SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF PENDUKUNG HYDRANT DAN SPRINKLER Pompa Hydrant & Sprinkler 3. Diesel Pump 2. Electric Pump 1. Jockey Pump
PROTEKSI KEBAKARAN PASIF
• Sarana dan Sistem Pengendali Asap dan Api (Fire Damper, Smoke Damper, Fire Stopper, Smoke Shaft Blower) • Fire Retardant (Sarana Pelambat Api) • Sistem Kompartementasi (Pemisahan Bangunan Resiko Kebakaran Tinggi) SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF
Fire and Smoke Damper Berfungsi untuk mendeteksi panas berlebih dan secara otomatis akan menutup aliran udara ke dalam ruangan sehingga asap atau racun sisa pembakaran tidak mengalir keruangan lain SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF
Fire Stopping Material yang berfungsi untuk menghambat terjadinya perambatan atau perluasan kebakaran SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF
Fire Retardant Merupakan materials yang dapat mengurangi resiko bahan untuk terbakar atau dapat melambatkan proses pembakaran,bahan tersebut merupakan material yang tahan api SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF
SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF Smoke Shaft
Kompartemenisasi SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF adalah usaha untuk mencegah penjalaran kebakaran dengan cara membatasi api dengan dinding, lantai, kolom, balok yang tahan terhadap api untuk waktu yang sesuai dengan kelas bangunan gedung. Sarana Evakuasi (Tangga Darurat, Lift Khusus Evakuasi, Titik Kumpul Aman dan Pintu Darurat) contoh kompartemenisasi dibuat pembatas dengan lantai, dinding, balok yang tahan api. Dengan demikian jika terjadi kebakaran, api hanya membakar ruangan/bangunan itu sendiri tanpa menjalar ke ruangan atau bangunan lain.
Kesimpulan • Pegawai harus memahami fungsi sarana dan prasarana proteksi kebakaran (wajib mengikuti pelatihan dan simulasi kebakaran) • Pegawai harus mampu menggunakan sarana dan prasarana proteksi kebakaran yang sudah dibangun atau disediakan • Pegawai harus ikut berperan serta dalam menjaga sarana dan prasarana proteksi kebakaran yang sudah dibangun atau disediakan
Safety First
TATA CARAEVAKUASI PADA PASIENKEBAKARANIduliah Fitriyani
Pengertian Evakuasi Evakuasi menurut Lionel Scott (2016), adalah suatu tindakanmemindahkan manusia secara langsung dan cepat dari satulokasi ke lokasi yang aman agar menjauh dari ancaman ataukejadian yang dianggap berbahaya atau berpotensi mengancamnyawa manusia atau mahluk hidup lainnya.
Tujuan Evakuasi Untuk menyelamatkan korban yang lebih aman
Prosedur Evakuasi 1. Tetap tenang dan jangan panik. 2. Segera menuju tangga darurat yang terdekat dengan berjalan biasa dengan cepat namun tidak berlari. 3. Lepaskan sepatu hak tinggi karena menyulitkan dalam langkah kaki. 4. Janganlah membawa barang yang lebih besar dari tas kantor/tas tangan.
Perlengkapan Alat Evakuasi 1. Tandu Ambulans (Wheeled stretcher) 2. Tandu Sekop (Scoop stretcher), 3. Long Spine Board, 4. Tandu Basket (Stokes Basket), 5. Flexible Strecher, 6. Kursi Tangga (Stair chair) 7. Portable Strecher.
Ambulance Stretcher dikenal sebagai cot atau brankar, adalah perangkat yang paling umum digunakan dalam pemindahan dan pengangkutan pasien.
Foldable Stretcher Memiliki bingkai logam tubular persegi panjang yang kuat dengan kain kaku terbentang di atasnya. Beberapa macam stretcher lipat dapat dilipat menjadi dua bagian di bagian tengah setiap sisi untuk penyimpanan yang lebih praktis
Sked Stretcher adalah flexible stretcher yang dapat digulung m e n j a d i p a k e t t u b u l a r k e c i l u n t u k penyimpanan dan pengangkutan yang mudah. Berguna saat petugas harus mengeluarkan pasien melalui ruang terbatas atau saat
Spinal Stretcher adalah papan panjang dan datar yang terbuat dari bahan rigid seperti kayu atau plastik. Digunakan untuk membawa pasien dengan dugaan cedera tulang punggung atau trauma multipel. Juga berguna saat memindahkan pasien dari tempat yang sulit dijangkau
Basket Stretcber Dikenal sebagai stokes litter, digunakan untuk membawa pasien melintasi medan terjal yang sulit dijangkau oleh ambulans atau kendaraan lain. Ada dua macam brankar keranjang yaitu dengan bingkai plastik dan bingkai baja penuh yang dihubungkan dengan anyaman kawat
Scoop Stretcher dirancang untuk dibagi menjadi 2 atau 4 bagian. Bagian-bagian tersebut dapat dihubungkan kembali dan pasien dapat diangkat dan diletakkan di atas papan panjang stretcher. Scoop berguna saat menangani pasien yang tertabrak kendaraan atau pasien dengan cedera pinggul, banyak cedera, atau tulang yang rapuh.
Chair Stretcher adalah kursi rangka aluminium lipat dengan kain direntangkan di atasnya. Digunakan untuk memindahkan pasien naik atau turun tangga ke lantai dasar, di mana ambulance stretcher telah disiapkan
Velbed Stretcher sering digunakan dalam keadaan darurat atau situasi mendesak yang memerlukan transportasi korban dalam skala yang besar. Terbuat dari filamen poliester kuat dengan rangka penyangga dari besi atau aluminium galvanis yang tahan lama. Velbed dapat dilipat untuk kemudahan penyimpanan dan dilengkapi dengan pegangan
Inflatable Stretcher merupakan peralatan revolusioner yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi evakuasi. Peralatan evakuasi ini serbaguna dan dapat melindungi pasien di darat, laut, atau udara. Dalam posisi transportasi, inflatable stretcher dapat dilipat menjadi bentuk yang lebih kecil dan mudah ditempatkan di kendaraan apa pun.
Cara Evakuasi 1 Penolong
Cara Evakuasi 1 Penolong
Cara Evakuasi 1 Penolong
Cara Evakuasi 1 Penolong
Cara Evakuasi 1 Penolong
Cara Evakuasi 1 Penolong
Cara Evakuasi 1 Penolong
Cara Evakuasi 1 Penolong
Cara Evakuasi 2 Penolong
Cara Evakuasi 2 Penolong
Cara Evakuasi 2 Penolong
Cara Evakuasi 2 Penolong
Cara Evakuasi 2 Penolong
Cara Evakuasi 3 Penolong
Cara Evakuasi 4 Penolong
Cara Evakuasi 4 Penolong
APAR adalah alat pemadam api berbentuk tabung yang bisa diangkut, diangkat dan dioperasikan oleh satu orang APAR ditujukan untuk memadamkan api kecil awal mula terjadinya kebakaran Berat APAR berkisar antara 1 – 19 Kg
BAGIAN APAR
JENIS APAR JENIS KERING Halon CO₂ Free Powder Foam Air JENIS BASAH
SYARAT PENEMPATAN APAR 1. Mudah dilihat,tidak terhalang dan mudah dicapai 2. Dipasang rambu segitiga APAR 3. Jarak penempatan APAR satu dengan yang lainnya tidak boleh lebih dari 25 m 4. Pemasangan bagian paling atas APAR maksimum 120 cm dari permukaan lantai, kecuali untuk jenis CO2 dan bubuk kimia kering (dry powder) penempatannya minimum 15 cm dari permukaan lantai.