The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by cristcross71, 2022-07-19 05:33:55

Pengenalan Dasar Konstruksi

PENGENALAN
DASAR
KONSTRUKSI

Pengenalan Dasar Konstruksi




BAB 1 KONSTRUKSI BANGUNAN 5
GEDUNG 12


1.1 KONSTRUKSI BANGUNAN
BAGIAN BAWAH

1. Pondasi
2. Sloof/Tie Beam
1.2 KONSTRUKSI BANGUNAN
BAGIAN ATAS

1. Kolom
2. Balok dan Pelat
3. Tangga
4. Dinding Geser (Shear Wall)
5. Ring Balok
6. Rangka Atap

BAB 2 KONSTRUKSI JALAN 23
2.1 PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE

PAVEMENT)
2.2 PERKERASAN KAKU (RIGID 34
PAVEMENT)

BAB 3 KONSTRUKSI JEMBATAN 43

3.1 KOMPONEN JEMBATAN
GANTUNG

Daftar Isi II

Pengenalan Dasar Konstruksi

3.1.1 KONSTRUKSI JEMBATAN 43
BAGIAN BAWAH

1. Pondasi Pylon

2. Pondasi Angkur Utama

3. Pondasi Ikatan Angin

3.1.2 KONSTRUKSI JEMBATAN 46

BAGIAN ATAS

1. Wire Rope Utama

2. Pylon

3. Roller

4. Hanger

5. Ikatan Angin

6. Gelagar/ Struktur Jembatan

3.2 KOMPONEN JEMBATAN 52
RANGKA

3.2.1 KONSTRUKSI JEMBATAN 53
BAGIAN BAWAH

1. Pangkal Jembatan/ abutment

2. Pilar/pier & Perletakan (Support)

3.2.2 KONSTRUKSI JEMBATAN 56
BAGIAN ATAS

1. Gelagar

2. Rangka Utama

3. Lantai Jembatan

Daftar Isi III

Pengenalan Dasar Konstruksi

3.3 BANGUNAN PELENGKAP 60
PENAHAN JEMBATAN

1. Saluran Drainase
2. Jalan Pendekat (Oprit)
3. Talud

BAB 4 PEMERIKSAAN MUTU 63

KONSTRUKSI 71

4.1 PENGUJIAN KUALITAS BETON
1. Pengujian Beton Segar : Slump Test
2. Pengujian Beton Keras:HammerTest
4.2 PENGUJIAN JALAN ASPAL

LAMPIRAN

CARA MEMBACA DETAIL TULANGAN

PADA GAMBAR TEKNIS
CARA KONVERSI NILAI MUTU BETON
3. STANDAR NILAI SLUMP

DAFTAR PUSTAKA

Daftar Isi IV

KONSTRUKSI
BANGUNAN
GEDUNG

Pengenalan Dasar Konstruksi

BILA DILIHAT DARI
JUMLAH LANTAI,
BANGUNAN DAPAT
DIKELOMPOKAN KE
DALAM DUA KELOMPOK
BESAR, YAITU
BANGUNAN TIDAK
BERTINGKAT DAN
BANGUNAN
BERTINGKAT.

Bangunan bertingkat
digolongkan menjadi :

bangunan bertingkat
rendah (2 – 4 lantai)
bangunan berlantai
banyak (5 – 10 lantai)
bangunan pencakar
langit.

Persyaratan Teknis Bangunan 2

Pengenalan Dasar Konstruksi

KONSTRUKSI
BANGUNAN TIDAK
BERTINGKAT

Konstruksi lebih sederhana. Komponen struktur
lebih sedikit.
Contoh : bangunan rumah sederhana

Bagian-bagian konstruksi bangunan gedung

tidak bertingkat :








Konstruksi Bangunan Gedung 3

Pengenalan Dasar Konstruksi

KONSTRUKSI
BANGUNAN
BERTINGKAT

Konstruksi lebih kompleks. Komponen struktur lebih
banyak. Contoh : apartemen, perkantoran, rumah sakit, dll

Bagian-bagian konstruksi bangunan gedung bertingkat :








Konstruksi Bangunan Gedung 4

Pengenalan Dasar Konstruksi

1.1 KONSTRUKSI BANGUNAN
BAGIAN BAWAH

1.PONDASI

Pondasi adalah bagian paling bawah dari struktur konstruksi
bangunan; bagian bangunan yang langsung menempel pada
tanah keras.
Berfungsi untuk memikul seluruh beban bangunan dan
memindahkan beban ke tanah keras disekitarnya.
Pondasi bangunan terdiri dari 2 tergantung dari besarnya
beban bangunan, yaitu pondasi dalam dan pondasi dangkal.

Pondasi Dangkal

Pada umumnya terdiri dari pondasi raft,
pondasi menerus (batu kali/beton) dan
pondasi tapak. Biasanya digunakan
untuk :

konstruksi bangunan yang tidak
terlalu tinggi dan
mempunyai keadaan tanah yang
keras

Konstruksi Bangunan Gedung 5

2018 | MARET PengenaMlanADHaEsaSrAKoSnOstrLuUksSi I

Kriteria : tanah
keras dekat
permukaan tanah

Dgunakan untuk
bangunan
sederhana 1 lantai

Digunakan untuk bangunan
bertingkat rendah

Konstruksi Bangunan Gedung 6

2018 | MARET PengenaMlanADHaEsaSrAKoSnOstrLuUksSi I

Kriteria : biasanya
digunakan pada
tanah yang lunak

untuk menopang
tangki - tangki
besar perusahaan
atau bangunan
bertingkat hingga
10 lantai

cocok untuk
struktur bangunan
yang memiliki
kolom berdekatan

Pondasi Dalam

terdiri dari pondasi tiang pancang dan
pondasi tiang bor / caisson. Biasanya
digunakan untuk bangunan bertingkat
yang memiliki beban lebih besar.

Konstruksi Bangunan Gedung 7

2018 | MARET PengenaMlanADHaEsaSrAKoSnOstrLuUksSi I

Pondasi dipancang

menggunakan alat pancang

sampai menemui tanah

keras

Kelemahan :

saat di pancang akan

mengeluarkan suara bising,

mengganggu lingkungan

sekitar, dan jika getaran

yang dihasilkan sangat

besar, bisa merusak

bangunan di sebelahnya

Tanah di bor hingga
tanah keras, kemudian
tulangan yang sudah
dirakit di masukkan ke
dalam lubang yang sudah
di bor dan di cor beton di
tempat

Mengurangi getaran pada

tanah dan tidak

mengeluarkan suara

bising pada saat proses

pemasangannya.

Konstruksi Bangunan Gedung 8

PengenaMlanADHaEsaSrAKoSnOstrLuUksSi I

2. SLOOF

Gambar Sloof Eksisting



Sloof adalah beton bertulang yang diletakkan secara

horisontal di atas pondasi.

Sloof berfungsi untuk :
Meneruskan beban dinding dan kolom, kemudian
diteruskan ke pondasi
Sebagai pengikat struktur bawah ujung dasar kolom.
Meratakan beban pondasi.
Sebagai pengunci dinding sehingga jika terjadi

pergeseran tanah, maka dinding tidak mudah roboh

Panjang sloof sama dengan panjang pondasi.

Dimensi sloof tergantung dari tipe bangunan yang akan

dibangun.

Konstruksi Bangunan Gedung 9

PengenaMlanADHaEsaSrAKoSnOstrLuUksSi I

Tulangan yang memanjang searah
dengan panjang balok atau kolom.

Note

Cara membaca gambar
detail tulangan pada
gambar teknis dapat dilihat
pada Lampiran

Berfungsi sebagai

pengekang (confinement)

dan pengikat antar

tulangan utama

Konstruksi Bangunan Gedung 10

Pengenalan Dasar Konstruksi

3. PILE CAP
DAN TIE BEAM

Fungsi pile cap : menerima beban dari kolom yang
kemudian akan terus disebarkan ke beberapa tiang
pancang
Tie beam sama halnya dengan sloof. Fungsinya sebagai
pengikat antar pile cap.
Pile cap dan tie beam biasanya digunakan pada bangunan
bertingkat yang menggunakan pondasi tiang

Konstruksi Bangunan Gedung 11

Pengenalan Dasar Konstruksi

1.2 KONSTRUKSI BANGUNAN
BAGIAN ATAS

1.KOLOM

Kolom terdiri dari 2 jenis, yaitu kolom utama dan kolom praktis
Kolom struktur utama menopang balok dan plat lantai pada
bangunan.
Kolom praktis ukurannya lebih kecil. Berfungsi untuk membantu
kolom utama mendukung struktur bangunan.
Kegagalan pada kolom terjadi keruntuhan sebagian struktur atau
bahkan keruntuhan total pada keseluruhan struktur bangunan

Gambar Kolom Eksisting

Konstruksi Bangunan Gedung 12

Pengenalan Dasar Konstruksi

Catatan : Jika tidak ada tulangan
sengkang, kolom disatu sisi akan
mengalami pemendekan dan disisi
lain kolom akan mengembang
kearah samping.

Gambar kerja kolom struktur dan kolom praktis

Gambar kerja kolom struktur dan kolom praktis 13
Konstruksi Bangunan Gedung

Pengenalan Dasar Konstruksi

2. BALOK DAN
PELAT LANTAI

Pelat lantai didukung oleh balok-balok yang bertumpu pada
kolom-kolom bangunan.
Alur Penyaluran beban dari : Pelat - balok - kolom - pondasi
Pada umumnya, balok beton dicor secara monolit dengan
pelat.

Gambar Balok dan Pelat Eksisting
Tampak Atas

Konstruksi Bangunan Gedung Gambar Balok dan Pelat Eksisting 14
Tampak Bawah

Pengenalan Dasar Konstruksi

Berdasarkan fungsinya, balok terbagi menjadi balok
anak dan balok induk.

balok induk untuk menghubungkan antar dua kolom
dan menyalurkan beban langsung ke kolom.
balok anak untuk menghubungkan antar dua balok
induk dan membantu menyalurkan beban pelat ke
balok induk.

Konstruksi Bangunan Gedung 15

Pengenalan Dasar Konstruksi

3. TANGGA

Tangga merupakan suatu komponen struktur yang
terdiri dari bordes, anak tangga, baluster dan railing yang
menghubungkan satu lantai dengan lantai di atasnya.

Konstruksi Bangunan Gedung 16

Pengenalan Dasar Konstruksi

4. SHEAR WALL

Dinding geser (shear wall) adalah dinding yang
berfungsi sebagai pengaku yang menerus sampai ke
pondasi dan juga merupakan dinding inti untuk
memperkaku seluruh bangunan untuk menahan beban
angin dan gempa bumi.
untuk gedung bertingkat yang kurang dari 20 lantai
penerapan shear wall menjadi suatu alternatif
untuk gedung yang terdiri dari 20 lantai atau lebih
struktur shear wall sudah menjadi suatu keharusan

Konstruksi Bangunan Gedung 17

Pengenalan Dasar Konstruksi

1.RING BALOK

Gambar Ring Balok Eksisting

Ring Balk atau juga biasa dikenal dengan Balok Ring
adalah struktur bangunan yang terletak di atas dinding dan
menjadi tumpuan atau dudukan dari rangka atap

Gambar Tekukan Ujung Tulangan Begel

Catatan : Pemasangan bagian ujung tulangan begel pada balok
pengikat/sloof, kolom, dan balok keliling/ring harus ditekuk paling sedikit 5
cm dengan sudut 135° untuk memperkuat ikatan dengan tulangan utama
dan agar struktur tetap aman ketika terjadi gempa.

Konstruksi Bangunan Gedung 18

Pengenalan Dasar Konstruksi

6. STRUKTUR ATAP

Struktur atap berfungsi untuk menopang seluruh sistem
penutup atap yang ada di atasnya.
Struktur atap berdasarkan jenis materialnya, terdiri dari 2,

yaitu struktur atap kayu dan struktur atap baja ringan.

Konstruksi Bangunan Gedung 19

Kuda-Kuda Pengenalan Dasar Konstruksi

Ikatan Angin Berfungsi sebagai
penyangga utama
Gunung- pada struktur atap
Gunung/
Ampig/ Berfungsi sebagai pengikat
Tebeng antar kuda-kuda, antar
Layar gunung-gunung/ampig,
atau antara kuda-kuda
Konstruksi Bangunan Gedung dengan gunung-gunung/
ampig agar berdiri tegak,
kokoh, dan sejajar

20

Pengenalan Dasar Konstruksi

Rangka Penutup Atap
·Gording
·Usuk/kasau
·Reng

Konstruksi Bangunan Gedung 21

KONSTRUKSI
JALAN

Pengenalan Dasar Konstruksi
Perkerasan Kaku (Rigid Pavement)

Perkerasan Lentur (Flexible Pavement)

Gambar Jenis Perkerasan Jalan

2.1 PERKERASAN LENTUR
(FLEXIBLE PAVEMENT)

Contoh perkerasan lentur : jalan aspal
Kelebihan : biaya konstruksi lebih murah, lebih nyaman
digunakan saat berkendara
Kekurangan : perlu perawatan yang rutin minimal 3 tahun sekali
Pada umumnya terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu lapis
permukaan (surface course), lapis pondasi (base course) dan lapis
pondasi bawah (subbase course)

Konstruksi Jalan 23

Pengenalan Dasar Konstruksi

Gambar Konstruksi Perkerasan Lentur 24
Konstruksi Jalan

Pengenalan Dasar Konstruksi

1. LAPIS PERMUKAAN
(SURFACE COURSE)

Lapis Permukaan adalah bagian perkerasan jalan yang
paling atas.
Fungsi lapis permukaan antara lain:

Sebagai bahan perkerasan untuk menahan beban roda
Sebagai lapisan rapat air untuk melindungi badan jalan
kerusakan akibat cuaca.
Sebagai lapisan aus (wearing course).
Material lapis permukaan berupa Asphalt concrete atau
AC yang disebut juga dengan laston (lapisan aspal beton)
Aspal beton terdiri dari tiga macam lapisan, yaitu
Laston Lapis Aus ( Asphalt Concrete-Wearing Course
atau AC-WC),
Laston Lapis Permukaan Antara (Asphalt Concrete –
Binder Course atau AC-BC) dan
Laston Lapis Pondasi (Asphalt Concrete- Base atau
AC-Base).

Konstruksi Jalan 25

Pengenalan Dasar Konstruksi

Ketiga lapisan ini memiliki komposisi : aspal, batu split (batu
pecah), pasir dan abu batu.
Perbedaan ketiga campuran ini terletak pada perbedaan
ukuran bahan agregat (batu split) yang digunakan

Asphalt Concrete – Wearing
Course (AC-WC)

Berfungsi sebagai lapisan aus dan bersifat kedap air.
Ukuran agregat maksimum 19 mm yang dipasang
pada bagian perkerasan yang paling atas

Konstruksi Jalan 26

Pengenalan Dasar Konstruksi

Asphalt Concrete – Binder Berfungsi untuk
Course (AC-BC)
mengurangi tegangan/
Asphalt Concrete – Base
(AC-Base) regangan akibat beban

Konstruksi Jalan lalu lintas yang akan

diteruskan ke lapisan

di bawahnya yaitu

base dan sub grade

(tanah dasar).

AC-BC mempunyai

ukuran agregat maks

25 mm

Berfungsi untuk
memberi dukungan
lapis permukaan,
mengurangi regangan
dan tegangan,
menyebarkan dan
meneruskan beban
konstruksi jalan di
bawahnya (subgrade).
Ukuran agregat
maksimum 37,5 mm

27

Pengenalan Dasar Konstruksi

2. LAPISAN PONDASI
ATAS (BASE COARSE)

Lapisan pondasi atas ini berfungsi sebagai :
Perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda
dan menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya.
Bantalan terhadap lapisan permukaan.

Jenis lapisan pondasi atas yang umum dipergunakan di
Indonesia antara lain :

Lapisan agregat kelas A : memiliki ukuran agregat
yang lebih kecil dengan persyaratan komposisi campuran
sesuai dengan aturan SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 1)
Macadam : terdiri dari agregat dan disemprotkan aspal
diatas lapisan tersebut dan dipadatkan lapis demi lapis.

Gambar Perkerasan Lapisan Makadam

Konstruksi Jalan 28

Pengenalan Dasar Konstruksi

Cement Treated Base (CTB) : campuran antara tanah
asli dan/ atau agregat dengan sejumlah semen
portland dan air. Salah satu keunggulan dari CTB
adalah secara berkelanjutan akan bertambah
kekuatannya seiring bertambahnya umur meskipun
dibebani oleh beban lalu lintas.

Asphalt Treated Base (ATB) : sifat campuran ATB
mempunyai rongga udara dan permeabilitas yang
cukup besar agar air yang merembes dari lapis
permukaan perkerasan misal melalui celah retak dapat
dialirkan pada lapis ATB keluar badan jalan.

Gambar Perkerasan CTB Gambar Perkerasan ATB
Konstruksi Jalan
29

Pengenalan Dasar Konstruksi

3. LAPISAN PONDASI
BAWAH (SUBBASE COARSE)

Lapis pondasi bawah ini berfungsi sebagai :
Bagian dari konstruksi perkerasan untuk
menyebarkan beban roda ke tanah dasar.
Lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul
di pondasi.
Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus
dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas.

Jenis lapisan pondasi bawah yang umum
dipergunakan di Indonesia antara lain :

Lapisan Pondasi Agregat Kelas B : memiliki
ukuran agregat yang lebih besar dengan
persyaratan komposisi campuran sesuai dengan
aturan aturan SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 1)
Sirtu (sandy gravel) : campuran pasir dan batu
Batu pitrun

Konstruksi Jalan 30

Pengenalan Dasar Konstruksi

AGREGAT

Agregat merupakan material granular, misalnya pasir, kerikil,
batu pecah, yang dipakai secara bersama-sama dengan suatu
media pengikat (seperti semen, aspal) untuk membentuk
suatu beton semen atau adukan

Fungsi agregat adalah sebagai material pengisi dan biasanya
menempati sekitar 75 % dari isi total beton, karena itu
pengaruhnya besar terhadap sifat dan daya tahan beton

Keutamaan agregat dalam peranannya di dalam beton :
a. Menghemat penggunaan semen Portland
b. Menghasilkan kekuatan besar pada beton

Agregat terdiri dari 2, yaitu agregat kasar dan agregat halus.

Konstruksi Jalan 31

Pengenalan Dasar Konstruksi

1. AGREGAT KASAR

Memiliki diameter butiran lebih dari 4.75 mm menurut ASTM
Contoh : Kerikil, batu pecah (split)
Agregat kasar yang baik untuk pengikatan dengan pasta dan
mortar semen adalah yang bertekstur cukup kasar, bentuk
bersudut banyak/kubikal, tidak pipih ataupun panjang

Konstruksi Jalan 32

Pengenalan Dasar Konstruksi

2. AGREGAT HALUS

Agregat halus dalam campuran beton berfungsi
sebagai bahan untuk mengisi rongga-rongga
pada campuran agregat kasar untuk membentuk
kekuatan beton
Agregat halus memiliki diameter butiran kurang
dari 4,75 mm menurut ASTM (American Standard
Testing and Material)
Contoh : Pasir

Konstruksi Jalan 33

Pengenalan Dasar Konstruksi

2.2 PERKERASAN KAKU
(RIGID PEVEMENT)

Konstruksi utama : satu lapis beton semen mutu tinggi

Kelebihan : tahan terhadap genangan air dan banjir,
dapat menahan beban kendaraan berat

Kekurangan : biaya konstruksi lebih mahal

Lapis pondasi bawah hanya berfungsi sebagai konstruksi
pendukung (opsional, bisa juga tidak ada)

Konstruksi Jalan 34

Pengenalan Dasar Konstruksi

1. LAPIS PONDASI
BAWAH

Fungsi dari lapis pondasi bawah adalah :
Menyediakan lapisan yang seragam, stabil dan permanen
Mengurangi kemungkinan terjadinya retak-retak pada plat
beton
Menyediakan lantai kerja bagi alat-alat berat selama masa
konstruksi
Menghindari terjadinya pumping, yaitu keluarnya butir-
butiran halus tanah bersama air pada daerah sambungan,
retakan

Untuk perkerasan kaku, lapisan pondasi dengan bahan pengikat,
bisa bermacam-macam, salah satu dari ketiga jenis ini:

Batu pecah yang distabilisasi semen
Campuran beraspal bergradasi rapat
Lean concrete/beton kurus

Lean Concrete disebut juga beton kurus yang dimana beton
tersebut hanya memiliki tebal 10 cm. Lean Concrete bukan
termasuk lapisan struktur dikarenakan Lean Concrete tidak
memakai tulangan dalam pengecorannya

Konstruksi Jalan 35

Pengenalan Dasar Konstruksi

2. LAPIS PERKERASAN

Jenis-jenis perkerasan kaku adalah sebagai berikut:

a. Jointed Unreinfored/Plain Concrete Pavement (JUCP)
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi
Perkerasan Beton Semen Bersambun g Tanpa Tulangan (BBTT).
Konstruksi jalan ini dibuat per segmen dan tanpa tulangan
Pelat beton disambungkan ke pelat beton lain menggunakan
sambungan melintang dan memanjang.
Sambungan melintang (transversal joint) menggunakan dowel
bars dan sambungan memanjang (longitudinal joint)
menggunakan tie bars/batang pengikat.

Gambar Skema Perkerasan Beton Semen Bersambung Tanpa Tulangan

Konstruksi Jalan
36

Pengenalan Dasar Konstruksi

Gambar Konstruksi BBTT sebelum di cor

Gambar Konstruksi BBTT Setelah di cor

Konstruksi Jalan 37

2018 | MARET PengenaMlanADHaEsaSrAKoSnOstrLuUksSi I

Dowel adalah batang baja

polos yang digunakan

sebagai penyambung/

pengikat pada beberapa

sambungan pelat jalan

beton yang berfungsi

untuk menyalurkan beban

pada sambungan jalan

Variasi ukuran dowel untuk
konstruksi tidaklah terlalu
besar, dari 6mm - 20mm
(diameter), panjang 20mm
- 60mm.

Konstruksi Jalan Gambar Tie Bar, Dowel Bar dan Dowel Chair

38

Pengenalan Dasar Konstruksi

b. Jointed Reinforced Concrete Pavement (JRCP)

Perkerasan kaku bersambung dengan tulangan atau
JRCP serupa dengan perkerasan kaku bersambung tanpa
tulangan (JPCP), namun ukuran pelat lebih panjang dan
ada tambahan tulangan pada pelatnya.

Gambar Skema Perkerasan Bersambung dengan Tulangan 39



Konstruksi Jalan

Pengenalan Dasar Konstruksi

Gambar Perkerasan Bersambung dengan Tulangan

c. Continoussly Reinforced Concrete Pavement (CRCP)

CRCP adalah jenis perkerasan jalan berbeton semen
yang dibuat dengan tulangan dan panjang pelat yang
menerus.
Ukuran pelat dari jenis perkerasan ini memiliki panjang
lebih besar dari 75 m
Perkerasan kaku menerus dengan tulangan ini akan
memberikan kenyamanan berkendaraan yang lebih baik,
karena permukaanya lebih rata, serta mempunyai umur
yang lebih panjang dari tipe perkerasan lainnya.

Konstruksi Jalan 40

Pengenalan Dasar Konstruksi

Gambar Skema Perkerasan Menerus dengan Tulangan



Gambar Perkerasan Menerus dengan Tulangan 41
Konstruksi Jalan

KONSTRUKSI
JEMBATAN

Pengenalan Dasar Konstruksi

3.1 KOMPONEN JEMBATAN
GANTUNG

3.1.1 KONSTRUKSI JEMBATAN
BAGIAN BAWAH

Pondasi pada bangunan jembatan gantung disebut sebagai
komponen struktur bawah. Pondasi pada jembatan gantung
meliputi : abutment atau pangkal jembatan, yaitu

pondasi untuk tumpuan pylon,
pondasi angkur utama, dan
pondasi ikatan angin.

Konstruksi Jembatan 43

2018 | MARET PengenaMlanADHaEsaSrAKoSnOstrLuUksSi I

1. PONDASI Pondasi pada jembatan
PYLON

gantung meliputi :

abutment atau pangkal

jembatan, yaitu pondasi

untuk tumpuan pylon,

pondasi angkur utama dan

pondasi ikatan angin.

Pondasi berfungsi sebagai

pemikul seluruh beban

jembatan dan gaya-gaya

yang bekerja pada pondasi

serta menyalurkan ke

lapisan tanah pendukung.

Pondasi berfungsi 2. PONDASI
ANGKUR UTAMA




sebagai pemikul seluruh

beban jembatan dan

gaya-gaya yang bekerja

pada pondasi serta

menyalurkan ke lapisan

tanah pendukung.

Konstruksi Jembatan 44

Pengenalan Dasar Konstruksi

3. PONDASI IKATAN ANGIN

Pondasi Ikatan Angin berfungsi untuk menahan kabel angin yang
dipasang di sebelah kiri dan kanan jembatan untuk mengurangi/
menahan getaran/ goyangan jembatan

Konstruksi Jembatan 45

Pengenalan Dasar Konstruksi

3.1.2 KONSTRUKSI
JEMBATAN BAGIAN ATAS

Terdiri atas : gelagar/ struktur jembatan, lantai borders &
railing, pylon, wire rope utama, ikatan angin dan hanger.




Gambar Komponen Struktur Atas Jembatan Gantung 46

Konstruksi Jembatan


Click to View FlipBook Version