gangguan dalam hal mencukupi kebutuhan hidupnya. Meningkatkan ketergantungan yang memerlukan bantuan orang lain dengan kata lain akan menurunkan tingkat kemandirian lansia tersebut. Dari segi luas territorial kelurahan Kedungasem dan lokasi penerima manfaat bansos rumahnya jauh dari kelurahan. Bos Dilan menyasar lansia Manfaat Inovasi Bos Dilan Warga lanjut usia (lansia) dengan mudah dapat menerima b antuan sosialnya yang mereka butuhkan tanpa harus datang ke kelurahan, ke kantor pos atau kecamatan. Untuk warga disabilitas juga dengan mudah menerima bantuan tanpa harus datang kekelurahan, ke kantor pos atau kecamatan. Bantuan yang di dapat diberikan langsung kepada si penerima bansos. Warga penerima manfaat bansos baik lansia maupun disabilitas sangat terbantu dengan adanya inovasi Bos Dilan. Dampak Inovasi Bos Dilan Bantuan sosial yang ada di “Bos Dilan” tidak hanya menunggu bantuan datang daripemerintah pusat, daerah, CSR, Dermawan tetapi juga didukung oleh kampung Tangguh yang ada di Kelurahan Kedung Asem “KTS Kapten Saroe” di KTS, di KTS terdapat lumbung pangan yang dikumpulkan dari hasil Jimpitan warga sekitar maupun donasi dari warga. Selain fungsi KTS sebagai penompang warga terdampak Covid19 di sekitar KTS tapi juga mendukung kegiatan Bos Dilan. 34. Inovasi KNKM (Komunitas Noasih Kreatif Mandiri OPD: Kecamatan Wonoasih Dengan kurangnya peningkatan ekonomi masyarakat dalam UKM Kecamatan Wonoasih memicu dengan diadakannya Lomba Kontes Wirausaha Noasih pada tahun 2019.
Dengan Lomba Kontes Wirausaha Noasih ini diharapkan adanya peningkatan Motivasi dan Inovasi masyarakat dalam meningkatkan usaha yang telah atau mulai dilakukan dan dengan demikian juga nantinya akan meningkatkan pembangunan ekonomi yang berdaya saing, didukung percepatan sektor perdagangan, industri, jasa serta sektor potensi lainnya. Pelaksanan pelatihan digital marketing Manfaat Inovasi KNKM Pelaku usaha sudah bisa memasarkan produk mereka dengan lebih luas lagi karena Legalitas Usaha sudah tercukupi (NIB, IUMK, PIRT, dan HALAL) Pelaku Usaha sudah percaya diri dalam memproduksi suatu usahanya. Pelaku Usaha dapat Memperluas Pemasaran Produknya Logo KNKM Wonoasih Kemandirian para pelaku usaha tidak menggantungkan terhadap satu orang, lembaga, atau komunitas. Hasil/pendapatan para pelaku usaha meningkat jauh dari sebelumnya. Dampak Inovasi KNKM KNKM ini suatu kelompok yang beranggotakan dari para pelaku Usaha yang memiliki Skill masing – masing ini tidak hanya mementingkan kelompoknya ataupun usahanya sendiri. Jiwa sosial yang dimiliki Komunitas ini sangat tinggi contonya dimasa Awal Pandemi tahun 2020 hampir seluruh UKM merosot drastis, dengan inovasi dan perubahan usaha yang dilakukan mulai berjualan Handsanitizer, Masker serta Pembuatan Masker itu sendiri sangatlah berpengaruh besar. Dengan omset
laba sekitar 74 Juta itu Komunitas ini masih menyisihkan omsetnya untuk berbagi kepada yang terdampak Pandemi mulai dari masyarakat dan keterlibatan tukang Ojol sangat merasakan dampaknya. 34. Inovasi Noasih Trans OPD: Kecamatan Wonoasih Inovasi Noasih Trans terbentuk berdasarkan usulan dan aspirasi masyarakat dalam rangka memberikan kemudahan masyarakat untuk membantu mengurus surat surat administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP dan Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan lainnya dengan memfasilitasi penyediaan alat transportasi antar jemput dari kelurahan se Kecamatan Wonoasih menuju Mall Pelayanan Publik. Manfaat Inovasi Noasih Trans Penyediaan fasilitas alat transportasi dan sekaligus pendampingan pada pelaksanaan Noasih Trans dalam pengurusan administrasi kependudukan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan sehingga masyarakat tidak lagi merasa kesulitan untuk mengurus administrasi kependudukan ke Mall Pelayanan Publik. Meningkatnya kepemilikan KTP bagi individu wajib KTP dan kepemilikan KK bagi rumah tangga didalam masyarakat. Dampak Inovasi Noasih Trans Dengan adanya inovasi Noasih Trans, warga Kecamatan Wonoasih memperoleh layanan: Dijemput dari kelurahan, diantar ke MPP, dan diantar kembali ke Kelurahan; Pendampingan dalam pengurusan administrasi kependudukan sampai dengan selesai; Produk layanan yang sudah lama tidak diambil oleh pemohon, dikoordinir oleh
pihak kecamatan melalui seksi pelayanan dan langsung diantar ke rumah pemohon ; Pemohon bisa mengakses pelayanan apa saja yang ada di Mall Pelayanan Publik. 35. Inovasi Teman Bahagia (Sistem Pembinaan bagi Penderita Gangguan Jiwa) OPD: Dinas Kesehatan, Puskesmas Kanigaran Inovasi Sistem Pembinaan bagi Penderita Gangguan Jiwa (Teman Bahagia) bertujuan mengikis stigma negatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sebab ODGJ bisa disembuhkan, mampu berkarya, dan mandiri. Hal ini penting karena jumlah kasus gangguan jiwa terus bertambah dan berdampak pada penambahan beban negara dan penurunan kualitas hidup manusia untuk jangka panjang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur mencatat, pada tahun 2017, jumlah ODGJ berat sebanyak 43.747 kasus. Sementara Dinkes Kota Probolinggo melaporkan, terdapat 218 ODJG. Puskesmas Kanigaran menempati urutan pertama gangguan jiwa di Kota Probolinggo yaitu, 78 kasus dari total 218 kasus (36%). Puskesmas Kanigaran mempunyai inovasi ‘Teman Bahagia’ melalui penanganan kesehatan jiwa yang beralih dari klinis-individual ke produktif-sosial. Sasaran adalah ODGJ yang mulai sembuh atau terkontrol. Mereka dibawa ke Posyandu Jiwa untuk pemeriksaan rutin, pengobatan, dibekali ketrampilan dan dibantu para Kader Kesehatan Jiwa (KKJ). Mantan penderita ODGJ yang telah sembuh dapat menjadi kader dan dilibatkan dalam sosialisasi ke masyarakat. Jika ada penderita gangguan jiwa, warga terdorong bersikap seperti di video: https://youtu.be/uA9G-lvLnZU. Manfaat Inovasi Teman Bahagia Partisipasi dan peran serta kader masyarakat di wilayah Kecamatan Kanigaran mulai meningkat, hal ini bisa dilihat dari data pelaporan program
kesehatan jiwa PKP UKM Pengembangan : Adanya peningkatan peran serta kader dan masyarakat tentang deteksi dini dan penanganan kasus gangguan jiwa. Adanya penurunan kasus relaps (kekambuhan) ODGJ dari 51 % menjadi 21 % Terjadi peningkatan kepatuhan minum obat bagi ODGJ hal ini dapat di ketahui dari meningkatnya prosentase ODGJ terkontrol. Tumbuhnya kesadaran di masyarakat bahwa ODGJ bisa sembuh dengan pengobatan yang teratur dan dapat hidup mandiri,yang berdampak pada menurunnya stigma negatif tentang ODGJ. ‘Teman Bahagia’ dikatakan kreatif dan sangat inovatif karena: Metode yang tidak lazim dan tidak popular untuk Posyandu Jiwa, sebagian besar beranggotakan mantan penderita ODGJ. Biasanya kader jiwa yang ada dan lazim di posyandu adalah kader dari orang yang sehat secara fisik dan mental. Dalam posyandu tersebut pendekatan yang dilakukan beralih dari klinisindividual ke produktif-sosial sesuai dengan berkembangnya konsep kesehatan jiwa komunitas. Memprioritaskan pelayanan penanganan gangguan kesehatan jiwa berbasis masyarakat, dengan meningkatkan keterlibatan lintas sektor dalam memberdayakan ODGJ sehingga mampu hidup mandiri dan produktif di masyarakat. 36. Inovasi Hiperaktif Bro OPD: Dinas Kesehatan, Puskesmas Kedopok Berdasarkan hasil observasi dan hasil survey Keluarga Sehat tahun 2018 di wilayah kerja Puskesmas Kedopok penderita hipertensi yang melakukan pengobatan
secara teratur sebesar 9.95 %. Sedangakan data cakupan hipertensi yang mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas Kedopok tahun 2018 yaitu 15,67%. Dari data tersebut terdapat permasalahan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hipertensi yang disebabkan oleh kurang optimalnya standar pelayanan kesehatan oleh petugas kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Selaras dengan visi dan misi Puskesmas Kedopok dalam menciptakan Masyarakat Kecamatan Kedopok Mandiri Untuk Hidup Sehat, dalam upaya pelaksanaanya juga termasuk penanganan yang tepat dan efisien terhadap kasus–kasus degenerative seperti hipertensi. Berdasarkan permasalahan diatas, Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) perlu dan wajib mengetahui lebih jauh tentang tugas pokok dan fungsi yang akan menjadi tanggungjawab dalam pekerjaan nantinya sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pelayanan kesehatan masayarakat. Oleh karena UPT Puskesmas Kedopok memiliki inovasi dengan judul “HIPERAKTIF BRO (Hipertensi Aktif Berobat)” . Manfaat Inovasi Hiperaktif Bro Terlaksananya upaya dalam meningkatkan kepatuhan penderita hipertensi untuk kontrol dan minum obat teratur Terciptanya kepatuhan penderita hipertensi untuk kontrol dan minum obat teratur Terkontrolnya penderita hipertensi sehingga tidak muncul penyakit komplikasi lainnya.
37 Inovasi Si Inol Aja (Sistem Inovasi Layanan Arisan/Angsuran Jamban) Kikis Perilaku BABs OPD: Dinas Kesehatan, Puskesmas Ketapang Masih banyak masyarakat di Kota Probolinggo yang berperilaku Buang Air Besar sembarangan (BABs), di sungai, di pantai, atau di pekarangan. Data baseline Sekretariat-STBM-Kemenkes tahun 2015, masyarakat Kota Probolinggo yang berperilaku BABs sebesar 16.121 KK (Kepala Keluarga) dan masyarakat yang BABs di wilayah Kecamatan Kademangan (wilayah kerja Puskesmas Ketapang) sebesar 1.725 KK. Artinya potensi pencemaran dan penyebaran penyakit akibat tinja yang dibuang sembarangan tempat masih besar. Berdasarkan prinsip paradigma sehat puskesmas, Puskesmas Ketapang mendorong seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi dalam upaya mencegah dan mengurangi risiko kesehatan yang dihadapi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat melalui Gerakan-MasyarakatHidup-Sehat (GERMAS), maka lahirlah “Si Inol Aja“ (Sistem Inovasi Layanan Arisan/Angsuran Jamban). Sasaran yang dituju “Si Inol Aja“ ini adalah seluruh masyarakat yang belum punya jamban, Sharing (numpang ke Jamban milik saudara/tetangga) dan JSSP (Jamban Sehat Semi Permanen), yaitu akses ke jamban yang kurang memenuhi syarat kesehatan seperti jamban model cemplung atau cubluk. Manfaat Inovasi Si Inol Aja Di Puskesmas Ketapang, masyarakat dapat berkonsultasi gratis tentang
program “Si Inol Aja“. Masyarakat telah sadar dan terpicu dengan kemauannya sendiri untuk berubah dari perilaku Buang Air Besar sembarangan beralih ke sarana sanitasi (Jamban Sehat) Memudahkan, meringankan dan tidak memberatkan masyarakat untuk mempunyai jamban sehat, karena dapat dicicil/diangsur melaui Kredit atau Angsuran dan sekaligus menumbuhkan rasa gotong royong dan kekeluargaan. Biaya Jamban Sehat yang terjangkau (tidak mahal), karena “Si Inol Aja“ menggunakan inovasi teknologi tepat guna yaitu system cor langsung dan cetakan septic tank fiber. Memperkuat partispasi dan swadaya masyarakat dalam upaya mengikis perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Dampak Inovasi Si Inol Aja Adanya JJK (Juru Jamban Kampung). JJK terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT/RW, perangkat kelurahan/kecamatan, kader posyandu/lingkungan yang telah dilatih oleh Puskesmas Ketapang/Dinkes JJK melakukan “Jemput Bola”, aktif ke masyarakat untuk merubah perilaku BABs ke sarana jamban sehat, baik melalui kegiatan pemicuan, PKK, dasa wisma, pengajian, arisan, Yasinan, atau secara langsung dari rumah ke rumah. Pembuatan jamban dengan Teknologi Tepat Guna (system cor langsung di tempat) dan cukup melalui JJK tanpa harus ke dinkes/puskesmas/sanitarian. Masyarakat langsung dibuatkan jamban sehat tanpa direpotkan untuk membeli material dan mencari tukang. Pembayaran sistem arisan/angsuran tiap bulannya dikelola JJK di rumah.
38. Sari Perak Joss (Satu Hari Perawatan Keluarga Jemput Obati Sampai Sembuh) OPD: Dinas Kesehatan, Puskesmas Sukabumi Berdasarkan data dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur kasus TBC Kota probolinggo dilaporkan sebanyak 692 kasus TBC dan di Kota Probolinggo. Untuk kecamatan mayangan penyumbang tertinggi dalam kasus ini. sekitar 36 %. Berdasar data Penilaian kinerja Puskesmas Sukabumi tahun 2018 dilaporkan penemuan terduga TBC kurang memenuhi target. Tercapai 26,6% dari target 75% hanya 113 pasien yang ditemukan dari target 450 pasien.. “Sari Perak Joss ” ( Satu hari perawatan keluarga Jemput Obati Sampai Sembuh ). Dalam inovasi tersebut mencegah penularan semakin cepat dengan cara: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan sputum Meningkatkan akses masyarakat ke Puskesmas Sukabumi. Mendatangi langsung ke rumah pasien suspect TBC yang tidak datang lagi Mendatangi langsung ke rumah pasien TBC yang berhenti dari pengobatan bekerjasama dengan kader TBC SSR untuk mencari suspect TBC. Manfaat Inovasi Sari Perak Joss Suspect TBC yang ditemukan lebih banyak. Pasien TBC yang berobat menjadi lebih teratur, terkontrol dan berobat sampai tuntas. Mengurangi kasus TBC. Meningkatkan angka kesembuhan
pasien TBC. Dampak Inovasi Sari Perak Joss Meningkatnya jumlah cakupan suspect TBC yang diperiksa menjadi 100 % dan peningkatan jumlah kesembuhan pengobatan TBC sampai tuntas menjadi 85%. 39. Inovasi Compok Lastareh OPD: Dinas Kesehatan, Puskesmas Sukabumi Pembukaan Kegiatan Compok Lastareh Tingginya angka kematian ibu dan bayi di indonesia menjadi salah satu fokus dalam permasalahan di bidang kesehatan. Angka Kematian Ibu dan bayi untuk Wilayah Kota Probolinggo pada tahun 2017 sebesar 92 kasus, yang terdiri dari 4 kasus kematian ibu dan 88 kasus kematian ayi. Dari angka kematian Ibu dan bayi tahun 2017 dari seluruh wilayah puskesmas di Kota Probolinggo. kasus kematian ibu hanya berada di wilayah Puskesmas Wonoasih. Sehingga menjadikan Puskesmas Wonoasih sebagai penyumbang kematian Ibu di Kota Probolinggo selama tahun 2017. Berdasar kondisi diatas maka masalah kematian ibu dan bayi harus segera diselesaikan dengan berbagia cara. Seperti meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan selama masa kehamilan. Kemudian meningkatkan Penyuluhan tentang kesehatan ibu dan bayi serta menyediakan sebuah tempat atau sarana dimana masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan dan pemeriksaan kesehatan. Maka lahirlah “Compok Lastareh“ yang bertujuan (awalnya) mengurangi angka kematian Ibu dan Bayi. Sasaran masyarakat yang dituju dengan “Compok Lastareh“ ini adalah seluruh masyarakat terutama bagi Ibu Hamil dan Balita serta seluruh lapisan masyarakat sampai dengan para lansia dengan harapan promosi kesehatan bukan lagi sebuah kegiatan yang sukar untuk dilaksanakan. Manfaat Inovasi Compok Lastareh Sasaran masyarakat yang dituju “Compok Lastareh“ ini ibu hamil dan lansia.
Adapun kegiatannya adalah : 1. Kelas Ibu Hamil 2. Kelompok Lansia 3. Kegiatan Penyuluhan anak sekolah 4. Penyuluhan Sanitasi Masyarakat pada umumnya menyambut baik kegiatan ini. Terbukti dengan meningkatnya jumlah kunjungan pemeriksaan ANC terpadu di Puskesmas Wonoasih dan jumlah peserta Kelas Ibu hamil. Promosi kegiatan Compok Lastareh Dampak Inovasi Compok Lastareh Selama kurun waktu 1 tahun telah terlaksana kegiatan sebagai berikut : 1. Kelas Ibu Hamil 2. Kelompok Lansia 3. Kegiatan Penyuluhan anak sekolah 4. Penyuluhan Sanitasi 40. SI POKER (Sistem Inovasi Polisi Masker) OPD: Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Probolinggo telah membuat aturan dan kebijakan penerapan protokol kesehatan di semua sektor sebagai pedoman untuk menghadapi pandemi Covid-19. Terhadap masyarakat yang melanggar aturan tersebut dapat dikenakan sanksi berupa teguran lisan dan tulisan, pembubaran kerumunan massa, melafalkan Pancasila atau lagu nasional, kerja sosial sampai penutupan tempat usaha. Inovasi ini diharapkan bisa menurunkan angka pelanggar protokol kesehatan. Dan pada akhirnya tidak akan ada lagi pelanggar protokol kesehatan di Kota Probolinggo. Sehingga kondisi Kota Probolinggo tetap aman dari pandemi Covid-19. Masker menjadi benda yang penting di masa pandemi Covid-19. Jika sebelum
pandemi orang yang memakai masker adalah mereka yang sedang sakit flu, berada di ruang operasi, atau pengendara sepeda motor, kini semua orang wajib pakai masker setiap orang keluar rumah. Manfaat Inovasi Si Poker Selain melakukan vaksinasi Covid19, kita juga tidak boleh meninggalkan protokol kesehatan (prokes), terutama memakai masker guna meminimalisir terjadinya penularan. "Memakai masker adalah salah satu langkah paling ampuh yang dapat kita ambil bersama dengan menjaga kebersihan tangan dan menjaga jarak sosial untuk menghentikan penyebaran virus corona di komunitas kita. Satpol PP menghimbau warga untuk memakai masker Dampak Inovasi Si Poker Dengan adanya Program “Si POKER” ini terwujudnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan. Masyarakat mulai sadar dan menerapkan 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) dan elalu menghindari kerumunan dan tetap memakai masker sekali pakai untuk mencegah penularan Covid-19. 41. Inovasi Perpustakaan Bergerak OPD: Dinas Pendidikan, SMPN 4 Kota Probolinggo Lokasi SMPN 4 kurang lebih 8446 m2, cukup luas untuk ukuran sekolah menengah pertama. Selain itu, letak gedung perpustakaan yang kurang strategis jauh dari jangkauan beberapa peserta didik. Sehingga dari jumlah peserta didik 725 orang tidak cukup ditampung dalam perpustakaan secara bersamaan. Karena areal ruang gedung
kurang memadai (48 m2). Terlebih selama ini waktu istirahat siswa hanya 15 dan 30 menit. Fakta itu menambah keengganan peserta didik untuk pergi ke perpustakaan. Pada akhirnya, literasi membaca siswa rendah. Karena itu diperlukan inovasi Perpustakaan Bergerak. Yaitu gerakan literasi dengan menghadirkan perpustakaan di pojok-pojok kelas yang diatur oleh siswa yang berperan sebagai duta literasi di SMP 4 Kota Probolinggo. Manfaat Inovasi Perpustakaan Bergerak Memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengakses buku perpustakaan dengan lebih mudah Menyediakan pojok literasi yang beragam sesuai kreativitas siswa Mengajak siswa untuk memahami literasi lebih lanjut Dampak Inovasi Perpustakaan Bergerak Terdapat peningkatan kemampuan literasi pada siswa setelah adanya Perpustakaan Bergerak sebagaimana yang diampilkan dalam grafik. Hal ini menunjukkan jika inovasi Perpustakaan Bergerak ini berdampak 42. Inovasi SI PINTER (Sistem Informasi Pendidikan Terpadu) OPD: Dinas Pendidikan, SDN Sukabumi 2 Dewasa ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya internet terbukti dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, murah, efektif, efisien dan praktis baik di bidang pendidikan, hiburan, maupun pengetahuan umum. Pemanfaatan internet sebagai salah satu kebutuhan juga bisa dilakukan di dunia pendidikan dan pembelajaran. Saat ini kita memasuki era pembelajaran digital. Karena itu SI PINTER (Sistem Informasi Pendidikan Terpadu) SD Negeri Sukabumi 2 Kota Probolinggo hadir sebagai aplikasi yang sangat potensial
karena keunggulan yang dimiliki oleh SI PINTER tersebut dalam mengolaborasikan tugas, dan pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar peserta didik utamanya dalam masa Daring (Dalam Jaringan) selama masa pandemi Covid-19 berlangsung. Dengan menggunakan perangkat komputer dan HP yang terkoneksi internet, peserta didik dapat menikmati konten/materi yang disajikan dalam SI PINTER. Manfaat Inovasi Si Pinter Memperjelas dan mempermudah penyampaian pesan pembelajaran. Semakin memotivasi dan gairah belajar peserta didik, karena SI PINTER berupa kombinasi antara materi pelajaran dan latihan-latihan soal sebagai salah satu bentuk latihan dan evaluasi. Meningkatkan motivasi dan prestasi belajar. Dampak Inovasi Si Pinter Hasil dari inovasi SI PINTER mampu meningkatkan respon belajar peserta didik dengan prosentase 86,72% dari 34 responden peserta didik secara random dari 24 rombongan belajar di SD Negeri Sukabumi 2 Kota Probolinggo yang dapat dikategorikan ‘sangat kuat’. Hasil belajar juga meningkat 84,12 dan dinyatakan tuntas dengan ketuntasan belajar di kelas mencapai 91,42%.
SISIPAN INOVASI TATA KELOLA PEMERINTAHAN
1. QRING (Quick Response Labelling) OPD: Dinas Komunikasi dan Informatika Berdasarkan hasil identifikasi dan analisa isu permasalahan BMD (Barang Milik Daerah) yang ada di Diskominfo ditemukan isu sulitnya mengetahui informasi barang dari label BMD. Selama ini barang TIK sulit dilabeli menggunakan label BMD biasanya karena ukurannya kecil dan sangat riskan hilang jika tidak dilabeli dengan baik. Karena itu muncul inovasi QRING (Quick Response Labelling) dengan menerapkan QR Code pada lebelisasi BMD yang disusun dari data KIB (Kartu Inventaris Barang) menggunakan Microsoft Excel. Manfaat Inovasi QRING Mempermudah semua pihak dalam mengetahui informasi barang Mempercepat proses rekap barang oleh Pengurus Barang Membantu proses penatausahaan BMD menjadi efektif dan efisien Dampak Inovasi Qring Sebelum adanya inovasi QRING, Persentase publik yang mengetahui Informasi barang dari label BMD hanya 80 persen orang dan naik sebesar 100% orang setelah adanya inovasi QRING.
2. SIPEKA (Sistem Informasi dan Pelaporan Penanganan Perkara) OPD: Bagian Hukum, Sekretariat Daerah Kota Probolinggo Penggunaan sistem informasi dan pelaporan berbasis teknologi menjadi hal yang sangat penting dalam terselenggaranya pelayanan publik yang baik dan efektif serta akuntabel, termasuk penanganan perkara Pemerintah Daerah oleh Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Probolinggo. Tampilan Aplikasi SiPeka Hadirnya SIPEKA “Sistem Informasi dan Pelaporan Penanganan Perkara” adalah salah satu upaya untuk merubah proses penyampaian informasi dan pelaporan penanganan perkara yang selama ini masih dilakukan secara manual oleh Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Probolinggo. Dengan adanya aplikasi ini, informasi perkara berupa hasil digitaliasi dokumendokumen yang sudah ada untuk selanjutnya dilakukan scanning, untuk kemudian dilakukan proses indexing, membuat suatu repository, menyusun dokumen-dokumen digital tersebut dan sebagainya. Manfaat Inovasi SiPeka Meningkatkan akuntabilitas kinerja Bagian Hukum dalam penananganan perkara di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo; Meningkatkan profesionalisme SDM pada Bagian Hukum dalam penananganan perkara di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo; Meningkatkan retensi dokumen sebagi informasi penanganan perkara Pemerintah Daerah; Memudahkan pengawasan dan evaluasi atas penanganan perkara di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo; Meningkatnya kepercayaan masyarakat pada kinerja Pemerintah Kota Probolinggo pada umumnya dan Bagian Hukum pada khususnya; Memudahkan pemberian informasi atas pelaksanaan penananganan perkara di lingkungan Pemkot Probolinggo
Dampak Aplikasi SiPeka Melalui Sistem Aplikasi SIPEKA inventarisasi dan penghimpunan perkara menjadi lebih mudah. Diawali dengan adanya disposisi terkait perkara yang akan ditangani oleh Sub Bagian Bantuan Hukum dan Penanganan Perkara. Kemudian dilanjutkan dengan mengklasifikasikan perkara litigasi dan non litigasi. Penanganan Pengaduan SiPeka Perkara litigasi ada 5, yaitu uji materiil peratran perundang-undangan, perkara pidana, perdata, Tata Usaha Negara, dan perkara lainnya. Sedangkan perkara nonlitigasi ada 3, yaitu pengaduan hukum, konsultasi hukum, dan unjuk rasa. Setelah perkara telah diklasifikasikan, selanjutnya adalah input/scanning data, informasi, dan dokumen (baik berbentuk PDF, foto, dll) selama penanganan perkara hingga pelaporan. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan penanganan perkara dan terakhir adalah pelaporan. 3. Si JinGGo (Sistem Informasi Jaringan Informasi Good Governance) OPD: Bagian Pemerintahan, Sekretariat Daerah Kota Probolinggo Data yang valid dan pasti dapat membantu proses pembuatan perencanaan. Selama ini, permasalahan yang sering terjadi berkenaan dengan data di tingkat wilayah Kecamatan dan Kelurahan di Kota Probolinggo antara lain: (1) Aparatur Kecamatan maupun Kelurahan kurang menyadari bahwa data yang mereka berikan adalah penting bagi proses perencanaan pembangunan daerah; (2) Minimnya keberadaan data kemasyarakatan yang dibutuhkan oleh OPD Teknis seperti demografi penduduk dan data kemasyarakatan lainnya; (3) Akses data
Kelurahan yang terdapat pada website Kementrian Dalam Negeri sulit untuk didapatkan dan dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah; (4) Sering terjadi permintaan data yang berulang pada Kecamatan dan Kelurahan. Untuk mengatasi masalah tersebut hadirlah Inovasi Si Jinggo. Si Jinggo adalah inovasi berbentuk aplikasi program yang berbasis website yang dapat digunakan untuk menghasilkan laporan dan data secara berkala dari kelurahan atau kecamatan se Kota Probolinggo yang dapat dipantau secara online. Manfaat Inovasi Si Jinggo Tersedianya data yang diperlukan untuk perencanaan pembangunan daerah Lebih optimlnya pemanfaatan data dalam proses pembangunan daerah Kemudahan dalam pelaporan data dapat diakses oleh perangkat kelurahan dan kecamatan tanpa harus datang dan menyerahkan data secara langsung Dampak Aplikasi Si Jinggo Melalui aplikasi Si Jinggo, optimalisasi data kemasyarakatan yang dibutuhkan oleh OPD teknis seperti demografi penduduk dan data kemasyarakatan lainnya dapat dilakukan lebih optimal. Juga dapat digunakan untuk akses data kelurahan yang dapat dijelajahi melalui website kota dengan mudah dan efisien. Hal ini dapat meminimalisir permintaan data yang berulang pada kecamatan dan kelurahan karena data yang dikirimkan sudah online berbasis website. Aparatur kelurahan dan kecamatan juga dapat dengan mudah mengakses data yang dibutuhkan untuk pengembangan kelurahan dan kecamatan. Pengguna Aplikasi Si Jinggo ini sendiri ada dua yaitu Admin Bagian Pemerintahan yang mengontrol pengisian data aplikasi dan operator masing masing kelurahan dan kecamatan. 4. Inovasi Dear Karedok OPD: Bagian Umum, Sekretariat Daerah Kota Probolinggo Dokumen arsip dalam sebuah organisasi sangat penting keberadaanya
sebagai sumber informasi. Pelaksanaan pengarsipan disuatu organisasi pasti akan menghadapi berbagai masalah. Salah satunya adalah saat arsip diperlukan dalam penyampaian informasi segera ditemukan sehingga tidak menghambat jalannya penyampaian informasi dalam pelaksanaan sebuah kegiatan di dalam organisasi. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan perubahan di dalam memberikan solusi yaitu kondisi yang diharapkan dalam upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi dalam pencarian dokumen. Inovasi “DEAR KAREDOK” (DEpo ARsip Kemudahan Pencarian DOKumen) sebagai solusi dalam memberi kemudahan mencari setiap dokumen penting yang dibutuhkan sewaktu–wakt u. Tahapan Inovasi Dear Karedok Dalam mendukung usulan inovasi DEAR KAREDOK (DEpo ARsip Kemudahan Pencarian Dokumen) beberapa startegi yang perlu dilakukan yaitu : 1. Penyiapan tempat khusus penyimpanan dokumen arsip. 2. Penyediaan Sumber Daya Manusia khusus yang menangani kearsipan. 3. Pengembangan kompetensi petugas arsip dengan mengikuti Bimbingan Teknis Kearsipan. 4. Komitmen para pelaksanan kegiatan untuk menyimpan semua dokumen di Depo Arsip. 5. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap kegiatan pengarsipan di Depo Arsip; 6. Melakukan pembinaan secara berkala kepada petugas arsip. Dampak Inovasi Dear Karedok Untuk keluaran (output) dari implementasi DEAR KAREDOK (DEpo ARsip Kemudahan Pencarian Dokumen) yaitu: Penyediaan/pencairan dokumen bisa ditemukan dalam waktu singkat dan
cepat. Permintaan atas dokumen yang disimpan pada Depo Arsip akan disediakan secepatnya, dan dokumen yang diserahkan sesuai dengan yang diminta. Dokumen tersimpan dengan baik dan rapi. Sebelum ada Depo Arsip, setiap dokumen disimpan oleh masing-masing pelaksanan kegiatan. Saat ini, semua dokumen tersimpan di Depo Arsip, dengan penyimpanan dan penataan yang baik dan rapi. 5. Dig Ripka (Digitalisasi Arsip Kelurahan) OPD: Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran Kelurahan merupakan unit dari Organisasi Pemerintah Daerah, adalah pengelola arsip yang cukup aktif. Mulai dari arsip pelayanan, pemberdayaan masyarakat, pemerintahan sampai masalah keuangan ada di kelurahan. Dan dengan intensitas yang cukup tinggi, tentunya dibutuhkan sebuah inovasi daerah dalam melakukan pengelolaan arsip – arsip tersebut. Dokumen yang ada di Kelurahan yang biasanya tercetak di kertas ( dokumen fisik ) seringkali berpindah – pindah tangan, mulai dari Lurah, Sekretaris Kelurahan, Kepala Seksi sampai dengan Pelaksana. Hal ini tentunya rawan akan terselipnya dokumen, bahkan sampai hilang. Dan tentunya sangat menyebalkan, di waktu kita membutuhkan informasi dengan cepat dari suatu dokumen, tetapi kita tidak tahu persis keberadaan dokumen tersebut. Di samping itu, dokumen fisik yang sering berpindah tangan akan menyebabkan menurunnya kondisi dokumen. Kotoran, debu, minyak ataupun air di tempat kerja, juga turut mempengaruhi berkurangnya kualitas dari dokumen yang terbuat dari kertas. Untuk mengatasi permasalahan di atas, memang membutuhkan kontrol arsip yang ketat agar dokumen fisik tidak terselip, hilang ataupun rusak. Namun, bukan berarti tidak ada alternatif lain. Manfaat Inovasi Dig Ripka Mencegah hilangnya dokumen fisik ( asli) ; Mengurangi tingkat penurunan kondisi dokumen fisik yang terbuat dari kertas ; Kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh informasi dari dokumen
yang ada tanpa bersinggungan langsung dengan dokumen fisik ; Kemudahan dan kecepatan dalam pengiriman dokumen kepada pihak yang membutuhkan ; Kemudahan dan kecepatan dalam penggandaan dokumen yang dibutuhkan. Dampak Inovasi Dig Ripka Dig Ripka bukan hanya akronim dari “DIGitalisasi aRsIP KelurAhan“. Tetapi terkandung makna yang lebih luas terkait arsip Kelurahan. Frasa “Dig“ atau “to Dig“ adalah salah satu kata kerja dalam Bahasa Inggris yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti “Menggali“. Menggali informasi, menggali data ataupun menggali keterangan yang terkandung dalam Arsip Kelurahan. Banyak sekali peristiwa yang terjadi di masa lalu dan terekam dengan baik dalam arsip kelurahan. Dari sana kita dapat mengetahui tentang apa, siapa, kapan serta di mana suatu kejadian ataupun suatu masalah di masa lalu. Dan tentunya dari arsip tersebut juga kita dapat belajar bagaimana cara menghadapi suatu masalah. Karena sejarah pasti terulang, maka Jangan sekali – sekali melupakan sejarah dan tentunya : Lestarikanlah Arsip.
1. Inovasi Wastafel Portable Otomatis Inovator: M. Sholeh, Pokdarwis Sukabumi Wastafel portable dan hansanitizer otomatis merupakan hasil dari usaha dalam rangka penanggulangan penyebaran Virus Corona, penyebaran virus corona melumpuhkan hampir semua sektor dalam kehidupan masyarakat, Ekonomi, social dan Budaya. Wastafel portable otomatis adalah alat cuci tangan yang tidak harus bersentuhan dengan kran air dan tempat sabun dengan tujuan agar tidak terjadi penularan dari sentuhan tangan dan mudah di pakai serta bisa dipindahkan dengan sangat mudah Wastafel portable ini dilengkapi dengan 2 rangkain sensor masing – masing di kran air dan di kran sabun yang bisa di aplikasi baik didalam ruangan atupun diluar ruangan, ukurannya yang kecil dan simple sehingga bisa ditempatkan dimana saja.alat ini bekerja dengan tegangan list rik 12 volt. M. Sholeh dengan prototype wastafel ciptaannya Manfaat Inovasi Wastafel Portable Rajin mencuci tangan tanpa ada rasa kuatir terjadi cross invection Dapat dipindahkan dengan mudah Sebagai alat protokoler kesehatan disetiap kegiatan warga Bisa digunakan sebagai dispenser air minum otomatis Dampak Inovasi Wastafel Portable Kebaruan Inovasi Wastafel Portable Otomatis pada kran air dan sabun yang teringrasi dalam 1 (satu) alat
Portable mudah dipindahkan (mobile) dan dipakai sesuai kebutuhan Bisa digunakan di indoordan outdoor Sumber daya : Adaptor DC 12 Volts atau Baterai Rechangeable DC 12 volt. 2. Inovasi Gerpesh Jitu (Gerakan Peduli Sampah Siji Pitu) Inovator: Bank Sampah Gerpesh Jitu Sampah di TPA yang jumlahnya semakin overload salah satunya disebabkan gaya hidup modern yang serba praktis namun berdampak pada lingkungan. Yang mana pembungkus atau kemasan makanan, barang berupa plastik menambah semakin banyak sampah. Karena itu kelompok Bank Sampah Jitu mengajak masyarakat untuk memilah sampah dan hasilnay disetorkan kepada Bank Sampah Jitu untuk dijual kembali. Hasil penjualan tersebut kemudian diberikan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Yaitu yatim piatu, janda miskin dan kaum dhuafa. Pemberian Bantuan Hasil Penjualan Sampah Manfaat Inovasi Gerpesh Jitu 1. Sampah terkoordinir di setiap RT 2. Mendukung program pemerintah dalam mengurangi bebansampah di TPA 3. Mampu menjaga kesuburan tanah dengan membebaskan tanah dari sampah plastik 4. Fakir miskin, kaum dhuafa, janda, lansia terpantau kondisinya dengan adanya santunan yang rutin diberikan. 5. Pemberian santunan dilakukan 1 tahun 2 kali. Pemberian dilakukan yaitu ketika kenaikan kelas dan pada waktu 10 Muharram (santunan anak yatim). Santunan untuk janda dan kaum dhuafa mengikuti. 6. Memberikan donasi kepada lingkungan dan fasilitas umum seperti tempat ibadah, posyanndu, dll berupa sarana dan prasarana seperti pengadaan tanaman, tempat sampah, Al-Quran, mukena, alat ibadah, dsb. 7 . Memberikan donasi ketika ada bencana baik skala daerah, nasional, internasional,
disesuaikan dengan kemampuan keuangan saat itu. 8. Menjadi penggerak penggalangan dana ketika ada bencana. 9. Kami mengubah mindset masyarakat akan sampah yang kotor menjadi SAMPAH BERKAH yang keberadaannya selalu ditunggu. Penggerak Gerpesh Jitu Dampak Gerpesh Jitu Masyarakat RW 17 sudah paham dan dengan sukarela menyerahkan sampahnya ke titik kumpul di setiap RT, sehingga pengumpukan sampah lebih mudah. Dengan sistem keuangan yang transparan dan kegunaannya yang luas, masyarakat merasa dibantu dalam mendapatkan pahala. Hasil penjualan sampah warga RW 17 ini inovasinya terletak pada perubahan sistem dari tabungan sampah perorangan menjadi TABUNGAN SOSIAL yaitu tabungan yang dikhususkan untuk kegiatan amal sosial, seperti menyantuni anak yatim, janda, lansia yang tidak mampu dan fakir miskin di seluruh RW 17. 3. Kampung Batik Baremi Inovator: KUBE Batik Baremi Masyarakat di lingkungan RW 01 Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo atau yang lebih dikenal dengan Kampung Bremi, memiliki keahlian dan hobi di bidang membatik. Warga kemudian merealisasikan kegiatan berbasis pembangunan untuk, dari dan oleh masyarakat agar tercipta karakteristik lingkungan yang khas. Sehingga potensipotensi lokal dan unik bisa berkembang, termasuk dalam hal ini potensi edukasi wisata batik di Kampung Baremi. Dengan dibentuknya kelompok usaha bersama (KUBE) Kampung Batik Baremi, diharapkan memacu kreatifitas dan kekompakan antar pembatik untuk memajukan ekonomi sekitar melalui kerajinan batik.
Manfaat Inovasi Kampung Batik Baremi Masyarakat luar bisa mengenal Kampung Batik Baremi; Para Pembatik bisa memasarkan produknya secara online; Banyak wisatawan yang datang ke Kampung Batik Baremi Kualitas Batik mampu bersaing dengan para pembatik yang sudah lama Banyak pesanan batik dari berbagai penjuru daerah; Mendukung karakteristik Baremi sebagai Kampung Batik dan menjadi ikon kota dan dapat memberikan pengaruh positif bagi masyarakat seperti pola pikir, perilaku dan keberdayaan masyarakat terutama di bidang seni dan budaya Dampak Inovasi Kampung Batik Baremi Industri batik memberikan dampak perekonomian positif dengan meningkatkan kontribusi perekonomian bagi masyarakat karena dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Hal ini bisa dilihat dari beberapa anggota Kelompok Usaha Bersama yang didominasi oleh kaum ibu yang sekarang sudah mempunyai penghasilan sendiri dari penjualan batik. Selain itu dengan adanya Kelompok Usaha Bersama ini, semakin banyak kemudahan yang diperoleh oleh pembatik baik dari segi peningkatan keterampilan, fasilitasi dalam rangka memamerkan produk dan juga kemudahan dalam memperoleh perizinan berusaha. Bahkan sudah 80% dari anggota sudah mempunyai NIB (Nomor Induk Berusaha) sebagai kelengkapan Izin Usaha.
4. Randu Basah Inovator: Kelompok Posyandu Mawar Balita di Posyandu Mawar mendapat PMT dengan menyetorkan sampah pada kader posyandu Kondisi lingkungan di RW 08 dan RW 09 Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, terutama terjadi penumpukan sampah di sekitaran sungai, menjadi masalah tersendiri. Terlebih kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai masih sangat rendah. Karena itu Posyandu Mawar RW 08 dan RW 09 Kelurahan Kedung Asem ingin berkantribusi dalam mendukung pelestarian lingkungan. Posyandu Mawar mengumpulkan iuran anggotanya dengan menyetorkan sampah yang dapat di daur ulang setiap kali diadakan posyandu. Hasil dari penjualan sampah anorganik tersebut kemudian digunakan untuk mendukung program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dari Puskesmas Wonoasih. PMT dari puskesmas sendiri hanya berupa bahan makanan mentah, sementara tambahan bahan baku dan kemasan harus di-cover oleh kader posyandu. Karena itu, uang hasil penjualan sampah kemudian digunakan untuk menambah kebutuhan pengadaan PMT. Manfaat Randu Basah 1. Kesadaran warga akan kebersihan lingkungan semakin baik 2. Kondisi lingkungan warga RW 08 dan RW 09 semakin bersih 3. Kekurangan biaya pada program PMT tercukupi Dampak Randu Basah Volume sampah yang dibuang sembarangan mulai berkurang, karena warga sudah mulai memilah sampah yang bisa dijadikan bahan untuk iuran posyandu. Selain itu, kebutuhan PMT mulai tercukupi, sehingga balita dengan kondisi gizi kurang mulai berkurang.