85 penilaian terhadap karya yang dihasilkan, rata-rata sebesar 3,23 atau tergolong sedang, dan f) guru dalam menerapkan model PjBL, meminta anak menceritakan pengalaman selama pengerjaan proyek sebagai bentuk refleksi (evaluation), ratarata sebesar 3,03 atau tergolong sedang. Untuk lebih jelasnya, hasil analisis mengenai pelaksanaan model PjBL dalam menstimulasi kreativitas anak untuk setiap indikator dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.3. Hasil Analisis Data Tentang Pelaksanaan Model PjBL dalam Menstimulasi Kreativitas Anak No Indikator Rata-Rata Kategori 1 Guru menemukan kendala-kendala dalam pelaksanaan model PjBL 2,80 Sedang 2 Guru terkendala dalam implementasi sintaks model PjBL secara sistematis 2,65 Sedang 3 Guru dalam menerapkan model PjBL, membuka pelajaran dengan suatu pertanyaan menantang sebelum meminta kepada anak untuk mendesain (design) proyek 3,00 Sedang 4 Guru dalam menerapkan model pjbl, meminta kepada anak untuk menjelaskan (explain) desain proyek yang akan dibuat termasuk rencana jadwal aktivitas 2,96 Sedang 5 Guru dalam menerapkan model PjBL, mengawasi jalannya pengerjaan proyek termasuk mendorong pengembangan (development) proyek yang unik dan memberikan penilaian terhadap karya yang dihasilkan 3,23 Sedang 6 Guru dalam menerapkan model PjBL, meminta anak menceritakan pengalaman selama pengerjaan proyek sebagai bentuk refleksi (evaluation) 3,03 Sedang Jumlah Rata-Rata 2.94 Sedang
86 Sedangkan hasil analisis pelaksanaan model PjBL dalam menstimulasi kreativitas anak untuk setiap indikator divisualisasikan melalui diagram, sebagai berikut : Tabel 4.3 dan gambar 4.3 di atas menunjukkan bahwa pelaksanaan model PjBL dalam menstimulasi kreativitas anak belum maksimal atau masih tergolong sedang. Belum maksimalnya pelaksanaan pembelajaran karena guru terkendala dalam implementasi sintaks secara sistematis dan dianggap ada beberapa langkah yang dirasa kurang cocok untuk diterapkan untuk peserta didik di Taman Kanakkanak. Seperti, langkah pertama yaitu membuka pelajaran dengan suatu pertanyaan menantang, dan langkah kelima yaitu penilaian terhadap produk yang dihasilkan. 4) Penilaian model Project based Learning (PjBL) dalam menstimulasi kreativitas anak Setelah tahapan pelaksanaan pembelajaran, maka tahapan selanjutnya adalah penilaian model PjBL dalam menstimulasi kreativitas anak. Dalam penilaian pembelajaran, beberapa komponen yang diperhatikan adalah: a) guru dalam menilai 0 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 Pelaksanaan model PjBL dalam Menstimulasi Kreativitas Anak Gambar 4.3. Pelaksanaan Model PjBL dalam Menstimulasi Kreativitas Anak
87 perkembangan kreativitas anak di Taman Kanak-kanak, berdasarkan hasil karya proyek yang dibuat, dan b) guru dalam menilai perkembangan kreativitas anak di Taman Kanak-kanak, berdasarkan pengamatan proses pembuatan karya proyek. Berdasarkan hasil analisis data untuk aspek penilaian model PjBL dalam menstimulasi kreativitas anak menunjukkan bahwa: a) guru dalam menilai perkembangan kreativitas anak di Taman Kanak-kanak, berdasarkan hasil karya proyek yang dibuat, rata-rata sebesar 3,76 atau tergolong kategori tinggi, dan b) guru dalam menilai perkembangan kreativitas anak di Taman Kanak-kanak, berdasarkan pengamatan proses pembuatan karya proyek, rata-rata sebesar 2,30 atau tergolong rendah. Untuk lebih jelasnya, hasil analisis mengenai penilaian model PjBL dalam menstimulasi kreativitas anak untuk setiap indikator dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.4. Hasil Analisis Data Tentang Penilaian Model PjBL dalam Menstimulasi Kreativitas Anak No Indikator Rata-Rata Kategori 1 Guru dalam menilai perkembangan kreativitas anak di Taman Kanak-kanak, berdasarkan hasil karya proyek yang dibuat 3,76 Tinggi 2 Guru dalam menilai perkembangan kreativitas anak di Taman Kanak-kanak, berdasarkan pengamatan proses pembuatan karya proyek 2,30 Rendah Jumlah Rata-Rata 3,03 Sedang Sedangkan hasil analisis penilaian model PjBL dalam menstimulasi kreativitas anak untuk setiap indikator divisualisasikan melalui diagram, sebagai berikut:
88 Tabel 4.4 dan gambar 4.4 di atas menunjukkan bahwa penilaian kreativitas anak menggunakan model PjBL belum sesuai dengan prinsip penilaian yang berorientasi pada proses untuk anak usia dini. Hal tersebut dapat dilihat pada indikator yang pertama bahwa guru menilai kreativitas anak di Taman Kanak-kanak didasarkan pada hasil karya proyek akhir yang dibuat yang berkategori tinggi, sementara indikator berikutnya yaitu guru dalam menilai perkembangan kreativitas anak di Taman Kanak-kanak, berdasarkan pengamatan proses pembuatan karya proyek berkategori rendah. Mestinya, prinsip penilaian berorientasi pada saat proses kegiatan pembelajaran PjBL dengan fokus melihat indikator kreativitas pada saat anak mulai mendesain, menjelaskan, mengembangkan dan evaluasi proyek. Jadi, bukan hasil akhir proyek yang menjadi penilaian kreativitas anak akan tetapi 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 1 2 Penilaian Model PjBL dalam Menstimulasi Kreativitas Anak Gambar 4.4. Penilaian Model PjBL dalam Menstimulasi Kreativitas Anak
89 pada saat proses pengerjaan proyek yang harus menjadi fokus perhatian guru untuk mengukur kreativitas anak dalam mengerjakan setiap tahapan proyek. 2. Gambaran prototype produk model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Produk model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak yang dikembangkan terdiri atas dua produk, yaitu buku model dan buku panduan guru. Kedua produk tersebut diuraikan berdasarkan tahapan dari perancangan model sebagai berikut: a. Deskripsi produk buku model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Buku model dirancang dengan tujuan memberikan pengetahuan bagi guru, baik secara teoritis maupun praktis tentang konsep kreativitas, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Adapun komponen buku tersebut dituangkan dengan format sebagai berikut: 1) Halaman Judul Halaman judul ini biasa juga disebut dengan sampul depan buku. Pada halaman ini tercantum identitas yang meliputi judul, nama penulis, dan asal perguruan tinggi.
90 2) Kata Pengantar Mencakup ungkapan rasa syukur penulis kepada Tuhan yang Maha Esa, ucapan terima kasih kepada seluruh pihak atas bantuannya terhadap penulis, dan harapan penulis terhadap penyempurnaan buku. 3) Daftar Isi Mencakup daftar keseluruhan isi dari buku panduan pengajaran. 4) Struktur/isi Adapun struktur/isi Buku Model terdiri dari: Unit I Pendahuluan, berisi rasional, nama, tujuan, manfaat, landasan pengembangan dan sasaran buku model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Unit 2 Teori belajar, berisi teori belajar kognitif Jean Piaget, teori belajar teori belajar Lev Vygotsky, teori konstruktivisme, kreativitas sebagai aspek perkembangan kognitif. Unit 3 Konsep kreativitas, berisi pengertian kreativitas, dan strategi pengembangan kreativitas. Unit 4 Perencanaan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak, berisi kajian terkait Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) yang meliputi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar setiap kegiatan pembelajaran pada program satuan pendidikan di TK yang dapat tercapai melalui penerapan
91 model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Unit 5 Pelaksanaan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak, berisi tentang pelaksanaan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Unit 6 Pedoman penilaian hasil belajar menggunakan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak, berisi hal-hal pokok yang menjadi perhatian dalam melakukan penilaian, seperti lembar observasi dan rubrik penilaian kreativitas anak. b. Deskripsi produk buku panduan guru pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Buku panduan guru dirancang dengan tujuan sebagai acuan dan pegangan bagi guru dalam melaksanakan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak yang sesuai kebutuhan dan lingkungan belajar anak. Pada buku panduan guru ini dikemukakan pokok-pokok kegiatan guru dan peserta didik selama proses pembelajaran yang merujuk pada unsur model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Adapun komponen buku tersebut dituangkan dengan format sebagai berikut: 1) Halaman Judul
92 Halaman judul ini biasa juga disebut dengan sampul depan buku. Pada halaman ini tercantum identitas yang meliputi judul, nama penulis, dan asal perguruan tinggi. 2) Kata Pengantar Mencakup ungkapan rasa syukur penulis kepada Tuhan yang Maha Esa, ucapan terima kasih kepada seluruh pihak atas bantuannya terhadap penulis, dan harapan penulis terhadap penyempurnaan buku ini. 3) Daftar Isi Mencakup daftar keseluruhan isi dari buku panduan guru. 4) Struktur/isi Adapun struktur/isi buku panduan guru yang terdiri dari: Bagian I. Kompetensi, indikator dan tujuan pembelajaran, berisi Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), indikator pencapaian perkembangan anak, dan tujuan pembelajaran. Bagian II. Materi Pembelajaran yang diuraikan di sini merupakan contoh panduan pembelajaran yang dapat diimplementasikan oleh guru ketika akan menstimulasi kreativitas anak menggunakan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek. Materi pembelajaran dikembangkan dengan prinsip berpusat pada anak. Materi pembelajaran ini berisikan rincian aktivitas pembelajaran dan bahan bacaannya. Bagian III. Pengembangan penilaian, berisi lembar observasi penilaian kreativitas anak, dan rubrik penilaian kreativitas anak.
93 a) Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH) RPPH merupakan suatu perencanaan pembelajaran yang berisi prosedur atau langkah-langkah kegiatan guru dan peserta didik yang disusun secara sistematis sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas untuk satu hari. RPPH yang dikembangkan mencakup: (1) nama sekolah; (2) kelompok; (3) semester/minggu; (4) tema/sub tema; (5) kompetensi dasar; (6) muatan materi pembelajaran; (7) kegiatan pembelajaran (8) media, dan sumber belajar; (9) Metode belajar; (10) teknik; dan (11) penilaian. Adapun desain RPPH dalam penelitian ini terdiri dari lima RPPH dengan menggunakan tema beragam seperti tema kebutuhanku, lingkunganku, binatang, dan tanaman. Adapun sub tema untuk setiap pertemuan sebagai hasil rancangan awal RPPH dalam penelitian ini adalah: 1) Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH)-01 digunakan pada pertemuan pertama (tema kebutuhanku, sub tema makanan dan minuman, sub-sub tema cooking class) dengan kegiatan inti: proyek membuat minuman choco milk. 2) Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH)-02 digunakan pada pertemuan kedua (tema lingkunganku, sub tema sekolah, sub-sub tema perabot kelas) dengan kegiatan inti yaitu proyek membuat perabot kelas dari bahan kertas. 3) Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH)-03 digunakan pada pertemuan ketiga (tema binatang, sub tema binatang air, sub-sub tema ikan) dengan kegiatan inti yaitu proyek membuat aquarium berisi gambar ikat ditempeli kulit salak sebagai sisik dan memberikan warna pada huruf atau kata ikan.
94 4) Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH)-04 digunakan pada pertemuan keempat (tema binatang, sub tema binatang darat, sub-sub tema domba) dengan kegiatan inti yaitu proyek kolase gambar domba dengan menggunakan kapas. 5) Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH)-05 digunakan pada pertemuan keempat (tema tanaman, sub tema tanaman hias, sub-sub tema bunga) dengan kegiatan inti yaitu proyek menempel gambar bunga matahari menggunakan bahan alam. b) Lembar Penilaian Anak Lembar Penilaian Anak (LPA) dibuat untuk untuk mengukur ketercapaian indikator kreativitas pada anak. Nilai yang dimunculkan tersebut mencakup fluency (kelancaran), flexibility (keluwesan), originality (keaslian), dan elaboration (terperinci). 3. Kelayakan hasil pengembangan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Uji ahli digunakan untuk mengukur validitas buku model dan buku panduan guru pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Produk buku model dan buku panduan guru divalidasi oleh dua orang ahli dalam bidang pendidikan. Adapun ahli yang memvalidasi masing-masing: a) Dr. Syamsuardi, M.Pd., sebagai ahli model pembelajaran dan b) Dr. Rusmayadi, M.Pd., sebagai ahli meteri bidang Pendidikan Anak Usia Dini. Dari hasil uji ahli dalam penelitian dan pengembangan ini disajikan berdasarkan produk yang dihasilkan sebagai berikut:
95 a. Hasil uji validasi buku model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Hasil uji ahli terhadap buku model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak disajikan berdasarkan komponen kelayakan produk, yaitu: 1) rasional model; 2) teori pendukung; 3) prinsip pengembangan model; 4) pedoman pengembangan model; 5) sintaks; 6) system sosial; 7) prinsip reaksi; 8) sistem pendukung, 9) dampak instruksional dan dampak pengiring; 10) pedoman penilaian hasil belajar; dan 11) bahasa. Hasil validasi terhadap buku pelaksanaan pembelajaran untuk setiap aspek dirangkum sebagaimana yang termuat dalam Tabel 4.5 sebagai berikut: Tabel 4.5. Rangkuman Hasil Validasi Buku Model Pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis Proyek dalam Menstimulasi Kreativitas Anak No Aspek yang dinilai Validitas Hasil penilaian ̅ Kategori ̅ ̅ 1 Rasional Model 3,00 3,50 3,25 Valid 2 Teori Pendukung 3,50 3,50 3,50 Sangat Valid 3 Prinsip pengembangan model 3,70 4,00 3,85 Sangat Valid 4 Pedoman pengembangan model 3,70 3,70 3,70 Sangat Valid 5 Sintaks 3,70 3,30 3,50 Sangat Valid 6 Sistem Sosial 3,40 3,60 3,50 Sangat Valid 7 Prinsip reaksi 3,70 3,30 3,50 Sangat Valid 8 System pendukung 3,50 3,80 3,65 Sangat Valid 9 Dampak instruksional dan dampak pengiring 3,30 3,70 3,50 Sangat Valid 10 Pedoman penilaian hasil belajar 3,70 4,00 3,85 Sangat Valid 11 Bahasa 3,70 4,00 3,85 Sangat Valid Rata-rata total hasil penilaian 3,26 3,67 3,60 Sangat Valid
96 Berdasarkan Tabel 4.5 di atas, hasil analisis validasi buku model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak menunjukkan bahwa: 1) rerata aspek rasional model adalah 3,25 atau kategori valid, 2) rerata aspek teori pendukung adalah 3,50 atau kategori sangat valid, 3) rerata aspek prinsip pengembangan model adalah 3,85 atau dalam kategori sangat valid, 4) rerata aspek pedoman pengembangan model adalah 3,70 atau kategori sangat valid, 5) rerata aspek sintaks adalah 3,50 atau kategori sangat valid, 6) rerata aspek sistem sosial adalah 3,50 atau kategori sangat valid, 7) rerata aspek prinsip reaksi adalah 3,50 atau kategori sangat valid, 8) rerata aspek sistem pendukung adalah 3,65 atau kategori sangat valid, 9) rerata aspek dampak instruksional dan dampak pengiring adalah 3,50 atau dalam kategori sangat valid, 10) rerata aspek pedoman penilaian hasil belajar adalah 3,85 atau kategori sangat valid, dan 11) rerata aspek bahasa adalah 3,85 atau kategori sangat valid. Rata-rata kesebelas aspek penilaian buku model adalah 3,60 atau kategori sangat valid. Dengan demikian, buku model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak telah memenuhi kriteria kevalidan atau telah memenuhi kriteria kelayakan produk. Saran dan kritikan Validator (V1) dan validator (V2) telah direvisi sehingga buku model ini layak untuk digunakan. b. Hasil uji validasi buku panduan guru pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Berikut ini diuraikan hasil validasi buku panduan guru pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn)
97 berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak yang meliputi validasi buku panduan guru pada penerapan dan validasi pedoman penilaian anak model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Berdasarkan penilaian ahli terhadap buku panduan guru dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan maka diperoleh hasil analisis sebagai berikut: Hasil uji ahli terhadap buku panduan pengajaran model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak disajikan berdasarkan komponen kelayakan produk, yaitu : 1) petunjuk; 2) isi; dan 3) bahasa. Hasil validasi terhadap buku pelaksanaan pembelajaran untuk setiap aspek dirangkum sebagaimana yang termuat dalam Tabel 4.6 sebagai berikut: Tabel 4.6. Rangkuman Hasil Validasi Buku Panduan Guru pada Penerapan Model Pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis Proyek dalam Menstimulasi Kreativitas Anak No Aspek yang dinilai Validitas Hasil penilaian ̅ Kategori ̅ ̅ 1 Petunjuk 3,50 4,00 3,75 Sangat Valid 2 Isi 3,60 3,80 3,70 Sangat Valid 3 Bahasa 3,30 3,70 3,50 Sangat Valid Rata-rata total hasil penilaian 3,46 3, 83 3,65 Sangat Valid Berdasarkan Tabel 4.6 di atas, hasil analisis validasi buku panduan guru pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak menunjukkan bahwa: 1) rerata aspek petunjuk adalah 3,75 atau kategori sangat
98 valid, 2) rerata aspek isi adalah 3,70 atau kategori sangat valid, dan 3) rerata aspek bahasa adalah 3,50 atau dalam kategori sangat valid. Dengan demikian, buku panduan guru pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak telah memenuhi kriteria kevalidan atau telah memenuhi kriteria kelayakan produk. Saran dan kritikan validator (V1) dan validator (V2) telah direvisi sehingga buku panduan guru ini layak untuk digunakan. c. Hasil uji validitas kepraktisan penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Hasil uji ahli terhadap instrumen pengamatan guru pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak sebagai uji kepraktisan disajikan berdasarkan komponen, yaitu: 1) petunjuk; 2) isi; dan 3) bahasa. Hasil validasi terhadap instrumen pengamatan guru pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak untuk setiap aspek dirangkum sebagaimana yang termuat dalam Tabel 4.7 sebagai berikut: Tabel 4.7. Rangkuman Hasil Uji Validasi Instrumen Pengamatan Guru pada Penerapan Model Pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis Proyek dalam Menstimulasi Kreativitas Anak No Aspek yang dinilai Validitas Hasil penilaian ̅ Kategori ̅̅̅̅̅ 1 Petunjuk 3,50 3,50 3,50 Sangat Valid 2 Isi 3,80 3,80 3,80 Sangat Valid 3 Bahasa 3,70 4,00 3,80 Sangat Valid Rata-rata total hasil penilaian 3,60 3,76 3,70 Sangat Valid
99 Berdasarkan Tabel 4.7 di atas, hasil analisis validasi instrumen pengamatan guru pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak menunjukkan bahwa: 1) rerata aspek petunjuk adalah 3,50 atau kategori sangat valid, 2) rerata aspek isi adalah 3,80 atau kategori sangat valid, dan 3) rerata aspek bahasa adalah 3,80 atau dalam kategori sangat valid. Rata-rata ketiga aspek penilaian kepraktisan keterlaksanaan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak adalah 3,70 atau kategori sangat valid. Dengan demikian, instrumen untuk uji penerapan model yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan atau telah memenuhi kriteria untuk digunakan. Saran dan kritikan validator (V1) dan validator (V2) telah direvisi sehingga instrumen penelitian untuk uji penerapan model ini layak untuk digunakan. d. Hasil uji validasi angket respon guru terhadap model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Uji validasi angket respon guru terhadap penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak sebagai uji kepraktisan model. Pada tahap ini merupakan tahap untuk mengetahui kepraktisan setelah produk buku model dan buku panduan guru dilaksanakan oleh guru. Hasil uji validasi angket kepraktisan ini disajikan berdasarkan tabel 4.8 sebagai berikut:
100 Tabel 4.8. Hasil Uji Validasi Angket Respon Guru terhadap Penerapan Model Pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis Proyek dalam Menstimulasi Kreativitas Anak No Aspek yang dinilai Validitas Hasil penilaian ̅ Kategori ̅̅̅̅̅ 1 Petunjuk 3,50 4,00 3,75 Sangat Valid 2 Isi 3,80 3,50 3,65 Sangat Valid 3 Bahasa 3,30 3,70 3,50 Sangat Valid Rata-rata total hasil penilaian 3,53 3,73 3,61 Sangat Valid Berdasarkan Tabel 4.8 di atas, hasil analisis validasi angket respon guru terhadap penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak menunjukkan bahwa: 1) rerata aspek petunjuk adalah 3,75 atau kategori sangat valid, 2) rerata aspek isi adalah 3,65 atau kategori sangat valid, dan 3) rerata aspek bahasa adalah 3,50 atau dalam kategori sangat valid. Rata-rata ketiga aspek penilaian validasi angket respon guru terhadap penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak adalah 3,61 atau kategori sangat valid. Dengan demikian, angket respon guru terhadap penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan atau telah memenuhi kriteria untuk digunakan. Saran dan kritikan validator (V1) dan validator (V2) telah direvisi sehingga angket respon guru untuk uji kepraktisan penerapan model ini layak untuk digunakan.
101 e. Hasil uji validasi pedoman penilaian kreativitas anak Hasil uji validasi pedoman penilaian kreativitas anak pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak disajikan berdasarkan komponen, yaitu: 1) petunjuk; 2) isi; dan 3) bahasa. Hasil validasi terhadap pedoman penilaian kreativitas anak untuk setiap aspek dirangkum sebagaimana yang termuat dalam Tabel 4.9 sebagai berikut: Tabel 4.9. Validasi Pedoman Penilaian Kreativitas Anak pada Penerapan Model Pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis Proyek dalam Menstimulasi Kreativitas Anak No Aspek yang dinilai Validitas Hasil penilaian ̅ Kategori ̅ ̅ 1 Petunjuk 3,30 3,70 3,50 Sangat Valid 2 Isi 3,70 3,30 3,50 Sangat Valid 3 Bahasa 3,50 3,50 3,50 Sangat Valid Rata-rata total hasil penilaian 3,50 3,50 3,50 Sangat Valid Berdasarkan Tabel 4.9 di atas, hasil analisis validasi pedoman penilaian kreativitas anak dalam menerapkan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak menunjukkan bahwa: 1) rerata aspek petunjuk adalah 3,50 atau kategori sangat valid, 2) rerata aspek isi adalah 3,50 atau kategori sangat valid, dan 3) rerata aspek bahasa adalah 3,50 atau dalam kategori sangat valid. Rata-rata ketiga aspek pedoman penilaian kreativitas anak dalam menerapkan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak adalah 3,50 atau kategori sangat valid. Dengan demikian, instrumen untuk uji kevalidan produk yang dihasilkan telah memenuhi
102 kriteria kevalidan atau telah memenuhi kriteria untuk digunakan. Saran dan kritikan validator (V1) dan validator (V2) telah direvisi sehingga pedoman penilaian kreativitas anak dalam menerapkan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak ini layak untuk digunakan. 4. Kepraktisan hasil pengembangan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Model yang dikembangkan akan dinyatakan praktis apabila dapat diterapkan dengan baik dan riil di lapangan. Kriteria kepraktisan tercapai apabila hasil respon guru terhadap perangkat pembelajaran dan hasil pengamatan tingkat keterlaksanaan penerapan model pembelajaran di kelas berkriteria baik. Unsurunsur kepraktisan dalam penerapan model ditentukan berdasarkan hasil respon guru terhadap perangkat pembelajaran dan hasil pengamatan guru dalam menerapkan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. a. Respon guru terhadap perangkat pembelajaran model Pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Pengukuran tingkat kepraktisan model terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan dilakukan dengan menggunakan Angket Respon Guru (ARG). Angket diisi oleh lima orang guru terkait respon terhadap perangkat pembelajaran model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak dengan menggunakan skala
103 likert 1-4 yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Tabel 4.10. Hasil Respon Guru terhadap Perangkat Pembelajaran Model Pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam Menstimulasi Kreativitas Anak No Pernyataan Respon Guru Ratarata Kriteria 1 2 3 4 5 1 Saya menganggap bahwa model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek cocok diterapkan di Taman Kanak-kanak 4 4 4 4 4 4 Sangat Baik 2 Saya tertarik untuk menerapkan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek di kelas yang saya ajar. 3 3 3 4 4 3,4 Sangat Baik 3 Saya menganggap bahwa penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek menciptakan suasana yang menyenangkan 3 3 4 3 4 3,4 Sangat Baik 4 Saya yakin bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dapat meningkatkan motivasi belajar anak. 4 4 4 4 4 4 Sangat Baik 5 Saya menganggap pembelajaran dengan model pembelajaran Design, Explain, 3 4 4 3 4 3,6 Sangat Baik
104 Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dapat menstimulasi kemampuan kreativitas anak 6 Saya menganggap pembelajaran model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dapat menumbuhkan semangat bersaing secara sehat bagi anak. 3 4 4 3 4 3,6 Sangat Baik 7 Perangkat pembelajaran model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dapat menambah wawasan saya dalam melaksanakan pembelajaran di Taman Kanak -Kanak. 3 4 4 3 4 3,6 Sangat Baik 8 Bahasa yang digunakan dalam RPPH mudah dipahami 4 4 4 3 4 3,8 Sangat Baik 9 langkah -langkah kegiatan dalam RPPH sangat jelas 4 4 4 3 4 3,8 Sangat Baik 10 Langkah -langkah kegiatan dalam RPPH sesuai dengan metode pembelajaran yang digunakan 4 4 4 3 4 3,8 Sangat Baik 11 RPPH yang dikembangkan sesuai dengan prinsip pembelajaran bagi anak usia dini untuk menstimulasi kemampuan kreativitas anak. 4 4 4 3 4 3,8 Sangat Baik 12 Rincian waktu yang digunakan dalam RPPH cukup untuk setiap pertemuan 4 4 4 3 4 3,8 Sangat Baik 13 Bahasa yang digunakan dalam buku panduan model pembelajaran Design, 4 4 4 3 4 3,8 Sangat Baik
105 Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek sebagai bahan ajar mudah dipahami 14 Susunan materi dalam buku panduan sesuai dengan urutan indikator dalam RPPH 4 4 4 3 4 3,8 Sangat Baik 15 Materi yang ada dalam buku panduan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek mudah dipahami 4 4 4 3 4 3,8 Sangat Baik 16 Ilustrasi gambar dalam buku panduan bahan ajar membantu dalam memahami materi yang dipelajari 4 4 4 3 4 3,8 Sangat Baik 17 Bahasa yang digunakan dalam model pembelajaran mudah dipahami 4 4 4 3 4 3,8 Sangat Baik 18 Kegiatan dalam pembelajaran memberikan kemudahan anak didik dalam menstimulasi kreativitas anak 4 4 4 3 4 3,8 Sangat Baik 19 Kegiatan dalam pembelajaran sesuai dengan RPPH dan berpusat pada anak 3 3 3 3 3 3 Baik 20 Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran berpusat pada anak 3 3 3 3 4 3, 2 Baik 21 Waktu yang digunakan cukup untuk setiap kegiatan dalam pembelajaran 4 4 4 4 4 4 Sangat Baik 22 Pembelajaran dengan metode terpadu berpusat pada anak didik 3 3 3 3 3 3 Baik 23 Cara guru mengajar dengan metode individual lebih praktis 3 4 3 4 4 3,6 Sangat Baik
106 24 Pembelajaran dengan metode terpadu menciptakan suasana yang menyenangkan 3 4 3 3 4 3,4 Sangat Baik 25 Waktu yang digunakan dalam proses belajar mengajar cukup 3 3 3 3 3 3 Baik 26 Motivasi guru dapat menstimulasi keaktifan anak selama proses pembelajaran 3 3 3 3 3 3 Baik 27 Latihan dalam menstimulasi kreativitas anak sesuai dengan materi pembelajaran yang telah diajarkan 3 3 3 3 3 3 Baik 28 Penilaian terhadap latihan yang menstimulasi kreativitas anak didik yang dilakukan guru adalah objektif. 3 3 3 3 3 3 Baik Rata-rata 3,50 3,68 3,64 3,18 3,79 3,56 Sangat Baik Berdasarkan tabel 4.10 di atas dapat dilihat bahwa rata-rata respon guru berada pada angka 3,56 yang menunjukkan kategori perangkat pembelajaran model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak adalah ‘sangat baik’. Dengan demikian perangkat pembelajaran model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak memenuhi kriteria kepraktisan. b. Keterlaksanaan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Pelaksanaan uji coba model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak dilakukan pada kelompok B di TK Taman PAUD Doa Ibu yang berada dalam
107 kompleks Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Pada tahapan ini disesuaikan dengan tema pembelajaran yang berjalan. Alokasi waktu setiap pertemuan disesuaikan alokasi waktu kegiatan inti yaitu 60 menit. Sebelum melakukan tindakan, terlebih dahulu peneliti melakukan pertemuan untuk persamaan persepsi terkait penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak dengan Ibu Cahaya, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala Sekolah sekaligus sebagai pengamat. Komponen pembahasan adalah gambaran umum model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak, jadwal pelaksanaan tindakan, perencanaan kelas dan penyediaan alat dan bahan pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), buku panduan guru, pedoman penilaian dan lembar penilaian dalam menstimulasi kreativitas anak. Setelah diperoleh waktu yang disepakati, peneliti, guru dan pengamat melakukan pertemuan berikutnya sebelum pelaksanaan di kelas untuk memastikan setiap bagian sudah dipersiapkan. Data uji coba yang dihasilkan akan digunakan untuk menentukan tingkat kepraktisan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Kepraktisan hasil pengembangan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak diperoleh dengan menggunakan instrumen lembar pengamatan guru pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak oleh
108 pengamat. Data lengkap hasil pengamatan terhadap kepraktisan dapat dilihat pada lampiran. Kesimpulan hasil pengamatan terhadap lembar pengamatan guru pada penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak adalah sebagai berikut: Tabel 4.11. Hasil Pengamatan Guru pada Penerapan Model Pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis Proyek dalam Menstimulasi Kreativitas Anak No Aspek yang dinilai Penilaian Pengamatan Setiap Pertemuan % Kriteria 1 2 3 4 5 A PEMBUKAAN 1 Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) 2 2 2 3 3 80 Baik 2 Memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam 3 3 3 3 3 100 Sangat Baik 3 Menanyakan keadaan peserta didik. 2 3 3 3 3 93 Sangat Baik 4 Mengarahkan peserta didik untuk membaca do’a belajar 2 2 3 3 3 87 Baik 5 Menyampaikan tujuan pembelajaran 2 3 3 3 3 93 Sangat Baik 6 Memotivasi peserta didik 3 3 3 3 3 100 Sangat Baik 7 Menyampaikan langkah-langkah pembelajaran 2 2 2 2 3 73 Cukup Rata-rata aspek A 2,3 2,6 2,7 2,9 3,0 90 Sangat Baik B KEGIATAN INTI 1 Guru menyiapkan alat sesuai dengan materi pembelajaran 2 2 2 2 3 73 Cukup 2 Guru menyiapkan bahan sesuai dengan materi pembelajaran 2 2 2 3 3 80 Baik 3 Guru menyiapkan area pembelajaran sesuai 2 2 2 3 3 80 Baik
109 dengan materi pembelajaran 4 Guru mengatur tempat duduk anak sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan 2 2 2 3 3 80 Baik 5 Tahap -1: Design Guru membuka pelajaran dengan suatu pertanyaan menantang 2 2 3 3 3 87 Baik 6 Guru meminta kepada anak untuk mendesain rencana proyek/ mempersiapkan pengerjaan proyek 2 2 2 3 3 80 Baik 7 Guru memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan 2 3 3 3 3 93 Sangat Baik 8 Tahap -2: Explain Guru meminta kepada anak untuk menjelaskan rencana proyek yang akan dibuat termasuk rencana jadwal aktivitas 2 3 3 3 3 93 Sangat Baik 9 Tahap -3: Development Guru mendemonstrasikan cara pembuatan proyek 2 2 2 3 3 80 Baik 10 Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya 2 2 3 3 3 87 Baik 11 Guru kemudian membagikan alat dan bahan sesuai pembagian kelompok 2 2 3 3 3 87 Baik 12 Guru meminta anak untuk memulai pengerjaan proyek dengan tertib. 2 2 3 3 3 87 Baik 13 Guru mengawasi jalannya proyek 2 2 3 3 3 87 Baik 14 Guru mendorong pengembangan proyek yang unik 2 2 3 3 3 87 Baik 15 Tahap -4: Evaluation 2 3 3 3 3 93 Sangat Baik
110 Guru meminta anak menceritakan pengalaman selama pengerjaan proyek sebagai bentuk refleksi Rata-rata aspek B 2,0 2,2 2,6 2,9 3,0 85 Sangat Baik C PENUTUPAN 1 Guru melakukan review kegiatan hari ini 2 2 2 3 3 80 Baik 2 Memberikan pesanpesan moral kepada anak didik 3 3 3 3 3 100 Sangat Baik 3 Mengarahkan peserta didik untuk membaca do'a sebelum pulang 3 3 3 3 3 100 Sangat Baik 4 Menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam 3 3 3 3 3 100 Sangat Baik Rata-rata aspek C 2,8 2,8 2,8 3,0 3,0 95 Sangat Baik Rata-rata Setiap Aspek 2,4 2,5 2,7 2,9 3,0 90 Sangat Baik Berdasarkan tabel 4.11 di atas dapat dilihat bahwa rata-rata setiap aspek pengamatan untuk lima kali pertemuan berada pada persentase 90% yang menunjukkan bahwa kategori keterlaksanaan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak adalah ‘sangat baik’. Dengan demikian model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak memiliki derajat keterlaksanaan yang memadai atau terlaksana seluruhnya dengan sangat baik sehingga dinyatakan praktis. 5. Keefektifan hasil pengembangan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak Keefektifan hasil pengembangan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi
111 kreativitas anak dilihat dari beberapa aspek, diantaranya: a) hasil pretest kemampuan kreativitas anak; dan b) hasil posttest kemampuan kreativitas anak. Berikut, pemaparan hasil uji efektifitas penerapan hasil pengembangan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. a. Analisis data skor hasil pretest kemampuan kreativitas anak Data skor hasil pretest diperoleh melalui penilaian kemampuan kreativitas anak sebelum penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak yang terdiri dari 1) kemampuan anak menjawab pertanyaan dengan lancar (fluency), 2) kemampuan anak menggunakan bermacam-macam alat dan bahan secara luwes (flexibility), 3) kemampuan anak memproses karya berbeda dengan yang lain (originality), dan 4) kemampuan anak merinci secara detail dari suatu objek (elaboration). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan uji inferensial dengan menggunakan uji statistik parametris melalui uji paired sample t test. Perolehan data kemampuan kreativitas anak disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.12 Data Skor Hasil Pretest Kemampuan Kreativitas Anak No Inisial Nama Anak Indikator Kreativitas Fluency % Kategori (Kelancaran) Flexibility (Keluwesan) Originality (Keaslian) Elaboration (Terperinci) 1 MF 2 2 2 2 2,00 Rendah 2 KA 2 2 2 2 2,00 Rendah 3 AU 3 2 2 2 2,25 Rendah 4 QA 2 1 3 2 2,00 Rendah 5 MN 2 1 3 3 2,25 Rendah 6 AR 2 2 2 2 2,00 Rendah 7 FK 2 2 2 2 2,00 Rendah 8 AR 1 1 3 2 1,75 Rendah
112 9 AA 2 2 2 2 2,00 Rendah 10 AA 3 2 3 2 2,50 Tinggi 11 FI 2 1 2 2 1,75 Rendah 12 MH 2 2 2 2 2,00 Rendah 13 RF 1 1 2 2 1,50 Rendah 14 SF 2 2 3 2 2,25 Rendah 15 MA 2 1 3 2 2,00 Rendah Rata-rata 1,80 2,00 1,60 2,40 2,07 Rendah Hasil analisis data pretest pada tabel 4.12 di atas menunjukkan bahwa kreativitas anak pada umumnya berada pada angka rata-rata 2,07. Berdasarkan analisis tersebut, disimpulkan bahwa kreativitas anak sebelum diberikan perlakuan masih kategori rendah. Hasil pretest kreativitas anak menjadi dasar dalam mengetahui perubahan kemampuan yang akan diperoleh pada hasil posttest. b. Analisis data skor hasil posttest kemampuan kreativitas anak Data skor hasil posttest diperoleh melalui penilaian kemampuan kreativitas anak setelah dilakukan perlakukan melalui penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Data yang diperoleh dianalisis sama seperti data pretest di atas yaitu analisis secara deskriptif dan uji inferensial dengan menggunakan uji statistik parametris melalui uji paired sample t test. Perolehan data kemampuan kreativitas anak disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.13 Data Skor Hasil Posttest Kemampuan Kreativitas Anak No Inisial Nama Anak Indikator Kreativitas Fluency % Kategori (Kelancaran) Flexibility (Keluwesan) Originality (Keaslian) Elaboration (Terperinci) 1 MF 4 4 3 4 3,75 Sangat Tinggi 2 KA 4 3 3 4 3,50 Sangat Tinggi 3 AU 4 4 4 4 4,00 Sangat Tinggi 4 QA 4 4 4 4 4,00 Sangat Tinggi
113 5 MN 4 4 4 3 3,75 Sangat Tinggi 6 AR 3 3 4 4 3,50 Sangat Tinggi 7 FK 4 4 3 3 3,50 Sangat Tinggi 8 AR 3 3 4 4 3,50 Sangat Tinggi 9 AA 3 4 3 4 3,50 Sangat Tinggi 10 AA 3 3 3 4 3,25 Tinggi 11 FI 3 4 3 3 3,25 Tinggi 12 MH 3 3 3 3 3,00 Tinggi 13 RF 3 3 3 3 3,00 Tinggi 14 SF 3 3 3 3 3,00 Tinggi 15 MA 3 3 3 3 3,00 Tinggi Rata-rata 4,00 3,40 3,47 3,33 3,53 Sangat Tinggi Dari hasil uji coba penerapan model sebanyak lima kali pertemuan secara deskriptif menunjukkan terjadinya peningkatan kreativitas anak didik dengan indikator 1) kemampuan anak menjawab pertanyaan dengan lancar (fluency), 2) kemampuan anak menggunakan bermacam-macam alat dan bahan secara luwes (flexibility), 3) kemampuan anak memproses karya berbeda dengan yang lain (originality), dan 4) kemampuan anak merinci secara detail dari suatu objek (elaboration). Dengan persentase rata-rata kemampuan anak didik adalah 3,53 dengan kategori sangat tinggi. Untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak maka akan dilakukan uji statistik deskriptif dan inferensial. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik parametrik untuk uji t dengan analisis data paired sample t test yaitu analisis data untuk membandingkan nilai rata-rata dari dua data yang saling berhubungan, untuk melihat perbedaan pengaruh penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi
114 kreativitas anak sebelum dan sesudah dengan membandingkan nilai mean dan nilai t hitung dengan t tabel. Sebelum melakukan uji hipotesis untuk menentukan apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat sebagai langkah awal dalam penggunaan statistik parametrik yaitu normalitas data. c. Uji statistik parametrik 1) Uji normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau data yang tidak berdistribusi normal. Uji normalitas paired sample t test menggunakan statistik Shapiro-Wilk, yang dikategorikan normal jika Sig. > 0.05. Berdasarkan hasil uji normalitas untuk data sebelum perlakuan, diperoleh Sig. (2-tailed) yaitu 0.067 sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal, karena 0.067 > 0.05. Uji normalitas setelah perlakuan diperoleh Sig. (2-tailed) yaitu 0.081, sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal, karena 0.081 > 0.05. Tabel 4.14 Hasil Uji Normalitas Data Pretest dan Posttest Kelompok Sig. (2-tailed) Kesimpulan Pretest .067 Normal Posttest .081 Normal 2) Uji Hipotesis Setelah dilakukan uji prasyarat untuk analisis statistik parametrik dan memenuhi persyaratan maka dilanjutkan dengan uji hipotesis. Untuk mengetahui perbedaan rata-rata sebelum perlakuan dan sesudah penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam
115 menstimulasi kreativitas anak dengan melakukan uji t paired sample t test. Hasil uji t test dapat dilihat pada tabel 4.15 di bawah ini: Tabel 4.15. Hasil Uji Hipotesis Paired Sample t Test Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis Proyek dalam Menstimulasi Kreativitas Anak Aspek Perkembangan Jumlah Nilai thitung Nilai ttabel Sig. Kesimpulan Kreativitas 15 14.715 2.145 0.00 Ho ditolak/ H1diterima Pengujian hipotesis ini menggunakan SPSS 23 IBM, dengan hipotesis statistik: H0= Thitung ≤ Ttabel H1 = Tℎ > T Tabel 4.15. di atas menunjukkan hasil perhitungan perkembangan kreativitas thitung = 14.715 dan hasil nilai ttabel = 2.145. Dari data tersebut terlihat thitung(14.715) > ttabel (2.145). hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, dengan nilai Sig. 0.00 < 0.05 dan ada perbedaan nilai mean antara kegiatan sebelum penerapan yaitu 2.033 dan sesudah penerapan model dengan nilai mean 3.45. Sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji paired sample t test dapat disimpulkan bahwa secara signifikan ada perbedaan pengaruh penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak sebelum model diterapkan dan sesudah model diterapkan. Dengan demikian, dari semua hasil uji statistik yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Design,
116 Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek berpengaruh terhadap stimulasi kreativitas anak, dengan memiliki data rata-rata mean yang berbeda dimana nilai mean setelah penerapan lebih tinggi dibandingkan dengan nilai mean sebelum penerapan model serta nilai signifikansi 0.00 < 0.05. Sehingga kegiatan belajar menggunakan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek berpengaruh terhadap peningkatan kreativitas anak. 3) Uji Efektivitas Setelah dilakukan uji hipotesis dan menunjukkan ada perbedaan nilai ratarata sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Untuk melihat keefektifan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak maka dilakukan uji N Gain sebagaimana pada tabel 4.16 di bawah ini: Tabel 4.16 Descriptive Statistics N Gain Score Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation N_Gain_Score 15 .41 1.00 .7188 .18214 N_Gain_Score_Persen 15 41.18 100.00 71.8800 18.21358 Valid N (listwise) 15 Dari tabel 4.16 di atas nilai Mean N Gain Score adalah 0.7188 berdasarkan pembagian kategori nilai skor N Gain masuk pada kategori “tinggi” dengan nilai rentang g > 0.7. Sedangkan pada nilai persentase adalah 71.8800% dibulatkan menjadi 72 % berdasarkan kategori taksiran persentase N Gain masuk pada kategori
117 “cukup efektif” dengan rentang 56-75%. Berdasarkan hasil uji efektivitas ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek “cukup efektif” dalam menstimulasi kreativitas anak. B. Pembahasan Pada bagian pembahasan ini berisi pemaknaan terhadap hasil atau temuan dari penelitian dan pengembangan. Pembahasan pada bagian ini dikelompokkan kedalam tiga bagian yaitu pembahasan hasil analisis kebutuhan, pembahasan hasil pengembangan produk model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dan pembahasan hasil uji keefektifan. 1. Pembahasan hasil analisis kebutuhan Uraian pada bagian ini dimaksudkan untuk memberikan pemaknaan terhadap bukti empiris yang menjadi kebutuhan pengembangan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Pengembangan model ini dimaksudkan untuk membantu guru dalam mengelola model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak sejak dini. Analisis kebutuhan mendeskripsikan empat aspek analisis, yaitu a) pemahaman guru dalam menstimulasi kreativitas anak, b) perencanaan model dalam menstimulasi kreativitas anak, c) pelaksanaan model dalam menstimulasi kreativitas anak, dan d) penilaian model dalam menstimulasi kreativitas anak.
118 Keempat analisis kebutuhan menggambarkan kategori sedang atau guru belum maksimal dalam hal pemahaman, perencanaan, pelaksanaan dan penilaian terhadap penerapan model dalam menstimulasi kreativitas anak. Kreativitas bagi anak usia ini masih sebatas internalisasi nilai-nilai kognitif. Internalisasi merupakan suatu bentukan mental yang tidak dapat ditempuh dalam tempo waktu yang singkat. Dalam prosesnya direncanakan sesuai dengan perkembangan anak dalam rangka menstimulasi kreativitas. Beberapa kemampuan penting diajarkan misalnya kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi merupakan indikator kreativitas. Kemampuan tersebut sangat tepat diinternalisasikan pada proses pendidikan anak usia dini. Konsep dasar kreativitas akan membentuk pribadi yang mampu beradaptasi kelak di masyarakat. Konsep kreativitas menjadikan anak menjadi kreatif, pandai melihat peluang, inovatif dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi. Selain konsep kreativitas yang ditanamkan pada anak dalam tahapan operasional konkret, anak dibimbing untuk mengetahui pengetahuan tentang kreativitas. Pengetahuan yang digali melalui aktivitas pelaksanaan model. Berbagai aktivitas belajar dengan bermain dapat diciptakan oleh guru untuk memperkenalkan kegiatan dalam menstimulasi kreativitas. Langkah pengintegrasian ini bisa dilakukan saat menyampaikan materi, melalui model pembelajaran, maupun sistem penilaian. Integrasi kreativitas di dalam mata pelajaran dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, RPPH dirancang agar memuat nilai-nilai kreativitas seperti kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi. Cara
119 menyusun RPPH dengan menambahkan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek. Dengan model ini peserta didik belajar menstimulasi kreativitas melalui proses pengerjaan proyek. Pencapaian indikator kreativitas akan diamati setiap tahapan pengerjaan proyek, mulai dari desain sampai evaluasi proyek. Proses penilaian secara autentik dilakukan oleh guru dengan mengisi lembar penilaian anak. Penilaian merupakan proses pengukuran terhadap kreativitas anak. Penilaian kegiatan belajar di Taman Kanak-kanak menggunakan pendekatan penilaian autentik. Penilaian autentik merupakan penilaian proses dan hasil belajar untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan fakta yang sesungguhnya (Kemendikbud, 2015). Penilaian dilakukan secara sistematis, terukur, berkelanjutan, dan menyeluruh yang mencakup pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu. Penilaian terhadap hasil stimulasi kreativitas anak dinyatakan secara kualitatif. Pernyataan kualitatif tersebut dapat digunakan guru dalam melakukan penilaian pada setiap kegiatan belajar sehingga guru memperoleh profil peserta didik terkait kreativitas (kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas dan elaborasi). Posisi nilai yang dimiliki oleh anak didik adalah posisi nilai pada akhir pertemuan, bukan akumulasi atau penambahan berbagai kesempatan atau tindakan penilaian selama satu semester. Jadi, apabila pada awal semester seorang peserta didik masih dalam pencapaian Belum Berkembang (BB), sedangkan pada penilaian di akhir pertemuan yang bersangkutan sudah berada pada pencapaian MB (Mulai Berkembang), maka
120 untuk pencapaian digunakan MB. Ini membedakan penilai hasil belajar pengetahuan dengan nilai dan keterampilan. 2. Pembahasan hasil pengembangan produk Pengembangan model pembelajaran membutuhkan uji validitas untuk mengetahui sejauh mana tingkat validitas produk yang telah dikembangkan. Uji ini dilakukan dengan melibatkan beberapa pakar untuk mengoreksi dan memberikan masukan terhadap produk yang telah dikembangkan. Hasil uji validitas pada penelitian ini menunjukkan bahwa semua produk yang telah dikembangkan terbukti sangat valid berdasarkan perhitungan skor rata-rata dari kedua validator. Aspek penilaian dalam uji validasi biasanya beragam, seperti kecukupan, koherensi, kesesuaian, dan kegunaan (Rogayan Jr. & Dollete, 2019). Pada bagian ini, pembahasan dimaksudkan untuk memberikan pemaknaan terhadap validitas dan kepraktisan model yang dikembangkan, terdiri atas dua produk yaitu buku model dan buku panduan panduan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Analisis atas penilaian dua pakar menunjukkan bahwa prototipe model yang dikembangkan sangat valid, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak memenuhi kelayakan/kevalidan. Hasil analisis data uji ahli terhadap buku model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak disajikan berdasarkan komponen kelayakan produk,
121 yaitu: a) rasional model; b) teori pendukung; c) prinsip pengembangan model; d) pedoman pengembangan model; e) sintaks; f) system sosial; g) prinsip reaksi; h) sistem pendukung, i) dampak instruksional dan dampak pengiring; j) pedoman penilaian hasil belajar; dan k) bahasa. Kesebelas aspek penilaian kelayakan produk menunjukkan hasil sangat valid. Hal ini berarti bahwa produk berupa buku model memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan. Hasil analisis data uji ahli terhadap buku panduan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek disajikan berdasarkan komponen kelayakan produk, yaitu: a) petunjuk; b) isi; dan c) bahasa. Ketiga aspek penilaian kelayakan produk menunjukkan hasil sangat valid. Hal ini berarti bahwa produk berupa buku panduan guru memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan. Hasil analisis uji target pengguna dilakukan untuk mengukur kepraktisan buku model dan buku panduan pengajaran model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Hasil analisis berdasarkan respon guru menunjukkan bahwa produk pengembangan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak diperoleh nilai rata-rata 3,56 dengan kategori sangat baik, dan hasil analisis terhadap keterlaksanaan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak diperoleh persentase rata-rata 90% dengan kategori sangat baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan telah memenuhi kriteria kepraktisan
122 produk. Produk pengembangan dinyatakan praktis jika memenuhi aspek: (a) penilaian guru menyatakan bahwa model tersebut dapat diterapkan dengan revisi kecil dan (b) model dapat diimplementasikan karena sesuai dengan kurikulum yang berlaku, alokasi waktu, dan kondisi sekolah (Jaedun et al., 2017). Makna yang terkandung dari hasil uji kepraktisan tersebut bahwa guru sebagai pengguna produk memperoleh kemudahan karena langkah-langkah kegiatan yang dikembangkan dalam buku panduan guru sangat praktis dan operasional. Selain itu alat dan bahan yang digunakan juga mudah diperoleh, sehingga model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak yang dikembangkan relevan dengan kebutuhan guru saat ini. 3. Pembahasan hasil uji keefektifan Untuk mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan pengajaran, serta melihat keefektifan model yang dikembangkan maka perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan mengamati seluruh aktivitas anak didik sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pada penelitian ini tugas yang diberikan pada anak didik adalah pembelajaran proyek. Anak mengerjakan proyek secara berkelompok, namun lembar observasi kemampuan anak dinilai secara individu terkait pencapaian kreativitas. Penilaian difokuskan pada aspek fluency (kelancaran), flexibility (keluwesan), originality (keaslian), dan elaboration (terperinci). Pelaksanaan kegiatan pembelajaran anak dengan penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak dilaksanakan dengan menggunakan
123 perangkat pembelajaran yang telah memenuhi syarat kevalidan atau kelayakan untuk digunakan. Proses pembelajaran mengacu pada langkah-langkah model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak yang telah dikembangkan. Pembelajaran yang diterapkan terdiri dari kegiatan: a) pendahuluan, dimana pada kegiatan ini guru memberikan motivasi kepada anak didik dan memberikan informasi akan kegiatan yang akan dilakukan pada proses belajar, b) tahap kegiatan inti pada tahap ini guru menerapkan langkah-langkah model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak yang mempunyai ciri yaitu memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi bahan dan media yang akan digunakan dalam kegiatan bermain, serta guru melakukan recalling terhadap kegiatan pembelajaran, c) kegiatan penutup pada tahap ini guru melakukan review terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan mempersiapkan anak didik untuk menutup pembelajaran pada hari tersebut. Setelah dilakukan uji coba perangkat model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek diperoleh data tentang kreativitas anak. Hasil uji coba setelah penerapan model sebanyak lima kali pertemuan secara deskriptif menunjukkan terjadinya peningkatan kreativitas anak didik dengan indikator a) kemampuan anak menjawab pertanyaan dengan lancar (fluency), b) kemampuan anak menggunakan bermacam-macam alat dan bahan secara luwes (flexibility), c) kemampuan anak memproses karya berbeda dengan yang lain (originality), dan d) kemampuan anak merinci secara detail dari suatu
124 obyek (elaboration). Dengan persentase rata-rata kemampuan anak didik adalah kategori sangat tinggi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik parametrik untuk uji t dengan analisis data paired sample t test yaitu analisis data untuk membandingkan nilai rata-rata dari dua data yang saling berhubungan, untuk melihat perbedaan pengaruh penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak sebelum dan sesudah dengan membandingkan nilai mean dan nilai t hitung dengan t tabel. Sebelum melakukan uji hipotesis untuk menentukan apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat sebagai langkah awal dalam penggunaan statistik parametrik yaitu normalitas data. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau data yang tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas untuk data sebelum perlakuan, diperoleh kesimpulan bahwa data berdistribusi normal. Setelah dilakukan uji prasyarat untuk analisis statistik parametrik dan memenuhi persyaratan maka dilanjutkan dengan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan belajar menggunakan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek berpengaruh terhadap peningkatan kreativitas anak. Setelah dilakukan uji hipotesis dan menunjukkan ada perbedaan nilai ratarata sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi
125 kreativitas anak. Untuk melihat keefektifan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak maka dilakukan uji N Gain. Hasil uji N Gain dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek cukup efektif dalam menstimulasi kreativitas anak. a. Ketercapaian tujuan penelitian Model pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, dan tahap uji coba produk. Dalam pengembangan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak pada tahap analisis kebutuhan adalah dengan melakukan analisis situasi terhadap pembelajaran yang dilakukan pada TK Taman PAUD Doa Ibu. Dari analisis ini diperoleh gambaran tentang tentang perencanaan hingga penilaian pembelajaran, dan capaian dalam menstimulasi kreativitas. Pada tahap design (perancangan) mulailah dirancang perangkat pembelajaran model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak dengan mengacu pada hasil analisis kebutuhan pengembangan model pembelajaran sehingga dihasilkan draft atau rancangan perangkat pembelajaran yang meliputi buku model, buku panduan guru, Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH), lembar penilaian anak didik serta rubrik penilaian. Draft awal ini kemudian dilanjutkan pada tahap pengembangan untuk divalidasi.
126 Pada tahap develop (pengembangan), seluruh perangkat pembelajaran yang masih berupa draft awal selanjutnya dinilai (divalidasi) oleh 2 (dua) orang ahli untuk mengukur tingkat validitas sebagai dasar untuk melakukan revisi dan penyempurnaan. Dari hasil analisis kevalidan terhadap perangkat pembelajaran maka dapat diketahui bahwa keseluruhan perangkat pembelajaran tersebut telah memenuhi kriteria “valid”. Setelah dihasilkan perangkat pembelajaran yang valid, selanjutnya diukur tingkat kepraktisan perangkat model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak melalui pelaksanaan uji coba implementasi perangkat model pembelajaran di TK Taman PAUD Doa Ibu. Secara teoritis, hasil penilaian ahli terhadap perangkat model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak menyatakan bahwa perangkat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Secara empirik hasil uji coba pelaksanaan kegiatan pembelajaran menunjukkan bahwa setiap aspek pembelajaran yang telah ditetapkan dapat terlaksana secara keseluruhan. Dari data ini menunjukkan bahwa perangkat yang dihasilkan dapat menstimulasi kreativitas anak sehingga dapat dilaksanakan oleh guru dan memenuhi unsur “kepraktisan”. Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas maka guru diminta memberikan respon terhadap hasil pengembangan perangkat model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. Guru memberikan respon bahwa model yang dikembangkan cukup menarik dan memiliki tantangan dalam upaya menstimulasi kreativitas anak.
127 b. Temuan-Temuan Khusus Dalam pelaksanaan uji coba perangkat model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak pada TK Taman PAUD Doa Ibu, terdapat beberapa temuan khusus yang dapat dijadikan masukan dan saran dalam upaya pengembangan pembelajaran anak usia dini khususnya dalam menstimulasi kreativitas. Adapun temuan khusus tersebut sebagai berikut: 1) Pembelajaran dengan menggunakan perangkat model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek sebagai hasil pengembangan yang telah melalui uji validitas ahli merupakan model yang dapat menstimulasi kreativitas anak kelompok B TK Taman PAUD Doa Ibu. Model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak dengan beberapa kegiatan belajar yang dilakukan memberikan kesempatan kepada anak untuk membuat proyek secara mandiri maupun kelompok dan mampu menstimulasi kreativitas anak. Hal ini sejalan dengan Hurlock (2009) keterampilan bantu diri atau self help skills merupakan keterampilan yang berkaitan dengan keterampilan yang diperlukan oleh anak untuk melakukan aktivitas sehari-hari (activity daily living). 2) Perangkat pembelajaran yang dihasilkan dalam pengembangan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak memberikan kemudahan
128 kepada guru dalam proses belajar mengajar dimana semua perangkat pembelajaran dibuat dalam bentuk kegiatan yang dilengkapi dengan gambar dan proses penilaian yang terukur serta mudah untuk dilaksanakan. Dalam perangkat pembelajaran telah disediakan rancangan tujuan pembelajaran mengenai kemampuan apa yang harus dicapai oleh anak didik, bahan dan alat yang digunakan dalam pembelajaran, langkah-langkah dalam melakukan kegiatan proyek dan lembar penilaian ketercapaian kreativitas pada anak didik. Model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak memberikan kesempatan kepada guru untuk melakukan interaksi dengan anak didik. Hal ini sejalan dengan Fahmi et al. (2018), pembelajaran yang dilakukan di Taman Kanakkanak harus mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada anak yang memungkinkan anak untuk dapat bergerak aktif dalam proses belajar dengan prinsip aktif bergerak dan bermain sambil belajar. Interaksi yang harmonis antara pendidik dan anak didik akan sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. 3) Temuan khusus yang paling mendasar dalam penelitian ini adalah perangkat model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak pada TK Taman PAUD Doa Ibu menjadi salah satu alternatif pembelajaran untuk menstimulasi kreativitas melalui praktek langsung dan telah memenuhi kriteria valid dan praktis.
129 c. Kendala-kendala dalam penelitian Selama penelitian berlangsung peneliti mengalami beberapa kendala dalam penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak pada TK Taman PAUD Doa Ibu. Kendala tersebut antara lain terkait waktu pelaksanaan, idealnya penerapan model ini dapat diterapkan lebih dari satu hari dimana pembagian tahap design (perencanaan) dan explain (penjelasan rencana proyek) yang berisi identifikasi bahan dan alat dapat dilaksanakan pada hari pertama dan hari berikutnya adalah tahap development (pengembangan) dan evaluation (evaluasi).
130
131 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Gambaran hasil analisis kebutuhan menunjukkan kategori “sedang” dalam hal pemahaman, perencanaan, pelaksanaan dan penilaian guru terhadap model pembelajaran berbasis proyek sehingga dipandang perlu untuk mengembangkan model pembelajaran yang valid, praktis dan efektif dalam menstimulasi kreativitas anak. 2. Gambaran prototype berupa buku model dan buku panduan guru yang dirancang berdasarkan rujukan model Project based Learning (PjBL) menghasilkan pengembangan model pembelajaran Design, Explain, Development and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak. 3. Hasil uji validitas desain produk berupa buku model, buku panduan guru dan instrumen rata-rata kategori “sangat valid” sehingga perangkat model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak layak digunakan. 4. Hasil uji kepraktisan melalui angket respon guru dan instrumen pengamatan keterlaksanaan model rata-rata menunjukkan kategori ‘sangat baik’, sehingga 131
132 model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak dinyatakan praktis. 5. Hasil uji keefektifan diawali analisis data skor pretest dan posttest yang menunjukkan adanya peningkatan dari kategori “rendah” menjadi “sangat tinggi”. Data yang diperoleh kemudian diuji normalitas dan dinyatakan “berdistribusi normal”, setelah itu dilakukan uji hipotesis yang menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran dalam menstimulasi kreativitas anak dan selanjutnya hasil uji N Gain menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek “cukup efektif” dalam menstimulasi kreativitas anak. B. Saran Berdasarkan hasil dan temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, dikemukakan beberapa saran sebagai berikut: 1. Produk dari model pembelajaran yang dikembangkan merupakan perangkat pembelajaran yang mengacu pada kurikulum 2013 sehingga diharapkan guru dapat menggunakan produk pembelajaran yang dihasilkan berdasar pada Permendikbud 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Permendikbud 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. 2. Penelitian ini telah menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid, praktis dan efektif berdasarkan kurikulum 2013. Diharapkan guru dapat melakukan
133 modifikasi dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi di sekolah masing-masing dalam menstimulasi kreativitas anak sejak dini. 3. Diharapkan agar dapat dilakukan penelitian yang lebih luas dan mendalam dalam penggunaan model pembelajaran Design, Explain, Development, and Evaluation (DEDEn) berbasis proyek dalam menstimulasi kreativitas anak maupun model lainnya, agar dapat dilihat keunggulan dari model ini sehingga menghasilkan perangkat pembelajaran yang teruji dan dapat dijadikan rujukan dalam implementasi kurikulum merdeka.
134