The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Visual Arts Group Exhibition Catalogue @perpusnas

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by danny_ardhiyanto, 2022-01-12 19:24:31

Visual Arts Group Exhibition Catalogue @perpusnas

Visual Arts Group Exhibition Catalogue @perpusnas

Keywords: Visual Arts Exhibition

museum

Pameran Seni Rupa

Kurator :
Fajar Sidiq Sukurnanto
PANITIA PELAKSANA
Ketua :
Fajar Sidiq Sukirnanto
Konsep Desain :
Arif Fiyanto
Desain Layout :
Isra Putri Zamardi
Koordinator Pameran :
Kepala Perpustakaan
Nasional
Admin & Data Base :
Isra Putri Zamardi



Sambutan Kepala Perpustakaan
Nasional RI

oleh Moh. Syarif Bando

Pameran Creative Freedom to Heal The Nation
#2

Setelah sukses pada gelaran pameran seni rupa tahun lalu, Perpustakaan
Nasional Republik Indonesia kembali mendukung penyelenggaraan pameran
bertajuk “Creative Freedom to The Heal the Nation # 2” dari tanggal 15 Janu-
ari – 25 Februari 2022, bertempat di Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan
Nasional, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa seni rupa merupakan salah satu subsektor
dalam ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar jika dilihat dari kualitas,
kuantitas, pelaku kreatif, hingga potensi pasar. Di sisi lain, kegiatan pameran
diadakan di berbagai tempat untuk mengenalkan seni rupa karya seniman
tanah air. Di antaranya yang akan diselanggarakan di Perpustakaan Nasional
ini.

Peran Perpustakaan Nasional sebagai institusi perawat peradaban dapat
dimaknai dengan menyediakan ruang bagi seniman dan masyarakat dalam
mengekspresikan karya-karyanya. Seni rupa sebagai elemen dari kebudayaan Indonesia tidak dapat dilepaskan
dari nilai kearifan lokal dan kearifan alam. Kehidupan masyarakat dalam berbudaya berangkat dari dimensi nilai-
nilai tradisional maupun perkembangan kemajuan zaman yang tidak terelakkan.

Perpustakaan Nasional sebagai penyedia berbagai jenis sumber pengetahuan, dalam upaya mewujudkan mas-
yarakat berliterasi tentunya aktif mengambil peran dalam menyebarluaskan karya seni budaya Indonesia dengan
segala keberagamannya. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap anak bangsa, bahwa eksistensi seniman
dan karya-karyanya layak untuk dipamerkan karena memiliki nilai-nilai budaya dan pengetahuan.

Dengan penyelenggaraan pameran ini, diharapkan sebagai ajang pertemuan antarseniman, antara seniman dan
masyarakat penikmat seni. Kreatifitas dan serangkaian pemikiran-pemikiran seniman dalam pameran seni rupa ini,
dapat memberikan inspirasi dan edukasi untuk masyarakat secara luas.

“Creative Freedom to The Heal the Nation # 2” sebagai tema pameran ini memberikan semangat akan nilai-nilai
kebersamaan, persaudaraan dan mendorong kreatifitas bersama demi budaya Indonesia yang lebih maju.
Akhirnya, selamat menikmati karya-karya para seniman tanah air yang berkolaborasi untuk menyuguhkan potret
keanekaragaman dan kekayaan seni budaya negeri ini. Salam literasi…!

Kepala Perpustakaan Nasional RI

Moh. Syarif Bando



Spirit Nusantara dalam
Kebersamaan :
Seni jembatan peradaban

oleh Prof.Dr .Chryshnanda
Dwilaksana,M.Si

Keberagaman seni budaya, keindahan alam dan kekayaan-
nya menjadi ikon nusantara dalam suatu kesatuan “
Bhineka Tunggal Ika”. Walaupun dalam keberagamaan
namun ada kebersamaan. Di situlah keberagaman menun-
jukan kekuatannya. Di dalam seni, keberagaman karya
dari para perupa dengan berbagai tema maupun gaya
merupakan suatu kekuatan dalam suatu peradaban. Dalam
spirit Nusantara, kebersamaan menjadi passion bagi seni
yang menjembatani saluran komunikasi sosial, berbagai
kepentingan dari idiologi,religi, politik, kemanusiaan hingga
solidaritas sosial. Seni juga untuk mengatasi berbagai
konflik dengan cara beradab. Seni : suara, gerak, rupa,
nada, kata / sastra menunjukkan budaya. Tatkala berbic-
ara kebudayaan sebagai fungsi maka yang dilihat adalah
apa yg ada di balik fenomena yang berupa keyakinan,
pemikiran, konsep bahkan teori yang digunakan secara
selektif prioritas untuk mengeksploitasi sumber daya atau
mendistribusikan sumber daya. Dengan seni kebuntuan
akan komunikasi sosial dan kebuntuan akan pemecah-
an masalah primordial dapat disalurkan melalui berbagai
simbol atau ikon atau tanda. Katarsis kepenuhan kesesak-
kan jiwapun dappat disalurkan. Seni dengan ikonnya akan
menjembatani kepentingan atas hidup dan kehidupan.
Dengan ikon atau tanda maka penggunaan tafsir dan imaji-
nasipun akan berkembang. Apa yang dilihat dikatakan dan
disampaikan tidak sebatas pada satu sisi namun dapat
mendorong pd pola atau cara yang holistik atau sistemik.
Penjabaran atas seni dalam kehidupan ini akan berkem-
bang pada kebudayaan yang mampu menunjukkan karak-
teristik sesuai dengan corak masyarakat yang variatif. Ke-
bhinekaan atau perbedaan menjadi sesuatu yg biasa dan
menjadi kekuatan sekaligus kekayaan. Pendekatan atas

seni sebagai jembatan peradaban dapat di lihat bagaima- juli Kartolo juga menunjukkan adanya kritikan bergaya
na sejak jaman renaisance ditunjukkan dari karya leonar- humor. Novel karya Pramudya Anantatoer karya tetralo-
do da vinci dalam sketsa sketsa orang dengan ekspresi gi Pulau Buru, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, Gadis Pantai
yang nampak berlebihan. Karya Michelangelo pada last dsb. Karya Novel Romo Mangun : Romo Rahadi, Burung
judgement yang menggambarkan tokoh terhormat dalam Burung Manyar, Lusi Lindri, Genduk Duku, Roro Men-
visual tokoh berdosa berat. Karya Fransisco de Goya dari dut dsb. Tulisan Gerundelan Orang Republik dan banyak
spanyol yang menggambarkan kritik sosial penembakan lagi. Tarianpun menjadi simbol ritual hingga kritik sosial.
Mei, amaya yang telanjang, foto keluarga kerajaan dengan Seperti : Bedoyo Ketawang, hingga tari tari modern karya
wajah wajah ideot. Karya karya Honore Daumier yang sarat Bagong Kusudiarjo, Didik Nni Thowok dsb. Puisi dan syair
dengan kritik sosial yang karikatural atau sindiran. Penang- syair yang mengarah pada kritik dari yang lembut hingga
kapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh nampak tajam. Lihat saja syair syair Chairil Anwar, Rendra, Sapardi
kepala orang orang bule digambarkan tidak proporsional Joko Damono, Joko Pinurbo dll. Seni benar benar menjadi
sedikit lebih besar dan tidak proporsional. Sedangkan jembatan peradaban sejak masa pra sejarah hingga masa
gambar orang orang jawa atau pengikut Pangeran Dipo- kini. Seni sejatunya juga memerdekakan jiwa menyehatkan
negoro dilukiskan begitu perfek. Karya karya Raden saleh dalam berbagai gatra kehidupan. Di masa pandemi covid
lainya berupa perkelahian antara banteng dengan harimau 19 inipun seni menjadi salah satu solusi bagi hidup dan
maupun perkelahian dengan singa, perburuan perburuan kehidupan. Di dalam seni :olah rasa, olah raga olah pikir
merupakan suatu simbol perlawanan terhadap kolonial- sekalipun menjadi ruang atau wadah bagi bibit bibit unggul
isme melalui seni yang ikonik. Karya karya pada masa hidup tumbuh dan berkembang. Seni membuat orang
orde baru orde reformasi sarat dengan kritik atau sindiran dapat bertahan hidup walau dalam berbagai kondisi ek-
atas politik hujum kemanusiaan hingga ketidak adilan. strim sekalipun. Dalam berbagai gara kehidupan pendeka-
Gambar gambar karikatur mulai muncul pada masa pra tan seni selain memerdekakan juga mencerdaskan, di
kemerdekaan yang menjadi tajuk visual pada surat kabar. situlah kekuatan seni yang beragam tatkala dalam keber-
Kita dapat melihat karya karya Agustin Sibarani, samaan akan menjadi kekuatan dan jembatan peradaban.
GM Sudarta, Pramono Pramoedjo, Dwi koendoro, Priyanto
Sunarto, dll. Karya karya karikatur yang kartunal menjadi Senja di ufuk Maros 211221
trend karikatur kritis namun ada humornya.
Mempletat pletotkan wajah pejabat atau oramg orang Brigjen. Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si.
terkenal memerlukan kepiawaian tersendiri untuk melebih
lebihkan yang lebih dan mengurang ngurangi yang kurang.
Pemikiran dan kepiawaian menggambar menjadi suatu
kesatuan memvisualkan ide gagasan dalam karikatur yang
kartunal. Dalam nada dan suara lagu lagu dengan syair
balada atau lagu model country yang dinyanyikan Iwan
Fals, Doel Sumbang, Leo Kristi, Franky Sahilatua dll juga
merupakan penggabungan imajinasi atas kritik melalui
analogi2 kehidupan sosial. Misal saja lagu: Umar Bakri,
Si Gali, Ambualn Zigzag, Sarjana Muda dsb. Lagu lagu
jenaka dari Doel sumbang dengan bhs indonesia maupun
sunda. Lagu lagu orkes sinten remen. Penampilan teater
Gandrik, teater koma, indonesia kita, hingga ludruk. Jula

Pengantar Kuratorial
Akar Seni Nusantara, Spirit Humanis
dan Perkembangannya

oleh Fajar Sidiq Sukirnanto

Seni rupa nusantara adalah bentuk kesenian yang tumbuh
dan berkembang dari seluruh daerah tercermin dari baha-
sa, budaya, dan keistimewaan alam eksotis dan wilayah
yang mencakup Indonesia. Beragam bentuk kesenian
nusantara hingga hari ini tumbuh berdasarkan hasil budaya
masyarakat, diwilayah yang sesuai dengan adat istiadat
serta kondisi lingkungan geografisnya.
Pada pameran Creative Freedom To Heal The Nation #2
dari semua bentuk dan jenis seni rupa yang ada terdapat
beberapa diantara yang merupakan karya-karya dari be-
berapa seniman di Indonesia. Mereka memiliki beberapa
tema dan gaya atau aliran dalam seni rupa. Nilai estetika
yang terkandung didalam pameran ini adalah membaca
konstilasi seni rupa Indonesia dalam bingkai pameran ini.
Sebuah pameran seni rupa merupakan wujud dari per-
nyataan rasa batin yang dilatar belakangi satu pandangan
idealisme dan prinsip yang di anut senimannya. Juga atas
situasi dan kondisi politik pada jamannya. Inivasi seni atas
pengaruh perkembangan jaman dan teknologi memun-
gkinkan para seniman untuk bereksperimentasi dari segi
teknik dan bahan dalam menciptakan karya seni. Juga
ketertarikan perupa pada lingkungannya atau perjalanan
budaya dan kesenian yang melekat pada dirinya menjadi
sumber spirit proses penciptaan.
Kecenderungan humanisme pada tema realisme selalu
berdekatan dengan politik dan sejarah, latar belakang
awalnya adalah ketika Raden Saleh Sjarif Boestaman ada-
lah pionir seni rupa Indonesia. Kemudian dilanjutkan oleh
Basuki Abdullah, Affandi, Hendra Gunawan, S. Sudjojo-

no adalah generasi kedua seni rupa Indonesia. Bersama dangan manusia. Manusia mempuntai kedudukan istime-
dengan Mooi Indie, Persagi dan SIM adalah sejarah seni wa dan berkemampuan lebih dari mahluk lainnya karena
rupa ditarik benag merah, dimasa lampau yang spiritnya mempunyai spirit rohani.
terbawa hingga kini. Setidaknya didalam pameran ini banyak hal kita bisa meli-
Pameran Creative Freedom To Heal The Nation #2 adalah hat melalui karya cipta yang mewakili beberapa pemikiran
kelanjutan dari pameran satu tahun sebelumnya dimana membaca nusantara dan spirit humanisme. Mereka beker-
Creative Freedom To Heal The Nation #1 adalah awal dari ja memlihatkan kecenderungan budaya visual yang bisa
sebuah momentum budaya disaat pandemi di dunia dan didekatkan langsung kepada masyarakat sebagaimana
Indonesia menjadi ruang kesadaran baru untuk disikapi memberkan sentuhan apresiasi seni yang sesungguhnya.
dan memotivasi tumbuh kembangnya kreatifitas seni yang Pameran ini telah menghantarkan perupa untuk berdialog
menjadi kendala pertumbuhan kreatifitas yang tertunda. langsung dan menjadikan jembatan terhubungnya seni dan
Sebuah gerakan kebudayaan melalui pameran tersebut masyarakatnya.
adalah jembatan menuju semangat kebersamaan dan Selamat berpameran, awal tahun adalah semangat keban-
memberikan kontribusi bahwa para perupa di Indonesia gkitan. Salam Budaya
adalah bagian dari para kreator di dunia yang melihat dari
segala perspektif pemikiran dan pandangan bagaima- Utan kayu, 26 Desember 2021
na berekspresi untuk melihat kembali kehidupan diawal
pandemi itu untuk dibaca sebagai manifestasi seni dan Fajar Sidiq Sukirnanto
budaya.
Seni setelah new normal masih meninggalkan jejak kegeli-
sahan, kehidupan sosial, politik, seni budaya, yang ditafsir
ulang dan dibaca menjadi perbendaharaan visual yang tak
terberi. Semangat itu tetap tumbuh, kita hidup berdampin-
gan dengan virus yang mematikan yang telah meluluhlan-
takkan manusia, kehidupan paska pandemi dan setelahnya
dijadikan bahan ekspresi baru. Kemudian kreator mer-
espon menjadi bahan olahan medium dan menawarkan
narasi-narasi baru, gubahan, dan ide gagasan atas de-
sakan keadaan dan kehidupan sosial yang terjadi ditengah
masyarakat. Kini kesadaran humanisme dan spirit nusan-
tara, menjadi agenda penting dalam pameran ini.
Penekanan pada humanisme adalah pandangan yang
menyatakan pada manusia dapat memahami dunia serta
keseluruhan realita dengan menggunakan pengalaman dan
nilai-nilai kemanusiaan bersama. Peran humanis beru-
saha menciptakan yang terbaik bagi kehidupan dengan
menciptakan makna dan tujuan bagi diri sendiri. Dan juga
menekankan harkat, peran tanggung jawab menurut pan-





Feature
Artist

Acho Karisma Duki Noermala
Adam Bonsai Ermy Herfika
Agung Prasetyo Fauzan Moosaad
Alex Lufthi Fecky Messah
Amor Pandawalima Fitrajaya Nusananta
Andreas C Wijaya (AndArt) FX Mudji Sutrisno S.J
Andie Aradhea Gusmen Heriadi
Andreas Camelia Hendrik Lawrence Lukman
Anna Resna Kumala I Gede Made Surya Darma
Arahmaiani I Gusti Ketut Adi Dewantara
Ari J. Adipurwawidjana I Ketut Adi Candra
Arif Conte I Made Bakti Wiayasa
Arif Fiyanto I Made Sutarjaya
Ario Respati I Made Wiradana
Aris”necher”Sugiyarto I Wayan Agus Eri Putra
Arti Sugiarti Ika W Burhan
Ary Okta Ismanto Wahyudi
Baron Basuning Iwan Hasto
Bobby Tediana Iwan Wijono
Budi Ubrux Jakz Sudjadijono
Chryshnanda Dwilaksana Jayus Agus Tono
Dewa Suputra Johanis Saul
Danny Stamp Kadek Septi Susana Mega
Deborah P. G Ram Mozes Kaharuddin Selian
Dedy Shofianto Katirin
Dheborah Jember Lenny Ratnasari Weichert
Dhika Dagu Lucio Basuki
Dib Santosa M. Arif Syukur

Made Gunawan
Maria Giri Pratiwi
Melodia
Menik Retnadi
Nasirun
Nasya Patrini
NPAAW
Nurdin Yusup
Nurfu Ad
Paul Hendro
Pupung Prayitno
Purwanto Seno
Putu Bonuz Sudiana
Putu Sutawijaya
Putu Winata
RAD Art (Ratih Astria Dewi)
Rudi St Darma
Saipul Adnan
Sarnadi Adam
Sigit Santoso
Steven Tamstil
Sulistyo
Sujiwo Tejo
Suprobo
Sutjipto Adi
Syahrizal Pahlevi
Syis Paindow
Taat Joeda
Teguh Prihadi
Timbul Raharjo

Tony Lais
Tony Q Rastafara
Toto Muhammad Setiawan
Ve Dhanito
Wisnu Wibowo
Yana Kondang



ART
WORK

Acho Karisma Can Breath

70 x 90 cm
AOC on Canvas
2021

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan
setelah berakhirnya suatu proses.
Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat
keterpakaiannya, dalam poses-proses alam sebenarn-
ya tidak ada konsep sampah, yang ada hanyalah pro-
duk-produk yang dihasilkan setelah dan selama alam
tersebut berlangsung.
Sampah selalu dipandang Negatif karna identik den-
gan tampilan dan aroma yang tidal sedap dan menjadi
penyebab datangnya penyakit, lalu membuangnya begitu
saja. Namun pada akhirnya menimbulkan masalah juga
terhadap lingkungan.

Adam Bonsai Kehilangan

100cmx100cm,
Finger AOC on Canvas
2020

Agung Prasetyo 90×120 tahun
Acrylic on canvas

2019

Alex Luthfi Rachman Hope and hope
150 cm x 120 cm,
Acrylic on canvas
2021

Dialektika dan idealisasi dibenturkan pada
arogansi kekuasaan.
Konsep karya
Kita hanya bisa berharap, tanah dan sawah
kita kembali makmur.

Amor Pandawalima Merubah Tatanan
145 x 120 cm

Sudah lebih dari 75 kali berpameran
Di dalam dan di luar negri
Aktip di Pasar Seni Jaya Ancol Jakarta ,
dan di Tamansari Lippo Karawaci Tan-
gerang

Heart To Heart
80 x 100 cm
Acrylic on Canvas
Agustus 2021

Hati Nurani adalah Getaran

Andie Ardhea Jiwa yang sangat jujur dan tanpa sekat, sehingga mam-

pu memberi pesan batin yang bisa sangat melekat pada

Jiwa2 yang mampu menerimanya dengan ketenangan

atau sebaliknya. Suara Hati mampu merubah Niat, Sikap,

Perbuatan, Tingkah Laku dan Perangai bagi setiap insan

sehingga mampu mensinergikan kedua manusia yang ber-

interaksi. Suara hati hanya mampu didengar

getarannya oleh jiwa yang peka dan terbuka tanpa terh-

alang Topeng kepalsuan. Karna Sejatinya Mata Hati dan

Suara Hati adalah Getaran Frequensi yang tidak pernah

salah dalam memberi sinyal, terutama sinyal kebaikan. Se-

moga kita selalu mampu menjaga Hati dari segala hal yang

tidak membuat jiwa kita damai dan tenang.

Andreas C Wijaya Morning in the city of yogyakarta
(AndArt) 60 x 40 cm
2021

Yogyakarta sebagai kota wisata dan bu-
daya, selalu optimis dalam menapak hari
esok yang lebih baik dan lebih cerah.

Andreas Camelia “ Pikir , Tatap , Ucap. ( a
tribute S. Sudjoyono )
115 X 89 cm,
tinta, diatas kanvas
2010

Kita harus hati-hati dalam
berbicara sebelum melihat
untuk memutuskan sesuatu
lilihat yang sebenarnya

Anna Resna Kumala Ar Rohman
75×125 cm,
Acrylic on canvas
Nov 2021

Kalam Illahi : pertemuan 2 air laut yang
tidak tercampur.

Arahmaiani Meditative Jawi
125 x 150cm,
akrilik diatas kanvas
2018

karatakter Islam Nusantara yg meditatif -
atau tradisi budaya yg menekankan spiritu-
alitas.

Ari J. Adipurwawidjana Those Hands (Tangan-tangan Itu)
54 cm x 54 cm
Pewarna batik, tinta cina, dan
cat akrilik pada kertas

Banyak tangan yang terlibat dalam pen-
galaman menderita kekerasan: tangan yang
menyakiti dan yang menawarkan petolongan.
Namun, kita sering tidak dapat membeda-
kan mana yang mana. Yang sudah pasti, ada
kesendirian dan keterasingan. Isolasi seperti
dalam pandemi ini bagi penderita kekerasan
bukan lah hal yang baru. Lukisan ini bukan mi-
mesis kenyataan melainkan impresi kekasaran
dan kementahan dalam kehidupan.

Respon Pandemic
150 x 110cm,
Oil on Canvas

Arif Conte Rentetan kejadian demi kejadian, berita yang berseliweran
tentang pandemic sangat memprihatikan
Korban jiwa berjatuhan, Lonjakan kematian meningkat,
diantara mereka adalah kawan bahkan saudara, krisis
ekonomian yg anjlok akibat kalah perang melawan Pan-
demic Covid-19
Situasi ini membuat siapapun paranoid
Keluhan keprihatinan melanda disegenap penjuru
Tapi kita tak boleh menyerah, hidup harus terus berjalan,
bangkit membangun kembali puing-puing reruntuhan,
memperbaiki tatanan sosial, peradaban & perekonomian
akibat perang Pandemic

Simfoni dalam Harmoni kehidupan
30cm x 110cm,
Acrylik pada kanvas
2021

Arif Fiyanto terinspirasi kondisi yang terjadi saat ini
saya rasakan terkait dengan dinamika
kehidupan sosial, ekonomi,budaya dan
agama hubungannya dengan mas-
yarakat yang berkehidupan berdampin-
gan dengan binatang ,tetumbuhan dan
alam semesta. Dinamika yang terjadi
disekitar kehidupan bagai simfoni yang mengalun mer-
du-sumbang, lirih-menggelegar,sendu-ceria saling bersaut
melengkapi dalam warna-warninya perilaku umat manusia
yang hidup berdampingan dengan tetumbuhan,binatang
dan Alam semesta. Dan diantara simfoni yang mengalun
riuh menerpa batin di sisi itulah berusaha mencari keseim-
bangan hidup dengan sinergi harmoni cinta kasih sesa-
ma dan semua guna melebur segala keangkuhan yang
terkadang muncul sertamerta disela-sela dinamika yang
ada. Melalui karya seni lukis yang saya ciptakan, ingin
menyampaikan pesan kepada khayalan pengamat karya
seni lukis ini agar senantiasa memberi ruang kontemplasi
kepada masing-masing pribadi agar tumbuh kesadaran
berkehidupan harmoni diantara simfoni yang mengalun
selaras dengan kehidupan dan semoga semua makhluk
ciptaan Tuhan berbahagia.

Ario Respati Srikandi
140x145 cm,
oil on canvas
2021

Aris”necher” Gadis kecil dan si kucing
Sugiyarto 80cmx100cm
Acrylic on canvas
2018

Karya ini terispirasi dari kehidupan
seorang gadis kecil dan teman kesayan-
gannya yaitu si kuncing, mereka berdua
sedang berjalan bersama disepinya
malam, nampak asing dan seperti
tidak ada kehidupan, namun semangat
gadis kecil itu tidak mudah pudar, tetap
tersenyum, demi menjemput cita-cita
dan harapan mimpi panjang untuk me-
nemukan sebuah kebahagiaan di dalam
kehidupan.

Arti Sugiarti Tubuh Malam
70 x 80cm
Acrylic on canvas
2019

Ary Okta Diskusi oksigen #5
120 x 60 cm
Acrylic on canvas
2021

Our Jungle
120 x 100 cm,
Oil on Canvas
2020

RAD Art (Ratih Dahulu kau menjadi sing-
Astria Dewi) gasan manusia-manusia
bijak merenungkan ke-
hidupan untuk mendapa-
tkan makna hidup.
Tempat manusia-manu-
sia mempersembahkan
tarian kehidupan sebagai
salam perdamaian. Kau
dengan sukarela mem-
biarkan kami menghirup
udara kesejukanmu sela-
ma beratus-ratus tahun
tanpa jeda. Membiarkan
kami menggunakan satu
persatu serdadu kuda
hitam dari kerajaan rimbamu untuk kelangsungan hid-
up kami. Namun, kini kau semakin terluka dan lemah,
kami tak lagi seramah dahulu, tak lagi sebijak dahulu.
Bahkan tak ada lagi persembahan tarian kehidupan
sebagai salam perdamaian. maaf kan kami, untuk ke-
langsungan hidup kami saja itu tak cukup. Kami ingin
kilauan emas, jernihnya permata, kekuasaan tanpa
batas lagi dan lagi. Kau tak boleh lemah, kau harus
menjaga rimba gelap mu yang semakin merah mem-
anas sendiri. maaf kami terlalu sibuk, sibuk menguras
dan menyakitimu demi keinginan-keinginan kami. Ha-
nya kata maaf saja dari sebagian kami yang bisa kami
lakukan dan berharap kau tak akan murka.

Baron Basuning I love you earth.
140 cm x 150 cm,
Mix media on canvas
2021

disaat pandemi masih berlangsung kita
diingatkan untuk menjaga dan lebih
peduli lagi kepada alam

Bobby Tediana Bed emotion, covid effect
90 x 60 cm,
charcoal di atas kertas,
2021

Menggambarkan bagaimana kondisi masyarakat
secara psikollgis dalam menghadapi pandemi

Budi Ubrux

Chryshnanda Gunung Jiwa
155 x 155 cm
Dwilaksana 2020

Gunung jiwa, ikon akan hidup dan ke-
hidupan yang menjadi siklus ada, berada
dan tiada.

Dewa Suputra Ayam Bakar
(Dewa Ngakan Nyoman 65x90cm,
oil on canvas,
Suputra) 2017

Srikandi

Danny Stamp Acrylic on Canvas
2020

Srikandi adalah tokoh androgini dalam
wiracarita Mahabharata. Dalam kisah, ia
merupakan putri Raja Drupada dan Per-
sati dari Kerajaan Panchala.

Deborah P. G Nyi Pohaci Sang Hyang Sri
Ram Mozes 29,7 x 42,0 Cm,
pensil diatas kertas
2021

Dedy Shofianto Bahtera Nusanta #2 alasan bangsa-bangsa Eropa datang
2070 cm x 100 cm x 70 cm ke Indonesia untuk menguasainya. Tak
Kayu Jati, Besi Kuningan, Dinamo, heran, pada kerajaan-kerajaan besar
Perangkat Elektronik, Sensor Gerak seperti Majapahit, dan Sriwijaya, masa
2021 keemasan ditandai dengan dijadikann-
ya pelabuhan yang mereka bangun
Karya bahtera Nusantara #2 terinspi- sebagai pusat perdagangan.
rasi dari kekayaan Nusantara berupa Di Nusantara sendiri memiliki perahu
rempah- rempah dan kebudayaan yang diberi nama Samudra Raksa yang
maritim. Indonesia pada masa lalu sekarang
dikenal sebagai Nusantara mam- terdapat disalah satu pahatan relief
pu membuat kapal-kapal diseluruh di candi Borobudur. Kapal tersebut
negara berlabuh di Nusantara untuk saya distorsi dan dikombinasi dengan
memperoleh rempah- rempah. Hal ini perangkat elektronik sehingga bisa
yang menjadikan alasan utama adan- bergerak, gerakan tersebut tidak hanya
ya negara-negara tersebut datang ke sebatas bergerak tetapi memiliki tu-
Indonesia. juan. Gerakan dayung yang bersamaan
Melihat pada masa itu Nusantara mer- memiliki tujuan untuk mencapai tujuan
upakan negara penghasil rempah yang dan harapan yang besar negara Indo-
dipengaruhi pemanfaatan sektor mari- nesia ini, kita semua harus bersama
tim yang signifikan. Adanya jalur per- bergotong royong untuk menjadikan
dagangan di Nusantara mulai melaku- Indonesia jaya.
kan ekspor rempah-rempah kepenjuru
dunia. Adanya komoditas tersebut
bahkan yang selanjutnya menjadi

Dhebora Sejoli
Krisnowati 80x100
Acrylic on Canvas &
2020

Sepasang kupu-kupu
yang sedang terbang di
Bantimurung. Mereka
begitu mesra meski rent-
an terhadap bahaya.

Andhika Isvara “AJI MUMPUNG” (Work on Progress )
Smaradhana 100 cm X 150 cm,
(Dhika Dagu) ACRYLIC ON CANVAS,
2021

Aji mumpung memiliki arti dalam kelas adverbia atau kata
keterangan
sehingga aji mumpung dapat memberikan keterangan
kepada kata lain dan nomina
atau kata benda sehingga aji mumpung dapat menya-
takan nama dari seseorang,
tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Sebuah fenomena “Aji Mumpung” yang terjadi di saat
pandemi COVID-19 di tahun 2020-2021 (saat ini)
dengan sejumlah oknum yang “memanfaatkan” kesempa-
tan dalam kesempitan.
Visual famili beruang di representatifkan ke dalam sejum-
lah oknum dan kasus yang
terjadi pada saat itu. Maka istilah ini mampu mewakili
keresahan yang dirasakan oleh
seniman maupun warga Indonesia saat itu.

Dib Santosa Get away
40x25x30cm
2D Diameter 80cm,
material 3D
2021

Menyajikan sebuah karya instalatif
menyuarakan semangat keluar
dari kungkungan krisis dengan
menggunakan metaphor ayam
jago yang berusaha berlepas diri
dari kandang yang membelenggu-
nya menuju samudera luas (ke-
hidupan).

Duki Noermala Bunga Bangkai
35 x45 Cm,
Akrilik di Batu
2021

Ermy Herfika Jenggala
90cm x 120cm,
Cat Akrilik pada kanvas,
2021

Alam senantiasa memberikan banyak inspirasi
dalam menciptakan karya seni. Hutan memiliki
banyak peranan dalam kehidupan bagi seluruh
makhluk hidup yang menghuninya, baik bagi te-
tumbuhan, binatang maupun manusia.” Jenggala”
merupakan tema pada karya yang saya ciptakan,
dengan harapan karya tersebut dapat memberikan
kesejukan serta rasa teduh ketika mengamatinya.
Beraneka ragam objek tetumbuhan dan binatang
hadir untuk melengkapi indahnya jenggala, seka-
ligus membawa pesan jika kita sebagai manusia
senantiasa dapat memanfaatkan peranan hutan
dengan bijak serta mensyukuri apa yang telah Tu-
han ciptakan dan persembahkan, maka alam akan
memberikan keberkahan bagi tiap insan.

Fauzan Moosaad “MY PRESIDENT”
100 x 70cm.
Media Acrilik on Kanvas.
2015

Makna lukisan, Welcome to Indonesia.

FREDRIK PAULUS SOTIS (ANTARA TRADISI
MESSAH DAN CITA-CITA)
120cm x 145cm
(Fecky Messah) Cat Minyak di Canvas
2017


Click to View FlipBook Version