The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nilamjuli21, 2023-08-22 01:30:50

PRAKARYA

PRAKARYA

Modul Ajar Mata Pelajaran Prakarya Aspek Kerajinan Materi: Kerajinan Dari Bahan Serat Dan Tekstil (1) oleh : Anastasia Juanita,S.Pd


PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMP NEGERI 5 COMAL Jalan Desa Kebojongan Kec.Comal Kab. Pemalang Tahun 2022 MODUL AJAR PRAKARYA INFORMASI UMUM Nama Anastasia Juanita, S.Pd Jenjang/Kelas SMP / VII Asal sekolah SMP Negeri 5 Comal Mapel Prakarya Alokasi waktu 3 pertemuan(6 JP @40menit) (240 menit) Jumlah siswa 30 siswa Profil pelajar Pancasila yang berkaitan ● Beriman, bertakwa kepada TYME dan berakhlak mulia ● Berkebhinekaan Global ● Mandiri Model pembelajaran Metode Pembelajaran Tatap Muka, mind mapping Diskusi, Problem based learning Fase D Domain Mapel Prakarya Aspek Kerajinan Kompetensi Awal Peserta didik sudah mampu mengenal pengertian serat dan tekstil Kata kunci Kerajinan, serat, tekstil, tenun, rajut, dekorasi Deskripsi umum kegiatan Mendeskripsikan dan mengamati bahan serat dan tekstil secara berkelompok


Materi ajar, alat, dan bahan Materi ajar : 1. Bahan serat dan tekstil 2. Membuat pemetaan tentang serat dan tekstil 3. Bagi siswa dengan pengayaan : merancang pembuatan kerajinan dari bahan serat dan tekstil Alat dan bahan : lembar kerja siswa untuk pertanyaan mengidentifikasi Sarana Prasarana 1. Komputer/Laptop/Gawai, jaringan internet, LCD Proyektor, berbagai gambar atau contoh real dari serat dan tekstil 2. Ruang kelas normal ataupun terbuka 3. Guru menyesuaikan diri dengan mengenal serat dan tekstil pada usia siswa kelas VII sehingga bisa semakin dekat dengan para siswa KOMPONEN INTI Tujuan Pembelajaran 7.1 Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeksplorasi bahan serat dan tekstil sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif 7.2 Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeksplorasi alat kerajinan serat dan tekstil sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif 7.3 Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeksplorasi teknik dan prosedur pembuatan kerajinan serat dan tekstil sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif Asesmen 1. Individu 2. Presentasi 3. Produk Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat memiliki keterampilan dalam pembuatan kerajinan yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kewirausahaan nantinya. Pertanyaan Pemantik Apa yang kalian ketahui tentang serat dan tekstil serta apa saja yang termasuk serat dan tekstil? Kegiatan Pembelajaran


Persiapan Pembelajaran : 1. Memilih gambar yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan 2. Membuat panduan pertanyaan yang sesuai dengan gambar agar para siswa mampu mengidentifikasi gambar tersebut, panduan pertanyaan bisa sebagai berikut : a. Gambar – gambar apa saja yang ada di tayangan? b. Sebutkan apa saja nama bahan dalam gambar – gambar tersebut? c. Sebutkan macam – macam serat dan tekstil yang ada dalam gambar tersebut? d. Sebutkan sifat-sifat serat dan tekstil yang ada dalam gambar tersebut? e. Apa saja jenis dan karakteristik serat dan tekstil yang di gambar tersebut? 3. Membuat pedoman tayangan slide 4. Membuat pedoman penilaian tes tertulis untuk proses mengidentifikasi 5. Membuat rubrik penilaian unjuk kerja bernyanyi sendiri dan disampaikan di awal sebelum proses penilaian sehingga para siswa bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk mencapai hasil maksimal Pendahuluan : (10 menit) 1. Guru membuka dengan mengucapkan salam ataupun doa pembukaan 2. Guru memeriksa kehadiran dan kelengkapan siswa 3. Guru melakukan apersepsi dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan nilai yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran Metode : Ceramah Media/aplikasi : slide gambar WA Google Kegiatan Inti Pertemuan 1 (60 menit) 1. Guru menggali pemahaman siswa tentang serat dan tekstil 2. Guru menampilkan slide gambar – gambar tentang berbagai macam serat dan tekstil 3. Guru membuat kelompok dan menjelaskan teknik mid maping ke pada peserta didik 4. Setelah selesai menyimak tayangan, para siswa diminta menjawab beberapa panduan pertanyaan pada lembar pertanyaan yang telah disediakan untuk proses mengidentifikasi 5. Guru mempersilahkan kelompok – kelompok tersebut untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan serat daan tekstil Metode : Diskusi Presentasi Media/aplikasi : slide gambar WA Google Model Pembelajaran : Mind maping Kegiatan Inti Pertemuan 2 1. Guru mempersilahkan peserta didik untuk melanjutkan pekerjaan pada pertemuan pertama 2. Guru menjelaskan kembali pertemuan kedua tentang jenis dan karakteristik serat dan tekstil Metode : diskusi Model pembelajaran : mind mapping


Kegiatan inti Pertemuan 3 1. Peserta didik memperhatikan informasi yang diberikan oleh guru tentang pertemuan ke 3 yaitu tentang teknik pengolahan kerajinan serat dan tekstil 2. Peserta didik melakukan presentasi tentang hasil karya mind mapping didepan kelas Model pembelajaran : presentasi Penutup : (10 menit) Pertemuan 1 : 1. Guru memberikan bahan literasi tentang serat dan tekstil 2. Menyampaikan tugas pertemuan ke-2 yaitu mengidentifikasi jenis dan karakteristik serat dan tekstil Pertemuan 2 : 1. Menyampaikan apa yang harus dipersiapkan untuk pembelajaran berikutnya 2. Guru menyampaikan rubrik penilaian presentasi untuk pertemuan ke-3 Pertemuan 3 1. Memberikan panduan pertanyaan untuk proses refleksi dan memberikan umpan balik penilaian 2. Guru melaksanakan penilaian pengetahuan Model pembelajaran : Google form Asesmen: ● Sikap : fokus pada sikap beriman, bersikap nalar, bertanggungjawab ● Pengetahuan : Menjawab pertanyaan macam – macam serat dan tekstil ● Keterampilan : hasil mind mapping tentang serat dan tekstil Refleksi Siswa : 1. Materi apa saja yang kamu pahami? Uraikan jawabanmu! 2. Apa perasaan yang paling dominan kamu rasakan saat mengikuti pembelajaran ini? 3. Adakah hal yang sulit dan ingin ditanyakan? Jika ada silahkan diuraikan! 4. Menurutmu apakah hasil yang kamu dapatkan sudah sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki? Jika belum bagaimana cara kamu memperbaiki ke depannya? 5. Nilai hidup apa yang kamu dapatkan dari proses pembelajaran ini? Refleksi Guru : 1. Apakah 100% siswa mencapai tujuan pembelajaran? Jika tidak, berapa % kira-kira yang mencapai tujuan pembelajaran? 2. Apa kesulitan yang dialami siswa yang tidak mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang akan guru lakukan untuk membantu mereka? 3. Apakah ada siswa yang nampak tidak fokus? Mengapa? Bagaimana cara guru supaya mereka bisa menjadi fokus dalam pembelajaran? Kriteria mengukur 1. Mampu menjawab panduan pertanyaan mengidentifikasi dengan benar


ketercapaian Tujuan Pembelajaran 2. Mampu bekerjasama dengan baik 3. Mampu presentasi dengan baik 4. Mengerjakan refleksi dengan mendalam Bagaimana asesmen dilakukan 1. Observasi guru selama kegiatan belajar berlangsung 2. Kriteria mampu menjawab panduan pertanyaan mengidentifikasi dengan benar 3. Menilai presentasi didepan 4. Nilai lebih dari atau sama dengan 75 menunjukkan siswa mencapai tujuan pembelajaran Materi Pengayaan Siswa yang mampu mengidentifikasi kebutuhan pembuatan kerajinan dari bahan serat dan tekstil Materi untuk siswa yang kesulitan belajar Siswa memilih materi dengan metode berbeda dari yang sudah diberikan A. PEDOMAN ASESMEN PENGETAHUAN No. Daftar Pertanyaan Skor 1 Gambar – gambar apa saja yang ada di tayangan? 1 2 Sebutkan apa saja nama-nama serat dan tekstil dalam gambar – gambar tersebut? 1 3 Sebutkan macam – macam serat dan tekstil yang ada dalam gambar tersebut? 3 4 Sebutkan macam – macam serat yang bisa dibuat menjadi kerajinan? 3 5 Sebutkan macam – macam tekstil yang bisa dibuat menjadi kerajinan? 3 6 Sebutkan sifat-sifat serat dan tekstil? 3 7 Sebutkan jenis dan karakteristik serat dan tekstil? 3 8 Sebutkan hasil produk kerajinan serat dan tekstil berdasarkan wilayah penghasil bahan kerajinan limbah lunak? 3 TOTAL SKOR 20 B. RUBRIK ASESMEN KETERAMPILAN Aspek 4 3 2 1


Penilaian/Rentang Nilai Bekerja sama Baik sekali baik kurang belum Cara presentasi Baik sekali baik kurang belum Penampilan Baik sekali baik kurang belum Mengaktifkan audien Baik sekali baik kurang belum Kesesuaian materi dengan penyampaian Baik sekali baik kurang belum RUBRIK ASESMEN KETERAMPILAN (ASESMEN PRODUK) Anggota: 1. ………... Kelas: …….. 2. ………… 3. ………… 4. ………… Aspek Penilaian Nilai Bobot Jumlah 1 2 3 55 5 4 Kesesuaian Tema 10 % Kreasi dan Inovasi 10 % Kualitas Produk Kerapian Bahan Warna 60 % Keindahan 20 % Jumlah 100 % Kriteria Penskoran: 1. Tidak sesuai (0 %) 2. Kurang sesuai (1 – 25 %) 3. Cukup sesuai (26 – 50 %) 4. Sesuai (51 – 75 %) Nilai = (Skor perolehan : 12) x 100 Nilai = (Skor perolehan x bobot) / 5


5. Sangat sesuai (76 – 100 %) C. RUBRIK ASESMEN SIKAP Penilaian selama proses pembelajaran Jurnal Sikap Profil Pelajar Pancasila No. Teknik Bentuk Instrumen Waktu Pelaksanaan 1. Observasi Lembar Observasi (Catatan Jurnal) Saat pembelajaran berlangsung No Tanggal Nama Siswa Catatan perilaku saat pembelajaran Butir Sikap Tindak Lanjut 1. D. GLOSARIUM Serat : sel atau jaringan serupa benang atau pita panjang, berasal dari hewan atau tumbuhan (ulat, batang pisang, daun nanas, kulit kayu, dan sebagainya), digunakan untuk membuat kertas, tekstil dan sikat. Tekstil : Barang tenun (seperti cita, kain putih); bahan pakaian Kerajinan : Barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan (seperti tikar, anyaman dan sebagainya) Tenun : hasil kerajinan yang berupa bahan (kain) yang dibuat dari benang (kapas, sutra, dan sebagainya) Rajut : pundi-pundi (pura) yang dibuat dari siratan benang, rami, dan sebagainya Dekorasi : hiasan atau perhiasan sementara dari ruangan, gedung, jalan, dan sebagainya E. PENGAYAAN DAN REMIDIAL a. Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal b. Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang Mengetahui Comal , Juli 2022 Kepala SMP Negeri 5 Comal Guru Mata Pelajaran Mulyadi, S.Pd.M.A Anastasia Juanita,S.Pd NIP. 19620901 198301 1 001 NIPPPK. 198406152022212029


LAMPIRAN-LAMPIRAN BAHAN LITERASI GURU – SISWA A.Pengertian Serat dan Tekstil 1. Pengertian Serat Bahan serat alam adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Serat adalah bahan baku yang memegang peranan penting dalam pembuatan tekstil karena sifat serat akan mempengaruhi sifat benang atau kain yang dihasilkan, baik dari pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia. 2. Pengertian Tekstil Istilah tekstil dapat dijumpai dalam bahasa Inggris “textiles”. Tekstil adalah material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang. Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman, penjahitan,pengikatan, dan cara ‘’pressing’’. Istilah tekstil dalam pemakaiannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain.. Tekstil dikelompokan menurut jenisnya, yaitu:


a. Berdasarkan jenis produk/bentuknya: serat staple, serat fi lamen, dan benang kain produk jadi. b. Berdasarkan jenis bahannya: serat alam, serat sintetis dan serat campuran. c. Berdasarkan jenis warna/motifnya: putih, berwarna, bermotif/bergambar. d. Berdasarkan jenis konstruksinya: tenun, rajut, renda, kempa, benang tunggal, benang gintir B. Jenis-Jenis Serat dan Tekstilenis Serat dan Tekstil 1. Jenis Serat Serat dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu serat alam dan serat sintetis (serat buatan manusia). a. Serat alam Serat alam meliputi serat yang dihasilkan oleh tanaman, hewan, dan proses geologis. Serat jenis ini dapat mengalami pelapukan. Serat alam dapat digolongkan ke dalam: 1) Serat tumbuhan: Contoh dari serat jenis ini yaitu katun dan serat rami. 2) Serat kayu, berasal dari tumbuhan berkayu. 3) Serat hewan, umumnya tersusun atas protein tertentu. Contoh dari serat hewan yang dimanfaatkan oleh manusia adalah sutra dan bulu domba (wol). 4) Serat mineral, umumnya dibuat dari asbestos. Saat ini asbestos adalah satu-satunya mineral yang secara alami terdapat dalam bentuk serat panjang. b. Serat buatan/ sintetis (man made) Serat buatan atau serat sintesis umumnya berasal dari bahan petrokimia. Namun,ada pula serat sintetis yang dibuat dari selulosa alami seperti rayon. Semua proses pembuatan serat dilakukan dengan menyemprotkan polimer yang berbentuk cairan melalui lubang-lubang kecil (spinneret). Serat buatan mempunyai sifat-sifat umum antara lain: 1) Sangat kuat dan tahan gesekan 2) Dalam keadaan kering atau basah kekuatannya tetap sama kecuali asetat 3) Kenyal, pegas (elastis dan tahan regangan) 4) Kurang dapat menghisap air 5) Peka terhadap panas 6) Tahan alkali, tahan ngengat, jamur, serangga, dan lain-lain 7) Dapat diawetkan dengan panas 8) Sulit mengisap air karena memberi rasa lembab 9) Terasa panas bila dipakai 10) Melunak dan meleleh jika terkena setrika panas 2. Jenis Tekstil Nusantara memiliki banyak jenis tekstil yang dikembangkan di berbagai daerah. Berikut ini macammacam tekstil yang perlu kalian ketahui. a. Batik Secara etimologi batik berasal dari bahasa Jawa “ambatik”, dari kata “amba” artinya lebar dan kata “titik” yang artinya membuat titik sehingga dijabarkan dengan arti menghubungkan titik-titik menjadi gambar tertentu pada media kain yang lebar. Batik merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain. Terdapat beberapa teknik membatik antara lain tutup celup, ikat celup, cap, printing, sablon. b. Sulam Sulam adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman dapat menggunakan bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung dan payet. Kain dan benang yang dipakai antara lain benang wol, linen, dan sutra yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Berdasarkan hasil akhir sulaman, maka ada 3 jenis sulaman yaitu: 1) Sulam datar (hasil sulaman rata dengan permukaan kain 2) Sulam terawang (hasil sulaman berlubang-lubang, misalnya untuk taplak meja, pinggiran kebaya, biasanya ada bagian kain yang dilubangi)


3) Sulam timbul (hasill sulaman berbentuk gelombang di permukaan kain sesuai lekuk gambar, baik dengan benang ataupun dengan pita). c. Jahit perca Perca adalah sisa guntingan kain yang ada setelah membuat pakaian atau karya kerajinan tekstil lainnya. Pemanfaatan kain sisa untuk benda kerajinan sehingga mengurangi sampah yang dihasilkan. Barang yang menggunakan jahit perca antara lain kesed, sarung bantal, sprei, selimut,gorden, tas, dompet, pakaian dan lain sebagainya. d. Jahit tindas Jahit tindas adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara melapisi atau mengisi kain dengan bahan pelapis atau pengisi (dapat berupa kain ataupun dakron) kemudian dijahit tindas pada permukaan kain sesuai dengan rencana sehingga permukaan kain terlihat ada bagian yang timbul. Hasil produk yang menggunakan jahit tindas antara lain, taplak, sarung bantal, sprei, cover gallon, cover magic com, cover kulkas, gorden, dan lain sebagainya C. Karakteristik/Sifat Serat dan Tekstilakteristik/ Sifat Serat dan Tekstil 1. Karakteristik Bahan Serat Sesuai dengan namanya, serat alam berasal dari bahan alam. Serat alam terbagi dalam 3 kategori besar, serat yang berasal dari tumbuhan, serat yang berasal dari hewan dan material anorganik. Kapas, rami, kapuk adalah beberapa contoh serat alam yang berasal dari tumbuhan, sedangkan wol dan sutra serat yang berasal dari hewan, sementara serat asbes adalah contoh serat yang berasal dari material anorganik. a. Serat dari tumbuhan Tumbuhan merupakan salah satu bahan penghasil serat alam. Bagian-bagian dari tumbuhan yang dapat menjadi bahan baku serat adalah biji, akar, kulit pohon, daun, dan buah tumbuhan. 1) Serat dari biji Contoh serat yang berasal dari biji tanaman adalah serat kapas. Serat kapas adalah serat halus yang menyelubungi biji beberapa jenis gossypium atau biasa disebut pohon atau tanaman kapas yang berasal dari daerah tropika atau subtropika. Serat kapas dapat dipintall atau ditenun. Serat kapas biasa disebut dengan bahan tekstil katun. Beberapa sifat-sifat serat kapas adalah dapat menyerapkeringat, tahan panas untuk setrika bersuhu tinggi, mudah kusut, dan lain-lain. 2) Serat dari batang Batang merupakan bagian penting bagi tanamansebagai penyokong bagi tegaknya tanaman. Bagian batang ini ternyata juga dapat dikembangkan sebagai bahan serat. Contohnya adalah serat flax yang berasal dari batang linum usitatissimun. Serat flax ini biasa disebut dengan nama linen. Sifat flax teksturnya lebih kaku. 3) Serat dari daun Beberapa jenis tanaman tertentu yang dapat dijadikan bahan serat misalnya pada daun tanaman nanas, daun pandan berduri, daun eceng gondok, daun abaka, daun sisal, dan daun henequen. 4) Serat dari buah Beberapa jenis tanaman juga memiliki buah yang dapat dimanfaatkan sebagai serat misalnya serat pada sabut kelapa. b. Serat dari hewan Selain tumbuhan, ternyata hewan juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan serat. Serat pada hewan tersusun atas protein tertentu. Berikut merupakan jenis-jenis serat yang berasal dari hewan 1) Wol Serat wol tumbuh dari kulit domba dan merupakan serat yang relatif kasar dan berkerut dengan sisik pada permukaannya. Serat wol terdiri dari protein. Tampilan serat bervariasi tergantung pada jenis domba. Serat yang lebih halus, lebih lembut dan lebih hangat cenderung memiliki lebih banyak sisik dan lebih halus. Serat yang lebih tebal dan kurang hangat memiliki lebih sedikit sisik dan kasar. 2) Serat sutra Serat sutra berasal dari air liur ulat sutra saat menjadi kepompong. Jenis kain sutra memiliki daya jual yang tinggi,


karena memiliki kilau dan kehalusan yang tidak dimiliki serat lain. Kekuatan serat sutrapun baik namun dalam keadaan basah kekuatan serat sutra berkurang 15%. Serat sutra memiliki ciri-ciri fisik licin, berkilau, lembut, kenyal, kuat dan dapat menyesuaikan diri dengan temperatur udara yang ada. 3) Kulit Kulit kambing, domba, dan rusa juga digunakan untuk menghasilkan bahan yang lebih lunak dan dihargai lebih tinggi. Dalam aspek tata busana dan produk hewan, kulit adalah bahan yang fl eksibel dan tahan lama yang dibuat dengan proses penyamakan kulit hewan, umumnya kulit sapi. Kulit telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakaian, interior kendaraan, furnitur, sampul buku, bedug, dan sebagainya. 2. Karakteristik Bahan Tekstil Kain atau bahan tekstil memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda tergantung dari asal seratnya, konstruksi benang dan juga bagaimana cara penyempurnaan bahan tekstil tersebut. a. Sifat dan fungsi bahan tekstil serat protein 1) Sifat/karakteristik bahan wol Pada umumnya serat wol terlihat berikal atau keriting, makin halus seratnya makin banyak ikalnya. 2) Sifat/karakteristik bahan sutra Seratnya berupa benang fi lament yang panjangnya 300 sampai 1.600 meter. Penampangnya berbentuk segitiga (triangle) b. Sifat dan Fungsi Bahan Sellulosa Sellulosa adalah bahan dasar dari tumbuh-tumbuhan yang dipakai untuk membuat bahan tekstil, misalnya rayon mengandung sellulosa 100%, kapas mengandung sellulosa 91%, lenan mengandung sellulosa 70%. Bahan tekstil dari sellulosa pada umumnya mengandung zat arang, zat air dan zat asam. c. Sifat dan fungsi bahan sellulosa buatan Beberapa jenis rayon kini telah berkembang di industri perstekstilan antara lain rayon kupramonium, rayon viscose dan rayon polynosic. d. Sifat dan fungsi bahan termoplastik (buatan) Secara umum sifat/karakteristik bahan termoplastik adalah sangat kuat dan tahan gesekan, Higroscopys, Kenyal, pegas (elastisch) dan tahan regangan, dan peka terhadap panas D.. Teknik Pengolahan Kerajinan Serat dan Tekstil 1. Teknik Pengolahan Kerajinan serat Pembuatan serat menjadi benang harus melalui serangkaian proses, di antaranya a. Carding (penyikatan) Serat alami biasanya bersumber dari bulu domba yang disebut fleece dan serat kapas, serat tersebut mungkin masih kotor. Oleh sebab itu, serat tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu kemudian disikat. Tujuan proses carding (penyikatan) adalah memisahkan serat menjadi elemen tunggal dan menjajarkan serat sejajar mungkin satu sama lain. Proses carding sangat penting dalam tahap pemintalan karena akan mempengaruhi mutu hasil akhir. b. Combing (penyisiran) Proses penyisiran melanjutkan langkah pembersihan dan penyortiran yang sudah dimulai dalam tahap penyikatan. Serat-serat tersebut diluruskan sehingga terbentang secara parallel (sejajar). c. Spinning (pemintalan) Selama proses pemintalan, serabut-serabut kapas dijalin untuk membentuk benang yang akan saling melekat, sehingga cukup kuat untuk memasuki tahapan selanjutnya, sebagai rangkaian proses pembuatan kain. Benang tersebut dapat dipilin ke kiri (simpul s) atau ke kanan (simpul z) atau arah pilinannya dapat berganti sesuai dengan jenis benang yang ingin dihasilkan. d. Sizing (penganjian) Pengajian benang lusi adalah proses paling penting dalam pertenunan karena hasilnya akan mempengaruhi effisiensi tenunan dan mutu hasilnya. Pengajian lusi bertujuan untuk memperbaiki sifat tenunan, rupa, dan rabaan (handling), dan menimbang kain. Benang yang telah dikanji akan terikat bulu-bulu benangnya, mempertinggi kekuatan dan kekenyalan serta kelicinan permukaan benang yang akan mengalami gesekan pada waktu menenun. e. Pencelupan benang


Pencelupan benang, adalah proses mewarnai/memberi warna pada benang secara merata. Untuk proses ini tidak harus dilakukan, hanya pada benang-benang yang diperlukan berwarna, f. Tekstil struktur Tekstil struktur adalah tekstil yang terbentuk dari jenis benang/serat yang melalui proses tertentu hingga membentuk struktur. g. Pertenunan Pertenunan adalah persilangan antara dua benang yang terjalin saling tegak lurus satu sama lainnya, yang disebut benang lusi dan benang pakan, yang akhirnya menghasilkan lembaran kain. Benang lusi adalah benang yang arahnya vertikal atau mengikuti panjang kain, sedangkan benang pakan adalah benang yang arahnya horizontal atau mengikuti lebar kain. h. Perajutan Perajutan adalah salah satu proses untuk mendapatkan lembaran kain yang dihasilkan dari jeratanjeratan benang yang bersambung satu sama lainnya, dimana letak jeratan-jeratan ini teratur merupakan suatu deretan. 2. Teknik Pengolahan Kerajinan Tekstil Proses pada pembuatan kerajinan tekstil, terdiri atas beberapa tahapan a. Teknik tenun Teknik pembuatan kain yang masih tergolong kerajinan karena mengandalkan keterampilan tangan adalah teknik tenun. Kain tenun di Indonesia di kerjakan dengan dua jenis teknik, yaitu tenun gendong (benang lungsin yang akan ditenun diikat mengelilingi hingga punggung penenun) yang digunakan di seluruh Indonesia, dan teknik tenun yang menggunakan bingkai kayu sebagai alat bantu tenun. b. Teknik pewarnaan Teknik pewarnaan kain-kain tradisional di Indonesia memanfaatkan proses celup dengan rintang warna seperti teknik batik dan teknik pada kain Sasirangan khas Banjar, Kalimantan Selatan, dan teknik ikat pada pewarnaan serat/benang tenun, ada pula teknik rintang warna dengan menggunakan lilin/malam, yaitu teknik batik. c. Teknik membentuk kerajinan tekstil Pembentukan kerajinan tekstil dilakukan dengan memotong dan menyambung bahan. Pemotongan diawali dengan penggambaran pola sesuai dengan bentuk dan ukuran produk kerajinan tekstil yang dirancang. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan gunting khusus kain, untuk kemudahan pemotongan dan menghasilkan potongan yang rapi. Penyambungan bahan dapat dilakukan dengan teknik jahit manual, teknik jahit dengan menggunakan mesin jahit, dan penggunaan lem. d. Teknik dekorasi Teknik dekorasi di antaranya adalah sulam dan bordir. Dekorasi sulam pada kain tenun diantaranya dengan menambahkan benang emas dan manik-manik kaca (cermuk). Dekorasi juga dilakukan dengan memanfaatkan teknik bordir, yaitu teknik sulam yang dikerjakan dengan bantuan mesin jahit modifi kasi.


DAFTAR PUSTAKA 1. Kemdikbud. 2016. Buku Guru Prakarya SMP/ MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud RI. 2. Kemdikbud.2016. Buku SIswaPrakarya SMP/ MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud RI 3. [HYPERLINK”https://www.kompas.com


Modul Ajar Mata Pelajaran Prakarya Aspek Kerajinan Materi: Perancangan, Pembuatan dan Penyajian Kerajinan dari Bahan Serat dan Tekstil (2) oleh : Anastasia Juanita,S.Pd


PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMP NEGERI 5 COMAL Jalan Desa Kebojongan Kec.Comal Kab. Pemalang Tahun 2022 MODUL AJAR PRAKARYA INFORMASI UMUM


Nama Anastasia Juanita, S.Pd Jenjang/Kelas SMP / VII Asal sekolah SMP Negeri 5 Comal Mapel Prakarya Alokasi waktu 4 pertemuan(12 JP @40menit) (480 menit) Jumlah siswa 30 siswa Profil pelajar Pancasila yang berkaitan ● Beriman, bertakwa kepada TYME dan berakhlak mulia ● Gotong royong ● Kreatif Model pembelajaran Metode Pembelajaran Tatap Muka Eksplorasi,Diskusi,Demonstrasi, Project based learning, Presentasi Fase D Domain Mapel Prakarya Aspek Kerajinan Kompetensi Awal Peserta didik mampu merancang desain dan membuat produk kerajinan bahan serat dan tekstil Kata kunci Perancangan, sulam, batik, tapestri, kemasan Deskripsi umum kegiatan Peserta didik akan melakukan pembuatan kerajinan dari bahan serat dan tekstil sehingga dapat mengembangkan kemampuan kreativitas dalam bidang kerajinan Materi ajar, alat, dan bahan Materi ajar : 4. Membuat pemetaan serat dan tekstil 5. Membuat kerajinan dengan bahan serat dan tekstil sesuai rancangan yang dibuat 6. Bagi siswa dengan pengayaan : merancang pembuatan kerajinan dari bahan serat dan tekstil Alat dan bahan : alat dan bahan pembuatan kerajinan serat dan tekstil Sarana Prasarana 4. Komputer/Laptop/Gawai, jaringan internet, LCD Proyektor, berbagai gambar atau contoh real produk kerajinan dari serat dan tekstil 5. Buku paket 6. Ruang kelas normal ataupun terbuka


KOMPONEN INTI Tujuan Pembelajaran 7.1 Peserta didik mampu merancang desain produk kerajinan melalui modifikasi bentuk dan bahan kerajinan bahan serat dan tekstil berdasarkankajian ergonomis dengan mempertimbangkan potensi lingkungan/kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan 7.2 Peserta didik mampu merancang desain produk kerajinan melalui modifikasi alat dan teknik kerajinan bahan serat dan tekstil berdasarkan kajian ergonomis dengan mempertimbangkan potensi lingkungan/kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan 7.3 Peserta didik mampu membuat produk kerajinan modifikasi bahan serat dan tekstil sesuai dengan rancangannya berdasarkan kajian ergonimis dan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan. 7.4 Peserta didik mampu menapilkan karya kerajinan melalui display dan/atau kemasan yang menarik 7.5 Peserta didik mampu memberi penilaian produk kerajinan modifikasi hasil rancangan sendiri atau orang lain yang bernilai ekonomis berdasarkan potensi lingkungan dan atau kearifan lokal. Asesmen 1. Individu 2. Presentasi 3. Produk Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat memiliki keterampilan dalam pembuatan kerajinan serat dan tekstil yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kewirausahaan nantinya Pertanyaan Pemantik Bagaimana membuat kerajinan serat dan tekstil berdasarkan kearifan lokal dengan nilai ekonomis Kegiatan Pembelajaran Persiapan Pembelajaran : 6. Menyelidiki: apa saja yang termasuk serat dan tekstil! 7. Mengeksplorasi: Bagaimana membuat kerajinan dari serat dan tekstil?


8. Merancang: mengidentifikasi masalah menyelesaikan dengan perancangaan proyek 9. Membuat kreasi : a. Membuat kerajinan dengan bahan dasar serat dan tekstil sesuai dengan rancangan yang telah dibuat b. Membuat kerajinan dengan bahan dasar serat dan tekstil dengan rancangan yang telah dibuat 10. Berbagi dan refleksi: merefleksi bersama mengenai pembelajaran yang telah dilakukan (capaian) Pendahuluan : (10 menit) 4. Guru membuka dengan mengucapkan salam ataupun doa pembukaan 5. Guru memeriksa kehadiran dan kelengkapan siswa 6. Guru melakukan apersepsi dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan nilai yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran Metode : Ceramah Media/aplikasi : slide gambar WA Google Kegiatan Inti Pertemuan 1 (60 menit) 6. Guru menggali pemahaman siswa tentang bahan serat dan tekstil 7. Guru menampilkan slide gambar – gambar tentang berbagai macam serat dan tekstil 8. Guru membuat kelompok dan menjelaskan teknik mid maping kepada peserta didik 9. Setelah selesai menyimak tayangan, para siswa diminta menjawab beberapa panduan pertanyaan pada lembar pertanyaan yang telah disediakan untuk proses mengidentifikasi 10. Guru mempersilahkan kelompok – kelompok tersebut untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan serat dan tekstil Metode : Diskusi Presentasi Media/aplikasi : slide gambar WA Google Model Pembelajaran : Mind maping Kegiatan Inti Pertemuan 2 3. Guru mempersilahkan peserta didik untuk melanjutkan pekerjaan pada pertemuan pertama 4. Guru menjelaskan kembali pertemuan kedua tentang kemasan produk kerajinan bahan serat dan tekstil Metode : diskusi Model pembelajaran : mind mapping Kegiatan inti Pertemuan 3 1. Peserta didik bersama guru berdiskusi tentang pertemuan ke 3 yaitu mengenai berkarya kerajinan serat dan tekstil yang termasuk kearifan lokal 2. Peserta didik merencanakan pembuatan produk kerajinan serat dan tekstil berdasarkan kajian tutorial padaa pertemuan sebelumnya Model pembelajaran : presentasi


3. Guru memeriksa dengan seksama rancangan yang dibuat peserta didik Kegiatan inti Pertemuan 4 1. Peserta didik membuat produk kerajinan serat dan tekstil 2. Guru mendampingi peserta didik dalam pembuatan produk kerajinan 3. Peserta didik mempresentasikan hasil produk kerajinan yang telah dibuat Model pembelajaran : Presentasi Penutup : (10 menit) Pertemuan 1 : 3. Guru memberikan bahan literasi tentang serat dan tekstil 4. Menyampaikan tugas pertemuan ke-2 yaitu mengidentifikasi kemasaan produk kerajinan serat dan tekstil Pertemuan 2 : 3. Menyampaikan apa yang harus dipersiapkan untuk pembelajaran berikutnya 4. Guru menyampaikan rubrik penilaian presentasi untuk pertemuan ke-3 Pertemuan 3 3. Memberikan panduan pertanyaan untuk proses refleksi dan memberikan umpan balik penilaian 4. Guru melaksanakan penilaian pengetahuan Pertemuan 4 1. Memberikan panduan pertanyaan untuk proses refleksi dan memberikan umpan balik penilaian 2. Guru melaksanakan penilaian sesuai rubrik penilaian melalui lembar penilaian produk Model pembelajaran : Google form Asesmen: ● Sikap : fokus pada sikap beriman, bersikap nalar, bertanggungjawab ● Pengetahuan : Menjawab pertanyaan macam – macam serat dan tekstil ● Keterampilan : presentasi tentang produk kerajinan yang telah dibuat Refleksi Siswa : 6. Materi apa saja yang kamu pahami? Uraikan jawabanmu! 7. Apa perasaan yang paling dominan kamu rasakan saat mengikuti pembelajaran ini? 8. Adakah hal yang sulit dan ingin ditanyakan? Jika ada silahkan diuraikan! 9. Menurutmu apakah hasil yang kamu dapatkan sudah sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki? Jika belum bagaimana cara kamu memperbaiki ke depannya? 10. Nilai hidup apa yang kamu dapatkan dari proses pembelajaran ini? Refleksi Guru :


4. Apakah 100% siswa mencapai tujuan pembelajaran? Jika tidak, berapa % kira-kira yang mencapai tujuan pembelajaran? 5. Apa kesulitan yang dialami siswa yang tidak mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang akan guru lakukan untuk membantu mereka? 6. Apakah ada siswa yang nampak tidak fokus? Mengapa? Bagaimana cara guru supaya mereka bisa menjadi fokus dalam pembelajaran? Kriteria mengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran 5. Mampu menjawab panduan pertanyaan mengidentifikasi dengan benar 6. Mampu bekerjasama dengan baik 7. Mampu presentasi dengan baik 8. Mengerjakan refleksi dengan mendalam Bagaimana asesmen dilakukan 5. Observasi guru selama kegiatan belajar berlangsung 6. Kriteria mampu menjawab panduan pertanyaan mengidentifikasi dengan benar 7. Menilai presentasi didepan 8. Nilai lebih dari atau sama dengan 75 menunjukkan siswa mencapai tujuan pembelajaran Materi Pengayaan Siswa yang mampu mengidentifikasi kebutuhan pembuatan kerajinan serat dan tekstil Materi untuk siswa yang kesulitan belajar Siswa memilih materi dengan metode berbeda dari yang sudah diberikan F. PEDOMAN ASESMEN PENGETAHUAN No. Daftar Pertanyaan Skor 1 Gambar – gambar apa saja yang ada di tayangan? 1 2 Sebutkan apa saja macam-macam serat dalam gambar – gambar tersebut? 2 3 Sebutkan macam – macam tekstil yang ada dalam gambar tersebut? 2 4 Sebutkan serat yang bisa dibuat menjadi kerajinan? 3 5 Sebutkan tekstil yang bisa dibuat menjadi kerajinan? 3 6 Sebutkan kemasan produk kerajinan serat dan tekstil? 3 7 Sebutkan alat dan bahan dalam pembuatan produk kerajinan dari serat dan tekstil? 3 8 Sebutkan macam-macam produk kerajinan dari bahan serat dan tekstil berdasarkan wilayah penghasil kerajinan? 3 TOTAL SKOR 20


G. (1) RUBRIK ASESMEN KETERAMPILAN Aspek Penilaian/Rentang Nilai 4 3 2 1 Bekerja sama Baik sekali baik kurang belum Cara presentasi Baik sekali baik kurang belum Penampilan Baik sekali baik kurang belum Mengaktifkan audien Baik sekali baik kurang belum Kesesuaian materi dengan penyampaian Baik sekali baik kurang belum (2) RUBRIK ASESMEN KETERAMPILAN (PENILAIAN PRODUK) Anggota: 1. ………... Kelas: …….. 2. ………… 3. ………… 4. ………… Aspek Penilaian Nilai Bobot Jumlah 1 2 3 55 5 4 Kesesuaian Tema 10 % Kreasi dan Inovasi 10 % Kualitas Produk Kerapian Bahan Warna 60 % Keindahan 20 % Jumlah 100 % Kriteria Penskoran: 1. Tidak sesuai (0 %) 2. Kurang sesuai (1 – 25 %) 3. Cukup sesuai (26 – 50 %) 4. Sesuai (51 – 75 %) 5. Sangat sesuai (76 – 100 %) Nilai = (Skor perolehan x bobot) / 5 Nilai = (Skor perolehan : 12) x 100


H. RUBRIK ASESMEN SIKAP Penilaian selama proses pembelajaran Jurnal Sikap Profil Pelajar Pancasila No. Teknik Bentuk Instrumen Waktu Pelaksanaan 1. Observasi Lembar Observasi (Catatan Jurnal) Saat pembelajaran berlangsung No Tanggal Nama Siswa Catatan perilaku saat pembelajaran Butir Sikap Tindak Lanjut 1. I. GLOSARIUM Perancangan : proses, perbuatan merancang Sulam : bordir; suji; tekat Batik : kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya melalui proses tertentu; kain batik Tapestri : tekstil berat dan tebal, hasil tenunan tangan dengan aneka motif, digunakan sebagai hiasandinding, tirai, dan penyalut mebel Kemasan : bungkus pelindung barang dagangan (niaga) J. PENGAYAAN DAN REMIDIAL a. Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal b. Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang Mengetahui Comal, Juli 2022 SMP Negeri 5 Comal Guru Mata Pelajaran Mulyadi, S.Pd.M.A Anastasia Juanita,S.Pd NIP. 19620901 198301 1 001 NIPPPK. 198406152022212029


LAMPIRAN-LAMPIRAN BAHAN LITERASI GURU – SISWA A.ePrinsip Perancangan Kerajinan Tidak semua produk yang berbahan utama tekstil bisa disebut sebagai karya seni, sebab perwujudannya harus memenuhi prinsip-prinsip berikut: 1. Unity (kesatuan), suatu benda yang dikatakan memiliki nilai seni estetis, harus merupakan kesatuan dan perpaduan dari unsur-unsur pembentuknya secara baik dan sempurna. 2. Complexity (kerumitan), suatu benda yang memiliki nilai estetis pada dasarnya tidaklah sederhana, dalam pengertian mengandung unsur-unsur yang berpadu dengan kerumitan tertentu seperti saling bertentangan, berlawanan, dan saling menyeimbangkan. 3. Intensity (kesungguhan), suatu benda dikatakan memiliki nilai estetis bukanlah suatu benda yang kosong, melainkan memiliki kualitas yang menonjol dalam penampilannya. Nilai itu bisa bersifat lembut atau kasar, gembira atau duka, suram atau ceria yang ditampilkan secara sungguhsungguh. Produk kerajinan dibuat tentunya memiliki tujuan. Selain untuk menghias dan kegunaan praktis, produk kerajinan tekstil dibuat untuk berbagai tujuan. Di bawah ini diuraikan berbagai tujuan dari produk kerajinan tekstil. 1. Fungsi penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu selain menghias. Contohnya hiasan dinding. 2. Fungsi benda pakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Contohnya busana, tas, dan aksesoris. 3. Fungsi kelengkapan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual. Contohnya ulos. Kain tenun tersebut yang dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat lainnya.


4. Fungsi simbolik, kerajinan tekstil tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual. Contohnya tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif simbolik. B. Pengenalan Alat Dan Bahan Bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu: bahan utama dan bahan pelengkap. Secara umum bahan utama yang dapat dipergunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil adalah bahan tekstil yang terbuat dari serat alam atau serat polyester baik itu berupa kain tenun, rajut, kempa, ataupun berupa benang/tali, contoh bahan-bahan tekstil yang dapat dipergunakan dalam pembuatan produk kriya tekstil adalah kain katun, kain satin, benang katun, benang nylon, tali koor,kain flanel, dan pita. Pada pembuatan produk kerajinan tekstil bahan pelengkap memiliki fungsi memperindah atau menyempurnakan tampilan benda yang dibuat. Penggunaan bahan pelengkap pun sama dengan bahan utama yaitu harus disesuaikan dengan jenis benda yang dibuat,fungsi benda, serta teknik pembuatan yang digunakan. Bahan pelengkap yang umumnya digunakan adalah bahan tekstil yang terbuat dari serat alam ataupun polyester seperti kain pelapis/pengeras, busa pelapis, dakron, kain furing, renda, pita dan retsluiting. Alat yang dapat digunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu: alat utama dan alat penunjang. Alat utama terdiri dari: mesin jahit, alat-alat menjahit, gunting, pita ukur, papan landasan dan lain-lain. Adapun alat penunjang terdiri dari: mata itik, lem, lilin bakar, pemidangan, jarum T, dan lain-lain. 1. Alat Produksi Batik Produksi Batik Peralatan batik terdiri dari berbagai macam, namun yang utama adalah kompor, wajan dan canting a. Canting Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan. Canting terdiri dari canting tulis dan canting cap. Canting berfungsi semacam pena, yang di isi lilin malam cair sebagai tintanya. Canting tulis terdiri dari beberapa cecek (lubang), ada yang terdiri dari satu dengan berbagai ukuran kecil, sedang dan besar. Selain itu, ada yang memiliki cucuk 2 dan 3. b. Kompor Kompor adalah alat untuk membuat api untuk memanaskan lilin malam. Wajan ialah perkakas yang digunakan untuk mencairkan malam. Wajan dibuat dari logam baja atau tanah liat. Adapun alat lain yang digunakan dalam membatik diantaranya : dingklik, kursi pendek, pemidangan atau gawangan untuk membentangkan kain, bandul timah untuk pemberat kain, pola batik, ember, panci dan wadah penampung limbah malam. 2. Alat Produksi Jahit Aplikasi a. Jarum jahit tangan dan jarum sulam Jarum sulam berfungsi untuk membuat berbagai macam tusuk hias yang dikerjakan dengan tangan. Besar kecilnya jarum tergantung pada benang yang digunakan untuk menyulam. b. Gunting Gunting yang dibutuhkan untuk membuat sulam meliputi: gunting kain, gunting kertas, gunting benang dan gunting border / sulam. c. Jarum pentul dan bantalan jarum Jarum pentul digunakan untuk membantu menggabungkan kain satu dengan lainnya agar tidak bergeser dari tempatnya. Bantalan jarum untuk memudahkan kita dalam menempatkan jarum agar rapi dan tidak berserakan. d. Tudung jari dan alat pemasuk benang Tudung jari digunakan untuk melindungi jari dari tertusuk jarum. Alat pemasuk benang atau biasa disebut sayang nenek berfungsi untuk membantu memasukkan benang pada lubang jarum e. Pemidangan Pemidangan digunakan untuk meregangkan kain agar permukaan menjadi rata dan licin, sehingga memudahkan pada saat menyulam.


f. Pensil/kapur jahit Pensil atau kapur jahit dibutuhkan untuk menggambar pola-pola yang akan dijadikan aplikasi pada kertas dan kain. g. Cukil/pendedel jahitan Cukil / pendedl digunakan untuk membongkar jahitan yang salah. h. Setrika Setrika digunakan untuk menghaluskan pola-pola aplikasi agar lebih mudah dijahit. C. Langkah-langkah Pembuatan Kerajinan Dalam mendapatkan suatu produk kerajinan tekstil yang baik memerlukan sebuah perencanaan yang di dalamnya terdapat: 1. Kesatuan antara bahan yang digunakan dengan fungsi serta jenis benda yang dibuat, 2. Kerumitan dalam pengerjaannya yaitu perpaduan yang seimbang, berlawanan, atau saling bertentangan yang menghasilkan nilai estetis pada benda tersebut. Teknik dalam pembuatan kerajinan tekstil ada 2, yaitu struktural dan dekoratif,yakni sebagai berikut. 1. Structural Technique Structural adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur dari suatu kerajinan tekstil yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik pembuatannya. Misalnya tas yang dibuat dengan teknik rajut. 2. Decorative Technique Decorative (garnitur) adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual dan memperindah penampilan. Misalnya tas kain katun yang dijahit, lalu diberi hiasan dengan sulam pita. 3. Proses pembuatan kerajinan batik a. Perlengkapan membatik Perlengkapan membatik tidak banyak mengalami perubahan. Dilihat dari peralatan dan cara mengerjakannya, membatik dapat digolongkan sebagai suatu kerja yang bersifat tradisional. 1) Gawangan, adalah perkakas untuk menyangkutkan dan membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan terbuat dari kayu atau bambu. 2) Bandul, Bandul dibuat dari timah, kayu, atau batu yang dimasukkan ke dalam kantong. Fungsi pokok bandul adalah untuk menahan agar mori yang baru dibatik tidak mudah tergeser saat tertiup angin atau tertarik oleh si pembatik secara tidak sengaja. 3) Wajan, adalah perkakas utuk mencairkan malam. Wajan dibuat dari logam baja atau tanah liat. 4) Kompor, adalah alat untuk membuat api. Kompor ini berfungsi sebagai perapian dan pemanas bahan-bahan yang digunakan untuk membatik. 5) Canting, adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan, terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya. Canting ini dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam. 6) Mori, adalah bahan baku batik yang terbuat dari katun. Kualitas mori bermacam-macam dan jenisnya sangat menentukan baik buruknya kain batik yang dihasilkan. 7) Malam (lilin) adalah bahan yang dipergunakan untuk membatik. karena pada akhirnya malam akan diambil kembali pada proses mbabar yaitu proses pengerjaan dari membatik sampai batikan menjadi kain. Malam yang dipergunakan mudah lepas ketika proses pelorodan. 8) Dhingklik (tempat duduk) adalah tempat untuk duduk pembatik. Biasanya terbuat dari bambu, kayu, plastik, atau besi. b. Proses membatik Berikut ini adalah proses membatik yang berurutan dari awal hingga akhir adalah sebagai berikut: 1) Ngemplong merupakan tahap paling awal atau pendahuluan, diawali dengan mencuci kain mori. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kanji. Kemudian dilanjutkan dengan pengeloyoran, yaitu memasukkan kain mori ke minyak jarak atau minyak kacang yang sudah ada di dalam abu merang. Dengan tujuan agar kain menjadi lemas, sehingga daya serap terhadap zat warna lebih tinggi.


2) Nyorek atau memola adalah proses menjiplak atau membuat pola di atas kain mori dengan cara meniru pola motif yang sudah ada, atau biasa disebut dengan ngeblat. 3) Mbathik merupakan tahap berikutnya, dengan cara menorehkan malam batik ke kain mori, dimulai dari nglowong (menggambar garis-garis di luar pola) dan isen-isen (mengisi pola dengan berbagai macam bentuk). Di dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek, yaitu membuat isian dalam pola yang sudah dibuat dengan cara memberi titik-titik (nitik) 4) Nembok adalah proses menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar, dalam hal ini warna biru, dengan menggunakan malam. Bagian tersebut ditutup dengan lapisan malam yang tebal seolah-olah merupakan tembok penahan. 5) Medel adalah proses pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang-ulang sehingga mendapatkan warna yang diinginkan. 6) Ngerok dan mbirah. Pada proses ini, malam pada kain dikerok secara hati-hati dengan menggunakan lempengan logam, kemudian kain dibilas dengan air bersih. Setelah itu,kain diangin-anginkan. 7) Mbironi adalah menutupi warna biru dan isen-isen pola yang berupa cecek atau titik dengan menggunakan malam. Selain itu, ada juga proses ngrining, yaitu proses mengisi bagian yang belum diwarnai dengan motif tertentu. Biasanya, ngrining dilakukan setelah proses pewarnaan dilakukan. 8) Nglorod merupakan tahapan akhir dalam proses pembuatan sehelai kain batik tulis maupun batik cap yang menggunakan perintang warna (malam). Dalam tahap ini, pembatik melepaskan seluruh malam (lilin) dengan cara memasukkan kain yang sudah cukup tua warnanya ke dalam air mendidih. Setelah diangkat, kain dibilas dengan air bersih dan kemudian diangin-anginkan hingga kering. 4. Proses Pembuatan Kerajinan Tapestry Tapestri adalah sebuah teknik membuat karya tekstil dengan cara menenun benang-benang, serta-serat, dan bahan lain. Teknik tapestri memiliki kesamaan dengan merajut. Media yang digunakan berupa benang, sabut kelapa, kain, kertas yang digulung kecil, serta benda lain. Keindahan dari karya tapestri dapat dilihat dari penggunaan unsur-unsur garis, warna dan bidang pada pola-pola gambar dan bahan-bahan pendukung lainnya seperti manik-manik dari kayu atau logam dan tebal tipisnya benang. Keindahan dan keunikan dari karya tapestri perlu juga diperhatikan faktor komposisi, proporsi, keseimbangan, irama dan kesatuan dari masingmasing bagian karya tapestri. Bahan dan Alat Tenun Tapestri a. Alat tenun tapestri 1) Bentangan (spanram). Alat spanram digunakan untuk mengaitkan benang lungsi dan jalinan pakan yang membentuk corak atau motif tenunan. Spanram dapat dibuat dengan bahan kayu yang salah satu sisi yang berhadapan diberikan paku dengan ukuran 1 cm antar pakunya. 2) Gunting digunakan untuk memotong sisa benang dan bahan-bahan yang berlebih dan tidak terpakai. 3) Sisir digunakan untuk merapatkan benang-benang yang sudah ditenun sampai mendapatkan kerapatan yang baik. 4) Paku penggulung berfungsi untuk menyisipkan benang pakan pada benang lungsi sehingga membentuk corak atau motif tertentu. 5) Jarum pipih kayu berfungsi untuk memasukan benang pakan. b. Bahan Bahan-bahan tenun tapestri adalah sebagai berikut: Benang Wol beraneka warna sesuai dengan ragam hias yang akan dibuat. Benang wol ada beberapa macam misalnya Crewel wool biasanya digunakan di atas kanvas atau kain strimin untuk membuat keset, karpet dan tas. Tapestry wool biasanya digunakan untuk membuat hiasan dinding, tas dan sampul buku. c. Menenun Tenun tapestri terdiri dari benang lungsi sebagai dasar dan jalinan benang pakan yang memberi ragam hiasnya. Jalinan benang lungsi dan pakan akan menyatu dalam satu bentuk ragam hias. Ada dua macam teknik dalam tenunan tapestri antara lain :


1) Teknik tenun simetris. Teknik tenun tapestri menggunakan teknik tenun simetris yaitu teknik dengan memasukkan benang pakan sejajar dengan tenunan benang pakan lainnya dan terkait diantara benang lungsi sehingga membentuk ragam hias. 2) Teknik tenun a-simetris. Penggunaan teknik a-simetris yaitu teknik menenun dengan benang pakan ditenun menyilang pada benang lungsinya dan dilakukan berulang-ulang sesuai dengan desain ragam hias yang di buat. 5. Proses Pembuatan Kerajinan dengan Teknik Jahit Tindas Jahit tindas (quilting) adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara melapisi atau mengisi kain dengan bahan pelapis atau pengisi kemudian dijahit tindas pada permukaan kain sesuai dengan rencana. Jahit tindas adalah teknik pembuatan suatu benda kerajinan tekstil dengan cara mengisi atau melapiskan kain dengan bahan pelapis, kemudian dijahit pada bagian atas kain sesuai dengan desain. Jenis-jenis jahit tindas antara lain sebagai berikut. a. Jahit tindas pengisi lembaran (wadded quilting), merupakan teknik menjahit dengan cara mengisi atau melapisi diantara dua kain dengan bahan pelapis yang berupa lembaran, kemudian dijahit sesuai pola. b. Jahit tindas pengisi susulan (padded/stuff ed quilting), merupakan teknik menjahit tindas datar tetapi pada bagian tertentu ditambahkan isian susulan (busa, dakron) untuk mendapatkan kesan yang lebih menonjol. c. Jahit tindas pengisi tali (corded quilting), Pada prinsipnya sama dengan pengisi susulan, bedanya menggunakan tali, penyelesaian bisa dijahit mesin atau tangan. d. Jahit tindas efek bayangan, merupakan gabungan dari jahit tindas pengisi lembaran, susulan/tali hanya ada penambahan kain transparan pada permukaan kain. 6. Proses Pembuatan Kerajinan dengan Menyulam Bordir atau sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet. Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi berikut ini. a. Sulam datar: hasil sulaman rata dengan permukaan kain b. Sulam terawang (kerawang): hasil sulaman berlubang-lubang, misalnya untuk taplak meja dan pinggiran kebaya c. Sulam timbul: hasil sulaman membentuk gelombang di permukaan kain sesuai lekuk gambar. Jenis bordiran dan sulaman: a. Sulam bebas atau sulam benang Dalam sulam benang, benang dijahit di atas kain dengan mengabaikan pola tenun kain. Teknik sulam seperti ini dipakai dalam sulam wol seperti bordir tradisional Cina dan Jepang. b. Sulam hitung jahitan Sulaman dibuat sambil menghitung jumlah jahitan yang dibuat. Sulaman dilakukan di atas kain tenunan sejajar seperti kain kanvas, kain aida, kain strimin, dan kain linen. Jenis sulaman yang termasuk sulam hitung jahitan adalah kruistik, sulam Assisi, needlepoint, dan blackwork Alat dan Bahan yang diperlukan untuk menyulam, sebagai berikut: a. Kain, Berbagai jenis kain bisa disulam, asalkan jarum bisa melewatinya. b. Benang, Banyak jenis benang di pasaran, ada merk DMC, Blue moon, Rose & masih ada lagi.Memang untuk jenis DMC masih menduduki peringkat atas dalam hasil sulamannya, karena lebih kuat, tebal, dan kilap c. Pita, Jenis pita juga bemacam-macam, ada pita satin, pita organdi, pita sutra. Ukurannya bervariasi, mulai dari 1/8 inci sampai 2 inci. d. Jarum, Ketika mengerjakan sulam pita pakailah jarum yang ukuran besar, jarum khusus untuk sulam pita. Jarum jenis ini ada yang ujungnya tumpul, ada juga yang runcing. Kalau mengerjakan teknik “spider web rose” lebih nyaman menggunakan yang ujungnya tumpul, supaya ujung jarum tidak tersangkut di pita. e. Pembidang, Digunakan untuk membentangkan kain sehingga mudah di sulam dan untuk mencegah kerutan pada kain.


D. Penyajian atau Pengemasan Kerajinan Kemasan merupakan sentuhan akhir dari sebuah proses. Pada karya modifikasi kerajinan dari bahan limbah organik, yang perlu diperhatikan adalah ukuran dari karya. Pengemasan tetaplah mengikuti prinsip bahwa semua bergantung kepada cocok tidaknya sebuah produk pada kemasannya. Pengemasan merupakan kegiatan mewadahi benda hasil produksi dengan tujuan menjaga agar tetap berada dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan. Kemasan produk kerajinan tekstil meliputi tiga hal, yaitu merk, kemasan itu sendiri, dan label. Dalam sebuah usaha industri, termasuk kerajinan tekstil, pengemasan dapat berfungsi untuk menempatkan produk agar memiliki bentuk yang mudah dalam aspek penyimpanan, pengangkutan, dan distribusi serta harus dapat meningkatkan nilai keindahan (estetika). Tujuan utama dalam pembuatan desain kemasan tidak hanya menciptakan desain atau perencanaan fungsional estetis, tetapi harus memuat nilai informatif dan komunikatif dengan masyarakat. Beberapa bahan dan jenis kemasan produk kerajinan tekstil, antara lain sebagai berikutan Kerajinan 1. Kemasan Kertas Kemasan kertas merupakan kemasan fl exsibel yang pertama sebelum ditemukannya plastic dan alumunium foil. Sifat-sifat kemasan kertas sangat tergantung pada proses pembuatan dan perlakuan tambahan pada proses pembuatannya. 2. Kemasan Kayu Dalam mendesain kemasan kayu, diperlukan proses alternatif dan bahan-bahan teknik yang tepat untuk membuat kemasan yang lebih ekonomis. Bahan kayu dapat pula digunakan sebagai dasar atau landasan dengan memadukan bahan kemasan plastik ataupun kertas. 3. Kemasan Plastik Plastik sebagai bahan kemasan produk kerajinan memiliki kelebihan tidak menghalangi bentuk, warna, atau nilai keindahan produk. Namun dari segi keamanan fisik, plastik tergolong bahan yang kurang mampu menjamin keamanan hasil karya kerajinan.


DAFTAR PUSTAKA Kemdikbud. 2016. Buku Guru Prakarya SMP/ MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud RI. Kemdikbud.2016. Buku SIswaPrakarya SMP/ MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud RI. [HYPERLINK”https://www.kompas.com


Modul Ajar Mata Pelajaran Prakarya Aspek Kerajinan Materi: Kerajinan Limbah Lunak (3) Anastasia Juanita,S.Pd


PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMP NEGERI 5 COMAL Jalan Desa Kebojongan Kec.Comal Kab. Pemalang Tahun 2022 MODUL AJAR PRAKARYA INFORMASI UMUM Nama Anastasia Juanita, S.Pd Jenjang/Kelas SMP / VII Asal sekolah SMP Negeri 5 Comal Mapel Prakarya Alokasi waktu 3 pertemuan(6 JP @40menit) (240 menit) Jumlah siswa 30 siswa Profil pelajar Pancasila yang berkaitan ● Beriman, bertakwa kepada TYME dan berakhlak mulia ● Berkebhinekaan Global ● Mandiri Model pembelajaran Metode Pembelajaran Tatap Muka, mind mapping Diskusi, Problem based learning Fase D Domain Mapel Prakarya Aspek Kerajinan Kompetensi Awal Peserta didik sudah mampu mengenal pengertian bahan limbah lunak


Kata kunci Limbah lunak, organik, anorganik Deskripsi umum kegiatan Mendeskripsikan dan mengamati bahan limbah lunak seperti organik dan anorganik secara berkelompok Materi ajar, alat, dan bahan Materi ajar : 7. Bahan limbahlunak (organik dan anorganik) 8. Membuat pemetaan limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik 9. Bagi siswa dengan pengayaan : merancang pembuatan kerajinan dari bahan limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik Alat dan bahan : lembar kerja siswa untuk pertanyaan mengidentifikasi Sarana Prasarana 7. Komputer/Laptop/Gawai, jaringan internet, LCD Proyektor, berbagai gambar atau contoh real dari limbah lunak) 8. Ruang kelas normal ataupun terbuka 9. Guru menyesuaikan diri dengan mengenal limbah lunak pada usia siswa kelas VII sehingga bisa semakin dekat dengan para siswa KOMPONEN INTI Tujuan Pembelajaran 7.1 Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeksplorasi bahan limbah organik dan anorganik sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif 7.2 Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeksplorasi alat kerajinan limbah organik dan anorganik sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif 7.3 Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeksplorasi teknik dan prosedur pembuatan kerajinan limbah organik dan anorganik sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif Asesmen 1. Individu 2. Presentasi 3. Produk Pemahaman Bermakna


Peserta didik dapat memiliki keterampilan dalam pembuatan kerajinan yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kewirausahaan nantinya. Pertanyaan Pemantik Apa yang kalian ketahui tentang limbah lunak dan apa saja yang termasuk bahan limbah lunak? Kegiatan Pembelajaran Persiapan Pembelajaran : 11. Memilih gambar yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan 12. Membuat panduan pertanyaan yang sesuai dengan gambar agar para siswa mampu mengidentifikasi gambar tersebut, panduan pertanyaan bisa sebagai berikut : a. Gambar – gambar apa saja yang ada di tayangan? b. Sebutkan apa saja nama bahan dalam gambar – gambar tersebut? c. Sebutkan macam – macam limbah yang ada dalam gambar tersebut? d. Sebutkan prisip kerajinan bahan limbah lunak yang ada dalam gambar tersebut? e. Apa saja jenis dan karakteristik bahan limbah lunak yang di gambar tersebut? 13. Membuat pedoman tayangan slide 14. Membuat pedoman penilaian tes tertulis untuk proses mengidentifikasi 15. Membuat rubrik penilaian unjuk kerja bernyanyi sendiri dan disampaikan di awal sebelum proses penilaian sehingga para siswa bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk mencapai hasil maksimal Pendahuluan : (10 menit) 7. Guru membuka dengan mengucapkan salam ataupun doa pembukaan 8. Guru memeriksa kehadiran dan kelengkapan siswa 9. Guru melakukan apersepsi dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan nilai yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran Metode : Ceramah Media/aplikasi : slide gambar WA Google Kegiatan Inti Pertemuan 1 (60 menit) 11. Guru menggali pemahaman siswa tentang bahan limbah lunak 12. Guru menampilkan slide gambar – gambar tentang berbagai macam bahan limbah lunak 13. Guru membuat kelompok dan menjelaskan teknik mid maping ke pada peserta didik Metode : Diskusi Presentasi Media/aplikasi : slide


14. Setelah selesai menyimak tayangan, para siswa diminta menjawab beberapa panduan pertanyaan pada lembar pertanyaan yang telah disediakan untuk proses mengidentifikasi 15. Guru mempersilahkan kelompok – kelompok tersebut untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bahan limbah lunak gambar WA Google Model Pembelajaran : Mind maping Kegiatan Inti Pertemuan 2 5. Guru mempersilahkan peserta didik untuk melanjutkan pekerjaan pada pertemuan pertama 6. Guru menjelaskan kembali pertemuan kedua tentang jenis dan karakteristik bahan limbah lunak Metode : diskusi Model pembelajaran : mind mapping Kegiatan inti Pertemuan 3 1. Peserta didik memperhatikan informasi yang diberikan oleh guru tentang pertemuan ke 3 yaitu tentang pengolahan bahan limbah lunak 2. Peserta didik melakukan presentasi tentang hasil karya mind mapping didepan kelas Model pembelajaran : presentasi Penutup : (10 menit) Pertemuan 1 : 5. Guru memberikan bahan literasi tentang bahan limbah lunak 6. Menyampaikan tugas pertemuan ke-2 yaitu mengidentifikasi jenis dan karakteristik bahan limbah lunak Pertemuan 2 : 5. Menyampaikan apa yang harus dipersiapkan untuk pembelajaran berikutnya 6. Guru menyampaikan rubrik penilaian presentasi untuk pertemuan ke-3 Pertemuan 3 5. Memberikan panduan pertanyaan untuk proses refleksi dan memberikan umpan balik penilaian 6. Guru melaksanakan penilaian pengetahuan Model pembelajaran : Google form Asesmen: ● Sikap : fokus pada sikap beriman, bersikap nalar, bertanggungjawab ● Pengetahuan : Menjawab pertanyaan macam – macam bahan limbah lunak ● Keterampilan : hasil mind mapping tentang bahan limbah lunak Refleksi Siswa : 11. Materi apa saja yang kamu pahami? Uraikan jawabanmu! 12. Apa perasaan yang paling dominan kamu rasakan saat mengikuti pembelajaran ini? 13. Adakah hal yang sulit dan ingin ditanyakan? Jika ada silahkan diuraikan! 14. Menurutmu apakah hasil yang kamu dapatkan sudah sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki? Jika belum bagaimana cara kamu memperbaiki ke depannya?


15. Nilai hidup apa yang kamu dapatkan dari proses pembelajaran ini? Refleksi Guru : 7. Apakah 100% siswa mencapai tujuan pembelajaran? Jika tidak, berapa % kira-kira yang mencapai tujuan pembelajaran? 8. Apa kesulitan yang dialami siswa yang tidak mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang akan guru lakukan untuk membantu mereka? 9. Apakah ada siswa yang nampak tidak fokus? Mengapa? Bagaimana cara guru supaya mereka bisa menjadi fokus dalam pembelajaran? Kriteria mengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran 9. Mampu menjawab panduan pertanyaan mengidentifikasi dengan benar 10. Mampu bekerjasama dengan baik 11. Mampu presentasi dengan baik 12. Mengerjakan refleksi dengan mendalam Bagaimana asesmen dilakukan 9. Observasi guru selama kegiatan belajar berlangsung 10. Kriteria mampu menjawab panduan pertanyaan mengidentifikasi dengan benar 11. Menilai presentasi didepan 12. Nilai lebih dari atau sama dengan 75 menunjukkan siswa mencapai tujuan pembelajaran Materi Pengayaan Siswa yang mampu mengidentifikasi kebutuhan pembuatan kerajinan dari bahan limbah lunak Materi untuk siswa yang kesulitan belajar Siswa memilih materi dengan metode berbeda dari yang sudah diberikan K. PEDOMAN ASESMEN PENGETAHUAN No. Daftar Pertanyaan Skor 1 Gambar – gambar apa saja yang ada di tayangan? 1 2 Sebutkan apa saja nama limbah lunak dalam gambar – gambar tersebut? 1 3 Sebutkan macam – macam limbah lunak yang ada dalam gambar tersebut? 3 4 Sebutkan macam – macam limbah lunak organik yang bisa dibuat menjadi kerajinan? 3 5 Sebutkan macam – macam limbah lunak anorganik yang bisa dibuat menjadi kerajinan? 3 6 Sebutkan prinsip kerajinan limbah lunak? 3 7 Sebutkan jenis dan karakteristik bahan limbah lunak? 3


8 Sebutkan hasillimbah organik berdasarkan wilayah penghasil bahan kerajinan limbah lunak? 3 TOTAL SKOR 20 L. (1) RUBRIK ASESMEN KETERAMPILAN Aspek Penilaian/Rentang Nilai 4 3 2 1 Bekerja sama Baik sekali baik kurang belum Cara presentasi Baik sekali baik kurang belum Penampilan Baik sekali baik kurang belum Mengaktifkan audien Baik sekali baik kurang belum Kesesuaian materi dengan penyampaian Baik sekali baik kurang belum B (2) RUBRIK ASESMEN KETERAMPILAN (PENILAIAN PRODUK) Anggota: 1. ………... Kelas: …….. 2. ………… 3. ………… 4. ………… Aspek Penilaian Nilai Bobot Jumlah 1 2 3 55 5 4 Kesesuaian Tema 10 % Kreasi dan Inovasi 10 % Kualitas Produk Kerapian Bahan Warna 60 % Keindahan 20 % Nilai = (Skor perolehan : 12) x 100


Jumlah 100 % Kriteria Penskoran: 1. Tidak sesuai (0 %) 2. Kurang sesuai (1 – 25 %) 3. Cukup sesuai (26 – 50 %) 4. Sesuai (51 – 75 %) 5. Sangat sesuai (76 – 100 %) M. RUBRIK ASESMEN SIKAP Penilaian selama proses pembelajaran Jurnal Sikap Profil Pelajar Pancasila No. Teknik Bentuk Instrumen Waktu Pelaksanaan 1. Observasi Lembar Observasi (Catatan Jurnal) Saat pembelajaran berlangsung No Tanggal Nama Siswa Catatan perilaku saat pembelajaran Butir Sikap Tindak Lanjut 1. N. GLOSARIUM Kerajinan : barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan (seperti tikar, anyaman, Dan sebagainya) Sketsa : gambar rancangan; rengrengan; denah; bagan Kemasan : bungkus pelindung barang dagangan (niaga) Promosi : perkenalan (dalam rangka memajukan usaha, dagang, dan sebagainya) Evaluasi : penilaian O. PENGAYAAN DAN REMIDIAL a. Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal b. Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang Nilai = (Skor perolehan x bobot) / 5


Mengetahui Comal, Juli 2022 Kepala SMP Negeri 5 Comal Guru Mata Pelajaran Mulyadi, S.Pd.M.A Anastasia Juanita,S.Pd NIP. 19620901 198301 1 001 NIPPPK.198406152022212029 LAMPIRAN-LAMPIRAN BAHAN LITERASI GURU – SISWA B. Pengertian Bahan Limbah Lunak Limbah lunak adalah limbah yang memiliki sifat dapat diolah atau dimanfaatkan kembali secara sederhana karena mengandung bahan yang lentur dan lembut. Sumber limbah lunak yaitu kegiatan usaha seperti industri, kawasan komersial, dan rumah tangga.Limbah lunak masih tetap masuk ke dalam kategori sulit terurai atau membusuk (walaupun tidak sesulit limbah keras) sehingga mampu mencemari lingkungan, namun tetap dapat didaur ulang. Secara umum limbah lunak terbagi menjadi dua jenis, yaitu organik dan anorganik. 1. Limbah Lunak Organik Limbah lunak organik merupakan limbah lunak yang berasal dari bahan-bahan alami, seperti kulit buah, kulit kacang, dedaunan, dan batang tumbuhan. Proses pengelolaan dari limbah lunak organik sendiri cenderung mudah dengan teknologi yang tidak kompleks, seperti biogas dan pupuk kompos.Ciri-ciri limbah lunak organik adalah sifatnya yang basah (karena kandungan air yang tinggi).Meskipun begitu, limbah lunak organik tetap bisa dimanfaatkan kembali dengan kualitas yang tinggi dan tahan lama. Sumber dan contoh limbah lunak organik: a. Limbah tumbuhan Biasanya berasal dari perkebunan maupun produksi makanan dimana menghasilkan sisa-sisa seperti kulit buah-buahan, kulit kacang, kulit bawang, pelepah pisang, daun-daunan. b. Limbah hasil kegiatan peternakan Limbah yang dihasilkan peternakan yang dapat digunakan kembali seperti kulit hewan. Dimana tingkat kemudahan dalam membentuk limbah ini dan kualitas yang dihasilkan tinggi menjadikan produk dari limbah ini memiliki nilai yang sangat tinggi. 2. Limbah Lunak Anorganik Limbah lunak anorganik adalah limbah lunak yang memiliki kandungan bahan kimia atau bahan campuran dari proses teknologi pengolahan. Limbah lunak anorganik cenderung lebih sulit terurai apabila dibandingkan limbah lunak organik. Ciri-ciri dari limbah lunak anopganik adalah sifatnya yang beracun dan berbahaya sehingga dapat mencemari perairan dan daratan serta menurunkan kualitas lingkungan dan memicu terjadinya bencana alam. C. Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Lunak Dalam pembuatan produk kerajinan perlu memahami dahulu seperti apa membuat karya yang berkualitas, maka dalam proses penciptaannya harus mengacu pada berbagai persyaratan. Adapun syarat-syarat perancangan benda kerajinan dari bahan limbah lunak antara lain sebagai berikut. 1. Kegunaan (Utility) Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh mangkuk untuk wadah sayur. 2. Kenyamanan (Comfortable)


Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya. Contoh cangkir didesain ada pegangannya. 3. Keluwesan (Flexibility) Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki. 4. Keamanan (Safety) Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya. Contoh gelas dari batok kelapa harus mempertimbangkan komposisi zat pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya saat digunakan sebagai wadah minuman. 5. Keindahan (Aestetic) Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih dibanding benda yang biasa-biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, seperti dari bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya. D. Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Lunak Limbah dapat dikelompokkan dalam 3 bagian, yaitu sebagai berikut. 1. Berdasarkan Wujudnya a. Limbah gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam bentuk gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), HCL, NO2, SO2, dan lain-lain. b. Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fi sik berupa zat cair misalnya: air cucian, air hujan, rembesan AC, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain. c. Limbah padat, merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya; kotak kemasan, bungkus jajan, plastik, botol, kertas, kardus, ban bekas, danlain-lain. 2. Berdasarkan Sumbernya a. Limbah pertanian, limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian b. Limbah industri, limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri c. Limbah pertambangan, limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan d. Limbah domestik, limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan pemukiman penduduk 3. Berdasarkan Senyawanya a. Limbah organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk, limbah organik mengandung unsur karbon. Limbah organik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kulit buah dan sayur, kotoran manusia dan hewan. 1) Limbah organik basah Sampah yang mempunyai kandungan air cukup tinggi. Contohnya; kulit buah dan kulit sayuran atau daun-daunan. Limbah organik basah yang dapat dijadikan karya kerajinan adalah; kulit jagung, kulit bawang, kulit buah/biji-bijian, jerami dan sebagainya. 2) Limbah organik kering Sampah yang mempunyai kandungan air cukup rendah. Contohnya; kertas/kardus, kerat,tempurung kelapa, sisik ikan, kayu, kulit telur, serbuk gergaji, dan sebagainya. b. Limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk di uraikan atau tidak bisa membusuk, limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon, contoh limbah anorganik adalah plastik, beling, dan baja. E. Pengolahan Bahan Limbah Lunak Masing-masing daerah memiliki ciri khas kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini tentu dikarenakan sumber daya limbah organik dari masing-masing daerah berbeda. Di bawah ini merupakan penggolongan hasil limbah organik dilihat dari kondisi wilayahnya, yaitu: 1. Daerah pesisir pantai/laut Limbah organik yang banyak tersedia adalah cangkang kerang laut, sisik ikan, tulang ikan,tempurung kelapa, sabut kelapa, dan lainnya. 2. Daerah pegunungan Limbah organik yang banyak dihasilkan di daerah ini adalah kulit buah-buahan yang bertekstur keras seperti salak, durian; kulit pete cina dan lainnya. 3. Daerah pertanian


Limbah organik yang didapat pada daerah ini adalah jerami padi, kulit jagung, batang daun singkong, kulit bawang, dan lainnya. 4. Daerah perkotaan Limbah yang dihasilkan di daerah perkotaan biasanya kertas, kardus, kulit kacang, kulit telur, kayu, serbuk gergaji, serutan kayu, dan lainnya. Pengolahan limbah organik memerlukan pengetahuan yang memadai, agar dalam pemanfaatannya tidak menghasilkan limbah baru yang justru semakin menambah permasalahan dalam kehidupan. Paling tidak limbah hasil daur ulang ini dapat dikelola dengan efi sien dan efektif agar sampah yang dihasilkan dari proses pemanfaatan ini dapat diminimalisir. Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 3R, yaitu: 1. Mengurangi (Reduce) Meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan. 2. Menggunakan kembali (Reuse) Pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, lalu buang. 3. Mendaur ulang (Recycle) Barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri kecil dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain contohnya kerajinan.


DAFTAR PUSTAKA 4. Kemdikbud. 2016. Buku Guru Prakarya SMP/ MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud RI. 5. Kemdikbud.2016. Buku SIswaPrakarya SMP/ MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud RI. 6. [HYPERLINK”https://www.kompas.com .


Modul Ajar Mata Pelajaran Prakarya Aspek Kerajinan Materi: Kerajinan Limbah Lunak (3) Anastasia Juanita,S.Pd


PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMP NEGERI 5 COMAL Jalan Desa Kebojongan Kec.Comal Kab. Pemalang Tahun 2022 MODUL AJAR PRAKARYA INFORMASI UMUM Nama Anastasia Juanita, S.Pd Jenjang/Kelas SMP / VII Asal sekolah SMP Negeri 5 Comal Mapel Prakarya Alokasi waktu 3 pertemuan(6 JP @40menit) (240 menit) Jumlah siswa 30 siswa Profil pelajar Pancasila yang berkaitan ● Beriman, bertakwa kepada TYME dan berakhlak mulia ● Berkebhinekaan Global ● Mandiri Model pembelajaran Metode Pembelajaran Tatap Muka, mind mapping Diskusi, Problem based learning Fase D Domain Mapel Prakarya Aspek Kerajinan Kompetensi Awal Peserta didik sudah mampu mengenal pengertian bahan limbah lunak Kata kunci Limbah lunak, organik, anorganik Deskripsi umum kegiatan Mendeskripsikan dan mengamati bahan limbah lunak seperti organik dan anorganik secara berkelompok


Materi ajar, alat, dan bahan Materi ajar : 10. Bahan limbahlunak (organik dan anorganik) 11. Membuat pemetaan limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik 12. Bagi siswa dengan pengayaan : merancang pembuatan kerajinan dari bahan limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik Alat dan bahan : lembar kerja siswa untuk pertanyaan mengidentifikasi Sarana Prasarana 10. Komputer/Laptop/Gawai, jaringan internet, LCD Proyektor, berbagai gambar atau contoh real dari limbah lunak) 11. Ruang kelas normal ataupun terbuka 12. Guru menyesuaikan diri dengan mengenal limbah lunak pada usia siswa kelas VII sehingga bisa semakin dekat dengan para siswa KOMPONEN INTI Tujuan Pembelajaran 7.4 Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeksplorasi bahan limbah organik dan anorganik sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif 7.5 Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeksplorasi alat kerajinan limbah organik dan anorganik sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif 7.6 Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeksplorasi teknik dan prosedur pembuatan kerajinan limbah organik dan anorganik sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif Asesmen 1. Individu 2. Presentasi 3. Produk Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat memiliki keterampilan dalam pembuatan kerajinan yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kewirausahaan nantinya. Pertanyaan Pemantik Apa yang kalian ketahui tentang limbah lunak dan apa saja yang termasuk bahan limbah lunak?


Kegiatan Pembelajaran Persiapan Pembelajaran : 16. Memilih gambar yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan 17. Membuat panduan pertanyaan yang sesuai dengan gambar agar para siswa mampu mengidentifikasi gambar tersebut, panduan pertanyaan bisa sebagai berikut : a. Gambar – gambar apa saja yang ada di tayangan? b. Sebutkan apa saja nama bahan dalam gambar – gambar tersebut? c. Sebutkan macam – macam limbah yang ada dalam gambar tersebut? d. Sebutkan prisip kerajinan bahan limbah lunak yang ada dalam gambar tersebut? e. Apa saja jenis dan karakteristik bahan limbah lunak yang di gambar tersebut? 18. Membuat pedoman tayangan slide 19. Membuat pedoman penilaian tes tertulis untuk proses mengidentifikasi 20. Membuat rubrik penilaian unjuk kerja bernyanyi sendiri dan disampaikan di awal sebelum proses penilaian sehingga para siswa bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk mencapai hasil maksimal Pendahuluan : (10 menit) 10. Guru membuka dengan mengucapkan salam ataupun doa pembukaan 11. Guru memeriksa kehadiran dan kelengkapan siswa 12. Guru melakukan apersepsi dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan nilai yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran Metode : Ceramah Media/aplikasi : slide gambar WA Google Kegiatan Inti Pertemuan 1 (60 menit) 16. Guru menggali pemahaman siswa tentang bahan limbah lunak 17. Guru menampilkan slide gambar – gambar tentang berbagai macam bahan limbah lunak 18. Guru membuat kelompok dan menjelaskan teknik mid maping ke pada peserta didik 19. Setelah selesai menyimak tayangan, para siswa diminta menjawab beberapa panduan pertanyaan pada lembar pertanyaan yang telah disediakan untuk proses mengidentifikasi 20. Guru mempersilahkan kelompok – kelompok tersebut untuk Metode : Diskusi Presentasi Media/aplikasi : slide gambar WA Google Model Pembelajaran : Mind maping


mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bahan limbah lunak Kegiatan Inti Pertemuan 2 7. Guru mempersilahkan peserta didik untuk melanjutkan pekerjaan pada pertemuan pertama 8. Guru menjelaskan kembali pertemuan kedua tentang jenis dan karakteristik bahan limbah lunak Metode : diskusi Model pembelajaran : mind mapping Kegiatan inti Pertemuan 3 1. Peserta didik memperhatikan informasi yang diberikan oleh guru tentang pertemuan ke 3 yaitu tentang pengolahan bahan limbah lunak 2. Peserta didik melakukan presentasi tentang hasil karya mind mapping didepan kelas Model pembelajaran : presentasi Penutup : (10 menit) Pertemuan 1 : 7. Guru memberikan bahan literasi tentang bahan limbah lunak 8. Menyampaikan tugas pertemuan ke-2 yaitu mengidentifikasi jenis dan karakteristik bahan limbah lunak Pertemuan 2 : 7. Menyampaikan apa yang harus dipersiapkan untuk pembelajaran berikutnya 8. Guru menyampaikan rubrik penilaian presentasi untuk pertemuan ke-3 Pertemuan 3 7. Memberikan panduan pertanyaan untuk proses refleksi dan memberikan umpan balik penilaian 8. Guru melaksanakan penilaian pengetahuan Model pembelajaran : Google form Asesmen: ● Sikap : fokus pada sikap beriman, bersikap nalar, bertanggungjawab ● Pengetahuan : Menjawab pertanyaan macam – macam bahan limbah lunak ● Keterampilan : hasil mind mapping tentang bahan limbah lunak Refleksi Siswa : 16. Materi apa saja yang kamu pahami? Uraikan jawabanmu! 17. Apa perasaan yang paling dominan kamu rasakan saat mengikuti pembelajaran ini? 18. Adakah hal yang sulit dan ingin ditanyakan? Jika ada silahkan diuraikan! 19. Menurutmu apakah hasil yang kamu dapatkan sudah sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki? Jika belum bagaimana cara kamu memperbaiki ke depannya? 20. Nilai hidup apa yang kamu dapatkan dari proses pembelajaran ini? Refleksi Guru : 10. Apakah 100% siswa mencapai tujuan pembelajaran? Jika tidak, berapa % kira-kira yang mencapai


tujuan pembelajaran? 11. Apa kesulitan yang dialami siswa yang tidak mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang akan guru lakukan untuk membantu mereka? 12. Apakah ada siswa yang nampak tidak fokus? Mengapa? Bagaimana cara guru supaya mereka bisa menjadi fokus dalam pembelajaran? Kriteria mengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran 13. Mampu menjawab panduan pertanyaan mengidentifikasi dengan benar 14. Mampu bekerjasama dengan baik 15. Mampu presentasi dengan baik 16. Mengerjakan refleksi dengan mendalam Bagaimana asesmen dilakukan 13. Observasi guru selama kegiatan belajar berlangsung 14. Kriteria mampu menjawab panduan pertanyaan mengidentifikasi dengan benar 15. Menilai presentasi didepan 16. Nilai lebih dari atau sama dengan 75 menunjukkan siswa mencapai tujuan pembelajaran Materi Pengayaan Siswa yang mampu mengidentifikasi kebutuhan pembuatan kerajinan dari bahan limbah lunak Materi untuk siswa yang kesulitan belajar Siswa memilih materi dengan metode berbeda dari yang sudah diberikan P. PEDOMAN ASESMEN PENGETAHUAN No. Daftar Pertanyaan Skor 1 Gambar – gambar apa saja yang ada di tayangan? 1 2 Sebutkan apa saja nama limbah lunak dalam gambar – gambar tersebut? 1 3 Sebutkan macam – macam limbah lunak yang ada dalam gambar tersebut? 3 4 Sebutkan macam – macam limbah lunak organik yang bisa dibuat menjadi kerajinan? 3 5 Sebutkan macam – macam limbah lunak anorganik yang bisa dibuat menjadi kerajinan? 3 6 Sebutkan prinsip kerajinan limbah lunak? 3 7 Sebutkan jenis dan karakteristik bahan limbah lunak? 3 8 Sebutkan hasillimbah organik berdasarkan wilayah penghasil bahan kerajinan limbah lunak? 3 TOTAL SKOR 20


Q. (1) RUBRIK ASESMEN KETERAMPILAN Aspek Penilaian/Rentang Nilai 4 3 2 1 Bekerja sama Baik sekali baik kurang belum Cara presentasi Baik sekali baik kurang belum Penampilan Baik sekali baik kurang belum Mengaktifkan audien Baik sekali baik kurang belum Kesesuaian materi dengan penyampaian Baik sekali baik kurang belum B (2) RUBRIK ASESMEN KETERAMPILAN (PENILAIAN PRODUK) Anggota: 1. ………... Kelas: …….. 2. ………… 3. ………… 4. ………… Aspek Penilaian Nilai Bobot Jumlah 1 2 3 55 5 4 Kesesuaian Tema 10 % Kreasi dan Inovasi 10 % Kualitas Produk Kerapian Bahan Warna 60 % Keindahan 20 % Jumlah 100 % Kriteria Penskoran: 1. Tidak sesuai (0 %) Nilai = (Skor perolehan : 12) x 100 Nilai = (Skor perolehan x bobot) / 5


2. Kurang sesuai (1 – 25 %) 3. Cukup sesuai (26 – 50 %) 4. Sesuai (51 – 75 %) 5. Sangat sesuai (76 – 100 %) R. RUBRIK ASESMEN SIKAP Penilaian selama proses pembelajaran Jurnal Sikap Profil Pelajar Pancasila No. Teknik Bentuk Instrumen Waktu Pelaksanaan 1. Observasi Lembar Observasi (Catatan Jurnal) Saat pembelajaran berlangsung No Tanggal Nama Siswa Catatan perilaku saat pembelajaran Butir Sikap Tindak Lanjut 1. S. GLOSARIUM Kerajinan : barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan (seperti tikar, anyaman, Dan sebagainya) Sketsa : gambar rancangan; rengrengan; denah; bagan Kemasan : bungkus pelindung barang dagangan (niaga) Promosi : perkenalan (dalam rangka memajukan usaha, dagang, dan sebagainya) Evaluasi : penilaian T. PENGAYAAN DAN REMIDIAL a. Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal b. Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang Mengetahui Comal, Juli 2022 Kepala SMP Negeri 5 Comal Guru Mata Pelajaran Mulyadi, S.Pd.M.A Anastasia Juanita,S.Pd


Click to View FlipBook Version