bacaan-indo.blogspot.com Daftar Pustaka 233
Sum ber Terbitan
Agung Pranoto 20 15
“Budaya Purworejo”, 16 Maret, h ttp:/ / budayapurworejo.blogspot.
co.id/ 20 15/ 0 3/ sejarah-hks-hoogere-kweekschool.htm l, diun duh 12
April 20 17.
Ahmad Nas Imam 20 15
“Kakek Buyut BJ H abibie, R Ng Tjitrowardojo, Dokter Kelah iran
Baledono”, Sorot Purw orejo, 13 April 20 15 http:/ / www.sorotpurworejo.
com/ berita-purworejo-946-kakek-buyut-bj-habibie-r-ng-tjitrowardojo-
dokter-kelahiran-baledono.html, diunduh 12 April 20 17.
Anderson, Benedict R.O’G. 1965
My thology and the Tolerance of the Javanese [Mitologi dan Toleransi
Orang J awa], Monograph Series, Modern Indonesia Project, Southeast
Asia Program [Seri Monograf, Proyek Indonesia Modern, Program Asia
Tenggara]. Ithaca: Modern Indonesia Project.
1972
“Th e Id ea of Power in J avan ese Cu ltu r e” [“Pan d an gan ten tan g
Kekuasaan dalam Kebudayaan J awa”], dalam Claire H olt (pen y.),
Culture and Politics in Indonesia [Kebudayaan dan Politik di Indonesia]
(Ithaca: Cornell University Press), hlm. 39-43.
Aukes, H.F. 1935
H et Legioen v an M angkoe N agoro [Legiun Mangkunegarannya].
Bandung: Nix & Co.
Babcock, T.G. 1989
Kam pung Jaw a Tondano; Religion and Cultural Identity [Kampung
J awa Ton dan o; Agam a dan Iden titas Budaya]. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.
bacaan-indo.blogspot.com 234 Sisi Lain Diponegoro
Behrend, T.E. 1990
Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara, Jilid I. Museum
Sonobudoy o, Yogy akarta. J akarta: Penerbit J ambatan.
Berg, C.C. 1957
“Keraton-Bouw in de Wildernis” [“Pem bangunan keraton di tengah-
tengah hutan”], Indonesiё 10 :50 6 -532.
Booms, A.S.H. 1911
Eenige bladzijden uit de Nederlandsch-Indische krijgsgeschiedenis,
1820 -1840 , uit de “m em oires” van F.C. Gilly de Montela [Beberapa
halaman dari sejarah peperangan di Hindia Belanda, dari 1820 -1840 ,
diangkat dari “memoar” F.C. Gilly Montela]. Amsterdam: Engelhard &
Van Embden.
Bosma, Ulbe dan Remco Raben 20 0 8
Being “Dutch” in the Indies; A History of Creolisation and Em pire,
150 0 -1920 . [Menjadi Belanda di Hindia; Sejarah dari Proses Kreolisasi
dan Kerajaan Kolonial]
Singapore: NUS Press.
Brumund J .F.G. 1853-1854
“Bezoek in de vervallen dalem van Diponegoro te Tegal Redjo” [“Sebuah
kun jun gan ke puin g-puin g dalem n ya Dipon egor o di Tegalr ejo”],
Indiana (Amsterdam) 2:181-197.
Carey, Peter 1974a
The Cultural Ecology of Early N ineteenth Century Java; Pangeran
Dipanagara, A Case Study [Ekologi Kebudayaan J awa Awal ke-19;
Pangeran Diponegoro, Suatu Kajian Kasus]. Singapore: Institute of
Southeast Asian Studies [Occasional Paper 24.]
bacaan-indo.blogspot.com Daftar Pustaka 235
1974b
“J avan ese H istor ies of Dipan agar a: Th e Bu ku Kedu n g Kebo, its
Au th or sh ip an d H istor ical Im por tan ce,” [“Sejar ah -sejar ah J awa
mengenai Diponegoro: Babad Kedung Kebo, Penulisnya serta Makna
Pentingnya dalam Sejarah”], BKI 130 .2/ 3:259-88.
19 8 1
Babad Dipanagara. An Account of the Outbreak of the Java W ar
(1825-1830 ). The Surakarta version of the Babad Dipanagara w ith
translations into English and Indonesian Malay . [Babad Diponegoro.
Sebuah Ceritera m en gen ai m eletusn ya Peran g J awa (18 25-18 30 ).
Versi Surakarta dari Babad Dipon egoro den gan terjem ahan dalam
bahasa Inggris dan Melayu Indonesia.] Kuala Lum pur: Art Printers
[Monograph no. 9 of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society].
1992
The British in Java, 1811-1816; A Javanese Account [Inggris di J awa,
1811-1816; Suatu Kisah J awa]. Oxford: Oxford University Press untuk
The British Academy.
20 12
Kuasa Ram alan; Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lam a di
Jaw a, 1785-1855. J akarta: KPG. 3 jilid.
20 13
Daendels and the Sacred Space of Java, 180 8-1811; Political Relations,
Uniform s and the Postw eg [Daendels dan Ruang Suci J awa, 180 8-1811;
Hubungan Politik, Seragam, dan J alan Raya Pos]. Nijmegen: Vantilt.
Dahm, Bernhard 1969
Sukarno and the Struggle for Indonesian Independence [Sukarno dan
Perjuangan Kemerdekaan Indonesia]. Ithaca, N.Y: Cornell University
Press.
bacaan-indo.blogspot.com 236 Sisi Lain Diponegoro
1971
History of Indonesia in the Tw entieth Century [Sejarah Indonesia Abad
XX]. London: Pall Mall.
Danusubroto, Atas S. 20 0 8
R AA Cok ron egoro I (18 31-18 57). Pen diri Kabupaten Purw orejo.
Yogyakarta: PT Gradasi.
Djamhari, Saleh As’ad 20 0 3
Str a teg i M en jin a k k a n Dip on eg or o; Stelsel Ben ten g 18 27-18 30 .
J akarta: Yayasan Komunitas Bambu.
Dumont, F.C.H. 1917
Aardrijkskundig W oordenboek van N ederlands Oost-Indië [Kam us
Nama-nama Tempat dari Hindia Belanda Timur]. Rotterdam: Nigh &
Van Ditmar.
Dwidjosoegondo, R.W. dan R.S. Adisoetrisno 1941
Serat dharah inggih “seseboetan Radèn” m aw i ngéw rat sujarahipun
para nata Jaw i saw ataw is para w ali [Serat (silsilah) berdarah (biru)
dari yang disebut “Raden” serta sejarah para raja J awa dan para wali].
Kediri: Tan Khoen Swie.
Eka Prilianto dan Dwi Royanto 20 15
“Basahan, Kisah Kampung yang hilang di Semarang”, Viva New s, 25
Februari. http:/ / nasional.news.viva.co.id/ news/ read/ 594148-basahan-
kisah-kampung-yang-hilang-di-semarang/ diunduh 7 Maret 20 17.
Fathurahman, Oman 20 16
Shattariy ah Silsilah in Aceh, Java, and the Lanao Area of Mindanao
[Silsilah Shattariyah di Aceh, J awa, dan Daerah Lanao di Mindanao].
Tokyo: Research In stitute for Lan guages an d Cultures of Asia an d
Africa, Tokyo University of Foreign Studies.
bacaan-indo.blogspot.com Daftar Pustaka 237
Florida, Nancy K. 1993
Javanese Literature in Surakarta Manuscripts Vol 1: Introduction and
Manuscripts of the Karaton Surakarta [Sastra J awa dalam Naskah
Surakarta, J ilid 1: Pengantar dan Naskah Keraton Surakarta]. New
York: South East Asia Program (SEAP) Cornell University, Ithaca.
Forrester, G. 1971
“The J ava War: Som e J avan ese Aspects” [“Peran g J awa: Sejum lah
Aspek J awa”], Skripsi S2 yang belum diterbitkan, Universitas Nasional
Australia, Canberra, ACT.
Gericke, J .F.C. dan T. Roorda 1886
Jav aan sch-N ederduitsch H an dw oorden boek [Kam us Saku J awa-
Belanda]. Amsterdam: J ohannnes Mueller.
Gill, Ronal G. 1990
De Indische Stad op Java en Madoera [Kota Indische di Jaw a dan
Madura]. Delft: TH Delft.
Girardet, Nikolaus 1983
Descriptive Catalogue of the Javanese Manuscripts and Printed Books
in the Main Libraries of Surakarta and Yogy akarta [Katalog Deskriptif
Naskah J awa dan Buku J awa yang Telah Terbit di Perpustakaan Utama
di Surakarta dan Yogyakarta]. Wiesbaden: Frans Steiner Verlag.
Hageman, J . J cz. 1856
Geschieden is v an den Oorlog op Jav a v an 18 25 tot 18 30 [Sejarah
Peperangan yang Terjadi di J awa dari 18 25 sam pai 18 30 ]. Batavia:
La n ge.
Hardjowirogo 1965
Sedjarah W ajang Purw a. J akarta: Balai Pustaka.
bacaan-indo.blogspot.com 238 Sisi Lain Diponegoro
Hoffman, J ohn 1979
“A Foreign Investment; Indies Malay to 190 1” [“Suatu Investasi Asing;
Bahasa Melayu Hindia Belanda sampai 190 1”], Indonesia 27:65-92.
Ilhan Erda 20 15
Mutiara dari Bagelen; 10 0 1 Kisah dan Biodata Singkat Putra Bagelen
y ang Berjay a di Bidangny a. Purworejo: Karray Medio.
J ordaan, Roy 20 16
“Nicolaus En gelh ar d an d Th om as Stam for d Raffles; Br eth r en in
J avan ese An tiquities” [“Nicolaus En gelhard dan Thom as Stam ford
Rafles: Saudara dalam barang-barang zaman kuno Jawa”], Indonesia,
10 1 (April), hlm.39-66.
J ohns, A.H. 1961
“Suism as a Category in Indonesian Literature and History” [“Suisme
sebagai Suatu Kategori dalam Kesusasteraan dan Sejarah Indonesia”],
JSEAH 2.2 (J uli):10 -23.
J uynboll , H.H. 1914
“Catalogus der J avaansche, Balineesche en Madoereesche Handschrif-
ten van het Koninklijk Instituut voor de Taal-, Land- en Volkenkunde
van Nederlan dsch-Indië” [“Katalog Naskah J awa, Bali dan Madura
Lembaga Kerajaan Belanda untuk Bahasa, Antropologi dan Etnograi
dari Hindia Belanda”], BKI 69:386-418.
Koninklijk Bataviaasch Genootschap 1933
Jaarboek van het Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en
W etenschappen [Buku Tahunan Kesenian dan Ilmu-Ilmu Pengetahuan
Perhimpunan Kerajaan Batavia]. Bandung: Nix & Co.
Lengkong Ginaris 20 16
“St asiu n Pu r wor ejo; Sekelu m it Kejayaan ”, h t t p :/ / jejakkolon ial.
b logsp ot .co.id / 2 0 16 / 0 2 / st a siu n -p u r wor ejo-sekelu m it -keja ya a n .
html?m=1, diunduh 8 April 20 16.
bacaan-indo.blogspot.com Daftar Pustaka 239
Lengkong Sanggar 20 16
“Men yelam i Kejayaan Pu r wor ejo, Kota Kecil d en gan Segu d an g
Peninggalan Sejarah”, http:/ / jejakkolonial.blogspot.co.id/ 20 16/ 0 5/
m en y elam i-kejay aan -purw orejo-kota-kecil.htm l, diun duh 12 April
20 17.
Louw, PJ .F. dan E.S de Klerck 1894-190 9
De J av a Oorlog v an 18 25-18 30 [Per an g J awa dar i 18 25-18 30 ].
‘s-Gravenhage: Nijhoff dan Batavia: Landsdrukkerij. 6 jilid.
Mangkoenagoro VII, K.G.P.A.A. 1933
“Over de Wajang-koelit (Poerwa) in het algem een en over de daarin
voorkomende symbolische en mystieke elementen” [“Mengenai wayang
kulit (Purwa) pada umumnya serta tentang unsur-unsur perlambangan
dan mistik yang terdapat di dalamnya”], Djåw å 19:79-97.
Mayer, L.Th. 1897
Een Blik in de Javaansche volksleven [Suatu Pandangan dalam
Kehidupan J awa Rakyat pada Umumnya]. Leiden: E.J . Brill.
McVey, Ruth 1967
“Tam an Siswa an d the In don esian Nation al Awaken in g” [“Tam an
Siswa dan Kebangkitan Nasional Indonesia”], Indonesia 14 (October),
h lm .12 8 -4 9 .
Mudjanattistomo, Drs 1971
Katalogus M anuskrip Keraton Jogjakarta. J ogjakarta: Lem baga
Bahasa Nasional.
Musadad 2002
“Arsitektur dan Fungsi Stasiun Kereta Api bagi Perkem bangan Kota
Purworejo, Tahun 190 1-1930 .” Skripsi S2 yang tidak terbitkan, Fakultas
Ilmu Budaya, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
bacaan-indo.blogspot.com 240 Sisi Lain Diponegoro
Oteng Suherman, HR 20 13
Kisah Bedug Raksasa dan Masjid Agung Purw orejo. Purworejo:
Penerbit Pustaka Srirono (Seri Babad Bagelen).
Pigeaud, Th.G.Th. 1938
Javaanse volksvertoningen, bijdrage tot de beschrijving van land
en v olk [Berm acam -m acam pertun jukan rakyat di J awa, sebuah
sum ban gan bagi pen ggam baran n egeri dan ban gsa]. Batavia:
Volkslectuur.
19 6 7-19 8 0
Literature of Java; Catalogue raisonné of Javanese m anuscripts in the
library of the University of Leiden and other public collections in the
Netherlands [Kesusasteraan J awa; Katalog Tafsiran naskah J awa yang
tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden dan koleksi umum lain
di Negeri Belanda]. Den Haag, Leiden: Nijhoff. Empat jilid.
1975
Javanese and Balinese Manuscripts and som e codices w ritten in re-
lated idiom s spoken in Java and Bali; Descriptive Catalogue [Naskah-
n askah J awa dan Bali dan beberapa m an uskrip lain yan g ditulis
dalam corak khas yang terkait yang dipakai di J awa dan Bali; Sebuah
Katalog Deskriptif]. Verzeichnis der orientalischen Handschriften in
Deutschland Band 31. Wiesbaden: Steiner Verlag.
Poerbatjaraka 1926
“Arjuna Wiwāha”, BKI 82:181-30 5.
Poerwasoewignja R. dan R. Wirawangsa 1920 -1921
Javaansche bibliographie gegrond op de boekw erken in die taal,
aanw ezig in de boekerij van het Bataviaasch Genootschap van
Kunsten en W etenschappen / Pratélan kaw ontenaning Boekoe-boekoe
basa Djaw i ingkang kasim pen w onten ing gedong Boekoe (Museum )
bacaan-indo.blogspot.com Daftar Pustaka 241
ing Pasim penan (Bibliotheek) [Bibliograi buku-buku bahasa Jawa yang
tersim pan di Ruang Buku (Museum ) di Perpustakaan [“Bataviaasch
Genootschap van Kunsten en Wetenschappen”]. Batavia: Ruygrok &
Co. 2 jilid.
Praag, S. van 1947
Onrust op Java: de Jeugd van Diponegoro, een Historisch-literaire
Stu d ie [Ker u su h an d i Pu lau J awa: Masa Rem aja Dipon egor o,
Suatu Kajian Sejar ah -kesusastr aan ]. Am ster dam : Neder lan dsch e
Keurboekerij.
Regeerings Alm anak 1866
Regeerings-Alm anak v oor N ederlandsch-Indië [Daftar Pejabat
Pemerintah Hindia Belanda]. Batavia: Landsdrukkerij.
Ricklefs, M.C. 1974a
Jogjak arta un der Sultan M an gk ubum i 1749-1792 [Yogyakarta di
bawah Sultan Mangkubum i, 1749-1792]. London: Oxford University
Press.
1974b
“Dip on egor o’s Ea r ly I n sp ir a t ion a l Exp er ien ce” [“Pen ga la m a n
Inspirasional Diponegoro pada Masa Awal”], BKI 130 :227-58.
2006
My stic Sy nthesis in Java; A History of Islam ization from the
fourteenth to the early nineteenth centuries [Sintesis Mistik di J awa;
Sebuah Sejar ah ten tan g Islam isasi dar i Abad XIV sam pai XIX].
Eastbridge, Norwalk: Signature Books.
Rinkes, D.A. 1911a
“De Heiligen van J ava III: Sunan Geseng” [“Orang-orang Suci dari J awa
III: Sunan Geseng”], TBG 53:269-30 0 .
bacaan-indo.blogspot.com 242 Sisi Lain Diponegoro
1911b
“De Heiligen van J ava IV: Ki Pandan Arang te Tembajat” [“Orang-orang
Suci dari J awa IV: Ki Pandan Arang di Tembayat”], TBG 53:435-510 .
1912
“De Heiligen van J ava V: Pangeran Panggoeng, zijne honden en het
wajangspel” [“Orang-orang Suci dari J awa V: Pangerang Panggoeng,
anjing-anjingnya serta permainan wayang”], TBG 54:135-20 6.
Roff, W.R. 1967
The Origins of Malay Nationalism [Asal-Usul Nasionalisme Melayu].
New Haven: Yale University Press.
Roorda, T. 1860
“Verhaal van de oorspron g en het begin van de opstan d van Dipå-
Nĕgårå volgens een Javaansch Handschrift” [“Cerita tentang asal usul
serta permulaan pemberontakan Diponegoro menurut suatu tulisan
tangan J awa”], BKI 13:137-227.
Ronkel, Ph. S. van 190 9
Catalogus der M aleische H an dschriften in het M useum v an het
Bataviaasch Genootschap van Kunsten en W etenschappen [Katalog
naskah-naskah Melayu yang terdapat di Perpustakaan Museum
Perhim punan Batavia untuk Kesenian dan Ilm u-ilm u Pengetahuan],
VBG 57.
Rouffaer, G.P. 190 5
“Vor sten lan d en ” [“Tan ah Ker ajaan ”], En cy lop a ed ie v a n N ed er -
landsch-Indië 4:587– 653.
Rusche, Albert H. (peny.) 190 8-190 9
Babad Diponagoro; Serat Babad Dipanagaran karanga-
nipun suw argi Kangjeng Pangeran Ary a Dipanagara piy am bak;
Ny ariosaken w iw it rem enipun dhateng agam i Islam tuw in dadosing
bacaan-indo.blogspot.com Daftar Pustaka 243
prang ageng ngantos dum uginipun kakendhangaken dhateng
Menadho [Babad Diponegoro; Serat Babad Dipanagaran yang ditulis
alm arhum Pangeran Ario Diponegoro sendiri; yang m enceriterakan
sejak dia senang m endalam i Agam a Islam dan terjadi perang besar
sampai dia diasingkan ke Manado]. Soerakarta: A.H. Rusche. 2 jilid.
Sedjarah R.M.T. Suranegara tt. [tanpa tanggal, sekitar 1969]
[Silsilah keturunan-keturunan keluarga Cokronegoro yang sekarang
tinggal di Purworejo]. Tanpa penerbit.
“Sejarah Kristenisasi via Zending Protestan”, m.inilah.com, nasional.
inilah.com/ read/ detail/ 21530 97/ sejarah-kristenisasi-via-zending-prot-
estan+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id, diunduh 12 April 20 17.
Selo Soemardjan 1962
Social Changes in Jogjakarta [Perubahan Sosial di Yogy akarta]. Itha-
ca: Cornell University Press.
Soebardi 1971.
“Santri-Religious Elements as Relected in the Book of Tjentini” [“Unsur
Agamis Santri seperti yang dicerminkan di Buku Centhini”], BKI 127.3;
331-349.
Soedjarah Raden Adipati Tjokronagoro I 1939
Soedjarah Raden Adipati Tjokronagoro I-Poerw oredjo-soho garw o
putro [Sejarah Raden Adipati Cokronegoro I-Purworejo-beserta istri
dan putranya]. Bandoeng, (Oktober 1939), tanpa penerbit.
Soemarsaid Moertono 1968
State and Statecraft in Old Java; A Study of the Later Mataram
Period, 16th to 19th century [Negara dan Usaha Bina-Negara di J awa
Masa Lam pau; Studi Tentang Masa Mataram II, Abad XVI Sam pai
XIX]. Cornell University: Modern Indonesia Project Monograph Series,
Southeast Asia Program.
bacaan-indo.blogspot.com 244 Sisi Lain Diponegoro
Sukirman Dharmamulya 1980
Arsitektur Tradision al Daerah Istim ew a Yogy akarta. Yogyakarta:
Kepel Press.
Surjomihardjo 1986
Ki Hadjar Dew antara dan Tam an Sisw a dalam Sejarah Indonesia
Modern. J akarta: Penerbit Sinar Harapan.
Sutherland, Heather 1974
“Notes on J ava’s Regent Families. Part II” [“Catatan tentang Keluarga
Bupati di J awa. Bagian II”], Indonesia 17 (April):1-42.
Van Niel 1972
“Measurement of Change under the Cultivation System in J ava, 1837-
1851” [“Pengukuran Perubahan di bawah Sistem Tanam Paksa di J awa,
1837-1851”], Indonesia 14 (October), hlm. 89-10 9.
1992
Java under the Cultivation Sy stem ; Collected W ritings. [J awa di bawah
Sistem Tan am Paksa; Kum pulan Karan gan ], Leiden : KITLV Press.
[Verhandelingen 150 .]
Vreede, A.C. 1892
Catalogus v an de Jav aan sche en M adoereesche H an schriften der
Leidsche Un iv ersiteit Bibliotheek [Katalogus tulisan -tulisan tan gan
J awa dan Madura yang terdapat di Perpustakaan Universitas Leiden].
Leiden: Brill.
Wardiman Djojonegoro 20 16
Sepanjang Jalan Kenangan; Bekerja dengan Tiga Tokoh Besar
Bangsa. J akarta: KPG.
Walraven van Nes, C.W. 1844
Daftar Pustaka 245
“Verhandeling over de waarschijnlijke Oorzaken die aanleiding tot de
onlusten van 1825 en de volgende jaren in de Vorstenlanden gegeven
hebben” [“Pem bahasan m engenai kem ungkinan-kem ungkinan yang
telah menjadi penyebab timbulnya kerusuhan-kerusuhan tahun 1825
serta tahun-tahun yang berikutnya di negara-negara kerajaan”], TNI
6:112-171.
Werentz, C. 20 12
“Seja r a h Awa l P u r wor ejo”, h t t p : / / cw er en t z 1m och a .b log sp ot .
co.id/ 20 12/ 12/ sejarah-aw al-kabupaten-purw orejo.htm l, diunduh 4
April 20 17.
Winter, J .W. 190 2
“Beknopte beschrijving van het hof Soerakarta in 1824” [“Gambaran
singkat mengenai istana Surakarta tahun 1824”] (G.P. Rouffaer peny.),
BKI 54:15-172.
bacaan-indo.blogspot.com
bacaan-indo.blogspot.com LAMPIRAN 1
SURAT DARI BASAH PENGALASAN KEPADA
KOLON EL CLEEREN S
(Koleksi Pribadi H.M. de Kock—Nationaal Archief,
Den Haag—Berkas No. 210 )
SURAT berikut ini dikirim oleh Basah Ngabdullatip Kerto Pengalasan
kepada Kolon el J an Baptist Cleeren s pada perten gahan Desem ber
1829. Ada dua alasan untuk m enyertakannya di sini. Pertam a, surat
itu memberikan sejumlah kesan tentang tingkat kecakapan membaca
dan menulis yang dimiliki oleh Pengalasan. Kesan ini penting artinya
bila kita ingin menilai kontribusi sastrawi Basah pada Babad Kedung
Kebo (1843). Kedua, surat itu memiliki nilai sejarah guna memastikan
sejum lah kem ungkinan rencana perdam aian di J awa yang hendak
diperjuangkan oleh Pangeran Diponegoro m enjelang berakhirnya
Perang J awa (1825-1830 ). Menarik juga bagaimana rencana-rencana
itu telah diungkapkan oleh salah seorang panglim a m iliternya yang
paling akrab (Basah).
Surat ditulis di atas empat lembar kertas berukuran ‘crow n octavo’
(190 x 126 mm) yang diimpor dari pabrik swasta kertas Blauw & Brill
bacaan-indo.blogspot.com Lampiran 1 247
di Koog-aan-de-Zaan, Belanda Utara (Noord-Holland), menggunakan
tinta warna hitam serta ditulis dengan tulisan m iring yang sukar.
Surat ini tidak terlihat jelas dan terkadang susah dibaca. Pada kiri
atas lem baran pertam a terdapat cap Basah Pengalasan dalam huruf
Arab, bertulisan: ‘Pratandha Ngapdullatip Pengalasan ai’ala anhu
(Sem oga Allah SWT m em aafkan n ya)’. Dalam pen erjem ah an yan g
dilakukan, pembubuhan tanda baca dan pengejaan aksara J awa tetap
dipertahankan sesuai aslinya, terkecuali huruf besar untuk nama-nama
maupun gelar. Halaman-halaman surat asli ditunjukkan dengan strip
‘(-/ -)’.
Teks Asli
Serat saha ingkang tabé akathah-kathah Rahadèn Ngapdullatip
Basah Pengalasan say agi katur ing Kanjeng Tuw an Kurnel Keleres,
sah ing kadya sapunika aw iyosipun, Tuw an Kurnèl am undhut priksa
dhum ateng ing kula m enggah ingkang dados kersanipun Kanjeng
Solta[n] Jaw i, saha aw it ingkang rum iy in, m ila sum ediy a m angun
luhuripun agam i Islam ing tanah Jaw i seday a, saupam i ny anggiy a
perangipun kalay an bongsa Kum peni, kresanipun Kanjeng Soltan
Jaw i kaw an prekaw is [lan] bongsa Kum peni dipun dikaken m ilih
salah satunggil. Ingkang rum iy in bilih bongsa Kum peni teksih rem en
dados prajurit, tedhènipun lulus ingkang ageng-ageng baten éw ah
kalenggahanipun dados pedhangipun ing agam i. Ingkang kaping
kalih bilih bongsa Kum peni teksih kraos w onten ing tanah Jaw i,
ananging rem en m erdika m erdagang kim aw on, dipun panci sabin
saleksa, saw ernènipun Kum peni griy a ngalem pak dados satunggil
w onten tanah ing Pasisir lèr seday a. Ingkang kaping tiga bilih bongsa
Kum peni rem en m antuk dateng ing tanah negari W elandi, sam i-sam i
anglanggen-/ -aken sedèrèkan kim aw on, rem en barang dandosanipun
bongsa Jaw i, pinten regenipun kang m ukakat Kum peni inggih
angeyatrani, utaw i bongsa Kum peni rem en sabin tanah Jaw i, pinten
m ukakatipun inggih am ajegi. Ingkang kaping sekaw an bilih bongsa
Kum peni rem en m angsuk Agam i Rasul, tedha kalenggahanipun
baten èw ah m alah w éw ah, sam angsan-m angsanipun Tuw an Besar
bacaan-indo.blogspot.com 248 Sisi Lain Diponegoro
kepanggih kalay an Soltan Jaw i, hurm at taklim saha bilih reraosan
Sultan Jaw i kaliy an kula, utaw i-utaw i dateng Basah-Basah seday a,
m enggah pengunggungipun dateng bongsa Kum peni sanget gènipun
éram , ingkang dipun éram aken inggih sebarang kim aw on, saha aw it
tem en-tem en kendèl teteg terengginas tanggen keras kebat cukat,
andhap asor batin inggil, berbudi berdony a m anah tetep leres, lem bat
agal alus sam pun kinaw ruw an seday a, dipun upam èkaken prajurit
luw ih, sinelir déning Allahu Tangala, punika Tuw an angsring kerep
dipun érang-érangaken dateng ingkang abdi-abdi sedaya.
Saha kula sam péy an dikaken nginten-inten m eng-/ -gah
kersanipun sapunika, saw eg dugi-dugi kula piy am bak, bilih
serat kula sam pun dhum ateng panggènanipun Rahaden Dipati,
saupam i sarengan kalay an seratipun Basah Praw irodirjo, kados
Soltan Jaw i ragi gum ujeng sakedhik, ingkang m aw i kula kaliy an
Basah Praw irodirjo dipun w estani rebat-ducung pados pekandelan
seday anipun, saha bilih baten kesarengan seratipun Basah
Praw irodirjo, saw eg larasipun kula dipun dukani sakedap, inggih
m aw i nedha kèndelipun perang, Kangjeng Tuw an Besar baten
pareng, ananging kinten kula lajeng dipun rem bag say ektos,
lepatipun utusan inggih m angsuli serat, dados utusan dadosa
m angsuli serat, m enggah ijè[n]anipun Tuw an, saw eg pendugi kula
piy am bak, sanèsipun ing agam i, kados m undhut tanah siti Sala Yoja,
gejaw i tanah siti ingkang gebaw ah Gupernem èn, saha patrap keraton
kinten kula, baten purun kajungjung utaw i kaprintah ing Kangjeng
Tuw an Gupernem èn, anjaw ènipun sam i-sam i supeket tetanggan
sedérèkan, um pam anipun laré jothakan w aw oh baten m rintah baten
dipun prin tah, w o[n ]dén in g tatan ipun m an gun luhuripun agam i
punika Tuw an, anjaw ènipun Kum peni, aw it saw renènipun laré
ngakilbalèg sapenginggil, sam i dipun perdi ngrankep kala jaw ènipun
kala punika nicil sam butan, saupam i siti tanah Rèm a w onten ra-
/ -janipun bilih purun anglam pahi sem bay an, utaw i purun m erdi
paw ong-rencangipun saged sem bay ang seday a, inggih lulus gènipun
nam a raja w au, baten w onten kaw is-kaw isipun punapa-punapa,
bacaan-indo.blogspot.com Lampiran 1 249
sem angsanipun baten purun anglam pahi sem bay ang inggih dipun
salini, saupam i baten purun dipun salini pesthi dipun gitik perang.
Saha pandugi kula Tuw an, Soltan Jaw i punika bilih baten
gedugèn, angsalipun niy at kajat m angun agam i, kinten kula dipun
lam pu kondur dateng Rahm atollah, ingkang punika Tuw an lepat kula
ingkang agung m aklum sam péy an.
Sinerat ing m alem akat ping lim alas ing w ulan Jum adèlakir, ing
taun Jim aw al angkaning w arsa,
17 5 7
Te r je m a h a n *1
Surat ini datang kepada Yang Mulia Kolonel Cleerens, dengan disertai
ban yak h or m at d ar i Rad en Ngabd u llatip Ali Basah Pen galasan .
Setelah m enyam paikan penghorm atan-penghorm atan itu, m aka
alasan pengiriman surat ini adalah oleh karena Kolonel menanyakan
kepada saya tentang tujuan-tujuan serta cita-cita yang dikandung oleh
Sultan J awa [Diponegoro]. Dari sem enjak yang paling awal sekali ia
berkeinginan untuk m em ulihkan kem bali derajat yang begitu tinggi
yan g telah dim iliki oleh Agam a Islam di seluruh areal tan ah J awa.
Seandainya ia m enghentikan1 perang yang dilancarkannya terhadap
ban gsa Belan da, m aka Sultan J awa itu akan m em perken an kan
dilaksanakannya empat syarat dan orang-orang Belanda diminta untuk
memilih satu dari keempat syarat yang diajukan itu.
Pertama-tama, jika orang-orang Belanda masih tetap berkeinginan
untuk menjadi prajurit, maka bayaran yang mereka terima tidak akan
mengalami sesuatu perubahan, orang-orang yang berkedudukan tinggi
tidak akan mengalami perubahan di dalam kedudukan mereka, untuk
menjadi pedang di dalam agama.2
* Terjemahan ini bukanlah terjemahan hariah, melainkan lebih sebagai ringkasan dari isi
yang terkandung dalam surat Basah Ngabdullatip Kerto Pengalasan. Gaya percakapan
yang digunakan oleh Pengalasan tidak memungkinkan untuk dilakukan penerjemahan
terinci secara langsung.
bacaan-indo.blogspot.com 250 Sisi Lain Diponegoro
Kedua, kalau orang-orang Belanda m asih tetap m erasa senang
untuk terus tinggal di J awa, tetapi berkeinginan untuk menjadi
orang sipil serta berdagang, maka kepada mereka akan dibagikan
sebanyak sepuluh ribu3 tanah-tanah persawahan [serta] semua tempat
tinggal orang-orang Belanda yang beraneka ragam tersebut haruslah
ditem patkan pada sebuah wilayah yaitu m ereka sem uanya akan
ditempatkan di daerah Pantai Utara.4
Ketiga, kalau orang-orang Belanda itu berkeinginan untuk kembali
pulang ke negeri Belanda, m aka untuk m asa-m asa selanjutnya kam i
senantiasa akan menjadi seperti bersaudara satu sama lainnya, [serta
jika] menginginkan sesuatu hasil bumi dari Pulau J awa ini, maka
sesungguhnya orang-orang Belanda tersebut harus membelinya dengan
harga yang sesuai atau kalau orang-orang Belanda itu ingin bertanam
padi di J awa, maka mereka pun haruslah menyewa tanah dengan harga
sewa yang tepat.
Keem pat, jika orang-orang Belanda itu berkeinginan m em eluk
agam a yang benar ini, m aka m ata pencaharian serta kedudukan
mereka tidaklah akan diubah, bahkan akan diperkembangkan serta
d it in gka t ka n .
Setiap saat, jika Tuan Besar5 bertemu dengan Sultan J awa, maka
Sultan J awa akan memberikan penghormatan yang sedalam-dalamnya
kepadanya dan tatkala Sultan J awa itu berbicara dengan saya, atau
berbicara kepada semua para Basahnya6 di mana ia memuliakan orang-
orang Belanda, m aka ia selalu m engungkapkan kekagum annya yang
tertinggi terhadap mereka. Ia terkesan oleh bermacam-macam hal,
oleh karena mereka jujur, berani, gagah, cerdik, dapat dipercayai dan
diandalkan giat [serta] gesit dan cepat. Mereka merendahkan diri
m ereka, [tetapi] m ereka m em punyai jiwa dan sem angat yang m ulia;
mereka bersifat dermawan dalam masalah-masalah kebendaan [dan]
hati m ereka selalu jujur; yang indah, yang kasar dan yang halus,
mereka mengetahui tentang hal-hal itu semua. Dengan demikian
mereka dapatlah diperbandingkan dengan prajurit-prajurit yang paling
hebat, oran g-oran g pilihan Allah SWT. Dalam hal in i, Tuan , An da
bacaan-indo.blogspot.com Lampiran 1 251
kerapkali telah ditampilkan sebagai contoh peringatan kepada semua
p en giku t n ya .
Tuan telah m em inta pendapat saya m engenai keinginan-
keinginannya [Diponegoro] dewasa ini: pandangan pribadi saya sendiri
adalah bahwa jika surat yang saya kirimkan kepada Adipati7 sampai ke
tangannya pada saat yang bersam aan dengan surat yang dikirim kan
oleh [Ali] Basah Prawirodirjo [Sentot], m ungkin sekali Sultan J awa
itu akan sedikit merasa geli oleh karena Basah Prawirodirjo dan saya
dapat saja diperkirakan sebagai saling bersaingan untuk mendapatkan
kepercayaannya. J ika surat saya itu tidak sam pai pada waktu yang
bersam aan dengan surat yang dikirim kan oleh Basah Prawirodirjo,
maka hanya saya sajalah yang akan mendapatkan teguran dan celaan
resm i, oleh karena saya telah berani m engajukan perm intaan untuk
menghentikan permusuhan yang sedang berlangsung ini [dan] Tuan
Besar tidaklah memberikan persetujuannya. Tetapi saya kira, masalah
tersebut tentulah akan dibahas secara sungguh-sungguh. Ia akan
mengirimkan seorang utusan8 atau ia memang akan menjawab melalui
sebuah surat. Sedangkan mengenai permintaan Anda, Tuan, hanyalah
dalam pendapat serta pandangan saya saja, dengan mengesampingkan
[persoalan] mengenai masalah keagamaan, mungkin sekali ia
[Diponegoro] akan bersedia m enerim a tanah-tanah yang terletak di
Solo dan Yogya di luar tanah-tanah yang berada di bawah pengendalian
serta pen guasaan Pem erin tah [H in dia] Belan da, [dan ] m en gen ai
pengaturan keraton, dalam pendapat m aupun pandangan saya ialah
bahwa ia tidak bersedia diangkat ataupun harus menerima perintah dari
Pemerintahan Belanda, kecuali mereka [Diponegoro dan Pemerintahan
H in dia Belan da] m en jadi sahabat, tetan gga, [serta] saudara yan g
baik, persis seperti anak-anak yang sebelumnya tidak saling menegur
dan sekarang telah kembali saling berbicara lagi. Mereka seharusnya
tidaklah saling m em erintah dan m ereka seharusnya tidaklah saling
d ip er in t a h .
Bertalian dengan pengorganisasian untuk memulihkan kedudukan
agam a yan g tin ggi, Tuan , terkecuali oran g-oran g Belan da, un tuk
memulainya, maka anak-anak laki-laki yang telah mencapai usia akil
252 Sisi Lain Diponegoro
balig atau yang telah lebih tua sem uanya haruslah diperintahkan
untuk beribadah. Mereka yang sudah cukup usianya [dan] belum
lagi melakukan kegiatan beribadah, haruslah diperintahkan melipat-
gandakan [sem bahyang wajib] pada tiap kali, dalam istilah J awanya
mereka harus melunasi utang-utang mereka dengan cara mencicil.
Misaln ya, jika d i n eger i Rem o [Kar an gan yar ] ter d apat seor an g
penguasa yang bersedia m engerjakan sem bahyang wajib serta
memerintahkan para pengikutnya untuk juga bersembahyang, maka ia
boleh tetap menjadi penguasa tanpa sesuatu halangan dan rintangan.
[Tetapi] dalam keadaan ia tidak m am pu m elaksanakan sem bahyang
[yang wajib] itu, m aka ia m em anglah akan digantikan, [atau] kalau
ia tidak dapat diganti, pastilah ia akan diperangi. Menurut perkiraan
saya sendiri, Tuan, ialah bahwa jikalau Sultan J awa itu tidak berhasil di
dalam tekadnya untuk mengangkat martabat agama, maka saya yakin
ia akan lebih senang untuk m eninggalkan dunia yang fana ini saja.
Dalam masalah-masalah ini, Tuan, saya memohon maaf kepada Tuan
atas segala kesalahan-kesalahan saya.
Ditulis pada Sabtu malam, tanggal lima belas bulan J umadilakir,
di dalam tahun J imawal [malam tanggal 12-13 Desember 1829], dengan
angka [Anno J avanico/ Tahun J awa]:
17 5 7
bacaan-indo.blogspot.com
bacaan-indo.blogspot.com Lampiran 1 253
(Halaman 253-256) Surat asli aksara Jawa Basah Ngadullatip Pengalasan
kepada Kolonel Jan Baptist Cleerens, ditulis di Benteng Kedung Kebo, 12-13
Desember 1829, dari NA, Koleksi Pribadi H.M. de Kock no. 210. Foto seizin
Nationaal Archief, Den Haag.
bacaan-indo.blogspot.com
254 Sisi Lain Diponegoro
bacaan-indo.blogspot.com
Lampiran 1 255
bacaan-indo.blogspot.com
256 Sisi Lain Diponegoro
bacaan-indo.blogspot.com Catatan Akhir
1. Kata-kata J awa ‘ny anggiy a perangipun’tam paknya m engandung
arti ‘sum onggo’, saya m enyerahkan itu.
2. Pada zam an Kartasura (1680 -1746), para penguasa kerajaan
J awa m em anfaatkan pasukan VOC (Perserikatan Dagang Hindia
Tim ur Belanda, 160 2-1799) untuk m enggem pur gerakan-gerakan
subversif, seperti yang dilakukan oleh kelom pok Raden Kajoran
(Panem bahan Rom o, sekitar 1620 -1679), ‘Agam a’ di sini tidaklah
hanya berarti Agam a Islam saja, m elainkan tatanan ilahi (divine
order) pada um um nya.
3. Teks asli Jawa tidak menunjukkan areal yang spesiik seperti
cacah, ‘rum ah tangga’ atau suatu ukuran lahan dan penduduk.
4. Pasisir di sini dapat pula berarti daerah-daerah yang dikendalikan
serta dikuasai oleh Pem erintah Hindia Belanda di luar yang
terdapat di pantai utara J awa. Kita tahu dari penasihat agam a
Arab Diponegoro, Hasan Munadi (Tuan Sarif Sam parwedi),
panglim a resim en ‘agam is’ Barjum ungah, bahwa tanah-tanah di
pantai utara (tanah ing Pasisir lèr seday a) yang dim aksud dalam
surat Pengalasan sebagai perm ukim an Belanda (griy a ngalem pak
dados satunggil) adalah Batavia dan Sem arang (Carey 20 12:781).
bacaan-indo.blogspot.com 258 Sisi Lain Diponegoro
5. Ini m erujuk pada J enderal Hendrik Merkus de Kock (1779-1845),
yang dalam dokum en-dokum en J awa selalu dirujuk sebagai
‘Kanjeng Tuw an Besar’ (Yang Mulia Tuan Besar).
6. Basah adalah gelar yang dipergunakan pada Perang J awa
(1825-1830 ) untuk m enunjukkan panglim a tentara m edan atau
pem im pin senior pasukan Pangeran Diponegoro. ‘Ali Basah’
(Pasha ‘tinggi’) diberikan kepada panglim a besar seperti ‘Ali Basah’
Sentot Prawirodirjo (sekitar 180 8-1855). Diam bil dari bahasa
Turki Osmani ‘Paşa’, gelar ini dipakai oleh Kesultanan Turki
Osmani untuk pejabat tinggi militer dan sipil seperti gubernur,
jenderal, dan m enteri. Diponegoro m engenal istilah ‘Pasha
[Basah]’ ini dari para penasihat agam a seperti Haji Badarudin
yang telah berkunjung beberapa kali ke haram ain (Mekah dan
Madina) ketika kota-kota suci itu di bawah kekuasaan militer
Turki Osm ani setelah dikuasai sekte fundam entalis, Wahhabhi
(180 3-1812).
7. Ini m erujuk pada patih (perdana m enteri) Pangeran Diponegoro,
Raden Adipati Abdullah Danurejo (pra-1828 Raden Tum enggung
Danukusum o II; pasca-1830 Raden Adipati Danuningrat), yang
telah diangkat m enjadi patih oleh Diponegoro pada J anuari 1828,
lihat Rusche 190 8-190 9, II:24.
8. Naskah asli J awa seperti m engulang arti yang sam a sebanyak dua
kali: ‘utusan’ m engandung m akna orang yang ditugaskan untuk
m enyam paikan suatu pesan dari seseorang berkedudukan lebih
tinggi kepada seseorang yang lebih rendah. Tulisan tersebut
m ungkin sekali punya kaitan dengan datangnya kem bali utusan-
utusan Pengalasan yang pertam a pada tanggal 2 Desem ber 1829
tanpa m em bawa jawaban yang m em uaskan dari patih Diponegoro.
Patih Diponegoro telah m em inta untuk diadakannya gencatan
senjata selama empat belas hari, namun permintaan itu ditolak
oleh De Kock, yang m em beri tahu bahwa tidak akan ada gencatan
senjata sam pai Diponegoro, yang belum jelas rim banya, m enulis
sendiri surat yang m enyatakan bahwa dia bersedia berunding.
Ini latar belakang surat Pengalasan (Carey 20 12:782-83). Dan ini
Lampiran 1 259
juga m ungkin m enjelaskan kalim at, “[saya] m endapatkan teguran
serta celaan resm i, oleh karena saya telah berani m engajukan
perm intaan untuk m enghentikan perm usuhan yang sedang
berlangsung ini dan Tuan Besar [De Kock] tidak m em berikan
persetujuannya.” Sem entara itu, utusan-utusan yang datang dari
Sentot untuk Diponegoro, telah berhasil pula menerobos dan kini
sedang dalam perjalanan untuk menemukan Pangeran, lihat dK
49, Kolonel J .B. Cleerens (Gunungpersodo) kepada H.M. de Kock
(Magelang), 5 Desem ber 1829, No. 241.
bacaan-indo.blogspot.com
bacaan-indo.blogspot.com
260 Sisi Lain Diponegoro
bacaan-indo.blogspot.com Lampiran 1 261
Pangeran Notoprojo, Pangeran Serang II, dan Pangeran Purwonegoro sedang
membahas serangan mereka ke Demak pada akhir Agustus 1825. KITLV Or
13 (Babad Kedung Kebo, f. 187 r). Foto seizin Universiteitsbibliotheek Leiden.
bacaan-indo.blogspot.com LAMPIRAN 2
LAPORAN KOMISARIS UN TUK URUSAN DAERAH
KER AJ AAN 1
(Baron P.H. van Lawick van Pabst)
Samarang, 20 April 1831, No. 996
(Kutipan dari laporan Van Pabst kepada GG Van den Bosch di ANRI
Arsip Keresidenan Bagelen 5/ 10 )
Dat de Residentie Bagelen zal zijn verdeeld in vier Regentschappen
(Besluit 18 December 1830 no.1):
Br in gkela n
Sem a woen [g]
Oen ga r a n
Karang Doehoer
Dit is, wat het getal behoeft, opgevolgd, dezelve zijn ook het van namen
veranderd; tevens doordient het bij onderzoek is gebleken dat de
1 Untuk terjemahan bahasa Indonesia dari bagian akhir laporan ini lihat
halaman 200.
bacaan-indo.blogspot.com Lampiran 2 263
Hoofdplaatsen van die Regentschappen, behoorden te worden vastlegt
en de naam van een Regentschap behoort te voren de naam welke
de hoofdplaats draagt, als om dat de Regenten van de andere twee
Regentschappen hiertoe hunnen wensch hadden te kunnen gegeven en
waarin ik bewilligd heb; alzoo hier niets tegen was en ik, door kan deze
kleinigheid toe te staan genoegen konden geven.
Ten gevolge van een en an der is Brin gkelan n aam der hoofdplaats
van het regentschap veranderd in die van Poerwo-Redjo, het woord
Bringkelan bevat in zich nimmer te kunnen gezaten tot hetgeen men
wen sch t .
Het Regentschap Sem awoeng heeft den naam bekom en van Koeto-
ardjo, die van Oengaran en Karang-Doehoer, zijn veranderd in die van
Keboemen en Sedaijoe.
De Residentie Bagelen is nu onderdeeld in:
twee afdeelingen
vier regentschappen
achttien districten
De eerste afdeeling is genaam d Poerwo-Redjo, bestaat uit de
Regen t sch a p p en :
Poerwo-Redjo
Koeto Ardjo
en sorteerd onder het onmiddelijk gezag van den Assistent-Resident,
welke nog staat benoemd te worden.
Het Regentschap Poerwo-Redjo is onderdeeld in vijf districten m et
namen:
Poerwo-Redjo
Loa n o
Tja n gkr eb
Djen a r
Wono-Rotto
bacaan-indo.blogspot.com 264 Sisi Lain Diponegoro
(Halaman 264-266) Laporan Van Pabst tentang urusan tanah yang diambil
alih pasca-Perang Jawa oleh Pemerintah Hindia Belanda di Bagelen dan
Banyumas. Arsip Keresidenan Bagelen 5/10, hlm. 1. Foto seizin ANRI.
bacaan-indo.blogspot.com Lampiran 2 265
Arsip Keresidenan Bagelen 5/10, hlm. 2. Foto seizin ANRI.
bacaan-indo.blogspot.com 266 Sisi Lain Diponegoro
Arsip Keresidenan Bagelen 5/10, hlm. 3. Bagian teks putih menunjukkan sebutan
pertama dalam laporan Van Pabst mengenai perubahan nama Brengkelan
menjadi Purworejo untuk ibu kota kabupaten baru. Foto seizin ANRI.
INDEKS
bacaan-indo.blogspot.com A Arung Binang IV, Raden Tum enggung
(Kebum en) 155, 189, 20 5
Aceh 196
Adisuryo, Pangeran (Abdurrahim , adik Athenaeum Bibliotheek (Deventer) 51,
116, 186
DN) 32, 147
afdeling (wilayah adm inistratif) 154, B
185, 20 1, 217 Babad Diponegoro (Manado) (1832) 2,
agam a tirtha (Bali) 33 7, 8, 14, 40 , 47, 58, 65, 71, 73
Ageng, Ratu (istri sah HB I) 22, 38, 92,
Babad Diponegoro Sury angalam 115,
93, 98, 164 179
Agung, Sultan (bertakhta 1613-1646)
Babad Kedung Kebo (Purworejo)
21, 22, 23, 29, 30 , 41, 46, 47, (1843) 2, 3, 4, 6, 20 , 44, 45
80 , 81, 82
Ali Basah gelar 35, 42, 249, 258 Babad Keraton Surakarta 4, 34, 146
Al Quran 23, 38, 40 , 41, 164, 186 Babad Keraton Yogy akarta 5, 11, 14,
Am bal 20 9
Am pel (Boyolali) 144 165
Ansari, Syeh Ahm ad al- (J eddah) 40 , Babad Nitik 82
96 Badan Keam anan Rakyat (BKR) 220
Arabia 35 Badarudin, Haji (Penghulu Purworejo)
Arjuna 14, 15, 16, 17, 18, 20 , 21, 31, 60 ,
66, 78, 87 96, 258
Arjunaw ijay a, Serat 12, 14 Bagelen, lihat juga Cokronegoro, Pur-
Arjunawiwāha, Serat 12, 14, 16, 17,
18, 20 , 21 worejo 3, 7, 8, 17, 28, 44, 47,
50 , 52, 53, 75
Baker, Kapten Godfrey Phipps 20 9
Baladewa, Prabu 186
Baledono 220
268 Sisi Lain Diponegoro
bacaan-indo.blogspot.com Bandung 198, 211, 218, 220 , 222 Bubutan, Benteng (Bagelen) 170
Bantengwareng, punakawan 17, 32, 42 Bum inoto, Pangeran 146
Buntu, Desa 211
lihat juga Roto Bustanul Ariin 223
Banyum as 17, 33, 48, 99, 135, 143, 144,
C
149, 171, 184, 190 , 194, 199,
20 3, 20 8, 211, 221, 227, 232 Cabolang, Serat 35, 36, 37, 63, 88, 10 7
Banyum eneng 31, 33, 87, 168 Cahyono, Desa (Banyum as) 48, 99
Banyuroto (Kulon Progo) 31 Cangkrep, Kecam atan 188, 20 1
Banyuurip, Kecam atan (Purworejo) Céphas, Kassian (fotografer profesional
143, 188, 212, 219
Bastian, Haji Agus (bupati Purworejo, perdana pribum i, 1845-1912)
20 16-20 21) 197, 222, 225 223
Batavia (J akarta) 29, 37, 89, 96 Chevallier, P.F.H. (Asisten-Residen
Baud, J .C. 118 Yogya) 59, 60
Bayan 219 Cikapundung, Sungai 198
Bayat, Sunan, lihat juga Tem bayat Cikini, insiden teror (1958) 222
29, 82 Cilacap 47, 215, 225
bekel (pem ungut pajak desa) 17 Cirebon 213
Belanda, bahasa 194, 218, 221, 232 Cleerens, Kolonel J an Baptist (1785-
Bendung Boro 213 1850 ) 124, 135, 150 , 20 6, 246
Bendung Guntur 214 Cohen Stuart, A.B. 25, 71, 72, 92, 117
Bendung Kalisem o 214 Cokrojoyo, lihat Cokronegoro I
Bendung Kedung Pucang 214 Cokronegaran, Keluarga 20 6, 222
Bendung Penungkulan 214 Cokronegoro I, Raden Adipati Ario
Bener, Kecam atan 210 , 211, 214 (1779-1862) 115, 117, 122, 157,
Bener Krajan, Desa 211 161, 177, 180 , 185, 196, 20 0 ,
Benteng Rotterdam (Makassar) 42, 80 210
besi kuning (aji-aji) 53 Cokronegoro II (putra Cokronegoro I)
Bharatayuda, Perang 10 4, 148 122, 139, 157, 212, 213, 214
Bhom a Kaw y a, Serat 14 Cokronegoro III 212
Bim a Suci, lakon wayang 18 Cokronegoro IV, Raden Adipati Ario
Bim a, Wrekudara 53 Sugeng 157, 188, 196, 20 7,
Binnenlands Bestuur 212 214, 218, 219, 222
Blauw & Brill, kertas Belanda 246 Cokrorejo, Tum enggung 170
Blitar I, Pangeran 163, 164 Com m issaris ter regeling der vorsten-
Blora 28, 20 4 landen 199, lihat juga Lawick
Blora, Patih, lihat Suronegoro van Pabst
Boedi Oetom o (190 8-1935) 196, 218
Bogor 89, 96, 211 D
Bogowonto, Kali 118, 170 , 20 8, 20 9
Borobudur, Candi 89, 169, 225 Daendels, J alan 20 8
Boro Wetan 20 1 Daendels, Marsekal H.W. 37
Bosch, Gubernur J enderal J ohannes dalang istana (Yogya dan Solo) 13
van den (m enjabat 1830 -1834) Danurejan 77, 145, 227
75, 89, 199 Danurejo II, Raden Adipati (Patih Yo-
Boyolali 50 , 144, 20 7
Bragolan 142, 143, 155, 156 gya, 1799-1811) 12, 145, 146
Brengkelan (pasca-1831, Purworejo) Danurejo IV, Raden Adipati (Patih
53, 75, 117, 118, 137, 154, 157,
180 , 185, 196, 199, 20 0 , 20 4 Yogya, 1813-1847) 192
Brosot 20 8 Danurejo V, Raden Adipati (Patih Yo-
gya, 1847-1879) 76, 180 , 232
Danusubroto, Atas S. (sejarawan lokal)
207
Indeks 269
bacaan-indo.blogspot.com Dayeuh Kolot, Kecam atan Bandung Frederik der Große (Frederik yang
198 Agung) 4
Dekso, Desa (m arkas DN di Kulon Histoire de Mon Tem ps 4
Progo) 168 Freem ason (Tarekat Mason Bebas)
Dem ak 11, 26, 27, 80 , 176, 193, 20 1, 202
261
G
Dem ak, Sultan 11, 26, 27
Den Haag 177, 181, 194, 20 4, 246 Gangga, Sungai 213
Depresi Besar ekonom i dunia (1930 - Gareng 17, 10 4
Gawok, pertem puran (15 Oktober 1826)
1937) 217
Derx, H.G., Staatspoorw egen 215 51, 169
Deventer 51, 54, 116, 148, 186 gelijkgesteld (diangkat setara dengan
Dewan Gereja (Gereform eerde Kerken)
Belanda di m ata hukum ) 219
221 Gereja Kristen J awa (GKJ ) 221, 223
Dewi Sri 16, 99 Gericke, J .F.C. 4, 80 , 183, 184, 237
Diponegoro, Pangeran (1785-1855) Geseng, Sunan 185, 241
Giezenberg, J ohanna 196
114, 115, 117, 121, 130 , 134, Girardet, Dr Nikolaus, lihat juga
136, 142, 148, 150 , 151, 154,
159, 162, 169, 177, 179, 183, Cokronegoro IV 178, 237
192, 234 Giri, Sunan (wali) 22, 26, 27, 80
Diponegoro, Pangeran Muda (sekitar Giyanti, Perjanjian (13 Februari 1755)
180 3-pasca-Maret 1856) 115,
168, 169, 179, 185 6, 142
Diponegoro, pasukan (selama Perang gladhag, m antri xi, 143, 144, 188, 20 6
J awa) 3, 44, 124, 168, 176, 192 Gom bong (Bagelen) 48, 99, 217, 229
Djojonegoro, Raden Abdoel Moettalip Gowong, distrik Kedu Selatan 16, 32,
219
Djojonegoro, Wardiman, lihat 150 , 184
Wardiman Djojonegoro Grebeg, Puasa, Mulud 19, 79, 158
Dora W eca, lakon 78 Grobogan-Wirosari 28
Dorp, G.C.T. van (penerbit Sem arang) Gua Secang (Selarong) 19, 30 , 87
114, 119, 132 Gudhang, Pangen 218
Drewes, Prof. G.W.J . 35, 186 Gunung, Geger Menjangan 20 9, 211
Durna, Pandita 52, 186 Gunung Kelir 150
Duym aer van Twist, A.J . (guber- Gunung Kendeng (Blora) 28
nur-jenderal, 1851-1856) 54, Gunung Kidul, distrik 20 , 29
116 Gunung Lawet (Banyum as) 48
Gunung Merapi 38, 93, 176
E Gunung Padang 10 3
Gunung Rosomuni 20
Erucokro, Sultan, lihat juga Dipo- Gunung Sirnoboyo (Banyum as) 147
negoro 24, 25, 26, 30 , 32, 34, Guyangan, Desa (Banyum as) 47
36, 37, 38
H
Europese Lagere School 219
Hagem an, J an J cz (sejarawan) 138,
F 164, 228, 232
Federated Malay States (FMS) 219 Ham engkubuwono II 164, 181, 183,
Fillietaz Bousquet, Reinier de (Residen 192
Bagelen, 1850 -1854) 210 Ham engkubuwono III 16, 38, 78, 183,
Fort Rotterdam (Makassar) 210 192
Ham engkubuwono IV 12, 14, 96, 191,
192
270 Sisi Lain Diponegoro
bacaan-indo.blogspot.com Ham engkubuwono V 12, 77 Jepara 221
Hasan Besari, Kiai (adik Kiai Modjo) J ohns, Profesor Anthony 1
J oko Widodo, Presiden 224
168 Jono 207
Hegel, GWJ (1770 -1831) 224 J oyoboyo, Prabu, lihat juga Ram alan
Hindu-Buddha 41, 86, 87
Hogere Kweekschool 217 J oyoboyo 25, 65, 10 3
Hollandsch Inlandsche School (HIS) J oyodiningrat, Raden Tum enggung
218 (Bupati Karanganyar) 227
Purworejo 219 J oyokusum o I, (Ngabehi) Pangeran
hulptroepen xii, 45, 118, 124, 135, 150 ,
(pam an DN) 151, 168
183, 196 J oyom ustopo, Kiai 46, 111, 166, 192
J oyonegoro, Raden Tum enggung (bu-
I
pati Arjowinangun Ponorogo)
Im am Puro, Syeh (ulam a besar Pur- 133
worejo) 223 J oyosundargo, Tum enggung (Basah)
167
Im am roji, Haji (Penghulu DN 1826- J oyosuprojo, Raden Panji 133, 137,
28) 27 138, 231
Julius Caesar, pertunjukan/ dram a
Imogiri 46 William Shakespeare 224
infrastruktur (pengairan, jalan, kereta
K
api, rumah sakit, dan sebagain-
ya) 197, 20 6, 20 7, 20 9, 212, ‘kair’ Belanda 44
225 Kajoran (Panem bahan Rom o) 82, 257
Inggris 4, 17, 37, 38, 180 , 181, 183, 20 3, Kali Cingcingguling 33, 20 8
20 8, 20 9, 219, 235, 286 Kaligesing, Desa 20 9, 210
Inlandsche School 211, 218 Kali J ali 151, 155
Iskandar Dinata, Otto 220 Kalijogo, Sunan 11, 15, 21, 22, 28, 37,
Islam 1, 9, 11, 13, 16, 19, 23, 24, 25, 27,
29, 32, 35, 38, 39, 40, 49, 50, 80 , 193
67, 80 , 81, 82, 98 Kali Lereng 151, 20 0 , 20 7
Islam , hukum 23, 49, 146, 147 Kali Lesung 151
Islam, Sui 50, 138, 179 Kali Progo 31, 51, 140 , 20 9
Ism ail, Mayor (Purn.) J enderal Kam alodiningrat, Penghulu Yogya
Muham m ad (Gubernur J awa
Tengah 1983-93) 198 (1823-sekitar 1835) 164, 191
kanker kulit 214
J Karanganyar, Kabupaten (Banyum as),
J alan Raya Pos (grote postw eg) Daen- lihat juga J oyodiningrat 33,
dels 198 190 , 232, 252
Karangbolong 20 9
J anissary, resim en 40 Karang Dhuhur (Sedayu; pasca-1832,
J anodin, Kiai 47, 48 Karanganyar), Kabupaten 75,
J awa Tengah, Gubernur 198 199
J awa Tengah, Provinsi 198, 222 Karangyoso 221
J awa Tim ur 22, 176 Kartasura 143, 257
Jeddah 40, 96 Kartini, Raden Ajeng 219
J enar, Kecam atan (Purworejo) 20 1, Kasongan, Pesantren 168
Kasunanan 36, 63, 142, 145, 20 7
213 Kayu Ara Hiwang, prasasti (90 1) 20 1
J enderal Urip Sum oharjo (1893-1948, Kebum en, Kabupaten Bagelen, lihat
juga Arung Binang 75, 99, 155,
tokoh dan pendiri TNI), lihat 20 0 , 20 1, 20 5, 20 7, 211
Urip Sumoharjo 223, 229
J epang, pendudukan militer 220
Indeks 271
bacaan-indo.blogspot.com Kediri, lihat juga J oyoboyo 25, 51, 65, 150 , 154, 157, 158, 162, 183,
10 3, 20 1, 236 185, 212
Kutoarjo (pra-1831, Sem awung), Kabu-
Kedu, Keresidenan 17, 188, 199, 211, paten (Bagelen) 75, 189, 211,
217 213, 215, 218, 222, 225, 229
Kutoarjo-Purworejo, rel kereta api 225
Kedung Kebo, Babad, lihat Babad Kutoarjo, stasiun kereta api 218, 229
Kedung Kebo 2, 3, 4, 6, 7, 20 , Kweekschool, Hoogere (HKS, Sekolah
44, 45, 47, 48, 51, 65, 66, 74, 79 Tinggi Guru) 218, 222
Kedung Kebo, tangsi m iliter dan ben- L
teng Belanda (1825-1942) 118,
20 8, 20 9, 216, 217 Lawick van Pabst, P.H. Baron van 8,
74, 180 , 181, 183, 199, 20 1,
Kedung Putri, saluran irigasi 145, 20 9, 202, 228, 262
211, 212
Ledok (Kedu Selatan) 47, 150 , 184
Kem bang Gede, desa (dekat Banyum e- Leiden, Perpustakaan Universitas 3, 4,
neng, Kulon Progo) 168
51, 76, 114, 118, 121, 122, 137,
Kencono, Ratu, lihat Ratu Kencono 166, 178, 181, 186, 240 , 244
Keraton 2, 5, 34, 36, 58, 63, 72, 94, Lengkong Ginaris, blogger 214, 215,
216, 230
98 lihat juga Mangkunega- Lengkong Sanggar, sejarawan lokal
ran, Pakualaman, Surakarta, 217, 221
Yo gya ka r t a Loano, Kecam atan (Kabupaten Pur-
Keré, Kiai (tom bak pusaka) 53 worejo) 47, 143, 184, 196, 20 1,
kereta api, jaringan rel 214 20 9, 218, 263
Kertowijoyo, Tum enggung 191 Louw, P.J .F., sejarawan m iliter xi, 115
kesektèn (kesaktian) 45, 50 , 148
Ketonggo (Madiun) 35 M
Kinder de Cam arecq, A.W. (Residen
Bagelen) 184, 186, 187, 232 macan gadungan (harimau jadi-jadi-
Kock, J enderal Hendrik Merkus de 25, an) 87
149, 187, 20 2, 258
Kolkata (Benggala) 213 Madiun 16, 35
Koninklijk Bataviaasch Genootschap Madura 77, 89, 150 , 153, 166, 192, 219,
vii, 71, 178, 238
Koninklijk Instituut (Leiden) vi, 119, 238, 244
127, 137, 139, 161, 166, 238 Maduretno, Raden Ayu (istri sah Dipo-
Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger
(KNIL) 217, 229 negoro, sekitar 1798-1827) 15,
Kontroliran, kam pung 212 16, 31, 92
kopi 214 Magelang 124, 151, 154, 156, 157, 171,
Kresna, Prabu 53, 62, 148 183, 187, 188, 189, 190 , 194
Kristen, agam a 29, 221 Magetan 132, 133, 137
Kristenisasi 221 Majapahit 144, 163, 20 1
Krom owijoyo, lihat Pengalasan 163, Majasto, desa pradikan (dekat Tem-
191 bayat) 30 , 82, 83
Krum put, Desa 211 Makassar 117, 138, 172, 179, 210 , lihat
Kudus, Sunan 27, 80 , 81 juga Benteng Rotterdam
Kulon Progo 31, 33, 87, 143, 148, 150 , Makkah 35, 39, 40 , 41, 87, 89, 96, 97
151, 163, 168, 187, 190 , 212, Malangy uda, buku 35
224 Malaya, Sem enanjung 219 lihat juga
Kulon Progo, Bandara Internasional Tanjung Malim, Patani
224 Manado 115, 150 , 151, 175, 179, 231
Kurawa 17, 50 , 52, 60 , 10 4, 148 m ancanagara barat 118, 142, 154, 169,
Kusum oyudo, Pangeran 124, 135, 149, 180 , 181, 184, 199, 20 3
272 Sisi Lain Diponegoro
bacaan-indo.blogspot.com Mangkubumi, Pangeran (putra HB II, Nusa Srenggi (Eropa) 36
pam an DN) 19 Nyai Adipati Sepuh 212
Mangkudiningrat II, Pangeran 169 O
Mangkunegaran 6, 88, 167, 190 , 233
Mangunnegoro, Mas (adik DN) 168 Ongko Loro, sekolah 218
Mangunsubroto, Meester (ahli hukum/ Oostrom Philips, Nyonya 221
Opak, Sungai 81, 92
doktor) J awa 130 Orde Baru ix, 198
Mataram 125, 127, 131, 151, 167, 243
Maulana Samsu J en 65 P
Melayu, bahasa 136, 139, 150 , 156,
Pabst, lihat Lawick van Pabst 181
158, 177 Pakualaman 6
Memory of the World, lihat juga Wa- Pakubuwono I, Sunan 34
Pakubuwono IV, Sunan 13, 135, 146,
risan 3, 115
Menoreh, perbukitan 210 , 216, 224, 212
Pakubuwono VI, Sunan 54, 98, 149,
225
Mertosono, Pangeran (Murdaningrat) 154, 192
Pakubuwono V, Sunan 69
227 Palembang 89
Mesjid Watu (Nusakambangan) 47 Pandawa 10 , 15, 16, 17, 52
Metesih (Magelang) 140 pandita-ratu 30, 32
Michiels, Mayor 32 Pangen Gudhang, Desa 216
Mintaraga, Serat, lihat juga Arjuna Panti Budoyo (Yogyakarta) vi, 122, 132
Panungkulan, Desa 20 9
12, 17 Parangkusum o 15, 37
Mitragna, Kuda Diponegoro 62, 10 6 Partai Dem okrat 197
Mlangi, pesantren/ pradikan xii, lihat Pasisir, wilayah pesisir utara 247, 257
Pasopati, panah (Arjuna) 16
juga Danurejo, Taptojani Patani 89
Mojo, Kiai 26, 27, 28, 38, 49, 82, 97 Paulus Tosari, evangelis pribum i 221
Mopid, Kiai 47, 48, 111, 166, 192 Pekiringan, Desa (Banyum as) 48
Mudjanattistom o, Drs. 78, 178, 239 Pem anahan, Kiai Ageng 49
MULO (Meer Uitgebreid Lager Onder- Pem erintah Kolonial Hindia Belanda
wijs) 221 (1818-1942) 20 2
Multatuli (Eduard Douwes Dekker, pendidikan, Belanda dan pribum i 211,
1820 -1887) 210 217
Muntilan 225 Pengalasan, Basah Ngabdullatip Kerto
Musarar, Kitab 65
Museum Nasional 201 (1795-pasca-1865) 246, 249
Pengasih, Kulon Progo 143, 187, 212
N Pengging 31, 33, 87
Perang J awa (1825-1830 ) 1, 2, 7, 8, 10 ,
Napoleon, Perang 9
Nederlandsch-Indische Spoorweg 12, 13, 16, 18, 21, 26, 28, 30 , 31,
33, 34, 35, 36, 37, 38, 44, 45,
Maatschappij (NIS) 215 46, 49, 52, 54, 55, 58, 60 , 61,
Ngabehi, Pangeran, lihat J oyokusum o I 64, 66, 67, 71, 72, 96
perang suci (prang sabil) 27, 41, 96,
151 147, 166
Ngastina, kerajaan 17, 54 Perang Suksesi J awa Kedua (1719-
Ngiso, Haji 96, 169 1723) 34
Niel, Robert van 213
nila 213, 214
Notoprojo, Pangeran (Raden Mas
Papak) 193, 261
Nugroho Notosusanto, Prof. ix
Nusakam bangan 47, 166
Indeks 273
bacaan-indo.blogspot.com Perkum pulan Sekolah-Sekolah Kristen Ratu Paneteg Panatagam a 35, 39,
(PSSK) 221 41, 67
Perpustakaan Nasional Indonesia Rem bang, Keresidenan 20 2
(Perpusnas) 114 Rem okam al 171
Rem o (Karanganyar) 33, 190 , 227, 252
Perserikatan Dagang Hindia Timur 9, Resodiwirio, Raden Ngabehi, lihat
181, 257
Cokronegoro xii
Petruk 17 Retnoningsih, Raden Ayu (istri sah
Philips, Nyonya 221
Pigeaud, Dr Th.G.Th. 113, 191 DN) 42
Pinang, Pulau 138, 172, 181, 183, 194 Rochussen, J .J . (gubernur jenderal,
Plered 81, 168
Ponorogo 133, 137, 143 1845-1851) 118
Priangan 198 Ronggo Prawirodirjo III, Raden (Bupati
Pringgoatm ojo, Raden Ario Adipati 213
Probolinggo 218 Wedana Madiun, 1796-1810 )
Proboy ekso (kediam an pribadi Sultan) 16
Roorda, Taco 119, 175, 180
36, 91 Roto (J oyosuroto), punakawan 17, 32
Puasa, Grebeg 158 RSUD Dr Tjitrowardojo 220 , 221
Pupillenkorps, taruna m iliter Hindia Rum , lihat juga Turki Osm ani 37,
82, 97
Belanda 217, 229 Rusche & Co (penerbit Surakarta) 72,
Purwodadi, Bagelen selatan 142, 213, 179
219 S
Purwonegoro, Pangeran 193, 261
Purworejo, HKS 219, 220 Sachsen Weim ar, Adipati (Duke) Bern-
Purworejo, Kabupaten 1831), lihat juga hard von (Panglim a Tentara
Hindia Belanda, 1850 -1854)
Cokronegoro 195, 197, 198, 156, 158, 232
20 1, 20 4, 218
Purworejo, stasiun kereta api 215, 216, Sadrach, Kiai (Radin Abas Sadrach
217, 222, 224, 229 Supranata) 221, 223
Puspowardojo, Raden Ayu Tuti Marini
(ibu Ir. Habibie) 220 Sahir, Ibu Dr (piut Pangeran Dipone-
goro Muda) 185
R
Salam an, Kecam atan (Kedu Selatan)
Rahm anudin, Kiai (Penghulu Yogya, 211
1812-1823) 22, 164
Salis, A.M. Th. de (Residen Yogya,
Ram alan J oyoboyo, lihat J oyoboyo 25, 1822-1823) 20 , 79
46, 50 , 51, 65, 67
Samba, Raden 62
Ratu Adil, lihat juga Diponegoro 11, santri 61, 62, 63, 94, 95, 98
16, 20 , 21, 23, 25, 27, 29, 30 , Saras Husada, RSUD 221
31, 32, 34, 35, 36, 38, 40 , 41, Sarotom o, cundrik (pusaka DN) 15, 16
46, 50 , 63, 64, 67, 82, 88, 92, Sartono Kartodirdjo, Prof. ix, x
93, 95, 10 2, 10 8, 147, 160 , 165, Sarwo Edhie Wibowo, Kolonel (1925-
166
1989) 223, 229
Ratu Ageng (istri sah HB I), lihat Ageng sastrawi, warisan 207
22, 38, 92, 93, 98, 164 Sastranegoro, Raden Tumenggung (pu-
Ratu Kencono (istri sah HB III), lihat jangga Surakarta) 115, 175
Kencono 38, 93 Sawunggaling, Raden Tumenggung
Ratu Kencono (istri sah HB IV), lihat 199
Kencono 12 Schm idt auf Altenstadt, J onkheer
Ratu Kidul 82 J .G.O.S von (180 6-1857, Resi-
den Bagelen, 1842-1850 ) 210
274 Sisi Lain Diponegoro
bacaan-indo.blogspot.com Sedana, Pangeran 99 Stuers, Mayor F.V.H.A. Ridder de 140
Sedayu 75, 20 0 , lihat juga Karang suisme, lihat juga Islam Sui tasawuf
Duhur 1, 238
sejarah ilm iah (scientiic history) 9, Sulawesi 7, 114
Sultan Idris Training College 219
137 Sultan Idris Training College (Kolese
Sejarah Ratu Tanah Jaw a (1838) 80 ,
Sekolah Guru Sultan Idris) 219
98 Sum atera 145, 186, 20 6
Selarong 20 , 30 , 31, 33, 34, 38, 49, Sum atera Barat, Gubernur Militer 20 6,
87, 88, 96, 10 1, lihat juga Gua lihat juga Cleerens
Seca n g Suprobo, dewi 16, 20 , 79
Selebes (Sulawesi) 210 Surabaya 176, 213
Selo, Ki Ageng 48, 49 Surakarta, keraton, lihat juga Pakubu-
Selorejo, panepen DN di Tegalrejo 19,
33, 41, 86, 87, 111, 166 wono 13, 50 , 58, 94
Sem ar 17 Suronegaran, Hotel 196, 20 0 , 20 4
Sem arang 29, 114, 119, 120 , 129, 130 , Suronegaran, trah 220
133, 137, 138, 139, 171, 172, Suronegoro, Raden Tum enggung Ario
185, 186, 188, 231, 236
Sem awung (Kutoarjo), Kabupaten (Patih Blora; pasca-1831, Patih
(Bagelen) 75, 189, 199 Purworejo) 20 4, 20 5
Sengkuni, Adipati 60 , 61 Suryonegoro, Pangeran Abdul Sam su
Sentot, Ali Basah 35 (adik DN) 28, 76, 180 , 232
Sepoy (Spèhi) 17, 38, 181, 183 Suryowijoyo, Pangeran (adik DN) 179
Serang II, Pangeran 28, 193, 261 Susilo Bam bang Yudhoyono 223
Serat Anbiy a 72 Sutonegoro, Mas Ngabehi (Patih Sema-
Serat Cabolang, lihat Cabolang 35, 36, rang) 130 , 131, 139
37, 63, 88, 10 7 Suwongso, Raden Mas (Legiun
Serat Ram a 12, 14 Mangkunegaran) 167, 190
Serat Sury araja 78 Suyudana, Prabu 50
Setyaki, Raden 52, 53, 20 6
Sevenhoven, J an Isaak van 154, 184 T
Siluk, pertem puran (17 Septem ber
1829) 31, 169 Taman Siswa 220
Singowijoyo, Raden Ngabehi 52, 142 Tanam Paksa, Sistem (1830 -1870 ) 213,
Siratu’l Mustakim 146, 186
Siwa, agama 86 214
Sm issaert, A.H. (Residen Yogya) 59, Tanggung, Kabupaten (Bagelen) 118,
77, 84, 86, 94, 96
Sm issaert, J .W.H. (Residen Bagelen) 135, 150 , 185, 196
203, 205 Tanjung, Desa (Kulon Progo) 163
Soepratm an W.R. (190 3-1938) 223 Tanjung Malim (Perak) 219
Soko (Kem anukan) 219 Taptojani, Kiai, lihat juga Mlangi xii,
Solow, Robert Merton (peraih hadiah
Nobel 1987) 226 45, 145, 146, 147, 185
Sonobudoyo, Museum 76, 122, 179, Tarekat Bebas, lihat Freem ason
180 , 232, 234 tasawuf, ilm u m istik Islam , lihat juga
Sosrodiningrat II, Raden Adipati (Patih
Surakarta, 1812-1846) 69, suisme 32, 45, 145, 150
98, 143 Tawangsari, Kecam atan 83
Sosrodipuro II, Raden Ngabehi 94 Tegal 213
Staatspoorwegen (SS), lihat juga Derx Tegalrejo 13, 14, 17, 19, 33, 34, 39, 40 ,
215, 217, 218, 222, 224, 225
46, 48, 49, 50 , 59, 61, 62, 77,
86, 87, 94, 96, 146, 165, 166,
192, 234
Tem bayat, lihat juga Bayat, Sunan 29,
30, 82, 241
Indeks 275
Tem on, Kecam atan, lihat juga Kulon Waterloo, Matthijs (Residen Yogya)
Progo 224 145, 185, 186
Ternate 32, 150 Wates, ibu kota Kulon Progo 163, 190
Tionghoa, komunitas 20 8 wayang 8, 11, 12, 13, 17, 20 , 33, 46, 50 ,
Tionghoa, pengusaha 20 7
Tjitrowardojo, Raden Ngabehi (Dr) 51, 52, 54, 55, 58, 59, 60 , 61,
66, 67, 75, 76, 77, 10 3, 10 6, 10 8
220 Wayang Diponegoro 10 8
TNI 13, 217, 218, 220 , 223, 229 wayang krucil 76
Toorop, J an (1825-1928, pelukis Belan- wayang kulit 12, 13, 75, 10 3, 10 8, 239
wayang purwa 52, 61, 10 6
da) 223 Wayang Wong Trunojoyo 77
Trayem , desa dekat Borobudur 89 Wedi 207
Trirejo, Desa 214 Wijoyokusum o, bunga 47, 48, 166, 192
Trunojoyo, Raden (Madura) 77 Willem I, Raja (bertakhta, 1813-1840 )
Tugu Margoyoso 211 157, 181, 182, 189
Tum enggung, Raden 133 Winter, C.F. Sr 47, 119, 120
Tunggul Wulung, Ibrahim 221 Wironegoro, Raden Tum enggung May-
Turkio, Raden Mas 40 , 213 or 60 , 192
Turki Osm ani 96, 157, 170 , 258 Wisnu, Dewa 16
tuw a buru (penangkap m acan, Kulon
Y
Progo) 51
Yani, J enderal Ahm ad (1922-1965)
U 223, 229
Ujung Tim ur J awa (Oosthoek) 218 Yogyakarta, keraton, lihat juga
UNESCO, Warisan Dunia (Mem ory of Ham engkubuwono 2, 5, 12, 17,
19, 37, 46, 72, 98
The World) xi, 3, 115
Ungaran 199, 20 0 , 20 7 Yudistira 17, 52, 53, 186
Urip Sum oharjo, J enderal (1893-1948,
Z
tokoh dan pendiri TNI) 223,
225 Zending (Dewan Gereja) 220 , 221, 222
Urutsewu 158, 20 9
bacaan-indo.blogspot.com
V
Van Gelder 217
VOC (Verenigde Oostindische Com -
pagnie/ Perserikatan Dagang
Hindia Tim ur) 9, 37, 181, 257
Volksraad 220
W
Wahidin Sudiro Husodo, Dr 219
Wali Songo 21, 25, 37
w ali w udhar 22, 23, 38, 93
Wall Street Crash, lihat juga Depresi
Besar ekonom i dunia 217
Walraven van Nes, J .M. (Residen
Yogya) 190 , 244
Wardiman Djojonegoro 220 , 222
Wartinah, Raden Roro (ibu Wardiman
Djojonegoro, 1912-20 0 6) 220
bacaan-indo.blogspot.com TENTANG PENULIS
P ETER CAREY la h ir d i Ra n goon
(Yangon), Burma (Myanmar), 30 April
1948 . Kem bali ke In ggris 1955 un tuk
belajar di Tem ple Grove Preparatory
Sch ool (1955-1961) d an Win ch est er
College (1961-1965), ia kemudian kuliah
di Trinity College, Universitas Oxford.
Pada 1969 ia m eraih gelar sarjana de-
n gan pen ghargaan utam a (First Class
Honours) di bidang Sejarah Modern. Setelah itu, Peter men-
dapat beasiswa English Speaking Union (ESU) dan belajar di
kelas program master di bidang Kajian Asia Tenggara di Cornell
University (AS) (1969-1970 ), masa ketika ia mulai tertarik pada
Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan sejarah Perang J awa
(1825-1830 ).
Peter pertam a kali datan g ke In don esia pada 1970 dan
pernah tinggal tiga tahun di J akarta dan Yogyakarta (1971-1973
dan 1976-1977) untuk mengumpulkan data yang tersimpan di
Tentang Penulis 277
Arsip Nasional RI dan scriptorium naskah J awa. Setelah meraih
gelar Ph.D pada 1975 den gan disertasi m en gen ai “Pan geran
Dipan egara dan Asal-usul Peran g J awa (18 25-18 30 )”, Peter
bekerja di Universitas Oxford, Inggris, m ula-m ula sebagai
pem ban tu riset di Magdalen College (1974-1979), kem udian
sebagai Laithwaite Fellow untuk Sejarah Modern di Trinity
College (1979-20 0 8). Ia sekarang menjadi YAD Adjunct Profesor
di Fakultas Ilm u Pen getahuan Budaya (FIB) di Un iversitas
Indonesia (pengukuhan, 12 November 2013; pidato pengukuhan,
1 Desember 20 14).
Disertasi itu sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indo-
nesia dengan judul Kuasa Ram alan; Pangeran Diponegoro dan
Akhir Tatanan Lam a di Jaw a, 1785-1855 (Kepustakaan Populer
Gram edia, 20 12). Versi pendeknya diterbitkan oleh Penerbit
Buku Kompas, 20 14, dengan judul Takdir; Riw ay at Pangeran
Diponegoro (1785-1855).
Peter—yang beristri seorang Sunda-Hokkian-J epang dari
Bandung—adalah sejarawan terkemuka Inggris yang mendalami
Asia Ten ggara dan pern ah m en erbitkan sejum lah buku dan
tulisan m en gen ai Burm a (Myan m ar), Kam boja, dan Tim or-
Leste. Buku sebelumnya adalah Korupsi dalam Silang Sejarah
Indonesia; Dari Daendels (180 8-1811) sam pai Era Reform asi
(Komunitas Bambu, 20 16), Perem puan-Perem puan Perkasa di
Jaw a Abad XIII-XIX (Kepustakaan Populer Gramedia, 20 16),
dan Inggris di Jaw a, 1811-1816 (Penerbit Buku Kompas, 20 17).
bacaan-indo.blogspot.com
bacaan-indo.blogspot.com
bacaan-indo.blogspot.com
PERANG JAWA (1825-30) adalah suatu “tsunami” dalam sejarah Indonesia modern yang
menghancurkan tatanan lama Jawa dan melahirkan sebuah pemerintah kolonial baru,
Hindia Belanda (1818-1942). Perang total ini juga menjadi pemicu lahirnya historiografi
baru. Untuk pertama kali dalam sastra Jawa modern muncul sebuah otobiografi—Babad
Diponegoro (1832)—yang ditulis Pangeran Diponegoro (1785-1855) dalam pengasingan
di Manado.
Isu legitimasi kekuasaan menjadi hal yang diperdebatkan dengan seru. Apakah sang
Pangeran murni memperjuangkan kebenaran sebagai Ratu Adil atau sebenarnya dimakan
kepongahan kekuasaaan alias pamrih? Bagi musuh bebuyutan Diponegoro di Bagelen,
Raden Adipati Cokronegoro I, bupati perdana Purworejo pascaperang (menjabat 1831-
1856), jawaban sudah jelas: Diponegoro seorang yang hebat tapi memiliki kelemahan
fatal: ambisi dan keangkuhan.
Dalam naskah yang ditulis Cokronegoro dengan bantuan mantan panglima Diponegoro
di Bagelen, Basah Pengalasan, Babad Kedung Kebo (1843), Cokronegoro seperti men-
jawab otobiografi sang Pangeran. Versi sejarah Perang Jawa ini membenarkan pilihan
Cokronegoro untuk memihak kepada Belanda. Kekuasaan kolonial baru yang bercokol
telah menjadi masa depan bangsa dan belum saatnya untuk mengusir kaum penjajah.
Maka mengharapkan muncul seorang Juru Selamat alias Ratu Adil amat terlalu dini.
Buku ini, yang didasarkan pada dua tulisan kunci pakar Perang Jawa, Peter Carey, pada
pertengahan 1970-an, tentang Babad Kedung Kebo dan historiografi Jawa, merupakan
pengantar inspiratif untuk sejarawan. Buku ini mengajak kita untuk mengerti bahwa
sejarah Jawa pada awal abad ke-19 sangat beraneka ragam dan historiografi lokal sangat
kaya. Tulisan Cokronegoro juga memperingatkan kita bahwa tidak ada satu versi sejarah
yang benar. Babad Kedung Kebo menjadi salah satu bahan yang mengukir dunia Jawa.
bacaan-indo.blogspot.com KPG (KEPUSTAKAAN POPULER GRAMEDIA) SEJARAH
Gedung Kompas Gramedia, Blok 1 Lt. 3 KPG: 59 17 01405
Jl. Palmerah Barat 29-37, Jakarta 10270
Telp. 021-53650110, 53650111 ext. 3359 penerbitkpg
Fax. 53698044, www.penerbitkpg.id
KepustakaanPopulerGramedia; @penerbitkpg;