MENTOR: Muhammad Yakup, S.Pd. COACH: Irmayani, S.AP., M.I.Kom. OPTIMALISASI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR PESERTA DIDIK "OPERASI BESAR" UPT SPF SDN 80 BULUKUMPA Nurzabaniyah Humaira Putri, S.Pd NDH 24 JUNE 2021 LATSAR CPNS KABUPATEN BULKUMBA GOLONGAN III ANGKATAN IV PUSLATBANG KMP LAN 2021 22 A26 N22 E 10 21 K A
Alhamdulillah, Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia- Nya, sehingga penulis dapat mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Angkatan IV Tahun 2021 dan melaksanakan aktualisasi di tempat kerja serta dapat menyelesaikan laporan aktualisasi ini dengan baik. Penyusunan laporan ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan IV Tahun 2021 yakni hasil dari kegiatan aktualisasi yang merupakan salah satu syarat menyelesaikan Pelatihan Dasar. Dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi ini diharapkan nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti-korupsi (ANEKA) tidak hanya sebatas teori tetapi juga dapat dilaksanakan dan dibuktikan. Pembuatan laporan ini tidak terlepas dari bantuan dan motivasi berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, terima kasih penulis ucapkan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian Laporan Akhir Aktualisasi ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan rancangan aktualisasi ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik demi perbaikan penulisan kedepannya. Akhir kata, semoga semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini mendapatkan keberkahan yang berlimpah. Semoga laporan rancangan aktualisasi ini dapat memberi manfaat untuk kinerja aparatur sipil negara khususnya di lingkungan UPT SPF SDN 80 Bulukumpa. Penulis, Nurzabaniyah Humaira Putri, S.Pd. PENULIS NURZABANIYAH HUMAIRA PUTRI MENTOR MUHAMMAD YAKUP, S.PD COACH IRMAYANI, S.AP., M.I.KOM K A T A PENGANTAR 1
KATA PENGANTAR DAFTAR I S I 2 BAB I: PENDAHULUAN BAB II: GAMBARAN UMUM ORGANISASI BAB III: RANCANGAN AKTUALISASI BAB IV: PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISASI BAB V: PENUTUP 1 6 10 25 41 67
1 B A B LATAR BELAKANG TUJUAN DAN MANFAAT RUANG LINGKUP PENDAHULUAN
Pemerintah sebagai pembuat kebijakan menetapkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjalankan kebijakan ASN yang terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Keberadaan Aparatur Sipil Negara atau ASN adalah dalam rangka pewujudan cita-cita bangsa dan merealisasikan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu dibentuk Aparatur Sipil Negara yang memiliki nilai-nilai pribadi seperti integritas, professional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Undang – undang nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN menjelaskan bahwa pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. Untuk mewujudkan peran tersebut salah satunya dengan pengaktualisasian nilai-nilai dasar ASN yang diberikan dalam kegiatan Pelatihan Dasar. L A T A R BELAKANG Pelayanan publik menurut Undang Undang Nomor 25 tahun 2009 rangkaian kegiatan dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atau jasa, barang, dan/ atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Sebagai seorang ASN tentu kita akan terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaran pelayanan publik. Dengan demikian tindakan dan perilaku yang kita lakukan sebagai PNS akan sangat mempengaruhi upaya perbaikan kualitas pelayanan publik. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil selama 1 tahun masa percobaan, dengan mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembangunan karakter dalam mencetak PNS. Pelatihan Dasar CPNS bertujuan untuk membentuk PNS yang profesional dan memiliki karakter sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara prima sebagai pelayan publik. 6
Salah satu bentuk pelayanan publik yang ada di lingkungan sekolah yaitu dalam pelayanan perpustakaan. Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dan unsur yang seharusnya ada dalam suatu sekolah. Perpustakaan sekolah yang lengkap dan selalu berusaha menambah koleksi buku dan bahan pustaka lainnya, serta selalu mengikuti perkembangan zaman, akan menjadi sarana (pusat dan sumber belajar) bagi para siswa untuk mengembangkan minat dan kegemaran membaca siswa. Kondisi perpustakaan sekolah saat ini harusnya ditingkatkan dengan pemberdayaan pengelola, sarana serta koleksi bahan pustaka yang tiap tahun selalu bertambah. Namun, semua itu hanya akan menjadi dilema, manakala perpustakaan sekolah tidak dikelola dengan baik. Terlebih lagi apabila suasana perpustakaan tersebut tidak menarik. Jangankan untuk membaca, sekedar singgah saja mungkin siswa sudah enggan sehingga eksistensi sebuah perpustakaan dianggap seperti ruang kosong dan fungsinya sebagai gudang ilmu terabaikan. Perpustakaan di UPT SPF SDN 80 Bulukumpa saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut dapat diamati pada saat setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung, hampir tidak ada siswa yang memanfaatkan perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku. Hal ini dikarenakan kondisi perpustakaan yang masih kurang menarik siswa dan penataan tata letak buku yang kurang rapi, bahkan gurupun masih mengalami kesulitan ketika ingin mengajak siswa untuk mengunjungi perpustakaan atau menyuruh siswa ke perpustakaan untuk belajar lebih lanjut mengenai materi yang belum jelas yang disampaikan oleh guru. Berdasarkan kondisi tersebut maka penulis memutuskan untuk mengangkat isu pemanfaatan perpustakaan sebagai pokok bahasan utama dalam rancangan aktualisasi yang akan diterapkan di unit kerja penulis. Diharapkan dengan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam ANEKA mampu membantu mencari solusi serta pemecahan isu tersebut sekaligus sebagai upaya menerapkan nilai ANEKA dalam diri penulis. 7
Mengaktualisasikan nilai Akuntabilitas sehingga memiliki tanggung jawab dan integritas terhadap apa yang dikerjakan; Mengaktualisasikan nilai Nasionalisme sehingga bekerja atas dasar semangat nilai-nilai Pancasila; Mengaktualisasikan nilai Etika Publik sehingga menciptakan lingkungan pelayanan masyarakat yang baik; Mengaktualisasikan nilai Komitmen Mutu sehingga mewujudkan pelayanan yang prima terhadap masyarakat yang datang ke tempat pelayanan publik; Mengaktualisasikan nilai Anti Korupsi sehingga bisa mewujudkan sikap disiplin maupun menjaga kedisiplinan. Tujuan yang akan dicapai adalah mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN dalam kegiatan yang akan dilaksanakan di unit kerja, yaitu: Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III dapat memberi manfaat dalam membentuk ASN Profesional dalam mengaktualisasikan sikap dan perilaku disiplin ASN, nilainilai dasar ASN, dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran ASN dalam NKRI, serta menguasai bidang tugasnya. tujuan & manfaat LINGKUP R U A N G Ruang lingkup pelaksanaan rancangan aktualisasi dan habituasi dilaksanakan di UPT SPF SDN 80 Bulukumpa Kec. Bulukumpa 30 hari kerja sejak tanggal 27 April 2021 sampai tanggal 31 Mei 2021 8
2 B A B DESKRIPSI ORGANISASI STRUKTUR ORGANISASI GAMBARAN MATA PELATIHAN GAMBARAN UMUM ORGANISASI
UPT SPF SDN 80 Bulukumpa, berdiri sejak 01 Januari 1910, sekolah ini terletak di Desa Salassae, Kec. Bulukumpa, Kab. Bulukumba, dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bulukumba. UPT SPF SDN 80 Bulukumpa memiliki jumlah peserta didik yaitu sebanyak 165 orang peserta didik, yang terdiri dari 83 orang peserta didik berjenis kelamin perempuan dan 82 orang peserta didik laki-laki. Jumlah Pendidik dan Tenaga Kependidikan di UPT SPF SDN 80 Bulukumpa berjumlah 11 orang yang terdiri dari 7 orang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 4 orang merupakan tenaga honorer. UPT SPF SDN 80 Bulukumpa berada di sekitar perumahan warga, terletak di jalan poros Desa Salassae. Sepanjang jalan poros Desa Salassae sebelum lokasi sekolah tersebut banyak di jumpai banyak pepohonan dan ada juga perkebunan pohon karet milik warga. Suasana disekitar UPT SPF SDN 80 Bulukumpa cukup tenang, jauh dari keramaian lalu-lalang kendaraan. Akses jalan menuju UPT SPF SDN 80 Bulukumpa cukup mudah dijangkau, dapat menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil ataupun sarana transportasi umum yang dapat digunakan menuju UPT SPF SDN 80 Bulukumpa dari jalan poros atau jalan raya adalah ojek yang menunggu dipangkalan. DESKRIPSI ORGANISASI 10
M I S I MENINGKATKAN KESADARAN TOLERANSI DAN BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MENINGKATKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN DAN LAYANAN PUBLIK MEWUJUDKAN TATA KELOLA PERTANIAN YANG BERKUALITAS DAN BERDAYA SAING UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DAERAH DAN EKSPOR MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DAERAH, NASIONAL DAN INTERNASIONAL MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN YANG BERKARAKTER KEARIFAN LOKAL MENINGKATKAN KUALITAS DAN LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MENGEMBANGKAN DESTINASI WISATA UNTUK MENARIK WISATAWAN DOMESTIK DAN MANCANEGARA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG MERATA UNTUK MELANCARKAN AKTIVITAS MASYARAKAT PEMBANGUNAN DAN MENINGKATKAN PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN UNTUK MEWUJUDKAN EKONOMI MANDIRI BERBASIS INVESTASI DAN BANTUAN PEMERINTAH MEMBINA GENERASI MUDA YANG BERKARAKTER DENGAN MENJUNJUNG TINGGI SPORTIVITAS DAN PROFESIONALISME MEMBANGUN DESA MANDIRI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM DAN PERTAHANAN DAN KEAMANAN V I S I " Mewujudkan Masyarakat Produktif, Yang Berkarakter Kearifan Lokal Menuju Bulukumba Maju dan Sejahtera" Visi dan Misi Pemerintah Kab. Bulukumba 11
"TERCIPTANYA PESERTA DIDIK YANG BERKUALITAS, KOMPETITIF DAN BERAKHLAK MULIA, UNGGUL DALAM PRESTASI" Visi dan Misi Sekolah V I S I V I S I M I S I M I S I MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN BEBAS PUNGUTAN BAGI SELURUH SISWA MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN POTENSI PESERTA DIDIK MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN, NILAINILAI AGAMA DAN BUDAYA PESERTA DIDIK 12
1. MEMILIKI INTEGRITAS KESELARASAN ANTARA PIKIRAN, PERKATAAN, DAN PERBUATAN 2. KREATIF DAN INOVATIF MEMILIKI DAYA CIPTA; MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MENCIPTAKAN HAL BARU YANG BERBEDA DARI YANG SUDAH ADA ATAU YANG SUDAH DIKENAL SEBELUMNYA (GAGASAN, METODE, ATAU ALAT) 3. INISIATIF KEMAMPUAN SESORANG UNTUK BERTINDAK MELEBIHI YANG DIBUTUHKAN ATAU YANG DITUNTUT DARI PERKERJAAN 4. PEMBELAJAR SELALU BERUSAHA UNTUK MENGEMBANGKAN KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME 5. MENJUNGJUNG MERITROKASI MENJUNJUNG TINGGI KEADILAN DALAM PEMBERIAN PENGHARGAAN BAGI KARYAWAN YANG KOMPETEN 6. TERLIBAT AKTIF SENANTIASA BERPERTISIPASI DALAM SETIAP KEGIATAN 7. TANPA PAMRIH BEKERJA DENGAN TULUS IKHLAS DAN PENUH DEDIKASI 7 TATA NILAI KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Untuk mencapai visi dan misi UPT SPF SDN 80 Bulukumpa, maka Sekolah menerapkan 7 tata nilai KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Nilai-nilai Dasar Organisasi 13
STRUKTUR ORGANISASI 14
Tugas Pokok dan Fungsi Guru Merencanakan pembelajaran 14 Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu; Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; Membimbing dan melatih peserta didik / siswa; Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai; Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan. Tugas Pokok Tugas guru ini dijelaskan dalam Bab XI Pasal 39 Ayat (2) Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 20 Undang-Undnag No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Pasal 52 Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru,yakni : Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa; Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika; Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis; Memelihara komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Fungsi guru Fungsi guru yang dimaksudkan disini juga sudah termasuk dalam tugas guru yang telah dijabarkan diatas, namun terdapat beberapa fungsi lain yang terkandung dalam poin d dan e Pasal 20 Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta poin a, b dan c Pasal 40 Ayat (2) Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni : 15
ANEKA AKUNTABILITAS AKUNTABILITAS AKUNTABILITAS NASIONALISME NASIONALISME NASIONALISME E T KI A PUBL KI E T KI A PUBL KI E T KI A PUBL KI MOK NE MTI MUTU MOK NE MTI MUTU MOK NE MTI MUTU ANTI KORU PSI ANTI KORU PSI ANTI KORU PSI GAMBARAN MATA PELATIHAN NILAI-NILAI DASAR ASN Untuk Menyediakan Kontrol Demokratis (Peran Demokrasi) Untuk Mencegah Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan (Peran Konstitusional) Untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas (Peran Belajar) Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (Bovens, 2007), yaitu AKUNTABILITASDalam Menciptakan lingkungan kerja akuntabel, ada beberapa indikator nilai-nilai dasar Akuntabilitas yang harus diperhatikan yaitu: KEPEMIMPINAN TRANSPARANSI INTEGRITAS TANGGUNG K JAWAB EADILAN KEPERCAYAAN KESEIMBANGAN KEJELASAN KONSISTENSI 16
MENGANUT AGAMA YANG DIAKUI PEMERINTAH MENJIWAI DAN MENGIMPELEMNTASIKAN AJARAN AGAMA YANG DIANUT SALING TOLERANSI DAN MENGHORMATI ANTAR PEMELUK AGAMA S I L A K E - 1 BERLAKU ADIL TERHADAP SESAMA MANUSIA MENJUNJUNG TINGGI HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA SEUTUHNYA MENGHARGAI ADANYA HAK ASASI MANUSIA (HAM) S I L A K E - 2 MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN INDONESIA MENGUTAMAKAN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA S I L A K E - 3 MENJUNJUNG TINGGI KEDAULATAN RAKYAT MEMENTINGKAN KEPENTINGAN ORANG BANYAK DIBANDINGKAN DENGAN KEPENTINGAN INDIVIDU MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT GOTONG ROYONG S I L A K E - 4 KEADILAN DIDALAM SETIAP SISI KEHIDUPAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MENJADI TARGET UTAMA DALAM PROSES PEMBANGUNAN KESEIMBANGAN ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN S I L A K E - 5 NILAI-NILAI NASIONALISME PANCASILA Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa. NASI0NALISME17
Indikator Nilai Etika Publik Jujur dalam memberikan informasi pelayanan publik Bersikap Terbuka dalam pelayanan Bersikap Tulus Bersikap Sopan dan Santun Bisa Menjaga Informasi yang bersifat rahasia Bersikap Hormat Bertanggung Jawab dalam menggunakan barang milik negara Berlaku Adil dalam memberikan pelayanan KOMITMEN MUTUBerbasis peraturan perundangundangan (Producer View), yaitu seseorang memberikan pelayanan berdasarkan aturan yang ada tanpa memikirkan kepuasan pelanggan Berbasis kebutuhan dan kepuasan pelanggan (Costumer/Public View), yaitu seseorang yang memberikan pelayanan kerja berdasarkan kepuasan terhadap pelanggan. Komitmen Mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil. Standar mutu pelayanan institusi pemerintahan memiliki dua sifat, yaitu: Efektif Efisien Inovatif Mutu Adaptif Responsif Perbaikan Berkelanjutan Etika Publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Dasar Hukum lingkup Etika Publik UU No.5 Tahun 2014 ttg ASN PP No.42 Tahun 2004 ttg Pembinaan JiwaKorps dan Kode Etik PNS PP No.53 Tahun 2010 ttg Disiplin PNS PP No.11 Tahun 2017 ttg Manajemen PNSETIKA PUBLIK 7 Indikator Nilai Komitmen Mutu 18
ANTI KORUPSI Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma–norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Tindak pidana korupsi yang terdiri dari kerugian keuangan negara, suapmenyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi Korupsi berasal dari Bahasa Latin, coruptio dan corruptus yang berartikerusakan atau kebobrokan, dalam Bahasa Yunani corruptio berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama, material, mental dan umum. Menurut Robert Kiltgaard, Korupsi adalah suatu tingkah laku yang menyimpang dari tugas-tugas resmi jabatannya dalam negara, dimana untuk memperoleh keuntungan status atau uang yang menyangkut diri pribadi atau perorangan, keluarga dekat, kelompok sendiri, atau dengan melanggar aturan pelaksanaan yang menyangkut tingkah laku pribadi Jujur Peduli Mandiri Disiplin Tanggung Jawab Kerja Keras Berani Sederhana Adil Indikator Nilai Dasar Anti Korupsi 19
MANAJEMEN ASN KEDUDUKAN DAN PERAN ASN DALAM NKRI Manajemen ASN adalahpengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yangprofessional, memilikinilaidasar, etikaprofesi, bebasdari intervensipolitik,bersihdaripraktikkorupsi,kolusi,dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankankepadapengaturan profesipegawai sehinggadiharapkanagar selalutersedia sumberdaya aparatur sipil Negara yangunggul selarasdenganperkembangan jaman. MANAJEMEN ASN PELAYANAN PUBLIK WoG Untuk mewujudkanbirokrasi yangprofessionaldalam menghadapi tantangan-tantanganglobal,pemerintah melalui UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara telahbertekaduntuk mengelola aparatur sipilnegara menjadi semakinprofessional. Undang-undang ini merupakandasardalam manajemenaparatur sipilnegara yangbertujuan untuk membangunaparat sipilnegara yang memiliki integritas, profesionaldannetral sertabebasdari intervensipolitik, jugabebas daripraktek KKN, serta mampu menyelenggarakanpelayananpublik yangberkualitasbagi masyarakat. 20
Pegawai ASN adalah Pegawai Negeri Sipildan Pegawai Pemerintahdengan Perjanjian Kerja yangdiangkat olehpejabatpembinakepegawaiandandiserahi tugasdalam suatujabatanpemerintahanataudiserahi tugasnegara lainnyadan digajiberdasarkanperaturanperundang-undangan. Untuk menghasilkan Pegawai ASN yangprofesional, memilikinilai dasar, etikaprofesi,bebasdari intervensipolitik,bersihdaripraktik korupsi,kolusi,dannepotisme,pengelolaan ASN diaturdalam Manajemen ASN. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pegawai Pemerintahdengan Perjanjian Kerja (PPPK) BerdasarkanJenisnya, Pegawai ASN terdiri atas: Pelaksana Kebijakan Publik Pelayan Publik Perekatdan Pemersatu Bangsa Pegawai ASN memiliki Fungsi sebagai: Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuanperaturanperundang-undangan. Memberikan pelayanan publik yang profesional danberkualitas. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan RepublikIndonesia. Pegawai ASN bertugasuntuk: Pegawai ASN berkedudukansebagaiunsur aparaturnegara yang menjalankankebijakan yangditetapkanolehpimpinnInstansi Pemerintahsertaharusbebasdaripengaruhdan intervensi semua golongandanpartaipolitik. Pegawai ASN dilarang menjadi anggotadan/atau penguruspartaipolitik. Selainuntuk menjauhkanbirokrasidaripengaruhpartai politik,hal inidimkssudkanuntuk menjamin keutuhan,kekompakandanpersatuan ASN, sertadapat memusatkansegalaperhatian, pikiran,dantenagapada tugas yangdibebankan kepadanya. 21
PELAYANAN PUBLIK Adapunprinsip Pelayanan Publikyangbaik untuk mewujudkanpelayananprima adalah: Parisipatif: Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan,dan mengevaluasihasilnya. Transparan: Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut. Masyarakat juga harus diberi akses untuk mempertanyakan dan menyampaikan pengaduan apabila mereka merasa tidak puas dengan pelayanan publik yang diselenggarakan olehpemerintah. Responsif: Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka butuhkan, mekanisme penyelenggaraan layanan, jam pelayanan,prosedur,danbiayapenyelenggaraanpelayanan. Tidak Diskriminatif: Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga negara, seperti status sosial, pandangan politik, enisitas, agama, profesi, jenis kelamin atau orientasi seksual, difabel dan sejenisnya. Mudah dan Murah: Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan prinsip mudah dan murah. Mudah artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan oleh masyarakat masuk akal dan mudah untuk dipenuhi. Murah artinya biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan pelayanan terjangkau oleh seluruh warga negara. Hal ini perlu ditekankan karena pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi mandat konstitusi. Efektif dan Efisien: Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya dan cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit,danbiaya yang murah. Aksesibel: Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik (dekat, terjangkau dengan kendaraan publik, mudah dilihat, gampang ditemukan dan lain-lain) dan dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapatkanlayanantersebut. Akuntabel: Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat. Pertanggungjawaban di sini tidak hanya secara formal kepada atasan akan tetapi yang lebih penting harus dipertanggungjawabkan secara terbukakepada masyarakat luas melalui mediapublik. Berkeadilan: Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok yangkuat. Pelayanan Publik menurutLembaga Administrasi Negara adalah segalabentukkegiatanpelayananumum yangdilaksanakanoleh instansi Pemerintahdipusatdandaerahdandi lingkungan BUMN/BUMD dalam bentukbarang ataujasabaikdalam pemenuhankebutuhan masyarakat. 22
Pendekatan WoG dapatdilihatdandibedakan berdasarkanperbedaankategorihubunganantara kelembagaanyang terlibat sebagaiberikut Alasanyang menyebabkan mengapa WoG menjadipentingdantumbuhsebagaipendekatan yang mendapatkanperhatiandaripemerintahadalah: Adanya faktor-faktor eksternal seperti dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahanyang lebihbaik. Terkait faktor-faktor internal dengan adanya fenomena ketimpangan kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa kompetisi antar sektor dalam pembangunan. Khususnya dalam konteks Indonesia, keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat, serta bentuk latar belakang lainnya mendrong adanya potensi disintegrasibangsa. WHOLEofGOVERNMENT WoG adalahsebuahpendekatanpenyelenggaraanpemerintahanyang menyatukan upaya-upayakolaboratifpemerintahandarikeseluruhansektordalam ruang lingkup koordinasi yang lebihluas guna mencapai tujuan-tujuanpembangunankebijakan, manajemenprogram danpelayananpublik. Olehkarenanya WoG jugadikenal sebagai pendekataninteragency, yaitupendekatanyang melibatkansejumlahkelembagaan yang terkaitdenganurusan-urusanyang relevan. 23
3 B A B RANCANGAN AKTUALISASI
ISU YANG DIBAHAS DALAM AKTUALISASI Kurang optimalnya pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana belajar bagi peserta didik, sehingga menyebabkan perpustakaan di UPT SPF SDN 80 Bulukumpa saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Hampir tidak ada siswa yang memanfaatkan perpustakaan baik untuk membaca ataupun meminjam buku. Hal ini dikarenakan kondisi perpustakaan yang masih kurang menarik siswa dan penataan tata letak buku yang kurang rapi, bahkan gurupun masih mengalami kesulitan ketika ingin mengajak siswa untuk mengunjungi perpustakaan atau menyuruh siswa ke perpustakaan untuk belajar lebih lanjut mengenai materi yang belum jelas yang disampaikan oleh guru. RANCANGAN AKTUALISASI ANALISIS DAMPAK ISU: ICORE ISSUE PADA AKTUALISASI INI ADALAH: Semakin berkurangnya kunjungan siswa ke perpustakaan untuk membaca ataupun meminjam buku Ruang perpustakaan tidak tertata dengan baik menyebabkan siswa tidak tertarik untuk ke perpustakaan Dampak-dampak apabila isu tidak diselesaikan : 1. 2. Kurang optimalnya pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana belajar bagi peserta didik, sehingga menyebabkan perpustakaan UPT SPF SDN 80 Bulukumpa sangat jarang dikunjungi oleh peserta didik, baik untuk membaca buku atau meminjam buku. GAGASAN PEMECAHAN ISU: OPTIMALISASI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SARANA BELAJAR PESERTA DIDIK 25
KEGIATAN AKTUALISASI Koordinasi dan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah Melakukan Penataan Ulang Perpustakaan Pe S m lo buatan Ed gan ukatif di Perpustakaan BEST VISITORS ( T P e e r n b gunjung Memb aik), erikan Penghargaan Kepada Peserta Didik (pengunjung) yang Paling Rajin ke Perpustakaan 26
KEGIATAN 1 Koordinasi dan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah 27
KEGIATAN 1 Koordinasi dan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah 28
KEGIATAN 1 Koordinasi dan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah 29
KEGIATAN 2 Melakukan Penataan Ulang Perpustakaan 30
Melakukan Penataan Ulang Perpustakaan KEGIATAN 2 31
Pembuatan Slogan Edukatif di Perpustakaan KEGIATAN 3 32
Pembuatan Slogan Edukatif di Perpustakaan KEGIATAN 3 33
BEST VISITORS (Pengunjung Terbaik), Memberikan Penghargaan Kepada Peserta Didik (pengunjung) yang Paling Rajin ke Perpustakaan KEGIATAN 4 34
BEST VISITORS (Pengunjung Terbaik), Memberikan Penghargaan Kepada Peserta Didik (pengunjung) yang Paling Rajin ke Perpustakaan KEGIATAN 4 35
TIMELINE 36
37
38
39
4 B A B PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISASI
KEGIATAN 1 Koordinasi dan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah Keterkaitan kegiatan dengan kedudukan dan peran ASN dalam NKRI : Dalam melakukan koordinasi dan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah, merupakan langkah pertama yang saya lakukan sebelum melakukan kegiatan-kegiatan yang lain. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, seperti kepala sekolah sebagai mentor yang membimbing saya, tempat saya meminta masukan dan saran yang membangun demi kelancaran proses yang saya lakukan. Kegiatan ini juga melibatkan, petugas perpustakaan, serta rekan-rekan guru dan beberapa peserta didik. Pada kegiatan ini termasuk bagian dari Whole of Government. Kontribusi Kegiatan Terhadap Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Bulukumba : Dalam kegiatan koordinasi dan sosisalisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah sesuai dengan Visi Bupati Bulukumba, yaitu Mewujudkan Masyarakat Produktif, Yang Berkarakter Kearifan Lokal Menuju Bulukumba Maju dan Sejahtera, dimana peserta didik diharapkan ikut serta dalam melaksanakan kegiatan pemanfaatan perpustakaan Dalam kegiatan ini juga sesuai dengan Misi Bupati Bulukumba, yaitu Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter Kearifan Lokal, diharapkan peserta didik ikut meningkatkan kualitas diri mereka. Kontribusi Kegiatan Terhadap Visi dan Misi Organisasi : Kegiatan sosialisasi dan koordinasi tersebut sesuai dengan visi UPT (Unit Pelaksana Teknis) SPF (Satuan Pendidikan Formal) SDN 80 Bulukumpa, yaitu Terciptanya Peserta Didik yang Berkualitas, Kompetitif dan Berakhlak Mulia, Unggul dalam Prestasi untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam memanfaatkan perpustakaan. Kegiatan ini juga terkait dengan misi UPT SPF SDN 80 Bulukumpa, yaitu Menyelenggarakan Pendidikan untuk Mengembangkan Kemampuan dan Potensi Peserta Didik karena kegiatan ini merupakan cara agar peserta didik lebih memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. Kontribusi kegiatan terhadap nilai-nilai organisasi : Saya memiliki keselarasan antara pikran, perkataan dan perbuatan untuk melakukan apa yang telah saya rencanakan (Memiliki Integritas) Saya melakukan tindakan yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan (Inisisiatif) Saya senantiasa berpartisipasi dalam setiap kegiatan (Terlibat Aktif) Saya bekerja dengan tulus, ikhlas dan penuh dedikasi (Tanpa Pamrih) Dalam kegiatan koordinasi dan sosisalisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah berkontribusi terhadap nilai-nilai organisasi, yaitu: 41
KEGIATAN 1 Melaksanakan pertemuan dengan kepala sekolah serta berkonsultasi mengenai rancangan kegiatan yang akan dilakukan untuk pemanfaatan perpustakaan sekolah. 1. Tahapan kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 27 April 2021, saya melaksanakan kegiatan yaitu bertemu dengan Kepala Sekolah UPT SPF SDN 80 Bulukumpa selaku Mentor untuk berkoordinasi serta berkonsultasi membahas tentang rancangan kegiatan yang akan saya lakukan tentang kegiatan pemanfaatan perpustakaan sekolah dan juga meminta tanda tangan persetujuan pada surat keterangan izin melakukan kegiatan. Nilai-nilai Dasar ASN: Pada saat bertemu dengan kepala sekolah untuk berkoordinasi serta berkonsultasi mengenai rancangan kegiatan yang akan dilakukan untuk pemanfaatan perpustakaan sekolah, saya bersikap transparan (Akuntabilitas) yaitu menjelaskan secara detil proses aktualisasi yang akan saya lakukan dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (Nasionalisme) serta dengan penyampaian yang jelas dan mudah dipahami, bersikap sopan dan santun, serta bersikap hormat (Etika Publik), berpenampilan sederhana (Anti Korupsi) dan rapi, setelah berkonsultasi dengan kepala sekolah maka diperoleh surat keterangan mengenai kegiatan yang telah disetujui oleh kepala sekolah, dengan adanya surat keterangan tersebut, menunjukkan rasa tanggungjawab (Akuntabilitas) terhadap kegiatan yang akan saya lakukan. Koordinasi dan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah OUTPUT: Dokumentasi (Foto) dan Surat Keterangan Izin Melakukan Kegiatan Aktualisasi 42
KEGIATAN 1 Koordinasi dan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah ANALISIS DAMPAK dari AKTUALISASI: Akuntabilitas: Dengan menerapkan pembiasaan nilai transparan dalam melaksanakan tahap kegiatan yang saya lakukan ini, saya terlatih bersikap terbuka dan jujur dalam melaksanakan kegiatan ini, maka hal ini akan membuat kegiatan ini akan berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Serta dengan menerapkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tahap kegiatan ini, saya merasa puas karena memiliki rasa tanggung pada saat melaksanakan kegiatan. Nasionalisme: Selanjutnya, dengan menerapkan nilai menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam tahap kegiatan ini agar pada saat bertemu dengan mentor atau Kepala Sekolah penyampaian saya lebih mudah dipahami. Etika Publik: Dengan menerapkan nilai bersikap sopan, santun serta hormat dalam melaksanakan kegiatan ini sangat penting, agar Kepala Sekolah atau mentor akan merasa dihargai. Anti Korupsi: Dengan menerapkan nilai berpenampilan sederhana pada saat bertemu dengan mentor atau Kepala Sekolah, agar kami merasa nyaman untuk saling berbicara. Pada kegiatan ini terdapat beberapa nilai dasar PNS yang terkait, diantaranya: 2. Melakukan koordinasi dengan petugas perpustakaan mengenai rancangan kegiatan yang akan dilakukan untuk pemanfaatan perpustakaan sekolah Tahapan kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 28 April 2021, saya melakukan kegiatan berupa berkoordinasi dengan petugas perpustakaan UPT SPF SDN 80 Bulukumpa, saya bertemu dengan beliau di ruang perpustakaan UPT SPF SDN 80 Bulukumpa. Nilai-nilai Dasar ASN: Pada saat melakukan koordinasi dengan petugas perpustakaan, saya menerapkan nilai tanggung jawab (Akuntabilitas) dalam melaksanakan tugas, serta saya bersikap transparan (Akuntabilitas) yaitu menjelaskan secara detil proses aktualisasi yang akan saya lakukan, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (Nasionalisme), bersikap sopan, santun dan hormat (Etika Publik) serta melakukan musyawarah mufakat untuk mencapai kesepakatan dan saling menghargai pendapat masing-masing (Nasionalisme). 43
KEGIATAN 1 Koordinasi dan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah OUTPUT: Dokumentasi (Foto) ANALISIS DAMPAK dari AKTUALISASI: Akuntabilitas: Dengan menerapkan pembiasaan nilai tanggung jawab dan transparan dalam melaksanakan tahap kegiatan yang saya lakukan ini, saya merasa puas karena memiliki rasa tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan atau tugas, dan saya juga terlatih bersikap terbuka dan jujur dalam melaksanakan kegiatan ini, maka hal ini akan membuat kegiatan ini akan berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Nasionalisme: Dalam tahap kegiatan ini, penerapan nilai dengan saya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar agar pada saat berkoordinasi dengan petugas perpustakaan penyampaian saya lebih mudah dipahami. Dalam tahap kegiatan ini juga saya menerapkan nilai musyawarah mufakat dan saling menghargai pendapat masing-masing untuk mencapai kesepakatan demi kelancaran selama melaksanakan kegiatan yang nantinya akan dilakukan. Etika Publik: Pada tahap kegiatan ini dengan menerapkan nilai bersikap sopan, santun serta hormat dalam melaksanakan kegiatan ini sangat penting, agar petugas perpustakaan akan merasa dihargai. Pada kegiatan ini terdapat beberapa nilai dasar PNS yang terkait, diantaranya: 44
KEGIATAN 1 Nilai-nilai Dasar ASN: Saya melakukan tahapan kegiatan tersebut dengan menerapkan nilai tanggung jawab dan juga bersikap transparan (Akuntabilitas) yaitu menjelaskan secara detil proses aktualisasi yang akan saya lakukan kepada rekan-rekan guru dan peserta didik, saya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (Nasionalisme), bersikap sopan, santun dan hormat (Etika Publik). Serta saya melakukan sosialisasi tentang kegiatan yang akan saya lakukan dengan mandiri dan peduli (Anti Korupsi) dengan manfaat yang akan peserta didik dapatkan dalam kegiatan ini. 3. Melakukan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan kepada rekan guru dan peserta didik Pada hari Senin tanggal 03 Mei 2021, saya melakukan tahap kegiatan yaitu mensosialisasikan kegiatan pemanfaatan perpustakaan kepada rekan guru dan peserta didik, saya menyampaikan materi yang sesuai dengan tujuan kegiatan. Tahap kegiatan ini saya lakukan di dalam ruangan kelas. Koordinasi dan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah OUTPUT: Dokumentasi (Video dan Foto) Sosialisasi 45
KEGIATAN 1 Koordinasi dan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah ANALISIS DAMPAK dari AKTUALISASI: Akuntabilitas: Dengan menerapkan pembiasaan nilai tanggung jawab dan transparan dalam melaksanakan tahap kegiatan yang saya lakukan ini, saya merasa puas karena memiliki rasa tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan atau tugas, dan saya juga terlatih bersikap terbuka dan jujur dalam melaksanakan kegiatan ini, maka hal ini akan membuat kegiatan ini akan berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Nasionalisme: Dalam tahap kegiatan ini, penerapan nilai dengan saya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar agar pada saat melakukan sosialisasi terhadap rekan guru dan peserta didik penyampaian saya agar lebih mudah dipahami. Etika Publik: Bersikap sopan, santun serta hormat dalam melaksanakan kegiatan ini sangat penting, agar rekan guru dan para peserta didik akan merasa dihargai. Anti Korupsi: Dalam melakukan kegiatan tersebut dengan menerapkan nilai mandiri akan menimbulkan dampak, yaitu melakukan sosialisasi secara mandiri, seperti berbicara didepan rekan guru dan peserta didik, serta dengan menerapkan nilai peduli akan memberikan dampak yaitu mampu memberikan sosialisasi kepada rekan guru dan peserta didik. Pada kegiatan ini terdapat beberapa nilai dasar PNS yang terkait, diantaranya: 46
KEGIATAN 2 Melakukan Penataan Ulang Perpustakaan Keterkaitan kegiatan dengan kedudukan dan peran ASN dalam NKRI : Dalam melakukan penataan ulang perpustakaan, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, seperti, petugas perpustakaan dan beberapa peserta didik. Pada kegiatan berkaitan dengan mata pelatihan Whole of Government dan Pelayanan Publik, dimana pada kegiatan ini terdapat salah satu prinsip pelayanan publik yaitu Partisipatif. Kontribusi Kegiatan Terhadap Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Bulukumba : Dalam kegiatan koordinasi dan sosisalisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah sesuai dengan Visi Bupati Bulukumba, yaitu Mewujudkan Masyarakat Produktif, Yang Berkarakter Kearifan Lokal Menuju Bulukumba Maju dan Sejahtera, dimana peserta didik diharapkan ikut serta dalam melaksanakan kegiatan pemanfaatan perpustakaan Dalam kegiatan ini juga sesuai dengan Misi Bupati Bulukumba, yaitu Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter Kearifan Lokal, diharapkan peserta didik ikut meningkatkan kualitas diri mereka. Kontribusi Kegiatan Terhadap Visi dan Misi Organisasi : Kegiatan sosialisasi dan koordinasi tersebut sesuai dengan visi UPT (Unit Pelaksana Teknis) SPF (Satuan Pendidikan Formal) SDN 80 Bulukumpa, yaitu Terciptanya Peserta Didik yang Berkualitas, Kompetitif dan Berakhlak Mulia, Unggul dalam Prestasi untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam memanfaatkan perpustakaan. Kegiatan ini juga terkait dengan misi UPT SPF SDN 80 Bulukumpa, yaitu Menyelenggarakan Pendidikan Bebas Pungutan Bagi Seluruh Siswa karena pada kegiatan ini peserta didik tidak dipungut biaya apapun untuk ikut menata ulang perpustakaan. Kontribusi kegiatan terhadap nilai-nilai organisasi : Saya memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan hal baru (Kreatif dan Inovatif) Saya melakukan tindakan yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan (Inisisiatif) Saya senantiasa berpartisipasi dalam setiap kegiatan (Terlibat Aktif) Saya bekerja dengan tulus, ikhlas dan penuh dedikasi (Tanpa Pamrih) Dalam kegiatan koordinasi dan sosisalisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di sekolah berkontribusi terhadap nilai-nilai organisasi, yaitu: 47
1.Melakukan koordinasi bekerja sama dengan petugas perpustakaan untuk penataan ulang perpustakaan Tahapan kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 04 Mei 2021, saya melaksanakan kegiatan yaitu bertemu dengan Petugas Perpustakaan UPT SPF SDN 80 Bulukumpa untuk berkoordinasi tentang kegiatan yang akan saya lakukan untuk menata ulang ruang perpustakaan. Adapun hasil dari koordinasi saya dengan petugas perpustakaan adalah pada tahapan kegiatan ini saya akan melakukan kegiatan seperti, mengatur ulang rak buku, memindahkan barang-barang yang seharusnya tidak ada di perpustakaan, memasang gambar-gambar, membuat pohon literasi, membuat papan karya, menambahkan koleksi buku, membuat kartu anggota perpustakaan serta kartu peminjaman dan pengembalian buku, dan juga membuat buku peminjaman dan pengembalian yang baru serta buku pengunjung perpustakaan yang baru. Nilai-nilai Dasar ASN: Dalam melakukan koordinasi, saya akan bekerja sama (Nasionalisme) dengan petugas perpustakaan untuk melakukan penataan ulang ruang perpustakaan sekolah, saya bersikap transparan (Akuntabilitas) yaitu menjelaskan secara detil kegiatan apa saja yang akan saya laksanakan untuk menata ulang ruang perpustakaan, serta tanggung jawab (Akuntabilitas) dalam melaksanakan tugas. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (Nasionalisme), bersikap sopan, santun dan hormat (Etika Publik) serta melakukan musyawarah mufakat (Nasionalisme) untuk mencapai kesepakatan dan saling menghargai pendapat (Nasionalisme) masing-masing. Bersikap mandiri (Anti Korupsi) dalam melakukan koordinasi, jujur (Anti Korupsi) dalam mengemukakan pendapat dan peduli (Anti Korupsi) mengenai pelaksaan kegiatan menata ulang ruang perpustakaan. KEGIATAN 2 OUTPUT: Dokumentasi (Foto) Melakukan Penataan Ulang Perpustakaan 48
KEGIATAN 2 Melakukan Penataan Ulang Perpustakaan ANALISIS DAMPAK dari AKTUALISASI: Akuntabilitas: Dengan menerapkan pembiasaan nilai transparan dalam melaksanakan tahap kegiatan yang saya lakukan ini, saya terlatih bersikap terbuka dan jujur dalam melaksanakan kegiatan ini, maka hal ini akan membuat kegiatan ini akan berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Serta dengan menerapkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tahap kegiatan ini, saya merasa puas karena memiliki rasa tanggung pada saat melaksanakan kegiatan. Nasionalisme: Dalam tahap kegiatan ini, penerapan nilai dengan saya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar agar penyampaian saya pada saat berkoordinasi untuk bekerja sama dengan petugas perpustakaan lebih mudah dipahami. Dalam tahap kegiatan ini juga saya menerapkan nilai musyawarah mufakat dan saling menghargai pendapat masing-masing untuk mencapai kesepakatan demi kelancaran selama melaksanakan kegiatan yang nantinya akan dilakukan. Etika Publik: Dengan menerapkan nilai bersikap sopan, santun serta hormat dalam melaksanakan kegiatan ini sangat penting, agar petugas perpustakaan akan merasa dihargai. Anti Korupsi: Dengan menerapkan mandiri, jujur, dan peduli akan terbangunnya komunikasi yang transparan dengan petugas perpustakaan. Pada kegiatan ini terdapat beberapa nilai dasar PNS yang terkait, diantaranya: 2. Menyiapkan alat dan bahan untuk penataan ulang perpustakaan Tahapan kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 05 Mei 2021, saya melaksanakan kegiatan yaitu mempersiapkan alat dan bahan untuk menata ulang perpustakaan. Nilai-nilai Dasar ASN: Pada saat melaksanakan tahapan kegiatan ini, yaitu mempersiapkan alat dan bahan untuk menata ulang ruang perpustakaan, saya memiliki rasa tanggung jawab dan konsisten (Akuntabilitas) untuk mempersiapkan alat dan bahan. Saya juga diberikan amanah (Nasionalisme) untuk mempersiapkan alat dan bahan untuk tahap kegiatan ini. Dalam mempersiapkan alat dan bahan untuk menata ulang ruang perpustakaan, saya bersikap tulus (Etika Publik) tanpa adanya paksaan. Alat dan bahan yang disiapkan diupayakan menggunakan yang efektif dan efisien (Komitmen Mutu). Saya bekerja keras (Anti Korupsi) dalam mempersiapkan alat dan bahan untuk menata ulang perpustakaan. 49