PEMANFAATAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
WORDPRESS DI SMP NEGERI 1 MEJAYAN UNTUK MENINGKATKAN
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN
Oleh : Rochmawati Fadila, S.T, Guru SMPN 1 Mejayan Kab.Madiun
ABSTRAK
Kata kunci: website, Media Pembelajaran Berbasis WordPress
Best Practice ini bertujuan untuk mendeskripsikan manfaat dari penggunaan website
pembelajaran berbasis WordPress sebagai salah satu media pembelajaran yang efektif, efisien dan
inovatif. Dengan berbagai menu yang di tampilkan dalam website ini mulai dari menu silabus, RPP,
Materi, Media dan evaluasi di harapkan dapat mempermudah bapak ibu guru pengampu seluruh mata
pelajaran bisa menggunakannya dengan optimal.
Website ini di rancang untuk memudahkan bapak ibu guru sekaligus siswa dalam melaksanakan
proses pembelajaran, di mana dengan berbagai menu di atas siswa dapat mengetahui materi yang akan di
sampaikan bapak ibu guru sekaligus memudahkan bapak ibu guru dalam pengadministrasian perangkat
pembelajaran. Pada proses evaluasi sangat memudahkan bapak ibu guru dalam melaksanakan proses
penilaian baik penilaian harian, penilaian tengah semester maupun akhir semester, dikarenakan setelah
melaksanakan penilaian bapak ibu guru tinggal mendownload hasil sekaligus analisisnya dan website ini
sudah di terapkan untuk melaksanakan Evaluasi pada Mata Pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.
Latar Belakang Informasi dan Komunikasi, banyak bermunculan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan aplikasi yang bisa di gunakan untuk membangun
teknologi dewasa ini semakin mendorong adanya sebuah website. Salah satu aplikasi yang bisa di
pembaharuan pemanfaatan teknologi dalam gunakan untuk membangun website Dalam
proses pembelajaran sebagai salah satu sarana rangka mewujudkan inovasi pembelajaran
untuk meningkatkan kualitas pendidikan Peran tersebut, SMP Negeri 1 Mejayan dalam
pendidik tidak hanya sebagai penstranfer ilmu pelaksanaan pembelajaran Teknologi Informasi
atau informasi tetapi lebih pada bagaimana dan Komunikasi (TIK) mencoba membuat
peserta didik bisa belajar sebaik-baiknya dalam sebuah terobosan dalam bentuk web
menggunakan media yang menarik termasuk pembelajaran sebagai salah satu media belajar
menyediakan berbagai sumber belajar yang bisa yang memuat sebuah konsep pembelajaran
dipelajari peserta didik. Seorang guru dituntut mencakup perencanaan yang sistematis,
kreatif dan inovatif dalam mengembangkan memiliki sifat konseptual namun praktis,
kaidah pengintegrasian dengan mengunakan realistis dan flexsibel, baik dalam pengelolaan
teknologi dalam kegiatan pembelajaran. kelas, pengajaran serta penilaian.Melalui web
Dengan teknologi tersebut diharapkan dapat pembelajaran ini pendidik dapat memposting
membuat pembelajaran lebih aktif, kreatif, materi, memberikan tugas, mengadakan kuis,
inovatif dan menyenangkan, sehingga terciptanya memberikan pengayaan, berdiskusi dengan
multi interaksi, baik antara guru dengan siswa, siswa, memberikan berbagai informasi dan lain
siswa dengan guru, siswa dengan media dan sebagainya, sehingga pengelolaan pembelajaran
sumber belajar, maupun siswa dengan siswa dapat lebih efektif dan mampu menghasilkan
lainnya, salah satu teknologi yang bisa di pembelajaran secara optimal.
manfaatkan untuk menuangkan metode Berangkat dari latar belakang diatas,
pembelajaran tersebut adalah dengan peneliti tertarik untuk melakukan Penelitian
menciptakan sebuah aplikasi website atau yang tentang pemanfaatan web pembelajaran sebagai
biasa di sebut dengan web untuk pembelajan. media belajar Teknologi Informasi dan
Seiring dengan perkembangan Teknologi Komunikasi di SMP Negeri 1 Mejayan. Adapun
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 44
judul dari Penelitian ini adalah “Pemanfaatan d. Media pembelajaran berbasis internet/Website.
Website Sebagai Media Pembelajaran Berbasis (Daryanto 2010:168).
WordPress Di SMP Negeri 1 Mejayan Untuk Berdasarkan macam jenis media di atas,
Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran”.
maka penelitian ini adalah menggunakan jenis
Rumusan Masalah media pembelajaran berbasis internet/Website.
Bagaimana cara memanfaatkan website
Fungsi Media Pembelajaran
sebagai media pembelajran berbasis WordPress Dalam proses pembelajaran, media
untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran di
SMPN 1 Mejayan pada jaringan lokal. memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari
sumber (guru) menuju penerima (siswa).
Tujuan Penelitian Sedangkan metode adalah prosedur untuk
Mendeskripsikan cara memanfaatkan membantu siswa dalam menerima dan mengolah
informasi guna mencapai tujuan pembelajaran.
website sebagai media pembelajaran berbasis Fungsi media dalam proses pembelajaran
WordPress untuk meningkatkan efektifitas ditunjukkan pada gambar berikut.
pembelajaran di SMPN 1 Mejayan pada jaringan
lokal.
Manfaat Penelitian Gambar 2.2. Fungsi media (Daryanto 2010: 4)
a. Peserta Didik
Dalam kegiatan interaksi antar siswa
Memberikan kemudahan dalam mengikuti dengan lingkungan, fungsi media dapat diketahui
pembelajaran, terutama dalam mengakses berdasarkan adanya kelebihan media dan
materi yang di sampaikan oleh guru. hambatan yang mungkin timbul dalam proses
b. Guru pembelajaran (Daryanto 2010: 9).
Sebagai satu alternative media pembelajaran
yang lebih efekif dalam proses pembelajaran. Website atau Situs
c. Sekolah Website atau situs dapat diartikan sebagai
Website pembelajaran bisa dimanfaatkan di
sekolah untuk menunjang proses kumpulan halaman halaman yang digunakan
pembelajaran di kelas. untuk menampilkan informasi teks, gambar diam
atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan
Kajian Pustaka dari semuanya itu baik yang bersifat statis
Media Pembelajaran maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian
bangunan yang saling terkait dimana masing-
Kata media merupakan bentuk jamak dari masing dihubungkan dengan jaringan jaringan
kata medium. Medium dapat didefinisikan halaman (hyperlink).
sebagai perantara atau pengantar terjadinya
komunikasi dari pengirim menuju penerima. Kata Sebuah situs web adalah sebutan bagi
media berasal dari bahasa Latin yang artinya sekelompok halaman web (page), yang umumnya
adalah bentuk jamak dari medium. Batasan merupakan bagian dari suatu nama domain
mengenai pengertian media sangat luas, namun (domain name) atau subdomain di World Wide
kita membatasi pada media pendidikan saja yakni (WWW) di Internet. WWW terdiri dari seluruh
media yang digunakan sebagai alat dan bahan situs web yang tersedia kepada publik. Halaman-
kegiatan pembelajaran (Daryanto 2010: 5). halaman sebuah situs web diakses dari sebuah
URL yang menjadi “akar” (root), yang disebut
Dilihat dari berbagai macam dan jenis home page (halaman induk; sering diterjemahkan
media, media pembelajaran dibagi menjadi 4
macam, yaitu
a. Media hasil teknologi cetak.
b. Media hasil teknologi audio-visual.
c. Media hasil teknologi berdasarkan komputer.
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 45
menjadi “beranda”, “halaman muka”) dan memberikan FILES yang di-request jika ada.
biasanya disimpan dalam server yang sama. FILES yang telah diberikan tadi tidak
Dalam konsep kerjanya, USER/pengguna langsung ditampilkan/didisplay begitu saja,
yang akan mengakses suatu website berupa URL namun SERVER memberikan respon kembali ke
melalui BROWSER (yaitu media untuk menuju BROWSER melalui HTTP RESPONSE yang juga
URL yang diakses), kemudian BROWSER melalui layer-layer TCP/IP, yang kemudian baru
tersebut mengirimkan permintaan/ request berupa di terima oleh BROWSER, dan kemudian
HTTP REQUEST kepada SERVER melalui dikirimkan kepada USER berupa DISPLAY.
layer-layer TCP/IP, kemudian SERVER
Gambar 2.3 Ilustrasi Konsep kerja website (https://hanyhafsyah.WordPress.com/2012/09/21/cara-
kerja-web/)
Adapun unsur-unsur yang terdapat dengan jaringan internet. Website merupakan
terdapat dalam sebuah sistem website adalah sebuah komponen yang terdiri dari teks,
sebagai berikut : gambar, suara animasi sehingga menjadi
a. Nama Domain (Domain Name/URL – media informasi yang menarik untuk
Uniform Resource Locator) dikunjungi oleh orang lain.
Pengertian nama domain atau biasa b. Rumah Tempat Website ( Hosting)
disebut dengan Domain Name atau URL Pengertian Web Hosting dapat
adalah alamat unik di dunia internet yang diartikan sebagai ruangan yang terdapat dalam
digunakan untuk mengidentifikasi sebuah harddisk tempat menyimpan berbagai data,
website, atau dengan kata lain domain name file-file, gambar dan lain sebagainya yang
adalah alamat yang digunakan untuk akan ditampilkan di website. Besarnya data
menemukan sebuah website pada dunia yang bisa dimasukkan tergantung dari
internet. Contoh : http://www.egladiol.com , besarnya web hosting yang disewa/dipunyai,
atau http://www.uny.ac.id. Nama domain semakin besar web hosting semakin besar
diperjualbelikan secara bebas di internet pula data yang dapat dimasukkan dan
dengan status sewa tahunan. Nama domain ditampilkan dalam website. Web Hosting juga
sendiri mempunyai identifikasi ekstensi / diperoleh dengan menyewa. Besarnya hosting
akhiran sesuai dengan kepentingan dan lokasi ditentukan ruangan harddisk dengan ukuran
keberadaan website tersebut. Contoh nama MB (Mega Byte) atau GB (Giga Byte). Lama
domain ber-ekstensi internasional adalah com, penyewaan web hosting rata-rata dihitung per-
net, org, info, biz, name, ws. Contoh nama tahun. Penyewaan hosting dilakukan dari
domain ber-ekstensi lokasi Negara Indonesia perusahaan-perusahaan penyewa web hosting
adalah co.id (untuk nama domain website yang banyak dijumpai baik di Indonesia
perusahaan), ac.id (nama domain website maupun luar negeri.
pendidikan), go.id (nama domain website c. Bahasa Program (Script Program)
instansi pemerintah), or.id (nama domain Adalah bahasa yang digunakan untuk
website organisasi). menerjemahkan setiap perintah dalam website
Dengan demikian, website merupakan yang pada saat diakses. Jenis bahasa program
sekumpulan halaman informasi yang sangat menentukan statis, dinamis atau
disediakan melalui jalur internet sehingga bisa interaktifnya sebuah website. Semakin banyak
diakses di seluruh dunia selama terkoneksi ragam bahasa program yang digunakan maka
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 46
akan terlihat website semakin dinamis, dan pembuatan, pembaharuan, dan publikasi
interaktif serta terlihat bagus. Beragam bahasa konten secara bersama (collaborative content
program saat ini telah hadir untuk mendukung management). konten mengacu pada
kualitas website. Jenis jenis bahasa program informasi dalam bentuk teks, grafik, gambar
yang banyak dipakai para desainer website maupun dalam format-format lain yang perlu
antara lain HTML, ASP, PHP, JSP, Java dikelola dengan tujuan memudahkan proses
Scripts, Java applets dsb. Bahasa dasar yang pembuatan, pembaharuan, distribusi,
dipakai setiap situs adalah HTML sedangkan pencarian, analisis, dan meningkatkan
PHP, ASP, JSP dan lainnya merupakan fleksibilitas untuk ditransformasikan ke dalam
bahasa pendukung yang bertindak sebagai bentuk lain. Terminologi CMS sendiri cukup
pengatur dinamis, dan interaktifnya situs. luas, di antaranya mencakup software
Bahasa program ASP, PHP, JSP atau lainnya aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat
bisa dibuat sendiri. Bahasa program ini bantu lainnya yang dapat dikelola sebagai
biasanya digunakan untuk membangun portal bagian dari mekanisme jaringan informasi
berita, artikel, forum diskusi, buku tamu, suatu perusahaan maupun global.
anggota organisasi, email, mailing list dan lain
sebagainya yang memerlukan update setiap Kegunaan CMS adalah untuk
saat. mempermudah user membangun sebuah situs
d. Design Website website dan juga memudahkan dalam
mengedit konten ataupun template tanpa harus
Setelah melakukan penyewaan mempelajari begitu dalam beberapa bahasa
domain name dan web hosting serta pemograman website yang membutuhkan
penguasaan bahasa program (scripts waktu yang sangat lama, seperti HTML, PHP,
program), unsur website yang penting dan MySQL dan lain-lain.
utama adalah desain.Desain website 2. Pengertian CMS WordPress
menentukan kualitas dan keindahan sebuah
website. Desain sangat berpengaruh kepada WordPress adalah sebuah aplikasi
penilaian pengunjung akan bagus tidaknya sumber terbuka (open source) yang sangat
sebuah website. Untuk membuat website populer digunakan sebagai mesin blog (blog
biasanya dapat dilakukan sendiri atau engine). WordPress dibangun dengan bahasa
menyewa jasa website designer. Saat ini pemrograman PHP dan basis data (database)
sangat banyak jasa web designer, terutama di MySQL. PHP dan MySQL, keduanya
kota-kota besar. Perlu diketahui bahwa merupakan perangkat lunak sumber terbuka
kualitas situs sangat ditentukan oleh kualitas (open source software). Selain sebagai blog,
designer. Semakin banyak penguasaan web WordPress juga mulai digunakan sebagai
designer tentang beragam program/software sebuah CMS (Content Management System)
pendukung pembuatan situs maka akan karena kemampuannya untuk dimodifikasi
dihasilkan situs yang semakin berkualitas, dan disesuaikan dengan kebutuhan
demikian pula sebaliknya. Jasa web designer penggunanya.
ini yang umumnya memerlukan biaya yang 3. Sejarah CMS WordPress
tertinggi dari seluruh biaya pembangunan
situs dan semuanya itu tergantung kualitas Sejarah WordPress dimulai saat Matt
designer. Mullenweg yang merupakan pengguna aktif
dari b2 mengetahui bahwa proses
Content Management System (CMS) Open pengembangan b2 dihentikan oleh
Source WordPress pemrogramnya (programmer) yang bernama
1. Pengertian CMS Michel Valdrighi, Matt Mullenweg merasa
sayang dan mulai melanjutkan pengembangan
Content Management System (CMS) b2.
adalah suatu sistem yang digunakan untuk
mengelola dan memfasilitasi proses WordPress muncul pertama kali di
tahun 2003 hasil kerja keras Matt Mullenweg
dengan Mike Little. Yang membuat
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 47
WordPress makin terkenal, selain karena kalangan pengguna WordPress.
banyaknya fitur dan tampilan yang menarik, 2) Instalasi Berbasis kode sumber terbuka
adalah juga karena dukungan komunitas
terhadap perangkat lunak sumber terbuka (open source). Pengguna dapat melihat dan
untuk blog. memperoleh barisan kode-kode penyusun
perangkat lunak WordPress tersebut secara
WordPress menyediakan dua alamat bebas, sehingga pengguna tingkat lanjut
yang berbeda, yaitu WordPress.com dan yang memiliki kemampuan pemrograman
WordPress.org. WordPress.com merupakan dapat bebas melakukan modifikasi, bahkan
situs layanan blog yang menggunakan mesin dapat mengembangkan sendiri program
WordPress, didirikan oleh perusahaan WordPress tersebut lebih lanjut sesuai
Automattic. Dengan mendaftar pada situs keinginan.Tersedianya berbagai macam
WordPress.com, pengguna tidak perlu template dan plugins gratis yang dapat
melakukan instalasi atau konfigurasi yang digunakan untuk mempercantik tampilan
cukup sulit. Sayangnya, pengguna situs.
WordPress.com tidak dapat mengubah 3) Template atau design tampilannya mudah
template standar yang sudah disediakan. dimodifikasi sesuai keinginan pengguna.
Artinya, pengguna tidak dapat menambahkan Sehingga apabila pengguna memiliki
asesori apa pun selain yang sudah disediakan. pengetahuan HTML yang memadai, maka
Meski demikian, fitur yang disediakan oleh pengguna tersebut dapat berkreasi
WordPress.com sudah cukup bagus. membuat template sendiri. Pengguna yang
tidak mengerti HTML, tentu saja masih
WordPress.org merupakan wilayah dapat memilih ribuan template yang
pengembang (developer). Di alamat ini, tersedia di internet secara bebas, yang
seseorang dapat mengunduh (download) tentu saja gratis.
aplikasi beserta seluruh berkas CMS 4) Satu blog WordPress, dapat digunakan
WordPress. Selanjutnya, CMS ini dapat untuk banyak pengguna (multi user).
diubah ulang selama seseorang menguasai Sehingga WordPress juga sering
PHP, CSS dan skrip lain yang menyertainya. digunakan untuk blog komunitas. Anggota
WordPress dengan Bahasa Indonesia ada komunitas tersebut dapat berperan sebagai
berkat kerja para kontributor di Indonesia kontributor.
yang dipimpin oleh Huda Toriq, seorang 5) Jika pengguna sebelumnya telah
Mahasiswa Kedokteran dari Universitas mempunyai blog tidak berbayar, misalnya
Diponegoro (UNDIP) Semarang. di alamat Blogger, LiveJournal, atau
TypePad, pengguna dapat mengimpor isi
Gambar 3. Logo CMS WordPress blog-blog tersebut ke alamat hosting blog
4. Keuntungan dan Kekurangan CMS pribadi yang menggunakan perangkat
lunak WordPress. Dengan demikian
WordPress pengguna tidak perlu khawatir isi blog
CMS WordPress memiliki banyak yang lama akan menjadi sia-sia setelah
menggunakan perangkat lunak WordPress.
keunggulan dan fitur untuk dunia blog, antara 6) Tersedia banyak plugin yang selalu
lain: berkembang. Plugin WordPress sendiri
1) Untuk mendapatkan perangkat lunak yaitu sebuah program tambahan yang bisa
diintegrasikan dengan WordPress untuk
WordPress hanya perlu mengunduh dari memberikan fungsi-fungsi lain yang belum
situsnya tanpa dipungut biaya, bahkan tersedia pada instalasi standar. Misalnya
untuk blog komersial sekalipun. plugin anti-spam, plugin web counter,
Memudahkan dan menghemat waktu album foto.
dalam membuat dan mengedit isi situs, 7) Kemampuan untuk dapat memunculkan
cocok dengan frase yang terkenal di
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 48
XML, XHTML, dan CSS standar. Studi Pendahuluan
8) Tersedianya struktur permalink yang a. Studi Pustaka
memungkinkan mesin pencari mengenali Website pembelajaran ini termasuk dalam
struktur blog dengan baik. kategori media pembelajaran yang baru di
9) Mampu mendukung banyak kategori untuk rintis oleh peneliti, sehingga masih banyak
satu artikel. Satu artikel dalam WordPress bapak ibu guru sekaligus siswa yang belum
dapat dikatogorisasikan ke dalam beberapa memahami cara sekaligus prosedur
kategori. Dengan multikategori, pencarian pengoperasiannya. Oleh karena itu peneliti
dan pengaksesan informasi menjadi lebih memfokuskan pada langkah-langkah atau
mudah. prosedur memanfaatan website ini baik dalam
10) Fasilitas Trackback dan Pingback. Juga proses pembelajaran maupun penilaian
memiliki kemampuan untuk melakukan b. Survei Lapangan
otomatis Ping (RPC Ping) ke berbagai Survei lapangan dilakukan untuk
search engine dan web directory, sehingga mengumpulkan data berkenaan dengan
website yang dibuat dengan WordPress perencanaan dan pelaksanaan pemberian
akan lebih cepat ter index pada search informasi pembelajaran di sekolah.
engine. c. Penyusunan Tutorial
11) Fasilitas format teks dan gaya teks. Berpegang pada data yang di dapat dari survei
WordPress menyediakan fitur pengelolaan lapangan dan mengacu pada dasar-dasar teori
teks yang cukup lengkap. Fitur – fitur atau konsep yang disimpulkan dari hasil studi
format dan gaya teks pada kebanyakan pustaka, maka peneliti menyusun tutorial
perangkat lunak pengolah kata seperti sekaligus prosedur dalam memanfaatkan
cetak tebal, cetak miring, rata kanan, rata website pembelajaran ini
kiri, tautan tersedia di WordPress.
12) Mempunyai kemampuan optimalisasi Kebutuhan Alat
yang baik pada Mesin Pencari (Search Untuk mengoperasikan website
Engine Optimizer).
pembelajaran ini bapak ibu guru sekaligus siswa
Adapun kekurangan dari CMS harus menggunakan perangkat baik itu perangkat
WordPress sebagai berikut : keras (Hardware) maupun Perangkat Lunak
1) Banyak serangan spammer dibagian (Sotfware), adapun perangkat keras yang di
gunakan adalah Laptop, Komputer, Notebook,
komentar . Handphone, Router.
2) Meskipun instalasi sendiri, Membutuhkan Sedangkan perangkat lunak yang di gunakan
adalah :
keahlian dasar tentang webhosting, HTML, 1. Aplikasi untuk server local yaitu Xampp
PHP, dan javascript. Ketidak-hati-hatian 2. Aplikasi browser bisa menggunakan chrome,
dalam mengelolanya akan berakibat
rusaknya blog atau web yang sedang mozilla dll.
dibuat.
3) Fitur managementnya sedikit sehingga Prosedur Penggunaan
sebagian orang menganggap terlalu Dalam mengoperasikan website
sederhana.
pembelajaran ini diperlukan langkah–langkah
Setiap teknologi yang diciptakan oleh yang harus di pahami oleh pengguna supaya bisa
manusia pasti memiliki kelebihan dan juga memanfaatkan semua menu dalam website ini,
kekurangan. Namun yang lebih penting meliputi:
adalah, bagaimana caranya untuk 1. Mengaktifkan aplikasi server local (xampp)
mengoptimalkan kelebihan yang ada agar 2. Membuka browser yang sudah terinstal di
dapat lebih bermanfaat serta meminimalisir
kekurangan yang dimiliki teknologi tersebut. perangkat keras pengguna
3. Memasukan Perangkat Pembelajaran meliputi
Prosedur Penelitian
Silabus, RPP, Materi Dan Media
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 49
Pembelajaran.
4. Memasukan data soal dan data siswa untuk Hasil Dan Pembahasan
melakukan penilaian Di dalam mengoperasikan website
5. Mendownload hasil nilai sekaligus analisisnya. pembelajaran ini, terdapat 2 tahap yaitu:
1. Mengaktifkan server Lokal (xampp).
Dengan klik pada bagian apache dan mysql, seperti pada tampilan gambar di bawah ini.
Gb 4.1 gambar aktifasi xampp untuk server local
2. Membuka aplikasi browser (google chrome, Mozilla, dll)
Ketikan alamat pada addres bar dengan “localhost/WordPress”
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 50
Gb. 4.2. gambar homepage wesbsite.
3. Klik Menu materi untuk membuka materi yang sesuai dengan kompetensi yang di berikan pada saat
pembelajaran.
Gb 4.3 tampilan menu materi
4. Klik kompetensi yang sesuai pada waktu pembelajaran
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 51
Gb. 4.4 kompetensi materi
5. Klik tujuan pembelajaran yang di harapkan
Gb 4.5 tujuan pembelajaran
6. Klik kompetensi sesuai materi pembelajaran
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 52
Gb. 4.6 kompetensi pelajaran
7. Refleksi akhir Pembelajaran
Gb. 4.7 Refleksi pembelajaran
Kesimpulan memberikan kemudahan bagi setiap pengguna
Setelah dilakukan penelitian pemanfaatan dalam pengadministrasian perangkat
pembelajaran.
website pembelajaran di SMP Negeri 1 Mejayan,
maka dapat di simpulkan bahwa: Saran
1. Website berbasis WordPress sebagai salah Untuk pihak SMP Negeri 1 Mejayan
satu media pembelajaran berbasis internet di diharapkan mengadakan pelatihan terhadap
SMP Negeri 1 Mejayan sudah baik dan layak penggunaan website ini sehingga nantinya:
digunakan. 1. Mampu menggunakannya secara baik sebagai
2. Website Pembelajaran sebagai media belajar
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 53
media pembelajaran berbasis internet. dan digunakan oleh guru dan siswa untuk
2. Mampu merealisasikan ke dalam kurikulum kepentingan pembelajaran.
sekolah, agar website ini dapat selalu diakses
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, M.Z. (2010). Penelitian dan Pengembangan. Tersedia di http://www.masbied.com
/2010/03/20/penelitian-dan-pengembangan/ (diakses 2 Oktober 2017).
Acmad, S. 2007. Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK UNNES. Ali, M. 1993. Penelitian
Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung.
Arikunto, Suharsismi. 2006. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik).Jakarta: RINEKA
CIPTA.
Azwar, Saifuddin. 1998. Metode Penelitian. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR. Daryanto. 2010. Media
Pembelajaran (Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan pembelajaran.)
Yogyakarta: Gava Media.
Marno dan Idris, M. 2009. Strategi & Metode Pengajaran. Jogjakarta: ARRUZZMEDIA.
Merry Agustina, 2015. Pemanfaatan Website Sebagai Media Pembelajaran Di Universitas Bina Darma
Palembang, tersedia di https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/558/-
534. ( diakses 22 Oktober 2017)
Nursalam dan Ferry Efendi. 2008. Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Prawiradilaga, D.S. dan Siregar, E. 2004. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta:KENCANA.
Prakoso, K.S. 2005. Membangun Website dengan WORDPRESS. Yogyakarta: ANDI.
Putu, W. (2008). Memahami Lebih Lanjut Tentang Website . Tersedia di www.ilmukomputer.com
(diakses 2 Oktober 2017).
Salam, B. 2002. Pengantar Pedagogik. Jakarta: RINEKA CIPTA.
Seels, Barbara.B dan Richey, R.C. 1994. Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Unit Percetakan UNJ.
Soekidjo, N. 2003. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: RINEKA CIPTA.
Sugiyono. 2007. Statistik Untuk Penelitian. Bandung: ALFABETA.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung:
ALFABETA.
Sukardi, 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetansi Dan Prakteknya, Jakarta: Bumi Aksara
Sukari, 2013. Mengembangkan Website Sekolah, Jakarta: Esensi, Erlangga Group
Wahono, R.S. (2006). Aspek dan Kriteria Penilaian Media Pembelajaran. Tersedia di
http://romisatriawahono.net/2006/06/21/aspek-dan-kriteriapenilaian- media pembelajaran/
(diakses 4 Oktober 2017).
Wahono, R.S. (2008). Meluruskan Salah Kaprah Tentang website. Tersedia di
http://romisatriawahono.net/2008/01/23/meluruskan-salah-kaprahtentang-elearning (diakses 8
Oktober 2017).
Yunus, M.F. (n.d). Pengertian Website . Online http://e dufiesta.blogspot.com/2008/06/ pengertian-
website .html/ (diakses 4 Oktober 2017)
Yusufhadi Miarso, 2011. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada,2011.
About WordPress. Online http://docs.WordPress.org/en/About_WordPress/ (diakses 8 Oktober
2017)
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 54
………. 2008. Definisi dan komponen website. Online di http://dipanegara.ac.id/-
elearning/mod/forum/discuss.php?d=2/ (diakses 20 September 2017)
………. 2009. Philosopy. Online http://docs.WordPress.org/en/Philosophy (diakses 20 September 2017)
Macam-macam Media Pembelajaran. Online di http://rumahmakalah.WordPress.com (diakses 20
Oktober 2017)
……….., Kawasan dan bidang garapan teknologi pendidikan tersedia di
https://emilbalkis.WordPress.com/tugas/
Website - Wordpress - Rochmawati Fadila - SMPN 1 Mejayan - Kabupaten Madiun - Halaman 55
BEST PRACTICES
BERBURU PRESTASI DENGAN BERSILATUROKHIM
Oleh : Drs. Sukamto, M.Pd, Kepala SMPN 2 Nglames Kabupaten Madiun
Latar Belakang prestasi siswa baik di bidang akademis maupun
Kepala sekolah merupakan salah satu non akademishal ini didukung diantaranya
komponen pendidikan yang paling berperan dengan karakteristik masyarakat dan guru diSMP
dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Negeri 2 Nglames relatif cukup baik.Masyarakat
dunia persekolahan. Pasal 12 ayat (1 )Peraturan pada umumnya atau orang tua murid pada
Pemerintah Nomor 28 tahun 1990 dan ketentuan khususnya memiliki kesadaran yangcukup baik
lainnya seperti Permendiknas Nomor 13 Tahun mengenai pendidikan anak, walaupun keadaan
2007 tentang Kompetensi Kepala Sekolah pada ekonominya rata-rata menengah ke bawah,
intinya menyatakan antara lain, “Kepala sekolah begitupun guru di sekolah memiliki kemampuan
bertanggungjawab atas penyelenggaraan mengajar dan kualifikasi akademik yangmemadai
kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, dan etos kerja yang juga baik. Walaupun dalam
pembinaan tenaga kependidikan lainnya dan hal pendanaan SMP Negeri 2 Nglames 100 %
pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan mengandalkan dana dari BOS. Bebrapa prestasi
prasarana”. Apa yang diungkapkan ini menjadi yang telah diperoleh diantaranya juara tiga
lebih penting sejalan dengan semakin tingkat propinsi PPST, peringkat empat
kompleksnya tuntutan tugas kepala sekolah yang perolehan rata-rata NUN se Kabupaten Madiun,
menghendaki dukungan kerja yang efektif dan juara tiga OSN matematika tingkat Kabupaten,
efisien. dan masih banyak lagi prestasi yang diperoleh.
Selain Kepala Sekolah Guru adalah Penulis berupaya terus meningkat
sumber daya manusia di sekolah, bahkan prestasi tersebuat diatas dengan memanfaatkan
merupakan tumpuan utama peningkatan mutu potensi yang ada SMP Negeri 2 Nglames,
pendidikan di sekolah. Dari tangan guru walaupun dengan dana yang seadanya dari dana
diharapkan akan terbentuk manusia-manusia BOS, karena ternyata untuk menjadi hebat tidak
Indonesia yang cerdas, beriman dan bertakwa harus mahal. Untuk itu dibuatlah program
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, peningkatan prestasi siswa khusunya dalam
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan meningkatkan perolehan nilai Ujian Nasional, hal
menjadi warga negara yang demokratis serta ini kita anggap penting karena nilai Ujian
bertanggung jawab. Dengan kalimat lain dapat Nasionalmasih dipakai sebagai salah satu syarat
dinyatakan bahwa orang tua, masyarakat luas untuk siswa yang akan meneruskan ke jenjang
dan pemerintah memercayakan tugas mulia pendidikan yang lebih tinggi lagi selain itu nilai
membentuk generasi bangsa Indonesia ujian nasional sebagai salah satu faktor yang
berkarakter emas kepada setiap guru di setiap mempengaruhi saat akriditasi sekolah dan juga
lembaga pendidikan tempat mereka bertugas sebagai keunggulan sekolah. Adapun program
masing-masing. yang dimaksud pelaksanaannya melalui kegiatan
SMP Negeri 2 Nglames sebagai salah Berburu Prestasi Dengan Bersilaturrokhim
satu sekolah menengah pertama negeri yang
berada di lingkup Dinas Pendidikan dan Permasalahan
Kebudayaan Kabupaten Madiun, yang terletak di Berdasarkan pemaparan pada latar
desa Sendangrejo Kecamatan Madiun Kabupaten belakang, maka penulis menarik beberapa
Madiun. Sekolah ini telah berdiri sejak tahun permasalahan akan dibahas dalam tulisa ini
1992.Penulis diangkat menjadi Kepala Sekolah dirumuskan dalam kalimat pertanyaan sebagai
pada sekolah ini pada tahun 2015.Selama berikut.
menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di 1. Bagaimanakah pelaksanaanprogram Berburu
SMP Negeri 2 Nglames, penulis melihat potensi Prestasi Dengan Bersilaturrokhimdi SMPN 2
yang cukup baik dalam rangka peningkatan Nglames ?
Best Practices – Bersilaturokhim - Drs. Sukamto, M.Pd - SMPN 2 Nglames - Kabupaten Madiun - Halaman 56
2. Sejauhmana hasil yang diperolehkegiatan (1990:2) mengemukakan bahwa 'Prestasi berasal
program Berburu Prestasi Dengan dari bahasa Belanda yaitu ³prestatie´dalam
Bersilaturrokhim dalam meningkatkan bahasa Indonesia menjadi prestasi yang berarti
prestasi sekolah di SMPN 2 Nglames ? hasil usaha. Menurut Sri Puspita Murni (2004:
147)³Prestasi merupakan wujud dari keunggulan
Tujuan yang diperoleh seseorang dalam bidang
1. Mendeskripsikan kegiatan-kegiatan terkait tertentu.´Prestasi diperoleh melalui perjuangan
dengan pelaksanaan program Berburu yang dilandasi oleh motivasi yang tinggi untuk
Prestasi Dengan Bersilaturrokhim di SMPN 2 melakukan tindakan. Untuk mewujudkan
Nglames. prestasi diperlukan langkah-langkah nyata yang
2. Mendeskripsikan prestasi yang dicapai SMPN harus dilakukan untuk mempersiapkan tujuan
2 Nglames setelah pelaksanaan kegiatan yang hendak dicapai.
program Berburu Prestasi Dengan Adapun prestasi yang dimaksud dalam
Bersilaturrokhim tulisan ini adalah adalah perolehan nilai ujian
nasional yang dicapai peserta didik khusunya
Manfaat kelas 9 di SMPN 2 Nglames melalui program
1. Bagi kalangan internal warga SMPN 2 kegiatan Berburu Prestasi Dengan
Nglames dapat bermanfaat untuk bersama- Bersilaturrokhim
sama membangun komitmen normatif
berbasis spirit internal, yaitu nilai-nilai lokal Pengertian Silaturrokhim
yang disepakati dan dianggap baik untuk Silaturahmi (shilah ar-rahim dibentuk
merubah keadaan. dari kata shilah dan ar-rahim. Kata shilah berasal
2. Bagi rekan-rekan kepala sekolah di sekolah dari washala-yashilu-wasl(an) wa shilat(an),
lain dapat bermanfaat sebagai rujukan dalam artinya adalah hubungan. Adapun ar-
meningkatkan prestasi siswa. rahim atau ar-rahm, jamaknya arhâm, yakni
3. Bagi masyarakat luas diharapkan dapat rahim atau kerabat. Asalnya dari ar-
bermanfaat untuk mendorong kepedulian serta rahmah (kasih sayang); ia digunakan untuk
partisipasi aktif dalam upaya meningkatkan menyebut rahim atau kerabat karena orang-orang
mutu pendidikan dan prestasi siswa saling berkasih sayang, karena hubungan rahim
atau kekerabatan itu. Di dalam al-Quran, kata al-
Kajian Pustaka arhâm terdapat dalam tujuh ayat, semuanya
Pengertian Berburu bermakna rahim atau kerabat.Dengan demikian
Berburu menurut kamus besar bahasa silaturahmi dapat dimaknai hubungan kerabat;
Indonesia berasal dari kata dasar buru. Berburu berupa hubungan kasih-sayang, tolong-menolong,
memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja berbuat baik, menyampaikan hak dan kebaikan,
sehingga berburu dapat menyatakan suatu serta menolak keburukan. Beberapa manfaat
tindakan, keberadaan, pengalaman, atau bersilaturrokhim diantaranya :
pengertian dinamis lainnya a. Dipanjangkan umurnya dan diluaskan
Berdasarkan uraian arti istilah tersebut di rizqinya
atas dapat dirumuskan secara singkat pengertian b. Penyebab Masuk surga dan dijauhkan dari
Berburu adalah suatu tindakan untuk mencapai neraka
suatu yang diharapkan. Dalam hal ini sasaran c. Pahalanya seperti memerdekakan budak
yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan Adapun dalam kegiatan silaturrokhim di
prestasi siswa SMPN 2 Nglames khususnya SMPN 2 Nglames dengan berkunjung ke
dalam perolehan nilai ujian nasional kelompok-kelompok belajar yang bertempat di
rumah salah satu siswa berharap keberkahan dari
Pengertian Prestasi Sekolah silaturrokhim dan peningkatan prestasi siswa
Prestasi merupakan hasilyang telah yang merupakan bentuk dari rejeki dari Tuhan
dicapai oleh seseorang yang telah melakukan Yang Maha Esa
usaha atau kegiatan tertentu. Zaenal Arifin
Best Practices – Bersilaturokhim - Drs. Sukamto, M.Pd - SMPN 2 Nglames - Kabupaten Madiun - Halaman 57
Pelaksanaan Kegiatan b. Orang tua siswa berperan aktif dalam
Kegiatan Berburu Prestasi Dengan mengawasi proses belajar anak di rumah
Bersilaturrokhim dilaksanakan pada tiap c. Tercipta rasa saling percaya (trust) antara
pertengahan semester gasal sampai menjelang orang tua siswa dan guru
pelaksanaan Ujian Nasional adapun langkah- d. Orang tua dapat menjadi pendukung yang
langkah pelaksanaannya sebagai berikut : efektif dalam membantu guru meningkatkan
1. Persiapan prestasi peserta didik
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap e. Tercipanya kepercayaan diri siswa dalam
ini adalah : menghadapi ujian nasional
a. Menyusun perencanaan kegiatan f. Meningkatkan prestasi siswa khusunya dalam
Pada tahap ini diadakan rapat dengan para perolehan nilai ujian nasional
wakasek dan pengurus komite untuk Berikut bukti prestasi siswa dalam
menyusun rencana kegiatan perolehan nilai ujian nasional dua tahun terakhir
b. Sosialisasi perencanaan kegiatan dan hasil try out dalam tahun pelajaran 2018-
Pada tahap ini memberikan sosialisasi 2019 dalam rangka persiapan ujin nasional tahun
mengenai perencanaan kegiatan kepada 2019
guru dan siswa kelas 9 SMPN 2 Nglames, Tabel 3.1 Rata-rata perolehan nilai UNBK 2
dilanjutkan sosilisasi kepada orang tahun terakhir
tua/wali murid kelas No Mapel Nilai Rata-rata
2. Pelaksanaan
2016/2017 2017/2018
Pelaksanaan program Berburu 1. BIN 74,04 73,13
Prestasi Dengan Bersilaturrokhim dalam 2. BIG 46,01 51,14
wujud kegiatan “Kelompok Terbimbing”. 3. MAT 44,29 47,71
Langkah-langka pembentukan “ Kelompok 4. IPA 56,89 53,21
Terbimbing” : 5. Rata-rata 55,31 56,30
a. Mendata alamat rumah siswa kelas 9 6. Rangking Kab.
b. Mengelompokkan sesuai domisili/alamat 7 4
Madiun
rumah terdekat dengan jumlah siswa per-
kelompok 5 – 8 siswa Tabel 3.2 Perolehan tertinggi nilai UNBK 2
c. Menyusun administrasi kelengkapan
(jadwal kunjungan, tempat belajar, jadwal tahun terakhir
belajar kelompok (tutor sebaya), jurnal,
No Mapel Nilai Rata-rata
absensi, dll)
d. Pelaksanaan kunjungan (siliturrokhim) 2016/2017 2017/2018
1. BIN 100 96,0
dalam rangka pembimbingan 2. BIG 90,0 84,0
3. Monitoring dan Evalusi “kelompok 3. MAT 95,0 100
Kegiatan monev 4. IPA 90,0 87,5
5. Rata-rata 366,0 367,5
Terbimbing melibatkan: 6. Rangking Kab.
a. Guru Kunjung 9 14
b. Wali Kelas Madiun
c. Orang Tua
d. Tim Intensif Belajar (IB) Tabel 3.3 Perolehan rata-rata nilai Tryout CBT
Hasil Kegiatan tahun 2018-2019 Hasil Tryout
Hasil kegiatan program berburu prestasi
No Mapel 123
dengan bersilaturrokhim melalui kegiatan
kelompok terbimbing antara laian : 1. BIN 59,5 62,0 59,5
a. Terjalin komunikasi dan silaturrahmi yang 2. BIG 37,9 47,7 49,0
3. MAT 40,8 44,8 42,9
baik antara guru dan orang tua siswa, siswa
dengan siswa 4. IPA 37,9 50,0 61,5
Best Practices – Bersilaturokhim - Drs. Sukamto, M.Pd - SMPN 2 Nglames - Kabupaten Madiun - Halaman 58
5. Rata-rata 44,03 51,07 53,23 pendukung dalam menjalankan sekolah yang
maju dan inovatif.
Tabel 3.4 Perolehan nilai tertinggi Tryout CBT
Rekomendasi
tahun 2018-2019 Melalui laporan ini penulis memberikan
No Mapel Hasil Tryout beberapa rekomendasi terkait dengan
peningkatan prestasi siswa khusunya dalam
123 perolehan nilai ujian nasional di SMPN 2
Nglames sebagai berikut:
1. BIN 75 80 100 a. Dalam melaksanakan kegiatan program
2. BIG 70 84 90 berburu prestasi dengan bersilaturrokhim
melalui kegiatan kelompok terbimbing
3. MAT 90 100 98 diperlukan peran aktif semua stake holder
untuk bersama-sama menjalin kerja sama
4. IPA 98 85 100 dalam rangka peningkatan kapabilitas sekolah
bagi kualitas pendidikan yang maju dan
5. Rata-rata 333 349 388 berkelanjutan
b. Kepala sekolah memilki peran yang strategis
Simpulan sebagai motor penggerak sehingga kepala
Kegiatan program berburu prestasi sekolah diharapkan dapat memberikan
dedikasi yang banyak dalam membangun
dengan bersilaturrokhim melalui kegiatan jembatan komunikasi dan interaksi dengan
kelompok terbimbing memberikan hasil positif masyarakat khususnya orang tua siswa
berupa terjalin komunikasi dan silaturrahmi yang c. Diperlukan etos kerja, loyalitas dan ikhlasan
baik antara guru dan orang tua siswa, orang tua para guru dalam melaksanakan program
siswa berperan aktif dalam mengawasi proses berburu prestasi dengan bersilaturrokhim
belajar anak di rumah, tercipta rasa saling melalui kegiatan kelompok terbimbing, karena
percaya (trust) antara orang tua siswa dan guru, dana yang dianggarkan untuk kegiatan ini
orang tua dapat menjadi pendukung yang efektif relatif sangat tidak sepadan dan tugas dari
dalam membantu guru meningkatkan prestasi para guru pembimbing
peserta didik, tercipanya kepercayaan diri siswa d. Kegiatan program berburu prestasi dengan
dalam menghadapi ujian nasional, dan bersilaturrokhim melalui kegiatan kelompok
meningkatkan prestasi siswa khusunya dalam terbimbing hanya salah satu pendekatan di
perolehan nilai ujian nasional antara banyak pendekatan-pendekatan yang
dapat dipilih oleh kepala sekolah dalam
Refleksi meningkatkan prestasi siswa khusunya dalam
Meskipun upaya pendekatan yang perolehan nilai ujian nasional. Oleh karena itu
dalam memilih pendekatan yang sesuai untuk
dilakukan oleh penulis dapat memberikan menyelesaikan masalah yang dihadapai
peningkatan prestasi siswa di SMPN 2 Nglames, sekolah kepala sekolah diharapkan dapat
namun upaya peningakatan kualitas pendidikan mampu untuk mengidentifikasi sumber
tidak hanya berhenti sampai di situ.Penulis masih masalah guna menemukan pendekatan yang
harus banyak belajar dan berusaha mencari efektif dan berkelanjutan.
pendekatan-pendekatan baru yang mungkin dapat
lebih efektif dalam meningkatkan kualitas
pendidikan di sekolah. Selain itu penulis juga
masih perlu untuk mendalami tugas dan fungsi
manajerial kepala sekolah dan juga peningkatan
kompetensi dari para guru melalui pelatihan-
pelatihan kompetensi kepala sekolah dan guru
yang pada gilirannya dapat menjadi faktor
DAFTAR PUSTAKA
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi ke Tiga 2005, Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka
Arifin, Zainal. 1990. Evaluasi Instruksional. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Sri Ruspita Murni . 2004. Kiat-kiat Menjadi Bintang. Yogyakarta: Absolut
Rahaman-el.blogspot.com/2012/04/pengertian silaturrokhim
Dalam Islam.com https://dalam islam.com/akhlaq/keutamaan-menyambung-tali-silaturrokhim
Best Practices – Bersilaturokhim - Drs. Sukamto, M.Pd - SMPN 2 Nglames - Kabupaten Madiun - Halaman 59
BEST PRACTICES
PTK BUKAN LAGI PETAKA DENGAN POLA IN ON IN
Oleh : Endang Sri Hastuti, Pengawas SMP Kabupaten Madiun
Abstrak :
Kenaikan pangkat mensyaratkan guru harus menulis karya ilmiah sebagai bentuk pengembangan
keprofesian seorang guru dalam menjalankan tugas. Salah satu bentuknya adalah menulis karya tulis ilmiah.
Karya tulis yang paling umum dilakukan adalah dalam bentuk laporan penelitian tindakan kelas.
Ketika saatnya tiba guru harus menyerahkan persyaratan karya tulis, maka seperti petaka yang
datang menimpa. Banyak alasan yang diberikan guru ketika tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut.
Akhirnya jalan pintas yang ditempuh untuk bisa memenuhi persyaratan tersebut. Copy paste karya orang
lain, menjahitkan bahkan membeli dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Penulis berupaya mengatasi masalah keengganan atau kesulitan guru dalam menuliskan laporan
karya tulis ilmiah dari penelitian tindakan kelas. Dengan pola in on in bersama-sama teman sejawat
akhirnya kesulitan itu dapat teratasi. Meskipun nantinya keterampilan itu perlu diasah untuk melakukan
berulangu-ulang, memperbaiki terus menerus. Yang muaranya nanti adalah terjadinya peningkatan kualitas
kinerja menyelenggarakan proses pembelajaran yang interaktif, inovatif, memotivasi, menantang dan
menyenangkan.
Latar Belakang petaka bagi sebagian besar guru. Agar tujuan
Sejak tahun 2015, tepatnya bulan Juni, tercapai maka banyak yang mengambil jalan
pintas dalam membuat laporan PTK. Ada yang
penulis berkegiatan bersama guru IPA dalam Copas, menjahitkan atau bahkan membeli PTK
forum MGMP merintis untuk menerbitkan jurnal “built up”.
pendidikan yang bertujuan agar informasi terkini
yang berkaitan dengan tugas pokok fungsi guru Berdasarkan kondisi di lapangan seperti
bisa cepat tersebar. Sebagian besar artikel yang tersebut di atas, penulis berupaya untuk mengatasi
masuk berisi hasil Penelitian Tindakan Kelas masalah. Upaya yang utama mengajak guru untuk
(PTK) yang ditulis guru dalam rangka memenuhi menghilangkan kesan bahwa PTK jangan
persyaratan untuk kenaikan pangkat. dianggap sebagai petaka. PTK sebenarnya
merupakan kumpulan dari catatan pengalaman
Ada 2 buah artikel yang menggelitik guru selama mengajar di kelas. Tentunya dengan
penulis untuk mendapat respon. Artikel pertama berbagai dokumen yang akhirnya bisa membuat
ditulis oleh Isbandi,S.Pd guru dari SMPN 4 guru melakukan refleksi apa yang sudah
Mejayan Kab.Madiun berjudul “PTK untuk dilakukan, apa yang belum dilakukan. Mana yang
meningkatkan hasil belajar, perlukah ?”. Inti dari perlu ditingkatkan, bagian kegiatan mana yang
artikel ini mendeskripsikan apabila perolehan nilai perlu diperbaiki. Sehingga guru selalu
siswa yang tertuang dalam nilai rapor sudah merencanakan (menulis) apa yang akan dilakukan
mencapai nilai yang melampaui KKM (Kriteria dan selalu melaporkan (menulis) apa yang sudah
Ketuntasan Minimal) buat apa guru melaksanakan dilakukan. Dengan demikian selalu ada refleksi
PTK yang bertujuan untuk meningkatkan hasil untuk ditindaklanjuti dalam kegiatan-kegiatan
belajar. Toh nilai yang dicapai siswa sudah bagus. berikutnya.
Artikel yang kedua ditulis oleh Abdul Jadi yang dikhawatirkan guru dalam
Hakim,S.Pd guru dari SMPN 1 Dolopo pembuatan laporan Penelitian Tindakan Kelas
Kab.Madiun yang berjudul “PTK bukan Petaka”. tidak punya alasan yang jelas. Banyak sekali
Inti dari artikel ini mendeskripsikan bahwa guru alasan yang dijadikan pembenar bahwa untuk
banyak yang merasa terbebani dengan adanya pembuatan publikasi ilmiah melaksanakan
persyaratan kenaikan pangkat salah satunya penelitian tindakan kelas itu sangat sulit dan
adalah membuat publikasi ilmiah dalam bentuk belum tentu mendapat nilai yang optimal . Untuk
laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). bisa lolos dalam penilaian perlu koneksi, perlu
Sehingga menimbulkan kesan PTK menjadi
PTK Bukan Lagi Petaka - Pola In On In - Endang Sri Hastuti - Kabupaten Madiun - Halaman 60
macam-macam yang intinya guru menghindar ini sangat tinggi. Perlu ada kontrol bagi guru
untuk tidak melakukan penelitian tindakan kelas. apakah aktivitas yang dijalankan guru sudah
benar, sesuai dengan konsep dan kaidah-kaidah
Permasalahan teori pembelajaran yang ideal atau belum. Dengan
Masalah yang timbul dari latar belakang di atas dilaksanakan penelitian tindakan kelas berarti
adalah sebagai berikut : guru yang berperan sebagai peneliti akan selalu
1. Bagaimana menghilangkan kesan bahwa meningkatkan kualitas kemampuan mengajarnya.
Guru akan meneliti semua kegiatan yang
Penelitian tindakan kelas bukan petaka bagi
guru dilakukan di kelas, mengetahui kekurangan-kekur
2. Bagaimana merancang kegiatan yang dapat angan sehingga akan berupaya melakukan
perbaikan.
membuat guru termotivasi untuk melaksana-
kan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan kelas dikategorikan
sebagai penelitian kualitatif, karena pada saat data
Tujuan dianalisis digunakan pendekatan kualitatif tanpa
Tujuan dari penulisan Best Practices ini adalah menggunakan perhitungan statistik. Ditinjau dari
agar guru : karakteristiknya, Sunendar (2008) menyatakan
1. Tidak menganggap PTK merupakan beban bahwa penelitian tindakan kelas memiliki ciri-ciri
yang tidak teratasi : (1) didasarkan pada masalah yang dihadapi guru
2. Termotivasi untuk selalu meningkatkan dalam proses pembelajaran, (2) adanya kolaborasi
dalam pelaksanaannya, (3) peneliti sekaligus
kualitas pembelajarannya melalui kegiatan praktisi yang melakukan refleksi, (4) bertujuan
Penelitian Tindakan Kelas untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas
Manfaat praktik pembelajaran, (5) dilaksanakan dalam
Bagi guru Best Practices ini menjadi serangkaian langkah dengan beberapa siklus, (6)
yang diteliti adalah tindakan yang meliputi
inspirasi bahwa melakukan kegiatan Penelitian efektivitas metode, teknik atau proses
Tindakan Kelas adalah sebuah keniscayaan untuk pembelajaran termasuk perencanaan, pelaksanaan
selalu meningkatkan kemampuannya dalam
mengelola proses pembelajaran. Dengan demikian dan penilaian, (7) tindakan yang dilakukan adalah
proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru tindakan yang diberikan guru kepada peserta
akan selalu diperbaiki yang akan membuat siswa didik.
merasa nyaman mengikuti semua kegiatan yang
difasilitasi oleh guru. Muara dari semua kegiatan Model penellitian tindakan kelas secara
umum terdapat 4 tahapan yang lazim dilakukan
itu adalah adanya peningkatan kualitas baik dari yaitu tahap perencanaan (planning), tahap
segi proses maupun hasil pembelajaran pelaksanaan (acting), tahap pengamatan
(observing) dan tahap refkleksi (reflection).
Kajian Teori Keempat tahap akan membentuk siklus yaitu satu
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) putaran kegiatan secara beruntun. Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) banyak tindakan kelas tidak pernah merupakan kegiatan
tunggal, tetapi berupa serangkaian kegiatan yang
digunakan guru sebagai upaya untuk akan kembali ke asal dalam bentuk siklus.
meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru dapat
melakukan penelitian tanpa harus pergi ke tempat
lain dan tidak perlu meninggalkan tugas sehari- In Service Training
hari untuk membimbing siswa melalui proses In service training adalah suatu usaha
pembelajaran.
pelatihan atau pembinaan yang memberi
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kesempatan seseorang yang mendapat tugas
dilakukan oleh guru agar dapat melakukan jabatan tertentu dalam hal ini untuk mendapatkan
introspeksi, mengevaluasi diri dalam menjalankan pengembangan kinerja. Program ini sekaligus
proses pembelajaran. Tugas pokok guru adalah metode diklat dalam jabatan yang dilaksanakan
merencanakan proses pembelajaran, melaksana- dengan cara langsung bekerja di tempat untuk
kan dan mengevaluasinya. Otoritas guru dalam hal belajar di bawah bimbingan seorang pengawas.
PTK Bukan Lagi Petaka - Pola In On In - Endang Sri Hastuti - Kabupaten Madiun - Halaman 61
Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan penelitian yang dilaksanakan.Peserta akan
mengembangkan secara kontinyu pengetahuan, melanjutkan penyusunan bab II di tempat tugas
keterampilan dan sikap guru agar kinerjanya masing-masing.
meningkat. 3. Kegiatan In service ke-3
Sebelum membahas bab III,
Rencana Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan adalah perwakilan 5 orang presentasi menyampaikan
hasil kerja dalam menyusun bab II. Peserta
pendampingan penyusunan laporan penelitian yang lain menanggapi dan memberi masukan
tindakan kelas yang dilaksanakan bersamaan untuk perbaikan. Setelah kegiatan diskusi
dengan jadwal yang ada di MGMP (Musyawarah tentang bab II selesai, pengawas sebagai
Guru Mata Pelajaran) Ilmu Pengetahuan Alam pembina melanjutkan menjelaskan tentang bab
SMP Kabupaten Madiun. Pelaksanaannya setiap III tentang metode penelitian yang meliputi :
dua minggu sekali. Bertempat di sanggar MGMP rancanngan penelitian, kegiatan masing-
IPA yaitu di SMPN 1 Balerejo Kabupaten masing siklus, teknik pengumpulan data,
Madiun. Pesertanya adalah anggota MGMP IPA instrumen penelitian, analisa data dan indikator
dari masing-masing SMP Kab.Madiun diwakili keberhasilan. Peserta akan melanjutkan
satu orang guru. penyusunan bab III di tempat tugas masing-
Pola pendampingan secara In services masing.
dengan membahas secara bertahap bab-bab yang 4. Kegiatan In service ke-4
telah ditentukan dalam sistematika laporan
penelitian tindakan kelas. Rencana kegiatannya Sebelum membahas bab IV,
adalah sebagai berikut : perwakilan 5 orang presentasi menyampaikan
hasil kerja dalam menyusun bab III. Peserta
1. Kegiatan In service ke-1 yang lain menanggapi dan memberi masukan
Membahas tentang Bab I yang meliputi : untuk perbaikan. Setelah kegiatan diskusi
A. Latar belakang tentang bab III selesai, pengawas sebagai
Minimal adal 3 paragraf yang pembina melanjutkan menjelaskan tentang bab
mendeskripsikan kondisi riil yang dihadapi IV tentang hasil peneliltian dan pembahasan
oleh guru dalam proses pembelajaran, yang meliputi deskripsi pelaksanaan siklus I,
kondisi ideal yang seharusnya dan upaya siklus II, siklus III, pembahasan hasil
untuk mengatasi kesenjangan antara penelitian. Peserta akan melanjutkan
kondisi riil dan kondisi ideal penyusunan bab IV di tempat tugas masing-
B. Rumusan Masalah masing.
C. Tujuan Penelitian 5. Kegiatan In service ke-5
D. Manfaat Penelitian Sebelum membahas bab V, perwakilan
Setelah membahas bab I masing-masing 5 orang presentasi menyampaikan hasil kerja
peserta akan menyelesaikan penyusunan dalam menyusun bab IV. Peserta yang lain
bab I sesuai dengan hasil pembahasan pada menanggapi dan memberi masukan untuk
kegiatan in service ke-1 ini di tempat tugas perbaikan. Setelah kegiatan diskusi tentang
masing-masing dalam waktu 2 minggu. bab IV selesai, pengawas sebagai pembina
2. Kegiatan In service ke-2 melanjutkan menjelaskan tentang bab V
tentang penutup yang meliputi simpulan dan
Sebelum membahas bab II, perwakilan
5 orang presentasi menyampaikan hasil kerja saran. Peserta akan melanjutkan penyusunan
dalam menyusun bab I. Peserta yang lain bab V di tempat tugas masing-masing.
menanggapi dan memberi masukan untuk
perbaikan. Setelah kegiatan diskusi tentang Pertemuan setelah in service yang ke-
bab I selesai, pengawas sebagai pembina 5 semua peserta diminta mengumpulkan hasil
penyusunan laporan penelitian tindakan kelas
melanjutkan menjelaskan tentang bab II yang lengkap mulai dari bab I sampai dengan bab V
mendeskripsikan kajian teori yang mendukung lengkap dengan lampirannya.
penelitian tindakan kelas. Yang dideskripsikan
minimal adalah variabel yang ada di judul Hasil Pelaksanaan
PTK Bukan Lagi Petaka - Pola In On In - Endang Sri Hastuti - Kabupaten Madiun - Halaman 62
Setelah melaksanakan kegiatan inservices diselesaikan. Dari judul dan rumusan masalah
training 5 kali pertemuan yang dijadwalkan setiap tujuan penelitian akan dirumuskan, sehingga
dua minggu sekali, selanjutnya masing-masing diharapkan tujuan tidak bias ke hal-hal yang
peserta diberi waktu 1 bulan untuk menyelesaikan tidak relevan dengan pelaksanaan penelitian
laporan hasil penelitian tindakan kelas. Hasilnya tindakan kelas.
adalah Peserta yang mengumpulkan laporan hasil 5. Manfaat Penelitian
penelitian tindakan kelas sejumlah 30 orang dari
peserta keseluruhan yang mengikuti kegiatan 36 Kebanyakan peserta masih rancu
antara tujuan dan manfaat penelitian. Ada yang
orang. Jadi ada sekitar 17 % yang tidak dapat memaparkan tujuan penelitian diperuntukkan
mengumpulkan hasil laporan karena berbagai untuk siswa yang akan meningkat prestasinya,
kendala. sedangkan manfaatnya untuk guru yang dapat
meningkatkan kualitas proses pembelajaran-
Penulis menggunakan instrumen nya.
penilaian hasil pembimbingan dan pelatihan guru
dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas. 6. Kajian Pustaka
Kekurangan yang masih perlu perbaikan dalam Sekitar 50 % hasil laporan penelitian
penulisan laporan hasil penelitian tindakan kelas
adalah dalam hal : tindakan kelas pembahasan tentang kajian
pustaka mempunyai porsi yang paling banyak.
1. Penulisan abstrak Dilihat dari jumlah halamannya maka kajian
Abstrak yang dideskripsikan terlalu pustakalah yang paling banyak. Ketika
membahas tentang media pembelajaran
ringkas, ada yang menuliskannya hanya 1 misalnya, yang dibahas tidak fokus pada media
paragraf yang langsung mendeskripsikan hasil yang digunakan pada pelaksanaan penelitian
penelitiannya dengan memaparkan angka-
angka yang didapat dari masing-masing siklus tindakan kelasnya, tetapi terlalu luas
sehingga menyimpulkan tindakannya berhasil membahas tentang macam-macam media yang
meningkatkan prestasi belajar siswa. biasa digunakan dalam proses pembelajaran.
2. Latar belakang masalah Padahal kalau dibaca macam media mulai dari
media audio, visual, audio visual ragamnya
Masing-masing paragraf yang
mendeskripsikan tentang kondisi riil dan bukan main banyaknya. Sehingga tidak heran
kondisi ideal kurang relevan. Sebagian besar kalau semua ditulis maka akan memakan
memaparkan kondisi ideal dengan mengambil jumlah halaman yang amat sangat banyak.
cuplikan dari berbagai permendikbud yang Padahal kalau dikaitkan dengan penellitian
berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi yang akan dilaksanakan hanya sedikit materi
masing-masing terpisah kurang diberi ilustrasi yang bisa digunakan untuk menunjang
yang menghubungkan satu sama lain sehingga keberhasilan tindakan kelas.
menjadi informasi yang utuh. Sementara 7. Prosedur penelitian
kondisi riil yang dihadapi pada saat
Sebagian besar peserta hanya
melaksanakan proses pembelajaran kurang menuliskan bahwa prosedur penelitian adalah
dipaparkan secara detail. Hanya menyatakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas
bahwa siswa mempunyai prestasi yang kurang siklus-siklus. Masing-masing siklus terdiri atas
memuaskan. Sehingga benang merah antara 4 tahap dimulai dari tahap perencanaan
kondisi riil dan kondisi ideal kurang terbaca. (planning), tahap pelaksanaan (acting), tahap
3. Rumusan masalah pengamatan (observing) dan tahap refleksi
Sebagian besar masih memaparkan (reflection). Hanya ada beberapa peserta yang
membuat rincian dari masing-masing tahapan.
identifikasi masalah yang kurang fokus pada Bahwa untuk siklus I perencanaannya meliputi
permasalahan yang akan diupayakan pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran,
penyelesaiannya melalui suatu tindakan.
4. Tujuan Penelitian yang menyiapkan instrumen, menyiapkan
Masih ditemukan peserta tidak kolaborator dan segala hal yang berkaitan
akan dengan pelaksanaan penelitian tindakan kelas.
menuliskan tujuan penelitian yang 8. Instrumen penelitian
relevan dengan masalah yang
PTK Bukan Lagi Petaka - Pola In On In - Endang Sri Hastuti - Kabupaten Madiun - Halaman 63
Instrumen yang sangat penting dalam Sebagian besar peserta sudah
pengumpulan data seharusnya disusun dengan mendeskripsikan simpulan yang relevan
secermat mungkin agar hasil penelitian benar- dengan masalah dan tujuan penelitian. Tetapi
benar valid karena hasil dari tindakan yang masih ada beberapa peserta yang
dilaksanakan dalam proses pembelajaran. mendeskripsikan angka-angka perolehan hasil
Tetapi banyak peserta yang masih kurang belajar di siklus I, II, III untuk menuju kalimat
cermat dalam menyusun instrumen penelitian. simpulan.. Dan itupun masih dijelaskan secara
Untuk mengamati proses pembelajaran dalam panjang lebar mengapa terjadi peningkatan.
penelitian tindakan kelas, bukan hanya siswa Deskripsi penjelasan peningkatan hasil
saja yang diamati, tetapi guru juga perlu perolehan hasil belajar tiap siklus diulang lagi
diamati oleh kolaborator dalam hal seperti yang sudah dideskripsikan pada bab
melaksanakan tindakan yang diupayakan IV.
dalam usaha meningkatkan prestasi siswa. 12. Lampiran
9. Sajian Hasil Penelitian Masih banyak yang belum melengkapi
Hasil penelitian yang merupakan lampiran yang dibutuhkan untuk mendukung
penyusunan hasil laporan penelitian tindakan
sajian dari hasil pengamatan yang dilakukan kelas. Sebagian besar lampiran berupa rencana
terhadap siswa, guru dan proses pembelajaran
banyak peserta yang masih belum rinci pelaksanaan pembelajaran siklus I, siklus II,
sajiannya. Sebagian besar yang disajikan siklus III yang ketika dicermati langkah-
terfokus pada hasil ulangan, yang langkah pembelajarannya bisa dikatakan sama
penyajiannyapun memaparkan daftar nama disesuaikan dengan jenis tindakan yang
masing-masing siswa dengan perolehan hasil dilaksanakan, yang berbeda hanya pada
ulangan baik pada siklus I, siklus II dan siklus substansi materi yang dibahas. Belum tampak
III. Pada bab III sudah direncanakan untuk ada perbaikan langkah tindakan yang
menggunakan instrumen yang berupa angket, merupakan hasil refleksi. Selain rpp lampiran
tetapi hasil angket tidak disajikan. Ada yang sudah ada adalah perolehan hasil belajar
instrumen untuk melakukan observasi pada pada masing-masing siklus, hasil observasi
guru apakah guru sudah melaksanakan aktivitas siswa dan guru, hasil angket, foto
langkah-langkah pembelajaran seperti yang dokumen pelaksanaan pembelajaran . Banyak
sudah direncanakan, tetapi dalam bab IV juga yang belum melampirkan daftar hadir siswa
tidak disajikan. tiap siklus, contoh hasil kerja siswa pada saat
kegiatan pembelajaran.
Selain menyajikan hasil pengisian
instrumen ada sebagian kecil dari peserta Pembahasan
memaparkan berbagai kendala yang dihadapi Secara garis besar pelaksanaan
pada saat menerapkan tindakan yang
direncanakan. Bahkan ada berbagai pendampingan penyusunan laporan penelitian
pengembangan yang diluar prediksi karena tindakan kelas dengan pola In On In melalui
respons siswa yang sangat beragam. tahapan dapat membuahkan hasil yang cukup
10. Pembahasan hasil penelitian memuaskan. Beberapa kekurangan yang sudah
penulis uraikan di atas dapat diperbaika pada
Semua peserta setelah menyajikan pertemuan MGMP reguler yang selalu
hasil penelitian dan menganalisa secara
kualitatif dengan membandingkan perolehan dilaksanakan setiap dua minggu sekali.
angka hasil ulangan harian di siklus I, siklus II Penyusunan abstrak perlu ditegaskan
dan siklus III sampai pada simpulan bahwa
tindakan yang telah mereka terapkan dalam bahwa masing-masing bab dideskripsikan dalam
proses pembelajaran meningkatkan prestasi satu paragraf, sehingga ketika dibaca dalam
abstrak pembaca akan paham mulai dari awal
belajar siswa. Belum ada yang membahas sampai pada kesimpulan.
secara tajam mengapa ada peningkatan hasil Mendeskripsikan latar belakang masalah
belajar pada siklus I, siklus II dan siklus III.
11. Simpulan bisa dimulai dari menggambarkan secara detail
kondisi riil yang dihadapi penulis. Berbagai
PTK Bukan Lagi Petaka - Pola In On In - Endang Sri Hastuti - Kabupaten Madiun - Halaman 64
masalah yang ditemui mulai dari prestasi siswa meningkatkan prestasi belajar siswa, maka tujuan
yang kurang memuaskan, antusias siswa ketika penelitian dirumuskan dengan deskripsi tujuan
mengikuti proses pembelajaran yang sangat penelitian ini adalah untuk mendeskrispsikan
kurang, ketersediaan media pembelajaran yang bahwa permainan kartu pintar dapat
kurang mendukung dan masalah-masalah lain meningkatkan prestasi belajar siswa. Langsung
yang memang secara nyata sering ditemui di lugas tegas, tidak perlu mendeskripsikan hal-hal
sekolah. Kemudian untuk kondisi ideal bisa lain yang justru mungkin akan membuat bias
dideskripsikan secara fokus pada masalah standar tujuan utamanya.
proses atau standar isi atau standar yang lain yang Manfaat penelitian dirinci dengan jelas
dikaitkan dengan permasalahan yang nantinya untuk guru, siswa, kepala sekolah dan guru teman
akan diatasi. Setelah semua kondisi baik yang riil sejawat yang nantinya melaksanakan penelitian
maupun ideal dideskripsikan akan terlihat tindakan kelas sejenis. Dengan deskripsi yang
kesenjangan yang nantinya diupayakan untuk rinci dan jelas untuk siapa manfaat penelitian
diatasi dengan cara melaksanakan penelitian tindakan kelas ini, apa manfaatnya, maka langkah
tindakan kelas. yang akan dilaksanakan menjadi lebih mudah.
Rumusan masalah tidak perlu Kajian teori yang perlu dideskripsikan
menyampaikan identifikasi masalah. Langsung pada laporan penelitian tindakan kelas diupayakan
pada masalah yang akan diupayakan untuk diatasi disesuaikan dengan variabel yang ada pada judul
melalui tindakan yang diterapkan dalam penelitian penelitian. Dari variabel yang akan dijelaskan
tindakan kelas. Bisa diawali dengan kata tanya tidak perlu terlalu detail dan rinci juga jangan
apakah atau bagimanakah. Dari dua macam kata terlalu minim teori pendukung. Fungsi dari kajian
tanya itu yang lebih relevan adalah kata tanya teori ini adalah untuk membantu peneliti ketika
bagaimanakah. Kata tanya apakah hanya membahas hasil penelitian yang dilaksanakan
membutuhkan jawaban ya atau tidak. Bila ada memang ada dukungan secara teoritis. Ketika
rumusan apakah model pembelajaran permainan mengambil kesimpulan juga mempunyai dasar
kartu pintar dapat meningkatkan prestasi belajar yang kuat. Untuk itu kajian teori yang dituliskan
siswa ? Ketika dilaksanakan penelitian tindakan harus benar-benar berkaitan dengan penelitian
kelas dengan menggunakan model pembelajaran yang dilaksanakan.
permainan kartu pintar dan hasilnya memang ada Prosedur penelitian disampaikan secara
peningkatan hasil belajar, maka pertanyaan akan
dijawab dengan ya. Selesai sampai di sini. Tetapi rinci, di mana pelaksanaan penelitian tindakan
apabila rumusan dengan menggunakan pertanyaan kelas ini akan diterapkan, di kelas berapa, alasan
pemilihan siswa yang digunakan dalam penelitian,
bagimanakah, maka setelah dilaksanakan kapan waktunya, berapa lama pelaksanaan
penelitian tindakan kelas dengan menggunakan penelitian. Langkah-langkah apa saja yang akan
model pembelajaran permainan kartu pintar dan dilaksanakan mulai dari perencanaan, apa saja
hasilnya memang ada peningkatan hasil belajar, yang perlu disiapkan, mulai dari perangkat
diperlukan adanya penjelasan bagimana terjadinya pembelajaran, instrrumen-instrumen apa saja
peningkatan hasil belajar itu. Dengan demikian dibutuhkan, bagaimana mengumpulkan data,
dalam penulisan laporan pelaksanaan penelitian setelah data terkumpul bagaimana cara
tindakan kelas di bab IV yang mendeskripsikan menganalisanya, sampai akhirnya menjadi sebuah
tentang pembahasan hasil penelitian perlu laporan penelitian tindakan kelas.
dijelaskan secara rinci apa saja yang sudah Instrumen yang digunakan dalam
dilakukan dalam proses pembelajaran itu yang penelitian harus lengkap mulai dari format
dikaitkan juga dengan dasar teori yang ada di bab instrumen, cara pengisian sekaligus cara
II, sehingga permainan kartu pintar akan dapat menganalisa. Dengan instrumen yang lengkap
meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa. akan banyak mendukung ketika akan menarik
Tujuan penelitian langsung mengacu pada kesimpulan. Karena instrumen ini akan
jawaban dari rumusan masalah. Apabila rumusan menghasilkan data-data yang perlu dianalisa
masalah menyebutkan bagaimanakah model untuk menjadi sebuah kesimpulan dari penelitian
pembelajaran permainan kartu pintar dapat yang dilaksanakan.
PTK Bukan Lagi Petaka - Pola In On In - Endang Sri Hastuti - Kabupaten Madiun - Halaman 65
Hasil penelitian perlu menyajikan data- tindakan kelas.
data yang sudah terkumpul dari instrumen yang Seperti apa yang disampaikan oleh Abdul
sudah diisi. Secara rinci dideskripsikan mulai dari
siklus I bagaimana perencanaan yang sudah Hakim dalam artikelnya bahwa jika persyaratan
disusun, pelaksanaan pembelajaran apakah sudah pendukung penelitian tindakan kelas telah
sesuai dengan langkah-langkah yang direncana- lengkap, guru tinggal meluangkan waktu untuk
kan, kendala apa saja yang ditemui pada menulis. Cara termudah adalah menulis sesuai
pelaksanaan pembelajaran, pada saat melakukan dengan apa yang ada dalam angan-angan tanpa
pengamatan diupayakan secara cermat dan teliti, memperdulikan kaidah bahasa yang benar. Setelah
sehingga pada saat melakukan refleksi apa saja menjadi kalimat barulah ditata sesuai dengan tata
kekurangan-kekurangan yang ada untuk penulisan yang benar. Anggap saja menulis seperti
ditindaklanjuti pada siklus berikutnya. Berikutnya kalau orang bicara. Ide yang mengalir dalam
disajikan hasil penelitian untuk siklus II seperti pikiran ditulis apa adanya. Gunakan hati untuk
sajian pada siklus I, dan berikutnya sampai pada menulis menuangkan ide, gunakan otak untuk
siklus III. mengedit dan memperbaiki karya tulis. Jangan
menulis hanya karena kewajiban, tapi menulislah
Pada pembahasan hasil penelitian, perlu karena suatu kebutuhan. Membuat laporan
ditampilkan hasil perolehan prestasi di siklus I, II, penelitian tindakan kelas bukan hal yang sulit.
III dalam satu format, dari hasil tampilan di Kesulitan terjadi karena sebelum melangkah
masing-masing siklus akan terlihat ada sudah merasa berat.
peningkatan perolehan hasil prestasi. Setelah
dibandingkan baru dibahas dikaitkan dengan teori Simpulan
yang mendukung penelitian. Demikian juga Pelaksanaan pendampingan penyusunan
dengan data hasil aktivitas guru, aktivitas siswa,
hasil angket, dan data-data yang lain ditampilkan laporan penelitian tindakan kelas secara In On In
dalam satu format sehingga akan tampak di MGMP IPA SMP Kabupaten Madiun dapat
perbedaan mulai di siklus I, II, III. Dari dasar disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
perbedaan di masing-masing siklus penulis bisa 1. Tidak ada lagi kesan bahwa PTK merupakan
membahas. Kalau terjadi peningkatan berarti perlu
dibahas apa saja faktor yang menyebabkan terjadi sebuah petaka, karena ketika guru telah
peningkatan tersebut. melaksanakan PTK dan mampu menyusun
laporan ternyata semua guru mampu
Simpulan harus konsisten dengan yang melaksanakan hal tersebut tanpa ada beban.
dideskripsikan di rumusan masalah dan tujuan 2. Dengan melaksanakan penelitian tindakan
penelitian. Simpulan tidak perlu lagi menjelaskan kelas guru dapat mengambil banyak manfaat
tentang peningkatan perolehan angka yang ada di dalam hal melihat kekurangan dan kelebihan
siklus-siklus, karena penjelasan itu sudah ada pada dalam melaksanakan proses pembelajaran.
bab IV tentang pembahasan hasil penelitian
Dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas Saran
inilah guru akan selalu berupaya memperbaiki Best Practices ini hanya salah satu upaya
kinerjanya. Memperbaiki kualitas proses
pembelajaran. Selalu mencoba untuk mengubah untuk mengajak guru dalam hal melaksanakan
variasi metode pembelajaran. Guru yang selalu penelitian tindakan kelas melalui pola
mengajar dengan diawali menyusun rencana pendampingan secara In On In. Masih banyak cara
pelaksanaan pembelajaran dengan baik, lain yang bisa dilaksanakan untuk mengatasi
mempunyai jurnal untuk mencatat hal-hal yang masalah keengganan guru dalam menuliskan
berkaitan dengan kekurangan ataupun kelebihan laporan hasil karyanya, baik berupa penelitian
ketika melaksanakan pembelajaran serta tindakan kelas ataupun karya inovatif yang lain.
mempunyai dokumentasi dari pelaksanaan Harapan penulis Best Practice ini dapat
pembelajaran artinya sudah mempunyai bekal menginspirasi pembaca untuk dapat melakukan
awal untuk bisa menyusun laporan penelitian berbagai upaya untuk mengajak guru selalu
memperbaiki kualitas kinerjanya melalui berbagai
upaya.
PTK Bukan Lagi Petaka - Pola In On In - Endang Sri Hastuti - Kabupaten Madiun - Halaman 66
DAFTAR PUSTAKA
Hakim, Abdul (2016) Artikel PTK Bukan Petaka, Jurnal Bioma edisi Juli 2016, MGMP IPA SMP
Kabupaten Madiun, 2016.
Isbandi (2016), Artikel PTK Untuk Meningkatkan Hasil Pembelajaran, Perlukah ?, jurnal Bioma edisi Juli
2016, , MGMP IPA SMP Kabupaten Madiun, 2016.
Sunendar,Tatang (2008) PTK Part II diambil dari
http://www.akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/21/penelitian_tindakan_ kelas_part_ II
tanggal 15 Mei 2018
Triyono (2008) PTK : Apa dan bagaimana melaksanakannya diambil dari http://www.
Researchgate.net/publication/324029673_PENELITIAN_TINDAKAN_KELAS_APA_DAN_BA
GAIMANA_MELAKSANAKANNYA Tanggal 23 februari 2019
PTK Bukan Lagi Petaka - Pola In On In - Endang Sri Hastuti - Kabupaten Madiun - Halaman 67
PERMAINAN KARTU PINTAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN
KONSEP ORGANISASI KEHIDUPAN PADA SISWA KELAS VII G SMP NEGERI 1
BALEREJO KABUPATEN MADIUN.
Oleh : Muntoro Widji Atmadja, Guru SMP Negeri 1 Balerejo Kabupaten Madiun
ABSTRAK
Kata-kata kunci : Kartu Pintar, Konsep Organisasi Kehidupan, Biologi.
Pembelajaran Biologi khususnya materi Organisasi Kehidupan seringkali “menakutkan“ siswa
terutama pada hal-hal yang tidak dapat secara langsung dilihat oleh siswa serta adanya istilah-istilah baru
yang sangat asing bagi siswa berakibat pada suasana pembelajaran yang kurang menarik, sehingga minat
siswa untuk mempelajari Biologi sangat rendah. Akibat selanjutnya pada hasil belajar yang juga kurang
memuaskan.
Untuk itu diperlukan upaya-upaya untuk mengatasi masalah di atas, salah satunya adalah dengan
menggunakan model pembelajaran berbentuk permainan berupa Permainan Kartu Pintar, salah satu metode
yang mengajak siswa untuk bermain sekaligus belajar untuk mengungkapkan pendapat dan menyusun
simpulan. Konsep yang didapat oleh siswa merupakan hasil permainan dengan kartu yang dipegang siswa,
bukan konsep yang langsung diinstruksikan oleh guru, sehingga proses pembelajaran semakin menarik
dan meningkatkan minat belajar siswa.
Bertolak dari permasalahan yang ada, maka penelitian ini bertujuan untuk : 1) meningkatkan
pemahaman siswa terhadap konsep organisasi kehidupan, 2) meningkatkan aktivitas siswa dalam proses
pembelajaran
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan diterapkannya model pembelajaran menggunakan
Permainan Kartu Pintar, hasil belajar siswa mengalami peningkatan, hal ini ditunjukkan dari hasil post
test siswa kelas VII G SMPN 1 Balerejo, ketuntasan belajar siklus I 24,3 %, Ketuntasan belajar siklus II
63,8% dan ketuntasan belajar siklus III 71,8 %. Pada akhir siklus III lebih dari 70 % siswa mempunyai
kemampuan memahami, dan menjelaskan konsep organisasi kehidupan dengan kualifikasi baik.
Kesimpulannya adalah permainan kartu pintar dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan
pemahaman siswa terhada.p konsep organisasi kehidupan dan meningkatkan aktivitas siswa dalam proses
pembelajaran
Latar Belakang Masalah dan metode yang diberikan adalah ceramah.
Pelaksanaan pembelajaran Biologi di Hal ini nampak pada hasil belajar siswa pada
sekolah secara empiris, seringkali membuat kita saat materi pembelajaran Biologi yang membahas
kecewa ketika melihat pemahaman siswa masalah Organisasi Kehidupan, nampak mereka
terhadap materi ajar. Banyak siswa mampu kurang mampu menjelaskan fungsi-fungsi organ sel
menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap yang masih sangat terasa asing bagi mereka,
materi ajar yang diterima, tetapi pada sehingga pencapaian prestasi belajar mereka
kenyataannya mereka tidak memahaminya. kurang baik karena hampir 40% dari siswa harus
Sebagian besar dari siswa tidak mampu melakukan program perbaikan untuk dapat
menghubungkan antara apa yang mereka pelajari mencapai ketuntasan belajar.
dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan
dimanfaatkan. Siswa memiliki kesulitan untuk Kondisi ini menunjukkan bahwa siswa
memahami konsep bila pembelajaran lebih belum dapat meraih seluruh potensinya dari proses
banyak diberikan dengan sesuatu yang abstrak pembelajaran di sekolah. Siswa mempelajari fakta
dan gagasan, tetapi belum dapat menggunakannya
Kartu Pintar - Muntoro Widji Atmadja - SMP Negeri 1 Balerejo - Kabupaten Madiun - Halaman 68
secara efektif. Untuk itu diperlukan sebuah atau dengan cara kinestetik (gerak). Oleh karena itu
pendekatan belajar yang lebih memberdayakan kegiatan pembelajaran perlu beragam sesuai dengan
siswa, sehingga siswa tidak hanya memperoleh karakteristik siswa. Kegiatan belajar perlu
pengetahuan yang merupakan seperangkat mendorong siswa untuk mengembangkan
konsep yang ia terima, tetapi memperoleh potensinya secara optimal.
sesuatu yang bisa dikonstruksi sendiri ( Degeng,
2002 : 2 ). Setiap siswa memiliki kemampuan untuk
berpikir kritis. Memiliki intelegensi yang bervariasi.
Segala hal yang dipelajari oleh siswa, Menurut Howard Gardner (dalam Nurhadi, 2003 :
apabila tidak dikaitkan dengan informasi yang 74) intelegensi tidak dilahirkan tetapi dapat
sudah didapat sebelumnya menjadi tidak berkembang atau berkurang tergantung pada
bermakna. Pada awal pembelajaran informasi lingkungannya atau konteksi seseorang. Untuk itu
baru yang diterima siswa akan mengalami proses Gardner mengidentifikasi ada 7 macam intelegensi
untuk disimpan dalam memori. Awalnya yaitu yaitu linguistik, logik-matematik, kinestetis,
disimpan dalam memori jangka pendek dan visual-spasial, musik, interpersonal dan
apabila informasi baru itu ternyata mempunyai intrapersonal. Setiap siswa mampu mengembangkan
keterkaitan dengan informasi yang sudah setiap jenis intelegensi di atas dengan asumsi bahwa
tersimpan dalam memori jangka panjang maka siswa belajar dalam lingkungan belajar yang kaya
informasi itu mempunyai makna bagi siswa. yang memungkinkan mereka menghubungkan
Untuk itulah maka siswa harus diajak bekerja makna dengan konteks.
untuk menemukan sesuatu agar konsep tersebut
terpatri dalam-dalam dalam memori jangka Gagne (1977) mendefinisikan belajar
panjangnya. sebagai suatu proses perubahan tingkah laku yang
meliputi perubahan kecenderungan manusia seperti
Di sinilah peran guru sangat penting sikap, minat, atau nilai dan perubahan
dalam pembelajaran yang memberikan fasilitasi kemampuannya yakni peningkatan kemampuan
kepada siswa untuk belajar bermakna. Bila guru untuk melakukan berbagai jenis kinerja. Perubahan
hanya sekedar memberikan informasi-informasi tingkah laku harus dapat bertahan selama jangka
baru tanpa usaha untuk mengasimilasikan waktu tertentu. Dengan demikian belajar pada
pengetahuan baru pada konsep-konsep yang dasarnya dapat dipandang sebagai suatu proses
relevan yang sudah ada dalam struktur kognitif perubahan positif kualitatif pada tingkah laku siswa
siswa akan terjadi siswa hanya akan menghafal sebagai subyek didik akibat adanya peningkatan
saja. Setelah diadakan ulangan, mendapatkan pengetahuan, ketrampilan, nilai, sikap, minat,
nilai dari apa yang sudah mereka hafalkan, maka apresiasi, kemampuan berpikir logis dan kritis,
pengetahuan itu sudah tidak mempunyai arti lagi. kemampuan interaktif dan kreativitas yang
Dan itulah kenyataan yang terjadi pada siswa dicapainya. Konsep belajar yang demikian
kita. Apabila mereka ditanya untuk apa mereka menempatkan manusia yang belajar tidak hanya
mempelajari matematika atau mata pelajaran pada proses teknis, tetapi juga pada proses normatif.
yang lain, jawabannya adalah agar mendapat Hal ini amat penting agar perkembangan
nilai yang bagus. Mereka tidak memahami kepribadian dan kemampuan siswa terjadi secara
makna dari konsep yang dipelajari, dan apa harmonis dan optimal.
manfaatnya untuk menjalani kehidupan masa
depan mereka. Mereka belajar giat agar lulus Agar proses belajar berlangsung efektif,
dalam ujian dan mendapatkan nilai yang bagus, semua faktor internal ( dari dalam diri siswa ) dan
meskipun banyak dari mereka melakukan segala faktor eksternal ( dri luar diri siswa ) harus
cara yang tujuannya untuk mendapatkan nilai diperhatikan. Interaksi antara kedua faktor akan
yang baik, bukan untuk memperoleh kemampuan sangat berpengaruh pada kualitas proses dan hasil
yang baik. belajar siswa.
Siswa memiliki perbedaan satu sama lain Salah satu usaha yang dapat kita lakukan
dalam hal minat, kemampuan, kesenangan, untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah
pengalaman, maupun cara belajar. Siswa tertentu memahami bagaimanakah siswa kita belajar.
lebih mudah belajar dengan cara melihat (visual) Apakah perilaku yang menandakan bahwa belajar
telah berlangsung pada diri mereka ? Bagaimana
Kartu Pintar - Muntoro Widji Atmadja - SMP Negeri 1 Balerejo - Kabupaten Madiun - Halaman 69
informasi yang diperoleh dari lingkungan Hipotesa Tindakan
diproses dalam pikiran mereka sehingga menjadi Rumusan hipotesa dalam penelitian ini
milik mereka dan kemudian mereka
kembangkan. Bagaimana seharusnya informasi adalah : “Jika metode Permainan Kartu Pintar
itu disajikan guru agar dapat mereka cerna dan dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar di
dapat bertahan lama dalam pikiran mereka. Kelas VII G SMP Negeri 1 Balerejo, maka
Sehingga apabila mereka menemukan masalah pemahaman siswa terhadap konsep Organisasi
yang ada kaitannya dengan konsep yang telah Kehidupan akan meningkat “
mereka terima sebelumnya, maka mereka dapat
memecahkan masalah dengan dasar dari konsep Kajian Pustaka
yang sudah tersimpan dalam memorinya. Penelitian Tindakan Kelas
Identifikasi Masalah Penelitian tindakan kelas merupakan
Dari masalah-masalah yang diuraikan di penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas tempat
mengajarnya dengan penekanan pada peningkatan
atas dapat diidentifikasi sebagai berikut : proses pembelajaran. Tujuan utamanya adalah untuk
1. Suasana pembelajaran yang membosankan meningkatkan proses pembelajaran sehingga
2. Siswa kurang antusias mengikuti pelajaran meningkatkan hasil belajar pada siswa.
3. Guru kurang kreatif.
4. Prestasi belajar kurang memuaskan Proses Penelitian Tindakan Kelas meliputi
aspek perencanaan (planning), tindakan (acting),
Rumusan Masalah pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting)
Berdasarkan identifikasi masalah yang merupakan langkah berurutan membentuk satu
siklus. Apabila dalam satu siklus belum
tersebut di atas, maka rumusan masalah dalam menampakkan adanya hasil maka tindakan akan
penelitian ini adalah : “Bagaimana metode diulang lagi pada siklus berikutnya.
Permainan Kartu Pintar dapat meningkatkan
pemahaman siswa terhadap Mata Pelajaran Metode Permainan Kartu Pintar
Biologi konsep Organisasi Kehidupan di kelas Pada prinsipnya metode permainan kartu
VII G SMP Negeri 1 Balerejo Kabupaten
Madiun ?” pintar ini merupakan metode pembelajaran yang
mengadopsi model pembelajaran Make a match,
Tujuan Penelitian sehingga langkah kegiatan dalam kegiatan belajar
1. Mendeskripsikan pendekatan pembelajaran mengajar juga mirip dengan model make a match.
dengan permainan kartu pintar dapat Sedikit modifikasi terdapat pada
meningkatkan prestasi belajar. pembentukan kelompok pada saat kegiatan belajar
2. Mendeskripsikan metode kartu pintar dapat mengajar berlangsung, yaitu pada danya kelompok
meningkatkan keaktifan siswa dalam pemantau yang berperan sebagai penilai jawaban
mengikuti pembelajaran Konsep Organisasi kelompok penjawab.
Kehidupan.
Pada proses pembelajaran, bila siswa diberi
Manfaat Penelitian kesempatan untuk menemukan sendiri konsep yang
1. Siswa mampu berperan aktif dalam proses ditanyakan kepadanya dengan kerja sama bersama
anggota kelompoknya dan hasil dari pekerjaannya
pembelajaran diberikan suatu penghargaan, maka suasana kelas
2. Siswa dapat mengembangkan daya nalar dan akan semakin hidup dan minat belajar siswa akan
semakin meningkat.
kreativitas dalam belajar
3. Terjadi peningkatan kemampuan belajar Siswa tidak hanya mendengarkan apa kata
guru, tetapi dalam Permainan Kartu Pintar ini siswa
siswa dalam memahami konsep biologi diberi kebebasan untuk berpendapat, mengemuka-
4. Guru dapat memperbaiki strategi kan ide, mendebat pendapat temannya, sehingga
kelas menjadi aktif dan menyenangkan.
pembelajaran
5. Guru dapat meningkatkan kreativitasnya Siswa yang aktif dalam kegiatan belajar
mengajar dan juga senang karena belajar diselingi
dalam pengelolaan KBM
Kartu Pintar - Muntoro Widji Atmadja - SMP Negeri 1 Balerejo - Kabupaten Madiun - Halaman 70
dengan permainan yang mengarah pada Kab.Madiun. Rancangan Penelitian Tindakan Kelas
pemahaman konsep ini diharapkan berakibat ini berbentuk siklus yang terdiri atas 3 ( tiga )
semakin meningkatnya pemahaman siswa siklus, sehingga apabila pada awal pelaksanaan
terhadap konsep yang dimaksud. tindakan ditemukan adanya kekurangan, maka
perbaikan akan dilaksanakan pada siklus berikutnya.
Pendekatan apapun yang digunakan
dalam kegiatan pembelajaran, sebaiknya Rencana Tindakan.
memposisikan siswa sebagai pusat perhatian, Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu
pusat kegiatan dan pusat perlakuan. Guru sebagai
salah satu penentu keberhasilan siswa perencanaan (planning), tindakan (acting),
mempunyai peran yang sangat menentukan. pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting).
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Degeng Agar di dapat informasi yang valid dan akurat dari
dalam bukunya Pendekatan Kontekstual bahwa : pelaksanaan penelitian perlu adanya identifikasi
tugas guru adalah mengatur strategi belajar, jenis data yang dibutuhkan, alat pengumpul data dan
membantu menghubungkan pengetahuan lama cara pengumpulan data yang meliputi :
dan baru dan memfasilitasi belajar ( Degeng, a. Penilaian selama proses belajar mengajar,
2002 : 4 ). Dengan memilih strategi yang terbaik
untuk menyampaikan berbagai konsep yang utamanya tentang aktivitas siswa.
diajarkan, harapannya adalah siswa bisa b. Nilai Post Test yang mengukur hasil belajar
menggunakan dan mengingat konsep tersebut
lebih lama. Konsep-konsep yang diterima siswa siswa.
dipahami sebagai bagian yang saling Siklus 1
berhubungan dan membentuk satu pemahaman a. Perencanaan
yang utuh. Guru hendaknya dapat membuka
wawasan berpikir yang beragam dari siswa, Persiapan yang perlu dilakukan sebelum
sehingga mereka dapat mempelajari berbagai pelaksanaan tindakan ini adalah :
konsep dan mampu mengkaitkannya dengan 1) Menyusun rencana pembelajaran mengguna-
dunia nyata.
kan metode permainan kartu pintar
Dengan menggunakan strategi 2) Menyusun petunjuk kegiatan siswa
pembelajaran yang bermakna, maka ada 3) Menyiapkan alat bantu mengajar yang berupa
beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh
guru maupun siswa, karena dengan belajar yang kartu soal dan kartu jawaban.
bermakna, informasi yang dipelajari akan 4) Menyusun alat evaluasi ( post test ) untuk
menjadi lebih lama bertahan
mengukur penguasaan siswa terhadap konsep
dalam ingatan. Dengan demikian akan organisasi kehidupan.
memudahkan untuk proses belajar berikutnya 5) Menyiapkan lembar observasi guru.
sehingga guru tidak perlu mengulang-ulang b. Pelaksanaan tindakan
informasi. Belajar akan lebih bermakna jika
siswa mengalami sendiri apa yang dipelajarinya, Dalam kegiatan proses pembelajaran ini
bukan hanya sekedar mengetahui informasi guru dan siswa melaksanakan kegiatan dengan
ataupun pengetahuan. Pembelajaran yang hanya langkah-langkah sebagai berikut :
bersifat untuk mengetahui saja untuk dihafalkan 1) Siswa dibagi dalam 3 kelompok yang terbagi
hanya akan bermanfaat sesaat saja yaitu pada saat
guru mengadakan ulangan, tetapi tidak dapat atas kelompok penanya,, kelompok
digunakan untuk bekal bagi siswa dalam penjawab, dan kelompok penilai. Untuk
memecahkan persoalan dalam kehidupan. mempermudah pembagian kelompok diambil
langkah sebagai berikut : siswa nomor absen
Metode Penelitian 1–13 sebagai kelompok penanya, siswa
Setting Penelitian nomor absen 14–26 sebagai kelompok
penjawab dan siswa nomor absen 27–40
Penelitian tindakan kelas ini sasarannya sebagai kelompok penilai.
adalah siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Balerejo 2) Masing-masing anggota kelompok penanya
dan penjawab yang terdiri atas 13- siswa
memegang satu kartu yang isinya berbeda
satu sama lain.
3). Guru memberikan penjelasan tentang
kegiatan yang akan dilaksanakan pada
Kartu Pintar - Muntoro Widji Atmadja - SMP Negeri 1 Balerejo - Kabupaten Madiun - Halaman 71
pertemuan hari ini. a. Perencanaan
Pada siklus ke dua ini perencanaan yang
4). Peraturan permainannya adalah sebagai
dilaksanakan sama dengan.pada siklus yang
berikut : Apabila kelompok penanya pertama.
b. Pelaksanaan Tindakan
dimulai dari nomor urut absen 1
Langkah-langkah kegiatan sama dengan
melontarkan pertanyaan dari kartu yang siklus pertama yang berbeda ….dalam hal :
1) Pembagian kelompok nomor absen 14 – 26
dipegang, maka kelompok penjawab
sebagai kelompok penanya.
segera menjawab dengan jawaban yang 2) Nomor absen 27 – 40 sebagai kelompok
terdapat pada kartu yang dipegangnya penjelas penjawab.
3) Nomor absen 1 – 13 sebagai kelompok
dengan jalan mengangkat tangan dan
penilai.
membaca kartu yang dipegangnya, dan 4) Guru lebih meningkatkan pemberian motivasi
berikutnya kelompok penilai juga akan saat memberikan pengarahan kepada siswa
yang memberi jawaban yang salah.
segera memberi penjelasan dari jawaban 5) Akhir pertemuan dilaksanakan post test.
c. Observasi
yang disampaikan oleh kelompok
Pengamatan yang dilakukan oleh
penjawab dengan cara yang sama yaitu kolaborator adalah mengenai aktivitas siswa saat
proses pembelajaran berlangsung, aktivitas guru
mengangkat tangan kemudian dan pelaksanaan post test.
d. Refleksi
memberikan komentar atas jawaban yang
Guru bersama kolaborator melakukan
disampaikan kelompok penjawab. analisis hasil pelaksanaan pembelajaran dengan
metode permainan kartu pintar. Hasil refleksi
5). Guru dalam permainan ini berperan akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun
perencanaan pembelajaran pada siklus
sebagai pemberi skor. Kelompok yang berikutnya.
menjawab benar akan diberi skor 100, Siklus ke 3
a. Perencanaan
sedangkan yang salah akan diberi nilai
Pada siklus ke tiga ini perencanaan yang
nol. Yang dinilai adalah jawaban yang dilaksanakan sama dengan .pada siklus yang
kedua.
pertama diberikan oleh kelompok b. Pelaksanaan Tindakan
penjawab. Apabila jawaban yang Langkah-langkah kegiatan sama dengan
siklus kedua yang berbeda dalam hal :
diberikan salah guru akan mengarahkan 1) Pembagian kelompok nomor absen 27-40
kelompok siswa supaya memperbaiki sebagai kelompok penanya.
2) Nomor absen 1 - 13 sebagai kelompok
jawabannya dengan cara berdiskusi, tetapi
penjawab.
nilai tetap nol. 3) Nomor absen 14-26 sebagai kelompok penilai
4) Guru lebih meningkatkan pemberian motivasi
6). Setelah 16 pertanyaan selesai disampaikan
saat memberikan pengarahan kepada siswa
guru menyampaikan perolehan skor yang yang memberi jawaban yang salah.
5) Akhir pertemuan dilaksanakan post test.
didapat masing-masing kelompok. c. Observasi
Kelompok penanya tidak mendapat skor Pengamatan yang dilakukan oleh
kolaborator adalah mengenai aktivitas siswa saat
karena hanya menyampaikan pertanyaan
saja.
7). Pada akhir pertemuan dilaksanakan post
test.
c. Observasi
Pengamatan yang dilakukan oleh
kolaborator adalah mengenai aktivitas siswa
saat proses pembelajaran berlangsung,
aktivitas guru dan pelaksanaan post test.
d. Refleksi
Guru bersama kolaborator melakukan
analisis hasil pelaksanaan pembelajaran
dengan metode permainan kartu pintar. Hasil
refleksi akan digunakan sebagai dasar untuk
menyusun perencanaan pembelajaran pada
siklus berikutnya.
Siklus ke 2
Kartu Pintar - Muntoro Widji Atmadja - SMP Negeri 1 Balerejo - Kabupaten Madiun - Halaman 72
proses pembelajaran berlangsung, aktivitas 2. Hasil Observasi Guru
guru dan pelaksanaan post test. Tabel 4.2 Hasil Observasi Guru
d. Refleksi
Guru bersama kolaborator melakukan
analisis hasil pelaksanaan pembelajaran
dengan metode permainan kartu pintar.
Setelah siklus ke tiga akan didapatkan data
berupa :
i. Hasil post test siklus 1,2 dan 3.
ii. Hasil observasi kegiatan guru
iii. Hasil penilaian siswa saat permainan 1,
2 dan 3. Data hasil penelitian ini akan
dianalisis untuk dapat memberikan
kesimpulan hasil penelitian yang telah
dilaksanakan.
Hasil Penelitian Rentang Nilai dan kualifikasi :
Hasil Pembelajaran 10 - 50 : kurang Sekali
51 - 70 : kurang
Dari hasil observasi yang penulis 71 - 85 : baik
lakukan, sebagian besar siswa menyatakan 86 - 100 : baik sekali
bahwa materi pembelajaran yang membahas
tentang Organisasi Kehidupan sukar dipahami Berdasarkan rentang nilai dan
karena banyak istilah nama-nama organel dalam kualifikasinya hasil observasi guru adalah
bahasa Latin. Dengan adanya masalah tersebut sebagai berikut :
peneliti berupaya untuk melakukan pembelajaran Siklus I
dengan cara yang menyenangkan dan mudah
untuk menghafal nama-nama bahasa Latin Pada siklus yang pertama guru kurang
dengan menggunakan pembelajaran melalui dalam hal :
metode permainan kartu pintar. a. Memberi motivasi kepada siswa
b. Melibatkan siswa secara aktif dalam KBM
Hasil penelitian didapat dari c. Memberikan penguatan
pengumpulan data menggunakan instrumen : d. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya
1. Soal-soal post test e. Memberi tanggapan terhadap jawaban yang
2. Lembar observasi guru
3. Lembar observasi siswa diberikan siswa
Siklus II
1. Hasil Post Test
Setiap akhir pertemuan ( akhir siklus ) Pada siklus yang kedua kekurangan yang
dilakukan oleh guru adalah :
diadakan post test untuk melihat sampai a. Memberi motivasi kepada siswa
sejauh mana pemahaman siswa terhadap b. Melibatkan siswa secara aktif dalam KBM
materi pembelajaran yang dipelajari. Nilai c. Memberi penguatan
rata-rata dan prosentase ketuntasan (nilai d. Memberi tanggapan terhadap jawaban yang
ketuntasan 65) yang diperoleh adalah sebagai
berikut : diberikan siswa
Siklus III
Tabel 4.1 Hasil Post Test
Pada siklus yang ketiga kekurangan yang
dilakukan oleh guru adalah :
a. Memberi motivasi kepada siswa
b. Memberi penguatan dan tanggapan.
Kartu Pintar - Muntoro Widji Atmadja - SMP Negeri 1 Balerejo - Kabupaten Madiun - Halaman 73
3. Hasil Observasi Siswa pengetahuan deklaratif, yaitu pengetahuan yang
Tabel 4.3 Hasil Observasi Siswa menyatakan tentang apakah sesuatu itu. Untuk
memanggil kembali informasi yang bersifat
pengetahuan deklaratif sangat tergantung pada
menerima informasi di dalam memorinya. Karena
memori kerja manusia mempunyai kapasitas yang
terbatas, apabila informasi yang diterima, kemudian
disimpan dalam proposisi kurang mempunyai
Kegiatan Siswa yang diamati adalah : makna bagi siswa, maka pemanggilan kembali
A : Mengajukan pertanyaan informasi tidak dapt berhasil dengan memuaskan.
B : Menjawab Pertanyaan Hasil post test dalam penelitian ini menunjukkan hal
C : Menyampaikan ide / pendapat tersebut.
D : Kelancaran dalam permainan
E : Melakukan diskusi dengan kelompok Faktor dari guru juga mempunyai
F : Keterlibatan dalam permainan kontribusi terhadap perolehan nilai siswa. Pada
G : Mencatat Hasil diskusi siklus pertama banyak kegiatan guru yang kurang
mendukung perolehan prestasi siswa. Motivasi guru
Analisis Hasil Pembelajaran kepada siswa yang kurang akan mempenagruhi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa untuk belajar. Siswa yang menjawab
pertanyaan dengan benar apabila tidak memperoleh
nilai rata-rata yang dicapai oleh siswa pada awal penguatan dari guru berupa pujian atau gesture akan
siklus masih sangat memprihatinkan yaitu 42,7. menyurutkan semangat siswa. Guru kurang memberi
Demikian juga dengan prosentase ketuntasan kesempatan siswa untuk bertanya karena terkendala
hanya mencapai 24,3 % untuk siswa yang waktu yang tersedia, sehingga pemahaman siswa
memperoleh nilai lebih dari 65. juga kurang tuntas. Juga dalam hal tanggapan guru
yang kurang pada saat ada siswa yang memberi
Tampaknya untuk memahami konsep jawaban saat ada pertanyaan yang diajukan.
organisasi Kehidupan kesulitan utama yang
dihadapi oleh siswa adalah dalam hal menghafal Semua kekurangan yang ada dalam siklus
nama-nama organel dalam bahasa Latin. Upaya pertama, telah diperbaiki pada pelaksanaan siklus
untuk mengatasi hal tersebut dengan cara berikutnya. Hal tersebut menunjukkan hasil adanya
membuat kartu pintar dari permasalahan tentang peningkatan baik pada hasil post test, aktivitas guru
organel belum menampakkan hasil yang dan siswa yang semakin baik.
memuaskan.
Siswa kelas VII adalah siswa yang baru saja
Informasi yang didapatkan siswa menamatkan pendidikan tingkat Sekolah dasar. Usia
dengan melalui kartu pintar diharapkan akan yang masih sangat menyenangi adanya permainan
mempermudah bagi siswa untuk dapat disimpan dalam pembelajaran. Mereka menjadi sangat
dalam memori jangka panjang. Dengan demikian antusias dalam pembelajaran karena adanya unsur
pada saat diberikan post test, memori ini dapat permainan.
dipanggil kembali dengan mudah, sehingga siswa
dapat mengerjakan post test dan mendapatkan Kesimpulan
hasil nilai yang memuaskan. Bukan hanya dalam Kesimpulan dalam penelitian ini adalah
hal ulangan saja, tetapi memori tersebut akan
dapat dipanggil kembali apabila siswa menemui sebagai berikut :
hal-hal yang berhubungan dengan memori yang a. Ada pengaruh permainan kartu pintar terhadap
sudah disimpan. Dengan demikian
informasi-informasi yang sudah tersimpan dalam prestasi belajar siswa
memori jangka panjang akan dapat digunakan b. Ada pengaruh permainan kartu pintar terhadap
siswa dalam belajarnya.
keaktifan siswa mengikuti proses belajar
Materi pembelajaran Organisasi mengajar mata pelajaran Biologi.
Kehidupan dapat diklasifikasikan sebagai
Saran-Saran
Berdasarkan hasil penelitian tindakan yang
telah dipaparkan dapat dikemukakan saran-saran
agar dalam menerapkan pembelajaran melalui
Kartu Pintar - Muntoro Widji Atmadja - SMP Negeri 1 Balerejo - Kabupaten Madiun - Halaman 74
metode permainan kartu pintar dapat mencapai masukan / input dari para kolaborator bisa lebih
hasil yang memuaskan bagi guru maupun siswa
sebagai berikut : meningkatkan kinerja.
1. Memaksimalkan persiapan penyusunan
3. Memperdalam pengetahuan yang berkaitan
langkah-langkah pembelajaran, terutama
penyusunan skenario pembelajaran. dengan proses penyimpanan informasi.
2. Meningkatkan frekuensi dan kualitas Selalu mengembangkan pengetahuan dan wawasan
kolaborasi antar teman sejawat, sehingga tentang proses pembelajaran, sehingga guru menjadi
sangat variatif dalam perannya sebagai agen
pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Andreas Priyono ( 1999 ), Penulisan Proposal Penelitian Classroom Based Action Research, Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Tengah.
Herwindo Hariwibowono ( 1998 ), Bagaimana Murid Belajar, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Umum.
Moh. Uzer Usman ( 1993 ), Upaya Optimlisasi Kegiatan Belajar Mengajar, Bandung, PT Remaja Rosda
Karya.
Momi Sahromi ( 1986 ), Pengelolaan Pengajaran Biologi, Pendekatan inkuiri dalam Pengajaran Biologi,
Jakarta : Karunika Jakarta, Universitas Terbuka.
Siti Sutarmi, Nawangsari Sugiri, IPA Biologi untuk SLTP Kelas 1, Jakarta : Erlangga
Teguh Sugiyarto dkk ( 2008 ), Ilmu Pengetahuan Alam, untuk SMP/MTs Kelas VII, Departemen
Pendidikan Nasional, Pusat Perbukuan, BSE,diperbanyak JePe Press Media Utama.
Kartu Pintar - Muntoro Widji Atmadja - SMP Negeri 1 Balerejo - Kabupaten Madiun - Halaman 75
Gaya Selingkung Jurnal BIOMA
Jurnal BIOMA ini diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Madiun. Mulai 2019 terbit
secara berkala setiap 3 bulan. Tujuannya untuk menyebarluaskan informasi hasil penelitian, penelitian tindakan kelas,
pendidikan, pelatihan, pembelajaran serta tulisan ilmiah populer dalam lingkup kependidikan. Jurnal BIOMA
menerima kiriman artikel yang ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dengan batasan lingkup yang
berkaitan dengan masalah pendidikan. Penentuan artikel yang dimuat dalam Jurnal BIOMA dilakukan melalui proses
blind review oleh editor BIOMA. Hal-hal yang dipertimbangkan dalam penentuan pemuat artikel, antara lain :
terpenuhinya syarat penulisan dalam jurnal ilmiah, metode penelitian yang digunakan, kontribusi hasil penelitian dan
artikel terhadap perkembangan pendidikan. Penulis harus menyatakan bahwa artikel yang dikirim ke BIOMA adalah
hasil karya sendiri, orisinal dan tidak dikirim atau dipublikasikan dalam majalah atau jurnal ilmiah lainnya. Editor
berhak untuk memberikan telaah konstruktif terhadap artikel yang akan dimuat, dan apabila dipandang perlu editor
menyampaikan hasil evaluasi artikel kepada penulis. Artikel yang diusulkan untuk dimuat dalam jurnal BIOMA
hendaknya mengikuti pedoman penulisan artikel yang dibuat oleh editor. Artikel dapat dikirim ke editor Jurnal
BIOMA dengan alamat : Sekretariat Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Jl. Raya Tiron 87
Kabupaten Madiun, Jawa Timur 63151 Telp (0351) 464477 Fax 473173. CP : Endang Sri Hastuti (Hp 081231180068)
Untuk pengiriman artikel ke alamat sekretariat berupa CD dan 2 eks hard copy (hasil cetakan).
Pengiriman melalui surel dengan alamat email : [email protected]
Contact person : Endang Sri Hastuti (Hp 081231180068) Sulastri (Hp 081914859677)
Ida Nurchasanah (Hp 081252218645) Agus Joko Sungkono (Hp 08125914795)
Pedoman Penulisan Artikel.
Penulisan artikel dalam jurnal pendidikan sains BIOMA yang diharapkan menjadi pertimbangan penulis meliputi :
Format :
1. Artikel diketik pada kertas A4 (210 x 297 mm). dengan spasi 1,15 kecuali abstrak dan daftar pustaka spasi tunggal
2. Identitas penulis diketik di bawah judul yang terdiri atas : nama, unit kerja dan alamat email bila ada.
3. Diketik dalam format 2 kolom, kecuali abstrak dan daftar pustaka.
4. Panjang artikel maksimum 5.000 kata dengan tipe huruf Times New Roman font11 untuk judul font 12 bold.
5. Margin atas, bawah, samping kanan 2 cm dan samping kiri sekurang kurangnya 2,5 cm
6. Jumlah halaman 5 – 20 halaman. Semua halaman sebaiknya diberi nomor urut.
7. Kutipan, gambar atau rujukan harus menyebutkan sumber dan tahun. Format sumber kutipan atau rujukan : nama
penulis, tahun, halaman yang dikutip.
8. Kutipan yang langsung dan panjang (lebih dari tiga setengah baris) diketik dengan jarak baris satu dengan bentuk
berinden.
9. Minimal 70 % dari rujukan yang digunakan berasal dari sumber yang terbaru (diterbitkan tidak lebih dari 10 tahun
sebelum artikel dikirim ke jurnal BIOMA).
Isi Tulisan Artikel Hasil Penelitian
Abstrak :bagian ini memuat ringkasan artikel atau ringkasan penelitian yang meliputi masalah penelitian, tujuan,
metode, hasil dan pembahasan serta simpulan. Abstrak disajikan diawal teks dan terdiri antara 200 sampai dengan 400
kata Abstrak diberi kata kunci (key word) untuk memudahkan penyusunan indeks artikel.
Pendahuluan :menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan penelitian. Ditulis tanpa subjudul.
Kajian Teori : memaparkan kerangka teoritis dari variabel yang ada di judul.
Metode Penelitian :macam penelitian yang dilakukan, instrumen pengumpulan data, metode dan teknik analisis data
yang digunakan.
Hasil Penelitian dan pembahasan : berisi pemaparan data hasil tentang hasil akhir dari proses kerja teknik analisis
data, bentuk akhir bagian ini adalah berupa angka, gambar dan tabel tetapi bukan merupakan barisan tabel data.
Penutup : berisi kesimpulan dan saran
Daftar Pustaka, memuat sumber-sumber yang dikutip dalam artikel, hanya sumber yang diacu saja yang perlu
dicantumkan dalam daftar pustaka.
Isi Tulisan Artikel Non Penelitian
Abstrak : memuat ringkasan dari artikel secara keseluruhan
Pendahuluan : menguraikan latar belakang penulisan artikel dan tujuan penulisan
Isi : menguraikan substansi isi dari artikel
Penutup : menjelaskan kesimpulan dari isi artikel
Editor berhak mengedit dan atau meringkas isi jurnal tanpa mengurangi makna karya tulis. Editor tidak
bertanggungjawab terhadap isi dan keaslian karya tulis. Isi dan keaslian karya tulis menjadi tanggungjawab pribadi
penulis sepenuhnya.
Informasi ISSN Jurnal BIOMA
MGMP IPA SMP Kabupaten Madiun
Informasi ISSN – Jurnal BIOMA – Kabupaten Madiun - Halaman a
Informasi ISSN – Jurnal BIOMA – Kabupaten Madiun - Halaman b
Informasi ISSN – Jurnal BIOMA – Kabupaten Madiun - Halaman c
DEKLARASI GELORA LITERASI DAN TANTANGAN MEMBACA SERIBU HALAMAN)
Dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa, pemerintah melalui Kemendikbud meluncurkan
sebuah gerakan yang disebut Gerakan Literasi Sekolah (GLS), tertuang dalam Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. GLS ini bertujuan agar siswa dan semua warga sekolah
memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajar sepanjang hayat.
Agar GLS berhasil dengan baik perlu dukungan dari semua pemangku kepentingan mulai dari
tingkat pusat sampai tingkat satuan pendidikan. Pelibatan seluruh warga sekolah, orang tua siswa, dan
masyarakat sangat penting dalam keberhasilan GLS.
SMPN 1 Mejayan sebagai lembaga tingkat satuan pendidikan ikut berupaya memperkokoh
pelaksanaan kegiatan literasi sekolah dengan bekerjasama dengan salah seorang penggagas kegiatan
literasi sekolah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat, Bapak Satria Dharma, Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Bapak Sodiq Hery Purnomo, Bunda Baca Kabupaten
Madiun, Ibu Penta Lianawati, Perpustakaan Daerah Kabupaten Madiun, Pengawas Pendidikan SMP
Kabupaten Madiun, MKKS SMP Kabupaten Madiun, Guru dan Karyawan SMPN 1 Mejayan, Alumni Senior
SMPN 1 Mejayan, Komite SMPN 1 Mejayan beserta Paguyuban Orang Tua Siswa / Wali.
Pada acara ini dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama menggelorakan kegiatan literasi di
wilayah Kabupaten Madiun (oleh Bapak Satria Dharma, Ibu Penta Lianawati, Bapak Shodiq Herin Purnomo,
Perpustakaan Daerah Kabupaten Madiun, Kepala SMPN 1 Mejayan, Pengawas SMP Kabupaten Madiun,
MKKS SMP Kabupaten Madiun, Guru dan Karyawan SMPN 1 Mejayan, Alumni Senior SMPN 1 Mejayan,
semua tamu undangan, dan seluruh siswa SMPN 1 Mejayan), tantangan membaca seribu halaman oleh
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun untuk seluruh Kepala Sekolah, Guru,
Karyawan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, juga tantangan membaca
seribu halaman oleh Bunda Baca Kabupaten Madiun untuk seluruh siswa di wilayah Kabupaten
Madiun. Acara diakhiri dengan Seminar Literasi oleh Bapak Satria Dharma.