The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini berisi profil inovasi yang telah diterapkan di Kota Probolinggo yang berhasil didokumentasikan oleh Bappeda Litbang Kota Probolinggo selama tahun 2022

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anvapro2022, 2024-05-28 00:12:13

Profil Inovasi Kota Probolinggo

Buku ini berisi profil inovasi yang telah diterapkan di Kota Probolinggo yang berhasil didokumentasikan oleh Bappeda Litbang Kota Probolinggo selama tahun 2022

Keywords: Inovasi Daerah,Inovasi,Kota Probolinggo,Inovasi Kota Probolinggo

SAMBUTAN KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, nikmat, dan petunjuk-Nya, sehingga Buku Profil Inovasi Daerah 2022 ini dapat diselesaikan. Sesuai dengan Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, inovasi diperlukan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Selanjutnya, berdasarkan PP No 38 Tahun 2017, Kementerian Dalam Negeri melakukan penilaian terhadap daerah yang melaksanakan inovasi. Penilaian tersebut dilakukan melalui pengisian Indeks Inovasi Daerah yang berlangsung setiap tahun. Karena itu, melalui buku ini, Bappeda Litbang Kota Probolinggo menghadirkan inovasi-inovasi dari kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat yang telah dilaporkan dalam Indeks Inovasi Daerah tahun 2022. Selain itu, dihadirkan pula panduan mengenai tata cara penyelenggaraan inovasi daerah yang dikemas sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami dan diterapkan. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat untuk menumbuhkembangkan inovasi daerah di Kota Probolinggo Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh KEPALA BAPPEDA LITBANG KOTA PROBOLINGGO Drs. Tartib Goenawan M.Si


DAFTAR ISI Kata Pengantar .............................................................................................................. 1 Daftar Isi ......................................................................................................................... 2 Pedoman Penyelenggaraan Inovasi Daerah ................................................................ 3 Inovasi Pelayanan Publik ............................................................................................ 15 Inovasi Tata Kelola Pemerintah.................................................................................. 75 Inovasi Lainnya............................................................................................................. 83


1. Nama Inovasi: SI IJOL (Sistem Inovasi Ijazah Online) OPD: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Inovasi ini dibuat karena seringnya terjadi kasus penahanan ijazah, kesalahan penulisan pada ijazah dan ketiadaan data penelusuran lulusan. Selama ini penanganan kasus ini membutuhlan prosedur panjang, lama dan verifikasi yang tidak akurat, karena itu dibangun sistem informasi ijazah online atau Si Ijol. Aplikasi Si Ijol merupakan inovasi berbasis website dan mobile android yang dikembangkan oleh Siti Romlah. Inovasi ini telah dimanfaatkan 10 SMP Negeri, 20SMP Swasta, 75 SD Negeri, dan 11 SD Swasta pada lima kecamatan di Kota Probolinggo. Manfaat Inovasi Si Ijol Sebanyak 19.886 ijazah jenjang SD dan SMP telah terproses melalui sistem sampai dengan tanggal 6 April 2022. Sebanyak 14 siswa yang kehilangan ijazah dapat diproses melalui sistem dengan inovasi SI IJOL. Sebanyak 1 siswa yang kerusakan ijazah dapat diproses melalui sistem dengan inovasi SI IJOL. Sebanyak 48 siswa yang kesalahan dalam penulisan ijazah dapat diperbaiki melalui sistem dengan inovasi SI IJOL. Adanya perubahan layanan sebelum dan sesudah adanya inovasi SI IJOL menjadi lebih sitematis, mudah dan cepat. Dampak Inovasi Si Ijol Sebanyak 19.886 ijazah jenjang SD dan SMP telah terproses melalui sistem sampai dengan tanggal 6 April 2022.


Sebanyak 14 siswa yang kehilangan ijazah dapat diproses melalui sistem dengan inovasi SI IJOL. Sebanyak 1 siswa yang kerusakan ijazah dapat diproses melalui sistem dengan inovasi SI IJOL. Sebanyak 48 siswa yang kesalahan dalam penulisan ijazah dapat diperbaiki melalui sistem dengan inovasi SI IJOL. Adanya perubahan layanan sebelum dan sesudah adanya inovasi SI IJOL menjadi lebih sitematis, mudah dan cepat sebagaimana Gambar 1 berikut. 2. Nama Inovasi: Handal PIRT UMKM (Hanya dari Rumah Sudah Dapat Layanan PIRT untuk UMKM) OPD: Dinas Kesehatan, UPTD Puskesmas Ketapang Izin PIRT atau yang lebih dikenal dengan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tanggah (SPP-IRT) merupakan jaminan tertulis yang diberikan oleh Bupati/Walikota melalui Dinas Kesehatan terhadap hasil produksi Industri Rumah Tangga yang memenuhi syarat dan standar keamanan tertentu dalam rangka produksi dan peredaran produk pangan. Izin tersebut bisa jadi penjamin dan barang bukti bahwa produk pelaku UMKM layak dan aman dikonsumsi. Dengan SPP-IRT, pelaku UMKM bisa dengan tenang memproduksi produk dan menjualnya secara luas. Inovator Sulistyo Triantono Putro bersama penerima layanan inovasi Karena itu UPTD Puskesmas Ketapang melalui sanitarian Sulistyo Triantono Putro menciptakan inovasi HANDAL PIRT UMKM yaitu Inovasi Layanan “Jemput Bola” Petugas Sanitarian Puskesmas Ketapang untuk percepatan layanan pendataan, pembinaan dan


pengurusan Sertifikat PIRT di wilayah Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Manfaat Inovasi Handal PIRT UMKM Pelaku/PIRT-UMKM didatangi langsung Petugas Sanitarian Puskesmas Ketapang dengan sistem “Jemput Bola”, sehingga alur birokrasi yang panjang terpangkas. Pelaku/PIRTUMKM mendapat layanan pendataan, pembinaan dan pengurusan sertifikat PIRT hanya dari rumah, Petugas Sanitarian Puskesmas Ketapang memasukkan data melalui https://oss.go.id Pelaku/PIRT-UMKM mendapat bimbingan lagsung dari Petugas Sanitarian Puskesmas Ketapang, lokasi pelaku/PIRT-UMKM di masukkan ke Google Earth sehingga lebih valid, mudah dan cepat. Pelaku/PIRTUMKM tidak perlu keluar rumah/tempat usahanya, kelengkapan data pelaku/PIRT-UMKM cukup dikirim melaui WhatsApp. Seluruh proses pendataan, pembinaan dan pengurusan PIRT tidak


dikenakan biaya apapun (GRATIS), sehingga lebih efektif dan efisien. Dampak Inovasi Handal PIRT UMKM Inovasi HANDAL PIRT-UMKM dengan Layanan “Jemput Bola” berdampak signifikan terutama pada kelompok PIRTUMKM. Jumlah UMKM di wilayah Kecamatan Kademangan yang telah mendapatkan izin PIRT pada tahun 2019 sebanyak 31 PIRT, tahun 2020 sebanyak 45 PIRT, tahun 2021 sebanyak 50 PIRT dan pada triwulan I tahun 2022 (selama 3 bulan) sudah mencapai sebanyak 30 PIRT. Terjadi peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 285,71%. Peningkatan ini dikarenakan Petugas Sanitarian melakukan Layanan “Jemput Bola” dengan datang langsung ke rumah pelaku/PIRT-UMKM yang sekaligus memasukkan data ditempat itu juga melalui aplikasi SPP-IRT yang terintegrasi dengan OSS (One Single Submission) di https://oss.go.id. Saat ini, pelaku/PIRT-UMKM di wilayah Kecamatan Kademangan telah berjalan lebih baik melalui pendirian Kelompok UKM Kademangan Bangkit (KUKB), aktif mencari PIRT-UMKM melalui kunjungan rumah ke rumah. 3. Nama Inovasi: PORTAL EMAS (Probolinggo Smart Digital Melayani Masyarakat) OPD: Dinas Komunikasi dan Informatika Tuntutan terhadap peningkatan pelayanan publik yang baik dan memuaskan kepada masyarakat menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Pemerintah harus dapat mengubah pelayanan publik yang buruk menjadi lebih baik. Pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat juga dinilai belum efektif dan efisien. Untuk dapat mengakses pelayanan, masyarakat harus datang ke suatu instansi pemerintah tertentu. Tampilan Portal Emas di App Store Hal ini tentunya membuat pelayanan membutuhkan waktu yang lama dan tentunya biaya yang besar. Dengan pelayanan yang


masih mengandalkan tatap muka ini juga menjadikan masyarakat harus datang ke instansi lebih dari satu kali ketika syarat dan prosedur belum lengkap. Karena itu Pemkot Probolinggo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memanfaatkan teknologi informasi agar dapat menjadi solusi dalam masalah pelayanan publik melalui inovasi Portal Emas. Sebuah layanan aplikasi berbasis website dan android untuk pengurusan dokumen kependudukan hingga perizinan yang dibutuhkan masyarakat. Merupakan aplikasi pemrosesan permohonan yang digunakan oleh kelurahan, kecamatan dan dinas terkait secara realtime dan diakses secara online. Aplikasi Protal Emas Layanan Kelurahan Kecamatan adalah terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu berbasis Mobile (Android) dan berbasis Web. PORTAL EMAS Berbasis Mobile (Android) ini aplikasi pelayanan administrasi terpadu kecamatan, yang terbagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu : 1. Aplikasi Khusus Warga/Pemohon 2. Aplikasi Khusus RT/RW 3. Aplikasi Khusus Pegawai Yang terkoneksi dengan server yang ada di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Probolinggo. PORTAL EMAS Berbasis Web (Webbase) merupakan aplikasi pemrosesan permohonan yang digunakan oleh kelurahan, kecamatan dan dinas terkait secara realtime dan diakses secara online menggunakan Manfaat Inovasi Portal Emas Mempercepat pelayanan; Menghemat waktu dan memudahkan masyarakat; Tandatangan tidak bisa dipalsukan; Berkas sudah dalam bentuk softcopy (paperless); Launching Aplikasi Portal Emas oleh Walikota Probolinggo Kebaruan Inovasi Portal Emas - Tarik NIK Otomatis - Tandatangan sudah elektronik (TTE) - File sudah dalam bentuk softcopy - QR Code untuk TTE dan file sofcopy dokumen.


4. Nama Inovasi: Kartu Pemantauan Terapi Obat (PTO) OPD: Dinas Kesehatan, UPTD Puskesmas Jati Terjadi kelebihan pemakaian obat di Puskesmas Jati pada pasien penyakit kronis. Setelah dilakukan observasi pada pasien penderita penyakit kronis pada bulan Januari 2021 dan disimpulkan bahwa kelebihan pemakaian obat dikarenakan adanya ketidakpatuhan waktu kontrol pada pasien penderita penyakit kronis . Dimana sebagian besar pasien berkunjung lebih awal dari waktu kontrol yang telah ditentukan, sehingga terdapat penumpukan obat pada pasien tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada bulan Februari 2021 diujicobakan Kartu Pemantauan Terapi Obat pada pasien penderita penyakit kronis untuk memastikan pasien yang berkunjung telah mematuhi waktu kontrol yang telah ditentukan sehingga tidak terjadi penumpukan obat pada pasien sehingga perhitungan pemakaian obat untuk terapi pasien penderita penyakit kronis menjadi lebih efisien. Manfaat Inovasi Kartu PTO Terjadi penurunan angka pemakaian obat untuk terapi pasien penderita penyakit kronis yang melebihi perhitungan kebutuhan Efisiensi anggaran pembelanjaan obat Memudahkan petugas farmasi dalam mengontrol penggunaan obat pada terapi penyakit kronis Dampak Inovasi Kartu PTO Dengan menerapkan Kartu Pemantauan Terapi Obat, pada tahun 2021 terjadi penurunan yang signifikan pada kelebihan pemakaian obat untuk terapi pasien


penderita penyakit kronis hingga 11,6%. Dimana kelebihan pemakaian obat di tahun 2020 sebesar 14 % menjadi hanya 2,4 % di tahun 2021. Pada tahun 2021, perencanaan pemakaian obat penyakit kronis sebesar 34.200 tablet untuk masing-masing obat antihipertensi dan antidiabetes dengan total 68.400 tablet, sedangkan realisasi pemakaian obat sebesar 34.982 tablet obat antihipertensi dan 35.068 tablet obat antidiabetes dengan total 70.050. Total kelebihan pemakaian obat ditahun 2021 adalah sebesar 1650 tablet atau sebesar 2,4 % dengan rincian sebagai berikut: Kelebihan pemakaian tablet obat antihipertensi sebanyak 782 tablet Kelebihan pemakaian tablet obat antidiabetes sebanyak 868 tablet 5. Inovasi Podcast Ngopi OPD: Kecamatan Kanigaran Fenomena mendengarkan dan melihat Podcast telah menjadi rutinitas bagi masyarakat masa kini. Podcast merupakan media berbasis siaran yang diakses menggunakan internet dengan harapan penyampaian informasi dapat diterima sebaik baiknya oleh masyarakat. Sebagai salah satu instansi pemerintah yang bergerak dibidang pelayanan publik, Kecamatan Kanigaran mempunyai 6 kelurahan yang didalamnya terdapat berbagai data dan informasi ( potensi lokal dan UMKM ) yang dapat diakses oleh warga. Tim Kreatif Podcast Ngopi Keberadaan Podcast NGOPI dirasa sangat membantu dalam penyampaian data, informasi dan pengetahuan khususnya pelaku UMKM di Kecamaan Kanigaran. Podcast NGOPI ( Ngobrol Pintar ) adalah salah satu inovasi pelayanan publik melalui media sosial yang dimiliki kecamatan Kanigaran dengan mempunyai tujuan 4 indikator yaitu Promosi, Edukasi Publikasi, Informasi yang diharapkan mampu memberikan sebuah data, informasi dan pengetahuan secara jelas dan transparan bagi masyarakat. Sejauh ini, keberadaan Podcast NGOPI ini memberikan


dampak yang sangat positif bagi warga kecamatan Kanigaran khususnya bagi para pelaku UMKM untuk dapat mempromosikan produk unggulannya dan mengembangkan potensi lokal daerah. Manfaat Inovasi Podcast NGOPI Publik Masyarakat mendapatkan sebuah data, informasi dan pengetahuan secara jelas karena langsung didatangkan nara sumber yang berkompeten; Pelaku UMKM dan pelaku kesenian diberikan ruang seluas luasnya dalam penyampaian promosi dan publikasi terkait produk/ potensi daerah yang dikembangkan; Memberikan tempat klarifikasi isu permasalahan yang dihadapi warga. Kecamatan Kanigaran Masyarakat mengetahui terkait program Podcast NGOPI; Informasi terkait Kecamatan Kanigaran dapat di akses dimedia sosial seluruh dunia; Penghimpunan data terkait potensi lokal menjadi lebih mudah; Penyampaian data dan informasi lebih akurat karena mendatangkan nara sumber yang berkompeten; Penyampaian promosi pelaku usaha lebih terarah sesuai perkembangan era digitalisasi. Dampak Inovasi Podcast Ngopi Adanya peningkatan jumlah pengunjung/ viewer dan subcriber di akun media sosial youtube salam channel kecamatan kanigaran; Adanya peningkatan jumlah jam tayang di akun media sosial yang berdampak pada peningkatan data, informasi dan pengetahuan yang disampaikan; Adanya peningkatan jumlah interaksi warga terkait materi konten yang di posting; Adanya peningkatan permintaan untuk menjadi nara sumber terkait publikasi dan informasi oleh pelaku UMKM dan pelaku kesenian.


6. Inovasi Klinik Sultan OPD: Inspektorat Kota Probolinggo Klinik Sultan yaitu Klinik Konsultasi dan Pengaduan yang di gagas oleh Inspktorat Kota Probolinggo yang bertujuan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan pengendalian internal adalah efektivitas peran aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Dengan adanya klinik sultan ini, setiap ASN bisa datang ke inspektorat untuk melakukan konsultasi mengenai permasalahan yang dihadapinya. Manfaat Inovasi Klinik Sultan Adanya kemudahan bagi OPD di lingkungan pemerintah kota probolinggo untuk melakukan komunikasi dan kordinasi untuk mendapatkan solusi atas permasalahannya. OPD segera mendapatkan solusi atas permasalahan tupoksi nya tanpa harus menunggu jadwal kegiatan audit dari inspektorat Kota Probolinggo. OPD berubah dari obyek audit menjadi subyek audit yang diharapkan lebih aktif dalam memanfaatkan layanan ketika menghadapi permasalahan guna dikonsultasikan; Dampak Inovasi Klinik Sultan Bagi inspektorat (APIP) inovasi ini dapat meningkatkan kapabilitas yang berguna dalam pemeringkatan atau leveling APIPKeberadaan klinik sultan ini maka berbagai potensi permasalahan dalam penyelenggaraan kegiatan bisa ditekan. Sehingga terwujud pemerintahan yang baik dan bisa memberikan pelayanan secara maksimal serta tidak terjadi lagi tindak korupsi. Selain itu kegiatan pengawasan dilakukan dua arah berbeda dengan laporan


atau pengawasan yang biasanya hanya bersifat satu arah saja keberadaan klinik sultan ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh pegawai di lingkungan pemerintah Kota Probolinggo. 7. SISITUR (Sistem Informasi Infrastruktuur) Selama ini ketersediaan data pembangunan infrastruktur masih belum optimal dikarenakan belum adanya pengelolaan data secara terintegrasi. Data yang diperlukan masih tersebar. Data pembangunan infrastruktur meliputi data di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, perhubungan, perumahan dan kawasan permukiman, lingkungan hidup dan penanganan bencana daerah. Tampilan aplikasi web, Sisitur Data-data yang digunakan dalam kegiatan perencanaan di Bappeda Litbang kebanyakan bersumber dari Kota Probolinggo dalam angka yang terbatas. Seperti data jalan, hanya berdasarkan kondisi jalan, jalan menurut kewenangannya, jalan menurut kelas jalan dan jalan menurut jenis permukaannya. Sementara data terkait infrastruktur lainnya masih belum terdokumentasikan dalam suatu dokumen. Dengan kondisi pengelolaan data infrastruktur yang belum terdokumentasikan dalam sebuah sistem informasi, ketersediaan data yang belum optimal, serta masih tersebarnya berbagai jenis data infrastruktur pada berbagai sumber, maka diperlukan adanya pengintegrasian data infrastruktur yang memudahkan dalam pencarian dan pemanfaatan data untuk perencanaan pembangunan infrastruktur melalui Sistem Informasi Infrastruktur ‘SISITUR”. Dengan adanya SISITUR ini, maka diharapkan dapat mendukung proses perencanaan pembangunan infrastruktur di Kota Probolinggo. Manfaat Inovasi SISITUR Tersusunnya standar operasional pengelolaan data infrastruktur Terbangunnya Sisitur (Sistem Informasi Infrastruktur)


Terbentuknya Satuan Tugas Data Infrastruktur di masing-masing OPD 8. SIMPEG (Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian) OPD: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Profesionalitas Aparatur Sipil Negara merupakan kunci keberhasilan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Oleh karena itu, guna mengetahui tingkat profesionalitas ASN, maka diperlukan pengukuran Indeks Profesionalitas ASN guna melihat kesesuaian kualifikasi, tingkat kinerja, kompetensi, dan kedisiplinan ASN dalam melaksanakan tugas jabatan. Seiring dengan tuntutan akan kebutuhan data dan informasi kepegawaian yang lengkap, valid, akurat, real time, up to date, berkualitas, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, maka Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Probolinggo mengembangkan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang berbasis web untuk mengukur Indeks Profesionalitas ASN untuk mendukung pelaksanaan pengelolaan pelayanan administrasi kepegawaian dan menunjang pengambilan keputusan dalam manajemen kepegawaian Sumber Daya Manusia Aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Manfaat Inovasi SIMPEG Memutakhirkan secara rutin data dan informasi kepegawaian, khususnya yang terkait dengan Dimensi Kualifikasi; Menyusun Kebutuhan Pegawai ASN secara lebih matang untuk proses pengadaan pegawai maupun proses pembinaan dan pengembangan pola karier (peningkatan pendidikan, promosi, mutasi, dan demosi) dalam jangka pendek, yaitu untuk kurun waktu 2 (dua) tahun ke depan. Melaksanakan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja sesuai dengan rencana pemenuhan kebutuhan ASN jangka menengah, yaitu untuk kurun


waktu 5 tahun ke depan dan program prioritas pembangunan, serta selaras dengan kinerja utama; Tampilan profil pegawai dalam SIMPEG Menyusun Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara secara lebih matang untuk proses pengadaan pegawai maupun proses pembinaan dan pengembangan pola karier (peningkatan pendidikan, promosi, mutasi, dan demosi) dalam jangka menengah, yaitu untuk kurun waktu 5 tahun ke depan sesuai dengan komposisi kelembagaan yang baru; 9. Inovasi TANGGO VANILA (Pendaftaran Anggota Via Online Aja) OPD: Dinas Perpustakaan dan Arsip Di awal pandemi tahun 2020 silam hampir semua perpustakaan menutup layanannya mengikuti anjuran Pemerintah Pusat agar melaksanakan pembatasan kegiatan sosial. Dampak dari adanya pembatasan sosial ini berdampak pada keberlangsungan kegiatan perpustakaan, di mana kegiatan utama perpustakaan berinteraksi langsung dengan pemustaka. Perpustakaan Umum Kota Probolinggo merupakan salah satu instansi yang terkena dampak pandemi Covid-19. Sejak pandemi COVID-19 dan adanya pembatasan kegiatan masyarakat, Perpustakaan Umum Kota Probolinggo berupaya agar tetap bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam inovasi ini, pemustaka mendapat layanan dari perpustakaan tanpa harus datang ke perpustakaan. Inovasi tersebut adalah “TANGGO VANILA” (Pendaftaran Anggota Via Online Aja). Inovasi


TANGGO VANILA memanfaatkan sistem otomasi Inlislite dan aplikasi Whatsapp untuk melakukan pelayanan pendaftaran anggota baru perpustakaan. Melalui layanan ini, pemustaka dapat mendaftarkan dirinya untuk menjadi anggota perpustakaan hanya dengan menghubungi admin Perpustakaan Umum Kota Probolinggo melalui Whatsapp. Dalam memberikan layanan tersebut, tentunya tetap ada ketentuan yang berlaku diantaranya: (1) hanya dilayani selama hari dan jam layanan berlangsung, (2) layanan pendaftaran anggota baru, saat ini masih terbatas bagi warga yang berdomisili dan beridentitas Kota Probolinggo. Manfaat Inovasi Tanggo Vanila 1. Memudahkan masyarakat dalam melakukan pendaftaran anggota; 2. Memudahkan masyarakat dalam melakukan peminjaman buku. Dampak Inovasi Tanggo Vanila Kemudahan dalam melakukan pendaftaran anggota baru melalui Whatsapp, dan dengan ketentuan yang berlaku, berdasarkan data laporan anggota untuk jumlah anggota Perpustakaan Umum Kota Probolinggo mengalami peningkatan. Pada tahun 2019 jumlah pendaftar sebanyak 274 orang, dan tahun 2020 sebanyak 1.142 orang. Rencana selanjutnya yang akan dilakukan oleh pihak Perpustakaan Umum Kota Probolinggo dengan meng-online kan aplikasi manajemen perpustakaan (inlislite), khususnya menu DAFTAR ANGGOTA, sehingga pemustaka dapat melakukan pendaftaran anggota secara mandiri. 10. Inovasi Jangan Manisa (Perpanjangan Peminjaman Lewat WhatsApp) OPD: Dinas Perpustakaan dan Arsip Perpustakaan Umum Kota Probolinggo memanfaatkan aplikasi Whatsapp karena merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan oleh mayoritas masyarakat di Indonesia. Aplikasi Whatsapp dimanfaatkan sebagai media komunikasi antara pustakawan dengan pemustaka.. Selain itu, aplikasi Whatsapp digunakan sebagai media pelayanan perpanjangan peminjaman. Layanan perpanjangan peminjaman ini merupakan salah satu inovasi Perpustakaan Umum Kota Probolinggo yang diberi nama “JANGAN MANISA” (Perpanjangan peminjaman Lewat Whatsapp).


Melalui inovasi ini, pemustaka diharapkan dapat melakukan perpanjangan peminjaman tanpa harus datang ke perpustakaan. Dengan ketentuan: (1) hanya dilayani selama hari dan jam layanan berlangsung, (2) layanan perpanjangan peminjaman dilayani apabila koleksi yang dipinjam belum melewati jatuh tempo pengembalian, serta layanan perpanjangan peminjaman dapat dilakukan maksimal 2 kali perpanjangan untuk setiap koleksi yang dipinjam. 11. Inovasi Nasi Walangku (Layanan Siap Bawa Pulang Buku) OPD: Dinas Perpustakaan dan Arsip Inovasi “NASI WALANGKU” (Layanan Siap Bawa Pulang Buku). NASI WALANGKU diadaptasi dengan memanfaatkan aplikasi Whatsapp untuk memudahkan pustakawan berkomunikasi dengan pemustaka. Sama halnya dengan sistem layanan tertutup, pemustaka dapat menanyakan koleksi yang dibutuhkan dengan menginformasikan buku apa yang dibutuhkan kemudian pemustaka dapat mengambil buku tersebut ke perpustakaan atau mengirim kurir untuk mengambil buku tersebut dengan biaya ditanggung pemustaka. NASI WALANGKU lebih diperuntukkan kepada pemustaka yang berhalangan datang ke perpustakaan untuk melakukan peminjaman. Dalam memberikan layanan tersebut, tentunya tetap ada ketentuan yang berlaku. Ketentuan tersebut diantaranya, hanya dilayani selama hari dan jam layanan berlangsung, serta


diperuntukkan bagi pemustaka yang sudah terdaftar sebagai anggota Perpustakaan Umum Kota Probolinggo. Pemustaka dalam melakukan peminjaman hanya dibatasi 2 (dua) eksemplar dengan lama peminjaman selama 1 (satu) minggu. Diharapkan pemustaka yang akan meminjam buku, dapat menginformasikan kapan buku tersebut akan diambil agar dapat diproses peminjaman. Karena apabila buku tersebut telah diproses peminjaman dan belum diambil, akan mengurangi masa peminjaman yang telah berjalan. Manfaat Inovasi Nasi Walangku Memudahkan masyarakat dalam melakukan peminjaman buku. Memudahkan masyarakat dalam menikmati layanan perpustakaan Keberlanjutan Inovasi Nasi Walangku Rencana selanjutnya yang akan dilakukan oleh pihak Perpustakaan Umum Kota Probolinggo apabila didukung dengan anggaran yang memadai adalah dengan meng-online kan katalog Perpustakaan Umum Kota Probolinggo, sehingga pemustaka dapat mengakses dan memilih sendiri koleksi yang dibutuhkan dari mana saja (di luar gedung Perpustakaan), untuk selanjutnya dapat menghubungi admin Whatsapp via chat setelah menemukan koleksi yang dibutuhkan. Agar petugas dapat mengecek dan mengambil koleksi tersebut di rak, kemudian dilakukan proses peminjaman. 12. Inovasi Automatic and Moblie Unloading Ramp yang CAAKEB (Cepat, Akurat, Aman, Kesrawan, Efisien dan Berkualitas) OPD: Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Probolinggo merupakan wilayah perkotaan yang mempunyai tingkat konsumsi daging yang cukup tinggi. Daging yang beredar di Kota Probolinggo berasal dari pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Probolinggo yang memotong 6


ekor sapi per hari yang setara dengan 1.500 ton daging. Sebelum inovasi ini dimulai di UPT RPH Kota Probolinggo, menurut laporan pemotongan sapi Tahun 2014 dan Trisemester I Tahun 2015 kasus sapi yang mengalami pincang, luka dan memar sebanyak 1.970 ekor yang terjadi saat menurunkan sapi dari alat pengangkut sehingga sapi mengalami stress saat Unloading dan ini mempengaruhi kualitas daging yang dihasilkan. Permasalahan tersebut menyebabkan perlunya inovasi sehingga tercipta konsep Automatic and Mobile Unloading Ramp. Atau alat untuk menaik/ turunakn sapi secara otomatis. Manfaat Inovasi Automatic and Moblie Unloading Ramp yang CAAKEB Pemeriksaan Ante-Mortem yang lebih cepat. Keamanan petugas RPH dan sapi yang lebih terjaga. Nilai berat badan sapi yang lebih akurat. Kesejahteraan hewan (kesrawan) lebih optimal diterapkan sehingga sapi tidak stres. Kinerja petugas yang lebih efisien. Daging yang dihasilkan lebih berkualitas. 13. Inovasi Setetes MOL, Sejuta Kehidupan OPD: Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kebiasaan petani dalam penggunaan pupuk dan pestisida kimia selama bertahun – tahun menyebabkan lahan pertanian menjadi tidak sehat. Secara umum hal ini akan berdampak timbulnya ketidakseimbangan ekosistem lahan pertanian. Populasi serta serangan hama dan penyakit meningkat yang juga disebabkan oleh penggunaan pestisida kimia berlebihan sehingga hama dan penyakit menjadi lebih resisten.


Tumbuhan yang bisa digunakan untuk membuat MOL Idealnya teknologi pertanian maju tidak memakai pestisida. Tetapi sampai saat ini belum ada teknologi yang demikian. Pestisida masih diperlukan, bahkan penggunaannya semakin meningkat. Penggunaan pestisida kimia di Indonesia telah memusnahkan 55% jenis hama dan 72% agen pengendali hayati. Oleh karena itu, diperlukan pengganti pestisida yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif pilihannya adalah penggunaan pestisida nabati ataupun mikroorganisme lokal (MOL) dengan bahan dasar nabati dan hewani. Tumbuhan sendiri pada dasarnya kaya akan bahan aktif yang berfungsi sebagai alat pertahanan alami terhadap penganggunya. Bahan pestisida yang berasal dari tumbuhan dijamin aman bagi lingkungan karena cepat terurai di tanah (biodegradable) dan tidak membahayakan hewan, manusia dan serangga non sasaran. Mikroorganisme lokal ini berfungsi untuk memberi bantuan unsur hara dan mencegah serangan hama dan penyakit (sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul), pembunuh dan bentuk lainnya) serta menambah mikroorganisme menguntungkan tanaman ke dalam tanah. Manfaat Inovasi Setetes MOL Dengan menggunakan Mikro Organisme Lokal (MOL) sebagai bahan pengendali OPT akan mengurangi biaya pembelian pestisida kimia karena MOL dapat dibuat secara mandiri oleh petani dan komposisi bahan tersedia di lingkungan sekitar petani. Menurunkan efek samping yang diberikan terhadap kesehatan petani saat pengaplikasian karena MOL terdiri dari bahan alam dan ramah lingkungan. MOL yang sudah jadi


Penggunaan Mikro Organisme Lokal (MOL) tidak memberikan dampak negatif sehingga hasil panen lebih aman dan sehat Penggunaan Mikro Organisme Lokal (MOL) sangat ramah lingkungan sehingga ekosistem lebih terjaga keseimbangannya. Mendapatkan hasil panen yang sehat dan produktivitas tinggi. Dampak Inovasi Setetes MOL MOL merupakan pestisida yang ramah lingkungan dan memiliki residu kimia yang rendah. Selain itu, memiliki kaya unsur hara makro dan mikro serta mengandung mikrooragnisme yang menguntungkan bagi tanah dan tanaman. 14. Inovasi JEMPOL UNTUKMU (Jemput Bola Untuk Produk Bermutu) OPD: Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Jemput Bola untuk Produk Bermutu (JEMPOL UNTUKMU) merupakan salah satu inovasi daerah dalam program peningkatan kapasitas UMKM pengolahan hasil perikanan. Beberapa permasalahan yang menjadi latar belakang program ini antara lain, berdasarkan data internal DPKPP, setiap bulan terdapat kurang lebih dua atau tiga pengolah datang ke DPKPP untuk melakukan review sampel produk olahan perikanan. Pengolah tersebut bisa datang 3 atau 4 kali sampai mutu produk sesuai baku mutu produk yang siap untuk dipasarkan. Selain itu pengolah tersebut datang 2 atau 3 kali untuk konsultasi kemasan produk di rumah kemasan yang dikelola oleh UPT Pengembangan Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan (PMPHP). Kegiatan Jempol Untukmu Dengan demikian perlu waktu yang cukup lama untuk membuat produk yang diterima oleh pasar karena: Keterbatasan pengolah dalam memperoleh akses kemasan produk, Keterbatasan akses pasar dan promosi dari pengolah produk perikanan,


Keterbatasan akses kelembagaan dan penentuan Harga Pokok Penjualan (HPP) serta manajemen usaha, Keterbatasan akses informasi pengurusan perijinan produk olahan. Manfaat Inovasi Jempol Untukmu Mempercepat waktu dalam menghasilkan produk olahan perikanan yang bermutu dan siap dipasarkan Membantu UMKM mendapatkan kepercaan diri dalam memasarkan produk baru yang mereka buat. Pemantauan terhadap keamanan pangan dari produk perikanan yang dibuat oleh pengolah produk dengan cara mereview produk mereka dari segi rasa, penampilan, harga jual dan pemasaran sehingga produk mereka bisa masuk ke dalam pasar yang lebih luas lagi Peningkatan produktifitas dan pemasaran hasil olahan perikanan Peningkatan Target Konsumsi ikan perkapita Masyarakat Kota Probolinggo. Dengan semakin mudahnya dan semakin banyaknya masyarakat Kota Probolinggo mendapatkan dan mengkonsumsi produk olahan hasil perikanan maka konsumsi ikan Kota Probolinggo juga akan semakin tinggi. Dampak Inovasi Jempol Untukmu Dengan adanya JEMPOL UNTUKMU ini, menambahah tenaga kerja baik secara langsung maupun tidak langsung. Tenaga kerja secara langsung yaitu tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan outlet pengolah produk tersebut seperti bertambahnya tenaga pengolah dan tenaga pengiriman barang. Pelaku UMKM yang telah mendapatkan pelatihan Sementara tenaga tidak langsung merupakan tenaga yang tidak berhubungan langsung dengan pengolah produk yang ada hal ini contohnya adalah bertambahnya tenaga di pengemasan dan pemasar produk, serta bertambahnya tenaga kerja dalam penyuplai bahan baku dan yang lainnya.


15. Inovasi Mlijo Online OPD: Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Komitmen pemerintah dalam penyediaan komoditas pangan strategis yang mudah diakses oleh masyarakat dan terjaminnya kualitas serta ketersediaannya di Kota Probolinggo mendorong Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan mengimplementasikan platform e-commerce yang digunakan sebagai media pemasaran bagi pelaku usaha pertanian, peternakan dan perikanan berbasis digital. Adanya dukungan dari bidang-bidang di lingkup Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan menjadikan langkah awal menginisiasi terciptanya pemasaran secara online melalui MLIJO ONLINE PROBOLINGGO. Mlijo Online Probolinggo merupakan aplikasi berbasis web (atau lengkapnya https://mlijo.onlineprobolinggo.com/ yang disiapkan oleh Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Probolinggo, untuk memodernisasi dan meragamkan pilihan cara bertransaksi. Kata “Mlijo” merupakan istilah Bahasa Jawa yang berarti berjualan secara eceran kebutuhan pangan segar dari rumah ke rumah dengan berkendara. Konsep ini lah yang dikembangkan di dalam Mlijo Online. Tampilan Aplikasi Mlijo Online Konsumen dimudahkan dalam menjangkau kebutuhan pangannya tanpa harus ke pasar secara langsung dan dengan adaptasi teknologi berbasis web yang mudah diakses (tinggal klik), kebutuhan belanjanya diantar sampai di depan rumah. Mlijo Online Probolinggo juga mempunyai program promo, diskon dengan voucher seperti online shop/marketplace pada umum nya, sehingga menarik minat para konsumen untuk belanja di Mlijo Online Probolinggo. Selain itu Konsumen juga bisa memilih jam pengantaran barang belanjaan, sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen.


Manfaat Inovasi Mlijo Online Menjadi salah satu bentuk adaptasi teknologi informasi di tengah pandemi utamanya di sektor perekonomian dan perdagangan; Dapat menjadi media promosi produkproduk hasil pertanian, peternakan, dan perikanan; Mengendalikan nilai inflasi daerah Kota Probolinggo; Dampak Inovasi Mlijo Online Tampilan website Mlijo Online dan aplikasi android memudahkan konsumen untuk memilih barang belanjaan yang diinginkan, termasuk yang susah didapatkan di mlijo konvensional seperti kelapa parut, beras merah dll. Dengan menggunakan SEO (Search Engine Optimation) sangat memudahkan masyarakat Kota Probolinggo mencari website Mlijo Online Probolinggo. 16. Inovasi SISKIA PRO CANTIK OPD: Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Di Kota probolinggo, kasus kematian Ibu cukup tinggi yaitu 4 kasus pada tahun 2017 atau dengan kata lain, AKI nya adalah sebesar 163,13 %. Kematian ibu disebabkan oleh berbagai aspek, baik aspek medis dan pelayanan kesehatan yang diterima ibu (supply side), maupun aspek non-kesehatan (demand side) yang mempengaruhi kondisi awal kesehatan ibu; seperti kondisi sosial, ekonomi, budaya masyarakat termasuk kesetaraan gender, tingkat pendidikan dari pasangan dan keluarga. Berdasarkan analisa, penyebab kematian ibu di Kota Probolinggo disebabkan karena penyakit yang diderita Ibu yang seharusnya dapat dicegah dan dapat diintervensi sebelum proses persalinan. Hasil salah satu dari identifikasi permasalahan penyebab tingginya kematian ibu hami ini adalah karena ibu hamil kurang memperoleh pen- dampingan oleh tenaga kesehatan dan informasi tentang kondisi ibu hamil tidak tersedia secara lengkap. Sehingga melatarbelakangi Dinas Kesehatan sebagai penanggungjawab kesehatan di wilayah Kota Probolinggo, untuk membuat suatu system informasi tentang kesehatan ibu hamil yang bisa diakses oleh tenaga kesehatan lain, yang mudah, akurat dan mempunyai daya ungkit


yang tinggi. Inovasi berupa aplikasi berbasis web untuk mengetahui dan memetakan Ibu Hamil, Ibu Hamil Risiko Tinggi dan Bayi Baru Lahir dan Balita di Kota Probolinggo. Manfaat Inovasi Siskia Pro Cantik Semua Ibu Hamil Terpantau dan terpetakan Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Ibu dan Bayi di Kota Probolinggo Semua Ibu Hamil Resti terpantau Mewujudkan sistem informasi terpadu untuk Ibu hamil dan bersalin serta bayi, melalui pemetaaan dan pendampingan Tampilan Website Siskia Pro Cantik Dampak Inovasi Siskia Pro Cantik Aplikasi Siskia Pro Cantik memberikan informasi dan catatan lengkap kesehatan pada ibu hamil dan anak serta status resiko dari Ibu Hamil, yang bisa dibaca dan diakses oleh tenaga kesehatan yang lain. Dengan mengentrykan data yang lengkap tentang kesehatan, maka akan segera diketahui kondisi dan status catatan kesehatan Ibu, siapapun dan dimanapun ibu tersebut melakukan pemeriksaan kehamilannya. Dengan adanya aplikasi ini, pencatatan kesehatan ibu akan lebih lengkap, tertib dan teratur serta komprehensif. Melalui catatan ini monitoring ibu hamil bisa dilakukan oleh petugas. Siskia Pro Cantik dapat memberikan pelayanan yang prima (efisien) terhadap pelayanan kesehatan Ibu pada khususnya, sekaligus melaksanakan pengawasan yang efektif sesuai sistem dan prosedur (sisdur) pelayanan dan pengawasan. 17. Inovasi Ayo Mbak (Ayo Membangun Bersama Anak) OPD: Dinas Sosial PPA Banyak sekali ide-ide yang berasal dari anak yang kemudian bisa menginspirasi orang dewasa untuk melakukan sesuatu.


Karena itu melalui sarasehan anak Ayo Mbak (Ayo Membangun Bersama Anak) diharapkan anak mendapatkan ruang, akses dan kesempatan mengekspresikan dirinya. Sehingga, Anak merasa dihargai untuk mengemukakan pendapat atau pandangannya. Inovasi AYO MBAK (Ayo Membangun Bersama Anak ) terinspirasi dari persentase keterlibatan anak dalam pembangunan yang masih sangat kecil. Mulai dari keterlibatan musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) di tingkat kelurahan, kecamatan maupun tingkat kota, usulan yang kebanyakan untuk kepentingan orang dewasa. Padahal usulan pembangunan untuk anak yang berasal dari anak juga perlu didengar dan diapresiasi. Di samping itu, dewasa ini masih ada sementara orang dewasa yang tidak mampu menghargai pandangan anak. Akibatnya anak enggan mengemukakan pendapatnya lebih jauh karena seringnya tidak didengan. Masih adanya hambatan dalam pelaksanaan partisipasi ini mencerminkan belum maksimalnya pengarusutamaan hak anak, meningkatkan peran anak serta memberikan pemenuhan hak anak utamanya partisipasi anak dalam merencanakan pembangunan sangat penting nilainya bagi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan. Karena itu kemudian inovasi Ayo Mbak ini dilahirkan. Harapannya anak lebih didengar dan dihargai pendapatnya. Manfaat Inovasi Ayo Mbak Pelaksanaan musyawarah saraseh anak dalam Pembangunan dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai tingkat kota lebih ditingkatkan keikutsertaan anak; Suasana Sarasehan Anak Peran anak sebagai 2P ( Pelopor dan Pelapor ) dapat meningkat; Partisipasi anak dalam pembangunan dapat memberikan gambaran terkait pembangunan yang berfokus pada fasilitas, saran dan prasarana yang ramah terhadap anak. Anak akan mampu memberikan saran / masukan bagi pelaksanaan yang berbasis


hak anak dan pemerintah akan mampu memahami keinginan dan harapan pembangunan daerah untuk kepentingan yang berpihak pada anak. Dampak Inovasi Ayo Mbak Inovasi AYO MBAK ini dibuat dengan tujuan memenuhi salah satu hak anak yaitu hak sipil dan kebebasan yang didalamnya masuk dalam indikator partisipasi Anak. Mewujudkan sebuah kota layak anak ( KLA ) salah satu indikatornya terukur dari ketersediaan ruang partisipasi anak dalam pembangunan. 18. Inovasi JARING PERAK (Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak) OPD: Dinas Sosial PPA Pemerintah Kota Probolinggo telah membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan anak (P2TP2A) yang memberikan layanan bagi perempuan dan anak yang mengalami masalah kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus dan masalah lainnya. Dalam pelaksanaan layanan tim P2TP2A berkerjasama / bermitra dengan berbagai jejaring yang ada mulai instansi vertikal dan jaringan sampai tingkat kecamatan dan kelurahan yaitu tim Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) serta Pos Curhat Ibu Anak Tercinta (Pos Cinta) yang dibentuk berdasarkan SK Walikota Probolinggo Nomor : 188.45/345/KEP/425.012/2019. Manfaat Inovasi Jaring Perak Melalui inovasi ini, Dinas Sosial PPPA berupaya mewujudkan pemberdayaan perempuan melalui berbagai layanan fisik, informasi, rujukan, konsultasi, dan lainnya. Tim P2TP2A dapat mengukur kemampuan kinerja dan solid kerja tim work dalam pelaksanakan sesuai tugas dan fungsi yang di tetapkan dalam SK Walikota Probolinggo memiliki kepuasan sendiri jika kasus kekerasan yang ditangani ke dua belah pihak dapat diselesaikan melalui mediasi dan


saling menyadari dengan membuat pernyataan tidak mengulangi lagi. Dampak Inovasi Jaring Perak Memberikan kontribusi terhadap terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender melalui ketersediaan wadah kegiatan pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak. Memfasilitasi kebutuhan perempuan dan anak korban kekerasan dalam memenuhi hak korban yaitu hak atas kebenaran, hak atas perlindungan, hak atas keadilan dan hak atas pemulihan / pemberdayaan. 19. Inovasi ULTPK (Unit Layanan Terpadu Penanggulanganan Kemiskinan) OPD: Dinas Sosial PPA Sebelum berdirinya ULTPK, program penanggulangan kemiskinan di Kota Probolinggo dilaksanakan secara otonom di berbagai OPD sesuai tupoksinya, yang pada implementasinya memperpanjang birokrasi dan membutuhkan waktu, tenaga, biaya transportasi yang lebih besar. Keterbatasan masyarakat miskin mengenai tahapan-tahapan dan prosedur masingmasing program pelayanan kemiskinan juga menimbulkan kesulitan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan. Selain itu, program penanganan kemiskinan selama ini terkendala dengan perbedaan basis data kemiskinan antar OPD dan BPS yang menyebabkan penanganan kemiskinan tidak dapat berjalan secara optimal. Walikota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin pada Saat Peresmian ULTPK Manfaat Inovasi ULTPK Untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat miskin. Untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat miskin terhadap birokrasi. Untuk menyederhanakan dan mempermudah warga miskin dalam mengakses berbagai program penanggulangan kemiskinan.


Untuk menjamin masyarakat miskin terpenuhi hak-hak dan kebutuhannya di bidang kesehatan, pendidikan dan sosial ekonomi. Dampak Inovasi ULTPK Pelayanan yang diberikan ULTPK adalah pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan bidang ekonomi dan pelayanan bidang sosial. Semua pelayanan ini dikoordinasi dengan OPD terkait berdasarkan hasil survey lapangan oleh Pelaksana ULT PK. Adapun pelayanan tersebut menghasilkan produk berupa : 1. Kartu Bestari, diberikan kepada masyarakat miskin tercantum dalam Basis Data Terpadu yang dikeluarkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang memiliki masa berlaku maksimal 6 bulan sekali 2. Kartu Pendhalungan, diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak tercantum dalam Basis Data Terpadu yang dikeluarkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Dengan terbitnya identitas berupa kartu miskin “BESTARI” dan “PENDHALUNGAN” maka Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) secara otomatis tidak berlaku. Walikota Probolinggo Menyerahkan Kartu Bestari dan Kartu Pendhalungan untuk Pertama Kali 20. Inovasi Segitiga Bermuda (Sekolah Digital Dan Teknologi Informasi Gadget Berorientasi Mutu dan Karakter) OPD: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dalam upaya penguatan implementasi kurikulum 2013 pemerintah telah berupaya memberikan bimtek dan pendampingan kepada guru-guru sasaran k13 namun sebagian besar keluhan guruguru hamper sama yaitu dalam hal penilaian


k13. Penilaian K13 meliputi aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Dari ketiga aspek tersebut penilaian guru harus dituangkan dalam bentuk nilai dan juga deskripsi di buku rapor siswa sementara itu guru merasa sangat kesulitan dalam melakukan pengolahan dan juga dalam mendeskripsikan. Sementara orang tua merasa kesulitan dalam mengikuti perkembangan kurikulum dan pembelajaran siswa sehingga mengalami kesulitan dalam pendampingan belajar di rumah. Berdasar masalah utama terkait penilaian, pembelajaran dan kehadiran siswa maka perlu segera diselesaikan dengan cara: a. Meningkatkan kemudahan akses terhadap nilai siswa mulai penilain harian, tengah semester sampai penilaian akhir tahun dengan meliputi tiga aspek penilaian, pengetahuan, sikap dan keterampilan b. Melakukan digitalisasi pada pengolahan nilai sampai dengan pencetakan buku rapor c. Meningkatkan keterbukaan penilaian yang dilkukan oleh guru sampai pengolahan dan penyampaian hasil penilaian d. Meningkatkan kemudahan akses orang tua terdapat perencanaan, materi dan model pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru di kelas pembelajaran e. Melakukan digitalisasi pelaporan kehadiran atau ketidakhadiran siswa secara real tim setiap hari kepada orang tua Solusi yang sangat tepat untuk penyelesaian masalah tersebut adalah “Segitiga Bermuda (Sekolah Digital & Teknologi Informasi Gadget Berorientasi Mutu dan Karakter)” bertujuan memajukan transparansi, akuntabilitas dan integritas dalam pelayanan penilaian, pembelajaran, presensi siswa, dan guru. Manfaat Inovasi Segitiga Bermuda Kemudahan dan kecepatan orang tua dan siswa mengakses nilai sangat meningkat. Meningkatnya kepercayaan orang tua terhadap obyektifitas guru dalam melakukan penilaian, pengolahan nilai


sampai pelaporan karena dilakukan oleh sistem. Partisipasi orang tua terhadap proses pembelajaran siswa meningkat karena orang tua dapat mengetahui perencanaan pembelajaran guru yang akan dibelajarkan pada kelas anaknya dengan mengakses learning management system atau aplikasi pembelajaran sekolah digital. Tampilan Aplikasi Segitiga Bermuda Kecepatan penanganan siswa yang membolos meningkat dengan adanya laporan kehadiran dan ketidak hadiran siswa setiap hari. Efisiensi dan efektifitas pengolahan nilai untuk rapor atau laporan hasil belajar siswa. Dampak Inovasi Segitiga Bermuda Perubahan yang dicapai setelah adanya Inovasi Segitiga Bermuda antara lain: Analisis dan evaluasi terhadap aplikasi penilaian dilakukan oleh pengawas dan tim Segitiga Bermuda secara periodik tiga kali dalam satu semester untuk memantau guru-guru yang belum melakukan penilaian sesuai dengan perencanaan, baik penilaian pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Selain itu mengevaluasi kesesuaian data wali kelas dalam setiap rombel per sekolah karena data di Segitiga Bermuda diambil dari data pokok peserta didik (dapodik) sementara berdasarkan pengalaman sering kali data tidak sesuai dengan kondisi sesungguhnya. Hal ini dapat berdampak pada kesalahan data wali kelas pada pencetakan buku rapor digital. Analisis dan evaluasi dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung pengawas melakukan monitoring ke lembaga SMP Negeri, sedangkan secara tidak langsung dilakukan oleh tim Segitiga Bermuda melalui akses admin dan Dinas. Analisis terhadap kesesuaian aplikasi dengan perkembangan kebutuhan guru, siswa dan orang tua kaitannya dengan penilaian, pembelajaran, dan presensi.


Monitoring terhadap kehadiran siswa dilakukan setiap hari oleh tim Segitiga Bermuda melalui fasilitas presensi harian dan rekap presensi harian. 22. Inovasi Si Juwita Malam OPD Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Dalam Era Globalisasi saat ini, sektor pariwisata menjadi salah satu industri terbesar dan terkuat di dunia. Pariwisata merupakan penyumbang terbesar dalam pemasokan pendapatan terutama dalam hal perekonomian masyarakat serta pemerintah. Karena itu, agar pariwisata terus berkembang, diperlukan data yang akurat untuk menentukan kebijakan yang tepat. Sayangnya terdapat permasalahan dalam input data kunjungan wisatawan mancanegara dan dalam negeri adalah sering terjadi data yang tidak akurat dalam pelaporan. Sehingga datak urang efektif dan terlambatnya penyampaian data kunjungan wisatawan mancanegara dan dalam negeri, yang dalam hal ini disebabkan oleh : Kurangnya pemahaman dari pihak para pelaku pariwisata yaitu perhotelan dan destinasi wisata terkait pentingnya data angka kunjungan wisatawan; Terbatasnya sarana dan prasarana terkait pengelolaan input data kunjungan wisatawan; Terbatasnya SDM pada Bidang Pemasaran Pariwisata; Dari beberapa faktor tersebut, penyebab utama dari permasalahan yang ada adalah kemudahan dalam input data kunjungan wisatawan mancanegara dan dalam negeri dan perlu adanya solusi yang merupakan inovasi, yaitu: “Sistem Informasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara dan Dalam Negeri (Si Juwita Malam)” sehingga diharapkanpengelolaan input data pelaporan kunjungan wisatawan dapat disajikan tepat waktu sesuai jadwal perencanaan, dan kualitas pelaporan lebih optimal.


Data wisatawan yang diambil dari aplikasi Si Juwita Malam Manfaat dan Dampak Inovasi Si Juwita Malam Secara makro manfaat Sistem Informasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara dan Dalam Negeri adalah untuk mendukung pencapaian tujuan reformasi birokrasi, terutama pada area perubahan penataan tata laksana, yaitu Peningkatan kualitas kebijakan prosedur pelaporan dalam menyajikan data kunjungan wisatawan dengan menciptakan kemudahan prosedur. A. Internal (Bagi OPD) Jangka Pendek Mendukung memecahkan masalah tupoksi Bidang Pemasaran Pariwisata Mempermudah akses pengolahan data kunjungan wisatawan mancanegara dan dalam negeri; Penyajian data lebih cepat, tepat dan akurat. Mempermudah koordinasi dengan para pelaku pariwisata. Jangka Menengah Pelaporan data kunjungan wisatawan ke Dinas Provinsi Jawa Timur lebih cepat Mempermudah koordinasi dalam pelaporan dengan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur Jangka Panjang Data yang terkumpul menjadi bahan analisa pasar pariwisata dan pengambilan kebijakan pimpinan Data yang ada dapat dijadikan sebagai bahan analisa pasar pariwisata sebagai pengambil kebijakan; Eksternal (Bagi Pelaku Pariwisata) Jangka Pendek Koordinasi yang mudah dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Data wisatawan yang diambil dari aplikasi Si Juwita Malam


Kemudahan menyajikan pelaporan data kunjungan wisatawan Penghematan waktu dan biaya transportasi apabila menggunakan pelaporan melalui aplikasi Jangka Menengah Pelaporan data kunjungan wisatawan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov Jawa Timur lebih cepat, tepat dan akurat Jangka Panjang Data pelaporan kunjungan dapat dijadikan bahan analisa bagi pelaku pariwisata. 23. Inovasi Kartu UMKM OPD: Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Di Kota Probolinggo, jumlah usaha yang termasuk dalam skala mikro, kecil dan menengah besar, berdasarkan sensus ekonomi oleh BPS pada tahun 2016 lalu mencapai 33.391 usaha dengan dominasi jumlah UMKM sebanyak 33.328 usaha. Sayangnya data ini memiliki ketidaksamaan dengan yang dimiliki Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo. Pada tahun 2019, melalui pengajuan BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) terdata 19.253 pelaku usaha. Perbedaan angka yang terlalu jauh inilah yang membuat DKUPP sebagai perangkat daerah yang bertanggung jawab atas pengembangan dan pemberdayaan UMKM di Kota Probolinggo berinisiatif melakukan pendataan dengan pendekatan yang lebih komperhensif. Pendataan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet melalui pembangunan aplikasi e-UMKM. Melalui website yang menginduk pada web resmi Pemkot Probolinggo, pengisian Kartu UMKM yang bisa diakses pada alamat https://ukmpintar.probolinggokota.go.id/um km. Melalui alamat tersebut, pelaku UMKM bisa melakukan pengisian data secara mandiri. Walikota Probolinggo Menyerahkan Kartu UMKM Ruang lingkup atau subjek yang menjadi sasaran dalam inovasi Kartu EUMKM ini meliputi seluruh pelaku dan


pemilik usaha mikro, kecil dan menengah di Kota Probolinggo yang tersebar di 5 kecamatan dan 29 kelurahan. Melalui pendaftaran secara online dengan syarat yang sederhana, diharapan memangkas keengganan pelaku UMKM dan mempermudah prosedur untuk mendaftarkan usahanya. Manfaat Inovasi Kartu UMKM Bagi pelaku usaha, mereka akan mendapatkan: Kepastian legalitas usaha Kepastian data diri terhadap usahanya Mendapatkan pendampingan untuk pengembangan usaha Dampak Kartu UMKM Bagi pelaku usaha, mereka akan mendapatkan: Kemudahan dalam akses pembiayaan/ permodalan ke lembaga keuangan bank dan nonbank. kemudahan fasilitasi, pemberdayaan dan pembinaan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan/ lembaga lainnya. Akses pengiriman barang lebih murah melalui ekspedisi yang bekerjasama. 24. Besjem (Berkah Sampah Jadi E-Money) OPD: Dinas Lingkungan Hidup Sampah yang dikelola dengan baik akan menjadi berkah. Salah satunya adalah sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis dapat dipilah terlebih dahulu kemudian disetorkan ke Bank sampah untuk selanjutnya akan menjadi saldo tabungan. Pengelola Besjem


Saat ini perhitungan dan penyaluran dana kepada nasabah bank sampah masih bersifat manual (cash basis) sehingga terdapat resiko kesalahan dalam perhitungan, kehilangan data, keterlambatan perhitungan, dll. Untuk mengatasi hal tersebut Bank Sampah MASPRO MESRA mengintegrasikan tabungan nasabah dengan system e-money program ini disebut dengan BESJEM (Berkah Sampah Jadi E-Money). Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo melalui UPTD Pengelolaan Sampah yang menaungi Bank Sampah Induk MASPRO MESRA mencoba memikirkan upaya meminimalisir resiko-resiko diatas dan memudahkan nasabah mengakses tabungannya dengan membuat suatu program inovasi yang disebut BESJEM (Berkah Sampah Jadi E-Money). Manfaat yang Didapatkan Setelah Inovasi Memudahkan nasabah bank sampah mengecek tabungan Dapat digunakan transaksi elektronik seperti pembayaran tol, pembelian token dll Nasabah tidak perlu datang ke kantor untuk mengecek saldo tabungan Nasabah dapat dengan mudah mengakses tabungannya secara online dan real time Dampak Inovasi Besjem Nasabah dapat mengecek saldo tabungan kapanpun dan dimanapun secara online Nasabah dapat langsung bertransaksi atas saldo tabungan yang dimiliki secara online Mempercepat perhitungan serta menekan resiko kesalahan dan kehilangan data dari para nasabah Bank Sampah MASPRO MESRA. 25. ADEK DEWA (Anak Dekat dengan Satwa) OPD: Dinas Lingkungan Hidup UPTD Informasi dan Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan salah satu unit pelaksana teknis daerah Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo yang mempunyai fungsi untuk memberikan layanan pendidikan lingkungan hidup bagi


masyarakat. UPTD. IPLH juga meanaungi Taman Wisata Studi Lingkungan yang lebih dikenal dengan TWSL sebagai salah satu tempat wisata edukasi sebagai referensi pendidikan pengelolaan lingkungan hidup, penelitian ilmiah, studi tiru, konservasi satwa dan fauna dan pengenalan pendidikan lingkungan bagi anak – anak usia sekolah disamping sebagai wahana rekreasi keluarga yang nyaman dan teduh. Anak-anak memberi makan hewan dalam program Adek Dewa Secara basic anak – anak takut akan keberdaan satwa karena pada umumnya orang tua tidak memperbolehkan anak – anak untuk berinteraksi langsung bahkan cenderung untuk menyakiti satwa. TWSL sebagai salah satu Lembaga Konservasi sudah menjadi kewajibannya untuk mengenalkan pentingnya hewan sejak dini kepada siswa dan membangun mindset anak – anak supaya tidak takut dengan hewan. Karena permasalahan tersebut di atas, tercetuslah ide kreatif untuk melakukan inovasi layanan anak dekat dengan satwa “Adek Dewa” dengan memberikan pembelajaran pola interaktif mengenalkan, memahami dan tau cara menagani satwa untuk menanamkan sejak dini belajar mengenal dan menyangi kelestarian kelangsungan hidup dengan tidak menyakiti satwa. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik untuk meningkatkan kunjungan sekolah beredukasi di TWSL. Manfaat Inovasi Adek Dewa Manfaat Pendidikan (Pembentukan Karakter) Melalui Adek Dewa anak-anak diasah kepekaannya untuk lebih peduli, meminimalisir kekerasan pada satwa serta belajar mengendalikan kesabaran dan tanggungjawab. Menumbuhkan rasa berani pada diri siswa untuk bersentuhan langsung dan mengenal satwa lebih


dekat bisa menimbulkan rasa sayang yang dapat diimplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat kelestarian lingkungan Dengan adanya inovasi ini anak-anak lebih memahami tentang pentingnya melestarikan lingkungan melalui pengetahuan satwa yang dilindungi/tidak dilindungi sehingga di masa depan anakanak bisa turut menjaga kelestariannya agar tidak punah. Anak-anak dapat belajar mengenal keberagaman satwa mulai dari perilaku, jenis satwa, tempat tinggal, serta karakteristiknya. Alternatif Outing Classs Kegiatan “Adek Dewa” menjadi alternatif lain bagi sekolah dalam melaksanakan outing class dengan biaya terjangkau, melalui kegiatan ini anakanak melaksanakan kegiatan belajar di luar sekolah (TWSL) di tempat yang nyaman, teduh, dan dapat mengekspresikan diri. 26. Inovasi SI MAK NGEBOR (Aksi Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim dengan Gerakan Arisan Perbanyak Biopori) OPD: Dinas Lingkungan Hidup Proses Pembuatan Biopori oleh DLH Kegiatan pembuatan Lubang Biopori memiliki potensi yang luar biasa untuk digalakkan kembali dengan pelibatan seluruh Stake Holder yang terkait, baik Pemerintah Kota Probolinggo, Swasta, Mitra Lingkungan dan Masyarakat. Maka dari itu, pada tahun 2020 mulai dikembangkan suatu inovasi baru untuk pengembangan kegiatan Pembuatan Lubang Biopori yang lebih masif dan menyeluruh di wilayah Kota Probolinggo dengan cara


pemberdayaan masyarakat , pelibatan mitramitra lingkungan dan support dana Coorporate Social Responsibility (CSR) dari pihak perusahaan/ swasta. Inovasi baru tersebut disebut dengan SI MAK NGEBOR, singkatan dari Aksi Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim dengan Gerakan Arisan Perbanyak Biopori. Manfaat Si Mak Ngebor Masyarakat memahami dan mampu membuat sendiri serta mengelola Biopori di lokasi masing-masing Sampah organik dari rumah tangga berkurang Mengurangi genangan air Menyuburkan tanaman dengan kompos hasil biopori Menambah daya resapan air di lingkungan rumah Tanah semakin sehat karena aktivitas Biota tanah Dampak Si Mak Ngebor SI MAK NGEBOR ini dilakukan dengan sistem arisan/ Lot untuk KelurahanKelurahan prioritas yang akan diusulkan dalam program Kelurahan Berseri dan program Proklim yang kader lingkungannya mengajukan permintaan pembuatan lubang biopori. Namun demikian membuthkan peran berbagai pihak untuk menjalankan inovasi ini. Adanya peran aktif dari Dinas untuk jemput bola (memberikan stimulan) kepada masyarakat dalam hal pembuatan lubang biopori dengan melibatkan pihak swasta dan mitra lingkungan sehingga tercipta kolaborasi yang baik sesuai dengan peran masing-masing dan masyarakat jadi tergerak untuk ikut bergabung dan menjadi agen perubahan di lokasi tempat tinggal dan turut mengkampanyekan serta melaksanakan pengelolaan lingkungan. 26. PAKDESUN (Partisipasi Komunitas Difabel Untuk Sungai) OPD: Dinas Lingkungan Hidup UPTD Laboratorium Lingkungan berupaya meningkatkan partisipasi


masyarakat dalam menjaga kualitas air sungai dengan menggunakan metode biologi, sehingga pada Tahun 2013 dibuatlah inovasi Detektif Kecil Sungai Memantau Bersama (Diksun Mama) dan telah berprestasi dalam Otonomy Award Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2014. Seiring berjalannya waktu, inovasi Diksun Mama semakin berkembang dengan melibatkan komunitas difabel khususnya mereka yang duduk di bangku sekolah (tingkat SMPLB dan SMALB) untuk menjaga kualitas air sungai. Mereka tergabung dalam kelompok PAKDESUN (Partisipasi Komunitas Difabel Untuk Sungai). Kelompok difabel ini ternyata memiliki potensi yang sangat besar terutama dalam kegiatan pemantauan kualitas air sungai. Pemerintah Kota Probolinggo memiliki rekan aktif dalam upaya melakukan pengelolaan lingkungan hidup khususnya terkait kesehatan air sungai. Sekolah dalam hal ini kader – kader DIKSUN yang berkebutuhan khusus memiliki ketrampilan dan kemampuan untuk ikut menjaga kualitas lingkungan khususnya air sungai dengan metode yang tepat, cepat, dan murah. Manfaat Inovasi Pakdesun Meningkatkan kepedulian dan semangat masyarakat khususnya komunitas difabel untuk lebih peduli terhadap lingkungan; Sebagai wadah kreativitas dan inovasi dari para siswa berkebutuhan khusus untuk memberikan manfaat bagi pengelolaan kualitas lingkungan di Kota Probolinggo; Memberikan petunjuk adanya gangguan lingkungan pada ekosistem sungai; Mengiventarisasi sumber daya biologi; Memberi ruang partisipasi bagi banyak orang.


Dampak Inovasi Pakdesun Pemerintah Kota Probolinggo memiliki rekan aktif dalam upaya melakukan pengelolaan lingkungan hidup khususnya terkait kesehatan air sungai. Sekolah dalam hal ini kader – kader DIKSUN yang berkebutuhan khusus memiliki ketrampilan dan kemampuan untuk ikut menjaga kualitas lingkungan khususnya airsungai dengan metode yang tepat, cepat, dan murah. 27 Inovasi Layanan Gool (Go Online) OPD: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Disesuaikan dengan prioritas pembangunan nasional untuk membangun tatakelola pemerintah yang efektif dan efisien perlu dikembangkan sistem layanan administrasi kependudukan yang mudah dan cepat melalui mekanisme pelayanan secara daring. Hal ini dipelopori oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri melalui program Dukcapil Go Digital yaitu melalui penerapan Tanda Tangan Elektronik ( TTE ) untuk produk layanan, pemohon bisa mengurus dokumen dari rumah dan mencetak sendiri produk layanan. DUKCAPIL GOOL ( Dukcapil Go Online ) adalah salah satu upaya untuk memudahkan akses masyarakat khususnya masyarakat milenial yang aktif memanfaatkan teknologi informasi. Dari genggaman tangan pemohon bisa mengurus dokumen adminduk secara efektif dan efisien. Manfaat yang Didapatkan Setelah Inovasi


Berisi dampak yang dirasakan pengguna atau penerima manfaat dengan adanya inovasi Bagi masyarakat yang melek IT dan tidak ada waktu yang luang untuk mengurus dokumen adminduk akan sangat terbantu dengan adanya layanan Go Online. Efisien waktu dan biaya bagi masyarakat karena dengan dirumah atau ditempat kerja bisa memanfaatkan layanan adminduk. Meminimalkan terjadinya kontak langsung antara petugas layanan dengan pemohon sehingga mengurangi potensi terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme layanan. Mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi di Kota Probolinggo. Menjamin ketersediaan arsip dan data pelayanan yang akurat. Arsip dokumen berkas pengajuan secara langsung tersimpan secara digital. 28. Inovasi Kampung Tematik OPD: Kecamatan Kademangan Inovasi kampung tematik merupakan ide Camat Kademangan yang saat itu dijabat oleh Pujo Agung Satrio, selaku pemegang wilayah, yang ingin memunculkan karakteristik masyarakat menjadi potensi lokal yang dapat digunakan sebagai pengungkit untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Dibuat dalam format lomba, Kampung Tematik ini juga diharapkan dapat mengubah lokasi kumuh menjadi lebih baik melalui pelibatan masyarakat secara aktif. Inovasi lomba kampung Tematik ini dilaksanakan di tingkat RW se-Kecamatan Kademangan. Sebanyak 33 Kampung yang mewakili setiap RW.


Kampung Permata Pilang Manfaat Inovasi Kampung Tematik Pertumbuhan dan Peningkatan ekonomi lokal yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga; Pemenuhan dan peningkatan sarana dan prasarana lingkungan yang lebih baik, dan tertata; Munculnya titik - titik kunjungan baru disetiap wilayah yang mendukung pengembangan potensi dan ikon setiap kampung; Diharapkan dapat memberikan pengaruh positif dan daya tarik bagi kampung lainnya agar terpicu dan terpacu untuk mewujudkan kampung tematik serupa; Mendukung trademark wilayah tersebut menjadi ikonik, dapat memberikan pengaruh positif pada warga setempat seperti perubahan mindset dan perilaku warga dan keberdayaan masyarakat; Diharapkan dapat menggugah para pemberi CSR untuk mereplikasi kampung tematik di wilayah lainnya. Dampak Inovasi Kampung Tematik Inovasi “Kampung Tematik” erat sekali


dengan kategori Pemberdayaan Masyarakat. Keberdayaan dapat dilihat dari output kegiatan yang dapat menjadikan masyarakat lebih mandiri. Seperti adanya peningkatan pendapatan, peningkatan ketrampilan, peningkatan usaha produktif yang mendukung keberlanjutan kegiatan ini dan peningkatan interaksi sosial yang sudah sangat dirasakan salah satunya pada kampung tematik “Kampung Re Re Re” (Reduce, Reuse, Recycle) di Kelurahan Ketapang, Kampung Re Re RE merupakan kampung yang masyarakatnya mempunyai keunikan / keahlian mendaur ulang sampah menjadi produk Hand made yang bisa dipasarkan, kampong Re Re Re pada tahun 2018 memperoleh omset 5x lipat dari tahun sebelumnya dengan memberdayakan tetangga sekitar untuk pekerjanya. 29. Inovasi Kademangan Bangkit OPD: Kecamatan Kademangan Penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat merupakan fungsi yang harus di emban oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan juga tolak ukur terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang lebih baik (good governance). Hadir Inovasi pelayanan “BPJS BANGKIT” (Berkas Pelayanan Jalan Sendiri) di Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, untuk mengatasi permasalahan tentang pelayanan publik. Di tahun 2020 aplikasi "BPJS BANGKIT" ada pengembangan sistem kebawah (Warga) sehingga warga bisa mengajukan pelayanan dari rumah menggunakan aplikasi android, kesamping (Polsek, Koramil, Puskesmas dan KUA) terkait SKKB, SKD dan Pengajuan Nikah, sedangkan keatas (Dispenduk Capil dan BPPKAD) terkait pelayanan KTP, KK, Akta Kematian dan Santunan Kematian. Launching Aplikasi BPJS Bangkit bersama Walikota Probolinggo Manfaat Inovasi BPJS Bangkit Dunia sedang dihebohkan dengan munculnya Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), yang membawa dampak signifikan ke perubahan dunia, mulai dari aspek ekonomi, sosial, hingga kehidupan


sehari-hari, hampir tidakk ada yang bisa berkelit dari kemunculan virus Covid-19 ini, tidak terkecuali terhadap pelayanan publik sejak virus corona pertama kali muncul akhir Desember 2019 lalu. Pengembangan inovasi “BPJS BANGKIT” ini bisa menjadi solusi terhadap pandemi covid-19 karena masyarakat masih bisa terlayanani dan benar-benar merasakan manfaatnya dalam jangka waktu 65 menit produk layanan bisa langsung diambil di Kelurahan setempat dengan menujukan sms yang dikirim melalui server sehingga dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya tanpa harus bolak - balik RT/RW, Kelurahan, kecamatan dan Dinas terkait. Dampak Inovasi BPJS Bangkit Pada tahun 2021, Inovasi BPJS Bangkit direplikasi di tingkat kota dan dikembangkan menjadi inovasi PORTAL EMAS. 30. Inovasi Bazar Pelayanan Majengan Berlari OPD: Kecamatan Mayangan Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebagaimana tujuan dari penyelenggaraan pemerintahan dan salah satu inovasi yang dilakukan Kecamatan Mayangan bersama dengan Kelurahan se Kecamatan Mayangan telah melakukan inovasi pelayanan yaitu pelayanan malam hari atau dengan sebutan “Majengan Berlari” (Mayangan Biaya Gratis Layanan Malam Hari). Bazar Pelayanan Majengan Berlari ini adalah peningkatan dari Majengan Berlari, di mana pelayanan yang dilakukan adalah layanan yang ada dikumpulkan dalam satu lokasi dalam waktu yang telah ditentukan. Pelayanan yang dimaksud adalah dari Dispenduk Capil, DPMPTSP, DPPAKD bidang BPHTB dan PBB, BPJS. Kapolsek Mayangan, Danramil 0820/1 Jasa raharja Badan Pengelolaan Daerah Propinsi Jawa Timur (samsat), dan juga oleh Kelurahan seKecamatan Mayangan. Kecamatan Mayangan sebagai pelayan masyarakat memberikan kesempatan kepada warga yang memiliki aktivitas pada siang hari dikarenakan kesibukan dan kegiatan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, untuk tetap dapat dilayani


pada malam hari dengan adanya bazar pelayanan yang diadakan mulai siang hari sampai malam hari ( yang telah dilaksanakan mulai jam 14.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB . Kecamatan Mayangan dan Kelurahan se-Kecamatan Mayangan berupaya terus memudahkan warga terkait percepatan pelayanan publik. Salah satunya dengan memperpanjang waktu pelayanan di Kecamatan Mayangan khususnya untuk waktu yang telah dijadwalkan. Tenda dalam Bazar Pelayanan Malam Hari Manfaat Inovasi Bazar Pelayanan Memberikan Pelayanan kepada Masyarakat pada malam hari dengan dengan mengkolaborasikan dengan pengembangan UKMK dan kesenian daerah. Dengan bazar pelayanan ini diharapkan akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal dapat direalisasikan. Melalui Bazar Pelayanan ini UMKM di wilayah Kecamatan Mayangan dapat memasarkan produknya. Pemberdayaan dan pengembangan seni budaya yang ada di Kecamatan Mayangan. Memberikan kesempatan kepada kelompok kesenian untuk yang ada untuk tampil, sebagai sarana aktualisasi seni, termasuk mendidik para generasi muda untuk tertarik dan belajar seni dalam rangka mencegah generasi muda terjerumus dalam pergaulan yang kurang bermanfaat. Dampak Inovasi Bazar Pelayanan Inovasi program “Bazar Pelayanan Majengan Berlari” di Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo memberikan dampak positif bagi masyarakat yaitu : Meningkatakan pelayanan yang melibatkan semua instansi pelayanan, melalui bazar pelayanan ini pula Kecamatan Mayangan memberdayakan UMKM Kecamatan


Mayangan dengan memfasilitasi para UMKM memasarkan produknya, memberikan pealyanan kesehatan dengan cara memberikan pengobatan dan konsultasi kesehatan secara gratis bagi masyarakat Mayangan serta mengangkat potensi seni dan budaya lokal yang ada di Kecamatan Mayangan. 31. Inovasi Jati Kampung Seni OPD: Kecamatan Mayangan Kecamatan Mayangan memiliki inovasi kampung tematik yang berjudul, Jati Kampung Seni (JKS). Kampung Seni ini terletak di Jl. Sunan Kalijogo RW.008 Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo mempunyai luas 2500 m2. Di wilayah ini terlahir/tinggal beberapa tokoh seni budaya yang mewarnai perkembangan seni budaya Kota Probolinggo. Dari tokoh–tokoh seni inilah yang membuat kesenian tradisional berkembang di masyarakat JKS (Jati Kampung Seni), dengan potensi seni dan budaya yang dimiliki masyarakat RW 8 mampu menghadirkan karya seni yang khas. Di RW 8 ini pula terlahir beberapa kelompok seni antara lain Grup Seni Musik Tradisi Wiro Jalu, Grup Seni Ludruk Karya Damai, Ronjengan, Grup Seni Hadroh dan Samroh JKS, sehingga kampung ini dikenal sebagai Jati Kampung Seni (JKS). Selain Grup seni musik, juga terdapat seni kreatifitas kayu yang memanfaatkan bahan dasar limbah kayu untuk menjadi barang yang lebih berguna dan bernilai ekonomis. Gang di Jati Kampung Seni Salah satu sudut JKS Manfaat Inovasi JKS 1. Bagi Pemerintah Kota Probolinggo Memperoleh input perancangan kawasan yang dibutuhkan masyarakat yang dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan prioritas pembangunan. 2. Bagi Masyarakat JKS Pememenuhan dan peningkatan sarana


dan prasarana lingkungan (fasum dan fasos) yang lebih baik dan tertata Mendukung karakteristik JKS (Jati Kampung Seni) menjadi ikon kota dan dapat memberikan pengaruh positif bagi masyarakat seperti pola pikir, perilaku dan keberdayaan masyarakat terutama di bidang seni dan budaya Munculnya titik-titik kunjungan baru di setiap kecamatan atau kelurahan yang tidak semuanya terpusat di kota (sentrasentra, rumah galeri) yang mendukung pengembangan potensi dan ikon kota. Memberikan pengaruh positif dan daya tarik bagi kampung-kampung lainnya di kelurahan tersebut maupun lainnya agar terpicu dan terpacu untuk mewujudkan tematik senada. 32. Inovasi Tossaku Jebol Mantul OPD: Kecamatan Wonoasih Inisiatif program Inovasi pelayanan “Tosaku Jebol Mantul” ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat di wilayah kelurahan Jrebeng Kidul yang jarak rumahnya jauh dari kelurahan sedangkan sarana transportasi tidak memadai untuk wilayah yang termasuk pelosok. Dengan luas wilayah 193 Ha dan jumlah penduduk 5.143 orang yang terbagi menjadi 31 Rukun Tetangga dan 4 Rukun Warga, terdapat wilayah yang masuk kategori wilayah pelosok dengan sarana transportasi yang tidak memadai, terkadang membuat warga kesulitan untuk mengurus surat-surat yang mereka butuhkan. Manfaat Inovasi Jebol Mantul Pelaksanaan Pelayanan Tossaku Jebol Mantul


Adanya inovasi “Tossaku jebol mantul” bertujuan untuk mewujudkan pelayanan yang lebih baik, mudah serta terjangkau bagi semua masyarakat kelurahan Jrebeng Kidul dengan menggunakan system yang modern, transparan dan bersinergi dengan masyarakat secara langsung dalam pelayanan. “Tossaku jebol mantul” merupakan program yang berbasis Informasi tekhnologi, sehingga dalam pengaplikasiannya membutuhkan akses internet, yang mana akses tersebut kadang dipengaruhi oleh factor cuaca dan jaringan. Dengan adanya wilayah yang masuk kategori pelosok terkadang membuat jaringan internet sulit untuk diakses. Hal itu membuat prose pembuatan dokumen/surat menjadi tersendat-tersendat dan lama. Saat jaringan internet sulit untuk diakses, maka solusi yang dilakukan adalah pembuatan dokumen/surat dilakukan dengan cara manual. Dampak Inovasi Tossaku Jebol Mantul Warga dengan mudah dapat mengurus dokumen/surat yang mereka butuhkan tanpa harus dating ke kelurahan atau kecamatan. 33. Inovasi Bos Dilan OPD: Kecamatan Wonoasih Pelaksanaan Inovasi Bos Dilan Inisiatif Program Inovasi pelayanan “Bos Dilan” ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Lanjut usia di wilayah kelurahan Kedungasem yang berjumlah 75 jiwa adalah seseorang dengan usia 65 tahun atau lebih yang mengalami penurunan, kelemahan serta meningkatkan kerentaan terhadap berbagai penyakit dan perubahan lingkungan, hilangnya mobilitas dan ketangkasan serta perubahan fisiologis terkait usia. Secara umum usia lanjut bukanlah suatu penyakit, namun merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai ketidakseimbangan fisik hal ini mengakibatkan kemunduran pada peran sosialnya dan juga akan mengakibatkan


Click to View FlipBook Version