The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Visual Arts Group Exhibition Catalogue @perpusnas

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by danny_ardhiyanto, 2022-01-12 19:24:31

Visual Arts Group Exhibition Catalogue @perpusnas

Visual Arts Group Exhibition Catalogue @perpusnas

Keywords: Visual Arts Exhibition

SOtis (ANTARA TRADISI DAN CITA-CITA) suatu saat.
   
Ketika manusia menapaki alam dan bertumbuh Tradisi – bagi kaum perempuan, adalah penerus generasi
dilingkungannya, bertumbuh pula interaksi, manusia penenun – bagi kaum perempuan, adalah sumber kreatifit-
menguasai alam dan menyatunya rasa alamiah itu as dalam masyarakat tradisional yang mampu menempat-
melalui berbagai ekspresi yang berkelanjutan dengan kan symbol-simbol pesan leluhur yang statuta dan bernilai
memelihara-merawat dan menyanjung dengan kearifan budaya dan kearifan local.
local setempat.  
Didalam perjalanan waktu, eksistensi tersebut berkem- Cita-cita – bagi kaum perempuan, adalah kompetensi yang
bang semakin dalam dan kuat menyatu bersama harus dikejar sebagai symbol modernisasi dan mau atau ti-
lingkungannya…. dan menjadi akar, pola serta gaya dak, pola dan cara berpikir tradisional ikut bergeser seturut
untuk berperilaku dalam ikatan emosional baik itu untuk dengan tuntutan perkembangan.
kaum lelaki maupun untuk kaum perempuan sebagai  
suatu tradisi.   Saat-saat kondisi seperti demikian, saat kondisi pasca tra-
Tradisi dalam kehidupan masyarakat tradisional Nusa disionalisme, apakah pekerjaan maha dasyat ini masih ada
Tenggara Timur, umumnya, adalah nafas yang meng- pasca generasi penenun yang tangguh sudah tiada lagi??
hidupkan karena didalamnya terjalin hubungan yang Siapa lagi yang akan melanjutkan tradisi perupa tradisional
tak terpisahkan antara memberi dan menerima, karena untuk menenun dan merajut sotis, merajut buna dengan
lingkungan banyak memberikan kehidupan dan manu- filosophy pesan leluhur yang murni???
asia hidup karena pemberian alam. Interaksi kehidupan SOtis antara TRADISI dan CITA-CITA
ini menjadi terpola manakala pemberian alam yang
maha dasyat diterima dan diungkapi dengan gambaran
penghargaan maupun penghormatan melalui ungkapan
ekspresi melalui prosesi adat dan aktifitas adat yang
kental dengan muatan-muatan local dan kearifannya.
Menenun (=tenun) adalah suatu keharusan bagi kaum
perempuan dalam tradisi masyarakat adat. Menenun
bukan sekedar merajut ikatan-ikatan benang yang ber-
warna-warni, tetapi lebih daripadanya, terkandung nilai
pesan leluhur yang kaya makna dan selalu hidup dalam
motif dan goresan artefak yang apik, artistic serta memi-
liki nilai budaya yang sangat tinggi.
Waktu terus berjalan, hasil tenunan semakin digandrungi
penikmat modis, pemikiran tradisional yang dipengaruhi
oleh modernisasi terus berkembang ditengah kehidupan
tradisional Kaum Perempuan ditengah kehidupan
masyarakat adat. Sang penerus pengrajut tenunan
sepanjang saat ikut dan hanyut dengan menatap masa
depan jauh diluar keharusan dan kebiasaan tradisi untuk
meraih cita-cita yang lebih terpandang, modern dan hid-
up dalam gaya dan style yang serba modern.
Pergeseran cara pandang ‘Masa Depan’ dengan ke-
hidupan yang lebih baik dan modern, terus mengalir
begitu saja ditengah kehidupan generasi tradisional
melalui pendidikan, komunikasi dan pergaulan glob-
al. Tradisi kaum perempuan sebagai pewaris budaya
menenun pada kodratnya terancam bergeser…. dan
sangat mungkin, generasi penenun menjadi hilang pada

Fitrajaya HERMES [The Messenger of the Gods]
Nusananta 200 x 150 cm,
Acrylic on Canvas
2021

Contemporary Art
Hermes adalah pembawa berita bersayap dan utusan para
dewa Olympian. Selain itu, ia juga penipu ilahi, dan dewa
jalan, kawanan ternak, perdagangan, dan pencuri. Bayi
yang baru lahir sebelum waktunya, ia menemukan kecapi
dan mencuri ternak Apollo pada hari pertama hidupnya.
Hermes adalah satu-satunya Olympian yang mampu
melintasi perbatasan antara yang hidup dan yang mati.
Hermes, dewa Yunani, putra Zeus dan Pleiad Maia; sering
diidentifikasi dengan Merkurius Romawi dan dengan
Casmilus atau Cadmilus, salah satu Cabeiri. Namanya
mungkin berasal dari herma (lihat herm), kata Yunani untuk
tumpukan batu, seperti yang digunakan di negara itu untuk
menunjukkan batas atau sebagai tengara.

FX Mudji Sutrisno S.J Hadirlah
16 cm x 25 cm,
Krayon
2020 - 2021

Sketsa adalah unkapan paling polos, berupa garis yang
ditarik dan dilukiskan untuk memotret candi (obyek) on
the spot, atau refleksi sesudahnya atau lagi peresapan
obyek lalu dituangkan dalam sketsa hitam putih maupun
berwarna, untuk mendeskripsi realitas sebagaimana
adanya dan sebagaimana dimaknai oleh pelukisnya.
Maka membaca sketsa/ gambar lukis adalah memaknai
dan memberi tafsir apa di balik sketsa dan pesan apa
yang dibawa oleh gambar.

Gusmen Heriadi Mengisi ( home series ),
70 x 70 cm,
Akrilik di kanvas,
2020

Hendrik Lawrence Bukan pa Dadang
Lukman 76 x 56 cm,
Cat air di atas kertas,
2020

Persepsi internal sosial secara per-
sonal menentukan premis dlm berpikir
masyarakat

Fly Over The Red Energy Fly Over The Purple Energy
100 x 120 cm, 100 x 120 cm,
Acrilic On Canvas Acrilic On Canvas
2021 2021

I Gede Made
Surya Darma

Fly Over The Green Energy
100 x 120 cm,
Acrilic On Canvas
2021

Hope and Apportunity Nature Warning
70cm x 70cm 110cm x 110cm ,
acrylic on canvas, Acrylic on canvas,
2019 2021

“HOPE AND APPORTUNITY” Ide karya berawal Dengan segala keindahan yang semesta sajikan ber-
dari penghayatan, kesadaran serta panggilan batin. limpah misteri dan pesan. Tutur tak bernama “no name”
Ucap rupa naratif serta simbolik mewakili kesadaran turun temurun membentuk budaya dan kepercayaan.
dan isi karya perupa. Sosok figur “inocent” dengan Mitos dan fakta seolah selalu terpisah susah disatukan.
mimik tulus sebagai simbol manusia dalam keadaan Manusia dengan tubuh dan pikiranya seperti galaksi
“kosong”. Merasakan serta memberi energi tubuh yang tak terbatas jumlahnya. Dengan keinginan dan
untuk berusaha bangkit dari proses kesadaran yang segala alibinya berusaha untuk memiliki apa yang belum
telah dialami. Memandang perahu dengan secer- ia miliki meskipun itu lebih dari cukup. Seiring berjalan
ca harapan; rumah harapan dan keadaan sekitar. waktu pesan alam dan tegur sapa menghampiri ma-
Keseimbangan batu dalam perahu terikat menjadi nusianya. Dengan pertanda “Tenggek” yang muncul di
satu kesatuan, seolah benang merah itulah esensi atap rumahmu” menghampiri manusia dengan segala
rupa dan makna. Tak ada yang selalu mudah un- kecantikan sekaligus kemarukan dan murka.
tuk didapat. Namun dengan niat dan tekad. Mim-
pi- mimpi akan tergapai. Keseimbangan, harapan I Gusti Ketut Adi
dan perjalanan hidup menjadi satu kesatuan. Siluet Dewantara
menatak tangan dengan titik bintang dan bulan sabit
di telapak tangan sebagai romantisisme mimpi,
sebuah pengharapan dan keberuntungan.

I Ketut Adi Balinese Mystic,
Candra 100 cm x 150 cm,
Mixed media,
2021.

“ TRI HITA KARANA “

Tri Hita Karana berarti tiga penyebab kesejahteraan dan
keseimbangan. Tri artinya tiga, Hita berarti sejahtera, dan
Karana artinya penyebab. Ini dapat dimaknai sebagai
tiga hubungan yang harmonis yang menyebabkan keba-
hagiaan. Ketiga hubungan tersebut meliputi hubungan
harmonis antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi
Wasa, hubungan harmonis antara manusia dengan sesa-
manya, dan hubungan harmonis antara manusia dengan
lingkungannya.

Ketiga hubungan yang harmonis itu diyakini akan mem-
bawa kebahagiaan dalam kehidupan ini, yang diwujud-
kan dalam 3 unsur, yaitu : parahyangan, pawongan, dan
palemahan.

Di dalam ajaran Agama Hindu, kebahagiaan hanya ter-
wujud jika ada hubungan yang harmonis antara manusia
dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia
dengan alam. Manusia memiliki peranan yang sangat pent-
ing dalam mewujudkan keharmonisan antara ketiga faktor
tersebut. Semua yang ada di alam bebas maupun di dunia
harus mengikuti aturan dalam pergerakannya. Jika aturan
tidak diikuti maka pastinya akan menyebabkan ketidakhar-
monisan, bahkan kehancuran.

Alam semesta memiliki aturan/hukum tersendiri dalam
pergerakannya yang disebut Rta (hukum alam). Con-
tohnya, terjadinya siang dan malam, bumi berputar pada
porosnya mengelilingi matahari, dan lain sebagainya. Ida
Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan) menciptakan Rta (hukum
alam) untuk kehidupan. Apabila salah satu bagian alam ini
tidak mengikuti aturan maka akan terjadi kehancuran.

Demikian pula dalam kehidupan di dunia, semua aktivi-
tasnya memiliki aturan. Manusia sebagai makhluk yang
paling sempurna di antara makhluk lainnya di bumi, memi-
liki peranan utama dalam menegakkan aturan. Manusia
dengan kecerdasan yang dimilikinya dapat membuat
aturan-aturan dalam berinteraksi dengan sesama manusia.
Aturan itu dapat bersifat universal/global. Artinya, berlaku
bagi semua manusia di seluruh dunia, tanpa memandang
suku, ras, bangsa, dan agama.
Maka dengan menjaga dan mengamalkan konsep Tri Hita
Karana ini dengan baik dan benar,akan terjadinya keseim-
bangan alam baik microcosmos maupun macrocosmos.

I Made Bakti “TRACKS OF ANCIENT STUFF IN THE WATER
Wiayasa CIVILIZATION OF BEJI LANGON BALI “
1 x 1.5 m
Cat Air diatas Kanvas
2021

Peradaban Tepi Sungai Yeh Sungi di Beji Langon
Kapal Mengwi Badung. Wujud patung tebing
ini menyatukan wujud lembu, macan dan gajah
dengan makna khusus untuk pemuliaa. Peradan
air di sebuah lembah yang indah dengan mata air
jernih dan besar mengalir sepanjang tahun untuk
tatanan kesucian dan kemakmuran”

I Made Sutarjaya Full Moon
120 x 140 cm
Acrylic di atas kanvas,
2021

Saat bulan purnama kami sekeluarga sering melakukan persembahy-
angan di pura karena purnama merupakan hari suci bagi umat Hindu.
Seusai sembahyang, saya selalu memperhatikan indahnya bulan pur-
nama yang kadang berwarna keemasan dan seringkali dihiasi dengan
awan tipis yang membuat bulan purnama semakin cantik. Disisi lain,
bulan juga melambangkan kecantikan. Maka dari itu, saya menuangkan
semua itu ke dalam kanvas dengan imajinasi saya. Lingkaran sempurna
berwarna emas saya gambarkan sebagai bulan purnama (full moon),
lalu saya visualkan keindahan bulan purnama dengan 7 penari oleg
dengan berbagai ekspresi karena Tari Oleg merupakan salah satu tarian
yang saya kagumi dan sangat termasyhur baik di Bali maupun di dunia.
Selendang para penari yang terurai saya ibaratkan sebagai awan tipis
yang menghiasi bulan sehingga menambah kecantikannya.

I Made Wiradana Encient Energy
95cmx95cm
Mixed media
2021

Sangat dengan simple dan sederhana ,figur primitif men-
jadi sumber insfirasi dalam berproses,garis spontan selalu
dan liar menjadi panglima dalam berproses

Kerinduan akan masa lalu
92×59cm

Oil on canvas
2021

Kerinduan akan masa lalu yang penuh
dengan suasana Harmoni Bersahaja
dan Alam Yang Asri. Bercermin dari
masa lalu sebagai refleksi kehidupan
zaman sekarang yang terlalu fokus
mengejar materi dan sebagainya seh-
ingga kita lupa untuk selalu bersyukur.
Dalam pembuatan karya ini...Cahaya
atau sinar menjadi titik fokus ,karena
sinar juga melambangkan Sang Maha
Pencipta yang memberikan Sinar Sucin-
ya kepada seluruh umat manusia menu-
ju jalan kebaikan dan kebenaran, dan
suasana pagi melambangkan semangat
baru atau spirit yang membuat kita tidak
bosan untuk memulai sesuatu hal.

I Wayan Agus Eri
Putra

Ika W Burhan While I was at home
100x100cm
Akrilik di atas kanvas
2020

Ismanto Wahyudi PROMISE KEEPER
120X120 cm
Acrylik on Canvas
2021

Iwan Wijono Body Journey -
Workshop Konsep Seni Kontekstual
Satu dinding untuk memamerkan konsep hasil peserta
workshop dengan sketsa, photo simulasi, dll.
2021

Workshop Konsep Seni Kontekstual, menolak seni tra-
disi menjadi seni pariwisata saja, seni baru biasa disebut
seni kontemporer cenderung seni trendy global yang
asing bagi masyarakat lokal. Seniman kreator, media,
dan hidupnya ruang tampil ruang pamer. Media teknis
bahasa artistik penyampaian bukan final artistik, keinda-
han pada proses/peristiwa/konteksnya. Menjadi seni
kontekstual bila mampu menghubungkan pikiran publik
dan memori ruang dan waktu dimana seni ditampilkan.
Hasil workshop berupa konsep2, sketsa, simulasi, dll
dipamerkan.

Jakz Sudjadijono PRABU PARIKESIT
130X140 Cm,
Akrilik Di atas Canvas
Desember 2020

Makutha Rama Parikesit Winisida Raja Paripurna

Jayus Agus Tono Sang Penghibur
39cm X 26cm ( 4 frame )
Water color on paper,
2020

Berkeliling menebar keceriaan. Tak melulu kepada
anak-anak. Tapi juga kepada mereka yang butuh
rehat sejenak dari penat tak berkesudahan. Ditemani
kotak musik papan usang, memaksa Kalbu kesepian
terus berdendang. Menerjang roda kehidupan yang
kian morat-marit karena Pandemi Covid. Ujian adalah
keniscayaan. Tapi menyerah bukan pilihan. Putra-pu-
triku tak hanya butuh makan, tapi juga masa depan
gemilang. Biarlah terbungkus badut jadi jalan panjang
perjuangan, biar tunai segala kewajiban.

Johanis Saul “Nelayan Sangihe”
100x150 Cm
akrilik diatas kanvas,
2019

Encient Energy

Kadek Septi Susana 95cmx95cm,
Mixed media
Mega (Septi SuMe) 2021

Sangat dengan simple dan sederhana ,figur primitif
menjadi sumber insfirasi dalam berproses,garis spon-
tan selalu dan liar menjadi panglima dalam berproses

KAWANAN

140x180cm

Kaharuddin Selian Oil on Canvas
2019

Dialam bebas akan terjadi hukum rimba yg kuat yg
menang tidak ada Batasan dan hukuman semua
kelompok harus mampu bertahan hidup dengan
kecerdikan dan kekuatan.
Seekor kerbau dikerumunan singa2 dengan cakar yg
kuat dan tajam hendak merobohkannya untuk san-
tapan, dari kejauhan kawanan Kerbau dengan penuh
keraguan antara menolong atau tidak. Di bagian lain
bisa kita lihat betapa acuhnya kawanan singa meski
mereka di kelilingi kawanan kerbau namun seakan
mereka tidak merasa gentar sama sekali dan jelas
menggambarkan watak singa yg sesungguhnya.
Secara keseluruhan komposisi sangat seimbang
dengan hamparan rumput yg luas dan poho2 besar
membentang horizontal yg mengisaratkan keterse-
diaan air untuk semua kehidupan di alam liar.

PEMAMAN
140x180cm
oil on canvas
2021

Pemaman Adalah tradisi masyarakat suku Alas ikut Bersama mengarak ponakan dari kampung
yg bermukim di Kab. Aceh Tenggara, di mana paman ke kampung ponakan dengan menaiki
terjadi saat menikahkan putri atau sunatan pu- kuda seperti yang tampak dalam lukisan, di be-
tra, beberapa hari sebelum acara ibu pengantin/ lakang arak2 an ini masih banyak masyarakat yg
putra yg di sunat datang ke kampung halamann- mengikuti ada yg pake kendaraan atau berjalan
ya terdahulu sebelum menikah menemui sauda- kaki, demikian sedikit Deskrifsi tenbtang lukisan
ra laki2 dan semua kerabat sekampung, degan ini.
acara sederhana, menyatakan bahwa putrinya
akan menikah atau putranya akan di sunat, den-
gan kata lain mengundang orang sekampung
untuk hadir di hari H nya nanti, itulah yg di na-
makan PEMAMAN, pada hari H nya sang paman
dan masyarakat sekampung bergotong royong
iuran / Penglawat, kemudian berbondong 2

C19O2 EXI(S)T
98 x 62 x 62 cm.
Polyester, Fabric
2021

(Membaca ulang tulisan Sindunata di artikel
yang tayang di harian Kompas edisi 24 Juni
1993)
Simbol kesuburan, kehidupan, sekaligus pen-
deritaan.
‘Ketika Dewi Sri Sudah Pergi,’ mengaitkan so-
sok Dewi Sri sebagai perempuan laiknya Bumi
yang memberi kehidupan dan kesuburan.  “Tapi
justru karena ia seperti wanita maka Bumi ini
adalah obyek penderitaan. Karena itu Bumi ini
juga bisa bersedih dan menangis seperti seo-
rang wanita,”

Lenny Ratnasari
Weichert

Lucio Basuki Petan

Dalam salah satu filsafat ato pandangan
Jawa .ada yang dinamakan introspeksi diri
Yaitu metani awake dewe.
Ketika terkena musibah..pilihan bijaksana
dalam memahami situasi mencoba metani,
bertanya kepada diri apa yg sudah dilaku-
kan dan yg tidak dilakukan sehingga meng-
gangu keseimbangan alam yg membuat
Sang Maha Pencipta.tidak berkenan.
Di sisi negatifnya ada istilah..seneng metani
wong liyo..
Artinya..dalam situasi..yg tidak sesuai
dengan keinginan hati ..selalu menyalahkan
orang lain..
Dalam benang merahnya.
Nation Healing.
Sebenarnya kalau setiap pribadi bisa intros-
peksi diri..dan tidak selalu saling menyalah-
kan.
Solusi cerdas bakal ditemui.

M. Arif Syukur SPIRIT BUMI DAN LANGIT
150cn x 150cm,
Acrylic On Canvas
2021

Made Gunawan Yang Dalam dan Tak Bertepi
150x150 cm,
Acrylic on canvas,
2021

Pada karya ini tampak seekor induk ikan sedang
dikelilingi anak-anaknya.
Ikan dijadikan metafora untuk menggambarkan mak-
na cinta yang dalam dan tak bertepi.
Secara umum simbol ikan berpaut dengan energi air
yakni menyejukkan, mengalir dan berlimpah tanpa
batas. Kualitas nilai itu selaras dengan jenis cinta
_storge_ yakni cinta yang penuh, tanpa syarat, men-
galir tulus dan murni. Cinta yang demikian itu hanya
bisa ditemui dalam jalinan kasih sayang seorang ibu
kepada anaknya.

Maria Giri Pratiwi New Hope
120 x 150 cm
Acrylic on canvas
2020

Kekuatan dan kemauanyang keras memberikan
harapan baru untuk lebih mengembangkan diri dan
memberikan kehidupan yang lebih baik lagi. Tanpa
harus memgeluh atau menyalahkan suatu kondisi
tetapi lebih mengucapkan rasa syukur sehingga
memberikan inspirasi dan kekuatan disekeliling kita
terutama keluarga.

Kisah Sebuah Kota dan Apa yang mungkin dikatakan warga Angkatan 45 yang mengalami Indo-
Harapan Yang Tertunda nesia masa kini? Bagi mereka, Indonesia dewasa ini dalam banyak segi
135 x 178 Cm ‘beyond imagination’-tidak terbayangkan. Meski masih terbelakang dalam
Cat minyak di atas kanvas bidang tertentu, pencapaian Indonesia kontemporer tetap membangga-
2021 kan. Tanpa harus merinci, Indonesia berada dalam posisi penuh harapan
dan menjanjikan. Dalam harapan itu, Indonesia, menjelang 100 tahun
Melodia kemerdekaan pada 2045, diyakini menjadi negara dengan ekonomi terbe-
sar keempat atau kelima di dunia. Waktu 24 tahun tak terlalu lama. Gen-
erasi milenial hari ini bakal menjadi saksi hidup apakah asa itu terwujud
atau tidak pada 2045. Lalu datanglah wabah Covid-19 yang sejak awal
masih sulit teratasi. Wabah Covid-19 menimbulkan disrupsi dan kekacau-
an dalam berbagai aspek kehidupan. Pandemi ini menjadi ‘setback’ yang
dialami Indonesia dalam usia 76 tahun, yang dampaknya bertahun-tahun
ke depan jelas membuat sulit mewujudkan mimpi Indonesia. Sebuah kota
dan berbagai hal yang melingkupinya seperti kehilangan jiwa. Manusia
diberbagai belahan dunia merasakan dampak yang sama dan terus be-
rusaha menanganinya.Vaksin adalah salah satu harapan itu. Pandemi ini
akan menjadi ujian tersulit bagi Indonesia Emas 2045. Solidaritas adalah
jawabannya. Sementara itu kita tetap harus patuh pada protokol keseha-
tan seraya optimis menghadapi masa depan...

Menik Retnadi Perempuan-Perempuan Sasak,
Lombok
29cm x 30xcm
hand embroidery
kain linen, benang sulam

Mengangkat perempuan nusantara
dimana untuk karya ini adalah perem-
puan muda dari suku Sasak Lombok
NTB dengan busana khas tradision-
al mereka. Bahwa di masa modern
seperti sekarang ini, mereka tidak
melupakan tradisi dengan tetap bang-
ga menggunakan busana tradisional
dalam keseharian.

Nasirun MASK – er
202 x 202 cm
Acrylic & Oil on Canvas
2021

Topeng emas di zaman dahulu kala konon katanya
untuk menutupi wajah ketika Raja meninggal dan
yang menarik adalah para dewa merasa takut den-
gan Raja yang memakai topeng emas. Sayangn-
ya, topeng – topeng emas warisan masa lampau
banyak berpindah tangan atau mungkin hilang.
Dalam karya lukisan saya ini, saya memakai cerita
topeng sebagai symbol dan situasi sekarang yaitu
dalam suasana pandemi. Saya sebagai figure dan
memakai MASK – er . Semoga Indonesia bisa
mengatasinya. Semoga, Semoga ! Semoga ?
Yogyakarta, 25 November 2021 Nasirun”

Karunia #1 Karunia #2
80 x 100 cm 80 x 100 cm
Akrilik di atas kanvas Akrilik di atas kanvas
2021 2021

Nasya Patrini Keinginan dari Perupa menyampaikan bentuk
rasa bersyukur atas karunia yang telah diterima
melalui proses berkarya dengan mengoptimal-
kan segala daya upaya dan energi yang dimiliki
serta menjaga apa yang tersisa dengan baik .
Dalam kondisi keterbatasan yang ada Perupa
dapat berbagi ruang kehidupan berkarya den-
gan khalayak umum pemerhati seni.

Ngakan putu 0 km
agus arta Acrylic,
wijaya block board on canvas
(NPAAW) 2019

Karya ini menceritakan tentang awal dan
akhir dari sebuah kehidupan, dengan judul
0 km, bagaimana “0” bisa sebagai awal dari
kehidupan dan “0” sebagai akhir ,

genggam.

Biarkan badai menumbangkan pohon
sekalipun, masih ada akar mencengkram
kedalam bumi.

Biarkan yang Berkehendak memainkan
secenarionya, memohonlah untuk menjadi
peran yang baik kepada-Nya
semoga HARAPAN masih bisa kita raih...

Inilah kondisi sekarang ini, penuh KECE-
MASAN, KEGELISAHAN, KETAKUTAN,
DEPRESI, bahkan PRUSTASI.

Pengumuman kematian tiap saat terden-
gar dari Masjid, Mushola, Medsos. Itu
FAKTA.

Kelangkaan oksigen. Itu FAKTA.

Penolakan pihak Rumah Sakit. Itu FAKTA.

Pembredelan pedagang oleh aparat. Itu
FAKTA.

Penutupan rumah ibadah. Itu FAKTA.

Nurdin Yusup MENGEJAR HARAPAN Inilah kondisi yang ada, hingga orang se-
145x200 karang ini mudah jatuh ke level terendah
Acrylic on Kanvas dalam segala hal.
2021
Manusia boleh terjatuh , tersungkur seka-
Lanjutkan saudaraku. lipun...
Dunia masih bergulir sesuai dengan Tapi jangan terhanyut oleh situasi.
porosnya. Manusia punya nalar, insting untuk ber-
juang.
Biarkan daun itu gugur sesuai masanya ,
masih ada ranting yang di gelayuti daun Kita harus berjuang bahwa “Tuhan tidak
lain. akan membebani manusia, sesuai dengan
kapasitasnya”.
Biarkan hembusan angin menerpa
dedaunan yang bergelayut di rantingn- Marilah kita menyongsong kearah yg lebih
ya, masih ada batang kokoh buat kau baik.

MENGEJAR HARAPAN

Nurfu Ad Waiting For Power
(Nur Fuad) 150 x 120 cm,
Oil on canvas,
2019

Pada masa kedudukan yang sulit untuk
bertahan hidup dan berkembang,harus
rela berkorban dan berjuang sekuat tenaga
sehingga bisa melewati masa tersebut. Sep-
erti halnya yang dilakukan pada pohon jati
merontokkan daun-daunya dimasa kemarau
panjang untuk mengurangi pengunaan air
pada daun agar bisa bertahan hidup dan
berkembang.

Paul Hendro 80x100 cm,
Oil on canvas
2020

Pesona Cupu Manik
70x70 cm.
Akrilik di atas Kanvas.
2019

Pupung Prayitno Anjani mendapat hadiah dari
ibunya, -- Dewi Indradi, istri
Resi Gotama ---- sebuah
benda yg disebut Cupu
Manik Astagina ( benda ini
pun adalah pemberian dari
Dewa Batara Surya ). Pesona
Cupu Manik Astagina mem-
buat Anjani lupa atas pesan
ibundanya, bahwa benda
ini jangan diperlihatkan pada
kedua adiknya --- Guwarsa
dan Guwarsi --- sehingga
kedua adiknya pun meng-
inginkannya. Berebutlah
ketiga saudara itu untuk
mendapatkan Cupu Manik.
Dan ini membuat murka Resi
Gotama. Ketika ditanya asal
usul benda tersebut, Anjani menjawab itu hadiah dari ibun-
danya, dan Dewi Andradi bungkam seribu bahasa. Demi
melihat istrinya diam tak menjawab ketika ditanya, maka
amarah Resi Gotama meledak. Dikutuk istrinya menjadi
arca dan dilemparkan sampai di Kerajaan Alengka, jatuh di
Taman Argasoka.

Cupu Manik Astagina di lempar dan jatuh di tanah kosong,
yang kemudian berubah menjadi danau.
Guwarsa dan Guwarsi memburanya dan mencebur ke
danau, keduanya berubah jadi kera ( Subali dan Sugriwa
). Kemudian Anjani menyusul dan mencuci muka, maka
wajah dan lengannya berubah seperti kera.

Subali dan Sugriwa diharuskan bertapa di hutan jika
keduanya ingin kembali seperti sediakala. Subali berlaku
seperti Kelelawar dan Sugriwa berlaku seperti Kijang. Se-
dang Anjani harus bertapa telanjang di danau, yang kelak
akan melahirkan Hanoman.

Purwanto Seno Yang Tumbuh
120x100 cm
Oil on Canvas
2017

Doa adalah kehidupan. Doa memberikan
khasanah harapan dalam hidup untuk
lebih baik.

Putu Bonuz The Dragon
Sudiana 100 cm x 100 cm
Acrylic on Canvas
2021

Rudi St Darma KOTAK BERDAYA
100X75 CM
Acrylic diatas Kanvas
2021

Aku lebih sering bekerja intuitif untuk
mempertanyakan kembali makna dibalik
karya

Sarnadi Adam Kebudayaan/ Kesenian/Kehidupan mas-
yarakat Betawi, merupakan sumber inspi-
rasi penciptaan karya seni lukis.

The President

Sigit Santosa Akrilik di kanvas

2021

Less is more

Steven Tamstil Mater Dei (Mother of God)
100 cm x 50 cm
Digital Printing

Sulistyo WARISAN PERJUANGAN
120x120cm
2021

Bangsa Indonesia sebagai bangsa “Jagoan” yang ter-
bukti telah melewati bermacam-macam cobaan yang
mendera baik cobaan ancaman persatuan dan kesat-
uan baik dari dalam dan luar negeri dan semua itu bisa
dilewati dengan baik.
Pada masa pandemi ini hampir di semua negara di
berbagai belahan dunia mengalami kesulitan dan pan-
demi Covid-19 ini memakan banyak korban jiwa.
Di masa sulit ini kita harus bisa bergandengan tangan
antar anak bangsa bersatu padu melawan Covid-19
dengan mematuhi aturan protokol kesehatan.
Semangat Jagoan yang diwariskan para pahlawan kita
wajib kita tiru, bahwa kita akan berjuang bersama-sa-
ma yang terbaik untuk Bangsa yang kita cintai ini.

Sujiwo Tejo Jakarta 2009
120 x 150 cm,
oil on canvas
2007

Melukiskan masa depan Jakarta dengan
inspirasi dari pertemuan Bima dan Ular
Manembur Nyawa dalam lakon wayang
legendaris “Dewa Ruci”

Suprobo “Balada Bubble“
130 x 200 cm
Cat Minyak - Kanvas
2021

Di era sekarang kehidupan tak terlepas
dari hp. Berakibat ketika perempuan bawa
hp lupa dengan tugas utamanya.

Puisi intuisi 10
57x75 cm
Paint maker acrylic on paper

Sutjipto Adi

Puisi intuisi 11
57x75cm
Paint maker acrylic on paper

Perenungan alam batin, dialog kehidupan melahirkan
kanvas baru, perjalanan dari puncak ke puncak mendaki
puncak yang lain merenungi kehidupan berkesenian,
proses menuju perubahan, kebahagian hidup, begitu
berarti, semangat yang ada ujung tombak dari penantian
rasa sebagai sumber inspirasi penciptaan, dan segala
pengembangan dan perubahan

Syahrizal Pahlevi Orang-Orang Sekitar
70x70 cm x 6 pcs
Woodcut cetak di atas kain belacu
2021

Orang-orang di sekitar adalah teman, rekan,
sumber gagasan yang nyata. Mereka ada diseki-
tar kita. Bertemu, berbincang, bekerja bersama,
tukar gagasan, saling membantu, saling mengins-
spiraasi.

Syis Paindow SURVIVE
[nova era : cinderella fantasy]
130x150x7cm
oil, acrylic on canvas
2022

sepatu sebagai simbol wanita metropolitan [cinderella
dimasa kini] yang mampu bertahan dalam kondisi sulit,
dan tetap semangat menyongsong “Era baru,” kehidupan
dan masa depan dengan kebiasaan-kebiasaan baru dalam
pandemi yang entah kapan akan berakhir.

Inilah momentum kita untuk beradaptasi dengan cara hid-
up yang baru sehingga kita dapat melewati masa pandemi
yang telah menyebar secara global. Perubahan hidup
memang menyakitkan dan seringkali membuat kita tidak
nyaman kita dipaksa dengan cepat dan dan mengejutkan
untuk berubah. Dan sekali lagi yang mampu bertahan dan
masih terus berjuang adalah orang-orang luar biasa.

“Selamat datang Era Baru.. hidup masih harus berlanjut
apapun kondisinya.”

Taat Joeda A Cultured Life
100x100 cm,
Mix Media,
2021

Teguh Prihadi Indah Negeriku Indonesia
170 x 105 Cm
Oil On Canvas
2021

Gambaran tentang sebuah kampung/desa yang berada
diantara peradaban modern adalah sepenggal kehidupan
dari sebuah negeri indah bernama ‘Indonesia’ yg digam-
barkan dalam bentuk aktifitas manusia (rakyat) yg sangat
sederhana.
Negeri indah yg divisualisasikan bak kampung yang ter-
letak diatas perbukitan tersebut tampak sangat akrab
dengan pohon rindang, batu-batu besar, tanah basah, dan
rumput liar. Namun dibalik semua itu tergambarkan pula
suasana kampung yang teduh, damai dan jauh dari polusi
dan bisingnya kota. Tampak simbol-simbol kota besar nan
modern dg gedung menjulang tinggi tanpa pohon tanpa
aroma tanah basah tersiram air hujan disetiap lantainya.
Gersang.
Kampung di atas bukit itulah gambaran indahnya negeriku
Indonesia yang berada diantara peradaban modernitas
sombong yang terkepung awan dan polusi kehidupan.


Click to View FlipBook Version