The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Merdekaindonesia.yk, 2022-12-15 11:27:58

Peta PJ dan SIG

Peta PJ dan SIG

Proyeksi peta berdasar bidang proyeksinya :
Proyeksi zenital (azimuthal)
Proyeksi silinder

Proyeksi kerucut


Penginderaan Jauh


1. Pengertian Penginderaan Jauh (PJ)

Lillesand dan Keifer
Ilmu dan seni untuk memperoleh informasi mengenai suatu
objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang
diperoleh dari alat perekam (sensor) yang menggunakan
gelombang elektromagnetik sebagai media perantaranya
tanpa menyentuh objek, daerah dan fenomena tersebut.

Wilson dan Buffon
Ilmu, seni dan teknik untuk memperoleh informasi tentang
objek, area dan gejala dengan menggunakan alat dan tanpa
kontak langsung dengan objek, area, maupun gejala
tersebut.


Seni => mengandung estetika

Memperoleh informasi => fenomena geosfer

(………….,………..,…………..,……….)

Objek => benda bantukan manusia

benda alam

Daerah => muka bumi
Fenomena => fenomena alam/ buatan manusia

Alat perekam (sensor) => kamera / nonkamera

(scanner/pemindai)

media perantaranya tanpa
menyentuh objek


Hasil PJ adalah foto udara dan citra satelit. Foto udara
dan citra satelit diinterpretasi berulang kali sesuai
kebutuhan sehingga dapat menghasilkan data yang
dapat digunakan dalam ilmu geografi.

Misalnya :

• Daerah rawan bencana
• Kawasan kota
• Pemantauan SDA
• Pemantauan kebakaran hutan
• dll


Topan Hainan


Sampang


KOMPONEN PJ


a. Energi

Sistem PJ membutuhkan energi
agar fenomena di bumi dapat
terekan oleh sensor.

1) Energi gelombang
elektromagnetik alamiah

Berasal dari sinar matahari dan
disebut sistem pasif.

Sistem ini sangat bergantung pada
kondisi sinar matahari dan hasil
foto udara atau citra satelit
tergantung pada waktu
penyinaran, kondisi cuaca serta
permukaan bumi yang
memantulkan cahaya.


2) Energi gelombang elektromagnetik buatan

Dengan cara memancarkan gelombang cahaya dengan
panjang gelombang tertentu. Sistem ini disebut sistem aktif,
misalnya radar.

Radar (yang dalam bahasa

Inggris merupakan singkatan
dari Radio Detection and
Ranging, yang berarti deteksi
dan penjarakan radio) adalah
suatu sistem gelombang
elektromagnetik yang berguna
untuk mendeteksi, mengukur
jarak dan membuat map benda-
benda seperti pesawat terbang,


3) Atmosfer

PJ menggunakan gelombang elektromagnetik yang berasal
dari sinar matahari untuk menjalankan fungsinya.

Namun tidak semua gelombang elektromagnetik dapat
dipancarkan matahari ke bumi

dan tidak semua gelombang elektromagnetik dapat dipantulkan

objek ke sensor karena terhalang atmosfer (ozon
dan awan).


SENSOR

ATMOSFER

OBJEK PENGOLAH
DATA


Panjang gelombang yang dapat
digunakan oleh PJ adalah:

Spektrum gelombang cahaya tampak
(visible) : 0,4 πm – 0,7 πm

Spektrum gelombang cahaya
inframerah : 0,7 πm – 1,0 πm

Spektrum gelombang cahaya mikro
: 1,0 πm – 1,0 m


c. Objek

Objek adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran dalam
penginderaan jauh. Objek meliputi :

Atmosfer ?
Hidrosfer
Litosfer
Biosfer

Setiap objek memantulkan panjang gelombang yang
berbeda sehingga mempunyai kenampakan yang berbeda
pada sensor (objek cerah memantulkan tenaga yang lebih
banyak dari objek gelap).


Ada empat variasi yang dapat digunakan untuk
membedakan objek dalam PJ

1) Variasi spektral
Variasi pancaran/pantulan gelombang elektromagnetik
akibat perbedaan panjang gelombang
Umumnya terdapat pada gelombang tampak

2) Variasi spasial
Variasi pancaran/pantulan gelombang elektromagnetik
akibat perbedaan bentuk, ukuran dan tekstur objek


Variasi temporal
Variasi pancaran/pantulan gelombang
elektromagnetik akibat perbedaan waktu
perekaman.
Musim atau harian

Variasi polarisasi
Variasi pancaran/pantulan gelombang
elektromagnetik akibat polarisasi (perubahan
arah gelombang).


d. Sensor

Alat yang digunakan untuk mendeteksi dan merekam objek
di alam.

Sensor bekerja dengan cara merekam gelombang
elektromagnetik yang dipancarjan bumi. Untuk dapat
mengenali objek dengan baik sensor harus mempunyai
kemampuan berikut ini :

Resolusi spasial
Kemampuan sensor dalam merekam objek berdasar ukuran
Semakin kecil objek yang dapat terekam, berarti resolusi
spasial sensor semakin baik

Resolusi spectral
Kemampuan sensor dalam merekam objek berdasar
perbedaan panjang gelombang elektromagnetik.


3) Resolusi radiometrik
Kemampuan sensor dalam membedakan objek
berdasar sifat pantulan atau pancaran gelombang
elektromagnetiknya

4) Resolusi temporal
Kemampuan sensor untuk mengenali objek yang sama
pada rentan waktu yang berbeda


Kendaraan yang digunakan untuk membawa sensor PJ
disebut dengan wahana. Ada tiga kelompok wahana, yaitu :

Pesawat terbang dan balon udara
Ketinggian 1.000m – 9000m menghasilkan foto udara

Pesawa terbang
Ketinggian 18.000m menghasilkan foto udara dan
multispectral scanner data

Satelit
Ketinggian antara 400km – 900km
Menghasilkan citra satelit


e. Perolehan data Bentuk
Ukuran
Perolehan data diperoleh dengan
cara interpretasi foto udara Rona
secara visual dan secara digital, Tekstur
yaitu dengan menggunakan Bayangan
software.
Pola
(*) unsur interpretasi citra Situs
Asosiasi


f. Penggunaan data

Pengguna data adalah orang-

orang yang membutuhkan

data dari foto udara dan citra

satelit. Data PJ dapat

digunakan dalam banyak

kehidupan, seperti pemetaan,

pertanian, perencanaan

wilayah dan pertambangan.


Perekaman interaksi antara tenaga dan objek oleh
sensor menghasilkan data atau citra.


Data dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang objek
yang terekam, proses analisis tersebut dinamakan
interprestasi citra.

Ada beberapa unsur interpretasi yang dapat membantu
untuk mendapatkan informasi tentang objek tersebut.


Interpretasi Citra


Ada 8 unsur interpretasi citra

1. Bentuk
2. Ukuran
3. Rona dan warna
4. Tekstur
5. Bayangan
6. Pola
7. Situs
8. Asosiasi


1. Bentuk

Bentuk suatu objek dapat
membantu untuk
menginterpretasi citra. Setiap
objek mempunyai bentuk yang
khas.

Misal :

Gunung = kerucut, Sungai =
memanjang, sawah = berpetak-
peta/persegi, dll


X IPS 1
29


2. Ukuran

Ukuran adalah informasi objek yang berupa jarak, luas,
tinggi, dan volume. Karena ukuran obyek pada citra
merupakan fungsi skala, maka di dalam memanfaatkan
ukuran sebagai unsur interpretasi citra harus selalu diingat
skalanya.

Misal :

skala citra 1: 1.000.000 panjang objek pada citra 4cm dan
lebarnya 3cm.

Panjang sebenarnya= 4 x 1.000.000 = 4.000.000cm atau 40km

dan lebar sebenarnya 3 x 1.000.000 = 3.000.000 cm atau 30km.


3. Rona dan warna

Rona adalah tingkat kecerahan objek pada
citra. Pada foto udara hitam putih rona dapat
bervariasi dari putih sampai hitam.

Pada foto udara berwarna rona dapat lebih
diinterpretasi karena mempunyai
kenampakan sesuai dengan warna objek.

Misal :
Coklat: sungai dan muara sungai,
Putih: awan dan ombak.
Hijau: vegetasi


4. Tekstur

Tekstur adalah frekuensi perubahan rona
pada citra atau foto udara. Ada tiga
tingkatan tekstur, yakni halus, sedang
dan kasar.

Halus : kawasan padang rumput, pasir
pantai

Sedang : perkebunan karet/ kelapa sawit

Kasar : hutan hujan tropis dan
permukiman penduduk


Click to View FlipBook Version