Disusun Oleh : Mefi Boset UNIVERSITAS CENDRAWASIH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA 2022
1 E-MODUL KIMIA HIJAU BERBASIS PJBL MATERI KIMIA HIJAU UNTUK SMA/MA Fase E Judul : E-Modul Kimia Hijau Berbasis PjBL Materi kimia hijau Tahun : 2022 Penulis : Mefi Boset Pembimbing : Prof. Dr. Tiurlina Siregar, M.Si Dr. Yusuf Bungkang, M.Si Tim Validator : Prof. Dr. Tiurlina Siregar, M.Si Dr. Yusuf Bungkang, M.Si Dr.Hotlan Samosir, S.H., M.H Desain Cover : Mefi Boset Desain Layout : Mefi Boset Desain Sampul : Ukuran kertas 21,5 x 16,5 cm, font Times New Roman, ukuran font 14-30 cm, gambar pengolahan plastik dari kulit singkong, kompos, eco enzim dan eco brick. Desain Isi : Emodul berisi 63 halaman, Ukuran kertas 21,5 x 16,5 cm, font Times New Roman, ukuran font 12 cm, paragraf 1,5.
2 KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya sehingga “Pengembangan E-Modul Kimia Hijau berbasis Proyek” dapat diselesaikan dengan baik. E-Modul ini dikembangkan dengan tujuan memudahkan peserta didik dalam memahami dan mengimplementasikan materi kimia hijau dengan baik dan benar sesuai dengan profil pelajar pancasila. Kimia hijau merupakan materi kimia kurikulum merdeka belajar pada Fase E. meteri tersebut disajikan dalam e-modul dengan model Project based learning. Project based learning merupakan bentuk pembelajaran yang didasarkan pada temuan kontruktivis bahwa setiap peserta didik mendapatkan pemahaman materi yang lebih dalam saat mereka secara aktif membangun pemahaman dengan bekerja dan menggunakan gagasan. pembelajaran berbasis Project memungkinkan peserta didik untuk menyelidiki pertanyaan, mengajukan hipotesis, diskusi dan menantang gagasan orang lain serta mencoba gagasan baru. E-modul ini disusun mengacu pada kurikulum merdeka belajar yang mengarahkan Peserta didik untuk dapat melakukan penelitian kualitatif dan kuantitatif sederhana disekolah baik secara individu maupun kolaboratif mengenai berbagai fenomena alam dunia nyata. Peserta didik belajar dilatih untuk menemukan permasalahan, membuat hipotesis, merancang percobaan sederhana, melakukan percobaan, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan hasil percobaan. Secara tidak langsung, peserta didik dapat mengembangkan
3 Profil Pelajar Pancasila yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif melalui belajar kimia.
4 DAFTAR ISI Kata Pengantar…….…………………………………………. i Daftar Isi………………………………………………………… ii Daftar Gambar..……………………………………………….. iv Daftar Tabel……..……………………………………………... Daftar Video……………………………………………………. Alur Capaian Pembelajaran ……………………………… Cara Penggunaan E-Modul Peta Konsep………………………………………………………. Kegiatan Pembelajaran I A. Tujuan Pembelajaran (TP) B. Uraian Materi C. Modul Ajar D. LKPD E. Assesmen F. Glosarium Kegiatan Pembelajaran II A. Tujuan Pembelajaran (TP) B. Uraian Materi C. Modul Ajar D. LKPD E. Assesmen F. Glosarium
5 Kegiatan Pembelajaran III A. Tujuan Pembelajaran (TP) B. Uraian Materi C. Modul Ajar D. LKPD E. Assesmen F. Glosarium Daftar Pustaka
6 Capaian Pembelajaran Elemen Pemahaman Konsep Peserta didik mampu mengamati, menyelidiki dan menjelaskan fenomena sesuai kaidah kerja ilmiah dalam menjelaskan konsep kimia dalam kehidupan sehari hari; menerapkan konsep kimia dalam pengelolaan lingkungan termasuk menjelaskan fenomena pemanasan global; menuliskan reaksi kimia dan menerapkan hukum-hukum dasar kimia; memahami struktur atom dan aplikasinya dalam nanoteknologi Elemen Ketrampilan Proses 1. Mengamati Mampu memilih alat bantu yang tepat untuk melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari obyek yang diamati. 2. Mempertanyakan dan memprediksi Mengidentifikasi pertanyaan dan permasalahan yang dapat diselidiki secara ilmiah. Peserta didik menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru untuk membuat prediksi. 3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan Peserta didik merencanakan penyilidikan ilmiah dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Peserta didik melakukan pengukuran atau membandingkan variabel terikat dengan menggunakan alat yang sesuai serta memperhatikan kaidah ilmiah
7 4. Memproses, menganalisis data dan informasi Menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan bertanggung jawab. Menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat, menilai relevansi informasi yang ditemukan dengan mencantumkan referensi rujukan, serta menyimpulkan hasil penyelidikan. 5. Mengevaluasi dan refleksi Peserta didik berani dan santun dalam Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi. 6. Mengomunikasikan hasil Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh termasuk di dalamnya pertimbangan keamanan, lingkungan, dan etika yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan
8 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN 1) Peserta didik dapat menjelaskan dengan baik Gerakan Kimia Hijau dan 12 Prinsip Kimia Hijau melalui Model Project Based Learning. 2) Peserta didik dapat mengidentifikasi reaksi kimia dan penerapan 12 prinsip kimia hijau dalam kehidupan sehari – hari melalui Model Project Based Learning. 3) Peserta didik dapat menganalisis kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip kimia hijau dan berdampak pada pemanasan global dengan benar melalui melalui Model Project Based Learning 4) Peserta didik dapat menjelaskan pemanasan global dan lobang ozon serta penanggunalangnya dengan benar melalui melalui Model Project Based Learning
9 CARA MENGGUNAKAN E-MODUL 1. Pelajari peta yang ada pada E- modul ini dengan teliti, untuk memudahkan memahami konsep kimia hijau. 2. Pahami tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran 3. Literasi materi yang ada pada modul ini dengan cermat dan kombinasikan dengan sumber belajar lainnya yang sejenis 4. Lakukan kegiatan metode ilmiah pada LKPD 5. Kerjakan essesmen dengan jujur, jika hasil belajar belum mencapai KKTP ulangi kegiatan dari awal 6. Berikan umpan balik pada lembar pengamatan
10 PETA KONSEP KIMIA HIJAU DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Konsep dan Prinsip Kimia Hijau Penerapan Kimia Hijau Kimia Hijau dan Pemanasan Global Pemanasan Global Gerakan Kimia Hijau Reaksi Kimia Ozon Pemanasan Global 12 Prinsip Kimia Hijau Penerapan 12 Prinsip Kimia Hijau
11 KOMPETENSI AWAL Sebelum memulai pembelajaran, peserta didik telah memahami konsep IPA pada Fase D terutama pada materi : 1. Kimia dan peranannya 2. Reaksi kimia 3. Metode Ilmiah 4. Bekerja dilabolatorium RINCIAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dalam e-modul dirincikan menjadi tiga bagaian, yaitu : 1. Kegiatan pembelajaran 1 terdiri dari konsep dan defenisi kimia kimia hijau serta 12 prinsip kimia hijau 2. Kegiatan pembelajaran 2 terdiri dari reaksi kimia serta penerapan 12 prinsip kimia hijau dalam kehidupan sehari hari 3. Kegiatan pembelajaran 3 terdiri Kimia Hijau dan pemanasan global 4. Kegiatan pembelajaran 4 Peserta didik merangcang project penerapan kimia hijau 5. Kegiatan pembelajaran 5 Peserta didik mempresentasikan hasil project penerapan kimia hijau KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
12 KIMIA HIJAU DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2030 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) Peserta didik dapat menjelaskan dengan baik Gerakan Kimia Hijau dan 12 Prinsip Kimia Hijau melalui Model Project Based Learning MATERI PEMBELAJARAN A. Mengapa diperlukan Gerakan kimia hijau ? Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan produk-produk industri hasil sistesis yang dapat memenuhi kebutuhan manusia setiap hari. Zat zat kimia hasil sistesis industri dapat membahayakan Kesehatan manusia, diantaranya terdiri dari bahan kimia berbahaya, dapat menimbulkan masalah mulai dari sifatnya yang beracun, sukar terurai, serta limbahnya mencemari lingkungan. Perkembangan dan pemanfaatan zat-zat kimia yang tanpa kendali, menyebabkan tubuh manusia terkontaminasi oleh sejumlah besar zat kimia sintetis hasil industrialisasi, banyak diantaranya telah diketahui bersifat racun dan penyebab kanker. Zat – zat tersebut masuk ke tubuh manusia melalui rantai makanan yang tekontaminasi zat kimia, udara dan air. Produk sintesis kimia industri lainya adalah plastik yang membawa permasalahan lingkungan karena sukar terurai.
13 Beberapa kematian paus yang dilaporkan terdapat sampah plastik pada perutnya, konferensi Laut PBB di New York 2017 menyebut limbah plastik di lautan membunuh 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura-kura laut, dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya, tiap tahun. Untuk menjaga kelestarian lingkungan pada tahun 1998, Paul T. Anastas dan John C. Warner mengembangkan panduan dalam pengelolaan zat kimia pada sebuah program khusus yang diperkenalkan organisasi EPA (Environmental Protection Agency) di Amerika Serikat tahun 1991. Penerapkan pengembangan berkelanjutan di bidang kimia dan teknologi kimia oleh dunia industri, akademi, dan pemerintahan merupakan maksud dari program ini. Konsep kimia hijau memiliki dampak yang besar karena mengintegrasikan pendekatan baru untuk proses sintesa, pengolahan, kegiatan penelitian di labolatorium, penelitian industri dan aplikasi zat-zat kimia sedemikian rupa sehingga dapat menurunkan ancaman terhadap kesehatan dan lingkungan. Kimia hijau adalah suatu pendekatan bagaimana ahli kimia melakukan perancangan, proses pembuatan, dan pemanfaatan produk-produk kimia sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan bahaya dampak buruk zat kimia terhadap lingkungan termasuk manusia.
14 B. Konsep dan prinsip kimia hijau Kimia hijau didefenisikan sebagai sebuah pendekatan terhadap perancangan, proses pembuatan, dan pemanfaatan produk-produk kimia yang dihasilkan untuk mengurangi atau menghilangkan zat kimia berbahaya terhadap manusia dan lingkungan. Tujuan utama pendekatan kimia hijau adalah untuk menciptakan zat-zat kimia yang lebih baik dan aman dan secara bersamaan dapat memilih cara-cara yang paling aman dan efisien untuk mensintesa zat-zat tersebut dan mengurangi sampah kimia yang dihasilkan. (Mustafa, 2016) Istilah kimia hijau pertama kali digunakan oleh Paul T. Anastas pada sebuah program khusus yang diperkenalkan organisasi EPA (Environmental Protection Agency) di Amerika Serikat tahun 1991. Aspek terpenting dari kimia hijau adalah konsep merancang suatu proses kimia, dalam mendesain proses kimia harus dipertimbangkan dari beberapa aspek, tidak hanya aspek ekonomi (Keuntungan) tetapi menitik beratkan pada aspek dampak terhadap manusia dan lingkungan. Manfaat kimia hijau adalah mengusahakan proses-proses kimia yang lebih ekonomis karena biaya produksi dan regulasi yang lebih rendah, efisien dalam penggunaan energi, pengurangan limbah produksi, pengurangan kecelakaan, produk yang lebih aman, tempat kerja dan komunitas yang lebih sehat, perlindungan terhadap kesehatan manusia dan
15 lingkungan, dan mendapatkan keunggulan yang kompetitif atas produk yang dihasilkan Kimia hijau menitik beratkan pada upaya pencegahan terjadinya pencemaran dari produk sistesis bahan kimia, meminimalisir atau menghilangkan dampak produk kimia terhadap Kesehatan dan lingkungan. Untuk mewujutkan hal tersebut Paul T. Anastas dan John C. Warner mengemukanan 12 prinsip kimia hijau yang harus dilakukan dari perancangan, proses dan produksi yang melibatkan bahan kimia industri. 1. Pencegahan Limbah Mengutamakan pencegahan limbah,disbanding pembersihan atau penanggulangan limbah yang muncul setelah sintesis serta meminimalkan limbah pada setiap proses. 2. Memaksimalkan nilai ekonomi suatu atom Mengurangi limbah pada level molekuler dengan memaksimalkan jumlah atom seluruh pereaksi menjadi produk. Gunakan atom ekonomi untuk mengevaluasi efesiensi reaksi 3. Sintesis kimia yang bahayanya lebih sedikit Mendesain reaksi kimia dan rule sintesis seaman mungkin. Mempertimbangkan semua bahan yang berbahaya selama reaksi berlangsung termasuk limbah.
16 4. Mendesain produk yang melibatkan bahan kimia yang aman Memprediksi dan mengevaluasi aspek meliputi sifat fisika, toksisitas dan lingkungan
17 Gambar 1. Prinsip Kimia Hijau (sumber : Buku teks IPA kelas X)
18 MODUL KIMIA KELAS X (RPP Plus) A. IDENTITAS MODUL Nama Sekolah : SMAN 3 KOTA SORONG Lingkup Materi : Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030 Fase / Kelas : E/X Elemen Kognitif : Pemahaman kimia Alokasi Waktu : 2 JP B. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik dapat menjelaskan dengan baik Gerakan Kimia Hijau dan 12 Prinsip Kimia Hijau melalui Model Project Based Learning C. KOMPETENSI AWAL Sebelum memulai pembelajaran, peserta didik dapat menuliskan: “Kimia dan peranannya, reaksi kimia dan bekerja dilaboratorium” D. PROFIL PELAJAR PANCASILA 1. Beriman, bertakwa kepada TYME dan berakhlak mulia 2. Berpikir kritis 3. Kreatif
19 E. SARANA DAN PRASARANA 1. Fasilitas ✓ Buku IPA Kimia erlangga ✓ LKPD ✓ E-Modul Kimia Hijau 2. Lingkungan Belajar ✓ Ruang Kelas ✓ Labolatorium F. TARGET PESERTA DIDIK ➢ Peserta didik pada Fase E ➢ Jumlah Peserta didik 1 kelas 42 Peserta didik G.MODEL PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN Pembelajaran : Luring Metode : Diskusi/Latihan/jigsaw Model : Project based learning H.PEMAHAMAN BERMAKNA ✓ Gerakan Kimia Hijau ✓ 12 Prinsip kimia hijau I. PERTANYAAN PEMANTIK ➢ Bagaimana cara mengolah sampah kulit buah dirumahmu? ➢ Apakah kimia hijau berbahaya untuk kehidupan manusia?
20 J. KEGIATAN PEMBELAJARAN ➢ Pendahuluan ✓ Menyapa peserta didik, doa, dan mencek kehadiran peserta didik Fase 1: Menyampaikan Tujuan dan mempersiapkan Peserta didik ✓ Guru Memotivasi Peserta didik dengan menyampiakan Gerakan kimia hijau dan manfaatnya untuk melindungi bumi dari pemanasan global ✓ Guru Menyampaikan materi pembelajaran tentang kimia hijau ✓ Guru Menanyakan dan mengulas kembali tentang materi prasyarat yang harus dimiliki peserta didik yakni tentang ilmu kimia dan peranannya serta reaksi kimia ✓ Guru Menyampaikan alur tujuan pembelajaran tentang kimia hijau ✓ Guru Menyampakan langkah langkah pembelajaran dengan model Project based learning dan assesmen ➢ Kegiatan Inti Fase 2: Mendemontrasikan keterampilan/mempresentasikan pengetahuan ✓ Guru mempresentasikan materi tentang Gerakan kimia hijau
21 Fase 3: Menerapkan pengetahuan yang dipresentasikan dalam eksperimen dan melatih peserta didik dalam melakukan eksperimen ✓ Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan diskusi tentang kimia hijau dan 12 prinsip kimia hijau Fase 4: Mengecek Pemahaman dan memberikan umpan balik ✓ Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya dan ditanggapi oleh kelompok yang lain. ✓ Guru menjelaskan jika ada miskonsepsi materi kimia hijau selama diskusi ➢ Penutup ✓ Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dipelajari ✓ Menginformasikan kegiatan pembelajaran berikutnya ✓ Assesmen formatif ✓ Refleksi ✓ Doa K. ASESMEN Bentuk Assesmen ➢ Sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa : Obsevasi ➢ Pemahaman Kimia : Tugas /Latihan/Tes
22 L. PENGAYAAN DAN REMEDIAL ➢ Soal Pengayaan untuk peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran ➢ Soal remedial untuk peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran G. REFLEKSI ➢ Bagi peserta didik No Informasi yang diharapkan Pertanyaan Jawaban 1 Mengetahuai pemahaman pesertan didik terhadap materi yang diajarkan Apa yang sudah anda pelajari hari ini? 2 Mengetahui kendala yang dihadapi peserta didik dalam pembelajaran Bagaian mana yang ada belum pahami dari pembelajaran hari ini? 3 Mengetahui pertanyaan yang belum dijawab selama pembelajaran Apakah ada pertanyaan yang muncul dan belum mendapatkan jawaban?
23 ➢ Bagi Guru No Informasi yang diharapkan Pertanyaan Jawaban 1 Mengetahui kesesuaian tujuan pembelajaran dengan materi Apakah materi pembelajaran sudah sesuai dengan capaian tujuan pembelajaran? 2 Mengetahui efektifitas pembelajaran Apakah penggunaan model pembelajaran sesuai dengan materi? 3 Mengetahui rencana tindak lanjut Bagaimana hasil belajar peserta didik? Sorong, Januari 2023 Peneliti Mefi Boset, S.Pd NIM. 2021015035028 Dosen Pembimbing I Prof. Dr. Tiurlina Siregar, M.Si NIP. 19660808 199103 2 001 Dosen Pembimbing II Dr. Yusuf Bungkang, M.Si NIP.
24 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) “Kimia Hijau dan Prinsip Kimia Hijau” 1. Peserta didik dapat memahami latar belakan pentingnya Gerakan kimia hijau melalui literasi 2. Peserta didik dapat mengimplementasikan metode ilmiah untuk memahami konsep kimia hijau dengan baik melalui diskusi 3. Peserta didik dapat menjelaskan dengan benar tentang Prinsip kimia hijau melalui diskusi Fenomena 1. Limbah Menunut KBBI Sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Dalam laman www.ppid.menlhk.go.id, Jumat (21/2/2020), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Gambar 2. Limbah sampah (Sumber : doc pribadi) Tujuan Pembelajaran : Lakukan literasi drengan metode ilmiah untuk memahami kimia hijau !
25 mengungkapkan, Indonesia mampu memproduksi 67,8ton sampah setiap tahun. Jumlah ini akan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk. Jumlah penduduk Kota Sorong dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi membawa akibat bertambahnya volume sampah. Pertambahan jumlah volume sampah adalah berbanding lurus dengan pertambahan jumlah penduduk. Selain pertambahan volume sampah akibat pertambahan jumlah penduduk, fakta empiris juga menunjukkan bahwa jenis sampah yang dihasilkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat semakin beragam seiring dengan kehidupan masyarakat yang semakin konsumtif ; volume sampah anorganik semakin bertambah seiring dengan pola konsumtif kehidupan masyarakat yang terus berkembang. Fenomena 2. Ledakan prabrik kimia Rabu 23/2/2022 sekitar pukul 04.00 WIB seb. Sebuah pabrik kimia meledak dengan mengeluarkan suara yang sangat keras. Kepulan asap hitam pekat, bau gas kimia menyengat sangat mengganggu pernafasan warga Ledakan tersebut terjadi di PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI), Cilegon, Banten. ledakan yang bersumber dari pipa tersebut mengeluarkan buih yang diduga merupakan bahan kimia formalin dengan rumus kimia CH2O. serta campuran antara air dengan zat kimia yang notabene
26 panasnya sampai 290 derajat Celsius. Sumber berita : https://www.youtube.com/watch?v=cDfx8lSn5_c Vidio 1. Vidio ledakan pabrik kimia Coba Kalian bayangkan jika kasus ini sering terjadi secara terus menerus bagaimana nasib bumi dan makhluk hidup yang ada di dalamnya? Bagaimana keadaan masyarakat dan lingkungan (air, tanah, udara, tanaman, hewan) yang ada di sekitarnya? Masa depan bumi ditentukan dari sekarang.
27 _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ ______________________________ Buatlah jawaban sementara atau hipotesis dari rumusan masalah yang telah dibuat! _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ ______________________________ Lakukan literasi tentang prinsip kimia hijau untuk menjawab beberapa pertanyaan pada pengolahan data
28 1. Mengapa diperlukan Gerakan kimia hijau 2. Temukan 12 prinsip kimia hijau disertai penjelasan Prinsip kimia hijau 1 Topik Penjelasan Contoh ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ _______________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ ______________________________
29 ASSESMEN Pilihlah jawaban yang tepat ! 1. Diantara gerakan berikut manakah yang paling tepat menggambarkan gerakan kimia hijau ? a. Membuang sampah pada tempatnya b. Membakar sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan c. Menanam pohon di lingkungan sekitar d. Menggunakan daun pisang sebagai pembungkus makanan e. Melakukan praktikum kimia dengan teliti 2. Yang merupakan prinsip kimia hijau adalah Pengunaan katalis Efisiensi anggaran Pencegahan limbah Menganalisis secara langsung untuk mencegah polusi Efisiensi reaksi kimia 3. Diantara kegiatan berikut manakah yang bertentangan dengan prinsip kimia hijau a. Penggunaan bioplastik b. Pembakaran sampah organik c. Memilih bahan kimia yang digunakan dalam reaksi kimia d. Memilih pelarut yang ramah lingkungan e. Menggunakan bahan baku dari tumbuh tumbuhan 4. Memilih jalan reaksi yang paling kecil energinya, menghindari pemanasan dan pendinginan merupakan prinsip kimia hijau …..
30 5. Hubungkan antara prinsip kimia hijau dan penjelasannya 1 Desain produk yang mudah terurai A Pengoptimalkan penggunaan produk turunan kimia 2 Prosedur yang aman untuk mencegah kecelakaan B Pastikan bahan kimia dan produk tidak beracun dan tidak terakumulasi dilingkungan 3 Kurangi produk turunan C Pilih dan kembabkan proses kimia yang aman 4 Manajemen atom yang lebih baik D Kurangi limbah sejak level molekuler
31 GLOSARIUM Atom : Kandungan atau bagian terkecil suatu benda yang bisa menyusun suatu materi atau zat Katalis : Zat yang dapat mempercepat reaksi kimia, tetapi tidak ikut bereaksi Kimia hijau : Kimia hijau adalah suatu pendekatan dalam perancangan, proses pembuatan, dan pemanfaatan produk-produk kimia sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan dampak buruk terhadap lingkungan termasuk manusia. Limbah : bahan buangan tidak terpakai yang berdampak negatif terhadap masyarakat jika tidak dikelola dengan baik Molekuler : gabungan dari dua atom atau lebih yang berikatan secara kimia Reaksi kimia : perubahan suatu zat yang diubah menjadi zat yang berbeda sehingga menghasilkan produk baru Terbarukan : sumber energi yang tersedia oleh alam dan bisa dimanfaatkan secara terus-menerus Sintesis : Kegiatan melakukan reaksi-reaksi kimia dengan tujuan untuk mendapatkan satu atau beberapa produk
32 KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 “PENERAPAN KIMIA HIJAU” TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) Peserta didik dapat mengidentifikasi reaksi kimia dan penerapan 12 prinsip kimia hijau dalam kehidupan sehari – hari melalui Model Project Based Learning. MATERI PEMBELAJARAN A. Reaksi Kimia Reaksi kimia terjadi dimana saja dan kapan saja baik yang terjadi secara alami atau melibatkan kegiatan yang dilakukan manusia. Reaksi kimia adalah perubahan suatu zat yang diubah menjadi zat yang berbeda sehingga menghasilkan produk baru. Singkatnya, reaksi kimia adalah proses perubahan zat untuk menghasilkan produk baru. Senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciriciri yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan kimia. Ciri ciri reaksi kimia ditandai dengan perubahan warna, perubahan suhu, menghasilkan gas, terbentuk endapan dan emisi
33 cahaya. Beberapa contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari – hari misalnya : fotosintesis, perkaratan, pembakaran, pembusukan, pencernaan makanan dan sebagainya. Gambar 3. Reaksi Kimia dalam Kehidupan sehari – hari
34 B. Penerapan 12 prinsip kimia hijau ➢ Penerapan konsep pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) untuk mengurangi dampak buruk penggunaan zatzat kimia untuk lingkungan pertanian. ➢ Penggunaan energi alternatif sebagai pengganti sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, seperti biogas, biodiesesl, biofuel, dan lainnya. ➢ Proses pemutihan kertas menggunakan Hidrogen peroksida (H2O2) dan katalis untuk mengoksidasi karena tidak berbahaya dan lebih efisien dibandingan dengan NaOH dan Na2S yang menghasilkan limbah berbahaya. ➢ Penerapan 3R dalam penggunaan energi, yaitu reuse (menggunakan kembali), recycle (daur ulang), dan reduce (mengurangi). ➢ Sel surya merupakan energi terbarukan dan rendah emisi karbon ➢ Penggunaan cat ramah lingkungan dan tidak mengandung VOC (zat yang mudah menguap, sehingga dapat bersifat berbahaya bagi kesehatan). Misalnya, cat yang berbasis pelarut dari tanaman yang tidak berbau, mudah dibersihkan, dan berdaya tutup yang baik. ➢ Menggunakan plastik yang ramah lingkungan untuk mulai menggantikan plastik yang berasal dari petroleum. Beberapa produk plastik ramah lingkungan tersebut dibuat dari hasil pertanian, seperti jagung, kentang, dan gula dari buah bit.
35 ➢ Penerapan teknologi daur ulang pelarut organik yang digunakan untuk langkah-langkah pembuatan zat kimia, seperti pada sistem fermentasi, ekstraksi, pembentukan dan tahap akhir produk. Pelarut-pelarut yang berbahaya bagi lingkungan diganti dengan pelarut yang ramah lingkungan seperti jenis dari soy methyl ester dan laktat ester yang berasal dari kedelai, yang mampu menggantikan pelarut yang merupakan turunan produk minyak bumi terklorinasi. ➢ Plastik dari singkong lebih mudah terurai untuk menggantikan plastik dari minyak bumi ➢ Industri farmasi mengembangkan obat – obatan dengan efek samping yang tidak berbahaya.
36 MODUL KIMIA KELAS X (RPP Plus) A. IDENTITAS MODUL Nama Sekolah : SMAN 3 KOTA SORONG Lingkup Materi : Penerapan prinsip kimia hijau Fase / Kelas : E/X Elemen Kognitif : Pemahaman kimia Alokasi Waktu : 2 JP B. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN C. KOMPETENSI AWAL Sebelum memulai pembelajaran, peserta didik memahami: “Kimia dan peranannya, reaksi kimia dan bekerja dilaboratorium, kimia hijau dan prinsip kimia hijau” D. PROFIL PELAJAR PANCASILA 1. Beriman, bertakwa kepada TYME dan berakhlak mulia 2. Berpikir kritis 3. Kreatif E. SARANA DAN PRASARANA 1. Fasilitas ✓ Buku IPA Kimia erlangga ✓ LKPD ✓ E-Modul Kimia Hijau
37 2. Lingkungan Belajar ✓ Ruang Kelas ✓ Labolatorium F. TARGET PESERTA DIDIK ➢ Peserta didik pada Fase E ➢ Jumlah Peserta didik 1 kelas 42 Peserta didik G.MODEL PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN Pembelajaran : Luring Metode : Diskusi/Latihan/jigsaw Model : Project based learning H.PEMAHAMAN BERMAKNA ✓ Reaksi kimia dalam kehidupan sehari hari ✓ Penerapan 12 Prinsip kimia hijau I. PERTANYAAN PEMANTIK Bagaimana cara membuat plastik dari singkong ? J. KEGIATAN PEMBELAJARAN ➢ Pendahuluan ✓ Menyapa peserta didik, doa, dan mencek kehadiran peserta didik
38 Fase 1: Menyampaikan Tujuan dan mempersiapkan Peserta didik ✓ Guru Memotivasi Peserta didik untuk menerapkan prinsip kimia hijau untuk melindungi bumi dari pemanasan global ✓ Guru Menyampaikan materi pembelajaran tentang Reaksi kimia dan penerapan prinsip kimia hijau ✓ Guru Menanyakan dan mengulas kembali tentang materi prasyarat yang harus dimiliki peserta didik yakni tentang ilmu kimia dan peranannya serta reaksi kimia, kimia hijau dan prinsip kimia hijau ✓ Guru Menyampaikan alur tujuan pembelajaran tentang penerapan prinsip kimia hijau ✓ Guru Menyampakan langkah langkah pembelajaran dengan model Project based learning dan assesmen ➢ Kegiatan Inti Fase 2: Mendemontrasikan keterampilan/mempresentasikan pengetahuan ✓ Guru mempresentasikan materi tentang penerapan prinsip kimia hijau Fase 3: Menerapkan pengetahuan yang dipresentasikan dalam eksperimen dan melatih peserta didik dalam melakukan eksperimen
39 ➢ Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan diskusi tentang reaksi kimia dan penerapan 12 prinsip kimia hijau Fase 4: Mengecek Pemahaman dan memberikan umpan balik ➢ Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya dan ditanggapi oleh kelompok yang lain. ➢ Guru menjelaskan jika ada miskonsepsi materi kimia hijau selama diskusi ➢ Penutup Fase 5. Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan. ✓ Guru menyampaikan Tema projek penyelidikan ilmiah yang akan dilaksanaan oleh peserta “Penerapan prinsip kimia hijau untuk mengurangi pemanasan global dan pencemaran lingkungan” ✓ Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dipelajari ✓ Assesmen formatif ✓ Refleksi ✓ Doa K. ASESMEN Bentuk Assesmen ➢ Sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa : Obsevasi ➢ Pemahaman Kimia : Tugas /Latihan/Tes
40 L. PENGAYAAN DAN REMEDIAL ➢ Soal Pengayaan untuk peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran ➢ Soal remedial untuk peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran G. REFLEKSI ➢ Bagi peserta didik No Informasi yang diharapkan Pertanyaan Jawaban 1 Mengetahuai pemahaman pesertan didik terhadap materi yang diajarkan Apa yang sudah anda pelajari hari ini? 2 Mengetahui kendala yang dihadapi peserta didik dalam pembelajaran Bagaian mana yang ada belum pahami dari pembelajaran hari ini? 3 Mengetahui pertanyaan yang belum dijawab selama pembelajaran Apakah ada pertanyaan yang muncul dan belum mendapatkan jawaban?
41 ➢ Bagi Guru No Informasi yang diharapkan Pertanyaan Jawaban 1 Mengetahui kesesuaian tujuan pembelajaran dengan materi Apakah materi pembelajaran sudah sesuai dengan capaian tujuan pembelajaran? 2 Mengetahui efektifitas pembelajaran Apakah penggunaan model pembelajaran sesuai dengan materi? 3 Mengetahui rencana tindak lanjut Bagaimana hasil belajar peserta didik? Sorong, Januari 2023 Peneliti Mefi Boset, S.Pd NIM. 2021015035028 Dosen Pembimbing I Prof. Dr. Tiurlina Siregar, M.Si NIP. 19660808 199103 2 001 Dosen Pembimbing II Dr. Yusuf Bungkang, M.Si NIP.
42 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) “Penerapan Prinsip Kimia Hijau” 1. Peserta didik dapat memahami reaksi kimia dalam kehidupan sehari hari melalui diskusi 2. Peserta didik dapat memahami penerapan prinsip kimia hijau dalam kehidupan sehari hari dengan baik melalui diskusi Tujuan Pembelajaran : Lakukan pengamatan dan literasi drengan metode ilmiah untuk memahami prinsip kimia hijau ! Plastik dari kulit ubi kayu Pot bunga dari botol plastik
43 Sumber : Doc. pribadi Coba Kalian bayangkan jika kita dapat menerapkan prinsip kimia hijau secara terus menerus dapat dipastikan lingkungan kita bebas dari pencemaran. _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ ______________________________ Pembuatan Kompos dari sampah organik Eco Enzim dari sampah organik Berdasarkan gambar di atas, rumuskan masalah yang berkaitan dengan penerapan prinsip kimia hijau
44 Buatlah jawaban sementara atau hipotesis dari rumusan masalah yang telah dibuat! _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ ______________________________ Lakukan literasi tentang prinsip kimia hijau untuk menjawab beberapa pertanyaan pada pengolahan data
45 3. Temukan permasalahan yang selama ini menyimpang dari 12 prinsip kimia hijau, lalu sarankan solusi untuk mengatasinya Prinsip kimia hijau 1 Topik Permasalahan Solusi Prinsip kimia hijau ke … Topik Permasalahan Solusi _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ ______________________________
46 ASSESMEN Pilihlah jawaban yang tepat ! 1. Diantara kegiatan berikut manakah yang merupakan penerapan prinsip kimia hijau ? a. Membuang sampah pada tempatnya b. Membakar sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan c. Menanam pohon di lingkungan sekitar d. Penggunaan bioplastik e. Melakukan praktikum kimia dengan teliti 2. Yang merupakan reaksi kimia adalah Penguapan Fotosintesis Pembakaran Perkaratan Perubahan wujud 3. Diantara kegiatan berikut manakah yang merupakan penerapan prinsip kimia hijau dalam bidang industri a. Sel surya sebagai sumber energin ramah lingkungan b. Pembuatan bio plastik oleh peserta didik c. Penjernihan air dengan tawas d. Bangunan ramah lingkungan e. Pembuatan eco ensim oleh ibu PKK kota sorong 4. Contoh penerapan prinsip kimia hijau terhadap pencegahan limbah adalah …..
47 5. Hubungkan antara prinsip kimia hijau dan Penerapannya 1 Gunakan bahan baku terbarukan A Penggunaan CO2 cair dan sufraktan sebagai pelarut dalam dry cleaning 2 Penggunaan pelarut dan bahan pendukung yang lebih aman B Proses penjernihan air dari bubuk yang terbuat dari asam jawa 3 Rancangan bahan kimia yang lebih aman C Penggunaan sel surya sebagai sumber energi 4 Desain produk yang mudah terurai D Plastik dari tepung singkong
48 GLOSARIUM Atom : Kandungan atau bagian terkecil suatu benda yang bisa menyusun suatu materi atau zat Katalis : Zat yang dapat mempercepat reaksi kimia, tetapi tidak ikut bereaksi Limbah : bahan buangan tidak terpakai yang berdampak negatif terhadap masyarakat jika tidak dikelola dengan baik Molekuler : gabungan dari dua atom atau lebih yang berikatan secara kimia Reaksi kimia : perubahan suatu zat yang diubah menjadi zat yang berbeda sehingga menghasilkan produk baru Terbarukan : sumber energi yang tersedia oleh alam dan bisa dimanfaatkan secara terus-menerus Sintesis : Kegiatan melakukan reaksi-reaksi kimia dengan tujuan untuk mendapatkan satu atau beberapa produk
49 KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 “Kimia Hijau dan Isu Pemanasan global” TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) 1) Peserta didik dapat menganalisis kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip kimia hijau dan berdampak pada pemanasan global dengan benar melalui melalui Model Project Based Learning 2) Peserta didik dapat menjelaskan pemanasan global dan lobang ozon serta penanggunalangnya dengan benar melalui melalui Model Project Based Learning MATERI PEMBELAJARAN A. Pemanasan Global Pemanasan global merupakan fenomena perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan rata rata suhu bumi secara umum, yang mengubah keseimbangan cuaca dan ekosistem untuk waktu yang lama. Pemanasan global terjadi sangat cepat yang disebabkan oleh efek rumah kaca dari gas gas rumah kaca, dan menipisnya lapisan ozon. Masuknya energi matahari ke bumi mengalami : ➢ 25% dipantulkan oleh awan ➢ 25% diserap oleh awan