Pondok Pesantren Al Jamil didirikan oleh ketua yayasan bapak Asrofil yang berasal
dari Lumajang Jawa Timur pada tahun 2014 awal, yang selama ini sudah berjalan selama 6
tahun dan terletak di RT 2 Dusun Utara desa Tanah Datar.
a. Fasilitas sarana dan prasarana
Dalam segi fasilitas di pesantren Al Jamili memiliki bangunan yang diperoleh dari
bantuan perusahaan PT. WINKA bidang konstruksi bangunan dan merupakan program CSR,
untuk keperluan lainnya individu/persantri sedangkan untuk bantuan dari pemerintah desa
pihak pesantren tidak mendapatkan bantuan karena pesantren ini merupakan dibawah binaan
yayasan dan berdiri sendiri, pemerintah desa hanya sebagai pelindung dan tokoh masyarakat
hanya pembina dan pembimbing. lahan untuk pembangunan pesantren ini dimiliki oleh salah
satu pejabat PT.Winka yang dibeli dari tanah warga dan didirkan untuk pembuatan pesantren.
PT.WIKA sebagai pendanaan utama untuk memfasilitasi gedung dan prasarana penunjang
lainnya.
Gambar 6.22 Plang Pondok Pesantren
Sumber: Dokumentasi Lapangan 2019
Dari gambar diatas dapat dilihat ini merupakan plang Pondok Pesantren yang terdapat
di depan jalan pintu masuk menuju pesantren, di plang ini juga dilihatkan beberapa program
unggulan dari pesantren seperti tahfidzul Qur’an, Kajian Kitab Kuning, Bahasa Arab dan
Inggris, Da’wah, dan Kejar Paket B dan C.
Gambar 6.23 kondisi luar mushola Gambar 6.24 kondisi dalam mushola
Pembangunan Sosial 2019| 101
Sumber: Dokumentasi Lapangan 2019
Terdapat mushola yang dipergunakan santri untuk beribadah dan kegiatan-kegiatan
santri belajar Di depannya juga terdapat lapangan yang luas yang biasa digunakan untuk
tempat parkir. Di samping mushola terdapat tempa wudhu yang dibagi menjadi dua yaitu
untuk wudhu laki-laki dan perempuan.
Gambar 6.25 Kondisi asrama santri
Sumber: Dokumentasi Lapangan 2019
Untuk tempat menginap santri disediakan 7 kamar yang disi hingga 4 santri dengan
fasilitas penunjang didalamnya.
Gambar 6.26 Kondisi toilet pesantren
Pembangunan Sosial 2019| 102
Sumber: Dokumentasi Lapangan 2019
Dari gambar diatas dapat dilihat bangunan ini adalah toilet dan bantuan air bersih
milik pesantren yang merupakan bantuan sumbangan dan program CSR yang diberikan oleh
PT.PLN (Persero)
b. SDM (tenaga pengajar, administrasi dan siswa)
1) Tingkat pendidikan pengajar
Di pesantren ini terdapat 2 pengajar utama yang berpendidikan Diploma 3 lulusan
pesantren di daerah Magelang Jawa Tengah, dan 3 asisten pengajar yang diambil dari santri
senior yang sudah lulus (khatam) dan direkrut menjadi tenanga pengajar sebagai bentuk
pengabdian terhadap pesantren.
2) Penerimaan murid pertahun
Penerimaan ajaran baru dimulai setelah hari Raya Idul Fitri (lebaran) apabila kuota
penerimaan nya masih ada karena menyesuaikan dengan fasilitas ruangan yang tersedia dan
pesantren ini gratis tergantung pendanaan yang diberikan oleh pihak yayasan.
Untuk penerimaan santri yang mendaftar minimal lulus sekolah dasar atau rata – rata
12-13 tahun. Pada tahun ajaran 2019-2020 penerimaan santri berjumlah 30 orang yang
berasal dari luar daerah seperti daerah Bontang, Muara Badak, Samarinda, Tenggarong,
Penajam, Madura, Bogor dan Kalimantan Barat namun tidak ada satupun santri (murid) yang
berasal dari Desa Tanah Datar karena warga Desa hanya mengikutkan anaknya di TPA
(Taman Pendidikan Al-Qur’an) dan perkumpulan Irma (ikatan remaja masjid) untuk anak
muda tingkat SMP dan SMA di Masjid-masjid setempat. Di Pesantren ini hanya menerima
santriwan (laki laki) dan tidak membuka pendaftran untuk santriwati (perempuan)
dikarenakan fasilitas yang tersedia hanya dapat menampung santriwan (laki-laki). Untuk
Pembangunan Sosial 2019| 103
menyetarakan jenjang SMP dan SMA maka pihak pesantren mengikutkan santri nya paket B
dan C di daerah Samarinda dengan syarat minimal 2 tahun menetap di pesantren dan 3 tahun
sejak pengeluaran santri dari pesantren.
3) Kegiatan murid
Fokus utama kegiatan santri adalah menghafal surah Al Qur’an (tahfiz Qur’an)
Belajar kata kerja (nahwusorof) guna memperdalam bahasa arab dan mempelajari syari’at
islam (Ilmu Fiqih) dan mengikuti lomba MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) atau membaca
kitab dan surah Al Qur’an pada tingkat kabupaten dan desa disetiap tahunnya. Rencana nya
pada tahun 2020 dibulan Febuary para santri akan mengikuti lomba MTQ tingkat kecamatan
dan bulan Maret mengikuti lomba MTQ di tingkat kabupaten. MTQ sendiri selain merupakan
lomba untuk membaca kitab dan surah Al Qur’an juga mempelajari tentang terjemahan surah
berbahasa Indonesia dan Inggris.
7.7. Tingkat pendidikan masyarakat desa
a. Tingkat pendidikan berdasarkan jenjang pendidikan
Diagram 6.1 Tingkat Pendidikan Warga Desa
Pembangunan Sosial 2019| 104
1.042
558
495
252
49 38 65 47 43
tidak BELUM SEDANG SD TIDAK SMP SMA D1-D4 S1
sekolah TK TK SEDANG
SD
Tabel JENJANG 6.1 Tingkat
Presentase NO PENDIDIKAN JUMLAH PRESENTASE Pendidikan
Warga Desa
1 Tidak Sekolah 49 2%
2 Belum TK 252 10%
3 Sedang TK 38 1%
4 SD 1042 40%
5 Tidak Sedang SD 65 2%
6 SMP 495 19%
7 SMA 558 22%
8 D1-D4 47 2%
9 S1 43 2%
Sumber: Profil Desa Tanah Datar 2019
Pembangunan Sosial 2019| 105
Berdasarkan data yang diperoleh dari profil desa tahun 2019 mengenai pendidikan
masyarakat desa dapat diklasifikasikan jumlah tingkat pendidikan berdasarkan beberapa
kategori yaitu tidak sekolah, belum tk, sedang tk, SD, tidak sedang SD, SMP, SMA,
perguruan tinggi tingkat D1-D4 dan S1. Mayoritas pendidikan masyarakat desa adalah SD
sebanyak 1.042 orang, disusul SMP 495 orang dan SMA 556 orang.
Berdasarkan data yang diperoleh dari profil desa tahun 2018 mengenai pendidikan
masyarakat desa dapat diklasifikasikan jumlah tingkat pendidikan berdasarkan beberapa
kategori yaitu;
Tidak sekolah sebanyak 49 jiwa,
Belum TK sebanyak 252 jiwa,
Sedang TK sebanyak 38 jiwa,
SD sebanyak 1.042 jiwa,
Tidak sedang SD sebanyak 65 jiwa,
Sedang SMP sebanyak 495 jiwa,
Sedang SMA sebanyak 558 jiwa,
Perguruan tinggi tingkat D1-D4 sebanyak 47 jiwa, dan
Strata 1/ S1 sebanyak 43 jiwa.
b. Tingkat pendidikan berdasarkan gender
Berdasarkan data yang ada, klasifikasi pendidikan berdasarkan Gender sebagai
berikut;
Tabel 6.1 Pendidikan Berdasarkan Gender
USIA TINGKAT GENDER JUMLAH PRESENTASE
4-6 Tahun PENDIDIKAN Laki-laki Perempuan 6%
5-12 Tahun 58%
12-16 Tahun Taman Kanak-kanak 13 24 37 11%
16-19 Tahun 18%
18-23 Tahun Sekolah Dasar 179 169 340 7%
SMP/SLTP 38 25 63
SMA/SMK 64 42 106
Sarjana 25 15 40
Sumber : Olah Data Lapangan 2019
Pembangunan Sosial 2019| 106
Berdasarkan data yang ada pada profil desa tahun 2018 total penduduk usia sekolah
Tk-SMA/SLTA sebanyak 445 jiwa, yang terbagi dalam 397 penduduk yang masi sekolah dan
112 penduduk yang tidak sekolah atau putus skolah. Namun berdasarkan data yang diperoleh
dari wawancara lapangan oleh kelompok kami dengan beberapa narasumber di setiap sekolah
dan ketua RT, hasil yang diperoleh berdasarkan table di atas, total keseluruhan penduduk
yang masi menjalani pendidikan berjumlah 546 penduduk usia pelajar 9 Tahun dan 40
penduduk yang sedang menjalani pendidikan serjana, dengan demikian total keseluruhan
penduduk Desa Tanah Datar tahun 2019 yang sedang menjalani pendidikan sebanyak 586
jiwa.
7.8.Kemampuan masyarakat dalam mengakses pendidikan
a. Beasiswa pendidikan tingkat SD dan SMP
Untuk mendukung kegiatan pendidikan maka pihak Pemerintah Desa maupun
Pemerintah Pusat melaksanakan program beasiswa tingkat SD dan SMP.
Di tingkat Pemrintahan Desa program ini menjadi sebuah komitmen desa untuk
menciptakan generasi yang unggul dan sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan bagi
seluruh kalangan warga desa. Pemerintah desa memberikan bantuan beasiswa pendidikan
bagi masyarakat miskin sebesar Rp. 500.000 per-anak yang diberikan secara bertahap. Pada
tahun 2019 memasuki tahap 2 dimana terdapat 11 anak yang mendapat beasiswa ini dengan
anggaran dana desa sebesar Rp. 11.500.000 dan belanja beasiswa berprestasi/ masyarakat
miskin (ADD) sebesar Rp. 16.500.000
Bantuan dana pendidikan berupa beasiswa yang diberikan pemerintah pusat dibagi
menjadi dua yaitu bantuan beasiswa pendidikan bagi masyarakat miskin senilai Rp.600.000
sampai Rp.800.000 per-anak dan beasiswa berprestasi bagi anak yang meraih juara 1 senilai
Rp.500.000 juara 2 senilai Rp.300.000 dan juara 3 senilai Rp.200.000 yang diberikan tiap
semester.
b. Dana desa untuk kegiatan pendidikan
Anggaran dana desa yang digunakan untuk kegiatan pendidikan pada tahun 2019
dirincikan sebagai berikut :
Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TPQ milik desa insentif guru PAUD/TK/Ngaji dan
pakaian (ADD) sebesar Rp. 70.680.000
Pembangunan Sosial 2019| 107
Bantuan moubeler SDN 018 Tanah Datar Muara Badak (ADD) sebesar Rp. 29.200.000
Pembinaan peserta MTQ tingat desa (ADD) sebesar Rp.30.025.000
Penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan (ADD) sebesar Rp.69.932.700
7.9. Partisipasi Masyarakat Terhadap Kegiatan Pendidikan
Dalam hal partisipasi masysarakat Desa Tanah Datar dapat dikatakan cukup aktif, hal
tersebut terlihat dari pembangunan sarana pendidikan yang langsung diinisiasi oleh
masyarakat setempat seperti pembangunan TK Paud Cahaya dan SMP Filial yang didukung
oleh beberapa pihak desa, perusahaan dan stakeholder yang bersangkutan.
Apabila ditinjau dari beberpa agenda yang diadakan di desa selalu berjalan lancar dan
mendapatkan sambutan baik dari masyarakat bahkan warga terlibat langsung untuk
bekerjasama membantu melancarkan agenda yang dilakukan dalam jangka waktu pendek.
Tim Pendidikan selama di desa tidak menemukan kegiatan rutin yang sedang berjalan yang
berkaitan dengan pendidikan, hanya pada tanggal 10 November 2019 pihak Csr PT Lana
Harita Indonesia dan pemerintah desa mengadakan agenda edukasi kesehatan priksa gigi
gratis, senam bersama, dan Bakti Sosial.
Gambar 6.30 Edukasi Kesehatan
Sumber : Dokumentasi Lapangan 2019
Mobilitas pendidikan di Desa Tanah datar mulai mengalami peningkatan seperti pada
tenaga pengajar yang ada di desa, banyak orang tua dari tenaga pengajar hanya sebatas
lulusan SD,SMP atau SMA sedangkan anaknya lulusan S1 dan Mobilitas ini berdampak baik
pada proses perkembangan pendidikan di desa, tidak hanya menjadi staff pengajar, tetapi juga
staff Kesehatan (Bidan, Perawat, Dokter dan lain-lain), Staff Pemerintahan Desa, bahkan
pengusaha.
Pembangunan Sosial 2019| 108
7.10. Pendidikan non formal
Selain pendidikan formal, di Desa Tanah Datar juga terdapat pendidikan nonformal
bagi anak usia 6-12 tahun yaitu di TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) di masjid-masid
sekitar desa yaitu TPA Al Ikhlas, TPA Darussalam, dan TPA Al Ukhuwah. Kegiatan yang
dilakukan adalah mengaji (membaca kitab Al Qur’an), hafalan surah, dan apabila anak didik
dirasa memiliki kemampuan maka akan diikutkan lomba seperti MTQ. Tujuan dari TPA ini
adalah untuk memberikan pengetahuan anak mengenai kitab suci Al Qur’an dan menciptakan
generasi yang berkepribadian Qur’ani (sesuai anjuran kitab Al Qur’an).
7.11. Perekrutan Tenaga Kerja
Mengenai pengrekrutan tenaga kerja, selain petani dan buruh minat warga usia
produktif banyak juga yang bekerja menjadi karyawan di perusahaan tambang, perusahaan
kontruksi, perusahaan migas dan lain-lain. Hal ini dapat terlihat dari hampir setiap RT dan
data dari pemerintahan desa tidak di temukan remaja yang menganggur selain remaja yang
bersekolah. Hal ini dikarenakan remaja yang putus sekolah juga langsung bekerja entah di
dalam maupun di luar daerah.
Dari pemerintah desa membuka peluang dan memprioritaskan lulusan sarjana S1
maupun Diploma untuk mengisi instansi pemerintahan, kesehatan, pendidikan maupun
dibidang perangkat desa. Karena untuk memajukan sebuah desa diperlukan inovasi dan
gagasan dari kaum generasi milenial (anak muda).
7.12 Saran
Pendidikan di Tanah Datar ini sudah cukup baik namun masih terdapat kekurangan,
seperti infrastruktur yang masih kurang memadai, kurangnya ruang kelas, kurangnya tenaga
pengajar, dan permasalahan administrasi. Pendidikan di Tanah Datar ini mulai dari tingkat
TK, SD, SMP di harapkan dari tahun ke tahun jumlah murid semakin bertambah agar bisa
meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Desa Tanah Datar ini. Pemerintah diharapkan
dapat membantu dalam pembangungan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang ada di
Desa Tanah Datar agar pendidikan yang ada tidak tertinggal dan dapat menunjang proses
belajar mengajar antara murid dan pengajar.
Pembangunan Sosial 2019| 109
BAB VIII
KESEHATAN
Pembangunan Sosial 2019| 110
8.1 Jenis Penyakit dan Penyebab Penyakit, Jenis Pekerjaan dan
Penyakitnya, Serta Musim Penyakit
Diagram 7.1 Jenis Penyakit
17 Nasopharingitis (Flu/pilek)
Gastritis (Maag)
17 98 Hipertensi Primer
20
27 Dermatitis (Ruam gatal pada kulit)
Hipertensi Sekunder
35 59 Arthritis (Radang Sendi)
37
Asma
Peny Pulpa dan Jaringan
Periapikal (Sakit Gigi)
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
Berdasarkan diagram diatas sebanyak 98 orang mengalami sakit Flu/pilek yang bisa
disebabkan oleh perubahan cuaca dan suhu udara yang dingin, serta terjangkit virus, 59 orang
mengalami sakit Maag yang bisa disebabkan oleh pola makan yang buruk, serta konsumsi
makanan pedas dan asam, 37 orang mengalami sakit Hipertensi Primer yang bisa disebabkan
oleh pola makan yang buruk, konsumsi makanan yang tidak sehat, dan kelelahan, 35 orang
mengalami ruam gatal pada kulit yang bisa disebabkan oleh gigitan serangga, penyakit, reaksi
alergi, keringat berlebih, iritasi, ataupun efek samping obat dan produk perawatan kulit, 27
orang mengalami Hipertensi Sekunder, namun untuk penyebabnya belum diketahui secara
medis, 20 orang mengalami radang sendi yang bisa disebabkan oleh pertambahan usia,
obesitas, dan riwayat cedera pada sendi, 17 orang mengalami penyakit asma yang bisa
disebabkan oleh debu, asap rokok, udara dingin, dan aktivitas fisik, 17 orang mengalami sakit
gigi yang bisa disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan gigi, gigi sensitive, infeksi gigi
dan gusi.
1) Jenis Pekerjaan dan Penyakitnya
Tabel 7.1 Jenis Pekerjaan dan Penyakitnya
Pembangunan Sosial 2019| 111
NO Jenis Pekerjaan Jenis Penyakit
1. Karyawan Swasta (pertambangan) Asma
2.
Hipertensi (tekanan darah tinggi),
Petani
Nyeri tulang
3. Peternak
4. Pedagang Flu
Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
Berdasarkan tabel diatas, 4 macam jenis pekerjaan tersebut paling banyak dilakukan
oleh warga di Desa Tanah Datar. Oleh karena itu, peneliti mengklasifikasikan penyakit
berdasarkan profesi warga di Desa Tanah Datar. Pada warga di Desa Tanah Datar yang
bekerja sebagai karyawan swasta terutama sebagai karyawan di perusahaan tambang batu
bara sering mengalami asma dikarenakan menghirup debu batu bara secara berlebih dan
dalam jangka waktu yang panjang sehingga mempengaruhi fungsi atau kerja paru-paru, lalu
untuk pekerja dibidang pertanian sering mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi yang
disebabkan akibat pola hidup petani yang kurang sehat, seperti merokok, minum kopi,
konsumsi makanan berlemak dan tinggi garam, serta stress yang dipicu akibat tingginya
beban pekerjaan. Selain itu, petani di Desa Tanah Datar juga mengalami penyakit nyeri pada
tulang dan sendi yang disebabkan karena posisi petani dalam bekerja tidak ergonomis dan
beban kerja yang berlebih tanpa istirahat yang cukup. Selanjutnya pekerja dibidang
peternakan sering mengalami penyakit flu. Dan terakhir pekerjaan dibidang perdagangan
warga Tanah Datar yang bekerja sebagai pedagang sering mengalami penyakit hipertensi atau
tekanan darah tinggi yang disebabkan karena kelelahan bekerja.
2) Musim penyakit
Pembangunan Sosial 2019| 112
Gambar 7.1 Musim Penyakit
Des Jan
Nov Feb
Mar
Okt
A
p
Se
M
e
AJ
gu
J
u
Flu/Pilek (Musim
Hujan)
Ruam/gatal pada kulit (Musim Kemarau)
Batuk Pilek (Peralihan
Musim)
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
Berdasarkan gambar diatas musim penyakit untuk flu/pilek rentan dialami oleh
masyarakat pada bulan Oktober–Februari dikarenakan saat udara dingin, virus lebih cepat
berkembang biak dan lebih mudah menular, selain itu saat musim hujan dengan suhu udara
yang dingin juga dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang, sehingga virus flu akan
lebih mudah menginfeksi, lalu pada musim kemarau terjadi pada bulan April-Agustus,
masyarakat rentan terkena ruam gatal pada kulit ketika suhu badan naik dan menghasilkan
keringat yang berlebih akan menimbulkan biang keringat dan ruam gatal pada kulit dan
ketika seseorang terlalu banyak berkeringat di musim kemarau dengan suhu yang panas dan
menumpuk di pakaian, serta tidak menggantinya dalam waktu yang lama akan menyebabkan
gatal-gatal dan ruam. Pada bulan Maret dan September terjadi musim pancaroba yaitu saat
Pembangunan Sosial 2019| 113
peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya, pergantian musim tersebut
menyebabkan perubahan suhu dan kelembapan udara yang cukup ekstrem. Masyarakat Desa
Tanah Datar rentan terkena batuk dan pilek ketika kondisi badan sedang tidak bugar sehingga
infeksi virus dan bakteri akan lebih mudah menyerang tubuh.
8.2 Fasilitas Dan Pelayanan Kesehatan
Jumlah sarana kesehatan yang ada di Desa Tanah Datar memiliki dua Puskesmas
Pembantu yaitu Pusban Utara dan Pusban Selatan, 2 praktek bidan, dan 2 Posyandu. Fasilitas
kesehatan di Desa ini juga telah memiliki sarana yang baik serta kegiatan kesehatan berjalan
rutin meliputi kegiatan penyuluhan atau kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh
pemerintah setempat, LSM, dan perusahaan yang berada di sekitar Desa.
Tabel 7.2 Fasilitas Kesehatan
No Sarana Kesehatan Jumlah Kondisi bangunan
1. Pusban Selatan 1 Rusak sedang
2. Pusban Utara 1 Rusak ringan
3. Posyandu Mawar Merah 1
4. Posyandu Bunga Lada 1 Baik
5. Praktik bidan 1 Rusak ringan
6. Apotek/depot obat 1
7. Ambulan 1 Baik
Baik
Baik
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
Gambar 7.2 Puskesmas pembantu Utara dan Selatan
Sumber: Dokumentasi Lapangan 2019
Dalam peningkatan taraf kesehatan masyarakat, Desa Tanah Datar telah menyediakan
unit pelayanan kesehatan Pusban (Puskesmas Pembantu) dan Posyandu (Pos Pelayanan
Terpadu) untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi dan pelayanan
kesehatan dasar. Dalam pelaksanaannya Puskesmas Pembantu di Desa Tanah Datar memiliki
Pembangunan Sosial 2019| 114
4 orang tenaga kesehatan, Puskesmas Pembantu Dusun Utara (RT 1-6) oleh ibu Suprihatin
dan ibu Fitri dan Puskesmas pembantu Dusun Selatan (RT 7-13) oleh ibu Agus dan ibu
Risma. Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat,
yang dikelola dan diselenggarakan bersama masyarakat di Desa Tanah Datar. kegiatan ini
sudah dilaksanakan oleh masyarakat setiap tanggal 8 untuk lansia dan tanggal 9 untuk balita.
Untuk posyandu sendiri memiliki tenaga kesehatan di tiap programnya masing-
masing berjumlah 5 tenaga kesehatan untuk program lansia dan 4 tenaga kesehatan untuk
program BKB. Kegiatan-kegiatan pengembangan di Posyandu Mawar Merah dan Bunga
Lada saat ini tidak hanya pada kegiatan kesehatan Ibu dan anak, gizi, dan keluarga berencana
saja, tetapi berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat diantaranya ialah:
a) Program BKB (Bina Keluarga Balita) yang merupakan program dalam rangka
pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal.
b) Program Lansia bagi masyarakat usia lanjut dengan tujuan meningkatkan jangkauan
pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan
yang sesuai dengan kebutuhan lansia.
Tabel 7.3 Program Kegiatan di Posyandu
No Program Kegiatan Tanggal Pelaksana
Pemberian vitamin
1. BKB (Bina Keluarga Penimbangan 09 (setiap bulannya)
Balita) Penyuluhan
kesehatan
Pemeriksaan
2. Lansia Tekanan Darah 08 (setiap bulannya)
Pengobatan
Senam Lansia
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
Pembangunan Sosial 2019| 115
Gambar 8.3 Pemeriksaan gigi
gratis dan bakti sosial
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
8.3 Gizi (Stunting) Ibu dan Anak
Pemeriksaan Balita Tabel 7.4 Pemeriksaan Balita Ditimbang
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Jumlah Persentase
Jumlah Laki-laki 46 55 34 42 42 36 29 110
balita Perempuan 34 61 22 29 44 26 18 97 725 100%
ditimbang Jumlah 80 116 56 71 86 62 47 207
Jumlah Laki-laki 22 8 17 22 24 19 15 40
balita naik Perempuan 16 9 11 13 16 12 10 31 285 39,31%
5 0,68%
berat Jumlah 38 17 28 35 40 31 25 71
badannya
Laki-laki 1 2 - - - - - -
Jumlah Perempuan - 1 - - - - - 1
balita Jumlah 13 1
BGM
Laki-laki 7 14 9 5 11 8 8 22
Berat Perempuan 8 19 7 7 16 8 4 24 177 24,41%
badan
tidak naik Jumlah 15 33 16 12 27 16 12 46
Berat Laki-laki - - - - 1 1 2 - 10 1,37%
badan Perempuan 1 1 2 - 1 - 1 -
tidak naik Jumlah 1 1 2 - 2 13 -
2x
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
Pembangunan Sosial 2019| 116
Diketahui dari tabel diatas terdapat 43 angka kelahiran bayi, 5 kasus balita yang
berada pada BGM (Balita bawah Garis Merah), 285 balita yang naik berat badannya, 177
kasus balita yang tidak naik berat badannya dan 8 kasus balita yang tidak naik berat badannya
2x didominasi jenis kelamin perempuan sebanyak 6 kasus. Melalui data yang diperoleh dari
Puskesmas Induk Muara Badak terdapat balita yang memiliki gizi dibawah garis merah, hal
ini disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi protein dari makanan sehari-hari. Keadaan ini
yang akan berdampak pada kelambatan pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga
membuat kemampuan umtuk belajar dan bekerja serta bersikap akan lebih terbatas
dibandingkan dengan anak yang normal.
1) Ibu Hamil Mendapat Makanan
Tabel 7.5 Ibu Hamil Mendapat Makanan
Keterangan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Tahunan Persentase
Bumil 40 100%
diukur 45 4256 95 7 17,5%
7 17.5%
LILA
Bumil KEK - 1 - - 2 2 11
Dapat PMT - 1 - - 2 2 11
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
Keterangan:
LILA : Ukuran lingkar lengan atas seseorang, untuk mengetahui status gizi dan kekurangan
energi kronis (KEK).
KEK : Kekurangan Energi Kronis, yang disebabkan kekurangan asupan makanan dalam
waktu cukup lama (cakupan tahun).
PMT : Pemberian Makanan Tambahan, kepada ibu hamil berupa makanan bergizi.
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa terdapat 40 ibu hamil yang melakukan
pengukuran lengan atas, untuk mengetahui status gizi dan Kekurangan Energi Kronis (KEK),
dan hasilnya terdapat 7 ibu hamil yang mengalami KEK, dikarenakan kekurangan asupan
makanan dalam waktu yang cukup lama (cakupan tahun), sehingga 7 ibu hamil tadi diberikan
makanan tambahan (PMT) yang bergizi, agar ibu hamil dan janinnya sehat.
Pembangunan Sosial 2019| 117
2) Ibu Hamil Anemia
Tabel 7.6 Rekapitulasi Ibu Hamil Anemia
Keterangan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Jumlah Persentase
41 100%
∑ Bumil (rill) 4 5 34 5 6 9 5 19 46,34%
6 14,63%
Periksa Hb 41212 4 2 3
41 100%
Anemia 31- -1 1 - -
TTD 30 tablet 4 5 34 5 6 9 5
(TTD1)
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
Keterangan:
Hb : Hemoglobin ( protein yang mengandung zat besi )
TTD 30 Tablet : Tablet Tambah Darah (30 tablet)
Dari table di atas diketahui bahwa ibu hamil di Desa Tanah Datar tahun 2019
berjumlah 41 0rang. Sedangkan ibu hamil yang memerlukan haemoglobin (protein yang
mengandung zat besi) berjumlah 19 orang. Tidak hanya itu, ibu hamil di Desa Tanah Datar
ternyata juga ada sebagian yang menderita penyakit anemia yaitu berjumlah 6 orang. Maka
dari itu ibu hamil di Tanah Datar diberikan pelayanan berupa tablet tambah darah untuk
menjaga kekebalan tubuh dan untuk mencegah terjadinya penyakit anemia terhadap ibu
hamil. Pencegahan anemia terhadap ibu hamil itu bisa di lakukan dengan memberi tablet
tambah darah, dan tablet tambah darah, ibu hamil yang mengkonsumsi 30 tablet dalam
sebulan, dalam masa kehamilannya yang berjumlah 41 orang.
3) Bayi Mendapat IMD dan Bayi BBLR
Keterangan Tabel 7.6 Bayi Mendapat IMD dan Bayi BBLR Jumlah Persentase
BBL di L/P Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt 31 100%
timbang Laki-laki 2 - 4 1 3 1 3 1
Bayi Perempuan 2 2 4 2 2 1 - 3 28 90,32%
mendapat Laki-laki 2 - 4 - 3 1 2 1
IMD 1 3,22%
Perempuan 2 2 4 1 2 1 - 3
BBLR
Laki-laki - - - - - - - -
Perempuan - - - 1 - - - -
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
Pembangunan Sosial 2019| 118
Keterangan:
BBL : Berat Badan Lahir
IMD : Inisiasi Menyusui Dini
BBLR : Berat Badan Lahir Rendah
Diketahui dari table diatas terdapat total 31 penimbangan berat badan lahir balita dan
28 diantarnya mendapat inisasi menyusui dini yang dapat mendukung keberhasilan ASI
eksklusif dan meningkatkan kesempatan bayi memperoleh kolostrum yang dapat membantu
mencegah penyakit pada bayi. Dalam table hanya terdapat satu kasus berat badan lahir rendah
pada bayi yang diakibatkan oleh gangguan dalam kandungan.
8.4 Kesehatan Lingkungan
Diagram 7.2 Sumber Air
8% 32%
5%
10%
45%
Sumur Galian Sumur Bor Air Sungai Air Tampungan Beli Air
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa penggunanan air di Desa Tanah Datar
yaitu masyarakat yang menggunakan air sumur bor mencapai 45% dan mayoritas air ini
hanya di gunakan untuk mencuci dan mandi, warga juga berpendapat bahwa sumur bor ini
bagus kalo digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya digunakan untuk mandi,
mencuci. Kendalanya adalah 2/3 jam di awal air yang ngalir akan berwana merah
kekuningan, setelah itu air akan bening dan bersih. masyarakat di Desa Tanah Datar juga
menggunakan air yang bersumber dari sumur galian yang mencapai 32%. Biasanya
masyarakat yang menggunakan sumur galian biasanya mereka yang telah mempunyai kolam
tampungan untuk menyimpan air ketika hujan turun dan biasanya kolam tampungan itu akan
dipergunakan ketika musim kemarau datang. Di Desa Tanah Datar juga mempunyai sungai
Pembangunan Sosial 2019| 119
yang telah tercemar, yang berada di RT 13. Sungai itu tercemar disebabkan adanya
perusahaan tambang yang masuk ke desa tanah datar. Akibatnya limbah tambang yang
terbuang mempengaruhi kondisi sugai begitupun sumur. Perusahaan tambang menggunakan
kaporit secara berlebihan dalam menjernihkan sungai yang keruh itu, sehingga menyebabkan
penyakit kulit. Penyakit kulit yang diterima warga sekitar bisa berupa kulitnya kasar, bentol-
bentol, dan iritasi. Sungai yang keruh tidak baik untuk kesehatan warga tanah datar
kedepannya, ditambah lagi penggunaan kaporit yang berlebihan dari pihak perusahaan. Jika
hal ini tidak segera ditangani, maka tidak heran jika setiap tahunnya akan selalu ada warga
yang terkena penyait kulit. Menurut warga setempat, sumur ataupun sungai yang keruh di
Desa Tanah datar tersebut seharusnya dibuatkan penyaringan, supaya limbah tambang itu
tidak masuk kedalam air yang kami gunakan dalam aktivitas sehari-hari. Sedangkan menurut
peneliti, seharusnya di setiap KK mendapatkan minimal 1 tandon untuk menyimpan air
bersih, supaya dapat menetralisir dari limbah tambang. Bagi warga yang tidak dapat
membuat sumur gali atau sumur bor dan juga jauh dari sungai, maka warga memilih untuk
membeli air tandon yang dijual seharga Rp. 50.000. Menurut pendapat masyarakat baik dari
dusun utara maupun selatan melalui beberapa ketua RT yang kami wawancarai, sumur galian
dan sumur bor yang mereka gunakan memiliki kandungan PH yang tidak normal sehingga
menimbulkan rasa asam yang berlebihan ketika airnya dikonsumsi. Hal ini perlu jadi
perhatian dari pihak pemerintah dan perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Tanah
Datar untuk memberikan solusi air bersih dan mengurangi potensi terjadinya penyakit pada
masyarakat akibat air yang tidak normal.
8.5 Asuransi Jaminan Kesehatan
Diagram 7.3 Pengguna Asuransi Kesehatan
Pembangunan Sosial 2019| 120
43%
57%
Keterangan Terdaftar BPJS Tidak Terdaftar BPJS Persentase
Terdaftar BPJS 43%
Tidak terdaftar BPJS Sumber: Olah data lapangan 2019 57%
Tabel 7.7 Pengguna Asuransi Kesehatan 100%
Jumlah
Jumlah (KK)
378
502
880
Sumber: Olah Data Lapangan 2019
Berdasarkan data pada table di atas sebanyak 378 kartu keluarga dengan persentase
43% terdaftar asuransi badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) di Kecamatan Muara
Badak dan sebanyak 502 KK tidak terdaftar dengan persentase 57%. Melalui hasil
wawancara kepada masyarakat di Desa Tanah Datar, banyak warga yang mengganti
penggunaan BPJS dari Puskesmas Muara Badak ke Puskesmas Sungai Siring dikarenakan
jarak tempuh yang lebih dekat dan ketersediaan jasa transportasi umum yang memadai
menuju arah Sungai Siring dibandingkan arah menuju Muara Badak, selain itu fasilitas dan
kelengkapan obat-obatan juga lebih memadai. Tidak semua masyarakat di Desa Tanah Datar
menggunakan BPJS sebagai asuransi jaminan kesehatan dikarenakan beberapa warga
terlambat untuk mengurus pembuatan BPJS dikarenakan minim akan informasi.
8.6 Kesimpulan
Di Desa Tanah Datar terdapat 8 jenis penyakit yang dialami oleh masyarakat setempat
pada tahun 2019 dan setiap jenis pekerjaan yang peneliti bagi secara umum seperti karyawan
swasta (pertambangan), petani, peternak, dan pedagang memiliki jenis penyakitnya masing-
masing sesuai dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Untuk musim penyakitnya sendiri
Pembangunan Sosial 2019| 121
terdapat tiga jenis penyakit yang rentan terjadi pada tiga musim yang berbeda juga, seperti
flu/pilek (musim hujan), ruam gatal (musim kemarau), serta batuk dan pilek (musim
peralihan). Lalu untuk fasilitas kesehatan yang ada di Desa Tanah Datar sudah cukup
memadai jika dilihat dari segi bangunan, walaupun terdapat Pusban yang kondisi
bangunannya rusak berat, dan untuk peralatan kesehatan sendiri masih kurang, seperti tidak
adanya fasilitas rawat inap. Selanjutnya untuk program Pusban dan Posyandu di Desa Tanah
Datar telah terlaksana dengan baik dan rutin dilakukan setiap bulannya untuk memberikan
pelayanan kesehatan untuk masyarakat setempat. Berikutnya untuk kesehatan gizi Ibu dan
bayi di Desa Tanah Datar sangat baik, tidak ada bayi yang terkena gizi buruk, hal ini
dikarenakan program-program Posyandu dalam mencegah gizi buruk terjalankan dengan baik
seperti ibu hamil mendapat makanan, ibu hamil anemia, serta bayi mendapat IMD. Lalu
untuk kesehatan lingkungan di Desa Tanah Datar sendiri, akibat dari pencemaran sungai yang
dilakukan oleh perusahaan tambang yang banyak beroprasi disana, menyebabkan masyarakat
di Desa Tanah Datar kehilangan sumber air bersih, dan beralih menggunakan sumur, baik itu
sumur bor maupun sumur galian untuk memenuhi kebutuhan akan air. Beberapa masyarakat
ada pula yang menampung air dan membeli air seharga Rp. 50.000 pertandonnya. Terakhir,
untuk asuransi jaminan kesehatan, tidak semua masyarakat di Desa Tanah Datar terdaftar
sebagai pengguina BPJS, hanya 43%, hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang mengganti
penggunaan BPJS dan memilih berobat di luar daerah Desa Tanah Datar, yaitu ke Puskesmas
Sungai Siring yang fasilitas dan kelengkapan obat-obatannya lebih memadai.
8.7 Saran
Fasilitas kesehatan di Desa Tanah Datar perlu menjadi sorotan, karena Puskesmas
Pembantu yang terdapat disana memiliki bangunan yang kurang baik kondisinya, serta
penyediaan fasilitas yang kurang memadai, sehingga pemenuhan pelayanan kesehatan tidak
dapat berjalan dengan efektif, hal tersebutlah yang membuat masyarakat di Desa Tanah Datar
banyak yang pergi berobat diluar daerahnya. Sehingga diharapkan adanya perbaikan pada
bangunan Pusban ataupun pembangunan Pusban yang baru dan dilengkapi fasilitas yang
lengkap, serta dapat menunjang pelayanan kesehatan yang ada di Desa Tanah Datar.
Beberapa rekomendasikan lainnya yaitu:
* Jika pembangunan Puskesmas baru akan direalisasikan di tahun 2020 (program Lurah
terpilih 2019), maka perlu adanya penambahan tenaga kesehatan yang lebih banyak, bukan
hanya dua tenaga kesehatan tiap Pusbannya.
* Pengadaan rawat inap di Pusban dan obat-obatan yang lengkap.
Pembangunan Sosial 2019| 122
* Informasi kesehatan yang merata, bisa dilakukan dengan membuat grup Whatsapp atau
Facebook yang semua warga ada didalamnya/satu orang tiap rumah maupun penyebaran
informasi melalui pengeras suara yang ada di Masjid serta melalui tokoh masyarakat
setempat untuk menyampaikan langsung ke warganya.
* Gotong Royong membersihkan sungai dan lingkungan sekitar
* Pencegahan penyakit yang belum terjadi seperti DBD dengan memberikan sosialisasi dan
pemberian obat air di tiap rumah.
Pembangunan Sosial 2019| 123