The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Proses Pembelajaran dari Program KOTAKU Kabupaten Bondowoso

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dididmuzi, 2022-03-22 04:26:22

Buku Lesson Learned Program KOTAKU Kabupaten Bondowoso

Proses Pembelajaran dari Program KOTAKU Kabupaten Bondowoso

Keywords: Program KOTAKU

memperoleh sertifikat keterampilan Pelaksanaan kegiatan sertifikasi
kerja untuk meningkatkan kese-
jahteraan dan tukang sangat membantu para

pekerja untuk meningkatkan

Pada pelaksanaan kegiatan sertifi- dan mengangkat

kasi tukang ini diawali dengan karena dengan adan-

kegiatan pembekalan pengetahuan ya sertifikat yang dimiliki akan

tang pelaksanaan pekerjaan memudahkan untuk

konstruksi serta tentang alat mendapat pekerjaan di tempat

pelindung kemudian praktek (AM)

konstruksi

setelah itu dilakukan sertifikasi

oleh

HAL 43 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Program KOTAKU
Atasi Masalah Sanitasi

Memastikan bahwa lingkungan tempat

tinggal selalu terjaga kebersihannya

adalah salah satu yang dapat

k i t a lakukan untuk menghindarkan diri

dari serangan penyakit. Lingkungan

mempunyai yang paling besar ter-

hadap status kesehatan disusul

oleh

Pengaruh lingkungan hidup terhadap

demikian penting sehingga

banyak penyebab yang sering

datang dari Itu

untuk menyelidiki seberapa bersih

lingkungan tinggal Hal ini

lantas akan membawa kita pema-

haman tentang

Sanitasi adalah faktor penting yang

harus terutama sarana air

ketersediaan pengolahan

air pembuangan dan

pencemaran Pembuangan tinja

dapat langsung mengontaminasi

HAL 44 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

air

serangga dan bagian-bagian

Lingkungan dengan sanitasi yang buruk

akan pak buruk pula bagi

Berbagai jenis kit dapat

muncul karena lingkungan yang

buruk perkembang

biakan jenis penyakit. Agar

terhindar dari berbagai

maka kita harus terus

khususnya rumah dan lingkungan

sekitar agar menerapkan sistem

sanitasi yang baik.

Perlahan tapi pasti ada perubahan per-

ilaku di Kelurahan Bl Keca-

matan Kabupaten

Betapa lokasi ini

dikenal dengan kebiasaan sebagian Sanitasi adalah faktor
penting yang harus
yang buang air besar di terutama sarana
air ketersediaan
atau mereka ang air di pengolahan air
pembuangan
yang mereka milik tetapi ak dan pencemaran

memiliki setick limbah dari Pemicuan Sanitasi Total
Masyarakat
dialirkan ke selokan sekitar
(STBM) merupakan satu
hal ini terjadi sela- yang dilakukan oleh

ma bahkan dari gen- pihak puskesmas

erasi ke Hal sudah LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

HAL 45

mulai berubah Program sungai untuk berbagai ak-tifitasnya,

masuk ke lokasi seperti mencuci pakaian, mandi, BAB

Tentunya tidak mudah merubah dan lain sebagainya. Padahal

kebiasaan sudah diketahui bahwa itu sangat berbahaya

tradisi turun bagi kesehatan masyarakat. Maka

adalah sosialiasi tentang per- dari itu dengan adanya kegiatan

ilaku hidup dan sehat tersebut diharapkan masyarakat akan

(PHBS) kepada warga setempat memiliki kesadaran untuk

koordinasi dengan aparat menggunakan sarana air bersih dan

kelurahan dan D berperilaku hidup sehat.

Pemicuan Sanitasi Total Program KOTAKU melalui Bantuan

Masyarakat (STBM) merupakan Dana In-vestasi (BDI) tahun 2018 dan

satu yang dilakukan oleh Bantuan Pemerintah untuk

pihak puskesmas Masyarakat (BPM) tahun 2019 yang

melakukan pendekatan disalurkan ke LKM Cemara dan

mengajak kegiatannya dikerjakan oleh KSM

masyarakat untuk menganalisa telah membangun Sep-tick Tank

disi sanitasi mereka melalui Komunal di beberapa RT di

proses sehingga Kelurahan Blindungan. Memlalui

masyarakat dapat berpikir penelusuran Tim Faskel ke beberapa

mengambil tindakan untuk lokasi kegiatan ini dan dilakukan

meninggalkan biasaan buruk wawancara dengan ketua RW 1

mereka mengenai Buang Air Be- Kelurahan Blindungan, masyarakat

sar di sembarang menyampaikan rasa genbiranya dan

Bahkan tidak sedikit dari berterimakasih kepada Program
masyarakat yang menggunakan air
KOTAKU yang memberi bantuan

HAL 46 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

berupa Septick tank Komunal. “Sekarang adanya bantuan Kotaku dari
mereka tidak lagi kesulitan untuk BAB Pemerintah dalam membantu
khususnya dimalam hari” ungkap Bapak mengatasi masalah sanitasi layak,
Masfud ketua RW 1. Bapak Masfud sangat membantu warga Kelurahan
sangat berterima kasih akhirnya warga di Blindungan yang selama ini
Kelurahan Blindungan bisa memiliki menghadapi persoalan tersebut. Dia
jamban dan septic tank yang layak serta berharap semua warga di Kelurahan
aman bagi lingkungan sekitar. Kelurahan Blindungan akan dapat
difasilitasi menggunakan septik
Beliau menyadari selama ini limbah biofilter dimasa yang akan datang,
dibuang melalui selokan sudah menjadi agar tidak mengganggu kesehatan
kebiasaan warga sejak lama dan lingkungan di Kelurahan Blindungan.
masyarakat merasa hal itu tidak menjadi (AM)
masalah. Karena selama ini belum ada
secara langsung dampak yang ditimbulkan
dari limbah warga tersebut, bahkan di
musim hujan sekalipun tidak
menimbulkan bau. Tak ada air tinja yang
merembes atau hal lain yang dianggap
membahayakan lingkungan sehingga hal
ini masih dianggap baik-baik saja bagi
sebagian besar warga.

Setelah diberi pemahaman beberapa kali
dalam pertemuan dengan pihak
Puskesman, berangsur ada perubahan
persepsi dari masyarakat. Menurut dia,

HAL 47 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Keniscayaan Safeguard Kotaku

Mengutip dari Petunjuk Pelaksanaan Sebagian besar dampak yang
Safeguard Program Kotaku yang menyatakan ditimbulkan dapat diatasi dengan
bahwa potensi dampak lingkungan dan sosial
kemungkinan terjadi dari penyelenggaraan perencanaan teknik dan
pembangunan fisik infrastruktur tersier di pelaksanaan manajemen
kawasan kumuh, infrastruktur primer dan
sekunder serta pembangunan infrastruktur konstruksi yang baik
pengembangan kawasan. Dilihat dari skala
kegiatan, maka dampak yang mungkin LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO
ditimbulkan relatif kecil sampai sedang,
bersifat lokal, dengan waktu relatif singkat
dan tidak signifikan, dapat diperbaiki, atau
belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian
besar dampak yang ditimbulkan dapat diatasi
dengan perencanaan teknik dan pelaksanaan
manajemen konstruksi yang baik, akan tetapi
beberapa kegiatan akan memerlukan
Rencana Pengelolaan Lingkungan dan
Dampak Sosial. Maka dari itu upaya
pengamanan dampak menjadi sebuah
keniscayaan, namun apakah kita sudah
mengaplikasikannya dalam setiap kegiatan
pembangunan infrastruktur? Hal ini menjadi

HAL 48

sebuah pertanyaan sejauh mana pelaku Bagian dari safeguard sosial
kegiatan telah melaksanakan petunjuk berupa dokumen legalitas lahan.
pelaksanaan safeguard dalam rangka
pengamanan dampak tersebut. Safeguard lingkungan telah
diawali dengan penyiapan
Mengamati upaya pengamanan dampak dokumen SPPL (Surat Pernyataan
yang telah dilaksanakan dalam kegiatan Kesanggupan Pengelolaan dan
skala lingkungan kegiatan BPM Reguler Pemantauan Lingkungan Hidup)
yang dilaksanakan di Desa Kembang Ka-
bupaten Bondowoso, secara umum telah Seluruh pekerja dilindungi melalui
menjalankan safeguard sosial dan asuransi dengan Jaminan
safeguard lingkungan dengan baik.
Bagian dari safeguard sosial berupa Kecelakaan Kerja (JKK) maupun
dokumen legalitas lahan bagi kegiatan Jaminan Kematian (JKM) selama
yang menggunakan lahan warga telah
dilengkapi berupa surat izin pakai beserta berkerja, seluruh pekerja
lampirannya. Masa izin pakai dilengkapi dengan Alat Pelindung
penggunaan lahan untuk pembangunan
infrastruktur untuk keperluan umum Diri (APD)
selama minimal 15 tahun diberikan oleh
pemilik lahan, diketahui oleh ahli waris
dan para saksi disampaikan kepada Lurah
dengan lampiran foto kopi KTP pihak-
pihak dan lampiran bukti kepemilikan
tanah yang sah. Begitu juga penggunaan
lahan milik pemerintah/lahan eksisting
dengan membuat surat keterangan milik

HAL 49 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

umum dengan dilampiri site plan (JKM) selama berkerja, seluruh pekerja
lokasi pekerjaan. Sedangkan bagian
dari safeguard lingkungan telah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri
diawali dengan penyiapan dokumen
SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan (APD), memasang rambu peringatan di
Pengelolaan dan Pemantauan
Lingkungan Hidup) yang dibuat sesuai lokasi pekerjaan, segera melakukan
dengan jenis kegiatan di masing-
masing kelurahan dan diajukan ke pengangkutan bekas galian dan
Dinas Lingkungan Hidup dan Perhub-
ungan Bidang Tata Lingkuangan dan bongkaran, mengangkut tumpukan
Penataan Lingkungan untuk
mendapatkan nomor register. hasil galian ke tempat yang lebih aman,
Dokumen SPPL ini penting sebagai
fungsi kendali pengelolaan lingkungan memastikan penggalian dan
dan dampak sosial.
penimbunan pipa untuk limbah sesuai
Upaya yang telah dilakukan oleh
KSM/pelaksana kegiatan sebagai standar minimal, dan upaya lainnya
tindak lanjut dokumen SPPL adalah
dimulai dari penerapan Keamanan dan sesuai dengan upaya pengelolan dan
Keselamatan Kerja (K3), pemasangan
spanduk/baliho sosialisasi K3 di upaya pemantauan dampak dalam
beberapa lokasi strategis, seluruh
pekerja dilindungi melalui asuransi dokumen SPPL. Disamping itu, karena
dengan Jaminan Kecelakaan Kerja
(JKK) maupun Jaminan Kematian masih dalam masa pandemi Covid-19,

maka dalam ketentuan protokol

kesehatan pencegahan penularan Covid

-19, sehingga setiap pekerja diwajibkan

menggunakan masker, pengukuran

suhu badan pekerja dengan thermogun,

menyediakan hand sanitizer, tempat

cuci menggunakan sabun, memasang

spanduk upaya pencegahan penularan

Covid-19 dan menerapkan prokes 5M

di lokasi pekerjaan. Biaya asuransi di

BPJS Kesehatan, pengadaan APD, dan

perlengkapan seperti tempat cuci,

HAL 50 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

sabun, hand sanitizer dan lain-lain melaksanakan langkah langkah yang
dialokasikan dari BPM. diperlukan dalam K3, termasuk
memastikan penerapan prokes 5M yang
Dari peninjauan di lokasi kegiatan tentunya menjadi tanggung jawab
bersama, mulai dari KSM sebagai
yang dilakukan oleh Tim Kotaku pelaksana kegiatan, LKM yang
mengawasi, tim pendamping Kotaku
Bondowoso, untuk awal dimulainya yang memiliki tugas dan fungsi utama
untuk memastikan dan terlaksananya hal
pekerjaan kepatuhan untuk tersebut. Dengan adanya kesadaran
bersama akan pentingnya menjalankan
menjalankan K3, prokes 5M dan K3, prokes 5M dan tindak lanjut
pengamanan dampak di lokasi pekerjaan,
tindak lanjut pengamanan dampak maka akan berdampak pada lancarnya
proses pekerjaan, meminimalisir
sudah cukup baik, walaupun di terjadinya kecelakaan kerja, mengurangi
potensi penyebaran Covid-19, dan
beberapa titik lokasi masih perlu terbentuk upaya optimal dalam rangka
pengamanan dampak lingkungan maupun
diberikan sosialisasi dan penyadaran dampak sosial yang mungkin terjadi
selama pelaksanaan pekerjaan. Semoga
penuh kepada pelaku kegiatan di ini dapat menjadi perhatian kita bersama.
()
tingkat LKM, KSM maupun pekerja

untuk bisa tetap mematuhi arahan dan

anjuran yang diberikan oleh tim

pendamping di lapangan. Kendornya

fungsi kendali untuk menjalankan K3,

prokes 5M dan tindak lanjut

pengamanan dampak di lapangan

dapat menyebabkan KSM dan/atau

pekerja tidak mematuhi ketentuan dan

arahan yang diberikan.

Upaya meminimalisir terjadinya

kecelakaan kerja harus dengan

menjamin seluruh pekerja

menggunakan APD dan

HAL 51 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

MENJAGA TRANSPARANSI
KAP AUDIT

Akuntabilitas merupakan kewajiban

dan bertanggung jawab atas

keberhasilan atau kegagalan

pelaksanaan misi organisasi

mencapai hasil yang telah ditetapkan

melalui media pertanggung-

jawaban secara

Salah satu menjaga

akuntabilitas bagi lembaga

Keswadayaan Masyarakat (LKM) ada- Sebelum pelaksanaan audit tahunan
TB yang rencananya akan
lah audit oleh Auditor dilaksanakan pada Maret
maka pada Rabu 9 Februari 2022
Audit setiap tahun telah sosialisasi Audit
kepada seluruh LKM
dan hasinya dilaporkan masyara- Forum Komunikasi Antar (FKA)

kat melalui mekanisme dan media yang

khususnya pada saat RWT (Rembug

Warga

HAL 52 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

LKM Bondowoso yang ber-

tempat di Kantor Askot diri di Pe-

rumahan Artha Karya II Blok A

Kelurahan Kecamatan

Kabupaten

Dalam acara tersebut hadir

Koordinator Sekretaris

Yayan mewakili Tim Faskel

memberikan penjelasan termasuk biaya

audit da perwakilan LKM

Kabupaten yang besar-

annya tidak beda dengan

Tahun sebelurnnya, KAP

Erfan & wan pula yang

rnengaudit kegiatan LKM di Kabu-

paten

Pelaksanaan sosialisasi audit berjalan

wakil LKM Kabupaten

Bondowoso kerj asarna

dengan KAP & Rakhmawan

dengan pelaksanaan audit pada 9

2022 berternpat di Kantor

Sekretariat LKM Kernbang dan di

LKM Rukun

Dabasah Jl. LETJEN SUPRAPTO

“pelaksanaan audit pengelolaan keuangan ini merupakan bentuk pelaksanaan
pembelajaran transparansi dan akuntabilitas”

HAL 53 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

56 Dabasah

Adapun pelaksanaan audit pengelolaan

ini rnerupakan bentuk

pelaksanaan trans-

paransi dan akuntabilitas sebagai

keernpat dalarn konsep transformasi

rnasyarakat rnenuju rnasyarakat

Audit ini bentuk

nyata pentingnya penilaian

untuk rnernbuktikan transparansi

Misalnya untuk

kegiatan LKM khususnya dalarn

hal baik dari

surnber maupun sum-

ber-sumber lainnya seperti Hasil

audit Auditor Independent ini

harus dipublikasikan oleh dan

harus dilakukan sesegera

rnungkin setelah Audit

juga sebagai bentuk

dalarn rnengikuti pelaksanaan siklus

HAL 54 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Kunci Sukses Ekonomi Bergulir
UPK LKM Kembang

Pemberian pinjaman dana bergulir di-

awal P Mandiri Perkotaan

untuk landasan

kemandirian masyarakat berupa

kepemimpinan masyarakat yang

mengakar dan

bagi perkembangan sosial

(social capital) dimasa

bergulir diberikan untuk memper-

siapkan masyarakat jangka

menengah dalam

Terutama pada masalah

yang sangat mendesak untuk sege-

ra diharapkan akan

menjadi pengikat dalam

masyarakat dengan pemerintah daerah

dan kelompok peduli Tujuan utama dana perguliran
untuk menyediakan akses layanan
Tujuan utamanya menyediakan
keuangan kepada rumah tangga
akses layanan keuangan kepada masyarakat kurang mampu dengan
pinjaman mikro berbasis pasar
tangga masyarakat kurang mampu untuk memperbaiki kondisi ekonomi

dengan mikro berbasis LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

pasar untuk memperbaiki

ekonomi mereka dan pembelajaran da-

lam hal mengelola pinjaman dan

menggunakannya

HAL 55

Unit Pengelola Keuangan (UPK) ke LKM bahwa ada KSM yang

LKM Desa di- terlambat kemudian

awal mengelola ekonomi me- KSM bersama UPK turun

lalui PNPM-MP Tahun 2009 dengan lapang untuk melakukan

perguliran yang berasal dari pembinaan dan arahan agar

Bantuan Pemerintah tidak berkepanjangan

(BLM) sebesar untuk sekaligus LKM dan UPK menso-

7 KSM dengan jumlah anggota 39 sialisasikan keberadaan LKM dan

Dan ada tambahan modal dari identifikasi calon Salah

BLM tahun sebesar satu syarat KSM perguli-

7.700.000,- untuk KSM dengan ran adalah mereka yang mempu-

jumlah anggota 30 nyai usaha kecil dan butuh-

Alhamdulillah Tahun awal ta- kan tambahan dari hasil

hun 2022 UPK-LKM Kembang sosialisasi kemudian banyak

mempunyai sebesar calon

Pengelolaan dana masuk daftar tunggu karena modal

tersebut sudah mampu mem- UPK kala itu masih

biayai kegiatan sosial Ban- Serah terima dana perguliran dil-

tuan sembako bangku akukan di Sekretariat LKM Kem-

sekolah Taman bang dan wajib diterima langsung

peralatan anggota tidak boleh di-

Sejak digulirkannya dana UPK tahun wakilkan kecuali oleh anggota
2009 angsuran KSM
jika ada KSM yang keluarga yang namanya tercantung
mengangsur UPK menyampaikan
di keluarga Kartu Keluar-

ga salah satu syarat yang

HAL 56 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

wajib dilampirkan diproposal dan jika KSM berjanji

pengajuan Sebelum dana dis- akan membayar pada tanggal terten-

erahterimakan selalu ada pembekalan tu UPK akan mendatangi

dan arahan dari Hal yang selalu KSM tersebut pada yang

kepada KSM adalah bahwa sudah

dana UPK ini tidak boleh macet dan

Anggota KSM harus tanggung

Laba bersih UPK dalam setahun  Sebelum dana diserahter-
imakan selalu ada pembeka-
pemah mencapai lebih dari lan dan arahan dari LKM

namun ketika terjadi  Ada tanggung renteng di
KSM
demi covid awal tahun 2020
 Buku kunjungan merekam
angsuran KSM mulai ada yang macet kegiatan penagihan

dan otomatis berpengaruh pada

UPK. Menghadapi KSM yang macet

butuh el

rajin mendatangi yang

bermasalah tersebut. Bahkan ada ang-

gota KSM yang lebih dari setahun

tidak membayar dan hanya

saja untuk tetapi

KSM tidak pemah berputus asa da-

tang tiap bulan menagih dan

selalu tertulis di "buku kunjungan

ku kunjungan berisi catatan

misal hari ini datang ke hasilnya

HAL 57 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

UPK akan tetap menerima angsuran Kegiatan UPK selalu disam-

dari KSM angsurannya tidak paikan dalam rapat LKM yang

sesuai dan hal diselenggarakan tiap akhir

Bahkan ada anggota KSM misal hambatan berkenaan

yang pindah ke desa tanpa pem- dengan penagihan maka LKM

beritahuan terlebih akan mencarikan solusi untuk

tanggungannya dibayarkan oleh ang- Ini sangat

gota yang karena KSM terikat sehingga tercipta in-

dalam aturan teraksi yang saling satu

Ada masa dimana angsuran KSM dengan yang Dan

secara misalnya men- yang menyebabkan dana pergu-

jelang hari tahun liran yang ada di LKM

bulan tertentu yang banyak orang Kembang Desa setiap

(Bulan memperlihatkan kemajuan

dan D Covid yang diberikan

sangat berpengaruh pada kegiatan apresiasi kepada

beberapa KSM yang atas dedikasi dan

usahanya menurun komitmen yang setinggi-

gulung Menghadapi ken- tingginya mengelola

yataan yang seperti UPK men- kegiatan Semoga UPK-LKM

coba ikut merasakan apa yang terus

mereka kan dan sehingga (AM)

UPK memberi penundaan

angsuran tetapi tiap bulan UPK

mengingatkan

HAL 58 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Pasang Surut Pengelolaan
Bergulir U P K LKM

Sesuai Visi dan misi pembentukan Unit

P Keuangan (UPK) Lembaga

Masyarakat (LKM) Lestari

Kelurahan bahwa arah dan target

yang ingin dicapai pengelolaan dana

bergulir adalah mengelola dana

bergulir untuk dikelola modal

usaha bagi warga miskin sesuai

standar usaha yang Se- Petugas UPK seharusnya lebih
dari satu orang untuk
hingga kedepan hal ini akan menjadi modal
menghindari hal-hal yang tdak
LKM di kelurahan sekaligus menjadi diinginkan

wahana belajar dan saling dalam Selektif terhadap calon KSM

upaya mengatasi permasalahan yang LKM memantau perkembangan
kegiatan UPK secara berkala
Yang terpenting dalam pengelolaan da-
Syarat-syarat pengajuan
na tersebut adalah bagaimana mem- pinjaman wajib dipenuhi oleh

bangun sehingga kedepan calon KSM

dengan pertumbuhan

diharapkan akan membentuk

ekonomi yang lebih

Unit Pengelola Keuangan LKM Lestari

dana perguliran berdirinya

LKM tahun ketika itu nama pro-

gramnya masih bemama P2KP (Program

Pengentasan Kemiskinan di

Hingga kini sekitar 22 perjalan-

HAL 59 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

an memberikan pengalaman cukup Pada tanggal 24 bulan Februari

UPK LKM Lestari bisa dikatakan 2022 UPK perguliran

tidak cukup berhasil pengelolaan ke 6 dimana KSM baru

dana bergulir karena berbagai dian- ini KSM lama yang ang-

taranya kemacetan di beberapa surannya cukup Besaran

petugas UP dan mulai dari

Pertengahan tahun ketika pandemi s/d Jumlah dana

civid sedang petugas UPK LKM yang digulirkan sebesar

Lestari wafat na dampak covid dari da-

almarhun sendiri menjadi gas UPK na yang ada di rekening UPK

sejak tahun menggantikan Dalam pengelolaan dana bergulir

Selama tiga bulan (Juli September) diharapkan petugas UPK

kegiatan UPK kum karena belum ada sesuai dengan misalnya

petugas yang akhimya dan

LKM mengambil langkah untuk atau setidaknya dua

Dalam rapat LKM diputus- orang petugas untuk mengantisipasi

kan pengganti petugas P adalah

sekretaris yang bemama Anggun UPK perlu terhadap calon

Fitra H w KSM bahkan perlu beker-

Berdasarkan data seadanya yang di- jasama dengan Ketua karena

peroleh dari istri almarhum Anggun Ketua orang yang mengenal

mulai melakukan penagihan dari rumah warganya hingga KSM

ke Ada KSM yang dengan wajib membuat proposal untuk

mengangsur sesuai kewaajibannya dan pengajuan yang dilengkapi

ada yang mau membayar sama dengan beberapa lampiran

Dengan ketelatenan kegi- aturan yang ada misalnya foto kopi

gihannya selama kurun waktu Oktober KTP dan

ada pengembalian dari KSM

sebesar

HAL 60 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Idle Money: an
Diendapkan atau D

Money merupakan sejumlah dana

mengendap belum digunakan un-

tuk kegiatan pinjaman bergulir

dikelola oleh Unit Pengelola Keu-

angan tingginya tingkat idle

money menjadi salah satu permasala-

han yang banyak di alami oleh U

idle money menjadi pemba-

hasan rutin di setiap KBIK konsultan

pendamping Program O

Keswadayaan Masyarakat

P bahkan yang “masalah idle money merupa-
kan masalah yang harus tetap
melakukan pemeriksaan terhadap diselesaikan dengan berbagai

auditor in- upaya dan strategi”

spektorat daerah ataupun LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Pengawasan Keuangan dan Pem-

bangunan

Selama masa pandemi covid-19 pen-

ingkatan idle m e hampir di se-

luruh UPK karena untuk

UPK perlu seleksi cukup

ketat terhadap karena

bagaimanapun juga berdam-

pak langsung terhadap menurunnya

omzet hal ini

mempengaruhi kinerja pinjaman

HAL 61

yang dijalankan oleh UPK. peluang
sehingga penyaluran
money menjadi karena dengan jaman lebih tepat pin-

banyaknya jumlah dana

berdampak pada perputaran dana melakukan pembinaan dan
pelatihan terhadap KSM-KSM
yang dikelola UPK dan ini ber- yang mempunyai usaha potensial

potensi merugikan

khusunya masyarakart berpenghasilan

rendah

Walaupun demikian masalah idle money UPK melakukan sosial-
isasi secara bekelanjutan
masalah yang harus tetap mengenai kelebihan pinjaman

strategi yang

dapat dilakukan untuk menurunkan

idle money yang begitu besar Dan berkoordinasi kepa-

beberapa di yaitu da pemerintahan setempat seper-

membentuk kepercayaan ti pihak kecamatan

terhadap lembaga LKM maupun Kegiatan ini ber-

dan UPK sebagai pinjaman tujuan agar pihak-pihak tersebut

Dengan pengelolaan mengetahui perkembangan keu-

yang baik serta transparansi angan LKM dan

dan akuntabilitas terjaga serta pe- yang dihadapi termasuk idle

layanan terhadap MBR

membentuk kepercayaan masyarakat Banyak hal yang dapat dilakukan

sehingga KSM yang poten- demi penurunan jumlah idle mon-

sial untuk pinjaman ey namun berbagai strategi

melakukan identifikasi KSM apabila tidak dil-

yang membutuhkan pinjaman bergu- akukan di tingkat Mudah-

lir. UPK dapat melakukan mudahan pandemi covid-19 cepat

terhadap Masyarakat MBR berlalu dan LKM mampu

yang mempunyai yang dapat mengelola pinjaman bergulir

dikembangkan maupun potensial dengan Money menurun

HAL 62 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

dan kinerja pinjaman UPK juga

Unit Pengelola Keuangan (UPK) LKM Demang Mandiri Kelurahan Kademangan

Kecamatan Bondowoso tahun tidak melakukan kegiatan dan

akhimya pada hari Selasa tanggal Desember mencairkan idle

moneynya pada KSM Aglonema sebesar Setelah UPK

pengajuan pinjaman dari KSM kemudian UPK memeriksa

kelengkapan administrasi juga kelayakan maka bersama LKM me-

nyetujui pengajuan tersebut. Pada jam yaitu

di rumah Bpk. Martoyo Ketua RT 23-RW 04 Kelurahan UPK telah

siap dengan administrasi yang yaitu kartu bukti kas dan

Kemudian datanglah orang anggota dan ketua KSM Dengan di-

saksikan oleh Bpk. Ketua RT dan beberapa PK LKM Demang Mandiri Kelurahan

maka dicairkanlah dana kepada KSM

Mudah-mudahan tambahan modal yang telah diterima oleh KSM Aglonema dapat

Semoga dengan dukungan semua yaitu

Pemerintah Ketua RT/RW warga secara KSM dapat memen-

uhi kewajibannya yaitu membayar angsurannya kepada UPK rutin dan

Semoga pula keberadaan LKM dan UPK dapat memberi manfaat kepada warga

kedepan semaikin baik.

“Membentuk kepercayaan masyarakat terhadap lembaga LKM dan UPK “
“Selektif tehadap calon KSM”
“Pembinaan dan pelatihan”
“Sosialisasi berkelanjutan”

“Koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengurai permasalahan”

HAL 63 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Livelihood di Kampung

Penataan lingkungan pada Program

dengan target pengurangan kawa-

san sebagaimana yang dia-

manatkan oleh RPJMN

Hal ini berdasarkan Peraturan

2 Tahun 2015 tentang

Rencana P Jangka Menen-

gah Nasional Tahun menga-

manatkan pembangunan dan

kawasan perkotaan melalui pe-

nanganan lingkungan per-

mukiman yaitu peningkatan per-

mukiman pencegahan

kembangnya permukiman kumuh barn

penghidupan yang berkelanjutan

Tujuan tersebut akan dicapai melalui

tujuan salah satunya adalah

penghasilan Masyarakat

Berpenghasilan (MBR) me-

lalui penyediaan infrastruktur dan

peningkatan penghidupan

masyarakat mendukung pencega-

han dan peningkatan per-

mukiman kumuh (Sustainable

HAL 64 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Dimulai dari pendataan Baseline dan Dengan ba-
hasa lain bagaimana
yang pada analisis da-

ta pada (Er Nol) yang menjadi

tolak ukur permasalahan kumuh Dalam mewujudkan konsep

capaian yang hams kita di atas maka beberapa warga di

Disamping pengurangan kumuh yang RW 07 Kelurahan Bl

hams fasilitasi disisi lain kita juga Kecamatan membuat

hams bagaimana masyara- tanaman sayur hidroponik. Dimulai

kat tidak hanya terbebas dari permasala- dari Pranowo di RT 28 RW 07

han kumuh tetapi juga kese- yang memanfaatkan atap beton

jahteraannya dari sisi Hal rumahnya menjadi instalasi pipa-

ini dari aspek yang merupakan pipa paralon untuk penanaman

asset utama peningkatan hidroponik. Yaitu

yaitu Sumber D dan

M 2- Sumber Daya 3- Sayur yang dipanen sebagian di-

Sumber Daya 4- Modal jual sebagian diberikan kepa-

5- Sumber Daya Fisik. Yang da warga secara

kita kenal dengan Pentagonal Dari keberhasilan Pranowo

Kondisi permasalahan per- ini dicontoh oleh Ibu-Ibu

mukiman didapatkan dari data base- yang Yaitu Ibu-Ibu rumah

line yang didata oleh relawan tangga yang memiliki waktu

TIPP pada masing-masing Desa dan memanfaatkan lahan

kemudian data dianalisis kosong di sekitar Awalnya

dengan form R-0 (er-nol) cuma iseng tapi kemudian mereka

menyajikan data munerik tingkat karena temyata

prosentase capaian dan dapat menambah pendapatan

grafik tingkat Dari situ- untuk uang belanja

lah disusun skenario dan Dengan kegiatan ini lingkungan

desain Dan yang tidak kalah bersih tertata rapi dan

pentingnya adalah pemanfaatan mendapat tambahan

HAL 65 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Begitu juga di RW 02 di sana ada penataan lingkungan dimulai dari

pendanaan BPM tahun 2019 dengan konsep Kampung yaitu Kampung

Karya dan Di kampung itu kegiatannya menata kawasan sungai

dan pinggir pinggir sungai dibuat

vertical garden dengan ditanami bunga dan Begitu juga di beberapa

titik sungai di atas ditanami sayur mayur dan di bawahnya ada

keramba Juga secara berkala mancing Dengan menutup

sementara aliran sungai dan mengisi dan dijadikan pancing yang

pemasukannya untuk mengelola budidaya Di Kampung Kardus juga

produsen tempe "Selera" yang mulai membimbing warga sekitar untuk bela-

jar membuat tempe usaha rumah ()

HAL 66 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Partisipasi Perempuan
Bukti Eksistensi Kaum Hawa

Dalam proses pembangunan, LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO
perempuan seringkali dimasukkan
dalam kelompok yang lemah dan
rentan. Sampai sekarang, ruang
keterlibatan perempuan masih saja
mewarnai ruang pembicaraan kita,
peran perempuan pun masih juga
dianggap sebagai golongan
masyarakat kelas dua, yang bisanya
hanya mengurus urusan rumah
tangga atau domistik semata. Kalau
saja kita mau melihat secara jujur
dan jernih, bahwa pada
kenyataannya jangkauan peran
perempuan bisa jauh lebih luas dan
dapat menjadi aktor strategis dalam
pembangunan, baik dalam lingkup
terkecil yaitu keluarga sampai level
yang lebih luas.

Taruhlah misalnya di dalam
proses pembangunan infrastruktur,
masih saja sampai saat ini pekerjan

HAL 67

ini didominasi oleh kelompok laki-laki. konsumsi seperti makanan, kue atau
Mengapa hal ini, tentu saja tidak bisa jajan, minuman bagi para pekerja selama
dilepaskan dari pandangan yang selama pelaksanaan pembangunan infrastruktur
ini berkembang di masyarakat yang Program KOTAKU di Kelurahan
mana anggapannya bahwa urusan Blindungan.
pembangunan infrastruktur adalah
merupakan pekerjaan fisik yang Pada tahun 2017, 2018, dan 2019
membutuhkan tenaga lebih kuat yang Kelurahan Blindungan melalui LKM
mana pekerjaan fisik adalah menjadi Cemara yang mendapatkan bantuan BDI/
pekerjaan laki-laki bukan ruang BPM Program KOTAKU sebesar Rp.
pekerjaan perempuan. 3,5 Milyar. Dari anggaran tersebut
muncullah berbagai turunan kegiatan
Lain halnya yang ada di atau pekerjaan pembangunan
Kelurahan Blindungan, kelompok infrastruktur fisik yang sudah terencana
perempuan justru penuh semangat dan secara baik dan terstruktur, yaitu seperti
bergotong royong dalam membantu Saluran Drainase, Jalan Paving dan
pekerjaan fisik, dan ini terjadi dalam lainnya yang mana tujuannya tiada lain
Program KOTAKU. Dalam proses pada pada penanganan kumuh di
realisasi penanganan kawasan Kelurahan Blindungan.
permukiman kumuh, kelompok ibu-ibu
di Kelurahan Blindungan memberikan Di sini ternyata keterlibatan
pemandangan yang berbeda, di sini
justru Ibu-Ibu saling bantu membantu perempuan / ibu-ibu secara fisik
dan bergotong royong melakukan
pekerjaan fisik seperti pengerjaan langsung dalam pengawalan
pengecatan dan lainnya, serta juga ibu-
ibu berswadaya kolektif berupa pembangunan amatlah sangat besar,

kesadaran ini tentu tidak lepas dari

tingkat sosialisasi Program KOTAKU

baik melalui konsultan pendamping di

berbagai forum rapat dan pertemuan juga

HAL 68 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

lewat Pimpinan Kolektif LKM yang melakukan pekerjaan fisik sama dengan
tiada henti-hentinya memberikan laki-laki adalah menjadi angin segar
sosialisasi serta pemahaman kepada sekaligus menjadi warna yang positif bagi
semua lapisan masyarakat termasuk proses pembangunan di masa-masa yang
kelompok perempuan (Ibu-ibu) bahwa akan datang.
betapa pentingnya sisi partisipasi atau
keterlibatan kaum perempuan dalam Ditingkatan masyarakat, peran
Program KOTAKU sehingga pada perempuan serta ibu-ibu sudah mulai
akhirnya lahirlah semangat serta bergeliat dan bangkit dalam berbagai
tanggung jawab dari ibu-ibu yang program, utamanya di Program Kota
dibuktikan secara langsung bentuk Tanpa Kumuh (KOTAKU). Sebagaimana
keterlibatannya dalam proses dipahami bahwa dalam setiap tahapan
pembangunan fisik di Kelurahan kegiatannya Program KOTAKU sangat
Blindungan. menekankan akan pentingnya peran serta
keterlibatan (partisipasi) kelompok
Setelah melihat serta perempuan baik pada tingkat kehadiran di
menengok posisi dan peran perempuan berbagai forum sampai pada
(ibu-ibu) dalam Program KOTAKU
khususnya yang ada di Kelurahan  Sosialisasi menggugah partisipasi
Blindungan tentu hal ini telah dan swadaya dari masyraakat
membawa persepsi serta anggapan
yang berbeda bahwa pada fakta dan  masyarakat senang mendengar
kenyataannya kelompok perempuan kabar bah-wa kampungnya men-
dan ibu-ibu juga bisa melakukan jadi sasaran Program KOTAKU
pekerjaan pembangunan fisik
sebagaimana yang dilakukan oleh laki-  Dukungan pemerintah kelurahan
laki selama ini. Bukti bahwa kelompok sangat besar dalam menunjang
perempuan/ibu-ibu juga bisa pelaksanaan program

HAL 69  Kaum perempuan bangkit sebagai
pelaku utama dan membuktikan
dirinya sejajar dengan kaun
laki-laki

LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

keikutsertaannya dalam pengambilan sangatlah penting serta dibutuhkan di
keputusan. dalam melakukan proses perubahan sosial
kemasyarakatan yaitu perubahan
Dalam rangka menumbuhkan masyarakat dari tidak berdaya menjadi
tingkat partisipasi yang lebih luas bagi berdaya, mandiri, dan pada akhirnya
perempuan untuk berkarya dan mewujud menjadi warga yang Madani. [ ]
berinovasi, menjadi penting di dalam
setiap kegiatan musyawarah (rembug),
baik melalui Lembaga Keswadayaan
Masyarakat (LKM), Kelompok Swadaya
Masyarakat (KSM), Kelompok
Pemanfaat dan Pemelihara (KPP),
kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas
Masyarakat (PKM), dan kegiatan
Pinjaman Ekonomi Bergulir kelompok
perempuan untuk seyogyanya diberikan
ruang serta posisi yang strategis sehingga
secara perlahan namun pasti kaum
perempuan mampu berkiprah seperti
halnya kaum laki-laki, dan ini tentu
menjadi serta membawa warna tersendiri
bagi keberlangsungan pembangunan.

Dengan demikian, apabila dilihat
dari sisi ruang pemberdayaan sosial
pembangunan, sudah barang tentu
kepekaan, semangat, gagasan, pemikiran,
kreativitas serta inovasi perempuan

HAL 70 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Berinovasi Mengelola Sampah Melalui
‘Bank Sampah Mandiri Malabar’

Keberadaan “Sampah” dalam kenyataan kehidupan kita sehari-hari kerap kali
menjadi masalah yang tidak sederhana, rumit dan seakan tiada ujung penyelesaiannya.
Disadari atau tidak bahwasanya permasalahan ini merupakan konsekuensi logis dari
kebiasaan serta kegiatan kita sehari-sehari, dalam aktivitas kehidupan kita sudah
barang tentu memproduksi sampah yang volume serta jumlahnya tentu berbanding
lurus dengan daya konsumsi barang yang digunakan oleh kita sehari-hari, sehingga
‘sampah’ yang tidak terkelola secara baik dan terencana justru melahirkan ruang
permasalahan baru yang sangat riskan dan krusial ditengah-tengah kehidupan kita.

Sebagaimana kita ketahui, bahwasanya selama ini masyarakat kita dalam
mengelola sampahnya masih sederhana yaitu bertumpu pada penimbunan, pembakaran,

dan tidak jarang dibuang dipinggiran atau LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO
dibantaran sungai yang mana hal ini sering
kali kita saksikan di tengah-tengan
lingkungan kita.

Mengapa hal ini terjadi, sudah jelas
karena masyarakat kita menganggap
sampah masih sebagai barang sisa yang
tidak berharga, tidak bernilai dan berguna,
dan harus dibuang. Setelah ditelisik secara
seksama, bahwa rata-rata tingkat kesadaran
masyarakat kita belum sampai pada ruang
pemahaman bahwa “sampah” sebenarnya
bisa memberi nilai tambah atau daya ungkit
ekonomi yang bisa menjadi ‘sumber daya’
positif bagi kehidupan warga bila mana

HAL 71

keberadaan sampah itu dikelola secara yaitu masyarakat khususnya bagi
terencana, baik dan benar. warga di Gang Malabar.

Melihat serta belajar pengelolaan Di sisi lain, sampah yang
sampah yang ada di Gang Malabar yang menumpuk dibantaran sungai tentu
letaknya di RW. 007 Kelurahan Kotakulon telah mengganggu kenyamanan serta
Kec. Bondowoso Kab. Bondowoso. pemandangan lingkungan, belum lagi
Bahwasanya di sana terdapat dan tumbuh kebiasaan masyarakat lainnya yaitu
“kelompok peduli” yang digagas serta membakar sampah di sekitar
diinisiasi oleh kelompok “Ibu-Ibu” peduli pekarangan rumahnya yang mana hal
lingkungan yang dalam ini diprakarsai oleh ini juga pasti berakibat pada terjadinya
Ibu Erni Susilowati dan Ibu Eliyati polusi udara yang seharusnya hal
Taurustina tersebut tidak terjadi di dalam
kebersamaan serta kehidupan kita
Bermula dari keprihatinan ibu Erni sehari-sehari. Begitulah gambaran
Susilowati ser ta ibu-ibu lainnya di RW. serta kondisi pengelolaan sampah
007 atas kondisi sampah yang tidak pernah yang terjadi sebelum adanya
kunjung usai. Mengapa, karena setiap penanganan serius dari kelompok ibu-
harinya warga di RW. 007 Gang Malabar ibu peduli lingkungan yang ada di
sudah terbiasa membuang sampahnya di RW. 007 Gang Malabar Kelurahan
sungai yang melintasi di RW. 007 Kotakulon.
Kelurahan Kotakulon. Oleh karenanya dari
hari ke hari sampah disana terlihat semakin Dalam rangka mensiasati
menumpuk dan tidak tertampung, sehingga sekaligus mengatasi permasalahan
dampak lanjutannya telah membuat sampah ini, warga masyarakat melalui
pencemaran dilingkungan sekitarnya, KPP Malabar mendirikan ‘Bank
seperti munculnya bau tidak sedap dan Sampah’ yang tujuannya tiada lain
terjadinya pencemaran di sungai yang adalah untuk melakukan pendidikan
mana kondisi serta keberadaan sungai kepada warga serta membudayakan
akhirnya menjadi kotor dan dipenuhi oleh pengurangan sampah di tengah-tengah
berbagai bakteri yang membahayakan yang masyarakat sekaligus bisa mengambil
pastinya nanti akan merugikan diri sendiri manfaat ekonomi dari keberadaan

HAL 72 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

sampah yang ada. yang ada di Kelurahan Kotakulon
dapat menjadi rujukan, contoh baik
Melalui bank sampah ini, warga serta cermin bagi masyarakat tentang
masyarakat di lingkungan Malabar bagaimana cara menyikapi masalah
akhirnya belajar bagaimana memilah dan sampah dan menjaga kebersihan
mengumpulkan sampah secara benar dan lingkungan dalam ruang sosial
bagaimana pula sampah-sampah yang kehidupan kita.
telah pilah-pilah tersebut dapat didaur
ulang guna memiliki nilai tambah dan nilai Pada tahun 2018, LKM Lestari
jual secara ekonomis yang nantinya tentu Kelurahan Kotakulon melalui Program
amat membantu serta bermanfaat bagi KOTAKU memberikan bantuan
kehidupan warga masyarakat di “Gerobak Motor” ke KPP Malabar,
lingkungan Gang Malabar. Hal lainnya yang digunakan untuk mengangkut
juga akan membuat keberadaan sampah dari rumah warga dan
lingkungan baik di bantaran sungai dikumpulkan di Tempat Pembuangan
maupun lingkungan pekarangan rumah Sampah Sementara (TPS). Dengan
warga akan lebih bersih, asri, dan hijau keberadaan Gerobak Motor inilah
sehingga tercipta kondisi lingkungan yang pelan-pelan masalah sampah
lebih sehat dan nyaman ditengah-tengah menemukan jalan keluarnya, dengan
kehidupan masyarakat. kata lain permasalahan sampah yang
selama ini menjadi keprihatinan
Dengan lahir dan berdirinya Bank bersama secara perlahan mulai
Sampah ini tentu merupakan sebuah tertangani secara lebih baik, tertata dan
contoh yang baik serta dapat menjadi lebih terencana.
inspirasi bagi masyarakat di daerah lain
khususnya di wilayah Kabupaten Seiring perjalanan waktu,
Bondowoso, mengapa karena mengingat berangsur-angsur pengelolaan sampah
selama ini masyarakat kita apalagi ibu-ibu yang ada berjalan semakin tertib.
pengetahuan dan pemahamannya tentang Secara teknis, sampah dari masing-
bagaimana mengelola sampah yang baik masing rumah diangkut dengan
dan benar masih sangat minim dan gerobak motor, dan ini sangat
terbatas. Maka dari itu, keberadaan KPP membantu serta memudahkan bagi
Malabar serta ibu-ibu peduli lingkungan
LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO
HAL 73

pengelolaan sampah, baik proses pemilahan
maupun daur ulang sampah yang ada, yang
mana posisi sampah semula tidak berharga
kemudian secara ekonomis berubah menjadi
bernilai jual.

Di sini ada Ibu Erni, Ibu Dina, Ibu
Eli, Ibu As dan Ibu-Ibu lainnya yang kira-
kira ada 10 Orang, yang mana mereka ini
terus berkomitmen kuat agar Bank Sampah
Mandiri Malabar ini dapat ser ta mampu
memberikan kontribusi positif bagi
masyarakat di lingkungan Malabar RW. 007
didalam mengelola sampah. Mereka Ibu-Ibu
ini secara kesinambungan dan berkelanjutan
terus mengkampanyekan memberikan
pengetahuan serta pemahaman kepada
setiap orang baik ibu-ibu maupun para

HAL 74 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

bapak akan pentingnya pengelolaan ada yang membuat keramba ikan, yang
sampah secara benar dan produktif, yaitu mana hal ini bisa dikatakan
mengubah dari potensi yang tidak bernilai bahwasanya sungai yang bersih juga
menjadi potensi yang bernilai tambah. bisa mendatang pendapatan tambahan
Dengan terkelolanya sampah secara lebih yang bisa menopang produktif
terencana ini telah membuat ruang ekonomi warga.
lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat
serta nilai tambah atas sampah tersebut Dalam rangka mewujudkan
juga telah membantu bagi pendapatan ibu- pengelolaan sampah yang lebih
ibu, oleh karenanya membangun ruang terencana, sudah barang tentu kedepan
empati yang tinggi dan kepedulian warga sangat dibutuhkan bimbingan dan
masyarakat akan pentingnya lingkungan kemitraan baik dari Pemerintah
yang bersih, nyaman, sehat dan produktif maupun pihak Swasta. Agar harapan
adalah merupakan tanggung jawab dari dari kelompok peduli dan warga
kita semua. masyarakat khususnya dilingkungan
Malabar dapat terwujud, serta berharap
Dalam keseharian, Ibu-Ibu ini tidak “KPP Malabar” dan “Bank Sampah
Mandiri Malabar” menjadi “centra
mengenal lelah memberikan pemahaman atau pusat belajar” bagi masyarakat di
dalam menciptakan lingkungan yang
melalui edukasi dan pembelajaran kepada bersih, sehat dan nyaman serta mampu
meningkatkan kesejahteraan bagi
semua warga bahkan juga kepada anak- warganya. [ ]

anak. Seperti halnya ibu-ibu secara berkala LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

mengajak anak-anak untuk membantu

mengeruk dan memilah sampah dari

sungai. Sehingga akhirnya anak-anak

menjadi mengerti akan bahaya

menumpuknya sampah terlebih

dilingkungan sekitar kita. Dan anak-anak

juga belajar bahwa sampah ternyata bisa

dibuat kerajinan dan menambah

pendapatan warga. Hal yang

menggembirakan lainnya yaitu dengan

bersihnya sungai maka beberapa warga

HAL 75

Dua Srikandi Dibalik Suksesnya
Ekonomi Bergulir LKM Kembang

Dibalik situasi pandemi yang mengobrak KSM dibentuk oleh mereka yang membu-
abrik tatanan perekonomian kehidupan tuhkan dana ekonomi bergulir
keseharian bukan berarti membuat patah
semangat dua tokoh srikandi dibalik disiplin sejak awal dalam menjalankan
suksesnya UPK LKM Kembang Desa aturan bersama menjadi hal penting da-
Kembang Kabupaten Bondowoso. Beliau
adalah Yayuk Erna Kristiyaningsih (Ibu lam pengelolaan UPK
Edy) dan Ibu Susiana Insufiah (Ibu Iin),
mereka berdua justru memacu semangat LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO
untuk mempertahankan kinerja keuangan
UPK. Upaya yang dilakukan adalah
mendatangi KSM dari rumah ke rumah
dan memberikan dorongan serta semangat
kepada KSM.

Selain sebagai UPK Ibu Iin berprofesi
sebagai pedagang rujak dan sering
mendapat pesanan nasi kotak dan kue,
sedangkan Bu Edy sebagai ibu rumah
tangga yang juga aktif sebagai kader
sebuah partai. Beragam pengalaman
penagihan yang didapat dari lapang dalam
situasi pandemi ini, terkadang terpaksa
berkompromi dengan situasi dan kondisi
KSM. Mereka KSM yang terkena dampak

HAL 76

covid 19 yang mengakibatkan usahanya "Jadi KSM benar-benar dibentuk oleh
terhenti dan bahkan nyaris tanpa mereka yang membutuhkan dana
pendapatan maka harus dihadapi dengan ekonomi bergulir, serta melalui
lembut dan membesarkan hati dan kesepakatan antaranggota KSM sendiri.
semangatnya. Agar mereka sendiri yang rembukan guna
menentukan siapa ketua dan bendahara.
Adalah seorang bernama Kartapi, beliau Maksudnya adalah agar semua bisa
berjalan sesuai dengan keperluan mereka,
KSM yang baik dan tidak pernah bukan karena pesanan. Dengan begitu,
mereka akan berdaya dan mengatasi
menunggak yang berprofesi sebagai masalahnya."

pengayuh becak, pelanggannya adalah Susiana Insufiah ditunjuk sebagai
manajer UPK dan Yayuk Erna
anak sekolah. Modal yang diperoleh dari Kristiyaningsih sebagai pembuku. Walau
keduanya bukan
UPK dipakai modal berjualan mainan di
petugas penagih, tapi keduanya turun
sekolah atau berjualan bila ada keramaian lapang untuk melakukan penagihan
menemani Abu Hamidi sebagai juru
di Desa Kembang. Dan ketika pandemi tagih. Keduanya konsisten menjalankan
kegiatan UPK sesuai aturan yang ada,
melanda beliau benar-benar kehilangan proposal pengajuan diverifikasi dengan
teliti, tidak cukup sampai disitu, bahkan
pekerjaannya, yang akhirnya UPKpun keduanya mencari informasi tambahan
tentang rekam jejak calon KSM. Hal ini
terkena dampak. Menghadapi hal yang sangat penting karena akan menentukan
lancar tidaknya angsuran. Yang kedua
demikian Kedua petugas UPK (Ibu Edy
LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO
dan Ibu Iin) trenyuh. “siapapun bisa

mengalami hal yang demikian” tutur Bu

Edy. Namun demikian setiap bulan tetap

didatangi untuk mengingatkan

kewajibannya sebagai KSM.

UPK LKM Kembang Desa Kembang Ibu
Edy mengatakan, verifikasi kelayakan
calon peminjam dana ekonomi bergulir
dilakukan sebagai antisipasi dari hal-hal
yang tidak diinginkan di kemudian hari.

HAL 77

adalah penagihan dilakukan dengan sabar, telaten, mendatangi KSM sesuai jadwal yang
sudah disepakati bersama.

Penagihan kepada KSM cukup melelahkan karena KSM dengan beragam karakternya akan
berbeda menanggapi kehadiran petugas UPK. Kadang mereka cuek, menghindar, bahkan
marah-marah, tetapi semua dihadapi dengan baik oleh kedua tokoh kita ini. Jika pagi
didatangi tidak ada, maka siang akan didatangi lagi, jika masih belum ketemu juga maka
malampun akan didatangi. Benar-benar tidak mengenal lelah dan dilakukan tanpa
mengeluh.

Kegigihan kedua sosok perempuan ini, kini kekayaan UPK menjadi Rp. 600.000.000,- dari
modal awal tahun 2009 Rp. 19.250.000,- dan tahun 2010 ada tambahan modal sebesar Rp.
7.700.000,- dengan laba bersih pertahun lebih dari 50 juta. “Ada senang, puas, bahkan
bangga ketika ada KSM yang usahanya berkembang” ungkap Bu Edy.

Lancarnya ekonomi perguliran di UPK LKM Kembang memberikan dampak pada LKM
Kembang itu sendiri. Roda organisasi LKM terus berjalan walau beberapa tahun tidak ada
bantuan dari pemerintah. Bahkan dari alokasi laba bersih UPK bisa melakukan kegiatan
sosial berupa penjualan sembako murah, bantun peralatan sekolah untuk anak SD,
memberi bantuan bangku untuk taman kanak-kanak dan lain-lain.

Nyata sudah bahwa disiplin sejak awal dalam menjalankan aturan bersama menjadi hal
penting dalam pengelolaan UPK. Saling percaya dan transparansi antar pengurus UPK
dan LKM adalah kunci dalam memelihara hubungan kerja sama. [ ]

HAL 78 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Mengelola Sampah ala KPP Berseri
di RT. 001 Kelurahan Blindungan

Ibu Sri Hariyani dan Bpk. Mahfudz KPP adalah kelompok yang dibentuk
adalah dua sosok sejoli yang sering kali untuk menjaga agar kemanfaatan
kita temui jika kita jalan-jalan melakukan
monitoring ke RT. 001 RW. 001 pengelolaan persampahan terse-
Kelurahan Blindungan untuk melihat but tetap lestari dan bahkan semakin
pengelolaan persampahan yang ada di
sana. Ibu Sri Hariyani adalah Ketua KPP meningkat
“Berseri”, yaitu Kelompok Penerima KPP adalah kelompok strategis yang
Manfaat dan Pemelihara yang ada di RW
01 Kelurahan Blindungan. sangat dibutuhkan untuk menjaga
agar kemanfaatan program/kegiatan
Di lingkungan RW. 001 utamanya
di RT. 001, RT. 002 dan RT. 032 dapat terus dirasakan dan bahkan
Kelurahan Blindungan selama ini selalu di ditingkatkan.
sibukkan dengan permasalahan sampah.
Sampah di masing-masing rumah sehari- LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO
harinya dibuang ke sungai yang ada di
wilayah RT tersebut. Oleh karena itu maka
permasalahan sampah ini menjadi
perhatian baik dari LKM maupun dari
pihak Kelurahan untuk di carikan solusi
penanganannya.

Melihat permasalahan sampah
yang tidak pernah kunjung usai, akhirnya
pada Tahun 2019 wilayah RW. 001
mendapat bantuan Gerobak Motor dari
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

HAL 79

yang digunakan untuk mengangkut sampah dari sisi kepeduliannya terhadap masa-
dari 3 RT yang ada di lingkungan RW. 001 lah-masalah bersama yang muncul
(RT. 001, RT. 002 dan RT. 032), kemudian dilingkungannya selalu berada
sampah dari masing-masing rumah dibarisan depan, tercermin pula
diangkut dan ditampung di Tempat keduanya cukup giat dalam berbagai
Pembuangan Sementara (TPS) yang berada kegiatan sosial kemasyarakatan diwila-
di Jl. Santawi Kelurahan Tamansari yah Kelurahan Blindungan khususnya
Kecamatan Bondowoso. yang berada dilingkungan RW. 001.

Dengan bantuan gerobak motor dari Seiring perjalanan waktu,
Program KOTAKU secara berangsur- pengeloaan sampah yang ada di RW.
angsur sampah rumah tangga yang selama 001 terlihat semakin tertata dan hal ini
ini menjadi persoalan bersama akhirnya disambut baik oleh masyarakat. Pada
ruang penanganannya mulai tertata dengan tataran teknis pengelolaannya, bersama
lebih baik. Dengan demikian, KPP Berseri warga disepakati terdapat biaya
di Kelurahan Blindungan khususnya di operasional di dalam mengelola
RW. 001 ini keberadaannya cukup penting persampahan ini, yaitu masing-masing
dan vital. Harapan masyarakat kedepannya rumah dikenakan biaya Rp. 10.000,-
bagaimana eksistensi KPP Berseri ini betul- per bulan, yang mana dana tersebut
betul bisa menjaga agar ruang kemanfaatan diperuntukkan untuk perawatan
atas pengelolaan sampah tersebut semakin gerobak dan membayar insentif tenaga
hari semakin baik dan meningkat, sehingga sopir gerobak. Iuran Rp. 10.000,-
kelestarian lingkungan yang ada diwilayah perbulan dikumpulkan oleh Ibu-Ibu di
RW. 001 terus menerus bisa terjaga serta masing-masing Dasa Wisma, dan ad-
terkawal dengan baik. minmistrasi pembukuannya dilakukan
secara tertib oleh Dasa Wisma dan
Sampai saat ini KPP Berseri ini KPP.
memiliki 6 anggota pengurus yang
ketuanya di nahkodai oleh Ibu Sri Hariyani. Dalam Program Kotaku, KPP adalah
Ibu Sri ini adalah istri dari Bpk. Mahfudz kelompok strategis yang sangat
(Ketua RW. 001). Keduanya memang ter- dibutuhkan untuk menjaga agar
catat sebagai sosok yang cukup aktif dan kemanfaatan program kegiatan dapat
gigih dilingkungannya, hal itu tergambar secara terus-menerus dirasakan oleh

HAL 80 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

masyarakat dan juga harapannya secara
kontinu peran kelembagaan KPP ini bisa
meningkat dan peranannya pun semakin
meluas. Karena sudah menjadi masalah
umum bahwa kemanfaatan kegiatan
hanya dapat dirasakan saat program
tersebut berjalan. Namun tidak
dipikirkan bagaimana memelihara
kemanfaatannya agar berlangsung lama.
Oleh karena itu yang tidak kalah penting
dari sebuah kegiatan atau program
adalah tidak hanya bagaimana
memanfaatkannya. Tapi bagaimana ter-
dapat kelembagaan yang mampu
menjaga kelestarian manfaatannya. [ ]

HAL 81 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Membangun Kepedulian dari Jasa UPK

Sebagai wujud nyata kehadiran Lembaga membangun kapital sosial dengan
Keswadayaan Masyarakat (LKM) sebagai menumbuhkan kembali nilai-nilai
organisasi masyarakat warga yang berpihak
membantu masyarakat, khususnya yang terkait kemanusiaan menggalang
dengan kemiskinan. Sebagai pengingat, bahwa solidaritas sosial
LKM mempunyai misi membangun kapital
sosial dengan menumbuhkan kembali nilai- meringankan beban masyarakat
nilai kemanusiaan, ikatan-ikatan sosial dan khususnya yang masih MBR
menggalang solidaritas sosial sesama warga
agar saling bekerja sama demi kebaikan,
kepentingan dan kebutuhan bersama, yang
diharapkan kelak memperkuat kemandirian
masyarakat untuk menuju tatanan masyarakat
madani. LKM Kembang Kecamatan
Bondowoso Kabupaten Bondowoso, sudah
beberapa kali melakukan kegiatan sosial

Dana kegiatan sosial ini berasal dari UPK.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa
Anggaran Dasar LKM mengatur laba bersih
UPK, laba bersih tersebut dialokasikan untuk
pemupukan modal, BOP LKM, kegiatan
sosial, dan kegiatan infrastruktur.

Kegiatan sosial antara lain;

 Bantuan seragam anak sekolah tahun 2015

 Tahun 2016 Bantuan kursi untuk Taman
kanak-kanak

HAL 82 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

 Paket sembako murah untuk lansia Kegiatan sosial dari LKM Kembang ini
pada tahun 2017 sejumlah 125 paket
seharga Rp 129.000,-/paket tetapi mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa
masyarakat cukup membayar Rp.
25.000,-/paket. Paket tersebut berisi Kembang. Bapak Kusnadi
beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng
2 liter, dan wafer 1 kaleng. menyampaikan ucapan terimakasih atas

 Bantuan peralatan sekolah untuk anak bantuan yang diberikan, bantuan ini
SD pada Tahun 2019 dengan total
dana Rp. 15. 400.000,-. Paket terdiri memberikan manfaat kepada warga Desa
dari Tas sekolah, Sepatu, kue .
Kembang. Bantuan ini membantu
Anak SD ini berasal dari 2 SD Negeri
(SDN Kembang 1 dan SDN Kembang 2) meringankan beban masyarakat khu-
dan 1 Madrasah Ibtidai-yah yang ada di
Desa Kembang. LKM berkoordinasi susnya yang masih MBR,” tandas
dengan Kepala Sekolah untuk
mendapatkan calon penerima manfaat. Kusnadi. Diharapkan kegiatan ini akan

Penerima bantuan tersebut adalah anaknya terus berlangsung setiap tahunnya dengan
langsung dan tidak boleh diwakilkan.
Sehingga untuk meneri-ma bantuan jumlah penerima manfaat yang lebih
tersebut anak meminta dispensasi dari
sekolah karena bantuan diserahkan di banyak.
Balai Desa Kembang pada jam sekolah.
“Kami sangat berharap bantuan ini Kebahagian dan haru tampak dari wajah
setidaknya bisa sedikit para penerima manfaat, rasa syukur atas
membantu anak-anak. Karena nikmat yang telah Allah SWT berikan
seperti kita tahu, banyak dari dari orang-orang yang baik, peduli serta
warga Desa Kembang yang dermawan, pun rasa terimakasih kepada
masih MBR,” ungkap Kepala Program KOTAKU yang sampai saat ini
Desa Bapak Kusnadi. peduli akan masyarakat dan lingkungan
sekitar. (AM)

HAL 83 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Berbagi Disaat Pandemi

Semangat berbagi pada situasi pandemi Kegiatan pembagian sembako dan mask-
Covid-19 amat efektif, di saat sebagian er ini adalah merupakan bentuk
besar masyarakat masih belum terbebas “panggilan jiwa” bagi LKM
dari jeratan ekonomi, terutama bagi yang
kehilangan penghasilan. LKM Cemara LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO
Ke-lurahan Blindungan menggagas
kegiatan bantuan so-cial kepada KSM
perguliran yang tercatat sebagai KSM
lancar. Sesuai ketentuan yang termuat
dalam Anggaran Dasar LKM bahwa laba
bersih UPK dialo-kasikan untuk BOP
LKM, pemupukan modal, kegiatan
lingkungan dan kegiatan social.

Pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2020
LKM CEMARA Kelurahan Blindungan
Kec. Bondowoso mengadakan Kegiatan
Sosial Pembagian Paket Sembako dan
Masker kepada warga Kelurahan
Bindungan utamanya anggota KSM yang
telah menjadi penerima manfaat program
KOTAKU. Yaitu sebanyak 88 paket
sembako dan masker, senilai Rp.
4.300.000,-

HAL 84

Dana kegiatan ini berasal dari dana Begitu juga masalah yang saat ini sedang
social hasil alo-kasi laba bersih Unit dialami oleh warga yaitu pandemi covid-
Pengelola Keuangan (UPK) LKM 19. Salah satu efek yang dirasakan warga
Cemara Kelurahan Blindungan. dari pandemi covid-19 ini adalah
“Meskipun pembagian sembako nya menurunnya pendapatan dibanding dengan
tidak banyak mas, ya mudah-mudahan waktu sebelum adanya pandemi.
kegiatan ini dapat membantu
meringankan beban warga di tengah Dari apa yang menjadi keluhan warga
pandemi covid-19,” begitu kata Bu akibat pandemi covid-19 ini, maka LKM
Yoni, panggilan akrab dari Ibu Cemara Kelurahan Blindungan merasa
Syamsiyati, sebagai Sekretaris LKM terpanggil untuk ikut membantu walaupun
Cemara. disadari bantuan ini sangatlah jauh untuk
memenuhi kebutuhan warga, tetapi
Kegiatan pembagian sembako dan minimal warga masih tetap merasakan
masker ini adalah merupakan bentuk keberadaan LKM yang selalu hadir
“panggilan jiwa” bagi LKM yang memberi solusi dalam mengurangi dan
selama ini sudah sangat dekat dengan bahkan menyelesaikan permasalahan
permasalahan yang ada di tengah- warga.
tengah warga. Dalam menyusun
sebuah program, LKM dan warga Selain itu kita semua juga menyadari
selalu mengawalinya dengan tahapan bahwa peran pemerintah saja tidaklah
Refleksi Masalah, seperti Refleksi cukup untuk mengatasi permasalahan
Kemiskinan dan refleksi Masalah pandemi covid-19 ini. Tetapi haruslah ada
Kritis dan sejenisnya. Sehingga LKM kerjasama dan saling membantu dari
sangat dekat dan bahkan ikut larut semua pihak agar permasalahan ini cepat
dalam permasalahan yang dialami oleh segera berakhir. Dan dari peran semua
warga masyarakat.

HAL 85 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

pihak pada porsi dan posisinya masing-masing, mudah-mudahan dapat mengurangi
dampak yang ditimbulkannya.

LKM sebagai lembaga yang lahir dan tumbuh dari representasi masyarakat warga
(civil society) diharapkan juga dapat mengambil peran ditengah warga yang sedang
mengalami beban masalah pandemi ini. Minimal kehadirannya dirasakan, kemanfaatan
Lembaga LKM dapat menemani warga mencari solusi meringankan beban dan bahkan
menghilangkan beban akibat dari pandemi covid-19. (Tim Bws)

LKM sebagai lembaga yang lahir dan tumbuh dari representasi masyarakat warga
(civil society) diharapkan juga dapat mengambil peran ditengah warga yang sedang

mengalami beban masalah pandemi

HAL 86 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

LKM Cemara Gandeng Dinas PUPR
n Koramil Atasi a

Secara umum di Kelurahan Blindungan

permukiman padat karena

Blindungan berada di kawasan

Kota dekat dengan pasar dan

memiliki lingkungan berupa

penanganan sambah Oleh kare-

na itu ketika LKM mendapatkan

Bantuan Dana Investasi dari P gram KO-

TAKU salah satu kegiatannya penga-

daan gerobak motor

hasil pendataan di Program KOTAKU e-

l pendataan baseline sampah me-

nyumbang kumuh Sampah

tidak saja berasal dari penduduk setempat

tetapi juga sampah melalui saluran

irigasi yang membelah

Bl

Kelurahan Blindungan juga dilalui

sehingga ini menjadi

sampah di aliran dan

saluran Permasalahan sampah ini

menjadi jawab semua baik pihak

baik Dinas H Pemerintah

LKM masyarakat li

Untuk permasalahan sampah per-

lu ada sosialisasi tang PHBS yang

HAL 87 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

menerus dari pihak terkait.

Untuk menggugah kesadaran masyarakat hal penanganan sampah LKM

Cemara berkolaborasi dengan Dinas P Pemerintah

dan masyarakat menangangi sampah secara bersama dengan

tanggal 27 September 2019 dilakukan bhakti dan memilih lokasi

di RT Dipilihnya RT 6 ini karena Program KOTAKU sedang membangun

beberapa infrastruktur melalui dana Bantuan untuk Masyarakat

Bersih-bersih dilakukan disaluran dengan mengangkat dan

sampah yang selama ini belum pemah

Berkat bhakti itu akhimya bagian hulu dari saluran dimanfaatkan oleh

warga untuk lomba lomba ini dilakukan sebulan Meskipun

hadiah lomba mincing tidak seberapa tetapi warga Lomba

diadakan sore hari dan pesertanya adalah warga sekitar RT Warga cukup

antusias hadap kegiatan pemancingan dengan sendirinya warga akan

menjaga kebersihan

Akhimya RT 6 menjadi lingkungan yang bersih dan indah karena

dilokasi ini Program KOTAKU at Gazebo dan Saluran diberi

pagar pengaman serta pot Lahan yang dulu sempit dan kini men-

jadi bersih dan (

HAL 88 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Kiprah Sang Relawan Sejati

Pak Paito begitulah beliau biasa disapa oleh
masyarakat di Desa Kembang. Pria kelahiran Blitar
adalah seorang purnawirawan atau pensiunan TNI, yang
sejak tahun 2009 bergerak serta mengabdikan dirinya
sebagai anggota Pimpinan Kolektif Lembaga
Keswadayaan Masyarakat Kembang (PK-LKM) di
Program KOTAKU Desa Kembang Kec. Bondowoso
Kab. Bondowoso.

Sosok Pak Paito ini di dalam Program KOTAKU di Desanya adalah merupakan
salah satu figur yang cukup giat dan aktif di dalam mengawal program kelembagaan
LKM, belum lagi mengingat prinsipnya yang tegas nan lugas menjadikan dirinya
sebagai salah satu tokoh yang cukup disegani di dalam jajaran Pimpinan Kolektif LKM
(Lembaga Keswadayaan Masyarakat).

Tahapan demi tahapan di dalam pelaksanaan Program Kotaku tidak terlepas
dari pantauannya, sosoknya yang tidak pernah mengenal lelah dan kompromi atas
prinsip dan ketentuan yang berlaku di program. Di sisi lain, dalam setiap kegiatan
utamanya pembangunan fasilitas sarana-prasarana infrastruktur, beliua seringkali turun
langsung memantau ke lapangan jangan sampai kegiatan yang sedang dikerjakan
keluar dari koridor sebagaimana yang telah ditentukan baik dalam aturan di
Klembagaan LKM maupun ketentuan yang ada di Program Kotaku.

Demi lahirnya soliditas kelembagaan LKM yang kuat, beliau tidak henti-
hentinya diberbagai kesempatan baik di forum pertemuan maupun rapat

HAL 89 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

menyampaikan bahwasanya keberhasilan Program Kotaku di Desa Kembang ini tidak
bisa terlepas dari peran kita selaku pemegang dan penentu kebijakan, “oleh karenanya
syarat mutlak kita selaku Pimpinan Kolektif di LKM harus saling mengingatkan serta
saling bahu membahu dan kompak di dalam menegakkan aturan atau prinsip-prinsip
program”, tutur Pak Paito.

Hal lain juga yang menjadi perhatian dan selalu diiwanti-wanti oleh beliau,
yaitu kewajiban kita selaku PK-LKM untuk senantiasa menjaga dan menjalin
koordinasi dengan semua pihak baik dengan dengan Pemerintah Desa maupun dengan
masyarakat Desa Kembang, seperti beliau menambahkan bahwasanya bangunan
komunikasi dan koordinasi yang baik nan kuat adalah kata kunci bagi suksesnya
pelaksanaan kegiatan di Program Kotaku. “Oleh karena itu dalam hal ini beliau tidak
main-main sekaligus menekankan kepada seluruh jajaran PK-LKM Kembang untuk
seyogyanya ruang “komunikasi dan koordinasi” ini berjalan tanpa kompromi dan
syarat apapun”, tegas beliau.

Kiprah beliaupun terlihat dengan jelas dikala Desa Kembang pada Tahun 2021
yang lalu menjadi salah satu penerima bantuan Dana BPM Reguler (Bantuan
Pemerintah Untuk Masyarakat) senilai 1 milyar rupiah. Belum lagi ditambah dengan
antusiasme masyarakat yang begitu besar terhadap penataan lingkungan desanya,
supaya didalam pelaksanaannya nanti kegiatan pembangunan infrastruktur dari Dana
BPM Reguler ini betul-betul berjalan sesuai dengan harapan program serta masyarakat.

Dalam kegiatan pembangunan infrastruktur BPM Tahun 2021, Pak Paito
mempunyai andil dan peran besar di dalam memberikan pemahaman serta bimbingan
kepada masyarakat, terlebih utamanya kepada UPL dan KSM, sehingga pelaksanaan
kegiatan BPM Reguler ini berjalan baik, lancar dan optimal, yang mana
kebermanfaatan dari kegiatan ini nantinya betul-betul dirasakan oleh masyarakat

HAL 90 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

khususnya warga dilokasi kegiatan.

Melihat semangat serta kerja kerasnya Pak. Paito bersama anggota telah LKM
lainnya, menjadikan kegiatan BPM Reguler di Desa Kembang berjalan sesuai target
dan harapan semua pihak, sebagaimana beliau katakan bahwasanya didalam mengawal
“kegiatan BPM” ini memang tidak mudah, penuh irama dan gelombang di dalam
menyatukan serta mensinergikan semua kekuatan yang di semua lapisan masyarakat.
“Suksesnya kegiatan ini jelas membutuhkan ruang kesabaran, kerja keras, serta
membuang jauh-jauh rasa pamrih dalam diri kita, kegiatan ini adalah milik masyarakat
dan untuk masyarakat”, tegas Pak Paito menjelaskan.

HAL 91 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO

Komitmen dalam Program KOTAKU

Sejak awal diluncurkan pada 2016, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) telah
berkomitmen untuk selalu transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Prinsip transparan ini
tentunya sejalan dengan semangat antikor-upsi di Indonesia, bahkan dunia.

Jadi jangan lupa, terkait pelaksanaan kegiatan, Program Kotaku selalu menggadang empat
komitmen. Yaitu:

1. Tidak ada potongan

2. Tanpa uang komisi

3. Tanpa uang terima kasih, dan

4. Tidak memberi hadiah apapun.

Jika di lapangan masih menemukan ketidaksesuaian, atau bahkan ada indikasi
penyalahgunaan, silakan sam-paikan pengaduan dan informasi dengan cara mengirimkan
pesan pendek (SMS) atau WA ke nomor Pengel-olaan Informasi dan Masalah (PIM) Pusat:
0817148048

Bisa juga dengan cara lain, contohnya secara online melalui http://kotaku.pu.go.id/
complaint (atau klik https://bit.ly/3fPTEz9). Ini merupakan wujud transparansi yang
diusung oleh Program Kotaku. Jangan kha-watir, kerahasiaan identitas pengadu dijaga
dengan baik .

Dan, melihat-lihat konten lain di website kita http://kotaku.pu.go.id guna mendapatkan
informasi lebih ban-yak terkait PIM dan kegiatan lain di lokasi dampingan Program
Kotaku.

HAL 92 LESSON LEARNED - KOTAKU BONDOWOSO


Click to View FlipBook Version