The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

"Bunga Rampai Tulisanku di Halaman B2B Pikiran Rakyat Minggu" merupakan kumpulan tulisanku tentang dunia sepeda yang dimuat di halaman khusus bertajuk Back to Boseh Pikiran Rakyat Minggu sepanjang tahun 2012 sd. 2018.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Cuham Menulis, 2026-01-02 06:02:17

Bunga Rampai Tulisanku di Halaman B2B Pikiran Rakyat Minggu

"Bunga Rampai Tulisanku di Halaman B2B Pikiran Rakyat Minggu" merupakan kumpulan tulisanku tentang dunia sepeda yang dimuat di halaman khusus bertajuk Back to Boseh Pikiran Rakyat Minggu sepanjang tahun 2012 sd. 2018.

Keywords: Back to boseh,Pikiran Rakyat Minggu,tulisan

Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201850Masih dengan rute bersepeda Bandung – Jakarta, belasan pesepeda dari berbagaikomunitas di Bandung dan Jakarta melakukan bersepeda dalam rangka kampanyepeduli bagi penderita gangguan jiwa, yang digagas Departemen Kesehatan pusat.Selain itu, Bike To campus Bandung, bersepeda menuju lokasi musibahkebarakaran di salah satu sudut kota Bandung. Hasil penggalangan barang dan danayang sudah dilakukan sebelumnya, diserahkan secara simbolis kepada salah satukorban yaitu pengurus sebuah yayasan panti asuhan yang kebetulan sebagiangedungnya terbakar.Tak hanya itu, sebelumnya sepuluh personal Bike To Campus Bandung melakukanbersepeda dari Bandung ke Jatiluhur sambil membawa papan-papan kampanyebersepeda dalam rangka mendukung aksi perlawanan terhadap ketergantunganmasyarakat terhadap penggunaan bahan bakar fosil dan aksi mencegah anakmenggunakan motor.Yang saat ini tengah berjalan meski tidak melalui kegiatan bersepeda tapi dilakukanoleh para pesepeda se Indonesia yang tergabung dalam grup Mtb Federal Indonesia,yaitu penggalangan dana untuk pembangunan Masjid. Mereka bercita-cita inginmemiliki sebuah Masjid yang dibangun berdasarkan hasil penggalangan dana daripegiat pesepeda seluruh Indonesia, khususnya pegiat sepeda federal.Itulah sebagian kegiatan dari sekian banyaknya aksi sosial yang dilakukan oleh parapesepeda. Hal ini sebagai bukti bahwa apa pun kegiatannya bisa dilakukan denganbersepeda.Menurut mereka, ada kepuasan, keasyikan dan kesenangan tersendiri jika kegiatankegiatan sosial tersebut dilakukan dengan bersepeda. Benar atau tidaknya, Andabisa coba. Apapun kegiatannya, bersepedahlah!. Salam boseh dan go green.Pesepeda. (b2b, PRM. 18/10)22. Pesepeda Sebagai Pahlawan LingkunganSetiap tanggal 10 Nopember, diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peringatannyamerupakan salah satu bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang berjuangmembela Negara dan rela berkorban perang melawan bangsa penjajah.Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk membela Negara dimasa sekarang? Apakahhanya terdiam menikmati masa kemerdekaan saja? Bisakah kita menjadi Pahlawan?Sejatinya, di masa lalu, menjadi pahlawan itu adalah dengan mengangkat senjatalalu perang melawan musuh Negara. Akan tetapi, generasi sekarang bisa menjadi


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201851pahlawan diberbagai bidang, tanpa harus berperang. misalnya menjadi pahlawanpendidikan, ekonomi, sosial atau lingkungan.Yang terakhir adalah peranan yangpaling mudah dan sudah banyak orangmelakukannyam yaitu sebagaipahlawan lingkungan. Mereka adalahorang yang konsistennya dalammelakukan gerakan perbaikanlingkungan ke arah yang lebih baik.Dewasa ini persoalan lingkunganmenjadi persoalan utama tidak hanyabagi negara, tetapi juga seluruh dunia.Polusi udara dan kemacetanmerupakan masalah lingkungan yanghampir dijumpai di kota-kota besar dinegeri ini. Kondisinya kian takterkendali akibat makin meningkatnyamasyarakat yang ketergantunganterhadap kendaraan berbahan bakarfosil. Oleh karena itulah, banyakmasyarakat yang mulai sadar akandampak persoalan lingkungan tersebutterhadap kehidupan masa depan dengan mencari solusi dalam rangka mengatasimasalah polusi udara dan kemacetan, yaitu dengan bersepeda.Bersepeda memang salah satu solusi yang paling mudah. Bukan hanya bermanfaatbuat kesehatan, tapi juga bagi lingkungan karena bisa menjadi sarana transfortasiyang ramah lingkungan tanpa penggunaan bahan bakar fosil.Kini, semakin banyak pesepeda yang menjadikan sepeda tak hanya untukmenyalurkan hobi dan olahraga, tapi juga sebagai sarana transfortasi untukberaktivitas apapun. Para pesepeda yang selalu konsisten menjadikan sepeda sebagaialat transfortasi dalam rangka membantu mengatasi persoalan lingkungan, tanpadisadari mereka sebenaranya adalah pahlawan-pahlawan lingkungan. Apalagi jikaaktivitasnya dibarengi dengan aktivitas gerakan lingkungan lainnya. Selain giatmelakukan gerakan kampanye bersepeda kepada masyarakat, juga ikut serta dalamgerakan lingkungan lainnya seperti gerakan pungut sampah, bijak energy, danmenanam pohon.Menanam Pohon


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201852Melakukan aksi lingkungan dengan aksi lingkungan lainnya adalah istilah yangbiasanya ditujukan bagi pesepeda yang melakukan bersepeda diikuti dengan aksimenanam pohon. Ada banyak kegiatan bersepeda yang mengambil tema penanamanpohon. Sebut saja “Sejuta Sepeda Sejuta Pohon” yang digagas oleh komunitas BikeTo Work Indonesia, yang untuk kota Bandung melakukan penanaman pohonnyadilakukan di Babakan Siliwangi.Selanjutnya, Greeners menggelar kegiatan penanaman pohon di tujuh titik taman dikota-kota besar dengan melibatkan puluhan pesepeda dari berbagai komunitas.Kegiatan ini didukung oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Media lingkungan online itu pun melakukan penanaman pohon di daerah Jombang Jawa Timur bersamapara pesepeda yang merupakan rangkaian kegiatan dari aksi sembilan pesepeda tourJakarta – Bali bertajuk “Journalist On Bike”.Sementara itu, komunitas Balad Kuring yang bekerjasama dengan JaringanKomunitas Bandung Bijak Energi mengajak teman-teman pesepeda untukmelakukan bersepeda ke Taman Hutan Raya Juanda, kemudian menanam pohon disana. Kegiatan yang didukung Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jabar tersebutmengambil tema “bebeja (bebenah jabar)”Selain itu, Forum Komunitas Hejo Bandung melibatkan Forum KomunikasiKomunitas Pesepeda se-Bandung Raya dalam kegiatan bersepeda sambil menanampohon di Ciporeat Ujung Berung dan di Cisaranteun Arcamanik dengan tema“Green Green Gowes”. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Pertamanan danPemakaman kota Bandung.Kegiatan-kegiatan di atas biasanya dilaksanakan bertepatan dengan peringatan harihari yang berbau lingkungan , yaitu Hari Lingkungan Hidup, Hari Bumi atau HariCinta Puspa Satwa Nasional (HCPSN). Hari Cipta Puspa Satwa Nasionaldiperingati setiap tanggal 5 Nopember. Jika disinergiskan dengan Hari Pahlawantanggal 10 Nopember, tak berlebihan kiranya jika mereka para pesepeda yang selalukonsisten melakukan aksi lingkungan dinobatkan sebagai pahlawan lingkungan.Setiap bulan Nopember selalu ada kegiatan bersepeda dengan tema peringatan HariPahlawan, baik yang bersifat acara sepeda santai maupun fun bike, bersepedabersama mengunjungi icon-icon kepahlawanan atau bersepeda napak tilas jejakperjuangan. Salam boseh dan go green. Pesepeda dan pegiat lingkungan. (b2b, PR,15/11/2015)


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201853Tahun 201623. Khazanah Ngaboseh 2015 dan 2016Tahun 2015 sudah berlalalu.Sepanjang tahun tersebuttelah banyak tergelarkegiatan bersepeda yangcukup beragam danbervariasi. Acaranya, adayang sederhana, cukupmeriah hingga spektakulermewarnai khazanahbersepeda di negeri ini.Selain kegiatan off road danon road seperti Boseh To Graphy, Fun Adventure, Lomba Masak Pesepeda, gelarwicara pesepeda dan sebagianyam mewarnai tahun 2015. Selain itu, sepanjang tahun2015 juga cukup diramaikan oleh kegiatan bersepeda jarak jauh (touring) danberkemah (camping) yang makin menghangat dan nyaris mendominasi di setiapkesempatan akhir pekan dan libur panjang (long weekend).Bahkan sejak pertengahan 2015, diramaikan oleh kegiatan bersepeda piknik dalamkota atau tempat-tempat wisata terdekat. Kegiata tersebut kini diminati pesepeda.Banyak terjadi pergeseran minat bersepeda, dari semula pegiat sepeda gunungberalih menjadi pesepeda touring atau bersepeda gegembol.Pegiat pesepeda touring seperti komunitas Federal berhasil “meracuni” kepadapesepeda lain yang awalnya tak pernah melakukan aktivitas bersepeda jarak jauhsambil membawa peralatan berkemah. Namun, kondisi itu tidak lantas mengurangijumlah pegiat jenis sepeda yang lain, yang tetap setia dengan genre bersepedanyamasing-masing.Ngaboseh Piknik“Mari piknik biar tak panik” atau “mungkin dia kurang piknik”, merupakanungkapan-ungkapan satir yang sedikit popular terutama dikalangan pesepeda dalammengomentari atau menanggapi beberapa pesepeda yang sedikit ribet atau wawasanfikirannya tidak sejalan. Harapannya, dengan melakukan bersepeda piknik, banyakmanfaat yang diperoleh selain ajang silaturahmi, diantaranya fikiran menjadi segardan hidup menjadi ceria penuh persahabatan dan kekeluargaan.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201854Kegiatan boseh piknik, dominan dilakukan para pegiat sepeda touring , federal danonthel. Akan tetapi tak sedikit para pegiat sepeda jenis lain pun ikut melakukannyabersama-sama.Tempat –tempat yang dituju untuk piknik adalah yang rutenya pendek atauterjangkau dalam waktu seharian seperti taman-taman kota, tempat wisata atau trektrek favourit yang sudah biasa dikunjungi para pesepeda. Ada yang melangsungkandi rumah salah satu temannya, atau diposko/basecamp komunitasnya, di pedesaan,area hutan lokal, air terjun, perkebunan dan perbukitan. Tempat-tempat terseburpaling sering menjadi tempat tujuan boseh piknik.Kegiatannya tentu saja diisi dengan bersepeda bareng, makan bareng (botram) ataumasak dadakan di tempat dengan menu khas dan sederhana yaitu nasi liwet sertalauk pauk , lalaban dan sambel.Selanjutnya, nasi liwet disajikan di atas alas daunpisang, dimakan beramai-ramai dengan penuh kenikmatan sampai habis hinggaremah-remah terakhir.Suasana seperti itulah yang menjadikan boseh piknik begitu terasa tentang maknasuatu kebersamaan dan kesederhanaan tanpa membeda-beda status sosial, usia,gender, agama dan lainnya. Semua larut dalam suasana kebahagian bersepeda danmakan-makan bersama. Beberapa pesepeda yang menggelar hammock untukistirahat atau tidur sejenak untuk sekedar melepas rasa lelah dengan diiringi semilirangin dan keteduhan di bawah pohon-pohon rindang.Tempat-tempat yang suasana alamnya masih kental alami, memang menjadi tempatfavorit bagi pegiat boseh piknik, di banding di taman-taman kota yang mungkinmasih menyisakan kebisingan dan hiruk pikuk orang-orang yang berlalu lalangdisekitarnya.Kegiatan camping atau piknik terkadang menggunakan konsep gathering piknikkeluarga atau family camp, masing-masing pesepeda yang ikut dalam kegaiatantersebut mengajak keluarganya, anak, istri/suami, keponakan, ayah, ibu, paman ataubibi.Di kota Bandung, sejak Jalan Asia Afrika dipercantik dan menjadi ajang Car FreeNigth, banyak pesepeda menjadikan tempat itu sebagai area ngaboseh malamMinggu-an, kumpul-kumpul dan botram, sehingga suasana boseh piknik malamterjadi di sana, terutama di area depan kantor Marcom Pikiran Rakyat Bandung,yang menjadi area favorit pesepeda untuk berkumpul, berbagi pengalaman dankecerian sambil ngopi atau makan-makan.Agenda besar 2016


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201855Itulah gambaran kegiatan bersepeda yang mendominasi sepanjang Tahun 2015 yanglalu. Lalu bagaimana di tahun 2016? Akankah kegiatan bersepeda semakin marakdan lebih bervariasi? Ataukah kegiatana bersepeda touring dan camping masihmenjadi kegiatan bersepeda yang paling banyak diminati?Di Januari 2016 saja sudah ada dua agenda besar kegiatan bersepeda touring dancamping, yaitu Parahiangan Bike Camp di Pesisir Pantai Krapyak KalipucangCiamis oleh Federal Banjarsari dan Komunitas Goweser Banjar Jawa Barat.Satunya lagi adalah Tour de Pangandaran (TDP) Tasikmalaya – Pangandaranberjarak 100 km, sebuah kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan olehkomunitas Bike To Work Tasikmalaya bekerjasama dengan salah satu cabangperusahaan BUMN di bidang telekomonikasi.Tahun ini, merupakan tahun ke tujuh TDP digelar. Kegiatan itu akan diikuti oleh1500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut merupakanrangkaian kegiatan memperingati sepuluh tahun gerakan moral Bike To WorkIndonesia dan kali ini dijadikan momentum oleh Bike To Work Indonesia sebagaiajang silaturahmi chapter B2W se-Indonesia.Beberapa agenda besar lain yang sejak tahun lalu digembar-gemborkan dan akanmelibatkan pesepeda se Tanah Air adalah Bandung Lautan Onthel ke-empat olehPaguyuban Sapeda Baheula Bandung (PSBB), dan Jambore Nasional ke-tiga MtbFederal Indonesia di Kediri Jawa Timur.Kita berharap, di tahun 2016 makin banyak lagi variasi kegiatan bersepeda, sepertikegiatan Boseh To Graphy Pikiran Rakyat yang mudah-mudahan bisa terlaksanakembali setiap bulannya, tentu saja dengan konsep yang lebih menarik lagi. Kitatunggu saja… Salam boseh dan go green. Pesepeda. (b2b, PRM. 10/01/2016)24. Pesepeda di Hari Peduli Sampah NasionalPada tanggal 21 Februari 2005 terjadi bencana longsornya gunungan sampah di TPALeuwigajah. Longsorannya menimpa perkampungan warga Cilimus dan Pojok,Jawa Barat, menewaskan ratusan korban. Tragedi tersebut menjadi bencanalingkungan terbesar saat itu.Lima bulan kemudian, tepatnya pada momentum Hari Lingkungan Nasional 5 Juni2005, pemerintah mencanangkan bahwa setiap tanggal 21 februari diperingatisebagai Hari Peduli sampah Nasional (HPSN). Namun, karena kurangnya sosialisasidan tindak lanjut dari pemerintah, setelah hampir sepuluh tahun berjalan sebagian


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201856besar masyarakat Indonesiabelum mengetahui bahwatanggal 21 Februari sebagiHari Peduli SampahNasional.Terkait hal itu, sejumlahaktivis lingkungan yangberkolaborasi dalam suatuwadah bernama BebasSampah ID, berupayamengangkat sekaligus mengingatkan kembalipemerintah dan masyarakat akan momentum HPSN dengan membuat aksi BergerakMenuju Indonesia Bebas Sampah 2020 setiap tanggal 21 Februari sejak 2015.Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut diikuti oleh puluhankolaborator dan ratusan relawan didalamnya dan berlangsung di beberapa kota diIndonesia. Kegiatan diisi dengan melakukan berbagai aksi lingkungan sepertigerakan pungut sampah diberbagi titik, sosialisasi permasalahan sampah, dansebagainya.Pada tahun 2016 ini keterlibatan elemen masyarakat khususnya pegiat lingkungansemakin besar, sekitar 700 kolaborator dan ribuan relawan di 33 kota/daerah diIndonesia dan serentak bersama-sama dilakukan pada hari Minggu 21 Februari2016.Tak ketinggalan kiranya, gerakan ini juga diikuti oleh para pesepeda yang langsungsebagai kolaraborator/penyelenggara kegiatannya, yaitu pesepeda Bekasi,Purwakarta dan Karawang.Sejumlah pegiat pesepeda Federal Sekitar Bekasi (FedSeksi) dan Federal CikarangBrothers (Fedrangers) bergerak lebih awal dalam mendukung aksi bebas sampahtersebut, dengan melakukan kegiatan bertajuk “Bersepeda Edukasi Sampah”.Kegiatan pertama yang dilakukan adalah bersepeda bersama menuju TempatPembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu Bantar Gebang, Bekasi. Pesepeda diberikangambaran tentang sejarah TPA di sana dan tentang suasana, pengelolaan, kondisiTPA pada umunya di Indonesia.Kegiatan selanjutnya adalah edukasi sampah yang dilaksanakan di area kegiatanWaste4Change yang merupakan kewirausahaan sosial yang memberikan solusi


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201857terhadap permasalahan sampah, dengan prinsip perubahan perilaku dan pengelolaanyang bertanggung jawab. Misinya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yangbertanggung jawab atas sampahnya. Empat inti usahanya adalah consult, campaign,collect, dan create.Selain ada edukasi sampah juga ada pemutaran film dokumentasi tentangpermasalahan sampah dan solusinya. Kegiatan diakhiri dengan kegiatan ngaliwetlesehan bersama di saung tengah-tengah perkebunan.Perilaku Sadar LingkunganSementara itu, sekitar 130 pesepeda Purwakarta dari berbagai komunitas pesepedayaitu Puma, B2W, Fedarta, CBC, SGC, Totojer, SBC, PGM, Rodeos, Matador, SSB,AMIN Bike, Bejey, AGC , Bucis dan beberapa pesepeda individu, yang tergabungdalam wadah bernama Forum Pesepeda Purwakarta, menggelar aksinya padamomentum Hari Peduli Sampah Nasional dengan melakukan aksi Gerakan PungutSampah di area sekitar Car Free Day Situ Buleud.Meski cuaca diliputi mendung, kegiatan tetap berlangsung. Seusai pembukaan daripanitia pelaksana serta sambutan dari ketua ISSI Purwakarta dan Penanggung jawabkegiatan, dilakukan pembacaan deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020.Pesepeda melakukan gerakan pungut sampah (GPS) yang dipandu oleh dua orangpetugas kebersihan bersepeda . Salah seorang pesepeda sambil melakukan sosialisasiHPSN dan aksi yang dilakukan saat itu serta kampanye lingkungan terkait sampahkepada masyarakat Purwakarta yang kebetulan sedang berada di area CFD.Setelah aksi GPS dan kampanye lingkungan, peserta bersepeda dari Situ Buleudmenuju daerah Benteng Cigangsa. Rombongan finish disuatu tempat halamanrumah warga yang cukup luas karena ada warung lesehan. Suasana saat itu diwarnaigerimis. Seusai istirahat dan minum minuman hangat acara berlanjut dengankegiatan pemamaran tentang poin-poin penting pesepeda terkait gerekan lingkungan,sebagai tindakan berkelanjutan.Point-point penting gerakan lingkungan pesepeda yang disampaikan di gagas olehBike to Work (B2W) Purwakarta tersebut merupakan bentuk keprihatinan terhadapsebagian pesepeda yang masih kurang baik dalam prilaku sadar lingkungan. Poinpoin itu berbunyi sebagai berikut: “jadikan sepedamu sebagai alat tranfortasiberaktifitas, selau bawa tempat minum dan makan, tidak membuang sampah, ludah,punting rokok sembarangan, mengurangi penggunaan kantong plastik,menghentikan penggunaan bahan stryeofoam dan tidak pipis sembarangan.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201858Harapannya semua pesepeda bisa menerapkannya setiap saat apalagi jika tengahbersepeda. Setelah itu, kegiatan diisi dengan pembagian doorprise.Aksi peduli sampah Forum Pesepeda Purwakarta yang didukung oleh ISSIKabupaten Purwakarta, PUMA Purwakarta, Bike To Work Purwakarta, SantosaBike, Cks Bandung, Greeneration Foundation dan Bandung Clean Action tersebutdiakhiri dengan makan bersama secara lesehen menggunakan alas daun pisangdengan menu nasi liwet dan bakakak ayam.Aksi serupa juga dilakukan oleh sekitar 200 pesepeda daerah Karawang yangtergabung dalam wadah bernama Goweser Karawang. Mereka melakukan aksi diarea wisata Bendungan Walahar, membersihkan sampah yang berserakan di pinggiraliran sungai bekas pengunjung dan masyarakat sekitar yang kurang sadar akankebersihan.Itulah beberapa aksi yang dilakukan oleh pegiat sepeda di moment tahun kesebelasHari Peduli Sampah Nasional dalam rangkan bergerak menuju Indonesia bebassampah tahun 2020. Salam boseh dan Go Green. Aktivis pesepeda dan gerakanlingkungan. (b2b, PRM. 06/03/2016)25. Pesepeda dan Earth Hour Dari Masa Ke MasaMemasuki tahun ketujuh, gerakankampanye Earth Hour 2016 masihdilaksanakan dipuluhan kota ataudaerah di Indonesia. Earth Hourmerupakan kampanye Globalsebagai gerakan untuk merubahgaya hidup umat manusia yangdiharapkan bisa bijak dalampenggunaan energy khususnyaenergy listrik dalam rangkamenyelematkan bumi .Pelaksanaan seremonialnyadilakukan serentak di seluruh kotakota dunia setiap hari Sabtu pertengahan atau akhir bulan Maret setiap tahunnya,bertepatan dengan dimulainya masa peralihan iklim dengan symbol mematikanlistrik selama satu jam pada pukul 20.30 WIB sampai dengan 21.30 WIB di setiapicon-icon kotanya masing-masing.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201859Gerakan ini selalu melibatkan kerelawanan terbesar dari kalangan para aktivislingkungan, mahasiswa, pesepeda dan sebagainya. Pada tahun 2010, pertama kalikegiatan ini di gelar. Khususnya di Kota Bandung, hanya dilaksanakan olehsegelintir orang di salah satu Radio anak muda di Bandung, sekaligus selakupenggagasnya.Setahun kemudian, tepatnya tahun 2011, setelah kampanye Earth Hour ini menjadiprogram utama salah satu lembaga swadaya masyarakat (NGO) international,kegiatan tersebut mulai dilaksanakan lebih serius lagi.Beberapa aktivis lingkungan yang tergabung dalam Jaringan Komunikasi BandungBijak Energi sebagai team pelaksana aksi ceremonial kampanye Earth Hour di IconKota Bandung saat itu yaitu Gedung Sate. Kegiatan ini direspon penuh olehpemerintah propinsi Jawa Barat melalui Badan Pengelolaan Lingkungan HidupDaerah (BPLHD) dan sudah menjadi agenda rutin kegiatan setiap tahunnya.Sejak awal, keterlibatan pesepeda pada kegiatan Earth Hour di kota Bandung takpernah absen hingga tahun 2016 ini, baik sebagai relawan, team inti, koordinatorpelaksana, kolaborator maupun sebagai peserta. Bersepeda merupakan sebuah aksiyang selalu sinergis dengan aksi lingkungan lainnya.Bahkan di tahun 2011, selain menjadi team inti, kegiatan utama dalam rangkaianceremonial Earth Hour adalah aksi konvoi bersepeda. Diikuti oleh sekitar lima puluhpesepeda dari Komunitas Sepeda Suka-Suka, NGN, B2W dan PSBB. Sebelumnya,kegiatan selalu diselipkan aksi bersepeda seperti “Boseh Meeting” dan “BosehSosialisasi Earth Hour” di Car Free Day (CFD) Dago. Dilakukan sore harimenjelang malam.Pada 2012, aktifis pesepeda Bandung semakin eksis di kegiatan kampanye EarthHour ini. Keterlibatan mereka tetap sebagai salah satu team inti, sukarelawan danpeserta. Aksi konvoi bersepeda saat pelaksanaan puncak acara seremonial EarthHour tetap menjadi salah satu agenda utama. Lebih banyak pesepeda yang ikut,sekitar 150 pesepeda dari puluhan komunitas pesepeda dan disambut oleh GubernurJawa Barat.Rangkaian kegiatan dengan aksi bersepeda mewarnai perhelatan acara tersebut,yaitu kumpul bareng pesepeda dari berbagai komunitas pesepeda se-Bandung Raya,Sosialisasi di area CFD, sosialisasi di kegiatan-kegiatan bersepeda seperti funbikedan uphill, sosialisasi bersepeda ke media-media, serta yoga bersama para pesepeda.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201860Meski keterwakilan pesepeda tak seeksis 2012, tetapi di 2013 pesepeda tetap masihmenjadi bagian dari tim pelaksana. Aksi bersepeda dalam rangkaian kegiatan EarthHour pada tahun tersebut hanyalah kumpul bareng komunitas pesepeda dan konvoibersepeda yang kali ini diikuti oleh sekitar 200 pesepeda dengan konsep bersepedamalam (Nigth Ride). Tahun itu sedikit istimewa karena bersamaan dengan kegiatanbersepeda bertaraf international, yaitu Bandung Lautan Onthel III yangdiselenggarakan oleh Paguyuban Sepeda Baheula Bandung, yang salah satukegiatannya adalah konvoi malam para onthelis dalam rangka mendukung kegiatanEarth Hour Bandung.Selanjutnya 2014, aktifis pesepeda yang eksis selama tiga tahun di kegiatan EarthHour Bandung dijadikan Pembina atau “sesepuh”. Keterwakilan para pegiatpesepeda tahun ini dari anak-anak mahasiswa bersepeda yang tergabung dalamkomunitas Bike To Campus Bandung. Mereka menyebar menjadi relawan-relawanEarth Hour Bandung. Aksi bersepeda yang dilakukan pada kampanye Earth Hourtahun itu hanyalah bersepeda flashmob panda dan bersih-bersih taman balaikotaserta ngaboseh dari taman ke taman tematik kota Bandung bertajuk “Bike To Park”.Diikuti puluhan pesepeda saja dari komunitas pesepeda dan para relawan Earth HourBandung.Begitu pula pada 2015, keterlibatan pesepeda hanya sebagai relawan saja. Bahkan ditahun ini tak ada aksi bersepeda khusus dalam mengisi rangkaian kegiatankampanye Earth Hour. Namun, bersepeda kemana pun dan aktifitas apapun adalahaksi konsisten sebagian pesepeda yang terlibat dalam team relawan Earth HourBandung.Kampanye LingkunganMemasuki tahun 2016, meski keterwakilan dari pesepeda nyaris tidak ada lagi di timEarth Hour Bandung, tapi ada rangkaian kegiatan yang melibatkan komunitaspesepeda dan aksi konvoi bersepeda malam (night ride) pada malam puncakceremonial kampanye Earth Hour.Rangkaian kegiatan yang melibatkan komunitas pesepeda adalah pada kampanye#pay4plastik Diet Kantong Plastik (DKP) bertema “Lomba Masak Pesepeda DKP”.Lomba masak pesepeda ini bukan sekedar kegiatan masak yang dilakukan oleh parapesepeda. Kegiatan ini berisikan materi kampanye lingkungan kepada masyarakat,khususnya kampanye untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya bagikeberlangsungan lingkungan yang baik seperti kantong keresek, styrofoam danMSG.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201861Kegiatan itu diikuti oleh sepuluh komunitas pesepeda di Bandung dan sekitarnya,yaitu Bike To Campus Bandung, Federal Bandung Indonesia, Ladies FederalBandung, Gerombolan Siberat, Paguyuban Sapeda Baheula Bandung, GoweserGempol Community, KPS Unjani, Goweser Earth Hour Bandung, PuntenZeroCarbon Curier, Nugareulis Ngagowes (NGN). Setiap kelompok terdiri dari limapesepeda. Mereka wajib bersepeda menuju lokasi kegiatan dan dipersilahkanmembuat masakan apa saja, asal tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya.Sementara itu, kegiatan bersepeda konvoi bersepeda malam (night ride) di malampuncak pelaksanaan ceremonial kampanye Earth Hour, merupakan kegiatan antaratim Earth Hour Bandung dengan Bike To Campus Bandung. Diikuti oleh sekitar 200pesepeda, berjalan mengelilingi kota selama satu jam mulai dari Gedung SateBandung saat symbol mematikan listrik (switch off) menuju salah satu mall terbesardi kota Bandung, saat symbol menyalakan kembali listrik (Switch On).Itulah kegiatan bersepeda dalam gerakan kampanye Earth Hour di kota Bandungdari masa ke masa. Pesepeda selalu hadir menjadi bagian di dalam setiap aksinya.Serunya, hampir tiap tahun pada saat pelaksanaan malam puncak Earth HourBandung selalu diiring hujan gerimis yang turun baik di pagi hari, sore hari ataumalam harinya. Namun, pelaksanaan tetap berjalan cukup sukses dan lancar . Salamboseh dan go green. Pegiat sepeda dan aktivis lingkungan. (b2b PRM, 3/4/2016)26. Bangkitnya Perempuan PesepedaAktivitas bersepeda semakinmenarik dengan semakinbanyaknya perempuanpesepeda. Bersepeda sudahtidak lagi menjadi dominasikaum adam. Dari mulaibocah, remaja, mahasiswa,ibu muda, setengah baya,hingga lanjut usia, hadirmeramaikan khazanahbersepeda di berbagai belahandunia.Seperti halnya pria,perempuan juga banyak yangbersepeda untuk sekedar olahraga dan hobi, tetapi ada juga yang dalam rangkamencari prestise dan meraih prestasi. Ada yang bersepeda ringan dan santai, tak


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201862sedikit yang memiliki jam terbang perjalanan bersepeda yang lama, kuat dantangguh. Seleranya sepedanya pun bermacam-macam mengikuti ragam genrepesepeda pria, on road dan off road.Dalam acara bersepeda race offroad, ada katagori khusus untuk perempuan denganberbagai kelas atau usia. Indonesia juga sudah memunculkan atlet perempuanpesepeda spesialis downhill , yaitu Risa Suseanty.Kehadiran sosok perempuan pesepeda sebenarnya sudah tidak asing lag. Di masalampau, terutama di pulau Jawa, bersepeda merupakan sebuah tradisi dan dijadikansebagai alat transfortasi aktivitas apapun, terutama untuk aktivitas pergerakanekonomi masyarakat.Sayangnya, tradisi bersepeda tersebut ditinggalkan banyak orang. Sebagian beralihmenggunakan kendaraan bermotor masyarakat untuk berbagai aktivitasnya.Namun, seiring dengan kembali maraknya orang yang gemar bersepeda, khususnyadi kota-kota besar, aktivitas bersepeda bangkit lagi dan sosok perempuan pesepedapun bermunculan. Kini, perempuan yang menggunakan sepeda sebagai alattransfortasi untuk aktivitas berkerja, sekolah atau kuliah makin banyak jumlahnya.Begitu pula dengan komunitas pesepeda perempuan.“Boseh” Hari KartiniDewasa ini, peringatan hari Kartini dijadikan momentum oleh berbagai pihak,korporasi ataupun komunitas pesepeda untuk menyelenggarakan berbagai kegiatanatau event ngaboseh bertema peringatan Hari Kartini.Bike To Work Indonesia misalnya, sudah lima kali menyelenggarakan kegiatanbersepeda jarak jauh dengan menjelajah antar propinsi atau antar pulau di Indonesia.Pesertanya terdiri atas 21 perempuan pesepeda terpilih seluruh Indonesia. Merekadisebut sebagai Srikandi Bike To Work Indonesia. Kegiatannya diberinama“Srikandi Inspirasi Bagi Negeri”.“Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat keseteraan hak dan kemampuanperempuan menuju Indonesia yang lebih baik, dan kami lakukan dengan cara kami,yaitu bersepeda jarak jauh oleh perempuan pesepeda pilihan se-Indonesia. Kegiatantersebut juga mengangkat dan meneladani para perempuan pejuang lain, sepertiDewi Sartika, Tjut Nyak DIen dan Cristina Martha Tiahahu, ,”tutur Toto Sugito,Ketua Umum Bike To Work Indonesia.Kegiatan tersebut pertama kali digelar pada 2011 dengan menempuh rute JeparaJawa Tengah sebagai daerah lahirnya Kartini, menuju Jakarta. Tahun-tahunberikutnya, kegiatan serupa digelar dengan menempuh rute Jepara – Bandung Jawa


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201863Barat (2012), Aceh (2013), Sulawesi (2014) dan Nusa Tenggara Barat (2015).Tahun ini, kegiatan tersebut tidak digelar, diganti dengan kegiatan reuni paraSrikandi Bike to Work Indonesia di Jogjakarta.Di Bandung, ada komunitas perempuan pesepeda yang rutin mengadakan kegiatanngaboseh memperingati Hari Kartini, yaitu Nugareulis Ngagowes (NGN). Tujuankegiatan yang bertajuk “Boseh Cantik” itu , sambil bersepeda mengelilingi kotajuga mengkampanyekan bersepeda kepada perempuan lain dengan tetapmenampilkan kodrat sebagai perempuan.Menariknya, kegiata tersebut tidak hanya diikuti oleh perempuan tapi juga olehpeserta pria atau sekeluarga dengan menggunakan atribut pakaian tradisional, batikatau nuansa tempo dulu. Ratusan peserta segala usia membawa bunga hiasan, alatpertanian dan alat-alat dapur sebagai nilai tambah dan daya tarik kegiatan. Takhanya dilakukan pagi hari, kegiatan “Boseh Cantik” pun dilaksanakan malam hari( night Ride ).April 2016 ini pun sudah ada beberapa agenda kegiatan bersepeda yang bertemakanHari Kartini, baik yang digagas komunitas perempuan pesepeda atau salah satupihak sponsor dan korporasi.Pada intinya, kegiatan tersebut bukan sekedar untuk mengenang Kartini danpahlawan wanita Indonesia lainnya, tetapi menunjukan keberadaan kaum perempuandiberbagai bidang dengan cara mereka yaitu bersepeda. Dengan bersepeda merekabisa bangkit dan berkarya untuk ibu pertiwi. Salam boseh dan go green. Pesepedadan pegiat lingkungan. (b2b, PRM. 24/4/2016)27. Ngaboseh Diketinggian 1200 MdplBahagia itu sederhana, yaitu ketika saya menjadi salah satu jadi peserta dari chapterBandung (Federal Bandung Indonesia) pada perhelatan besar yaitu JamboreNasional ke-3 Mtb Federal Indonesia di Kediri Jawa Timur selama tiga hari, Jum’at– Minggu, 20-21 Mei 2016. Apalagi saya ditugaskan sebagai kordinator lapangan,mengatur dan mengarahkan sekitar 70 orang, mulai dari sejak persiapan, perjalananmenggunakan kereta menuju Kediri , dilokasi kegiatan, hingga perjalanan kembalike Bandung.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201864Kebahagiaan itu semakinmeningkat, ketika saya bisamengikuti rangkaian kegiatanterutama bersepeda city tourdan Fun Adventouring sertaberkemah. Saya bisabersilaturahmi dengan pesepedalain dari berbagai daerah diIndonesia.Sebelum berangkat ke Kediri,pesepeda dari Federal BandungIndonesia (FBI) melakukanbeberapa kegiatan bersepeda pra jamnas sebagai latihan fisik. Sayangnya, saya takbisa mengikuti semua kegiatan tersebut karena berada di Purwakarta.Sebagai latihannya, saya pun bersepeda sendirian dari Purwakarta menuju Bandung,kurang lebih sepanjang 65 kilometer melintasi jalur Ciganea – Darangdan – Sawit –Cikalong Wetan – Padalarang – Cimahi terkahir di kawasan Terusan Pasteur kotaBandung.Kegiatan bersepeda tersebut dilakukan lima hari sebelum hari keberangkatan menujukota Kediri. Semua berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti dengan tetapngaboseh santai menikmati perjalanan sepanjang Purwakarta dan Bandung.Diperhelatan Jambore Nasional ke-3 Federal Indonesia, kegiatan bersepeda diharipertama dimulai dari tempat menginap yaitu di Pondok Pesantren Wali Barokahmenuju depan Stadion Brawijaya untuk start mengelilingi Kota dan KabupatenKediri menuju Simpang Lima Gumul, kawasan tempat berdirinya bangunan ataulandmark salah satu icon Kediri. Perjalanan dilanjutkan kembali menuju Ponpresuntuk sholat Jumat.Sepeda yang saya gunakan yaitu Federal jenis Alley Cat milik teman dari PenikmatFederal Karawang (Pendekar). Sepeda Federal saya tidak dibawa sehubungan masihperbaikan usai dari Tambora, setahun yang lalu.Seusai sholat Jum’at dan makan siang, perjalanan boseh dilakukan kembali menujutempat berkemah di bantaran sungai Brantas, sebagai tempat dilaksanakannyapembukaan Jamnas.Ekstrim dan Menegangkan


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201865Dihari kedua inilah kegiatan ngaboseh fun adventouring yang sebenarnya. Saya danratusan peserta lainnya mengayuh sepeda dari ketinggian 40 meter di ataspermukaan laut menuju area 1200 mdpl, dengan trek cukup berat, ekstrim danmenegangkan. Banyak tanjakan dan tikungan tajam dengan sisi kanan tebing yangrawan longsor atau lembah yang curam. Sepeda yang saya gunakan kali ini adalahFederal jenis pathfinder milik teman pesepeda dari Fbi yang hanya mengikutijamnas sehari saja.Start dari bantaran sungai Brantas melintasi daerah Semen dan beberapa kawasanwisata Goa Selopanggung dan Gereja Tertua. Pesepeda sudah disuguhi perjalananyang cukup membuat nafas terengah-engah, selain cuaca panas menyengat, jalannyanaik turun hingga menuju pos satu di Lebak Tumpang Semen Poh Sarang.Di pos satu ini, awalanya untuk sarapan, tapi karena jaraknya terlalu jauh danmedannya cukup berat, banyak yang sampai menjelang siang, bahkan tak sedikityang sudah berguguran dan dievakuasi karena kelelahan. Saya berhasil tiba meskikesiangan karena banyak berhenti usai menanjak, hal itu juga dilakukan olehpuluhan peserta lainnya.Dari pos satu menuju pos dua, perjalanan makin berat, tanjakan tiada berhenti. Sayamelanjutkan dengan kondisi masih fit meskipun lelah tergambar diwajah. Trekmakin meninggi. Matahari masih menyengat meskipun sudah mulai terasa aromaudara pegunungan. Sebelum mencapai pos dua, banyak peserta yang akhirnyamenyerah dan dievakuasi. Saya bertahan menempuh perjalanan sampai akhirnyabisa mencapai pos dua di kawasan Metro.Perjalanan semakin dihadapkan pada jalur yang berat. Banyak tanjakan yangmenikung tajam. Di jalur ini ada tanjakan yang berhasil saya lampau ada pula yangtidak sanggup saya gapai dan menggunakan jurus TTB (tun-tun bike) ataumenenteng sepeda. Namun saya tetap melanjutkan bersepeda dan tidak tergodauntuk dievakuasi, karena merasa kondisi kaki cukup baik untuk tetap mengayuhsepeda. Sudah semakin banyak peserta yang tidak melanjutkan perjalanan danmemilih untuk dievakuasi.Hari semakin sore dan nuansa pegunungan semakin terasa. Kabut terasa dingin danmencekam. Saya sekaligus merasa takjub bisa mengayuh sepeda di atas pegunungandengan hamparan lembah yang curam dan bukit menghijau.Menjelang senja, perjalanan terhambat oleh perbaikan jembatan, ditambah hujanturun meski tidak terlalu besar. Saya tetap bertahan dan melanjutkan perjalananhingga mencapai pos tiga selepas Magrib. Dipos tiga. saya beristirahat melepas lelah


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201866cukup lama sambil berfikir apakah akan melanjutkan bersepeda menuju finish dikawasan wisata air terjun Dolo Besuki, sebagai tempat untuk berkemah danrangkaian penutup acara jamnas.Karena rasa lelah yang hebat ditambah kondisi yang tidak memungkinkan, harisudah malam, jarak tempuh sepanjang empat kilo lagi serta jalan yang tetap ekstrim ,saya memilih dievakuasi bersama ratusan peserta lain. Ada juga yang nekadbersepeda disuana malam yang dingin dan mencekam tersebut.Sejak siang sebenarnya sudah banyak peserta yang sudah mencapai lokasi finishterutama bagi mereka yang memang benar-benar tangguh dalam menempuhperjalanan bersepeda jauh dan berat, padahal banyak diantara mereka yang terbebanidengan barang bawaan disepeda.Meskipun tak berhasil ngaboseh hingga finish, saya tetap bangga bisa melampautiga pos dengan kondisi tubuh yang sangat lelah tetapi tak mengalami kram atauterjatuh. Saya melampauinya dengan lancar walau tak seutuhnya dikayuh terutamapas tanjakan dan turunan yang curam. Saya benar – benar menikmati perjalananbersepeda saat itu tanpa keluh kesah, tetap tersenyum ceria dan bahagia. Salamboseh dan go green. Pesepeda. (b2b PRM. 29/5/2016)28. #Gowesmudik2016: Pastikan, Keluarga BahagiaIngar bingar kultur musiman yangterjadi di masyarakat Indonesia saatLebaran, yaitu Mudik. sudahterdengar sejak awal puasa. Semuaitu berkat berita media cetak danelektronika yang sudahmempersiapkan diri meliput diberbagai rute arus mudik palingpopuler di Indonesia, seperti NagregKabupaten Bandung dan jalurPantura.Aroma Mudik pun sudah terciumoleh para pesepeda yang dari tahunketahun semakin banyak yang inginmelakukan perjalanan mudik denganbersepeda. Terlebih pesepeda mudikmasih menjadi hal unik hingga banyak media yang meliputnya.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201867Semua itu menjadi pemicu makin banyaknya pesepeda yang antusias ingin mudikbersepeda setelah melihat teman-temannya yang sudah sukses bersepeda di musimmudik tahun-tahun kebelakang. Mereka selalu bercerita penuh sensasi dan tentu sajamerupakan pengalaman perjalanan bersepeda yang sedikit berbeda.Di musim mudik Lebaran tahun ini, Bike To Kampoeng kembali bekerja samadengan berbagai komunitas pesepeda di Indonesia melakukan aktivitas pendataandan pengakomodiran boseh atau gowes mudik 2016.Seperti tahun-tahun sebelumnya, pendataan pesepeda mudik dan posko mudik tahun2016 bertujuan memudahkan para pemudik bersepeda serta menghubungkannyadengan posko mudik yang dilalui. Bertujuan juga untuk menambah kerabat lintaskomunitas, lintas daerah dari berbagai genre (jenis) sepeda. Siapa tahu bisa bosehmudik bersama ditahun ini.Dari data yang diperoleh, para pemudik bersepeda tahun ini, khususnya di Jawabarat, DKI Jakarta dan Banten masih mendominasi rute arah ke timur yang melintasijalur pantura dan Nagreg. Sebut saja seperti Bandung – Kebumen, Tangerang –Jogjakarta, Jakarta – Garut dan Jakarta – Solo.Sementara itu, pesepeda mudik yang dari luar pulau jawa adalah dari BarauKalimantan Timur menuju Gresik Jawa Timur. Selain itu ada pesepeda Bandungmenuju Lampung Timur, pesepeda dari Denpasar menuju Yogyakarta dansebagainya. Mereka rata-rata berangkat di H-7. Ada yang berangkat bersamatarutama yang searah atau yang lokasi tempat mudiknya sama. Ada pula yangberangkat sendiri sendiri disesuaikan dengan situasi dan kondisi sertakesempatannya masing-masing.Sejak awal mereka sudah mempersiapkannya dengan begitu matang agar perjalananmereka aman, nyaman dan menyenangkan. Mereka membentuk kordinasi denganpemudik bersepeda lainnya, bahkan mereka membuat grup di media sosial sebagaimedia kordinasi antar pesepeda baik sesuai jalur mudik yang sama dilalui atauberdasarkan daerah yang sama dan yang berdekatan.Mengedapan KeluargaMereka pun mebuat atribut yang sama sebagai ciri khas, yaitu #gowesmudik2016dengan tema Homecoming & Family Gathering. Tema itu sebagai bentukpenekanan agar para pemudik bersepeda untuk tidak bernafsu melakukan perjalananmudik sementara keluarga tidak merestui. Labih baik mengedepankan kondisikeluarga, kalau pun tetap akan melakukan bersepeda mudik, pastikan dulu mereka


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201868bahagia. Syarat penting bagi pesepeda mudik mendapat izin dari keluarga. Jikakeluarga tidak menghendaki, harap berlapang dada.Jangan pula kita terjebak dalam obsesi dan ambisi ingin menorehkan sejarah dalammeningkatkan eksistensinya bersepeda, tetapi dengan meninggalkan keluarga dalamkondisi ekonomi yang tidak menentu. Lebih baik urungkan niatnya bersepedamudik, utamakan kondisi keluarga sejahtera dan bahagia.Satu hal lagi, jika dirasakan perjalanan mudik bersepeda malah memakan biaya yanglebih besar dari perjalanan mudik dengan menggunakan kendaraan, lebih baikdifikirkan lagi. Saat perjalanan, pastikan anggota keluarga sudah dikondisikandengan nyaman termasuk barang bawaan dan oleh oleh meski kita tidak bersamadalam satu kendaraan. Jangan sampai keluarga report karena kita ngotot ingin bosehke kampung halaman.Jangan lupa, sering seringlah mengabarkan kepada orang dekat, sudah sampai manakita berada. Karena bagi kebanyak orang Lebaran menjadi hal penting hadirnyasemua anggota keluarga. Jangan sampai keinginan kita boseh ke kampung menjadibeban fikiran anggota kleuarga lainnya.Mengutip dari obrolan di media sosial jelang #gowesmudik2016, Widodo Wowor,salah seorang pesepeda Bekasi yang akan bersepeda mudik ke Semarang JawaTengah menuturkan, alasan dia melakukannya,”Cuma ingin belajar bersabar danberbagi dengan sepeda serta tidak berharap sedikitpun orang lain melakukan sepertiapa yang saya lakukan ini. Tetapi dengan apa yang pernah saya lakukan bulankemarin, istri saya menjadi tertarik untuk ikut mencoba gowes kali ini”Melakukan suatu aktivitas yang luar biasa dan membuat kagum banyak orang itusah-sah saja, tetapi tidak lantas mengesampingkan kaidah kita sebagai bagian darikeluarga, karena keluarga adalah segalanya. Kita memang dituntun untuk selalubergerak dinamis dan menciptakan hal yang hebat untuk ditunjukan pada dunia.Akan tetapi ingat, mensejahaterakan keluarga dan membuat mereka bahagia adalahyang paling utama, karena hal itu sudah merupakan kewajiban.Jika sudah memastikan keluarga kita merasa bahagia dan merestui kita melakukanperjalanan bersepeda mudik, kita akan senantiasa nyaman dalam melakukannya dantentu saja menikmati setiap perjalanan ngaboseh jarak jauh disaat puasa menujukampung halaman yang kita rindukan.Sekali lagi, untuk semua teman-teman yang akan bersepeda mudik, keluargapastikan memberi “visa”, jangan sampai menimbuilkan efek semangat yang


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201869berlebihan, karena kita akan merayakan hari raya bersama. Lapangkan dada jikakeluarga tidak menghendaki.Apapun sepedamu, kayuhlah dengan bijak. Nikmati suasana Ramadhan denganpenuh Khidmat. Selamat bersepeda mudik dan selamat merayakan hari RayaIdulfitri 1437 H, semoga bahagia selalu bersama keluarga. Salam boseh dan gogreen. Mitra Bike to Kampoeng. (b2b PRM, 3/7/2016)29. 6 Tahun Bersama Bike To Campus BandungMembina anak-anak mudapegiat pesepeda itu mudah.Cukup dengan menyemangatidan membangkitkan merekauntuk beraktivitas kreatif secaradinamis terkait kegiatanbersepeda dan gerakanlingkungan, tanpa harusmengintervensi atau mengaturmereka agar langkahlangkahnya sesuai keinginankita.Karena pada dasarnya mereka sudah memiliki kreasi dan ide-ide cemerlang untukmelakukan aktivitas kreatifnya di luar kegiatan sekolah atau kuliah, kita tinggalmengarahkannya supaya ide-ide mereka tersebut tersalurkan dengan baik dan benarbenar bermanfaat buat mereka dan juga orang lain. Kita hanya memberikan motivasidan pencerahan bahwa bersepeda tidak sekedar menyalurkan hobi dan olahraga,tetapi banyak sisi lain yang bisa kita lakukan dari bersepeda, yaitu bisa meraihprestasi juga mendapatkan prestise.Itulaha cara terbaik dekat dengan mereka, berada diantara mereka tanpa harusmenggurui dan berkesan kita merasa lebih senior dan merasa lebih berpengalaman.Itu pulalah yang kemudian saya coba terapkan ketika berupaya terjun ke dalamdunia pembinaan anak-anak muda pegiat sepeda di kota Bandung dan sekitarnya,dengan hanya berlatar belakang eksistensi, pengalaman dan intensitas beraktivitas dikegiatan bersepeda dan gerakan lingkungan selama ini sejak 2008.Salah satunya adalah dengan komunitas Bike To Campus Bandung yang merupakankumpulan pegiat pesepeda dari kalangan mahasiswa dari berbagai kampus di KotaBandung dan sekitarnya. UNJANI, UNPAS, UIN, UNISBA, UNIKOM, UNIBI,


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201870ITENAS, POLMAN, POLBAN, STAN, UTAMA, UPI, Piksi Ganesha, ITB,UNPAD dan lainnya.Momen perayaan syukuran sederhana hari jadi keenam terbentuknya Bike ToCampus Bandung di Taman Cikapayang Bandung beberapa waktu yang lalu,Jum’at (15/7/2016) yang dihadiri delapan belas anggota dan dirangkai dengankegiatan kecil berkumpul, testimoni, berdo’a dan bersepeda malam menuju tempatkulineran, saya mencoba kilas balik enam tahun bersama mereka.Kebersamaan saya dengan mereka sebenarnya sejak tahun 2010 dimana komunitasini baru berdiri. Tapi saat itu hanya sebatas kedekatan biasa karena saya anggota diBike To Work Bandung yang merupakan komunitas penggagas terbentuknyakomunitas Bike To Campus Bandung tersebut.Kedekatan dengan saya semakin akrab lagi, karena saya secara pribadi lebih seringberada diantara mereka dan dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakannya hinggatahun 2012. Pada tahun tersebut komunitas ini sedikit mengalami kevakuman karenaminimnya regenerasi.Namun, tahun 2013 Bike To Campus Bandung kembali bangkit setelah adabeberapa generasi yang siap melanjutkan kembali kiprahnya didunia persepedahandi kota Bandung. Dan saya pun ikut serta menjadi bagian dari mereka sebagaipembina hingga saat ini.Meski tahun 2015 saya pindah ke Purwakarta, tetapi saya masih diminta untuk tetapmembina mereka walaupun hanya komunikasi melalui alat komunikasi dan mediasosial. Sesekali saya bisa hadir ke Bandung jika kebetulan tidak berbenturan denganaktifitas saya di Purwakarta. Akhirnya, pertengahan 2016 saya kembali ke Bandungdan melanjutkan kebersamaan kembali bersama bike to campus Bandung.Selama saya bersama-sama dan mengarahkan mereka, memang secara prestasi,raihannya masih cukup minim, tapi secara prestise banyak hal yang merekadapatkan dari semenjak bangkit kembali. Keterlibatannya bisa sebagai mitra, panitia,pelaksana mupun sebagai peserta.Paling eksisBike To Campus Bandung mungkin saat ini menjadi salah satu komunitas pesepedayang paling eksis di Kota Bandung. Komunitas ini sering muncul dihampir kegiatankegiatan bersepeda dan lingkungan,baik yang dilaksanakan oleh sendiri maupunoleh pihak-pihak lain, khususnya oleh lembaga, korporasi, mitra, stake holder yangsudah lama kenal baik dan dekat dengan saya.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201871Beberapa anggotanya, saya arahkan untuk selalu rajin menulis khususnya tentangbersepeda atau lingkungan, dan beberapa diantaranya sudah menjadi penulis rutin,karena tulisannya sering atau pernah dimuat di halaman Back To Boseh PikiranRakyat Bandung.Pembinaan yang dilakukan terhadap mereka bukan dimaksud untuk memaksakanmereka agar bisa lebih intens dalam beraktivitas , tapi bermaksud agar merekasedikit lebih terbuka wawasan dan pengalamanya khususnya dalam aktvitasbersepeda.Harus difahami pula bahwa mereka mempunyai focus kesibukannya yang utamayaitu kuliah. Yang jelas, Bike To Campus terus berkampanye dan bersosialisasiagar semakin banyak anak-anak muda yang menggunakan sepeda sebagai saranatransfortasi ke sekolah, kuliah dan ke tempat kerja.Setidaknya, mereka memiliki aksi-aksi nyata sebagai bentuk dukungan dalamrangka menuju Bandung Juara bebas polusi dan kemacetan. Semoga saja keberadaankomunitas pesepeda berbasis kampus ini kedepan akan lebih dinamis dansemangatnya tidak luntur dalam mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tertarikbersepeda ke kampus melalui aksi-aksi bersepeda mereka yang labih kreatif,persuasif dan inovatif. Salam boseh dan go green. Pembina Bike to CampusBandung. (b2b, PRM, 24/07/2016)30. Satu Sepeda Sejuta SahabatBersepeda itu memang baik. Salah satu manfaat adalah memperkaya persahabatanbaik lokal, nasional maupun international. Faktanya, dengan kita sering eksisaktivitas bersepeda, semakin banyak pesepeda lain ingin menjalin persahabatandengan kita.Sebagai salah seorang pesepeda Bandung, saya dan teman-teman lainnya merasabangga, karena kota Bandung menjadi salah satu kota atau daerah yang paling seringkedatangan teman pesepeda lain dari berbagai daerah atau propinsi lain di Indonesia.Bahkan, beberapa juga dari pesepeda luar negeri.Mereka datang selain ingin bersilaturahmi juga sekaligus ingin menjajaki destinasiwisata, baik wisata sepeda, wisata kuliner dan wisata kota serta trek-trek sepedayang mantap yang memang cukup banyak tersedia berada di Bandung dan sekitarnta


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201872Hampir berurutan di pekanketiga bulan Juli 2016,pesepeda kota Bandungkedatangan teman-temanpesepeda dari berbagai daerahdi Indonesia. Mereka adalahsalah satu pegiat sepedakhususnya pesepeda Federaldan menjadi anggota ataupengurus komunitas Federal dichapter daerahanya masingmasing, yaitu tiga orang darifederal Bogor (Plat-F), duaorang federal Lampung(fedLamp), ketua umum Federal Kediri (Fedrik) dan juga seorang pesepedaSukabumi yang ngaboseh dari Sukabumi ke Bandung berdua bersama istrinya.Saya dan beberapa teman pesepeda berkesempatan menemani para tamu pesepedatersebut , baik sekedar boseh wisata kota maupun boseh ke beberapa trek pesepeda.Mereka sangat menikmatinya. Apalagi saya dan teman-teman berupaya memberikanyang terbaik buat mereka meski dengan segala keterbatasan.Sabtu tanggal (16/07/2016), kami menemani temen-temen pesepeda dari komunitasFederal Bogor atau Plat-F, yang datang ke Bandung dengan bersepeda dari Bogormelalui Puncak dan Cianjur. Tujuan mereka ingin ke Maribaya dan Cikole Lembangdan tentu saja ingin bersilaturahmi dengan kami serta menikmati suasana bosehbersama di kota Bandung.Saat istirahat di River Park Cikapundung, Jalan Sukarno, seusai keliling kota danfoto-foto bersama di beberapa icon Bandung seperti Fly Over Surapati dan GedungSate, saya baru tiba untuk ikut serta menemani mereka.Saya baru bisa ngaboseh bareng dengan mereka saat mengantar mereka keperjalanan menuju Maribaya melalui Tahura. Saya mengantar sampai SimpangDago, sedangkan dua orang teman mengantar hingga Lembang. Selanjutnya, temanteman dari Bogor tersebut menuju Cikole untuk beristirahat dan berkemah di sana.Keesokan harinya, perjalanan pulang melalui subang, karawang dan Bekasi. Merkasempat bertemu dan disambut beberapa pesepeda Karawang.Selanjutnya, dua pesepeda dari federal Lampung (fedLamp). Selama empat harimereka menempuh perjalanan dari Bandar Lampung – Serang – Cilandak – Cisarua


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201873– Bandung. Tiba di Bandung, Sabtu, (16/07/2016), transit di kawasan Cimindi dirumah teman mereka. Hari Minggu, keduanya bersepeda di Car Free Day Dago, lalubertemu beberapa pesepeda Bandung yang mengajak mereka gowes ke Tahura, dantransit di Jalan Pajajaran.Senin malam, seorang pesepeda tetap berada di jalan Pajajaran bersama temanteman di komunitasnya, seorang lagi melanjutkan perjalana ke Bandung menujusalah satu pesepeda yang bertemu di CFD untuk beristirahat dabn beramalam.Sebelumnya saya dan seorang teman menyambutnya serta menemani boseh malamdan menikmati suasana malam di kota Bandung sambil nongkrong, ngopi, makandan foto-foto di taman pedestarian pinggir balaikota Bandung .Tepat pukul 21.00, kami berpisah. Kami pulang, sedangkan teman dari Lampungtersebut menuju Jalan Gatot Subroto, dijemput pesepeda Bandung yang akanmenjamu di rumahnya dan mengantar boseh pulang esok paginya.Selanjutnya, seorang pesepeda Kediri sekaligus sebagai ketua komunitas FederalChapter Kediri Jawa Timur. Sepeda yang ia bawa adalah jenis sepeda lipat buatanluar negeri. Ia menggunakan mobil pribadi , karena perjalanan dia semata-matadalam rangka tugas kunjungan dan silaturahmi ke beberapa daerah, seperti Solo,Boyolali, Jakarta dan Bandung.Ia berangkat dari Jakarta dan tiba di Bandung pada pukul 3.00. Ia sempat beristirahatdan sholat subuh di kawasan Jalan Sekejati Kiaracondong, sebagai tempat transitselama seharian berada di Bandung.Pagi harinya, saya bersama dua teman pesepeda menemani dia boseh menujutempat-tempat yang akhir-akhir ini menjadi tempat favourit buat foto-fotonarsis di kota Bandung, seperti Jalan Asia Afrika , Jalan Braga, dan Gedung Sate.Kami juga menuju salah satu bengkel sepeda yang cukup ternama khususnyadikalangan pesepeda federal atau jenis sepeda touring lainnya di kawasan Kosambiatau tepatnya jalan Veteran.Perjalanan bersepeda selanjutnya menuju sebuah perusahaan clothing terbesar danternama di Bandung, di kawasan Jalan Caladi. Kebetulan beberapa teman pesepedaFederal Bandung kerja di sini. Kami pun dijamu makan siang di café perusahaantersebut yang di lantai dua sambil asyik berbincang-bincang mengenang saatmengikuti Jambore Nasional ketiga beberapa bulan sebelumnya di Kediri. Setelahitu, kami bersepeda mengantar dia kembali ke Sekejati Kiara Condong, diiringihujan yang mengguyur kota Bandung sore itu.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201874Suami istriYang terakhir adalah pesepeda suami istri dari Sukabumi, mereka berangkatbersepeda, Kamis (21/07/2-17) pagi dan tiba di Bandung malam hari. Keduanyatransit dan bermalam di rumah temen pesepeda di kawasan Terusan Pasteur, rumahyang belakangan selalu dijadikan tempat aktivitas para pesepeda Bandungkhususnya pegiat Federal, mulai dari tempat pertemuan, rumah singgah, syukuran,hingga pernah jadi tempat shooting acara terkait sepeda di salah satu stasiun televisi.Esok harinya, kedua pesepeda Sukabumi tersebut hanya beristirahat sepanjang harimelepas kelelahan sambil menikmati suasana kota Bandung. Dua pesepeda Bandungsengaja hadir menemui keduanya. Apalagi saat itu cuaca kurang bersahabat, hujanturun sejak siang hingga malam hari. Keduanya memilih beristirahat untuk menjagakondisi karena Sabtu dan Minggunya akan mengikuti kegiatan Federal BandungIndonesia (FBI) Family Camping di Gunung Puntang, Banjaran, KabupatenBandung.Sebelumnya, memang sudah banyak pesepeda yang hadir ke kota ini, baik sendirian,berdua maupun rombongan. Ada yang diboseh, ada pula yang di-loading lalubersepeda menikmati berbagai jalur atau trek bersepeda di Bandung dan sekitarnya.Sekali lagi, dengan bersepeda banyak manfaat diraih, memperbanyak persahabatandan persaudaraan dengan para pesepeda dari berbagai daerah atau dari luar negerisekalipun. Karena dengan bersepeda, mewujudkan “Indonesia Bersepeda, SatuSepeda Sejuta Sahabat”, sebagai kalimat yang bermakna dan bersinergis denganmomentum menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus. Salamboseh dan go green serta tetap Merdeka..! Forum Komunikasi Komunitas Pesepedase-Bandung Raya. (b2b, PRM, 14/07/2016)31. Mereka pun Mengibarkan Bendera Merah PutihHari Kemerdekaan RepublikIndonesia, 17 Agustus,merupakan sebuah momentumyang bagus bagi seluruhmasyarakat Indonesia untukmenunjukan rasa syukur, rasabangga, rasa nasionalisme danrasa cintanya terhadap TanahAir atau bumi pertiwi ini.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201875Sebagian besar masyarakat memperingati dan merayakannya dengan berbaga caradisamping upacara pengibaran bendera Merah Putih tentunya. Disetiap sudutperkotaan dan pedesaan, berbagai lapisan masyarakat memeriahkannya dengananeka atraksi dan perlombaan yang khas sejak bertahun-tahun, seperti balap karung,balap bawa kelereng dengan sendok, lomba makan kerupuk dan panjat pinang.Kegiatan perlombaan dan atraksi tersebut biasanya diakhiri dengan kegiatansyukuran dan menggelar panggung hiburan masyarakat setempat yang dilaksanakanseminggu seusai kemeriahan hari kemerdekaan. Acara biasanya diisi oleh aksimenyanyi, menari, kabaret dan sebagainya.Dikalangan komunitas pesepeda pun demikian adanya. Mereka begitu semangat danantusias ingin menunjukannya rasa nasionalismenya yang tinggi sebagai warganegara yang sangat mencintai negeri ini, terlepas dari berbagai persoalan negarayang tiada henti mengukungnya. Apalagi belakangan setiap kegiatan yang sudahmainstream tetap menjadi menarik dan unik ketika dilakukan oleh komunitassepeda.Berikut beberapa komunitas pesepeda di berbagai daerah dalam rangka peringatanHari Kemerdekaan ke-71 Negara Republik Indonesia, Rabu, (17/8/2016). Sebagianrutin melaksanakannya tiap tahun.Beberapa pesepeda Bandung dan Kabupaten Bandung, misalnya, melaksanakankegiatan bike camping bertemakan kemerdekaan. Mereka berangkat, Selasa(16/8/2016), menuju daerah Wangun Banjaran, sebagian lagi ke situ Cisanti diMajalaya.Pegiat sepeda onthel yang tergabung dalam Paguyuban Sapeda Baheula Bandung(PSBB) melaksanakan kegiatan upacara Bendera Merah Putih di salah satu sudutTaman Pedestarian Balaikota Jalan Merdeka Bandung. Diikuti oleh puluhan anggotadan simpatisannya serta dirangkai dengan kegiatan pelantikan anggota baru dankirab bendera bersepeda keliling kota.Belasan anggota komunitas Goweser Bandung Adventure (GBA) yang bermarkas diContong Kota Cimahi, boseh bareng ke tebing Citatah Kabupaten Bandung Baratdan mengibarkan bendera merah putih di sana. Tahun lalu kegiatan serupa dilakukankomunitas GBA ini di daerah Puncak Nangorah Kabupaten Sumedang.Sekitar 30 pesepeda Purwakarta dari komunitas Purwakarta MountainbikeAdventure (PUMA), Sepeda Gowes Cibening (SGC), TIPTOP dan Bike To Work(b2w) Purwakarta, melaksanakan kegiatan upacara bendera di area wisataBendungan Jatiluhur. Tahun-tahun sebelumnya biasanya dilaksanakan di daerah situ


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201876Cigangsa. Setelah upacara, mereka melakukan kirab bendera bersepeda seputar areaJatiluhur.Di Karawang, pelaksanaan upacara bendera dilaksanakan di halaman sebuah Hotelyang diikuti oleh sekitar 100 pesepeda dari berbagai komunitas pesepeda yangtersebar di daerah Karawang. Seusai upacara, mereka bergerak menuju puncakCalincing untuk mengibarkan bendera di sana.Di bumi perkemahan Sukamantri Tamansari Bogor, di kaki Gunung Salak padaketinggian 850 meter di atas permukaan laut, sebanyak 85 pesepeda dari pegiatsepeda federal Bogor atau Plat-F dan beberapa komunitas sepeda lain, melaksanakankegiatan upacara bendera dan pembacaan deklasrasi satu sepeda satu Indonesia.Acara dirangkai dengan kegiatan ramah tamah dan ngaliwet. Sebelumnya adabersepeda bersama menuju lokasi kegiatan.Melibatkan paskibraDari Jakarta dilaporkan, upacara bendera pesepeda dilakukannya lebih serius. Acaramelibatkan pasukan pengibar bendera (Paskibra) dari Pondok Pesantren DarunnajahJakarta selaku pelaksana upacara. Ratusan pesepeda dari sekitar 19 komunitaspesepeda DKI Jakarta dan pesepeda individu, menjadi peserta upacara. Kegiatandirangkai dengan bersepeda bersama menuju Tempat Pemakaman Umum (Tpu)Tanah Kusir untuk tabur bunga pada makam Proklamator RI, Bung Hatta.Kegiatan uapacara yang dilaksanakan di Gate Plaza Senayan Jalan JendralSoedirman Jakarta ini merupakan kegiatan kali keempat sejak tahun 2013. Acara itudiprakasi spontan oleh forum diskusi lintas komunitas pesepeda seperti Bike ToWork (B2W) Indonesia, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), Mtb FederalIndonesia dan sebagainya. Pada 2014, lahir Deklarasi Satu Sepeda Satu Indonesiadan selalu dibacakan pada saat pelaksanaan upacara bendera para pesepeda diJakarta khususnya.Deklarasi tersebut sebagai pemberi semangat bagi masyarakat pesepeda seIndonesia untuk dapat manjalin persahabatan, memupuk persaudaraan demiterwujudnya kwalitas hidup yang lebih baik melalui bersepeda.Mungkin masih banyak lagi para pegiat sepeda yang melaksanakan kegiatan serupadi berbagai daerah di Indonesia, baik secara sederhana maupun lebih besar. Intinya,aksi mereka bukan untuk mendapat penghargaan atau pujian, tapi membuktikanbahwa pesepeda pun bangga dan cinta akan tanah air serta menjunjung tinggi jasapara pahlawan yang telah berjuang mati-matian sehingga kemerdekaan negeri inipun bisa kita nikmati sekarang.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201877Salam boseh dan Go Green, #SatusepedasatuIndonesia, Sekali merdeka tetapmerdeka! Forum Komunikasi komunitas Pesepeda se-Bandung Raya. (b2b, PRM,21/11/2016)32. Boseh to WisudaSalah satu komunitaspesepeda di kota Bandungyang saat ini paling eksisdengan kegiatan-kegiatanbersepedanya adalah Bike ToCampus (B2C) Bandung, yangtahun ini genap berusia enamtahun. Ini merupakankomunitas pesepeda yangmewadahi para pesepedamahasiswa dari berbagaikampus di Bandung dansekitarnya.Tahun ini, hampir 70%pengurus aktif komunitaspesepeda Bike To Campus (B2C) Bandung melaksanakan tugas akhir , sidang danwisuda di masing-masing kampus mereka. Ada yang dari kampus Universitas IslamBandung (UNISBA), Universitas Ahmad Yani (UNJANI), Universitas Islam Negeri(UIN), Unversitas Widyatama (UTAMA) dan Politeknik Manufaktur (Polman).Uniknya, beberapa mahasiswa anggota B2C Bandung yang tengah melaksanakantugas akhir, yaitu pembuatan skripsinya, mengambil tema terkait pesepeda.Misalnya, Rifki Abdul Fahmi, mahasiswa fakultas dakwah komunikasi , jurusanIlmu Komunikasi Prodi Jurnalistik Universitas Islam Negeri (UIN ) Bandung inimengangkat tema komunitas pesepeda b2c Bandung dengan judul “ PengaruhRubrik Back To Boseh HU Pikrian Rakyat terhadap minat bersepeda komunitasBike To Kampus Bandung“. Bulan September 2016, dia pun diwisuda.Tema-tema terkait sepeda pun diikuti oleh beberapa temannya yang saat ini tengahdalam tahap tugas akhir , yaitu Agus Septian Heryanto dari Universitas Widyatamadan Agia Nur Pratama dari Universitas Islan Negeri,Dalam rangka penyambutan teman-teman yang melaksakan wisuda, B2C Bandungmenggelar kegiatan bertajuk “Boseh to Wisuda” atau wisuda tanpa polusi.Kegiatannya sederhana. Mereka bersepeda menuju lokasi salah satu kawannya yang


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201878tengah melaksanakan wisuda, dengan menggunakan kemeja khas B2C Bandung.Mereka lalu menyambut, mengucapkan selamat dan berfoto bersama. Memang,tidak semua teman yang tengah melaksanakan wisuda disambut dengan kegiatan“boseh to wisuda” ini, melainkan hanya beberapa perwakilan.Harapannya, mahasiswa yang tengah wisuda itu juga dapat bersepeda. Namun halitu tidak memungkinkan karena biasanya mereka hadir ke tampat wisuda bersamakeluarga bahkan mungkin bersama tetangga yang serukun tetangga (RT). Sehinggamereka datang menggunakan kendaraan. Mudah-mudahan kedepan ada yang siap ketempat wisuda menggunakan sepeda. Dengan demikian hanya keluarga atau yangmenghantarnya saja yang menggunakan kendaraan.Meski demikan, kegiatan Boseh to Wisuda ini tetap tidak menghilangkan kesanbersepeda. Beberapa teman yang akan menyambut menggunakan sepeda menujulokasi walaupun jaraknya cukup jauh, khususnya ke Universitas Islam Negeri (UIN)yang lokasinya berada paling timur kota Bandung. Sementara, teman-teman yanghadir dalam kegiatan tersebut kebanyakan tinggal berjauhan.Menjelang akhir tahun, ada beberapa teman anggota B2C yang siap-siap akanmelaksanakan wisuda. Semoga diantaranya ada yang siap ngaboseh dari rumahmenuju tempat wisudanya, diiring teman-teman b2c yang akan menghantarnya.Tujuannya agar lebih gerakan wisuda tanpa polusinya lebih tercapai.KaderisasiBanyaknya pengurus aktif anggota B2C Bandung , di satu sisi cukupmembanggakan karena meski mereka aktif di dunia sepeda tetapi tetap tetap tidakmengabaikan tugasnya sebagai mahasiswa. Mereka yang baru lepas dengan gelarkemahasiswaannya akan lebih konsentrasi terhadap aktivitas di masa depan.Namun, menjadi tantangan bagi komunitas pesepeda kampus ini terkait kaderasasipengurus yang akan meneruskan perjalanan atau keberadaam komunitas ini .Kaderasasi adalah masalah sulit yang dihadapi semua organisasi atau kelompok apapun. Para kader yang siap menjalankan roda kepengurusan sebuah komunitas sangatsulit didapat.Hal itulah yang tengah terjadi di komunitas pesepeda kampus ini. Ada beberapayang baru aktif, dan mereka berstatus mahasiswa beberapa smester, tetapi merekabelum siap atau bersedia menjadi pengurus b2c Bandung, terlebih mereka yang barumulai menggunakan sepeda.Meski demikian, sambil kaderisasi berjalan, komunitas pesepeda kampus ini tetapsemangat berkegiatan dan eksis bersepeda. Sebagian yang telah lulus kuliah masih


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201879melibatkan dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan B2C Bandung, walaupunposisi mereka sudah bekerja. Kerinduan akan kebersamaan dalam kegiatanbersepeda masih melekat dalam diri mereka dan sangat sulit dilepaskan begitu saja.Semoga ke depan, keberadaan komunitas pesepeda kampus ini masih tetap berjalandan eksis ditangan generasi-generasi yang baru. Mereka harus siap menggerakankomunitas B2C agar dapat meramaikan khazanah kegiatan bersepeda dan gerakanlingkungan di Bandung dan sekitarnya. Salam boseh dan go green. Pembina Bike toCampus Bandung. (b2b, PRM, 20/11/2016)33. Pesepeda Yang Menusi PrestasiBalap sepeda, merupakan salah satu cabang olahraga yang sudah dari dulu menjadicabang yang dipertandingan di berbagai arena kejuaraan, baik skala lokal, nasionalmaupun international. Hal itu ditandai dengan berdirinya klub, lembaga atau badanyang secara khusus memang lebih tertuju pada balap sepeda. Nama-nama pembalapsepeda dunia dan nasional yang berprestasi pun bermunculan seiring denganbanyakanya perlombaan-perlombaan balap sepeda di luar arena kompetisi PON,Asian Games atau Olimpiade dan sebagainya, seperti Tour de France atau Tour deIssi.Dunia semakin berkembang,kini tak hanya sepeda yangberjenis road bike saja yangdipertandingkan diarena-arenatersebut. Sebut saja balapsepeda Mtb dan Downhill.Bahkan, sepeda BMX punmulai dijadikan salah satucabang yang diperlombakan diarena-arena pertandinganbesar, tidak hanya di arenatersendiri.Mungkin semua itu menjadi halbiasa ketika bermunculan pesepeda-pesepeda berprestasi dari klub-klub sepeda yangpunya nama-nama besar. Akan tetapi, menjadi luar biasa ketika pesepeda yangmenoreh prestasi tersebut datang dari komunitas atau kelompok pesepeda. Faktanya,sekarang bermunculan para kampiun pesepeda dari komunitas atau kelompokpesepeda.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201880Satu hal lagi yang menurut hemat saya luar biasa sekaligus unik, ketika banyakpesepeda berangkat dari komunitas pesepeda yang menorehkan prestasi, tapi bukandari aktivitasnya bersepeda, melainkan aktivitas lain.Beberapa tahun kebelakang, musim lari ngetrail (lari santai ke pegunungan,perbukitan, hutan, pedesaan, jalan setapak dan pesisir pantai) tengah diminati.Banyak pesepeda yang mencoba olahraga tersebut. Semakin banyak masyarakatyang menggemari semakin banyak pula lomban lari ngetrail digelar, seperti lari diGunung Manglayang, Gunung Tambora, Taman ujung Kulon dan sebagianya.Beberapa peserta yang menoreh prestasi di kegiatan tersebut awalnya mereka adalahpegiat sepeda.Ada lagi pesepeda yang menuai prestasi di cabang atletik lari yang berjuang dikancah regional dan nasional. Namanya Sufyan Sauri, seorang mahasiswa pegiatsepeda dari kampus Fiksi Ganesha yang tergabung aktif ke dalam komunitaspesepeda Bike To Campus Bandung.Meski dikatagorikan dalam atlit difabel terkait kekuarangan fisik di salah satu organtubuhnya, hal itu tak membuatnya merasa malu. Bahkan bersama atlit-atlit difabellain mewakili provinsi Jawa Barat, dia berjuang keras dan penuh semangat untukmemenuhi target Jabar Kahiji di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVdi Jawa Barat. Baru-baru ini.Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) adalahajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON), tetapi khususbagi atlet penyandang disabilitas Indonesia.Sufyan bersama para atletik difabel Jabar lainnya, selama sepekan berlaga dibebeberapa nomor lari di venue Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Meskipungagal meraih medali emas di tiga nomor lari perorangan, dia berhasil meraih duamedali emas di dua nomor lari estafet. Bahkan kemenangan ini diraih secaradramatis karena saat mencapai finish, dia hampir terjatuh.\"Kemenangan ini saya persembahkan buat seluruh Warga Jabar, Pelatih, teman2Atlit peparnas, Keluarga dan teman-teman komunitas bike to campus \" papar Sufyansaat diwawancara PRFM News ChannelSufyan sebelumnya sudah wara wiri sebagai atlit di kancah pekan olah raga daerah(Porda) Jabar , walaupun masih sebatas prestise. Meskipun menjadi atlit lari,kegiatan bersepeda tetap ia lakukan bersama teman-teman dari bike to campusBandung. Karena selain sebagai hobi dan kesehatan, bersepeda merupakan salah


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201881satu bagian kegiatan dalam melatih fisiknya saat akan mengikuti lomba lari.Terkadang latihannya adalah lari sambil mendorong sepeda.Menonton dan MendukungJauh-jauh hari sebelumnya, teman-teman dari Bike to Campus Bandungmerencanakan akan menonton dan mendukung setiap pertandingan yang Sufyanikuti diajang Peparnas XV Jawa Barat ini, sekaligus sebagai ekspresi kebanggaanmemiliki teman yang menjadi pahlawan dibidang olahraga. Tentu saja ke lokasinyamenggunakan sepeda, sehingga kegiatannya pun dinamakan “Bike To Peparnas”.Meski tak terlalu banyak yang ikut, tapi kehadiran teman-teman Bike to Campus danpesepeda lain menjadi nilai tambah bagi semangat juang Sufyan dalam upaya meraihmedali.Saya hanya bisa menyaksikan hari pertama Sufyan berlaga di babak kwalifikasinomor perorangan 400 meter. Bersepeda dari Utara menuju Timur kota Bandungsepanjang kurang lebih 19 kilometer, tepatnya dari Jalan Cihampelas ke Gede Bage,menyusuri Jalan Ahmad Yani, Antapani, Arcamanik, Cinambo, Bypass SoekarnoHatta, Gede Bage , Cimincrang dan GBLA.Saat mendekati GBLA, banyak pesepeda yang hilir mudik di sekitar lokasi.Memang, sejak adanya GBLA mulai difungsikan, tempat itu dijadikan lokasi tujuanpara pesepeda. Selain treknya yang lumayan jauh sehingga cukup untukmengeluarkan keringat, juga karana menjadi kebanggaan tersendiri karena Bandungmemiliki stadion cukup besar dan megah. Terlebih saat GBLA dijadikan salah satuvenue di arena PON dan Peparnas, sehingga tempat itu menjadi sangat ramai olehaktivitas berbagai lapisan masyarakat.Tiba dilokasi, saya disambut seorang pesepeda dari komunitas lain yang juga berniatakan menonton pertandingan lari yang diikuti oleh Sufyan. Akhirnya, lima pesepedaBike to Campus Bandung tiba. Kami pun menyaksikan saat Sufyan Saori berlaga dibabak kualifikasi nomor perorangan 400 meter mewakili Jawa Barat.Di babak ini, ia menempati urutan ke dua dan masuk final yang berlangsung soreharinya. Setelah bertemu, kami mengucapkan selamat dan berbincang sejenakdengan Sufyan. Setelah itu, kami pun pulang ke rumah masing-masing.Sore hari nya, saya memang tidak ikut lagi untuk menyaksikan babak finalnya, tapibeberapa teman Bike to Campus menyempatkan hadir dan memberikan semangat.Namun perjuangan Sufyan di nomor itu kandas dan gagal mendapat medali, ia hanyamenempati urutan ke empat.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201882Demikian juga di hari ke dua dan ketiga, di dua nomor berbeda, tak satupun Sufyanmeraih pedali. Baru, pada hari ke empat dan kelima di dua nomor lari estafetakhirnya medali emas pun ia raih.Ada teman-teman Bike to Campus yang tetap konsisten menyaksikan danmemberikan dukungan dari hari pertama hingga terakhir. Kebanggaan itu puntercurahkan, karena teman pesepeda kami menoreh prestasi. Salam boseh dan gogreen. Pembina Bike to Campus Bandung. (b2b, PRM, 4/12/2016).


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201883Tahun 201734. “Ngaboseh” pada Pergantian TahunPergantian tahun dari 2016ke 2017 baru saja berlalu.Meskipun diberbagaidaerah termasuk Bandungperayaannya relatif takseramai tahun-tahunsebelumnya, tapikemeriahan di sudut-sudutkota masih begitu terasa.Terlepas dari adanyalarangan yang begitugencar membunyikanterompet dan konvoi dijalan, mungkin makinbanyak orang lebihmemilih diam di rumah atau pergi ke suatu tempat yang lebih tenang seperti alampegunungan dan hutan untuk menghindari kebisingan dan hiruk pikuk di pusatkota. Yang jelas, pergantian tahun selalu menjadi moment yang cukup menghiburoleh banyak orang di seluruh dunia yang merayakannya.Dikalangan pesepeda, banyak yang memanfaatkan momen pergantian tahun tersebutdengan cara tentu saja dengan bersepeda. Ada yang sekedar bersepeda keliling kotaatau ke trek-trek bersepeda yang sudah menjadi trek favourit pesepeda.Ada yang dilakukan sejak pagi dan malam hari menjelang pergantian tahun, sepertiyang dilakukan oleh komunitas pesepeda Jadikasep (Jajaran Dinas PerhubunganKayuh Sepeda), yang notebane adalah para pejabat dinas perhubungan kotaBandung yang mendampingi walikota Bandung meresmikan penggunaan jalanlayang (flyover), perempatanan Jalan Jakarta dan Jalan Ibrahim Ajie (kiaracondong)yang baru selelsai dibangun.Mereka bersepeda malam hari dari kantor Dishub Bandung Terminal Leuwi Panjangmenuju lokasi peresmian yaitu ditengah-tengah jalan laying tersebut sekaligussebagai kegiatan dalam rangka kemeriahan menjelang detik-detik pergantian tahun.Tak hanya bersepeda , mereka pun turut serta melakukan gerakan pungut sampahbersama para pegiat lingkungan.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201884Bersepeda dan MemasakAda pula pesepeda yang meyambut pergantinan tahun dengan kegiatan bikecamping. Salah satunya sekelompok pesepeda yang menamakan diri mereka dengansebutan “NM ce’es beurat Fbi”. Kelompok ini adalah sekumpulan pesepeda pegiatfederal Bandung yang sering nongkrong di salah satu sudut Pasar Astana Anyar,karena beberapa anggotanya merupakan pedagang di sana.Beberapa waktu lalu, kelompok tersebut juga mempunyai kegiatan bersepeda rutinyaitu Bike To Cook (bersepeda dan memasak di tempat-tempat alam terbuka sepertidi taman-taman kota, tempat wisata alam dan trek-trek bersepeda), dengan menumenu masakan yang bervariasi dan berbeda. Secara kebetulan ada salah satuanggotanya handal memasak berbagai menu apapun, baik tradisional, nasional,maupun international. Beberapa tempat yang sudah dijejaki sebagai tempat kegiatanBike To Cook tersebut diantaranya, Taman Tegalega, Tahura Ir Juanda, KiaraPayung dan Gantole Cililin.Dalam momen pergantian tahun ini, mereka melakukan Bike Camp Cook di dearahRanca Cangkuang, perkebunan PPTK Gambung Ciwidey, kabupaten Bandung.Acara diikuti oleh 25 orang. Beberapa peserta pergi bersama keluarga, istri dan atauanaknya. Ada istri dan anaknya pergi dengan menggunakan kendaraan, sementarasang suami bersepeda.Peserta berangkat Sabtu, (31/12/2016) pagi, kemudian memasang tenda dilokasikegiatan, lalu memasak dengan menu andalan kali ini, yaitu iga bakar. Keesokanharinya, Minggu (1/1/2017), menjelang siang, mereka pun pulang kembali ke rumahmereka masing.Banyak pula pesepeda yang melakukan aktivitas bersepedanya di hari pertama tahunbaru, dalam rangka mengawali kegiatan bersepeda tahun 2017. Seperti biasa,sekedar bersepeda keliling kota, di area Car Free Day atau memenuhi trek-trek yangsudah biasa sebagai treknya pesepeda Bandung dan sekitarnya.Komunitas pesepeda Bike To Campus Bandung adalah salah satu yang melakukankegiatan bersepeda di hari pertama awal tahun, sekitar sepuluh anggotanyabersepeda santai menuju Lembang Kabupaten Bandung Barat.Itulah dunia para pesepeda. Selalu ada kegiatan dan cerita bersepeda dalam rangkapergantian tahun. Mereka begitu ceria dan merasa bahagia melakukan penyambutantahun baru dengan bersepeda kemana saja, baik sendiri maupun bersama temantemannya.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201885Tak hanya sekedar bersepeda saja, seperti yang dilakukan komunitas Jadikasep,mereka juga melakukan gerakan pungut sampah. Kegiatan bersepeda sambilmelakukan aksi peduli lingkungan, merupak kegiatan yang saat ini gencardikampanyekan oleh pesepeda dan pegiat lingkungan Bandung dan sekitarnya yangtergabung dalam kelompok bernama #BandungEcoTransport. Salam boseh dan gogreen. Pesepeda dan pegiat lingkungan. (b2b, PRM, 16/1/2017)35. Boseh Berbagi BukuSeperti yang sering saya ataubeberapa teman pesepedalain paparkan beberapawaktu yang lalu lewattulisan-tulisan dimedia cetak,bahwa kegiatan bersepedasemakin bervariasi.Bersepeda tak sekedar hobidan olahraga, tetapi menjadisarana untuk berbagaiaktivitas apa pun, sepertikegiatan kampanyelingkungan, aksi sosial, aksidonasi, dan sebagainya.Hal itu juga menjadi inpirasibagi komunita pegiat lingkungan yang focus kampanye bijak energi listrik, yaituEarth Hour Bandung dengan menggelar aksi publik bertemakan “GO 4 BOOK” atau“Gowes For Book “, yaitu kampanye bersepeda sambil melakukan aksi lingkunganlainnya, workshop hidroponik dan kantong kain, juga donasi buku.Pengumpulan buku ini nantinya akan didonasikan buat Angkot Pintar (ANTAR)yang merupakan salah satu program pemerintah dalam hal ini DInas Perhubungan(Dishub Bandung), bekerjasama dengan Yayasan Rindu Menanti. Program AnTaradalah penyediaan perpustakaan mini dalam angkot. Selain untuk menggairahkanminat baca pada masyarakat juga sebagai daya tarik agar masyarakat banyak yangkembali menggunakan transfortasi publik sebagai upaya meminimalkan kemacetan.Program Antar diresmikan oleh Kepala Dinas Perhubungan kota Bandungpertengahan Desember 2016 di Taman Vanda. Kegiatan tersebut selain melibatkanlapisan masyarkat, pegiat lingkungan juga melibatkan para pesepeda di kotaBandung dan sekitarnya.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201886Kegiatan “Go 4 Book” digelar Sabtu (14/01/2017). Kegiatan bersepedanya memangdiikuti oleh sedikit peserta, hanya sekitar 20 pesepeda dari relawan Earth HourBandung, komunitas pesepeda, pelajar ( smp 39 Bandung yang tergabung dalamkomunitas Geber 39) dan umum. Salah satu pesertanya adalah seorang karyawanPikiran Rakyat bidang sumber daya manusia (sdm) yang aktif bersepeda. Parapeserta membawa papan-papan kampanye ajakan bersepeda kepada masyarakatyang disematkan di belakang punggung, membawa tumbler, kaos bekas, dan bukubacaan untuk didonasikan.Rute bersepeda adalah menyusuri beberapa taman tematik , di mulai dari TamanCikapayang sebagai tempat berkumpul, melaju menuju Taman Lansia melaui JalanJuanda dan Jalan Diponogoro. Peserta melakukan aksi gerakan pungut sampah disekitar taman yang terbagi dalam tiga kelompok pemilahan sampah, yaitu sampahdedaunan, botol/kemasan plastic, dan sampah makanan.Hasil pengumpulan sampah di Taman Lansia kemudian ditimbang oleh relawanEarth hour Bandung selaku panitia penyelenggara. Terkumpul sampah botolsebanyak 1 kilogram, sampah organik 2 kilogram dan sampah makanan 0,5kilogram.Dari Taman Lansia, perjalanan bersepeda dilanjut menuju taman Camera atauTaman Fotografi dengan menyusuri Jalan Cisangkuy-Jalan Bengawan-JalanCendana-Taman Pramuka-Jalan Martadinata-Jalan Gandapura, dan Jalan Cempaka.Aksi gerakan pungut sampah dilakukan sebagian peserta karena dari kalanganpelajar smp mengantar temannya ke bengkel sepeda karena ban sepedanya meletus.Setelah melakukan penghitungan hasil sampah di Taman Fotografi, perjalananbersepeda menuju Taman Musik di Jalan Belitung, melewati Jalan Patrakomala danJalan Menado. Peserta kembali melakukan gerakan pungut sampah disekitar taman.Lebih banyak sampah dedaunan dan puntung rokok yang ditemukan.Selanjutnya, peserta menuju tempat terakhir, yaitu Taman cibeunying, setelahmenyusuri Jalan Banda-Jalan Martadinata-Jalan Cimandiri-Jalan CisanggarungJalan Ciatrum-Jalan Cilak. Semua relawan Earth Hour Bandung berkumpulmelakukan edukasi lingkungan kepada anak-anak SD.Para peserta kegiatan Gowes for Book kemudian bergabung di sana untuk mengikutiworkshop hdiroponik (budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpamenggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagitanaman). Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201887budidaya dengan tanah. Juga workshop pembuatan kantong kain dari kaos bekasyang sudah tidak terpakai lagi.Kegiatan diakhir dengan pengumpulan buku-buku yang dibawa oleh seluruh relawandan peserta. Yang mendonasikan buku mendapatkan satu bibit tanaman untukditanam di lahan masing-masing.Intinya, kegiatan tersebut bermuara pada harapan akan adanya perubahan iklimlingkungan di kota Bandung menjadi lebih baik denga samakin banyak masyarakatyang sadar dan bergaya hidup ramah lingkungan. #iniaksiku, Salam boseh dan gogreen. Pesepeda dan pegiat lingkungan. (b2b, PRM (5/2/2017).36. Bike Table Stand, Tempat Nongkrong Asyik PesepedaDi beberapa kota di dunia,sebagian masyarakatnyasudah memiliki pola fikir kedepan terkait sepeda sebagaisolusi dalam persoalanlingkungan dan kemacetan.Kemudian merekamelakukan sebuah resolusibahwa mengendaraikendaraan bermotor sepertimobil pribadi bukanlahsebuah cerminan dari gayahidup wah diperkotaan.Mereka pun beramai-ramaiberalih menggunakan sepeda sebagai alat transportasi apapun aktivitasnya. Hasilnya,banyak contoh kota di dunia sebagai kota sepeda terbaik . Beberapa diantaranyaAmsterdam di Belanda. Portland, Oregon (AS). Copenhagen (Denmark), Boulder,Colorado (AS). Davis, California (AS). Sandnes (Norwegia). Trondheim(Norwegia). San Fransisco, California (AS). Berlin (Jerman), dan Barcelona(Spanyol).Dalam rangka mewujudkan menjadi kota sepeda, Bandung tak henti-hentinyamelakukan langkah-langkah inovasi. Diawali dengan memperbanyak kegiatankampanye bersepeda, membuat jalur sepeda , membuat shelter sepeda dan tempatparkir sepeda. Kota Bandung juga ingin menjadi salah satu kota yang ramahbersepeda di Indonesia dan di dunia.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201888Saat ini, Bandung tengah giat-giatnya merencanakan wisata sepeda dengan paketwisata menarik yang sudah dipersiapkan untuk menarik minat wisatawan dari luarkota. Pengunjung dapat mengelilingi kota Bandung dengan menggunakan sepeda.Rencana ini tengah di godok oleh pemerintah kota Bandung, dalam hal ini DinasPerhubungan yang bekerjasama dengan berbagai komunitas lingkungan, komunitaspencinta wisata Bandung, dan komunitas pesepeda serta dengan pihak lain sepertihotel, pengusaha, bumn, rumah makan dan sebagainya.Selain sudah dibangun tempat-tempat parkir sepeda di sejumlah titik, ada satutempat parkir sepeda yang dirancang khusus sedemikian rupa berikut mejanya.Dengan begitu, selain sepedanya diparkir di sana, pesepedanya bisa duduk di tempatduduknya. Tempat itu lebih tepat menjadi tempat nangkring pesepeda ataudiistilahkan dengan nama Bike Table Stand.Sejarah lengkapnya mengenai Bike Table Stand mungkin bisa dicari di berbagai linkdi internet. Yang jelas, beberapa negara di Asia khususnya, sudah banyak yangmendirikan sarana tersebut diberbagai sudut perkotaan,pedestrian atau pusat-pusatkeramaian. Bahkan ada yang secara khusus dibuat sebagai meja kerja dan tempatnongkrong pribadi di kantor atau di rumahnya.Uniknya, banyak yang berinovasi terkait rancangannya. Ada yang merancangsebagai alat rebahan buat berjemur di pantai, lemari kecil , mini gym dan sebagainya.Baru ada empat bike table stand di Bandung, Salah satunya terletak di pedestrianJalan Martadinata, tepatnya trotoar depan sebuah hotel atau sebrang Kantor PosBanda. Menghadap ke jalan dan hanya ada space buat dua sepeda. Lumayanstrategis dan asyik berada di sana, sambil menunjukan kepada masyarakat yangberseliweran disekitarnya bahwa ada hal yang menarik dengan dunia bersepeda.Selain di Jalan Riau, ada di Halteu alun-alun Bandung, Jalan Alun-alun Timur danJalan Merdeka dekat Taman Dewi Sartika. Beberapa harus diperbaiki karenaketinggian dan belum ada penahan ban.,” ujar Didi Ruswandi, Kepala DinasPerhubungan, saat ditanya penulis memalui media aplikasi Whatsup.Untuk keterangan lebih lanjut mengenai bike table stand yang ada di Bandungtersebut, saya sendiri belum mengorek-ngorek lebih jauh. Saya lebih inginmengekspresikan kebanggaan saya terhadap keberadaan sarana tersebut di Bandungdan memberikan pengalaman menarik setelah memanfaatkannya.Pusat perhatian


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201889Saya dan seorang pesepeda dari komunitas Bike To campus Bandung sengajabertemu di Jalan Martadinata (Jalan Riau), sambil mencoba sarana tersebut. Kamitidak hanya sekedar nongkrong, tetapi ada yang kami diskusikan terkait rencanausaha dengan menggunakan sepeda. Saat itu, kami menjadi pusat perhatian orangyang berlalu lalang dan berada disekitarnya. seusai diskusi, kami membeli cuankidan memakannya di tempat itu sambil mengobrol hal-hal lain.Menjadi pusat perhatian bukanlah tujuan kami yang sebenarnya. Setidaknya kamimembawa misi kampanye bersepeda dengan memanfaatkan sarana pesepeda yangtelah diupayakan Pemerintah Kota Bandung yang memang serius ingin mewujudkanmenjadi kota sepeda yang ramah di Indonesia bahkan di dunia.Semoga dengan salah satu sarana pesepeda tersebut menjadi semakin banyak orangtertarik dengan bersepeda karena banyak hal yang unik dan bermanfaat dapatdiperoleh.Jadi, bagi para pesepeda di Bandung Raya khususnya, mari manfaatkan sarana inisebagai ajang nongkrong asyik sambil ngopi dan ngobrol, baik sendirian maupunberdua bersama pasangan, teman atau rekan kerja. Dilakukan seusai kerja atausetelah bersepeda kemana saja, jika kebetulan melintas lalu beristirahat di sana.Jangan lupa, tetap menjadi pesepeda yang cerdas dengan tidak meyampah danmeludah sembarangan, selalu bawa tempat minum atau tempat makan. Belilahmakanan-makanan lokal dan upayakan membeli di warung tetangga. Salam bosehdan go green. Pesepeda dan pegiat lingkungan. (b2b, PRM. 19/2/2017)37. Ngaboseh Ceria ke CisaruaAktivitas sederhana yang bisa mendapatkan kesenangan adalah Ngaboseh. Apalagijika dilakukan bersama-sama meluapkan kegembiraan, saling canda dan tawa sambilmengayuh sepeda ke tempat yang akan dituju.Kegiatan bersepeda yang tematis, jersey yang sama, foto-foto, diakhiri denganmakan bersama merupakan pelengkap dan penyempurna dalam rangkameningkatkan indeks kebahagian yang diharapkan semua pegiat sepeda.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201890Hal itu seperti yang saya danteman-teman pesepedalakukan yang tergabungdalam kelompok bernama“NM Ce’es Beurat “.Kelompok yangmengkhususkan sebagaipegiat sepeda kulineran danmemasak diberbagai tempatmengasyikan ini, beberapakali mengajak saya untukturut serta bersepeda danmemasak di beberapa tempattujuan. Terbentuk begitu sajasejak tahun 2016 dan sudahmelakukan ragam kegiatan dengan tema memasak dan kulineran keberbagai tempat.Tak mengherankan jika kelompok tersebut mempunyai slogan Ngajalin silaturahmi,ngarakeutkeun babarayaan, ningkatkeun kabagjaan jeung ngawareugkeunbeuteung, yang artinya menjalin silaturahmi, mendekatkan persaudaraan,meningkatkan kebahagiaan dan mengenyangkan perut.Di awal tahun 2017, kami perdana melaksanakan kegiatan bersepeda dan memasakke daerah Cijenuk, Cililin, Kabupaten Bandung Barat, yakni ke tempat tinggal salahseorang angota komunitas Bike To Campus Bandung. Kami berangkat 10 orang,tetapi hanya 6 saja yang bersepeda. Saya termasuk dari empat yang tidak bersepedalantaran kondisi kesehatan saya yang tidak memungkinkan untuk bersepeda.Di sana, yang bersepeda benar-benar menikmati perjalan bersepeda sepanjangBandung – Cililin, kurang lebih berjarak 40 kilometer. Kami pun menikmati suasanapedesaan serta pemandangan alam sawah yang menghijau.Menu kali ini yang kami hidangkan adalah nasi liweut, ayam goreng, tahu, tempe,dadar telur, ikan asin, dan jengkol. Tentu saja ada sambel pedas dan aneka lalapan.Semakin asyik kami makannya lesehen di ruang tengah rumah klasik khaspesedesaan yang sebagian besar terbuat papan kayu dan bilik bambu.Menciptakan kekompakanMinggu, (29/01/2017), kembali kelompok NM Ce’es Beurat FBI mengajak sayauntuk ikut dalam kegiatan bersepeda dan memasak di daerah Mekar Tani Cisarua


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201891Kabupaten Bandung Barat. Lokasinya berada di salah satu kaki GunungBurangrang.Untuk menciptakan kekompakan, kami menggunakan dresscode club-clubsepakbola international seperti Juventus, Intermilan, Menchester United dan RealMadrid. Itu karena sebagian besar anggota kelompok ini adalah penggemarsepakbola sekaligus pemain sepakbola dan futsal dari klub lokal tingkat wilayahkecamatan. Makna dari beragam jersey yang kami kenakan tersebut adalah meskiberbeda-beda tetapi sauyunan (satu tujuan).Di kegiatan itu, saya masih tidak bersepeda dengan alasan masih kurang sehat, sayadibonceng dengan menggunakan kendaraan bermotor oleh seorang teman. Dua lagiteman saya, sama menggunakan kendaraan bermotor dengan membonceng istri ataupasangannya.Sementara itu, yang ngaboseh berjumlah tujuh orang. Mereka berangkat darikawasan Astana Anyar melintasi Jalan Sudirman – Batas kota – Cibeureum –Cibabat-Jalan Pesantren-Cihanjuang-Parongpong dan Cisarua. Berjarak sekitar 26kilometer dan sebagian jalur jalan cukup menanjak hingga parongpong.Di Parongpong sejenak kami berhenti, karena kami menemukan spot untuk fotofoto, yaitu lapangan rumput sepakbola di area campus sebuah universitas swasta.Setelah memohon izin kepada seorang petugas pos jaga, kami pun foto-fotodanselfi . Sesekali kami berpose sedang mencetak bola ke gawang. Rasa lelah saatngaboseh seolah hilang ditelan kecerian dan sendau gurau dilapangan rumput.Hawa pegunungan dan udara dingin mulai terasa, apalagi sebelumnya turun gerimiskecil tapi sebentar. Dari tempat itu kami berjalan menuju Cisarua. Lucunya, tempatyang dituju kebablasan lumayan jauh dan jalan menurun. Hujan pun turun cukupderas.Sambil istirahat dan berteduh di pos jaga, kami mencari alamat yang dituju melaluiGPS. Saya dan teman saya yang menggunakan kendaraan menuju lokasi sambilmenyusur mencari alamat yang dituju. Dua teman yang menggunakan motor sudahtiba lebih dulu dan tengah mengolah menu masakan.Akhirnya, lokasi ditemukan. Dengan kondisi basah kuyup karena kehujanan, sayapun segera masuk ke rumah yang dituju, dan yang ngaboseh tiba beberapa menitkemudian dengan kondisi sama, kebasahan, kedinginan dan kelelahan. Kami lesehandi teras rumah yang sudah dialasi karpet.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201892Tuan rumah menyambut ramah kami dan menyajikan minuman teh panas dan kopi,cukup untuk mengurangi rasa dingin yang hebat karena hujan. Menjelang sore,menu masakan sudah siap, berupa nasi liwet , ayam bumbu surawung/kemangi, tahu,tempe, jengkol, sambel dan aneka lalapan sebagai menggugah selera. Kami punmakan dengan cukup lahap.Seusai makan, kami mengobrol hingga malam sambil menunggu hujan reda.Setelah reda, yang bawa sepeda memutuskan untuk di-loading, khawatir dengankondisi malam, jalan basah, licin, serta banyak jalan turunan yang cukup tajam.Meski diselimuti dingin, lelah, dan ngantuk, tapi kami pulang ke rumah masingmasing dengan membawa sejuta keceriaan. Salam boseh dan go green. Pesepeda danpegiat lingkungan. (b2b, PRM 5/3/2017)38. Trotoar Bisa Buat Pesepeda“Nyatakan Cintamu denganBersepeda” merupakan temakegiatan kampanye bersepedakepada masyarakat luas yangdilaksanakan oleh BandungEco Transport. Rutin setiapJum’at pagi sebelummasyarakat menujuaktivitasnya masing-masing.Kegiatan tersebut selaludiikuti oleh para pesepedabaik dari komunitas maupunindividu. Tempat kumpulnyadi Taman Veteran, start mulaipukul 6.30. Mengambil rute menuju Jalan Asia Afrika dan finish di Jalan JendralSudirman, tepatnya ujung trotoar Sudirman atau perempetan dengan JalanGardujati.Selanjutnya yang harus kerja atau aktivitas lain dipersilahkan untuk menuju tempataktivitasnya. Yang masih punya waktu luang perjalanan bersepeda dilanjutkanmenuju Taman Sejarah Bandung untuk istirahat,Makna cintamu dalam kegiatan tersebut adalah sebuah ungkapan cinta kepada kotaBandung dengan melakukan kegiatan bersepeda dalam aktivitas apapun atau dengan


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201893kata lain boseh kamanawae, agar kota ini menjadi lebih baik , setidaknyamengurangi polusi dan kemacetan.Tak hanya kampanye bersepeda, kegiatan itu juga dalam rangka sosialisasi kepadamasyarakat, khususnya pegiata aktivitas bersepeda, bahwa trotoar boleh dilalui olehpeseped dengan tetap mengutamakan hak pejalan kaki. Artinya, jika situasinyamemungkinkan, boleh bersepeda di trotoar selama trotoar itu memang cukup luasdan nyaman buat bersepeda atau sekedar lintasan manakala kita terjebak macet. Jikatrotoar dalam keadaan ramai oleh pejalan kaki, sebaiknya sepeda pun dituntunpemboseh sambil berjalan kaki.“Diaturan memang tidak ada secara eksplisit, akan tetapi dalam praktiknya, Jepang,Korea, Singapur dan banyak negara lainnya membolehkan bersepeda di trotoar.Alasannya, pertama tidak berpolusi , jadi tetap nyaman meski bersama, keduakecepatan rendah jadi tidak membahayakan,” demikian tutur Kepala DinasPerhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi, sekaligus sebagai salah seorangpenggagas program “Nyatakan Cintamu Dengan Bersepeda dan Jalan Kaki”.Nyaman dan ramahBandung Eco Transport sebagai sebuah gerakan moral yang yang dilakukan secarasederhana dan menyenangkan, mengajak masyarakat untuk bergerak tanpa polusiseperti jalan kaki, dalam upaya membuat Bandung lebih nyaman dan ramah bagisemua orang.Seperti halnya kampanye bersepeda, kegiatan jalan kaki yang dilaksanakan olehBandung Eco Transport bertemakan hampir sama yaitu “Nyatakan Cintamu denganJalan Kaki”. Dengan harapan, melalui kegiatan ini banyak masyarakat mulaimembudayakan jalan kaki dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor sertamemanfaatkan fungsi trotoar. Tujuan lainnya agar trotoar benar-benar menjadi hakpejalan kaki bukan untuk pedagang kaki lima dan tempat parkir kendaraan bermotor.Di Bandung, banyak ruas jalan utama yang sisi kanan kirinya dibangun trotoar yangluas, nyaman, indah, dan menarik, seperti Jalan Asia Afrika, Jalan Dago, Jalan LREMartadinta dan Jalan Jendral Sudirman yang dihiasi ornament batu bulat, tamanbunga, pohon, meja kursi, halteu, angkot stop, parkir sepeda, jalur khusus kaumdifable (tuna netra) sehingga menjadi tempat rendezvous yang asyik.Kampanye jalan kaki massal, digulirkan pertamakalinya yaitu pada Rabu(22/02/2017). Dilaksanakan di trotoar Jalan Martadinata, dengan mengajak seluruhlapisan masyarakat, dinas pemerintah, pekerja, guru, anak-anak pelajar , parapenyandang difabel dan tak ketinggalan, pesepeda.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201894Peserta terbagi dari dua kelompok arah jalan, dari barat titik kumpulnya di halamansalah satu rumah makan Sunda, dan dari arah timur titik kumpulnya di halamansebuah café. Tepat pukul 6.30 kedua kelompok tersebut termasuk para pesepedayang berjalan sambil menuntun sepedanya masing bergerak berjalan secara rapi dannatural menyusuri trotoar menuju tempat finish di pedestrian halaman sebuahhotel .Seusai selebrasi kampanye jalan kaki dan foto-foto, pelajar, guru dan beberapapekerja membubarkan diri.Kegiatan jalan kaki rutin dilaksanakan seminggu sekali setiap Rabu pagi selama 12minggu. Ke depannya diharapkan kegiatan jalan kaki menjadi kebiasaan banyakorang dalam rangka upaya mengubah perilaku menjadi gaya hidup sehat , ramahlingkungan dan disiplin.Kegiatan tersebut tak semata hanya kampanye jalan kaki, tapi juga kampanyedisiplin berlalu lintas pejalan kaki yaitu selalu menyebrang pada tempatnya,mematuhi aturan lampu stopan, mencegat transportasi public di bus atau angkotstop, tidak menyampah, gerakan pungut sampah dan gerakan membawa tumbler.Kampanye-kampanye itu tidak hanya ditujukan kepada para pejalan kaki tapi jugakepada peserta dari kalangan pegiat sepeda. Apalagi di banyak titik sudah tersediabike stop (tempat parkir sepeda) dan bike table stand (tempat parkir sepeda yang adamejanya) di beberapa trotoar ruas jalan-jalan utama.Pesepeda semakin dimanjakan dengan fasilitas- fasilitas yang tersedia di trotoar,seperti adanya meja kursi. Jika ingin melepas lelah saat bersepeda, bisa beristirhatdan bersantai menikmati suasana pagi, sore atau malam hari. Akan lebih asyik lagijika dilakukan bersama teman-teman. Terlebih, jalan Dago merupakan salah saturuas jalan yang banyak dilalui para pesepeda, terutama bagi mereka yang bersepedadan dari Tahura, Warban, BHD serta CiburialTrotoar jalan Dago yang sudah dipoles cantik dan nyaman adalah salah satu ruasyang bisa dimanfaatkan oleh pesepeda untuk beristirahat, berkumpul, santai, fotofoto, bahkan untuk botram (makan bersama). Yang terpenting, tetap menjagakebersihan, keasrian dan kelestariannya. Salam boseh dan go green. Pesepeda danpegiat lingkungan. (b2b, PRM 9/4/2017)39. Motivasi Pelajar agar Gemar BersepedaMelalui program “Kampanye Peduli Lingkungan dan Hidup Sehat di SekolahWilayah Kota Bandung”, Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini Dinas PendidikanKota Bandung untuk kedua kalinya mendapat bantuan 290 unit sepeda bagi sekolah


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201895dari Corporate Social Responsibility (CSR) salah satu perusahaan besar milik negaradibidang minyak bumi.Sepeda untuk pelajar kurangmampu tersebut dipergunakansebagai sarana transportasi darirumah ke sekolah. Sepeda yangdihibahkan itu bukan sekedarbantuan, tetapi sebagai motivasidalam gerakan kampanye pelajarbersepeda atau bike to school.Pada Nopember 2016, bantuansepeda secara simbolisdiserahkan perusahaan danditerima langsung oleh walikotaBandung, Ridwan Kamil di Jakarta. Selanjutnya, Pemkot Bandung menyerahkanpengelolaannya kepada Disdik, dibantu Dinas Perhubungan dan Bandung CleanAction ( LSM lingkungan lokal Bandung).Seremoni penyerahan 290 unit sepeda bantuan tersebut dilaksanakan di Bandung,Jum’at (25/11/2016). Pelaksana kegiatan itu adalah Bandung Clean Action,sukarelawan Bandung Eco Transport, komunitas pesepeda, para pendidik, danpelajar. Acara dihadiri perwakilan Dishub dan Disdik kota Bandung. Kegiatanutamanya adalah kampanye bersepeda dan gerakan pelajar bersepeda denganmengayuh sepeda sumbangan tersebut dari kantor cabang perusahaan di Jalan Japatimenuju Balaikota Bandung, tempat dilangsungkannya kegiatan upacara penerimaanPengelolaan pendistribusian dilaksanakan oleh Bandung Clean Action melaluigerakan kesukarelawanan Bandung Eco Transport yaitu gabungan dari para aktivislingkungan, komunitas pesepeda, dan korporasi yang didukung oleh Dishub KotaBandung.Bandung Eco Transport adalah sebuah gerakan moral yang dilakukan secarasederhana dan menyenangkan dalam rangka mengajak masyarakat agar lebihbanyak menggunakan transportasi public atau bergerak tanpa polusi sepertibersepeda dan jalan kaki dikehidupan sehari-hari. Seiring dengan itu,dikampanyekan gerakan belajar displin dan aksi lingkungan lainnya yaitu #GerakanPungut Sampah, #gerakan1000tumbler ,#stopstryofoam dan lainnya demiperubahan iklim lingkungan kota ke arah yang lebih baik.


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201896Selama hampir empat bulan, beberapa sukarelawan melakukan pertemuan untukdiskusi, kordinasi dan konsolidasi tehnik pengelolaan dari membuat list sekolahmenengah pertama, link pendaftaran, aturan main, nota kesepahaman (MOU), jadwalpendistribusian, sambil menyerahkan sepeda bantuan kepada sekolah-sekolah yangsudah terdaftar sebagai penerima. Kegiatan pertemuan dilaksanakan di aula kantorDishub Kota Bandung atau di sekretariat Bandung Clean Action. Terkadangpertemuan berlangsung malam hari, bahkan pernah larut malam hingga menjelangwaktu Subuh.PendsitribusianPada pertengahan Maret 2017, selama dua minggu setiap Senin, Selasa, dan Kamis,kegiatan pendistribusian sepeda bantuan ke sekolah-sekolah dilaksanakan. Masingmasing sekolah mendapat tujuh unit sepeda. Setiap hari, sepeda didstribusikan ke 6sekolah terdaftar oleh 6 kelompok sukarelawan yang dinamai Alfa, Beta, Charly,Delta, Eco, dan Fanta.Masing-masing kelompok ada penanggung jawabnya dari pihak Dishub dansukarelawan pesepeda. Komunitas-komunitas sepeda yang terlibat dalam kegiatantersebut adalah Jadikasep, Goweser Baraya Bandung, Federal Bandung Indonesia,Bike to Campus Bandung, Gowes Bari Seuri, Bike to Work Bandung, Libas GunungBabad Tanjakan, Nugareulis Ngagowes dan Konsep-B.Sebagai salah satu daya tarik kegiatan, setiap harinya ada bintang tamu darikalangan pesepeda yang terlibat aktif dalam kegiatan itu. Rencana kegiatannyaselalu disosialisasikan melalui berbagai media jejaring sosial dalam bentuk e-poster.Begitu pun saat pelaksanaannya langsung update dalam bentuk share foto kegiatan.Pendistribusian dilakukan dengan membawa sepeda bantuan menuju sekolah baikdikayuh mau pun bersepeda masing-masing mengiringi mobil yang membawa(loading) sepeda bantuan jika lokasinya yang agak jauh atau terburu waktu.Pesepeda berangkat beriringan mengayuh sepeda sekaligus sebagai ajang kampanyegerakan bersepeda kepada masyarakat, khususnya kepada pelajar agar terciptakondisi lingkungan yang lebih baik dan sehat.Kehadiran kami selalu disambut meriah oleh pihak sekolah dan dilakukan upacarasederhana dalam rangka serah terima sepeda tersebut yang diakhiri penandatanganberita acara, antara perwakilan yang menyerahkan dengan pihak sekolah selakupenerima, serta disaksikan pejabat dari Disdik.Satu kali, moment pendistribusian sepeda bantuan dilakasanakan di halaman KantorDisdik, Jalan Jendral Ahmad Yani Kota Bandung. Penyerahan dilakukan seusai apel


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201897Senin pagi dengan menghadirkan kepala sekolah dan tujuh pelajar dari SMPN 40yang meneriam bantuan sepeda saat itu.Seusai serah terima, ke tujuh pelajar SMPN 40 tersebut memutuskan membawasepeda bantuan dengan di kayuh menuju lokasi sekolahnya di Jalan Wastukencana,kurang lebih berjarak enam kilometer melalu Jalan Martadinata-Jalan Merdeka-JalanWastukencana-Jjalan Pajajaran-Gang Nangkasuni. Perjalanan dikawal oleh limasukarelawan pesepeda dari beberapa komunitas yang menggunakan pesepedamereka masing-masing.Pengelolaan sepeda bantuan diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah yangmenerima. Mulai dari pemilihan pelajar yang berhak menggunakan sepeda tersebut,merawat, hingga kebermanfaatannya difungsikan sebagai alat transportasi darirumah ke sekolah minimal tiga hari dalam seminggu dengan meng-updet aksinyamelalu media sosial saat dipergunakan ke link Bandung Eco Transport.Diharapkan, sekolah-sekolah penerima sepeda bantuan berperan aktif dalam gerakanlingkungan, terutama kampanye bersepeda dengan mengikuti kegiatan bersepedayang dilaksanakan oleh Bandung Eco Transport. Kegiatan itu dalam rangkamengajak kepada masyarakat agar gemar bersepeda, bukan sekedar hobi danolahraga saja, tetapi menjadikannya sebagai sarana transportasi aktifitas kemanasaja, ke tempat kerja, ke kampus, ke sekolah, ke pasar, ke mall, ke taman, ke tempatwisata dan sebagainya. Salam boseh dan go green, #bosehkamanawae. SukarelawanBandung Eco Transport. (b2b, PRM 23/4/2017)40. Bersepeda Menyambut RamadhanBersepeda memang selaluasyik dilakukan dalammomen apa pun, takterkecuali saat menjelangbulan suci Ramadan.Beberapa minggusebelumnya, banyakkomunitas pesepeda yangsudah merencakan agendakegiatan bersepedamenjelang Ramadan.Berbagai variasi kegiatanbersepeda mereka lakukan. Ada yang bersepeda dan memasak, botram, boseh


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201898malam, syukuran dan pengajian, touring , kemping dan lain-lain. Kegiatan tersebutdilakukan baik di taman kota, jalur pedestrian, ruangan, mau pun di alam terbukaatau tempat destinasi wisata.Kegiatan bersepeda dalam rangka menyambut Ramadan dilakukan dengan suka cita,tak ubahnya seperti kegiatan munggahan dalam istilah masyarakat Sunda.Di Bandung, banyak komunitas atau kelompok pesepeda yang melaksanakan agendakegiatan tersebut, diantaranya kelompok yang menamakan dirinya dengan sebutanNM Ce’es Beurat Fbi, yang mana mereka bersepeda dan memasak di tamanTegallega. Di situ mereka pun melakukan aktifitas hammock yaitu sebutan untukayunan yang terbuat dari kain, menggunakan bahan kain pilihan tentunya, sehinggasangat kuat untuk menahan beban orang yang duduk atau tiduran di atasnya.Para mahasiswa yang tergabung dalam komunitas pesepeda USBC (UINSunanGunung Djati Bike Community) menyambut bulan Ramadan dengan bersepedamalam dari campus UIN menuju taman Balai Kota. Di sana mereka botram ataumakan-makan denga menu tradisional Sunda yaitu lotek.Sementara itu, Bandung Eco Transport dan Jajaran Dishub Kayu Sepeda (Jadikasep)selaku penggagas kegiatan bersepeda rutin setiap Jum’at pagi yang bertajuk #boseh(bike on the street everybody happy). Di Jum’at terakhir sebelum Ramadan, merekatetap melakukan kegiatan boseh tersebut dengan diakhiri saling memaafkan antarapeserta yang hadir saat itu.Komunitas lainnya, seperti Federal Bandung Indonesia (Fbi) dan Cepot LipatBandung (CLB) lebih memilih untuk bersepeda bersama menuju trek-trek sepedayaitu Taman Hutan Raya (tahura) Dago atau curug Ciherang di TanjungsariSumedang yang merupakan destinasi wisata yang akhir-akhir ini tengah menjaditujuan utama para pesepeda. Istilah anak-anak zaman sekarang menyebutnya “yanglagi ngehits”.Ada juga kegiatan dalam rangka menyambut Ramadan yang tidak dilakukan denganbersepeda, yaitu kelompok Cigadung 108. Mereka hanya melakukan kegiatan makannasi tumpeng sekaligus sebagai rasa syukur atas delapan tahun shelter 108 berdirisebagai tempat basecamp atau angkringan berbagai komunitas khususnya komunitaspesepeda, rumah singgah, kedai kopi dan toko berbagai aksesoris, pakaian, alat-alatoutdoor dan sebagainya. Sementara, Bandung Cyclist Mafia melaksanakanpengajian di rumah salah satu anggotanya.Papajar


Bunga Rampai Tulisanku di Halaman BACK TO BOSEHHarian Umum Pikiran Rakyat Minggu Bandung , Tahun 2012 – 201899Papajar adalah tradisi khusus masyarakat Cianjur diakhir Sya'ban menjelangRamadan. Masyarakat Sunda menyebutnya munggahan, karena hampir samakegiatannya yaitu silaturahmi berkumpul bersama keluarga, teman, saudara, handaitaulan di tempat-tempat tertentu atau destinasi-destinasi wisata sambil piknik danmakan bersama.Goweser Baraya Bandung (GBB), salah satu komunitas pesepeda yang anggotanyamencakup Bandung Raya ( Kota Bandung, Kabupaten Bandung wilayah timur danselatan, Kabupaten Bandung Barat wilayah barat dan utara, serta kota Cimahi ),menggunakan istilah Papajar di kegiatannya, yaitu Bike Camp Papajar di BumiPerkemahan Ranca Upas Ciwidey Kabupaten Bandung.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, (20-21/Mei/2017). Diikutioleh sekitar 70 anggotanya termasuk undangan, simpatisan dan beberapa yangmembawa keluarga. Sebagian besar menggunakan kendaraan, tetapi ada juga 15orang yang ngaboseh dari Bandung menuju Ciwidey. Kegiatannya selain diisi olehberkemah juga ada api unggun, makan bersama, sharing atau testimoni bersepedaoleh Bandung Eco Transport, dan olahraga.Tak hanya kegiatan bike camp, GBB juga melakukan kegiatan bersepeda silaturahmidi taman Balaikota, dua hari sebelum memasuki awal Ramadan. Hanya kumpulbersama sambil saling bermaafan. Saling bersih diri dan bersih hati saatmelaksanakan kewajiban ibadah puasa di bulan Ramadan. Salam boseh dan gogreen. Bandung Eco Transport. (b2b, PRM 4/6/2017)41. Bersepeda Saat PuasaBersepeda merupakanaktifitas yang membutuhkankekuatan tenaga danpernafasan, tapi bukan suatualasan untuk menghentikankegiatan tersebut karenasedang berpuasa. Cukupbanyak pesepeda yang tetapbersepeda saat melaksanakanpuasa, namun intensitasnyasaja yang menurun dengantidak melakukan bersepedaektrim atau seharian penuh,


Click to View FlipBook Version