STANDAR INSTRUMEN KEMITRAAN
Antara Perusahaan dengan Sekolah
Dalam rangka membangun Link & Match
Kualitas dan Kesetaraan Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi di Indonesia
Cetakan pertama Juni 2021
STANDAR INSTRUMEN KEMITRAAN
ANTARA PERUSAHAAN DENGAN SEKOLAH
Penulis
Sunarso HS
Afien Wibhawa
TVET Biro
Bidang Ketenagakerjaan & Hubungan Industrial
KADIN Indonesia
Menara KADIN Indonesia lantai 3
Jl. H.R. Rasuna Said X-5 Kav 2-3
Jakarta 12950
Telp : 021-5274464
Situs : www.kadin-vokasi.id
Email : [email protected]
Diterbitkan atas kerjasama KADIN Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan
Industrial (KHI) dengan GIZ – TSR (TVET System Reform) di Indonesia, Local Subsidy
Juni 2021
I. DAFTAR ISI BUKU
I. Daftar Isi ............................................................................................ 3
II. Sambutan ketua umum KADIN Indonesia ........................................ 5
III. Mukadimah........................................................................................ 9
IV. Istilah dan singkatan ....................................................................... 11
V. Penjelasan umum ........................................................................... 13
VI. Standar Instrumen Kemitraan ........................................................ 15
VII. Bab dan klausul Standar Instrumen Kemitraan............................. 17
1. KUALITAS, KUANTITAS PELATIH DAN GURU............................. 19
1.1. Kualitas Pelatih di Perusahaan .......................................... 19
1.2. Rasio jumlah Pelatih dibanding Peserta ............................ 20
1.3. Kualitas Wakil (Asisten) Pelatih ......................................... 21
1.4. Rasio jumlah Wakil pelatih dibanding Peserta .................. 21
1.5. Guru ikut Pelatihan di tempat Anak didiknya dilatih ......... 22
1.6. Instrumen Pelatihan untuk melatih Guru .......................... 23
2. MENYELARASKAN INSTRUMEN PELATIHAN ............................ 25
2.1. Instrumen Pelatihan (6 Item Instrumen) ........................... 25
a.Mempunyai Profesi Industri ............................................ 26
b.Mempunyai Kurikulum Pelatihan.................................... 28
c.Mempunyai Silabus Pelatihan ......................................... 31
d.Mempunyai Modul/Materi Pelatihan............................... 32
e.Pelatih membuat RPP ..................................................... 33
f. Membuat soal-soal Ujian ................................................ 35
2.2. Menyelaraskan Kurikulum dengan Mitra .......................... 36
2.3. Mempunyai Skema Sertifikasi............................................ 37
2.4. Koordinasi dengan Asosiasi terkait.................................... 37
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 3
3. MENYEDIAKAN SARANA DAN PRASARANA .............................. 39
3.1. Pemenuhan Unit Kompetensi............................................. 39
3.2. Pemenuhan Persyaratan Kualitas & Kuantitas K3 ............ 40
3.3. Penempatan & Pengawasan di area Berbahaya................ 40
3.4. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) .............................. 41
4. PELAKSANAAN PELATIHAN ....................................................... 43
4.1. Kesesuaian Materi dan Waktu ideal ................................... 43
4.2. Keterlibatan Guru sekolah di Pelatihan ............................. 44
4.3. Penilaian Peserta pelatihan di Perusahaan....................... 45
5. MELAKSANAKAN SERTIFIKASI .................................................. 47
5.1. Persiapan Uji Kompetensi .................................................. 47
5.2. Sertifikasi untuk Peserta Pelatihan ................................... 48
6. KETERLIBATAN DAN PERAN MANAJEMEN............................... 51
6.1. Membuat PKS/MoU dengan Mitra...................................... 51
6.2. Evaluasi Target dan Kinerja Pelatihan ............................... 51
6.3. Evaluasi Aktivitas dan Target dengan Mitra ....................... 52
6.4. Evaluasi Aktivitas dan Target dengan Asosiasi .................. 53
VIII. Program Perbaikan Kemitraan (PROPERMI) ................................. 55
IX. Penutup ........................................................................................... 59
4 Buku Panduan
II. SAMBUTAN
KETUA UMUM KADIN INDONESIA
Kadin sudah lama menyadari mengenai pentingnya sistem dan
program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menciptakan tenaga
kerja yang kompeten dan memiliki ketrampilan yang dibutuhkan oleh
dunia usaha dan dunia industri. Kegiatan Kadin dibidang ini semakin
terstuktur setelah Presiden Jokowi pada masa kepemimpinan keduanya
mencanangkan perlunya peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk
mewujudkan Indonesia Maju. Pada saat itu pula Kadin bersama dengan
Kemenko Bidang Perekonomian dan Kemenaker mengembangkan
kerjasama untuk meluncurkan berbagai kegiatan/program pendidikan
dan pelatihan vokasi yang dilaksanakan diberbagai pusat-pusat industri,
terutama “traning for trainers” untuk menciptakan pelatih tempat kerja,
dan selama ini telah menghasilakan ribuan intruktur dan koordinator
serta program pemagangan. Harus diakui bahwa untuk mengembangkan
program pendidikan dan pelatihan vokasi bukan pekerjaan yang mudah,
karena diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha
(industri) dan dunia pendidikan (sekolah-sekolah kejuruan). Peran
dunia usaha dan dunia industri (DUDI) menjadi sangat menentukan bagi
keberhasilan program pendidiklan dan pelatihan vokasi, dimana tidak
saja diperlukan pengetahuan (teori), tetapi juga diperlukan pengalaman
(praktek) di lapangan terutama di industri.
Peran pendidikan dan pelatihan vokasi semakin penting dan strategis
dalam menghadapi “Era Bonus Demografi”, dimana apabila Indonesia
tidak berhasil meningkatkan kualitas SDM nya, dikhawatrirkan
dapat menimbulkan bencana. Sebaliknya apabila Indonesia berhasil
meningkatkan kualitas dan kopmpetensi SDMnya, maka hal tersebut akan
menjadi agen kemajuan bagi pembangunan perekonomian Indonesia
kedepan. SDM Indonesia kedepan harus mampu mengadaptasikan
dirinya terhadap kemajuan tehnologi informasi dan komunikasi yang
menyusup di berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dibidang
ekonomi dan bisnis. SDM Indonesia harus mampu untuk menghadapi
tantangan revolusi industri 4.0 dan era digitalisasi yang selain memiliki
dampak positif juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti disrupsi,
dan lain-lainnya.
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 5
Untuk mengembangkan sistem dan program pendidikan dan pelatihan
yang terarah dan terstruktur diperlukan pemahaman yang sama
mengenai arti, visi dan misi vokasi, adanya panduan bagi pelaksanaan
pendidikan dan pelatihan vokasi di industri sebagai model, dan adanya
standardisasi baik dalam model pendidikan dan pelatihan vokasi maupun
penetyapan kualitas dan kompetensi hasil pendidikan. Dengan demikian
maka standar program pendidikan serta kualitas dan kompetensi hasil
pendidikan dan pelatihan dari sekolah atau daerah manapun akan sama,
sehingga dapat meningkatkan mobilitas dalam pemanfaatan SDM hasil
pendidikan dan pelatihan vokasi dari manapun. Dalam kaitan itu, Kadin
bekerja sama dengan lembaga Jerman telah menghasilkan “Pedoman
Bagi Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi dalam Industri” dan
“Standard Instrumen Kemitraan” antara semua pemangku kepentingan
dalam pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi di
Indonesia.
Kadin sangat mendukung gagasan pemerintah untuk mendirikan “komite
vokasi nasional” yang akan menetapkan visi, misi, kebijakan dan program
vokasi secara nasional. Kadin juga akan mendukung adanya legislasi
bertingkat nasional yang memberikan landasan hukum bagi pelaksanaan
program pendidikan dan vokasi di Indonesia.
Akhirnya, sesuai komitmen yang sudah dibangun, Kadin dan semua
jajarannya akan terus berupaya dan siap untuk ikut memainkan perannya
sebagai salah satu motor penggerak dalam pengembangan program-
program pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia.
Selamat bekerja.
Terima kasih.
M. Arsjad Rasjid P.M.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia
Periode 2021 - 2026
6 Buku Panduan
SAMBUTAN KETUA UMUM KADIN INDONESIA
PERIODE 2015 - 2020
Puji syukur kita panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang
senantiasa memberikan kesempatan kepada KADIN Indonesia beserta
jajarannya untuk memberikan dharma bhaktinya bagi kemajuan Bangsa
dan Negara, khususnya untuk memajukan Dunia Usaha dan Dunia
Industri (DUDI) di Indonesia, melalui Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.
Peningkatan produktivitas negara sangat terkait dengan peningkatan
produktivitas DUDI, yang selanjutnya tergantung kepada kualitas
dan kompetensi SDM yang ada didalamnya, yang secara nasional
menjadi tanggung jawab dari semua pemangku kepentingan terkait,
baik pemerintah pusat dan daerah, lembaga-lembaga pendidikan dan
pelatihan vokasi, dan dunia usaha dan dunia industry (DUDI) yang berada
dibawah naungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN).
Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (Kejuruan) untuk menghasilkan SDM
yang siap pakai, berkualitas, kompeten dan sesuai dengan kebutuhan
DUDI adalah suatu proses panjang yang memerlukan perbaikan secara
terus menerus, sehingga mampu menghasilkan kualitas pendidikan dan
pelatihan vokasi yang sesuai dengan harapan DUDI.
KADIN Indonesia sebagai organisasi payung dari dunia pengusaha,
menyadari sepenuhnya bahwa tersedianya SDM yang Berkualitas dan
Kompeten perlu segera diwujudkan dengan melalui proses kemitraan
yang baik dan benar antara perusahaan/industri (DUDI) dengan
mitranya, yaitu sekolah- sekolah kejuruan. Dalam kaitan itu, Kadin telah
menerbitkan Buku “Panduan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi” sebagai
pedoman untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi
yang akan dilaksanakan oleh sekolah-sekolah vokasi Bersama dengan
DUDI.
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 7
Selanjutnya Kadin juga telah memberikan sumbangsihnya dengan
mengembangkan “Standard Instrumen Kemitraan” antara perusahaan
dengan mitranya (Sekolah Kejuruan) dalam bentuk buku dan film
animasi, yang merupakan inovasi dibidang pendidikan dan pelatihan
vokasi. Dengan Standard Intrumen Kemitraan tersebut, maka DUDI
dapat melakukan aktivitas pendidikan dan pelatihan kejuruan dengan
proses yang lebih baik dan benar, serta dapat melakukan perbaikan
secara berlanjut untuk menciptakan SDM yang unggul. Kadin berharap
dalam rangka mendukung dan mempercepat terwujudnya peningkatan
kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia, Standar
Instrumen Kemitraan ini dapat diterapkan oleh DUDI secara nasional,
dan secara konsisten dijaga agar setiap standar yang telah ditetapkan
dapat sepenuhnya dilaksanakan, dan selanjutnya secara terus menerus
dilakukan perbaikan. Ini merupakan siklus yang perlu terus dilaksanaklan
dan dibudayakan.
Sebagai akhir kata, perkenankan kami menyampaikan terima kasih
kepada mereka yang telah terlibat dalam penyusunan “Standar
Instrumen Kemitraan” ini dan menerbitkan Buku dan Film Animasinya.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada GIZ yang telah mendukung
kegiatan-kegiatan dalam biro TVET KADIN, termasuk salah satunya
dalam penerbitan buku ini. Semoga Standar Instrumen Kemitraan ini
dapat membantu mereka yang akan melakukan perbaikan dalam rangka
mewujudkan kualitas dan kompetensi SDM sebagai hasil pendidikan dan
pelatihan vokasi yang sesuai dengan harapan DUDI.
Rosan P. Roeslani
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia
Periode 2015 - 2020
8 Buku Panduan
III. MUKADIMAH
Assalamu’alaikum wr wb,
Salam sejahtera,
Setelah KADIN Indonesia menerbitkan Buku Panduan Pendidikan
dan Pelatihan Vokasi, KADIN juga telah membuat Standar Instrumen
Kemitraan serta Tools untuk untuk memetakan Capaian Standar
Kemitraan KADIN Indonesia dengan para pemangku kepentingan juga
telah menguji penggunaan Standar Instrumen Kemitraan ini dengan
nama PROPERMI (Program Perbaikan Kemitraan), program ini untuk
mempelajari manfaat dan melihat level Capaian Standar Kemitraan ke-
beragam perusahaan yang menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan
Vokasi, hasil program ini menyimpulan bahwa semua perusahaan
merasa sangat terbantu dengan adanya Standar dan Tools ini, selain itu
perusahaan juga mendapat informasi apa yang perlu ditingkatkan guna
memenuhi persyaratan pelatihan yang ideal.
Standar Instrumen Kemitraan ini sangat sesuai dengan kebutuhan
perusahaan yang menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi,
selain sebagai panduan untuk menyelenggarakan Kemitraan yang baik
dan benar, juga untuk mempermudah mengidentifikasi masalah agar
perusahaan mampu melakukan perbaikan secara mandiri, sehingga
kuallitas Kemitraan dapat terus di tingkatkan, menuju Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi yang berkualitas.
Untuk mempermudah melakukan perbaikan di bidang Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi, gunakan Standar Instrumen Kemitraan ini menjadi
pedoman atau memenuhi persyaratan proses Kemitraan, dibuku ini juga
dibuat beberapa contoh pemenuhan persyaratan sederhana, yang dapat
dikembangkan sesuai kontekstual kebutuhan di proses perusahaan saat
ini dan di masa yang akan datang.
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 9
Mari berpartisipasi dan berperan aktif dalam membangun sumber daya
manusia Indonesiai, melalui perbaikan proses Kemitraan dengan Mitra
(Sekolah), dalam menyenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang
berkualitas.
TVET Biro KADIN Indonesia
Penyusun buku
10 Buku Panduan
IV. ISTILAH DAN SINGKATAN
DuDi : Dunia usaha atau Dunia industri
KADIN : Kamar Dagang dan Industri
KSA : Knowlade, Skill dan Attitude
Mitra : Partner, teman kerja, pasangan kerja yang
mempunyai tujuan yang sama, sekolah,
Pendidikan, Balai Latihan Kerja, dll
MoU : Memorandum of Understanding
Pemagangan : Pelatihan di perusahaan yang orientasi
pelatihannya bermitra dengan Sekolah /
Pendidikan
Pencaker : Pencari kerja
Pendidikan dan : disebut juga Pendidikan Sistim Ganda, Dual
Pelatihan Vokasi System, Pendidikan Kejuruan atau SMK
Perusahaan : Dunia usaha dan Dunia industri yang
menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan
PKS : Perjanjian Kerja Sama
PROPERMI : Kependekan dari PROgram PERbaikan keMItraan
antara DuDi dengan Dunia Pendidikan
Sekolah : Institusi atau penyelenggara Pendidikan Formal
TVET : Technical and Vocational Training and Education
UJK : Uji Kompetensi
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 11
12 Buku Panduan
V. PENJELASAN UMUM
KEMITRAAN adalah bentuk Kerjasama antara
Perusahaan sebagai pengguna tenaga kerja
dengan Sekolah sebagai pemasok tenaga kerja
dalam rangka Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.
Hakekat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi adalah
menciptakan tenaga kompeten yang sesuai
kebutuhan dunia kerja.
Kebutuhan kompetensi terus berkembang dan harus
cepat dipenuhi agar perusahaan mampu bersaing
dan tetap hidup.
Perusahaan sangat perlu bermitra dengan sekolah
agar tujuan bersama dapat dicapai.
Link & Match DCOOWSNT ! Kualitas
Produktivitas Rekrutmen
murah
Kompetensi
KSA
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 13
TENTANG STANDAR INSTRUMEN KEMITRAAN
QUAL ITY STANDAR Standar Instrumen Kemitraan = Standar yang
digunakan untuk Kerjasama antara Industri
LITY STANDAR QUA
dengan Pendidikan dalam rangka menyelenggarakan
Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang berkualitas.
Penting !!!, Mengetahui dan memahami isi
Standar, melaksanakan secara konsisten dan
melakukan perbaikan berkelanjutan agar
Standar dapat dicapai.
Standar Instrumen Kemitraan ini dapat
digunakan oleh semua Perusahaan, yang
bermitra dengan Sekolah, dalam melaksanakan
Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.
Tujuan Penggunaan Standar Kemitraan
Untuk melihat arah yang benar dan perbaikan
kualitas hasil Pendidikan dan Pelatihan agar
sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.
Standar Standar adalah pijakan awal untuk
Instrumen pedoman, agar terjadi perbaikan secara
Kemitraan terus menerus untuk mencapai tujuan.
14 Buku Panduan
VI. STANDAR INSTRUMEN KEMITRAAN
Standar Instrumen Kemitraan adalah Kunci Utama proses
kemitraan, sebagai landasan minimum untuk arah agar
kualitas Pendidikan dan Pelatihan Vokasi secara nasional dapat
dijaga dan terus ditingkatkan.
6 BAB STANDAR INSTRUMEN KEMITRAAN
1. Kualitas, Kuantitas Pelatih dan Guru
2. Menyelaraskan Instrumen Pelatihan
3. Menyediakan Sarana dan Prasarana
4. Melaksanaan Pelatihan
5. Melaksanakan Sertifikasi
6. Keterlibatan dan Peran Manajemen
Dengan standardisasi, kita bisa
identifikasi dan diagnosa masalah
serta mencari solusi perbaikanya.
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 15
MANFAAT STANDAR INSTRUMEN KEMITRAAN
Untuk menilai aktivitas Kemitraan
Kita bisa mengetahui mana aktivitas yang
menyimpang atau yang sesuai dengan standar.
Kualitas Kemitraan perusahaan dengan
sekolah akan lebih baik.
Kesetaraan Kualitas pendidikan dan pelatihan
Vokasi di bumi Indonesia.
Program Perbaikan Kemitraan (PROPERMI), menjadi Tools untuk
melakukan Self Assessment
ANALISA CAPAIAN KEMITRAAN PETISI Perusahaan Profesi Industri Lama Mg Jml/Thn CAPAIAN
Dalam rangka Perbaikan berkelanjutan Alamat (Ttl/115)x100
Kemitraan antara Industri degan Pendidikan Sektor
Revisi 01 Mei 2021 Jml Karyawan 0
Mitra tetap
No Faktor Item Capaian Kriteria capaian (Nilai)
1 Kualitas,
1.1 Kualitas Pelatih di 12345
kuantitas Perusahaan
Pelatih dan Belum ikut pelatihan Ikut pelatihan Internal tanpa Ikut pelatihan Internal ada Ikut pelatihan lembaga Ikut pelatihan Lembaga
Guru 1.2 Rasio jumlah pelatih
dibanding peserta Sertifikasi Sertifikasi Nasional belum kompeten Nasional dan Kompeten
2 Menyelaras
kan 1.3 Kualifikasi Wakil Rasio Pelatih : Peserta, lebih Rasion Pelatih : Peserta, > Rasio Pelatih : Peserta, > Rasio Pelatih : Peserta, > Rasio Pelatih : Peserta, 20
Instrumen (asisten) pelatih
Pelatihan dari 50 orang 40 s/d 50 orang 30 s/d 40 orang dari 20 s/d 30 orang orang kebawah
1.4 Rasio jumlah Wakil P
3 Menyediakan dibanding peserta Pelatihan tidak ada Sebagian dilatih dan Semua dilatih dan berserti Sebagian dilatih dan Semua dilatih dan
Sarana dan Serifikatat bersertifikat Kompeten
Prasarana 1.5 Guru ikut pelatihan di bersertifikat ikut pelatihan fikat ikut pelatihan bersertifikat Kompeten
tempat anak didiknya
dilatih Rasio Wakil (Asisten): Rasio Wakil (Asisten) : Rasio Wakil (Asisten) : Rasio Wakil (Asisten) : Rasio Wakil (Asisten) :
Peserta, > 10 orang Peserta, 8 s/d 10 orang Peserta, 6 s/d < 8 orang Peserta, 3 s/d < 6 orang Peserta, < 3 orang
1.6 4 Instrumen Pelatihan
untuk melatih Guru Belum ikut Pelatihan atau Ikut penjelasan atau lihat Ikut Pelatihan sebagian Ikut Pelatihan materi Ikut Pelatihan seluruh materi
penjelasan proses saja Pelatihan untuk guru & ada
2.1 Instrumen Pelatihan (6 materi Pelatihan untuk anak Pelatihan untuk anak Ujian
Item Instrumen)
didiknya didiknya & Ujian
2.2 Menyelaraskan
kurikulum dengan Mitra Belum ada Instrumen Ada 1 dari persyaratan Ada 2 dari persyaratan Ada 3 dari persyaratan Ada Kurikulum, Silabus,
Pelatihan Guru
2.3 Mempunyai Skema Instrumen Pelatihan Guru Instrumen Pelatihan Guru Instrumen Pelatihan Guru Modul dan Soal ujian
Sertifikasi
Belum ada Instrumen atau ada <3 persyaratan Ada 3 sd 4 persyaratan Ada 5 dari persyaratan Ada Profesi, Kurikulum,
2.4 Koordinasi dengan Instrumen Pelatihan Silabus, Modul, RPP, Soal
Asosiasi terkait Instrumen tidak sesuai Instrumen pelatihan (sesuai Instrumen Pelatihan (sesuai jml profesi) ujian (sesuai jml profesi)
3.1 Pemenuhan Unit dengan profesi jml profesi) (sesuai jml profesi)
Kompetensi
Belum ada penyelarasan Kurikulum sebagian profesi Kurikulum sebagian profesi Kurikulum semua profesi Kurikulum semua profesi
3.2 Pemenuhan Persya kurikulum
ratan Kualitas & sudah diselaraskan dengan sudah diselaraskan dengan sudah diselaraskan dengan sudah diselaraskan dengan
kuantitas K3
sebagian mitra semua mitra sebagian mitra semua mitra
3.3 Penempatan &
Pengawasan di area Belum ada proses membuat Skema Sertifikasi masih Ada Skema Sertifikasi belum Ada Skema Sertifikasi dalam Ada Skema Sertifikasi dan
yang berbahaya
Skema Sertifikasi dalam proses konfirmasi dengan LSP proses konfirmasi dengan sudah konfirmasi dengan
3.4 Penggunaan APD (Alat
Pelindung Diri) LSP LSP
Belum ada aktivitas Sedang Koordinasi dengan Sedang dibahas dengan Sudah dibahas dengan Sudah ditindak lanjuti oleh
Koordinasi Asosiasi yang terkait Asosiasi terkait
Asosiasi terkait Asosiasi terkait
Sebagian besar unit kom Sebagian kecil unit kom Dipenuhi dari tempat lain Dipenuhi dari tempat lain Semua unit kompetensi
petensi bwlum dipenuhi petensi belum dipenuhi tetapi tanpa koordinasi dengan koordinasi dapat dipenuhi sendiri
Belum ada Persyaratan Persyaratan kualitas dan Persyaratan kualitas dan Peryaratan Kualitas atau Persyaratan Kualitas dan
Kualitas & Kualitas K3 Kuantitas K3 dipenuhi
kuantitas K3 sebagian kecil kuantitas K3 sebagian besar Kuantitas K3 dipenuhi
dipenuhi dipenuhi
Belum ada standar penem Ada Standar penempatan Standar penempatan dan Standar penempatan atau Standar penempatan &
patan & Pengawasan dan atau pengawasan tapi
belum berjalan pengawasan belum berjalan pengawasan berjalan secara pengawasan berjalan secara
secara konsisten konsisten konsisten
Belum ada standar atau < Ada Standar APD dan > 40 Ada Standar APD dan > 60 Ada Standar APD dan > 80 Ada Stadar APD dan 100 %
40 % yang berjalan baik % berjalan baik % berjalan baik % berjalan baik berjalan baik
16 Buku Panduan
VII. BAB & KLAUSUL
STANDAR INSTRUMEN KEMITRAAN
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 17
18 Buku Panduan
KUALITAS, 1
KUANTITAS
PELATIH DAN GURU
Pelatih : yang melatih materi umum atau
Wakil pelatih (mentor) mengajar di class room.
Guru
: yang melatih langsung ditempat kerja
yang sebenarnya (Face to face).
: yang mengajarkan kejuruan di
sekolah.
Pelatih, Wakil pelatih dan Guru adalah JANTUNG dan
penggerak utama dalam Pendidikan dan Pelatihan
Vokasi yang berkualitas.
1.1. Kualitas Pelatih di Perusahaan 19
Perusahaan perlu mempunyai pelatih yang berkualitas atau
Kompeten, persyaratan minimum Pelatih adalah :
Berkelakuan baik
Menguasai serta kompeten dipekerjaanya dan
Bersertifikasi kompeten sebagai Pelatih
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah
PESAN MORAL
Bila anak didik tidak bisa
bekerja dengan benar,
berarti yang melatih
tidak kompeten.
PERAN PELATIH DAN WAKIL PELATIH
PSkePimellrb&uasgbaiuhSdaoaafynta Atasan
Penghubung
Manajemen
PPeennggaajajarriasni PELATIH PKeenpgriebmadbiaanng
Kpoinhtaakk ePkesrtseornnablagi & KoVnoskualtsain&btiedkannigs
WAKIL
Teladan
(Role model)
1.2. Rasio Jumlah Pelatih dibanding Peserta
20 Buku Panduan
1.3. Kualitas Wakil (Asisten) Pelatih
Wakil pelatih yang berkualitas atau Kompeten, persyaratan
minimum Wakil pelatih sama dengan Pelatih :
Berkelakuan baik
Menguasai serta kompeten dipekerjaanya dan
Bersertifikasi kompeten sebagai Wakil pelatih
Wakil pelatih yang kompeten dapat menjamin kualitas pelatihan,
serta menjaga factor-factor kualitas makro agar tidak terjadi
penyimpangan.
1.4. Rasio Jumlah Wakil Pelatih dibanding Peserta
Wakil pelatih ikut terlibat agar perusahaan dapat menghasilkan
Cost Competitiveness dengan Hight Efficiency, untuk itu Wakil
perlu ikut menjamin dan memastikan factor seperti Safety, Quality,
Produktivity bisa dijalankan peserta pelatihan vokasi dengan baik.
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 21
Langkah pertama
adalah…..
Untuk menjamin
KKdUoWEWranmaSnpatsaKEupekidkKoULeksiiileAlEtbAWmeprpMaSLptneetIaaeEeAalTlkdnasaLTmsAiaejttlAAiaiiSnarhdhrMNmtxaedadhhAsniKa1inaambTignE:orrAa2aKuRuatWNnsUJaxsAsaAK1KikL:Eo2iIlRm.TdAJpeASentdgeaannn
1.5. Guru Ikut Pelatihan ditempat Anak Didiknya dilatih
Guru = Wakil perusahaan yang ada di sekolah, dituntut mampu
menjelaskan tentang perusahaan tempat anak didiknya nanti ikut
pelatihan, dan dapat mempersiapkan anak didiknya dengan baik,
agar mudah menyesuaikan diri dengan kondisi di perusahaan.
22 Buku Panduan
1.6. Instrumen Pelatihan untuk Melatih Guru
Untuk kecukupan pelatihan
(magang) guru, perlu instrumen
pelatihan untuk guru sbb :
KMuoprdiekulualltauihtmaaun, Silabus,
materi untuk
guru.
Gpuaetrdmuuijreapalhenaarsplmkueaardnuniuskpajeirh,oatasenaeransuk,,taypdamridnoaigdkutnpekyenardt.laaunng
Sinkronisasi materi pengajaran
melalui guru bila terjadi
perubahan di perusahaan.
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 23
Guru mampu menjelaskan tentang perusahaan dan menjadi wakil
perusahaan di Sekolahnya.
24 Buku Panduan
MENYELARASKAN 2
INSTRUMEN
PELATIHAN
2.1. Instrumen Pelatihan (6 Item instrumen)
Perusahaan mempunyai 6 instrumen pelatihan
INSTRUMEN PELATIHAN
Silabus Modul RPP Soal
Ujian
Kuri
PELATIHAN kulum PROFESI INDUSTRI
TAHAP MEMBUAT INSTRUMEN PELATIHAN
Penting, Unit I. yAadnagNaakmanadPilraotfiehsi II.pstrIaeodjnfaeesnsuit,ininpfityeukarkalsumi kueennaitdhkuliokamunnpagepa
Kompetensi
bisa dari SKKNI, Instrumen III. Buat silabusnya v
SOP, Standar Pelatihan IV. DkaMerbiausteitluraihb, aubnusaMmtoumdnoucdluualltnauya
Internasional
VI. Msedomiaplbeuurjlaiuatknsaoynaalng
V. Pelatih membuat RPP untuk
mempermudah mencapai
tujuan pembelajaran
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 25
a. Mempunyai Profesi industri
Profesi = Pekerjaan atau jabatan
yang membutuhkan pelatihan
dan penguasaan pengetahuan
khusus di suatu bidang
pekerjaan, yang pembuktiannya
melalui SERTIFIKASI UJI
KOMPETENSI.
Profesi Industri
NAMA Diambil dari nama pekerjaan /
PROFESI? jabatan di PETA OKUPASI.
Diambil dari SOP, Job description,
KBJI, dan Referensi lainnya.
Peta Okupasi dalam rangka KKNI =
Dokumen yang disusun untuk memetakan
jenis2 jabatan / okupasi / profesi yang ada
di berbagai bidang, sub bidang maupun area
fungsi di semua jenis pekerjaan.
26 Buku Panduan
KKNI (Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia)
S3 S3T Spesialis 2 KKNI AHLI AHLI
S2 S2T Spesialis 1 9
S1 8 TEHNISI / TEHNISI /
Spesialis 7 ANALIS ANALIS
SMU 6
DIV/S1T 5 OPERATOR OPERATOR
DIII 4
DII 3
DI 2
SMK 1
PROGRAM PROGRAM PROGRAM Pengembangan Pengembangan
AKADEMIK VOKASI PROVESI Karir berbasis Karir berbasis
Pelatihan kerja pengalaman
Contoh peta Okupasi HOTEL & RESTORAN
Fungsi kunci Hotel & Restoran
Fungsi mayor Food Production
Food & Beferage House keeping Front Office
1 Steward; Commis
Helper Busboy / Runner; Public Area Cleaner/ Junior Valet; Junior Bell
Trainee Waiter; Cleaner/ Asst. Public Boy; Assistant
2 Commis Helper; Trainee Server; Area Cleaner/ Cleaner/ Porter; Bell Boy;
Kitchen Hand; Restaurant and Bar Attendant; Room Maid; PA Porter; Bellhop
Butcher Baker; Service Agent Attendant; Assistant Cleaner
Commis Chef;
Level KKNI Banquet Commis; Waiter/Server / Room Attendant/Room Assistant Recep-
Commis Pastry Restaurant Steward Maid/ Attendant/ Cleaner; tionist; Concierge;
/ Wait Person / Housekeeping Attendant; Telephonist and
3 Banquet Commis; Restaurant & Bar Room Assistant; Laundry Switchboard
Demi Chef Service Agent; Attendant; Public Area Operator; Relief
Barista; Food Attendant; Linen Attendant; Receptionist;
Handler; Bar Tender; Florist Attendant; Gardener Telephone Operator
Bar Attendant Attendant
FB Leader / Shift Assistant Supervisor, Team Front Office Atten-
Leader/ Team Leader, Shift Leader dant; Guest Relation
Leader / Captain; Officer; Front Office
Bartender/ Bar Receptionist
Attendant / Person
NAMA BISA DIAMBIL DARI KOLOM INI
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 27
b. Mempunyai Kurikulum Pelatihan
Untuk membuat Kurikulum perlu Identifikasi Unit Kompetensi yang
diperlukan untuk Profesi di point (a) dulu.
1 KEMENTRIAN
KETENAGAKERJAAN
Standar Kompetensi Kerja REPUBLIK INDONESIA
Nasional Indonesia (SKKNI)
2
Standar Kompetensi
Kerja Khusus
3
Standar Kompetensi
Kerja Internasional
28 Buku Panduan
Penjelasan tentang Kurikulum
Kurikulum = Kumpulan rencana, tujuan, materi pembelajaran,
cara mengajar, dan lain lain yang diperlukan sebagai pedoman
pengajaran demi tercapainya tujuan pada akhir pembelajaran.
Perbedaan Kurikulum dan Silabus
Profesi Urutan prosesnya; Ada profesi
Unit Kompetensi Identifikasi Unit kompetensi
Kurikulum Buat kurikulum Buat silabus
Silabus Buat Modul Buat materi Uji
Jadi Kurikulum adalah rencana
pembelajaran total, sedangkan
Silabus penjabaran dari
kurikulum atau pembahasan
tiap Unit kompetensi
Gambar urutan pembuatan
` Kompetensi Kurikulum Silabus RPP Soal UJK
Profesi
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 29
Kesimpulan Kurikulum
Jadi KURIKULUM Kurikulum berisi
adalah mata pelajaran rancangan pelajaran
yang akan diberikan,
dan program
pelatihan jenjang diantaranya mata
profesi tertentu. pelajaran dan lama waktu,
Tujuan Kurikulum
untuk mengarahkan bisa hari atau jam.
Contoh sederhana
kegiatan kurikulum bengkel
pembelajaran agar mobil dibawah ini (bisa
dikembangkan sesuai
sesuai harapan.
kebutuhan).
Contoh Kurikulum
Profesi : Pembantu perbaikan body mobil
No Mata pelajaran Tujuan Durasi waktu (hari)
Teori Praktek Total
1 Nilai & budaya Membangun sikap dan mental
perusahaan, K3 yg diperlukan perusahaan 2 s/d 2
selesai
2 Memperbaiki Bisa merperbaiki body 4 38 42
body dengan palu dengan menggunakan palu
3 Memperbaiki Bisa memperbaiki body 4 22 26
body dengan las dengan menggunakan las
4 Memperbaiki body Bisa memperbaiki body 2 24 26
dengan dempul dengan menggunakan dempul
5 Memperbaiki Bisa memperbaiki dengan 2 34 36
body dengan cat menggunakan cat
TOTAL 14 118 132
30 Buku Panduan
c. Membuat Silabus Pelatihan
Silabus = Rencana pembelajaran tertentu
mencakup standar kompetensi, modul,
kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian,
alokasi waktu, & bahan, alat belajar.
Tahapan membuat Silabus
1. Ambil salah satu unit kompetensi dulu
2. Buatlah kolom yang berisi antara lain;
yang menjelaskan proses
kerja secara runtut yg dilakukan dalam satu unit
kompetensi, merupakan aktivitas yg dapat dilakukan
diamati & dinilai.
(Kriteria Unjuk Kerja), Juga disebut Capaian
Unit kompetensi, adalah pernyataan evaluatif yang
terdiri dari KSA untuk menentukan apa yang akan
dinilai.
Ukuran keberhasilannya apa ?,
supaya kita bisa menilai secara obyektif
Berisi pelatihan apa yang akan diberikan, yang
selanjutnya menjadi modul dan metodologi pelatihan
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 31
Contoh Silabus
Unit Kompetensi : Memperbaiki body dengan palu
Kode Unit : XXXXXXX-XX
Waktu pelatihan : 42 hari
Elemen Kompetensi Capaian unit Kriteria Capaian Pokok Pembahasan
kompetensi (Target / harapan) (Modul / Materi)
1. Mempersiapkan Bisa memperbaiki Kualitas dan waktu 1. Macam macam
alat yang akan body yang pesok yang digunakan kerusakan body
digunakan dan benjol dengan
tingkat kerusakan memenuhi standar 2. Mengenal peralatan
2. Menggunakan alat yang digunakan
alat yang sesuai sedang 3. Memilih dan menggu
3. Memperbaiki body Batasan nakan alat yg sesuai
dengan palu pekerjaan yang 4. Memperbaiki body
4. Memeriksa hasil ingin dicapai dengan palu
perbaikan 5. Menciptakan alat yang
Hasil terukur sesuai
yang akan dinilai 6. BIQ (Build In Quality)
Contoh diatas dapat
dikembangkan sesuai kebutuhan
masing masing dan bisa direvisi
bila ada yang lebih baik, dan
disesuaikan dengan kontektual
masing perusahaan.
d. Mempunyai Modul/Materi Pelatihan
Modul pelatihan adalah media pembelajaran
yang digunakan untuk transformasi pengetahuan,
keterampilan, dan sikap kerja kepada peserta
pelatihan.
32 Buku Panduan
Pelajari cara membuat Buat modul yg menarik
modul yang baik. & mudah dipelajari.
Teknik Penyusunan Syarat syarat modul yang baik
MODUL PELATIHAN 1.Struktur penjelasan runtun
2.Mudah dilihat dan di baca
3.Mudah dimengerti dan dipahami
4.Informatif
e. Pelatih membuat RPP
RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
adalah pegangan pelatih dalam mengajar. RPP
dibuat oleh pelatih untuk membantu dalam
mengajar agar Kompetensi dapat dicapai dalam
pengajaran tersebut.
Isinya minimal ada
A. Data, menjelaskan identitas
RPP agar mampu telusur.
RPP bisa dibuat simple, C. Proses pembelajaran,
adaptif tapi tujuan menjelaskan metodologi
pembelajaran tercapai. yang digunakan.
B. Tujuan pembelajaran, D. Penilaian KSA, menjelaskan
menjelaskan tujuan, bisa diambil bagaimana cara menilai
dari Silabus atau dibuat sendiri. Knowledge, Skill & Attitude
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 33
Contoh RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Unit Kompetensi : Memperbaiki Body dengan palu
Waktu pengajaran
: 42 hari (336 Jam)
Bab
Deskripsi / Keterangan Lama (Jam)
A. Tujuan pembelajaran T P Total
Bisa memperbaiki body pesok
& benjol dengan tingkat
kerusakan sedang
B. Proses pembelajaran
1. Macam-macam Presentasi, simulasi 8 24 32
keusakan Body mengenal dan melihat sample
kerusakan
2. Mengenal peralatan Penjelasan mengenal alat & 4 40 44
yang digunakan fungsinya
3. Memilih dan Simulasi memilih alat yang 4 40 44
menggu nakan alat sesuai dengan kerusakan 8 140 148
yg sesuai 4 24 28
4. Memperbaiki body Membantu operator lain s/d
dengan palu dapat melakukan perbaikan
sendiri
5. Menciptakan alat Belajar adaptif. membentuk
yang sesuai alat yang diperlukan
6. BIQ (Build In Memeriksa hasil & 4 36 40
Quality) dibandingkan dengan sample
C. Penilaian K : Pengetahuan jenis
kerusakan, penggunaan
alat & cara perbaikan
S : Kualitas perbaikan &
waktu yang digunakan
A : Ikuti prosedur, jam kerja
dan aktivitas 5R
TOTAL 32 304 336
34 Buku Panduan
f. Membuat Soal-soal Ujian
Pada dasarnya ujian yang dilakukan oleh
perusahaan maupun Lembaga lain perlu
dipersiapkan dengan baik, diantaranya
membuat bank soal untuk ujian yang dapat
memberi gambaran kecukupan pengetahuan,
keterampilan dan sikap peserta pelatihan.
2.2 Menyelelaraskan Kurikulum dengan Mitra
Mengapa Kurikulum harus diselaraskan ? 35
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah
Pendidkan sistim ganda Perusahaan & sekolah
Siswa/i punya 2 tempat duduk bersama
2.2. Menyelelaraskan Kurikulum dengan Mitra
Mengapa Kurikulum harus diselaraskan ?
Pendidkan sistim ganda Perusahaan & sekolah
Siswa/i punya 2 tempat duduk bersama
Menyeleraraskan
...%? ...%?
Kurikulum bersama &
saling melengkapi
Sekolah dan perusahaan Diantaranya yang terkait
punya aturan masing2 struktur materi dan
waktu
Targetnya “KOMPETENSI BERTINDAK MAKSIMAL” dapat dicapai
Contoh penyelarasan terkait Struktur Materi dan Waktu
Standar Industri/Perusahaan Materi tidak boleh
Profesi : Perbaikan Body Mobil dihilangkan (menjaga
Unit Kompetensi : A, B, C, D, E
Materi nya : A1, A2, B1. B2, B3, C, kualitas pelatihan)
Waktu standar yang
D1, D2, E1, E2, E3 harus diikuti (menjaga
Waktu belajar : 6 Bulan kualitas pelatihan)
36 Buku Panduan
Tujuan penyelarasan adalah memperbaiki kurikulum &
saling melengkapi antara Perusahaan & Sekolah
Mencari apa yang bisa ditingkatkan, apa yang bisa
diajarkan di sekolah dan di perusahaan, tanpa
menghilangkan materi intinya
2.3. Mempunyai Skema Sertifikasi
Memilih Skema sertifikasi yang cocok dengan Profesinya
12
3
45
2.4. Koordinasi dengan Asosiasi terkait
INTINYA Untuk menjamin kualitas dan
KOMUNIKASI kesetaraan UNIT KOMPETENSI INTI
ke External
untuk profesi industri yang sama
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 37
Contoh untuk Profesi dengan 4 Unit Kompetensi (4 UK)
Standar 120 UK1 UK2 UK3 UK4
100 ABCDEFG
80
60
GSGatapanpddeadnregOnaKgnOaKn Kualitas 40
20
0
Perusahaan
120 UK1 UK2 UK3 UK4
ABCDEFG
Standar 100
80
60
GGapapdednegnangan Kualitas 40
StSatnadnadraNrGNG 20
0
Perusahaan
PERAN ASOSIASI SEKTOR PRIVAT SANGAT PENTING
Perusahaan komunikasi
dengan Asosiasi
Asosiasi / Stakeholder
Ada Standar sosialisasi Standar profesi
Profesi ke sector terkait
1 2
STANDAR KURIKULUM YG 3
SUDAH DISELARASKAN
Penyelarasan dengan
4 Sektor / Profesi yang sama
38 Buku Panduan
MENYEDIAKAN 3
SARANA DAN
PRASARANA
3.1. Pemenuhan Unit Kompetensi
Unit Kompetensi yang disyaratkan di tiap Profesi harus dipenuhi
Standar Perusahaan C
Kompetensi Dari Pers C
Intinya Kompetensi
tidak boleh kurang Kompetensi
Kompetensi dari Pers B
Kompetensi
Perusahaan A Perusahaan B
Bisa Bisa dipenuhi melalui Kerjasama
dengan sekolah perusahaan lain,
dipenuhi dari
perusahaan BLK, Dll
sendiri
Perusahaan dan Sekolah bekerjasama mengutamakan Kualitas Pelatihan
sesuai dengan standar dan harapan pengguna
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 39
3.2. Pemenuhan Persyaratan Kualitas & Kuantitas K3
Kualitas atau kelayakan
perlengkapan K3 dijamin
dan dipenuhi
Jumlah atau kecukupan
perlengkapan K3 dijamin
dan dipenuhi
Peraturan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja
Bekerja dengan
perlengkapan K3 yang
memadai
3.3. Penempatan & Pengawasan di area Berbahaya
PETA PROSES Proses
DI PERUSAHAAN A
Perlu membuat Proses
peta untuk B
memperjelas
dimana Proses
ada proses C
yang berbahaya
Proses Berbahaya
D
Proses
E
Proses Proses Proses
H G F
Berbahaya
40 Buku Panduan
PELATIHAN DI PROSES BERBAHAYA
Penempatan diperketat Permudah visual dengan
dengan syarat tertentu Atribut yang berbeda
Pendampingan Kontrol secara periodik sampai
dengan Kompeten
Menerapkan aturan SOP Memperjelas SOP, yang boleh
yang ketat dan yang tidak boleh
3.4. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Aturan penggunaan APD
ditiap wilayah diperjelas
Aturan cara pakai APD yang benar
Penjelasan akibat bila SOP dilanggar
Pengawasan dan membangun
budaya disiplin
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 41
UNDANG UNDANG & PERATURAN
Nomor 1 tahun 1970
tentang Keselamatan Kerja.
UU no 13 tahun 2013
tentang Ketenagakerjaan.
Dan yang terkait dengan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
42 Buku Panduan
PELAKSANAAN 4
PELATIHAN
4.1. Kesesuaian Materi dan Waktu ideal
Contoh rencana pelatihan dengan 5 Materi
Materi E
Materi D
Materi C
Materi B
Materi A
Waktu
Peserta pelatihan mampu bertindak, Kompetensi KSA (Knowledge,
Skill, Attitude) yang diharapkan pengguna dipenuhi sesuai dengan
waktu yang direncanakan
Kompetensi
Mampu bertindak
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 43
Bagaimana menentukan Rentang waktu ?
Rentang waktu pembelajaran ideal = KUALITAS PELATIHAN
Tentukan dulu taksonomi atau
level kompetensi yang ingin
dicapai
Buat perhitungan berapa lama untuk
mencapai level tersebut (bisa gunakan
Jam, Hari, Minggu, Bulan)
Atau gunakan perhitungan frekwensi,
berapa kali melakukan praktek untuk
mencapai level tersebut
4.2. Keterlibatan Guru sekolah di Pelatihan
Tujuan : Guru dan Pelatih
melakukan perbaikan bersama
agar Pelatihan yang berkualitas
bisa dicapai
Pelatih dan Guru membuat
schedule, kapan Pelatih dan
Guru membahas hasil dan
masalah masalah di tiap
pelatihan
Melaksanakan rencana secara
konsisten setiap batch (dibuat
calendar of event)
44 Buku Panduan
Apa yang perlu dibahas Guru dan Pelatih?
Kemajuan anak didiknya
Masalah masalah yang
dihadapi
Tindakan yang perlu
dilakukan
Guru komunikasi dan melakukan perbaikan
di sekolah, agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai.
4.3. Penilaian Peserta Pelatihan di Perusahaan
Bukti oyektif pelatihan
Tujuan Bahan review pelatihan
Penilaian di Program development peserta
Perusahaan Program perbaikan pelatihan
Hasil pelaksanaan pelatihan
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 45
Integritas (A) Kompetensi
(Kompetensi Attitude / Sosial
Individu) Sikap
Pekerjaan Implementasi Absensi Implementasi
KAIZEN SOP
(K) 5R / 5S Safety (S)
Skill Ide
Knowledge BIQ Perbaikan
(Built In
Quality)
Tugas-
tugas
Kboermtipnetdeanksi Quality
Productivity
KSA (Knowledge, Skill & Attitude)
46 Buku Panduan
MELAKSANAKAN 5
SERTIFIKASI
Tujuan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi MASA DEPAN YANG
LEBIH BAIK
Belajar di Praktek di UJK Serifikat
Sekolah Perusahaan Kompeten
5.1. Persiapan Uji Kompetensi
Salah satu tugas pelatih,
mempersiapkan Uji kompetensi
peserta pelatihan
Sukses anak didik
=
Keberhasilan pelatih
Standarisasi Instrumen Kemitraan antara Perusahaan dengan Sekolah 47
Proses persiapan UJI KOMPETENSI
Review Nilai kurang Uji coba Check syarat
Nilai di Training Ujian ujian dipenuhi
ulang
Lihat yang Training Persiapan Persiapkan
nilainya Ulang mental & Portopolio
kurang
phisik
5.2. Sertifikasi untuk Peserta Pelatihan
Menyertakan anak Uji Kompetensi
didik untuk ikut Uji
Kompetensi Lulus ujian
Sekolah
Ikut Pelatihan
dari
Perusahaan
Perusahaan Sekolah LSP
48 Buku Panduan