Pin Pengaman ditarik hingga segel lepas Arahkan Nozzle pada sumber api Satukan Tuas dan Handle Sapukan dari setiap sisi PENGGUNAAN APAR
TANGAN KIRI PEGANG LEHER APAR TANGAN KANAN PEGANG DAN CABUT PIN
ANGKAT APAR,POSISI KUDA-KUDA ( KAKI KIRI KEDEPAN KAKI KANAN MENAHAN APAR) PEGANG UJUNG NOZEL ARAHKAN KE TITIK /SUMBER API
SATUKAN TUAS DAN HANDLE APAR KONDISI NOZEL FOKUS KE TITIK API
SAPUKAN KE KANAN DAN KIRI DARI TITIK API
PENGGUNAAN APAR
APAB adalah alat pemadam api berbentuk tabung dilengkapi dengan 2 buah roda yang didorong dan dioperasikan oleh dua orang APAB ditujukan untuk memadamkan api sedang Luas jangkauan bisa mencapai 50 m Berat APAR berkisar antara 20 – 100 Kg
Pegangan tangan Valp pengunci dan pin Valp pengontrol dan selang (ujung selang) Tabung Roda
PENGGUNAAN APAB 1. Letakkan APAB sekitar 10-50 meter dari lokasi kebakaran (sebaiknya Anda tidak berada terlalu dekat dengan api). 2. Letakkan APAB dalam posisi tegak 3. Bentangkan selang penyemprot ,arahkan ujung nozel ke arah sumber api. 4. Tarik pin pengaman dengan langsung membuka stop kran atau safety valp tabung 5. Atur tekanan media yang keluar sesuai dengan kondisi api 6. Sapukan media pemadam ke sekitar api 7. Tutup stop kran atau kontrol valp yang ada pada kepala tabung bila api sudah padam
HIDRANT
HIDRANT Suatu sistem pemadam kebakaran tetap yang menggunakan media pemadam air bertekanan yang dialirkan melalui pipapipa dan selang kebakaran. Sistem ini terdiri dari sistem persediaan air, pompa, perpipaan, kopling outlet dan in let serta box,selang dan nozle.
TIPE-TIPE SISTEM HIDRANT 1. Sistem instalasi hidrant kering ialah suatu sistem hydrant yang pipa-pipanya tidak berisi air, dan akan berisi air manakala hidrant tersebut digunakan. Hal tersebut ditujukan agar tidak ada air yang membeku pada saat cuaca dingin. Namun, jenis hydrant ini hanya digunakan negara-negara yang memiliki 4 musim, karena untuk menghindari pembekuan di saluran perpipaan.
TIPE-TIPE SISTEM HIDRANT 2. Sistem instalasi hidrant basah ialah suatu sistem hidrant yang pipa-pipanya selalu berisi air. Selain mudah dalam pengoperasian karena berada di atas tanah, perawatan juga dapat mudah dilakukan .
JENIS-JENIS HIDRANT Hidrant Gedung ialah hydrant yang terletak didalam suatu bangunan gedung dan sistem serta peralatannya disediakan serta dipasang dalam bangunan / gedung tersebut. Hidrant Halaman ialah hydrant yang terletak diluar bangunan, sedang instalasi dan peralatannya disediakan serta dipasang dilingkungan bangunan tersebut.
BAGIAN HIDRANT 1. Siamese Connection / Sambungan Pemadam Kebakaran adalah sejenis komponen splitter yang bentuknya mirip seperti fitting pipa. Fungsi Siamese Connection adalah sebagai ko mponen penghubung untuk menghubungkan se lang dari mobil kebakaran dengan tujuan menyuntikkan pasokan air dari dalam mobil kebakaran yang berada di luar gedung untuk dipompa menuju ke seluruh jaringan pipa yang ada di dalam gedung. Lokasi pemasangan siamese di RSHS: depan Gedung DCC, depan gedung Anggek, depan gedung RIK, dan gedung kemuning
2. Nozle ialah suatu alat penyemprot yang terletak pada bagian ujung dari selang yang digunakan untuk pengaturan pengeluaran air. BAGIAN HIDRANT
3. Selang Hidrant ialah alat yang digunakan untuk mengalirkan air yang bersifat flexible BAGIAN HIDRANT
4. Pipa Tegak ialah bagian pipa yang naik ke atas dari sistem pemipaan yang menyalurkan pasokan air untuk sambungan selang dan springkler pada sistem kombinasi tegak lurus dari lantai ke lantai. BAGIAN HIDRANT
HIDRAN RUANGAN BOX HIDRAN 1 roll selang ± 20-30M Lampu indikator Alarm bell connector + stop valve Nozzle Push Button Rak selang Hidran ruangan telah dipasang di: Gd. Fresia, Gd. Kemuning, Gd. EU-COT, Gd. Anggrek, Gd. Cardiac Centre, dan Gd. RIK,
HIDRAN HALAMAN BOX HIDRAN PILAR HIDRAN Rak selang Nozzle 1 roll selang ± 20-30M Connector Hidran halaman telah dipasang di seluruh area RSHS
POMPA HIDRANT 1 (satu) buah pompa pacu / Jockey Pump (listrik) 1 (satu) buah pompa utama /Main Pump (listrik) 1 (satu) buah pompa cadangan/Diesel Pump (diesel)
POMPA HIDRANT
Cara Penggunaan HIDRANT 1. Persiapan Selang Fire Hose (Hoseman) • Angkat selang fire hose, bisa juga dipanggul jika terasa berat dan lempar selang tersebut ke arah yang mendekati api. • Posisikan selang agar tidak terbelit, sehingga aliran air nantinya bisa berjalan dengan lancar. J i k a p anjang se lang kurang, maka bi sa ditambah dengan selang lainnya. • Menyambungkan pangkal selang dengan hydrant pillar. Jika sumber air dari box hydrant biasanya tidak perlu menyambungkan selang namun Langsung ditarik ke arah api.
2. Persiapan Nozzle (Nozzleman) • Posisikan kaki agak merenggang agar tumpuan ke tanah kuat, persiapkan nozzle dengan pegangan yang sempurna. • Posisi salah satu tangan adalah memegang ujung nozzle, dan tangan satunya pada pangkal dengan menjepitkan ke ketiak supaya tidak goyah. • Berikan kode ke operator jika anda merasa sudah siap memadamkan api. Cara Penggunaan HIDRANT
Cara Penggunaan HIDRANT 3. Persiapan Aliran Air (Commando, Valveman, Pumpman ) Kode untuk mengalirkan air dari pemegang nozzle adalah tangan lurus keatas, Sedangkan kode untuk menghentikan aliran air adalah melipat siku tangan dengan berulang- ulang.
ADA PERTANYAAN ?
Rencana Tindak Lanjut Pelatihan dan Simulasi Keselamatan Kebakaran di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, 27-29 November 2023
Video 1
Video 2
Pengertian RTL Merupakan suatu rencana kegiatan peserta latih setelah mengikuti pelatihan mengenai “apa yang akan dilakukan di tempat tugasnya dalam hal pengetahuan yang diperoleh dari hasil pelatihan” Disebut juga sebagai Rencana Aksi
MATERI PELATIHAN KEBAKARAN DAN SIMULASI KEBAKARAN 1. REGULASI DAN KEBIJAKAN KESELAMATAN KEBAKARAN DI RS 2. PROGRAM K3RS KESELAMATAN KEBAKARAN DAN BENCANA 3. TEORI TERJADINYA API, KEBAKARAN, RESIKO & DAMPAKNYA 4. PENCEGAHAN KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT 5. SARANA PROTEKSI KEBAKARAN (AKTIF DAN PASIF) 6. PENGENDALIAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN (PROSEDUR DAN TUGAS TIM P2BK UNIT KERJA DAN RUMAH SAKIT) 7. SARANA KESELAMATAN KEBAKARAN 8. TATA CARA EVAKUASI PASIEN PADA KONDISI KEBAKARAN 9. TEORI DAN PENGGUNAAN APAR DAN HYDRANT 10. PRAKTEK PENGGUNAAN APAR DAN HYDRANT 11. PELAKSANAAN PRAKTEK SIMULASI KEBAKARAN 12. EVALUASI PELAKSANAAN SIMULASI (DEBRIEFING)
Peserta latih mampu melakukan pencegahan dan pengendalian kebakaran di rumah sakit TUJUAN PELATIHAN DAN SIMULASI KEBAKARAN Peserta latih mampu menggunakan APAR sesuai dengan prosedur PASS Peserta latih mengetahui dan memahami tugas, peran dan fungsinya pada saat terjadi kebakaran
Anda adalah agen perubahaan !
RENCANA TINDAK LANJUT ◈ Melakukan Identifikasi potensi risiko kebakaran di unit kerja masing-masing ◈ Laporkan apabila terdapat KTA (Kondisi Tidak Aman) yang berhubungan dengan kebakaran kepada Instalasi K3RS/IPSRS ◈ Mengisi Nama Petugas di “Papan Code Red” sesuai dengan petugas yang berjaga ◈ Mengajarkan tata cara menggunakan APAR sesuai prosedur PASS kepada rekan di unit kerja
RENCANA TINDAK LANJUT ◈ Menginventarisir sarana penyelamatan kebakaran di unit kerja masing-masing ◈ Membaca Arsip RSHS tentang Panduan, SPO Kebakaran dan Evakuasi ◈ Menyusun SPO yang berkaitan dengan keselamatan kebakaran di unit kerjanya masingmasing ◈ Melakukan kegiatan Simulasi Kebakaran di tingkat Unit Kerja
“