The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Proses Pembelajaran dari Program KOTAKU Kabupaten Bondowoso

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dididmuzi, 2022-03-22 04:26:22

Buku Lesson Learned Program KOTAKU Kabupaten Bondowoso

Proses Pembelajaran dari Program KOTAKU Kabupaten Bondowoso

Keywords: Program KOTAKU

LESSON LEARNED

PROSES PEMBELAJARAN DARI PROGRAM KOTAKU
KABUPATEN BONDOWOSO

PROGRAM KOTA TANPA KUMUH — KOTAKU

KABUPATEN BONDOWOSO PROVINSI JAWA TIMUR
TAHUN 2022

Gambaran Geografis dan
Administrasi Wilayah

Kabupaten Bondowoso merupakan  Sebelah utara berbatasan dengan
Kabupaten Situbondo
salah satu kabupaten yang
 Sebelah timur berbatasan
berada di bagian timur Provinsi dengan Kabupaten Situbondo
dan Banyuwangi
Jawa Timur berjarak sekitar 200 km
 Sebelah selatan berbatasan
dari ibukota Provinsi (Surabaya). dengan Kabupaten Jember

Secara geografis wilayah Kabupaten  Sebelah barat berbatasan dengan
Kabupaten Situbondo dan
Bondowoso terletak pada koordinat Kabupaten Probolinggo.

antara 113°48′10″ - 113°48′26″ BT LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

dan 7°50′10″ - 7°56′41″ LS, dan

memiliki batas-batas sebagai

berikut:

HAL i

Luas wilayah Kabupaten Bondowoso mencapai 1.560,10 Km² atau
sekitar 3,26% dari luas total Provinsi Jawa Timur, yang terbagi
menjadi 23 kecamatan, 10 kelurahan, 209 desa dan 1.412 dusun.

Seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso merupakan daratan,
dimana 44,4% wilayahnya merupakan pegunungan dan perbukitan,
30,7% merupakan da-taran rendah, dan 24,9% merupakan dataran
tinggi. Kabupaten Bondowoso memiliki tingkat kemiringan lereng
yang bervariasi. Kondisi datar dengan kemiringan 0°-2° seluas
190,83 km2 (12,23%), lan-dai 2°-15° seluas 568,17 km2 (36,42%),
agak curam 15°-40° seluas 304,70 km2(19,53%) dan sangat curam
diatas 40° seluas 496,40 km2 (31,82%).

HAL ii LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena
atas berkat danrahmatNya, buku Lesson Learned ini
dapat terselesaikan.Buku ini disusun sebagai media
pembelajaran terhadap berbagai mitigasi kegagalan,
praktik baik dan inovasi dalam implementasi program
yang akan bermanfaat sebagai pijakan bagi keberlanjutan.
Merupakan media pendukung untuk pub-likasi kegiatan
yang sudah dilaksanakan, mitigasi kegagalan,
pembelajaran baik dan inovasi dalam implementasi
Program KOTAKU. Memperkuat posisi dan eksistensi Program KOTAKU sebaga
bagian dari kegiatan pembangunan di kota/kabupaten lokasi sasasarn Program
KOTAKU.

Kabupaten Bondowoso telah mendapatkan alokasi anggaran Bantuan Dana
Investasi (BDI) tahun 2017 dan 2018, Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat
(BPM) tahun 2019 dan 2021. Oleh karena itu terdapat banyak cerita, pembelajaran
dan pengalaman pendampingan untuk didokumentasikan serta pengelolaan
pengetahuan yang dapat mendorong menguatnya citra positif terhadap Program
KOTAKU.

Pembuatan buku Lesson Learned ini tentunya masih jauh dari sempurna, baik
secara konteks maupun konten, untuk itu kami membuka diri untuk saran dan kritik
demi perbaikan ke depan.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah banyak memberikan
konstri-busi dalam penyusunan buku Lesson Learned ini, semoga Allah SWT
membalas segala kebaikan semua pihak yang telahmembantu. Semoga buku ini
bermanfaat dan berguna sebagai media pembelajaran untuk kita semua. Aamiin.

Didid mukmin Muzi

Askot Mandiri Kabupaten Bondowoso

HAL iii LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

KATA SAMBUTAN

Marilah kita panjatkan puji syukur
ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan nikmat kesehatan dan
kesempatan sehingga kita dapat
berbagi pengalaman dalam mengu-
rangi kawasan kumuh melalui Buku
Lesson Learned Program Kota
Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Program KOTAKU merupakan
program strategis nasional untuk
mengurangi kawasan kumuh di
perkotaan sebagaimana tertuang di dalam RPJMN 2015-2019 dan RPJMN
2019-2024. Program ini merupakan program kolaborasi yang dilaksanakan
secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder sesuai dengan tugas dan
fungsi masing-masing. Pemerintah Daerah sebagai nahkoda memiliki peran
strategis, khususnya dalam hal menyiapkan regulasi, kesiapan lahan,
kebijakan perencanaan dan penganggaran terkait penanganan permukiman
kumuh agar target nol kawasan kumuh sebagaimana target 100-0-100 dapat
tercapai.

Sejak diluncurkan tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Bondowoso
telah berperan aktif untuk mensukseskan Program KOTAKU ini dan telah
banyak keberhasilan yang dicapai, salah satunya yaitu mampu mengurangi
kawasan kumuh sampai 77,78 Ha pada tahun 2021 dari luasan 472,76 Ha

HAL iv LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

sebagaimana SK Bupati Bondowoso Nomor 188.45/619/430.4.2/2020.
Capaian ini merupakan kolaborasi dari APBN, APBD Provinsi, APBD
Kabupaten, APBDesa, Dana Kelurahan dan CSR

Buku Lesson Learned ini merupakan pembelajaran dari Program
KOTAKU untuk seluruh masyarakat. Terdapat beberapa praktek baik hasil
Program KOTAKU Kabupaten Bondowoso yang dapat dijadikan pembelaja-
ran, diantaranya pengembangan kampung KARDUS (karya dan usaha) yang
bergerak di bidang ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal (program
livelihood). Pembangunan infrastruktur dasar untuk meningkatkan kualitas
permukiman yang bermanfaat juga untuk menyadarkan perilaku masyarakat
untuk tidak BAB dan mencuci di sungai dan beralih ke MCK.

Pada kesempatan yang baik ini, kami menyampaikan terima kasih
kepada semua pelaku Program KOTAKU mulai dari OSP 4 Jawa Timur,
Korkot, Askot, Fasilitator, FKA, LKM, masyarakat, Perangkat Daerah terkait
yang tergabung dalam Pokja PKP dan pihak-pihak lain yang tidak dapat
disebutkan satu per satu atas partisipasinya dalam pengurangan kumuh.

Semoga Buku Lesson Learned dapat bermanfaat dengan harapan
semoga tidak ada lagi kawasan kumuh di Kabupaten Bondowoso.

Bondowoso, Maret 2022
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan,

Penelitian dan Pengembangan Daerah
Kabupaten Bondowoso

HAL vi Dra. Hj. FARIDA, MSi

Pembina Utama Muda
NIP. 19640614 199003 2 006

LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

DAFTAR ISI

Gambaran Geografis dan Administrasi Wilayah HAL i
Kata Pengantar HAL ii
Kata Sambutan HAL iii
Kepala BP4D HAL iv
Daftar Isi HAL 1

Pemda Sebagai Nahkoda

Peran Pokja PKP dalam Pelaksanaan Program HAL 5
KOTAKU di Kabupaten Bondowoso

Sekelumit Cerita Program Kotaku dari HAL 11
Kabupaten Bondowoso
HAL 15
Merawat Kelembagaan ala LKM Kembang HAL 18
HAL 22
Mengapa Mereka Memilih HAL 25
HAL 29
Belajar Transparansi Melalui Pelaksanaan RWT HAL 32
LKM Rukun Sejahtera di Kelurahan Dabasah HAL 36
Kelembagaan yang Mandiri dan Perencanaan HAL 41
Yang Baik Modal Membangun Kolaborasi

Monitoring, Sarana Peringatan Dini
Kualitas Konstruksi

Program KOTAKU Memberi Dampak
Signifikan

BPM Program KOTAKU

Mengantarkan Kelurahan Blindungan Lebih Tertata, Rapi
dan Hijau

Sertifikasi Tukang Kotaku Jamin Kualitas
Infrastruktur

HAL vii LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Program KOTAKU Atasi Masalah Sanitasi HAL 44
Keniscayaan Safeguard Kotaku HAL 48
HAL 52
Menjaga Transparansi KAP Audit LKM HAL 55
Kunci Sukses Ekonomi Bergulir
UPK LKM Kembang HAL 59

Pasang Surut Pengelolaan Ekonomi Bergulir HAL 61
UPK LKM Lestari HAL 64
HAL 67
Idle Money: Diendapkan atau Digulirkan?
Livelihood di Kampung Kardus HAL 71

Partisipasi Perempuan Bukti Eksistensi HAL 76
Kaum Hawa HAL 79
HAL 82
Berinovasi Mengelola Sampah Melalui HAL 84
‘Bank Sampah Mandiri Malabar’ HAL 87
HAL 89
Dua Srikandi Dibalik Suksesnya Ekonomi Bergulir HAL 92
LKM Kembang HAL 93

Mengelola Sampah ala KPP Berseri di RT. 001
Kelurahan Blindungan

Membangun Kepedulian dari Jasa UPK
Berbagi Disaat Pandemi

LKM Cemara Gandeng Dinas PUPR
Dan Koramil Atasi Sampah
Kiprah Sang Relawan Sejati

Komitmen dalam Program KOTAKU

Galery Foto

HAL viii LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

PEMDA SEBAGAI NAHKODA

Selama ini masyarakat terjebak dalam Pemda sebagai NAHKODA
sebuah paradigma pembangunan metode penyusunan dan pengkajian
konvensional, yang menempatkan peran
Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai base-line melibatkan peran aktif
“pendayung”. Dalam arti lain, seolah- dari masyarakat (TIPP)
olah pemerintahan itu memberi atau
penyedia pelayanan semata, pemerintah peran masyarakat sebagai subjek
adalah se-bagai pengarah (steering), dan objek yang menemukenali
bukan memberi atau menye-diakan karakter dari persoalan mereka
pelayanan (rowing). sendiri

Dengan demikian, peran Pemda sebagai “KOLABORASI HARGA MATI”
“nakhoda” pembangunan merupakan
implementasi peranan Pemda sebagai LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO
pemberi arah, dengan menciptakan
kondisi yang kondusif. Sehingga,
masyarakat lebih mampu menyelesaikan
persoalan mereka, guna bertumbuh-
kembang secara dinamis dan
berkelanjutan.

Hal ini diperlihatkan dengan fasilitasi
Pemda Kabupaten Bondowoso terhadap
Program KOTAKU dan tentu kepada

Hal 1

program-program serupa yang ada. Pemda LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO
me-lalui Pokja PKP memberikan perhatian
besar kepada program pemberdayaan,
karena manfaatnya terlihat nyata
dimasyarakat.

KOTAKU hadir serentak di hampir seluruh
kabupaten/kota Indonesia untuk membantu
peran Pemda selaku “nakhoda” yang
menjadi panglima pengarah di daerahnya,
khususnya penanganan permukiman
kumuh. Membangun permukiman yang
layak dan berkelanjutan. Metode
intervensinya menggunakan pemberdayaan
masyarakat, yang menempatkan dan
mengedepankan peran partisipasi
masyarakat sebagai objek dan subjek dari
pembangunan itu sendiri.

Direktorat Jendral Cipta Karya (DJCK)
Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan
“Gerakan 100-0-100”, pemaknaan dari
100% penyediaan air minum, 0% kawasan
kumuh, dan 100% sanitasi layak—
pemenuhan kebutuhan dasar manusia, yang
dimotori oleh Program Kota Tanpa Kumuh
(KOTAKU).

Hal 2

Gerakan 100-0-100 ini sesuai dengan amanat, yang terkandung dalam batang tubuh
UUD 1945, pasal 28 H ayat 1, berbunyi “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir
dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan
sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Undang-undang ini
diturunkan ke dalam UU No. 1 Tahun 2011, yang berbicara tentang Perumahan dan
Permukiman Layak, dipertegas dengan Permen PUPR No. 2 Tahun 2016, tentang
Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.

Dan, guna mengimplementasikan gerakan 100-0-100 ini di Kabupaten Bondowoso
sendiri dipertegas dan diperjelas dengan lahirnya SK Bupati Bondowoso Nomor
188.45/619/430.4.2/2020 yang kemudian di-revisi menjadi SK Bupati Bondowoso
Nomor 188.45/1055/430.4.2/2021 yang menetapkan lokasi kawasan kumuh di
Kabupaten Bondowoso seluas 831,6 Hektare (Ha) tersebar dalam 4 kecamatan dan
17 kelurahan/desa, 8 kelurahan/desa diantaranya adalah lokasi KOTAKU.

Gerakan 100-0-100 ini bisa tercapai dengan pengharapan terciptanya permukiman
yang layak dan berkelanjutan. Persoalan lingkungan dan ting-kat kekumuhan dapat
dilihat melalui data baseline yang telah dilakukan pendataannya pada awal tahun
2020 sebagai data empiris yang menjadi embrio awal pengukuran tingkat
kekumuhan yang ada. Sehingga, data baseline ini bisa menjadi acuan bersama
seluruh stakeholder terkait mengukur persoalan kekumuhan di Kabupaten
Bondowoso.

Data Baseline 100-0-100 ini disusun secara bersama-sama dengan metode
penyusunan dan pengkajian melibatkan peran aktif dari masyarakat itu sendiri
(pembentukan Tim TIPP). Baseline ini mendata 7 + 1 (tujuh plus satu) indikator, di
antaranya, keteraturan bangunan, kondisi jalan lingkungan, drainase, ketersediaan

Hal 3 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

air minum, pengelolaan air limbah, persampahan, pengamanan bahaya kebakaran.
Ditambah dengan kajian ketersediaan Ruang Terbuka Publik (RTP).

Dengan ketersediaan sumber data awal menggunakan metode partisipasi
masyarakat bertujuan menempatkan peran Pemda sesungguhnya selaku
“pengarah” dan peran masyarakat sebagai subjek dan objek yang menemukenali
karakter dari persoalan mereka sendiri. Sehingga, permasalahan yang didapatkan
lebih realistis. Dalam proses ini ada nilai yang tersirat bahwa masyarakat itu
sendiri tersadarkan kepekaan terhadap lingkungannya sendiri. Sehingga, kedepan,
rasa untuk memiliki pembangunan sangat kuat dan erat kaitannya terhadap
keberlanjutan pemeliharaan pembangunan.

Penanganan persoalan permukiman (kawasan kumuh) harus ditangani secara
bersama-sama, berkolaborasi dengan semua unsur stakeholder yang ada. Sebab,
persoalan kumuh bukan hanya saja berdampak pada lingkungan permukiman dan
tata ruang kota melainkan menjalar ke berbagai aspek-aspek penghidupan lainnya.
Oleh karena itu di Program KOTAKU sering kita dengar slogan “KOLABORASI
HARGA MATI”

Hal 4 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

PERAN POKJA PKP DALAM PELAKSANAAN
PROGRAM KOTAKU

DI KABUPATEN BONDOWOSO

Febrian Widyatmoko, ST, MM
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten

Bondowoso

Assalamualaikum Wr. Wb

Pertama saya sampaikan selamat atas keberhasilan Kabupaten Bondowoso sebagai
terbaik ke-III pelaksanaan siklus kota dalam kegiatan KOTAKU Tahun 2021, dimana

target pengurangan kumuh di
penghujung program KOTAKU dapat
mengurangi lingkungan kumuh seluas
77,78 ha hingga akhir tahun 2021.
Sebuah prestasi yang sangat
membanggakan dalam usaha untuk
mengurangi kawasan kumuh di
Kabupaten Bondowoso.

Program KOTAKU di Kabupaten Bondowoso yang berawal sejak tahun 2017 ini
telah benyak berkontribusi dalam pengurangan kawasan kumuh. Sebagai suatu
program Kota Tanpa Kumuh, Pemerintah senantiasa berusaha untuk dapat
mengurangi bahkan mencegah timbulnya kawasan kumuh baru salah satunya dengan
program KOTAKU ini. Ini tentu tidak dapat terlepat dari peran serta semua pihak
mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten,
Kelurahan/ Desa, LKM, Korkot, Askot serta
masyarakat semua. Untuk Pemerintah
Kabupaten, Pokja Perumahan dan Kawasan
Permukiman Kabupaten Bondowoso sejak masih
bernama Pokja Sanitasi senantiasa terus berusaha
untuk mengawal pelaksanaan penanganan

Hal 5 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

kumuh. Pokja PKP yang terdiri dari beberapa unsur Perangkat Daerah senantiasa
terus untuk berkolaborasi dalam penanganan kumuh ini dengan program KOTAKU
baik dari sisi air limbah, persampahan, drainase lingkungan, jalan lingkungan dan
lainnya. Karena bagaimanapun penanganan kawasan kumuh tidak hanya bisa
dilakukan oleh program KOTAKU saja. Beberapa kegiatan di Perangkat Daerah
diarahkan salah satunya untuk menunjang penanganan kumuh di lokasi kumuh sesuai
Keputusan Bupati Kabupaten Bondowoso.

Sejak adanya SK Kumuh tahun 2016 sampai dengan adanya pembaruan SK Kumuh
di tahun 2020, program KOTAKU dan kolaborasi dengan program/ kegiatan di
Perangkat Daerah telah berhasil mengurangi tingkat kekumuhan seluas 77,78 ha
sampai tahun 2021. Memang ini masih belum menyelesaikan permasalahan kumuh.
Oleh karena itu penanganan kawasan kumuh masih menjadi prioritas di RPJMD
Kabupaten Bondowoso Tahun 2018-2023.

Berbicara mengenahi hasil Program KOTAKU
di Kabupaten Bondowoso, baik di Kelurahan
Blindungan, Kelurahan Kotakulon, Kelurahan
Dabasah hingga Desa Kembang, sangat banyak
keberhasilan yang dihasilkan mulai dari segi
pembangunan fisik sampai ke perubahan
perilaku masyarakat atau non fisik. Untuk hasil
kegiatan fisik berupa pembangunan MCK,

pembangunan saluran drainase, pembangunan jalan
lingkungan, pengadaan gerobak sampah sampai ke
pengadaan RTH. Dengan adanya pembangunan fisik
tersebut, secara tidak langsung dapat merubah perilaku
masyarakat menjadi tidak BABS, tidak membuang
sampah sembarangan. Selain itu dengan adanya
pembangunan jalan lingkungan, saluran drainase dan
RTH membuat lingkungan menjadi lebih baik, tertata,

Hal 6 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

nyaman dan enak dipandang. Hal ini tentu menjadi output yang menggembirakan bagi
masyarakat setempat.

Sebagai anggota Pokja PKP, beberapa kali
terlibat ikut dalam pelaksanaan monitoring
bersama Dinas PKP, Dinas PUPR, Dinas LH,
Askot Kotaku, LKM dan masyarakat di lokasi
KOTAKU. Saya merasakan sekali bagaimana
antusias masyarakat dalam mendukung dan
melaksanakan program KOTAKU di wilayahnya
untuk menjadikan lokasi tempat tinggalnya yang dulu kumuh menjadi lebih baik.
Tentunya hal ini perlu untuk tetap didukung dan dipertahankan kedepannya.

Selain pelaksanaan monitoring diatas, Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman
juga melakukan beberapa kegiatan lain dalam penanganan kumuh di Kabupaten
Bondowoso, antara lain :

1. Mengikuti pertemuan/ kegiatan
rapat baik rapat koordinasi dan
evaluasi pelaksanaan KOTAKU
dan penanganan kawasan
kumuh, sosialisasi program
KOTAKU dan lokakarya
penanganan kumuh baik yang
diselenggarakan di tingkat
kabupaten, provinsi mupun pusat
untuk membahas pelaksanaan
program dan penanganan
kawasan kumuh di kabupaten.

Hal 7 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Pelaksanaan Sosialisasi Program KOTAKU Tahun 2021
2. Mengikuti pelaksanaan pembahasan

dalam rangka penyusunan Keputusan
Bupati Bondowoso tentang
Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh
dan Permukiman Kumuh Kabupaten
Bondowoso Tahun 2016, 2020 dan
2021.

3. Memfasilitasi dan mengikuti
penyusunan dokumen rencana
peningkatan dan pencegahan kualitas
perumahan dan kawasan
permukiman kumuh dalam bentuk
review dokumen RP2KPKPK
Kabupaten Bondowoso Tahun 2021.

4. Memfasilitasi penanganan kawasan
kumuh melalui kolaborasi program/
kegiatan di Perangkat Daerah terkait

Hal 8 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

perumahan kawasan permukiman, air
minum dan sanitasi.

5. Mengikuti pelaksanaan kegiatan
monitoring dan uji petik, serah terima
program dan peresmian Program
KOTAKU.

Namun permasalahan kumuh
masih belum berhenti di saat
program KOTAKU selesai di
tahun 2021. Masih banyak
pekerjaan rumah yang harus
dikerjakan untuk menuntaskan
kawasan kumuh tersisa. Untuk itu
tetap diperlukan kolaborasi antar Perangkat Daerah termasuk juga pelibatan CSR
yang diarahkan di lokasi kumuh. Demikian juga dengan Kelurahan dengan Dana
Kelurahan-nya dan Desa dengan Dana Desa-nya dapat diarahkan juga untuk
penanganan kumuh di wilayahnya. Kami tentunya juga berharap program ini tidak
terputus sampai disini. Perlu adanya kelanjutan program baik tetap dengan nama
KOTAKU ataupun nama lain karena bagaimanapun program ini sudah sangat
banyak membantu Pemerintah Daerah dalam mengurangi permasalahan kawasan
kumuh yang ada di Kabupaten Bondowoso. Selain itu, perlunya partisipasi
masyarakat untuk menjaga, merawat dan memelihara hasil program agar tidak
terjadi kembali pemukiman kumuh di wilayahnya.

Mewakili Pokja PKP, disampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua

pelaku KOTAKU mulai dari OSP 4 Jawa Timur, Korkot, Askot, Fasilitator, FKA,

LKM, masyarakat, Perangkat Daerah terkait yang tergabung dalam Pokja PKP dan

pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu atas sumbangsihnya

terhadap pengurangan kumuh di Kabupaten Bondowoso.

Hal 9 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Pokja PKP akan tetap terus berikhtiyar agar penanganan kumuh tetap teragendakan
dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah demi kemajuan Kabupaten Bondowoso.

Sekali lagi kami sampaikan terima kasih, dan mohon maaf jika Pokja PKP dan saya
selaku pribadi selama mengikuti program KOTAKU terdapat kekurangan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Lesson Learn :
1. Penanganan kumuh adalah penanganan secara bersama-sama, perlu kolaborasi
semua pihak agar pengurangan kumuh dapat tercapai.
2. Perlunya partisipasi masyarakat untuk menjaga, merawat dan memelihara hasil
program agar tidak terjadi kembali pemukiman kumuh baru di wilayahnya.

Hal 10 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Sekelumit Cerita Program Kotaku
Kabupaten

Sejalan dengan semangat Program Kota Tidak mudah menjalin kolaborasi

Tanpa Kumuh (KOTAKU), dimana dengan pelibatan multistakeholder di

Pemerintah Daerah (Pemda) level kabupaten/kota. Perlu upaya luar

ditempatkan sebagai nakhoda, perlu biasa untuk menggalang kerja sama

upaya-upaya yang harus dilakukan oleh dan berkontribusi dalam penanganan

para pendamping di wilayah masing- isu perumahan dan permukiman

masing. Khususnya Dinas Perumahan, antara stakeholder di tingkatan

Kawasan Permukiman, Cipta Karya kabupaten/kota. Selain itu juga perlu

Dan Tata Ruang di tingkat kabupaten/ kesiapan dan kapasitas dari masing-

kota untuk melakukan upaya sinergi, masing personel di internal pelaksana

kolaborasi dan saling memberikan Program KOTAKU dalam

kontribusi antarmulti stakeholder di menghadapi tantangan program yang

tingkat kota dengan Korkot, Askot baru.

Mandiri, Faskel, BKM, KSM dan tokoh Pada tahap awal kegiatan di

dalam membangun kota. Sehingga, kabupaten/kota dilaksanakan

proses-proses pembangunan dapat Sosialisasi Tingkat Kabupaten/Kota

dipercepat dan perencanaan di tingkat penyampaian program kepada para

kota semakin terarah, tidak saling stakeholder camat, kepala kelurahan/

tumpang tindih, khususnya di sektor desa, LKM, dan KSM sepertinya

yang akan menjadi target Program program ini dapat dengan mudah

KOTAKU, yaitu perumahan dan dilaksanakan sesuai juklak dan juknis

permukiman. yang ditetapkan, namun pada tahap

Hal 11 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

sosialisasi desa/kelurahan baru bangun untuk peningkatan kualitas
nampak kendala, munculnya kawasan kumuh tanpa kita merubah
beberapa masalah dilapangan yang pola pikir dari masyarakat tidak akan
harus dihadapi mulai dari kondisi ada artinya.
lapangan dan karakter dari
masyarakat yang sebelumnya tidak Faktor paling utama dalam perubahan
terpikirkan.
pola pikir akan menjadi dasar untuk
Pengalaman dari tim pendamping
sangat membantu kami dalam merubah kebiasaan masyarakat yang
pemecahan masalah yang ada
dilapangan, terutama dari segi sosial mempengaruhi perbaikan lingkungan
kemasyarakatan yang banyak
mempengaruhi dalam pelaksanaan, yang kumuh menjadi lingkungan
karakter masyarakat yang heterogen,
faktor ekonomi paling besar yang sehat, rapi dan layak huni, itu
pengaruhnya dan ini perlu pendekatan
dan metode penyampain yang dinamika kami dalam melaksanakan
memerlukan keahlian dan teknik
komunikasi serta kiat-kiat khusus program KOTAKU, selanjutnya
yang dapat mempengaruhi pola pikir
masyarakat untuk BERANI dalam pelaksanaan fisik
BERUBAH, karena merubah pola
pikir masyarakat akan sangat besar pembangunan sarana prasarana yang
pengaruhnya terhadap pelaksanaan
program KOTAKU, sebaik apapun telah direncanakan menjadi mudah
fasilitas sarana prasarana yang kita
karena masyarakat yang terdampak

telah memahami maksud dan tujuan

dari pelaksanaan program, kolaborasi

antara KSM sebagai pelaksana dan

tim Faskel sebagai pendamping

menjadi kunci suksesnya pelaksanaan

pembangunan sarana dan prasarana,

karena program ini swakelola dimana

elemen-elemen masyarakat yang

terlibat didalam kepengurusan KSM

harus benar benar dapat mengemban

Hal 12 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

tugas mulia ini sebagai relawan Dimana kita harus menempatkan
pengentasan dan peningkatan kualitas septitank pada permukiman padat
lingkungan kumuh yang memaksa kita harus melihat
lokasi dengan melalui lorong-lorong
Peran kami Pemerintah Kabupaten sempit dan masuk kebagian dapur
rumah penduduk/penerima manfaat
melalui Dinas Perumahan, Kawasan serta harus membongkar lantai dan
atap rumah agar septitank dapat
Permukiman, Cipta Karya Dan Tata ditempatkan dititik yang sudah
ditetapkan.
Ruang memonitoring pelaksanaan
Ini dinamika yang kembali harus
pembangunan sarana dan prasarana, dipecahkan oleh tim pelaksana, KSM
dan Faskel berkaitan dengan biaya,
kami berbagi peran dengan tim waktu dan masyarakat penerima
manfaat, biaya diluar dugaan muncul
faskel, banyak hal hal yang menarik disini bagi penerima manfaat, menurut
pandangan kami ini pekerjaan
dalam pelaksanaan, baik itu dengan tambahan bagi faskel sosial, namun
semua kendala-kendala dilapangan baik
para anggota KSM sebagai pelaksana masalah sosial, biaya dan teknis dapat
diselesaikan dengan baik. Harapan ka-
dan kondisi lapangan karena mi semoga semua yng telah dil-
aksanakan ini bisa membawa manfaat
pembangunan dilaksanakan ditengah- dan di pelihara dengan baik sehingga
dapat bermanfaat dalam jangka waktu
tengah permukiman yang sudah

terbangun dan dihuni dengan tingkat

kepadatan yang cukup tinggi, kendala

-kendala teknis pelaksanaan mulai

tampak diantaranya pada

pembangunan MCK dengan

menggunakan septitank pabrikan

(Biofill, Bionet dan sejenisnya),

penempatan dan mobilisasi septitank

menjadi hal yang perlu pemikiran

bagi para pelaksana dilapangan.

Hal 13 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

yang lama bagi masyarakat dan diharapkan berkahnya bagi para relawan dapat
mengalir sepanjang masa ... Amin....

TERIMAKASIH disampaikan kepada semua pihak yang terlibat dalam
pelaksanaan Program KOTAKU, para relawan, LKM, KSM Kades/Lurah dan
semua stakeholder, sehingga sampai saat ini Program KOTAKU dapat berjalan
lancar dan kami berharap semua yang dilaksanakan dapat meningkatkan kualitas
lingkungan kumuh menjadi tidak kumuh, fasilitas sarana dan prasarana yang
dibangun dipelihara dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Diharapkan kekumuhan di
Kabupaten Bondowoso dapat teratasi dengan maksimal. Semoga!!!

Putu Budhi Setiawan, ST, MM
Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Cipta Karya
Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang

Hal 14 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Merawat Kelembagaan ala LKM Kembang

LKM Kembang adalah salah satu LKM Pemilihan anggota LKM secara
termuda di lokasi Program KOTAKU sadar menjadi ajang demokrasi.
Kabupaten Bondowoso. Terbentuk pada Penjaringan utusan dimulai dari
tahun 2009 melalui serangkaian siklus dan
mekanisme program. Saat itu nama tingkat RT
programnya masih bernama Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO
Perkotaan (PNPM-MP). Sebagai program
pemberdayaan yang baru masuk di Desa
Kembang kala itu, tidak sedikit yang
beranggapan bahwa program ini terlalu
bertele-tele, jlimet, banyak rembug dan lain-
lain.

Sosialisasi tingkat desa hingga tingkat RT
dilakukan, dilanjutkan penjaringan utusan
calon anggota LKM yang dilakukan oleh
panitia yang telah mendapatkan
pembekalan dari pendamping dan akhirnya
dilakukan pemilihan anggota LKM di Balai
Desa Kembang pada 2 Oktober 2009.
Kemudian terpilihlah 9 anggota LKM yang
dilanjutkan dengan pemilihan koordinator
yang dilakukan oleh 9 orang tersebut.

HHAALL 1315

Beberapa hari kemudian LKM Amanah yang diberikan kepada LKM
melakukan rapat untuk menunjuk Kembang benar-benar dijaga dan
sekretaris, Unit Pengelola Lingkungan, dijalankan dengan baik, salah satunya
Unit Pengelola Sosial, dan Unit adalah dengan melakukan rapat rutin
Pengelola Keuangan dan kelembagaan setiap akhir bulan. Rapat ini bertujuan
LKM dicatatkan ke Notaris Magdalena untuk mengetahui perkembangan
S. Gandawidjaya, SH Nomor 2338 kegiatan UP-UP khususnya kegiatan
tanggal 15 Oktober 2009. ekonomi bergulir. Setiap masalah yang
dihadapi oleh UPK selalu dicarikan
Pemilihan ulang LKM secara sadar jalan keluar, sehingga tidaklah heran
menjadi ajang demokrasi. Yang mana jika perkembangan dana bergulir men-
warga bebas memilih calon pemimpin jadi yang terbaik di Kabupaten
tanpa tekanan dan tidak terkonsentrasi Bondowoso.
pada 1 orang saja. Transparansi serta
keterbukaan direalisasikan dalam Strategi menjaga kekompakan
penentuan nama calon berdasarkan sifat Rapat rutin yang dilakukan oleh LKM
-sifat baik manusia, dilihat dari Kembang menjadi komitmen bersama.
perbuatan nyata sehari-hari (rekam Undangan akan disam-paikan oleh
jejak) dan penghitungan suara sekretaris setidaknya dua hari sebelum
terbanyak untuk calon yang dipilih pelaksanaan. Rapat ini tidak selalu
tingkat basis dilakukan di depan semua dilakukan di Sekretariat LKM kadang
warga. dirumah anggota LKM sesuai
permintaan tuan rumah.
Hingga kini telah dilakukan pemilihan
ulang anggota LKM sebanyak 5 kali Jika pada hari H pelaksanaan rapat ada
dengan masa bhakti 3 tahun dan 4 kali anggota yang tidak hadir maka anggota
berganti koordinator. yang lain akan menghub-ungi melalui
tilpon, SMS, WA sampai ada jawaban.

HAL 16 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Pada saat rapat dimulai dan ada kegiatan dana bergulir, kalau sudah
anggota LKM yang pegang HP maka
akan mendapat teguran dari anggota menjadi anggota LKM maka harus
yang lain, jadi benar-benar fokus untuk
rapat. Setiap organisasi yang konsisten, harus bertanggung jawab,
didalamnya ada banyak orang tentu ada
silang pendapat bahkan hingga nada karena hal itu adalah anamah dari
tinggi, dan hali itu biasa terjadi.
Demikian pula di LKM Kembang. masyarakat, sehingga harus
LKM Kembang berkomitmen untuk me
-nyelesaikan setiap permasalah yang dilaksanakan yang terbaik. Itulah
ada termasuk perbedaan pendapat
sebelum forum ditutup. Sehingga pada kenapa kalau ada anggota LKM tidak
saat rapat selesai tidak ada lagi perma-
salahan. hadir pada saat rapat akan ditanyakan

dan dihubungi” Pak Paito menjelaskan.

“Kebanggaan menjadi bagian dari

LKM ini adalah kekompakan” Ibu Iin

menimpali. Sudah selayaknya kita

memberikan apresiasi kepada para rela-

wan seperti PK LKM Kembang. []

“Sekali LKM tidak kompak maka akan
berdampak pada UP-UP khususnya

HAL 17 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Mengapa Mereka Memilih

Membanggakan! Seketika perasaan itu
hadir ketika kami menyaksikan masyarakat
warga kelurahan Dabasah berbondong-
bondong mendatangi kelurahan, Sabtu pagi,
14 Maret 2020. Utusan calon PK LKM dan
pa-ra undangan datang ke kelurahan me-
menuhi undangan panitia pemilihan ulang
PK LKM Rukum Sejahtera,

Tentu proses pemilihan ini tidak instan, teta Penjaringan utusan calon PK LKM
-pi sudah melalui serangkaian kegiatan dilakukan di tingkat RT sesuai
sebe-lumnya, rapat pesiapan pemilihan PK amanah Anggaran Dasar.
LKM Rukun Sejahtera dilakukan tanggal
12 Peb-ruari 2020 di Kantor sekretarat Syarat menjadi utusan calon PKM
LKM Jl. LETJEN SUPRAPTO NO. 56 Kel LKM ditetukan oleh masyarakat
Dabasah yang difasilitasi oleh Tim Faskel. melalui refleksi kepemimpinan
Pertemuan selanjutnya adalah pembentukan
pantia yang akan diberi tanggung jawab
untuk mengawal proses sosialisasi dan
pemilihan utusan calon PK LKM ditingkat
RT, terpilih pada acara tersebut Hari
Cahyono sebagai ketua panitia.

HAL 18 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Hari itu, pemilihan anggota LKM dilakukan masyarakat merasa ikut memiliki
di aula Kelurahan Dabasah Kecamatan LKM Rukun Sejahtera melalui pros-
Bondowoso, hadir dalam acara tersebut es yang cukup demokratis. Anggota
utusan calon dari 40 RT yang ada. Pemilihan LKM bukanlah perwakilan wilayah,
kali ini lebih ramai dan semarak, partisipasi tetapi mereka dipilih secara demo-
masyarakat cukup baik. Mangapa ini terjadi? kratis dengan melihat rekam jejak-
Mengapa mereka menya-lurkan aspirasinya? nya.
Mengapa mereka memilih? Apakah para
relawan memobilisasi mereka? Apakah Syarat menjadi utusan calon PKM
harapan mereka terhadap keberadaan LKM LKM diten-tukan oleh masyarakat
begitu besar? melalui refleksi kepem-impinan,
maksudnya adalah kriteria utusan
Mengapa dilakukan penjaringan utusan calon PK LKM ditentukan melalui
calon PK LKM dari tingkat basis? Hal ini FGD yang dilakukan oleh pani-
tidak terlepas dari amanah yang tertuang tia pemilihan. Singkatnya masyara-
dalam Anggara Dasar LKM itu sendiri, kat menginginkan pemimpin yang
sehingga aturan ini menjadi dasar pelaksa- seperti apa, tentu mereka akan
naannya. Model ini dimaksudkan agar memilih orang-orang yang memiliki

HAL 19 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

nilai-nilai baik, jujur, bertanggunjawab, kelurahan dan apa yang mendorongnya
adil, dapat dipercaya, dan lain-lain. memilih nama tertentu. Pemilihan ang-
Kesadaran untuk memilih secara lang- gota PK LKM hanya berhasil jika ked-
sung tidak boleh goyah oleh kampanye, atangan para pemilih didorong oleh 2
bisikan, pesan dan janji orang-orang ter- hal, yaitu: (1) Kesadaran pada individu
tentu. Tidak juga terkontaminasi oleh pemilih bahwa diperlukan wadah atau
ketokohan, popularitas, atau hubungan lembaga perwakilan untuk menyuarakan
kekerabatan. aspirasi masyarakat warga; dan (2)
Kesadaran pada individu pemilih bah-
LKM Rukun Sejahtera terbentuk wa dia harus ikut memilih karena
melalui pemilihan serupa pada tahun dirinyalah bersama warga masyarakat
1999 melalui program pemberdayaan lainnya yang harus ikut menentukan
P2KP (Pemberdayaan dan Pengentasan siapa yang akan menjadi wakilnya.
Kemiskinan di Perkotaan). Perjalanan
sebuah or-ganisisi masyarakat yang Kesadaran tentang perlunya suatu lem-
memiliki sejarah yang cukup panjang, baga beserta sifat dan karakteristiknya
dengan barbagai dinamikanya. Tentu mestinya telah terbangun pada diri setiap
sudah banyak manfaat yang dirasakan individu anggota masyarakat sebelum
oleh masyarakat dengan keberadaan pemilihan dilakukan. Karena itu, kajian
LKM Rukun Se-jahtera dengan berbagai kelembagaan, termasuk kajian lembaga
kegiatannya khususnya kegiatan infra- pengambilan keputusan yang dilakukan
struktur dan dana perguliran. melalui ‘Focuss Group Discus-
sion’ (FGD) pada siklus Pemetaan
Keberhasilan pemilihan, dan selanjutnya Swadaya menjadi sangat penting artinya
pembentukan LKM akat sangat tergan- dalam rangka menumbuhkan kesadaran
tung pada apa yang menggerakkan orang
-orang itu datang ke proses pemilihan di

HAL 20 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

seperti itu. Hanya dengan kesadaran orang yang menunjuk dan memilihnya
seperti itu pemilihan LKM akan berhasil. itu. Karena itu seluruh warga harus
ikut memilih dan menunjuk pemimpin
Selain kesadaran seperti itu, perlu juga yang dikehendakinya, dan dengan
terbangun kesadaran pada setiap individu demikian yang dipilih akan bekerja
warga, bahwa dirinya harus memilih bagi kepentingan seluruh warga pem-
langsung, dan tidak mewakilkan ke siapa- ilihnya. Karena itu, keberhasilan pem-
pun. Harus ada kesadaran bentukan LKM, tergantung pada
keberhasilan proses kajian pada PS.
bahwa ternyata pemimpin yang dipilih Semoga!!!
oleh segelintir orang hanya akan bekerja
dan bertanggungjawab kepada segelintir

 Anggota LKM bukanlah perwakilan wilayah, tetapi
mereka dipilih secara demokratis dengan melihat
rekam jejaknya utusan calon PKM LKM ditentukan
oleh masyarakat melalui refleksi kepeimpinan,

Pemilihan PK LKM hanya berhasil jika:
 Kesadaran pada individu pemilih bahwa diperlukan

wadah atau lebaga perwakilan untuk menyuarakan
apirasi masyarakat warga; dan

 Kesadaran pada individu pemilih bawa dia harus ikut
memilih karena dirinyalah bersama warga masyarakat
lainnya yang harus ikut menentukan siapa yang akan
menjadi wakilnya.

HAL 21 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Belajar Transparansi Melalui Pelaksanaan RWT
LKM Rukun Sejahtera di Kelurahan Dabasah

Transparansi dan akuntabilitas infrastruktur, sosial maupun ekonomi
saat ini menjadi suatu keharusan bagi yang selama ini memang menjadi fokus
semua lembaga dan organisasi di dalam kelembagaan LKM. Sehingga melalui
memberikan informasi kepada publik forum Rembug Warga Tahunan (RWT)
(masyarakat). Terbukanya akses bagi ini, masyarakat di Kelurahan Dabasah
semua kalangan masyarakat di dalam telah memahami dengan baik dan
menerima informasi adalah merupakan komprehensif tentang bentuk kegiatan
tuntutan zaman yang tidak terelakkan di apa saja yang telah dilaksanakan oleh
era keterbukaan seperti sekarang ini. LKM termasuk pendanaan yang
dikeluarkan selama di Tahun 2021.
Seperti halnya di Program
Kotaku, dimana kelembagaan seperti Mengutip informasi serta laporan
Lembaga Swadaya Masyarakat (LKM) yang disampaikan oleh Koordinator
sebagai penentu kegiatan mewajibkan LKM yaitu Bapak Heru di forum RWT,
dirinya untuk setiap akhir tahun menyampaikan bahwasanya di dalam
memberikan penyampaian informasi Program Kotaku Kelurahan Dabasah di
atau laporan kepada masyarakat baik tahun 2021 ini ditetapkan oleh
dilingkungan Kelurahan atau Desa di Pemerintah sebagai lokasi layanan
lokasi Program Kotaku. kurang dari 80%, sehingga fokus
kegiatan LKM yaitu membangun ruang
Dalam hal ini seperti kolaborasi dengan berbagai pihak dalam
pelaksanaan Rembug Warga Tahunan menuntaskan permasalahan Kumuh
(RWT) di Kelurahan Dabasah, LKM yang ada di Kelurahan Dabasah.
Rukun Sejahtera sebagaimana amanah,
tugas dan tanggung-jawabnya telah Maka dari itu pelaksanaan RWT
menyampaikan berbagai informasi serta yang berlangsung di Kelurahan Dabasah
laporan kepada masyarakat terkait mendapatkan respon yang antusias dari
pelaksanaan kegiatan baik kegiatan peserta rembug, setidaknya berbagai

HAL 22 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

usulan yang muncul di forum RWT ini kegiatan selama tahun 2022 LKM
mengharapkan bagaimana LKM Rukun mengharap serta membutuhkan
Sejahtera bisa mewujudkan amanah serta berbagai masukan serta saran dalam
agenda penyelesaian layanan kurang dari menyempurnakan perencanaan yang
80% bisa terwujud serta dapat telah disusun untuk pelaksanaan
diterjemahkan di lapangan. kegiatan di tahun 2022.

Memang pada kenyataannya Dengan penyampaian laporan
membangun ruang kolaborasi tidak secara komprehensif, meyeluruh dan
semudah membalikkan tangan, terbuka kepada masyarakat,
sebagaimana hal itu di tuturkan oleh diharapkan semua kalangan bisa
Pimpinan Kolektif LKM, tapi setidaknya mengetahui serta memahami tentang
di tahun 2021 kita mendapatkan kegiatan ruang gerak pelaksanaan program
kolaboratif yang sumber pendanaannya kelembagaan LKM yang telah
dari PU Provinsi Jatim yaitu berupa berjalan selama ini. LKM sebagai
kegiatan Saluran Tertutup di Kelurahan lembaga warga, memberikan ruang
Dabasah. Di samping itu juga, di dalam seluas-luasnya bagi masyarakat untuk
RWT ini disampaikan berbagai kegiatan menilai kinerja para anggota
lainnya baik kegiatan ekonomi bergulir Pimpinan LKM serta Unit-Unit
maupun kegiatan sosial. Pengelola yang ada di struktur
kelembagaan.
Dalam forum RWT ini juga
disampaikan secara terbuka oleh LKM Evaluasi capaian Dokumen
Rukun Sejahtera kepada peserta rapat Rencana Penataan Permukiman
atau rembug, bahwasanya program (RPLP) yang didalamnya memuat

HAL 23 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

data ivestasi dari tahun ke tahun men- oleh LKM melalui forum RWT ini
jadi perhatian peserta rembug karena
sangat sedikit kegiatan yang dapat adalah merupakan suatu langkah baik
direalisasikan melalui kolaborasi
selama kurun waktu setahun tera- dan maju untuk mewujudkan ruang
khir. Rencana kerja tahunan LKM
yang merupakan acuan kerja bagi keterbukan atas berbagai informasi
LKM untuk setahun kedepan juga
menjadi pembahasan yang menarik kepada masyarakat, sehingga warga
perhatian peserta rembug mengingat
rencana tahun sebelumnya belum masyarakat dapat mengetahui sekaligus
mensimal direalisasikan khususnya
penanganan tunggakan dana bergulir memahami secara utuh serta
di UPK yang masih tinggi.
menyeluruh tentang kiprah
Dalam ranah atau domain
transparansi ini, apa yang dilakukan kelembagaan (LKM) di tengah-tengah

masyarakat seperti halnya yang telah

dilakukan oleh LKM Rukun Sejahtera

di Kelurahan Dabasah Kec. Bondowoso

Kab. Bondowoso. ()

HAL 24 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Kelembagaan yang Mandiri dan Perencanaan
Yang Baik Modal Membangun Kolaborasi

Lembaga Keswadayaan Masyarakat pendekatan baru tentang teori-teori
(LKM) merupakan wadah kumpulan
orang yang terpilih secara amanah, untuk pembangunan. Bahkan peran
menjadi pengurus LKM. Momentum ini
oleh anggota dan pengurus LKM men- revitalisasi, inovasi kelembagaan
jadi dasar dalam melaksanakan tugasnya.
Sudah saatnya LKM (Lembaga menempati posisi penting dan strategis
Keswadayaan Masyarakat) merubah
mindset dari mencairkan Bantuan dibandingkan inovasi teknologi, sosial,
Pemerintah untuk Masyarakat (BPM)
menjadi mencari akses, kolaborasi. Dari ekonomi, lingkungan.
menawarkan kebutuhan pembiayaan,
menjadi menawarkan program melalui Review Kelembagaan
berbagai inisiasi kolaborasi. Memang Di momen akhir tahun ini, saatnya
kolaborasi tidak semudah membalikkan LKM melakukan refleksi, evaluasi
telapak tangan, tetapi butuh ikhtiar kuat, selama perjalanan 1 tahun untuk
butuh kelembagaan yang sehat, butuh bercermin diri dan menguatkan jati
trust. dirinya. Melalui kegiatan review
kelembagaan (termasuk review
Diawali dari penguatan kelembagaan program dan keuangan). Melalui
LKM, agar LKM eksis dan berjalan kegiatan review ini diharapkan dapat
aktif. Kelembagaan dipandang sebagai mendeteksi kekurangan dan kelebihan
variabel yang paling penting di dalam kelembagaan LKM. Mungkin sebagian
pimpinan kolektif LKM terlebih
fasilitatornya merasa dilematis ketika
melakukan review kelembagaan LKM.
Sebagai siklus tahunan untuk
melakukan evaluasi kelembagaan

HAL 25 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

secara riil dan selanjutnya dilakukan diagnosa yang tepat, apakah
penguatan, langkah-langkah perbaikan kelembagaan LKM lemah, sehat atau
atas rekomendasi yang dihasilkannya. bahkan kuat, karena masing-masing
Karena Salah satu parameter sukses status itu memerlukan penanganan yang
fasilitator, ketika LKM yang berbeda-beda. Janganlah karena gengsi
didampinginya mandiri atau bahkan status, lantas kita tergoda untuk menilai
menuju madaani. sehat (mandiri), kuat (menuju madani)
yang sebenarnya jauh dari itu.
Penilaian kelembagaan LKM dilakukan Melakukan proses review kelembagaan
setidaknya dua kali dalam setahun dengan LKM dengan seobyektif mungkin guna
harapan nilainya naik dari tahun ke tahun, mendapatkan analisa yang tepat tentang
dari berdaya menjadi mandiri, dari status LKM adalah hal yang sangat
mandiri menjadi status menuju madani, penting.
atau setidaknya bertahan di status mandiri
atau menuju madani. Review Perencanaan
Perencanaan Penataan Lingkungan Per-
Fakta dilapang tidak sedikit kondisi LKM mukiman yang telah beberapa kali dil-
statusnya menurun. Salah satu akukan review oleh LKM dan relawan
penyebahnya adalah tidak adanya biaya (TIPP) melalui serangkaian kegiatan.
operasional yang tdak memadai untuk TIPP melakukan analisa terhadap data-
berjalannya sebuah organisasi. Unit data lapang sebagai bahan penyusunan
Pengelola Keuangan yang diharapkan dokumen. Data lapang yang menggam-
dapat memberikan alokasi BOP dari laba barkan realitas lapang sangat menen-
bersih dana perguliran tidak ada karena tukan kualitas perencanaan. Hasil pen-
terjadi kemacetan di masyarakat. dataan baseline ditinjau ulang dan dila-
lukan analisa apakah sesuai dengan fak-
Kejujuran menganalisis kelembagaan ta lapang atau tidak. Ketidaksesuaian
menjadi kunci, agar mendapatkan hasil

HAL 26 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

bisa terjadi karena ada intervensi
kegiatan yang selama ini belum terekam
di data koaborasi atau memang pada
saat pendataan ada permasalahan ling-
kungan tercecer.

Keterlibatan masyarakat dalam Keterangan Gambar: Survey lokasi kolaborasi di
penyusunan dokumen perencanaan Kelurahan Blindungan, Kelurahan Dabasah, dan Desa
memberikan “rasa” tersendiri kepada Pejaten
mereka. Perasaan bangga karena terlibat
dalam proses survey lapang, FGD, dan
penyusunan dokumen menumbuhkan
rasa memiliki yang pada akhirnya mere-
ka akan berusaha menyampaikan kepa-
da berbagai pihak untuk menyelesaikan
persoalan lingkungan yang ada, baik
melalui pemerintah kelurahan/desa atau-
pun pihak lain.

Menangkap peluang Data lapang yang menggambarkan
Informasi yang diperoleh dari pendamp- realitas lapang (akurat) sangat
ing bahwa ada kesempatan untuk berko-
laborasi dengan Dinas PUCK Provinsi menentukan kualitas perencanaan
tidak disia-siakan oleh LKM. Dengan Keterlibatan masyarakat dalam
segera LKM berkoordinasi dengan penyusunan dokumen perencanaan
pemerintah kelurahan/desa dan memberikan rasa bangga dan rasa
melakukan survey lapang serta me-
memiliki

HAL 27 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

nyusun proposal. Meski syarat adalah; pertama menumbuhkan kerja

pengajuaanya adalah POKMAS dan sama dan kepercayaan antar anggota PK

bahkan pelaksanaannyapun adalah pihak LKM sendiri. Kedua, menumbuhkan

ketiga, bagi LKM tidak ada masalah, ka- kerja sama dan kepercayaan antara

rena yang terpenting adalah kegiatan ter- LKM, dengan warga masyarakat.

sebut dapat mengurangi persoalan ku- Ketiga, menumbuhkan kerja sama dan

muh dan bermanfaat bagi masyarakat. kepercayaan antara LKM dengan

Adalah LKM Cemara Kelurahan Blin- pemerintah. Keempat, menumbuhkan
dungan, LKM Rukun Sejahtera Ke- kerja sama dan kepercayaan antara
lurahan Dabasah, dan LKM Al Hikmah LKM dengan pihak luar. Semoga
Desa Pejaten yang menangkap peluang kedepan modal sosial yang telah ada
berkolaborasi dengan Dinas PUCK terus tumbuh dan dapat dikembangkan.
Provinsi. Ketiga lembaga tersebut hanya Semoga!!!

minta kepada Dinas PUCK Provinsi un-

tuk menggunakan tenaga kerja lokal

dengan harapan dapat memberi dampak Sudah saatnya LKM (Lembaga
ekonomi bagi warga sekitar, terlebih saat Keswadayaan Masyarakat)
ini masih dalam masa pandemic covid 19
dimana pendapatan masyarakat merubah mindset dari mencairkan
menurun. Bantuan Pemerintah untuk

Kelembagaan LKM telah membuktikan Masyarakat (BPM) menjadi mencari
kepada kita menumbuhkan modal sosial akses kolaborasi

Kejujuran menganalisis
kelembagaan menjadi kunci, agar
mendapatkan hasil diagnosa yang
tepat, apakah kelembagaan LKM

lemah, sehat atau bahkan kuat

adaalah hal penting bagi keberadaan

LKM. Modal sosial yang dimaksud

HAL 28 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Monitoring, Sarana Peringatan i
Kualitas

Kelurahan Bl

Desa Kembang telah diberi

amanah untuk dan me-

manfaatkan Bantuan Pemerintah

Masyarakat guna menuntaskan masalah

kumuh Kelurahan Blin-

dungan berturut-turut selama tahun

menerima bantuan tersebut dimulai

tahun 2018, dan 2019. Sedangkan

Kelurahan Kotakulon menerima bantuan

tahun 2018 dan

Dabasah tahun dan pada tahun

Desa Kembang yang

diberi amanah mengelola

Ada beberapa kegiatan infrastruktur
yang antara lain

MCK bantuan

motor untuk pengangkutan

dan jalur

(mempercantik

HAL 29 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Pelaksanaan kegiatan infrastruktur tidak

lepas dari pengendalian melalui

kegiatan monitoring S

dan Tim KOTAKU. Mereka

kewajiban untuk mengetahui pro-

gress pekerjaan yang

dilakukan secara dan juga

mendapatkan lainnya yang

bisa langsung dari

Yang tidak kalah pentingnya dari

kegiatan adalah untuk

memastikan agar

dengan baik serta kualitas

sesuai dengan standard memastikan agar pelaksanaan ber-
jalan dengan baik serta kualitas infra-
taknis dan aturan struktur sesuai dengan standard taknis

Proses eek dan recek tentang hasil dan aturan yang berlaku.
Monitoring intens dilakukan pada saat
hams dilakukan secara kontinu
pelaksanaan konstruksi untuk lebih
terhadap kegiatan KO- mengetahui progress realisasi, ken-
dala yang dihadapi, sehingga akan
TAKU sehingga dapat tin- lebih cepat dalam memberikan solusi

perbaikan

dakan masukan perbaikan

HAL 30 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

yang guna pencapaian memberikan solusi dan ini
tujuan
sangat penting

Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan baik untuk menjamin

pada persiapan pada keselarasan perencanaan dan

saat dan Kunjungan ke

Monitoring intens dilakukan kegiatan dilakukan pasca konstruksi

pasa saat pelaksanaan konstruksi memastikan kegiatan tersebut

untuk lebih progress berfungsi dimanfaatkan dengan

kendala yang baik oleh

akan lebih cepat dalam

HAL 31 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Program KOTAKU
Memberi Dampak Signifikan

Pembangunan infrastruktur Luas permukiman kumuh yang ada di

permukiman melalui Program Kota Desa Kembang Kecamatan Bondowoso

Tanpa Kumuh (KOTAKU) telah Kabupaten Bondowoso, berdasarkan

dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pendataan Baseline Tahun 2020 dan

di Desa Kembang Kecamatan masuk dalam SK Kumuh Nomor.

Bondowoso Kabupaten Bondowoso. 188.45/619/430.4.2/2020 adalah 58,14

Berbagai persoalan permukiman yang Ha. Tahun 2021 Desa Kembang

selama ini dirasakan masyarakat telah mendapatkan Bantuan Pemerintah untuk

terbayarkan dengan intervensi yang Masyarakat (BPM) sebesar

telah dilakukan melalui pembangunan

infrastruktur permukiman dengan

model pembangunan yang

mengedepankan peran aktif

masyarakat dan kelompok peduli

lainnya. Konsep membangun

kampung sendiri dengan menekankan

peran aktif masyarakat telah

mengajarkan masyarakat untuk

memulihkan kembali nilai-nilai

kemasyarakatan yang mulai luntur

saat ini diantaranya budaya gotong

royong.

HAL 32 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Rp. 1.000.000.000. Dana BPM Jumat, 24 Desember 2021 telah
tersebut oleh LKM Kembang bersama dilakukan acara serah terima kegiatan
Kepala Desa Kembang dimanfaatkan yang bertempat di Balai Desa Kembang
untuk membangun beberapa ddan dihadiri oleh TL OSP 4, Tim
infrastruktur dasar dalam upaya Teknis dari Balai Prasarana
menghilangkan kekumuhan yang ada Permukiman Wilayah 2 Jawa Timur,
di Desa Kembang khusunya di Dusun Kepala Dinas PKP, Camat, Kepala
Lumbung. Kegiatan yang didanai Desa, LKM Kembang, KSM Tim
tersebut berdasarkan skala prioritas Korkot, Tim Fasilitator, dan
RPLP, diantaranya adalah; masyarakat. Acara tersebut dilanjutkan
dengan peresmian oleh Bapak Dr. Hari
Cahyono selaku Kepala Dinas
Perumahan dan Kawasan Permukiman
Kabupaten Bondowoso.

HAL 33 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Bapak Winardi TL OSP 4 pada masyarakat sekitarnya.
sambutannya mengatakan bahwa
Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Mewujudkan mimpi memiliki
tahun 2021 di Bondowoso khususnya permukiman yang layak huni,
di Desa Kembang berhasil mengurangi produktif dan berkelanjutan yang
luasan kumuh sebesar 20,14 Ha. Ini selama ini menjadi impian masyarakat
benar-benar membantu masyarakat Desa Kembang telah mampu
setempat dalam hal memenuhi sarana direalisasikan oleh masyarakat sendiri
dan prasarana permukiman sekaligus dengan pembangunan infrastruktur
meningkatakan daya tarik lingkungan permukiman yang telah dilaksanakan
permukiman masyarakat. Diharapkan selama ini melalui intervensi Program
hal ini nantinya akan meningkatkan KOTAKU.
kesejahteraan masyarakat, dan
menambah kualitas kehidupan Pembangunan infrastrkutur

permukiman yang selama ini dilakukan

HAL 34 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

memberikan warna tersendiri jika

dibandingkan dengan pembangunan

infrastruktur yang dilakukan oleh model pembangunan yang
mengedepankan peran aktif
pihak lain. Pembangunan masyarakat dan kelompok

infrastruktur yang telah dibangun ini peduli lainnya

diharapkan keberlanjutan dengan mengajarkan masyarakat un-
tuk memulihkan kembali nilai
dibentuknya Kelompok Pemanfaat
-nilai kemasyarakatan
dan Pemelihara (KPP) yang

berfungsi untuk menjaga dan

memelihara infrastruktur yang telah

dibangun sehingga umum

pemanfaatan lebih lama dirasakan

masyarakat. (AM)

HAL 35 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

BPM Program KOTAKU

Mengantarkan Kelurahan Blindungan
Lebih Tertata, Rapi dan Hijau

Kelembagaan LKM Cemara
Kelurahan Blindungan secara
berturut-turut mulai dari tahun
2017, 2018 dan 2019 telah
mendapatkan bantuan dana dari
Pemerintah berupa BPM
(Bantuan Pemerintah Untuk
Masyarakat) yang bilamana di
total nilai dana bantuan secara keseluruhan tersebut kurang lebih sebesar
Rp. 3.500.000.000. Adapun rinciannya yaitu, pada tahun 2017 menerima banuan
Rp. 500 Juta, tahun 2018 Rp. 1,5 Milyar dan tahun 2019 yaitu Rp. 1,5 Milyar.

Dana bantuan dari pemerintah berupa Dana BPM tersebut oleh LKM Cemara
bersama Pemerintah Kelurahan dan Masyarakat di Kelurahan Blindungan
berdasarkan tingkat kendesakan dan kebutuhan dasar serta pengurangan luasan
kumuh, maka dana bantuan tersebut di peruntukkan untuk membangun berbagai
infrastruktur dasar yang memang menjadi masalah serta menyumbang tingginya
angka kumuh yang ada di wilayah Kelurahan Blindungan.

Dalam rangka penanganan serta pengurangan luasan kumuh yang ada di Kelurahan
Blindungan, pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan yaitu betul-betul
berdasarkan perencanaan dan skala prioritas sebagaimana yang tertuang di dalam
Dokumen RPLP diantaranya adalah; Pertama, pembangunan jalan paving, kedua,
pembangunan saluran drainase, ketiga, keempat, pembangunan fasilitas jamban/
septic tank komunal, kelima, bantuan atau penyediaan gerobak motor untuk
mengangkut sampah, dan keenam yaitu membangun jalur hijau.

HAL 36 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Permasalahan infrastruktur dasar yang ada lingkungan Kelurahan Blindungan

Mengurai berbagai masalah infrastruktur
dasar yang terdapat di lingkungan
Kelurahan Blindungan dan sudah
tertangani oleh Program Kotaku
diantaranya:

 Jalan lingkungan; menjumpai belum tersedianya serta rusaknya sarana jalan
lingkungan yang ada sudah barang tentu hal ini telah megganggu tingkat
kenyamanan warga di dalam beraktivitas dan berkegiatan baik kegiatan yang
berhubungan dengan sosial kemasyarakatan maupun di dalam memenuhi
kebutuhan ekonomi. Keberadaan atau kondisi jalan yang tidak nyaman ini, dan
diperparah dikala musim penghujan tiba yang mana jalan lingkungan yang rusak
telah menyebabkan jalan becek, terjadinya kubangan serta genangan dimana-
mana. Dimana kondisi jalan yang rusak seperti ini tersebar diberbagai titik di
lingkungan Kelurahan Blindungan.

 Saluran drainase; sebagaimana
dipahami bahwa drainase menjadi
salah satu faktor kunci bagi lahirnya
kenyamanan, kebersihan dan
kesehatan di suatu kawasan ling-
kungan permukiman. Masih ter-
dapatnya fasilitas sarana prasarana
seperti saluran drainase yang belum
merata di lingkungan Kelurahan
Blindungan telah berakibat pada
pembuangan saluran air tidak ber-
jalan sebagaimana mestinya, tidak
tertampungnya debit air lebih-lebih
dikala musim penghujan telah be-
rakibat terjadinya genangan dimana

HAL 37 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

dan hal ini telah meresahkan bagi warga masyarakat di Blindungan. Oleh kare-
nanya dalam hal ini sangat dibutuhkan pembangunan saluran drainase sebagai
kanal-kanal pembuangan saluran air yang ada.

 Fasilitas jamban/septic tank komunal; seperti yang dipahami bersama bahwa
derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi beberapa faktor, sebut saja salah

satunya yaitu faktor perilaku dan faktor lingkungan. Masih terdapat kebiasaan di
beberapa tempat/RT di daerah Blindungan yaitu masih ada warga yang
membuang ‘tinjanya’ kesungai dan parahnya lagi ada beberapa warga yang
membuang melalui saluran. Hal ini mengganggu dan apabila dilihat dari sisi
kebersihan serta kesehatan lingkungan jelas menjadi masalah tersendiri bagi
warga di dalam menjalani kerbersamaan ditengah-tengah masyarakat, lebih-lebih
terkait kenyamanan serta keasrian lingkungan yang harusnya menjadi tanggung-
jawab bersama di dalam menjaganya.

 Minimnya alat pengangkut sampah; kondisi sampahpun menjadi masalah yang
tidak sederhana bagi warga masyarakat Blindungan, munculnya masalah sampah

HAL 38 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

ditengah-tengah masyarakat tentu banyak faktor yang melatarinya, selain dari
rendahnya kesadaran masyarakat akan sampah dan lingkungannya juga masih
minim atau bahkan tidak adanya alat pengangkat sampah seperti gerobak motor
dari rumah warga ke tempat pembuangan sampah sementara.

 Jalur terbuka hijau; mengalokasikan sebagian kecil dari dana bantuan
pemerintah untuk mempercantik lingkungan adalah kegiatan yang Wjib dil-
akukan, tentu hali ini disambut baik oleh warga karena akan menyulap ling-
kuangannya menjadi lebih indah dan rapi. Kegiatan ini memanfaatkan lahan yang
sbelumnya tidak trurus bahkan terlihat kotor.

Dampak positif pelaksanaan kegiatan BPM Program Kotaku

Berdasarkan uraian serta penjelasan dari berbagai permasalahan infrastruktur dasar di
wilayah Kelurahan Blindungan tersebut, maka dengan dana bantuan berupa BPM
dari tahun 2017, 2018, dan 2019 ini secara perlahan masalah sarana-prasarana dasar
lingkungan yang selama ini akrab dihadapi oleh masyarakat Blindungan mulai bisa
tertangani, dengan tindakan dan aksi nyata pembenahan serta pembangunan yang
sudah dilaksanakan, maka permasalahan lingkungan ini telah menemukan solusi dan
jalan keluarnya.

Realisasi pembangunan yang berupa jalan paving, saluran drainase, penyediaan
fasilitas jamban/septick tank komunal, pengadaan gerobak motor untuk mengangkut
sampah dan terbangunnya jalur hijau oleh masyarakat tersebut merupakan momen-
tum bersejarah di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat menyambut antusias
pelaksanaan kegiatan Program Kotaku, tingkat partisipasi mulai dari serangkaian
kegiatan sosialisasi, perencanaan dan swadayanya cukup tinggi. Dari kegiatan Pro-
gram Kotaku akhirnya KPP pun lahir dalam rangka mengawal, menjaga serta
merawat infrastrujtur fisik yang telah di bangun tersebut, sehingga nilai
manfaatannya bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lama oleh masyarakat.

Mengutip apa yang disampaikan oleh Bapak Yoni selaku Koordinator LKM Cemara
“bahwa pembangunan infrastruktur dasar dari Dana BPM ini benar-benar telah
membantu masyarakat Blindungan dalam hal memenuhi sarana dan prasarana
permukiman sekaligus meningkatkan ruang sehat di lingkungan permukiman

HAL 39 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

masyarakat”. Beliau menambahkan, “melalui kegiatan Dana BPM Program
Kotaku ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan serta
menambah kualitas bagi kehidupan masyarakat di Kelurahan Blindungan”.

Langkah serta upaya strategis penataan skala lingkungan yang telah dilaksanakan
di Kelurahan Blindungan. Secara garis besar, dampak positifnya yaitu telah
membawa pengaruh terhadap perubahan perilaku serta aktifitas keseharian warga.
Salah satunya saat ini warga sudah tidak lagi membuang hajatnya di sungai,
artinya dengan pengadaan Septic Tank Komunal (Biofil) ini warga sudah mulai
tertib dan peduli bagi kebersihan lingkungannya. Juga dengan jalan lingkungan
yang telah dibangun (pavingisasi) juga telah membawa positif bagi kelancaran
warga di dalam beraktivitas terutama bagi warga yang kesehariannya menjual
dagangannya di sekitar Pasar Induk Bondowoso, yang mana hal ini sangat
membantu sekali bagi masyarakat di dalam menambah pundi-pundi
penghasilannya.

Berangkat dari penjelasan dan paparan diatas, serta melihat tingkat dukungan
sekaligus harapan yang besar dari berbagai lapisan masyarakat, bahwa Program
KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di tahun-tahun mendatang keberadaan serta
keberlanjutannya harus tetap terkawal secara baik. Mengapa? Karena Program
Kotaku ini telah memberikan perhatian, dukungan dan sumbangsih yang besar
kepada masyarakat khususnya di dalam melakukan penanganan dan penataan
lingkungan permukiman menuju tata lingkungan yang bersih, sehat, nyaman dan
berkelanjutan.

HAL 40 Tes Beton

LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Sertifikasi Tukang Program Kotaku
Jamin

Undang - undang Nomor 2

tahun 2017 tentang Kon-

struksi setiap tenaga

konstruksi memiliki sertifikat

kompetensi pengguna

dan atau penyedia jasa w

mempekerjakan tenaga kerja yang

memiliki kompetensi

Tenaga kerja konstruksi

bersertifikat akan mendapat-

kan manfaat dibanding yang

di antaranya jaminan

besaran imbalan/gaji sesuai

dengan standar yang ditetapkan

P Jaminan

dan memberikan perlin-

dungan hukum pada

Program Kota Tanpa Kumuh

(KOT AKU) program strate-

gis Direktorat Jenderal Cipta

Kementerian PUPR merupakan

program yang

HAL 41 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

mewajibkan semua tenaga kerja kegiatan
sertifikasi ini adalah orang dari
yang dalam pembangunan kelurahan yang mendapatkan

skala untuk

memiliki sertifikasi pelatihan

sebelum pelaksanaan Kegiatan merupakan

kegiatan antara Jasa Kostruksi Suraba-

Melihat pentingnya hal tersebut maka ya dengan Program AKU

KOTAKU dalam penyaluran difasilitasi oleh Na-

Bantuan untuk Masyara- mun pada tahun tukang

kat (BPM) Tahun yang pada kegiatan

2018 kepada masyarakat BPM di Desa bang Keca-

anggaran untuk pelaksanaan matan Bondowoso tidak

kegiatan Hal ini melaksanakan sertifikasi pelati-

dilakukan agar tenaga kerj a yang han pertukangan karena

terlibat dalam proses pelaksanaan kurang dari 20 Biaya

kegiatan kemampuan yang kegiatan ini ditanggung oleh Jasa

maksimal sehingga memberikan

hasil pelaksanaan konstruksi Kita semua tentunya memberikan

apresiasi dan dukungan dalam

Pelaksanaan Kegiatan berlangsung peningkatan kompetensi dan daya

tanggal 22 September 2018 saing masyarakat khususnya pa-

di Jember yang diikuti oleh da pekerjaan padat karya Pro-

dari dan Luma- gram AKU sebagai tenaga

jang dan 2019 ber- maka dari itu un-

tempat di Banyuwangi dengan pe- tuk meningkatkan kompetensi

serta dari dan sesuai dengan standar perlu

HAL 42 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO


Click to View FlipBook Version