bel 2.2
si Pendanaan Pelayanan
ta Kabupaten Siak
1.000.000,-)
asi Capaian pada Tahun ke- Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke- Rata-rata Pertumbuhan
2 Tahun Ke - 3 Tahun Ke - 4 Tahun Ke - 5 Tahun Ke - 1 Tahun Ke - 2 Tahun Ke - 3 Tahun Ke - 4 Tahun Ke - 5 Anggaran Reall %
2019 2020 2021 2017 2018 2019 2020 2021 Rp. Rp.
10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
0 3,295.20 2,559.17 88.94% 86.10% 86.35% 90.08% 2,913.97 2,557.10
7 884.03 282.10 79.86% 95.82% 96.86% 95.36% 462.49 434.81
0 24.75 0.00 0.00% 0.00% 100.00% 0.00% 6.19 6.19
2 8,048.85 311.53 93.93% 94.99% 95.95% 99.05% 5,969.32 5,674.98
1 3,304.19 6,022.48 99.69% 89.15% 49.66% 94.31% 5,388.77 4,336.38
1 1,878.91 589.11 0.00% 97.25% 93.12% 69.01% 1,084.14 973.23
31 17,435.93 9,764.39 94.46% 92.35% 79.93% 91.33% 0.00% 15,824.87 13,982.69
55,930.76
71.62%
1
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS
BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 0
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
3.1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN
FUNGSI PELAYANAN DINAS PARIWISATA KABUPATEN SIAK
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Dinas Pariwisata
Kabupaten Siak menghadapi beberapa keterbatasan, namun
keterbatasan utama adalah kurangnya sumberdaya manusia yang
ahli bidang kepariwisataan dan latar belakang pendidikan formal di
bidang pariwisata.
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor utama dan
strategis bagi tercapainya keberhasilan pembangunan suatu bangsa.
SDM yang kuat dan berdaya saing tinggi dalam berbagai aspek akan
mendukung peningkatan pembangunan, baik di bidang ekonomi
maupun di bidang sosial dan budaya. SDM yang berdaya saing tinggi
merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan di era globalisasi
yang diwarnai dengan semakin ketatnya persaingan serta tiadanya
batas antar negara (borderless nation) dalam interaksi hidup dan
kehidupan manusia. Oleh karena itu, untuk memenangkan dan
menangkap peluang yang ada, pengembangan SDM harus
ditekankan pada penguasaan kompetensi yang fokus pada suatu
bidang tertentu yang pada gilirannya akan mampu meningkatkan
daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
SDM yang berkualitas akan mendorong terciptanya
produktivitas yang tinggi yang akan menjadi modal dasar bagi
keberhasilan pembangunan perekonomian secara nasional. Selain
itu, dalam menjawab berbagai tantangan dan peluang kedepan,
dibutuhkan pula SDM yang berjiwa wirausaha, yang dapat
memanfaatkan keunggulan sumber daya (comparative advantage)
menjadi keunggulan daya saing (competitive advantage) dengan
proses transformasi nilai tambah (added value) dan tranformasi
teknologi sebagai acuan. Dengan tumbuhnya masyarakat yang
berjiwa wirausaha diharapkan akan mampu menjadi modal dasar
dalam membangun perekonomian nasional untuk mensejahterakan
kehidupan bangsa dan pada akhirnya akan memperkuat Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam mewujudkan SDM seperti yang dicita-citakan tersebut
diperlukan kerja keras untuk menghadapi berbagai kendala dan
tantangan yang berat. Pembangunan bidang pariwisata menghadapi
permasalahan mendasar antara lain masih terbatasnya SDM
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 1
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
pengelola, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Di bidang
pariwisata, daya saing SDM pariwisata Indonesia masih relative
rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Masih
rendahnya daya saing tersebut dapat dilihat dari ketimpangan antara
proporsi SDM pada level operasional dibandingkan dengan SDM pada
level manajemen, pemikir maupun perencana. Kondisi ini disebabkan
pendidikan dan keterampilan yang diberikan di sekolah-sekolah
pariwisata dari tingkat SMK sampai dengan Diploma atau Program
Setara Diploma lebih memprioritaskan pada pendidikan dan
pelatihan praktis (practical skills) untuk SDM pariwisata di tingkat
pelaksana (practical workers), dan kurang memperhatian pada
pembekalan keilmuan yang dapat mempersiapkan SDM
berkompetensi tinggi.
Secara umum permasalahan yang dihadapi dalam
pengembangan SDM pariwisata adalah sebagai berikut:
a. Belum teridentifikasinya ketersediaan SDM di bidang pariwisata
baik secara kuatitas maupun kualitas
b. Belum teridentifikasinya tingkat kebutuhan SDM baik secara
kuantitas maupun kualitas dalam rangka pembangunan bidang
pariwisata baik jangka pendek, menengah maupun jangka
panjang.
c. Belum teridentifikasinya berbagai permasalahan yang dihadapi
dalam pengembangan dan peningkatan daya saing SDM guna
pembangunan bidang pariwisata dalam menghadapi tatangan
yang terjadi baik nasional, regional maupun internasional.
d. Kurangnya keterpaduan kebijakan pemerintah dalam hal ini
departemen terkait dalam pengembangan SDM Pariwisata.
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, maka diperlukan
pengumpulan informasi sebagai bahan masukan bagi penyusunan
suatu kebijakan dan strategi pembangunan SDM pariwisata sebagai
upaya yang terarah, terpadu dan terencana untuk meningkatkan
kualitas dan daya saing SDM terutama di bidang pariwisata.
Sehingga pada akhirnya pembangunan SDM dapat meningkatkan
kualitas SDM dalam mendukung upaya mewujudkan dan
membentuk karakter bangsa yang kuat serta meningkatkan
kesejahteraan masyarakat
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 2
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
Dari sisi eksternal, masih rendahnya kesadaran masyarakat
tentang mengambil peluang dalam industri pariwisata, serta masih
kurangnya minat Investor untuk berinvestasi pada bidang
kepariwisataan. Respon generasi muda terhadap seni tradisional
yang masih cendrung pasif, dan masih terbatasnya dana untuk
pengembangan pemasaran dan destinasi pariwisata yang ada.
Analisa terhadap identifikasi permasalahan berdasarkan tugas
pokok dan fungsi diuraikan untuk bidang Pariwisata sebagaimana
berikut:
1. Rendahnya Daya Saing Destinasi dan Industri Pariwisata
2. Lemahnya / Belum Efisien Pemasaran, Promosi Destinasi
dan Industri Pariwisata.
3. Ketidaksiapan masyarakat pada daerah yang menjadi
destinasi wisata/ Pemberdayaan masyarakat di daerah
destinasi belum optimal.
4. Ketidaksiapan sarana, prasarana, dan infrastruktur
destinasi/Ketersediaan dan konektivitas infrastruktur
destinasi dan rendahnya nilai, jumlah dan pertumbuhan
investasi, serta iklim usaha yang tidak kondusif."
5. Belum adanya pengaturan / regulasi tentang kepariwisataan
ditingkat kabupaten sebagaimana diamanatkan dalam
peraturan perundang-undangan ditingkat lebih tinggi (UU
nomor : 10 tahun 2009 Bab IV pasal 7,8,9 dan PP nomor 50
Tahun 2011 Bab II pasal 4 ayat 3 ).
6. Belum optimalnya peranan Satuan Kerja Pemerintah Daerah
(SKPD) sesuai bidang / fungsi dalam pengembangan
kepariwisataan
Produk pariwisata:
Pengembangan dan
pengelolaan objek wisata
alam, budaya dan buatan
Perencanaan dan
pengembangan pariwisata
daerah
Aksesibilitas :
Membangun prasarana jalan
Menangani ketertiban dan
pengembangan sarana
transportasi
Amenitas/fasilitas :
Perizinan usaha pariwisata
Menangani standart sanitasi
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 3
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
dan higyenis, restoran,rumah
makan, kios makanan
Pelayanan :
Informasi
Pengelolaan SDM :
Pembinaan/penyuluhan
sadar wisata dan sapta
pesona
Meningkatkan SDM
7. Belum terpenuhinya Aksesibilitas pariwisata, prasarana
umum, fasilitas umum dan fasilitas pariwisata dalam rangka
pengembangan destinasi dan ekosistem pariwisata
Ketersedian 1. Sarana/alat transportasi
infrastruktur dan (darat, laut, udara,
ekosistem destinasi sungai)
pariwisata :
2. Prasarana/penghubung
Aksesibilitas (bandara,dermaga
stasiun,dll)
Prasarana umum
3. Sistim transportasi
Fasilitas umum (informasi rute/jadual,
ICT, kemudahan reservasi
Fasilitas moda)
Pariwisata
1. Listrik
2. Air bersih
3. Telkom
4. Pengelolaan limbah
1. Keamanan
2. Perbankan/atm/money
changer
3. Parkir
4. Rumah ibadah
5. Kesehatan
6. Sanitasi
1. Akomodasi
2. Rumah makan
3. Informasi layanan wisata
4. Keimigrasian
5. TIC dan e-tourims kios
6. Pol wisata
7. Satgas wisata
8. Pusat souvenir
9. Penunjuk arah
10. Papan informasi/sign
and posting
11. Bentuk bentang alam
12. Panggung pagelaran
13. Biro perjalanan wisata
14. Fasilitas air minum
15. Sanitasi lingkungan/
pengelolaan sampah
16. Money changer
17. Pedestrian
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 4
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
18. Pergola
8. Belum optimalnya kesiapan masyarakat disekitar destinasi
pariwisata dalam penerapan sapta pesona dan sadar wisata.
9. Belum adanya jaringan, moda transportasi dan konektivitas
antar moda untuk mendukung kemudahan pergerakan
wisata di destinasi yang berdampak kepada belum adanya
sektor swasta dalam berinvestasi/industri pariwisata.
3.2. TELAAHAN VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN
WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN SIAK
Sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Siak, Dinas
Pariwisata Kabupaten Siak dalam menetapkan Visi dan Misinya
tentunya harus merujuk dan sejalan dengan Visi dan Misi Kabupaten
Siak. Visi Kabupaten Siak sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Siak
Nomor 12 Tahun 2016 tanggal tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menegah Daerah (RPJMD) Kabupaten Siak Tahun 2021 –
2026 yaitu; : “TERWUJUDNYA KABUPATEN SIAK YANG AMANAH,
SEJAHTERA, DAN LESTARI DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT
YANG AGAMIS DAN BUDAYA MELAYU” Sedangkan misi Pemerintah
Kabupaten Siak sebagai penjabaran dari upaya yang akan
dilaksanakan untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Siak
adalah :
1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah melalui
penerapan E-Government.
2. Mewujudkan kualitas SDM yang agamis, unggul, sehat dan
cerdas.
3. Meningkatkan kualitas infrastruktur dasar yang inklusif.
4. Mewujudkan perekonomian yang maju dan berdaya saing
melalui pengembangan sektor pertanian, industri, UMKM,
ekonomi kreatif, pariwisata dan sektor produktif lainnya.
5. Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan
pemajuan budaya Melayu.
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 5
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
Seluruh Kebijakan dan Program Prioritas Pemerintah Kabupaten
Siak terkait dengan tugas dan fungsi Dinas Pariwisata Kabupaten
Siak sebagai institusi yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah, pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab di bidang Pariwisata.
Dalam pelaksanaan kebijakan dan program prioritas Pemerintah
Kabupaten Siak, maka Dinas Pariwisata akan melaksanakan
pengembangan, pembinaan dan pengawasan di bidang Pariwisata
guna mewujudkan Kabupaten Siak sebagai kawasan pariwisata yang
maju dengan tetap berpegang pada budaya melayu yang lekat dengan
religiusitas. Sektor pariwisata memiliki arti penting bagi
perekonomian daerah. Dinas Pariwisata berupaya mengoptimalkan
pemanfaatan sumberdaya pariwisata untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi, meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan daerah
serta masyarakat.
Bertolak dari visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah Kabupaten Siak tersebut, yang terkait dengan tugas pokok
dan fungsi Dinas Pariwisata untuk merealisasikannya adalah :
1. Misi ke – 1 yaitu mewujudkan kualitas sumber daya manusia
yang sehat, cerdas, berakhlak, beriman dan bertaqwa serta
berbudaya melayu. Pada misi ini kualitas SDM yang ingin dicapai
adalah menurunnya tingkat pengangguran meningkatnya
kehidupan beragama dan berbudaya.
2. Misi ke – 2 yaitu mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah
yang merata, terutama di kampung-kampung serta menerapkan
pembangunan yang berwawasan lingkungan. Pada misi ini
keterkaitannya adalah pemerataan dan ketersediaan fasilitas
umum seperti sarana dan prasarana pariwisata, dengan selalu
memperhatikan lingkungan hidup.
3. Misi ke – 3 yaitu mewujudkan perekonomian daerah yang mandiri
dan berdaya saing melalui pembangunan dan pengembangan
sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan serta
sektor-sektor produktif lainnya. Keterkaitan dengan tupoksi
Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga adalah pada kegiatan
menumbuh kembangkan wirausaha muda, membuka peluang
lapangan pekerjaan pada lokasi destinasi wisata dan
menumbuhkan kegiatan ekonomi baru (ekonomi kreatif) di bidang
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 6
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
pariwisata serta meningkatkan peran aktif pelaku pariwisata
dalam mendukung pengembangan UMKM agroindustri
4. Misi ke – 4 yaitu mewujudkan destinasi pariwisata yang berdaya
saing. Misi ini merupakan tugas pokok dan fungsi Dinas
Pariwisata dengan sasaran berkembangnya industri pariwisata
yang berbasis budaya dan nilai-nilai keagamaan dan
meningkatnya kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Siak
serta meningkatnya kunjungan wisatawan.
5. Misi ke – 5 yaitu mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang
baik dan bersih serta pelayanan yang publik yang prima. Pada
misi ini yang ingin dicapai ialah meningkatnya kinerja birokrasi
dan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat yang
melayani pariwisata pemuda dan olah raga.
3.3. TELAAHAN RENSTRA KEMENTERIAN PARIWISATA RI
Visi Kemenparekraf/Baparekraf
Berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia, maka
Kementerian/Lembaga hanya memiliki 1 (satu) Visi, yaitu Visi
Presiden Republik Indonesia. Hal ini berarti bahwa Visi
Kemenparekraf/Baparekraf harus selaras dengan Visi Presiden
Republik Indonesia. Sehingga visi Kemenparekraf/Baparekraf tahun
2020-2024 adalah “Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia
yang maju, berdaya saing, berkelanjutan serta mengedepankan
kearifan local dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat,
mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong”.
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia yang maju bermakna
bahwa pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan
harus mempertimbangkan perkembangan teknologi terkini dalam
rangka meningkatkan kualitas produk pariwisata dan ekonomi
kreatif yang dihasilkan.
Pemanfaatan teknologi tersebut tentunya harus
mempertimbangkan aspek permintaan wisatawan maupun aspek
kemampuan industri dalam mengadopsinya. Selain itu, pengelolaan
pariwisata dan ekonomi kreatif juga perlu menyesuaikan terhadap
perkembangan tren pengelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif di
dunia, agar sektor ini tidak tertinggal dibanding dengan negara lain.
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 7
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia yang berdaya saing
bermakna bahwa produk pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia
harus dapat menjadi pilihan disbanding dengan produk serupa yang
dihasilkan negara lain. Dalam konteks pariwisata, Indonesia harus
mampu menjadi destinasi wisata pilihan wisatawan dunia
dibandingkan dengan destinasi di beberapa negara tetangga seperti
Thailand, Filipina dan Singapura. Sedangkan dalam konteks ekonomi
kreatif, produk ekonomi kreatif Indonesia harus mampu menembus
pasar dunia.
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia yang berkelanjutan
bermakna pengelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif dapat
dilakukan secara berkelanjutan, sehingga dapat terus dinikmati
hingga generasi berikutnya. Oleh karena itu, tata kelola pariwisata
maupun ekonomi kreatif Indonesia harus mendukung pelaksanaan
Sustainable Development Goals (SDG’s) yang dicanangkan oleh
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia yang mengedepankan
kearifan lokal bermakna bahwa dalam pengelolaan pariwisata dan
ekonomi kreatif, harus focus dan memprioritaskan kepada kearifan
lokal. Mengangkat indikasi geografis Indonesia sebagai suatu
originalitas dan identitas diri bangsa Indonesia diharapkan dapat
menjadi daya tarik tersendiri, baik dalam bidang pariwisata maupun
ekonomi kreatif.
Misi Kemenparekraf/Baparekraf
Presiden Republik Indonesia memiliki 9 (sembilan) misi yang harus
dilakukan dalam pembangunan Indonesia 5 (lima) tahun ke depan,
yaitu:
1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia
2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing
3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan
4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan
5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa
6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan
terpercaya
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 8
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman
pada seluruh warga
8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya
9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka Negara Kesatuan
Dalam konteks pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,
Kemenparekraf/Baparekraf berkontribusi secara langsung terhadap
misi nomor 2 yaitu struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan
berdaya saing. Oleh karena itu, maka misi Kementerian Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
adalah memperkokoh struktur ekonomi nasional yang produktif,
mandiri dan berdaya saing melalui optimasi pengelolaan
pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kemenparekraf/Baparekraf akan turut serta berkontribusi
dalam memantapkan Penyelenggaraan Sistem Ekonomi Nasional
yang Berlandaskan Pancasila, melalui penyelenggaraan pariwisata
dan ekonomi kreatif yang efektif dan efisien dengan mengedepankan
potensi yang dimiliki Indonesia.
Dalam menyambut era industri 4.0, Kemenparekraf/Baparekraf
akan selalu mendorong pertumbuhan industri pariwisata dan
ekonomi kreatif dalam negeri, baik secara kuantitas maupun kualitas
industri dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri
pariwisata dan ekonomi kreatif.
Misi nomor 2 ini akan menjadi fokus utama pekerjaan
Kemenparekraf/Baparekraf dalam pembangunan nasional,
khususnya pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selama
tahun 2020-2024.
Selain itu, Kemenparekraf/Baparekraf juga berkontribusi tidak
langsung terhadap misi Presiden RI nomor 1 dan 8. Pada misi nomor
1 yaitu Peningkatan kualitas manusia Indonesia melalui peningkatan
SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mewujudkan SDM yang
Unggul dan Berdaya Saing. Sedangkan misi nomor 8, yaitu
Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya
melalui pelaksanaan Reformasi Birokrasi dengan Mengoptimalkan
pelaksanaan 8 (delapan) area perubahan Reformasi Birokrasi
Kemenparekraf/Baparekraf.
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 9
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
Tujuan Kemenparekraf/Baparekraf
Berdasarkan visi dan misi Presiden Republik Indonesia yang
secara otomatis menjadi visi dan misi Kemenparekraf/Baparekraf
khususnya bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, maka ditentukan
tujuan strategis (strategic goals) Kemenparekraf/Baparekraf. Tujuan
ini menjadi tujuan akhir pembangunan nasional bidang pariwisata
dan ekonomi kreatif dalam menyukseskan Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.
Tujuan Kemenparekraf/Baparekraf tahun 2020-2024 adalah
“Meningkatnya kontribusi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap
ketahanan ekonomi nasional”. Pencapaian tujuan ini diukur melalui
(tiga) indikator, yaitu:
1. Nilai devisa pariwisata
2. Kontribusi PDB Pariwisata
3. Nilai ekspor produk ekonomi kreatif
Sasaran Strategis Kemenparekraf/Baparekraf
Sasaran strategis Kemenparekraf/Baparekraf merupakan uraian
dari tujuan strategis yang sekaligus merupakan pemetaan dari
strategi Kemenparekraf/Baparekraf dalam melaksanakan Misi nomor
untuk mewujudkan Visi Presiden tahun 2020-2024.
Kemenparekraf/Baparekraf memiliki 11 sasaran strategis yang
dipetakan kedalam 4 (empat) perspektif BSC.
Perspektif pertama yaitu stakeholder, perspektif kedua yaitu
customer, perspektif ketiga yaitu internal process, dan perspektif
keempat yaitu learning & growth. Perspektif pertama yaitu
stakeholders merupakan perspektif yang melambangkan
outcome/impact yang ingin dicapai oleh Kemenparekraf/Baparekraf.
Outcome yang ingin dicapai oleh Kemenparekraf/Baparekraf
direpresentasikan oleh tujuan strategis Kemenparekraf/Baparekraf.
Pada perspektif stakeholders, Kemenparekraf/Baparekraf memiliki 1
(satu) sasaran strategis yaitu:
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 10
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
“Meningkatnya kontribusi pariwisata dan ekonomi kreatif
terhadap ketahanan ekonomi”.
Capaian sasaran strategis ini diukur oleh 3 (tiga) indikator
kinerja sasaran strategis (IKSS).
Perspektif kedua yaitu customer merupakan perspektif yang
menggambarkan output dari Kemenparekraf/ Baparekraf. Dengan
output yang dihasilkan tersebut, diharapkan outcome
Kemenparekraf/Baparekraf dapat terwujud. Pada perspektif ini,
Kemenparekraf/Baparekraf memiliki 6 (enam) sasaran strategis yaitu:
“Meningkatnya nilai tambah ekonomi kreatif nasional”,
“Meningkatnya kualitas dan jumlah wisatawan”, “Meningkatnya
daya saing destinasi dan industri pariwisata nasional”,
“Tersedianya produk pariwisata sesuai kebutuhan”,
Bertumbuhnya investasi dan akses pembiayaan serta
meningkatnya kemampuan industri sector pariwisata dan
ekonomi kreatif nasional”, dan “Terlindunginya kekayaan
intelektual bidang pariwisata dan ekonomi kreatif”.
Capaian sasaran strategis ini diukur melalui 10 IKSS.
Perspektif ketiga yaitu internal process merupakan perspektif yang
menggambarkan proses yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf
untuk menghasilkan output di customer perspective. Jika proses
telah dilakukan dengan benar, diharapkan output pada perpsektif
customer dapat terwujud. Pada perspektif ini,
Kemenparekraf/Baparekraf memiliki 3 (tiga) sasaran strategis yaitu:
“Terselenggaranya regulasi pariwisata dan ekonomi kreatif
berbasis kajian”, “Tersedianya data dan informasi hasil kajian
sesuai kebutuhan pariwisata dan ekonomi kreatif”, dan
“Meningkatnya kualitas dan kuantitas SDM kepariwisataan dan
ekonomi kreatif”.
Capaian sasaran strategis ini diukur melalui 5 (lima) IKSS.
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 11
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
Perspektif keempat yaitu learn and growth merupakan perspektif
yang menggambarkan aset strategis Kemenparekraf yang digunakan
untuk menjalankan proses pada perspektif internal process. Pada
perspektif ini, Kemenparekraf memiliki 1 (satu) sasaran strategis
yaitu “Terwujudnya Reformasi Birokrasi Kementerian Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
menuju birokrasi yang profesional”.
Capaian sasaran strategis ini diukur melalui 1 (satu) IKSS.
3.4. TELAHAAN RENSTRA SKPD PROVINSI RIAU, RENSTRA DINAS
PARIWISATA PROVINSI RIAU
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Propvinsi Riau yang
membidangi Pariwisata pastilah mempedomani visi dan misi
Gubernur terpilih 2019 – 2024 dalam menyusun Renstranya.
Kabupaten /Kota tentunya juga harus melihat RPJMD Provinsi Riau
dalam menyusun RPJMD Kabupaten/Kota. Sebelum menelaah
Renstra Pariwisata SKPD Provinsi Riau, akan digambarkan secara
singkat RPJMD Provinnsi Riau Tahun 2014 -2019.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD)Provinsi Riau, Gubernur telah menyampaikan Visi Provinsi
Riau Tahun
2019-2024 yaitu :
“Terwujudnya Riau yang Berdaya Saing, Sejahtera,
Bermartabat dan Unggul di Indonesia (RIAU BERSATU)”
Untuk mencapai visi tersebut maka Pemerintah Provinsi Riau
menyusun misi yaitu :
Misi 1 : Mewujudkan sumber daya manusia yang beriman,
berkualitas dan berdaya saing global melalui
pembangunan manusia seutuhnya.
Misi 2 : Mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah
yang merata, berwawasan lingkungan dan
berkelanjutan.
Misi 3 : Mewujudkan pembangunan ekonomi yang
inklusif, mandiri dan berdaya saing.
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 12
Misi 4 RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
Misi 5
: Mewujudkan budaya Melayu sebagai payung
negeri dan mengembangkan pariwisata yang
berdaya saing.
: Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik
dan pelayanan publik yang prima berbasis
teknologi informasi.
Bertolak pada visi dan misi Kepala Daerah Provinsi Riau,
Pembangunan Pariwisata masuk pada Misi ke-4 yaitu Mewujudkan
budaya Melayu sebagai payung negeri dan mengembangkan
pariwisata yang berdaya saing. Upaya dalam mencapai misi ini
akan dicapai dengan tujuan :
Meningkatnya Daya Saing Pariwisata Daerah dengan indikator
Jumlah pengeluaran wisatawan mancanegara. Dalam upaya
pencapaian tujuan tersebut, sasaran yang dituju adalah
Meningkatnya Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Meningkatnya
Kenyamanan Wisatawan Mancanegara di Provinsi Riau. Adapun
strategi yang digunakan adalah :
1) Pemasaran yang berkualitas;
2) Atraksi wisata yang baik;
3) Destinasi yang baik;
4) Kualitas pelayanan SDM yang baik;
5) Meningkatkan peran serta pelaku ekonomi kreatif.
3.5 TELAAHAN RENSTRA K/L DAN RENSTRA
PROVINSI/KABUPATEN/KOTA
Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2011
Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun
2010-2025, Visi Pembangunan Kepariwisataan Nasional adalah
Terwujudnya Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata kelas
dunia, berdaya saing, berkelanjutan, mampu mendorong
pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.
Adapun untuk mencapai visi tersebut telah ditetapkan 4 misi yaitu
pengembangan:
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 13
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
(1) Destinasi Pariwisata yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai,
berwawasan lingkungan, meningkatkan pendapatan nasional, daerah
dan masyarakat;
(2) Pemasaran Pariwisata yang sinergis, unggul, dan bertanggung jawab
untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Nusantara dan
mancanegara;
(3) Industri Pariwisata yang berdaya saing, kredibel, menggerakkan
kemitraan usaha, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam
dan sosial budaya; dan
(4) Organisasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat,
sumber daya manusia, regulasi, dan mekanisme operasional yang
efektif dan efisien dalam rangka mendorong terwujudnya
pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50
Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan
Nasional Tahun 2010 - 2025, Pemerintah Pusat menetapkan adanya 50
Destinasi Pariwisata Nasional (DPN), 222 Kawasan Pengembangan
Pariwisatan Nasional (KPPN) dan 88 Kawasan Strategis Pariwisata
Nasional. Yang dimaksud dengan DPN adalah kawasan geografis yang
berada dalam satu atau lebih wilayah adminstratif yang di dalamnya
terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata,
aksesibilitas serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi
terwujudnya kepariwisataan yang berskala nasional. Adapun yang
dimaksud dengan KSPN adalah kawasan yang memiliki fungsi utama
pariwisata, atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata
nasional, yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek,
seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber
daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan
keamanan.
Dari 222 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN), 6
KPPN berada di Provinsi Riau, yaitu (1) KPPN Muara Takus – Kampar dan
sekitarnya; (2) KPPN Pekanbaru Kota dan sekitarnya; (3) KPPN Rupat
Bengkalis dan sekitarnya; (4) KPPN Pulau Jemur - Rokan Hilir dan
sekitarnya; (5) KPPN Siak Sri Indrapura dan sekitarnya; dan (6) KPPN
Bukit Tiga Puluh - Rengat dan sekitarnya. Dari 6 KPPN yang ada di
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 14
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
Provinsi Riau tersebut, KPPN Muara Takus - Kampar dan sekitarnya,
termasuk dalam Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Padang - Bukit
Tinggi dan sekitarnya, KPPN Bukit Tiga Puluh - Rengat dan sekitarnya
termasuk dalam DPN Jambi - Kerinci Seblat dan sekitarnya. 4 KPPN yang
lain, termasuk dalam DPN Pekanbaru - Rupat dan sekitarnya. Ada pun
dari 88 KSPN yang ada, 1 KSPN, yaitu KSPN Rupat dan sekitarnya berada
di Provinsi Riau. Selanjutnya berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2011
tersebut, Penanggung jawab Pembangunan Kepariwisataan pada DPN dan
KSPN merupakan tanggung jawab Kementerian yang mengurus
Kepariwisataan, bekerjasama dengan kementerian terkait, seperti
Kementerian yang menangani Bidang Pekerjaan Umum dan Kementerian
yang menangani Bidang Perhubungan.
Pada tahun 2014, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pemasaran menetapkan 9
Destinasi Wisata Syariah di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Provinsi Banten,
Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat,
Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Lampung
dan Provinsi Riau dan. Penetapan suatu daerah menjadi tujuan wisata
syariah dilakukan berdasarkan hasil kajian kesiapan sumber daya
manusia, budaya masyarakat setempat, serta ketersediaan fasilitas
pendukung yang memenuhi standar syariah Islam. Bukan hanya dilihat
dari ketersediaan daya tarik wisata religi atau tempat wisata ziarah saja,
tetapi ketersediaan fasilitas pendukung, seperti hotel, restoran, spa
maupun fasilitas lainnya yang memenuhi standar syariah Islam.
Pada era Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf
Kala, kementerian yang menangani bidang pariwisata, dibawah
koordinasi Menteri Koordinator Kemaritiman diminta untuk bersinergi
dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan,
dan Kementerian ESDM untuk menciptakan kedaulatan maritim, yang
termasuk agenda pertama dari Nawa Cita, 9 Agenda Prioritas. Dimana
ekowisata bahari dan ekowisata sungai merupakan jenis wisata yang akan
mendapat prioritas dalam pembangunan.
Di dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) Tahun 2014 - 2019, telah ditetapkan sasaran
pembangunan pariwisata, yaitu sasaran pertumbuhan dan sasaran
pembangunan inklusif. Sasaran pertumbuhan meliputi (1) Kontribusi
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 15
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
terhadap Pendapatan Domestik Bruto Nasional meningkat dari 4,2% pada
tahun 2014 menjadi 8% pada tahun 2019; (2) Jumlah wisatawan
mancanegara dari 9 juta orang pada tahun 2014 menjadi 20 juta orang
pada tahun 2019; (3) Jumlah wisatawan Nusantara dari 250 juta
kunjungan pada tahun 2014 menjadi 275 juta kunjungan pada tahun
2019; dan (4) Peningkatan devisa dari 120 Triliun Rupiah pada tahun
2014 menjadi 240 Triliun Rupiah pada Tahun 2019. Adapun sasaran
pembangunan inklusif adalah meningkatnya usaha lokal dalam industry
pariwisata dan meningkatnya jumlah tenaga kerja lokal yang tersertifikasi.
3.6 TELAAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN
LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS
Beberapa isu yang memberikan dampak negatif bagi pemabngunan
Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif dalam RTRW Provinsi Riau antara
lain : perubahan penutupan hutan, ancaman keanekaragaman hayati,
penurunan kualitas air dan ancaman bencana lingkungan seperti banjir.
Hal tersebut erat kaitannya dengan kekuatan objek pariwisata di Provinsi
Riau yang masih di dominasi oleh objek wisata alam yang sangat
tergantung pada kondisi alamiah landscape untuk dinikmati para
wisatawan yang mengunjungi objek tersebut.
Beberapa isu yang memberikan dampak positif bagi pembangunan
bidang kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif dalam RTRW Provinsi Riau
antara lain : peningkatan taraf hidup, peningkatan pertumbuhan ekonomi
dan peningkatan peluang kerja. Hal ini juga erat kaitannya dengan
interaksi pelaku usaha bidang Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif serta
dukungan masyarakat di sekitar objek wisata dalam hal penyediaan jasa
dan usaha terkait. Pada beberapa destinai dan objek khusus interaksi ini
sudah membuahkan hasil yang menggembirakan dengan tumbuhnya
usaha-usaha pariwisata seperti hotel, homestay, rumah makan, restoran,
pedagang cenderamata dan fasilitasi kegiatan kegiatan pariwisata lain.
3.6.1 Telaahan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
Melalui Rekomendasi untuk indikator yang memerlukan upaya
tambahan sesuai dengan hasil perumusan skenario pada bab sebelumnya
mengacu pada hasil uji publik-2 yang dilaksanakan pada tanggal 5
Desember 2018. Pada saat uji publik-2, peserta memberikan masukan
secara tertulis terkait dengan strategi dan arah kebijakan, program dan
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 16
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
kegiatan yang direkomendasikan untuk dapat diacu pada penyusunan
RPJMD Provinsi Riau 2019-2024 adalah :
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 17
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
Daftar Isu Pendek
Kajian Lingungan Hidup Strategis (KLHS)
RPJMD 2019-2024 Provinsi Riau
Rekomendasi Strategi, Arah kebijakan, dan Program
Bidang Pariwisata
TEMA ISU PEMBANGUNAN ISU-ISU TERKAIT
BERKELANJUTAN
Rendahnya nilai tambah dan daya saing
PEKERJAAN LAYAK DAN pariwisata, budaya, produk lokal,
PERTUMBUHAN EKONOMI
rendahnya kualitas ketenagakerjaan dan
kapasitas kelembagaan
Hasil Kajian KLHS terkait Dinas Pariwisata Provinsi Riau
Berdasarkan kajian KLHS yang telah disampaikan, maka program
pengembangan dan pemasaran pariwisata yang terkait dengan Dinas
Pariwisata yaitu kebijakan dalam manajemen destinasi wisata harus
mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Dalam hal ini manajemen
destinasi wisata memperhatikan penanganan sampah dan limbah,
pencemaran lingkungan dan berbagai hal lain yang berdampak pada
masyarakat dan lingkungan di sekitar destinasi wisata tersebut.
Beberapa hal lain yang terkait program pengembangan dan
pemasaran pariwisata yang terkait KLHS, menjadi tugas dan tanggung
jawab bersama dengan berbagai institusi/dinas di lingkup Pemerintah
Provinsi Riau, maupun stakeholder pariwisata lainnya baik dari pelaku
usaha jasa pariwisata maupun komunitas dan masyarakat Riau.
3.7 PENENTUAN ISU – ISU STRATEGIS
Proses penentuan strategis pembangunan dilakukan dengan
menganalisis isu-isu yang berkembang secara sistematis, dengan jalan
melakukan identifikasi berbagai faktor dalam lingkungan internal maupun
eksternal yang terdiri atas kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Kekuatan (Strenght)
Bidang Kepariwisataan, Stabilitas sosial politik di Kabupaten Siak
ditandai dengan sedikitnya konflik, bahkan tidak ditemui adanya
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 18
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
konflik antar masyarakat atau zero open conflik untuk isu-isu berbau
kesukuan, keagamaan dan golongan
Kelemahan (Weaknesses)
Bidang Kepariwisataan, Rendahnya minat masyarakat untuk
melestarikan serta mengembangkan seni, budaya lokal yang sangat
berpotensi untuk promosi pariwisata sekaligus menambah pendapatan
perkapita masyarakat
Peluang (Opportunities)
Bidang Kepariwisataan, Potensi pariwisata layak untuk dikembangkan
agar semakin produktif dan dapat memacu pertumbuhan ekonomi
Tantangan/Ancaman (Threats)
Bidang Kepariwisataan, Era Globaliasi saat ini merupakan ancaman
bagi Kabupaten Siak dengan kondisi sosial budaya, kondisi demikian
apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan sejak dini, sudah barang
tentu Kabupaten Siak akan mengalami krisis seni, budaya dan
akhirnya tumbuh masyarakat yang tidak berbudaya .
BAB III. Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi III ~ 19
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 0
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN,
STRATEGI DAN KEBIJAKAN
Bab ini berisikan: (i) Visi; (ii) Misi; (iii) Tujuan Dinas Pariwisata
Kabupaten Siak; serta (iv) Sasaran Strategis Dinas Pariwisata Kabupaten
Siak, yang akan digunakan sebagai panduan untuk menyusun
kerangka kelembagaan dan program kegiatan Dinas Pariwisata
Kabupaten Siak.
4.1 Visi Dinas Pariwisata
Visi merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang
diinginkan pada akhir periode perencanaan. Sesuai dengan arahan
Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Siak Periode 2021-2026
(Drs. H. Alfedri, M.Si dan H. Husni Merza, BBA, MM ), Visi Dinas
Pariwisata Kabupaten Siak Tahun 2021 - 2026 adalah Visi
Pemerintah Kabupaten Siak yaitu : “Terwujudnya Kabupaten Siak
yang Amanah, Sejahtera, dan Lestari dalam Lingkungan
Masyarakat Yang Agamis dan Budaya Melayu”
Dinas Pariwisata Kabupaten Siak menjabarkan dan
melaksanakan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih
Kabupaten Siak Periode 2021-2026 (Drs. H. Alfedri, M.Si dan H.
Husni Merza, BBA, MM ) sesuai dengan Tugas dan Fungsi Dinas
Pariwisata Kabupaten Siak yang diamanatkan dalam Peraturan
Bupati Siak Nomor 80 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan
Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas Pariwisata
Kabupaten Siak. Penjabaran Visi sesuai dengan peran yang dapat
dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Siak.
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 1
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
4.2. Misi Dinas Pariwisata
Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang
akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Misi Dinas Pariwisata
Kabupaten Siak mengacu pada 1 (satu) dari 5 (lima) Misi Bupati
dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Siak Periode 2021-2026 (Drs.
H. Alfedri, M.Si dan H. Husni Merza, BBA, MM ) yang selanjutnya
dijabarkan sesuai tugas dan fungsi Dinas Pariwisata Kabupaten
Siak adalah sebagai berikut :
1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah melalui
penerapan E-Government.
2. Mewujudkan kualitas SDM yang agamis, unggul, sehat dan cerdas.
3. Meningkatkan kualitas infrastruktur dasar yang inklusif.
4. Mewujudkan perekonomian yang maju dan berdaya saing melalui
pengembangan sektor pertanian, industri, UMKM, ekonomi kreatif,
pariwisata dan sektor produktif lainnya.
5. Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan pemajuan
budaya Melayu.
4.3. Tujuan Dinas Pariwisata
Tujuan yang ingin dicapai Dinas Pariwisata Kabupaten Siak
dalam lima tahun ke depan didasarkan pada hasil identifikasi
potensi, permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi dalam
rangka mewujudkan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati
Terpilih Kabupaten Siak Periode 2021-2026 (Drs. H. Alfedri, M.Si
dan H. Husni Merza, BBA, MM ) Berdasarkan Peraturan Daerah
Nomor 80 Tahun 2016 tentang tugas dan fungsi Dinas Pariwisata
Kabupaten Siak. Dinas Pariwisata Kabupaten Siak menetapkan
tujuan yang akan dicapai pada tahun 2016-2021, yaitu:
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 2
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas Destinasi dan Industri
Pariwisata;
2. Memasarkan destinasi dan Industri pariwisata dengan
menggunakan strategi pemasaran terpadu secara efektif, efisien,
dan bertanggujawab serta yang intensiinovatif dan interaktif;
3. Mengembangkan Kelembagaaan Kepariwisataan dan tata kelola
pariwisata yang mampu mensinergikan Pembangunan Destinasi
Pariwisata, Pemasaran Pariwisata, dan Industri Pariwisata
secara profesional, efektif dan efisien.
4.4. Sasaran Strategis dan Kebijakan Dinas Pariwisata
Dalam rangka mencapai Visi dan Misi, Dinas Pariwisata
Kabupaten Siak menetapkan sasaran strategis dari masing-masing
tujuan yang ingin dicapai dalam periode 2021-2026, antara lain :
Tujuan 1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas Destinasi dan
Industri Pariwisata dengan Sararana Strategis sebagai
beikut :
1) Meningkatnya kualitas pengembangan infrastruktur,
ekosistem dari destinasi dan Industri pariwisata;
Tujuan 2. Memasarkan destinasi dan Industri pariwisata dengan
menggunakan strategi pemasaran terpadu secara efektif,
efisien, dan bertanggujawab serta yang intensiinovatif
dan interaktif dengan Sararana Strategis sebagai beikut :
2) Meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan
nusantara (wisnus);
3) Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan
mancanegara (wisman);
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 3
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
4) Meningkatnya wisatawan yang menginap di
Kabupaten Siak;
5) Meningkatnya jumlah penerimaan PAD di Bidang
Pariwisata;
Tujuan 3. Mengembangkan Kelembagaaan Kepariwisataan dan tata
kelola pariwisata yang mampu mensinergikan
Pembangunan Destinasi Pariwisata, Pemasaran
Pariwisata, dan Industri Pariwisata secara profesional,
efektif dan efisien dengan Sararana Strategis sebagai
beikut :
6) Meningkatnya kapasitas, kompetensi dan
profesionalisme Tenaga Kerja/ apartur dan Pelaku
Usaha Pariwisata;
7) Terwujudnya organisasi dan tata laksana yang sesuai
dengan kebutuhan, tugas dan fungsi;
8) Meningkatnya kualitas kinerja pengelolaan
keuangan.
Pengembangan Destinasi Pariwisata yang diharapkan adalah :
Terwujudnya destinasi pariwisata yang aman, nyaman, menarik, mudah
dicapai, berwawasan lingkungan, meningkatkan pendapatan daerah dan
masyarakat. Strategi yang digunakan adalah akselerasi program yaitu
dengan menggerakkan potensi dan penunjang kepariwisataan secara
terpadu dan berkelanjutan untuk menjadikan Kabupaten Siak
mempunyai daya Tarik. Kebijaksanaan dan strategi adalah cara yang
ditempuh dalam rangka pencapaian Misi. Strategi diuraikan ke dalam
arah kebijakan, tujuan, sasaran program dan kegiatan prioritas yang
akan diimplementasikan dalam periode waktu tertentu. Untuk menjaga
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 4
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
konsistensi Visi dan Misi, terutama dalam menjabarkannya pada
kebijakan perencanaan pembangunan selama lima tahun ke depan, maka
Dinas Pariwisata Kabupaten Siak telah memakai strategi untuk
mewujudkan Visi dan Misi sebagai berikut :
1. Koordinasi; adalah suatu upaya komunikasi yang dijalin, baik
secara horizontal maupun vertikal untuk mencapai tujuan tertentu;
2. (Friendly system); adalah system yang menyenangkan wisatawan;
3. (Improve); adalah upaya untuk memperbaiki tingkat pelayanan
kepada wisatawan secara continue;
4. (Exceed Expectations); adalah upaya yang dilakukan untuk
melampauhi/ memenuhi yang diharapkan wisatawan untuk
menguasai pasar dengan menetapkan standar pelayanan yang
tinggi dan mengkomunikasikan standar¬isasi tersebut kepada staf;
5. Motivasi; adalah adanya dorongan untuk melakukan yang terbaik
secara terus-menerus dalam pelaksanaan tugas sehari-hari;
6. Eligible; mengandung makna yaitu sesuatu yang dihasilkan selalu
memuaskan pelanggan, dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai
dengan yang diharapkan;
7. Coorporate culture; penciptaan kultur organisasi yang
didedikasikan untuk pelayanan prima. Penekanannya adalah
bagaimana membangun nama baik dimata wisatawan, penciptaan
citra organisasi (brand image) melalui pelayanan yang memberikan
kepuasan wisatawan.
Strategi pembangunan kepariwisataan berfungsi sebagai dasar
dalam perumusan rencana dan program pembangunan kepariwisataan
daerah.
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 5
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
Strategi Pembangunan kepariwisataan, meliputi :
1. Meningkatkan dan Mengembangkan kawasan Ekowisata Alam,
kawasan pariwisata Pendidikan dan Sejarah, kawasan pariwisata
Belanja dan Kuliner Kreatif, kawasan pariwisata Warisan Budaya,
kawasan pariwisata budaya tradisional, kawasan pariwisata
Konvensi dan Olahraga;
2. Mengembangkan jalur wisata tematik yang menghubungkan
kawasan pariwisata Daerah dengan kawasan pariwisata di
sekitarnya;
3. Mengembangkan program wisata kreatif, edukatif dan berwawasan
lingkungan untuk meningkatkan lama tinggal, pengeluaran
wisatawan dan jumlah kunjungan di masa rendah kunjungan;
4. Mengembangkan program wisata kreatif pada daya tarik wisata
tradisional, industri kreatif dan ilmu pengetahuan dan teknologi;
5. Mengembangkan program wisata edukatif pada daya tarik wisata
alam perkotaan yang mampu meningkatkan kontribusi wisatawan
dan penduduk Daerah terhadap peningkatan kualitas lingkungan
hidup Kota Siak;
6. Mengembangkan program wisata kreatif dan edukatif pada daya
tarik wisata warisan budaya yang mampu meningkatkan rasa cinta
tanah air dan bangsa serta berkontribusi pada pelestarian
bangunan warisan atau bangunan cagar budaya;
7. Mengembangkan fasilitas akomodasi kelas bintang, daya tarik
wisata dan fasilitas rekreasi;
8. Mengembangkan identitas usaha pariwisata Daerah yang kreatif
melalui penciptaan suasana khas Daerah dan pelayanan kreatif
kepada konsumen;
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 6
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
9. Meningkatkan daya saing usaha pariwisata melalui pengembangan
produk berwawasan lingkungan dan berbasis masyarakat;
10. Mengembangkan program kemitraan berkinerja tinggi antara
industri kreatif masyarakat dengan usaha pariwisata Daerah;
11. Menerapkan konsep pemasaran bertanggung jawab dan diarahkan
oleh masyarakat pada setiap program pemasaran yang dilakukan
oleh Pemerintah maupun usaha pariwisata;
12. Mengembangkan pasar pariwisata Daerah diarahkan pada pasar
pariwisata berkualitas, yaitu pasar pariwisata dengan lama tinggal
yang panjang, pengeluaran berwisata yang besar, serta kesadaran
terhadap kelestarian alam dan budaya yang tinggi;
13. Menetapkan target jumlah wisatawan berdasarkan pertimbangan
rata-rata jumlah kunjungan wisatawan Daerah selama 5 (lima)
tahun;
14. Mengembangkan pemasaran terpadu dengan sektor lain,
khususnya perdagangan dan investasi;
15. Mengembangkan pemasaran terpadu dengan Kabupaten Se
Propinsi Riau, Provinsi Riau dan Nasional untuk dapat menjaring
pasar yang lebih luas;
16. Mengembangkan kerja sama dengan komunitas kreatif, seni,
sejarah serta ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pelaksanaan
program pemasaran;
17. Menggiatkan kelompok penggerak pariwisata pada kawasan
strategis dan kawasan pengembangan pariwisata;
Kebijakan Pembangunan Kepariwisataan Daerah meliputi:
1. Pembangunan kawasan strategis pariwisata untuk memperkuat
potensi alam perkotaan, seni sebagai produk pariwisata;
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 7
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
2. Pengembangan daya tarik wisata alam perkotaan yang edukatif,
seni yang kreatif, industri kreatif yang berwawasan lingkungan,
serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang kreatif, baik bagi
wisatawan maupun penduduk daerah;
3. Pengembangan sistem pengelolaan dan pelestarian yang kreatif
terhadap warisan budaya daerah untuk meningkatkan apresiasi
masyarakat dan wisatawan;
4. Pengembangan pemasaran melalui komunitas dalam pemasaran
pariwisata perkotaan yang kreatif;
5. Pengembangan pemasaran terpadu dengan pemasaran pariwisata
Provinsi Riau dan Nasional;
6. Pengembangan kebijakan dan regulasi yang handal dan sesuai
dengan norma agama dan budaya masyarakat daerah dalam
pengendalian pembangunan kepariwisataan dan mendorong minat
investasi dalam pengembangan pariwisata kreatif dan berwawasan
lingkungan;
7. Peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia
pemerintahan, industri pariwisata dan masyarakat dalam
perencanaan, pengelolaan dan pengendalian pariwisata perkotaan
kreatif dan berwawasan lingkungan;
8. Pendistribusian kegiatan wisata baik secara keruangan (spasial) ke
kawasan pariwisata potensial lain untuk mengurangi kepadatan,
maupun penyebaran waktu kunjungan untuk mengisi waktu
dengan tingkat kunjungan rendah.
Dinas Pariwisata Kabupaten Siak dipengaruhi oleh perubahan
lingkungan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Mencermati
lingkungan internal diperlukan untuk mengetahui kekuatan (strengths)
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 8
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
dan kelemahan (weakness) yang perlu dibenahi, diperbaiki atau
ditingkatkan, sedangkan lingkungan eksternal berupa peluang
(opportunities) dan tantangan (treaths) merupakan faktor yang perlu
dijawab guna mengatasi berbagai masalah yang mungkin akan dihadapi
pada masa yang akan datang :
1. Lingkungan Internal.
a. Kekuatan ( strength )
1) Adanya tugas pokok dan fungsi yang jelas dalam peraturan
perundangan
2) Adanya Potensi Obyek dan Daya Tarik pariwisata
3) Adanya Potensi Kebudayaan yang kuat
4) Adanya potensi pelaku usaha pariwisata
5) Adanya komitmen dan semangat pimpinan dan staf untuk
melaksanakan tugas
6) Tersedianya pendidikan dan latihan di bidang pariwisata
7) Tersedianya dana pendukung
b. Kelemahan (weakness)
1) Masih kurangnya SDM sebagai tenaga pengembangan
kepariwisataan.
2) Terbatasnya, sarana dan prasarana pendukung ke kawasan
obyek wisata.
3) Berbagai permasalahan pelaku usaha pariwisata.
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 9
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
2. Lingkungan Eksternal.
a. Peluang (Opportunity)
1) Letak wilayah yang strategis
2) Keberadaan pusat kawasan industri Buton
3) Adanya dukungan dari semua stakeholder
4) Banyaknya peninggalan situs-situs bersejarah
5) Banyaknya seniman, organisasi kesenian dan benda-benda
cagar budaya yang ada
6) Adanya kerjasama/kemitraan antara Pemerintah dan Swasta
b. Tantangan (treath)
1) Rendahnya PDRB dibidang Pariwisata
2) Respon generasi muda terhadap seni tradisional yang masih
cenderung pasif
3) Masih terbatasnya dana untuk pengembangan pemasaran
dan destinasi pariwisata
Melihat dari tantangan dan peluang yang ada maka kunci
keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Pariwisata
Kabupaten Siak antara lain :
1. Tersedianya sumber daya manusia yang profesional, kreatif,
handal serta memahami tugas-tugas kepariwisataan.
2. Terwujudnya pengembangan potensi pariwisata yang optimal
secara efektif dan efisien
3. Terwujudnya pemanfaatan letak strategis wilayah dalam rangka
peningkatan kegiatan kepariwisataan
4. Terwujudnya sistem kegiatan pemasaran dan promosi pariwisata
yang efektif dan optimal serta berkelanjutan
5. Terwujudnya iklim yang kondusif bagi investor pariwisata
sehingga mengalirnya investasi yang masuk di Kabupaten Siak
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 10
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
6. Tewujudkan usaha meningkatkan tingkat kunjungan wisata
setiap tahunnya.
7. Terwujudnya industri pariwisata memberiklan peluang
pekerjaan dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.
8. Terwujudnya peningkatan Pendapan Asli Daerah yang
bersumber dari industri kepariwisataan.
a. Strategi Strength-Opportunity (SO)
1. Meningkatkan mutu obyek pariwisata yang berdaya saing
2. Meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan
3. Meningkatkan lama tinggal wisatawan
4. Meningkatkan daya beli wisatawan
5. Meningkat pertumbuhan industri pariwisata
6. Meningkatkan sarana dan prasarana pariwisata
7. Meningkatkan sarana optimalisasi penggalian dan
pengembangan potensi pariwisata daerah
8. Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam
pembangunan kepariwisataan
9. Meningkatkan koordinasi dalam rangka pembangunan
kepariwisataan daerah
10. Meningkatkan koordinasi dalam rangka pemasaran budaya
untuk kemajuan pariwisata
b. Strategi Weakness-Opportunity (WO)
1. Pengembangan bidang kepariwisataan dengan cara mengelola
potensi obyek pariwisata dan kekayaan budaya yang dimiliki
2. Pengembangan, pembenahan dan penyiapan obyek wisata
baru yang menarik
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 11
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
3. Pengembangan terhadap sumber daya manusia tentang
pentingnya dunia kepariwisataan
4. Peningkatan jiwa kewirausahaan pelaku pariwisata
BAB IV. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan IV ~ 12
Tabe
Tujuan dan Sasaran Jangk
Dinas Pariwisata
TUJUAN INDIKATOR TUJUAN TARGET SASARAN INDIKATOR SA
2026
Jumlah Wisatawan
1 Meningkatkan Kunjungan Jumlah Wisatawan 874,503 1 Meningkannya Promosi Pariwissata
Lama Tinggal Wisat
Wisatawan
Jumlah PAD Retrib
Lama Tinggal 3.5 Pariwisata
Jumlah Event
Wisatawan
Jumlah Promosi Pa
Jumlah PAD 3,4 Milyar Cetak
Retribusi Sektor Jumlah Promosi Pa
Pariwisata Elektronick
Jumlah kerjasama P
yang terjalin
2 Meningkatnya Daya Saing Destinasi Jumlah Destinasi P
dan Industri Pariwisata yang baik dan berd
Jumlah Industri Par
3 Meningkatnya produktifitas dan baik dan berdaya S
akses ekonomi kreatif Jumlah sarana dan
yang dibangun
4 Meningkatnya pelaku ekonomi % sarana dan prasa
kreatif baru/pemula dalam dimanfaatkan
pengembangan ekonomi kreatif Jumlah pelaku usah
kreatif baru/pemu
% pelaku usaha eko
kreatif/pemula yan
el 4.1
ka Menengah Pelayanan
a Kabupaten Siak
ASARAN SATUAN 2022 2023 TARGET TAHUN KE 2025 2026
n Orang 500,000 575,000 2024 760,438 874,503
tawan Hari 2.0 2.3 661,250 3.0 3.5
2.6
busi Sektor Rp. 2,522,500,000 2,900,875,000 3,336,006,250 3,836,407,188 4,411,868,266
Event 17 20 22 26 30
ada Media Kali 20 23 26 30 35
ada Media Kali 16 18 21 24 28
Pariwisata Dok. Perjanjian 14 16 19 21 24
ariwisata Destinasi 17 20 22 26 30
daya Saing Pariwisata
riwisata yang Industri 30 35 40 46 52
Saing Pariwisata
prasarana Sarana dan 25 10 15 20 25
Prsarana
arana yang % 94% 96% 97% 98% 100%
ha ekonomi Pelaku 150 75 100 125 150
la yang dibina
onomi % 60% 70% 80% 90% 100%
ng berkreasi
Siak Sri Indarapura, 27 Agustus 2021
KEPALA DINAS PARIWISATA
KABUPATEN SIAK
Dr. H. FAUZI ASNI, M.Si
NIP. 19680414 198810 1 001
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
BAB V. Rencana Program dan Kegiatan, Indikator V~0
Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN,
INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN
DAN PENDANAAAN INDIKATIF
Program dan Kegiatan merupakan upaya dari tindakan nyata dalam
jangka waktu tertentu yang akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata
Kabupaten Siak dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk
mencapai tujuan dan sasaran tertentu sesuai dengan kebijakan dan
program-program yang telah di tetapkan.
Secara garis besar program kerja yang akan dilakukan oleh Dinas
Pariwisata Kabupaten dalam kurun waktu 2021 –2026 meliputi :
1) Program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata;
2) Program Pemasaran Pariwisata;
3) Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dan Ekonomi
Kreatif;
Dan agar agar program-program tersebut dalam dilaksanakandan
berhasil baik, perlu dilaksanakan juga program-program pendukung
sebagai berikut:
1) Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota.
Capaian Kinerja dan Keuangan. Kebijakan umum pembangunan
urusan Pariwisata dalam RPJMD Kabupaten Siak Tahun 2016 - 2021
diarahkan pada pengembangan destinasi dan industri untuk memperkuat
jati diri daerah dengan Tujuan dan sasaran sebagai berikut (1)
Peningkatan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara (2)
Meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB dan (3)
Pelaksanaan Promosi Pariwisata Nusantara di Dalam dan Luar negeri.
BAB V. Rencana Program dan Kegiatan, Indikator V~1
Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, dengan Program Destinasi
dan Industri Pariwisata. Dalam RPJMD Kabupaten Siak tahun 2016 -
2021, kebijakan umum pembangunan urusan pariwisata diarahkan pada
pengembangan potensi obyek wisata di Kabupaten Siak, dengan (1)
Peningkatan dan pengembangan obyek wisata (2) Peningkatan pelayanan
baik pada bidang obyek dan daya tarik wisata (3) Peningkatan kualitas
pelayanan bidang usaha jasa dan usaha sarana pariwisata (4)
Peningkatan sistim informasi pariwisata yang efektif, efisien dan terpadu.
Bidang Pemasaran Pariwisata, Program Pemasaran Pariwisata (1)
Peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran
pariwisata (2) Pengembangan jaringan kerjasama promosi pariwisata (3)
Peningkatan koordinasi dengan sektor pendukung wisata (4) Peningkatan
promosi pariwisata nusantara di dalam dan diluar negeri (5) Analisa pasar
untuk promosi dan pemasaran obyek pariwisata (6) Peningkatan
pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata (7)
Koordinasi dengan sektor pendukung pariwisata.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan Dinas
Pariwisata Kabupaten Siak merencanakan Program dan Kegiatan yang
mengacu pada visi dan misi Pariwisata Kabupaten Siak dalam kurun
waktu 5 (lima) tahun sebagai berikut:
A. PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
KABUPATEN/KOTA
A.1 Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja Perangkat
Daerah
1) Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah
A.2 Administrasi Keuangan Perangkat Daerah
1) Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN
A.3 Administrasi Umum Perangkat Daerah
1) Penyediaan Bahan Logistik Kantor
2) Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
BAB V. Rencana Program dan Kegiatan, Indikator V~2
Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
3) Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-
undangan
4) Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi SKPD
A.4 Pengadaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan
Pemerintah Daerah
1) Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional atau Lapangan
2) Pengadaan Peralatan dan Mesin Lainnya
3) Pengadaan Sarana dan Prasarana Gedung Kantor atau
Bangunan Lainnya
A.5 Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
1) Penyediaan Jasa Surat Menyurat
2) Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
3) Penyediaan Jasa Pelayanan Umum Kantor
A.6 Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan
Pemerintahan Daerah
1) Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan dan
Pajak Kendaraan Perorangan Dinas atau Kendaraan Dinas
Jabatan
2) Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, Pajak,
dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional atau
Lapangan
3) Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya
B. PROGRAM PENINGKATAN DAYA TARIK DESTINASI PARIWISATA
B.1 Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan
Pemerintahan Daerah
1) Penetapan Daya Tarik Wisata Kabupaten/Kota
2) Perencanaan Pengembangan Daya Tarik Wisata
Kabupaten/Kota
3) Pengembangan Daya Tarik Wisata Kabupaten/Kota
4) Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Daya Tarik Wisata
Kabupaten/Kota
B.2 Pengelolaan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten/Kota
1) Penetapan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten/Kota
2) Perencanaan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten/Kota
3) Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata
Kabupaten/Kota
BAB V. Rencana Program dan Kegiatan, Indikator V~3
Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
4) Pengadaan/Pemeliharaan/Rehabilitasi Sarana dan
Prasarana dalam Pengelolaan Kawasan Wisata Strategis
Pariwisata Kabupaten/Kota
5) Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Kawasan Strategis
Pariwisata Kabupaten/Kota
6) Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Kawasan Strategis
Pariwisata Kabupaten/Kota
7) Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Kawasan
Strategis Pariwisata Kabupaten/Kota
8) Penerapan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan dalam
Pengelolaan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten/Kota
B.3 Pengelolaan Destinasi Pariwisata Kabupaten / Kota
1) Penetapan Destinasi Pariwisata Kabupaten/Kota
2) Perencanaan Destinasi Pariwisata Kabupaten/Kota
3) Pengembangan Destinasi Pariwisata Kabupaten/Kota
4) Pengadaan/Pemeliharaan/Rehabilitasi Sarana dan
Prasarana dalam Pengelolaan Destinasi Pariwisata
Kabupaten/Kota
5) Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Destinasi Pariwisata
Kabupaten/Kota
6) Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Destinasi
Pariwisata Kabupaten/Kota
7) Penerapan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan dalam
pengelolaan Destinasi Pariwisata Kabupaten/Kota
B.4 Penetapan Tanda Daftar Usaha Pariwisata Daerah
Kabupaten/Kota
1) Penyediaan Layanan Pendaftaran Usaha Pariwisata
Kabupaten/Kota
2) Penerbitan Tanda Daftar Usaha Pariwisata Kabupaten/Kota
3) Pengelolaan Investasi Pariwisata
4) Pembinaan dan Pengawasan Usaha Pariwisata
5) Fasilitasi Standarisasi Industri dan Usaha Pariwisata
BAB V. Rencana Program dan Kegiatan, Indikator V~4
Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
C. PROGRAM PEMASARAN PARIWISATA
C.1 Pemasaran Pariwisata Dalam dan Luar Negeri Daya Tarik ,
Destinasi dan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten/Kota
1) Penguatan Promosi melalui Media Cetak, Elektronik, dan Media
Lainnya Baik Dalam dan Luar Negeri
2) Fasilitasi Kegiatan Pemasaran Pariwisata Baik Dalam dan Luar
Negeri Pariwisata Kabupaten/Kota
3) Penyediaan Data dan Penyebaran Informasi Pariwisata
Kabupaten/Kota, Baik Dalam dan Luar Negeri
4) Peningkatan Kerja Sama dan Kemitraan Pariwisata Dalam dan
Luar Negeri
5) Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Pemasaran Pariwisata
D. PROGRAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN
EKONOMI KREATIF
C.1 Pelaksanaan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tingkat Dasar
1) Pengembangan Kompetensi SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Tingkat Dasar
2) Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengembangan
Kemitraan Pariwisata
3) Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan bagi Masyarakat, Guru
dan Pelajar (Mahasiswa dan/atau Siswa)
4) Sertifikasi Kompetensi Bagi Tenaga Kerja bidang Pariwisata
5) Fasilitasi Proses Kreasi, Produksi, Distribusi Konsumsi dan
Konservasi Ekonomi Kreatif
6) Fasilitasi Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia
Ekonomi Kreatif
7) Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Sumber Daya
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
C.1 Pengembangan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif
1) Pelatihan, Bimbingan Teknis, dan Pendampingan Ekonomi
Kreatif
2) Dukungan Fasilitasi Menghadapi Perkembangan Teknologi di
Dunia Usaha
BAB V. Rencana Program dan Kegiatan, Indikator V~5
Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
3) Standarisasi Usaha dan Sertifikasi Profesi di Bidang Ekonomi
Kreatif
Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok
Sasaran, dan Pendanaan Indikatif dapat dilihat pada tabel berikut :
BAB V. Rencana Program dan Kegiatan, Indikator V~6
Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif
Tabe
Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja,
Dinas Pariwisata Kabupate
Tujuan Sasaran Indikator Kode Bidang Urusan Pemerintahan dan Indikator Kinerja Program Kondisi Kinerja Awal 2022
Sasaran Program Prioritas serta Kegiatan dan Kegiatan (out put) RPJMD (Tahun 2021)
1
Meningkatkan target
Kunjungan
Wisatawan dan 2 3 4 5 6 7 8 2,
Meningkatkan PAD 3 26 03 Program Pemasaran Pariwisata Tingkat Kunjungan Wisatawan 500,000 Orang 500,000
Sektor Pariwisata Meningkatnya Jumlah
jumlah perjalanan perjalanan
wisatawan wisatawan
nusantara nusantara
(wisnus);
Meningkatnya Jumlah Persentase peningkatan 0% 0.00
jumlah kunjungan perjalanan Kunjungan Wisatawan
wisatawan wisatawan
mancanegara mancanegara
(wisman);
Meningkatnya Jumlah Persentase Kunjungan 0% 57.18
wisatawan yang Wisatawan yang Wisatawan terhadap target
menginap di menginap 80 % 85 2,328,5
Kabupaten Siak; RPJMD
Meningkatnya Jumlah 1 Lokasi 2 528
jumlah Penerimaan PAD Tingkat Persentase Pemasaran 1 Acara 1 1,10
penerimaan PAD Pariwisata Dalam dan Luar 1 Event 1
3 26 03 2.01 Pemasaran Pariwisata Dalam dan Luar Negeri Daya Tarik , Destinasi 1 Acara 1
Negeri Daya Tarik , Destinasi dan dan Kawasan Strategis
3 26 03 2.01 Kawasan Strategis Pariwisata Pariwisata Kabupaten/Kota 2 Etape 2 700
3 26 03 2.01 Kabupaten/Kota Jumlah Acara Pameran
3 26 03 2.01 Informasi Pariwisata Siak
3 26 03 2.01 01 Penguatan Promosi melalui Media Cetak,
Elektronik, dan Media Lainnya Baik Dalam - Jumlah acara Ghatib
dan Luar Negeri beghanyut
- Jumlah Event FSB
02 Fasilitasi Kegiatan Pemasaran Pariwisata - Jumlah Acara Haul Sultan
Baik Dalam dan Luar Negeri Pariwisata
Kabupaten/Kota Jumlah Etape Tds
03 Penyediaan Data dan Penyebaran Informasi
Pariwisata Kabupaten/Kota, Baik Dalam dan
Luar Negeri
04 Peningkatan Kerja Sama dan Kemitraan
Pariwisata Dalam dan Luar Negeri
3 26 03 2.01 05 Monitoring dan Evaluasi Pengembangan
Pemasaran Pariwisata
Meningkatkan Jumlah 3 26 02 PROGRAM PENINGKATAN DAYA TARIK Persentase Peningkatan Daya 85 % 85 3,180,0
kualitas dan pengembangan DESTINASI PARIWISATA Tarik Destinasi Pariwisata
kuantitas Destinasi infrastruktur,
dan Industri ekosistem 3 26 02 2.01 Pengelolaan Daya Tarik Wisata
Pariwisata destinasi dan Kabupaten/Kota
Industri
Pariwisata
3 26 02 2.01 01 Penetapan Daya Tarik Wisata
Kabupaten/Kota
3 26 02 2.01 02 Perencanaan Pengembangan Daya Tarik
3 26 02 Wisata Kabupaten/Kota
3 26 02
2.01 03 Pengembangan Daya Tarik Wisata
Kabupaten/Kota
2.01 04 Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Daya
Tarik Wisata Kabupaten/Kota
3 26 02 2.02 Pengelolaan Kawasan Strategis Jumlah Kawasan Strategis 17 Kawasan 17 30,0
Pariwisata Kabupaten/Kota Pariwisata Kabupaten yang
dikelola
3 26 02 2.02 01 Penetapan Kawasan Strategis Pariwisata
Kabupaten/Kota
3 26 02 2.02 02 Perencanaan Kawasan Strategis Pariwisata
Kabupaten/Kota
3 26 02 2.02 03 Pengembangan Kawasan Strategis Jumlah Kawasan Strategis 17 Kawasan 17 3
3 26 02 Pariwisata Kabupaten yang di
Pariwisata Kabupaten/Kota Monitoring dan Evaluasi
3 26 02
3 26 02 2.02 04 Pengadaan/Pemeliharaan/Rehabilitasi Jumlah Destinasi Pariwisata
3 26 02 Kabupaten / Kota yang
3 26 02 Sarana dan Prasarana dalam Pengelolaan dikelola dengan baik
Kawasan Wisata Strategis Pariwisata
Kabupaten/Kota
2.02 05 Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan
Kawasan Strategis Pariwisata
Kabupaten/Kota
2.02 05 Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan
Kawasan Strategis Pariwisata
Kabupaten/Kota
2.02 06 Pemberdayaan Masyarakat dalam
Pengelolaan Kawasan Strategis Pariwisata
Kabupaten/Kota
2.02 07 Penerapan Destinasi Pariwisata
Berkelanjutan dalam Pengelolaan Kawasan
Strategis Pariwisata Kabupaten/Kota
3 26 02 2.03 Pengelolaan Destinasi Pariwisata 5 Destinasi 5 3,150,0
Kabupaten / Kota
3 26 02
3 26 02 2.03 01 Penetapan Destinasi Pariwisata
3 26 02 Kabupaten/Kota
2.03 02 Perencanaan Destinasi Pariwisata
Kabupaten/Kota
2.03 03 Pengembangan Destinasi Pariwisata
Kabupaten/Kota
el 5.1
, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif
en Siak Tahun 2021 - 2026
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan SKP D
Penanggung Jawab
2023 2024 2025 2026 Kondisi Kinerja pada akhir
Rp periode RPJMD
17
Rp target Rp target Rp target Rp target target Rp
3,409,218,196
9 10 11 12 13 14 15 16 18 19 20
,328,541,900 575,000 2,561,396,090 661,250 2,817,535,699 760,438 3,099,289,269 874,503 874,503 14,215,981,154
Dinas Pariwisata
Kabupaten Siak
15.00 15.00 15.00 15.00 100.00
65.75 75.61 86.96 100.00 100.00
541,900.00 88 2,561,396,090.00 90 2,817,535,699.00 93 3,099,289,268.90 97 3,409,218,195.79 100 14,215,981,153.69
8,541,900.00 2 581,396,090 2 639,535,699 2 703,489,269 2 773,838,196 2 3,226,801,154
00,000,000.00 1 1,210,000,000 1 1,331,000,000 1 1,464,100,000 1 1,610,510,000 1 6,715,610,000
1 - 1 - 1 - 1 - 1 -
1 1 1 1 1
0,000,000.00 2 770,000,000 2 847,000,000 2 931,700,000 2 1,024,870,000 2 4,273,570,000
- - - --
056,490.00 87 3,498,062,139.00 90 3,847,868,352.90 95 4,232,655,188.19 100 4,655,920,707.01 100 19,414,562,877.10
- - -- --
- -- --
- - - - -
- - - - -
- - - - -
183,497,877.10
056,490.00 19 33,062,139.00 20 36,368,352.90 21 40,005,188.19 22 44,005,707.01 22 -
-
- - - -
- - - - -
-
- - - -
- - - -
- - - - -
183,497,877
30,056,490.00 19 33,062,139 20 36,368,353 21 40,005,188 22 44,005,707 22
-
- - - - -
- - - -
000,000.00 5 3,465,000,000.00 5 3,811,500,000.00 5 4,192,650,000.00 5 4,611,915,000.00 5 19,231,065,000.00
- - - - -
- - - - -
- - - - -
Tujuan Sasaran Indikator Kode Bidang Urusan Pemerintahan dan Indikator Kinerja Program Kondisi Kinerja Awal 2022
Sasaran Program Prioritas serta Kegiatan dan Kegiatan (out put) RPJMD (Tahun 2021) 3,15
1 2 3 4 5 6 7 target 667,5
3 26 02 117
Meningkatkan 2.03 04 Pengadaan/Pemeliharaan/Rehabilitasi - Jumlah objek wisata mesjid Bangunan 8 550
Kunjungan Sarana dan Prasarana dalam Pengelolaan bersejarah yang terpelihara Bangunan
Wisatawan dan Destinasi Pariwisata Kabupaten/Kota secara rutin/berkala Kegiatan 1 9,082,3
Meningkatkan PAD - Jumlah objek wisata yang Kegiatan 1 250,0
Sektor Pariwisata terpelihara secara Kawasan 1 25
rutin/berkala Jumlah Sarana 7
dan Prasarana yang diadakan 1 5,551,3
dan dibangun 5,55
- Jumlah taman; gedung
peninggalan bersejalah yang di 800,9
pelihara secara rutin / berkala
3 26 02 2.03 05 Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan
Destinasi Pariwisata Kabupaten/Kota
3 26 02 2.03 06 Pemberdayaan Masyarakat dalam
Pengelolaan Destinasi Pariwisata
Kabupaten/Kota
3 26 02 2.03 07 Penerapan Destinasi Pariwisata
Berkelanjutan dalam pengelolaan Destinasi
Pariwisata Kabupaten/Kota
3 26 02 2.04 Penetapan Tanda Daftar Usaha
Pariwisata Daerah Kabupaten/Kota
3 26 02 2.04 01 Penyediaan Layanan Pendaftaran Usaha
Pariwisata Kabupaten/Kota
3 26 02 2.04 02 Penerbitan Tanda Daftar Usaha Pariwisata
Kabupaten/Kota
3 26 02 2.04 03 Pengelolaan Investasi Pariwisata
3 26 02 2.04 04 Pembinaan dan Pengawasan Usaha
Pariwisata
3 26 02 2.04 05 Fasilitasi Standarisasi Industri dan Usaha
Pariwisata
Meningkatnya Jumlah tenaga 3 26 05 PROGRAM PENGEMBANGAN SUMBER PERSENTASE 75 % 75
kapasitas, kerja / Pelaku DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI PENGEMBANGAN SUMBER 70 %
kompetensi dan Usaha di KREATIF DAYA PARIWISATA DAN 70
profesionalisme sektor pariwisata EKONOMI KREATIF -
Tenaga Kerja/ yang
apartur dan Pelaku disertifikasi Tingkat Persentase
Usaha Pariwisata (orang) Peningkatan Kapasitas Sumber
Terwujudnya Kualitas Nilai Daya Manusia Pariwisata dan
organisasi Reformasi Ekonomi Kreatif Tingkat Dasar
dan tata laksana Birokrasi (Nilai )
yang
sesuai dengan Opini kualitas
kebutuhan, tugas kinerja
dan fungsi pengelolaan
keuangan Dinas
Meningkatnya pariwisata Kab.
kualitas Siak
kinerja pengelolaan
keuangan
3 26 05 2.01 Pelaksanaan Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Manusia Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Tingkat Dasar
3 26 05 2.01 01 Pengembangan Kompetensi SDM Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif Tingkat Dasar
3 26 05 2.01 02 Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam -
Pengembangan Kemitraan Pariwisata
3 26 05 2.01 03 Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan bagi Jumlah peserta Pelatihan 10 Orang 10
Masyarakat, Guru dan Pelajar (Mahasiswa Pelaku Pariwisata (Objek 22 Kali -
3 26 05 2.01 dan/atau Siswa) Wisata Kab. Siak) 22
3 26 05 2.01
04 Sertifikasi Kompetensi Bagi Tenaga Kerja Jumlah Penampilan dan -
3 26 05 2.01 bidang Pariwisata festival seni
3 26 05 2.01 Jumlah peserta bujang dara
05 Fasilitasi Proses Kreasi, Produksi, Distribusi Jumla peserta Festival dan
3 26 05 2.02 Konsumsi dan Konservasi Ekonomi Kreatif Parade
3 26 05 2.02
3 26 05 2.02 06 Fasilitasi Pengembangan Kompetensi Cakupan Layanan Administrasi
3 26 05 2.02 Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Perkantoran
3 26 1
Meningkatnya Persentase 07 Monitoring dan Evaluasi Pengembangan 100 % 100
Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi
Pelayanan Pelayanan Kreatif
Pengembangan Kapasitas Pelaku
Administrasi Administrasi Ekonomi Kreatif
01 Pelatihan, Bimbingan Teknis, dan
Pendampingan Ekonomi Kreatif
02 Dukungan Fasilitasi Menghadapi
Perkembangan Teknologi di Dunia Usaha
03 Standarisasi Usaha dan Sertifikasi Profesi di
Bidang Ekonomi Kreatif
PROGRAM PENUNJANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAERAH
KABUPATEN/KOTA
Aparatur Pariwisata Aparatur
Pariwisata 3 26 1 2.01 Perencanaan, Penganggaran, dan Tersediannya Dokumen 1 Dokumen 1
Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah Perencanaan Perangkat
Daerah 1 Dokumen 1
3 26 01 2.01 01 Penyusunan Dokumen Perencanaan Tersedianya Dokumen RIPPDA 100 % 100
Perangkat Daerah Tersedianya Administrasi
Keuangan
3 26 1 2.02 Administrasi Keuangan Perangkat
Daerah
3 26 01 2.02 01 Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN Tersedianya Gaji Dan 48 Pegawai 48
Tunjangan Kinerja ASN 100 % 100
3 26 1 2.06 Administrasi Umum Perangkat Daerah Terselenggaranya administrasi
Umum Perangkat Daerah
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan SKP D
Penanggung Jawab
2023 2024 2025 2026 Kondisi Kinerja pada akhir
Rp periode RPJMD
17
Rp target Rp target Rp target Rp target 4,611,915,000 target Rp
9
50,000,000.00 10 11 12 13 14 15 16 18 19 20
3,465,000,000 3,811,500,000 4,192,650,000
1 1 1 1 1 19,231,065,000
1 1 1 1 1
1 1 1 1 1
7 7 7 7 7
1 1 1 1 1
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - - -
- - - - -
-
- - - - -
-
- - - - -
- - - -
4,075,376,476
- - - -
667,536,400 80 734,290,040 85 807,719,044 90 888,490,948 95 977,340,043 100
536,400.00 75 734,290,040.00 80 807,719,044.00 85 888,490,948.40 90 977,340,043.24 95 4,075,376,475.64
- - - - -
-
- - - - 717,571,476
-
7,536,400.00 10 129,290,040 10 142,219,044 10 156,440,948 10 172,085,043 50 3,357,805,000
0,000,000.00 22 - 22 - 22 - 22 - 22
605,000,000 665,500,000 732,050,000 805,255,000
- -- --
- -- --
- - - - - -
- - - -
- - - - -
- - - -
-
10,065,558,252.40 10,687,114,077.64 11,755,825,485.40 13,431,408,033.94
-
325,684.00 100 100 100 100 100 55,022,231,533.39 Dinas Pariwisata
Kabupaten Siak
000,000.00 - -- -- -1 500,000,000.00 2 750,000,000.00
50,000,000.00 - 6,106,436,054.40 - 6,717,079,659.84 - 7,388,787,625.82 1 500,000,000 2 750,000,000
305,504.00 100 100 100 100 8,127,666,388.41 100 33,891,275,232.47
51,305,504.00 53 6,106,436,054 58 6,717,079,660 64 7,388,787,626 70 8,127,666,388 70 33,891,275,232
902,030.00 100 880,992,233.00 100 969,091,456.30 100 1,066,000,601.93 100 1,172,600,662.12 100 4,889,586,983.35
Tujuan Sasaran Indikator Kode Bidang Urusan Pemerintahan dan Indikator Kinerja Program Kondisi Kinerja Awal 2022
Sasaran Program Prioritas serta Kegiatan dan Kegiatan (out put) RPJMD (Tahun 2021)
3 target
1 2 4 5 6 7 8
3 26 01 70 Jenis 70
Meningkatkan 3 26 01 2.06 04 Penyediaan Bahan Logistik Kantor Jumlah Bahan Logistik Kantor 25 Jenis 25 144
Kunjungan 2.06 05 Penyediaan Barang Cetakan dan Jumlah Barang Cetakan dan 2 284
Wisatawan dan 3 26 01 Penggandaan yang diadakan 2 Eksemplar 55
Meningkatkan PAD Penggandaan 55 Kali 1
Sektor Pariwisata 3 26 01 2.06 06 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Jumlah Bahan Bacaan yang -
diadakan 100 % 356
Perundang- undangan -
2.06 '09 Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Jumlah Rapat Koordinasi dan - Unit
Konsultasi keluardaerah yang -
Konsultasi SKPD diadakan - Jenis -
Tersedianya Barang Milik - Jenis
3 26 1 2.07 Pengadaan Barang Milik Daerah Daerah Penunjang Urusan
Penunjang Urusan Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah
3 26 01 2.07 02 Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional Jumlah Kendaraan Dinas
atau Lapangan Operasional atau Lapangan
yang diadakan
3 26 01 2.07 06 Pengadaan Peralatan dan Mesin Lainnya Jumlah Peralatan dan Mesin
Lainnya yang diadakan
3 26 01 2.07 10 Pengadaan Sarana dan Prasarana Gedung Jumlah Sarana dan Prasarana
Kantor atau Bangunan Lainnya Gedung Kantor atau Bangunan
Lainnya yang diadakan
3 26 1 2.08 Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Terlaksananya pemenuhan 100 % 100 2,138,5
Pemerintahan Daerah
Jasa Penunjang Urusan 833 Lembar
3 26 01 2.08 01 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Pemerintahan 12 Tagihan 833 1
Tersedianya Jasa Surat 616
31 Orang 12 1,50
Menyurat 8 Orang
31 341,5
3 26 01 2.08 02 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Tersedianya Jasa Komunikasi, 20 Orang 48
3 26 01 Air dan Listrik Orang
Sumber Daya Air dan Listrik 20
2.08 04 Penyediaan Jasa Pelayanan Umum Kantor 100 %
Tersedianya Jasa Pelayanan 100
8 Unit
Umum Kantor 4 Unit
3 26 1 2.09 Pemeliharaan Barang Milik Daerah Terlaksananya Barang Milik
Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Penunjang Urusan
Daerah Pemerintahan Daerah
3 26 01 2.09 01 Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Tersedianya Jasa 1 1 86
Pemeliharaan dan Pajak Kendaraan Pemeliharaan,
Perorangan Dinas atau Kendaraan Dinas Biaya Pemeliharaan dan Pajak
Jabatan Kendaraan Perorangan Dinas
atau Kendaraan Dinas Jabatan
3 26 01 2.09 02 Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Tersedianya Jasa 7 Unit 7 191
Pemeliharaan, Pajak, dan Perizinan Pemeliharaan, 20 Jenis 20 8
Kendaraan Dinas Operasional atau Biaya Pemeliharaan, Pajak,
Lapangan dan Perizinan Kendaraan
Dinas Operasional atau
3 26 01 2.09 06 Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya Lapangan
Jumlah Peralatan dan Mesin
Lainnya yang terpelihara
JUMLAH. … - 15,2
Nilai RPJMD 15,2
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan SKP D
Penanggung Jawab
2023 2024 2025 2026 Kondisi Kinerja pada akhir
periode RPJMD
Rp
Rp target Rp target Rp target Rp target target Rp
17
9 10 11 12 13 14 15 16 211,260,304 18 19 20
4,293,630.00 77 416,648,893
4,576,800.00 28 158,722,993 85 174,595,292 93 192,054,822 102 102 880,927,041
313,034,480 30 344,337,928 33 378,771,721 37 37 1,737,369,822
15,435,600.00 2 16,979,160 2 18,677,076 3 20,544,784 3 22,599,262 3 94,235,882
6,596,000.00 61 392,255,600 67 431,481,160 73 474,629,276 81 522,092,204 81 2,177,054,240
- 100 350,000,000.00 - -- -- - 100 350,000,000.00
-3 100,000,000 - -- -- -3 100,000,000
-4 100,000,000 - -- -- -4 100,000,000
-6 150,000,000 - -- -- -6 150,000,000
571,250.00 100 2,352,428,375.00 100 2,587,671,212.50 100 2,846,438,333.75 100 3,131,082,167.13 100 13,056,191,338.38
14,598,000.00 916 16,057,800 1008 17,663,580 1109 19,429,938 1220 21,372,932 1220 89,122,250
6,302,800.00 677,933,080 745,726,388 820,299,027 902,328,929 3,762,590,224
07,670,450.00 13 1,658,437,495 15 1,824,281,245 16 2,006,709,369 18 2,207,380,306 18 9,204,478,864
546,900.00 31 375,701,590.00 31 413,271,749.00 31 454,598,923.90 31 500,058,816.29 31 2,085,177,979.19
4 4 4 4 4
8 8 8 8 8
20 20 20 20 20
100 100 100 100 100
66,376,550.00 1 73,014,205 1 80,315,626 1 88,347,188 1 97,181,907 1 405,235,475
8 8 8 8 8
1,079,350.00 7 210,187,285 7 231,206,014 7 254,326,615 7 279,759,276 7 1,166,558,540
84,091,000.00 20 92,500,100 20 101,750,110 20 111,925,121 20 123,117,633 20 513,383,964
92,728,152,040
258,460,474 - 16,859,306,521 - 18,160,237,174 - 19,976,260,891 - 22,473,886,980 - 95,830,657,732
258,460,474 16,230,905,840 18,727,087,008
21,365,504,410 24,248,700,000
Siak Sri Indarapura, 27 Agustus 2021
KEPALA DINAS PARIWISATA
KABUPATEN SIAK
DR. H. FAUZI ASNI, M.Si
NIP. 19680414 198810 1 001
RANCANGAN RENCANA STRATEGIS 2021 - 2026
BAB VI. Indikator Kinerja Dinas Pariwisata Kabupaten Siak VI ~ 0
yang Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD