a. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia b. Mencerdaskan kehidupan bangsa c. Memajukan kesejahteraan umum d. Meningkatkan martabat bangsa e. Turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia 7. Hubungan internasional dianggap penting sebagai upaya untuk mewujudkan hal-hal berikut, kecuali… a. Menumbuhkan saling pengertian antar bangsa b. Mempererat hubungan persahabatan antar negara c. Saling mencukupi kebutuhan setiap bangsa d. Melindungi kepentingan negara-negara adidaya e. Menegakkan perdamaian serta ketertiban dunia 8. Setiap negara memiliki hak menjalin hubungan internasional antar negara. Hubungan antarnegara dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi terjalinnya hubungan internasional antar negara adalah... a. Perbedaan kondisi alam suatu negara b. Kekhawatiran adanya ancaman dari dalam negeri c. Timbulnya rasa khawatir terhadap ancaman dari negara lain d. Adanya keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan nasional e. Keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan maupun kepentingan nasional 9. Politik luar negeri Indonesia bersifat bebas aktif. Salah satu bentuk peranan Indonesia menerapkan kebijakan politik luar negeri bebas aktif di era globalisasi adalah... a. Bebas tidak ikut campur tangan dalam urusan perdamaian dunia b. Ikut menyelesaikan perselisihan Negara yang sedang bersengketa c. Ikut campur tangan dalam urusan pemerintahan negara lain d. Memberikan bantuan senjata terhadap negara yang bertikai e. Bebas menjajah negara lain 10. Politik luar negeri bebas aktif dipilih dalam rangka menjamin kerjasama dan hubungan baik dengan bangsa lain di dunia. Bebas artinya…
a. Senantiasa memperjuangkan terwujudnya perdamaian dunia b. Berpihak kepada negara-negara yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia c. Tidak terikat oleh suatu ideologi atau suatu politik negara asing d. Giat mengembangkan kerja sama internasional e. Memperjuangkan adanya kemerdekaan dan kebebasan 11. Perjanjian internasional yang dilakukan oleh dua negara disebut… a. Nasional b. Multilateral c. Bilateral d. International e. Regional 12. Dalam menyelesaikan masalah luar negeri, Indonesia selalu mengedepankan cara… a. Kekerasan b. Diplomatik c. Perang d. Intervensi e. Blockade 13. Berikut faktor-faktor terjadinya hubungan internasional, kecuali… a. Pertumbuhan bangsa dan negara itu sendiri b. Kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang harus mengadakan kerja sama antar sesame c. Kepentingan nasional untuk melakukan ekspansi ke negara lain d. Tanggung Jawab sebagai warga dunia untuk mewujudkan kehidupan dunia yang tertib, adil, dan merata e. Faktor wilayah yang saling berjauhan akan mengakibatkan timbulnya kerjasama regional dan internasional 14. Berikut ini yang bukan tujuan dari politik luar negeri Indonesia adalah… a. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan tanah ai b. Menciptakan masyarakat adil dan makmur yang merata, baik materil maupun spiritual
c. Mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia d. Melakukan ekspansi ke negara lain untuk memperluas wilayah jajahan e. Menciptakan suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib, dan damai 15. Berikut ini tugas dari perwakilan diplomatik permanen, kecuali… a. Mewakili negara pengirim di negara penerima b. Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara penerima, dalam batas-batas yang diperkenankan hukum internasional c. Melakukan negosiasi dengan pemerintah negara penerima d. Meningkatkan hubungan bersahabat antara negara penerima dan negara pengirim, serta mengembangkan hubungan ekonomi, kebudayaan dan ilmu pengetahuan e. Dengan semua cara mengikuti benar-benar keadaan dan perkembangan yang terjadi di negara penerima, dan melaporkannya kepada pemerintah negara penerima 16. Salah satu peran Indonesia dalam PBB adalah… a. Keluar dari keanggotaan PBB b. Mengirim pasukan perdamaian untuk turut aktif menciptakan perdamaian dunia c. Membentuk nefo untuk menandingi PBB d. Menentang Malaysia yang diterima sebagai dewan keamanan PBB e. Mendukung segala kebijakan yang diambil oleh PBB 17. Salah satu manfaat kerjasama dan hubungan internasional adalah… a. Dapat melakukan intervensi ke negara lain b. Memelihara dan menciptakan hidup berdampingan secara damai dan adil c. Menjadi bagian dari negara-negara maju d. Dapat membentuk blok raksasa dunia e. Mudah untuk mendapatkan pinjaman dari negara lain
18. Lembaga yang mengurusi hubungan luar negeri suatu negara yaitu… a. Parlemen b. Kedutaan c. Kementerian desa d. Kementerian hukum dan ham e. Kementerian luar negeri 19. Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif Indonesia diabdikan untuk… a. Kepentingan internasional b. Kepentingan nasional c. Kerjasama regional d. Keamanan hubungan luar negeri e. Perdamaian bangsa 20. Landasan idiil politik luar negeri Indonesia adalah… a. Batang tubuh UUD 1945 b. Pembukaan UUD 1945 c. Pancasila d. Keppres No 44/1974 e. Tap MPR No XII/MPRS/1966 2. Essay 1. Apa yang dimaksud dengan hubungan internasional? Mengapa Hubungan Internasional bagi Indonesia sangat penting? 2. Apa yang akan terjadi jika seandainya negara kita tidak menjalin hubungan dengan negara lain? 3. Sebutkan dan jelaskan 2 faktor-faktor perlunya kerja sama dalam bentuk hubungan internasional 4. Sebutkan tujuan politik luar negeri Indonesia menurut Mohammad Hatta! 5. Ruang lingkup hubungan internasional terletak dalam dua bidang, sebutkan dan jelaskan!
6. Sebutkan peristiwa-peristiwa bentuk kerja sama yang dikembangkan bangsa Indonesia bagi kemajuan peradaban dan perdamaian dunia! 7. Jelaskan yang dimaksud dengan perwakilan non diplomatik! 8. Jelaskan perbedaan kerjasama bilateral dan kerjasama regional! 9. Selain untuk mewujudkan perdamaian dunia, apa dasar lain dibentuknya PBB? 10. Sebutkan tiga prinsip Asean! Kunci Jawaban Pilihan Ganda 1. D 11. C 2. A 12. B 3. D 13. C 4. B 14. D 5. E 15. E 6. E 16. B 7. D 17. B 8. A 18. E 9. B 19. B 10. C 20. C Essay 1. Hubungan Internasional adalah hubungan yang bersifat global yang meliputi semua hubungan yang terjadi dengan melampaui batas-batas ketatanegaraan. Hubungan Internasional bagi Indonesia sangat penting, karena bangsa Indonesia yang merdeka tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari negara lain. Untuk menjaga kelangsungan hidup dan mempertahankan
kemerdekaannya, negara Indonesia membutuhkan dukungan dari negara lain. Untuk mendapatkan dukungan tersebut, suatu negara harus mengadakan hubungan yang baik dengan negara lain. Misalnya, ketika awal kemerdekaan, bangsa Indonesia membutuhkan pengakuan dan dukungan dari negara lain. Oleh karena itu, para pendiri negara menjalin hubungan dengan India, Australia, Amerika Serikat, Belgia, Mesir, dan sebagainya. Alhasil, kemerdekaan Negara Indonesia mendapatkan dukungan dari negara-negara lain di dunia. 2. Yang akan terjadi jika seandainya negara kita tidak menjalin hubungan dengan negara lain adalah kita akan dikucilkan dari pergaulan bangsa-bangsa di dunia. Hal ini tentunya akan merugikan seluruh kehidupan bangsa. Bangsa Indonesia tidak bisa berinteraksi dengan sesamanya yang berada di negara lain. Selain itu, kita akan buta terhadap hal-hal yang terjadi di negara lain yang pada hakikatnya merupakan sumber pengetahuan bagi kita. 3. Ada 2 faktor-faktor mengapa perlu kerja sama dalam bentuk hubungan internasional, yaitu: a. Faktor internal, yaitu adanya kekhawatiran terancamnya kelangsungan hidup kesananya, baik melalui kudeta maupun intervensi dari negara lain. b. Faktor eksternal, yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerja sama dengan negara lain. Ketergantungan tersebut terutama dalam upaya memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. 4. Tujuan politik luar negeri Indonesia menurut Mohammad Hatta, yaitu: a. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara. b. Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar untuk memperbesar kemakmuran rakyat. c. Meningkatkan perdamaian internasional.
d. Meningkatkan persaudaraan segala bangsa sebagai pelaksanaan cita-cita yang tersimpul dalam Pancasila, dasar dan falsafah negara kita. 5. Ruang lingkup hubungan internasional terletak dalam dua bidang, yaitu: a. Bidang publik, yang meliputi politik internasional, politik luar negeri, pertahanan dan keamanan, hukum internasional, diplomasi, organisasi internasional, dan kejahatan internasional. b. Bidang privat, meliputi ekonomi dan moneter internasional, ilmu pengetahuan, dan turisme (kepariwisataan) 6. Peristiwa-peristiwa bentuk kerja sama yang dikembangkan bangsa Indonesia bagi kemajuan peradaban dan perdamaian dunia, antara lain: a. Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang ke-60 pada tanggal 28 September 1950. Meskipun pernah keluar dari keanggotaan PBB pada tanggal 7 Januari 1965 sebagai bentuk protes atas diterimanya Malaysia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, akan tetapi pada tanggal 28 September 1966 Indonesia masuk kembali menjadi anggota PBB dan tetap sebagai anggota yang ke-60 b. Memprakarsai penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955 yang melahirkan semangat dan solidaritas negara-negara Asia- Afrika yang kemudian melahirkan Dasasila Bandung. c. Keaktifan Indonesia sebagai salah satu pendiri Gerakan Non-Blok (GNB) pada tahun 1961, bahkan pada tahun 1992 dalam Konferensi Negara- Negara Non-Blok yang berlangsung di Jakarta, Indonesia ditunjuk menjadi Ketua GNB. Melalui GNB ini secara langsung Indonesia telah turut serta meredakan ketegangan perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur. d. Terlibat langsung dalam misi perdamaian Dewan Keamanan PBB dengan mengirimkan Pasukan Garuda ke negara-negara yang dilanda konflik seperti Konggo, Vietnam, Kamboja, Bosnia, dan sebagainya. Bahkan pada tahun 2007, Indonesia ditetapkan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
e. Indonesia menjadi salah satu pendiri ASEAN (Association of SouthEast Asian Nation) yaitu organisasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, bahkan Sekretariat Jenderal ASEAN berada di Jakarta. f. Ikut serta dalam setiap pesta olahraga internasional mulai dari SEA Games, Asian Games, Olimpiade, dan sebagainya. g. Indonesia aktif juga dalam beberapa organisasi internasional lainnya, misalnya Organisasi Konferensi Islam (OKI), Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). h. Menyelenggarakan hubungan diplomatik dengan berbagai negara yang ditandai dengan pertukaran perwakilan diplomatik dengan negara yang bersangkutan. Sampai saat ini, Indonesia sudah menjalin kerja sama bilateral dengan 162 negara. Sebagai wujud dari hal tersebut, di negara kita terdapat kantor kedutaan besar dan konsulat jenderal negara lain. Begitu juga dengan kantor Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal negara kita yang terdapat di negara lain. 7. Perwakilan non-diplomatik adalah perwakilan negara untuk negara lain yang tidak mempunyai status diplomatik dan tidak mempunyai efek diplomatik 8. Kerja sama bilateral yaitu kerja sama yang dilakukan oleh dua negara atau dilakukan oleh dua subjek hukum Internasional. Misalnya kerja sama antara Indonesia dan Malaysia. Sedangkan Kerja sama regional yaitu bentuk kerja sama antar negara di satu kawasan tertentu. Contohnya adalah Uni Eropa (UE) dan ASEAN. 9. Dunia yang ingin lebih menghormati hak-hak asasi manusia dan mendorong kerjasama antara negara-negara di dunia sebagai bentuk sikap perdamaian dari Perang Dunia I dan Perang Dunia Il yg telah menghancurkan berbagai bidang kehidupan masyarakat dunia dan kejadian bencana kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia. untuk itu mereka ingin bersatu dan hidup berdampingan dengan damai dan aman.
10. Prinsip ASEAN diantaranya : a. Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas nasional seluruh negara anggota ASEAN; b. Komitmen bersama dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran di kawasan ASEAN; c. Menolak agresi, ancaman, penggunaan kekuatan, atau tindakan lainnya dalam bentuk apa pun yang bertentangan dengan hukum internasional; d. Mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara anggota ASEAN, dan menghormati kebebasan yang mendasar, pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia, serta pemajuan keadilan sosial. Latihan Soal Pilihlah salah satu alternatif jawaban yang dianggap paling benar! 1. Politik antarnegara yang mencakup kepentingan dan tindakan beberapa atau semua negara serta proses interaksi antar negara maupun antar negara dengan organisasi internasional disebut… a. politik antarnegara b. politik luar negeri c. politik internasional d. politik dalam negeri e. politik bilateral 2. Seperangkat cara/kebijakan yang dilakukan oleh suatu negara untuk mengadakan hubungan dengan negara lain dengan tujuan untuk tercapainya tujuan negara serta kepentingan nasional negara yang bersangkutan disebut… a. hubungan luar negeri b. politik luar negeri c. politik internasional d. politik dalam negeri e. kebijakan luar negeri
3. Salah satu bentuk hubungan internasional yang dijalankan bangsa Indonesia pada masa awal kemerdekaan adalah.... a. Deklarasi pembentukan ASEAN b. Menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada tanggal 28 September 1950 c. Konferensi Meja Bundar (KMB) d. Perundingan Renville e. Perjanjian Roem- Royen 4. Berikut ini peristiwa menggambarkan bentuk kerja sama bangsa Indonesia dalam dunia internasional adalah… a. Indonesia menjadi anggota Perserikatan bangsa- bangsa (PBB) pada tanggal 28 September 1950 b. Indonesia menjadi pemrakarsa penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung c. Indonesia menjadi salah satu pendiri gerakan non-blok (GNB) d. Indonesia menjadi salah satu pendiri ASEAN e. Semua jawaban benar 5. Di bawah ini adalah prinsip-prinsip utama ASEAN, kecuali… a. Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara b. Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar c. Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota d. Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai e. Pemberian izin penggunaan kekuatan yang mematikan negaranegara kawasan ASEAN 6. Dalam mencapai tujuan politik bebas aktif, Indonesia pada dasarnya menjalankan politik… a. Netral b. Damai c. Isolasi d. Terpadu e. Nasional
7. Keterlibatan dan kontribusi Indonesia dalam dunia Internasional khususnya dalam urusan perdamaian dunia sudah cukup banyak. Hal tersebut sebagaimana tujuan nasional yang tercantum pada Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea… a. I b. II c. III d. IV e. V 8. Wakil Indonesia dalam penandatanganan Deklarasi Bangkok sebagai penanda awal berdirinya ASEAN adalah… a. Sri Sultan Hamengkubuwono IX b. Adam Malik c. Drs. Mohammad Hatta d. H. R. Dharsono e. Rusli Noor 9. Politik luar negeri Indonesia bersifat bebas dan aktif, aktif berarti… a. Berhak mengadakan hubungan dengan negara sedunia b. Berusaha menyelesaikan permasalahan regional c. Memiliki pengaruh di kawasan internasional d. Ikut berperan menciptakan perdamaian dan keamanan dunia e. Berhak untuk menyelesaikan persoalan dunia 10. Komponen-komponen yang harus ada dalam hubungan internasional, kecuali… a. Politik Internasional b. Hukum Internasional c. Dukungan Internasional d. Studi tentang Peristiwa Internasional e. Organisasi Administrasi internasional 11. Berikut ini yang bukan merupakan falsafah dasar berdirinya Gerakan Non Blok adalah .... a. menghormati kedaulatan dan integritas teritorial b. perjanjian non agresi
c. menghormati dan tidak mencampuri negara lain untuk mengatasi permasalahan dalam negeri d. menjaga perdamaian apabila diperlukan e. egaliter dan kemakmuran bersama 12. Agar tidak terjebak pada dua kekuatan negara adidaya antara blok barat dan blok timur, maka Indonesia memprakarsai organisasi… a. KAA b. PBB c. APEC d. ASEAN e. GNB 13. PBB sebagai organisasi dunia yang bertujuan mewujudkan perdamaian dunia berdiri pada tanggal… a. 25 Oktober 1950 b. 24 Oktober 1945 c. 28 Oktober 1950 d. 29 Oktober 1945 e. 23 oktober 1950 14. Suatu negara dapat menjalin hubungan dengan negara lain apabila… a. memiliki kesamaan dalam sejarah b. kedaulatan diakui secara de facto dan de jure c. wilayah berdekatan d. berada dalam satu persemakmuran e. berasal dari rumpun yang sama 15. Negara yang baru bergabung dengan ASEAN pada 1995 adalah... a. Vietnam. b. Malaysia. c. Filipina. d. Thailand. e. Timor Leste 16. Perhatikan informasi berikut! Pada 31 Agustus 2018 Presiden Jokowi melepas Kontingen Garuda XXXIX-A dan Kontingen Garuda XXVIII-K berangkat ke Republik
Demokratik Kongo dan Lebanon untuk misi perdamaian selama satu tahun mendatang. Mengirim pasukan perdamaian ke daerah sengketa seperti dalam informasi merupakan salah satu tugas organ utama PBB, yaitu… a. Majelis umum b. Dewan perwalian c. Dewan keamanan d. Mahkamah internasional e. Dewan ekonomi dan sosial 17. Jumlah negara ASEAN pertama kali adalah .... a. 4 b. 5 c. 6 d. 7 e. 10 18. Berikut ini yang dimaksud tahta suci (hellige stoel) adalah... a. tempat tinggal uskup b. gereja-gereja yang ada di dunia c. gereja katolik Roma yang diwakili oleh Paus di Vatikan d. tempat tinggal para pastor di dunia e. gereja dan sekolah-sekolah katolik 19. Perjanjian internasional yang dapat dianggap sebagai sumber hukum internasional adalah… a. kebiasaan internasional b. piagam mahkamah internasional c. law making treaty dan treaty contracts d. the paquette and the lola e. keputusan pengadilan 20. Perbedaan hukum internasional dan hukum nasional ditinjau dari ruang lingkup berlakunya adalah hukum internasional.... a. dibuat oleh wakil-wakil negara sedangkan hukum nasional dibuat oleh wakil rakyat
b. berlaku di seluruh dunia sedangkan hukum nasional berlaku di suatu negara c. berlakunya sepanjang masa sedangkan hukum nasional dibuat berdasarkan akal sehat d. dibuat dengan keinginan rakyat, sedangkan hukum nasional dibuat berdasarkan akal sehat e. terdiri atas sekumpulan asas-asas, sedangkan hukum nasional merupakan sekumpulan peraturan 21. Tiga orang tokoh dari Indonesia yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN adalah… a. Ir. Soekarno, Adam Malik, H.R. Dharsono b. Umarjadi Notowijono, Rusli Noor, H.R. Dharsono c. H.R. Dharsono, Mohammad Hatta, Mahatma Gandhi d. Adam Malik, Rusli Noor, Mohammad Ali e. Lambertus Nicodemus Palar, Umarjadi Notowijono, Adam Malik 22. Setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa disebut… a. Perang b. Ancaman c. Hambatan d. Tantangan e. Gangguan 23. Peranan Indonesia dalam organisasi ASEAN, kecuali… a. Indonesia menjadi mediator atas konflik yang terjadi antara Filipina dan Moro National Front (MNFL) yang menguasai Mindanao Selatan b. Indonesia menjadi tempat proyek dan komite pangan, pertanian dan kehutanan, yaitu untuk suplai dan keperluan makanan, serta tempat salah satu proyek pupuk urea amonia dari komite industri, perdagangan dan energy
c. Indonesia mendukung kesepakatan Asia sebagai kawasan yang bebas, damai netral atau zone of peace, freedom, and neutrality (ZOPFAN) d. Menjadi tuan rumah dalam acara-acara penting ASEAN (KTT I, IX, XVII, XIX yaitu di Jakarta dan di Bali) e. Menjadi provokator terhadap Negara yang sedang berkonflik 24. Organisasi yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas antarnegara di Asia Pasifik yaitu… a. APEC b. OKI c. IMO d. ASEAN e. PBB 25. Gerakan Non Blok merupakan bentuk aksi dari… a. KAA b. Konferensi Kolombo c. Politik bebas aktif d. Dasasila Bandung e. Piagam Atlantik 26. Alasan politik terselenggaranya Konferensi Asia Afrika 1955 adalah… a. Persamaan nasib pernah menjadi korban kolonialisme dan imperialisme b. Negara-negara di kawasan Asia Afrika masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan c. Mencegah terjadinya konflik antar negara-negara Asia dan Afrika d. Lahirnya semangat nasionalisme di Negara-negara Asia dan Afrika e. Mencegah masuknya pengaruh komunisme di kawasan Asia dan Afrika 27. Salah satu bentuk partisipasi warga Negara Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia adalah… a. Menggalang dana bagi korban bencana atau konflik Negara lain
b. Menunjukan sikap apatis terhadap permasalahan-permasalahan lokal dan internasional c. Menyebarkan isu-isu hoax sehingga menimbulkan perpecahan antar golongan d. Melestarikan kebudayaan Negara lain e. Menulis status di Media Sosial tentang ujaran kebencian mengenai suatu Negara 28. Indonesia menjadi salah satu negara pemrakarsa berdirinya ASEAN. Sejak ASEAN didirikan, Indonesia telah menunjukkan peranannya di berbagai bidang. Peran Indonesia di bidang komunikasi adalah… a. Menjadi salah satu negara pemrakarsa ASEAN b. Menjadi tempat kedudukan sekretariat tetap ASEAN c. Mengizinkan digunakannya satelit Palapa oleh negara-negara anggota ASEAN d. Menjadi pemimpin Negosiator Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) e. Menjadi tuan rumah ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) dan Associated Meetings ke-31 serta konferensi ke 2 ASEAN CIO Forum 29. Kerja sama yang bisa dilakukan oleh negara anggota ASEAN adalah kerja sama dalam bidang politik dan keamanan. Tujuan dilaksanakan kerja sama tersebut… a. Menciptakan negara-negara produsen senjata ternama di dunia b. Mengembangkan sebuah sistem politik baru untuk ditawarkan kepada dunia c. Membantu perang apabila ada negara anggota dan non anggota diserang musuh d. Menciptakan suatu sistem pemerintahan ideal untuk negara-negara di Kawasan Asia Tenggara e. Menciptakan keamanan, stabilitas, dan perdamaian, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan umumnya di dunia
30. Sebagai negara anggota PBB, Indonesia terdaftar dalam beberapa Lembaga di bawah naungan PBB, salah satunya adalah ECOSOC, yaitu… a. Organisasi buruh Internasional b. Dewan ekonomi dan sosial c. Organisasi pangan dan pertanian d. Komisi hukum internasional e. Dewan keamanan PBB Kunci Jawaban 1. C 11. D 21. B 2. B 12. E 22. B 3. B 13. B 23. E 4. E 14. B 24. A 5. E 15. A 25. A 6. A 16. C 26. A 7. D 17. B 27. A 8. B 18.. C 28. C 9. D 19. C 29. E 10. C 20. B 30. B
BAB V Ancaman Nasional dan Strategi Terhadap Ancaman Nasional A. Kompetensi Inti KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan proaktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”. KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.5 : Mengkaji kasus-kasus ancaman terhadap Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dan strategi mengatasinya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika 3.5.1. Mengidentifikasi berbagai ancaman terhadap integrasi nasional 3.5.2. Menganalisis dengan kritis contoh-contoh ancaman di berbagai bidang terhadap NKRI 3.5.3. Menganalisis strategi dalam mengatasi berbagai ancaman di bidang
ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dalam membangun integrasi nasional 4.5 : Merancang dan melakukan penelitian sederhana tentang potensi ancaman terhadap terhadap Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dan strategi mengatasinya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika 4.5.1 Merancang dan melakukan kajian bersama kelompok tentang potensi ancaman terhadap Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan di lingkungan sekitar serta strategi mengatasinya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika 4.5.2 Menyajikan hasil pengkajian kelompok berupa poster tentang potensi ancaman terhadap Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan serta strategi mengatasinya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika C. Tujuan 1. Mampu memahami berbagai ancaman yang membahayakan kedaulatan negara. 2. Menganalisis ancaman yang membahayakan Indonesia serta upaya untuk mengatasinya. 3. Mengetahui pentingnya membangun integrasi nasional dan mempertahankan integrasi tersebut. 4. Memahami serta dapat menyebutkan berbagai strategi untuk mengatasi ancaman dari dalam maupun luar negeri. 5. Mengenalkan peserta didik dengan arti pentingnya menjaga satu kesatuan Indonesia. 6. Dapat memahami ketahanan nasional, perspektif ketahanan nasional, dan gagasan ketahanan nasional dalam membangun integrasi nasional.
A. ANCAMAN NASIONAL 1. Ancaman di bidang Ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa masih sangat rawan terhadap berbagai bentuk ancaman. Salah satunya dari paham komunisme yang masih harus diwaspadai. Usaha untuk mengganti pancasila dengan ideologi komunis pernah dilakukan dua kali oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yaitu, pertama pemberontakan PKI di Madiun, Jawa Timur pada tahun 1948. Pemberontakan ini dipimpin oleh Muso, yang ingin membentuk Republik Soviet Indonesia. Pemberontakan untuk mengubah ideologi Pancasila yang selanjutnya pernah juga dilakukan dengan adanya pemberontakan DI/TII, yang menginginkan pembentukan NII (negara Islam Indonesia), dipimpin oleh Kartosuwiryo pada tahun 1949. Gerakan DI/TII berkembang di sebagian wilayah Indonesia, diantaranya di Jawa Barat yang dipimpin oleh Kartosuwiryo, di Sulawesi oleh Kahar Muzakar, di aceh dipimpin oleh Daud Beuruehdan di Kalimantan Selatan oleh Ibnu Hajar. Dalam menyelesaikan pemberontakan ini, pemerintah melalui TNI melakukan berbagai operasi militer ke daerah-daerah yang dinilai menjadi pusat pergerakan. Operasi ini berhasil menumpas para pemberontak secara bertahap. 2. Ancaman di bidang politik Ancaman di bidang politik dapat bersumber dari luar negeri maupun dalam negeri. Ancaman politik dari dalam negeri dapat dilihat dari gerakan separatis. Dari luar negeri, Ancaman di bidang politik dilakukan oleh suatu negara dengan melakukan tekanan politik terhadap Indonesia. Intimidasi, provokasi, atau blokade politik merupakan bentuk ancaman non-militer berdimensi politik yang sering kali digunakan oleh pihak-pihak lain untuk menekan negara lain. Gerakan separatis atau separatisme kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat Indonesia yang ingin memisahkan diri dari negara Indonesia. Gerakan Separatisme yang pernah terjadi di Indonesia antara lain ; 1) Republik Maluku Selatan (RMS)
Gerakan Republik Maluku Selatan merupakan gerakan separatis yang menolak integrasi dan hanya ingin membentuk negara sendiri yang lepas dari Negara Indonesia Timur (NIT) maupun NKRI. 2) Gerakan Andi Aziz Gerakan separatis yang berlangsung di Makassar dilatarbelakangi oleh sikap penolakan Andi Aziz terhadap masuknya TNI ke wilayah Sulawesi Selatan. Andi Aziz adalah seorang mantan perwira KNIL. Pasukan Andi aziz menghendaki dipertahankannya Negara Indonesia Timur (NIT). 3) PRRI/Permesta Gerakan PRRI/Permesta terjadi disebabkan hubungan tidak harmonis antara pemerintah pusat dan daerah, terutama di Sulawesi dan sumatera. Kedua daerah tersebut merasa tidak puas dengan otonomi daerah dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah Ancaman separatisme dapat menempuh pola perjuangan politik tanpa senjata dan perjuangan bersenjata. Pola perjuangan tidak bersenjata sering ditempuh untuk menarik simpati masyarakat internasional. Oleh karena itu, separatisme sulit dihadapi dengan menggunakan kekuatan militer. Hal ini membuktikan bahwa ancaman di bidang politik memiliki tingkat resiko yang besar yang mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa. 3. Ancaman di bidang Ekonomi 1) Ancaman Internal a. Inflasi, adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang- barang. b. Pengangguran, hal atau keadaan menganggur, tidak ada pekerjaan dan tidak ada penghasilan c. Infrastruktur, sarana dan prasarana yang tidak memadai. d. Kebijakan ekonomi yang merugikan rakyat.
2) Ancaman eksternal a. Ketergantungan terhadap asing, kehidupan ekonomi negara-negara tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara–negara lain, di mana negara–negara tertentu ini hanya berperan sebagai penerima akibat saja. b. Daya saing yang rendah, karena produk yang dihasilkan belum mampu untuk bersaing dengan produk negara lain. c. Kinerja ekonomi yang buruk, hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran tidak sesuai yang diharapkan. 4. Ancaman di bidang Sosial dan Budaya Ancaman yang berdimensi sosial budaya dapat dibedakan atas ancaman dari dalam, dan ancaman dari luar. Ancaman dari dalam didorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Isu tersebut menjadi titik pangkal timbulnya permasalahan, seperti separatisme, terorisme, kekerasan, dan bencana akibat perbuatan manusia. Ancaman dari luar timbul sebagai akibat dari pengaruh negatif globalisasi, diantaranya adalah: 1) Munculnya gaya hidup konsumtif dan selalu mengkonsumsi barang-barang dari luar negeri. 2) Munculnya sifat hedonisme, yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai suatu nilai hidup tertinggi. Hal ini membuat manusia suka memaksakan diri untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan pribadinya tersebut, meskipun harus melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Seperti mabuk-mabukan, pergaulan bebas, foya-foya dan sebagainya. 3) Adanya sikap individualisme, yaitu sikap selalu mementingkan diri sendiri serta memandang orang lain itu tidak ada dan tidak bermakna. Sikap seperti ini dapat menimbulkan ketidakpedulian terhadap orang lain, misalnya sikap selalu menghardik pengemis, pengamen dan sebagainya. 4) Munculnya gejala westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu, seperti meniru model pakain yang biasa dipakai orang-orang barat yang sebenarnya bertentangan
dengan nilai dan norma-norma yang berlaku misalnya memakai rok mini, lelaki memakai anting- anting dan sebagainya. 5) Semakin memudarnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian dan kesetiakawanan sosial. 6) Semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. 5. Ancaman di bidang Pertahanan dan Keamanan Wujud ancaman di bidang pertahanan dan keamanan pada umumnya berupa Ancaman militer. Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata dan terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer dapat berupa : 1) Agresi Agresi suatu negara yang dikategorikan mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia mempunyai bentuk-bentuk mulai dari yang berskala paling besar sampai dengan yang terendah. Invasi merupakan bentuk agresi yang berskala paling besar dengan menggunakan kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan untuk menyerang dan menduduki wilayah Indonesia. 2) Pelanggaran wilayah Bentuk lain dari ancaman militer yang peluang terjadinya cukup tinggi adalah tindakan pelanggaran wilayah (wilayah laut, ruang udara dan daratan) Indonesia oleh negara lain. Konsekuensi Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas dan terbuka berpotensi terjadinya pelanggaran wilayah. 3) Pemberontakan bersenjata Pemberontakan bersenjata melawan pemerintah Indonesia yang sah merupakan bentuk ancaman militer yang dapat merongrong kewibawaan negara dan jalannya roda pemerintahan. 4) Sabotase dan spionase Indonesia memiliki sejumlah objek vital nasional dan instalasi strategis yang rawan terhadap aksi sabotase, sehingga harus dilindungi. kegiatan spionase dilakukan oleh agen-agen rahasia dalam mencari dan mendapatkan rahasia pertahanan negara dari negara lain.
5) Aksi teror merupakan bentuk kegiatan terorisme yang mengancam keselamatan bangsa dengan menebarkan rasa ketakutan yang mendalam serta menimbulkan korban tanpa mengenal rasa perikemanusiaan 6) Ancaman keamanan laut dan udara Kondisi geografi Indonesia dengan wilayah perairan serta wilayah udara Indonesia yang terbentang pada perlintasan transportasi dunia yang padat, baik transportasi maritim maupun dirgantara, berimplikasi terhadap tingginya potensi gangguan ancaman keamanan laut dan udara. 7) Konflik komunal Gangguan keamanan dalam negeri yang terjadi antar kelompok masyarakat. Rangkuman Berdasarkan penjelasan diatas, dapat diambil beberapa poin bahwa : 1. Ancaman dalam bidang ideologi yaitu, ancaman yang ingin menggantikan Pancasila dengan Ideologi lain. 2. Ancaman politik dapat dilihat dari gerakan separatis, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat Indonesia yang ingin memisahkan diri dari negara Indonesia. 3. Ancaman dalam bidang ekonomi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. 4. Ancaman dalam bidang sosial budaya didorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Ancaman ditandai dengan masuknya nilai-nilai budaya luar negeri yang dapat merusak nilai-nilai budaya di Indonesia. 5. Ancaman militer merupakan ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan bangsa Indonesia. B. STRATEGI MENGATASI BERBAGAI ANCAMAN SERTA KETAHANAN NASIONAL Pengertian dari strategi pertahanan dalam menghadapi beberapa ancaman negara yaitu mencegah, menangkal dan mengatasi ancaman dan gangguan terhadap
keutuhan bangsa dan negara dalam berbagai bentuk dan perwujudannya. Strategi pertahanan ini harus dilaksanakan agar keutuhan nasional dapat dipertahankan. Strategi pertahanan ini beragam jenis nya. Berikut ini adalah strategi yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai macam ancaman dalam bidang Ipoleksosbudhankam: A. Strategi mengatasi ancaman di bidang ideologi Strategi untuk mengatasi ancaman ideologi dapat dilakukan oleh pemerintah maupun rakyat. Salah satu contoh upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah membuat sebuah kebijakan baru, menguatkan pertahanan non militer, melakukan sosialisasi ideologi bangsa terhadap rakyat, menangkal ancaman melalui kementerian, dan lain-lain. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh rakyat diantaranya adalah menjadikan Pancasila sebagai nilai-nilai yang hidup di masyarakat, membentengi diri melalui pemimpin agama, mempelajari Pancasila, dan lain-lain. B. Strategi mengatasi ancaman di bidang politik Untuk mempertahankan eksistensi Indonesia sebagai negara yang kuat dan mandiri, Indonesia memerlukan pemerintahan yang menganut paham demokrasi yang kuat, mandiri, dan tahan uji, serta mampu mengelola konflik kepentingan. Untuk mencapai hal tersebut, Indonesia perlu melakukan hal berikut: 1) Mengembangkan demokrasi politik. 2) Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik. 3) Mengadakan reformasi lembaga-lembaga politik agar menjalankan fungsi dari peranannya secara baik dan benar. 4) Memperkuat kepercayaan rakyat dengan cara menegakkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. 5) Mengadakan supremasi hukum. 6) Memperkuat posisi Indonesia dalam kancah politik internasional. C. Strategi mengatasi ancaman di bidang ekonomi Terancamnya kedaulatan perekonomian suatu negara karena terbukanya peluang produk-produk global untuk masuk ke pasar domestik merupakan pengertian dari ancaman di bidang ekonomi. Ancaman di bidang ekonomi ini terbagi
menjadi dua faktor. yaitu ancaman eksternal dan internal. Agar hal tersebut tidak terjadi di Indonesia, maka diperlukan hal seperti: 1) Menyediakan lebih banyak lapangan kerja. 2) Menekan angka inflasi. 3) Pemerataan pembangunan infrastruktur. 4) Menekan angka impor. 5) Menghindari kebiasaan ketergantungan utang luar negeri. 6) Memberikan penanganan serius terhadap semua masalah korupsi. D. Strategi mengatasi ancaman di bidang sosial budaya Ancaman bidang sosial budaya terbagi menjadi dua macam, yaitu ancaman dari dalam negeri dan dari luar negeri. Ancaman dari dalam negeri dapat berupa isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Ancaman dari luar negara berupa masuknya nilai-nilai budaya asing yang sangat mudah diterima masyarakat karena adanya globalisasi. Strategi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggalakkan program pemerintah seperti meningkatkan rasa kecintaan terhadap budaya, pelestarian budaya lokal serta memelihara keseimbangan dan keselarasan fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin. E. Strategi mengatasi ancaman di bidang pertahan dan keamanan Sistem pertahanan rakyat semesta (sishankamrata) pada hakikatnya adalah segala upaya menjaga pertahanan dan keamanan negara, seluruh rakyat dan segenap sumber daya nasional, serta wilayah negara yang merupakan satu kesatuan. Ancaman di bidang pertahanan dan keamanan ini juga dapat disebut dengan ancaman militer. Ancaman militer ini akan sangat berbahaya apabila tidak segera diatasi. Oleh karena itu, harus diterapkan strategi yang tepat untuk mengatasinya. Berikut upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan ancaman: 1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah mengatur strategi pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia dalam mengatasi ancaman militer.
2) Pasal 30 ayat 1) sampai (5) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berisi: a. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. b. Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Indonesia Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung. c. Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. d. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. e. Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang. Ketahanan nasional menurut Lembaga Ketahanan Nasional adalah sebuah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman gangguan, hambatan, dan tantangan yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang dapat mengancam integritas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Ketahanan nasional ini terbagi menjadi tiga perspektif terhadap ketahanan nasional, yaitu: 1) Ketahanan nasional sebagai Kondisi Gambaran kondisi yang seharusnya terjadi atau memenuhi. Keadaan atau Kondisi ideal memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga mampu menghadapi segala ancaman dan gangguan. 2) Ketahanan nasional sebagai pendekatan, metode atau cara
Menggambarkan pendekatan integral, maksudnya adalah arti pendekatan yang mencerminkan antar segala aspek atau arah baik pada saat membangun maupun pemecahan masalah kehidupan. 3) Ketahanan nasional sebagai doktrin Ketahanan merupakan konsepsi khas Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan negara. Rangkuman Berdasarkan uraian materi di atas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : Strategi dalam menghadapi berbagai ancaman dapat menggunakan berbagai cara. 1. Strategi pertahanan dan keamanan negara untuk mengatasi berbagai macam ancaman militer dilaksanakan dengan menggunakan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata). 2. diperlukan strategi pertahanan non-militer yang tidak kalah hebat dengan strategi untuk mengatasi ancaman militer. Strategi pertahanan non-militer merupakan segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, keamanan, teknologi, informasi, komunikasi, keselamatan umum, dan hukum. 3. Terdapat tiga perspektif atau sudut pandang terhadap ketahanan nasional, yaitu: 1) Ketahanan nasional sebagai Kondisi Penggambaran yang seharusnya dipenuhi. Keadaan atau Kondisi ideal memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga mampu menghadapi segala ancaman dan gangguan. 2) Ketahanan nasional sebagai pendekatan, metode atau cara Menggambarkan pendekatan integral, dalam arti pendekatan yang mencerminkan antar segala aspek/isi, baik pada saat membangun maupun pemecahan masalah kehidupan.
3) Ketahanan nasional sebagai doktrin Ketahanan merupakan konsepsi khas Indonesia yang Berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan negara. Pada tahun 1969, lahir istilah ketahanan nasional yang menjadi pertanda ditinggalkan konsep kekuatan. SOAL PILIHAN GANDA DAN ESSAY PILIHAN GANDA 1. Berikut yang bukan merupakan contoh wujud integrasi nasional adalah … A. Sikap menghargai dan merasa ikut memiliki kebudayaan daerah lain, bahkan mau mempelajari budaya daerah lain B. Pembangunan Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta C. Sikap toleransi antar umat beragama D. Sikap saling menonjolkan budaya daerah dengan merendahkan budaya daerah lain E. Diadakan pekan olahraga nasional yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali 2. Di bawah ini merupakan bentuk ancaman militer dan nonmiliter: 1) Agresi 2) Pelanggaran wilayah 3) Sabotase 4) Misi budaya 5) Pemberontakan senjata 6) Penyebaran Ideologi Dari pernyataan tersebut, yang termasuk bentuk ancaman militer terhadap bangsa dan negara adalah .... A. 1), 2), 3) dan 4) B. 1), 2), 3) dan 5) C. Semua jawaban benar D. 2), 3), 4) dan 5)
E. 1), 2), 5) dan 4) 3. Yang bukan merupakan faktor pendukung integrasi nasional adalah .... A. Adanya rasa senasib sepenanggungan B. Adanya semangat persatuan dan kesatuan C. Adanya kepribadian dan pandangan hidup yang sama D. Adanya jiwa dan semangat gotong royong, toleransi yang kuat E. Adanya ketidakpuasan terhadap ketimpangan pemerataan hasil pembangunan 4. Ancaman dari luar berupa penetrasi nilai-nilai budaya luar sulit dibendung.Kemajuan teknologi informatika mengakibatkan dunia menjadi desa global tempat interaksi antar masyarakat dunia.Yang terjadi tidak hanya transfer informasi, tetapi juga transformasi dan sublimasi nilai-nilai luar secara serta merta sulit dikontrol. Berikut ini yang merupakan salah satu bentuk ancaman dibidang sosial budaya adalah .... A. Semakin maraknya penyelundupan narkoba, imigran gelap masuk ke Indonesia. B. Semakin mudahnya kita mendapatkan informasi di bidang apa saja dengan kecanggihan teknologi informatika. C. Semakin memudarnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal yang melahirkan gaya hidup individualistis,konsumerisme, dan permisif. D. Semakin maraknya perdebatan antar elit-elit politik yang berdampak pada menipisnya kepercayaan masyarakat kepada elit politik E. Semakin terpuruknya pendapatan pengusaha kecil di Indonesia, karena tidak mampu bersaing harga dengan produk luar. 5. Pasal 30 Ayat (1) dan (2) UUD NRI Tahun 1945 menyatakan bahwa tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara yang dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, dengan komponen utama, yaitu … A. Masyarakat B. TNI dan Polri/MA
C. Tentara Nasional Indonesia D. Kepolisian Republik Indonesia E. Pertahanan Sipil 6. Pada hakikatnya bangsa Indonesia menolak keberadaan PKI, teroris, berita hoax yang berkaitan dengan SARA karena berdampak pada .... A. Integrasi nasional B. Disintegrasi bangsa C. Ancaman bangsa D. Hambatan bangsa E. Tantangan bangsa 7. Setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa disebut .... A. Perang B. Hambatan C. Ancaman D. Tantangan E. Gangguan 8. Suatu hal atau usaha berasal dari diri sendiri yang bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional disebut ... A. Ancaman B. Gangguan C. Tanggangan D. Paksaan E. Hambatan 9. Di sebuah daerah terjadi sejumlah demonstrasi yang mengatasnamakan agama sehingga dapat mengakibatkan konflik yang berdimensi suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Hal tersebut dapat menjadi ancaman di bidang sosial, terlebih karena...
A. ketidakadilan B. kemiskinan C. keterbelakangan D. kebodohan E. watak kekerasan 10. Remaja Indonesia lebih menyukai breakdance daripada menari tarian adat setempat. Mereka juga lebih menyukai gaya artis luar negeri yang dianggap taft dan cool daripada mengedepankan sopan santun. Kondisi tersebut menunjukkan ancaman negatif globalisasi dalam bidang …. A. Ekonomi B. Politik C. Pertahanan keamanan D. Sosial Budaya E. Ideologi 11. Berikut contoh-contoh ancaman: 1) Disintegrasi bangsa 2) Demokratis 3) Keinginan untuk mengubah pancasila sebagai ideologi 4) Makar terhadap pemerintah yang sah 5) Keresahan sosial 6) Kekeluargaan Berdasarkan pernyataan tersebut diatas yang merupakan ancaman integrasi nasional bagi bangsa Indonesia ditunjukkan pada nomor … A. 1), 3), 4), dan 6) B. 1), 2), 3), dan 4) C. 2), 3), 4), dan 5) D. 1), 3), 4), dan 5) E. 1), 4), 5), dan 6) 12. Indonesia harus mewaspadai segala bentuk ancaman, baik dari dalam maupun dari luar. Contoh ancaman datang dari luar adalah ….
A. Penyelundupan narkoba melalui sindikat Internasional B. Penangkapan ikan di perairan Indonesia oleh nelayan domestik C. Pembalakan hutan oleh Individu atau perusahaan swasta D. Persebaran penduduk ke pulau-pulau terpencil dalam program transmigrasi E. Tindakan makar oleh para pemberontak 13. Peran yang harus dilakukan setiap warga negara dalam mengatasi ancaman di bidang budaya adalah ... A. Memblokir situs-situs pornografi. B. Memberantas peredaran obat terlarang dan miras. C. Melestarikan budaya yang ada dengan cara mengadakan lomba tentang kebudayaan dan mengajarkan kebudayaan kepada generasi muda D. Memperbanyak lapangan pekerjaan dan membina pengangguran agar dapat berkompetisi. E. Membuat kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun. 14. Fakta menunjukkan sebagian masyarakat Indonesia menggunakan produk luar negeri. Selain harga lebih murah, kualitas produk luar negeri juga baik. Agar produk dalam negeri dapat bersaing dan mendapatkan kepercayaan publik, industri dalam negeri harus koreksi diri. Mengapa produk dalam negeri tidak mampu bersaing dengan produk luar negeri? Berkaitan dengan fakta tersebut, perlu dilakukan …. A. Penambahan jam kerja bagi buruh B. Peningkatan kualitas produksi C. Peningkatan kuantitas produksi D. Peniruan produk luar negeri E. Peningkatan jumlah produksI 15. Bangsa Indonesia mempunyai tantangan dalam menjaga keutuhan NKRI. Tantangan internal bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI yaitu .... A. Terjadi konflik di berbagai negara B. Pengawalan pulau-pulau kecil terdepan masih minim C. Munculnya penguasa yang tidak peka terhadap penderitaan rakyat
D. Munculnya berbagai virus ke Indonesia yang belum ada obatnya E. Perubahan iklim yang drastis akibat pemanasan global 16. Kebhinekaan dan keberagaman bangsa indonesia merupakan sebuah potensi, artinya... A. Kekayaan alam dan budaya indonesia terkenal diseluruh penjuru dunia B. Kekayaan alam dan budaya indonesia yang melimpah akan membuatnya menjadi bangsa yang besar C. Kekayaan alam dan budaya indonesia menjadi aset yang tidak dimiliki oleh bangsa lainnya D. Kekayaan alam dan budaya indonesia merupakan tujuaan dan rujukan negara negara lain didunia untuk merebutnya E. Kekayaan alam dan bangsa indonesia menjadikan indonesia menjadi bangsa yang terkenal 17. Salah satu hal yang dihindari pada sistem ekonomi kerakyatan adalah sistem free fight liberalism yang mana sistem tersebut… A. Berpihak pada rakyat B. Menguntungkan pelaku ekonomi liberal C. Menguntungkan pihak konsumen D. Menguntungkan kedua belah pihak E. Menguntungkan pelaku ekonomi selain ekonomi liberal 18. Sistem etatisme tidak sesuai dengan kehidupan bangsa indonesia karena.. A. Dapat mematikan potensi dan daya kreasi unit unit ekonomi diluar sektor negara B. Menguntungkan pelaku pasar di atas C. Dimonopoli oleh kelompok masyarakat D. Memisahkan ekonomi rakyat dengan kelompok tertentu E. Berbasis liberal 19. Berikut ini yang bukan merupakan isi dari UUD 1945 Pasal 30 ayat 1-5 adalah…..
A. Warga negara wajib ikut serta dalam melindungi negara B. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. C. Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. D. Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang. E. Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. 20. Berikut contoh ancaman yang mengancam kedaulatan suatu negara: 1. Agresi 2. Pelanggaran wilayah 3. Spionase 4. Aksi teror 5. Konflik komunal Yang termasuk ancaman di bidang pertahanan dan keamanan dari luar negeri adalah…. A. 1, 3, 5 B. 2, 3, 4 C. 1, 2, 4 D. 2, 4, 5 E. Semua benar ESSAY 1. Sebutkan 3 faktor yang dapat memicu terjadinya konflik horizontal di Indonesia dan bagaimana cara mengatasinya?
2. Sebutkan 3 upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat di daerah-daerah terpinggirkan di Indonesia? 3. Sebutkan 3 tindakan preventif yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam mencegah terjadinya aksi radikalisme dan terorisme di Indonesia? 4. Sebutkan masing masing 3 contoh ancaman integrasi nasional dalam bidang ekonomi (internal dan eksternal) 5. Salah satu ancaman integrasi nasional di bidang pertahanan adalah sabotase atau spionase. jelaskan pengertian spionase! 6. Masuknya budaya barat tanpa difilter terlebih dahulu disebut westernisasi. sebutkan 3 contoh westernisasi! 7. Pemerintah menetapkan UUD Pasal 30 ayat 1 sampai dengan 5 mengenai pertahanan negara. sebutkan minimal 3 isi dari UUD tersebut! 8. Sebutkan 4 strategi melawan ancaman integrasi nasional di bidang politik! 9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Ketahanan nasional sebagai Kondisi, dalam konteks perspektif terhadap ketahanan nasional! 10. Gerakan separatisme dapat mengancam integrasi sosial dalam bidang politik, sebutkan gerakan - gerakan separatis yang pernah terbentuk di indonesia! KUNCI JAWABAN PILIHAN GANDA 1. D 6. B 11. D 16. B 2. B 7. C 12. A 17. B 3. E 8. E 13. C 18. A 4. C 9. A 14. B 19. C 5. B 10. D 15. B 20. C ESSAY 1. Faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya konflik horizontal di Indonesia adalah perbedaan suku, agama, dan politik. Cara mengatasinya adalah dengan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghargai keragaman dan
keberagaman suku, agama, dan politik. Selain itu, diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan sistem hukum yang adil dan transparan. 2. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat di daerah-daerah terpinggirkan di Indonesia adalah pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta pemberian bantuan atau dukungan untuk pengembangan usaha ekonomi. 3. Tindakan preventif yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam mencegah terjadinya aksi radikalisme dan terorisme di Indonesia adalah meningkatkan pemahaman tentang bahaya radikalisme dan terorisme, melaporkan kegiatan atau gerakan yang mencurigakan kepada pihak keamanan, serta mengajak orang lain untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang positif dan mendorong persatuan dan kesatuan bangsa. 4. A) Internal: Inflasi, menurunnya nilai uang karena banyaknya jumlah uang yang beredar sehingga menyebabkan harga barang & jasa meningkat, pengangguran, kurangnya tenaga kerja dapat mengancam perekonomian suatu negara yang akhirnya dapat mengancam integrasi nasional, dan infrastruktur atau sarana publik yang tidak memadai. B) Eksternal: Ketergantungan terhadap negara asing, daya saing yang rendah karena produk dalam negeri tidak bisa bersaing di pasar internasional, dan kinerja ekonomi yang buruk. 5. Spionase adalah praktik penggunaan mata-mata dalam mendapatkan informasi mengenai rencana dan kegiatan khususnya dari sistem pemerintahan. 6. Meniru kebiasaan minum-minuman keras. Selalu membeli produk-produk luar negeri yang jauh lebih mahal dan mewah. Gaya hidup konsumtif dan hedonisme. 7. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha keamanan dan pertahanan negara. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.
8. Mengadakan supremasi hukum. Meningkatkan kepercayaan rakyat pada pemerintah dengan cara menjalankan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Mengaktifkan rakyat sipil dalam dunia politik. Menguatkan indonesia dalam kancah politik internasional 9. Gambaran kondisi yang seharusnya terjadi. Kondisi ideal memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga mampu menghadapi segala ancaman dan gangguan. 10. Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS). Gerakan Aceh merdeka (GAM). Gerakan Andi Azis (maluku). Organisasi Papua Merdeka (OPM). Partai Komunis Indonesia (PKI)
BAB VI Memperkukuh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Konteks NKRI Kompetensi Inti (KI) 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama yang dianut. 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, tanggung jawab, disiplin, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Menganalisis, memahami, dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan keingintahuan tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan minat dan bakat untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam bentuk konkret serta abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuannya. Kompetensi Dasar 3.6 : Mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 4.6 : Menyaji hasil identifikasi tentang faktor pendorong dan penghambat persatuan dan kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat memahami arti persatuan dan kesatuan. 2. Siswa dapat mengimplementasikan arti kebhinekaan bangsa dalam kehidupan bermasyarakat. 3. Siswa mampu menjelaskan arti peran penting pemuda demi keutuhan NKRI 4. Siswa mampu mengaplikasikan arti persatuan dan kesatuan dalam lingkup sekolah
A. Makna Persatuan dan Kesatuan Bangsa Persatuan secara sederhana berarti gabungan dari beberapa bagian menjadi sesuatu yang utuh. Atau dengan kata lain persatuan itu berkonotasi disatukannya bermacam-macam corak yang beragam ke dalam suatu kebulatan yang utuh. Sebagai sebuah negara kesatuan, Indonesia memiliki beragam suku, Bahasa, dan Budaya. Makna persatuan dan kesatuan dalam berbangsa Indonesia adalah rasa senasib dan sepenanggungan sebagai bangsa yang bermukim di wilayah yang sama. Yang dimaksud konsep bangsa dalam substansi ini adalah bangsa Indonesia, yaitu bangsa yang menghuni wilayah Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Dengan demikian, persatuan bangsa mengandung pengertian persatuan bangsa Indonesia yang menghuni wilayah Nusantara atau bersatunya berbagai bangsa dengan yang memiliki perbedaan suku, bahasa, maupun adat istiadat yang mendiami wilayah Indonesia menjadi satu kebulatan utuh dan serasi. Selain itu, persatuan dan kesatuan juga dapat diartikan sebagai persatuan bangsa atau negara yang menduduki wilayah Indonesia. Berdasarkan konsep Wawasan Nusantara, negara kita memiliki karakteristik berikut: a. Negara kepulauan yang pengertiannya adalah suatu wilayah lautan yang ditaburi pulau-pulau besar dan kecil. b. Konsep utamanya adalah manunggalnya wilayah laut, darat, dengan wilayah udara. c. Laut atau perairan merupakan wilayah pokok, bukan merupakan pelengkap. d. Laut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari daratan, bukan pemisah antara daratan dan pulau yang satu dengan yang lainnya. Prinsip-prinsip persatuan Terdapat beberapa prinsip untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan sebagai bangsa. Prinsip – prinsip tersebut adalah sebagai berikut. 1. Bhinneka Tunggal Ika Melalui prinsip Bhineka Tunggal Ik, bnagsa Indonesia wajib menjauhkan sikap sikap mementingkan kelompok sendiri, sukuisme, dan
fanatisme berlebihan. Bhineka Tunggal Ika bermakna bahwa Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai suku, bangsa, bahasa, agama, dan adat istiadat, yang merupakan kekayaan bagi negara Indonesia. 2. Nasionalisme Nasionalisme adalah paham yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu yang harus diberikan kepada negara dan bangsa. Nasionalisme bertujuan agar individu setiap warga negara memiliki suatu sikap atau perbuatan untuk mencurahkan segala tenaga dan pikirannya demi kemajuan, kehormatan, dan tegaknya kedaulatan bangsa dan negara. Melalui penerapan prinsip nasionalisme, seseorang akan rela berkorban, mendahulukan kepentingan bersama dari kepentingan pribadi atau kelompok/golongan, serta menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. 3. Kebebasan Bertanggung Jawab Setiap individu memiliki kebebasan untuk menentukan kepentingan dan tujuannya serta melakukan kegiatan yang dianggap penting. Kebebasan setiap individu dibatasi oleh etika dan norma yang berlaku didalam masyarakat. Hal ini adalah bentuk tanggung jawab sehingga kehidupan masyarakat akan tetap berjalan dengan harmonis, selaras dan seimbang antara hak dan kewajiban setiap individu 4. Wawasan Nusantara Konsep kesatuan yang kita anut meliputi aspek alamiah (konsep kewilayahan) meliputi darat, laut dan udara dan konsep sosial (politik, sosial, budaya, ekonomi, pertahanan dan keamanan). Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik a. Bahwa keutuhan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan mitra seluruh bangsa, serta menjadi modal dan milik bersama bangsa. b. Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
c. Bahwa secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa. d. Bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara, yang melandasi, membimbing dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya. e. Kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. f. Bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan kesatuan hukum, hanya ada satu hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional g. Bangsa Indonesia ikut serta dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negeri yang bebas aktif serta diabdikan untuk kepentingan nasional Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi a. Bahwa kekayaan wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa, keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air. b. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri-ciri khas yang dimiliki oleh daerah daerah dalam mengembangkan ekonominya. c. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi kemakmuran rakyat. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya a. Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan tingkat kemajuan masyarakat b. Bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan
a. Bahwa ancaman terhadap satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman bagi seluruh bangsa dan negara. b. Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama di dalam pembelaan negara. B. Kehidupan Bernegara dalam Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 1. Konsep NKRI menurut UUD NRI 1945 UUD NRI Menyebutkan bahwa "Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah Negara Kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang”. Menurut pasal 25A tersebut yang merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah segala aspek dan unsur yang ada di dalam jati diri Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia bertugas untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan serta nilai-nilai luhur demi menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. 2. Keunggulan NKRI a. Jumlah dan potensi penduduk yang cukup besar Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat setelah Amerika Serikat. Berdasarkan sensus penduduk terakhir, Indonesia memiliki sekitar 270 Juta penduduk pada tahun 2021. Banyaknya jumlah penduduk Indonesia menjadi suatu potensi yang cukup besar bagi Bangsa Indonesia. Bonus Demografi akan dilalui oleh bangsa kita pada tahun 2045 mendatang. Bonus Demografi merupakan keadaan dimana terjadi peningkatan penduduk sebuah negara pada usia produktif yaitu berkisar antara 16 hingga 65 tahun. Hal tersebut menjadi motivasi bagi para pelajar agar turut serta dan dapat merasakan hasil dari kemerdekaan Indonesia setelah 100 tahun. b. Keanekaragaman di berbagai aspek kehidupan Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keragaman suku bangsa tersebut membuat Indonesia memiliki banyak potensi pada sektor kebudayaan. Keanekaragaman suku bangsa
tersebut dapat terlihat dari rumah adat, pakaian, makanan, tarian, alat musik, lagu, dan kearifan lokal lainnya. Gambar 1. Rumah Tongkonan Gambar 2. Rumah Honai Gambar 3. Ulos Gambar 4. Lurik Gambar 5. Empek-empek Gambar 6. Tinutuan Gambar 7. Tari Piring Gambar 8. Tari Saman c. Semangat sumpah pemuda adalah jati diri bangsa Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan peristiwa lahirnya nasionalisme yang akan mengakar pada jati diri Bangsa Indonesia lewat para pemudanya. Kegiatan seperti perumusan teks sumpah pemuda
merupakan janji yang dipegang teguh oleh para pemuda Indonesia untuk senantiasa melindungi dan menghidupi bangsanya dengan kegiatan yang positif dan mengharumkan nama bangsa. Semangat sumpah pemuda saat ini dapat diimplementasikan dengan terus menjaga nama baik bangsa ditengah gempuran globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin canggih. d. Tata krama dan keramahan Mengutip laporan survei Expat Insider 2022, Indonesia menjadi negara paling ramah kedua setelah Meksiko. Sebanyak 90% responden juga menganggap penduduk Indonesia ramah. Tata krama dan keramahan Bangsa Indonesia tercipta salah satunya dengan sikap gotong royong yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Tidak semua bangsa memiliki sikap partisipasi aktif atau yang biasa disebut gotong royong. Gotong royong merupakan nilai yang sesuai dengan nilai pancasila pada sila ketiga. e. Letak wilayah strategis Indonesia berada dalam jalur perdagangan dunia. Letaknya berada diantara Benua Asia dan Australia serta Samudra Pasifik dan Hindia. Indonesia terletak pada 6ºLU–11ºLS dan 95ºBT–141ºBT. Indonesia memiliki luas daratan sekitar 1, 81 juta km persegi. Luas lautan Indonesia mencapai 2/3 luas keseluruhan Indonesia. Hal tersebut menjadikan wilayah Indonesia menempati urutan ke 15 sebagai negara dengan luas wilayah terbesar di dunia. Selain karena faktor geografis yang memadai, pemerintah Indonesia juga memanfaatkan potensi tersebut guna menambah devisa negara dengan cara membangun jalur tol laut untuk perdagangan dunia. Saat ini Indonesia memiliki 3 jalur tol laut yang dapat mengkoneksikan pulau pulau di Indonesia serta membantu perdagangan dunia. f. Keindahan alam
Indonesia memiliki varietas daratan dan lautan yang beragam. Selain itu, Indonesia juga dilalui oleh garis khatulistiwa yang menyebabkan negara ini selalu mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Keunikan flora serta fauna langka yang sudah diakui dunia juga beragam dapat ditemukan di Indonesia. Kebudayaan akan kesadaran pelestarian alam sudah mengakar pada masyarakat Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya upaya konservatif alam dengan kearifan lokal seperti Tearo Neweak Lako, Nyabuk gunung, Tana’ ulen, dan Selako Kumali. Gambar 11. Blue Fire Ijen Gambar 12. Danau Toba Gambar 13. Bunga Raflesia Gambar 14. Komodo Gambar 15. Labuan Bajo Gambar 16. Raja Ampat
Gambar 17. Rinjani Gambar 18. Ranu Kumbolo C. Faktor Pendorong dan Penghambat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia Faktor pendorong dan penghambat persatuan wajib dikenali sebagai pengingat dan penanda dalam kehidupan bermasyarakat. Faktor-faktor ini, seperti rambu-rambu penanda perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Lalu, mengapa persatuan dan kesatuan sangat penting bagi bangsa Indonesia? Arti pentingnya persatuan memang tidak lepas dari perjuangan kemerdekaan yang sudah dicapai bangsa Indonesia. Dengan hal itu, Indonesia tidak akan terombang-ambing dan memiliki keteguhan untuk hidup bersama. Selain itu, arti pentingnya persatuan bagi bangsa Indonesia adalah untuk menghindari konflik serta perpecahan antar golongan masyarakat. Hal ini dikarenakan Indonesia terdiri dari berbagai macam kebudayaan. Berikut adalah faktor pendorong dan penghambat integrasi nasional: 1. Faktor Pendorong Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia a. Pancasila Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa artinya bahwa merupakan alat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini ditunjukkan dengan sila ketiga Pancasila, Sila Persatuan Indonesia yang menunjukkan Pancasila menjunjung tinggi persatuan bangsa.
Sila Persatuan Indonesia juga menunjukkan, bahwa bangsa Indonesia memiliki perbedaan perbedaan dan beragam. Para pemimpin bangsa, terutama mereka yang terlibat dalam penyusunan dasar negara, sangat mengerti dan sekaligus juga sangat menghormati perbedaan yang ada di dalam masyarakat berupa perbedaan bahasa, suku bangsa, budaya, golongan kepentingan, politik, bahkan juga agama. Pancasila menjadi pemersatu tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia di era globalisasi, mengharuskan kita untuk melestarikan alat pemersatu bangsa, agar generasi penerus bangsa tetap dapat menghayati dan mengamalkannya dan agar intisari nilai-nilai yang luhur itu tetap terjaga dan menjadi pedoman bangsa Indonesia sepanjang masa. b. Bhinneka Tunggal Ika Bhinneka Tunggal Ika dalam keberagaman sosial di Indonesia adalah sebagai pemersatu, perekat berbagai budaya dari suku bangsa di Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada Lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila, memiliki arti “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Kata “bhinneka” berarti “beraneka ragam” atau berbeda-beda, kata “tunggal” berarti “satu” dan “ika” berarti “itu”. Jadi secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan menjadi “Beraneka Satu Itu” yang maknanya adalah meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan. Semboyan ini menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku bangsa, budaya, bahasa daerah, agama dan kepercayaan, ras, maupun antargolongan. c. Sumpah Pemuda Semangat Sumpah Pemuda, harus tetap ada pada saat ini untuk menghadapi dunia yang berubah dengan cepat dan penuh dengan persaingan. Sumpah Pemuda, juga menjadi pendorong bahwa dengan bersatu dan bekerja sama adalah kunci untuk mencapai Indonesia maju.
Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Yang dimaksud dengan “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia” dan agar “disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan”. 2. Faktor Penghambat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia a. Keberagaman Masyarakat Indonesia Bangsa Indonesia adalah bangsa majemuk karena masyarakatnya terdiri dari kelompok-kelompok dengan ciri khas kesukuan yang memiliki beragam budaya dengan latar belakang suku yang berbeda. Kemajemukan bangsa Indonesia tidak hanya terlihat dari beragamnya jenis suku bangsa, namun terlihat juga dari beragamnya agama yang dianut penduduk. Suasana kehidupan beragama yang harmonis di lingkungan masyarakat heterogen dengan berbagai latar belakang agama terbangun karena toleransi yang saling menghargai perbedaan. Keragaman ini diakui atau tidak, akan dapat menimbulkan berbagai macam persoalan seperti yang ini dihadapi bangsa ini. Seperti konflik karena isu sosial, kekerasan atas dasar agama, separatisme, perusakan lingkungan dan hilangnya rasa kemanusiaan untuk selalu menghargai hak orang lain adalah bentuk nyata dari multikulturalisme. b. Pembangunan Tidak Merata Pembangunan nasional yang tidak merata, mengakibatkan ketimpangan sosial yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Ketimpangan sosial adalah suatu keadaan yang menunjukkan ketidakseimbang di masyarakat yang mengakibatkan perbedaan yang mencolok terutama berkaitan dengan perbedaan penghasilan yang sangat tinggi antara masyarakat kelas atas dan kelas bawah. Ketimpangan sosial bertolak belakang dengan sila ke-5 Pancasila yang berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.” Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia berarti seluruh masyarakat Indonesia harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi individu yang memiliki akses ke faktor-faktor ekonomi dengan prinsip kesetaraan, akses pendidikan yang memadai, dan terutama penghidupan yang layak bagi masyarakat. c. Etnosentrisme Paham kesukuan yang menganggap suku dan golongannya sebagai yang paling unggul, membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak, terpolarisasi dan dibenturkan satu sama lain. Akhirnya muncul pula narasi yang membangun ketidakpercayaan kepada pemerintah dan tidak percaya kepada berbagai upaya pemerintah untuk kepentingan rakyat. Etnosentrisme yang berlebihan, akan berlanjut dengan tindakan separatisme. Separatisme, bertujuan untuk memisahkan diri dari NKRI juga marak dilakukan. Aksi separatisme saat ini tidak hanya berupa pemberontakan bersenjata, tetapi sudah berkembang melalui kampanye internasional dengan memanfaatkan media sosial di dunia maya. Diperlukan kesatuan pandangan dan persepsi untuk mensinergikan keselarasan dalam tindakan, kebijakan dan rencana aksi yang utuh agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. d. Masuknya Budaya Asing yang Mengikis Budaya Asli Indonesia Modernisasi dan globalisasi membuat masyarakat yang beragam atau heterogen menjadi seragam atau homogen dengan nilai-nilai dan norma-norma setara. Keseragaman, dibentuk oleh modernisasi dan globalisasi secara akulturasi nilai-nilai budaya Barat dengan budaya