The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

JJurnal Bioma adalah jurnal pendidikan yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by agusjokosungkono82, 2022-10-04 21:01:01

Jurnal Bioma edisi Januari 2019

JJurnal Bioma adalah jurnal pendidikan yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun

Keywords: Jurnal Bioma,Januari 2019

VOL.5

No.1

BULAN JANUARI TAHUN 2019
JURNAL PENDIDIKAN SAINS KABUPATEN MADIUN

ARTIKEL ILMIAH :  Tulisan Ilmiah Populer  Pembelajaran

 Pendidikan dan Pelatihan  Penelitian Tindakan Kelas  Penelitian ilmiah

Sodiq Hery Purnomo Satria Dharma, Penta Lianawati

DITERBITKAN OLEH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

PROVINSI JAWA TIMUR

Blog : jurnalbioma.blogspot.com—email : [email protected]

VOL.5

No.1

BULAN JANUARI TAHUN 2019
JURNAL PENDIDIKAN SAINS KABUPATEN MADIUN

ARTIKEL ILMIAH :  Tulisan Ilmiah Populer  Pembelajaran

 Pendidikan dan Pelatihan  Penelitian Tindakan Kelas  Penelitian ilmiah

Sodiq Hery Purnomo Satria Dharma, Penta Lianawati

DITERBITKAN OLEH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MADIUN

PROVINSI JAWA TIMUR

Blog : jurnalbioma.blogspot.com—email : [email protected]

Kata Pengantar
Sodik Hery Purnomo
Ka Dispendikbud Kab. Madiun

Sebaik atau sehebat apa pun kurikulum dan sistem pendidikan yang ada,
tanpa didukung mutu pendidik “mumpuni” maka semuanya akan sia-sia.
Sebaliknya, dengan pendidik yang bermutu maka kurikulum dan sistem yang

sederhana akan tertopang untuk menjadi hebat.

Ciri abad 21 menurut Kemendikbud adalah tersedianya informasi dimana saja dan kapan saja
(informasi), adanya implementasi penggunaan mesin (komputasi), mampu menjangkau segala pekerjaan
rutin (otomatisasi) dan bisa dilakukan dari mana saja dan kemana saja (komunikasi). Ditemukan bahwa
dalam kurun waktu 20 tahun terakhir telah terjadi pergeseran pembangunan pendidikan ke arah ICT
sebagai salah satu strategi manajemen pendidikan abad 21 yang di dalamnya meliputi tata kelola
kelembagaan dan sumber daya manusia ( Soderstrom, From, Lovqvist, & Tornquist, 2011) 1. Abad ini
memerlukan transformasi pendidikan secara menyeluruh sehingga terbangun kualitas guru yang mampu
memajukan pengetahuan, pelatihan, ekuitas siswa dan prestasi siswa (Darling-Hammond, 2006 ; Azam &
Kingdon, 2014).

Seiring berubahnya sistem pendekatan pembelajaran dan bergesernya tujuan pendidikan,
memasuki abad 21 tugas dan peranan pendidik memiliki pengaruh dalam proses pembelajaran. Pada abad
ini diperlukan individu-individu yang menguasai keterampilan-keterampilan, yang meliputi:cerdas
intelektual, cerdas vocational, cerdas emosional, cerdas moral, dan cerdas spiritual. Oleh karena itu
tantangan pendidik adalah menjadikan peserta didik di sekolah saat ini menjadi individu cerdas yang
mandiri, unggul, dan tangguh yang mampu bertahan dan bersaing di abad 21. Sehingga inovasi dalam
bidang pendidikan sangat diperlukan. Inovasi tersebut dapat diawali dengan mengubah paradigma
mengenai pendidikan itu sendiri ke arah yang lebih baik. Selanjutnya bergantung pada kualitas pendidik
sebagai pemeran utama. Dalam hal ini pendidik memiliki peran yang sangat vital dan fundamental dalam
membimbing, mengarahkan, dan mendidik peserta didik dalam proses pembelajaran (Davies dan Ellison,
1992).

Pendidik berperan sangat penting (Fuad Hasan), karena sebaik apa pun kurikulum dan sistem
pendidikan yang ada, tanpa didukung mutu pendidik yang memenuhi syarat maka semuanya akan sia-sia.
Sebaliknya, dengan pendidik yang bermutu maka kurikulum dan sistem yang tidak baik akan tertopang.
Keberadaan pendidik bahkan tak tergantikan oleh siapapun atau apapun sekalipun dengan teknologi
canggih. Alat dan media pendidikan, sarana prasarana, multimedia dan teknologi hanyalah media atau alat
yang hanya digunakan sebagai rekan dalam proses pembelajaran.

Oleh karena itu, pendidik dan tenaga kependidikan perlu memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan,
kompetensi yang terstandar serta mampu mendukung dan menyelenggarakan pendidikan secara
profesional. Khususnya guru sangat menetukan kualitas output dan outcome yang dihasilkan oleh sekolah
karena dialah yang merencanakan pembelajaran, menjalankan rencana pembelajaran yang telah dibuat
sekaligus menilai pembelajaran yang telah dilakukan (Baker&Popham,2005:28).
Selain itu, menurut Nasution (2005:77) bahwa pendidik merupakan orang yang paling bertanggung jawab
untuk menyediakan lingkungan yang paling serasi agar terjadi proses belajar yang efektif. Dengan
demikian, apabila pedidik melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik maka output yang dihasilkan
akan baik. Sebaliknya, apabila pendidik tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik maka output
yang dihasilkan tidak akan berkualitas.
Selain itu, Samani (1996) mengemukakan empat prasyarat agar seorang pendidik dapat profesional.
Masing-masing adalah kemampuan pendidik mengolah/menyiasati kurikulum, kemampuan pendidik
mengaitkan materi kurikulum dengan Iingkungan, kemampuan pendidik memotivasi siswa untuk belajar
sendiri dan kemampuan pendidik untuk mengintegrasikan berbagai bidang studi/mata pelajaran menjadi
kesatuan konsep yang utuh.

iii

Selanjutnya menurut Djojonegoro (1996) pendidik yang bermutu paling tidak memiliki empat kriteria
utama, yaitu kemampuan profesional, upaya profesional, waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional
dan kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya. Kemampuan profesional meliputi kemampuan
intelegensi, sikap dan prestasi kerjanya. Upaya profesional adalah upaya seorang pendidik untuk
mentransformasikan kemampuan profesional yang dimilikinya ke dalam tindakan mendidik dan mengajar
secara nyata. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional menunjukkan intensitas waktu dari
seorang pendidik yang dikonsentrasikan untuk tugas-tugas profesinya. Pendidik yang bermutu ialah mereka
yang dapat membelajarkan siswa secara tuntas, benar dan berhasil. Untuk itu pendidik harus menguasai
keahliannya, baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun metodologi mengajarnya;

Salah satu kata kunci dalam sistem pendidikan kita dalam rangka menyiapkan generasi yang siap
berkompetisi di abad 21 adalah melakukan revolusi mental dalam rangka meningkatkan kualitas serta ke-
profesionalitas para pendidikan serta tenaga kependidkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan
profesionalisme guru adalah melalui sertifikasi dimana dalam sertifikasi tercermin adanya suatu uji
kelayakan dan kepatutan yang harus dijalani seseorang, terhadap kriteria-kriteria yang secara ideal telah
ditetapkan. Dengan adanya sertifikasi akan memacu semangat guru untuk memperbaiki diri, meningkatkan
kualitas ilmu, dan profesionalisme dalam dunia pendidikan.

Membangun serta mengkontruksi kembali akan gerakan guru membaca; Guru hendaknya
mempunyai kesadaran akan pentingnya membaca untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuannya.
Tidak lucu kalau guru menyuruh murid-muridnya rajin membaca sedangkan gurunya sendiri enggan untuk
membaca. Untuk itu perlu digalakkan Gerakan Guru Membaca. Dalam hal ini guru bisa memanfatkan buku-
buku atau media masa yang tersedia diperpustakaan, sekolah ataupun toko buku, atau bisa juga dengan
mengakses internet tentang hal-hal yang berhubungan dengan spesialisasinya ataupun pengetahuan umum
yang dapat menambah wawasannya.

Dari gerakan guru membaca; ada sebuah kenyakinan akan memunculkan dan membangkitkan
minat serta kesadaran guru untuk lebih banyak menulis, terutama mengenai masalah-masalah pendidikan
dan pengajaran. Hal ini termasuk salah satu metode untuk dapat meningkatkan kemampuan guru dalam
menuangkan konsep-konsep dan gagasan dalam bentuk tulisan. Setiap guru harus sadar dan mau melatih
diri jika ia benar-benar ingin menumbuhkan kreativitas dirinya melalui karya tulis (Misalnya; PTK, bahan
ajar, artikel, dsb).

Dengan diawali kesadaran yang tinggi dari para pendidik dan tenaga kependidikan untuk
meningkatkan ke profesionaliasnya [ke-mumpuni-an] nya dengan didasari niatan yang iklas sebagai lahan
ibadah kepada Alloh Ta’aalaa; dalam menyiapkan serta mengantarkan generasi – generasi unggul “hebat”;
kita yakin secara gradual dan tersistem Pendidikan kita akan mempu menjawab segala problem kehidupan
– live problem solveing – sepanjang masa.

Semangat dan semboyan “Maju Bersama Hebat Semua” harus kita maknai sebagai upaya bersama
“berjamaah” dalam upaya meningkatkan derajat [harkat dan martabat] insan – insan mulia dunia pendidikan
dalam mengantar putra – putri nya unggul dalam menjawab segala problem kehidupan; serta bermartabat
ber-budi pekerti luhur dalam peradabannya.

Selamat berkarya; dan terima kasih insan-insan pendidikan yang telah memprakarsai dan
berlangsungnya terbitan jurnal ini; saya yakin dengan ke-istiqomahan yang berat dari sahabat semua; upaya
hebat ini insya Allah akan tercatat sebagai nilai luhur perjuangan kita didunia pendidikan... Amien.

Terima kasih,
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Madiun

Ttd

Sodik Hery Purnomo

iv

SUSUNAN REDAKTUR JURNAL BIOMA

Pelindung
BUPATI MADIUN

Pembina
KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KAB. MADIUN

Pengarah
Drs. HENDRO SUWONDO, M.Pd
PRAPTO PURNOMO, S.Pd., M.Pd
Drs. MUNTORO WIDJI ATMADJA, M.Pd

Pimpinan Redaksi
Dra. ENDANG SRI HASTUTI, M.Pd

Redaksi Pelaksana
AGUS JOKO SUNGKONO, S.Pd
IDA NURCHASANAH, S.Pd
SULASTRI, S.Pd

Mitra Bestari
Dr. DWI SULISTYORINI (Dosen Universitaa Malang)
Drs. SULISETIJONO, M.Pd (Dosen Universitas Malang)
Drs. AGUSTI THAMRIN, M.Pd (Dosen UNS)
Dr. CH NOVI PRIMIANI (Dosen Universitas PGRI Madiun /UNIPMA)

Sekretariat
WAGE SYUFIATUN, S.Pd
Dra. DWI LINDA SULISTYOWATI

Alamat Redaksi
Sekretariat : Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Madiun
Jl. Raya Tiron 87 Kabupaten Madiun, Jawa Timur 63151 Telp (0351) 464477 Fax 473173
CP : Endang Sri Hastuti, Hp 081231180068
Email : [email protected]
Blog : jurnalbioma.blogspot.com

v

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………………… i

SAMBUTAN BUPATI MADIUN ………………………………………………………….. ii

KATA PENGANTAR KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ………… iii

REDAKTUR ………………………………………………………………………………… v

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………… vi
PTK 1 PEMANFAATAN “KOTAK AJAIB” UNTUK MENINGKATKAN 1

KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYUSUN TEKS EKSEMPLUM DI

KELAS IX B SMPN 1 GEGER TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh : Rini Sri Nurhayati, Guru SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun

PTK 2 “PENGARUH IMPLEMENTASI ICE BREAKING TERHADAP HASIL 7
BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS
VIII A SMPN 3 GEGER

Oleh : Budiyanto, Guru SMPN 3 Geger Kabupaten Madiun

PTK 3 PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURAN MELALUI 13
PEMBIASAAN BBQ (BIMBINGAN BACA QURAN) DENGAN
MENGGUNAKAN METODE UMMI PADA KELAS 9B DI SMPN 1
DAGANGAN

Oleh : Nur Wahyu Fuadiyah, Guru SMP N 1 Dagangan Kabupaten Madiun

PTK 4 PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DENGAN MEDIA GAMBAR 25
PADA GERAK DASAR TARI

Oleh : Lilik S. Guru SMPN 2 Nglames Kabupaten Madiun

PTK 5 INOVASI PEMBUATAN BATIK IKAT CELUP BAHAN ALAMI DENGAN 31
METODE FREEDOM OF CREATION DI SMP

Oleh : Sri Sunarti, Guru SMPN 3 Mejayan Kabupaten Madiun

PTK 6 MENGGAGAS PENTINGMYA PEMBIMBINGAN KARYA ILMIAH DAN 40
PENGEMBANGAN BUDAYA LITERASI GURU

BP 7 Oleh : Jarwanto, Kepala SMP Negeri 4 Saradan Kabupaten Madiun 44
Email : [email protected]

PEMANFAATAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
BERBASIS WORDPRESS DI SMP NEGERI 1 MEJAYAN UNTUK
MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN

Oleh : Rochmawati Fadila, S.T, Guru SMPN 1 Mejayan Kab.Madiun
vi

BP 8 BEST PRACTICES 56
BERBURU PRESTASI DENGAN BERSILATUROKHIM 60
68
Oleh : Drs. Sukamto, M.Pd, Kepala SMPN 2 Nglames Kabupaten Madiun 76

BP 9 BEST PRACTICES
PTK BUKAN LAGI PETAKA DENGAN POLA IN ON IN

Oleh : Endang Sri Hastuti, Pengawas SMP Kabupaten Madiun

PTK 10 PERMAINAN KARTU PINTAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN
PEMAHAMAN KONSEP ORGANISASI KEHIDUPAN PADA SISWA KELAS
VII G SMP NEGERI 1 BALEREJO KABUPATEN MADIUN.

Oleh : Muntoro Widji Atmadja, Guru SMP Negeri 1 Balerejo Kabupaten Madiun

Gaya Selingkung Jurnal BIOMA

vii

PEMANFAATAN “KOTAK AJAIB” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN
SISWA DALAM MENYUSUN TEKS EKSEMPLUM DI KELAS IX B SMPN 1 GEGER

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh : Rini Sri Nurhayati, Guru SMPN 1 Geger Kabupaten Madiun

ABSTRAK
Kata kunci : Kotak ajaib, teks eksemplum

Kurikulum 2013 untuk Bahasa Indonesia SMP/MTs disajikan dalam bentuk teks. Siswa dituntut
memahami berbagai jenis teks, kaidah, konteks suatu teks sehingga memudahkan peserta didik
menangkap makna yang terkandung dalam suatu teks maupun menyajikan gagasan dalam bentuk teks
yang sesuai sehingga memudahkan orang lain memahami gagasan yang disampaikan. Kemampuan
berbahasa tersebut bermuara pada pembentukan sikap, kesantunan, dan penghargaan terhadap Bahasa
Indonesia sebagai warisan budaya bangsa.

Saat ini kemampuan siswa dalam menyusun teks perlu mendapatkan bimbingan dan latihan.
Dengan demikian guru diharapkan mampu melakukan inovasi dalam pembelajaran di kelas. Inovasi
pembelajaran diharapkan mampu mempertajam kepekaan perasaan siswa.

Penulisan inovasi pembelajaran ini berjudul Pemanfaatan “Kotak Ajaib” untuk Meningkatkan
Kemampuan Siswa dalam Menyusun Teks Eksemplum di Kelas IX B SMPN 1 Geger Tahun Pelajaran
2016/2017.

Tujuan penulisan ini adalah untuk : (1) mendeskripsikan pembelajaran dengan menggunakan
kotak ajaib, (2) mendeskripsikan keberhasilan pembelajaran dengan menggunakan kotak ajaib.

Pengolahan data menggunakan metode kualitatif. Dari pengolahan data ditemukan bahwa
pembelajaran menyusun teks eksemplum dengan kotak ajaib ini menunjukkan perkembangan yang
signifikan baik berupa kerja kelompok maupun individu. Motivasi anak untuk belajar cukup
menggembirakan. Tingkat keaktifan dalam kelompok mencapai 80%. Hal itu terlihat saat siswa
berdiskusi merangkaikan paragraf acak menjadi paragraf teks eksemplumyang sesuai dengan
strukturnya.. Kerja sama dalam kelompok juga baik dengan persentase 86%. Mereka saling bekerja sama
dan saling melengkapi pendapat. Inisiatif dalam kelompok juga menunjukkan hasil yang baik yaitu 83%.

Hasil secara individu menunjukkan bahwa kreativitas anak dalam menyusun teks eksemplum ada
kemajuan. Secara statistik kreativitas karya mencapai 94% dan nilai rata-rata 90%.

Latar Belakang Masalah didalamnya.

Dalam setiap kegiatan belajar mengajar, Menuntut kreativitas siswa dalam

setiap siswa diharapkan untuk dapat aktif dan menyusun sebuah teks merupakan suatu

kreatif di berbagai bidang. Tidak hanya hasil keharusan dimana setelah siswa memahami

atau produk siswa saja yang dinilai namun contoh teks, siswa diharapkam mampu

proses belajar mengajar memiliki peran penting. mengembangkan ide dalam menyusun teks baik

Dalam kurikulum 2013, pembelajaran bahasa secara kelompok maupun individu. Di dalam

Indonesia berbasis pada teks, bahasa Indonesia penyusunan teks tersebut siswa masih sering

diajarkan bukan sekadar sebagai pengetahuan merevisi teks yang mereka buat. Dalam merevisi

bahasa, melainkan sebagai teks yang berfungsi sebuah teks tentunya tidak terlepas dari aspek

sebagai sumber aktualisasi diri penggunanya kebahasaan.

pada konteks sosial budaya akademis. Sebagai suatu sistem, keberhasilan

Teks dipandang sebagai satuan bahasa pembelajaran dipengaruhi faktor guru, siswa,

yang bermakna secara kontekstual. Sehingga sarana dan prasarana, serta lingkungan yang

sudah menjadi keharusan bahwa setiap siswa kondusif. Guru memegang peran yang sangat

pada akhirnya dapat menguasai pemahaman strategis dalam mewujudkan optimalisasi

tentang berbagai jenis teks dan struktur teksnya. pembelajaran, terutama dalam pemilihan

Melalui teks siswa tidak hanya dihadapkan strategi, metode, dan teknik pembelajaran.

mengenai isi teks tetapi juga berbagai unsur Pendekatan saintifik merupakan icon

“Kotak Ajaib” - Teks Eksemplum - Rini Sri Nurhayati - SMPN 1 Geger – Kabupaten Madiun - Halaman 1

dalam implementasi Kurikulum 2013 yang Dampak

memiliki karakteristik (1) berpusat pada siswa, Dalam implementasi kurikulum 2013

(2) melibatkan keterampilan proses sains dalam guru harus mampu memilih dan menerapkan

mengonstruksi konsep, hukum, atau prinsip, (3) strategi, metode, dan model pembelajaran yang

melibatkan proses kognitif yang potensial dalam sesuai dengan karakteristik materi sehingga

merangsang perkembangan intelek, khususnya mampu mengembangkan daya nalar siswa

keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, serta secara optimal yang tidak meninggalkan

(4) dapat mengembangkan karakter siswa. pembentukan karakter peserta didik agar

Implementasi pendekatan tersebut dalam menjadi siswa yang tidak hanya pandai namun

pembelajaran di kelas IX merupakan suatu mempunyai tingkah laku yang sesuai dengan

tantangan bagi semua guru untuk mewujudkan kompetensi inti yang diharapkan dan membawa

suatu pembelajaran yang bermakna (meaning dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.

full). Pembelajaran bahasa Indonesia kelas IX Dengan demikian dalam pembelajaran

dalam kurikulum 2013 berbasis teks. Dalam guru tidak hanya terpaku dengan pembelajaran

pembelajaran bahasa yang berbasis teks, bahasa di dalam kelas, melainkan guru harus mampu

Indonesia diajarkan bukan sekadar sebagai melaksanakan pembelajaran dengan metode

pengetahuan bahasa, melainkan sebagai teks yang lebih bervariasi, guru juga harus mampu

yang berfungsi untuk menjadi sumber aktualisasi menjadi kreator yang handal agar siswa dapat

diri penggunanya pada konteks sosial-budaya mencapai indikator yang kita harapkan.

akademis. Teks dipandang sebagai satuan Guru memegang peran yang sangat

bahasa yang bermakna secara kontekstual. strategis dalam mewujudkan optimalnya

Untuk itu, guru harus lebih kreatif dan pembelajaran, terutama dalam pemilihan media,

melakukan berbagai inovasi dalam strategi, metode, dan teknik pembelajaran.

pembelajaran. Salah satunya adalah Untuk itu, guru dituntut harus lebih kreatif dan

pembelajaran menyusun teks eksemplum dengan melakukan berbagai inovasi dalam

menggunakan kotak ajaib yang dilakukan di pembelajaran.
SMPN 1 Geger Madiun. Pemanfaatan media “ Kotak Ajaib “

diharapkan bisa membawa perbaikan dalam

Rumusan Masalah pembelajaran bahasa Indonesia terutama dalam

a. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran menyusun teks eksemplum, sehingga

dengan menggunakan kotak ajaib? keberhasilan dalam menyusun teks eksemplum

b. Bagaimanakah keberhasilan pembelajaran menjadi meningkat dan atau lebih baik.

dengan menggunakan kotak ajaib?

Kajian Pustaka

Tujuan Dalam Kurikulum 2013 disebutkan

a. Mendeskripsikan pembelajaran dengan bahwa materi ajar pembelajaran bahasa

menggunakan kotak ajaib. Indonesia kelas IX SMP lebih ditekankan pada

b. Mendeskripsikan keberhasilan pembelajaran pembelajaran yang berbasis teks. Pembelajaran

dengan menggunakan kotak ajaib. bahasa Indonesia berbasis teks dilaksanakan

dengan menerapkan prinsip bahwa (1) bahasa

Manfaat hendaknya dipandang sebagai teks, bukan

a. Bagi siswa semata-mata kumpulan kata-kata atau kaidah-

1) Meningkatkan motivasi dalam belajar. kaidah kebahasaan, (2) penggunaan bahasa

2) Meningkatkan aktivitas dan kerja sama merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk

dalam kelompok. kebahasaan untuk mengungkapkan makna, (3)

3) Meningkatkan hasil dalam pembelajaran. bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan

b. Bagi guru bahasa yang tidak pernah dapat dilepaskan dari

1) Meningkatkan motivasi mengajar. konteks karena dalam bentuk bahasa yang

2) Pembelajaran lebih variatif dan menarik. digunakan itu tercermin ide, sikap, nilai, dan

ideologi penggunanya, dan (4) bahasa

“Kotak Ajaib” - Teks Eksemplum - Rini Sri Nurhayati - SMPN 1 Geger – Kabupaten Madiun - Halaman 2

merupakan sarana pembentukan kemampuan 1. Orientasi, adalah bagian awal dari teks

berpikir manusia. eksemplum yang biasanya berisi tentang

Sehubungan dengan prinsip-prinsip itu, pengenalan tokoh.

perlu disadari bahwa di dalam setiap teks 2. Insiden, adalah bagian yang berisi peristiwa

terdapat struktur tersendiri yang satu sama lain atau kejadian yang dialami oleh tokoh.

berbeda. Sementara itu, dalam struktur tercermin Biasanya tokoh mendapat masalah atau

struktur berpikir. Dengan demikian, makin persoalan.

banyak jenis teks yang dikuasai siswa, makin 3. Interpretasi, adalah bagian yang isinya pesan

banyak pula struktur berpikir yang dapat moral, evaluasi, dan akibat yang timbul dari

digunakannya dalam kehidupan sosial dan tindakan tokoh.

akademiknya nanti. Ciri–ciri Teks Eksemplum
Sesuai dengan kurikulum 2013 jenis-

jenis teks untuk pembelajaran siswa di kelas IX 1. Berisi tentang peristiwa yang tidak

SMP terdiri atas 4 jenis teks yaitu : (1) Teks diinginkan oleh tokoh.

Eksemplum, (2) Teks Tanggapan Kritis, (3) 2. Memiliki nuansa naratif.

Teks Tantangan, dan (4) Teks Rekaman Hasil 3. Umumnya menceritakan tentang pengalaman

Percobaan. ( Silabus Mata Pelajaran Bahasa pribadi seorang tokoh.

Indonesia SMP, Kemendikbud, 2013 ) 4. Terdapat perubahan perilaku dari tokoh untuk

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tidak melakukan kesalahan yang sama.

(RPP) merupakan penjabaran dari silabus untuk 5. Menunjukkan urutan peristiwa atau kejadian

mengarahkan kegiatan belajar peserta didik yang jelas.

dalam upaya untuk mencapai KD. Langkah- Media “ Kotak Ajaib “
langkah kegiatan pembelajaran menulis teks

eksemplum sesuai proses pembelajaran Memahami media pembelajaran paling

sebagaimana yang disebutkan dalam kurikulum tidak ditinjau dari dua aspek, yaitu pengertian

2013 yakni untuk jenjang SMP dan yang bahasa dan pengertian terminologi. Kata media

sederajat menggunakan pendekatan Scientific berasal dari bahasa Latin yakni medius yang
(ilmiah). secara harfiahnya berarti ‘tengah‘, ‘pengantar‘
atau ‘perantara‘. Dalam bahasa Arab media
Pengertian Teks Eksemplum disebut ‘wasail‘ bentuk jamak dari ‘wasilah‘
Teks Eksemplum adalah suatu teks yang yakni sinonim wasth yang artinya juga ‘tengah‘

menceritakan atau mengisahkan tentang tokoh (Munadi, 2012:6).

atau pelaku dari suatu cerita. Ceritanya diawali Kata media berasal dari bahasa Latin

dengan pengenalan tokoh, setelah itu peristiwa dan merupakan bentuk jamak dari kata medius

apa saja yang dilalui tokoh, dan diakhiri dengan yang secara harfiah berarti perantara atau

interpretasi atau pesan moral dari dalam diri pengantar (Djamarah dan Zain, 2006:120).

tokoh. (wwwgoogle.com). Teks Eksemplum Sadiman dkk. (2011:6) menyatakan
termasuk dalam karya sastra yang isinya bahwa “Media adalah segala sesuatu yang

menceritakan atau menjelaskan tentang digunakan untuk menyalurkan pesan dari

pengalaman hidup manusia. Sedangkan menurut pengirim ke penerima sehingga dapat

wikipedia teks eksemplum adalah teks yang merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan

isinya menjelaskan baik itu secara singkat minat serta perhatian siswa sedemikian rupa
maupun panjang lebar dari suatu teks anekdot, sehingga proses belajar terjadi”.

ilustrasi, moral, dan lainnya. Menurut Gerlach dan Ely (dalam

Musfikon 2012:26), pengertian media ada dua

Struktur Teks Eksemplum macam, yaitu arti sempit dan arti luas. Arti
Layaknya teks – teks lain, teks sempit, bahwa media itu berwujud : grafik, foto,

eksemplum juga memiliki struktur dan ciri yang mekanik dan elektronik yang digunakan untuk

membedakannya dengan bentuk teks lain. menangkap, memproses, serta menyampaikan

Adapun struktur teks eksemplum adalah : informasi. Arti luas yaitu kegiatan yang dapat

“Kotak Ajaib” - Teks Eksemplum - Rini Sri Nurhayati - SMPN 1 Geger – Kabupaten Madiun - Halaman 3

menciptakan suatu kondisi sehingga eksemplum yang struktur atau urutannya

memungkinkan peserta didik dapat memperoleh masih acak untuk diurutkan sesuai urutan

pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baru. atau struktur teks eksemplum yang benar.

Sementara itu Heinich, dkk (dalam f) Urutan paragraf yang benar kemudian ditulis

Musfikon, 2012:26) mendefinisikan media diatas kertas label (menggunakan angka)

adalah saluran informasi yang menghubungkan g) Setelah kertas label ditulisi angka sesuai

antara sumber informasi dan penerima. Media dengan urutan paragraf teks eksemplum yang
pembelajaran meliputi alat yang secara fisik benar, lalu kertas – kertas label tadi ditempel

digunakan untuk menyampaikan isi materi di kertas atau di papan.

pembelajaran yang terdiri dari buku, tape h) Kemudian salah seorang siswa atau guru

recorder, kaset, video kamera, video recorder, mengambil kunci urutan paragraf teks

film, slide, foto, gambar, grafik, dan lain-lain. eksemplum yang benar dan mencocokkan

Salah satu media yang digunakan dalam dengan hasil yang sudah dikerjakan oleh

pembelajaran menyusun teks eksemplum adalah siswa.
“kotak ajaib.” Kotak ajaib merupakan suatu

kotak yang berisi apa saja, di antaranya adalah Karya Inovasi Pembelajaran

kotak-kotak kecil yang berupa perintah atau Ide Dasar

langkah-langkah kerja yang akan digunakan 1) Pembelajaran yang berhasil tidak hanya

dalam pembelajaran. Pemanfaatannya didasarkan pada out put, tetapi juga proses

bergantung pada kreativitas guru dan situasi yang baik dan benar. Proses belajar-mengajar

serta kondisi yang ada di kelas saat harus dikemas secara aktif, kreatif, inovatif,

pembelajaran. Agar kegiatan lebih menarik, guru menyenangkan, dan efektif. Pekerjaan ini

bisa merencanakan kegiatan dengan bukanlah hal yang mudah. Tuntutan standar

menggunakan berbagai teknik pembelajaran, proses yang demikian itu menjadi kendala di

misalnya : permainan, tanya jawab atau diskusi. lapangan bagi setiap guru. Apalagi dengan

Langkah-langkah dalam memanfaatkan menerapkan Kurikulum 2013 ini.
media “kotak ajaib” tersebut adalah sebagai 2) Adanya pemahaman konsep baru berkaitan

berikut. dengan jenis teks eksemplum dalam

a) Guru di kelas menyiapkan kotak besar yang Kurikulum 2013 sehingga menjadi

berisi sejumlah kotak kecil yang di dalamya permasalahan tersendiri baik bagi guru

terdapat potongan paragraf acak dari teks maupun siswa.

eksemplum, lembar kegiatan atau langkah-

langkah kerja dalam menyusun teks Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran

eksemplum dan kunci urutan paragraf yang Media yang digunakan dalam

benar berdasarkan struktur teks eksemplum pembelajaran menyusun teks eksemplum ini
yang benar. adalah “kotak ajaib.” Kotak ajaib ini merupakan

b) Guru menjelaskan kegiatan-kegiatan yang suatu kotak yang berisi apa saja, di antaranya

akan dilakukan siswa berkaitan dengan kotak adalah kotak-kotak kecil yang berupa perintah,

yang ada di depan. langkah-langkah kerja, potongan-potongan

c) Perwakilan kelompok maju lalu memilih dan paragraf yang masih acak dan kunci urutan

mengambil satu bendel dalam kotak yang paragraf yang benar berdasarkan struktur teks
berisi potongan – potongan paragraf teks eksemplum yang benar. Pemanfaatan “ Kotak
Ajaib ” ini bergantung pada kreativitas guru dan
eksemplum yang urutannya atau strukturnya

masih acak. Bendel-bendel itu dibedakan situasi serta kondisi yang ada di kelas saat

warnanya dan topik atau judul yang disajikan pembelajaran. Agar kegiatan lebih menarik, guru

ada beberapa macam. bisa merencanakan kegiatan dengan

d) Perwakilan kembali ke kelompok masing- menggunakan berbagai teknik pembelajaran,

masing lalu membuka kotak kecil dan misalnya : permainan, tanya jawab atau diskusi.

mendikusikannya.

e) Anggota kelompok mendiskusikan teks Proses Penemuan / Pembaharuan

“Kotak Ajaib” - Teks Eksemplum - Rini Sri Nurhayati - SMPN 1 Geger – Kabupaten Madiun - Halaman 4

a. Penyusunan RPP masing lalu membuka kotak kecil dan

Kurikulum 2013 merupakan hal baru mendikusikannya.

yang berbeda dengan karakteristik KTSP. e) Anggota kelompok mendiskusikan teks

Pendekatan saintifik dan model-model eksemplum yang struktur atau urutannya

pembelajaran baik project based learning, masih acak untuk diurutkan sesuai urutan

problem based learning, maupun discovery atau struktur teks eksemplum yang benar.

learning yang harus dimunculkan secara f) Urutan paragraf yang benar kemudian ditulis

eksplisit dalam langkah-langkah diatas kertas label (menggunakan angka)

pembelajaran cukup menyulitkan. g) Setelah kertas label ditulisi angka sesuai

b. Implementasi dengan urutan paragraf teks eksemplum yang
Pembelajaran yang berhasil tidak benar, lalu kertas – kertas label tadi ditempel

hanya didasarkan pada out put, tetapi juga di kertas atau di papan.

proses yang baik dan benar. Proses belajar- h) Kemudian salah seorang siswa atau guru

mengajar harus dikemas secara aktif, kreatif, mengambil kunci urutan paragraf teks

inovatif, menyenangkan, dan efektif. eksemplum yang benar dan mencocokkan

Pekerjaan ini bukanlah hal yang mudah. dengan hasil yang sudah dikerjakan oleh

Tuntutan standar proses yang demikian itu siswa.

menjadi kendala di lapangan bagi setiap guru.

Apalagi dengan menerapkan Kurikulum 2013 Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi

ini. Pembelajaran

Selain itu juga adanya pemahaman Pembelajaran menunjukkan suatu

konsep baru berkaitan dengan jenis teks baru perkembangan yang signifikan baik berupa kerja

yaitu teks eksemplum dalam Kurikulum 2013 kelompok maupun individu. Motivasi anak

sehingga menjadi permasalahan tersendiri untuk belajar cukup menggembirakan. Tingkat

baik bagi guru maupun siswa. keaktifan dalam kelompok mencapai 81%. Hal

c. Penilaian itu terlihat pada saat siswa berdiskusi

Guru mengalami kesulitan dan merangkaikan paragraf acak menjadi paragraf

memiliki keterbatasan kemampuan dalam teks eksemplum yang sesuai dengan strukturnya.

mengamati kegiatan siswa untuk penilaian Kerja sama dalam kelompok juga baik dengan

autentik (authentic assesment). persentase 86%. Mareka saling bekerja sama dan

saling melengkapi pendapat. Inisiatif dalam

Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran kelompok juga menunjukkan hasil yang baik

a) Guru di kelas menyiapkan kotak besar yang yaitu 83%.

berisi sejumlah kotak kecil yang di dalamya Hasil secara individu menunjukkan

terdapat paragraf acak dari teks eksemplum, bahwa kreativitas anak dalam menyusun teks

lembar kegiatan atau langkah-langkah dalam eksemplum ada kemajuan. Secara statistik

menyusun teks eksemplum dan kunci urutan kreativitas karya mencapai 94% dan nilai rata-

paragraf yang benar berdasarkan struktur teks rata 90%.

eksemplum yang benar.

b) Guru menjelaskan kegiatan-kegiatan yang Simpulan
akan dilakukan siswa berkaitan dengan kotak a. Pemanfaatan media “kotak ajaib” merupakan

yang ada di depan. salah satu cara memotivasi dan mengaktifkan

c) Perwakilan kelompok maju lalu memilih dan siswa dalam kegiatan pembelajaran . Kotak

mengambil satu bendel dalam kotak yang ajaib berupa kotak besar yang berisi kotak-
berisi potongan–potongan paragraf teks kotak kecil yang dilengkapi dengan langkah-

eksemplum yang urutannya atau strukturnya langkah kerja yang harus dilakukan siswa,

masih acak. Bendel-bendel itu dibedakan potongan-potongan paragraf acak teks

warnanya dan topik atau judul yang eksemplum, serta kunci jawaban dari susunan

disajikan ada beberapa macam. paragraf yang benar sesuai dengan struktur

d) Perwakilan kembali ke kelompok masing- teks eksemplum yang benar.

“Kotak Ajaib” - Teks Eksemplum - Rini Sri Nurhayati - SMPN 1 Geger – Kabupaten Madiun - Halaman 5

b. Penggunaan kotak ajaib dalam pembelajaran Saran
mampu meningkatkan kemampuan siswa di Pemanfaatan “kotak ajaib” bisa
dalam menyusun teks eksemplum di kelas
IX. digunakan untuk pembelajaran kompetensi
dasar-kompetensi dasar yang lain terutama
dalam pembelajaran menyusun teks.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
WWW.google.com “Teks Eksemplum Definisi”

Zabadi, Fairul dkk. 2013. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan untuk SMP/M.Ts.Kelas IX. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemendikbud. 2015. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan untuk SMP/M.Ts. Kelas IX. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kotak Ajaib” - Teks Eksemplum - Rini Sri Nurhayati - SMPN 1 Geger – Kabupaten Madiun - Halaman 6

“PENGARUH IMPLEMENTASI ICE BREAKING TERHADAP HASIL BELAJAR
SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS VIII A SMPN 3 GEGER

Oleh : Budiyanto, Guru SMPN 3 Geger Kabupaten Madiun

ABSTRAK
Kata kunci : Ice Breaking, hasil belajar

Mengajar adalah membimbing belajar siswa sehingga ia mampu belajar. Dengan demikian
aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajar sehingga siswalah yang seharusnya
banyak aktif, siswa sebagai subyek didik adalah yang merencanakan, dan ia sendiri yang melaksanakan
belajar. Pada kenyataan, di sekolah-sekolah seringkali monoton dan kurang kreatif, sehingga siswa sering
merasa bosan , jenuh dan tidak bersemangat dalam belajar penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui
pengaruh penerapan ice breaking trhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Inggris pada
siswa kelas VIII A SMPN 3 Geger. Tahun Pelajaran 2016-2017,setelah diterapkannya ice breaking pada
siswa kelas VIIIA SMPN 3 Geger. Tahun Pelajaran 2016-2017.Memberikan gambaran bahwa ice
breaking adalah penting dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dan menjadikan siswa menjadi
aktif dalam kegiatan belajar mengajar.Rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:Bagaimanakah
peningkatan prestasi belajar Bahasa Inggris pada siswa kelas VIIIA SMPN 3 Gegerdengan diterapkannya
ice breaking.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking dapat meningkatkan hasil pembelajaran
Bahasa Inggris. ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa , yaitu dari rata-rata nilai 67,88
menjadi 80,30. Sedangkan ketuntasan belajar dari 56% menjadi 88%. Dengan demikian penerapan ice
breaking adalah penting untuk meningkatkan prestasi belajar siswa serta untuk menghilangkan atau
mengurangi kejenuhan dalam pembelajaran.

Latar BelakangMasalah bahwa manusia dan makhluk hidup lain
Berbicara tentang belajar, “belajar membutuhkan dunia untuk mengembangkan dan
melangsungkan hidupnya. Dengan kegiatan
merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, belajar atau menyesuaikan diri, maka berbagai
dimana perubahan itu dapat mengarah kepada macam cara mereka gunakan sebagai
tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada pembelajaran diri, salah satunya pembelajaran
kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang terdapat di sekolah.
yang lebih buruk.” Sebagai contoh perubahan
yang mengarah kepada tingkah laku yang lebih Dalam pembelajaran di sekolah, banyak
baik, “pada Olimpiade Sains Kuark, dimana faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses
kesenangan belajar sains majalah komik kuark pembelajaran diantaranya: guru, siswa,
membuat Emilia Anagya, finalis dari Blora, kurikulum, lingkungan belajar dan sebagainya.
Jawa Tengah, tidak jijik bermain cacing dengan Belajar merupakan hal yang kompleks yang bisa
teman-temannya. Mereka asyik menggali tanah dipandang dari dua subjek, yaitu dari siswa dan
basah di sekitar rumah untuk bisa mempelajari guru. Dari segi siswa, belajar dialami dalam satu
soal cacing yang bermanfaat untuk kesuburan proses yaitu mental, dimana bahan belajarnya
tanah.” Sedangkan contoh perubahan yang berupa alam, hewan, tumbuhan, manusia, dan
mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk, bahan yang telah terhimpun dalam buku-buku
seperti pembelajaran internet, bagaimana cara pelajaran. Dari segi guru belajar lebih ke dalam
membuka aplikasi ke internet dan tahapan, menyiapkan, tahapan dimana seorang
mengoperasikannya, sehingga tidak jarang guru mengenal anak, melihat psikologi,
banyak situs yang menjerumuskan anak ke ranah mengatur pembelajaran yang sesuai untuk anak
negatif (misalnya game yang bercorak tawuran, didiknya, serta perancangan pembelajaran yang
gulat, bahkan seks). lain. “Guru sebagai pengelola kegiatan belajar
mengajar memiliki tugas yang tidak mudah,
Dari penjelasan di atas, kita cermati

Ice Breaking – Budiyanto - SMPN 3 Geger - Kabupaten Madiun - Halaman 7

karena ia merupakan faktor yang besar 1. Kompetensi pedagogik, seorang guru harus
pengaruhnya terhadap pencapaian kualitas bisa mengembangkan ilmunya. Tahu
pembelajaran yangbaik”. bagaimana cara mengajar yang baik dan
mengetahui apa yang harus dilakukan
Secara umum, dalam pembelajaran sebagai seorang pengaja.
terdapat beberapa kendala yang dapat
menghambat berjalannya belajar. Misalnya, 2. Kompetensi profesional, seorang guru harus
pada beberapa sekolah masih terdapat beberapa bisa menempatkan diri, dimana dia sedang
guru yang belum bisa menggunakan metode mengajar, belajar, danberinteraks.
serta media yang menarik untuk belajar. Bahkan
kurangnya informasi teknologi (komputer) 3. Kompetensi kepribadian, seorang guru yang
dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana. baik, harus berkepribadian yang baik juga,
Sehingga proses belajar mengajar terbilang karena guru yang baik akan ditiru
monoton. Dari siswa sendiri, masalah secara kebaikannya, melalui ucapan, perilaku,
umum adalah kurangnya daya konsentrasi dan bahkan penerapan sehari-hari dalam
motivasi siswa. beraktifitas.

Untuk melihat kualitas pembelajaran 4. Kompetensi sosial, seorang guru, untuk
maka dapat diukur dari dua sisi, yakni proses mengetahui lebih dalam bagaimana seorang
dan hasil belajar. Proses belajar berkaitan murid, sekolah atau yang lainnya, perlu
dengan pola perilaku siswa dalam mempelajari adanya interaksi terhadap murid, orang tua,
bahan pelajaran. Sedangkan hasil belajar bahkan lingkungansetempat.
berkaitan dengan perubahan perilaku yang Dengan demikian, seorang guru harus
diperoleh sebagai pengaruh dari proses belajar.
Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, menjadi motivasi bagi diri dan peserta didiknya
dibutuhkan persiapan yang maksimal agar dengan memberikan suguhan model dan materi
proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik pembelajaran secara aktif, salah satunya dengan
dan diikuti dengan hasil belajar yang baik pula. menerapkan model pembelajaran ice breaking di
dalam pembelajaran.
Berdasarkan dari observasi awal
sebelum penelitian, ditemukan masalah tentang Ice breaking merupakan permainan atau
proses pembelajaran pada mata pelajaran kegiatan yang sederhana, ringan dan ringkas
Sosiologi yaitu, siswa-siswa masih banyak yang berfungsi untuk mengubah suasana
mengobrol pada saat pembelajaran sehingga kebekuan,kekakuan, rasa bosan atau mengantuk
menyebabkan kurangnya konsentrasi siswa dalam pembelajaran. Sehingga bisa membangun
terhadap mata pelajaran tersebut, kurang suasana belajar yang dinamis penuh semangat
variatifnya guru dalam menyampaikan materi dan antusias yang dapat menciptakan suasana
sehingga siswa bosan dan cenderung mengantuk balajar yang menyenangkan, serius, tapi santai.
dikelas, keterbatasan sarana dan prasarana (tidak “Dengan demikian, disinilah peran ice breaking
ada buku paket) sehingga siswa tidak bisa sangat diperlukan untuk menghilangkan situasi
mengembangkan materi dari buku paket, karena yang membosankan bagi pengajar dan siswa,
hanya terbatas dari LKS. Sedangkan masalah serta kembali segar dan menyenangkan.”
yang berhubungan dengan hasil belajar,
ditemukan masih adanya nilai siswa dibawah Adapun kelebihan ice breaking adalah
nilai KKM yang sudah ditetapkan. “membuat waktu panjang terasa cepat,
membawa dampak menyenangkan dalam
Dari kedua subjek yang mendukung pembelajaran, dapat digunakan secara sepontan
proses dan hasil belajar itulah, ada beberapa atau terkonsep, membuat suasana kompak dan
faktor yang mungkin bisa dilakukan dalam menyatu.”
implementasinya. Secara umum, seorang guru
memiliki kreativitas dalam mengembangkan Dalam melakukan ice breaking, guru
profesinya melalui empat kompetensinya, yaitu, memerlukan panduan-panduan atau cara untuk
pedagodik, professional, kepribadian, dan sosial. menjalankannya agar ice breaking berjalan
Contohnya: optimal yang hasilnya juga akan dirasakan oleh
guru dan siswa. Salah satunya dengan cara
mengingat panduan atau cara yang sudah di

Ice Breaking – Budiyanto - SMPN 3 Geger - Kabupaten Madiun - Halaman 8

siapkan terlebih dahulu, agar tidak lupa dan alangkah baiknya mengembangkan

tersalurkan kepada tujuannya, yaitu siswa didik. kreatifitasnya tiada henti dan menarik untuk

Berdasarkan latar belakang masalah, di teliti

maka penulis tertarik untuk melakukan Kajian Pustaka
penelitian dengan judul “Pengaruh Penerapan

Ice Breaking Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pengertian Icebreaking
Pembelajaran bahasa Inggris kelas VIII A Ice breaking merupakan “permainan
SMPN 3 Geger ”.
atau kegiatan yang berfungsi untuk mengubah
Perumusan Masalah suasana kebekuan dalam kelompok.” Ice
breaking adalah “peralihan situasi dari yang

Perumusan masalah pada penelitian ini membosankan, membuat mengantuk,
adalah: “ Bagaimana pengaruh penerapan Ice menjenuhkan, dan tegang menjadi rileks,

Breaking terhadap hasil belajar siswa pada bersemangat, tidak membuat mengantuk, serta
pembelajaran bahasa Inggris di SMPN 3 Geger “ ada perhatian dan ada rasa senang untuk

mendengarkan atau melihat orang yang

Tujuan Penelitian berbicara di depan kelas atau ruangan
Adapun tujuan penelitian ini adalah pertemuan.”

untuk mengetahui bagaimana pengaruh Berdasarkan beberapa pendapat di atas,

penerapan ice breaking terhadap hasil belajar ice breaking dapat diartikan sebagai pemecah

siswa pada pembelajaran bahasa Inggris di situasi kebekuan fikiran atau fisik siswa. Ice

SMPN 3 Geger Madiun breaking juga dimaksudkan untuk membangun

suasana belajar yang dinamis, penuh semangat,

Manfaat Penelitian dan antusiasme. Hal ini ice breaking adalah

1. Bagi siswa menciptakan suasana belajar yang

Bagi siswa sendiri, diperlukan tuangan ide menyenangkan (fun) serta serius tapi santai.

dari murid-murid untuk lebih mengembang-

kan atau menciptakan ice breaking dalam Macam-macam Icebreaking

pembelajaran, baik pembelajaran intern a. Ice Breaking jenis Tepuk Tangan

maupunekstern. Contoh : Ice breaking jenis tepuktangan:

2. Bagi peneliti Pegang kepala > dibalas dengan tepuk tiga

Selesainya penelitian bukan berarti kali Pegang hidung > dibalas dengan tepuk

selesainya kreativitas peneliti, anggaplah dua kali Pegang mata > dibalas dengan tepuk

penelitian dan hasil penelitian yang di dapat satu kali

merupakan awal mula seorang guru memulai Pegangmulut > dibalas dengan tepuk tangan

kreativitasnya tanpahenti

b. Ice breaking jenis Lagu-Lagu

Dampak Contoh : Ice breaking jenis lagu

1. Bagi Dunia Pendidikan I live alone away antusiastic fuh....

Penelitian ini diharapkan dapat I live alone away antusiastic fuh....

menumbuhkan kreatifitIalsivdeanalpornoefeaswioanyalisme dan menumbuh-kembangkan buday

2. Bagi Guru Away alone I live

Diharapakan bagi semua guru harap I live alone away antusiastic fuh....

tidak monoton penggunaan model dalam c. Ice breaking AudioVisual

pembelajaran, perlu wawasan yang terbaru Perlu kita ketahui terlebih dahulu
untuk mengatasi atau menyiasati kejenuhan tentang pengertian” Audio Visual yaitu

di kelas, sehingga siswa semangat dan media instruksional modern yang sesuai

gembira dalam belajar. dengan perkembangan aman, (kemajuan ilmu

3. Bagi penelitilain pengetahuan dan teknologi), meliputi media
Penelitian yang peneliti lakukan yang dapat dilihat dan di dengar.”

masih kurang sempurna, bagi peneliti lain Contoh : Pemutaran video motivasi

Ice Breaking – Budiyanto - SMPN 3 Geger - Kabupaten Madiun - Halaman 9

mengaplikasikan, dan diakhiri dengan

Penerapan ice breaking dalam pembelajaran mengevaluasi. 3). Guru sebagai pembimbing,

Teknik spontan dalam situasi pembelajaran Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya

Ice breaking digunakan secara spontan menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental,

dalam proses pembelajaran biasanya digunakan emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang

karena situasi pembelajaran biasanya digunakan lebih dalam dan kompleks. 4). Guru Sebagai

tanpa rencana tetapi lebih banyak digunakan Pelatih, Proses pendidikan dan pembelajaran

karena situasi pembelajaran yang ada pada saat memerlukan latihan keterampilan, baik

itu butuh penyemangat agar pembelajaran dapat intelektual maupun motorik, sehingga menuntut

fokus kembali. Ice breaking yang demikian bisa guru untuk bertindak sebagai pelatih. 5). Guru

digunakan kapan saja melihat dituasi dan Sebagai Penasehat, Guru adalah seorang

kondisi yang terjadi pada saat pembelajaran penasehat bagi peserta didik juga bagiorang.

berlangsung. Di dalam pembelajaran, ada beberapa

model untuk menunjang pencapaian belajar,

Teknik direncanakan dalam situasi seperti pembelajaran aktif dan pembelajaran

pembelajaran efektif. Pembelajaran aktif adalah pembelajaran

Ice breaking yang baik dan efektif dimana para siswa secara individu didukung

membantu proses pembelajaran adalah ice untuk terlibat aktif dalam proses membangun

breaking yang direncanakan dan dimasukan model mentalnyasendiri dari informasi yang

dalam rencana pembelajaran. Ice breaking yang mereka peroleh. Sedangkan pembelajaran efektif

direncanakan dan dimasukan dalam renacana adalah pembelajaran yang mampu memberikan

pembelajaran dapat mengoptimalkan pencapaian konstribusi optimal terhadap pencapaian tujuan
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.” belajar yang telah ditetapkan. Ada beberapa

model pembelajaran aktif, seperti, snowball, role

Kelebihan dan kelemahan Ice breaking playing, mind mapping,dan ice breaking,

Kelebihan dari ice breaking: peneliti memfokuskan pada model pembelajaran

a. membuat waktu panjang terasacepat. aktif untuk ice breaking.

b. membawa dampak menyenangkan dalam Ice breaking adalah peralihan situasi dari yang

pembelajaran. membosankan, membuat mengantuk,

c. dapat digunakan secara sepontan atau menjenuhkan, dan tegang menjadi rileks,

terkonsep. bersemangat, tidak membuat mengantuk, serta

d. membuat suasana kompak dan menyatu. ada perhatian dan ada rasa senang untuk

e. sedangkan kelemahan ice breaking: mendengarkan atau melihat orang yang

penerapan disesuaikan dengan kondisi berbicara didepan kelas atau ruangan pertemuan.

ditempat masing-masing. Sedangkan jenis-jenis ice breaking diantaranya:

tepuk tangan, lagu, dan audiovisual.

Karya Inovasi Pembelajaran Ice Breaking Untuk ice breaking audio visual, dipilih bentuk

Ide Dasar video. Dimana vidio ini menceritakan tentang

Belajar merupakan perubahan tingkah bagaimana sekelompok orang yang mempunyai

laku yang mengarahkan seseorang menjadi lebih kekurangan, bisa di pandng keberadaannya oleh

baik. Dalam belajar, peran guru sangatlah masyarakat luas. Dari penerapan model

penting untuk mencapai hasil belajar yang baik, pembelajaran ini, maka diperoleh suatu hasil

seperti: 1). Guru Sebagai Pendidik, Guru adalah belajar. Hasil belajar merupakan seluruh

pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan kecakapan yang dicapai melalui proses belajar di

identifikasi bagi para peserta didik, dan sekolah yang dinyatakan dengan nilai atau angka

lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus berdasarkan tes hasil belajar. Penilaian hasil
memiliki standar kualitas tertentu, yang belajar pada dasarnya adalah “untuk mengetahui

mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri sejauh mana pembelajaran (learner) telah

dan disiplin. 2). Guru Sebagai Pengajar, guru mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh

adalah pengajar, dimana dari mulai menyusun, mana tujuan atau kompetensi dari kegiatan

Ice Breaking – Budiyanto - SMPN 3 Geger - Kabupaten Madiun - Halaman 10

pembelajaran yang dikelola dapat dicapai.” awal, di kegiatan inti maupun di kegiatan akhir.

Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran Ice Kegiatan awal
Breaking
o Mempersiapkan peserta didik secara psikis
Cara menggunakan media ice breaking
adalah sangat mudah dan sangat situasional. kita dan fisik untuk mengikuti proses
bisa menggunakan kapan saja kita mau
menggunakan karena ice breaking ini bersifat pembelajaran.
sebagai pemecah fikiran yang sedang jenuh
karena diforsir untuk belajar terus menerus atau o Melakukan apersepsi memberikan
juga bisa disebut sebagai penyegar suasana. Kita
bisa memilih ice breaking mana yang akan kita pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan
gunakan, selain itu karena ice breaking
bentuknya sangat banyak seperti telah disebut pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
penulis diatas. Misalnya kita menggunakan ice
breaking sebelum memulai pembelajaran atau dipelajari.
disaat tengah tengah pembelajaran ketika siswa o Menjelaskan tujuan pembelajaran atau
mulai tampak capek atau jenuh.
kompetensi yang akan dicapai
Proses Penemuan / proses pembaharuan o Menjelaskan cakupan materi yang akan
Ice breaking yang berbetuk ‘Mengingat nomor’.
Manfaat : dipelajari
a. Meningkakan daya ingat peserta
b. Menumbuhkan jiwa cepat merespon 2. Kegiatan Inti
c. Mempertajam pendengaran dan kesadaran a. Review kosa kata terkait tema, topik
sebelumnya (percaya diri, mandiri)
Cara Bermain : b. Memperkenalkan kosa kata baru /
a. Berilah perintah kepada peserta untunk ungkapan memberi ucapan selamat
c. Tanya jawab menggunakan ungkapan-
menghitung dari 1 sampai dengan selesai ungkapan memberi ucapan selamat
b. Peserta harus mengingat angka yang telah d. Menirukan percakapan yang diucapkan
guru (patuh pada aturan)
disebutkan e. Melakukan percakapan yang diberikan
c. Pemateri menyebutkan angka berapa saja (patuh pada aturan)
f. Melakukan tanya jawab menggunakan
untuk mengecek apakah peserta sudah ingat ungkapan memberi ucapan selamat
dengan nomornya
d. Sebutlah angka 7 misalnya, dan ketika angka 3. Kegiatan Akhir
tujuh disebut peserta yang memiliki noomor 1. Bersama dengan siswa membuat
7 harus segera menjawab iya kemudian rangkuman / kesimpulan
menyebutkan angka yang lainnya 2. Melakukan penilaian / refleksi terhadap
e. Dalam satu putaran angka yang sudah kegiatan yang biru dilaksanakan.
tersebut tidak boleh disebutkan ulang 3. Memberikan umpan balik hasil proses
f. Jika peserta lama merespon atau lebih dari 2 pembelajaran dan tindak lanjut.
detik merespon makan peserta dikatakan 4. Memberikan tugas untuk dikerjakan
gugur dirumah baik secara individu maupun
g. Lakukan ini hingga peserta tersisa sedikit dan secara kelompok
dialah pemenanngnya 5. Menyampaikan rencana pembelajaran
pada pertemuan berikutnya
Bentuk dari ice breaking yang bisa

diberikan salah satunya adalah menyanyi tentu
saja karena menyanyi adalah sangat mudah
untuk membangkitkan semangat.

Aplilkasi Praktis dalam Pembelajaran Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi
Pelaksanaan Proses pembelajaran Pembelajaran
Dari data hasil test pembelajaran yang diberi ice
dengan kegiatan seperti dibawah ini ice breaking breaking dan tidak diberi ice breaking
dapat disisipkan di bagian manapun dibagian

Ice Breaking – Budiyanto - SMPN 3 Geger - Kabupaten Madiun - Halaman 11

menunjukkan ada perbedaan. Pembelajaran Hasil Proses Pembelajaran yang
yang diberikan ice breaking lebih baik dari pada
yang tidak diberi ice breaking. Selain itu dari menggunakan ice breaking
wawncara kepada siswa bahwa sebagian besar
siswa merasa seneng kalau di dalam proses Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil
kegiatan belajar mengajar disisipi ice breaking.
Berikut data evaluasi yang menggunakan ice evaluasi setelah melaksanakan proses
breaking dan tidak
pembelajaran dengan menggunakan ice breaking
Analisis Data Hasil Aplikasi Pratis Inovasi
Pembelajaran menggunakan Ice breaking. maka dapat diketahui ada peningkatan hasil
1. Peningkatan pemahaman dan motivasi
belajar. Dari hasil evaluasi dapat dilihat bahwa
peserta didik dengan penerapan media ice
breaking. Ice breaking bukanlah satu-satunya sebagian besar nilai yang dicapai siswa
media terbaik dalam pembelajaran, ice
breaking merupakan salah satu bentuk meningkat.
kegiatan untuk menghilangkan atau
mengurangi kejenuhan dalam proses kegiatan Simpulan
belajar mengajar.Terutama untuk materi- 1. Ice breaking dapat menghilangkan atau
materi pembelajaran yang tingkat
kompleksitasnya tinggi akan sangat penting menurunkan kejenuhan dalam pembelajaran
untuk menggunakan ice breaking. Karena dan bahkan dapat menumbuhkan semangat
guru dituntut untuk menyampaikan materi baru untuk mengikuti kegiatan belajar
kepada siswa mulai dari perencanaan sampai mengajar
dengan penilaian. Guru harus membuat 2. Ice breaking dapat meningkatkan hasil /
skenario pembelajaran yang bagus dan benar prestasi belajar siswa
sehingga siswa dapat memahami semua
materi yang disampaikan guru dengan Saran
mudah. Dalam kegiatan belajar mengajar salah

satu komponen yang juga penting adalah media.
Media pembelajaran sangat banyak macamnya.
Ice breaking merupakan salah satunya yang bisa
digunakan untuk menumbuhkan semangat baru
sehingga materi dapat diterima atau dipahami
dengan mudah karena kondisi siswa yang baik .
Untuk itu perlu adanya inovasi-inovasi baru
untuk mengembangkan ice breaking yang selalu
up to date.

DAFTAR PUSTAKA
Mulyasa. 2009. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru dan Kepala

Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara.

Neni Iska, Zikri. 2006. psikologi pengantar pemahaman diri dan lingkungan. Jakarta: Kizi Brother.

Said, M. 2010. 80+ Ice Breaker Games-Kumpulan Permainan Penggugah Semangat. Yogyakarta: Andi
offset.

Sanjaya, Wina. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Kencana.

Sanjaya, Wina. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Kencana.

Sudjana, Nana Dan Ibrohim. 2010. Penelitian Dan Penilaian Pendidkan, Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.

Sudjana, Nana. 2012. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Sukardi. 2009. Metodelogi penelitian pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sunarto. 2012. Icebreaker dalam pembelajaran aktif. Surakarta : Cakrawala Media.

Ice Breaking – Budiyanto - SMPN 3 Geger - Kabupaten Madiun - Halaman 12

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURAN MELALUI PEMBIASAAN BBQ

(BIMBINGAN BACA QURAN) DENGAN MENGGUNAKAN METODE UMMI PADA

KELAS 9B DI SMPN 1 DAGANGAN

Oleh : Nur Wahyu Fuadiyah, Guru SMP N 1 Dagangan Kabupaten Madiun

ABSTRAK
Kata kunci : bimbingan baca Al Qur’an, metode Ummi

Dalam masalah pendidikan sekarang ini, kurangnya interaksi dengan al-Qur’an menyebabkan siswa
tidak dekat dengan kitab sucinya sendiri. Kemudian akan muncul permasalahan baru, seperti banyaknya anak-
anak sekolah menengah pertama yang tidak bisa membaca al-Qur’an. Bahkan anak sekolah menengah atas dan
mahasiswa pun masih terdapat yang tidak bisa membaca al-Qur’an. Sebagaimana tujuan pendidikan Nasional
yang terdapat dalam UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa(UUD 1945), dan seperti yang tersirat
dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama RI No 128/44A, secara
eksplisist ditegaskan bahwa umat islam agar selalu berupaya meningkatkan kemampuan baca tulis al-Quran
dalam rangka peningkatan, penghayatan, dan pengamalan al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Ditegaskan
pula dalam intruksi Menteri Agama RI No. 3 Tahun 1990 yang menyatakan “ Agar umat Islam selalu berupaya
meningkatkan kemampuan baca tulis al-Quran”, serta berusaha mendidik siswa-siswi supaya memiliki
pengetahuan dalam membaca al-Quran dengan baik dan benar. Sehingga penulis ingin mengtahui bagaimana
pembiasaan Bimbingan Baca Quran (BBQ) dengan metode Ummi dapat meningkatkan kemampuan membaca
al-Quran siswa pada kelas 9B di SMPN 1 Dagangan. Penelitian ini menghasilkan dua temuan: Pertama,
pembiasaan Bimbingan Baca Quran dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 06.30-07.10 WIB setiap hari
selasa sampai hari sabtu. Program BBQ diikuti oleh siswa yang belum bisa membaca dan siswa yang kurang
lancar membaca al-Quran. Siswa kelas 9B yang mengikuti program BBQ sejak awal masuk kelas 7 berjumlah
12 anak. Kedua, data nilai hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi membaca al-Quran di kelas
9B, siswa yang mengikuti pembiasaan BBQ pada tiap semesternya mengalami peningkatan kemampuan
dengan nilai yang semakin baik. Sehingga pembiasaan BBQ dengan menggunkan metode Ummi yang telah
memiliki target pembelajaran efektif untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca al-Quran.

Latar Belakang sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan aturan-
aturan lainnya yang berfungsi untuk manusia. Akan
Indonesia merupakan negara muslim tetapi dalam kenyataannya masih ada umat Islam
terbesar di dunia dan membaca al-Qur’an yang belum optimal memfungsikan al-Qur’an dalam
kehidupan sehari-hari.
menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat
Dalam masalah pendidikan sekarang ini,
dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut kurangnya interaksi dengan al-Qur’an
Acep Hermawan, M.Ag., al-Qur’an adalah kalam menyebabkan siswa tidak dekat dengan kitab
sucinya sendiri. Kemudian akan muncul
Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad permasalahan baru, seperti banyaknya anak-anak
sekolah menengah pertama yang tidak bisa
Saw dan membacanya merupakan sebuah ibadah, membaca al-Qur’an. Bahkan anak sekolah
menengah atas dan mahasiswa pun masih terdapat
susunan kata dan isinya merupakan mukjizat, yang tidak bisa membaca al-Qur’an.

tertulis di dalam mushaf dan diturunkan secara Dalam sepekan, pelajaran agama Islam di
sekolah umum sekitar dua jam. Dengan
mutawatir (Abdul Majid, 2013:11). waktu yang sangat singkat ini siswa SMP
Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi diharapkan menguasai pelajaran agama yang di

umat Islam. Berfungsi sebagai kitab panduan, agar

selamat di dunia juga di akhirat. Hal ini terkandung
dalam ayat alQur’an, yaitu: “...sebagai petunjuk
bagi manusia, dan Dia menurunkan alFurqan...”

(Al-Imran: 4) (Dapertemen Agama RI, 2006: 50). Di
dalam al-Qur’an terdapat ilmu pengetahuan alam,

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 13

dalamnya terdapat pembelajaran mengenai al- Reading Qur’an (QRQ), metode al-Bana, metode
Qur’an. Bila dalam sekelas ada empat puluh orang, tilawati, metode al-Barqy, metode Qira’ati, metode
sedangkan guru agamnya hanya satu orang saja, al-Baghdadi, dan metode Ummi dengan ciri khas
bagaimana bisa mengharapkan siswanya bisa mahir adanya lagu dan tartilnya bacaan.
membaca al-Qur’an, sedangkan waktu dalam
sepekan hanya dua jam pelajaran. Dari semua metode membaca al-Qur’an
yang lahir dari lembaga ataupun ulama, metode
Sebagaimana tujuan pendidikan Nasional Ummi memiliki keunggulan dari metode membaca
yang terdapat dalam UUD 1945 yaitu mencerdaskan al-Qur’an yang lainnya. metode Ummi lahir dari
kehidupan bangsa(UUD 1945), dan seperti yang metode-metode sebelumnya yang telah sukses
tersirat dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) mengantar banyak anak bisa membaca al-Qur’an
Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama RI No dengan tartil. Dengan menggunakan lagu atau irama
128/44A, secara eksplisist ditegaskan bahwa umat dalam pembelajarannya, metode Ummi banyak
islam agar selalu berupaya meningkatkan diminati oleh anak. Karena pembelajarannya yang
kemampuan baca tulis al-Quran dalam rangka tidak kaku dan menyenangkan.dikarenakan buku
peningkatan, penghayatan, dan pengamalan al- atau jilid dalam metode Ummi disesuaikan dengan
Quran dalam kehidupan sehari-hari. Ditegaskan usia pembacanya dan beberapa buku ilmu dasar
pula dalam intruksi Menteri Agama RI No. 3 Tahun tentang cara membaca al-Quran, yaitu; Buku Ummi
1990 yang menyatakan “ Agar umat Islam selalu Pra TK, Buku Ummi Jilid 1-6, Buku Ummi Remaja
berupaya meningkatkan kemampuan baca tulis al- dan Dewasa, Buku Ummi Gharib al-Quran, dan
Quran”, serta berusaha mendidik siswa-siswi Buku Ummi Tajwid dasar.
supaya memiliki pengetahuan dalam membaca al-
Quran dengan baik dan benar, dan tengah derasnya Selain buku, metode Ummi juga
arus globalisasi yang serba materialistik saat ini, menggunakan alat peraga dalam proses
nilai-nilai al-Quran mulai di tinggalkan, bacaan al- pembelajarannya, yaitu; Alat Peraga Pra TK, Alat
Quran mulai disalah bunyikan, sehingga perlu peraga Ummi Jilid 2-6, Alat Peraga Ummi Remaja
penanaman dan pembelajaran untuk mencintai al- dan Dewasa, Alat Peraga Ummi Gharib al-Quran,
Quran. Maka tidak heran bila saat ini banyak sekali dan Alat Peraga Ummi Tajwid Dasar. Membaca al-
sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan Quran dengan metode Ummi adalah sebuah cara
al-Quran serta Madrasah Diniyah yang berlomba- dalam membaca kalam Allah, yaitu al-Quran
lomba untuk memberikan jaminan kualitas lulusan dengan tartil dan bertahap agar terjaga kualitas
yang berkompeten dalam kemampuan membaca al- bacaannya dan dipadukan dengan lagu atau irama
quran terutama dengan tartil. yang khas tanpa merubah ketentuan pada al-Quran
sendiri (Modul sertifikasi Guru al-Quran Metode
Dari sini, proses pembelajaran membaca al- Ummi, 2015: 10-11).
Quran diperlukan sebuah metode. Sebab, metode
mempunyai peranan sangat penting dalam upaya Rumusan Masalah
pencapean tujuan pembelajaran. Dengan 1. Bagaimanakah aplikasi praktis bimbingan baca
menggunakan metode akan mampu
mengembangkan sikap mental dan kepribadian agar al-Quran (BBQ) dengan menggunakan metode
peserta didik menerima pelajaran dengan ummi pada kelas 9 B di SMP 1 Dagangan?
mudah,efektif, dan dapat dicerrna dengan baik. 2. Bagaimanakah data hasil aplikasi praktis
bimbingan baca al-Quran (BBQ) dengan
Kemudian munculah berbagai upaya dari menggunakan metode ummi pada kelas 9 B di
individu maupun lembaga, madrasah SMP 1 Dagangan?
maupun ulama untuk meminimalisir orang-orang
yang tidak bisa membaca alQur’an. Lahirlah Tujuan
berbagai metode membaca al-Qur’an, seperti 1. Untuk mengetahui proses bimbingan baca al-
metode iqra’ yang sangat terkenal, metode Quantum
Quran (BBQ) dengan menggunakan metode

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 14

ummi pada kelas 9 B di SMP 1 Dagangan. Landasan Teori
2. Untuk mengetahui hasil bimbingan baca al- Pembelajaran Membaca Al Quran
Pengertian Pembelajaran Membaca Al Qur’an
Quran (BBQ) dengan menggunakan metode
ummi pada kelas 9 B di SMP 1 Dagangan. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia,
pembelajaran berarti proses, cara, perbuatan
Manfaat menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.
1. Manfaat teoritis Pembelajaran menurut UU sisdiknas No.20/2003,
Bab 1 pasal 1 ayat 20 adalah proses interaksi peserta
Hasil karya ini diharapkan dapat memberikan didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
sumbangan untuk khazanah keilmuan, suatu lingkungan belajar. Menurut Gagne,
khususnya dalam penggunaan metode “intruction atau pembelajaran adalah suatu sistem
pembelajaran membaca al-Quran bagi para yang bertujuan untuk membantu proses belajar
ustadz atau guru dan masyarakat. siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang
2. Manfaat praktis dirancang, disusun sedemikian rupa untuk
a. Bagi ustadz atau guru mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses
belajar siswa yang bersifat internal” (Khanifatul,
Diharapkan dapat dijadikan masukan bagi 2014: 14).
ustadz atau guru agar dapat menjalankan
tugasnya dengan baik terutama dalam Sedangkan menurut Winkel dkk
melaksanakan pembelajaran membaca al- ”Pembelajaran yaitu membuat desain intruksional,
Quran kepada santrinya atau muridnya. menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar,
b. Bagi murid atau santri bertindak mengajar atau membelajarkan,
Diharapkan dapat memudahkan santri atau mengevaluasi hasil belajar yang berupa dampak
murid dalam memahami dan membaca al- pengajaran. Peran siswa adalah bertindak belajar,
Quran sesuai kaidah yang benar yang sudah yaitu mengalami proses belajar, mencapai hasil
diajarkan. belajar yang digolongkan sebagai dampak
c. Bagi lembaga pendidikan pengiring. Dengan belajar, maka kemampuan
Diharapkan dapat menjadi pendorong dalam mental semakin meningkat. Hal itu sesuai dengan
usaha peningkatan kualitas pendidikan di perkembangan siswa yang beremansipasi diri
lembaga pendidikan tersebut. sehingga ia menjadi utuh dan mandiri ”.(Dimyati
dkk, 2001: 5).
Dampak
Dengan mengkaji ulang berbagai metode Dengan demikian, dapat diambil pengertian
pembelajaran adalah proses interaksi belajar
pembelajaran bacan al-Quran yang ada di Indonesia, mengajar antara guru dan siswa sesuai pembelajaran
maka ditemukanlah metode yang cocok untuk yang telah terencana, yang dapat mempengaruhi
pembelajaran baca al-Quran baik untuk anak-anak perkembangan siswa pada pengetahuan, sikap, dan
ataupun orang dewasa yaitu metode Ummi. Metode perilaku.
inilah yang dirasa lebih cocok untuk diterapkan
dalam pembelajara baca al-Quran untuk siswa Sedangan membaca menurut Menurut
SMPN 1 Dagangan. Metode ummi, selain Bonomo “membaca adalah merupakan suatu proses
susunanya terstruktur dan mempunyai target yang memetik serta memahami arti atau makna yang
jelas, mempunyai damapak positif bagi para siswa terkandung dalam bahasa tulis (reading is
yang mengikuti bimbingan baca al-Quran (BBQ) di bringing”(Somadayo, 2011: 3-4). Membaca adalah
SMPN 1 Dagangan. Melalui bimbingan inilah para aktifitas yang kompleks dengan mengerahkan
siswa yang dulunya tidak mengerti dan tidak bisa sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah
membaca al-Quran, sekarang sudah menunjukan (Soedarso, 1988: 4). Menurut Nurhadi “membaca
perubahan bisa mengerti bacaan al-Quran dan dapat adalah suatu proses yang kompleks dan rumit.
membaca al-quran dengan baik.

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 15

Kompleks berarti dalam proses membaca terlibat Majah). (Alawi, 2002:33). Rasulullah saw
berbagai faktor internal dan faktor eksternal bersabda : “siapa saja membaca satu huruf dari
pembaca. Faktor internal berupa faktor intelegensi, kitab Allah (Al Qur’an), maka baginya satu
minat, sikap bakat, motivasi, tujuan membaca, dan kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan
lain sebagainya. Faktor eksternal bisa dalam bentuk 10.
sarana membaca, teks bacaan, faktor lingkungan
atau faktor latar belakang sosial ekonomi, Tujuan Pembelajaran Membaca al-Quran
kebiasaan, dan tradisi membaca. Membaca adalah Tujuan pembelajaran membaca ada dua
suatu ketrampilan. Jika ada sudah memilikinya,
lambat laun akan menjadi perilaku keseharian bagi golongan yaitu, pertama agar siswa menguasai
anda. Anda akan memiliki sikap tertentu pada teknik membaca, dan kedua agar siswa dapat
awalnya sebelum ketrampilan itu membentuk pada memahami isi bacaan. Tujuan pertama dapat
diri anda (Subyantoro, 2011: 9). Dari pengertian di tercapai melalui pembelajaran membaca permulaan,
atas dapat disimpilkan bahwa membaca yaitu suatu dan tujuan yang kedua dapat tercapai melalui
ketrampilan untuk mempelajari/mengetahui isi pembelajaran membaca pemahaman.
pesanpesan yang tertulis dalam suatu bahan bacaan
yang berupa: teks, kitab-kitab, buku, media, dan lain Pembelajaran membaca pemahaman
sebagainya. Mengenai al Quran, secara etomologis bertujuan agar siswa mampu mengambil manfaat
al Quran berarti bacaan atau yang dibaca. Menurut pesan yang dosampaikan penulis melalui tulisan.
istilah para ulama, Al Qur’an adalah kalamullah Lebih rinci pembelajaran membaca pemahaman
yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad bertujuan agar siswa mampu memahami pikiran dan
disampaiakan secara mutawatir, bernilai ibadah bagi perasaan orang lain melalui tulisan (Depdikbud,
umat muslim yang membacanya, dan ditulis dalam 1995: 7). Adapun tujuan membaca al-Quran sebagai
mushaf (Fahmi, 2008: 1). berikut:
1. Agar dapat memahami isi al-Quran, baik itu
Dasar Pembelajaran Membaca Al-Quran.
1) Dalam Al Qur’an perintah atau larangan.
2. Agar bisa mengamalkan isi al-Quran.
Q.S Al Waqi’ah : 77-79 dan Q.S Faathir : 79. 3. Agar mendapat pahala.
4. Agar mendapat pertolongan dari Allah.
Artinya: Sesungguhnya Al-Quran ini adalah 5. Agar memperoleh ketenangan hati dan mendapat

bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang rahmat Allah.

terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak Metode Ummi
Profil Metode Ummi
menyentuhnya kecuali orang-orang yang
Dalam proses pembelajaran, metode
disucikan mempunyai peranan sangat penting dalam upaya
(QS, Al Waqi’ah: 77-79). Artinya: mencapai tujuan pembelajaran. Secara umum,
menurut Husni Syekh Usman, terdapat tiga asas
Sesungguhnya orang-orang yang selalu pokok yang harus diperhatikan guru dalam rangka
mengajar bidang studi apapun, yaitu:
membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan a. Pembelajaran dimulai dari hal-hal yang telah

menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami dikenal murid atau santri hingga kepada hal-hal
yang tidak diketahui sama sekali.
anuge- rahkan kepada mereka dengan diam- b. Pembelajaran dimulai dari hal yang termudah
sampai hal yang tersulit.
diam dan terang-terangan, mereka itu c. Pembelajaran dimulai dari yang sederhana dan
ringkas hingga hal yang terperinci.
mengharapkan perniagaan yang tidak akan
Oleh sebab itu metode ummi ini hadir
merugi.( QS Faathir: 79)

2) Dalam Hadits Nabi Muhammad SAW

Dari Utsman r.a. Rasulullah saw bersabda : yang
artinya “sebaik-baiknya kamu adalah orang
yang belajar al Qur’an dan mengajarkannya”.

(Hr. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai,Ibnu

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 16

dikalangan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pada kekuatan utama, yaitu:
sekolah-sekolah islam terhadap pembelajaran al- 1) Metode
Quran yang dirasa semakin lama semakin besar, dan 2) Mutu Guru
dalam pembelajaran al-Quran yang baik sangat
membutuhkan sistem yang menjamin mutu bahwa Semua guru melalui test/tahsih dan
setiap anak harus bisa membaca al-Quran secara sertifikasi yang ketat. Dan kualitas guru yang
tartil.pada saat ini banyak sekolah atau TPQ yang diharapkan adalah :
membutuhkan solusi bagi kelangsungan a) Tartil baca al-Quran
pembelajaran al-Quran bagi siswa-siswanya. Seperti b) Menguasai Ghoroibul Quran dan tajwid
halnya program pembelajaran yang lainnya bahwa
dalam pembelajaran al-Quran juga membutuhkan dasar
pengembangan, baik dari segi konten, konteks c) Terbiasa baca al-Quran setiap hari
maupun support system-nya. d) Menguasai metodologi Ummi
a. Visi: menjadi lembaga terdepan dalam e) Berjiwa da’i dan murabbi
f) Disiplin waktu
melahirkan generasi Qurani. g) Komitmin pada mutu
b. Misi : 3) Sistem berbasis mutu
Ada 9 pilar bangunan sistem mutu, yaitu:
1) Mewujudkan lembaga professional dalam a) Goodwill manajemen
pengajaran al-Quran yang berbasis sosial dan b) Sertifikasi guru
dakwah. c) Tahapan baik dan benar
d) Target jelas dan terukur
2) Membngun sistem manejemen pembelajaran e) Mastery learning yang konsisten
yangbberbasis pada mutu. f) Waktu memadai
g) Quality control yang intensif
3) Mewujudkan pusat pengembangan h) Rasio guru dan siswa yang profesional
pembelajaran al-Quran i) Progress report setiap siswa
g. Metodologi dalam pembelajaran al-Quran
c. Moto : menggunakan Metode Ummi
1) Mudah
2) Menyenangkan Metodologi dalam pembelajaran al-
3) Menyentuh hati Quran menggunakan metode ummi adalah
sebagai berikut:
d. Konsep Dasar Ummi : 1) Privat/individual
1) ummi bermakna ibuku. 2) Klasik individual
2) menghormati dan mengingat jasa ibu yang 3) Klasikal baca simak
telah mengajarkan bahasa pada kita. 4) Klasikal baca simak murni
3) Pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan bahasa ibu. Pokok Pembahasan dan Petunjuk Pengajaran
pada Metode Ummi
e. Bahasa Ibu :
1) Orang yang paling sukses mengajar bahasa di Metode Ummi terdiri dari enam jilid yang
dunia ini adalah ibu kita. Semua anak pada masing-masing terdiri dari 40 halaman, ditambah
usia 5 tahun bisa berbicara bahasa ibunya. buku ghorib dan tajwid. Setiap buku terdapat pokok
2) Pada dasarnya pendekatan bahasa ibu ada tiga pembahasan, latihan/pemahaman dan keterampilan,
unsur: setiap kelas terdiri dari 15 sampai 20 murid dengan
a) Direct Methode (langsung tidak banyak seorang guru, dalam mengajar jilid 1 dan 2 dengan
penjelasan). menggunakan klasikal individual atau klasikal baca
b) Repeatition (Diulang-ulang) simak, dan untuk jilid 3 sampai 6 termasuk yang
c) Kasih sayang yang tulus. sudah al-Quran dengan menggunakan klasikal baca

f. Kekuatan Ummi
Ummi tidak hanya mengandalkan

kekuatan buku yang dipegang anak, tetapi lebih

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 17

simak atau baca simak murni. Dan setiap murid angka arab yang ada dihalaman 20 dan 40

harus melalui tahapan-tahapan tiap jilid dengan • sampai halaman terakhir jilid , belum

standar yang telah ditentukan. dikenakan bacaan panjang, sehingga

Murid boleh melanjutkan kejilid berikutnya membacanya tidak boleh dipanjangkan

jika mmurid itu benar-benar menguasai dan lancar • usahakan dalam mengajar dibantu dengan

serta tidak salah dalam pembacaan, termasuk alat peraga

membaca latihan yang ada pada halaman 20 dan 40. b. Jilid 2

Dan untuk pengetesan naik tidaknya kejilid 1) pokok bahasan jilid 2 yaitu:

berikutnya, bukan hanya dibaca halaman terahirnya • pengenalan tanda baca panjang (Mad

saja, tetapi murid disuruh membaca secara acak Thobi’i):

mulai dari halaman 1 sampai halaman 40. ➢ Fathah iikuti alif dan fathah panjang.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ➢ Sasroh diikuti ya’ sukun dan kasroh

bahwa metode Ummi terdiri dari 6 jilid dan setiap panjang.

jilidnya mempunyai pokok pembahasan sendiri- ➢ Dlommah diikutu wawu sukun dan

sendiri dan petunjuk singkat tentang pengajaran dlommah panjang.
pada jilid itu sendiri. ➢ Dlommah diikuti wawu sukun dan alif

Berikut ini penjelasan tiap jilid dari metode dibaca panjang.

Ummi, yaitu: • Pengenalan tanda baca panjang (Mad
a. Jilid 1
Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil).
1) Pokok pembahasan jilid 1
• Pengenalan huruf tunggal berharokat • Pengenalan huruf yang disukun yang
fathah A-Ya ditekan membacanya (Lam,Tsa’, Sin,
• Membaca 2-3 huruf tunggal berharokat Syin, Mim, Wawu, Ya’, Ro’, ‘Ain,
Hamzah, Ha’, Kho’, Hha’, Ghoin, Ta’ ,

fathah A-Ya Fa’, dan Kaf sukun).
• Pengenalan huruf sambung Alif-Ya’ • Pengenalan tanda tasydid/syiddah ditekan

• Membaca 3-5 huruf sambung berharokat membacanya.

fathah, kasroh, dlommah, fathah tanwin, • Membedakan cara membaca huruf-huruf:
kasroh tanwin dan dlomah tanwin ➢ Tsa’, Sin, dan Syin yang disukun.
• Pengenalan harokat fathah, kasroh, ➢ ‘Ain dan Hamzah yang disukun.

dlommah, fathah tanwin, kasroh tanwin ➢ Ha’, Kho’, dan Hha yang disukun.

dan dlomah tanwin • Pengenalan angka arab 100-500
• Penegnalan huruf tunggal (hijaiyah) Alif- • Pengenalan fathah panjang , kasroh

Ya’ panjang, dlommah panjang dan tanda
• Pengenalan angka arab 1-90 sukun

2) Petunjuk Singkat Mengajar Jilid 1 2) Petunjuk singkat mengajar jilid 2

• Langsung dibaca (tidak dieja) atau tanpa • Ajarkanlah bacaan panjang (Mad) dengan

diurai. baik dan benar serta bedakan dengan

• Cara membacanya pendek-cepat bacaan yang pendek.

• Mengajarkan membaca dengan makhroj • Mengajarkan bacaan panjang dlommah

dan sifat huruf sebaik mungkin diikuti wawu sukun dan alif. Membacanya

• perhatikan ketika mengajarkan huruf sama panjangnya dengan dlommah diikuti

berharokat kasroh , dlommah, kasroh wawu sukun.

tanwin dan dlommah tanwin. Jangan • Ajarkan bacaan Mad Wajib Muttashil dan

sampai bacaanya miring terutama Mad Jaiz Munfasil dengan benar.

dihalaman 38 • Setiap yang disukun ditekan membacanya

• ajarkan juga huruf hijaiyah, harokat dan (tidak boleh dengung atau dipanjangkan

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 18

/diseret). • Nun sukun/tanwin ketemu Hamzah,
• Guru harus jelas dalam mengajarkan/ Hha’, Ha’, Kho’, ‘Ain, Ghoin dibaca
jelas/ tidak mendengung.
mencontohkan bacaan huruf-huruf yang
hampir sama bunyinya. • Ajarkan juga fawatihussuwar/ huruf-
• Ajarkan juga huruf, harokat dan angka huruf maqthu’ah yang ada dihalaman 20
arab yang ada di halaman 20 dan 40. dan halaman 40.
• Usahakan dalam mengajarkan dibantu alat Usahakan dalam mengajar dibantu dengn
peraga. Samapi dihalaman terahir jilid 2 alat peraga (Masruri & A. Yusuf, 2015: 1).
belum diajarkan bacaan dengung.
c. Jilid 3 Karya Inovasi Pembelajaran
1) Pokok bahasan jilid 3 Ide Dasar Penggunaan Metode Ummi dalam
• Pengenalan cara membaca wakof/ Bimbingan Baca al-Quran (BBQ) di SMPN 1
mewakofkan. Dagangan.
• Pengenalan bacaan ghunnah/ dengung.
• Pengenalan bacaan ikhfa’/ samar. Al-Quran merupakan kitab suci yang
• Pengenalan bacaan idghom bighunnah. menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi Umat
• Pengenalan bacaan iqlab. Islam. Maka dari itu sudah menjadi kewajiban bagi
• Pengenalan cara membaca lafadz Allah semua umat Islam, dari anak-anak sampai orang
(tafhim/ tarqiq). dewasa untuk mampu membaca al-Quran dengan
• Pengenalan bacaan qolqolah (mantul). baik dan benar. Dalam membaca al-Quran tidak
• Pengenalan bacaan idghom bilghunnah. hanya sekedar membaca saja, namun ada kaidah
• Pengenalan bacaan idz-har / jelas. atau aturan yang harus difahami agar bacaan al-
• Cara membaca Nun Iwadl, diawal ayat Quran menjadi benar. Melihat fenomena yang
dan ditengan ayat. terjadi sekarang, masih banyak Umat Islam yang
• Membaca Ana, Na-nya dibaca pendek. belum tepat dalam membaca al-Quran sesuai kaidah
• Pengenalan macam-macam tanda wakof / atau aturan yang benar. Bahkan Umat Islam yang
washol. sudah dewasa juga masih ada yang belum tepat
• Latihan membaca tartil al-Quran di surat dalam membaca al-Quran. Maka dari itu perlu
Al Baqarah ayat 1-7. dilakukan pembelajaran untuk mengatasi
2) Petunjuk singkat mengajar jilid 3 permasalahan tersebut.
• Ajarkanlah cara mewakofkan dengan
benar (sebaiknya guru mencontohkan Perhatian pada pembelajaran baca al-Quran
terlebih dahulu dengan benar). di SMPN 1 Dagangan sebenarnya sudah
• Setiap nun sukun/tanwin dijilid ini dibaca dilaksanakan sejak tahun 1998. Anak-anak yang
dengung dan samar. belum bisa membaca al-Quran, sepulang dari
• Tanda coret panjang/layar dibaca sekolah diberikan tambahan jam untuk belajar
panjang. membaca al-Quran yang dibimbing oleh guru
• Wawu tidak ada harokatnya tidak dibaca Pendidikan Agama Islam. Pada tahun 2005 sistem
(dibaca pendek). pembelajaran dirubah,yang semula hanya guru
• Mencontohkan bacaan lafadz Allah yang Pendidikan Agama Islam saja yang mengajar,
jelas dan benar. kemudian ditambah dengan siswa yang telah pandai
• Ajarkan/contohkan bacaan qolqolah yang membaca al-Quran untuk membantu mengajar
benar dan jelas. siswa yang belum mampu membaca al-Quran
• Nun sukun/tanwin ketemu Lam/Ro’ (Pembelajaran dengan teman sebaya).
dimasukan dan tidak mendengung.
Pada tahun 2009 pembelajaran bimbingan
baca al-Quran mengalami perubahan yang tadinya
dilaksanakan pada siang hari, dirubah menjadi pagi
hari dengan sistem siswa yang belum pandai

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 19

membaca al-Quran ditempatkan di kelas masing- lancar maka akan dimasukan kekelas bimbingan
masing yang dipandu oleh salah satu siswa yang baca al-Quran (BBQ) sesuai dengan kemampuannya
sudah pandai membaca al-Quran. Kemudian seiring masing-masing ada yang masuk jilid1, jilid 2 dan
berjalannya waktu dan evaluasi program yang ada, jilid 3.
kemudian pada tahun 2014 dimulailah program
Bimbingan Baca Quran dengan guru yang khusus Melalui program bimbingan baca al-
mengajar Baca al-Quran. Program BBQ ini terus Quran(BBQ) inilah siswa dapat diketahui
berkembang hingga tertata seperti yang ada saat ini. bagaimana perkembangan kemampuannya dalam
membaca al-Quran dimulai dari kelas 7, kelas 8 dan
Dalam sebuah pembelajaran harus kelas 9. Diharapkan ketika nanti kelas 9, siswa
menggunakan metode yang tepat dan mudah agar tersebut sudah menyelesaikan metode Ummi jilid 3
materi pembelajaran tersampaikan kepada siswa dan mampu membaca al-Quran dengan baik dan
dengan baik. Metode pembelajaran Al-Quran di benar.
Indonesia sudah banyak ragamnya. Salah satu
metode tersebut adalah Metode Ummi. Metode Melalui program bimbingan baca al-Quran
Ummi merupakan metode yang sudah berkembang (BBQ) ini, dengan menggunakan metode Ummi
di Indonesia dan dapat digunakan untuk anak-anak yang telah memiliki program dan target pencapaian
serta orang dewasa. Banyak sekali anak-anak serta belajar yang jelas, siswa diharapkan yang
orang dewasa yang masih pemula dalam membaca sebelumnya belum bisa membaca al-Quran dengan
al-quran menggunakan metode Ummi ini dalam baik dan lancar, pada saat nanti mereka naik ke kelas
belajar membaca al-Quran. Untuk itu perlu dikaji 9 mereka sudah mampu membaca al-Quran dengan
tentang proses penerapan, problematika dan baik seperti teman-temannya yang lain.
peningkatan kemampuan membaca al-Quran
menggunakan metode Ummi. Proses Penemuan/ Pembaharuan BBQ di SMPN
1 Dagangan
Selanjutnya diharapkan melalui metode
Ummi, kemampuan membaca al-Quran pada anak Program bimbingan baca al-quran (BBQ) di
tingkat SMP dapat meningkat. Dan metode ini SMPN 1 Dagangan ini berawal dari keprihatinan
mampu mempermudah siswa untuk belajar guru-guru agama yang melihat ternyata masih
membaca al-Quran terutama bagi pemula. Bila banyak siswa yang belum bisa dan belum lancar
sudah mampu membaca al-Quran dengan baik dan membaca al-Quran. Kemudian guru-guru memiliki
benar, maka akan terhindar dari kesalahan dalam inisiatif dan keinginan bagai mana agar siswa
pemaknaan al-Quran. SMPN 1 Dagangan ini bisa membaca al-Quran
dengan baik dan benar.
Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran BBQ di
SMPN 1 Dagangan Kemudian pada tahun pelajaran 2014-2015,
tepatnya mulai bulan September diadakanlah
Pada awal tahun ajaran baru, sebelum program untuk meningkatkan kemampuan baca al-
dipastikan siswa masuk ke program tahfidz Quran. Pada awalnya bimbingan baca al-Quran ini
(hafalan) diadakan tes membaca al-Quran terlebih dilaksanakan pada siang hari yaitu sebagai ekstra
dahulu. Tes baca al-Quran langsung di simak oleh yang harus di ikuti semua siswa yang belum bisa
guru-guru yang sudah bersertifikasi Ummi. Setelah membaca al-Quran dan dibimbing oleh 6 guru
diketahui kemampuan masing-masing siswa, maka pengajar. Pembelajaran dilaksanakan tiga hari
kemudian dibentuklah beberapa kelas yang sesuai selama seminggu yaitu pada hari selasa, rabu dan
dengan kelancaran dan kebenaran bacaan al- jumat.
Qurannya. Bagi siswa yang bacaan al-Qurannya
sudah lancar dan benar maka siswa tersebut Namun dari evaluasi program pelaksanaan
dimasukan kekelas tahfidz, sedangkan siswa yang tahunan, waktu bimbingan siang hari dirasa belum
bacaan al-Qurannya masih kurang benar dan belum membawa hasil yang maksimal. Kemudian pada
tahun pelajaran 2015-2016, program BBQ dicoba
untuk dilaksanakan pada pagi hari sebelum

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 20

pelajaran di mulai, yaitu pada pukul 06.30- 07.00 2. Apersepsi adalah mengulang kembali materi
WIB, dengan hari yang ditambah menjadi 5 hari yang telah diajarkan sebelumnya untuk dapat
seminggu yaitu hari mulai hari selasa sampai sabtu. dikaitkan dengan materi yang akan diajarkan
Ternyata pelaksanaan BBQ tersebut juga belum pada hari ini.
efektif, meskipun sudah dipindah pelaksanaannya
pada pagi hari dikarenakan durasi waktu yang hanya 3. Penanaman konsep adalah proses menjelaskan
30 menit. Menurut ustadz Afifi selaku pimpinan materi/pokok bahasan yang akan diajarkan pada
Ummi Foudation karisidenan Madiun waktu 30 hari ini.
menit itu masih belum sesuai standar metode
Ummiyang seharusnya berdurasi 60 menit. 4. Pemahaman konsep adalah memahamkan
Dikarenakan dari pihak sekolah SMPN 1 Dagangan kepada siswa terhadap konsep yang telah
sendiri hanya dapat menyediakan waktu selama 40 diajarkan dengan cara melatih anak untuk
menit saja, kemudian oleh ustadz Afifi, membaca contoh-contoh yang tertulis dibawah
pembelajaran Ummi dengan durasi 40 menit pokok pembahasan.
tersebut dibolehkan. Sehingga mulai tahun ajaran
2016-2017 waktu bimbingan baca al-Quran dengan 5. Keterampilan/latihan adalah melancarakan
menggunakan metode Ummi di SMPN 1Dagangan bacaan anak dengan cara mengulang-ulang
menjadi 40 menit yang dimulai pada pukul 06.30 contoh atau latihan yang ada pada halaman
dan berahir pukul 07.10 WIB. Dan agar program pokok bahasan dan halaman latihan.
BBQ ini memiliki tujuan yang jelas dan
terorganisasi maka para guru membentuk sebuah 6. Evaluasi adalah pengamatan sekaligus penilaian
visi dan misi untuk program BBQ. melalui buku prestasi terhadap kemampuan dan
kualitas bacaan anak satu persatu.
Adapun Visi BBQ adalah: Melahirkan
siswa-siswi muslim yang berkepribadian Qur’ani 7. Penutup adalah pengondisian anak untuk tetap
tertip kemudian membaca do’a penutup dan
Sedangkan Misi dari BBQ diakhiri dengan salam penutup dari guru atau
❖ Meningkatkan kualitas baca al-Quran ustadz.
❖ Melaksanakan pembelajara al-Quran secara Adapun pembagian waktu pembelajaran al-

efektif dan menyenangkan Quran metode Ummi sebagai berikut:
❖ Terciptanya siswasiswi yang terbiasa membaca 1. Pembelajaran al-Quran metode Ummi di sekolah

al-Quran dengan baik dan benar sesuai kaidah. jilid 1-6 dan al-Quran selama 60 menit
a. 5 menit pembukaan (salam dan do’a
Aplikasi Praktis bimbingan baca al-Quran
(BBQ) dengan menggunakan metode Ummi pembuka)
pada kelas 9 B di SMP 1 Dagangan. b. 10 menit hafalan surat-surat pendek (juz

Tahapan-tahapan pembelajaran al-Quran Amma) sesuai target
dengan metode ummi merupakan langkah-langkah c. 10 menit klasikal (dengan alat peraga)
mengajar al-Quran yang harus dilakukan seorang d. 30 menit individual/ Baca simak/ Baca Simak
guru dalam proses belajar-mengajar, tahapan-
tahapan mengajar al-Quran ini harus dijalankan Murni
secara berurut sesuai aturannya. e. 5 menit penutup (drill dan do’a penutup)
2. Pembelajaran al-Quran dengan metode ummi di
Tahapan-tahapan pembelajaran al-Quran sekolahjilid ghorib dan tajwid dasar selama 60
metode Ummi dijabarkan sebagai berikut: menit
1. Pembukaan adalah kegiatan pengkondisian para a. 5 menit pembukaan (salam dan do’a

siswa untuk siap belajar, dilanjutkan dengan pembuka)
salam pembuka dan membaca do’a pembuka b. 10 menit hafalan surat-surat pendek (juz
belajar membaca al-Quran bersama-sama.
Amma) sesuai target
c. 20 menit materi ghorib dan tajwid (dengan

alat peraga dan buku)
d. 20 menit tadarus al-Quran (baca simak murni)
e. 5 menit penutup (drill dan do’a penutup)

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 21

3. Pembelajaran al-Quran dengan metode ummi di Dagangan dilakaukan pada pagi hari yaitu mulai

TKQ/TPQ jilid 1-6 dan al-Quran selama 90 hari selasa sampai hari sabtu yang dimulai pada jam

menit 06.30 sampai dengan jam 07.20 dengan durasi 40
a. 5 menit pembukaan (salam dan do’a
menit. Adapun rincian waktunya sebagai berikut:
pembuka) ❖ 5 menit pembukaan ( salam dan do’a pembuka)
b. 10 menit hafalan surat-surat pendek (juz ❖ 5 menit tahfidz sesuai target
❖ 5 menit klasikal
Amma) sesuai target ❖ 20 menit baca simak atau baca simak murni
c. 10 menit klasikal (dengan alat peraga)

d. 30 menit individual/ baca simak/ baca simak (mengaji sambil mengisi kartu prestasi sesuai

murni halaman)
e. 30 menit materi tambahan (hafalan do’a ❖ 5 menit penutup(drill dan do’a penutup)

sehari-hari, wudlu, sholat, fiqih, aqidah, Langkah-langkah pembelajaran dengan

ahklak dan menulis) metode ummi :
f. 5 menit penutup (drill dan do’a penutup) ➢ Guru dan murit membaca do’a bersama.
➢ Guru mengajak untuk menghafal sesuai dengan
4. Pembelajaran al-Quran dengan metode ummi di

TKQ/TPQ jilid ghorib dan tajwid dasar selama target.
➢ Ustadz mengajarkan, kemudian siswa
90 menit
a. 5 menit pembukaan (salam dan do’a menirukan.
➢ Siswa membaca bersama-sama yang sudah
pembuka)

b. 10 menit hafalan surat-surat pendek (juz diajarkan ustadz/ustadzah.
Amma) sesuai target ➢ Secara bergantian siswa membaca satu baris atau

c. 20 menit materi ghorib (dengan alat peraga dua baris.

dan buku)

d. 20 menit tadarus al-Quran (baca simak murni)
e. 30 menit materi tambahan (hafalan do’a

sehari-hari, wudlu, sholat, fiqih, aqidah,

ahklak dan menulis)
f. 5 menit penutup (drill dan do’a penutup)

5. Pembelajaran al-Quran dengan metode ummi

untuk tinggkat 12-14 (tahfidz jus 29) selama 70

menit
a. 5 menit pembukaan (salam dan do’a

pembuka)

b. 45 menit tahfidz jus 29 sesuai target (dengan Pembelajaran Ummi
sistem setor atau sistem jama’i)

c. 10 menit tadarus al-Quran dengan klasikal

baca simak murni
d. 5 menit penutup (drill dan do’a penutup)

Sedangkan di SMP 1 Dagangan

dikarenakan bimbingan baca al-Quran (BBQ)

dibawah naungan lembaga pendidikan negeri, maka

bimbingan baca al-Quran (BBQ) di SMP 1

Dagangan membuat kebijakan waktu bimbingan

baca al-Quran sendiri agar tidak mengganggu

pelajaran-pelajaran yang diajarkan di SMP tersebut.

Bimbingan baca al-Quran (BBQ) di SMP 1

Penilaian Buku Prestasi

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 22

Data Hasil Aplikasi Praktis Bimbingan Baca saat di kelas 8 semester 1 dan semester 2. Kenaikan
Quran di SMPN 1 Dagangan. kemampuan tiap siswa berbeda-beda, ada yang
meningkat dengan cepat ada yang sedang-sedang
Dari hasil tes membaca al-Quran yang saja, namun semua tetap mengalami perbaikan
dilakukan pada wal tahun pelajaran 2015/2016 saat kemampuan membaca al-Quran. Setiap semesternya
memasuki kelas 7, dari 30 siswa di kelas 9B hampir menjadi lebih baik, sampai pada akhirnya mereka
separuhnya belum dapat membaca al-Quran dengan dapat membaca dengan baik dan lancar seperti
lancar. Sehingga penulis menjadikan kelas 9B teman-teman sekelasnya yang lain. Dari program
sebagai objek untuk pengambilan data hasil aplikasi pembelajaran dengan metode Ummi, selain tahsin
praktis program BBQ. jilid 1, jilid 2, dan jilid 3, siswa juga mendapatkan
materi hafalan surat pendek sesuai dengan jilid
Dapat diketahui perkembangan siswa yang Ummi yang mereka pelajari. Sehingga setelah
mengikuti BBQ. Pada awalnya nilai membaca al- selesai dari program tahsin membaca al-Quran
Quran masih berada di bawah KKM, kemudian melalui metode Ummi, siswa lancar membaca al-
setelah mengikuti program BBQ nilai semakin Quran sesuai kaidah dan memiliki hafalan surat
membaik dan terus meningkat seiring kemampuan pendek yang ada pada juz 30.
membaca al-Quran anak pada saat mengikuti BBQ.
Hasil pembelajaran BBQ setiap
Analisis Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi semesternya akan dilaporkan kepada wali murid
Pembelajaran BBQ di SMPN 1 Dagangan pada melalui rapor pembelajaran BBQ yang akan
Kelas 9B dibagikan bersamaan dengan rapor pelajaran umum
yang lain. Harapannya wali murid juga mengetahui
Kemampuan membaca al-Quran siswa perkembangan membaca al-Quran putra-putrinya
dapat terlihat melalui nilai pada materi pelajajaran dan memantau putra-putrinya dalam membaca al-
membaca al-Quran yang ada pada setiap semester. Quran di rumah.
Adapun materi tersebut adalah sebagai berikut
(Materi selengkapnya dapat dilihat pada lampiran): Diseminasi
Kelas 7 BBQ berada di bawah naungan lembaga
Semester 1: Membaca Q.S. Al-Mujadalah ayat 11
dan Surat Ar-Rahman ayat 33 (Dengan Ilmu pendidikan negeri dan merupakan suatu kelebihan
Pengetahuan Semua Menjadi Lebih Mudah) tersendiri bagi suatu lembaga yang mana dalam
Semester 2: Membaca Al-Quran Q.S. An-Nisa’ ayat sebuah program pembelajarannya ada sebuah
146, Q.S. Al-Baqarah ayat 63, Q.S. Al-Imran ayat kegiatan bimbingan baca Quran (BBQ) yang tidak
134 (Hidup Menjadi Lebih Damai dengan Ikhlas, mengganggu jam belajar siswa-siswanya. Para
Sabar dan Pemaaf) siswa tetap mendapat porsi belajar yang sesuai
Kelas 8 dengan aturan pemerintah dan juga mendapat
Semester 1: Membaca dan Menghafal Surat Al- bimbingan baca al-Quran diluar jam pelajaran.
Furqan ayat 63 dan Q.S. Al-Isra’ ayat 27 Dengan harapan ketika nanti siswa- siswi tersebut
(Berperilaku Rendah Hati, Hemat dan Hidup lulus dari SMPN 1 Dagangan tidak hanya mendapat
Sederhana) ilmu umum ataupun formala melainkan juga
Semester 2: Menerapkan Bacaan Tajwid dalam Q.S. mendapat ilmu tentang membaca al-Quran yang
Al-Maidah ayat 90-91 (Mengkonsumsi Makanan, benar dan sesuai kaidah serta dapat membaca al-
Minuman yang Halal dan Haram) Quran dengan baik. Apabila hal tersebut dapat
terwujut, maka akan menjadi nilai baik untuk SMPN
Peningkatan kemampuan siswa dalam 1 Dagangan. Maka dari itu SMPN 1 Dagangan
membaca al-Quran terlihat dari kenaikan nilai selalu berusaha agar siswa-siswinya mengikuti
Pendidikan Agama Islam pada materi membaca al- program BBQ ini.
Quran yang terus meningkat dari mulai masuk kelas
7 di semester 1, kemudian di semester 2, kemudian Adapun langakah-langkah yang dilakukan

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 23

SMPN 1 Dagangan untuk mengimformasikan 9B, siswa yang mengikuti pembiasaan BBQ pada
kepada masyarakat dan wali murid bahwasanya tiap semesternya mengalami peningkatan
SMPN 1 Dagangan tidak hanya mengajarkan suatu kemampuan dengan nilai yang semakin baik.
ilmu umum saja tetapi juga mengajarkan ilmu Sehingga pembiasaan BBQ dengan menggunkan
tentang masalah agama dan baca al-Quran yang metode Ummi yang telah memiliki target
tercakup dalam program BBQ sebagai berikut: pembelajaran efektif untuk dapat meningkatkan
1. Penyebaran informasi melalui brosur kemampuan siswa dalam membaca al-Quran.
2. Melalui spanduk dan banner
3. Sosialisasi ke sekolah-sekolah Dasar dan MI Saran
1. Bagi penulis, penelitian ini telah menambah
dilingkungan Kecamatan Dagangan.
pengalaman dan wawasan dalam membuat karya
Kesimpulan ilmiah, kedepannya penulis berharap agar dapat
1. Pembiasaan Bimbingan Baca Quran melakukan penelitian yang lebih baik lagi.
2. Bagi sekolah diharapkan penelitian ini dalam
dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 06.30- mengembangkan program pembiasaan
07.10 WIB setiap hari selasa sampai hari sabtu. Bimbingan Baca Quran (BBQ) kedepannya agar
Program BBQ diikuti oleh siswa yang belum bisa semakin bermutu, berkualitas dan lebih baik lagi.
membaca dan siswa yang kurang lancar 3. Bagi guru dan sekolah/ madrasah yang lain,
membaca al-Quran. Siswa kelas 9B yang penelitian ini dapat dijadikan masukan dan
mengikuti program BBQ sejak awal masuk kelas pembelajaran dalam membuat program
7 berjumlah 12 anak. pembiasaan untuk perbaikan membaca al-Quran.
2. Data nilai hasil pembelajaran Pendidikan Agama
Islam pada materi membaca al-Quran di kelas

DAFTAR PUSTAKA
Dapertemen Agama RI. 2006. Al-Qur’an Tajwid dan Terjemah. Pondok Bambu Jakarta: Maghfirah Pustaka.

Dimyati dkk. 2002.Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Khanifatul. 2014. Pembelajaran Inovatif. Yogjakarta: PT Ar-ruzz Media.

Majid, Abdul. 2012. Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Samsu, Somadayo. 2011. Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca. Yogyakarta: GRAHA ILMU.

Soedarso. 1988. Sistem Membaca Cepat dan efektif. Jakarta: PT GramediaPustaka Utama.

Taufiqurrohman. 2005.Metode Jibril Metode PIQ-Singosari Bimbingan KHM.Bashori Alwi. Malang: IKAPIQ
Malang.

Ummi Foundation. 2015. Modul sertifikasi Guru Al-Qur’an. Surabaya: CV. Ummi Media Center.

Undang-undang Dasar 1945
Yusuf, Masruri. 2015.Belajar Mudah Membaca Al-Qur’an. Surabaya: CV Ummi Media Center.

Metode Ummi - Nur Wahyu Fuadiyah - SMP N 1 Dagangan - Kabupaten Madiun - Halaman 24

PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA
GERAK DASAR TARI

Oleh : Lilik S. Guru SMPN 2 Nglames Kabupaten Madiun

ABSTRAK
Kata kunci: demonstrasi. Aktif, kreatif, siswa

Metode demonstrasi merupakan metode yang paling mudah digunakan dalam proses pembelajaran.
Khususnya pada mata pelajaran seni tari metode demonsrtrasi paling muda digunakan karena pada metode
ini siswa dapat mengetahui, dan menilai secara langsung bagaimana bentuk bentuk gerak tari dan cara
melakukan dengan benar.

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk membantu guru Seni Budaya dalam menyampaikan
materi ajarnya di SMP. Sehingga guru Seni Budaya tidak hanya mengawali pembelajaran dengan absen
kelas, isi pembelajaran dengan menyetel video pembelajaran dan menutup pembelajaran dengan tugas
Tetapi menjadikan pembelajaran di kelas lebih berkesan dan bermakna bagi para siswanya. Sehingga tujuan
pendidikan semakin dapat diraih. Dalam membuat metode ini ada beberapa sumber yang diperlukan, alat
dan bahan yang dibutuhkan hingga konsekwensi yang harus diterima semua pihak yang terlibat dalam
kegiatan pembelajaran mulai dari guru, siswa dan lain sebagainya. Kesimpulan dari makalah ini adalah
pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi memberikan manfaat yang sangat banyak kepada
guru dan siswa jika semua pihak mau berkomitmen untuk mewujudkannya. Diantara yang dapat
menjadikan pembelajaran tidak dapat berjalan seperti yang diinginkan adalah: 1) Kelas tidak dalam kondisi
siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. 2) Sifat dan karakter guru yang tidak mendukung
pembelajaran. 3) Sarana dan prasarana yang kurang memenuhi persyaratan.
Sesuatu yang memiliki nilai tinggi dan memberikan manfaat yang banyak pastilah menuntut kerja ekstra,
salah satunya dalam penyusunan tema. Dalam menyusun jaringan tema, seorang guru dituntut keshabaran
dan kerja kerasnya. Tidak hanya dalam hal teknis penyusunan saja akan tetapi substansi jauh lebih penting.
Atas dasar kesimpulan diatas, penulis menyarankan semua pihak yang ada di sekolah mulai dari para guru,
para siswa, pihak yayasan, tata usaha dan karyawan mendukung sepenuhnya pembelajaran aktif dengan
metode demonstrasi tari di kelas.

Latar Belakang memiliki kepribadian yang dapat diandalkan
Undang-Undang Republik Indonesia sehingga menjadi sosok panutan, baik bagi
peserta didik, keluarga maupun masyarakat.
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Selaras dengan kebijakan pembangunan yang
Pendidikan Nasional Pasal 41 ayat (3) meletakkan pengembangan Sumber Daya
mengamanatkan pemerintah pusat dan Manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan
pemerintah daerah wajib memfasilitasi satuan nasional, kedudukan dan peran guru semakin
pendidikan dengan pendidik dan tenaga bermakna strategis dalam mempersiapkan SDM
kependidikan yang diperlukan untuk menjamin yang berkualitas dalam menghadapi era global.
terselenggaranya pendidikan yang bermutu.
Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan Proses pembelajaran di sekolah
yang berfungsi untuk menyiapkan peserta didik merupakan salah satu bagian yang terpenting dari
agar dapat menghadapi tantangan perubahan pendidikan pada semua jenjang yang perlu
dalam kehidupan lokal, nasional, dan global ditingkatkan mutunya secara terus menerus.
melalui pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan Dalam proses pembelajaran peserta didik harus
menyenangkan. Oleh karena itu, pendidikan memperoleh pengalaman belajar untuk
perlu dikembangkan secara berkelanjutan sesuai memecahkan permasalahan-permasalahan yang
dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan dihadapi. Hal ini penting dilakukan semua pihak,
teknologi. khususnya guru dalam upaya membentuk
―insan Indonesia cerdas, kompetitif, dan
Untuk melaksanakan tugasnya secara berdaya saing tinggi‖ untuk menghadapi
profesional, seorang guru tidak hanya memiliki persaingan global. Sejalan dengan hal tersebut,
kemampuan teknis edukatif, tetapi juga harus

Demonstrasi Dengan Gambar - Lilik S. - SMPN 2 Nglames - Kabupaten Madiun - Halaman 25

guru harus melakukan berbagai kegiatan (Aktif ,Inovaitif ,Kreatip, Efektif dan
pengembangan keprofesionalannya, di antaranya menyenangkan) dan selanjutnya dapat lebih
melalui inovasi pembelajaran. Dalam tulisan ini meningkatkan kemampuan guru dalam
akan membahas tentang pembelajaran inovativ memperbaiki proses pembelajaran seni tari
seni budaya dengan metode demonstrasi Seiring SMP terutama melalui penerapan media
dengan perkembangan teknologi pembelajaran pembelajaran berupa alat praga berntuk
semakin mudah dan efisien. Oleh karena itu ganbar / poster sehingga aktivitas dan Daya
untuk memanfaatkan teknologi yang sudah serap belajar siswa dapat ditingkatkan.
berkembang pesat dan memudahkan proses
pembelajaran dalah hal ini menggunakan Dampak
pembelajaran media video tentang elemen dasar Memudahkan siswa dan guru dalam
gerak tari dan juga demonstrasi.
melakukan proses belajar mengajar, siswa
Rumusan Masalah mengetahui secara langsung bagaimana gerak
1. Bagaimana bentuk media pembelajaran seni yang benar dan mencob secara langsung praktek.

tari dengan metode demonstrasi ? Landasan Teori
2. Bagaimana cara menerapkan pembelajaran Tekstual

seni tari dengan metode demonstrasi? Media pembelajajaran belajar seni tari
aktif kreatif dengan media demonstrasi berkaita
Tujuan dengan teori bentuk atau tekstual. 1Kajian
1. Memotivasi guru untuk melakukan inovasi tekstual artinya fenomena tari dipandang sebagai
bentuk secara fisik yang relative berdiri sendiri,
pembelajaran/pelayanan; yang dapat dibaca, ditelaah atau dianalisis secara
2. Memotivasi guru dalam berkarier melalui tekstual atau men-teks sesuai dengan konsep
pemahamannya. Kajian tekstual dalam tari dapat
karya inovasi pembelajaran; dianalisis atau ditelaah dri konsep koreografis
3. Menghasilkan karya inovasi pembelajaran ,structural, maupun simbolik.Tarian dianalisis
secara koreografis artinya tari yang Nampak dari
bagi guru; sisi luarnya saja seperti bentuk gerak, teknik
4. Memudahkan siswa dalam proses belajar gerak, serta gaya geraknya. Kata koreografi
5. Meningkatkan minat siswa untuk mempelajari berasal dari kata Yunani choreia yang berarti
massal atau kelompok, dan kata grapho yang
materi berarti catatan, sehingga artinya mendiskripsikan
atau mencatat tarian massal. Structural yaitu
Manfaat keseluruhan bentuk tari terdiri dari pola gerak,
1. Bagi siswa untuk menperjelas konsep, ragam gerak yang hanya dideskripsikan atau
dicatat secara verbal. Sedangkan dalam analisis
memberikan contoh berntuk gerak tari yang simbolik dipahami bahwa system simbol gerak
benar dengan demonstrasi oleh siswa tari itu sebagai suatu system penandaan.
sehingga, Aktivitas dan Daya serap belajar
siswa semakin meningkat. Karya Inovasi Pembelajaran
2. Guru, untuk menambah wawasan dan Ide dasar
pengetahuan guru dalam memahami dan
menerapkan proses pembelajaran Seni tari Dalam membuat sebuah karya inovasi
SMP agar pembelajan lebih Epektif Aktif pembelajaran memerlukan ide dasar sebagai
Kreatif dan Menyenangkan sehingga aktivitas acuan bagaimana cara menciptakan metode
dan daya serap belajar siswa semakin tersebut agar bisa diterapkan pada siswa.
meningkat. Beranggapan bahwa dengan metode demonstrasi
3. Kepala sekolah, untuk memberikan siswa akan lebih mengetahui secara langsung
sumbangan yang bermanfaat dan berguna
dalam rangka memperbaiki proses proses
pembelajaran Seni tari SMP Negeri, dalam
rangka menciptakan pembelajaran PAIKEM

Demonstrasi Dengan Gambar - Lilik S. - SMPN 2 Nglames - Kabupaten Madiun - Halaman 26

bagaimana memperagakan bentuk gerak tari yang telah ditetapkan. Metode dalam sistem
benar. Berawal dari melihat cara pembelajaran
seni tari dengan melihat video tari kemudian pembelajaran memegang peranan yang sangat
mempraktekkan. Guru terlalu sering
menggunakan media ini. Oleh karena disini akan penting. Keberhasilan implementasi
diciptakan metode pembelajaran seni tari dengan
demonstrasi secara langsung sehingga siswa pembelajaran sangat tergantung pada cara guru
dapat menilai, membedakan, dan mencoba secara
langsung. Cara memperagakan yang salah akan menggunakan metode pembelajaran. Suatu
dibenarkan secara langsung oleh guru.
strategi pembelajaran dapat diimplementasikan
Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran
Karya inovasi pembelajaran dirancang melalui penggunaan metode pembelajaran.

untuk media pembelajaran baru yang menarik Metode mengajar adalah cara yang
dan meningkatkan semangat belajar siswa agar
lebih kreatif, aktir, dan invatif. digunakan oleh guru dalam mengadakan

Membuat karya inovasi pembelajaran hubungan dengan peserta didik pada saat
seni tari SMP dimulai dari mengamati objek
materi yang akan dibahas sebagai berikut : berlangsungnya pengajaran. Peranan metode
1. Menyiapkan bahan ajar atau materi misal bab
mengajar sebagai alat untuk menciptakan proses
1 elemen gerak tari
2. Guru menyiapkan sebuah video dan gambar belajar dan mengajar. Melalui metode diharapkan
3. Menunjuk satu siswa untuk memperagakan
tumbuh berbagai kegiatan belajar peserta didik
sesuai gambar atau video
4. Member tugas menilai bagi siswa yang lain sehubungan dengan kegiatan mengajar guru.
5. Mengutarakan pendapat
6. Mengajukan pertanyaan Terciptanya interaksi edukatif ini, guru berperan
7. Dan semua siswa berkelompok mencoba
sebagai penggerak dan pembimbing. Sedangkan
memperagakan
Bahan yang diperlukan: peserta didik berperan sebagai penerima atau

1. Gambar yang dibimbing. Proses interaksi ini akan
2. Video
3. Peraga (siswa) berjalan lebih baik jika peserta didik banyak aktif

Proses Penemuan/Pembaharuan dibandingkan dengan guru. Metode mengajar
`Ditinjau dari segi etimologi (bahasa)
yang baik adalah metode yang dapat
metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu
“methodos”, yang terdiri dari kata ”metha” yang menumbuhkan kegiatan belajar peserta didik.
berarti melalui atau melewati dan “hodos” yang
berarti jalan atau cara. Maka metode mempunyai Ada beberapa metode dalam
arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai
tujuan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pembelajaran. Salah satu metode yang digunakan
metode adalah cara kerja yang bersistem untuk
memudahkan pelaksanaan kegiatan guna adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi
mencapai apa yang telah ditentukan.
adalah metode mengajar yang sangat efektif,
Metode adalah cara yang digunakan
untuk mengimplementasikan rencana yang sudah karena dapat membantu peserta didik untuk
disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang
telah disusun tercapai secara optimal. Metode melihat secara langsung proses terjadinya
digunakan untuk merealisasikan strategi yang
sesuatu. Metode demonstrasi adalah cara

penyajian bahan pelajaran dengan

memperagakan atau mempertunjukkan kepada

peserta didik suatu proses, situasi atau benda

tertentu yang sedang dipelajari baik sebenarnya

atau tiruan yang sering disertai penjelasan lisan.

Metode demonstrasi adalah metode

mengajar di mana seorang guru atau orang lain

yang sengaja diminta peserta didik sendiri

memperlihatkan kepada seluruh anak di dalam

kelas, suatu kaifiyah melakukan sesuatu. Dalam

karya ini guru menggunakan metode demonstrasi

untuk menyampaikan pembelajaran yang

menarik dan materi mudah dipahami oleh siswa.

Demostrasi menggunakan media gambar dan

video yang secara langsung diamati oleh siswa

kemudian siswa memperagakannya.

Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran
Langkah-langkah perencanaan dan

persiapan yang perlu ditempuh agar metode

Demonstrasi Dengan Gambar - Lilik S. - SMPN 2 Nglames - Kabupaten Madiun - Halaman 27

demonstrasi dapat dilaksanakan dengan baik dilakukan, apakah sudah efektif sesuai dengan
adalah: yang diharapkan.
a. Perencanaan Sedangkan langkah-langlah penerapan
metode demostrasi adalah sebagai berikut:
• Merumuskan tujuan yang jelas baik dari • persiapkan alat-alat yang dibutuhkan
sudut kecakapan atau kegiatan yang • guru menjelaskan kepada anak-anak apa
diharapkan dapat ditempuh setelah metode
demonstrasi berakhir. yang direncanakan dan apa yang akan
dikerjakan
• Menerapkan gari-garis besar langkah- • guru mendemonstrasikan kepada anak-
langkah demonstrasi yang akan anaka secara perlahan serta memberikan
dilaksanakan penjelasan yang cukup singkat
• guru mengulang kembali selangkah demi
• Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan selangkah dan menjelaskan alsan setiap
• Selama demonstrasi berlangsung seorang langkah
• guru menugaskan kepada siswa agar
guru hendaknya intropeksi diri apakah melakukan demonstrasi sendiri langkah
keterangan-keterangan dapat didengar demi langkah dan disertai penjelasan
dengan jelas oleh peserta didik Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi
• Semua media yang digunakan ditempatkan Pembelajaran
pada posisi yang baik sehingga setiap
peserta didik dapat melihat. Peserta didik Gambar 1. Demonstrasi dengan menunjukkan
disarankan membuat catatan yang gambar ragam gerak tari saman mencakup level
dianggap perlu tinggi sedang dan rendah
• Menetapkan rencana penilaian terhadap
kemampuan peserta didik. Gambar 2. Gerak tari saman secara bersamaan
a. Pelaksanaan level rendah
• memeriksa hal-hal diatas untuk kesekian
kalinya
• memulai demonstrasi dengan menarik
perhatian peserta didik
• mengingat pokok-pokok materi yang akan
didemonstrasikan agar demonstrasi
mencapai sasaran
• memperhatikan keadaan peserta didik,
apakah semuanya mengikuti demonstrasi
dengan baik
• memberikan kesempatan kepada peserta
ididk untuk aktif memikirkan lebih lanjut
tentang apa yang dilihat dan didengarnya
dalam bentuk mengajukan pertanyaan
• menghindari ketegangan oleh karena itu
guru hendaknya selalau menciptakan
suasana yang harmonis
b. Evaluasi

Sebagai tindak lanjut setelah
diadakannya demonstrasi sering diiringi
dengan kegiatan-kegiatan belajar selanjutnya.
Kegiatan ini dapat berupa pemberian tugas,
seperti membuat laporan, menjawab
pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut.
Selain itu, guru dan peserta didik mengadakan
evaluasi terhadap demonstrasi yang

Demonstrasi Dengan Gambar - Lilik S. - SMPN 2 Nglames - Kabupaten Madiun - Halaman 28

Analisis Hasil Aplikasi Praktis Inovasi • Apabila terjadi kekurangan media, metode

Pembelajaran demonstrasi menjadi kurang efektif.

a. Kelebihan metode demonstrasi • Memerlukan biaya yang cukup mahal,

• Terjadinya verbalisme akan dapat terutama alat.

dihindari, siswa disuruh langsung • Membutuhkan tenaga dan kemampuan

memperhatikan bahan pelajaran yang yang optimal dari pendidik dan peserta

dijelaskan. didik.

• proses pembelajaran akan lebih menarik • Bila peserta didik tidak aktif, metode

• Dengan cara mengamati secara langsung demonstrasi tidak efektif.

siswa akan memiliki kesempatan untuk

membandingkan antara teori dan Diseminasi

kenyataan. Mengenai penggandaan atau

b. Kekurangan metode demonstrasi perbanyakan media demonstrasi seni tari ini

• Memerlukan keterampilan guru secara dapat dilakukan dengan mengcopy file mengenai

khusus. gambar gambar tari yang telah agar lebih mudah

• Memerlukan waktu yang banyak. dipahami dan dicontohkan pada pseserta didik.

• Memerlukan kematangan dalam

perancangan atau persiapan. Simpulan

• Keterbatasan dalam sumber belajar, alat 1. Pemanfaatan media demonstrasi dapat
pelajaran, situasi yang harus dikondisikan meningkatkan aktivitas sekaligus hasil belajar
dan waktu untuk mendemonstrasikan. siswa.
Dalam buku Ramayulis menyebutkan
2. Dari hasil observasi menunjukkan bahwa
kebaikan dan kelemahan metode demonstrasi aktivitas siswa cukup tinggi
adalah sebagai berikut:
a. Kebaikan Metode Demonstrasi 3. Kemampuan siswa untuk belajar dengan
memanfaatkan media demonstrasi juga
• Keaktifan peserta didik akan bertambah, mengalami kemajuan yang sangat berarti. Hal
lebih-lebih kalau ada peserta didik yang ini dapat dilihat dari penampilan cara
diikutsertakan. mempraktekkan gerak tari dan memahami
materi membedakan yang benar dan salah
• Pengalaman peserta didik bertamba. sudah mulai ada peningkatan
• Dapat membantu peserta didik mengingat
4. Penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
lebih lama tentang materi pelajaran yang juga menunjukkan peningkatan yang
disampaikan, karena peserta didik tidak signifikan siswa lebih aktif dan kreatif.
hanya mendengar, tetapi melihat dan

mempraktekkannya secara langsung. Saran
• Dapat memfokuskan pengertian peserta Bagi guru
1. Dalam kegiatan belajar mengajar guru
didik terhadap materi pelajaran dalam
waktu relatif singkat. diharapkan menjadikan pembelajaran dengan
• Dapat memusatkan perhatian anak didik. pemanfaatan media demonstrasi dengan
• Dapat mengurangi kesalahpahaman karena pendekatan kooperatif sebagai salah satu
pelajaran menjadi lebih jelas dan konkrit. alternatif dalam mata pelajaran ilmu
• Dapat menjawab semua masalah yang pengetahuan sosial untuk meningkatkan
timbul di dalam pikiran setiap siswa karena aktivitas dan hasil belajar siswa.
mereka ikut serta berperan secara 2. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan
langsung. media demonstrasi bermanfaat bagi guru
• Menghindari "coba-coba/gagal" yang terutama untuk para siswa sehingga
banyak memakan waktu belajar. diharapkan penggunaannya secara
b. Kelemahan Metode Demonstrasi berkesinambungan dalam seni budaya
• Memerlukan waktu yang cukup lama, maupun pelajaran lainnya yang cocok konten
tempat dan peralatan yang cukup. materinya.

Demonstrasi Dengan Gambar - Lilik S. - SMPN 2 Nglames - Kabupaten Madiun - Halaman 29

Bagi Pengambil Kebijakan media demonstrasi untuk mengkondisikan
1. Hendaknya mensosialisasikan pemanfaatan seluruh siswa aktif dalam sebuah momen
pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman. (2007). Meaningful learning re-invensi kebermaknaan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.

Arikunto, Suharsimi., (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2007. Kajian Tari Teks Dan Konteks, Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
2017. Buku guru “Seni Budaya kelas 7” .Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Murgiyanto, Sal. 2003. Mencermati Seni Pertunjukan 1. Perspektif Kebudayaan Ritual, Hukum,
Surakarta: STSI

Sardiman A.M. (2001). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. PT. Praja Grafindo Persada.

Sedyawati, Edi. 1980. Pertumbuhan Seni Pertunjukan, Jakarta: Sinar Harapan

Soekanto, Soerjono.2013. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Wijaya, Rusyan. (1991). Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung, Remaja
Rosdakarya.

Demonstrasi Dengan Gambar - Lilik S. - SMPN 2 Nglames - Kabupaten Madiun - Halaman 30

INOVASI PEMBUATAN BATIK IKAT CELUP BAHAN ALAMI DENGAN METODE
FREEDOM OF CREATION DI SMP

Oleh : Sri Sunarti, Guru SMPN 3 Mejayan Kabupaten Madiun

ABSTRAK
Kata kunci : batik ikat celup, bahan alami batik, inovasi batik, freedom of creation

Dalam metode pembelajaran ada salah satu pendekatan yang mendesain proses transfer of
knowledge menjadi lebih santai dan tidak tegang, salah satu pendekatan tersebut dikenal dengan joyful
learning yang merupakan salah satu metode pembelajaran yang mendukung pengembangan berpikir
kreatif (creative thinking), memberi bekal keterampilan-keterampilan menghadapi kehidupan (life
skills), dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (joyful learning).

Tujuan penulisan makalah ini adalah menjelaskan pembuatan batik ikat celup memanfaatkan
bahan alami dengan menggunakan teknik freedom of creation untuk medorong siswa dalam berkarya.
Dengan melakukan praktek secara langsung menjadikan pembelajaran materi tersebut berkesan dan
bermakna bagi para siswanya. Sehingga tujuan pendidikan semakin dapat diraih.

Dalam pembuatan batik ikat celup ada beberapa sumber yang diperlukan, alat dan bahan alami
yang dibutuhkan hingga keterlibatan guru dan siswa.

Kesimpulan dari makalah ini adalah praktek pembelajaran dengan menggunakan metode freedom
of creation memberikan manfaat yang sangat banyak kepada guru dan siswa jika kedua pihak mau
berkomitmen untuk mewujudkannya.

Praktek pembuatan batik ikat celup menggunakan bahan alami sehingga membutuhkan waktu
lebih untuk pencarian bahan daripada penggunaan warna sintesis yang banyak terjual di toko warna.
Sesuatu yang memiliki nilai tinggi dan memberikan manfaat yang banyak pastilah menuntut kerja ekstra,
salah satunya dalam pembuatan motif. Dalam membuat motif batik ikat celup, seorang guru dituntut
kesabaran, kerja keras dan turut serta memantau. Tidak hanya dalam hal teknis pembuatan saja akan
tetapi substansi jauh lebih penting.

Atas dasar kesimpulan diatas, penulis menyarankan semua pihak yang ada di sekolah mulai dari
kepala sekolah, para guru, para siswa, dan karyawan mendukung sepenuhnya praktek pembuatan batik
ikat celup bahan alami dengan metode freedom of creation.

Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu usaha untuk
Perubahan dan tantangan yang terjadi didunia menumbuhkan manusia yang mempunyai sikap
dan perilaku kreatif dan inovatif. Peradaban
pendidikan, menuntut setiap manusia untuk modern dan teknologi menyebabkan setiap insane
mampu mengembangkan diri serta menyesuaikan harus unggul dalam softskill, agar tidak menjadi
diri terhadap pendidikan. Untuk itu, sekolah karyawan semata tetapi menjadi pengusaha dan
sebagai lembaga pendidikan haruslah mampu membuka lowongan pekerjaan. Dalam mata
membekali para siswanya dengan berbagai pelajaran Seni Budaya diajarkan berbagai teknik
macam pengetahuan, ketrampilan serta mental, pembuatan batik salah satunya ikat celup.
agar mereka benar-benar siap menghadapi Dengan mempelajari Ikat celup, maka siswa
perubahan dan tantangan yang terjadi di sekolah dituntut untuk mampu menciptakan motif yang
atau di masyarakat. bervariasi pada kain sehingga dapat
menghasilkan suatu karya yang berbeda dengan
Menjawab tantangan tersebut, di era otonomi yang lain serta memiliki nilai estetika yang
daerah berkembang menjadi otonomi sekolah dan tinggi.
dalam otonomi sekolah, seorang guru diberikan
keleluasaan untuk mengembangkan model Batik Ikat celup merupakan ragam hias
pembelajaran yang bervariasi dan inovatif kain yang dibentuk melalui proses
sehingga dapat meningkatkan minat siswa untuk celup rintang. Teknik ini disebut juga dengan
belajar yang akhirnya dapat meningkatkan hasil kerajinan batik yang sudah lama dikenal di
belajarnya.

Freedom Of Creation - Sri Sunarti - SMPN 3 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 31

Indonesia. Batik ikat celup dalam bahasa Inggris praktikum batik ikat celup melalui metode

disebut dengan tie-dye yang berkembang pada freedom of creation pada mata pelajaran

tahun 1960-an. Menurut Tati (2010) bahwa ikat Seni budaya Kelas VIII SMP N 3 Mejayan

celup adalah salah satu cara pemberian motif di Kabupaten Madiun tahun pelajaran

atas kain yang dilakukan dengan cara mengisi 2017/2018?

kain, melipat kain dan mengikat kain dengan cara

tertentu , kemudian mencelup pada larutan zat Tujuan

warna sehingga akan terjadi reaksi antara serat 1. Mengetahui deskripsi pelaksanaan proses

tekstil dan zat warnanya. Perbedaan cara mengisi, pembelajaran praktikum batik ikat celup

melipat, menggulung dan mengikat kain akan melalui metode freedom of creation pada

menghasilkan warna dan motif yang berbeda. mata pelajaran Seni budaya Kelas VIII SMP

Dengan cara ini dapat tercipta ribuan motif. N 3 Mejayan Kabupaten Madiun tahun

Kemampuan dalam membuat teknik ikat celup pelajaran 2017/2018.

dapat diperoleh melalui proses pembelajaran dan 2. Mengetahui prestasi belajar siswa pada

pendidikan. praktikum batik ikat celup melalui metode
Menurut Swasty (2011) bahwa warna freedom of creation pada mata pelajaran
Seni budaya Kelas VIII SMP N 3 Mejayan
memegang peran penting sebagai sarana untuk

lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau Kabupaten Madiun tahun pelajaran

tujuan dari sebuah karya desain. Warna dapat 2017/2018.
diperoleh melalui pewarna buatan dan pewarna

alami. Dalam proses pewarnaan batik jumputan, Manfaat
jaman dahulu zat pewarna yang digunakan a. Menambah pengetahuan dan wawasan
berasal dari alam. Namun dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi penulis tentang peranan guru dalam
zat pewarna alami mulai di tinggalkan hal ini meningkatkan siswa belajar mata pelajaran
terjadi terutama karena pewarna sintesis memiliki Seni Budaya.
jumlah warna yang hampir tak terbatas, b. Memberikan sumbangan pemikiran bagi
disamping itu juga, proses pewarnaan alam juga guru dalam proses pembelajaran dalam
lebih rumit pewarna sintesis. Meskipun demikian, meningkatkan pemahaman siswa belajar
keduanya memiliki keunggulan masing-masing. khususnya mata pelajaran Seni Budaya di
Pewarna alami lebih ramah lingkungan dan tidak SMP Negeri 3 Mejayan Kabupaten Madiun
menyebabkan dampak kesehatan bagi pengguna. Tahun pelajaran 2017/2018.
c. Memberikan wawasan kepada para Guru
Dengan demikian dapat disimpulkan agar dapat menerapkan metode yang tepat
bahwa hasil batik ikat celup siswa pada kain sesuai dengan materi pelajaran yang
diharapkan bukan hanya sekedar dapat diajarkan.
menciptakan motif pada kain, tetapi diharapkan

siswa dapat menghasilkan motif dengan Dampak
memperhatikan ketepatan letak motif, Dampak apabila siswa hanya mendapat
keseimbangan proporsi warna pada kain, proses
pengikatan kain serta memiliki nilai estetika yang materi dari kegiatan pembelajaran tanpa
tinggi. praktikum adalah rendahnya karya finishing
siswa sehingga ketuntasan minimal Seni

Rumusan Masalah Budaya siswa pada umumnya rendah. Di lain
1. Bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran pihak, metode pembelajaran telah berkembang
dan variatif disesuaikan dengan karakteristik
praktikum batik ikat celup melalui metode siswa dan lingkungan di mana siswa berada,
freedom of creation pada mata pelajaran salah satu. Dalam metode pembelajaran ada
Seni budaya Kelas VIII SMP N 3 Mejayan salah satu pendekatan yang mendesain proses
Kabupaten Madiun tahun pelajaran transfer of knowledge menjadi lebih santai dan
2017/2018?. tidak tegang, salah satu pendekatan tersebut
2. Bagaimanakah prestasi belajar siswa pada

Freedom Of Creation - Sri Sunarti - SMPN 3 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 32

dikenal dengan joyful learning yang merupakan psikologis dan sugesti kepada orang yang

salah satu metode pembelajaran yang melihat. Menurut Swasty (2011) bahwa warna

mendukung pengembangan berpikir kreatif memegang peran penting sebagai sarana untuk

(creative thinking), memberi bekal lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau

keterampilan-keterampilan menghadapi tujuan dari sebuah karya desain. Warna dapat

kehidupan (life skills), dan menciptakan suasana diperoleh melalui pewarna buatan dan pewarna

belajar yang menyenangkan (joyful learning). alami. Tahapan pembuatan Batik Ikat Celup :

Dengan adanya metode tersebut Kain

diharapkan pembelajaran Seni Budaya dapat Kain yang digunakan untuk proses

menyenangkan dan menarik perhatian siswa, pembatikan jumputan adalah kain mori, kain

sehingga siswa merasa senang dan santai (enjoy) mori adalah bahan yang lazim digunakan dalam

dalam mengikuti pelajaran. Lebih jauh lagi siswa pembatikan. kain mori dapat dipilih sesuai

dapat mengembangkan kreativitasnya dalam dengan kebutuhan yang dikehendaki dari mulai

mengembangkan pengetahuan, sikap, nilai, dan golongan mori yang paling halus sampai mori

perilaku yang bertanggung jawab terhadap golongan rendah.

dunia kesenirupaan. Dengan demikian, Kain mori dapat digolongkan sebagai

pembelajaran Seni Budaya di sekolah dapat berikut:

mencapai sasaran sesuai dengan tujuan a. Mori Primissima adalah mori yang paling

yang ingin dicapai. Pendekatan freedom of halus,

creation ini akan diterapkan dalam menjelaskan b. Mori Prima adalah mori yang tergolong halus

praktikum batik ikat celup dan langkah- kedua

langkahnya yang merupakan salah satu materi c. Mori Biru (medium) adalah kualitas ke tiga

Seni Budaya di SMP Kelas VIII. Dalam setelah mori primissima dan prima.

prakteknya, guru memberi kebebasan pada siswa d. Mori blaco (grey) termasuk golongan paling

untuk berkreasi dalam suasana yang rendah kualitasnya dan banyak mengandung

menyenangkan, sehingga diharapkan proses kanji sehingga sangat kaku.

pembelajaran dilakukan dengan santai, riang dan Selain mori dalam pembuatan batik

tujuan pembelajaran dapat tercapai secara jumputan juga bisa menggunakan kain katun,

optimal. sutra. Jenis kain ini lembut dan memiliki daya

serap yang tinggi, sehingga memudahkan proses

Landasan Teori pengikatan dan pencelupan. Ada juga beberapa

Batik Ikat celup merupakan ragam hias jenis kain yang sifatnya tidak cocok untuk proses

kain yang dibentuk melalui proses celup rintang. ikat celup, diantaranya kain dari benang rayon

Teknik ini disebut juga dengan kerajinan batik atau kain yang mempunyai permukaan yang

yang sudah lama dikenal di Indonesia. Batik ikat terlalu licin, kain yang terlalu kaku atau keras,

celup dalam bahasa Inggris disebut dengan tie- atau tidak memiliki daya serap yang memadai.

dye yang berkembang pada tahun 1960-an. • Dua sendok Garam dan Cuka secukupnya

Jumputan(tie-dye) merupakan salah satu jenis • Dua liter Air untuk warna;

batik yang pembuatannya dilakukan dengan cara • Pewarna dan penguatnya dalam satu kemasan
mengikat kencang di beberapa bagian kain (Wenter atau Wantex).
kemudian dicelupkan pada pewarna. Oleh karena Pewarnaan bertujuan untuk memberi
itu, sebagian orang juga menyebut Jumputan
sebagai batik ikat celup. Di beberapa daerah di warna pada kain batik sehingga menghasilkan
Indonesia, teknik ini dikenal dengan berbagai suatu gabungan warna yang baik. Proses
nama lain seperti pelangi atau cinde pewarnaan dapat dilakukan dengan cara celupan,
(Palembang), tritik atau jumputan (Jawa), serta coletan, dan kuasan.

sasarengan (Banjarmasin). Zat pewarna alam
Mutafawiqin (2011) mengemukakan Zat pewarna alam ini berasal dari

bahwa warna akan memberikan kesan pada tumbuh-tumbuhan yang dibuat melalui sistem
busana karena dapat memberikan dampak ekstrasi. Ekstrasi adalah proses yang paling

Freedom Of Creation - Sri Sunarti - SMPN 3 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 33

sederhana dilakukan dengan cara konvensional Zat warna naptol ini dapat
yaitu dengan merebus tumbuh-tumbuhan dikombinasikan dari warna satu dengan warna
tersebut, bahan yang direbus adalah: bagian daun, lainnya yang penting kita bisa mencampurkan

batang, buah, kulit buah, kulit akar, dan bunga. antara warna yang satu dengan warna yang lain,
Bahan tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan sebelumnya kita harus menganal duli
zat pewarna alami diantaranya: pencampuran warna, baik itu warna primer,
sekunder dan tersier
Daun Mangga (hijau), Daun alpokat, 1) Warna primer adalah warna pokok. Warna
daun mahoni,Kunyit, kapur sirih, Daun jati muda,

Daun jarak kepyar dan Kulit bawang merah. primer adalah Merah, Kuning, Biru
Cara pengekstrasian zat pewarna alami:
2) Warna Sekunder adalah pemcampuran dari
a) Ekstraksi warna dari bahan tumbuh tumbuhan
memerlukan perebusan/ pendidihan secara warna primer Misalnya :
perlahan-lahan yang berlangsung sekitar 1 • Merah + kuning = 0ranya
jam, diperkirakan zat warnanya sudah dapat • Kuning + Biru = Hijau
keluar semua. • Biru + Merah = Ungu

b) Ekstraksi dari bunga dan daun bunga. 3) Warna tersier adalah pencampuran antara
Beberapa bunga dan daun memberikan warna
warna primer dan warna sekunder
• Orange + Merah = Oranye kemerah-

yang bersih, cerah, jika diekstrasi tidak terlalu merahan
lama pada temperatur tinggi, dalam kondisi • Orange + kuning = Oranye kekuning
ekstrasi harus diaduk-aduk untuk beberapa
jam. kuningan
c) Ekstraksi warna dai kulit kayu. Kulit kayu • Hijau + Kuning = Hijau kekuning
paling bagus direndam terlebih dahulu dalam
waktu beberapa hari atau beberapa minggu kuningan
didalam air dingin sebelum proses ekstrasi, • Hijau + Biru = Hijau kebirubiruan
kemudian di ekstrak sambl diaduk-aduk • Ungu + Biru = Ungu kebiru-biruan
selama kurang lebih 1 jam. • Ungu + Merah = Ungu kemerah merahan.
d) Cara mengetraksi warna dari daun : Daun
segar yang baru dipetik direndam terlebih Cara menggunakan cat warna naptol dan garam:
dahulu selama beberapa jam, kemudian
diektrasi selama 1 jam, warna akan terekstrasi a) Cara melarutkan cat warna naptol dan garam
secara maksimal. • Siapkan air mendidih untuk melarutkan

Zat pewarna Sintesis bahan cat warna naptol, timbanglah bahan
Cat warna naptol dan garam
cat warna naptol menurut kebutuhan. Pada
Cat warna ini banyak dipakai dalam
pembatikan, Penggunaan yang mudah cepat dan proses ini larutan naptol di campur dengan
praktis serta karena memiliki daya serap yang
baik pada katun. Serta daya tahannya yang cukup TRO / soda api sesuai dengan kebutuhan.
baik terhadap sinar matahari dan gesekan.dapat • Siapkan air dingin untuk melarutkan garam
dikombinasikan antara warna yang satu dengan
perbandingan banyak naptol dan garam

sebaiknya minimum 1 : 2 maksimun 1 : 3
• Contohnya apabila menggunakan larutan

naptol 3 gram maka larutan garan 6 – 9

gram.

b) Cara mencelup ke dalam larutan cat warna

naptol dan garam
• Sediakan dua tempat untuk larutan naptol

warna yang lain. Warna naptol juga dapat dan larutan garam dam memalai air bersih
digunakan untuk pencelupan dalam keadaan
dingin. sedikit
• Beri masing-masing pasta / warna yang
Warna naptol ini terdiri dari 2 bagian :
a. naptol yang selalu menggunaka kode AS, sudah dibuat se dikit lalu aduk hingga rata.
• Batikan yang siap untuk di warna

yang penggunaannya di campurkan dengan dicelupkan ke air bersih terlebih dahulu,
soda api kemudian diseduh dengan air panas.
b. garam yang berfungsi untuk membangkitkan untuk menghilangkan kanji.
warna di seduh dengan air dingin. • Setelah dicuci oleh air bersih batikan di

celup dalam larutan naptol kira-kira 3 – 5

Freedom Of Creation - Sri Sunarti - SMPN 3 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 34

menit dan ditekan-tekan sampai rata o Kemudian semua ikatan dilepas, kain
• Batikan yang telah dicelup dalam larutan ditiris dan dikeringkan;

naptol di angkat, sebaiknya jangan tergesa- o Setelah kering, rapikan dengan menyetrika
gesa dimasukan ke dalam larutan garan. kain tersebut.
• Setelah cat warna naptol didak menetes Metode praktikum freedom of creation
lagi batikan dapat dicelupkan ke dalam
larutan garam.dan ditekan-tekan sampai dapat membantu murid dan guru dalam
rata. Disini akan terjadi reaksi antara mengatasi masalah tersebut di atas,
naptol yang ada pada batikan dengan keistimewaan metode ini adalah:
garam. 1) Suasana belajar rileks dan menyenangkan.
Alat-alat yang digunakan:
1. Karet gelang; Dengan melibatkan kerja otak kiri dan kanan
2. Kelereng, Uang koin, Batu; akan menjadikan belajar murid lebih ringan
3. Kompor; dan menyenangkan sehingga murid tidak
4. Bejana (Panci) mengalami stress dalam belajarnya.
5. Sendok kayu sebagai alat pengaduk; 2) Merangsang kreativitas dan aktivitas.
6. Ember. Kreativitas terjadi jika kita dapat
Cara membuatnya: menggunakan informasi yang sudah ada di
• Pastikan kain dalam kondisi bersih; dalam otak kita dan mengkombinasikan
• Membuat bentuk/desain motif dengan dengan informasi yang lain sehingga tercipta
mengikat Kelereng, Uang koin, atau Batu hal baru yang bernilai tambah. Demikian
pada beberapa bagian kain menggunakan juga jika kita menggunakan metode Freedom
karet secara kencang dan bervariatif; of creation akan menghubungkan informasi
• Rebus air menggunakan Bejana (Panci) yang sudah ada di memory kita untuk
hingga mendidih; dikombinasikan dengan hasil karya.
• Setelah mendidih, campurkan pewarna dan 3) Materi pelajaran lebih berkesan.
penguat yang berada dalam satu kemasan Materi yang disajikan dengan cara yang
Wenter ataupun Wantex; menarik akan berkesan dalam ingatan
• Tambahkan garam dua sendok makan dan murid. Semua hal yang berkesan tidak
cuka secukupnya disertai dengan mengaduk akan mudah untuk dilupakan oleh otak .
larutan hingga merata; Sesuatu yang berkesan bisa berupa hal-hal
• Basahi kain yang telah diikati dan dibuat yang menyenangkan, menakutkan,
motif dengan air bersih; menjijikkan, menyedihkan.
• Celupkan kain tersebut pada cairan warna.
Bila menginginkan satu warna, celupkan Karya Inovasi Pembelajaran
seluruh bagian kain dalam larutan pewarna Ide Dasar
yang mendidih.
• Aduk dalam waktu 20-30 menit agar warna Teknik ikat celup adalah kerajinan kain
merata dan merekat kuat; favorit untuk anak-anak dan orang dewasa segala
• Bila menginginkan warna lain, langkah pada usia. Dengan menggunakan berbagai cara
no. 6 (enam) hanya mencelupkan sebagian pengikatan, Anda bisa menciptakan berbagai pola
pada cairan pewarna pertama dan yang menarik dengan teknik ikat celup. Berbicara
mencelupkan kain yang belum terkena warna mengenai pewarna, ada berbagai jenis pewarna
pada cairan pewarna lainnya. siap pakai yang bisa digunakan, dan umumnya
• Celupkan berkali-kali sesuai jumlah warna bisa didapatkan di toko kerajinan atau pengecer
yang dikehendaki; biasa di tempat Anda. Anda juga bisa membuat
o Apabila proses pencelupan warna selesai, pewarna dari bahan-bahan alami! Langkah-
kain diangkat dan dibilas menggunakan air langkah untuk melakukan teknik ikat celup
dingin yang bersih; hampir sama, baik menggunakan pewarna
komersial atau buatan sendiri. Anda perlu
mengikat kain untuk menciptakan pola yang
menarik dengan pewarna, menyiapkan kain untuk

Freedom Of Creation - Sri Sunarti - SMPN 3 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 35

diwarnai, dan merendam kain di dalam pewarna lain harus mengikuti secara seksama.
untuk menciptakan karya ikat celup yang luar 4). Guru menyiapkan air panas (mendidih)
biasa.
yang direbus di dalam panci besar.
Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran 5). Masing-masing kelompok memilih warna
Tahap Perencanaan
untuk dicampurkan ke dalam air panas
Pada tahap ini penulis mempersiapkan yang mendidih di dalam ember/timba.
perangkat pembelajaran yang terdiri dari 6). Kelompok siswa menyatukan kain kaos
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, lembar perjenis ikatan untuk dicelupkan ke dalam
kerja, soal uji kompetensi, bahan dan alat-alat air pewarnaan
praktikum batik ikat celup yaitu kain kaos, 7). Tiap kelompok mencelupkan kain kaos ke
karet pengikat, naptol, serbuk penguat warna, dalam pewarna
air, pengaduk, penjepit, hanger, timba 8). Menjemur dalam anginan/tidak langsung di
pencampur warna, panci perebus air, sinar matahari.
kompor, korek api. 9). Guru bersama siswa mengapresiasikan hasil
deskripsi siswa
Dalam siklus ini mempersiapkan 10). Guru memberikan tes akhir kepada siswa.
rencana pembelajaran yaitu: 11). Guru meminta kepada siswa untuk mengisi
a. Menyusun rencana pembelajaran dengan angket tentang pengalaman kegiatan
praktikum.
tahapan-tahapannya. 12). Guru mengakhiri pembelajaran
b. Guru membagi siswa dalam kelompok- Refleksi

kelompok (4-5 orang/ kelompok). Tahapan refleksi ini mengevaluasi
c. Menyiapkan alat bantu/media yang selama persiapan dan pelaksanaan sampai
memperoleh hasil praktikum. Dalam refleki ini
dibutuhkan dalam praktek, guru dapat dijelaskan berdasarkan uraian data-data
membimbing dan memberikan penjelasan penelitian sebagai berikut:
kepada siswa teknik mengikat kain kaos a. Selama proses pembelajaran guru telah
berdasarkan selera ikatan masing-masing
seoah-olah sambil bermain dengan melaksanakan semua praktek sesuai dengan
menggunakan karet gelang bersama gaya freedom of creation, yakni mengajak
kelompok siswa sebagai media freedom of dan memberi motivasi kepada siswa dengan
creation. santai tetapi serius sesuai dengan proses
pertahapan prosedur praktik. Meskipun ada
Tahap Kegiatan dan Pembelajaran beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran persentase pelaksanaannya untuk masing-
masing aspek cukup besar.
untuk siklus ini dilaksanakan oleh Kelas VIII. b. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui
Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. bahwa siswa lebih aktif selama proses belajar
Adapun proses pembelajaran mengacu pada berlangsung berdasarkan pengalaman praktik
rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. sebelumnya.
Pengamatan dilaksanakan bersama dengan c. Kekurangan pada siklus sebelumnya sudah
pelaksanaan pembelajaran . banyak mengalami perbaikan dan
1). Guru meminta masing-masing kelompok peningkatan sehingga menjadi lebih baik,
rapi dan sistematis.
berimajinasi bahwa ikatan masing-masing d. Hasil belajar siswa pada mencapai ketuntasan.
nantinya akan menghasilkan bentuk Revisi Pelaksanaan
goresan yang artistik
2). Guru meminta siswa untuk Pada siklus ini guru telah menerapkan
mendeskripsikan hasil ikatan dengan praktek pendekatan freedom of creation dengan
bentuk yang diharapkan dapat diperoleh baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil
setelah dicelupakan ke dalam pewarnaan. belajar siswa pelaksanaan proses pembelajaran
3). Selama siswa dalam satu kelompok
melaksanakan presentasi maka kelompok

Freedom Of Creation - Sri Sunarti - SMPN 3 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 36

sudah berjalan dengan baik. Maka tidak Bagaimana guru dapat membangkitkan
diperlukan revisi terlalu banyak, tetapi yang imajinasi murid, mendorong murid terlibat
perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya penuh dalam proses pembelajaran, menciptakan

adalah memaksimalkan dan mempertahankan lingkungan belajar yang sehat, sehingga murid
apa yang telah ada dengan tujuan agar pada dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan
pelaksanaan proses pembelajaran selanjutnya baik dan hasil yang maksimal.
penerapan pembelajaran praktek kontekstual
model freedom of creation dalam praktikum Data Hasil Aplikasi Inovasi Pembelajaran

batik ikat celup atau jumputan sangat Dalam penelitian ini penulis tidak
mendukung dalam meningkatkan proses bekerja sama dengan siapapun, kehadiran
pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran penulis sebagai guru pada saat melakukan
dapat tercapai. praktek sebagai pengajar tetap dan dilakukan

seperti biasa, sehingga siswa tidak terganggu

Proses Penemuan dengan aktifitas guru yang sedang mengajar dan
Hingga saat ini masih banyak meneliti. Dengan cara ini diharapkan dapat
diperoleh data yang sangat obyektif sehingga
pendidikan yang ada hanya menitikberatkan validitas data yang diperlukan tidak terganggu.
pada belahan otak kiri sehingga murid mudah

stress. Jika kita menggunakan kedua belahan Dalam penelitian kegiatan praktek
otak kita (otak kiri dan kanan) maka hasilnya menggunakan bentuk guru sebagai peneliti dan
jauh akan lebih baik, otak kita tidak cepat lelah penangung jawab penuh. Tujuan utama dari
dan stres. Stres terjadi karena adanya penelitian kegiatan praktek adalah untuk
ketidakseimbangan antara otak kiri dan otak meningkatkan hasil pembelajaran di kelas

kanan. Maka dari itu, sebagai guru Seni Budaya dimana guru secara penuh terlibat dalam
kita harus membimbing siswa untuk melakukan kegiatan praktek mulai dari perencanaan,
kegiatan praktikum dengan enjoy seperti tindakan, pengamatan dan refleksi.
melakukan praktek di halaman sekolah dengan
suasana segar, santai dengan begitu akan Analisis Data Hasil Pembelajaran

banyak ide-ide yang akan anak kreasikan dalam Melalui hasil penelitian menunjukkan
karya. bahwa pembelajaran dan praktek kontekstual
model freedom of creation memiliki dampak
Ilmu kognitif modern, terutama positif dalam meningkatkan prestasi belajar
penelitian mengenai otak dan belajar telah siswa khususnya dalam proses praktikum
mempertanyakan banyak asumsi lama kita

mengenai pembelajaran.Penelitian mutakhir seperti membuat batik ikat celup/jumputan. Hal
menunjukkan bahwa belajar yang baik ini dapat dilihat dari semakin mantapnya
melibatkan emosi, seluruh tubuh, semua pemahaman siswa terhadap materi yang
indra. Selain itu disebutkan juga tentang disampaikan guru. Berdasarkan data hasil,

gaya belajar menunjukkan orang belajar dalam diperoleh aktivitas siswa dalam proses
cara yang berbeda-beda dan satu jenis metode pembelajaran Seni Budaya dengan
belajar belum tentu tepat untuk semua orang. pembelajaran pendekatan freedom of creation
yang paling dominan adalah bekerja dengan
Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran menggunakan alat/media, mengikuti prosedur

Pendekatan pembelajaran yang kerja dari penjelasan guru, kekompakan kerja
digunakan pada masa sekarang didasarkan pada kelompok siswa. Jadi dapat dikatakan bahwa
penelitian mutakhir mengenai otak. Murid aktivitas siswa dapat dikategorikan sangat aktif.
diajak terlibat penuh dalam proses Sedangkan untuk aktivitas guru selama

pembelajaran. Belajar bukan hanya membaca pembelajaran telah melaksanakan langkah-

tapi secara praktek agar menciptakan langkah pembelajaran dengan baik. Hal ini
pengetahuan secara aktif. Kerjasama antar terlihat dari aktivitas guru yang muncul di
murid dalam proses pembelajaran dapat antaranya aktif membimbing dan mengamati
membantu meningkatkan hasil belajar murid. siswa dalam mengerjakan kegiatan praktek

Freedom Of Creation - Sri Sunarti - SMPN 3 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 37

siswa, menjelaskan cara menggunakan alat, Kesimpulan
melaksanakan tata kerja, memberi umpan balik, Pembelajaran dengan pendekatan
evaluasi, konsultasi bimbingan siswa serta tanya
jawab dimana prosentase untuk aktivitas di atas freedom of creation dalam praktikum batik
cukup besar. Beberapa siswa menyatakan celup memiliki dampak postif dalam penerapan
tertarik dan berminat dengan pembelajaran pembelajarannya. Pendekatan freedom of
pendekatan freedom of creation saat melakukan creation dalam memahami praktikum batik ikat
praktek. Hal ini menunjukkan bahwa siswa celup mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat
memberikan respon positif terhadap model meningkatkan motivasi belajar siswa yang
praktek pendekatan freedom of creation, ditunjukkan dengan hasil karya yang beragam.
sehingga siswa menjadi termotivasi untuk Siswa menyatakan bahwa tertarik dan berminat
belajar lebih giat. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran pendekatan praktek
dengan diterapkannya pembelajaran pendekatan freedom of creation sehingga mereka menjadi
freedom of creation dapat meningkatkan termotivasi untuk berkreasi.
motivasi belajar siswa.
Dalam penelitian tindakan ini
Diseminasi menggunakan bentuk guru sebagai peneliti dan
Berdasarkan fakta-fakta yang berhasil penangung jawab penuh. Tujuan utama dari
penelitian tindakan ini adalah untuk
ditemukan dan pembahasan hasil praktek, meningkatkan hasil pembelajaran di kelas
seperti yang telah dikemukakan pada diatas, dimana guru secara penuh terlibat dalam
berikut ini dikemukakan beberapa hal penting penelitian mulai dari perencanaan, tindakan,
sebagai berikut. pengamatan dan refleksi.

Pelaksanaan praktikum pembuatan batik Saran
ikat celup kelas VIII SMP Negeri 3 Mejayan 1. Untuk melaksanaan pembelajaran
Kabupaten Madiun dengan menggunakan
metode Freedom of Creation membuat siswa pendekatan freedom of creation memerlukan
semangat untuk belajar dan mencoba. persiapan yang cukup matang, sehingga
guru harus mampu menentukan atau
Pelaksanan sudah ada peningkatan memilih topik yang benar-benar bisa
aktifitas siswa sudah mulai baik dalam kerja diterapkan dengan cara pembelajaran
kelompok maupun dalam presentasi kelompok pendekatan freedom of creation dalam
dan hasil praktek juga menunjukkan proses praktek belajar sehingga diperoleh
peningkatan. Secara garis besar langkah- hasil yang optimal.
langkah metode pembelajaran dengan freedom 2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar
of creation adalah sebagai berikut: siswa, guru hendaknya lebih sering melatih
a. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 siswa dengan kegiatan penemuan, walau
dalam taraf yang sederhana, dimana siswa
siswa yang heterogen nantinya dapat menemukan pengetahuan
b. Guru menyajikan pembelajaran baru, memperoleh konsep dan keterampilan,
c. Guru memberi tugas kepada kelompok sehingga siswa berhasil atau mampu
memecahkan masalah-masalah yang
untuk melakukan kegiatan praktek dengan dihadapinya.
ide dari kreasi masing-masing 3. Perlu adanya penelitin yang lebih lanjut,
d. Memberi evaluasi karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di
e. Penutup dan memberi kesimpulan Kelas VIII SMP Negeri 3 Mejayan
Kabupaten Madiun tahun pelajaran
Dari hasil data dan hasil pengamatan 2017/2018.
dapat disimpulkan bahwa “Ada peningkatan
kemampuan mengapresiasi karya seni rupa murni
dengan model pembelajaran freedom of creation
kelas VIII SMP Negeri 3 Mejayan Kabupaten
Madiun tahun pelajaran 2017/2018”.

Freedom Of Creation - Sri Sunarti - SMPN 3 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 38

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2014. Cara menggunakan teknik ikat celup. http://id.wikihow.com/Menggunakan-Teknik-Ikat-

Celup. Diakses pada 13 Agustus 2017.
Anonim. 2017. http://digilib.unimed.ac.id/22527/9/9%20BAB%20I.pdf. Diakses pada 13 Agustus 2017.
Sulistiyani, Dwi. 2016.Cara membuat dan sejarah batik jumputan.

http://clay3xmipa333.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-dan-sejarah-batik-jumputan.html. Diakses
pada 12 Agustus 2017.

Freedom Of Creation - Sri Sunarti - SMPN 3 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 39

MENGGAGAS PENTINGMYA PEMBIMBINGAN KARYA ILMIAH
DAN PENGEMBANGAN BUDAYA LITERASI GURU

Oleh : Jarwanto, Kepala SMP Negeri 4 Saradan Kabupaten Madiun
Email : [email protected]

ABSTRAK

Guru sebagai insan pendidikan adalah wajar apabila diharapkan dapat menjadi panutan dalam
berbagai kegiatan ilmiah di sekolah maupun di masyarakat. Munculnya praduga bahwa guru tidak
menegakkan etika ilmiah dalam menghasilkan karya tulis, utamanya dalam melaksanakan PTK
(Penelitian Tindakan Kelas) adalah sebuah ironis yang menjadi keprihatinan dunia pendidikan.
Diperlukan adanya gerakan bersama untuk melaksanakan pembimbingan penyusunan karya ilmiah,
utamanya PTK bagi guru-guru. Di sisi lain, ternyata pelaksanaan PTK bagi guru cukup efektif dan
strategis untuk peningkatan kompetensi pedagogis, profesional, sosial dan kepribadian guru, serta mampu
mengembang budaya literasi di sekolah. Kemudian dalam artikel ini kita akan membangun gagasan untuk
dapat menjawab pertanyaan: mengapa, siapa,dan bagaimana kegiatan pembimbingan karya ilmiah
utamanya PTK bagi guru-guru.

Pendahuluan konteks karya ilmiah guru ini ternyata ada istilah
Dalam sambutannya pada acara Markatul (Sri Wahyuni, 2010) Markatul adalah
akronim dari makelar karya tulis, yaitu suatu biro
Peluncuran Program Gerakan Literasi Sekolah jasa yang melayani guru-guru dalam
se-kabupaten Madiun di Aula SMPN 1 Mejayan menghasilkan karya ilmiah untuk keperluan
(26 Januari 2019) kepala dinas pendidikan dan kenaikan pangkat.
kebudayaan kabupaten Madiun antara lain
menyampaikan bahwa beliau mencoba Arti Penting PTK
melakukan checking (semacam klarifikasi) Permenpan nomor 16 tahun 2009 tentang
terhadap karya ilmiah dalam bentuk PTK
beberapa guru (sampel) yang diajukan sebagai Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
persyaratan kenaikan pangkat. Guru tersebut menuntut guru untuk lebih dini menyusun karya
ditanya bagaimana judul PTK yang Anda buat, ilmiah, yang antara lain berbentuk PTK. Aturan
ternyata tidak memberikan jawaban seperti yang lama, angka kredit pengembangan profesi
diharapkan. Pertanyaan dipermudah, membahas dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat dari
tentang apa PTK Anda, ternyata masih blank golongan ruang IV/a ke jenjang di atasnya.
tidak bisa memberikan jawaban. Kenyataan Permenpan nomor 16 tahun 2009 mensyaratkan
demikian memberikan asumsi, layak diduga PTK untuk kenaikan pangkat dari golongan ruang III/b
tersebut bukan asli karya guru yang ke jenjang di atasnya. Terkait dengan ketentuan
bersangkutan. ini, berarti upaya peningkatan profesionalisme
guru, dalam bentuk menghasilkan karya ilmiah
Paparan di atas sesungguhnya merupakan hukumnya tidak lagi sunah dan esklusif bagi
permasalahan klasik dunia pendidikan, terkait guru-guru yang memang memiliki panggilan jiwa
karya ilmiah guru. Hasil review beberapa laporan dan idealisme tinggi, tetapi sudah menjadi wajib
PTK yang diusulkan para guru untuk melengkapi begi semua guru.
portofolio menunjukkan beberapa kelemahan
(Dasna, 2007) antara lain: penelitian yang Berdasar UU no. 14 tahun 2005, bab iv
dilakukan adalah hasil duplikasi dari penelitian pasal 8 dan 10 guru dituntut memiliki kompetensi
sejenis dari sekolah yang berbeda atau dari mata pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
pelajaran yang berbeda, atau hasil karya orang sosial, dan kompetensi profesional. Kegiatan
lain yang kemudian dimodifikasi namanya, atau PTK oleh guru cukup efektif dan strategis untuk
abstraknya, atau tempat penelitiannya. Dalam

Budaya Literasi Guru - Jarwanto - SMP Negeri 4 Saradan - Kabupaten Madiun - Halaman 40

peningkatan berbagai kompetensi seperti di atas. dituntut banyak membaca, mengumpulkan
Efektif, karena terkait langsung dengan tugas informasi, merangkai informasi hingga
guru sebagai agen pembelajaran. Strategis, membangun argumentasi. Sumber informasi
karena tidak akan mengganggu kepentingan dapat dari buku teks, jurnal, majalah, artikel dan
siswa, guru tidak perlu meninggalkan jam sebagainya. Kegiatan demikian diharapkan dapat
pembelajaran di kelas, malah pembelajaran di menjadi kebiasaan dan kegemaran guru dalam
kelas semakin diberdayakan untuk menampilkan upaya meningkatkan profesionalismenya yang
pembelajaran yang efektif, inovatif dan inspiratif. mendukung kualitas kinerjanya. Bersamaan
dengan kegiatan PTK, berarti guru telah
Esensi PTK adalah penelitian yang mengawali dan mengembangkan budaya literasi.
dilaksanakan oleh guru yang terintegrasi dengan
kegiatan pembelajaran di kelas dalam upaya Mencermati berbagai fenomena di atas,
meningkatkan kualitas proses dan hasil dapat dikemukakan beberapa implikasi seperti
pembelajaran. Pada kegiatan ini guru akan berikut:
mengkaji, memilih, dan mengimplementasikan 1. Pembimbingan penyusunan karya ilmiah
model/ metode atau media pembelajaran yang
sesuai dengan kompetensi dasar, karakteristik dalam bentuk PTK kepada guru-guru perlu
siswa, situasi dan kondisi kelas dan sebagainya, dilaksanakan dalam rangka membantu
yang berarti guru telah mengembangkan perkembangan karier dan membangun
kompetensi pedagogik dalam pembelajaran. Pada kesanggupan menegakkan etika ilmiah dalam
tahapan Kajian Pustaka dan Penentuan Metode menghasilkan karya tulis.
Penelitian, guru akan mengkaji berbagai teori 2. Kegiatan melaksanakan PTK oleh guru cukup
pembelajaran, berbagai laporan hasil penelitian efektif dan strategis untuk peningkatan
terdahulu, pendalaman materi pada mata kompetensi pedagogis, kompetensi
pelajaran terkait, dan pengkajian teori-teori professional, kompetensi social dan
penelitian yang merupakan indikator dari kepribadian.
pengembangan kompetensi profesional. Kegiatan 3. Melalui kegiatan PTK berarti guru banyak
PTK sering dilaksanakan dengan kolaborasi, guru membaca buku, mengumpulkan dan
sebagai peneliti harus mengembangkan kerja memanfaatkan informasi. Mereka telah
sama dan komunikasi yang efektif dengan teman memulai dan mengembangkan budaya literasi
sejawat. Keterbukaan dalam berperilaku dan
bertindak menjadi acuan penting. Analisis kajian Siapa Pembimbingnya ?
dan penelitian selalu diorientasikan pada Permenneg PAN dan RB nomor 16 tahun
kemanfaatan peserta didik. Dalam hal ini guru
telah mengembangkan kompetensi sosial dan 2009 memaparkan unsur kegiatan PKB
kompetensi kepribadian. (pengembangan keprofesian berkelanjutan)
meliputi: Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah,
Keterkaitan dengan Budaya Literasi dan Karya Inovatif. PKB adalah upaya
Dalam tahapan pelaksanaan PTK ada pengembangan profesi guru yang mendukung
pelaksanaan tugasnya sebagai guru pembelajar.
langkah kajian pustaka, yaitu uraian kepustakaan Sasarannya adalah semua guru dengan materi
yang berupa teori-teori, hasil-hasil penelitian, sesuai kebutuahan, antara lain termasuk
pendapat ahli yang memperkuat argumentasi pembimbingan PTK. Kebutuhan materi PKB
dalam penelitian. PTK merupakan kegiatan bagi guru dapat diketahui dari uraian Evaluasi
ilmiah sehingga perlu didukung dan diperkuat Diri Guru (EDG), hasil PKG (Penilaian Kinerja
oleh teori-teori yang sudah ada, temuan Guru), dan profil kinerja guru. Sekolah melalui
terdahulu, dan pendapat para ahli terkait. kerja Tim PKG dan koordinator PKB akan
Langkah ini bertujuan agar hipotesis dan mendapatkan kesimpulan materi PKB, baik
kesimpulannya bersifat ilmiah karena didasarkan secara individual maupun kolektif guru.
pada keilmuan yang relevan dengan proses Kemudian sekolah memutuskan langkah PKB
mengikuti etika ilmiah. Pada tahap ini guru yang dilaksanakan, bisa dilaksanakan secara
mandiri dan atau bersama dengan guru lain di

Budaya Literasi Guru - Jarwanto - SMP Negeri 4 Saradan - Kabupaten Madiun - Halaman 41

dalam sekolah, atau melalui KKG / MGMP / judul buku yang berkualitas dan menarik untuk
MGBK, atau kegiatan yang diprakarsai dinas dibaca. Tentu kepala sekolah harus membaca
pendidikan dan kebudayaan kabupaten. Sehingga terlebih dahulu sehinga dapat menyampaikan
pelaksana pembimbingan PKB, termasuk sekilas isi buku tersebut. Sekaligus tindakan ini
pembimbingan PTK oleh guru adalah melalui sebagai upaya pengembangan budaya literasi
kebijakan kepala sekolah, KKG / MGMP / guru.
MGBK tingkat kabupaten atau prakarsa dinas
pendidikan dan kebudayaan kabupaten/ propinsi. Pihak MGMP/MGBK: teknik pembimbingan
kolektif, kelompok terbatas,dan atau teknik
Bagaimana Pembimbingannya ? kunjungan ke sekolah. Pembimbingan kolektif di
Sebagai dasar penyusunan rencana PKB MGMP/ MGBK dapat diikuti oleh semua peserta
dengan melaksanakan kegiatan seminar,
guna mendukung pengembangan profesi guru, workshop, atau diklat dengan mendatangkan nara
termasuk pembimbingan PTK adalah hasil EDG sumber yang kompeten. Teknik pembimbingan
dan PKG. Sehingga sekolah yang pertama kelompok terbatas dapat didasarkan pada
memiliki data terkait kemampuan guru dalam pertimbangan wilayah (misal: peserta MGMP
melaksanakan PTK. Data dari sekolah ini wilayah utara, tengah, dan selatan), atau
kemudian bisa dijadikan acuan bagi MGMP didasarkan pada pilihan peserta. MGMP
kabupaten maupun dinas terkait. Beberapa teknik membentuk tim pembimbing dari pengurus atau
bimbingan yang dipaparkan di bawah ini peserta yang kompeten, kemudian tiap anggota
hanyalah sebuah alternative sehingga pihak-pihak tim membimbing sejumlah guru sasaran. Teknik
terkait dapat menempuh teknik lain sesuai situasi kunjungan ke sekolah dapat berupa kegiatan
dan kondisi. pendampingan atau sharing. Teknik
pendampingan, berarti yang berkunjung adalah
Pihak sekolah: teknik pembimbingan individu, tim atau seorang yang telah ditunjuk oleh MGMP
pembimbingan kelompok terbatas dan atau sebagai pendamping karena telah berkompeten.
pembimbingan kolektif. Teknik mana yang Mereka berkunjung ke sekolah peserta untuk
dipilih, menyesuaikan dengan jumlah subyek memberikan bimbingan baik secara praktik
yang memerlukan bimbingan atau ada maupun teori. Sedang dalam teknik Sharing,
pertimbangan khusus. Pembimbingan individu yang berkunjung dengan yang dikunjungi telah
dapat langsung dilaksanakan oleh kepala sekolah sama-sama memahami teori dan praktik, mereka
atau guru yang berkompeten dan ditugaskan oleh praktik bersama di lapangan (sekolah). Segala
kepala sekolah. Pembimbingan kelompok permasalahan dan kendala didiskusikan untuk
terbatas, di sekolah dapat dibentuk tim mencapai hasil yang terbaik.
pembimbing kemudian tiap pembimbing
melaksanakan bimbingan pada beberapa guru Pihak dinas terkait/ kabupaten: kegiatan
sasaran. Pembimbingan kolektif ditempuh pembimbingan dapat berbentuk pendalaman
apabila subyek sasaran dalam jumlah yang besar materi, pemberian penguatan melalui regulasi,
dengan cara melaksanakan workshop atau diklat dan atau pemberian motivasi. Kegiatan
dengan mendatangkan narasumber. Sedang untuk pendalaman materi karya ilmiah dan
memberikan motivasi dan inspirasi bagi guru, pengembangan budaya literasi oleh dinas terkait
sekolah hendaknya membentuk/ menyediakan dapat dalam bentuk seminar, workshop, atau
pustaka khusus untuk guru. Didalamnya diklat yang mengundang guru-guru dari
disediakan buku-buku terkait kebutuhan perwakilan sekolah. Kemudian guru-guru
pengembangan profesi guru dan contoh hasil- tersebut diberi tugas untuk mengembangkan di
hasil penelitian terdahulu yang berbentuk jurnal sekolahnya masing-masing. Sedang untuk
atau teks terpisah hasil karya guru-guru memberikan penguatan bagi guru-guru, bagi
sebelumnya. Dalam moment rapat-rapat dewan sekolah, atau bagi MGMP/ MGBK, pihak dinas
guru, pada acara pendahuluan kepala sekolah dapat memberikan instruksi atau regulasi.
sebagai pemimpin rapat menyampaikan beberapa

Budaya Literasi Guru - Jarwanto - SMP Negeri 4 Saradan - Kabupaten Madiun - Halaman 42

Misalnya yang sudah dilaksanakan di kabupaten penting diperlukan dalam rangka pengembangan
Madiun, guru yang akan mengajukan kenaikan karier, pengembangan kompetensi diri
pangkat, karya ilmiahnya dituntut untuk (pedagogik, professional, sosial, kepribadian),
dipresentasikan. Dapat juga diinstruksikan dan pengembangan budaya literasi, sehinga
kepada MGMP, misal: tiap 2 bulan MGMP/ diajukan saran-saran sebagai berikut:
MGBK dituntut mampu menghasilkan 3 karya 1. Guru: agar senantiasa mengembangkan
ilmiah para pesertanya secara bergantian. Bagi
sekolah, misalnya sekolah disuruh membuat kemauan untuk belajar penyusunan karya
laporan terkait kegiatan kepustakaan guru, daftar ilmiah utamanya dalam bentuk PTK demi
judul buku yang ada, rencana kegiatan dan perkembangan karier dan mampu memberikan
sebagainya. Sedang untuk kegiatan layanan pembelajaran yang lebih berkualitas.
pembimbingan melalui motivasi, dinas secara Setelah adanya kemampuan dan ketrampilan,
berkala melaksanakan lomba karya ilmiah guru. perlu membangun semangat diri untuk
melaksanakan dan meninggalkan tindakan
Penutup yang melanggar etika ilmiah dalam
menghasilkan karya tulis.
Pemaparan terkait pentingnya 2. Sekolah; dapat menempuh berbagai teknik
bimbingan seperti: pembimbingan individu,
pembimbingan dan upaya pengembangan budaya pembimbingan kelompok terbatas dan atau
pembimbingan kolektif. Sedang untuk
literasi seperti di atas baru dalam taraf gagasan, memberikan motivasi dan inspirasi bagi guru,
sekolah hendaknya membentuk/ menyediakan
dan masih abstrak karena dalam ranah pikiran. pustaka khusus untuk guru.
3. MGMP/MGBK: dapat membuat program dan
Gagasan tersebut akan nampak pengaruhnya melaksanakan program bimbingan dengan
teknik: pembimbingan kolektif, kelompok
seperti yang dicita-citakan kalau sudah terbatas,dan atau teknik kunjungan ke
sekolah. Sebagai acuan pembuatan program
diwujudkan dalam bentuk tindakan. Merealisir dan penentuan subyek bimbingan, MGMP/
MGBK dapat koordinasi dengan sekolah yang
dari gagasan menjadi tindakan,terkadang bisa memiliki data terkait profil guru.
4. Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Tingkat
berkembang atau memunculkan gagasan baru Kabupaten: dapat berpartisipasi melaksanakan
bimbingan terhadap guru-guru melalui teknik
untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga gagasan pendalaman materi, pemberian penguatan
melalui instruksi atau regulasi, dan atau
penulis dalam artikel ini hanyalah sebuah pemberian motivasi melalui kegiatan lomba
guru.
alternatip yang diharapkan dapat menjadi

referensi atau acuan bertindak, atau bernilai

inspiratif hingga memunculkan gagasan

baru.dalam upanya pembimbingan penyusunan

karya ilmiah bagi guru dan pengembangan

budaya literasi di sekolah yang diawali dari

kemauan guru-gurunya.

Saran
Kemampuan guru dalam menyusun

karya ilmiah utamanya pelaksanaan PTK sangat

DAFTAR PUSTAKA
Dewan Perwakilan Rakyat RI, 2005, UU RI Nomor. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

I Wayan Dasna dan Ach. Fatchan, 2007, Penelitian Tindakan Kelas dan Karya Ilmiah, Malang: Universitas
Negeri Malang, Badan Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 15.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, 2016, Pembinaan dan
Pengembangan Profesi Guru Buku 1, Pedoman Pengelolaan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan Guna Mendukung Pengembanan Profesi Guru Pembelajar (PPGP).

Sri Wahyuni, 2010, Menyikapi Akan Diberlakukannya Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Surabaya: majalah Bulanan Media.

Budaya Literasi Guru - Jarwanto - SMP Negeri 4 Saradan - Kabupaten Madiun - Halaman 43


Click to View FlipBook Version