraf argumentasi.

4. Menyunting paragraf argumentasi yang ditulis teman dengan memperhatikan penggunaan
EYD, diksi dan bahasa.

B. Materi Pembelajaran

Paragraf Argumentasi

1.Pengertian :

Paragraf yang bertujuan meyakinkan pembaca agar dapat menerima ide, pendapat, atau pernyataan
yang dikemukakan penulisnya. Untuk memperkuat ide, atau pendapatnya, penulis paragraf
argumentasi menyertakan alasan dan data pendukung.

Ciri-ciri :

1. Ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya.
2. Adanya alasan, data, atau fakta yang mendukung.
3. Adanya pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan.
4. Menggunakan bahasa denotatif.
5. Analisis rasional.
6. Meminimalkan unsur subjektivitas dan emosional.
7. Akhir karangan berupa kesimpulan.

2. Langkah-langkah menyusun paragraf argumentasi :

1. Mendata topik-topik paragraf argumentasi

Wacana argumentasi disampaikan penulis dengan sejumlah data dan fakta untuk
membuktikan kebenaran objek. Tiap paragraf argumentasi didukung oleh sebuah topik. Kita dapat
menyimak paragraf kedua dari wacana tersebut.

(1) Untuk ukuran Indonesia, NTT memang beriklim ekstrem kering, kecuali di kabupaten
Manggarai ( Flores) dan Timor Tengah Selatan (TTS, Timor Barat) yang banyak air.(2) Rata-rata
hujan hanya turun selama 3 bulan, paling lama 5 bulan.(3) Tujuh bulan selebihnya, NTT bermusim
kering kerontang. (4) Sebenarnya, iklim yang ekstrem kering ini juga dialami NTB, terutama di
Sumbawa. (5) Itulah sebabnya di pulau ini, budidaya padi dilakukan dengan sistem gogorancah.

Dalam paragraf tersebut kita dapat menemukan kalimat topik, yakni iklim NTT memang
ekstrem kering. Kalimat-kalimat ke (2),(3), (4), dan (5) merupakan kalimat-kalimat pendukung
yang berisi data, fakta, dan pembuktian.

29

2. Memilih topik paragraf argumentasi dan mengembangkannya

Suatu paragraf argumentasi ditulis berdasarkan topik. Pola pengembangan argumentasi
adalah pola pengembangan sebab-akibat,generalisasi, dan analogi.

Paragraf argumentasi yang menggunanakan pola pengembangan sebab- akibat berarti ada
pernyataan yang merupakan sebab dan pernyataan lain merupakan akibat. Dengan kata lain,ada
kalimat topik yang merupakan sebab dan kalimat penjelasnya merupakan akibat.

Paragraf argumentasi dengan lpola pengembangan generalisasi berarti menarik kesimpulan
berdasarkan data dan fakta yang sesuai dengan jumlah yang cukup. Sedangkan pola
pengembangan analogi adalah membandingkan dua hal yang berbeda tetapi memiliki berbagai
kesamaan. Berdasarkan berbagai kesamaan tersebut ditarik kesimpulan.

3. Menulis paragraf argumentasi dengan memperhatikan pola pengembangannya.

1) tentukan tema dan judul karangan.

2) Susunlah karangan dalam beberapa paragraf, tiap paragraf berisi satu topik.

3) tuliskan pikiran utama beserta pikiran penjelas.

4) kembangkan paragraf argumentasi tersebut dengan pola pengembangan sebab-

akibat.

4. Membuat kesimpulan

Pendapat akhir berdasarkan paragraf yang telah dibuat.

Contoh:

Setelah mengkonsumsi kapsul prolagen dan menggunakan krim malam prolagen secara
teratur, hanya dalam 30 hari saya sudah merasakan manfaatnya. Kerut-kerut di wajah dan leher
memudar, kulit wajah lebih halus, lembut dan elastis. Akhirnya saya dapat muda kembali.

Contoh-contoh topik paragraf argumentasi

1. Pupuk organik lebih baik daripada pupuk anorganik
2. Lereng terjal tidak cocok untuk lahan pertanian
3. Minat generasi muda pada bidang pertanian perlu ditingkatkan
4. Penebangan hutan harus segera dihentikan
Contoh paragraf argumentasi:

Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak
latah masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknya memilih SMK. Dia
mengingatkan sejumlah resiko bagi lulusan SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah.
Misalnya, lulusan SMP tidak mempunyai potensi bakat-minat ke jalur akademik sampai perguruan
tinggi, tetapi memaksakan diri masuk SMA, dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti
pelajaran di SMA. Tanpa lulus UAN, mustahil bisa sampai perguruan tinggi. Pada akhirnya mereka
akan jadi pengangguran karena pelajaran di SMA tidak memberi bekal untuk bekerja.

30

Latih Terampil

1. Apa ciri-ciri paragraf argumentasi?
2. Sebutkan lima topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentasi!
3. Jelaskan perbedaan kediua wacana berikut!
4. Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang argumentasi sebab akibat!
5. Digunakan sebagai apakah fakta dalam paragraf argumentasi?
Teks 1

Warga di pemukian transmigrasi Lunang Silaut, di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumber, sampai
sekarang masih mendambakan air bersih. Mereka menghuni daerah tersebut sejak tahun 1982. akan
tetapi, sampai tahun 1990 ini mereka belum pernah menikmati sarana air bersih yang memenuhi syarat
kesehatan. Menanggapi keluhan transmigrasi Lunang tersebut, Wagub Sumber, Drs. Sjoerkani, minta
agar pihak Pekerjaan Umum (PU) Sumber membantu mengtasimasalah ini.

“Jika sumber air di pemukiman transmigrasi Lunang ini memang tidak layak digunakan, dapat ssa
dibangun sumber air bersih yang berasal dari Sungai Lunang yang jaraknya sekitar 6 km dari lokasi ini.

Dikutip dari : Kompas, 29 Juni 1990

Teks 2

Warga di pemukiman transmigrasi Lunang Silaut di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumber, sejak
menghuni daerah itu pada tahun 1982 sampai sekarang belum pernah menikmati air bersih yang
memenuhi syarat kesehatan. Pada musim hujan mereka menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-
hari. Beberapa warga tersebut telah mencoba menggali sumur, tetapi airnya tetap berbau busuk,
berwarna hitam, kuning, dan hijau seperti

layaknya air di daerah gambut.

Lembar Observasi Kerja

Hasil Pengamatan Nama :
Penilaian Proses kelompok ahli

Skor

Aspek yang dinilai

1234

1. Berpartisipasi dalam menyusun pertanyaan.
2. Berpartisipasi dalam mengembangkan rencana untuk menjawab

pertanyaan dalam suatu cara yang pasti.
3. Berpartisipasi dalam mengumpulkan bahan yang digunakan

sebagai dasar menjawab pertanyaan.
4. Berpartisipasi memilih bahan.
5. Berpartisipasi dalam merumuskan jawaban
6. Berpartisipasi dalam membuat kesimpulan
7. Berpartisipasi menyusun pertanyaan baru
Jumlah Skor = ... X 3,57 = Nilai ATAU Jumlah Skor X 100 = Nilai

7

31

Penilaian Apektif & Psikomotor Penilaian Kognitif
(disesuikan standar KKM) (disesuaikan standar KKM)

90 – 100 = sangat baik (A) 85 – 100 = sangat baik (A)

80 - 89 = baik (B) 75 - 84 = baik (B)

70 - 79 = cukup (C) 67 - 74 = cukup (C)

60 - 69 = kurang (D) 55 - 66 = kurang (D)

<60 = sangat kurang (E) < 55 = sangat kurang (E)

Keterangan :

Aspek yang yang dinilai :

1. Kesesuaian tanggapan dengan permasalahan
2. Menyampaikan kelabihan dan kekurangan
3. Menyertakan alasan yang logis
4. Menyampaikan jalan keluar/ solusinya
5. Mengungkapkan dengan bahasa yang santun

Penyekoran:

A. Sangat sesuai dan tepat = skor 4

B. Sesuai tetapi kurang tepat = skor 3

C. Kurang sesuai dan kurang tepat = skor 2

D. Tidak sesuai dan tidak tepat = skor 1

32

Standar Kompetensi : Menulis

(12)Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato.

Kompetensi Dasar : 12.2 Menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak pembaca
bersikap atau melakukan sesuatu dalam bentuk paragraf persuasif.

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat:

1. Menunjukkan ciri – ciri pargraf persuasif.

2. Mendata topik – topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf persuasi.

3. Menulis paragraf persuasi.

4. Menyunting paragraf persuasi yang ditulis teman dengan memperhatikan penggunaan EYD,
diksi dan bahasa.

B. Materi Pembelajaran

Materi :

Paragraf Persuasi

1.Pengertian :

Paragraf persuasi adalah paragraph yang isinya membujuk atau menyarankan pembaca
untuk melakukan atau menyikapi sesuatu.

2.Ciri-ciri :

Bagian Karangan Persuasi

Tujuan Mencapai persetujuan atau kesesuaian penulis dengan pembaca

Sasaran proses berpikir Hadirin atau pembaca

Fakta yang dipergunakan Fakta hanya diperlukan seperlunya

Penggunaan bahasa Lebih luwes atau menarik untuk membujuk pembaca

Penutup Mengajak kepada pembaca untuk melakukan sesuatu

3.Langkah-langkah menyusun persuasi :

a) Tetapkan topik yang hendak kalian tulis
b) Tetapkan sasaran dan tujuan persuasi
c) susunlah kerangka paragraf persuasi dengan memberikan alasan, bukti, atau contoh sesuai

topik yang kalian tulis
- Menentukan topik persuasi :

Tidak semua topik cocok untuk ditulis dengan paragraf persuasi. Topik yang cocok untuk
ditulis secara persuasi umumnya topik yang dapat digunakan untuk mempengaruhi orang
lain, sehingga mereka mau bertindak.

- Menetapkan sasaran dan tujuan persuasi

33

Tujuan persuasi harus dapat mempengaruhi pembaca serta mengajak pembaca untuk
melakukan tindakan sesuai yang diharapkan penulis.

4.Contoh-contoh topik persuasi :

d) Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, pendidikan pada generasi muda harus lebih
diperhatikan.

e) Kenakalan remaja dapat diatasi dengan memberikan banyak kegiatan di sekolah.
f) Kreativitas anak – anak dapat ditingkatkan dengan mendengarkan musik.
g) Kebiasaan mencontek itu tidak memberikan keuntungan sama sekali, bahkan dapat

merugikan masa depan.
h) Untuk menghindari cedera serius pada kecelakaan setiap pengemudi kendaraan roda 2

harus memakai helm.
i) Menaati peraturan dapat menciptakan masyarakat yang aman dan damai.

5.Contoh paragraf persuasi :

Udara pagi baik untuk kesehatan, akan tetapi banyak orang yang masih malas
bangun pagi karena dingin atau karena terlalu lelah bekerja di sore harinya. Dengan
demikian, mereka tidak pernah menghirup udara pagi yang segar, yang sangat baik bagi
kesehatan. Udara pagi sangat menyegarkan sebab masih bersih dan belum tercemar. Banyak
orang yang malas bangun pagi menjadi sakit – sakitan di hari tua. Sebaliknya, orang yang
sejak muda sering bangun pagi dan senang berolahraga badannya tetap sehat sampai hari
tua.

Oleh karena itu marilah kita menyempatkan diri bangun pagi agar dapat menghirup
udara pagi yang segar.

Latih Terampil

1. Apa ciri-ciri paragraf persuasi?
2. Sebutkan lima topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf persuasi!
3. Jelaskan perbedaan paragraf persuasi dengan paragraf argumentasi dalam memperlakukan

pilihan kata, bahasa dan fakta!
4. Tentukan ciri-ciri apa saja yang menyatakan bahwa wacana di atas adalah paragraf persuasi!

Penilaian Apektif & Psikomotor Penilaian Kognitif
(disesuikan standar KKM) (disesuaikan standar KKM)

90 – 100 = sangat baik (A) 85 – 100 = sangat baik (A)

80 - 89 = baik (B) 75 - 84 = baik (B)

70 - 79 = cukup (C) 67 - 74 = cukup (C)

60 - 69 = kurang (D) 55 - 66 = kurang (D)

<60 = sangat kurang (E) < 55 = sangat kurang (E)

34

Standar Kompetensi : Menulis

(12)Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato.

Kompetensi Dasar : 12.3 Menulis hasil wawancara.

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat:

1. Melakukan wawancara dengam benar.
2. Menulis hasil wawancara ke dalam beberapa pargraf dengan ejaan dan tanda baca yang

benar.
B. Materi Pembelajaran

WAWANCARA

1.Pengertian

Adalah interaksi saling bicara antara satu dengan lainnya untuk mengumpulkan

informasi/data.

2.Macam-macam
 Berdasarkan ada/tidak persiapan berupa daftar pertanyaan :
-Terstruktur : ada pertanyaan, yaitu

a. Terbuka : jawaban subjektif

b. Tertutup : jawaban objektif/pasti

-Tidak terstruktur
 Berdasarkan jumlah pelakunya:

- Individual

- Konferensi

3.Langkah-langkah

 Menentukan tema dan topik
 Merumuskan tujuan
 Merumuskan pokok-pokok pertanyaan
 Mengembangkan pokok-pokok pertanyaan menjadi daftar pertanyaan
 Memilih narasumber(formal dan nonformal)
 Menghubungi narasumber(surat permohonan)
 Wawancara(tanya dan jawab)
 Mengolah hasil wawancara
 Menyusun laporan hasil

Contoh draft wawancara dalam lomba Bahasa Inggris, baik

1. Topik :
Partisipasi SMAN 1 Balikpapan

debat maupun pidato.

2. Tujuan

35

Untuk memperoleh informasi mengenai prestasi-prestasi siswa/siswi SMAN 1 Balikpapan dalam
lomba debat dan speech contest dalam dua tahun terakhir

3. Pokok Pertanyaan
a. Prestasi
b. Peserta
c. Pembina
d. Persiapan
e. Target

4. Daftar Pertanyaan

a. Prestasi
 Seperti yang Anda ketahui, SMAN 1 memiliki segudang prestasi yang telah diraih oleh

siswa/siswi-nya. Tidak terkecuali pada bidang Bahasa Ingrisnya.
Kejuaran apa saja yang telah diikuti oleh siswa/siswi SMAN 1 pada lomba bidang Bahasa
Inggris dalam dua tahun terakhir ini?

 Kejuaraan tertinggi apa yang pernah diraih oleh siswa/ siswi SMAN 1 dalam lomba Bahasa
Inggris?

b. Peserta
 Banyak sekali siswa/siswi berprestasi di SMAN 1 seperti yang kita ketahui dan tidak sedikit

dari mereka yang diminta mengikuti lomba sebagai wakil dari sekolah.
Bagaimana teknik pendaftaran peserta untuk mengikuti lomba Bahasa Inggris mewakili
sekolah?

 Siapa saja siswa-siswi yang sering/pernah mewakili SMAN 1 Balikpapan dalam mengikuti
lomba Bahasa Inggris?

c. Pembina
 Banyak juga guru yang berkompeten dalam membina siswa/siswi-nya untuk mengikuti

lomba-lomba.
Siapa saja guru yang berperan dalam membimbing siswa/siswi untuk mengikuti

lomba Bahasa Inggris?

 Selain guru di sekolah, siapakah yang berperan dalam membantu berlatih Bahasa Inggris?
d. Persiapan
 Biasanya para peserta sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan sematang-matangnya

seperti latihan bahasa inggris berhari-hari dan lain-lain.
Persiapan apa sajakah yang biasanya dilakukan sebelum mengikuti lomba Bahasa

Inggris?

 Butuh waktu berapa lama untuk persiapan anda sebelum mengikuti lomba Bahasa Inggris?
 Apa anda mengikuti ekstrakurikuler Bahasa Inggris, bila ada berapa lama anda

mengikutinya?
 Apa anda pernah mengikuti bimbingan Bahasa Inggris lain di luar sekolah?
e. Target
 SMAN 1 banyak meraih prestasi.

Apa target SMAN 1 yang belum dicapai dan akan diikuti dalam waktu dekat?

 Untuk pencapaian prestasi berikutnya, target apa yang ingin anda raih dalam waktu dekat ini
dalam lomba Bahasa Inggris?

5.Narasumber : Dra. Hj. Eriza

36

Hasil Wawancara

1. Prestasi

 Seperti yang Anda ketahui, SMAN 1 memiliki segudang prestasi yang telah diraih oleh
siswa/siswi-nya. Tidak terkecuali pada bidang Bahasa Ingrisnya.
Kejuaran apa saja yang telah diikuti oleh siswa/siswi SMAN 1 pada lomba bidang Bahasa

Inggris dalam dua tahun terakhir ini?

  ISDC
2.  Debate Competition ALSA E-comp
 Speech Competition ALSA E-comp

Kejuaraan tertinggi apa yang pernah diraih oleh siswa/ siswi SMAN 1 dalam lomba Bahasa

Inggris?
 Juara II speech contest ALSA E-Comp
 Juara III debate competition ALSA E-Comp

Peserta

 Banyak sekali siswa/siswi berprestasi di SMAN 1 seperti yang kita ketahui dan tidak sedikit
dari mereka yang diminta mengikuti lomba sebagai wakil dari sekolah.
Bagaimana teknik pendaftaran peserta untuk mengikuti lomba Bahasa Inggris

mewakili sekolah?

  Dalam ISDC, SMAN 1 diundang untuk seleksi tingkat provinsi dan ternyata SMAN 1
3. Balikpapan mendapatkan juara I, II, dan III. Mereka lalu dikirim ke tingkat nasional.

Siapa saja siswa-siswi yang sering/pernah mewakili SMAN 1 Balikpapan dalam mengikuti
lomba Bahasa Inggris?

 Sarah Pujiasri, Elza, dan Ruth.
Pembina

 Banyak juga guru yang berkompeten dalam membina siswa/siswi-nya untuk mengikuti
lomba-lomba.
Siapa saja guru yang berperan dalam membimbing siswa/siswi untuk mengikuti

lomba Bahasa Inggris?

 Ibu Hariyati dan Ibu Eriza

 Selain guru di sekolah, siapakah yang berperan dalam membantu berlatih Bahasa Inggris?
4.  Orang tua
 Teman
 Pelatih.

Persiapan

 Biasanya para peserta sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan sematang-matangnya
seperti latihan bahasa inggris berhari-hari dan lain-lain.
Persiapan apa sajakah yang biasanya dilakukan sebelum mengikuti lomba Bahasa

Inggris?

 Latihan dengan mengambil jam pelajaran.
 Butuh waktu berapa lama untuk persiapan Anda sebelum mengikuti lomba Bahasa Inggris?

 Sekitar 1 bulan.
 Apa Anda mengikuti ekstrakurikuler Bahasa Inggris, bila ada berapa lama Anda

mengikutinya?
 Ya, sekitar 2 tahun.

 Apa Anda pernah mengikuti bimbingan Bahasa Inggris lain di luar sekolah?
 Di EF, sejak kelas 6 SD sampai kelas 9 SMP.

37

5. Target

 SMAN 1 banyak meraih prestasi.
Apa target SMAN 1 yang belum dicapai dan akan diikuti dalam waktu dekat?

 Menjadi juara 1 tingkat nasional.
 Untuk pencapaian prestasi berikutnya, target apa yang ingin Anda raih dalam waktu dekat

ini dalam lomba Bahasa Inggris?
 Menang dalam ISDC.

Olahan Hasil Wawancara

Siswa-siswa SMAN 1 Balikpapan dalam bidang Bahasa Inggris dua tahun terakhir pernah meraih
prestasi tertinggi berupa Juara II speech contest ALSA E-Comp ,Juara III debate competition ALSA E-
Comp, dan ISDC.

Mekanisme keikutsertaan siswa-siswi SMAN 1 Balikpapan dalam ISDC, SMAN 1 diundang untuk
seleksi tingkat provinsi dan ternyata SMAN 1 Balikpapan mendapatkan juara I, II, dan III. Mereka lalu
dikirim ke tingkat nasional, yaituSarah, Elza, dan Ruth.

Pembimbingan siswa calaon peserta lomba dilakukan oleh guru-guru SMAN sendiri, yaitu Ibu Eriza
dan Ibu Haryati. Disamping itu dibantu oleh pelatih, siswa, dan orang tua. Latihan persiapan lomba
diadakan hanya kurang lebih 1 bulan sebelum pertandingan dengan mengambil waktu disela-sela
jam pelajaran, karena mereka adalah anak-anak yang memang sudah memiliki pengalaman belajar
bahasa Inggris di luar sekolah sejak masih duduk di SD. Tim bahasa Inggris SMAN 1 Balikpapan
mentargetkan meraih juara 1 tingkat nasional.

Format Laporan Hasil Wawancara

Laporan hasil wawancara dengan... Tentang....

1. Tujuan wawancara :

2. Topik wawancara :

3. Pelaksanaan wawancara :

a.hari/tanggal :

b.waktu :

c.tempat :

4. Pewawancara :

5. Narasumber :

6. Hasil wawancara :

7. Lain-lain :

Balikpapan,

Pelapor

1.

2.

38

Latih Terampil:
1. Apa yang yang dimaksud dengan wawancara terstruktur dan wawancara tak terstruktur?
2. Siapa saja yang dapat dijadikan narasumber untuk diwawancarai?
3. Apa syarat seorang tokoh yang dapat dijadikan narasumber?
4. Buatlah draft wawancara bertema Lingkungan! Lakukan wawancara dengan narasumber!
5. Susunlah laporan hasil wawancara sesuai draft wawancara yang kalian buat!

39

Standar Kompetensi : Menulis

(12)Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato.

Kompetensi Dasar : 12.4 Menyusun teks pidato

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat :

1. Menetukan topik dan tujuan pidato
2. Menyusun kerangka pidato
3. Menyusun teks pidato
4. Menyuntimg teks pidato tulisan teman.
B. Materi Pembelajaran :

Pidato

1. Pengertian Pidato : pidato adalah suatu kegiatan mengemukakan gagasan dihadapan khalayak
ramai secara lisan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

2. Macam-Macam Tujuan Pidato:
 Persuasif
 Rekreatif
 Argumentatif
 Informatif/instrutif

3. Langkah – Langkah Berpidato :
 Menetukan maksud dan tujuan pidato.
 Menganalisis pendengar dan suasana.
 Memilih dan menyempitkan topik.
 Mengumpulkan bahan : Membaca, mendengar, dan mendata isu – isu terbaru. Menetapkan
tujuan pidato. Mengumpulkan bahan : fakta, ilustrasi, pokok – pokok konkret.
Bertanya/konsultasi. Memanfaatkan berbagai sumber : buku, peraturan, majalah, surat
kabar.
 Membuat kerangka naskah pidato : Menentukan pokok – pokok pembicaraan. Pokok –
pokok disusun dalam tata urut yang baik. Di bawah pokok – pokok ditambahkan perincian
yang menjelaskan pokok – pokok utama itu. Menyusun kerangka pidato yang terdiri atas
pendahuluan, isi, dan penutup untuk melihat kesatuan koherensinya.
 Menguraikan isi pidato secara terperinci : Mengembangkan kerangka menjadi naskah utuh.
Berdasarkan kerangka itu, berpidato bebas dengan sekali – kali melihat kerangka untuk
melihat keteraturan dan keutuhannya(tidak ada ide – ide yang terlangkahi).
 Berlatih dengan suara nyaring. Membaca naskah pidato itu secara lengkap kata – kata demi
kata dengan memperhatikan gaya dan pengucapan

4. Macam – Macam Metode Pidato :
 Metode Ekstemporan : metode yang direncanakan dengan membuat catatan penting yang
sekaligus menjadi urutan bagi uraian itu atau kerangka.
 Metode Naskah : metode yang dialkukan dengan membacakan secara langsung naskah yang
telah dipersiapkan sebelumnya.
 Metode Menghafal : metode yang penyajian lisannya bukan saja direncanakan, tetapi ditulis
secara lengkap, kemudian dihafalkan kata demi kata.
 Metode Impromptu : metode yang penyajiannya berdasarkan kebutuhan sesaat dan tidak
ada persiapan sama sekali.

40

5. Contoh Paragraf Pembuka Pidato :
Marilah kita memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat
hidayah-Nya sehingga kita dapat hadir di acara ini dalam keadaan sehat walafiat.Sholawat dan
salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad S.A.W bersama
keluarga , sahabat, dan pengikutnya sampai akhir jaman. Tidak lupa saya sampaikan terima kasih
atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat kali ini.Pada
kesempatan ini saya akan menyampaikan topik yang berkenaan dengan masalah yang sering kita
alami yaitu Pentingnya Istirahat Sebelum Lelah.Berkaitan dengan topic ini saya akan membahas
tentang:
1. Pengertian istirahat
2. Pentingnya istirahat
3. Dampak negatif kurangnya istirahat

6. Contoh Paragraf Isi Pidato
Sebagaimana telah kita ketahui kita harus mencegah kelelahan pada diri kita sendiri.

Menurut para ahli, kelelahan fisik dapat menimbulkan gangguan jiwa seperti kecemasan,
agresivitas, mudah marah, mudah tersinggung dan sebagainya. Setidak – tidaknya, kelelahan
dapat menjadikan kita dekat dengan kecemasan. Para ahli jiwa menekankan bahwa kelelahan
akan menurunkan daya tahan jiwa terhadap perasaan cemas dan khawatir. Menurut ilmu
kesehatan, kelelahan dapat menurunkan daya tahan fisik dalam melawan demam dan ratusan
penyakit lainnya. Dengan demikian, isitirahat sebelum lelah itu dapat mencegah terjadinya
penurunan daya tahan, baik fisik maupun psikis.

7. Contoh Paragraf Penutup Pidato :
Saudara – saudara yang berbahagia dan yang saya hormati, demikianlah pidato yang dapat saya
sampaikan pada siang hari ini. Biar bagaimanapun pentingnya pekerjaan Anda, jangan lupa
beristirahat sejenak. Terima kasih atas perhatian Saudara-saudara dan mohon maaf atas segala
kesalahan dan kekhilafan.

Latih terampil :
1. Sebutkan jenis-jenis tujuan pidato!
2. Jelaskan sistematika materi pidato!
3. Sebutkan syarat-syarat berpidato!
4. Susunlah kerangka pidato dengan tema Peranan Generasi Muda dalam Mengisi Pembangunan!
5. Susunlah sebuah naskah pidato dengan tema Peranan Generasi Muda dalam Mengisi

Pembangunan!

41

Standar Kompetensi : Mendengarkan

(13)Memahami cerita rakyat yang dituturkan

Kompetensi Dasar : 13.1 Menemukan hal – hal menarik tentang tokoh cerita rakyat yang
disampaikan secara langsung dan atau melalui rekaman.

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat :

1. Menentukan isi dan amanat yang terdapat dalam cerita rakyat
2. Mengutarakan secara lisan nilai – nilai dalam cerita rakyat dengan memperhatikan

pelafalan kata dan kalimat yang tepat
3. Menemukan ide – ide yang menarik dalam cerita rakyat
4. Menangkap ide – ide yang menarik menjadi hal – hal yang menarik dalam cerita rakyat

B. Materi Pembelajaran :

Cerita Rakyat

1. Pengertian :

Cerita rakyat adalah cerita yang diciptakan kemudian berkembang di masyarakat tanpa dapat
diidentifikasi nama penciptanya (anonim). Cerita rakyat menjadi milik masyarakat secara kolektif
(komunal) sehingga setiap anggota masyarakat mengenal dan memahami cerita tersebut. Cerita
rakyat termasuk karya sastra lama berbentuk prosa yang meliputi fable legenda, mite, sage, hikayat,
epos, dan dongeng. Cerita rakyat sudah berkembang sejak sebelum tahun 20-an.

2. Ciri – ciri :

a. berkembang secara lisan ( disampaikan secara turun – temurun )

b. anonim ( tidak diketahui nama pengarangnya )

c. komunal ( berkembang menjadi milik masyarakat ), yang tersebar di berbagai daerah

dengan pelaku yang tidak sama tetapi inti ceritanya sama

d. mengandung nilai – nilai filosofi kehidupan yang tinggi

e. fantastis, khayal / terkadang tidak bisa diterima oleh akal pikiran, berisi hal-hal gaib, aneh,lucu,
berkaitan dengan adat kebiasaan, cara berpikir orang-orang dahulu, dan kepercayaan setempat

f. dikaitkan dengan kejadian sejarah

g. digunakan sebagai cerita pelipur lara dan mendidik keturunan

3. Contoh – contoh

a. Malin Kundang ( Sumatera Barat)
b. Legenda Batu Menangis (Kalimantan Selatan)
c. Bawang Merah Bawang Putih (Jawa Tengah)
d. Tangkuban Perahu (Jawa Barat)
e. Riwayat Sibatu (Sumatera Utara)
f. Roro Jonggrang (Yogyakarta)
g. Ande – Ande Lumut (Jawa Tengah)
h. Timun Mas (Jawa Tengah)

42

4. Unsur – unsur pembangun
a. tema
Pokok pikiran utama dari bahasan cerita rakyat.
b. penokohan
Penggambaran karakter tokoh dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Analitik (secara langsung), melalui penjelasan pengarang.
2. Dramatik (tidak langsung), dapat melalui cara berdandan, pikiran tokoh lain, dan
sebagainya.
Jenis tokoh dibagi menjadi 3:
Berdasarkan karakter :
1. Antagonis : tokoh yang tidak disukai oleh pembaca karena berwatak
tidak baik
2. Protagonis : tokoh yang disukai oleh pembaca karena berwatak baik
3. Tritagonis : tokoh penengah/netral.
Berdasarkan peran:
1.Tokoh Utama
Yaitu tokoh yang memiliki peranan paling penting. Tokoh ini ditandai dengan
frekuensi kemunculan yang tinggi dan mengemban tugas membawa permasalahan
cerita hingga penyelesaian.
2.Tokoh Figuran
Yaitu tokoh yang berperan membantu tokoh utama dalam mengemban tugas dalam
cerita. Frekuensi kemunculan tokoh ini tidak terlalu sering.
Tokoh dalam cerita rakyat pada umumnya bersifat statis. Maksudnya, tokoh yang
berkarakter baik akan bahagia dan karakter buruk akan menerima balasannya. Tokoh
dalam cerita rakyat juga bersifat sentralistik. Artinya pergerakan cerita ditentukan
oleh orang tertentu saja. Sehingga ia menjadi tokoh utama dan protagonis dalam
suatu cerita.
c. setting : adalah gambaran tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
Fungsi latar adalah :
1. memperjelas watak tokoh cerita
2. member tekanan pada tema cerita
3. memperjelas tema yang disampaikan

Setting/latar meliputi :

1. waktu : menunjukkan kapan peristiwa tersebut terjadi.

43

2. tempat : mengacu pada tempat di mana peristiwa itu terjadi.

3. suasana: mengacu pada kondisi atau suasana saat peristiwa tersebut terjadi.

d. alur : jalinan peristiwa satu dengan yang lain secara kronologis, sehingga membentuk cerita.
Alur terdiri dari tahapa-tahapan sebagai berikut:

1. pengenalan
2. permasalahan
3. klimaks
4. anti klimaks
5. penyelesaian
Jenis-jenis alur :

Berdasarkan urutan waktu : 1. Alur maju (progresif, linier)

2. Alur mundur (regresif, flash back, sorot balik)

3. Alur campuran (progresif regresif)

Berdasarkan jumlah/kuantitas : 1. Alur tunggal

2.Alur ganda

Berdasarkan kualitas hubungan pada alur ganda: 1. Alur rapat

2. Alur renggang

e. nilai : sesuatu, sifat, atau hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan.

Macam-macam nilai :

1. nilai moral/etika, yaitu nilai yang berkaitan dengan akhlak/budi pekerti/susila, baik buruknya
tingkah laku, sopan santun dalam kehidupan.

2. nilai sosial/kemasyarakatan, yaitu nilai yang berkaian dengan norma yang ada dalam
masyarakat.

3. nilai budaya, nilai yang berkaitan dengan adat istiadat.
4. nilai agama / religius, nilai yang berkaian dengan tuntunan beragama.
5. nilai pendidikan/edukasi, yaitu nilai yang berkaitan dengan perubahan tingkah dari buruk ke

baik dan sebaliknya (pengajaran)
6. nilai politik, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemerintahan.
7. nilai estetika/keindahan, yaitu nilai yang berhubungan dengan hal-halyang

menarih/menyenangkan (rasa seni)
8. nilai kemanusiaan, yaitu nilai yang berhubungan dengan sifat-sifat manusia
f. amanat : pesan atau nasihat pengarang kepada pembaca yang di muat di dalam cerita,

baik disampaikan secara eksplisit ataupun implisit.

g. sudut pandang : gambaran kedudukan pengarang dalam cerita.

Terdiri dari :

1. diri sendiri, yaitu narator berfungsi sebagai aktor (sudut pandang orang pertama).

2. orang lain, yaitu narator berfungsi sebagai aktor pendamping (pemeran pendamping)

atau narator berfungsi sebagai observer (sudut pandang orang ke-3).

h. bahasa : merupakan alat atau sarana untuk mengungkapakan ide atau gagasan dalam mencipta
sebuah karya sastra

44

Latih Terampil
Cerita Rakyat

Terjadinya Selat Bali

Konon, kisah ini terjadi sewaktu pulau Jawa dan pulau Bali masih belum terpisah.
Dikisahkan pada beberapa abad yang lalu terdapat suatu pertapaan di sebuah lereng gunung. Pada
pertapaan itu tinggal seorang Brahmana yang sakti. Dia bernama Bengawan Sidhimantra.

Bengawan Sidhimantra selain terkenal sebagai seorang Brahmana yang sakti, juga terkenal
sebagai seorang petapa yang ramah dan senang menolong hingga disegani penduduk sekitar
padepokan.

Bengawan Sidhimantra mempunyai seorang isteri yang cantik, orang tidak tahu namanya,
tetapi dia bisa dipanggil Nyi Sidhimantra. Sesudah menikah beberapa tahun, keluarga itu
memperolah seorang putra yang cakap. Anak itu diberinya nama Manik Angkeran.

Manik Angkeran tumbuh dalam kasih sayang naungan orang tuanya. Ia merupakan jantung
hati kedua orang tuanya. Si Ibu sangat memanjakannya. Manik Angkeran yang masih terhitung
kanak-kanak sudah berulang kali bermain jauh dari rumahnya hingga kadang-kadang membuat
cemas kedua orang tuanya.

“Manik Angkeran, ke mana saja kau bermain seharian? Kau jangan bermain terlalu jauh.
Kau akan diganggu orang jahat nanti,” kata ibunya.

“Siapa yang berani berbuat jahat padaku, Bu? Siapa pun tahu kalau aku adalah anak
Bengawan Sidhimantra,” sahut anaknya.

“Ya .... Bagaimanapun kau tidak boleh bermain sejauh itu. Kurasa desa seberang itu sangat
jauh ... !

Namun, Manik Angkeran tidak mengindahkan nasihat ibunya. Esok harinya, dia sudah
bermain pula ke dusun seberang sungai. Ada sesuatu yang menarik di sana, yaitu adu ayam jago.

Apa yang dilihatnya tadi selalu terpikir Manik Angkeran dalam perjalannya pulang.

“Ah, ... mudah benar orang memperolah uang. Tinggal menunjuk mana ayam yang menang
dan dia akan dibayar ... !” pikir anak kecil itu.

Esok harinya dengan sedikit bekal, Manik Angkeran pergi ke arena adu ayam jago. Dia
mulai ikut bertaruh. Anak itu sangat senang ketika memperolah kemenangan.

Namun, ada orang desa yang mengadukan pada Sidhimantra apa yang diperbuat oleh
Manik Angkeran. Bengawan itu jadi marah dan kecewa pada anak semata wayangnya.

“Hm ... jadi kau mulai berjudi, anakku? Betapa kecilpun apa yang kau pertaruhkan, ayah
tidak suka. Semua memamg dari yang kecil-kecil dulu .... Pada akhirnya kau akan menjadi pejudi
besar kalau tidak mau hentikan dari sekarang! Judi merupakan kunci dari kejahatan lainnya. Kalau
kau suka berjudi’ berarti kau telah menumpuk sifat jahat! Kalau kamu menang, kau akan berpoya-
poya. Kalau kau kalah kau akan mencuri, merampok, dan menggarong ...! Ingat akan orang tuamu,
anakku. Ayah adalah orang beribadat, taat beragama, dan disegani orang. Kau harus taat pula
beragama seperti ayahmu. Orang tidak beragama mudah tersesat!”

Untuk sementara Manik Angkeran seperti sudah insyaf. Dia menekuni hal-hal keagamaan
yang diajarkan ayahnya. Kedua orang tuanya merasa bersyukur melihat hal itu.

45

Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Manik Angkeran mulai mengunjungi arena judi lagi.
Demikianlah hal itu berlangsung beberapa tahun. Pada akhirnya hal itu diketahui oleh ibunya. Akan
tetapi, Manik Angkeran mengiba-iba agar tidak deberitahukan pada ayahnya.

Nyi Sindhimantra yang mengetahui perbuatan anaknya, hatinya semakin sedih dan
kecewa. Akan tetapi, ia begitu menyenangi putranya itu. Dia hanya dapat mengis dengan diam-diam.

Kini tidak ada lagi harta yang dapat dicuri di rumahnya. Manik Angkeran tidak kekurangan
akal untuk melanjutkan kjebiasaan buruknya. Dia tetap mengunjungi arena judi dan sebagai barang
taruhannya, dia berani menghutang pada para penjudi yang lain. Dengan senang hati para penjudi
ittu memberinya hutang. Mereka tidak meragukannya karena Bengawan Sindhimantra terkenal pula
sebagai seorang hartawan selain sebagai Brahmana.

Ketika para penjudi itu menagih, Manik Angkeran tidak dapat membayarnya. Pada
akhirnya, para penjudi itu menagih pada Bengawan Sidhimantra. Brahmana itu sangat malu dan
marah karena perbuatan anaknya.

Hari itu juga, Bengawan Sidhimantra pergi meningglkan rumah. Sepeninggal ayahnya,
Manik Angkeran berpamitan pula pada ibunya. Dia mempunyai tujuan mengikuti ayahnya dari jauh.
Ia ingin tahu dari mana dan bagaimana cara ayahnya memperolah uang melunasi hutang-hutang
dirinya itu.

Beberapa hari Bengawan Sidhimantra berjalan, yang diikuti dengan diam-diam olah Manik
Angakeran. Akhirnya tibalah ia di sebuah gua yang terletak di lereng gunung Agung. Dia
membunyikan sebuah genta kecil yang dibawanya. Tiba-tiba dari dalam gua terdengar suara
bergemuruh. Dari tempat yang agak jauh tersembunyi Manik Angkeran menyaksikan apa yang
terjadi.

Dari dalam gua, keluarlah seekor naga raksasa.

“Huah ... hah ... hah ... hah .... Sidhimantra, sahabatku! Sudah lama kau melupakan Naga
Besukih, bukan?” Naga itu berbicara. Suaranya mengelagar, seakan-akan hendak meruntuhkan batu-
batu di lereng gunung.

Dengan singkat, Bengawan Sidhimantra menceritakan apa yang dialaminya. Setelah
Bengawan itu menceritakan kisahnya, Naga Besukih termenung sejenak, dan bicara dengan nada
menegur.

“Ya .... Aku memang menyadari hal ini! Akan tetapi, bukan sepenuhnya kesalahanku ...!”
jawab Sidhimantra.

“Tidak perlu risau, saudaraku!” kata Naga Besukih lagi. “Dia, Dia sudah mau insyaf adalah
suatu hal yang bagus! Aku akan menolongmu untuk menyelesaikan urusan anakmu!”

Naga Besukih segera menggetarkan tubuhnya. Kemudian, terdengar suara berdecingan.
Kepingan emas berjatuhan dari tubuhnya.

Manik Angkeran melihat kejadian itu dengan takjub. Dari kejauhan ia melihat ayahnya
mengumpulkan kepingan-kepinhan logam itu. Manik Angkeran segera meninggalkan tempat itu
dengan cepat. Dia ingin tiba di rumah sebelum ayahnya.

Manik Angkeran memang tiba lebih duhulu di rumah. Dia pura-pura terkejut ketika
ayahnya menyerahkan sekantung emas padanya.

Manik Angkeran mendatangai kawan-kawan berjudinya dan membayar hutang-hutangnya.
Uang yang masih tersisa dipakainya berjudi. Akan tetapi sebagaimana biasa, Manik Angkeran tidak

46

pernah menang. Kawan-kawannya menawarkan hutang. Demikian pada akhirnya, hutang Manik
Angkeran tertumpuk lagi. Dia mulai bingung, kalau-kalau kawanya menagih pada ayahnya.

Dengan merengek-rengek, Manik Angkeran meminta genta kecil milik ayahnya itu dari
ibunya.

“Aku tidak tahu kegunaan genta ini, Manik, tetapi karena hampir tidak pernah terpisah
dari ayahmu, benda ini tentu punya nilai istimewa. Aku tidak tahu pula, hendak kau gunakan untuk
apa!” kata ibunya.

Manik Angkeran kemudian bergegas mendatangi gua di lereng gunung Agung itu. Ketika ia
membunyikan genta kecil itu, terdengarlah suara bergemuruh dari dalam gua. Hati Manik Angkeran
jadi bergetar ngeri.

“Hai, manusia ...! Siapa kau? Dan dari mana kau memperoleh genta itu?” Suara Naga
Besukih mengelagar.

“Oh ... Naga Besukih ... aku ... aku adalah putra Sidhimantra.”

“Hmm ... jadi kau anak Brahmana yang gila judi itu? Bagus apakah ayahmu berharap aku
akan menghajarmu?”

“Tid ... tidak! Ayah ... ayah menyuruhku datang ke sini ....! Dia tengah berbaring sakit”
Manik Angkeran menjawab dengan gemetar.

“Terbaring sakit? Apa yang terjadi?” tanya Naga Besukih.

“Entahlah! Akan tetapi, ... ibu sudah tidak memiliki unang untuk keperluan sehari-hari ....”

“Hai .... Belum tiga bulan yang lalu ayahmu datang kemari. Rasanya harta yang kuberi tidak
akan habis dalam setahun!”

“Ya ...., tetapi semuanya sudah dipergunakan untuk membayar hutang.”

“Nah, kau tunggu di sini sebentar,” kata Naga Besukih.

Naga Besukih kemudian masuk ke dalam gua. Ketika itu, ekornya tertinggal di luar gua.
Pada ekor naga sakti itu terdapat sebutir berlian yang berkilauan.

Melihat berlian itu. Timbul niat tidak baik pada Manik Angkeran. Dia segera mencabutnya.
Naga Besukih mengaum dasyat karena kesakitan. Manik Angkeran tidak sempat lari karena dari
mulut naga itu tersembur hawa beracun. Tubuh Manik Angkeran hangus dan dia mati seketika. Tiba-
tiba, Bengawan Sidhimantra muncul ditempat itu.

“Naga Besukih .... Oh, tahan dulu!” teriaknya.

“Hai, Sidhimantra! Anakmu telah berbuat keterlaluan!”

“Maafkan, Sahabatku! Menurut isteriku, ia minta genta darinya. Aku sudah menduga apa
yang terjadi. Oleh sebab itu, aku cepat-cepat menuju kemari ....! Kau telah menghajarnya. Aku
merasa berterima kasih. Akan tetapi, Sahabatku, Manik Angkeran adalah anak satu-satunya anakku
yang akan menyambung keturunanku! Hidupkanlah di kembali, Sahabatku!”

Naga Besukih tidak sampai hati melihat sahabatnya mengiba-iba. Dia mau menghidupkan
pemuda itu dengan syarat, Manik Angkeran akan dijadikan muridnya. Bengawan Sidhimantra
menyetujuinya.

Sesudah manik Angkeran dihidupkan kembali, Bengawan meninggalkan putranya dan
diasuh oleh Naga Besukih. Di tengah perjalanan, Bengawan itu melemparkan tongkatnya di tanah.

47

Dari sana memancarlah mata air yang semakin lama semakin membesar. Pada akhirnya, gunung
Agung dan sekitarnya terpisah dari Pulau Jawa. Genangan air itu disebut Selat Bali. Pulau yang
terpisah itu disebut Pulau Bali. Demikinlah asal-usul Selat Bali.

Sumber: Cerita Rakyat Nusantara dengan pengubahan seperlunya
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Hal – hal apakah yang menarik dari cerita rakyat ”Asal Mula Selat Bali”?
2. Sebutkan 3 buah amanat yang dapat dipetik dari cerita rakyat tersebut!.
3. Identifikasikan ide – ide yang menarik yang terdapat dalam cerita rakyat yang Anda dengar !
4. Tentukan nilai-nilai yang berasal dari cerita rakyat yang Anda dengar menjadi !
5. Jelaskan bagaimana relevansi nilai-nilai dalam cerita rakyat tersebut dengan nilai-nilai masyarakat

sekarang!

48

Standar Kompetensi : Mendengarkan

(13)Memahami cerita rakyat yang dituturkan

Kompetensi Dasar : 13.2 Menjelaskan hal – hal yang menarik tentang latar cerita rakyat yang
disampaikan secara langsung dan atau melalui rekaman.

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat:

1. Menentukan Latar yang dominan dalam cerita rakyat dengan disertai bukti penggalan
cerita.

2. Mengulang cerita rakyat yang didengar dalam bahasa sendiri .

B. Materi Pembelajaran :

Cerita Rakyat

Unsur – unsur pembangun
Unsur pembangun cerita rakyat di antaranya adalah latar atau setting.

Setting adalah gambaran tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.

Fungsi latar adalah :

 memperjelas watak tokoh cerita
 member tekanan pada tema cerita
 memperjelas tema yang disampaikan
Setting/latar meliputi :

1. waktu : menunjukkan kapan peristiwa tersebut terjadi.

2. tempat : mengacu pada tempat di mana peristiwa itu terjadi.

3. suasana: mengacu pada kondisi atau suasana saat peristiwa tersebut terjadi.

Setting dalam cerita rakyat

“Konon, pada jaman dahulu tersebutlah sebuah kerajaan besar yang bernama Samoro. Sekarang
letak kerajaan itu diperkirakan di sekitar Soebada, Kabupaten Manatuto, Timor Timur.

Kerajaan Samoro diperintah oleh seorang raja yang sangat adil dan bijaksana. Hal itu membuat
kerajaan Samoro menjadi aman, tenteram, dan makmur. Hampir tak pernah terjadi kejahatan di
kerajaan Samoro. Semua rakyat selalu mematuhi segala perintah rajanya”.

(Ikrar Orang-orang Samoro dan Buaya, Cerita rakyat Timor Timur)

Latih Terampil

1. Tunjukkan hal – hal yang menarik tentang latar cerita rakyat Asal Mula Selat Bali yang sudah

didengar!

2. Ceitakanlah kembali cerita rakyat yang sudah didengar dengan bahasa sendiri!

49

Standar Kompetensi : Berbicara

(14)Mengungkapkan pendapat terhadap puisi melalui diskusi.

Kompetensi Dasar : 14.1 Membahas isi puisi berkenaan dengan gambaran penginderaan,
perasaan, pikiran dan imajinasi melalui diskusi.

14.2. Menghubungkan isi puisi dengan realitas alam, sosial

budaya dan masyarakat melalui diskusi.

A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat

1. Menemukan isi puisi berkenaan dengan penggambaran penginderaaan.
2. Menemukan isi puisi berkenaan dengan penggambaran perasaan.
3. Menemukan isi puisi berkenaan dengan penggambaran pikiran dan imajinasi.
4. Mendiskusikan isi puisi yang menggambarkan realitas alam.
5. Mendiskusikan isi puisi yang menggambarkan sosial budaya
6. Mendiskusikan isi puisi yang menggambarkan ciri kemasyarakatan

B. Materi Pembelajaran :

Membahas puisi

Karya puisi mengalami perkembangan sesuai dengan pengaruh yang datang dari Barat.
Karya puisi yang saat ini berkembang tidak terikat lagi oleh aturan-aturan penulisan seperti
halnya pada penulisan puisi lama. Puncak perubahan secara mendasar dalam puisi terjadi pada
Angkatan ’45, terutama dipelopori oleh Chairil Anwar. Ikatan puisi lama sudah ditinggalkan. Kalau
puisi lama masih mementingkan bentuk fisik puisi, puisi modern lebih mementingkan makna atau
bentuk batin puisi.

Derai-Derai Cemara
Cemara menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada beberapa dahan di tingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
Sudah berapa waktu bukan kanak lagi
Tapi dulu memang ada suatu bahan
Yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah

50


Click to View FlipBook Version