Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Jawab:
3.2. PERSIAPAN MEMBANGUN DHCP SERVER
1. PC server telah terinstall Debian 7,
2. PC server telah terpasang 2 buah LAN card,
3. Pastikan PC server sudah diberi alamat IP di LAN card 1 (eth0) dan LAN card 2 (eth1),
4. DVD repository 2 & DVDRom.
3.3. INSTALASI DHCP SERVER
Setelah memenuhi persiapan membangun DHCP server, masukkan DVD repository (DVD
repo) yang ke 2 ke dalam DVD Rom PC server. Ikuti langkah-langkah berikut ini,
root@ruddy:/home/ruddy# apt-cdrom add (tekan enter !)
root@ruddy:/home/ruddy# apt-get install isc-dhcp-server (tekan enter !)
Gambar 77
Di gambar 77 menjelaskan proses intalasi DHCP sedang berjalan, jika intsalasi DHCP sudah selesai,
maka akan tampil seperti gambar 78. Meskipun di gambar tersebut komputer server
menyampaikan informasi “DHCP failed” namun pekerjaan intalasi dianggap berhasil karena
informasi “failed” dimaksudkan bahwa mesin DHCP belum siap (gagal) mendistribusikan IP
address.
Page | 46
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 78
3.4. KONFIGURASI DHCP SERVER
Setelah berhasil mengintsall aplikasi isc-dhcp-server, lakukan pengeditan di file
“dhcp.conf” secara hati-hati dan teliti. Perhatikan gambar 77 dan 78.
root@ruddy:/home/ruddy# nano /etc/dhcp/dhcpd.conf (tekan enter !)
Gambar 79
Di gambar 79 menjelaskan bahwa file /etc/dhcp/dhcpd.conf berhasil ditemukan, jika isi file
tersebut kosong, berarti Anda telah salah menulis perintah/etc/dhcp/dhcpd.conf.
Kemudian cari tulisan “# A slightly different” letaknya ada di bawah file ini. Caranya
tekan panah bawah di keyboard cari secara manual tulisan tersebut sampai dapat atau ada cara
lain, tekan CTRL W untuk mencari tulisan tersebut, ketikan tulisan ini di dalam Search: a
slightly, kemudian tekan enter !
Page | 47
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gantilah/edit tulisan yang ada di kotak hijau atau tepat di bawah tulisan “# A slightly
different”. Ganti/edit tulisan di gambar 80 dengan teliti ! (catatan: hanya menghilangkan
tanda # dan mengedit IP address sesuai naskah soal/perintah).
Gambar 80 Script File dhcpd.conf Sebelum Diganti
Samakan tulisan gambar 80 seperti gambar 81 di bawah ini !
Gambar 81 Script File dhcpd.conf Sesudah Diganti
Catatan: Hanya menghilangkan tanda # dan mengedit IP address sesuai naskah soal/perintah).
Tulis dengan teliti, salah tulis atau tidak teliti, maka DHCP server tidak akan berfungsi.
Jika telah selesai diedit, save dengan menekan CTRL X, kemudian tekan Y, dan tekan enter !
Page | 48
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Restart hasil konfigurasi DHCP dengan;
root@ruddy:/home/ruddy# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart (tekan enter !)
atau (pilih salah satu saja)
root@ruddy:/home/ruddy# service isc-dhcp-server restart (tekan enter !)
3.5. UJI COBA HASIL DHCP SERVER
Setelah DHCP server direstart, lakukan pengujian pertama di PC server Debian dengan
perintah “dhclient” untuk melihat apa saja layanan server yang terkoneksi dengan DHCP server.
root@ruddy:/home/ruddy# dhclient (tekan enter !)
Gambar 82 Pengujian Hasil DHCP Server di PC server
Pengujian kedua, hasil DHCP yang lebih valid bisa dilakukan di sebuah PC client, ini akan
lebih terukur kinerjanya. Sambungkan kabel jaringan dari PC server Debian ke PC client, kemudian
PC client disetting IP secara dinamis (obtain an IP address automatically) atau tanpa IP address,
kemudian lihat di CMD dengan perintah “ipconfig” untuk mengetahui apakah PC client sudah
mendapat IP address yang diberikan oleh DHCP server PC Linux Debian. IP address PC client akan
diisi secara otomatis, ini menandakan pembuatan DHCP server telah berhasil. Ikuti langkah-
langkahnya mulai dari gambar 83 sampai gambar 87.
Gambar 83
Gambar 84
Page | 49
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 85 Mengosongkan IP Address
Gambar 86 Melihat Hasil DHCP Server
Page | 50
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 87 Melihat Hasil DHCP Server di CMD
Perhatian :
Jika PC Linux Debian tetap tidak memberikan IP address ke PC client, silahkan dari PC Debian di
restart dengan perintah “reboot” atau init 6, kemudian lihat kembali IP address di PC client
Windows. PC client Windows harus mendapat IP address secara otomatis.
Setelah selesai membuat DHCP server, marilah kita lanjutkan menuju pembuatan remote server
dengan Scure Shell (SSH).
TUGAS 1
A. Diketahui sebuah PC server Linux varian Debian di LANcard kedua dikoneksikan ke switch
atau langsung ke PC client, berfungsi sebagai DHCP server, kemudian melalui interface ini
pula dibuat nomor IP beralamat : 202.18.17.1 untuk mendistribusikan IP address menuju 34
komputer client. Praktikkan bagaimana cara membuat DHCP server dengan tepat !
B. Lakukan uji coba koneksi kabel ke salah satu PC dari 34 PC client, kemudian hubungkan ke
eth1 PC server, untuk menguji apakah PC client telah mendapat IP. Anda bisa lakukan
pengujian dengan cara lain, yaitu test uji koneksi tersambung di PC client dengan aplikasi
CMD, ketikkan perintah “ping 202.18.17.1” kemudian enter !. Jika pekerjaan Anda benar,
maka akan muncul respon di layar monitor “repply form ..... TTL=128....”
Page | 51
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
C. Setelah selesai dipraktikkan, tunjukkan hasil keberhasilan uji coba di PC server tersebut
dengan gambar print screen atau bukti foto ke guru pembimbing !
D. Buatlah laporan tertulis langkah-langkah konfigurasi DHCP server di lembar yang telah
disediakan !.
E. Buatlah laporan tertulis langkah-langkah ujicoba untuk melihat hasil DHCP server di lembar
yang telah disediakan !.
Page | 52
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Lembar Tugas (Isi dalam Kotak Ini)
Catatan: Diperiksa Oleh: Tanggal: Ketuntasan Belajar:
Kembali Lanjutkan
Page | 53
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Lembar Tugas (Isi dalam Kotak Ini)
Catatan: Diperiksa Oleh: Tanggal: Ketuntasan Belajar:
Kembali Lanjutkan
Page | 54
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
REMOTE SERVER
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan belajar 8-9, siswa diharapkan;
1. Dapat menjelaskan konsep remote server,
2. Dapat menginstall remote server,
3. Dapat mengkonfigurasi remote server,
4. Dapat menguji hasil remote server.
4.1. KONSEP & CARA KERJA REMOTE SERVER
Remote server adalah layanan aplikasi untuk mengendalikan (menginstal &
mengkonfigurasi) server dalam jaringan yang dapat dilakukan dari jarak jauh atau di tempat yang
berbeda sehingga untuk melakukan konfigurasi PC server tidak harus berada di depan komputer
server. Untuk mengendalikan server secara rutin, fasilitas remote server akan terasa sangat
bermanfaat saat seorang Administrator tidak hadir bersama servernya, kendali dengan servernya
dapat dilakukan melalui jaringan internet atau intranet.
Pekerjaan rutinitas sehari-hari administrasi server seperti; menginstal, mengkonfigurasi,
menguji coba server yang dilakukan dengan cara remote access terutama menggunakan jaringan
internet tentunya harus aman dan terlindungi dari penyadapan. Selama koneksi berlangsung,
trafik menuju server harus dilindungi dengan kuat oleh enkripsi. Enkripsi merupakan proses
mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa
bantuan pengetahuan khusus seperti kriptografi, proses enkripsi dilakukan dengan cara
mengubah informasi masukan berupa teks terang (plaintext), teks ini masih terbaca menjadi
informasi keluaran berupa teks tersandi (ciphertext). Enkripsi yang digunakan oleh SSH
dimaksudkan untuk memberikan kerahasiaan dan integritas data di jaringan, oleh karena itu
seorang administrator perlu memperhatikan dalam menggunakan aplikasi remote access yang
aman untuk melindungi jaringan tersebut.
Aplikasi remote access untuk kendali jauh yang aman dapat menggunakan SSH (Scure
Shell) server, ada juga aplikasi remote access yang tidak aman yaitu telnet, karena tidak adanya
enkripsi. Di modul pembelajaran ini, aplikasi remote server yang digunakan adalah openssh yang
di dalamnya terdapat scp, sftp, ssh, dan sshd, namun penulis memilih sshd server untuk
pembuatan remote server, sedangkan peremotenya (PC pengendali) menggunakan SSH client,
yaitu aplikasi putty. Dengan menggunakan opennssh membuat koneksi jaringan terenkripsi
sehingga aman selama koneksi berlangsung.
Untuk melatih keterampilan dalam membuat remote server, cobalah kerjakan pekerjaan
berikut ini; Anda sebagai administrator jaringan di sebuah perusahaan ditugaskan untuk membuat
layanan remote server di PC berbasis linux Debian dengan spesifikasi sebagai berikut.
Page | 55
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Diketahui:
PC server dengan alamat IP 192.168.20.17 dikendalikan oleh PC client (PC Debian dikendalikan
dari jarak jauh oleh PC client Windows). Remote kendali menggunakan port=2222 (yang
digunakan jalur saluran 2222) bukan port=22. Port 22 merupakan jalur saluran default standar
SSH yang disediakan oleh openssh dan dapat diubah. Berarti kita dapat mengalihkan sekaligus
menonaktifkan port 22 menuju port 2222, tujuannya akan lebih aman dan tidak mudah diremote
oleh orang lain yang tidak berkepentingan.
Ditanyakan:
Bagaimana cara membuat remote server dengan openssh dengan port yang telah dirubah
menjadi port=2222 dan bagaimana cara menguji hasilnya ?
Jawab:
4.2. PERSIAPAN MEMBANGUN REMOTE SERVER
1. PC server telah memiliki IP address di eth1
2. PC client (sebagai peremote) telah memiliki IP address
3. Aplikasi putty berbasis windows 64bit
4. DVD repository 1 & DVDRom.
5. Kabel jaringan
4.3. INSTALASI REMOTE SERVER
Setelah memenuhi persiapan membangun remote server, masukkan DVD repository (DVD
repo) yang ke 1 ke dalam DVD Rom PC server. Ikuti langkah-langkah berikut ini,
root@ruddy:/home/ruddy# apt-cdrom add (tekan enter !)
root@ruddy:/home/ruddy# apt-get install openssh-server (tekan enter !)
Page | 56
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 88 Menginstall openssh-server
4.4. KONFIGURASI REMOTE SERVER
Lakukan pengeditan tulisan di file: sshd_config dengan cara seperti berikut;
root@ruddy:/home/ruddy# nano /etc/ssh/sshd_config (tekan enter !)
Gambar 89
Penjelasan di gambar 89, kita beri tanda “#” di depan tulisan “Port 22” menjadi #Port 22
(tanda pagar berarti menonaktifkan/disable). Kemudian tepat di bawah tulisan #Port 22
tersebut, ketikkan/tambahkan tulisan Port 2222 (semula tulisan Port 2222 tidak ada).
Save dengan menekan CTRL X, kemudian tekan Y, dan tekan enter !
Page | 57
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Restartlah hasil konfigurasi SSH;
root@ruddy:/home/ruddy# /etc/init.d/ssh restart (tekan enter !)
atau
root@ruddy:/home/ruddy# service ssh restart (tekan enter !)
4.5. UJI COBA HASIL REMOTE SERVER
Pasang kabel jaringan dari PC server ke PC client seperti gambar 90, untuk topologinya
dibuat sederhana bisa dibuat peer to peer.
PC Server PC Client (pengendali PC server)
dgn Remote server SSH
Gambar 90 Memasang kabel jaringan dari PC Server ke PC Client
Lakukan pengujian jaringan, sambungkan kabel cross over yang sudah dibuat dengan
benar dari PC server ke PC user client (laptop). PC client laptop menggunakan windows 7 dan
tidak perlu diberi alamat IP (karena IP sudah diberi oleh DHCP server Debian). PC Client Windows
menggunakan software aplikasi putty sebagai remotenya.
Download software aplikasi putty di www.putty.org, kemudian install putty di PC client
dan sesuaikan putty dengan versinya 32 bit atau 64 bit dengan versi OS windowsnya. Sebaiknya
untuk mempermudah, simpan file putty.exe di desktop PC client windows, agar sewaktu-waktu
mudah dicari.
Gambar 91 Sortcut putty di destop
Gambar 92 Instalasi awal putt
Page | 58
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Buka putty di PC client seperti gambar 93, isikan pada bagian Host Name (or IP address) =
192.168.20.17 dan Port = 2222, klik open. Ingat... port 22 tidak dipakai karena sudah dialihkan
dan tidak aktif lagi, hal ini disebabkan tanda # yang berarti tidak aktif.
Gambar 93
Tampilan putty di PC client seperti gambar 94; isikan login name dan passwordnya yang sesuai, ini
sama dengan login di PC Debian. Login as : ruddy, password : abcd2017, kemudian enter.
Gambar 94 Login dan password di putty
Page | 59
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Jika berhasil, maka seperti gambar 95. Dari PC client bisa masuk ke tampilan terminal PC server
Debian dan mengendalikan (meremote) PC server tanpa harus berhadapan di layar PC server.
Gambar 95 Koneksi putty dari PC client berhasil diakses
Jika error koneksi dan putty innactive, akan muncul seperti gambar 96. Kemungkinan besar ada
kesalahan di IP address dan DHCP server yang salah konfigurasi.
Gambar 96 Putty error terkoneksi dengan PC server
Gambar 97 putty inactive
Page | 60
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Penting:
Jika PC client tidak berhasil meremote PC server Debian, berarti PC server Debian wajib
melakukan reboot, dengan perintah “reboot” atau “init 6 “ dan PC client direstart pulu secara
bergantian. Namun jika tetap terjadi kegagalan juga, maka periksa kembali konfigurasinya satu
demi satu. Biasanya kesalahan/kegagalan terjadi di SALAH KETIK, KURANG TULISAN, KELEBIHAN
TULISAN, TANDA TITIK KOMA, SPASI, TANDA PAGAR, KESALAHAN MENULIS IP ADDRESS KARENA
TIDAK TELITI/KECEROBOHAN. INILAH YANG MENYEBABKAN BOROS WAKTU & BUANG TENAGA.
Setelah selesai membuat remote server, marilah kita lanjutkan menuju pembuatan web server
dengan apache.
TUGAS 1
A. Diketahui sebuah PC server Debian dengan alamat IP 202.18.17.1 di LANcard kedua
dikoneksikan ke switch atau langsung ke PC client, dan akan diremote dalam jaringan lokal
oleh PC lain yang berbasis windows menggunakan aplikasi putty. Kendali jarak jauh
menggunakan port=510 (yang digunakan jalur saluran 510). Berarti Anda sebagai
administrator dapat mengalihkan sekaligus menonaktifkan port 22 menuju ke port 510,
tujuannya akan lebih aman dan tidak mudah diremote oleh orang lain yang tidak
berkepentingan. Praktikkan bagaimana cara membuat layanan remote server tersebut !
B. Lakukan uji coba koneksi kabel ke PC Debian melalui eth1 PC, untuk menguji apakah PC client
mampu mengendalikan PC server. Gunakan aplikasi putty untuk kendali jarak jauh/berlainan
tempat. Jika pekerjaan Anda benar, maka akan muncul respon di layar monitor yang sama
dengan layar monitor PC server Debian.
C. Setelah selesai dipraktikkan, tunjukkan hasil keberhasilan uji coba di PC server tersebut
dengan gambar print screen atau bukti foto ke guru pembimbing !
D. Buatlah laporan tertulis langkah-langkah konfigurasi remote server di lembar yang telah
disediakan !.
E. Buatlah laporan tertulis langkah-langkah ujicoba untuk melihat hasil remote server di lembar
yang telah disediakan !.
Page | 61
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Lembar Tugas (Isi dalam Kotak Ini)
Catatan: Diperiksa Oleh: Tanggal: Ketuntasan Belajar:
Kembali Lanjutkan
Page | 62
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Lembar Tugas (Isi dalam Kotak Ini)
Catatan: Diperiksa Oleh: Tanggal: Ketuntasan Belajar:
Kembali Lanjutkan
Page | 63
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
WEB SERVER
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan belajar 10-12, siswa diharapkan;
1. Dapat menjelaskan konsep web server,
2. Dapat menginstall web server,
3. Dapat mengkonfigurasi web server,
4. Dapat menguji hasil web server.
5.1. KONSEP & CARA KERJA WEB SERVER
Web server adalah aplikasi server yang berfungsi untuk menampilkan halaman web (situs)
yang dimiliki oleh PC server agar dapat dilihat oleh user dengan bantuan aplikasi web browser
(web client). Adanya web server juga memudahkan kita mengakses aplikasi yang berbasis web
Web browser secara default bekerja di port 80 dengan cara menerima permintaan dari
user dan memberikan respon dokumen html, php, java script, dan dokumen lain, web browser di
user akan menerjemahkan dokumen html, php, java script, dan naskah lain ke tampilan yg sesuai
sehingga informasi dapat dibaca (dimengerti) oleh user.
Dari macam-macam web server yang ada seperti; apache, nginx, tomcat, dll, di modul
pembelajaran ini menggunakan apache versi 2 (apache2) sebagai web server karena apache
banyak dikenal, digunakan secara luas oleh mayoritas Linux, dan memiliki banyak dukungan yang
dapat digandeng bersama php, perl, script CGI, ASP.NET, python, mysql, postgreSQL, oracle, dll.
Berikut ini langkah-langkah membuat web server di PC Debian.
Diketahui:
PC server dengan alamat IP 192.168.20.17 di eth1 akan dibangun layanan web server dengan
apache2 sebagai aplikasinya beserta penerjemah script PHP. Di halaman web tersebut saat
browsing dgn alamat IP 192.168.20.17 ditampilkan info bertuliskan “It works!”. Anda sebagai
admnistrator jaringan ditugaskan untuk membuat web server hingga siap pakai.
Ditanyakan:
Bagaimana cara membuat web server dengan apache beserta penerjemah script PHP dan
bagaimana cara menguji hasilnya ?
Jawab:
Page | 64
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
5.2. PERSIAPAN MEMBANGUN WEB SERVER
1. PC server telah memiliki IP address di eth1
2. PC client telah memiliki IP address yang se-network
3. DVD repository 1 & DVDRom.
4. Kabel jaringan
5.3. INSTALASI WEB SERVER
Setelah memenuhi persiapan membangun web server, masukkan DVD repository 1 ke
dalam DVD Rom PC server. Ikuti langkah-langkah berikut ini,
root@ruddy:/home/ruddy# apt-cdrom add (tekan enter !)
root@ruddy:/home/ruddy# apt-get install apache2 php5 (tekan enter !)
Gambar 98 Menginstall Apache2 dan PHP5
Pilih Yes (tekan Y) dan enter untuk menyetujui akan memasang apache2 & PHP5.
5.4. KONFIGURASI WEB SERVER
Pindah ke folder apache2/sites-available dengan perintah “cd”, kemudian gandakan file
“default” menjadi 1 file baru (contoh bernama: web) di dalam folder sites-available. File “default”
yang berada di folder “apache2/sites-available” perlu dikonfigurasi, dengan menambahkan nama
virtualhost sesuai keinginan/perintah yang ditugaskan. Perhatikan gambar 99 dan 100.
root@ruddy:/home/ruddy# cd /etc/apache2/sites-available (tekan enter !)
Gambar 99 Menampilkan isi folder sites-available di apache2
Page | 65
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 100 Menggandakan file default di folder sites-available
Lihat hasil penggandaan file baru dengan perintah “ls”; (tekan enter !)
root@ruddy:/etc/apache2/sites-available# ls
Gambar 101 Hasil file yang telah digandakan di folder sites-available
Setelah berhasil menggandakan file “default” menjadi file baru bernama “web” seperti di gambar
101, kita edit file baru tersebut dengan text pengedit nano. File “web” sebagai alamat virtualhost
di edit di folder “etc/apache2/sites-available”, sehingga hasilnya seperti gambar 102 .
root@ruddy:/etc/apache2/sites-available# nano web (tekan enter !)
Gambar 102 Mengedit file web di folder sites-available
Save hasil konfigurasi di gambar 102 dengan menekan CTRL X, kemudian tekan Y, dan enter !
Masih di folder “etc/apache2/sites-available”, agar web server bisa tampil secara
langsung sesuai dengan hasil konfigurasi yang diinginkan, maka kita harus menjadikan folder
“web” menjadi website utama, yaitu dengan cara;
1. Mendisablekan (memutus) folder bernama “default”
2. Mengenablekan (menyambungkan) folder bernama “web”.
Perhatikan cara melakukannya seperti di gambar 103 !
Page | 66
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 103 Mendisable folder default dan mengenable folder web untuk menjadi website utama
Selanjutnya, coba berpindah folder menuju folder “var/www” untuk membuat folder “web”,
sehingga folder “web” berada di dalam folder “www”.
root@ruddy:/etc/apache2/sites-available# cd /var/www (tekan enter !)
root@ruddy:/var/www# mkdir web (tekan enter !)
root@ruddy:/var/www# cp index.html web (tekan enter !)
root@ruddy:/var/www# cd web (tekan enter !)
Kemudian buatlah file berextension PHP untuk menguji apakah web server sudah mampu
membaca (menerjemahkan) file berjenis PHP.
root@ruddy:/var/www/web# cat > phpinfo.php (tekan enter !)
root@ruddy:/var/www/web# ls (tekan enter !)
root@ruddy:/var/www/web# nano phpinfo.php (tekan enter !)
Gambar 104 Membuat script file info PHP.
Save hasil konfigurasi di gambar 104 dengan menekan CTRL X, kemudian tekan Y, dan enter !
dan restartlah hasil konfigurasi web server;
root@ruddy:/home/ruddy# /etc/init.d/apache2 restart (tekan enter !)
atau
root@ruddy:/home/ruddy# service apache2 restart (tekan enter !)
5.5. UJI COBA HASIL WEB SERVER
Untuk menguji hasil web server, pasang kabel jaringan dari PC server ke PC client seperti
gambar 105, topologinya dibuat peer to peer. PC client harus memiliki IP address yang se-alamat
dengan PC server dan PC client sudah memiliki web browser sebagai pembaca halaman web.
PC Web Server PC Client dengan web browser
Gambar 105 Memasang kabel jaringan dari PC Server ke PC Client
Page | 67
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Pengujian dilakukan sebanyak dua kali untuk menilai keberhasilan web server dalam
menampilkan halaman yang berbasis PHP dan HTML, berikut ini pengujiannya. Pengujian
pertama, buka web browser yang tersedia di PC client, kemudian isi alamat web dengan IP
address milik PC server, yaitu 192.168.20.17, alamat ini diperuntukan membaca script
pemrograman yang berekstensi HTML. Untuk sementara ini, web server belum bisa diisi dengan
alamat nama domain karena DNS server belum dibuat, perhatikan gambar 106 !
Gambar 106 Pengujian file berbasis html di web server.
Isi dari halaman html di gambar 106 terlihat sederhana, informasi hanya bertuliskan “It works!”
yang berarti web server di PC server Debian siap untuk diisi dengan scrip html yang lain. Agar
informasi yang ditampilkan sesuai keinginan, halaman html tersebut bisa diedit di file
“index.html” yang letaknya ada di “/var/www/web” (folder ini sudah kita buat sebelumnya).
Tulisan perintahnya adalah: nano /var/www/web/index.html, kemudian enter !
Pengujian kedua masih di web browser PC client, isi alamat web dengan IP address milik
PC server, yaitu 192.168.20.17/phpinfo.php seperti tampil di gambar 107 ! Alamat ini
diperuntukan untuk membaca script pemrograman yang berekstensi PHP dari web server
sekaligus melihat versi PHP dan informasi PHP yang lainnya. Alamat dari halaman PHP ini
diletakkan di “/var/www/web” (folder ini juga sudah kita buat sebelumnya). Bukti keberhasilah
dari uji coba web server seperti gambar 170 di bawah ini.
Page | 68
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 107 Pengujian file berbasis php di web server.
TUGAS 1
A. Diketahui sebuah PC server Debian dengan alamat IP 202.18.17.1 di LANcard kedua
dikoneksikan ke switch atau langsung ke PC client, dan akan dibuat web server dengan
spesifikasi sebagai berikut:
1. Di dalam web server yang akan dibangun, dipusatkan folder (direktori) bernama
“websiteku” sehingga akan beralamat di “/var/www/websiteku”.
2. Di dalam folder websiteku, terdapat dua file yang bernama: “index.html” dan
“phpinfo.php”.
3. Tampilan halaman yang akan di informasikan di website bertuliskan “Selamat Datang Di
Sekolah Kami” seperti gambar di bawah ini, sehingga tulisan “It works!” harus dirubah.
Anda bisa mengedit dengan nano di file “index.html” yang letaknya ada di
“/var/www/websiteku”. Perintahnya adalah: nano /var/www/websiteku/index.html
Page | 69
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Praktikkan bagaimana cara membuat layanan web server tersebut !
B. Lakukan uji coba koneksi kabel ke PC Debian melalui eth1 PC, untuk menguji apakah PC client
mampu mengakses web server. Gunakan aplikasi web browser (chrome, Firefox, IE,
iceweasel, dll.) kemudian panggil IP address di web browser: 202.18.17.1. Jika pekerjaan
Anda benar, maka akan muncul respon di layar monitor yang bertuliskan “Selamat Datang Di
Sekolah Kami”. Kemudian uji coba halam PHP dengan IP address di web browser:
202.18.17.1/phpinfo.php
C. Setelah selesai dipraktikkan, tunjukkan hasil keberhasilan uji coba di PC server tersebut
dengan gambar print screen atau bukti foto ke guru pembimbing !
D. Buatlah laporan tertulis langkah-langkah konfigurasi web server di lembar yang telah
disediakan !.
E. Buatlah laporan tertulis langkah-langkah ujicoba untuk melihat hasil web server di lembar
yang telah disediakan !.
Page | 70
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Lembar Tugas (Isi dalam Kotak Ini)
Catatan: Diperiksa Oleh: Tanggal: Ketuntasan Belajar:
Kembali Lanjutkan
Page | 71
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Lembar Tugas (Isi dalam Kotak Ini)
Catatan: Diperiksa Oleh: Tanggal: Ketuntasan Belajar:
Kembali Lanjutkan
Page | 72
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
DATABASE SERVER
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan belajar 13-15, siswa diharapkan;
1. Dapat menjelaskan konsep database server,
2. Dapat menginstall database server,,
3. Dapat menguji hasil database server.
6.1. KONSEP & CARA KERJA DATABASE SERVER
Sekumpulan data atau informasi yang disimpan secara terpusat di sebuah komputer
tertentu dikenal dengan database server. Komputer server yang didedikasikan untuk menjalankan
program database melayani permintaan client dengan menjalankan program databasenya
mencari dan memberikan data yang diminta oleh komputer client. Database dapat diakses oleh
beberapa client secara bersamaan dalam satu waktu tanpa saling mengganggu satu sama lain,
data yang diakses hanya dapat ditampilkan dan diubah dari satu sumber yaitu database di
komputer server.
Banyak manfaat yang dirasakan jika memiliki database server, diantaranya; semua data-
data penting di sebuah perusahaan dapat disimpan di satu lokasi sehingga data bisa digunakan
secara bersama, adanya database server mampu menambahkan tingkat keamanan data-data
penting, tidak hanya sekedar menyimpan data namun database server menyediakan layanan
pengolahan data (database management service) secara terorganisir, terpilih, dikelompokkan
sesuai jenis/fungsi data, dan dengan cara tertentu, database mampu mempermudah dan
mempercepat pencarian dan pengambilan data.
Program-program komputer yang meyediakan layanan database contohnya MySQL,
Microsoft SQL Server, Microsoft access, Oracle, Postgre SQL, Firebird, MariaDB, dll.
Untuk membuat server database, penulis mencontohkan cara membuat database dengan
MySQL yang dintegrasikan dengan web server, serta menggunakan aplikasi phpmyadmin yang
berfungsi mengelola database MySQL secara visual grafis yang berbasis web pula. Database akan
ditampilkan di halaman web lebih mudah dengan memanggil alamat IP address atau nama
domainnya. Berikut ini langkah-langkah cara membuat databse server,
Diketahui:
PC server dengan alamat IP 192.168.20.17 di eth1 akan dibangun layanan database server yang
dapat di akses di jaringan dengan aplikasi mysql dan phpmyadmin sebagai aplikasi pengelola
visual grafis mysql. Anda sebagai admnistrator jaringan ditugaskan untuk membuat server
database hingga siap pakai.
Ditanyakan:
Bagaimana cara membuat database server dengan mysql dan phpmyadmin dan bagaimana cara
menguji hasilnya ?
Page | 73
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Jawab:
6.2. PERSIAPAN MEMBANGUN DATABASE SERVER
1. PC server telah memiliki IP address di eth1
2. PC client telah memiliki IP address yang se-network
3. DVD repository 1 & DVDRom.
4. PC server telah terinstall web server apache2
5. Kabel jaringan
6.3. INSTALASI DATABASE SERVER
Setelah memenuhi persiapan membangun database server, segera masukkan DVD
repository 1 ke dalam DVD Rom PC server sebagai awalan menginstall. Ikutilah langkah-langkah
berikut ini;
root@ruddy:/home/ruddy# apt-cdrom add (tekan enter !)
root@ruddy:/home/ruddy# apt-get install mysql-server phpmyadmin (enter !)
Gambar 108 Instalasi mysql server dan phpmyadmin.
Di gambar 108, pilih Yes (tekan Y) dan enter untuk menyetujui akan memasang mysql &
phpmyadmin.
Page | 74
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 109 Membuat kata sandi database mysql server.
Buatlah kata sandi (password) baru untuk database MySQL yang akan kita gunakan untuk setiap
masuk database, seperti gambar 109. Contoh kata sandi yang mudah= root, kemudian tab OK.
Gambar 110 Mengulang kembali kata sandi database mysql server.
Di gambar 110, ulangi kata sandi yang sama untuk database MySQL. Kata sandi yang dimasukkan
harus sama seperti gambar 109, kemudian tab OK.
Gambar 111 Memilih apache2 sebagai web server.
Di gambar 111, pilih apache2 sebagai mesin web server karena sebelumnya saat pembuatan web
server menggunakan aplikasi apache2, kemudian tab OK.
Page | 75
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 112 Proses instalasi paket mysql server.
Di gambar 122 di atas, pembaca dapat melihat proses yang sedang berjalan, PC server
menampilkan proses unpacking dan selecting paket mysql server.
Gambar 113 Mengkonfigurasi phpmyadmin agar terintegrasi dgn database
Di gambar 113 di atas, pilih Yes untuk mengkonfigurasi paket phpmyadmin agar terintegrasi
dengan database.
Gambar 114 Membuat kata sandi untuk database.
Page | 76
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Di gambar 114, buatlah kata sandi baru untuk log In di phpmyadmin yang akan kita gunakan untuk
setiap log In phpmyadmin menuju ke MySQL, kata sandi dapat berbeda dengan log In database
MySQL. Pilih OK untuk melanjutkan.
Gambar 115 Membuat kata sandi untuk log in ke phpmyadmin
Di gambar 115 di atas, buatlah kata sandi baru untuk log In di phpmyadmin yang akan kita
gunakan untuk log In ke phpmyadmin menuju ke MySQL, kata sandi dapat berbeda dengan log In
database MySQL. Pilih OK untuk melanjutkan !.
Gambar 116 Mengkonfirmasi kata sandi untuk log in ke phpmyadmin.
Di gambar 116 di atas, Sebagai konfirmasi, masukkan kembali kata sandi yang sama, kata sandi
haru sama dengan gambar 115, kemudian tab OK !.
Gambar 117 Mysql dan phpmyadmin sukses terinstall.
Page | 77
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 117 menandakan bahwa instalasi database berhasil dan selesai. Restartlah hasil instalasi
database server agar database siap digunakan untuk aplikasi web yang membutuhkan database.
root@ruddy:/home/ruddy# /etc/init.d/mysql restart (tekan enter !)
atau
root@ruddy:/home/ruddy# service mysql restart (tekan enter !)
6.4. UJI COBA HASIL DATABASE SERVER
Uji coba hasil database dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu, pengujian di PC server itu
sendiri dan di PC client. Administrator bisa mengawali pengujian di PC server terlebih dahulu.
root@ruddy:/home/ruddy# mysql –u root -p (tekan enter !)
Masukkan
password (sama
dengan saat
instalasi mysql).
Password tidak
akan ditampilkan.
Gambar 118 Uji coba database di PC server.
Untuk lebih meyakinkan, kita dapat lakukan uji coba di jaringan. Client dapat
menggunakan database yang sudah terpasang di PC server Debian asalkan memiliki username dan
password yang valid, namun jika hanya sekedar ingin mengetahui bisa koneksi dengan database
atau tidak, cukup memanggil halaman log in menggunakan web browser. Masukkan alamat IP
database dari server, seperti di gambar 119. Ini menandakan bahwa uji coba di jaringan telah
berhasil.
Page | 78
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 119 Uji coba database di PC client.
Setelah selesai membuat database server, marilah kita lanjutkan menuju pembuatan DNS server
yang dapat pula dikaitkan dengan database server saat mengaksesnya.
Page | 79
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
TUGAS 1
A. Diketahui sebuah PC server Debian dengan alamat IP 202.18.17.1 di LANcard kedua
dikoneksikan ke switch atau langsung ke PC client, dan akan dibuat database server dengan
spesifikasi sebagai berikut:
1. Database menggunakan MySQL server yang dapat diakses melalui phpmyadmin.
2. Password (kata sandi) MySQL adalah abcd dan kata sandi phpmyadmin adalah tekaje.
3. Halaman database dapat diakses beralamat: 202.18.17.1/phpmyadmin.
Praktikkan bagaimana cara membuat layanan database server tersebut !
F. Lakukan uji coba koneksi kabel ke PC Debian melalui eth1 PC, untuk menguji apakah PC client
mampu mengakses data server. Gunakan aplikasi web browser (chrome, Firefox, IE,
iceweasel, dll.) kemudian panggil alamat log in phpmyadmin. Jika pekerjaan Anda benar,
maka akan muncul respon di layar monitor yang bertuliskan “Welcome to Phpmyadmin”.
G. Setelah selesai dipraktikkan, tunjukkan hasil keberhasilan uji coba di PC server tersebut
dengan gambar print screen atau bukti foto ke guru pembimbing !
H. Buatlah laporan tertulis langkah-langkah konfigurasi database server di lembar yang telah
disediakan !.
I. Buatlah laporan tertulis langkah-langkah ujicoba untuk melihat hasil data server di lembar
yang telah disediakan !.
Page | 80
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Lembar Tugas (Isi dalam Kotak Ini)
Catatan: Diperiksa Oleh: Tanggal: Ketuntasan Belajar:
Kembali Lanjutkan
Page | 81
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Lembar Tugas (Isi dalam Kotak Ini)
Catatan: Diperiksa Oleh: Tanggal: Ketuntasan Belajar:
Kembali Lanjutkan
Page | 82
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
DOMAIN NAME SYSTEM (DNS) SERVER
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan belajar 16-20, siswa diharapkan;
1. Dapat menjelaskan konsep DNS server,
2. Dapat menginstall DNS server,
3. Dapat mengkonfigurasi DNS server,
4. Dapat menguji hasil DNS server.
7.1. KONSEP & CARA KERJA DNS SERVER
DNS server merupakan aplikasi server yang memberikan layanan kepada komputer client
berupa pemberian nama domain yang mewakili alamat IP. Aplikasi untuk membuat DNS server
adalah bind9 (berkeley Internet Name System versi 9), aplikasi ini sebagai syarat untuk dapat
mengkonfigurasi file-file DNS dan aplikasi ini sangat umum, populer, dan banyak digunakan oleh
sistem operasi Linux karena simple dan mudah dimengerti cara konfigurasinya. DNS (Domain
Name System) sebagai protokol bekerja dengan cara menerjemahkan IP address ke dalam bentuk
domain (nama) dan menerjemahkan nama domain menjadi IP address, jadi antara IP address dan
nama domain merupakan pasangannya yang tidak terpisahkan. DNS bekerja berdasarkan zone file
yang dibuat untuk konfigurasi tertentu, yang terdiri dari file forward (depan/muka) dan file
reverse (belakang). Manfaat yang dirasakan dengan diciptakannya DNS adalah memudahkan
seorang administrator dalam mengingat sesuatu dengan nama (huruf) dibandingkan dengan
mengenal angka, manusia pada umumnya mudah lupa (lebih sulit) dalam mengingat angka-angka.
IP Address Translate to domain name
REVERSE
FORWARD
Domain name to IP Address
Gambar 120
Gambar di atas menjelaskan kerja zone file forward dan reverse. Ketika user mengakses
sebuah situs di web browser menggunakan IP address, sebagai contoh: 192.168.20.17, maka zone
file reverse akan bekerja secara otomatis redirect menerjemahkan alamat IP 192.168.20.17 ke
nama domain yaitu: www.smktrispek.sch.id, dan selanjutnya diteruskan oleh zone file forward
yang akan menerjemahkan balik ke nama domain www.smktrispek.sch.id, ke IP address
Page | 83
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
192.168.20.17. Jadi file reverse berfungsi untuk mengkonversi alamat IP ke DNS dan file forward
berfungsi untuk mengkonversi dari DNS ke alamat IP.
Diketahui: = 192.168.20.17 (sumber penghasil DHCP server dikeluarkan melalui eth1)
IP address eth1 = ruddy.smktrispek.sch.id
Hostname = www.smktrispek.sch.id
Domain name = mail.smktrispek.sch.id
Mail name
Ditanyakan:
Bagaimana cara membuat DNS server menggunakan Debian 7 dan mengujinya agar benar-benar
berfungsi ?
Jawab:
7.2. PERSIAPAN MEMBANGUN DNS SERVER
1. Terinstall sistem operasi Debian
2. Sudah tersedianya IP address yang se-network
3. Hostname di server dibuat yang sesuai
4. DVD repositori Debian 1
5. Tersedia PC client
7.3. INSTALASI DNS SERVER
Pastikan PC server sudah diberi alamat IP di LAN card (eth1). Jika sudah, masukkan DVD
repositori 1 ke DVDRom PC server !
root@ruddy:/home/ruddy# apt-cdrom add (tekan enter !)
root@ruddy:/home/ruddy# apt-get install bind9 (tekan enter !)
Page | 84
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 121
7.4. KONFIGURASI DNS SERVER
Konfigurasi DNS dengan aplikasi BIND9 sudah menjadi pilihan utama setiap Admin, karena
BIND9 banyak dan umum digunakan oleh sistem operasi yang berflatform linux. File terpenting
dalam konfigurasi DNS adalah “named.conf.local “ yang berada di dalam direktori “/etc/bind9”.
Sebelum memulai konfigurasi DNS, awali dengan memeriksa “hostname”, rubahlah hostname
menjadi ruddy.smktrispek.sch.id (lihat kembali naskah soalnya). Perhatikan gambar di bawah ini.
root@ruddy:/home/ruddy# hostname (tekan enter !)
Gam
bar 122
Edit hostname jika tidak sesuai (perhatikan gambar di bawah ini), namun jika sudah sesuai dengan
permintaan naskah soal, biarkan saja, tanpa perlu diedit.
Jika hostname tidak sesuai dengan permintaan soal, maka perlu diedit. Lakukan cara berikut ini,
root@ruddy:/home/ruddy# nano /etc/hostname (tekan enter !)
Page | 85
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 123
Lanjutkan dengan membuat nama zona untuk reverse & forward, serta membuat masing-masing
file “db” yang diletakkan di direktori bind.
root@ruddy:/home/ruddy# nano /etc/bind/named.conf.local (tekan enter !)
Lakukan penambahan tulisan di file: named.conf.local. Gambar 6.5 akan banyak membantu dalam
menuliskan scriptnya.
Gambar 124
Tulisan harus benar, termasuk tanda kurung kurawal, huruf kecil, beserta tanda titik koma, jika
kurang teliti/ceroboh maka script ini tidak akan berfungsi. Simpan hasil konfigurasi tersebut
dengan CTRL X kemudian exit dan enter !
Lanjutkan dengan pindah direktori menggunakan perintah “cd” menuju direktori “bind“ ini wajib
dilakukan agar file “db” yang sudah dibuat dicopy & diletakkan di direktori yang benar.
root@ruddy:/home/ruddy# cd /etc/bind (tekan enter !)
Page | 86
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Kemudian buatlah copy direktori dengan perintah “cp“. Ada 2 direktori yang akan dicopy, yaitu;
1. db.local dicopy ke db.smktrispek.sch.id ---> sebagai zone reverse
2. db.127 dicopy ke db.192 ---> sebagai zone forward
Lakukan cara berikut untuk meng-copy databasenya masing-masing;
root@ruddy:/etc/bind# cp db.local db.smktrispek.sch.id (tekan enter !)
root@ruddy:/etc/bind# cp db.127 db.192 (tekan enter !)
lihat hasil pembuatan file “db” apakah sudah masuk di direktori “/etc/bind” dengan perintah
root@ruddy:/etc/bind# ls (tekan enter !)
G
ambar 125
Edit masing-masing dari kedua file “db” yang sudah disiapkan sebelumnya dengan nano. Panggil
satu demi satu file “db” yang sudah dibuat sebelumnya.
root@ruddy:/etc/bind# nano db.smktrispek.sch.id (tekan enter !)
Page | 87
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 126
Simpan hasil konfigurasi db.smktrispek.sch.id dengan menekan CTRL X, tekan Y dan exit !
Penting :
Hati-hati dalam penulisan tanda (titik, titik koma, huruf besar, dan gunakan tombol keyboard
“tab” agar tulisan rata dan jangan menggunakan tombol spasi), jika ceroboh maka DNS server
akan gagal dibuat.
Kemudian lanjutkan mengedit file “db” yang satu lagi (db.192) dengan nano.
root@ruddy:/etc/bind# nano db.192 (tekan enter !)
Page | 88
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 127
Simpan hasil konfigurasi db.192 dengan menekan CTRL X, tekan Y, dan exit !
Penting :
Hati-hati dalam penulisan tanda (titik, titik koma, huruf besar, dan gunakan tombol keyboard
“tab” agar tulisan rata dan jangan menggunakan tombol spasi), jika ceroboh maka DNS server
akan gagal dibuat.
Lanjutkan dengan mengedit file /etc/resolv.conf. Posisi root masih di “/etc/bind”.
root@ruddy:/etc/bind# nano /etc/resolv.conf (tekan enter !)
kemudian beri tulisan script di search dan nameserver, seperti gambar 128 di bawah ini !
Kemudian save dan exit.
Gambar 128
Page | 89
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Pengeditan file yang terakhir, yaitu file named.conf.options, tepatnya di bagian forwarders.
root@ruddy:/etc/bind# nano named.conf.options (tekan enter !)
Gambar 129
Save dengan menekan CTRL X, kemudian tekan Y, dan tekan enter !
Restart hasil konfigurasi DNS dengan;
root@ruddy:/home/ruddy# /etc/init.d/bind9 restart (tekan enter !)
atau
root@ruddy:/home/ruddy# service bind9 restart (tekan enter !)
7.5. UJI COBA DNS SERVER
Uji coba dengan nslookup dilakukan sebanyak 2 kali pengujian, yaitu di PC server Debian
dan PC client. Pengujian di dua tempat seperti ini akan lebih akurat mengetahui keberhasilan.
Pengujian 1, dilakukan di PC server Debian dengan mengkoneksikan kabel atau wireless ke PC
client. Namun sebelumnya, PC client harus telah memiliki IP address, subnet mask, dan IP DNS
server diisi seperti gambar 130 di bawah ini !
Page | 90
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 130
Kemudian dari PC server Debian mengetik perintah “nslookup” perhatikan gambar 131 di bawah
ini !
root@ruddy:/home/ruddy# nslookup smktrispek.sch.id (tekan enter !)
root@ruddy:/home/ruddy# nslookup mail.smktrispek.sch.id (tekan enter !)
root@ruddy:/home/ruddy# nslookup ftp.smktrispek.sch.id (tekan enter !)
root@ruddy:/home/ruddy# nslookup 192.168.20.17 (tekan enter !)
Gambar 131
Page | 91
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Jika tampilan hasil uji coba nslookup seperti gambar di atas, maka kita sudah berhasil membuat
DNS server secara lokal. Marilah kita lanjutkan menuju pengujian 2 dimulai dari PC client.
Pengujian 2, dilakukan di PC client dengan mengkoneksikan kabel atau wireless ke PC server
Debian. Setelah client dan server tersambung kabel atau wireless (dgn access point), PC client
harus telah memiliki IP address, subnet mask, dan IP DNS server (ketiganya diisi statis), seperti di
gambar 6.11 di halaman 27. Kemudian dari PC client membuka aplikasi command prompt (CMD),
kemudian ketikkan perintah “nslookup” dan enter !
Gambar 132
Setelah berhasil membuka aplikasi command prompt, ketikkan perintah berikut;
C:\Users\user> nslookup 192.168.20.17 (tekan enter !)
C:\Users\user> nslookup mail.smktrispek.sch.id (tekan enter !)
Responnya muncul seperti tampilan gambar 133 di bawah ini.
Gambar 133
Page | 92
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Pengujian yang lebih valid dan terkenal bisa menggunakan perintah “ ping “ yang hasilnya harus
direspon “ reply from..... TTL “ oleh PC client. Berikut ini perintahnya;
C:\Users\user> ping mail.smktrispek.sch.id (tekan enter !)
C:\Users\user> ping www.smktrispek.sch.id (tekan enter !)
Maka tampilan yang direspon PC client akan seperti gambar 135 di bawah ini. Tampilan tersebut
menandakan PC client berhasil menemukan alamat DNS server dan direspon oleh munculnya IP
address yang mewakili dari domain name www.smktrispek.sch.id.
Gambar 135
Gambar 136
Page | 93
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Gambar 137
Jika tampilan hasil uji coba nslookup di pengujian 1 dan pengujian 2 sama seperti gambar 134,
gambar 135, gambar 136, dan gambar 137 , maka kita sudah berhasil membuat DNS server secara
jaringan lokal yang di dalamnya terhubung antar PC server Debian ke PC client Windows. Marilah
kita lanjutkan menuju pembuatan mail server dan webmail server yang nantinya sangat
berhubungan dengan nama domain yang telah dibuat di DNS server.
Page | 94
Ruddy Agus Setiawan - Mengadministrasi Sistem Jaringan dengan Server Debian
Keterangan:
Penjelasan/arti script yang dikonfigurasi di File “ etc/bind/named.conf.local ” dan File “ db “.
zone “smktrispek.sch.id” { Dinamakan zone forward bernama “smktrispek.sch.id”,
type master; ditulis beserta tanda kutipnya dan zone ini harus
diakhiri dengan tanda kurung kurawal terbuka “ { “.
file “/etc/bind/db.smktrispek.sch.id”; Perhatikan gambar 6.5.
zone “192.in-addr.arpa” {
Baris kedua setelah baris penulisan zone. Ditulis untuk
file “/etc/bind/db.192”; type apa yang digunakan. Ada tiga jenis type name
}; server; 1. Type master, 2. Type slave, 3. Type hint.
@
IN Jika ingin membangun name server primary ditulis:
SOA “ type master; ”
NS
A Jika ingin membangun name server secondary
PTR ditulis: “ type slave; ”
Jika ingin membangun name server caching ditulis:
“ type hint; ”
Letak tempat penyimpanan file “db. smktrispek.sch.id”
berada di direktori /etc/bind.
Dinamakan zone reverse, bernama “192.in-addr.arpa”
ini merupakan kebalikan dari zone “smktrispek.sch.id”.
Penulisannya mulai dari kiri ditulis IP yang menempati
oktet pertama (192), mengingat IPnya: 192.168.20.17,
kemudian dilanjutkan penulisan “.in-addr.arpa” (ditulis
beserta tanda kutipnya). Sama dengan zone forward,
harus diakhiri dengan tanda kurung kurawal terbuka
“ { “. Perhatikan gambar 6.5.
Letak tempat penyimpanan file “db.192” berada di
direktori /etc/bind.
Akhiran (penutup) dari sebuah zone, ditutup dengan
tanda “ }; ”
Tanda ini identik dengan zone yang telah terdefinisi
oleh file “ named.conf.local “. Tanda @ dapat
menggantikan nama smktrispek.sch.id. Perhatikan
penulisannya di gambar 6.7 dan 6.8.
Singkatan dari Internet Name. IN digunakan untuk
protokol TCP/IP
Singkatan dari Start of Authority. SOA ditulis sebagai
rekaman awal yang akan mempengaruhi dari berkas
zone, untuk SOA disini adalah smktrispek.sch.id.
sebagai zona master DNS. Perhatikan gambar 6.8
Singkatan dari Name Server. NS ditulis untuk
mendefinisikan server yang merupakan otoritas dari
sebuah zone.
Singkatan dari Address. Berisi IP address dari host
tertentu. A ini memetakan dari hostname ke IP address.
Singkatan dari Pointer. PTR kebalikan dari A, PTR
memetakan dari IP address ke hostname.
Page | 95