144 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 RENCANA PENGELUARAN NO. KEGIATAN URAIAN KEGIATAN JUMLAH 1. Sekretariat 5.000.000 2. Seksi Acara 20.000.000 3. Seksi Konsumsi 67.000.000 4. Seksi Perlengkapan dan Dekorasi 20.000.000 5. Seksi Dokumentasi dan Publikasi 1.000.000 6 Seksi Keamanan dan parkir 3.000.000 7. Seksi Hubungan Masyarakat 1.000.000 8. Seksi Akomodasi dan Transportasi 7.000.000 9. Seksi Dana 1.000.000 Jumlah 125.000.000 RENCANA PENERIMAAN NO. SUMBER PENERIMAAN URAIAN JUMLAH 1. Persembahan anggota sidi jemaat Kotak persembahan dan persembahan khusus Kp Tengah dan Haurgeulis 30.000.000 2. Dukungan Majelis Sinode dan dukungan Jemaat-Jemaat GKP Dihimpun dan didistribusi oleh Majelis Sinode 54.500.000 3. Pemasangan Iklan, DUDU dan Perusahaan, dan donasi relasi. Iklan Buku Acara dan penawaran proposal 40.500.000 Jumlah 125.000.000
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 145 Tentang Keuangan Dengan media proposal, Seksi dana kepanitiaan dan seluruh unsur Panitia dan juga jemaat Kampung Tengah termasuk Jemaat Haurgeulis bergerak bersama melakukan penggalangan dana. Dari upaya tersebut Bendahara Panitia mencatat semua perolehan dana dari berbagai sumber, baik yang melalui transfer lewat rekening maupun yang disampaikan dalam bentuk cash. Berdasarkan data yang ada proses penggalangan dana sejak tanggal 14 Januari hingga 5 Februari 2024 berhasil menghimpun dana dengan rincian sebagai berikut : Rencana Dan Realisasi Penerimaan NO. SUMBER DANA RENCANA REALISASI 1. Persembahan Jemaat (Kotak khusus, kontribusi, persebahan syukur dan subsidi kas jemat) 30.000.000 31.760.000 2. Dukungan MS GKP (Subsidi MS, Badan Pelayanan dan Jemaat=-Jemaat) 54.500.000 54.500.000 3. Usaha (Bazar, DUDU,Iklan dan Donatur) 40.500.000 114.279.348 Jumlah 125.000.000 200.539.348 Analisis : 1. Pada sisi penerimaan, realiasi jumlah penerimaan untuk kelompok 1 mencapai Rp 44.700.000 dari rencana sebesar Rp 30.000.000. Degan demikian kelompok 1 mengalami kenaikan penerimaan mencapai 49 %. 2.. Pada sisi penerimaan, realisasi jumlah penerimaan untuk kelompok 2 sebesar Rp 54.500.000 dari rencana sebesar Rp 54,500.000. Dengan demikian kelompok 2 sesuai dengan rencana. 3. Pada sisi penerimaan, realisasi jumlah penerimaan untuk kelompok 3 sebesar Rp 113.279.438 dari rencana sebesar
146 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 40.500.000. Dengan demikian kelompok 3 mengalami kenaikan sebesar 179,7 % 4. Faktor penyebab terjadinya kenaikan penerimaan dari rencana anggaran, diperkirakan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : a. konsistensi jemaat terhadap komitmennya yang sudah dideklarasikan tanggal 14 Januari 2024 yang meyakini acara penahbisan bisa dilakukan, Jemaat mendukung proses persiapannya dan jemaat bersedia menjadi penolong., serta adanya dukung doa ketika akan memulai pencarian dana dan kegiatan lainnya. b. Kesugguhan dan gerak cepat penggalangan dana oleh Panitia, dan warga jemaat, baik melalui jalur formal dengan distribusi proposal atau dengan jalur informal melalui kontak peribadi. Rencana Dan Realisasi Pengeluaran NO. KEGIATAN RENCANA REALISASI 1. Sekretariat 5.000.000 9.437.589 2. Seksi Acara 20.000.000 19.550.000 3. Seksi Konsumsi 67.000.000 82.117.774 4. Seksi Perlengkapan dekor 20.000.000 41.117.600 5. Seksi Pubdok 1.000.000 1`.000.000 6. Seksi Keamanan 3.000.000 5.478.000 7. Seksi Humas 1.000.000 1.200.000 8. Seksi Akomodasi Trans 7.000.000 11.553.100 9. Seksi Dana 1.000.000 90.000 Jumlah 125.000.000 171.544.063 Analisis : Peningkatan pengeluaran dana terjadi bukan saja karena nilai barang yang diadakan atau jasa yang muncul karena pengadaan, melainkan karena karena ada kebutuhan secara kuantitas terhadap sarana, fasilitas, barang dan jasa juga mengalami peningkatan. Realitas ini terjadi karena di GKP jemaat Kampung banyak sarana dan fasiltas yang
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 147 dibutuhkan tidak tersedia atau tidak memadai, sehingga sarana dan fasiltas yang dibutuhkan agar memenuhi kebutuhan harus diadakan melalui proses pembelian atau sewa yang secara otomatois menambah biaya yang sangat besar. Di samping itu, kondisi peningkatan biaya pengeluaran juga dipicu oleh perencanaan kegiatan dan anggaran yang memang belum maksimal mendekati realitas kebutuhan yang sebenarnya. Sangat wajar tentunya hal itu terjadi, karena Panitia kawatir jika rencana anggaran disesuaikan dengan kebutuhan riil, selain menjadi lebih besar dari angka Rp 125 juta rupiah, juga akan ada problem dalam upaya penggalangan dana di waktu yang begitu singkat yang tidak lebih dari 25 hari kerja. Jadi sangat wajar jika perencanaan yang dibuat belum digarap dengan detail. Tapi sebaliknya Jika penyusunanan anggaran harus selesai dengan detail dan mendekatia anka realistis, sangatlah dipastikan penyusunan anggaran tidak akan selesai dalam waktu cepat cepat yang mengakibatkan waktu kerja semakin berkurang. Dalam situasi dan kondisi seperti itu, akhirnya Panitia pasrah namun akan tetap melaksanakan acara penahbisan secara maksimal sesuai kemampuan yang tersedia, berdasarkan sarana dan fasilitas serta pendanaan yang ada. Satu hal yang harus digarisbawahi, bahwa peningkatan pengeluaran biaya hingga mencapai 40% bersamaan dengan keberhasilan penggalangan dana yang melimpah ruah, bukanlah hal yang aji mupung atau mengesankan berlebihan tapi merupakan kebijakan yang sangat tepat karena hal itu dilakukan berdasarkan realitas kebutuhan yang sebenarnya dan semata-mata hanya untuk mengamankan pelaksanaan acara serta mewujudkan komitmen bersama untuk memberikan yang terbaik karena Tuhan sudah menyediakan untuk semuanya. Rekap Penerimaan Dan Pengeluaran REKAP JUMLAH Penerimaan 200.539.348 Pengeluaran 171.544.063 Saldo 28.995.285
148 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 BAGIAN X TANGGAPAN PENGHADIR
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 149 Kesan Spontan Tanggapan penghadir di sini lebih dimaksudkan tentang kesan spontan yang diungkapkan saat acara belum dimulai, saat acara berlangsung dan juga saat akhir acara dilaksanakan. Dari beberapa penghadir yang dijumpai diperoleh dan dihimpun kesan yag beragam. Secara kronologis kesan-kesan yang didapat dimulai dari area tempat parkir eks lapangan bola, eks Kampus Thamrin dan juga sepanjang pinggir kali hinga area wecome drink, area transit Pendeta dan lainnya. Begitu juga kesan atas penyajian acara dan jamuan kasih yang dalam bentuk box dan perasmanan adalah bagian lain yang dihimpun. Rangkuman tanggapan dimaksud sebagai brikut : Tanggapan Terhadap Pola Pelayanan Bagi Penghadir 1. Ada kesan yang menilai bahwa Panitia sangat siap dan serius karena alur sistem pelayanan yang diterapkan begitu tertata dirasakan oleh para penghadir yang datang yang dimulai dari area parkir hingga, registrasi, welcome drink dan transit Pendeta yang akhirnya sampai ke gedung gereja. Semua sudah tertata dengan jelas dengan penempatan personil yang siap menghantar dan mendampingi para penghadir. 2. Ada kesan kesigapan petugas yang melayani perparkiran di eks lapangan bola ataupun eks Kampus Thamrin dan juga petugas yang melalayani penyebarangan. Di lakosi eks Kampus Thamrin dipastikan tidak bermasalah. Sedangkan di area parkir eks lapangan bola, ada sedikit problem karena di sebagian kecil area parkir terjadi genangan air, tetapi tidak menjadi hambatan dan tetap membuat penghadir merasa nyaman karena ada tempat untuk menitipkan kendaraan dengan aman dan mendapat pelayanan yang baik. 3. Ada Kesan menyenangkan untuk pelayanan petugas payung yang meskipun agak keteter, tapi rela berjibaku meski basah kuyup
150 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 demi menghantar penghadir sampai ke tampat tujuan area welcome drink atau transit Pendeta hingga ke gedung gereja dan terhindar dari terpaan derasnya air hujan. 4. Ada kesan yang menyimpulkan panitia sangat berani mengambil risiko dengan tempat yang terbatas tapi tetap menyediakan sarana dan fasilitas yang bisa dinikmati bersama, dengan memanfaatkan rumah warga jemaat yang diseting menjadi tempat yang fungsional untuk kebutuhan acara penahbisan, baik untuk kepentingan penghadir secara umum maupun untuk para Pendeta khususnya. 5. Ada sedikit kesan yang kurang kondusif yang diperlihatkan oleh seorang penghadir ketika berada di area prakir eks lapangan bola karena di tempat kendaraannya di parkir terdapat sedikit genangan air yang mengakibatkan sepatunya menjadi kotor. Sementara para penghadir lainnya yang juga parkir di area itu tidak melakukan komplain yang sama juga, tapi justru cukup maklum dengan hujan yang turun saat itu cukup deras. Terhadap kondisi tersebut panitia sekalipun agak sedikit kecewa, tapi tetap melayani dengan maksimal serta menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang ada. Tanggapan Terhadap Penyediaan Area Umum Dan Khusus 1. Penyediaan area umum (welcome drink) terpisah dari area khusus (transit Pendeta) dirasakan cukup menguntungkan. Karena pemisahan tempat ini bagi para penghadir non pendeta tidak membuat perasaan sungkan ketika menikmati sajian snack dan minuman. Artinya penghadir non Pendeta menjadi lebih leluasa ketika berada di area welcome drink yang terpisah dengan area transit Pendeta.
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 151 2. Penempatan personil di area welcome drink dan transit Pendeta baik dari unsur seksi konsumsi maupun dari unsur jemaat yang dipersiapakan untuk memberikan pendampingan dan membantu petugas konsumsi dalam melayani para penghadir, dirasakan kehadirannya sangat membantu para penghadir saat berada di area tersebut, terutama dalam memperoleh sajian yang disediakan. Tanggapan Terhadap Penyediaan Pelayanan Kesehatan Khusus untuk pelayanan kesehatan memang pada pukul 12.00 belum terlihat adanya petugas khusus yang didatangkan dari RS Bayukarta. Demikian pun petugas kesehatan internal yang diketahui masih melayani pasien rutin di kliniknya. Menjelang waktu welcome drink dan ketika unsur tim kesehatan internal yang sudah berada di ruang kesehatan, sempat menjadi sasaran konsultasi oleh penghadir asal Haurgeulis. Karena ada beberapa orang yang mengalami gangguan akibat mabok perjalanan alias masuk angin dan tensinya naik. Cukup banyak terutama beberapa ibu-ibu berusaha untuk konsultasi dengan tim kesehatan internal guna memeriksakan tensi darahnya. Dari bisik-bisik tetangga rupanya pemeriksaan yang dilakukan tidak semuanya murni karena ada gangguan kiesehatan tapi rupanya menurut beberapa ibu-ibu dokternya ganteng. Sepertinya itulah sala satu alasan beberapa penghadir asal Haurgeulis berusha memeriksakan diri ke tim kesehatan. Sekitar pukul 14.00 keseluruhan tim kesehatan sudah berada di tempat yang disediakan dan siap melayani pemeriksaan penghadir yang membutuhkan. Kehadiran Tim kesehatan di dalam acara tersebut dirasakan sangat membantu kebutuhan penghadir dan juga langkah bijak yang mengantisipasi keadaan yang membutuhkan pertolongan medis. Kesan khusus lainnya terhadap pelayanan kesehatan tidak terungkap secara jelas ke permukaan, namun kehadirannya dalam even sinodal dengan kelengkapan obat-obat yang memadai, peralatan yang cukup serta tenaga dokter dan perawat siap melayani termasuk
152 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 kendaraan ambulabce tersedia adalah hal yang tepat dilakukan untuk mengantisipasi kondisi emergency dan mendadak. Tanggapan Terhadap Penyediaan Toilet Fortable Kesan lain yang dilontarkan penghadir adalah penilaian terhadap kesiapan panitia yang diindikasikan dengan adanya penyediaan rest room berupa toilet fortable yang memang menjadi kebutuhan penghadir. Meski ditempatkan di lokasi agak di belakang gedung gereja di halaman keluarga jemaat, tapi unsur Panitia selalu siap memberikan informasi untuk hal itu, bahkan ditambah petunjuk arah ke toilet yang sangat jelas. Hal-hal tersebut telah memberikan kesan bahwa bahwa Panitia benar-benar siap. Kesan siap lainnya yang terlihat dan dirasakan bukan saja karena penyediaan sarana tersebut, tapi juga dengan adanya penempatan tenaga khusus di lokasi yang dapat melayani jika terjadi kesulitan dalam menggunakan sarana dimaksud. Hal itupun mengsankan bahwa panitia cukup care. Tanggapan Terhadap Sajian Konsumsi Ketika konsumsi dalam box didistribusi untuk Jemaat yang berada di lantai bawah, beberapa jemaat yang menerima tidak menunjukan raut wajah yang mengecewakan. Tapi lebih menunjukan sedikit rasa tidak percaya, namun penuh sukacita kalau kemasan dan isi konsumsi yang disajikan tidak seperti biasanya. Kemasan terlihat sangat bagus. Isinya pun terlihat secara transparan sangat mengesankan adanya kualitas. Terhadap konsumsi yang disajikan sampai acara selesai bahkan keesokan harinya tidak didengar ada komplain negatif terhadap sajian konsumsi yang didistribusi dengan box. Demikian pun konsumsi yang disajikan untuk welcome drink dan juga makan siang, selain secara kualitas sangat bagus dan terlihat higienis juga secara kuantitas isinya sangat memadai dengan variasi dan kombinasi menu yang mengundang selera. Untuk konsumsi perasmanan, selain mencukupi dalam arti mampu mengcover seluruh jemaat, juga rasa dan jenis makanan yang disajikan diakui oleh
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 153 penghadir terasa pas dimulut, nikmat di lidah dan aman di perut jemaat. Kombinasi Sate B2 yang khas pun menambah makanan utama yang rasanya memang sejak awal sudah ternikmati menjadi semakin nikmat. Sajian konsumi, baik untuk snack, untuk makan siang maupun konsumsi box untuk sebagian jemaat dan yang disajikan dalam bentuk persamanan, semua ternikmati dengan tuntas. Dalam hal distribusi, konsumsi beredar dengan merata ke seluruh area tugas mulai dari tempat parkir eks lapangan bola, Parkir Thamrin, dan jajaran pinggir kali baru. Begitu juga distribusi makanan box untuk warga sekitar, dilakukan secara merata dan diselesaikan sebelum acara inti dilaksanakan. Penghadir lain yang datang diiluar dugaan bersamaan dengan kehadiran Kapolres Jakarta Timur. Selain unsur Polres Jakarta Timur juga hadir unsur Polsek di bawah komando Polres. Demikian juga dari jajaran Kepala Kelurahan Tengah, penghadir lainnya yang turut serta bersama Lurah di antaranya adalah Satuan Polisi Pamong Praja yang jumlahnya cukup banyak. Kehadiran unsur-unsur tersebut membuat pemandangan di bagian luar dan dalam ruang transit Pendeta sangat ramai dengan personil berseragam khusus yang menjadi bagian dari kepolisian dan kelurahan. Terhadap situasi dan kondisi saat itu, pasukan konsumsi yang sudah mempertimbangkan pengadaan jumlah dengan perkiraan yang hadir, cukup menenangkan suasana, baik tamu yang hadir maupun panitia karena konsumsi yang disajikan masih bisa mengcover pengahdir tambahan yang jumlah cukup banyak. Dari pantauan sesaat di arena transit, para penghadir dari jajaran Kepolisian dan Kelurahan sangat menikmati ketersediaan konsumsi yang tetap tersaji di ruang tersebut. Beberapa Pendeta pun sempat menyampaikan kesannya kepada Pdt. Em. Tri Hartono yang juga menjadi bagian GKP Jemaat Tengah, menurut mereka sajian konsumsi sangat menyenangkan. Lain lagi kisah ajudan Kapolres yang juga ikut perasmanan di ruang Majelis, ketika melihat tusukan sate yang ada di meja di sudit ruang makan, ia bertanya “itu makanan apa yang ada di sana?” tanyanya kepada seorang ibu petugas
154 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 konsumsi. Sang ibu kemudian menjawab, “Itu makanan khusus pak,” katanya. “Wah saya juga bisa makan makanan yang khusus,” ujarnya. Tanpa pikiran panjang sang ibu petugas langsung saja mempersilakan dan sang ajudan tanpa ragu mengambil dan menikmati makanan khusus yang menurut orang banyak diakui rasanya enak tenannnnn. Suasana Para Pendeta Ketika Di Area Transit Para Pendeta yang hadir, meski berkumpul di tempat yang terbatas, terlihat tidak menunjukkan kegelisahannya. Pendeta yang berdatangan per kelompok dan perorangan, ketika berjumpa dan bertemu di ruang transit terasa begitu akrab saling sapa dan saling memberi salam. Hujan yang sempat megawali kedatangan penghadir termasuk para pendeta, meski sedikit mengusik suasana, tapi selama berada di ruang transit yang cukup aman dari curahan air hujan, para Pendeta terlihat tetap ceria. Para Pendeta tidak peduli dan terkesan mengabaikan realitas hujan yang membasahi bagian atas tenda dan halaman di sekitar gereja. Begitu juga di dalam studio beberapa Pendeta dan isteri para Pendeta merasakan kebersamaan sambil ngobrol-ngobrol dan foto bersama. Menjelang pukul 14,30 ruang transit semakin padat terisi oleh para pendeta. Satu demi satu para pendeta berganti pakaian dan mengenakan toga kependetaan yang dibawanya masing-masing. Dalam sekejap suasana pun berubah karena toga hitam yang menggambarkan keaggungan para Pendeta semakin mendominasi area transit yang terasa semakin lama semakin sempit. Sejak kedatangan sampai persiapan berganti pakaian dengan pakaian keagungan bernama toga, para pendeta benar-benar menikmati suasana kebersamaan di ruang transit yang disulap oleh Seksi perlengkapan dan akomodasi dan di dalamnya disajikan jamuan makanan dan minuman oleh seksi konsumsi, berupa minuman, teh,kopi dan air mineral serta snack dan makanan berat untuk siang hari yang disajikan dalam box. Beberapa orang pendeta sempat bertanya “ini rumah siapa sebenarnya. Kok biasa aja diseting seperti ini” katanya. Kesan sempit memang terasa, tetapi sepertinya para pendeta
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 155 memaklumi dan menikmatinya. Namun di balik itu ternyata keterbatasan ruang transit secara tanpa disadari telah menciptakan kedekatan persahabatan, dan kekeluargaan di antara pendeta dan pasangan karena di antara mereka dapat berkomunikasi dengan jarak yang begitu dekat. Tanggapan Untuk Sarana dan Fasilitas Umumnya penghadir yang datang lebih awal sebelum dan pasca hujan sangat merasakan sentuhan pelayanan yang diberikan Jemaat. Hal itu dialami bukan saja melalui pelayanan petugas, tapi juga kesiapan sarana pelayanan yang meski terbatas tapi memadai kebutuhan. Penghadir benar-benar merasakan sentuhan pelayanan mulai dari parkir, penyebarangan registarsi dan informasi bahkan jajaran petugas keamaan yang selalu siaga menambah kesan memang Kampug Tengah tidak main-main dalam memberikan pelayanan bagi para penghadir. Bagi Penghadir yang sudah cukup mengenal Jemaat Kampung Tengah pun agak takjub melihat realitas perubahan penataan sarana dan fasilitas yang sangat khusus untuk acara penahbisan. Tanggapan Untuk Penyajian Acara Para Pendeta dan juga Jemaat yang hadir menyatakan sajian acaranya oke bangat. Berjalan rapih dan teratur, cepat tidak bertele-tele. Semua sudah tertata dan terkoordinasi dengan baik. Penghadir umumnya merasa nyaman dengan sajian acara. Apalagi suasana dan kondisi yang dipersiapkan khusus disertai sarana yang memadai, baik audio visual maupun pendingin ruangan, semua dirasakan sebagai situasi yang kondusif untuk mengikuti kebaktian khusus. Sistem pencahayaan yang memadai pun menjadi bagian lain yang memudahkan penghadir mengikuti rangkaian acara baik yang ada di dalam buku acara maupun yang ditampilkan melalui Slide yang terpampang di hadapan jemaat. Di lantai bawah pun acara dapat diikuti dan dinikmati dengan baik oleh jemaat yang hadir. Pasalnya ada yang sangat luar biasa yaitu Vidiotron yang dimanfaatkan sebagai media pensuplai audiovisual kebaktian dan
156 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 seluruh rangkaian acara sehingga sangat dirasakan manfaatnya. Keluarbiasaan vidiotron ini karena tidak seprti biasanya ketika jemaat menyaksikan acara dengan LCD. Tapi sore hingga menjelang malam itu, Jemaat menyaksikan tayangan audiovisual kebaktian seperti halnya menyaksikan film di dalam bisokop ataupun ketika melihat iklan yang terpambang di jalan-jalan protokol. Mungkin dalam proses penahbisan baru kali ini menggunakan vidiotron dengan resolusi gambar yang cukup tinggi sehingga gambarnya enak di dilihat dan suaranya enak didengar. Di bagian lain ternyata ada juga yang menjadi pesimis, tapi bukan terhadap penyajian acara penahbisan di Kampung Tengah. Tapi justru ketika menyaksikan dan mengikuti rangkaian acara penahbisan di Kampung Tengah mulai dari titik pelayanan di lapangan, hingga di dalam ruang kebaktian dan juga ruang ramah-tamah, ada yang bertanya-tanya mampukah kalau penahbisan di jemaatnya dilakukan dengan begitu tertata dan siap seperti ini seperti Di Kampung Tengah padahal memiliki banyak keterbatsan. Beberapa Pendeta dari gereja lain yang hadir pun sempat berkomentar bahwa acaranya sengatr bagus, cepat padat dan tertata dengan baik. Begitu juga seorang Pendeta dari jajaran Majelis Sinode GKP dalam sambutannya mengatakan sangat professional. Dan ketika bersalam hendak meninggalkan Kampung trengah secara spontan melontarkan komentarnya dan sambil mengacungkan jempol kanannya ia mengatakan, “sangat inspiratif, ” ungkapnya. Lain lagi kata Pendeta Kosulen Kampung Tengah yang hari itu baru dinyatakan berakhir masa tugasnya. Menurutnya, kalau penahbisan yang dilaksanakan di GKP Kampung Tengah menjadi rulemodel, rasanya sangat berat.
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 157 BAGIAN XI CATATAN KHUSUS
158 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 KESIMPULAN 1. Penyelenggaraan acara penahbisan kolektif yang dilakukan di GKP jemaat Kampung Tengah adalah suatu yang menggembirakan sekaligus menegangkan. Menggembirakan, karena sejak menjadi jemaat dewasa 53 tahun yang lalu, baru kali itulah menjadi tempat penahbisan Pendeta. Meskipun dalam konteks acara sinodal terkait perjalanan sejarah, sepertinya masih belum lengkap, karena masih ada satu momen yang belum dilakukan di GKP Jemaat Kampung Tengah yaitu pelaksanaan emeritasi, yang jelas momen penahbisan tetap sangat monumental bagi GKP Jemaat Kampung Tengah. Itulah yang menggembirakan. Menegangkan karena setelah melakukan suvei ke jemaat lain yang pernah menjadi tempat pelaksanaan acara penahbisan, terutama jemaat yang setara, dan ketika hasil survei itu dirujuk ke GKP kampung Tengah, sungguh terlihat dengan jelas betapa kondisi sarana dan fasilitas di GKP kampung Tengah sangat terbatas alias banyak yang tidak ada dan tidak seperti halnya di jemaat yang disurvei. Apalagi ketika waktu kerja yang tersedia diketahui tidak lebih dari satu bulan, maka keterbatasan yang dimiliki, jelas menambah pergumulan yang semula hanya ketegangan kini bertambah dengan perasaan kawatir. Bisakah atau mampukah acara penahbisan dilaksanakan sesuai dengan ekspektasi bersama karena penahbisan adalah momen sinodal. 2. Rangkaian kegiatan acara yang disajikan mulai dari penyambutan kedatangan penghadir hingga penyajian acara dan penyajian jamuan kasih adalah implementasi konsep pelayanan yang didasarkan pada komitem untuk memberikan yang terbaik seperti untuk Tuhan, yang semuanya dilakukan dalam situasi dan kondisi yang serba terbatas sarana dan fasilitas yang ada di GKP Jemaat Kampung Tengah. Yang semua itu terjadi hanya karena kasih dan penyertaan Tuhan.
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 159 3. Pemilihan tempat pelaksanaan penahbisan di GKP Jemaat Kampung Tengah, sekalipun dalam prosesnya lahir dari usulan GKP Jemaat Kampung Tengah yang dilatarbelakangi kerinduan karena belum pernah menjadi tempat penahbisan, namun secara organisasi tetap dipahami sebagai sebuah delegasi kepercayaan yang di dalamnya ada tugas dan tanggung jawab yang harus diterima dengan senang hati segala konsekuensinya dan wajib dilaksanakan dengan sebaik mungkin. 4. Jika dianalogikan sebagai sebuah film atau pertunjukan, maka kronologis proses persiapan hingga pelaksanaan panahbisan yang bertempat di GKP Jemaat Kampung Tengah boleh dibilang Happy Ending, Sebab perjalanan yang banyak menghadapi tantangan begitu berat dan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun di bagian akhir cerita atau perjalanan atau pergumulan yang ada, Tuhan mengubah semua kesulitan, kekawatiran dan persoalan menjadi sukacita bersama dengan berkat yang berlimpah alias semua Happy Ending. REKOMENDASI 1. Penyelenggaraan Penahbisan secara normatif organisastoris harus mendapat kejelasan bahwa sebenarnya berada di bawah kewenangan dan tanggung jawab siapa. Sekalipun dalam penyelenggaraannya atau secara operasional bersinergi antara Majelis Sinode dengan Majelis Jemaat atau jemaat tertentu, bagaimanpun hal tersebut perlu ditegaskan dengan pasti, sehingga masing-maing yang bersinergi dapat memahami alur kordinasi dan komunikasi serta batas-batas kewenangan, tugas dan tanggung jawab masing-masing 2. Penentuan waktu dan tempat pelaksanaan sebaiknya dipertimbangkan dan diteliti dengan matang dan komperehensif agar penunjukan dan penetapan tempat pelaksanaan tidak
160 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 menjadi beban yang sangat berat bagi jemaat yang ditunjuk, baik dari segi waktu kerja untuk mempersiapkannya maupun dari sisi kemampuan dalam mengadakan berbagai sarana pendukung yang dibutuhkan termasuk masalah pendanaan. 3. Perlu pmberitahuan lebih awal kepada jemaat seandainya akan ditunjuk atau dipilih atau mengusulkan menjadi tempat pelaksanaan penahbisan agar dapat dipersiapkan dan mempersiapkan diri dengan baik dan maksimal. Untuk hal tersebut pemberitahuan setidaknya paling lambat setelah 1 tahun seorang vikaris menjalani masa vikariatnya. Sekalipun jemaat dan vikaris tidak tahu apa yang terjadi di tengah perjalanan masa vikariat selanjutnya, tapi hal-hal yang bersifat informasi terkait pelaksanaan penahbisan sebaiknya suda dapat diberitahukan sehingga jemaat bukan saja memiliki bekal secara teknis tapi juga mempunyai kesiapan moral, mental dan finansial untuk melaksanakannya. Pertimbangan sejak awal atau jauh sebelum masa vikariat berakhir adalah agar jika terjadi perubahan tempat pelaksanaan, maka Majelis Sinode akan lebih mudah untuk memilih atau menentukan alternatif tempat baru yang lainnya yang lebih refresentatif. 4. Agar dibuat ketentuan setiap Panitia pelaksana penahbisan diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban yang memuat aspek pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan keuangan. Karena eksistensi panitia adalah sebuah lembaga/organisasi yang dibentuk untuk tujuan tertentu dan berada di bawah koordinasi Majelis Jemaat dan Majelis sinode. Apalagi jika penahbisan itu dilakukan secara kolektif dengan kepanitiaan bersama, sangat perlu tentunya dibuat ketentuan yang mewajibkan Panitia Pelaksana Penahbisan membuat laporan Pertanggungjawaban. Demikian pun jika dipandang dari sudut organisasi, maka pembuatan laporan pertanggungjawaban atas kegiatan yang
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 161 sudah dilakukan oleh pihak-pihak yang melaksanakan adalah sebuah kelaziman dan kewajaran bahkan merupakan standar minimal etika berorganisasi yang baik karena di dalamnya terdapat nilai tanggung jawab, baik terkait proses kerja yang dilakukan maupun penggunaan keuangan yang bersumber dari Jemaat pelaksana, Majelis Sinode, Badan Pelayanan bahkan dari jemaat-jemaat secara sinodal dan juga pihak-pihak eksternal. 5. Kepanitiaan adalah organsisasi kecil yang dibentuk, direkomendasi dan disetujui lembaga yang berkepentingan dalam hal ini Majelis Sinode dan Majelis Jemaat. Menyadari hal itu tentu ada baiknya Panitia yang dibentuk dan sudah melaksanakan tugasnya, diakhiri keberadaan segala tugas, tanggung jawab dan kewenangannya secara resmi oleh lembaga yang berwenang. Karena pelaksanaan penahbisan berada dalam lingkup sinodal dan berada dalam kewenangan Majelis Sinode, maka diusulkan agar keberadaan Panitia Penahbisan Kolektif diakhiri secara resmi yang secara teknis berada di bawah kewwnangan Majelis Sinode CATATAN TENTANG PERS Pemberitaan tentang penahbisan secara spesifik dimuat oleh Majalah PGI Berita Oikumene/online KABAROIKOS.com. Selain itu dimuat juga dalam Majalah Narwastu dan media online IPOL.ID. Narasi pemberitaan yang di angkat sebagai berikut : 1. BERITA OIKUMENE Penahbisan Vikaris Alfa Gracia Kaniagara Setra, S.Si (Teol) dan Vikaris Nathalia Kristina Baiin, S.Si (Teol) Penulis admin -Februari 6, 202435 0
162 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 KABAROIKOS.com-Majelis Sinode Gereja Kristen Pasundan (GKP) bersama Majelis Jemaat GKP Kampung Tengah dan Majelis Jemaat GKP Haurgeulis melaksanakan penahbisan kolektif Vikaris Alfa Gracia Kaniagara Setra, S.Si (Teol) dan Vikaris Nathalia Kristina Baiin S.Si (Teol) ke dalam jabatan Pendeta GKP. Ibadah penahbisan berlangsung di GKP Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (5/2/2024). Penahbisan ini adalah kegiatan sinodal dari Sinode Gereja Kristen Pasundan sehingga dihadiri oleh para Pendeta GKP dan didukung oleh seluruh bagian GKP. Vikaris Alfa lahir di Bandung, 5 Desember 1998, dengan asal jemaat dari GKP Haurgeulis. Ia menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta pada Agustus 2016 hingga Agustus 2020 dengan gelar Sarjana Sains Teologi (S.Si (Teol)). Keinginan untuk menjadi pendeta sudah terucap sejak Vikaris Alfa berusia lima tahun, saat melihat seorang pendeta perempuan khotbah. “Neng mau jadi kayak tante itu, Mah”, ujar Vikaris Alfa kepada ibundanya. Ucapan adalah doa. Tuhan membuka jalan Vikaris Alfa untuk menjadi pendeta dengan bersekolah di STFT Jakarta, meski saat itu juga terbuka untuk menimba ilmu di sebuah perguruan tinggi negeri. “Dalam proses belajar, saya menyadari Tuhan mengiringi langkah proses yang saya jalani. Prosesnya lancar dan saya bisa menikmatinya,” ucapnya. Vikaris Alfa menjalani masa vikariat di GKP Kampung Tengah sejak Oktober 2021 hingga ditahbiskan ke dalam jabatan pendeta. Semasa menjalani masa vikariat, Vikaris Alfa juga menjabat sebagai Ketua Komisi Anak Klasis GKP Wilayah JakartaBanten periode 2023-2025. Sementara Vikaris Nathalia lahir di Jakarta, 16 November 1995, dengan asal jemaat GKP “Bethani” Tanah Tinggi. Ia juga menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 163 Jakarta pada Agustus 2016 hingga Agustus 2020 dengan gelar Sarjana Sains Teologi (S.Si (Teol)). “Perjalanan yang saya lalui tidak mudah, dan akhirnya luar biasa!,” katanya yang mendapat dukungan penuh dari sang kakek karena ingin melihat cucunya menjadi pendeta. “Penahbisan sebagai pendeta adalah anugerah luar biasa yang Tuhan berikan,” ucap Vikaris Nathalia. Masa vikariat dijalani di GKP Haurgeulis sejak Juli 2022 hingga ditahbiskan ke dalam jabatan pendeta. Di lingkup Klasis Cirebon, Vikaris Nathalia turut menjadi anggota Komisi Pelayanan Pemuda Remaja periode 2023-2025. Acara penahbisan turut dihadiri perwakilan PGI Wilayah Jakarta, Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama RI Kota Jakarta Timur, Lurah Kampung Tengah, hingga Ketua RT 001 dan RW 08 Kelurahan Tengah. (BS) Catatan: Pemberitaan disertai dengan foto proses penahbisan. 2. Majelah NARWASTU Untuk pemberitaan di majalah ini, dari konfirmasi yang dilakukan kepada wartawan yang meliput, dikatakan berita sudah dibuat dan akan segera diturunkan sebagai bagian isi majalah tersebut di edisi yang sudah dipersiapkan. 3. IPOL.ID Pemberitaan penahbisan tidak secara spesifik diangkat oleh media ini. Peristiwa penahbisan hanya di jadikan pelengkap dan keterangan waktu dan tempat atas perolehan berita utama yang diangkat yakni berkaitan dengan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Jakarta Timur. IPOL.ID – Jajaran Polres Metro Jakarta Timur kini fokus dalam upaya untuk menekan aksi tawuran di wilayah hukumnya. Setelah
164 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 sebelumnya telah mengamankan sebanyak 20 remaja akan terlibat tawuran di kawasan Cakung dan Duren Sawit. Terkini aparat Polres Metro Jakarta Timur bakal berkomunikasi kepada para orangtua dengan memberikan pesan agar terus mengawasi anak-anak mereka dalam setiap kesempatan, tak terkecuali menjelang hari libur. Langkah inilah yang disampaikan oleh Kapolrestro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly saat menghadiri pelantikan pengurus Gereja Kristen Pasundan (GKI) di Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Senin (5/2). Di hadapan para jemaat, Kombes Nicolas Lilipaly meminta para orangtua agar ikut menjaga anak-anaknya tak terlibat dalam tawu“Kepada para orangtua kami berharap agar lebih mengawasi anak-anak agar tak terlibat dalam aksi tawuran. Awasi putra putri dalam setiap kesempatan terlebih di malam menjelang libur, malam Sabtu, malam Minggu, Minggu dini hari,” tutur Kombes Nicolas, Selasa (6/2). Menurutnya, pengawasan ekstra harus dilakukan. Lantaran sebelumnya jajaran Polrestro Jakarta Timur telah mengamankan 20 remaja yang akan terlibat tawuran. Mereka diamankan dengan barang bukti senjata tajam jenis celurit yang sangat besar dan mematikan, bom molotov, air keras dan puluhan botol minuman keras. “Bahkan ada dari mereka bertugas untuk membuat bom molotov yang nantinya akan digunakan dalam tawuran. Apalagi remaja si pembuat bom molotov itu baru berusia 14 tahun membuat (Bom molotov-red) secara otodidak, jadi anak-anak harus lebih diawasi dengan ekstra,” katanya. Nicolas Lilipaly menambahkan, penggunaan media sosial (Medsos) yang selama ini dimanfaatkan anak-anak juga wajib menjadi perhatian para orangtua. Karena medsos inilah yang
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 165 saat ini digunakan mereka dalam mencari musuh hingga janjian untuk melakukan tawuran. “Sebelum mereka menggelar tawuran, biasanya mereka menenggak minuman keras terlebih dahulu. Jadi banyak efek negatif yang menjadi pemicu anak-anak dalam aksi tawuran. Mari sama-sama jaga anak-anak kita sekaligus untuk menjadikan Jakarta Timur bebas dari tawuran,” ajak Akpol lulusan Tahun 1997 itu. Sekadar diketahui, dalam pelantikan pengurus itu, dua pendeta yang dikukuhkan sebagai Pendeta GKP adalah Alfa Gracia dan Natalia Kristina. Keduanya bersama puluhan pengurus lainnya juga mengaku bakal ikut mendukung program Polrestro Jakarta Timur guna menyampaikan pesan Kamtibmas. (Joesvicar Iqbal) Catatan: Berita Foto tidak memuat momen penahbisan. Ada kesalahan penulisan Gereja Kristen Pasundan menjadi GKI Ada kekurangtepatan pemakaian istilah penahbisan dianggap sebagai pelantikan pengurus.
166 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 BAGIAN XII KENANGAN INDAH DI MOMEN PENAHBISAN
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 167
168 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 169
170 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 171 PENUTUP . Tuhan Mengubah Semuanya Mencermati realitas yang terjadi dalam proses penggalangan dana dalam waktu begitu singkat, secara manusiawi kebutuhan Rp 125 juta rupiah yang dalam realitasnya mencapai Rp 170 jutaan rupiah, dalam waktu sekitar 20 hari kerja, jika hanya mengandalkan harapan kesediaan jemaat, rasanya mustahil kebutuhan itu bisa terpenuhi. Memang harapan kepada jemaat secara kelembagaan hal yang wajar dan tidak salah, karena jemaat sebagai anggota GKP punya kewajiban dan tanggung jawab mendukung dalam hal pendanaan. Apa yang dialami Panitia bersama, khususnya GKP Kampung Tengah terkait acara penahbisan adalah kenyataan yang luar biasa menakjubkan. Betapa tidak, selama 20 hari kerja, dana mengalir seakan begitu deras dan tak henti hingga beberapa hari setelah acara usai. Bahkan hasil akhir penggalangan dana pun menunjukan betapa melimpah ruahnya dana yang berhasil dihimpun. Semua tercengang dengan kenyataan yang terjadi. Semua akhirnya menyadari bahwa apa yang dialami dalam proses penggalangan dana adalah sebuah keniscayaan adanya campur tangan Tuhan. Jika tidak, tentu akan lain cerita dan kenyataannya. Bersamaan dengan realitas itu, keyakinan iman Panitia dan seluruh jemaat mengakui bahwa Tuhan maha baik, Tuhan mengerti kebutuhan umatNya, Tuhan mendengar dan menjawab keinginan GKP Kampung Tengah untuk memberikan yang terbaik seperti untuk Tuhan. Dan dari semua itu yang pasti adalah Tuhan mengubah kekawatiran, keraguan dan pesimisme menjadi sukacita bersama dengan berkat berupa pendanaan yang begitu melimpah sehingga memungkinkan keterbatasan yang dimiliki dapat diatasi dan memperoleh solusi terbaik. Dan segenap bagian GKP serta para undangan pun dapat merasakan aliran berkat Tuhan yang luar biasa yang disajikan dalam berbagai bentuk oleh Panitia bersama GKP Jemaat Kampung Tengah dan GKP jemaat Haurgeulis.
172 Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 Bersyukur Dalam Segala Hal Dan Sesuatu Dalam 1 Tesalonika 5 : 18 dikatakan “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Sementara dalam Efesus 5 : 20 di katakana, “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah Bapa kita”. Kedua refleksi iman Rasul Paulus di atas tentang mengucap syukur secara jelas mengajarkan bahwa bersyukur kepada Allah di dalam Yesus Kristus harus dilakukan dalam segala hal dan dalam segala sesuatu. Tugas dan tanggung jawab pelaksanaan acara penahbisan yang begitu berat dan menegangkan adalah salah satu bagian dari makna segala hal. Karena itu makna segala hal, yang salah satunya berupa tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah, itu pun realitas yang disyukuri. Dan sejalan dengan pesan Rasul Paulus sebagaimana disebut di atas, maka rasa syukur itu secara nyata diwujudkan oleh Panitia, Majelis jemaat dan segenap warga jemaat lewat berbagai persiapan, rancangan dan penyajian acara penahbisan yang maksimal, sungguh-sungguh, serius dan total. Demikian juga kenyataan sarana dan fasilitas yang sudah ada ataupun yang belum ada yang kenyataannya sangat terbatas, adalah kondisi yang menjadi bagian dari makna segala sesuatu. Karena itu makna segala sesuaty yang salah satunya adalah konsdisi yang terbatas adalah realitas yang tetap disyukuri. Dan sejalan dengan pesan Rasul Paulus sebagaimana disebut di atas, maka rasa syukur itu secara nyata diwujudkan oleh panitia, Majelis jemaat dan segenap warga jemaat selain menerima realitas tersebut dengan tulus hati, juga berusaha dan perjuangan dengan tuntas seraya terus berdoa dan dalam penyerahan diri yang antero kepada Tuhan di di dalam setiap proses yang dilakukan Dengan tetap bersyukur atas segala hal yang diterima dan atas segala sesuatu yang dihadapi, maka ketika semuanya di bungkus dalam doa dan penyerahan di yang antero kepada Tuhan, akhirnya segala hal dan sesuatu dapat dioptimalkan dan dipenuhi lewat pertolonganNya yang
Laporan Kronologis Penahbisan Tahun 2024 173 hadir dalam bentuk yang lain yakni berupa ketersediaan dana yang begitu melimpah ruah sehingga memungkinkan untuk semua itu. Pelaksanaan acara penahbisan bukan saja bersubstansi tugas dan tanggung jawab, tapi ada torehan monumental bersejarah bagi GKP Jemaat Kampung Tengah sekaligus membuktikan betapa kuasa Tuhan telah terbukti mengubah kekawatiran, keraguan dan keterbatasan menjadi sukacita bersama dengan berkat yang begitu melimpah. Sebagai mahluk Tuhan yang juga terbatas, tentu tak lepas dari kekurangan. Untuk itu Panitia penahbisan kolektif, Majelis Jemaat dan segenap warga Jemaat, baik dari GKP Kampung Tengah maupun GKP Haurgeulis menyampaikan permohonan maaf seraya mendoakan kiranya Allah di dalam Yesus Kristus memberkati segenap bagian Gereja Kristen Pasundan. Terpujilah Allah di dalam Yesus Kristus dan terima kasih. Panitia Bersama Penahbisan Kolektif Vikaris Ke Dalam Jabatan Pendeta GKP Tahun 2024 Ttd Ttd Yuli Harti Utami B Dadi Hudaya Baiin Ketua Sekretaris