The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Maria Magdalena, 2020-10-27 20:12:12

STT REM

Skripsi S.1 PAK

Keywords: STT REM

efektif dalam pencapaiannya. Guru agama yang professional dengan
latar belakang Pendidikan Agama Kristen, sangat sedikit jumlahnya. 69
b. Jumlah peserta didik yang yang beragama Kristen minoritas (rata-rata
kurang dari 5 orang) tiap kelas, menjadi alasan pihak sekolah tidak
menyelenggarakan PAK. Kondisi minoritas seharusnya tidak
menjadikan alasan pihak sekolah untuk meniadakan PAK. Merujuk
Peraturan Menteri Agama/PMA No.16 TH. 2010,Tentang Pengelolaan
Pendidikan Agama Pada Sekolah , Pasal 3 dan Pasal 4, sebagai
berikut:
Pasal 3 :

(1). Setiap sekolah wajib menyelenggarakan Pendidikan Agama
(2). Setiap peserta didik pada sekolah berhak memperoleh
pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan
diajarkan oleh pendidik yang seagama.
Pasal 4:
(1). Dalam hal jumlah peserta didik yang seagama dalam satu
kelas paling sedikit 15 ( lima belas) orang wajib diberikan
Pendidikan agama kepada peserta didik di kelas.
(2). Dalam hal jumlah peserta didik yang seagama dalam satu kelas
kurang dari 15 (lima belas) orang tetapi dengan cara penggabungan
beberapa kelas pararel mencapai paling sedikit 15 (limabelas)
orang, maka pendidikan agama pada sekolah dilaksanakan dengan
mengatur jadwal tersendiri yang tidak merugikan siswa untuk
mengikuti mata pelajaran lain.
(3). Dalam hal jumlah peserta didik yang seagama pada sekolah
paling sedikit 15 (lima belas) orang, maka pendidikan agama wajib
dilaksanakan pada sekolah tersebut.
(4). Dalam hal jumlah peserta didik yang seagama pada satu
sekolah kurang dari 15 (lima belas) orang, maka pendidikan agama

69 http://guruagamakristen.blogspot.com/2016/06/apa-ada-masalah-pendidikan-agama-di.html.
Diakses pada pada 01 Mei , pukul 09.30 WIB

dilaksanakan BEKERJASAMA DENGAN SEKOLAH LAIN, atau
lembaga keagamaan yang ada di wilayahnya.
(Dasar Kekuatan Hukumnya : PP 55 tahun 2007 Pasal 4 ayat
1,2,3,4,5. )

Peserta didik berhak memperoleh pendidikan agama sesuai
dengan agama yang dipeluknya. Hal ini sesuai dengan apa yang
diamanatkan oleh Undang-undang No. 20 Tahun 2003, pada Bab V
(Peserta Didik), pasal 12 ayat (1). Pendidikan agama juga harus
dilaksanakan secara adil, menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai
keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa sebagaimana
tertulis dalam Bab III (Prinsip penyelenggaraan Pendidikan) Pasal 4
ayat (1).
c. Penyelenggaraan PAK disekolah sudah diatur oleh pemerintah, namun
dalam pada kenyataannya belum sepenuhnya terlaksana. Meninjau
hak dan kewajiban Pemerintah pada Undang-undang No.20 Tahun
2003, pada Bab IV (bagian empat) pasal 11 ayat (1), menyatakan
bahwa pemerintah wajib menjamin terselenggaranya pendidikan
bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.
d. Gereja mengambil peran sebagai mitra sekolah dalam
menyelengarakan PAK bagi sekolah yang tidak menyelenggarakan
PAK. Dalam hal ini gereja sebagai lembaga keagamaan tidak
bermaksud mengambil alih tugas yang seharusnya menjadi tanggung
jawab sekolah sebagai lembaga penyelenggara PAK formal. Hubungan
kemitraan gereja sebagai penyelenggara PAK memenuhi ketentuan
peraturan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No.55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan
Pendidikan Keagamaan pada Bab II, pasal 4 ayat (4): Satuan
pendidikan yang tidak dapat menyediakan tempat menyelenggarakan
pendidikan agama dapat bekerjasama dengan masyarakat (dalam hal
ini adalah gereja). Gereja menyelenggarakan pendidikan non formal
untuk mengatasi permasalahan ketiadaan PAK di sekolah formal. Hal

ini disesuaikan dengan bunyi Undang-undang No.20 Bab VI, bagian
Sembilan (Pendidikan Keagamaan) pasal 30 ayat (1) , (2) dan (3).
Gereja dapat bekerjasama melalui hubungan kemitraan dengan pihak
Sekolah. Hal ini juga diperkuat dengan Peraturan Menteri
Agama/PMA No.16 TH. 2010,Tentang Pengelolaan Pendidikan
Agama Pada Sekolah, khususnya pada pasal 4, ayat (4), menjelaskan
bahwa pihak sekolah dapat bekerjasama dengan Lembaga Keagamaan.
e. Sekolah Sabtu GPIB Zebaoth Bogor telah menjadi solusi alternatif
pembelajaran PAK terutama bagi peserta didik yang disekolahnya
tidak menyelenggarakan PAK. Solusi alternatif mengandung mana;
sementara artinya sewaktu-waktu dapat ditutup atau ditiadakan dan
dikembalikan kepada pihak sekolah sebagai lembaga formal
penyelenggara PAK. Sementara kondisi belum dapat
menyelenggarakan PAK, maka gereja akan terus hadir sebagai
lembaga sebagai mitra sekolah.
f. Kegiatan pembelajaran PAK di Sekolah Sabtu GPIB Zebaoth,
dilaksanakan melalui proses pembelajaran yang bertanggung jawab,
artinya dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kurikulum yang
digunakan sesuai ketentuan Sisdiknas, Buku pelajaran sesuai dengan
ketentuan yang digunakan pada sekolah formal, tenaga pengajar
professional dengan latar belakang pendidikan agama Kristen (bukan
pendeta atau guru mata pelajaran lain yang beragama Kristen).
Pengelolaan nilai melalui ujian, dimana nilai merupakan hasil evaluasi
belajar. Dengan kata lain, Sekolah Sabtu tidak memproduksi nilai
(angka untuk raport) tanpa melalui proses tahapan pembelajaran.
Kepedulian gereja dilakukan secara bertanggung jawab bukan asal-
asalan untuk sekedar memenuhi permintaan kebutuhan nilai agama
saja.
g. Gereja menjalankan peran dan fungsinya dalam tugas panggilan dan
pengutusan di tengah dunia. Usaha pendidikan yang diselenggarakan
gereja GPIB Zebaoth diarahkan pada perubahan aspek kehidupan
kerohanian dan spiritualitas. Kesadaran akan tugas dan tanggung

jawabnya, melayani jemaat (Peserta didik) ditengah persoalan dalam
masyarakat dan sekolah. Gereja ikut berperan menjalankan tugas
panggilannya dalam membantu tercapainya tujuan bersama (tujuan
pendidikan nasional), menciptakan sumber daya manusia yang
berahlak mulia, berilmu dan takut akan Tuhan. Gereja gereja lain (non
GPIB) merespon kegiatan pembelajaran PAK di Sekolah Sabtu dalam
bentuk merekomendasikan jemaatnya mengikuti program tersebut.
Kerjasama antar gereja mendukung kehadiran program Sekolah Sabtu
sebagai solusi alternatif pembelajaran PAK bagi jemaat (gereja lain)
yang mengalami persoalan yang sama.

B. Saran
Tujuan penelitian adalah untuk membuka wawasan dan pandangan untuk

melihat persoalan yang terjadi di masyarakat, jemaat dan di lingkunagn sekolah
menyangkut pelaksanaan pembelajaran PAK. Terutama menyadarkan gereja
akan tugas dan tanggung jawabnya untuk peduli terhadap kebutuhan pendidikan
agama Kristen. Gereja hadir ditengah dunia untuk membawa damai sejahtera,
menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah dimana keadilan, kebenaran,
kejujuran, saling menghormati, saling membangun, saling bekerjasama terjadi
dalam kehidupan nyata.

Kegiatan program Sekolah Sabtu mengalami banyak kendala dalam
pelaksanaannya. Untuk perbaikan dan peningkatan pelayanan maka penulis
memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Gereja menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik, terutama
lokasi dan tempat belajar (kelas sesuai jenjang pendidikan). Ruang kelas
tidak digeser (ke ruang lain) karena kegiatan gereja yang dilaksanakan
pada hari Sabtu tepat pada saat berlangsungnya Sekolah Sabtu. Kegiatan
pembelajaran tetap berjalan tanpa terkendala oleh ruangan kelas.

2. Gereja mengadakan rekonsiliasi dengan pihak terkait (Pemerintah)
untuk mendorong sekolah-sekolah bersedia atau dipersiapkan untuk
menyelenggarakan PAK.

3. Pemerintah mendukung ketersediaan guru pengajar PAK untuk siap
ditempatkan di sekolah-sekolah. Formasi penerimaaan / pengangkatan
guru agama PNS diperbanyak.

4. Sekolah-sekolah menjamin peserta didik memperoleh pendidikan agama
sesuai agama dan keyakinannya. Tidak dipaksakan mengikuti pelajaran
agama lain atau memberdayakan guru mata pelajaran lain yang
kebetulan beragama Kristen.

5. Sebagai orang tua murid mendorong anaknya untuk mengikuti
pembelajaran PAK di Sekolah Sabtu, bukan hanya untuk mengejar nilai
agama Kristen untuk kebutuhan raport.

6. Pelatihan dan pembinaan guru PAK terus menerus diadakan untuk
meningkatkan profesionalisme guru PAK.

7. Pemerintah Kemenag dan Kemendikbud bekerjasama untuk
mengupayakan Penyelenggaraan PAK terpadu (terpusat) bagi sekolah-
sekolah yang tidak menyelenggarakan PAK.

8. Jika memungkinkan Pemerintah dapat membuka Pusat Pembelajaran
Pendidikan Agama Kristen khususnya bagi Peserta Didik yang
berkebutuhan khusus. Kelas yang terpisah (tersendiri/special) dengan
kelas biasa atau kelas umum, mengingat peserta didik dengan kategori
ini memerlukan penanganan khusus.

9. Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Setempat (PGIS) kota Bogor dapat
menangani permasalahan ketiadaan PAK disekolah menjadi persoalan
serius yang perlu dicari jalan keluarnya karena hal tersebut seharusnya
menjadi persoalan bersama.

10. Sekolah Tinggi Teologi tiap tahun menghasilkan tenaga pengajar
khususnya jurusan Pendidikan Agama Kristen meningkat, baik dari segi
kualitas maupun kuantitas.

11. Tulisan ini dapat membuka cakrawala berpikir dengan harapan agar
berbagai pihak dapat melihat bahwa kebutuhan tenaga kependidikan
Agama Kristen yang sangat mendesak maka banyak orang yang
terpanggil untuk melayani sebagai tenaga pendidik atau guru PAK
khususnya di kota Bogor.

12. Harapan kepada pihak Sekolah, Pemerintah;
a) Kiranya semakin di sosialisasikan UU, PP, Peraturan Menteri, Perda
dengan semakin lebih baik agar dapat dipahami dengan baik dan
benar oleh masyarakat, pelaksana, Pejabat dan semua pihak agar
tidak salah menerapkan.
b) Kiranya Masyarakat, Guru PAK, Kepala Sekolah, Semua Pihak
benar-benar mau membaca, mempelajari dengan detail UU, PP,
PMA, Perda Tentang Pendidikan Agama, agar dapat melaksanakan
dan menerapkan tugas masing-masing sesuai dengan peraturan yang
sudah ditetapkan.

DAFTAR PUSTAKA

ALKITAB :
Lembaga Alkitab Indonesia 2010, Alkitab Edisi Studi.

Jakarta, Lembaga Alkitab Indonesia.

Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan (APHB), 2006,
Malang, Gandum Mas.

LITERATUR :
Sanjaya Wina 2013, Stategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta, Kencana Prenadamedia
Moh. Yamin 2015, Teori dan Methode Pembelajaran.

Malang: Madani

E. Kosasih, M.Pd 2018, Stategi Belajar dan Pembelajaran. Bandung, Yrama
Widya

Junihot Simanjuntak 2017, Filsafat Pendidikan dan Pendidikan Agama Kristen.
Yogyakarta, Andi Offset

Rusman 2016, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme
Guru.
Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada.

Sudjana Nana 1989, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar
Bandung, CV. Sinar Baru .

H.M. Saleh Marzuki, M.Ed, 2012, Pendidikan Nonformal, Dimemsi dalam
keaksaraan Fungsional, Pelatihan dan Andragogi.
Malang, PT. Remaja Rosdakarya.

Edwin Charis 2006, Karena Anda Berperan Membuat PAK lebih bermakna.
Bandung, Jurnal Info Media.

Team Penulis STT REM 2018, Panduan Penulisan Karya Ilmiah.
Jakarta, STT Rahmat Imanuel

Team Perumus 1984, Petunjuk Pelaksanaan Sekolah Sabtu, GPIB Zebaoth Bogor.

Poerwanti, Loekoek Endah, Amri, Sofan, 2013, Panduan memahami Kurikulum.
Jakarta, PT. Prestasi Pustakakarya.

Yamin, H. Martinis 2013, Paradigma Baru Pembelajaran.
Jakarta, Referensi

Daniel Nuhamara 2007, Pembimbing PAK: Pendidikan Agama Kristen.
Bandung, Jurnal Info Media

Sugandi 2000, Belajar dan Pembelajaran.
Bandung, PT. Remaja Rosdakarya

Jhon.M. Nainggolan 2013, Guru Agama Kristen sebagai Panggilan dan Profesi
Bandung, Bina Media Iformasi

Sijabat, Samuel 1996, Strategi Pendidikan Kristen
Yogyakarta, Andi

Belandina, Janse. 2005. Profesionalisme Guru dan Bingkai Materi.
Bandung: Bina Media Informasi.

Homrighausen, EG, Enklar. 2008. Pendidikan Agama Kristen.
Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Abin Syamsuddin Makmun, 2003, Psikologi Pendidikan.
Bandung: Rosda Karya Remaja.

Arikunto, Suharsimi 1999, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara

Sudijono, Anas, 2006, Pengantar Evaluasi Pendidikan.
Jakarta: PT Raja Grafindo.

Dimyati dan Mujiono, 2006, Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta: Rineka Cipta.

______, Strategi, Model dan Evaluasi Pembelajaran Kurikulum 2006, (Tanpa Ket)

Groome, Thomas H. Christian Religious Education, Pendidikan Agama Kristen.
Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Paulus Lilik Kristanto, Prinsip dan Praktek PAK, Penuntun Bagi Mahasiswa
Teologi dan PAK, Pelayanan Gereja, Guru Agama dan Keluarga Kristen,

Jogyakarta: Andi Offset

Dewan Gereja Indonesia (DGI) 1975, Pembinaan Warga Gereja,
Jakarta: Institute Oikumene Indonesia.

N.K Adiatmadja Hadinoto 2011, Dialog dan Edukasi,
Jakarta: BPK Gunung Mulia

Kamus Besar Bahasa Indonesia 1988, Edisi Pertama

Komisi Sekolah Sabtu dan PAUD 1984, Buku Petunjuk dan Pelaksanaan Sekolah
Sabtu, GPIB Zebaoth Bogor

UNDANG - UNDANG :

Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar Repuplik Indonesia

Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang no.20 tahun,

Himpunan Peraturan Perundang-undangan- UU Sikdiknas edisi Lengkap (2009),
Focus Media

PERATURAN PEMERINTAH :

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan
(Sumber data: kelembagaan.ristekdikti.go.id/wp.../PP_55_2007-
Pendidikan-Agama-Keagamaan.pdf)

Peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2012
(Sumber data: simpuh.kemenag.go.id/regulasi/pma_07_16.pdf)

Peraturan Menteri Agama/PMA No.16 TH. 2010,Tentang Pengelolaan Pendidikan
Agama Pada Sekolah.

(Sumber data: https://e-dokumen.kemenag.go.id/files/vcZ4yupH.PDF

WEBSITE:

https://ainamulyana.blogspot.com/2018/06/undang-undang-uu-nomor-20-tahun-
2003.html. Diakses pada 16 April , pukul 9.00 WIB.

http://danar-supra.blogspot.com/2011/11/pendidikan-sebagai-
pemanusiawian.html. Diakses pada 16 April , pukul 9.05 WIB

https://www.bps.go.id/news/2011/11/01/5/bps-telah-merilis-hasil-sensus-
penduduk-2010.html. Diakses pada 16 April , pukul 9.10 WIB

https://rubrikkristen.com/20-provinsi-di-indonesia-dengan-populasi-kristen-
terbesar/. Diakses pada 17 April , pukul 9.10 WIB

https://cafestudi061.wordpress.com/2008/09/11/pengertian-belajar-dan-
perubahan-perilaku-dalam-belajar/. Diakses pada 17 April, pukul 10.10 WIB

https://www.bps.go.id/news/2011/11/01/5/bps-telah-merilis-hasil-sensus-
penduduk-2010.html. Diakses pada 17 April, pukul 10.15 WIB

https://rubrikkristen.com/20-provinsi-di-indonesia-dengan-populasi-kristen-
terbesar/. Diakses pada 17 April, pukul 110.20 WIB

https://www.academia.edu/11739146/EVALUASI_BELAJAR_DAN_PEMBELA
JARAN. Diakses pada17 April , pukul 11.00 WIB

https://davidkipedia.blogspot.com/2011/06/ringkasan-buku-pendidikan-agama
kristen.html. Diakses pada tgl.18 April , pukul 18.00 WIB

http://pancurarenapendidikan.blogspot.com/2017/05/pengembangan-kurikulum-
2013-pendidikan.html. Diakses pada tgl. 18 April , pukul 20.00 WIB

https://www.komisiinformasi.go.id/regulasi/download/id/101. Diakses pada tgl.
18 April , pukul 21.00 WIB

https://www.academia.edu/32271200/Disusun_oleh_MELINDA_PAYUNG_PRO
GRAM_STUDI_PENDIDIKAN_AGAMA_KRISTEN_STRATA_SATU_SEKO
LAH_TINGGI_TEOLOGI_ABDI_GUSTI_JAYAPURA_-PAPUA. Diakses pada
tgl.18 April , pukul 22.00 WIB

http://mitraajaya.blogspot.com/2013/07/definisi.html. Diakses pada tgl.19 April,
pukul 17.00 WIB

https://www.academia.edu/33986499/ARTIKEL_PENGERTIAN_PENDIDIKAN
_AGAMA_KRISTEN. Diakses pada pada 20 April , pukul 09.00 WIB

http://guruagamakristen.blogspot.com/2016/06/apa-ada-masalah-pendidikan-
agama-di.html. Diakses pada tgl.01 Mei, pukul 09.30 WIB

http://dauddarmadi.blogspot.com/2013/11/hakekat-pendidikan-agama-
kristen.html. Diakses pada tgl.08 Mei, pukul 19.00 WIB

https://id.wikipedia.org/wiki/Pendekatan_saintifik#Mengamati. Diakses pada tgl.
08 Mei, pukul 19.30 WIB

http://metodepembelajaran10.blogspot.com/2017/01/pengertian-komponen
komponen.html. Diakses pada tgl. 03 Juli 2019 WIB

LAMPIRAN

I

DAFTAR RIWAYAR HIDUP

Penulis bernama lengkap Maria Magdalena, lahir di Kabupaten Bojonegoro
- Jawa Timur pada tanggal 26 Maret tahun 1970. Merupakan anak pertama dari lima
bersaudara. Penulis lahir dari pasangan suami – istri: bapak Soediono Mangunhusodo
(alm) dan ibu Yessy Erliana (alm). Penulis bertempat tinggal di Bukit Cimanggu City,
Cluster Mediterania, Blok A9 no.3, Tanah Sereal-Cibadak, Kota Bogor - Jawa Barat.

Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SD Katholik Santo Paulus,
Bojonegoro pada tahuan 1983, menyelesaikan pendidikan menengah pertama di SMPN
1 Bojonegoro pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA
Wiyata Mandala – Jember pada tahun 1990 dan menyelesaikan pendidikan Diploma III
di Universitas Negeri Jember (UNEJ) pada tahun 1994. Sampai dengan penulisan
skripsi ini, penulis terdaftar di Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emanuel – Jakarta.

I. Data Pribadi : Maria Magdalena
Nama : 26 Maret 1970
Tanggal lahir : Bojonegoro, Jawa Timur
Tempat lahir : Perempuan
Jenis Kelamin : Kristen Protestan
Agama : GPIB Zebaoth, Bogor
Gereja : Bukit Cimanggu City, Cluster Mediterania, Blok A9
Alamat
no.3, Tanah Sereal-Cibadak, Kota Bogor - Jawa Barat.
Nomer Telepon/HP : 08568432971, 0251 7542112
Alamat Email : [email protected] atau [email protected]

II. Data Keluarga : Drs. Soediono, M.Bsc (alm)
Nama Ayah : Yessy Erliana (alm)
Nama Ibu : Menikah
Status : Drs. Eko Wahyu Budiono
Nama Suami : Carel Arloke
Nama Anak

III. Riwayat Pendidikan Formal
- TK Katholik Bojonegoro (Lulus tahun 1976)
- SD Katholik Bojonegoro (Lulus tahun 1983)
- SMPN 1 Bojonegoro (Lulus tahun 1986)
- SMA Wiyata Mandala, Jember (Lulus tahun 1990)

I

- Diploma III – Administrasi Negara, Univ. Negeri Jember (Lulus tahun
1994)

IV. Riwayat Pekerjaan
- Karyawan Pertamina (di kota Pendopo dan Prabumulih Sumatra Selatan),
tahun 1995 sampai dengan tahun 2000.
- Pelatih (Trainer) di Yayasan Langham Indonesia, tahun 2016 sampai
tahun2019.

V. Pengalaman Organisasi
- Sekretaris Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Perempuan (PKP) di
GPIB Zebaoth Bogor, tahun 2005 sampai 2008.
- Ketua Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Perempuan (PKP) di
GPIB Zebaoth Bogor, tahun 2008 sampai 2013.
- Sekretaris komisi PPSDI di GPIB Zebaoth Bogor, tahun 2013 sampai
tahun 2016.
- Ketua komisi PPSDI di GPIB Zebaoth Bogor, tahun 2016 sampai tahun
2019.
- Pengurus (bidang Literatur dan Koordinator Regional Jawa-Bali) di
Yayasan Langham Indonesia, tahun 2016 sampai 2019.

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan
dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Penulis:

Maria Magdalena


Click to View FlipBook Version