The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by esmiloenak, 2023-07-24 02:58:57

Materi Ajar 8 SMT 1 2023-2024

Materi Ajar 8 SMT 1 2023-2024

100


101 Webing Tema Kelas VIII Oktober-Desember 2023 Kajian Q.S Al-Isra': 23 Hadits Riwayat Imam Ahmad Kisah Uwais Al-Qarni Adab Terhadap Orangtua Adab Berkomunik asi Contoh Adab Berkomunik asi Adab Berinteraksi Contoh Adab Berinteraksi Alhamdulillah, Allah AlMajid Yang Maha Mulia yang sifat-Nya dapat dijadikan contoh dalam bersikap dan menjalani kehidupan kita dunia untuk memunculkan sifat terpuji bagi diri sendiri maupun orang lain.


102 Panduan Isi Materi Tema bulan Oktober-Desember SMPIT Al-Lauzah Tahun Pelajaran 2023/2024 Jl. Palapa, Parung Beunying, Serua. Ciputat Tangerang Selatan Semester : Ganjil Kelas : VIII Tema : Alhamdulillah, Allah Al-Majid Yang Maha Mulia yang sifat-Nya dapat dijadikan contoh dalam bersikap dan menjalani kehidupan kita dunia untuk memunculkan sifat terpuji bagi diri sendiri maupun orang lain. A. Al-Qur’an َح ُد ُه َمآْ ِكبَ َر اَ ْ ُغَ َّن ِعْن َد َك ال َّما يَ ْبل اِ ۗ سنًا ٰ ِن اِ ْح َواِل َدْي ْ َوبِال ْعبُ ُدْوْٓ ا اِ ََّّْٓل اِيَّاهُ ُّ َك اَََّّل تَ َوقَ ٰضى َرب ْو ًَّل َكِرْي ًما ُهَما قَ َّ َوقُ ْل ل َهْر ُه َما ٍّف َّو ََّل تَْن ُهَمآْ اُ َّ ُهَما فَ ََل تَقُ ْل ل ٰ ْو ِكل اَ Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (QS. Al-Isra:23) B. Hadits Nabi َمَّد ْن يُ َ َح َّب أ َ َ َم ْن أ م َّ َو َسل ْي ِه َّى ََّّللاُ َعلَ َصل ِن َماِل ٍّك، قَا َل قَا َل َر ُسو ُل هللاِ ِس ْب نَ َ َع ْن أ يَ ِص ْل َر ِح َم فِي ُع ْمِر هُ ِه، ْ َول يَبَ َّر َواِل َدْي ِه، ْ َويُ َزا َد فِي ِر ْزقِ ِه، فَل Artinya: “Dari sahabat Anas bin Malik ra, Rasulullah bersabda, ‘Siapa saja yang ingin dipanjangkan umurnya dan bertambah rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturahim.” (HR. Ahmad) C. Asmaul Husna Allah Al-Majid berarti Yang Maha Mulia yang sifat-Nya dapat dijadikan contoh sifat dan sikap dalam menjalani kehidupan di dunia. Sehingga memunculkan sifat dan sikap yang terpuji bagi diri maupun untuk orang lain. D. Kisah Keteladanan Nabi Ismail as. Nabi Ismail hidup pada sekitar 1911-1779 SM. Nabi Ismail adalah anak dari Nabi Ibrahim dan istrinya Siti Hajar. Saat itu datanglah perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim agar membawa istri Siti Hajar, dan Nabi Ismail ke tanah Makkah. Maka


103 berangkatlah Nabi Ibrahim dengan membawa Siti Hajar dan Nabi Ismail yang masih bayi menuju Makkah dengan menggunakan seekor onta. Dikisahkan, ketiganya akhirnya tiba di Makkah setelah berminggu-minggu perjalanan. Di tempat dimana Masjidil Haram sekarang berada, berhentilah unta Nabi Ibrahim dan kemudian ditinggalkanlah Siti Hajar dan Nabi Ismail dengan hanya dibekali serantang makanan dan minuman. Sementara, di sekitar mereka tidak ada tumbuh-tumbuhan dan air mengalir. Setelah meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di Makkah, Nabi Ibrahim secara rutin mengunjungi Makkah demi mengobati rasa rindunya kepada anak pertamanya itu. Kemudian saat Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Nabi Ismail. Nabi Ibrahim bersedih memikirkan harus menyembelih anak yang telah ia nanti selama puluhan tahun itu. Namun sebagai seorang Nabi, ia harus menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah. Tapi seperti diketahui, mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah SWT. Maka perintah yang diterimanya dalam mimpi Nabi Ibrahim haruslah ia laksanakan. Nabi Ibrahim saat itu sangat bingung dalam menyikapi mimpinya. Ia tidak lantas membenarkan, namun tidak pula mengingkari. Nabi Ibrahim kemudian merenunginya beberapa kali dan memohon kepada Allah untuk memberi petunjuk yang benar kepada-Nya. Setelah malam yang sangat membingungkan itu selesai, ternyata malam kedua juga datang kepadanya mimpi yang sama, begitupun dengan malam ketiga. Setelah mimpinya yang ketiga, barulah Nabi Ibrahim meyakini dan membenarkan, bahwa mimpi itu benar-benar nyata dan harus dilaksanakan. Kemudian, Nabi Ibrahim menyampaikan mimpi itu kepada Nabi Ismail. Karena Nabi Ismail adalah anak yang soleh dan taat kepada Allah serta bakti kepada orang tuanya, maka Nabi Ismail ikhlas untuk disembelih oleh ayahnya. Kisah ini tercantum dalam surat As Saffat ayat 102: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: “ Hai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu! Ia menjawab: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, dengan izin Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,” (QS As Saffat: 102). Nabi Ismail berpesan beberapa hal kepada ayahnya, sebelum ia disembelih. “Wahai ayahku! Kencangkanlah ikatanku agar aku tidak lagi bergerak, singsingkanlah bajumu agar darahku tidak mengotori, dan (jika nanti) ibu melihat bercak darah itu niscaya ia akan bersedih, percepatlah gerakan pisau itu dari leherku, agar terasa lebih ringan bagiku karena sungguh kematian itu sangat


104 dahsyat. Apabila engkau telah kembali maka sampaikanlah salam (kasih)ku kepadanya.” Dikisahkan juga, setelah mendengar perkataan anaknya yang ikhlas itu, kemudian Nabi Ibrahim memeluk serta mencium pipi Nabi Ismail seraya seraya berkata: “Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah.” Kejadian tersebut merupakan satu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah pergorbanan dari Nabi Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Dari seluruh kisah Nabi Ismail tersebut banyak yang dapat diteladani, seperti ketaatan akan perintah Allah SWT, keikhlasan, kepatuhan serta berbaktinya seorang anak kepada ayahnya.. E. Adab Terhadap Orang Tua Definisi adab menurut KBBI yaitu kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak. M. Sastra Praja menjelaskan bahwa adab adalah tata cara hidup, penghalusan atau kemuliaan kebudayaan manusia. Sedangkan menurut istilah Adab adalah suatu ibarat tentang pengetahuan yang dapat menjaga diri dari segala sifat yang salah. Pengertian adab ialah mencerminkan baik buruknya seseorang, mulia atau hinanya seseorang, terhormat atau tercelanya nilai seseorang. Maka jelaslah bahwa seseorang itu bisa mulia dan terhormat di sisi Allah dan manusia apabila ia memiliki adab dan budi pekerti yang baik. Seseorang akan menjadi orang yang beradab dengan baik apabila ia mampu menempatkan dirinya pada sifat kehambaan yang hakiki. Tidak merasa sombong dan tinggi hati dan selalu ingat bahwa apa yang ada di dalam dirinya adalah pemberian dari Allah Swt. Salah satu adab yang harus dimiliki adalah adab terhadap orang tua. Tanpa sedikitpun mengeluh mereka membesarkan kita dengan penuh kesabaran, memberi makan kita dengan penuh keikhlasan, mendidik dengan penuh cinta, dan tentu masih banyak lagi jasa-jasa orang tua yang tidak akan pernah akan terbalas. Adab kepada orang tua penting diketahui seorang anak agar menjadi orang saleh yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Agama Islam sangat menekankan pentingnya adab terutama kepada orang tua dengan menghormati mereka. Dalam Al Qur'an, Allah SWT memerintahkan kepada anak manusia untuk tidak berkata kasar atau membantah orang tua, bertutur kata yang lemah lembut dan sopan, serta berbuat baik kepada orang tua baik selagi masih hidup maupun sudah meninggal. Landasan hukum adab kepada orang tua yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis, sebagai berikut:


105 ى َو ْه ٍّن ٰ َو ْهنًا َعلَ ُّمهُ ُ تْهُ أ ْْلِ ن َسا َن بِ َواِل َدْي ِه َح َملَ ِن ا ْش ُكْر َوَو َّصْينَا ا َ ِن أ َمْي ُهُ فِي َعا َصال َوفِ َم ِصي ُر ْ َّي ال لَ ِ َواِل َدْي َك إ ِلي َوِل Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Q.S Luqman: 14) Hadis Abdullah ibnu Umar tentang ridha Allah terletak pada ridha orang tua: ِر َضى ْن َعْب ُد هللا بن َع ْمٍّرو رضي هللا عنهما قال قال رسو ُل َع هللا صلى هللا عليه وسلم: ِن َواِل َدْي ِن و َس َخ ُط هللا فى َس َخ ُط ال َواِل َدْي هللاُ فى ِر َضى ال Artinya: dari Abdullah bin ‘Amrin bin Ash r.a. ia berkata, Nabi SAW telah bersabda:“ Keridhaaan Allah itu terletak pada keridhaan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua”. (HR. At-Tirmidzi., Hadis ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim) 1. Adab Berkomunikasi Tidak ada orang yang lebih penting untuk dihormati selain Rasulullah dan orang tua kita. Rasulullah sendiri telah memperingatkan kita untuk sellau berbakti kepada orang tua, baik itu orang tua sendiri maupun orang tua lainnya. Maka dari itu, terdapat beberapa adab terhadap orang tua yang telah dicontohkan oleh Rasulullah sebagai berikut: a. Tidak Mendahulukan Bicara Adab selanjutnya adalah berbicara dengan mendahulukan yang lebih tua. Biarkan mereka yang lebih tua untuk berbicara terlebih dahulu untuk menyenangkan hati mereka. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,“Dulu kami berada di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian didatangkanlah bagian dalam pohon kurma. Lalu beliau mengatakan, “Sesungguhnya di antara pohon adalah pohon yang menjadi permisalan bagi seorang muslim.” Aku (Ibnu ‘Umar) sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu adalah pohon kurma. Namun, karena masih kecil, aku lantas diam. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Itu adalah pohon kurma.” (HR. Bukhari no. 72 dan Muslim no. 2811) b. Berbicara dengan nada yang lembut


106 Sebagai orang yang lebih muda, hendaknya kita berbicara dengan nada yang lembut dan penuh sopan santun. Jangan pernah berbicaralah dengan nada yang tinggi apalagi membentak pada orang tua. Dari Al Musawwir bin Makhramah radhiallahu’anhu tentang sahabat Rasulullah terhadap Rasul ketika berbicara, Artinya: “jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandang tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah” (HR. Al Bukhari 2731). c. Meminta maaf Sebagai seorang anak, hendaknya kita selalu memintaaf kepada orang tua jika kita telah berbuat salah. Sebagaimana yang dicontohkan oleh saudara Yusuf as yang mana mereka meminta maaf kepada orang tua mereka ketika berbuat salah. Artinya: “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosadosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)“. (QS. Yusuf [12] : 97) d. Berterimakasih Sebagai seorang anak sudah tentu kita akan berterimakasih kepada orangtua atas segala macam hal yang diberikan mereka kepada seorang anak. Salah satu cara berterimakasih adalah mendoakan mereka, baik dihadapan mereka maupun di waktu-waktu tertentu. Ciri anak yang tahu balas budi ortu adalah anak selalu mendoakan ortunya yang muslim dalam sholat. Anak yang jarang doakan ortu dalam sholat bukanlah anak yang berbakti meski rajin kasih duit kepada orang tua. Syarat jadi anak yang berterimakasih dengan kebaikan orang tua adalah rajin sholat dan mendoakan orang tua di akhir sholat. Anak yang tidak mengerjakan sholat bukanlah anak yang berbakti karena anak ini pasti tidak pernah mendoakan orang tua di akhir sholat. Sufyan bin Uyainah mengatakan: ِر ْدبَا َ ْي أ ِن فِ َواِل َدْي ْ َخ ْم َس فَقَ ْد َش َكَر ََّّللاَ َو َم ْن َد َعا ِلل ْ َوا ِت ال َّى ال َّصلَ َم ْن َصل َخ ْم ِس فَقَ ْد َش َكَر ْ َوا ِت ال ِن ال َّصلَ َواِل َدْي ْ ال Artinya:“Siapa saja yang mengerjakan sholat lima waktu sungguh dia telah bersyukur kepada Allah. Siapa yang mendoakan kedua orang tuanya


107 diakhir tasyahud akhir, (sebelum salam) dalam sholat, sungguh dia telah berterimakasih kepada kedua orang tuanya.” (Tafsir al-Baghawi 3/509, Dar Thibah) 2. Adab Berinteraksi Dalam beriteraksi dengan orang tua, seorang anak dianjurkan untuk melakukan interaksi yang baik. Diantara interaksi tersebut adalah: a. Tidak memandang dengan tatapan tajam Sebagai seorang yang jauh lebih muda, kita dianjurkan untuk tidak memandang orang yang lebih tua dengan tatapan yang tajam dan tidak menyenangkan. Berikan tatapan yang lembut dan hangat ketika berhadapan dengan orang tua. Sebagaimana yang terdapat pada Shohih Bukhari no. 2731, 2732, yang mana para sahabat kala itu selalu memandang dengan penuh hormat kepada Rasulullah. b. Tidak duduk di depan orang tua saat mereka berdiri Jika orang tua sedang berdiri, maka hendaknya kita ikut berdiri dan tidak duduk di hadapannya. Hal ini dimaksudkan untuk menyelisihi kebiasaan orang kafir yang justru duduk saat orang tua berdiri sehingga dianggap tidak sopan dalam Islam. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu:“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengaduh (karena sakit), ketika itu kami shalat bermakmum di belakang beliau, sedangkan beliau dalam keadaan duduk, dan Abu Bakar memperdengarkan takbirnya kepada orang-orang. Lalu beliau menoleh kepada kami, maka beliau melihat kami shalat dalam keadaan berdiri. Lalu beliau memberi isyarat kepada kami untuk duduk, lalu kami shalat dengan mengikuti shalatnya dalam keadaan duduk. Ketika beliau mengucapkan salam, maka beliau bersabda, ‘kalian baru saja hampir melakukan perbuatan kaum Persia dan Romawi, mereka berdiri di hadapan raja mereka, sedangkan mereka dalam keadaan duduk, maka janganlah kalian melakukannya. Berimamlah dengan imam kalian. Jika dia shalat dalam keadaan berdiri, maka shalatlah kalian dalam keadaan berdiri, dan jika dia shalat dalam keadaan duduk, maka kalian shalatlah dalam keadaan duduk” (HR. Muslim, no. 413). c. Selalu mendahulukan orang tua Sebagaimana yang pernah diceritakan oleh Rasulullah Saw mengenai tiga orang pemuda yang terjebak di dalam gua. Salah satunya pun berdoa kepada Allah dimana dalam doa tersebut menunjukkan bahwa ia selalu mendahulukan untuk memberi susu kepada orang tuanya sebelum


108 memberikannya pada anak-anaknya sendiri. (HR. Bukhari no. 5974 dan Muslim no. 2743) d. Tidak membantah perintah orang tua Sebagai seorang anak, usahakan tidak membantah dan menolak perintah dari orang tua, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: ٍّف ُ ُهَما أ فَ ََل تَقُ ْل لَ Artinya: “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”.” (QS. Al Isro’ [17] : 23) Ibnu Katsir mengatakan, “Janganlah engkau memperdengarkan pada keduanya kata-kata yang buruk. Bahkan jangan pula memperdengarkan kepada mereka kata ‘uf’ (menggerutu), walaupun padahal kata tersebut adalah sepaling rendahnya dari kata-kata yang jelek.”


109 Webbing Lesson Plan Oktober-Desember 2023 Level /Kelas : VIII (Delapan) Tema : Alhamdulillah, Allah Al-Majid Yang Maha Mulia yang sifat-Nya dapat dijadikan contoh dalam bersikap dan menjalani kehidupan kita dunia untuk memunculkan sifat terpuji bagi diri sendiri maupun orang lain. Subtema : Adab Terhadap Orang Tua Goal tema : 1. Siswa mengetahui bahwa Allah Maha Mulia (Al-Majid). 2. Siswa mengetahui adab terhadap orang tua serta memuliakan orang tua. 3. Siswa mampu bersikap baik kepada kedua orang tuanya. 4. Siswa mampu berkomunikasi dan berinteraksi sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada kedua orang tuanya. 5. Siswa mampu mengetahui perilaku yang tidak diperbolehkan untuk dilakukan kepada kedua orang tua. - Webbing Lesson Plan Januari-Maret Level /Kelas : Tema : Alhamdulillah, Allah Subtema : Goal tema : 1. Mengetahui ............... 2. Mengetahui pengertian ......... 3. Mengetahui .............. 4. Mengetahui .............. 5. ................................. 6. .......... 7. .................... - Menunjukkan perilaku hidup bersih sebagai wujud ketentuan bersuci dari hadas besar berdasarkan ketentuan syari’at islam - Mendemonstrasikan tindak tutur fasilitas umum yang ada dilingkungan sekolah Kosa kata : - Persamaan - Linear - Variabel - Pernapasan - Pencernaan - Ekskresi - Peredaran darah - Obligation - Prohibition - Suggestion - Kedudukan Konsep : - Persamaan Garis Lurus - SIstem Persamaan Linear Dua Variabel - Sistem Pencernaan - Sistem Peredaran Darah - Sistem Eksresi pada Manusia Surat: - Q.S Yasiin 51 - 80 Doa : - Doa terhindar dari kekufuran, kefakiran, dan adzab kubur Hadits : - Tiga amal yang tidak terputus Asmaul Husna - Allah Al-Majid Kegiatan Pendukung : - PTS - Guru Tamu - Program Kelas - SLE - Pemilu BES - Science Fair - PAS - Class Meeting - Menjelaskan struktur dan fungsi sistem pencernaan, gizi makanan, uji makanan dan uji vitamin, memahami bahwa tubuh merupakan alat deteksi dini terhadap timbulnya gangguan serta penyakit dalam sistem pencernaan - Menganalisis sistem peredaran darah pada manusia dan memahami gangguan pada sistem peredaran darah, serta upaya menjaga kesehatan sistem peredaran darah. - Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan fungsi linear sebagai persamaan garis lurus - Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel - Mengidentifikasi dan menyimpulkan teks eksposisi - Menyajikan gagasan, perasaan, dan pendapat dalam bentuk teks puisi secara tulis/lisan - Menulis tes eksplanasisesuai ketentuan - Memahami cara menyampaikan dan meminta infirmasi dalam bahasa Arab. - Memahami teks qiro’ah kegiatan sehari-hari dengan tema hobi. - Memahami perubahan keruangan dan interaksi antarruang di Indonesia dan negaranegara ASEAN yang diakibatkan oleh faktor alam dan manusia (teknologi, ekonomi, pemanfaatan lahan, politik) dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial,budaya, politik - Menelaah makna, kedudukan dan fungsi Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta peratuan perundangan-undangan lainnya dalam sistem hukum nasional - Menerapkan solusi dari permasalahan struktur dan fungsi tubuh manusia - Berinteraksi dengan sopan dan santun terhadap orangtua - Mampu menghindari perilaku ghibah Alhamdulillah, Allah AlMajid Yang Maha Mulia yang sifat-Nya dapat dijadikan contoh dalam bersikap dan menjalani kehidupan kita dunia untuk memunculkan sifat terpuji bagi diri sendiri maupun orang lain. Physical health: - Dapat memenuhi kebutuhan tubuh Fine Motor: - Memahami teknik dan gaya lagu daerah dengan dua suara atau lebih secara berkelompok Gross Motor: - Mempraktikkan variasi gerak spesifikjalan, lari, lompat, dan lempar dalam berbagai permainan sederhana dan atau tradisional


110 Target Pengajaran Al-Qur’an Metode Bittajwid Do’a dan Hadits Tahun Pelajaran 2023/2024 Kelas 8 Semester 1 Bulan Oktober- Desember Tahsin Tahfidz Surah Yasiin ayat 51-80 Do’a Terhindar dari kekufuran, kefakiran dan adzab kubur ِر آل ْب قُ ْ بِ َك ِم ْن َعذَا ِب ال ُعْوذُ َواَ ِر, فَقْ ْ ِر َوال ُكْف ْ بِ َك ِم َن ال ُعْوذُ ِى اَ ُهَّم اِن ّٰ اِلَهَ اِ َّۤل الل اَْن َت Artinya : “ Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur. Tiada Illah kecuali Engkau “ Hadits Tiga amal yang tidak terputus ِْلْن َسا ُن ْ َما َت ا ِذَا ُع بِ إ ِه , ٍّم يُْنتَفَ ْ ْو ِعل َ ِريَ ٍّةأ ٍّة َجا ُهُ اِ ََّّل ِم ْن ثََلَ ٍّث : َص َدقَ اِ ْنقَ َط َع َع َمل يَ ْد ُعولَهُ ٍّد َصاِلحٍّ ْوَولَ َ ٌم( ) َرَو أ هُ ُم ْسِل Artinya : ‘’ Apabila manusia meninggal, putuslah amalnya, kecuali tiga macam : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih’’. (HR. Muslim)


111 Pendidikan Agama Islam (PAI) Oktober – Desember 2023 MENGHINDARI PERBUATAN GHIBAH Bacalah pantun di bawah ini! 1. Bacalah uraian di bawah ini untuk dijadikan renungan! Kalian pasti sudah tahu dan sudah tidak aneh lagi bahwa zaman modern ini banyak kemajuan di bidang teknologi informasi. Setiap hari, kita disuguhi berbagai informasi oleh beragam media, baik berupa informasi ringan hingga yang masalah kehidupan. Begitu pula, selebaran, iklan, dan aneka informasi tersebar di jalan-jalan. Sampai di sekolah, kalian mungkin sering juga mendengar isu, berita, dan rumor yang tidak diberitakan oleh media. Informasi itu diperoleh dari teman. Internet juga sering menyajikan informasi yang yang tidak jelas, baik isi maupun sumbernya. Fitnah terkadang disuguhkan sebagai kebenaran. Perilaku maksiat dianggap sebagai hiburan, dan keburukan manusia menjadi siaran. Sikap tabayun penting untuk ditegakkan. Kita hendaknya mencermati setiap informasi yang diterima supaya tidak tersesat dan ikut menyesatkan. Bagaimana dengan kalian sendiri? Apakah informasi yang kalian terima dan disebar sudah kalian filter dan klarifikasi? Karena, di masyarakat sering terjadi penyebaran informasi mempertimbangkan empati terhadap orang lain, Pendapat dan kesimpulan ditampakkan seolah-olah paling benar mengatasnamakan keterbukaan informasi dan kemerdekaan berekspresi. Gibah berarti menggunjing, membicarakan kejelekan dan kekurangan orang lain. Pada gibah, terdapat pembicaraan mengenai kejelekan atau aib orang lain. Apabila dia tahu, dia tidak menyukainya. Islam melarang umatnya untuk gibah. Gibah diibaratkan memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati. Hal ini ditegaskan dalam Al- Qur’an. “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencaricari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”(Q.S. al- Ḥujurāt/49: 12) Jalan jalan dengan Pak Hansip Makan soto bersama temannya Janganlah kamu suka bergosip Akan banyak musuh akibatnya


112 Berdasarkan ayat di atas orang yang beriman didorong untuk menjauhi prasangka buruk, apalagi tidak disertai bukti. Sebagian prasangka yang tidak disertai bukti adalah perbuatan dosa. Umat Islam jangan pula mencari-cari kesalahan untuk mencemoohnya. Ayat tersebut menjelaskan pula bahwa gibah merupakan perbuatan keji. Orang yang gibah disamakan dengan orang yang makan daging bangkai saudaranya sesama muslim. Setiap orang pasti merasa jijik dan tidak senang memakan daging tersebut apalagi yang sudah mejadi mayat. Dengan akal sehatnya, orang pasti tidak akan mau memakan daging saudaraya, walaupun dagingnya segar dan sudah dimasak. Gibah merupakan perbuatan yang dilarang dan menjijikkan. Perbuatan ini harus dihindari. Kalian pernah mendengar ungkapan ”lidah tak bertulang”. Ungkapan ini mengisyaratkan bahwa lidah yang lunak ternyata dapat menyakiti hati. Bahkan, ia akan memberikan bekas yang mendalam. Pembicaraan yang menyakiti hati terkadang tidak disadari. Kita harus memahami pula, bahwa lidah dapat menyebabkan seseorang masuk surga ataupun neraka. Karena, setiap kata yang diucapkan akan dicatat oleh malaikat. Kita dapat mengingkarinya di dunia ini. Akan tetapi, mulut akan dikunci dan anggota badan lain yang berbicara, ketika di akhirat. Gibah adalah salah satu bahaya lidah. Gibah termasuk perilaku tercela, juga banyak menyebar di masyarakat. Oleh karena itu, kita harus menjaga lisan dari perilaku gibah. 2. Inspirasi Islami untuk Menghindari Gibah Perbuatan gibah dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Agar kalian terhindar dari perilaku jelek ini, perlu diketahui penyebab terjadinya gibah, antara lain: a. Membicarakan keburukan orang lain dengan keinginan mengangkat derajat dirinya sendiri. b. Sikap iri terhadap keberhasilan dan kesuksesan orang lain. c. Sikap egois yang cenderung merendahkan orang lain. d. Balas dendam terhadap orang lain atas perilaku terhadap dirinya. e. Amarah yang tidak terkendali.


113 f. Bercanda tanpa disadari dengan merendahkan orang lain. Kalian sudah tahu faktor-faktor yang mengakibatkan gibah tersebut. Supaya bisa menghindarinya, di bawah ini terdapat beberapa cara: a. Berkumpul dengan orang-orang yang saleh Setiap muslim didorong untuk memilih dan dengan siapa ia bergaul atau berkumpul. Dalam hadis, Rasululah saw. bersabda: “Pemisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim) b. Menyadari diri bahwa Allah Swt. membenci seseorang yang menggunjing saudaranya. Kebaikan dan keburukan akan kembali pada orang yang membicarakannya. Seorang muslim hendaknya memperbanyak zikir kepada Allah Swt. juga memohon ampunan atas segala dosa, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. c. Berintrospeksi diri dengan melihat aib diri sendiri dan selalu berusaha memperbaikinya. Setiap orang lebih baik melakukan introspeksi terlebih dahulu sebelum berbicara dengan orang lain. Intropeksi ini menyebabkan rasa malu untuk membicarakan keburukan orang lain. d. Menjaga lisan Gibah bisa disebabkan karena lidah dan mulutnya tidak dijaga dengan baik. Agar terhindar dari gibah, lebih baik tidak membicarakan keburukan orang lain. e. Berfikir positif Pikiran buruk hendaknya diubah menjadi pikiran baik. Kita dapat me- nolak dengan baik ketika ada seseorang yang memancing untuk mem- bicarakan keburukan orang lain. Kita dituntut untuk berprasangka baik dari awal. Memohon perlindungan kepada Allah Swt dengan berdoa. Supaya terhindar dari buruk. Gibah harus disadari sebagai adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt. Keburukan gibah akan diterima oleh orang melakukan gibah. 3. Islam Menganjurkan Tabayun Kemajuan teknologi informasi mendorong setiap manusia untuk menggunakannya sebagai media dalam memcari dan memperoleh berbagai infromasi. Setiap orang harus mampu memilih dan memilah serta kritis terhadap


114 setiap informasi. Dalam hal ini, sikap tabayun menjadi hal penting untuk dijadikan pegangan. Secara bahasa, tabayun berarti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaannya. Adapun menurut istilah, tabayun adalah proses yang dilakukan untuk meneliti dan menyeleksi berita, dengan sikap tidak tergesa-gesa dalam memutuskan, sehingga permasalahan menjadi jelas dan benar. Tabayun sangat penting untuk memeriksa kebenaran informasi atau berita dengan teliti. “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (Q.S. al- Ḥujurāt/49: 6) Agama memberikan perintah agar mansia dapat meneliti berita yang dibawa oleh orang-orang fasik. Hal ini dilakukan dalam rangka mewaspadainya. Ketelitian ini untuk mendorong agar tidak ada seorangpun membenarkan dan memberi keputusan yang didasarkan pada informasi orang fasik tersebut. Informasi yang dibawa oleh orang fasik jangan langsung diterima. Akan tetapi, harus diteliti terlebih dahulu. Penelitian terhadap informasi tersebut meliputi kualitas, pembawa, dan kepentingan berita. Keputusan terhadap berita tersebut jangan langsung diambil, sebelum berita itu jelas kebenarannya. Berita yang tidak benar dengan tanpa dicari kejelasannya, dapat merusak diri dan masyarakat sekitar (berita hoax). 4. Tabayun pada Informasi Media Sosial Setelah kalian memahami tentang Tabayun, bagaimana cara agar informasi yang diterima itu jelas? Berikut ini adalah beberapa teknik yang bisa digunakan. a. Sumber informasi dipastikan dengan benar. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat kompetensi sumber yang dirujuk. Apakah ia memiliki kompetensi untuk menyampaikan informasi yang benar. b. Pastikan isi informasi berisi kebenaran. c. Pastikan tempat dan waktu informasi yang diperoleh adalah benar. Bagaimana kalian bertabayyun dalam bermedia sosial? Media sosial yang online memudahkan saling komunikasi, partisipasi, berbagi informasi dan menciptakan isi. Kita telah mengenal beberapa flatform media sosial. Media sosial ini telah menjadi sarana umum kehidupan individu untuk berkomunikasi dengan sesama, juga pada proses pembelajaran. Tentu kalian sudah memiliki pengalaman mengenai hal ini. Informasi yang menyebar di kalangan remaja dipandang cepat akibat media sosial. Seperti halnya virus, informasi dalam media sosial berkembang dan cepat menyebar luas. Adaptasi remaja di Indonesia sangat cepat terhadap perkembangan


115 teknologi komunikasi yang ada saat ini. Mari kita lihat, banyak remaja yang menggunakan gawai di pusat keramaian. Penggunaan media sosial juga memiliki dampak negatif. Dampak negatif itu diantaranya adalah: a. Kebebasan informasi Keterbukaan informasi yang ada dalam media sosial tersebut dapat menimbulkan dampak negatif. Contohnya dalam internet dapat ditemukan informasi yang seharusnya belum layak di konsumsi. Siapapun bisa melihatnya, apabila tidak ada penyaringan. b. Sikap sosial yang melemah Perhatian, aktivitas dan waktu sebagian orang seolah disita oleh penggunaan ragam media sosial. Kesibukan mengakses berbagai media sosial menyebabkan interaksi dalam lingkungannya mulai berkurang. Kelalaian dalam kewajiban agama. Penggunaan media sosial yang berlebihan menyebabkan orang lalai dalam kewajiban agama. Kesibukan dalam media sosial mengabaikan waktu yang sangat berharga untuk beribadah. Tabayun sangat berarti untuk menangani berita hoax. Pengguna yang mudah menerima berita hoax, akan merugikan dirinya dan pihak lain. Bagaimana cara agar kalian tidak tertipu berita hoax? Berikut ini adalah beberapa teknisnya. a. Hati-hati dengan judul provokatif Judul sensasional dalam berita hoax biasanya bersifat provokatif. Cari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi apabila dijumpai berita dengan judul provokatif. Isinya dibandingkan, apakah sama atau berbeda. Sebagai pembaca, kita dapat memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang. b. Cermati alamat situs Cermatilah alamat URL situs untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link. c. Periksa fakta Sumber berita berasal darimana dan siapa hendaknya diperhatikan. Cari informasi yang berimbang mengenai sumber berita. Pembaca tidak dapat memperoleh gambaran utuh apabila hanya ada satu sumber. Kita dapat pula mengamati perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini.


116 5. Memetik Hikmah dari Tabayun Tabayun memiliki manfaat penting dalam pencermatan informasi yang diperoleh. Sikap sombong, egois, fanatik, merasa sudah paham, dan malas mencari kebenaran akan menghambat proses tabayun. Hal ini akan berdampak pada menunjukkan kualitas sikap masyarakat yang masih rendah. Pada media sosial, sering ditemui tulisan atau pernyataan yang secara jelas bernada saling cela, ejek, berprasangka buruk, dan menggunjing. Akar permasalahannya berawal dari kurangnya sikap tabayun. Tanpa tabayun, kesalahpahaman akan sering terjadi. Untuk menghindari kesalahpahaman pada informasi yang diterima, lebih baik di cari informasi yang benar terlebih dahulu, sebelum menyampaikan berita kepada orang lain,. Tabayun berkaitan erat dengan moral. Tabayun berlaku bagi penerima dan penyampai berita. Proses selektif dan kritis (tabayun) diharuskan sebelum berita disampaikan. Beberapa manfaat tabayun antara lain: a. Berhati-hati dalam menerima berita. b. Menghargai orang lain sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. c. Berbaik sangka terhadap sesama sehingga dapat menimbulkan kerukunan dan kedamainan. d. Persatuan dan kesatuan dapat terjaga baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sekitarnya. e. Menciptakan kerukunan dan kedamaian di masyarakat. Kesimpulan 1. Salah satu perbuatan tercela yang harus dihindari karena akan mengakibatkan perselisihan di kalangan masyarakat adalah gibah. 2. Gibah berarti menggunjing, membicarakan kejelekan dan kekurangan orang lain. Pada gibah, terdapat pembicaraan mengenai kejelekan atau aib orang lain. Apabila dia tahu, dia tidak menyukainya. 3. Seseorang dapat mencegah gibah dengan selalu mengingat bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui, diri sendiri punya aib, dan tidak iri terhadap kesuksesan orang lain, serta selalu bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang diberikan. 4. Gibah dapat dihindari dengan berkumpul dengan orang-orang yang saleh, selalu ingat kepada Allah Swt, introspeksi diri, menjaga lisan, berfikir positif, dan memohon perlindungan kepada Allah Swt. agar terhindar dari perbuatan buruk. 5. Secara bahasa, tabayun berarti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar. Sedangkan menurut istilah tabayun adalah proses penelitian dan penyeleksian berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan, hingga jelas benar permasalahannya.


117 6. Tabayun pada informasi media sosial dapat dilakukan dengan pemastian sumber informasi, isi informasi berisi kebenaran, dan tempat dan waktu informasi yang didapat adalah benar. 7. Manfaat tabayun antara lain berhati-hati dalam menerima berita, menghargai orang lain sehingga tidak terjadi kesalahpahaman, berbaik sangka, menjaga persatuan dan kesatuan, dan hidup rukun dan damai di dalam masyarakat. Setelah mempelajari materi Menghindari Gibah dan Melaksanakan Tabayun, sebagai manusia Indonesia yang beriman dan mengamalkan Pancasila, kalian diharapkan mampu membentuk karakter yang lebih bermutu. Sebagai refleksi diri, silahkan isi tabel berikut ini tanda centang (✓) sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. No Karakter yang Diharapkan Mampu Belum Mampu 1 Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. 2 Menyadari bahwa kita memiliki kekurangan dan kelebihan. 3 Berteman dengan orangorang yang saleh. 4 Menasehati teman yang melakukan gibah. 5 Berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. 6 Bertabayun terhadap berita yang diterimanya. 7 Menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. 8 Mendamaikan teman yang sedang berselisih.


118 HEWAN HALAL DAN HARAM A. Hewan yang Halal Dimakan Hewan yang halal untuk dimakan, maksudnya kita diperbolehkan makan hewanhewan tersebut, jika kita makan kita tidak dosa. Secara umum hewan halal dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu: 1. Hewan Halal Berdasarkan Dalil Umum Berdasarkan dalil umum hewan halal meliputi; a) Binatang ternak darat, seperti: kambing, domba, kerbau, sapi, dan Unta. Firman Allah swt. Artinya: "Hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan kepadamu." (Q.S. al-Maidah/5: 1) Artinya: Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepadaNya. b) Binatang buruan laut, yaitu semua jenis binatang yang hidup di air, termasuk di danau maupun di sungai. Semuanya adalah halal bagi umat Islam. Firman Allah swt. dalam Surah al- Maidah ayat 96 : Artinya: "Dihalalkan bagimu hewan buruan laut" Kehalalan semua jenis binatang laut mencakup juga semua bangkai ikan laut. Sabda Rasulullah saw. Artinya: "Dihalalkan bagi kami dua macam bangkai dan dua macam darah, yaitu bangkai ikan dan belalang." (H.R. Ibnu Majah dan Hakim) 2. Hewan Halal Berdasarkan Dalil Khusus Hewan halal berdasarkan dalil khusus maksudnya dalil tersebut langsung menyebut jenis hewan yang dimaksud. Adapun hewan-hewan tersebut adalah: a) Kuda Nabi bersabda: Artinya: "Pada zaman Rasulullah kami pernah menyembelih kuda dan kami memakannya." (H.R. Al-Bukhari dan Muslim) b) Keledai Liar Nabi Muhammad saw. Bersabda: Artinya: "Tentang kisah keledai liar, maka Nabi saw. makan sebagian dari daging keledai itu." (H.R. al-Bukhari dan Muslim)


119 c) Dab (Binatangnya Mirip Biawak) Nabi Muhammad saw. bersabda: Artinya: "Daging dab dimakan pada hidangan Rasulullah saw." (H.R. al-Bukhari dan Muslim) d) Kelinci Dalam salah satu hadis dijelaskan yang artinya: Dalam hal kisah kelinci, ia berkata, "Ia menyembelihnya, lalu dikirimkan daging punggungnya kepada Rasulullah saw. dan beliau menerimanya." ( H.R. al-Bukhari dan Muslim) e) Ayam Nabi Muhammad saw. bersabda: Artinya: "Pernah aku melihat Nabi saw. makan daging ayam" (H.R. al-Bukhari dan at-Tirmidzi) f) Belalang Nabi Muhammad saw. bersabda: Artinya: "Kami berperang bersama Rasulullah saw. tujuh kali perang, kami memakan belalang." (H.R. al- Bukhari dan Muslim) B. Hewan yang Haram Dimakan Umat Islam dapat mengetahui tentang haramnya suatu binatang melalui dua hal, yaitu: 1. Melalui dalil umum, yaitu dalil yang hanya menyebut sifat binatang, sehingga haram untuk dikonsumsi oleh umat Islam. Ada tiga jenis binatang yang haram berdasarkan dalil umum karena memiliki sifat yang dikhawatirkan sangat mudah beralih pada diri manusia. Ketiga jenis sifat binatang tersebut adalah: a) Memiliki sifat buas karena bertaring, seperti: harimau, macan tutul, anjing hutan, dan beruang. Nabi Muhammad saw. bersabda: Artinya: "Setiap binatang buas yang bertaring, haram dimakan." (H.R. al-Bukhari dan Muslim) b) Setiap binatang yang berkuku tajam, seperti: burung rajawali, burung elang, burung kaka tua, dan burung hantu, Nabi Muhammad saw. bersabda: Artinya: "Rasulullah telah melarang (memakan)setiap burung yang berkuku tajam." (H.R. Muslim) c) Setiap binatang pemakan kotoran, seperti: lalat. Nabi Muhammad saw. bersabda: "Dari Ibnu Umar r.a berkata "Rasulullah saw. melarang memakan binatang jelalah (binatang pemakan kotoran) dan meminum susunya." (H.R. Arba'ah kecuali Nasai)


120 2. Melalui dalil khusus yaitu, dalil yang langsung menyebut haramnya jenis binatang tertentu. Ada tujuh jenis binatang yang haram dimakan oleh umat Islam karena masingmasing disebut oleh dalil yang melarangnya. Ketujuh binatang itu adalah: a. Daging babi Allah swt. berfirman: Artinya: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah daging babi....(Q.S. alMaidah/5) b. Khimar atau keledai jinak Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya: "Nabi telah melarang makan daging khimar jinak dan mengijinkan daging kuda." (H.R. al-Bukhari dan Muslim). c. Dilarang membunuh, seperti: burung suradi, katak, semut, dan burung hudhud. Nabi Muhammad saw. bersabda: "Rasulullah telah melarang membunuh burung suradi, katak, semut, dan burung hud-hud". (H.R. Ahmad). d. Disuruh membunuhnya, seperti: burung gagak, burung elang, kalajengking, anjing liar. Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya: "Lima binatang jahat yang disuruh membunuh- nya adalah burung gagak, burung elang, kalajengking, tikus dan anjing liar." (H.R. Muslim). e. Karena kotor, seperti: tungau, kutu, kecoa, dan sejenisnya Allah swt. berfirman dalam Surah al-A’raf ayat 157 : Artinya: "Dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka." (Q.S. al-A'raf/7: 157). f. Katak Artinya: "Sesungguhnya seorang tabib bertanya kepada Rasulullah tentang katak untuk keperluan obat, Rasulullah melarang membunuhnya." (H.R. an- Nasa’i). g. Binatang yang tidak jelas hukumnya antara halal dan haram (syubhat) Terhadap jenis binatang seperti ini, umat Islam dapat meneliti berdasarkan sebab tersebut. Kalau ada kesamaan sebab dihalalkan atau diharamkan, maka mengikuti sebab tersebut. Namun kalau tidak adanya sebab tertentu, dapat dikembalikan kepada hukum asal, yaitu mubah.


121 Latihan 1. Apakah yang dimaksud dengan hewan halal dan haram? 2. Jelaskan mengapa semua jenis binatang laut jika dimakan hukumnya halal! 3. Sebutkan 7 binatang yang di haramkan untuk dimakan! 4. Sebutkan upaya-upaya untuk menghindari makan hewan yang haram! 5. Sebutkan 5 binatang yang dihalalkan untuk dimakan! 6. Apa yang dimaksud dengan hewan syubhat! 7. Menjelaskan tentang apakah surah Al-Maidah ayat 3? SHALAT-SHALAT SUNNAH MUNFARĪD Shalat sunnah munfarīd adalah Shalat yang dilaksanakan secara individu atau sendiri. Adapun Shalat sunnah yang dilaksanakan secara munfarīd adalah: 1. Shalat Rawātib 2. Shalat Tahiyyatul Masjid 3. Shalat Istikhārah 1. Shalat Rawātib Rawātib berasal dari kata rātibah, yang artinya tetap, menyertai, atau terus menerus. Dengan demikian Shalat sunnah rawātib adalah Shalat yang dilaksanakan menyertai atau mengiringi Shalat far«u, baik sebelum maupun sesudahnya. Ditinjau dari segi hukumnya, Shalat rawatib ini terbagi menjadi dua macam, yaitu: Shalat rawātib mu`akkadah dan Shalat rawātib gairu mu`akkad. a) Shalat rawātib mu`akadah (Shalat rawātib yang sangat dianjurkan). Adapun yang merupakan Shalat rawātib mu`akkadah yaitu: - Dua rakaat sebelum Shalat Zuhur - Dua rakaat sesudah Shalat Zuhur - Dua rakaat sesudah Shalat Magrib - Dua rakaat sesudah Shalat Isya’ - Dua rakaat sebelum Shalat Subuh. b) Shalat rawātib gairu mu`akkadah (Shalat rawātib yang cukup dianjurkan untuk dikerjakan). Adapun yang merupakan Shalat sunnah rawātib gairu mu`akkadah yaitu: - Dua rakaat sebelum Zuhur (selain dua rakaat yang mu`akkadah) - Dua rakaat sesudah Zuhur (selain dua rakaat yang mu`akkadah) - Empat rakaat sebelum Asar - Dua rakaat sebelum Magrib.


122 Jika ditinjau dari segi pelaksanaannya, Shalat rawātib ini terbagi menjadi dua yaitu: a. Qabliyyah (dikerjakan sebelum Shalat fardu). b. Ba’diyyah (dikerjakan setelah Shalat fardu). Adapun tata cara melaksanakan Shalat sunnah rawātib sebagai berikut: 1) Niat menurut waktunya. 2) Dikerjakan tidak didahului dengan azan dan iqamah. 3) Shalat sunnah rawatib ini dilaksanakan secara munfarīd (sendirian). 4) Bila lebih dari dua rakaat gunakan satu salam setiap dua rakaat. 5) Membaca dengan suara yang tidak dinyaringkan seperti pada saat melaksanakan Shalat Zuhur dan Shalat Asar. 6) Shalat dikerjakan dengan posisi berdiri. Jika tidak mampu boleh dengan duduk, atau jika masih tidak mampu boleh berbaring. 7) Sebaiknya berpindah sedikit dari tempat Shalat far«u tetapi tetap menghadap kiblat. Contoh tata cara melaksanakan Shalat rawātib qabliyyah Zuhur: 1) Berniat Shalat rawātib qabliyyah Zuhur Jika diucapkan maka bunyi niatnya adalah: Artinya: “Saya berniat Shalat qabliyyah Zuhur dua rakaat karena Allah Ta’ala.” 2) Takbirātul ihram 3) Shalat dua rakaat seperti tata cara Shalat pada umumnya. 4) Salam. 2. Shalat Tahiyyatul Masjid Shalat Tahiyyatul Masjid, adalah Shalat sunnah yang dilaksanakan untuk menghormati masjid. Shalat ini disunnahkan bagi setiap muslim ketika memasuki masjid. Shalat sunnah ini, merupakan rangkaian adab memasuki masjid. 3. Shalat Istikhārah Shalat istikhārah adalah, Shalat dengan maksud untuk memohon petunjuk Allah Swt. dalam menentukan pilihan terbaik di antara dua pilihan atau lebih. Doa istikhārah yang diajarkan Nabi Muhammad saw. sebagai berikut:


123 Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebaikan dalam urusanku dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kepastian dengan kudrat- Mu. Aku memohon keutamaan-Mu Yang agung, Bahwasannya Engkau Maha Kuasa, sedangkan aku tidak berdaya. Engkau mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, engkau mengetahui segala hajatku berupa. , jika itu baik bagiku dalam agama dan kehidupanku serta dampaknya di dunia dan akhirat, maka jadikanlah ia untukku, berkatilah dalam meraihnya, serta mudahkan ia untukku. Engkaupun mengetahui jika urusan ini buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku dan dampaknya di dunia dan akhirat, maka jauhkanlah dia dariku dan jauhkanlah aku darinya, kemudian tetapkanlah kebaikan untukku di mana saja aku berada. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala perkara, kemudian Engkau meridainya.”


124 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Oktober – Desember 2023 MENUMBUHKAN KESADARAN TERHADAP UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 A. Kedudukan dan Makna Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 1. Kedudukan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pembukaan memiliki hubungan yang erat dengan Proklamasi Kemerdekaan. Pembukaan juga memuat kaidah-kaidah yang fundamental bagi penyelenggaraan negara. Pembukaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sistematika UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebelum perubahan (amandemen) terdiri atas: a. Pembukaan b. Batang Tubuh (pasal-pasal); c. Penjelasan.


125 Sistematika UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 setelah perubahan (amandemen) terdiri atas : 1. Pembukaan dan 2. Pasal-pasal. Ketentuan tentang sistematika UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ditegaskan dalam Pasal II Aturan Tambahan, yaitu ”Dengan ditetapkannya perubahan setelah diamandemen Undang-Undang Dasar ini, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal.” 2. Hubungan Pembukaan dan Proklamasi Kemerdekaan Coba kalian baca dan cermati naskah Proklamasi Kemerdekaan berikut ini. Adakah persamaan dengan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945? Tugas Mandiri Setelah kalian membaca secara cermat dan mencatat hal yang penting, mungkin ada hal yang ingin kalian ketahui secara lebih mendalam tentang Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kembangkan rasa ingin tahu kalian sehingga memperoleh pemahaman pengetahuan yang lebih tinggi. Cobalah kalian kembangkan dan tambahkan pertanyaan dalam tabel berikut dengan pertanyaan kalian. Tabel 2.1 Daftar Pertanyaan No. Aspek Informasi 1 Bagaimana kedudukan Pembukaan dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945? 2 Bagaimana hubungan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Proklamasi Kemerdekaan? Selanjutnya, cobalah kalian mencari informasi dari berbagai sumber belajar untuk menjawab semua rasa ingin tahu kalian. Manfaatkan berbagai sumber belajar yang kalian miliki atau tersedia di sekolah dan di rumah, seperti buku PPKn Kelas VIII, buku penunjang lain, internet, guru, teman, atau narasumber yang lain. Untuk membantu mencari informasi, kalian dapat membaca uraian materi berikut. Namun, kalian tetap harus memperkaya dengan sumber belajar yang lain.


126 Gambar 2.1. Naskah Proklamasi Kemerdekaan Negara Hubungan Proklamasi dan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dapat diamati dari isi kedua naskah tersebut. Proklamasi Kemerdekaan memuat dua hal pokok, yaitu pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia dan tindakan yang harus segera dilakukan dengan pernyataan kemerdekaan. Alinea ketiga Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, memuat pernyataan kemerdekaan. Pernyataan kemerdekaan di alinea pertama ini diawali dengan pernyataan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa; di alinea kedua alasan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia telah sampai pada saat yang menentukan. Juga dipertegas bahwa kemerdekaan merupakan ”atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorongkan oleh keinginan luhur.” Dengan demikian, pada dasarnya alinea I sampai dengan alinea III merupakan uraian terperinci dari kalimat pertama Proklamasi Kemerdekaan. Alinea IV memberi arah pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan. Kemudian, isi pokok kedua Proklamasi Kemerdekaan, yaitu tindakan yang harus segara dilakukan antara lain dengan menetapkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang memuat Pembukaan. 3. Pembukaan Memuat Pokok Kaidah Negara yang Fundamental UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan pasalpasal. Dilihat dari tertib hukum, keduanya memiliki kedudukan yang berbeda. Pembukaan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari pada pasal-pasal karena Pembukaan merupakan pokok kaidah negara yang fundamental (staatsfundamentalnorm) bagi negara Republik Indonesia. Sebagai pokok kaidah negara yang fundamental, Pembukaan telah memenuhi persyaratan, yaitu sebagai berikut. a) Berdasarkan sejarah terjadinya, bahwa Pembukaan ditentukan oleh pembentuk negara. PPKI yang menetapkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah mewakili bangsa Indonesia. b) Berdasarkan isinya, bahwa Pembukaan memuat asas falsafah negara (Pancasila), asas politik negara (kedaulatan rakyat), dan tujuan negara.


127 c) Pembukaan menetapkan adanya suatu UUD Negara Republik Indonesia. d) Pokok kaidah fundamental yang terdapat dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 antara lain, yaitu: 1) pokok-pokok pikiran yang diciptakan dan diwujudkan dalam pasal- pasal UUD, 2) pengakuan kemerdekaan hak segala bangsa, 3) cita-cita nasional, 4) pernyataan kemerdekaan, 5) tujuan negara, 6) kedaulatan rakyat, dan 7) dasar negara Pancasila. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disusun dalam masa perjuangan ”revolusi” dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disusun oleh lembaga yang tidak setingkat dengan MPR. Pertanyaan kemudian, apakah UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sah mejadi hukum dasar dan menjadi pedoman penyelenggaraan bernegara bagi bangsa Indonesia. Menurut Hans Kelsen seperti dikemukakan oleh Prof. Ismail Sunny (1977: 13). ”Sah tidaknya suatu Undang-Undang Dasar harus dipertimbangkan dengan berhasil atau tidaknya suatu revolusi, dan apa-apa yang dihasilkan dalam revolusi tersebut (UUD) adalah sah. Karena bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya dengan jalan revolusi maka UUD yang dibuat dalam masa revolusi tersebut menjadi suatu konstitusi yang sah”. 4. Makna Alinea Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 a. Alinea Pertama Alinea pertama Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menunjuk kan keteguhan dan tekad bangsa Indonesia untuk menegakkan kemerdekaan dan menentang penjajahan. Pernyataan ini tidak hanya tekad bangsa untuk merdeka, tetapi juga berdiri di barisan paling depan untuk menghapus penjajahan di muka bumi. Alinea ini memuat dalil objektif, yaitu bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perkemanusian dan perkeadilan dan kemerdekaan merupakan hak asasi semua bangsa di dunia. Dalil ini menjadi alasan bangsa Indonesia untuk berjuang memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan. Juga membantu perjuangan bangsa lain yang masih terjajah untuk memperoleh kemerdekaan. Penjajahan tidak sesuai dengan perkemanusiaan karena Tugas Kelompok Diskusikan dalam kelompok, apa akibatnya apabila Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diubah. Bagaimana sikap kalian terhadap hal ini?


128 memandang manusia tidak memiliki derajat yang sama. Penjajah bertindak sewenang-wenang terhadap bangsa dan manusia lain. b. Alinea Kedua Alinea kedua menunjukkan ketepatan dan ketajaman penilaian bangsa Indonesia. 1) Bahwa perjuangan bangsa Indonesia telah mencapai tingkat yang menentukan. 2) Bahwa momentum yang telah dicapai harus dimanfaatkan untuk menyatakan kemerdekaan. 3) Kemerdekaan harus diisi dengan mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. c. Alinea Ketiga Alinea ketiga memuat bahwa kemerdekaan didorong oleh motivasi spiritual, yaitu kemerdekaan yang dicapai oleh bangsa Indonesia merupakan berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa. Ini merupakan perwujudan sikap dan keyakinan bangsa Indonesia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Alinea ketiga secara tegas menyatakan kembali kemerdekaan Indonsia yang telah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Melalui alinea ketiga ini, bangsa Indonesia menyadari bahwa tanpa rahmat Tuhan Yang Mahakuasa, bangsa Indonesia tidak akan merdeka. Kemerdekaaan yang dicapai tidak semata-mata hasil jerih payah perjuangan bangsa Indonesia, tetapi juga atas kuasa Tuhan Yang Maha Esa. d. Alinea keempat Alinea keempat Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memuat prinsip-prinsip negara Indonesia, yaitu: 1) tujuan negara yang akan diwujudkan oleh pemerintah negara, 2) ketentuan diadakannya Undang-Undang Dasar, 3) bentuk negara, yaitu bentuk republik yang berkedaulatan rakyat, 4) dasar negara, yaitu Pancasila. B. Kedudukan dan Fungsi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 1. Kedudukan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Di kelas VII, kalian telah mempelajari bagaimana Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disusun dan ditetapkan. Selanjutnya, marilah kita pelajari bahwa Undang-Undang Dasar bagi sebuah negara sangatlah penting. UUD pada awalnya lahir untuk membatasi kekuasaan raja yang pada waktu itu berkuasa sewenang- wenang. UUD diperlukan untuk mengatur hak dan kewajiban penguasa untuk memerintah, serta hak dan kewajiban rakyat yang diperintah. UUD diperlukan untuk mengatur jalannya pemerintahan. Jika suatu negara tidak memiliki UUD, dapat dipastikan akan terjadi penindasan terhadap hak asasi manusia.


129 Negara Kesatuan Republik Indonesia sangatlah beruntung karena sejak tanggal 18 Agustus 1945 sudah memiliki Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai hukum dasar tertulis yang digunakan untuk mengatur jalannya pemerintahan negara. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan norma hukum tertinggi dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia, yang dijadikan dasar untuk penyusunan peraturan perundang-undangan. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan sebagian dari hukum dasar, yaitu hukum dasar tertulis. Jadi, UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah satu-satunya hukum dasar. Di samping hukum dasar yang tertulis, masih ada hukum dasar yang tidak tertulis, yaitu aturan-aturan yang timbul dan terpelihara dalam praktik penyelenggaraan negara meskipun tidak tertulis. Hukum dasar tidak tertulis biasa disebut konvensi (kebiasaan dalam penyelenggaraan ketatanegaraan). Salah satu contoh dari konvensi adalah pidato kenegaraan Presiden setiap tanggal 16 Agustus di depan DPR. Negara kita menganut prinsip bahwa konvensi tidak dibenarkan apabila ber tentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Konvensi biasanya merupakan aturan-aturan pelengkap atau pengisi kekosongan yang timbul dari praktik penyelenggaraan ketatanegaraan. Sebagai hukum dasar, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berke dudukan sebagai sumber hukum dan merupakan hukum dasar yang menempati kedudukan tertinggi. Dalam kedudukannya sebagai sumber hukum yang tertinggi, setiap peraturan perundang-undangan di bawah UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 harus berlandaskan dan bersumberkan pada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dengan demikian, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mempunyai fungsi sebagai alat kontrol, alat mengecek apakah norma hukum yang lebih rendah yang berlaku itu sesuai atau bertentangan dengan ketentuan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sebagai hukum dasar tertinggi, segala peraturan perundangan di bawah UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tidak boleh bertentangan dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2. Sifat dan Fungsi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Konstitusi yang dikatakan fleksibel (luwes) atau rigid (kaku) dapat ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu sebagai berikut. a) Dilihat dari cara mengubah Undang-Undang Dasar Suatu UUD dikatakan fleksibel (luwes) jika cara mengubah UUD tidak sulit atau tidak memerlukan cara-cara yang istimewa. Tetapi jika cara mengubah UUD itu memerlukan cara yang tidak mudah, UUD tersebut dapat dikatakan rigid.


130 b) Mudah tidaknya mengikuti perkembangan zaman Suatu konstitusi dikatakan fleksibel apabila konstitusi tersebut dapat mengikuti perkembangan zaman. Sebaliknya, suatu konstitusi dikatakan rigid apabila tidak dapat mengikuti perkembangan zaman. Dari pemaparan di atas, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memiliki sifat sebagai berikut. - Tertulis, rumusannya jelas, merupakan suatu hukum yang mengikat pemerintah sebagai penyelenggara negara, maupun mengikat bagi setiap warga negara. - Singkat dan supel, memuat aturan-aturan, yaitu memuat aturan- aturan pokok yang setiap kali harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman, serta memuat hak-hak asasi manusia. - Memuat norma-norma, aturan-aturan, serta ketentuan-ketentuan yang dapat dan harus dilaksanakan secara konstitusional. - Merupakan peraturan hukum positif yang tertinggi; juga sebagai alat kontrol terhadap peraturan perundang-undangan yang lebih rendah dalam hierarki tertib hukum Indonesia. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memiliki fungsi sebagai berikut. a) Alat Kontrol UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai alat kontrol apakah aturan hukum yang lebih rendah sesuai atau tidak dengan norma hukum yang lebih tinggi, yaitu UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. b) Pengatur UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 juga berperan sebagai pengatur bagaimana kekuasaan negara disusun, dibagi, dan dilaksanakan. c) Penentu UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 juga berfungsi sebagai penentu hak dan kewajiban negara, aparat negara, dan warga negara. Yuk Berlatih! Coba kalian diskusikan secara kelompok pertanyaan berikut. 1. Apa manfaat UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bagi warga negara serta bangsa dan negara? 2. Apa akibat bagi warga negara, serta bangsa dan negara, apabila Indonesia tidak memiliki UUD? 3. Apa kesimpulan yang dapat kalian rumuskan tentang arti penting UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945? 4. Tulislah hasil diskusi kalian dalam tabel berikut


131 Tabel 2.3 Arti Penting UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 No. Hak Warga Negara Bentuk Aturan dalam UUD RI Tahun 1945 Manfaat Diatur oleh UUD RI Tahun 1945 Apabila Tidak Diatur dalam UUD RI Tahun 1945 1 Mendapatkan Pendidikan 2 Beragam dan Beribadah 3 Perlindungan Hukum 4 Memilih dan Dipilih 5 Berserikat dan Berpendapat


132 Bahasa Indonesia Oktober – Desember 2023 Teks Eksposisi 1. Definisi Teks Eksposisi Teks eksposisi adalah sebuah bentuk teks atau tulisan yang memuat tentang informasi maupun pengetahuan. Secara umum, teks eksposisi sendiri memiliki tujuan untuk memberikan penjelasan atau uraian mengenai suatu ide, pokok pikiran, pendapat, informasi, maupun pengetahuan kepada pembaca tanpa bermaksud memengaruhi. Hal ini yang membuat tujuan teks eksposisi adalah memberitahukan informasi atau pengetahuan berdasarkan fakta sesuai dengan sudut pandangan tertentu. Dalam membuat teks eksposisi biasanya ditujukan untuk membahas isuisu yang ada di masyarakat, seperti Covid-19, isu tentang pendidikan, isu tentang ekonomi, dan sebagainya. Dengan ditulisnya teks eksposisi, maka pembaca akan memiliki sudut pandang yang lebih luas dalam menanggapi isiuisu hangat di tengah masyarakat. Selain itu, teks eksposisi pada dasarnya memiliki bentuk seperti sebuah retorika, yang mana dapat digunakan untuk menjelaskan tentang uraian ilmu pengetahuan sekaligus menjawab berbagai pertanyaan. Oleh karena itu, sebagian besar teks dalam buku pelajaran atau ensiklopedia pada konsepnya merupakan pengembangan dari teks eksposisi. Hal itu dapat dilihat melalui teks lainnya, seperti berita, esai, prosedur, bahkan juga laporan. 2. Tujuan Teks Eksposisi Berdasarkan pengertian teks eksposisi, maka tujuan teks eksposisi adalah untuk menyampaikan informasi kepada pembaca melalui sudut pandang tertentu. Dengan tujuan teks eksposisi tersebut, maka pembaca akan mudah memahami makna serta pengetahuan yang terkandung di dalam teks tersebut. 3. Unsur-unsur Teks Eksposisi Suatu teks dapat dikatakan sebagai teks eksposisi, jika ada dua unsur utama, yaitu memiliki gagasan dan mengandung fakta. Berikut ini adalah penjelasan tentang dua unsur dari teks eksposisi tersebut, diantaranya yaitu: a) Memiliki Gagasan. Unsur yang pertama dari teks eksposisi yaitu teks yang mengandung sebuah gagasan. Teks eksposisi sendiri memiliki banyak gagasan seperti penilaian, komentar, dan saran dari penulis terkait suatu topik yang sedang dibahas. Banyak gagasan dalam teks eksposisi dapat mengajak pembaca untuk ikut menanggapi masalah yang sedang dibahas penulis. b) Mengandung Fakta. Unsur kedua dari teks eksposisi adalah mengandung fakta yang sebenarnya. Sebagai teks nonfiksi, teks eksposisi menyajikan


133 informasi hingga gagasan sesuai fakta yang benar-benar terjadi. Fakta dalam teks eksposisi biasanya berupa informasi, misalnya seperti waktu, tanggal, tempat peristiwa, bahkan juga pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya. Pada akhirnya, fakta akan semakin membuat gagasan dari penulis menjadi lebih kuat, sehingga dapat menguatkan keyakinan pembaca terhadap gagasan maupun masalah tertentu. 4. Struktur Teks Eksposisi a) Tesis. Bagian ini adalah bagian pertama sekaligus pembuka dari teks eksposisi. Tesis sendiri dapat dipahami sebagai bagian yang memiliki fungsi untuk menyajikan pengenalan isu, masalah, gagasan utama, hingga pandangan penulis secara umum terkait topik atau masalah yang dibahas. Tesis juga bisa disebut juga sebagai pernyataan pendapat. Sebelum memulai menulis teks eksposisi, penulis harus menentukan tujuan dari teks eksposisi terlebih dahulu. b) Rangkaian Argumen. Bagian kedua dari struktur teks eksposisi adalah rangkaian argumen. Setelah tesis mengenalkan suatu isu atau masalah yang sedang hangat diperbincangkan oleh banyak orang, teks eksposisi akan dilanjut dengan rangkaian argumen. Rangkain argumen dapat dipahami sebagai pendapat berupa alasan yang logis, informasi sesuai hasil temuan, fakta yang terjadi, hingga pernyataan para ahli. Jadi, tak heran apabila di bagian ini, Kamu akan banyak menemukan pendapat sebagai penjelasan atas tesis yang dijelaskan sebelumnya. c) Penegasan Ulang. Bagian terakhir dari struktur teks eksposisi yaitu penegasan ulang. Setelah penulis menyampaikan isu atau masalah dan sudah didukung oleh berbagai alasan atau pendapat yang sesuai fakta, berikutnya akan disajikan penutup atau simpulan. Tujuan penegasan ulang sendiri adalah untuk memberikan penegasan terhadap pendapat awal sekaligus menyajikan simpulan dan saran terhadap keseluruhan masalah yang dibahas. 5. Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi Seperti pada teks yang lain, kaidah kebahasaan bisa disebut juga sebagai gaya bahasa khas dari sebuah teks, sehingga dapat membedakannya dengan teks yang lain. Berikut ini adalah beberapa kaidah kebahasaan teks eksposisi, diantaranya yaitu: a) Kata-kata Teknis. Teks eksposisi banyak memakai kata-kata teknis atau peristilahan terkait suatu topik atau masalah yang dibahas. Misalnya saja seperti: sektor kehutanan, penebangan liar, hutan lindung, kehutanan masyarakat, ekowisata, dan lain sebagainya. b) Kata-kata yang Berkaitan dengan Argumentasi. Teks eksposisi banyak memakai kata-kata yang menjelaskan dengan hubungan argumentasi. Misalnya saja seperti: jika, karena, sebab, akibatnya, dengan demikian, oleh karena itu.


134 c) Kata-kata yang Berhubungan dengan Kronologis. Teks eksposisi biasanya memakai kata-kata yang menyatakan hubungan kronologis atau istilah yang menyatakan keterangan waktu. Tidak hanya itu, teks eksposisi biasanya juga menggunakan kata-kata yang menyatakan perbandingan atau pertentangan. Sebagai contoh: akhirnya, namun, sebelum itu, kemudian, sebaliknya, berbeda halnya. d) Kata Kerja Mental. Teks eksposisi biasanya juga memakai kata kerja mental yang digunakan untuk menggambarkan jiwa. Misalnya seperti: menyimpulkan, memperkirakan, mengharapkan. memprihatinkan, mengagumkan, menyedihkan, menduga, mengasumsikan, menjelaskan, dan lain sebagaianya. e) Kata-kata Rujukan. Teks eksposisi banyak memakai kata-kata rujukan untuk menghubungkan dengan suatu informasi atau pendapat seseorang. Misalnya seperti: berdasarkan data…., merujuk pada pendapat…. f) Kata-kata Persuasif. Teks eksposisi biasanya juga memakai kata-kata persuasif untuk mengajak atau memengaruhi lawan tutur. Kata yang biasanya digunakan untuk melakukan persuasif yaitu seperti: sebaiknya, diharapkan, perlu, hendaklah, harus. g) Kata-kata Denotatif. Teks eksposisi juga banyak memakai kata-kata denotatif untuk menjelaskan sesuatu agar lebih jelas. Denotatif sendiri bisa dipahami sebagai kata yang memiliki makna sebenarnya. Kata denotatif adalah kata yang belum mengalami perubahan maupun penambahan makna. 6. Langkah-langkah Membuat Teks Eksposisi 1) Tentukan tema 2) Kumpulkan sumber untuk bahan tulisan 3) Buat kerangka tulisan 4) Kembangkan kerangka tulisan yang sudah dibuat 7. Pola Pengembangan Teks Eksposisi 1) Umum-Khusus. Pola pengembangan yang dari umum ke khusus ini dapat disebut juga dengan bentuk paragraf deduktif. Hal ini dikarenakan ide atau gagasan pokok terletak di kalimat pertama di awal paragraf dan dilanjut kalimat yang menjadi penjelas. Contoh: Meskipun bukan termasuk minuman kesehatan, kopi memiliki efek yang baik untuk gigi. Penelitian terbaru dari negeri Cappuccino, Italia, menguatkan fakta itu. Carlo Pruzzo, dari Universitas Ancona menjelaskan senyawa yang terkandung di dalam kopi menghentikan bakteri yang menempel ke gigi sintesis. Senyawa tersebut juga efektif membasmi bakteri yang bisa langsung merusak gigi.


135 Pada awal paragraf tersebut terdapat gagasan pokok yang bersifat umum, “kopi memiliki efek baik untuk gigi”. Setelah itu, dilanjut dengan kalimat penjelas yang membahas secara khusus. Supaya dapat menjelaskan bahwa kopi memiliki efek yang baik untuk gigi, pada kalimat ketiga dan keempat terdapat beberapa hasil penelitian tentang pembahasan tersebut. 2) Khusus-Umum. Pola pengembangan teks eksposisi ini merupakan kebalikan dari pola pengembangan sebelumnya, pola pengembangan dari khusus ke umum ini disebut dengan paragraf induktif. Hal ini dikarenakan kalimat pertama pada awal paragraf berisi kalimat penjelas. Sementara, paragraf diakhiri dengan kalimat umum yang memuat ide atau gagasan pokok sekaligus menjadi simpulan. Contoh: Gerakan pecinta alam dengan dasar “sadar lingkungan sehat” telah mulai menggejala di kalangan remaja. Tidak sedikit perkumpulan pecinta lingkungan yang anggotanya terdiri atas pelajar, baik itu pelajar SMP, SMA, maupun para remaja dari lingkungan pesantren. Keberanian untuk melakukan penelitian ilmiah semakin meluas, khususnya di tingkat SMA. Fenomena semacam itu merupakan bukti bahwa remaja saat ini tidak selalu bernilai negatif.


136 Teks Eksplanasi Tahukah kalian pengertian teks eksplanasi? Saat membaca koran atau postingan di media sosial, pernahkah Kamu menemukan pembahasan tentang proses terjadinya suatu peristiwa? Misalnya saja, proses terjadinya suatu fenomena atau bencana alam, baik itu penjelasan tentang proses tsunami, banjir, hujan, atau yang lainnya. 1. Definisi Teks Eksplanasi Apabila dikaji menggunakan keilmuan bahasa, maka pengertian teks eksplanasi pada bentuk yang terdiri dari dua kata yang digabung, yaitu kata teks dan kata eksplanasi. Kata teks sendiri memiliki arti sebagai sebuah tulisan yang panjang. Sementara itu, kata eksplanasi merupakan kata yang diserap dari bahasa Inggris explain, kata explain ini memiliki arti yakni menjelaskan. Jadi, definisi teks eksplanasi secara harfiah adalah sebuah teks yang memiliki fungsi untuk memperjelas suatu peristiwa atau fenomena yang terjadi di sekitar manusia. Teks eksplanasi banyak dipahami sebagai sebuah teks yang mengandung penjelasan tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadian-kejadian alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lain sebagainya. Kejadian yang dapat dijelaskan oleh teks eksplanasi dapat berwujud kejadian alam maupun kejadian sosial di sekitar manusia yang memiliki hubungan antara sebab dan akibat atau sebuah proses, misalnya seperti: bencana alam, fenomena alam, insiden sosial, hingga lahirnya suatu budaya baru. 2. Ciri-ciri Teks Eksplanasi a) Informasi yang dalam teks eksplanasi dibuat berdasarkan fakta atau kejadian yang sebenarnya. b) Pembahasan dalam teks eksplanasi adalah tentang suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau memiliki keterkaitan dengan suatu ilmu pengetahuan. c) Penjelasan yang disajikan dalam teks eksplanasi bersifat informatif, sehingga tidak ada maksud untuk memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas. d) Penjelasan pada teks eksplanasi juga berfokus pada hal umum atau generik dan tidak ada partisipasi dari manusia. Misalnya saja, seperti tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, tanah longsor, angin puting beliung, dan lain sebagainya. 3. Tujuan Teks Eksplanasi Pada dasarnya, teks eksplanasi memiliki tujuan untuk membuat pembaca mampu menjelaskan fenomena atau peristiwa yang sedang terjadi, dengan menjelaskan proses atau sebab dan akibat dari peristiwa tersebut.


137 4. Struktur Teks Eksplanasi 1) Identifikasi Fenomena. Identifikasi fenomena sendiri dapat dipahami sebagai penjelasan dari sebuah teks eksplanasi tentang gambaran umum tentang suatu fenomena atau peristiwa alam yang akan dibahas. Bagian ini terletak di awal teks eksplanasi dan biasanya digunakan untuk mengenalkan tentang proses terjadi sebuah peristiwa atau fenomena alam. 2) Rangkaian Kejadian. Pada bagian ini, Kamu dapat membuat deskripsi atau penjelasan tentang sebab dan akibat ke dalam beberapa paragraf. Beberapa orang yang sering menyebut bagian isi dari teks eksplanasi ini sebagai deretan penjelas. Hal ini dikarenakan rangkaian kejadian berisi berbagai penjelasan tentang proses dari peristiwa atau fenomena yang terjadi. 3) Interpretasi. Interpretasi ini sendiri berada di bagian akhir dari teks eksplanasi atau memiliki peran sebagai penutup dari penjelasan suatu peristiwa yang dibahas. Selain itu, interpretasi juga memuat pembahasan tentang ulasan atau penarikan kesimpulan dari penulis tentang peristiwa tersebut Pada bagian ini, Kamu dapat memberikan pernyataan atau tanggapan tentang fenomena yang telah Kamu angkat dalam teks eksplanasi. 5. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi Berikut ini beberapa kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan dalam menyusun teks eksplanasi, diantaranya yaitu: 1) Isi teks berdasarkan fakta yang sebenarnya terjadi, hal ini termasuk nonsastra. 2) Banyak memakai konjungsi kausalitas atau sebab akibat (seperti: sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu, sehingga, dst.) dan konjungsi kronologis atau hubungan waktu (seperti: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya, dst.). 3) Banyak menggunakan kata ganti berwujud kata benda dan kata bukan kata ganti orang seperti demonstrasi, banjir, gempa, gerhana, embrio, dan lain sebagainya. 4) Banyak menggunakan kata kerja pasif seperti terlihat, terbagi, terwujud, terakhir, dimulai, ditimbun, dilahirkan. 5) Banyak menggunakan istilah teknis atau ilmiah sesuai topik yang sedang dibahas. 6) Banyak menggunakan kata kopula, seperti adalah dan merupakan. 6. Langkah-langkah Menulis Teks Eksplanasi a) Observasi peristiwa yang terjadi di sekitar b) Menentukan Fokus c) Mencatat Urutan Peristiwa


138 d) Membuat Kerangka Teks e) Menyusun Teks Contoh Teks Eksplanasi Banjir Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir terjadi karena sebab alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir. Penyebab Alami Banjir Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi pemukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar. Penyebab Banjir karena Faktor Sosial Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir. Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.


139 Matematika Oktober – Desember 2023 PERSAMAAN GARIS LURUS Persamaan garis lurus merupakan persamaan yang grafiknya berupa garis lurus dan dapat dinyatakan ke dalam berbagai bentuk dan variabel. Bentuk persamaan garis lurus pada umumnya dinyatakan dalam bentuk aljabar, yaitu : • = + , dengan ≠ 0 : Gradien/kemiringan garis , : Variabel : Konstanta • + + = 0, dengan , ≠ 0 : Koefisien x : Koefisien y , : Variabel : Konstanta Contoh Soal 1. Nyatakan setiap persamaan garis berikut dalam bentuk y = mx + c 2x + 5y + 3 = 0 Pembahasan 2 + 5 + 3 = 0 5 = −2 – 3 = − − 2. Nyatakan setiap persamaan garis berikut dalam bentuk umum Ax + By + C=0 = −2 + 3 Pembahasan = −2 + 3 + 2 − 3 = 0 2 + − 3 = 0 Latihan 1. Nyatakan setiap persamaan garis berikut ini dalam bentuk y = mx + c a. 2x – y + 4 = 0 b. 3x + 2y + 6 = 0 2. Nyatakan setiap persamaan garis berikut ini dalam bentuk Ax + By +C = 0 y = 1 2 + 1 Grafik Persamaan Garis Misalkan kita akan menggambar garis y = 2x + 6


140 Langkah 1: Buatlah tabel dari beberapa pasangan x dan y (, ) −1 4 (−1,4) 0 6 (0,6) 1 8 (1,8) 2 10 (2,10) 3 12 (3,12) Langkah 2: Gambarlah titik-titik yang telah diperoleh pada bidang koordinat Kartesius kemudian hubungkan dengan garis lurus, sehingga diperoleh gambar garis y=2x+6 Berdasarkan konsep melalui dua buah titik dapat dibuat sebuah garis kita dapat menggambar garis = 2 + 6 tanpa harus mencari titik-titik yang banyak dari pasangan dan , namun cukup 2 titik saja. Dua titik yang mudah kita cari adalah titik potong dengan sumbu-, jika = 0. Dengan demikian, Langkah-langkah untuk menggambar garis y = 2x + 6 adalah sebagai berikut: Langkah 1 a. Mencari koordinat titik potong dengan sumbu-X, syaratnya y = 0 y = 2x + 6 0 = 2x + 6 −6 = 2 = −3 Jadi, koordinat titik potong dengan sumbu-X adalah (-3,0) b. Mencari koordinat titik potong dengan sumbu-Y, syaratnya x = 0


141 y = 2x + 6 y = 2 (0) + 6 Jadi, koordinat titik potong dengan sumbu-Y adalah (0,6) Jika disajikan dalam bentuk tabel, diperoleh: (, ) 0 6 (0,6) −3 0 (−3,0) Langkah 2: Gambarlah titik-titik (0,6) dan (-3,0) pada bidang koordinat Kartesius kemudian hubungkan kedua titik itu dengan sebuah garis, sehingga diproleh gambar garis = 2 + 6. Contoh Soal Gambarkan setiap garis berikut ini pada system koordinat Kartesius. a. y = x + 1 b. y = 3x c. = −2 + 4 d. 2 + 3 − 6 = 0 Pembahasan a. y = x + 1 x y (x, y) 0 1 (0,1) −1 0 (−1, 0) b. y = 3x x y (x,y) 0 0 (0,0) 1 3 (1 ,3)


142 c. = −2 + 4 x y (x,y) 0 … (…,…) … 0 (… ,…) d. 2x + 3y – 6 = 0 x y (x,y) 0 … (…,…) … 0 (… ,…) Latihan Gambarkanlah grafik setiap garis! 1. = 4 − 4 2. 2 − 3 + 6 = 0 3. 3 + 4 − 12 = 0 Sifat-sifat persamaan garis: 1. Persamaan garis = dan = + Garis dengan persamaan = + adalah garis yang sejajar dengan garisy=x dan melalui titik (0, ) 2. Persamaan garis = Garis dengan persamaan = adalah garis yang melalui titik asal (0,0) dan memiliki gradien 3. Persamaan garis = + Garis dengan persamaan = + adalah garis yang sejajar dengan garis = dan melalui titik (0, ) ➢ Gradien adalah ukuran untuk kecondongan atau kemiringan suatu garis. ➢ Gradien garis yang melalui titik (1, 1) (2, 2) adalah:


143 = 2 − 1 2 − 1 1 ≠ 2 ➢ Gradien garis yang melalui titik asal (0,0) dan (, ) adalah = ➢ Gradien garis + + = 0 dengan , ≠ 0 adalah = − Menentukan persamaan garis a. Persamaan garis yang melalui satu titik (1, 1) dengan gradien m adalah: − 1 = ( − 1) b. Persamaan garis yang melalui dua titik (1, 1) dan (1, 1) adalah: c. Persamaan garis yang melalui titik (a, 0) dan (0, b) dengan a, b ≠ 0 adalah: Bx + ay = ab Latihan 1. Menurutmu, manakah yang merupakan persamaan garis lurus? Jelaskan pendapatmu! a. 4 + 2 = 0 b. + 8 = 3 c. 2 + 2 = 12 2. Gambarlah garis yang memiliki persamaan berikut. a. 2 + 6 b. + 3 − 4 = 0 3. Diketahui persamaan garis yang melalui titik A (3,4) dan bergradien 3 adalah = 3 − 5. Buktikanlah hal tersebut! 4. Diketahui titik A (1,2) dan titik B (−2, −2) dengan kemiringan 4 3 . Tentukan persamaan garisnya!


144 5. Tentukan kemiringan dari garis di bawah ini! PERSAMAAN DAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL 1. Persamaan linear satu variabel Bentuk umum persamaan linear satu variabel adalah: + = 0, dengan ≠ 0 x : variabel a : koefisien b : konstanta 2. Persamaan linear dua variabel (PLDV) Bentuk umum persamaan linear dua variabel adalah: + + = 0, dengan ≠ 0 x dan y : variabel a dan b : koefisien c : konstanta 3. Sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) Sistem persamaan linear dua variabel adalah satu sistem dari dua atau lebih persamaan linear dua variabel. Bentuk baku sistem persamaan linear dua variabel adalah : x dan y : variabel a, b, c : koefisien e, f : konstanta


145 Metode dalam penyelesaian SPLDV: a. Metode grafik b. Metode substitusi Substitusi artinya memasukkan atau menggantikan pada tempatnya. Contoh: Dengan menggunakan metode subtitusi, tentukan himpunan penyelesaian SPLDV berikut. Pembahasan: Langkah 1: Ubahlah salah satu persamaan (misalkan persamaan (1) dengan menyatakan salah satu variabel ke dalam variabel lain. Persamaan (1) diubah menjadi persamaan (3) Langkah 2: Substitusikan persamaan (3) ke persamaan (2) x – 4y = 9 Langkah 3: Substitusikan nilai y = -1 ke persamaan (3), sehingga diperoleh nilai x. x = 3 – 2y = 3 – 2 (-1) = 3 + 2 = 5 Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {(5, -1)} c. Metode eliminasi Eliminasi artinya menghilangkan salah satu variabel. Dengan menggunakan metode eliminasi, tentukan himpunan penyelesaian SPLDV berikut. Pembahasan: Langkah 1: Mengeliminasi variabel x dengan menyamakan koefisiennya. Langkah 2: Mengeliminasi variabel y dengan menyamakan koefisiennya.


146 Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {(-5, -7)} d. Metode gabungan eliminasi-substitusi Contoh: Dengan metode gabungan eliminasi dan substitusi, tentukan himpunan penyelesaian SPLDV berikut. Pembahasan Langkah 1: Mengeliminasi variabel x dengan menyamakan koefisiennya Langkah 2: Substitusikan nilai y = -3 ke salah satu persamaan, misalkan kita substitusi ke persamaan 4x – 3y = 11 Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah: {(1 2 , 3)} Tiga kemungkinan penyelesaian yang akan terjadi dari SPLDV berikut. a. Jika ≠ maka SPLDV-nya mempunyai penyelesain tunggal atau akar tunggal. b. Jika = ≠ maka SPLDV-nya tidak mempunyai penyelesain atau tidak mempunyai akar c. Jika = = maka SPLDV-nya mempunyai banyak penyelesain atau mempunyai penyelesaian yang tidak berhingga.


147 Latihan 1. Himpunan penyelesaian system persamaan 3 + 2 = 16 dan 2 − = −1 adalah …. 2. Buatlah grafik penyelesaian dari y – 2x =6! 3. Himpunan penyelesaian dari SPLDV berikut adalah …. 4. Harga 5 buah kue A dan 2 buah kue B Rp4.000,00. Sedangkan harga 2 buah kue A dan harga 3 buah kue B Rp2.700,00. Jadi, berapakah harga 10 kue A dan 10 kue B? 5. Harga satu baju dan tiga kaos Rp185.000,00 dan harga tiga baju dan tiga kaos untuk jenis yang sama Rp275.000. Harga satu baju dan satu kaos adalah …


148 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Oktober – Desember 2023 SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA A. Sistem Pencernaan pada Manusia Pencernaan adalah proses memecah makanan menjadi molekul kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah. 1. Proses sistem pencernaan Secara umum, proses pencernaan terdiri atas 2 jenis, yaitu proses pencernaan mekanis dan kimiawi. a. Proses Pencernaan Mekanik Proses pencernaan mekanik merupakan proses pencernaan makanan yang dilakukan dengan gerakan-gerakan seperti mengunyah, menelan, memompa, menghancurkan, dan meremas makanan. Pencernaan mekanik bertujuan untuk mengubah ukuran makanan menjadi lebih kecil. b. Proses Pencernaan Kimiawi Proses pencernaan kimiawi adalah proses pencernaan makanan yang melibatkan enzim. Pencernaan kimiawi ini bertujuan buat mengubah partikel makanan yang kecil-kecil jadi bentuk yang siap diserap sama tubuh. 2. Organ sistem pencernaan pada manusia


149 a. Saluran Pencernaan 1) Rongga Mulut a) Gigi • Fungsi = Gigi Seri (incisor) = memotong dan menggigit makanan Gigi taring (canicus) = merobek makanan Gigi geraham (molar) = mengunyah makanan Pada gigi terjadi pencernaan mekanis • Gigi terbentuk dari tulang gigi yang disebut dentin • Struktur gigi • Susunan gigi b) Lidah • Sekumpulan otot lurik yang berfungsi sebagai alat bantu untuk bersuara, melumatkan makanan dan menelan makanan • Di dalam lidah, terdapat proses pencernaan kimiawi.


Click to View FlipBook Version