The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Catatan SAY#2 Masa Depan Generasi Merdeka Pilihan Karier Kreatif Anak Muda Indonesia - edited version 270622

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by oshinsayoke, 2022-06-26 11:13:11

Buku Catatan SAY#2 Masa Depan Generasi Merdeka Pilihan Karier Kreatif Anak Muda Indonesia - edited version 270622

Buku Catatan SAY#2 Masa Depan Generasi Merdeka Pilihan Karier Kreatif Anak Muda Indonesia - edited version 270622

Masa Depan

GENERASI

MERDEKA:

Pilihan Karier Kreatif Anak Muda Indonesia



BUKU #2:

GENERASI

MERDEKA:

AYU DYAH PASHA

BUKU #2:

GENERASI

MERDEKA:

Penulis: Shinta Kusuma, Eyi Puspita , Siti Rahmah
Penyunting: S. Ananta

Desain Sampul & Tata Letak: Fanny Apriadi

Diterbitkan pertama kali oleh
AYU DYAH PASHA
Juni 2022

Isi buku ini sepenuhnya milik AYU SHOW

Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau

seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit

Untuk pemesanan buku dalam bentuk cetak dapat hubungi:
@ayu.dyah.pasha

Daftar Isi

Prolog 8
“APA CITA-CITAMU?”
Coach Arif Samil

Bab 1 MEMAHAMI MILENIAL 18
Taufan Akbari - Pendiri Rumah Milenials

Bab 2
INILAH WAJAH GENERASI MERDEKA ABAD INI 30

RIZKY TRIANA 32
Menjadi Saluran Berkah untuk Orang Banyak

UFA SOFURA 40
Menari adalah Hidupku

CHRISTABELLE GRACE MARBUN 50
Do it because Somebody Tell You That You Can’t

ANDIRA UTAMI 60
Antara Pengabdian dan Bermusik

TRINITY
Petualang Sejati dan Panutan Para Travel Blogger 70

FAHRANI 76
Follow your heart. Just go where it flows and
let the Universe open the perfect path for you.

Kata Pengantar

dear
SAY,

Setelah April lalu buku pertama Catatan Ayu Show terbit,
kali ini saya akan menyuguhkan buku kedua “Masa
Depan Generasi Merdeka: Pilihan Karier Kreatif Anak
Muda Indonesia”. Saya sangat bersyukur, dalam perjalanan Ayu
Show saya bisa bertemu dan ngobrol bersama 6 sosok anak
muda lintas profesi dan lintas generasi yang luar biasa. Mereka
pun konsisten menekuni talenta masing-masing dan akhirnya
memilih jalur kreatif sebagai profesi, karena passion.
Ada Ufa Sofura (penari, koreografer, pengajar tari), Andari
Utami (dokter yang juga penyanyi & penulis lagu), Rizki
Triana (pengusaha yang mengangkat fashion etnik Indonesia),
Christabelle (yang imut tapi bisa menjadi penulis best seller
dan merintis karier acting di Hollywood). Dan ada 2 sosok
wanita keren yang super kreatif: Fahrani Pawaka Empel (model

6 | Masa Depan Generasi Merdeka

internasional yang kini menekuni dunia arts dan sound healing)
dan satu ini yang pasti sudah sangat dikenal, Trinity The Naked
Traveler (penulis best seller dan travel blogger Indonesia
pertama).

Obrolan saya dengan Coach Arif Samil dan Taufan Akbari,
membuka mata saya tentang kehebatan generasi pasca
Baby Boomers ini. Mereka adalah “Generasi Merdeka” yang
bebas mengeksplorasi talenta dan berkarya sesuai dengan
passion mereka, dan berani menghidupkan mimpi mereka
di dunia kreatif — dunia yang kata orang dulu dianggap
sebagai “madesu” (masa depan suram). Ditambah dengan
perkembangan teknologi internet dan sosial media yang
membuka peluang mereka untuk Go International.

Saya berharap buku ini dapat memberikan inspirasi kepada
SAY — terutama generasi zaman now — untuk belajar dari
pengalaman mereka atau mengikuti jejak karier mereka di dunia
kreatif. Seperti kata Fahrani: “Just follow your heart”. Karena
“Tak ada kata terlambat untuk meraih impian”.

Salam, Ayu Dyah Pash

7 | Masa Depan Generasi Merdeka

Apa cita-citamu?
8 | Masa Depan Generasi Merdeka

Cita-Acpitaamu?

Ketika dulu ditanya oleh Ibu, saya bingung
menjawabnya. Saat itu pilihan pekerjaan masih
terbatas. Kalau anak laki-laki biasanya akan
menjawab jadi dokter, insinyur atau pilot.
Kalau perempuan selain dokter, mungkin akan
menjawab pramugari. Sementara saya memilih
jurusan Hukum. Tapi ternyata setelah lulus
kuliah, saya justru terjun ke dunia modeling,
lalu akhirnya merambah ke dunia seni peran.
Apakah saya salah jurusan ya?

“Belum tentu mbak,” jawab sahabat saya,
Coach Arif Samil, seorang Life Coach &
Trainer dari Mind Insight Institute Jakarta

9 | Masa Depan Generasi Merdeka

Apa cita-citamu?

“Setiap orang memiliki kecerdasan yang beragam.
Dalam teori … dikatakan ada 8 jenis kecerdasan.
Mungkin kalau dites, mbak Ayu punya kecerdasan
yang berkaitan dengan seni. Misalnya kecerdasan musikal,
motorik (seni tari), dan bahasa. Selain juga didukung dengan
kemampuan interpersonal yang sangat baik sehingga bisa
mudah bergaul di berbagai kalangan. Semua potensi yang
dimiliki seseorang sejak lahir inilah yang dinamakan bakat.

Kalaupun seseorang akhirnya bekerja di luar bakat yang
dimilikinya, bisa jadi ia memilih suatu bidang pekerjaan
karena pengaruh lingkungan. Misalnya orang tua zaman baby
boomers merasa lebih aman kalau anaknya bekerja di kantor
atau menjadi pegawai negeri. Pekerjaan seperti ini dianggap
memiliki masa depan, akibatnya anak-anak generasi tersebut
lebih banyak mengambil bidang pekerjaan tertentu demi
menyenangkan orang tua. Atau bisa juga seseorang memilih
pekerjaan mengikuti minatnya. Minat adalah ketertarikan
seseorang untuk belajar lebih jauh tentang sesuatu dan
dilakukan dengan senang (enjoymenti)”.

Hm, penjelasan Coach Arif ini menjawab pertanyaan saya. Tak
heran kalau sekarang saya lebih menekuni bidang seni karena
sejak kecil saya sudah sangat cinta dengan bidang seni. Saya suka
bermain sandiwara sendiri dengan boneka di garasi, baca puisi.

“Ketika anak sudah mulai beranjak remaja, mulai ajak mereka
bicara tentang hal-hal yang disukainya. Bantu membuka
wawasan mereka tentang dunia pekerjaan saat ini. Ibarat orang
tua menggelar menu seperti di restoran padang. Berdiskusi

10 | Masa Depan Generasi Merdeka

Menurut Coach Arif, untuk
memahami bakat dan minat
seseorang bisa dilakukan sedini
mungkin. Ada dua cara yaitu:

1. Assesment bakat dan minat dilakukan
oleh psikolog. Biasanya dilakukan
sejak anak usia SMP atau di saat
menjelang penjurusan SMA.

2. Observasi terhadap perilaku dan
kebiasaan anak sehari-hari. Hal ini
bisa mulai dilakukan sejak anak
usia balita. Untuk itu sebaiknya
orang tua perlu membuat jurnal.
Selain mencatat pencapaian anak
di setiap fase perkembangan
anak (misalnya barjalan
dan bicara usia berapa,
kebiasaan uniknya, dan lain-
lain), kita dapat memasukkan
prestasi akademik mereka
di sekolah. Pelajaran atau
keterampilan apa yang
dia kuasai dengan baik.
Ditambahkan juga dengan
melihat kemampuan
di luar akademik yang
menjadi hobi atau
minatnya.

11 | Masa Depan Generasi Merdeka

Apa cita-citamu?

dengan anak, apa yang mereka sukai, talenta apa yang mereka
miliki dan akhirnya bisa memilih sekolah sesuai dengan bakat
dan minat mereka. Misalnya anak ingin menjadi insinyur. Berarti
sejak di bangku SMP ia harus memiliki nilai matematika dan
sains yang kuat. Selanjutnya di tingkat SMA, ia harus masuk ke
jurusan IPA agar bisa diterima kuliah di fakultas teknik.

Atau ada juga anak-anak right brainer (yang memiliki
kemampuan otak kanan yang lebih dominan) yang
menunjukkan bakat yang luar biasa dalam menggambar.
Sebagai orang tua perlu memahami dulu bakat anaknya ini
sehingga bisa memberikan wawasan pendidikan mereka
selanjutnya. Bisa saja setelah lulus SMA, mereka masuk ke
jurusan seni rupa atau desain komunikasi visual. Meskipun
di sekolah seni rupa tidak menyaratkan jurusan IPA atau IPS,
tetapi biasanya mereka yang dipilih
lebih banyak berasal dari
jurusan IPS.

Kalau minat dan bakat
ini diasah secara
optimal sejak kecil

tentu akan memberi
peluang untuk sukses.

-Coach Arif Samil

12 | Masa Depan Generasi Merdeka

PERLU PENDEKATAN SEJAK DINI
Kalau minat dan bakat ini diasah secara optimal sejak kecil
tentu akan memberi peluang untuk sukses. Karena itu peran
orang tua dibutuhkan terutama di saat anak berusia balita atau
SD. Misal dari kecil, ada anak yang tidak belajar merangkak,
langsung berdiri dan tidak bisa diam. Aktif sekali motoriknya.
Usia 4 tahun saya sarankan orang tuanya untuk melatih
anaknya kursus renang. Ternyata baru beberapa kali latihan,
ia sudah bisa menggerakkan kakinya gaya katak. Ia merasa
senang dan menemukan minatnya.

Minat juga bisa berkaitan dengan hobi. Di dalam hobi,
sebenarnya ada kombinasi antara bakat dan minat. Seorang
yang bekerja sebagai pegawai negeri, dia bisa tetap
menjalankan hobinya bermain golf. Bahkan ia sudah mampu
mencapai single handicap. Kalau misalnya ia menekuni hobinya
sejak awal (tidak bekerja sebagai pegawai negeri), mungkin dia
bisa jadi pegolf profesional yang sukses. Tetapi pilihan untuk
menjadi pegawai negeri tentu didasari hal lain di luar minat,
yang berkaitan dengan kepastian finansial. Akhirnya dia bisa
menekuni hobinya secara total baru ketika ia pensiun.

Ada juga seseorang yang punya banyak hobi, tetapi tidak
bertahan lama. Orang tipe seperti ini dinamakan “Adventurer”.
Bukan karena bosan atau tidak bisa menekuni sesuatu. Tujuan
mereka bukan menjadi expert di satu bidang keahlian, tetapi
mereka senang mencoba berbagai hal baru. Dari sisi positifnya,
bisa jadi orang ini memiliki multi-talenta. Ia adalah pembelajar
yang baik. Pengalaman mencoba ini bisa menjadi acuannya
dalam memilih pekerjaan. Orang dengan tipe adventurer
seperti ini akan lebih “hidup” kalau diberi tantangan untuk

13 | Masa Depan Generasi Merdeka

Apa cita-citamu?

mengeksplorasi banyak hal. Jangan berikan ia pekerjaan yang
monoton. Pada dasarnya bidang yang selama ini dia coba-coba
itu akan menunjukkan suatu pola atau pattern.

Inilah yang menjadi salah satu tantangan bagi semua orang
tua. Sebagai coach, saya biasanya membantu orang tua untuk
membuka pandangan mereka tentang kondisi apa yang akan
dihadapi anak-anak di masa depan agar peta mereka tentang
anak lebih lengkap. Intinya pendekatan orang tua terhadap
keinginan anak penting dilakukan untuk menghindari terjadinya
‘saljur’ (salah jurusan).

Namun ketika ingin mengarahkan bakat atau minat anak, orang
tua juga perlu hati-hati. Syaratnya, harus ada unsur fun-nya.
Meski berbakat, tapi kalau dipaksa melakukannya, anak jadi
bad mood akhirnya bisa jadi bakatnya hilang. Ketika anak
di bangku SMP biasanya sudah mulai bisa memilih bidang
yang disukainya, misalnya lewat pilihan ekstra kurikuler atau
mengikuti teman sebayanya.

Jadi idealnya, antara minat dan bakat bisa berjalan seiring.
Metode observasi orang tua di sini menjadi cukup penting,
diperkuat dengan tes minat dan bakat. Kalau sudah mantap
di usia dini, akan lebih mudah nantinya untuk mengarahkan
jurusan sekolah anak bahkan sampai ke bidang profesi mereka.

TANTANGAN KERJA ZAMAN NOW
Dunia kerja saat ini juga semakin terbuka dan dinamis. Mungkin
kalau dulu orang bekerja harus sesuai dengan latar belakang
pendidikannya. Tetapi zaman sekarang kita harus siap dengan
kemungkinan dipindahtugaskan di bidang yang berbeda sama

14 | Masa Depan Generasi Merdeka

sekali dengan pendidikan atau pengalaman kita. Ini yang
dinamakan criss crossing. Hal ini terjadi karena perusahaan
pun berkembang mengikuti kebutuhan dan tuntutan bisnis.
Jadi sudah bukan hal baru kalau misalnya sewaktu-waktu kita
dipindahtugaskan ke bidang pekerjaan yang baru dan berbeda
dari keahlian kita.

“Ada klien saya lulus Sarjana Hukum suma cum laude, dia
diterima bekerja di sebuah firma internasional. Tapi kemudian
dia merasa tidak happy dengan pekerjaannya yang lebih
banyak bersifat administratif. Membaca dan memeriksa surat-
surat yang terkait dengan masalah hukum. Lalu dia tanya ke
saya, “apa saya harus resign?’ Saya bilang tunggu dulu. Karena
ia sebenarnya sudah memiliki ‘paspor’ yang bagus (gelar suma
cum laude dan kredibilitas firma tempatnya bekerja). Lalu saya
meminta dia bicara ke atasannya untuk memberi kesempatan
untuk melakukan pekerjaan di luar kantor. Akhirnya karena
melihat kualifikasi klien saya yang juga bagus, atasannya
setuju dan mengizinkan dia untuk bergabung dengan tim yang
menangani kasus klien mereka (seperti merger perusahaan).
Dan dia merasa lebih senang walaupun dia harus siap bekerja
di luar bidang pekerjaannya.

Ternyata setelah ditelusuri dulu ketika SMA, dia lebih sering
dicurhatin temannya dan memberi solusi. Sebenarnya dulu
dia ingin memilih kuliah di jurusan psikologi tapi dia kemudian
memilih hukum atas dasar pertimbangan dari keluarganya”.

ZAMAN KREATIF
Ternyata zaman sudah bergeser. Bidang pekerjaan saat ini
makin luas dan bukan lagi didominasi pekerjaan mainstream

15 | Masa Depan Generasi Merdeka

Apa cita-citamu?

seperti dokter atau insinyur. Tapi sudah merambah ke ranah
bidang kreatif. Mulai dari musisi, blogger, koreografer, tari,
model, bahkan menjadi Youtuber menjadi salah satu cita-cita
favorit generasi milenial. Tampaknya para orang tua generasi
saya mau tak mau harus bersikap lebih open mind menerima
pilihan yang berbeda. Seperti kedua anak saya misalnya. Eda
memilih menjadi presenter dan penyiar radio. Sedangkan Nabil
menggeluti dunia musik dengan grup band-nya.

Awalnya memang tidak mudah bagi saya dan suami yang
dibesarkan dalam keluarga yang mengutamakan pendidikan

Pesan Coach Arif:

@arifsamil_

JANGAN TELAT YA!
Lakukan pendekatan

terhadap bakat
dan minat anak
sedini mungkin
agar menghindari
terjadinya ‘saljur’
(salah jurusan).

16 | Masa Depan Generasi Merdeka

formal. Saya pun paham betul filosofi bahwa buah tak jatuh
jauh dari pohonnya. Karena dunia kreatif sangat kental dalam
hidup saya, tak heran jika darah seni mengalir dalam diri
kedua anak saya. Apalagi beberapa tahun belakangan ini
perkembangan industri kreatif makin pesat. Bagi kami orang
tua, kebahagiaan anak-anak lebih penting karena akhirnya yang
akan menjalani hidup adalah mereka sendiri.

KEEP ON DREAMING. JIKA DIPERLUKAN,
Pahami dulu diri sendiri, mintalah bantuan
temukan minat dan
bakat yang kita miliki. seorang coach untuk
Buka wawasan seluas- memetakan jalur karier
luasnya tentang dunia
kerja di masa depan. dengan beragam
Biaya bukanlah kendala pilihan alternatif
untuk menggapai cita-
cita. Banyak jalan menuju pekerjaan.
Roma. Banyak jalan untuk
meraih tujuan karier yang
diinginkan.

17 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 1 Memahami Milenial

Memahami
Bab 1 Milenial

18 | Masa Depan Generasi Merdeka

“ADUH.. susah ya kerja bareng
sama anak zaman now!’

Begitu keluhan beberapa teman saya di
kantor. Sebagai sesama generasi baby
boomers, saya paham betul perasaan
mereka. ’Anak zaman now’ atau yang biasa dikenal
dengan genarasi milenial ini memang punya
karakter berbeda dengan generasi saya. Kalau dulu
kita lebih suka ngobrol akrab secara langsung
dengan teman. Sekarang anak-anak milenial lebih
asyik ngobrol dengan laptop atau handphone
mereka. Di kantor, perbedaan gaya kerja antara
senior dan junior juga kerap memicu konflik. Kalau
kita tidak bisa memahami mereka, tentunya akan
timbul banyak kesalahpahaman, baik di dalam
rumah maupun di dunia kerja.

Inilah yang membuat saya ingin
ngobrol banyak dengan Taufan
Akbari – pendiri Rumah Millenials,
sebuah komunitas bagi para milenial
untuk belajar, berkolaborasi dan
mengembangkan jejaring.

19 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 1 Memahami Milenial

SIAPA SIH GENERASI MILENIAL?
Menurut definisi ahli demografi William Straus & Neil Howem,
generasi milenial atau dikenal juga dengan Generasi Y adalah
anak-anak yang mereka yang lahir antara tahun 1982-2004
(kini berusia 18 — 40 tahun -red). Mereka lahir pada masa
transisi antara teknologi analog dan digital. Mereka sudah tidak
di bangku kuliah dan sedang meniti jenjang karier. Sedangkan
generasi di bawah mereka disebut generasi Z. Bedanya, Gen Z
tidak mengenal analog. Mereka adalah generasi digital murni
yang kadang disebut juga generasi centennial. Namun menurut
Taufan, milenial berarti anak muda, tidak terbatas tahun
lahirnya.

Di Indonesia dari jumlah total 255 juta penduduk
yang telah tercatat, terdapat 81 juta merupakan
generasi milenial atau berusia 17- 37 tahun. Hal ini
berarti Indonesia memiliki banyak calon pemimpin
masa depan untuk membangun bangsa ini.

sumber: rumahmillennials.com

CIRI-CIRI MILENIAL
Generasi Milenial memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan
dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka lahir pada saat
TV berwarna, handphone juga teknologi internet sudah mulai
hadir di tengah masyarakat. Menurut Taufan, ada beberapa
karakteristik yang menonjol dari Generasi Y ini:
1. Melek Teknologi: kebalikan dari generasi sebelumnya yang

cenderung ‘gaptek’ (gagap teknologi), generasi Y adalah
mereka yang sangat dekat dengan teknologi. Mereka
menggunakan teknologi dalam kesehariannya, mulai dari

20 | Masa Depan Generasi Merdeka

mencari informasi, berkomunikasi dan bahkan bertransaksi
(belanja). Kehadiran sosial media juga erat dikaitkan dengan
gaya hidup kaum milenial.

2. Akses tanpa batas: dengan bantuan internet, mereka
memiliki akses yang luas terhadap berbagai informasi
—baik politik, sosial dan budaya. Dulu, misalnya, hanya
orang-orang tertentu yang memiliki akses informasi
pendidikan tinggi jenjang S1, S2, atau S3 di dalam dan
luar negeri. Namun kini semua orang punya akses yang
sama. Mereka juga dapat memanfaatkan teknologi untuk
membangun jejaring sosial dan memungkinkan untuk
melakukan kerjasama dengan berbagai kalangan lintas
sektoral maupun lintas negara (istilah kekiniannya: menjalin
kolaborasi).

3. Kreativitas tak terbatas: Mereka memiliki kebebasan dalam
pola pikir, mengemukakan gagasan, dan mengeksplorasi
kreativitas mereka. Hal ini sangat didukung oleh adanya
teknologi dan media sosial. Tak heran jika kesempatan,
referensi, dan pilihan mereka menjadi tak terbatas. Kalau
dulu orang harus membuat presentasi karya lewat pameran
seni atau menyampaikan pendapat secara langsung tentang
suatu hal, maka dengan adanya media sosial semua aspirasi
dan kreativitas menjadi terbuka dan serba mudah.

4. Minat menjadi pebisnis (entrepreneurship) yang tinggi
— baik bagi mereka yang masih kuliah maupun sudah
bekerja. Bagi mereka, wirausaha sudah menjadi bagian
gaya hidup.‘Nggak bisnis, nggak keren’, begitu bahasa
kaum milenial. Sementara generasi terdahulu lebih memilih

21 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 1 Memahami Milenial

jalur karier yang memiliki gaji tetap dan jaminan masa tua.
Mereka cenderung bekerja di perusahaan atau instansi
pemerintahan seperti menjadi PNS. Selain itu ada juga
memilih jalur profesi sebagai dokter, akuntan, pengacara,
dll. Mereka yang menjadi wiraswasta biasanya karena sudah
punya bisnis yang turun-temurun dari keluarga. Mengingat
untuk membuka usaha di masa era generasi terdahulu
dibutuhkan modal yang cukup besar dan birokrasi yang
tidak mudah.

Berbeda dengan generasi milenial, bisnis menjadi ruang
ekspresi kreativitas. Mereka membutuhkan kemandirian dan
kebebasan untuk menyalurkan semua ide dan kreativitas,
dengan cara mereka sendiri tanpa harus dibatasi oleh
kepentingan organisasi.

5. Jago Multitasking. Bagi anak milenial, teknologi digital
mempermudah dan mempercepat
segalanya sehingga mereka
mampu multitasking
(melakukan banyak hal secara
bersamaan). Itulah mengapa
mereka bisa menjalankan
dua pekerjaan
sekaligus;
seeorang
profesional
sekaligus
wirausahawan.

22 | Masa Depan Generasi Merdeka

MILENIAL DAN DUNIA KERJA
Dilansir dari situs glints.com (salah satu situs perusahaan
multinasional yang bergerak di bidang rekrutmen dan
headhunter), anak milenial memiliki serangkaian kebiasaan
kerja yang unik dibandingkan dengan generasi terdahulu.
Dirangkum dari berbagai sumber seperti Forbes dan The
Balance Careers, berikut adalah beberapa ciri khas Milenial di
tempat kerja:
1. Idealis
Milenial sadar akan pentingnya corporate social

responsibility (CSR) alias tanggung jawab sosial
perusahaan. Mereka cenderung memilih perusahaan
yang CSR-nya sejalan dengan idealismenya. Apabila
merasa bahwa idealismenya sudah tidak sejalan
dengan perusahaan, mereka cenderung memilih untuk
meninggalkan perusahaan tersebut. Tak hanya itu, generasi
milenial juga lebih memilih untuk bekerja dengan bayaran
yang tidak terlalu tinggi, namun memiliki kontribusi yang
besar pada dunia.

2. Berpikiran terbuka
Milenial adalah generasi yang adaptif, karena mereka

memiliki pola pikir yang terbuka. Mereka cenderung
mengabaikan latar belakang perbedaan budaya, bahkan
nama almamater. Hal yang penting bagi Milenial adalah
kreativitas dan komunitas. Mereka senang bekerja sama
dengan orang lain dari lintas budaya, usia maupun bidang
keahlian demi mendapatkan hasil karya yang maksimal.

3. Ramah teknologi
Bukan rahasia lagi bahwa milenial di dunia kerja terampil

23 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 1 Memahami Milenial

dalam menggunakan teknologi. Milenial tumbuh
bersama dengan teknologi, sehingga cenderung senang
memanfaatkan teknologi di dunia kerja. Berkomunikasi
dengan bantuan internet, menggunakan komputer, serta
memanfaatkan ponsel pintar adalah hal yang lumrah.

4. Menyukai perubahan
Karena memiliki pikiran yang terbuka, generasi milenial di

dunia kerja juga menyukai perubahan yang ada. Mereka
sangat tertantang untuk mencoba hal baru dan lebih baik.
Oleh karena itu, generasi milenial di dunia kerja sering kali
dicap sebagai generasi “kutu loncat”. Maksudnya, mereka
sering kali berpindah kerja dalam waktu yang sangat
singkat. Tetapi di sisi lain, mereka menjadi generasi yang
memiliki banyak pengalaman di usia muda.

BEKERJA SAMA DENGAN MILENIAL
Di tempat kerja, para senior mungkin membatin, ‘Kenapa sih,
anak milenial langsung bertindak Tanpa bertanya dulu pada
kami, seniornya?’ Sementara, milenial justru berpikir, ‘Kok
saya dibiarkan jalan sendiri saja, sih? Kenapa senior tidak mau
membimbing?’

Asumsi seperti ini menurut Taufan, adalah toxic yang justru
dapat mempersulit untuk menciptakan hubungan yang sehat
di tempat kerja, bahkan kerap malah mengundang konflik.
“Kuncinya adalah komunikasi yang terbuka,” ungkap Taufan.
Anak muda sebenarnya hanya butuh didengar, difasilitasi dan
didukung. Sedangkan senior butuh dihormati, ditanya dan
dimintakan wisdom-nya.

24 | Masa Depan Generasi Merdeka

Komunikasi terbuka bisa dimulai oleh senior. Kalau senior

membuka ruang diskusi, mereka pasti akan membuka diri.

Namun jika senior sudah menjaga jarak dan gila hormat, jangan

harap mereka akan respek. Bagi milenial, respek itu bukan

given, melainkan earned. Senior tak bisa memaksa milenial

menghormati mereka. Mereka hanya memerlukan wisdom dari

seniornya. Itulah yang harus

diberikan senior saat bekerja Milenial itu…
dengan milenial.

Ada senior yang pelit 1 Generasi yang kreatif
menurunkan ilmu karena dan mampu melakukan
takut posisinya tergeser. multitasking dengan
Inilah stigma yang perlu kita menggunakan teknologi
dobrak. Senior sebaiknya digital.
paham bahwa setiap era pasti
berlanjut. Senior harus legowo 2 ‘Nggak bisnis, nggak
dan memiliki kedewasaan keren’ Mereka lebih senang
emosional untuk memberikan membuka usaha sendiri
tongkat estafet pada juniornya. karena dapat bebas
Mereka harus menyadari menyalurkan kreativitas dan
bahwa anak muda tidak mau bekerja dengan gaya mereka
merebut posisinya, tetapi sendiri
memerlukan petunjuk dan
wisdom agar tidak salah jalan. 3 Membutuhkan ruang
ekspresi untuk menyalurkan
ide dan ruang diskusi serta
komunikasi terbuka di

Dalam setiap perusahaan tempat kerja

atau organisasi, kepentingan

institusi itu harus lebih besar

dari kepentingan individu. Misalnya, klub sepakbola dengan

banyak pemain superstars belum tentu menjamin mereka

25 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 1 Memahami Milenial

menjuarai turnamen bergengsi. Jadi yang terpenting bukanlah
kualitas personal, tapi bagaimana kita bersatu sebagai sebuah
tim.

Teman-teman divisi Human Resource di perusahaan kini mulai
paham formulanya. Mereka menjalankan ‘proses pendampingan’
atau ‘mix group’ yang menggabungkan komposisi senior dan

TENTANG RUMAH MILLENIALS

Rumah Millennials (RM) berdiri Mereka tidak terlihat dan tidak
sejak 2017 diprakarsai oleh saling mengenal. Buat saya, ini tidak
Taufan Akbari, dosen dan Wakil keren,” kata Taufan.
Rektor 3 di London School of
Public Relations, Jakarta. Ia meraih Inilah yang memberi inspirasi
gelar doktor dari University of Taufan membangun RM sebagai
Sains Malaysia, jurusan Human suatu ekosistem di mana anak-anak
Resource Development (Youth muda dapat saling ‘mengintip’,
Leadership). Sebelum mendirikan menyemangati, bekerja sama, dan
RM, ia menginisiasi Hari Komunitas saling memberi manfaat. Seperti
Nasional pada 2013. tagline RM, Taufan ingin menjadikan
anak muda yang “berdaya, berkarya,
Alasan Taufan mendirikan RM dan bermakna”.
awalnya karena tergerak oleh
narasi gotong royong, kolaborasi, Berdaya berarti mereka sudah
dan perjuangan. “Dulu saya sering mengenal dirinya lahir batin,
bertemu dengan anak-anak muda mengenali kekuatan dan
potensial, hebat, dan merupakan kekurangannya, bisa berdiri dengan
pemimpin lokal. Namun mereka kaki sendiri, dan sudah tahu apa
berjalan sendiri-sendiri dan hanya yang mau mereka lakukan.
nyaman dengan lingkungan sendiri.

26 | Masa Depan Generasi Merdeka

milenial di suatu departemen agar yang muda mendapat
pengalaman dan yang tua memperoleh harapan.

Setiap organisasi atau perusahaan pasti juga memilliki kultur
sendiri, antara lain cara berpikir, bersikap, berperilaku, dan
bertutur kata. Kultur inilah yang harus disuntikkan pada generasi
milenial dengan proses internalisasi.

Setelah berdaya, biasanya anak tidak pintar sendiri. Ilmunya
muda ingin berkarya dan berbuat bermanfaat dan menyebar luas.
sesuatu untuk meninggalkan
jejak. Apa pun profesinya, baik “Kami memandang anak muda
wirausahawan, aktivis, penggerak sebagai subjek yang mampu
komunitas atau kreator konten, melakukan sesuatu. Bukan objek
mereka ingin memberikan dampak untuk dijadikan sesuatu. Karena
pada banyak orang. milenial adalah pelaku, bukan
target,” jelas Taufan. Anak muda
Setelah berdaya dan berkarya, mungkin belum berpengalaman,
barulah mereka bisa bermakna. tapi mereka punya harapan,
“Kami memimpikan anak-anak semangat kerja, serta cara pikir
muda Indonesia yang hidupnya yang bisa digabungkan akan
tidak untuk diri sendiri saja,” ujar menjadi kekuatan luar biasa.
Taufan. Jika perusahaan punya
Corporate Social Responsibility Taufan Akbari
(CSR), setiap individu punya
Personal Social Responsibility
(PSR). Generasi terdidik memiliki
tanggung jawab sosial untuk
mendidik orang lain. Jadi mereka

Ingin Bergabung? https://rumahmillennials.com/

27 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 1 Memahami Milenial

Perbedaan Antar Generasi

(sumber: learning.binus.ac.id)

Generasi Baby Boomers

Lahir antara tahun 1946-1964 (usia
saat ini sekitar 58-76 tahun). 
Karier: kalangan pejabat tinggi di
bidang politik dan ekonomi

Karakteristiki:
• Kompetitif
• Berorientasi pada prestasi kerja
• Berfokus pada karier
• Punya kepercayaan diri yang tinggi
• Tidak suka dikritik

Generasi X

Dikenal sebagai “Gen Bust”.
Lahir antara tahun 1965-1976.

Merupakan anak dari generasi baby
boomers yang menjadikan generasi X
sebagai The Latchkey Kids, yaitu anak-
anak yang merasa kesepian lantaran
ditinggal orang tuanya bekerja. 

28 | Masa Depan Generasi Merdeka

Generasi Y

Lahir di tahun 1977-1994 atau biasa
disebut sebagai generasi milenial.

Karakteristik:
• Punya rasa percaya diri tinggi dan

ambisius. Itu sebabnya angkatan ini
lebih mudah meraih kesuksesan di
usia muda. 
• Kreatif dan lebih terbuka dalam
menghadapi perubahan. 
• Jago teknologi alias tech-savvy. 
• Cenderung mudah mengalami stres,
depresi dan sulit beradaptasi dengan
orang lain (cenderung individualis).

Karakteristik:
• Mandiri, berorientasi pada work-life balance,

banyak akal, dan pandai beradaptasi.
• Karier: pekerja kantoran (sebagai karyawan

swasta/PNS) yang lebih terjamin masa
tuanya. Cenderung menunda pernikahan
dan memiliki anak

29 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 2 Inilah Wajah Generasi Merdeka Abad Ini

Bab 2 Inilah
Wajah
Generasi
Merdeka
Abad Ini

Rizki Triana

Founder & CEO @oemahetnik

Ufa Sofura

Penari, Koreografer, dan Pengajar Tari

Christabelle Marbun

Aktris dan Penulis Bestseller

Andira Utami

Dokter, Penyanyi, dan Composer

Trinity

Travel Writer

Fahrani

Model Internasional, Desainer Pawaka Eyewear,
dan Sound Healer

30 | Masa Depan Generasi Merdeka

Rizki Triana

Ufa Sofura

Trinity

Abelle

Andira Utami Fahrani

31 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 2 Inilah Wajah Generasi Merdeka Abad Ini

Rizki Triana

Founder & CEO @Oemahetnik

SaulnuMtBruaaeknnnOjyBaaredakrinkgah

CERITA RIZKI:
“Saya bukan berasal dari keluarga pebisnis. Ayah saya

seorang pegawai BUMN dan ibu adalah ibu rumah
tangga yang fokus mengurus anak dan urusan dapur.
Saya dilahirkan sebagai anak kembar, tentunya tugas
Ibu lumayan berat saat itu. Mengurus anak dan rumah
tangga dengan bujet terbatas dari Ayah. Berkaca dari

pengalaman Ibu, saya bertekad untuk bisa memiliki
penghasilan sendiri. Sekalipun nanti saya akan
menikah, saya ingin mandiri secara finansial.

32 | Masa Depan Generasi Merdeka

Rizki Triana

Blue Ora Kimono Outer
Pakaian Lokal Berkonsep Kain Tenun

33 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 2 Inilah Wajah Generasi Merdeka Abad Ini

Lulus SMA, saya diterima kuliah di Universitas Indonesia,
jurusan Komunikasi. Di luar aktivitas kampus, saya terus
melanjutkan misi untuk membuka bisnis dengan rajin mengikuti
berbagai seminar bisnis dan membaca buku-buku biografi para
tokoh sukses. Belajar dari praktisi bisnis itulah saya paham
bahwa bisnis itu sebuah proses yang memerlukan ketekunan
dan kerja keras. Setidaknya kita perlu melakoni suatu usaha
secara konsisten minimal 5 tahun hingga bisa berbuah hasil.
Jadi kalau saya berencana menikah di usia 25 tahun, artinya
saya harus memulai usaha sejak di bangku kuliah.

Perjalanan mempertemukan saya dengan Ibu Ayu Dyah
Pasha ketika mengikuti ajang pemilihan Puteri Batik Nusantara
(PBN) 2012. Beliau adalah penggagas PBN. Dari beliau saya
belajar banyak tentang batik. Awalnya saya menganggap
batik itu terkesan ‘jadul’ karena hanya dipakai orang-orang tua
dan digunakan dalam acara resmi. Saya juga melihat harga
batik yang bagus itu cukup tinggi sehingga tidak terjangkau
buat kantong anak muda. Setelah mengikuti ajang PBN
itu pendangan saya terhadap batik berubah. Saya mulai
memahami proses pembuatan batik, bertemu dengan para
pengrajin batik, hingga akhirnya saya melihat batik memiliki
nilai jual yang sangat tinggi. Inilah yang menginspirasi saya
untuk membuka ‘Oemah Etnik’ (OE) pada tahun 2013 dengan
mengedepankan koleksi pakaian ready to wear ‘kekinian’ yang
sesuai dengan selera dan kantong generasi milenial.

Dengan bermodalkan hanya 500 ribu rupiah, saya mulai
menjual pakaian batik ready to wear di berbagai pameran
dan secara online. Saya bukan seorang desainer, tetapi saya
pebisnis. Selama lima tahun pertama, saya rajin blusukan ke

34 | Masa Depan Generasi Merdeka

sentra-sentra pengrajin batik atau tenun di berbagai daerah.
Mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, hingga Bali untuk mencari
bahan baku produk yang berkualitas sekaligus mengajak
pengrajin sebagai mitra OE.

Dalam 2 tahun pertama, profit yang ada tidak saya ambil tapi
saya putarkan lagi. Intinya saya ingin bisnis OE berkembang
dulu. Seiring dengan berjalannya waktu dan makin tinggi
permintaan pelanggan, saya mulai membuka toko di beberapa
kota di Jawa dan Bali. Kenyataannya di lapangan, masih banyak
juga orang yang lebih nyaman membeli baju secara langsung.
Karena mereka ingin merasakan bahannya, mencobanya lebih
dulu sebelum membelinya.

Setelah menjalani bisnis OE selama 10 tahun, saya banyak
belajar. Sempat juga mengalami pasang-surut. Kalau gagal, tak
ada waktu untuk sedih berlama-lama. Kira harus belajar dari
kesalahan untuk bisa segera bangkit dan move on. Belajar dari
pengalaman bahwa kita tidak boleh hanya menggantungkan
pada satu bisnis saja. Harus ada variasi usaha lain. Saya
kemudian membuka bisnis baru yaitu penyewaaan studio foto
dan jasa logistik. Kedua bisnis inilah yang mampu menopang
bisnis OE untuk bisa tetap bertahan selama pandemi.

Bagi saya, bisnis OE berproses secara organik. Tujuan utama
saya membuka bisnis ini adalah untuk membantu pengrajin
lebih banyak. Jadi dengan berkolaborasi, saya berharap kita
akan berkembang bersama. End game-nya OE bisa menjadi
one stop shopping seperti H&M atau Zara yang menjual
berbagai produk curated ethnic fashion (mulai dari baju sampai
aksesori).”

35 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 2 Inilah Wajah Generasi Merdeka Abad Ini

STRATEGI MEMULAI BISNIS ONLINE

#1 Temukan Produk yang Unik (Unique Selling Point)
Hal pertama yang paling penting dalam memulai suatu bisnis
adalah produk. Menurut Kiki, kita bisa menjual produk yang
ada di sekitar kita. “Dulu saya mulai dengan menjual kain-kain
batik koleksi Ibu yang murah. Hasil jualnya dipakai untuk modal
produksi baju kecil-kecilan,” ungkap Kiki. Awalnya ia menjual
baju secara lusinan, lalu permintaan pun terus meningkat.

Setelah melalui proses trial and error, Kiki
mulai menemukan keunikan yang
menjadi daya jual produk OE (biasa
disebut Unique Selling Point). “Kami
berusaha menampilkan produk dengan
look ‘khas anak muda’ yang simpel dan
modern,” Kiki menjelaskan. Sementara
untuk menambah daya saing di pasaran,
OE memberikan added value berupa
free adjustment bagi pelanggan. Ini
adalah solusi yang ditawarkan untuk
menanggapi keluhan pelanggan online
yang sering merasa kurang pas dengan
ukuran baju yang dibelinya. Mereka
dapat mengembalikan barang dengan
memberikan koreksi ukuran yang
diinginkan tanpa dikenakan biaya.
“Dengan begitu, pelanggan merasa happy,
kami pun senang bisa memberikan produk
yang sesuai dengan keinginan pelanggan,”
ujar Kiki. Dalam digital marketing, kepuasan

36 | Masa Depan Generasi Merdeka

pelanggan sangat penting karena akan mempengaruhi
penilaian (rating) produk dan kredibilitas penjual.

#2 Tentukan Target Pasar
Sejak awal Kiki sudah menentukan target pasar OE adalah
wanita milenial (berusia 25 - 35 tahun) yang aktif, dinamis,
stylish dan mandiri secara finansial — baik itu wanita karier
atau ibu-ibu muda. Artinya mereka yang sudah punya
kebebasan dalam membeli produk untuk dirinya sendiri.
Pasar ini sangat dekat dengan Kiki sehingga lebih mudah

untuk memahami kebutuhan dan selera berpakaian
mereka. Tantangannya, menurut Kiki,
harus terus update dengan tren
dan mengembangkan kreativitas
produk.

#3 Strategi Pemasaran
Setelah tahu target pasarnya, akan
lebih mudah menentukan strategi
pemasarannya. Mengingat sasaran OE
adalah anak milenial yang sangat digital
minded, maka strategi pemasaran lebih
difokuskan pada digital marketing dengan
mengandalkan e-commerce (seperti
Tokopedia, Shopee, Zalora) dan sosial
media, mulai dari Instagram sampai TikTok.
Meskipun pasar online cukup besar, namun
OE juga melakukan pemasaran secara
offline dengan membuka toko di beberapa
kota di Pulau Jawa dan Bali. Karena menurut
Kiki, ada sebagian tipe pelanggan yang lebih suka

37 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 2 Inilah Wajah Generasi Merdeka Abad Ini

menyentuh, merasakan bahan dan mencoba baju sebelum
memutuskan untuk membeli.

#4 Punya Tujuan & Business Plan
Sebelum memulai suatu bisnis, kita perlu memiliki tujuan dan
perencanaan yang matang. Mulai dari persiapan produk sampai
pemasarannya. “Kalau tidak punya tujuan yang kuat, apabila
mengalami kendala di tengah jalan akan mudah goyah,” kata
Kiki.

Visi Kiki ke depan adalah OE bisa menjadi seperti H&M atau
Zara. “Kami ingin menjual retail fashion brand, bukan designer
brand,” jelas Kiki. Karena itu dibutuhkan kolaborasi dengan para
pengrajin. Setelah 10 tahun berjalan, saat ini OE sudah memiliki
3 toko di beberapa kota di Jawa dan Bali dengan menjual lini
fashion untuk wanita, pria, dan anak, serta koleksi aksesori
etnik.

#5 Mampu Beradaptasi
Ketika menghadapi pandemi tahun 2020, bisnis OE ikut
terdampak akibat adanya ‘lockdown’. Karena ruang gerak
orang ke luar rumah dibatasi, otomatis pengunjung toko OE
pun berkurang. Melihat kondisi ini Kiki pun cepat tanggap.
Ia mengubah strategi bisnis yang semula perbandingan
pasar online dan offline adalah 50:50 menjadi 80:20 (dengan
menutup beberapa toko).

Dari segi produksi pun juga dilakukan perubahan. Karena orang
lebih banyak di rumah, maka order pakaian ready to wear
menurun. Stok bahan baku menjadi menumpuk. Akhirnya Kiki
melihat peluang baru untuk membuat masker bandana (masker

38 | Masa Depan Generasi Merdeka

yang juga bisa dipakai sebagai bandana) dari kain perca atau
stok bahan yang ada.

Selain itu, momentum pandemi juga digunakan untuk
meluncurkan koleksi baru yaitu lounge wear (pakaian santai).
“Saat itu kami harus menyelesaikan produksi dalam waktu 7
hari, mulai dari bikin sampel sampai launching supaya tidak
ketinggalan momen,” kata Kiki. Ternyata produk ini cukup laku
di pasaran sehingga mampu menyelamatkan bisnis OE beserta
karyawannya.

#6 Riset dan Inovasi Produk
Meskipun bisnis rumahan, tetapi Kiki menjalankannya dengan
profesional. Salah satunya adalah melakukan riset sebelum
meluncurkan produk baru. Selain itu Kiki juga bekerja sama
dengan agency social media marketing untuk menganalisis
kebutuhan pasar. Ia dapat menentukan timing yang tepat
untuk meluncurkan produk baru. Contohnya ketika di tahun
2019 lalu Tokopedia mengadakan program khusus bagi para
UKM yang bergabung dengan mereka. Sebagai gebrakan baru,

“Kemampuan beradaptasi adalah suatu keharusan dalam
bisnis, terutama ketika masa pandemi. Beradaptasi bukan
hanya cara untuk bertahan saja, tetapi kita harus terus
mengembangkan diri.”

“Dari pengalaman saya belajar bahwa kita tidak bisa
hanya menggantungkan pada satu jenis bisnis saja. Jadi
harus ada variasi usaha.”

39 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 2 Inilah Wajah Generasi Merdeka Abad Ini

OE meluncurkan lini baru yaitu Men’s wear. “Ini diperoleh dari
hasil riset terhadap pelanggan. Kebutuhan terhadap pakaian
‘sarimbit’ (baju ‘kembaran’ untuk suami-istri dengan memakai
warna dan motif yang sama) cukup besar terutama untuk
menghadiri pesta atau foto keluarga saat Lebaran,”jelas Kiki.

#7 Pentingnya Teamwork & Kolaborasi
Awalnya Kiki mengaku dirinya seorang workaholic. Ia terbiasa
mengerjakan semua pekerjaan sendiri. Sampai pernah ada
di titik saya kelelahan sampai masuk rumah sakit. Akhirnya
setelah mengikuti suatu coaching bisnis, Kiki sadar bahwa
mengelola bisnis tidak bisa sendirian. Setelah itu Kiki mulai
belajar membangun tim, mendelegasikan pekerjaan, dan
melatih timnya untuk bisa mengerjakan tugasnya dengan lebih
baik.

Baru dua tahun terakhir,
Kiki memutuskan untuk
menggandeng partner
yang khusus menangani
urusan pemasaran.
Kebetulan partner-nya
ini adalah pelanggan OE
sehingga sudah sangat
paham dengan karakter
produk OE. “Bukan
hal mudah bagi saya,
karena saya harus belajar
melepaskan ego,” akunya.
Tapi setelah dijalani, ia
bisa bekerja lebih efisien

40 | Masa Depan Generasi Merdeka

dan mampu mencapai target yang lebih besar. “Dulu kami
membuat konsep koleksi setahun 3 kali. Sekarang kami sudah
bisa menentukan koleksi apa yang akan ditampilkan setiap hari,
dengan menganalisa tren market,” ujar Kiki.
Sekarang, Kiki pun membuka kolaborasi dengan para pengrajin
dan investor untuk mengembangkan lini-lini bisnis yang lain.
“Misi saya adalah membangun ekosistem sehingga bisnis saya
bisa menjadi saluran berkah buat banyak orang,” pungkas ibu
seorang puteri ini.

41 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 2 Inilah Wajah Generasi Merdeka Abad Ini

UFA SOFURA

Penari, Koreografer, dan
Pengajar Tari @ufasofura

MenHairdiuApkdualah

Tak mudah bagi seseorang untuk bisa
menghidupkan passion-nya sebagai profesi.
Apalagi jika passion kita berkaitan dengan dunia
seni. Butuh kemantapan niat, mental kuat dan

kerja keras untuk bisa meraih sukses.

Ufa Sofura pernah menimba ilmu melalui Urban
Dance Camp – Jerman, MDC Certificate Program
– Los Angeles, dan Dana Foglia Dance Intensive
Program – Los Angeles. Selain bidang tari, Ufa juga
terampil dan berpengalaman dalam public speaking dan
komunikasi. Ia memiliki gelar Sarjana Komunikasi dari
London School of Public Relations, Jakarta. Ia pernah
terpilih menjadi Juara Putri Berbakat di ajang Putra Putri
Batik Nusantara (PPBN) 2015. Saat ini ia aktif sebagai
penari, koreografer dan pengajar tari di Gigi Art of Dance.

42 | Masa Depan Generasi Merdeka

43 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 2 Inilah Wajah Generasi Merdeka Abad Ini

CERITA UFA:
“Sebenarnya saya baru tertarik pada dunia
tari pada usia yang sudah cukup besar,
17 tahun. Dulu saya sering menemani
kawan sebangku saya berlatih karena ia
mengambil ekstrakurikuler tari di sekolah.
Saya sendiri sebenarnya mengambil
ekskul paduan suara dan teater, tapi lama
kelamaan saya mulai ikut berlatih bersama
Si Kawan. Tak disangka, akhirnya malah
saya yang lebih aktif dan lanjut menari hingga sekarang.

Walaupun sudah hobi menari, awalnya saya tak terpikir untuk
menjadi penari profesional atau koreografer. Beberapa kali saya
menjuarai lomba tari, tapi saya menjalaninya hanya karena
senang dan sama sekali tidak memikirkan untung rugi. Sampai
akhirnya saya mendapatkan beasiswa untuk mengikuti Urban
Dance Camp di Jerman pada 2014. Urban Dance Camp adalah
camp tari internasional yang mengasah keterampilan dan
eksplorasi koreografi level advance. Di sinilah saya memutuskan
untuk menjadikan tari sebagai pilihan karier. Saya ingin
berkontribusi pada Indonesia dengan jalan menari.

Meskipun menguras tabungan pribadi dan agak gambling
karena harus meninggalkan pekerjaan sebagai pengajar dan
koreografer, tapi saya menganggapnya sebagai investasi
keterampilan. Terbukti, ketika kembali ke Indonesia, pintu-
pintu kesempatan dan pekerjaan tetap terbuka lebar. Banyak
yang ingin belajar tari pada saya, beberapa perusahaan dan
event organizer juga mengajak saya bekerja sama. Karier saya
semakin meningkat.

44 | Masa Depan Generasi Merdeka

Pengalaman di Jerman memacu saya pergi ke Amerika untuk
memperdalam ilmu tari. Saya berjumpa dengan teman-
teman dari berbagai negara, menyaksikan perbedaan cara
mereka berlatih serta keragaman menangkap koreografi
dan menyampaikan tarian. Saya juga bertekad membagikan
pengalaman selama di luar negeri pada murid-murid di
Indonesia agar mereka terinspirasi untuk memperluas ilmu di
luar negeri.”

Special Art Performance:
Salah satu karya koreografi paling berkesan bagi Ufa adalah
Dance Cinema yang dipertunjukkan di Galeri Indonesia Kaya.
Jika biasanya saya membuat koreografi untuk iklan atau film
dengan konsep yang didiskusikan bersama, Dance Cinema
adalah murni idealisme saya sendiri. Tari-tarian dalam
pertunjukan ini adalah hasil interpretasi saya terhadap 15—20
lagu soundtrack film Indonesia, antara lain Petualangan
Sherina, Mengejar Matahari, juga Si Doel Anak Sekolahan.
Walaupun lebih fokus menggeluti tari modern, tapi Ufa juga
tidak melupakan tari tradisional.

45 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 2 Inilah Wajah Generasi Merdeka Abad Ini

TANTANGAN:
Mengajak anak muda belajar menari
Menurut Ufa, sebagai pengajar, agak sulit mengajak anak muda
zaman sekarang untuk belajar tari klasik murni. Karena itu ia
coba memadukan antara tari klasik dan modern agar mereka
tetap mengenal dan menghargai tari tradisional Indonesia.

Situasi Pandemi
Pada 2020, sebelum pandemi terjadi, Ufa sebenarnya
berencana pergi ke beberapa daerah Indonesia untuk
memperdalam tarian tradisionalnya. “Saya ingin membuat
tari kreasi yang dapat menyampaikan pesan tertentu dengan
memasukkan unsur-unsur tarian daerah,” jelas Ufa.

Selain itu Ufa juga tetap berupaya mengajar tari secara online.
Di Gigi Art of Dance, tempatnya mengajar, membuka program
khusus #GAODnaridirumah selama masa pandemi. Memang
tidak mudah, karena untuk mengajar tari perlu ada interaksi
langsung agar ia dapat memastikan muridnya melakukan
gerakan yang benar. Tetapi ia cukup senang melihat murid-
muridnya bisa tetap aktif bergerak dan terus berlatih di rumah.

Nasionalisme
Tantangan lainnya adalah menghadapi pandangan orang
seakan menghakimi jika kita menampilkan tarian modern
dari luar negeri. “A dance is a dance,” kata Ufa. Tarian adalah
bahasa tubuh, sarana untuk menyampaikan aspirasi kita.
Seorang balerina bukan berarti tidak memiliki rasa nasionalisme
karena dianggap lebih mengedepankan budaya asing.
Sebaliknya justru ini menunjukkan bahwa Indonesia juga
memiliki penari potensial dengan keahlian level internasional.

46 | Masa Depan Generasi Merdeka

Ingin Menjadi Penari Profesional?
Ini syaratnya.

Memiliki fisik & mental kuat
Sebenarnya untuk menjadi penari profesional, kata Ufa,
tidak ada batasan usia atau penampilan fisik tertentu.
Hanya saja seorang penari harus memiliki ketahanan
fisik dan mental yang tinggi. karena dituntut untuk dapat
mengikuti latihan secara rutin dalam waktu tertentu,
terutama ketika persiapan tampil di sebuah pertunjukan.

Disiplin & tekun berlatih
Practice makes perfect. Begitu
kata pepatah. Tidak ada sesuatu
keberhasilan tanpa disertai usaha dan
kerja keras. Untuk dapat menampilkan
tarian yang prima, diperlukan disiplin
dan latihan rutin. “Dulu, saya latihan
setiap hari. Bahkan ketika mengikuti
program pendidikan tari, saya berlatih 10
jam per hari!” Kenang Ufa.

Memiliki jejaring yang luas
Dengan adanya jejaring, kita bisa memotivasi diri
terus menerus untuk menjadi penari yang lebih baik
lagi. Dari jejaring pula biasanya kita bisa mendapat
informasi tentang pekerjaan atau menjadi salah satu
cara mempromosikan talenta kita. Untuk itulah Ufa
menyarankan kepada para penari pemula untuk
bergabung dengan komunitas atau sekolah tari.

47 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 2 Inilah Wajah Generasi Merdeka Abad Ini

PROSPEK KARIER:
Dulu masyarakat menganggap bahwa menjadi seniman
(termasuk penari) masih dipandang sebelah mata dan dianggap
tidak punya masa depan cerah. “Saya sendiri merasakan
transisi saat profesi ini belum diapresiasi sebesar sekarang.
Sulit sekali menunjukkan bahwa penari ini suatu profesi yang
baik dan menjanjikan,” ujar wanita 33 tahun ini.

Namun saat ini kesempatan Dalam profesi apa
untuk sukses sudah terbuka lebar. pun, kita harus mulai
Prospek karier sebagai penari dan dari bawah. Kuncinya
koreografer di Indonesia sangat adalah mental kuat
bagus. Lihat saja, semakin banyak dan disiplin yang
film, iklan dan klip video yang tinggi untuk mencapai
melibatkan tari-tarian. Drama kesuksesan.
musikal juga berkembang. Dengan
berkembangnya bisnis panggung Tidak ada kata
hiburan, seperti konser live music terlambat untuk
membuka pula peluang karier para belajar menari. Yang
penari profesional. Sebut saja Eko penting lakukan
Supriyanto. Penari. koreografer, dengan sepenuh hati
dan dosen tari ini dikenal di dan konsisten berlatih,
mancanegara terutama setelah ia
sempat ditunjuk Madonna untuk A dance is a dance.
menjadi penata tari di konser Tarian adalah bahasa
dunianya. tubuh, sarana untuk
menyampaikan
Biasanya setelah memiliki jam aspirasi kita.
terbang tinggi sebagai penari,
karier mereka meningkat menjadi
koreografer. Selanjutnya ada yang

48 | Masa Depan Generasi Merdeka

membuka studio tari sendiri atau ada yang bergabung menjadi
pengajar di sekolah tari seperti yang dilakoni Ufa.
Jadi, jika sudah punya minat terhadap dunia tari, sebaiknya
bergabung ke dalam sekolah tari agar bisa lebih serius berlatih
dan mengembangkan kemampuan secara optimal. Selain
itu di sekolah tari juga mengajarkan kita untuk membentuk
postur tubuh proporsional, fleksibilitas, kedisiplinan, hingga
meningkatkan kepercayaan diri.
“Cita-cita saya adalah terus menari sampai tua,” ujar Ufa yang
kini didaulat sebagai duta sebuah international sports brand
terkemuka itu. Sekarang Ufa masih bisa membawakan tarian
energetik seperti street dance, hip hop atau kontemporer.
Namun bila nanti memasuki usia 50-an dan fisik tak sekuat
sekarang, ia ingimendalami genre lain seperti Latin atau
ballroom dance. “Intinya saya takkan pernah berhenti menari,”
kata Ufa mantap.

49 | Masa Depan Generasi Merdeka

Bab 2 Inilah Wajah Generasi Merdeka Abad Ini

BELAJAR TARI DIMANA?

Namarina

https://namarina.org/
Berdiri sejak 1956 oleh (almh)
Nanny Lubis, Namarina menjadi
salah satu pioner dan sekolah
balet tertua di Asia Tenggara.
Hingga kini, Namarina terus
mengembangkan tari balet, jazz,
dan senam kebugaran di dalam
negeri. Sekolah tari ini telah memiliki lebih dari 40 orang guru maupun
instruktur dengan total murid lebih dari 2.000 orang, 1 studio pusat, dan 6
studio cabang di area Jakarta.

Pada tahun 2006 NAMARINA mendirikan sebuah semi–professional dance
company,  Namarina Youth Dance (NYD), sebagai wadah bagi penari muda
berbakat, yang bercita-cita menjadikan profesi penari menjadi salah satu
profesi yang setara dengan profesi lainnya, dan bersama-sama mewujudkan
sebuah profesional dance company kebanggaan Indonesia.

Tak berbeda jauh dengan sekolah tari lainnya, Namarina juga memiliki
penyelenggaraan resital yang berkala. Bedanya, pementasan tari ini telah
menjadi bagian dari kurikulum pelajaran di Namarina. Dalam setahun,
Namarina menggelar 2 hingga 3 kali pementasan rutin. Siswa-siswanya juga
kerap memperoleh penghargaan dalam kompetisi tari, baik di dalam maupun
luar negeri.

United Dance Work (UDW)

@uniteddanceworks
Didirkan oleh Adhisty Juliani Kampono dan dan Yessy Hutabarat sejak
2003, United Dance Works (UDW) mengajarkan sejumlah genre tari
modern. Ada hiphop yang dinamis, belly dance yang didominasi gerakan
perut dan pinggul, street latin, tari pop modern, bodylicious, dan jazz. UDW
membuka academy class untuk mereka yang ingin belajar teknik menari
secara bertahap sampai ke level profesional dan open class yang lebih

50 | Masa Depan Generasi Merdeka


Click to View FlipBook Version