NIP. 19620901 198301 1 001 NIPPPK.198406152022212029 LAMPIRAN-LAMPIRAN BAHAN LITERASI GURU – SISWA F. Pengertian Bahan Limbah Lunak Limbah lunak adalah limbah yang memiliki sifat dapat diolah atau dimanfaatkan kembali secara sederhana karena mengandung bahan yang lentur dan lembut. Sumber limbah lunak yaitu kegiatan usaha seperti industri, kawasan komersial, dan rumah tangga.Limbah lunak masih tetap masuk ke dalam kategori sulit terurai atau membusuk (walaupun tidak sesulit limbah keras) sehingga mampu mencemari lingkungan, namun tetap dapat didaur ulang. Secara umum limbah lunak terbagi menjadi dua jenis, yaitu organik dan anorganik. 1. Limbah Lunak Organik Limbah lunak organik merupakan limbah lunak yang berasal dari bahan-bahan alami, seperti kulit buah, kulit kacang, dedaunan, dan batang tumbuhan. Proses pengelolaan dari limbah lunak organik sendiri cenderung mudah dengan teknologi yang tidak kompleks, seperti biogas dan pupuk kompos.Ciri-ciri limbah lunak organik adalah sifatnya yang basah (karena kandungan air yang tinggi).Meskipun begitu, limbah lunak organik tetap bisa dimanfaatkan kembali dengan kualitas yang tinggi dan tahan lama. Sumber dan contoh limbah lunak organik: a. Limbah tumbuhan Biasanya berasal dari perkebunan maupun produksi makanan dimana menghasilkan sisa-sisa seperti kulit buah-buahan, kulit kacang, kulit bawang, pelepah pisang, daun-daunan. b. Limbah hasil kegiatan peternakan Limbah yang dihasilkan peternakan yang dapat digunakan kembali seperti kulit hewan. Dimana tingkat kemudahan dalam membentuk limbah ini dan kualitas yang dihasilkan tinggi menjadikan produk dari limbah ini memiliki nilai yang sangat tinggi. 2. Limbah Lunak Anorganik Limbah lunak anorganik adalah limbah lunak yang memiliki kandungan bahan kimia atau bahan campuran dari proses teknologi pengolahan. Limbah lunak anorganik cenderung lebih sulit terurai apabila dibandingkan limbah lunak organik. Ciri-ciri dari limbah lunak anopganik adalah sifatnya yang beracun dan berbahaya sehingga dapat mencemari perairan dan daratan serta menurunkan kualitas lingkungan dan memicu terjadinya bencana alam. G. Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Lunak Dalam pembuatan produk kerajinan perlu memahami dahulu seperti apa membuat karya yang berkualitas, maka dalam proses penciptaannya harus mengacu pada berbagai persyaratan. Adapun syarat-syarat perancangan benda kerajinan dari bahan limbah lunak antara lain sebagai berikut. 1. Kegunaan (Utility) Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh mangkuk untuk wadah sayur. 2. Kenyamanan (Comfortable) Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya. Contoh cangkir didesain ada pegangannya. 3. Keluwesan (Flexibility) Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki. 4. Keamanan (Safety)
Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya. Contoh gelas dari batok kelapa harus mempertimbangkan komposisi zat pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya saat digunakan sebagai wadah minuman. 5. Keindahan (Aestetic) Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih dibanding benda yang biasa-biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, seperti dari bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya. H. Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Lunak Limbah dapat dikelompokkan dalam 3 bagian, yaitu sebagai berikut. 1. Berdasarkan Wujudnya a. Limbah gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam bentuk gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), HCL, NO2, SO2, dan lain-lain. b. Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fi sik berupa zat cair misalnya: air cucian, air hujan, rembesan AC, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain. c. Limbah padat, merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya; kotak kemasan, bungkus jajan, plastik, botol, kertas, kardus, ban bekas, danlain-lain. 2. Berdasarkan Sumbernya a. Limbah pertanian, limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian b. Limbah industri, limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri c. Limbah pertambangan, limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan d. Limbah domestik, limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan pemukiman penduduk 3. Berdasarkan Senyawanya a. Limbah organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk, limbah organik mengandung unsur karbon. Limbah organik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kulit buah dan sayur, kotoran manusia dan hewan. 1) Limbah organik basah Sampah yang mempunyai kandungan air cukup tinggi. Contohnya; kulit buah dan kulit sayuran atau daun-daunan. Limbah organik basah yang dapat dijadikan karya kerajinan adalah; kulit jagung, kulit bawang, kulit buah/biji-bijian, jerami dan sebagainya. 2) Limbah organik kering Sampah yang mempunyai kandungan air cukup rendah. Contohnya; kertas/kardus, kerat,tempurung kelapa, sisik ikan, kayu, kulit telur, serbuk gergaji, dan sebagainya. b. Limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk di uraikan atau tidak bisa membusuk, limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon, contoh limbah anorganik adalah plastik, beling, dan baja. I. Pengolahan Bahan Limbah Lunak Masing-masing daerah memiliki ciri khas kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini tentu dikarenakan sumber daya limbah organik dari masing-masing daerah berbeda. Di bawah ini merupakan penggolongan hasil limbah organik dilihat dari kondisi wilayahnya, yaitu: 1. Daerah pesisir pantai/laut Limbah organik yang banyak tersedia adalah cangkang kerang laut, sisik ikan, tulang ikan,tempurung kelapa, sabut kelapa, dan lainnya. 2. Daerah pegunungan Limbah organik yang banyak dihasilkan di daerah ini adalah kulit buah-buahan yang bertekstur keras seperti salak, durian; kulit pete cina dan lainnya. 3. Daerah pertanian Limbah organik yang didapat pada daerah ini adalah jerami padi, kulit jagung, batang daun singkong, kulit bawang, dan lainnya. 4. Daerah perkotaan Limbah yang dihasilkan di daerah perkotaan biasanya kertas, kardus, kulit kacang, kulit telur, kayu, serbuk gergaji, serutan kayu, dan lainnya. Pengolahan limbah organik memerlukan pengetahuan yang memadai, agar dalam pemanfaatannya tidak menghasilkan limbah baru yang justru semakin menambah permasalahan
dalam kehidupan. Paling tidak limbah hasil daur ulang ini dapat dikelola dengan efi sien dan efektif agar sampah yang dihasilkan dari proses pemanfaatan ini dapat diminimalisir. Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 3R, yaitu: 1. Mengurangi (Reduce) Meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan. 2. Menggunakan kembali (Reuse) Pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, lalu buang. 3. Mendaur ulang (Recycle) Barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri kecil dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain contohnya kerajinan.
DAFTAR PUSTAKA 7. Kemdikbud. 2016. Buku Guru Prakarya SMP/ MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud RI. 8. Kemdikbud.2016. Buku SIswaPrakarya SMP/ MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud RI. 9. [HYPERLINK”https://www.kompas.com .
Modul Ajar Mata Pelajaran Prakarya Aspek Kerajinan Materi: Produk dan Proses Kerajinan Bahan Limbah Lunak (4) oleh : Anastasia Juanita,S.Pd PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMP NEGERI 5 COMAL Jalan Desa Kebojongan Kec.Comal Kab. Pemalang Tahun 2022
MODUL AJAR PRAKARYA INFORMASI UMUM Nama Anastasia Juanita, S.Pd Jenjang/Kelas SMP / VII Asal sekolah SMP Negeri 5 Comal Mapel Prakarya Alokasi waktu 4 pertemuan(12 JP @40menit) (480 menit) Jumlah siswa 30 siswa Profil pelajar Pancasila yang berkaitan ● Beriman, bertakwa kepada TYME dan berakhlak mulia ● Gotong royong ● Kreatif Model pembelajaran Metode Pembelajaran Tatap Muka Eksplorasi,Diskusi,Demonstrasi, Project based learning, Presentasi Fase D Domain Mapel Prakarya Aspek Kerajinan Kompetensi Awal Peserta didik mampu merancang desain dan membuat produk kerajinan limbah lunak organik dan anorganik Kata kunci Kerajinan, desain, limbah organik, limbah anorganik Deskripsi umum kegiatan Peserta didik akan melakukan pembuatan kerajinan bahan limbah lunak organic dan bahan lim,bah lunak anorganik sehingga dapat mengembangkan kemampuan kreativitas dalam bidang kerajinan Materi ajar, alat, dan bahan Materi ajar : 13. Membuat pemetaan limbah lunak organik dan limbah lunak anorga 14. Membuat kerajinan dengan bahan limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik sesuai rancangan yang dibuat 15. Bagi siswa dengan pengayaan : merancang pembuatan kerajinan dari bahan limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik
Alat dan bahan : alat dan bahan pembuatan kerajinan bahan limbah lunak Sarana Prasarana 13. Komputer/Laptop/Gawai, jaringan internet, LCD Proyektor, berbagai gambar atau contoh real produk kerajinan dari limbah lunak 14. Buku paket 15. Ruang kelas normal ataupun terbuka KOMPONEN INTI Tujuan Pembelajaran 7.7 Peserta didik mampu merancang desain produk kerajinan melalui modifikasi bentuk, alat dan teknik kerajinan bahan limbah organik dan anorganik berdasarkankajian ergonomis dengan mempertimbangkan potensi lingkungan/kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan 7.8 Peserta didik mampu merancang desain produk kerajinan melalui modifikasi bahan, alat dan teknik kerajinan bahan limbah organik dan anorganik berdasarkan kajian ergonomis dengan mempertimbangkan potensi lingkungan/kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan 7.9 Peserta didik mampu membuat produk kerajinan modifikasi bahan limbah organik dan anorganik sesuai dengan rancangannya berdasarkan kajian ergonimis dan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan. 7.10Peserta didik mampu menampilkan karya kerajinan melalui display dan/atau kemasan yang menarik. 7.11Peserta didik mampu memberi penilaian produk kerajinan modifikasi hasil rancangan sendiri atau orang lain yang bernilai ekonomis berdasarkan potensi lingkungan dan atau kearifan lokal. Asesmen 1. Individu 2. Presentasi 3. Produk Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat memiliki keterampilan dalam pembuatan kerajinan limbah lunak yang dapat dimanfaatkan dalambidang kewirausahaan nantinya Pertanyaan Pemantik Bagaimana membuat kerajinan limbah lunak berdasarkan kearifan lokal dengan nilai ekonomis
Kegiatan Pembelajaran Persiapan Pembelajaran : 21. Menyelidiki: apa saja yang termasuk limbah lunak organik dan limbaah lunak anorganik! 22. Mengeksplorasi: Bagaimana membuat kerajinan dari bahanlimbaah lunak organik dan limbah lunak anorganik? 23. Merancang: mengidentifikasi masalah menyelesaikan dengan perancangaan proyek 24. Membuat kreasi : a. Membuat kerajinan dengan bahan dasar limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik sesuai dengan rancangan yang telah dibuat b. Membuat kerajinan dengan bahan dasar limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik dengan rancangan yang telah dibuat 25. Berbagi dan refleksi: merefleksi bersama mengenai pembelajaran yang telah dilakukan (capaian) Pendahuluan : (10 menit) 13. Guru membuka dengan mengucapkan salam ataupun doa pembukaan 14. Guru memeriksa kehadiran dan kelengkapan siswa 15. Guru melakukan apersepsi dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan nilai yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran Metode : Ceramah Media/aplikasi : slide gambar WA Google Kegiatan Inti Pertemuan 1 (60 menit) 21. Guru menggali pemahaman siswa tentang bahan limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik 22. Guru menampilkan slide gambar – gambar tentang berbagai macam bahan limbah lunak organik dan limbaah lunak anorganik 23. Guru membuat kelompok dan menjelaskan teknik mid maping ke pada peserta didik 24. Setelah selesai menyimak tayangan, para siswa diminta menjawab beberapa panduan pertanyaan pada lembar pertanyaan yang telah disediakan untuk proses mengidentifikasi 25. Guru mempersilahkan kelompok – kelompok tersebut untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bahan limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik Metode : Diskusi Presentasi Media/aplikasi : slide gambar WA Google Model Pembelajaran : Mind maping
Kegiatan Inti Pertemuan 2 9. Guru mempersilahkan peserta didik untuk melanjutkan pekerjaan pada pertemuan pertama 10. Guru menjelaskan kembali pertemuan kedua tentang kemasan produk kerajinan bahan limbah lunak Metode : diskusi Model pembelajaran : mind mapping Kegiatan inti Pertemuan 3 1. Peserta didik bersama guru berdiskusi tentang pertemuan ke 3 yaitu mengenai berkarya kerajinan bahan limbah lunak yang termasuk kearifan lokal 2. Peserta didik merencanakan pembuatan produk kerajinan bahan limbaah lunak berdasarkan kajian tutorial padaa pertemuan sebelumnya 3. Guru memeriksa dengan seksama rancangan yang dibuat peserta didik Model pembelajaran : presentasi Kegiatan inti Pertemuan 4 4. Peserta didik membuat produk kerajinan bahan limbah lunak 5. Guru mendampingi peserta didik dalam pembuatan produk kerajinan 6. Peserta didik mempresentasikan hasil produk kerajinan yang telah dibuat Model pembelajaran : Presentasi Penutup : (10 menit) Pertemuan 1 : 9. Guru memberikan bahan literasi tentang bahan limbah lunak organic dan bahan limbaah lunak anorganik 10. Menyampaikan tugas pertemuan ke-2 yaitu mengidentifikasi kemasaan produk kerajinan bahan limbah lunak Pertemuan 2 : 9. Menyampaikan apa yang harus dipersiapkan untuk pembelajaran berikutnya 10. Guru menyampaikan rubrik penilaian presentasi untuk pertemuan ke-3 Pertemuan 3 9. Memberikan panduan pertanyaan untuk proses refleksi dan memberikan umpan balik penilaian 10. Guru melaksanakan penilaian pengetahuan Pertemuan 4 3. Memberikan panduan pertanyaan untuk proses refleksi dan memberikan umpan balik penilaian 4. Guru melaksanakan penilaian sesuai rubrik penilaian melalui lembar penilaian produk Model pembelajaran : Google form Asesmen:
● Sikap : fokus pada sikap beriman, bersikap nalar, bertanggungjawab ● Pengetahuan : Menjawab pertanyaan macam – macam bahan limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik ● Keterampilan : presentasi tentang produk kerajinan yang telah dibuat Refleksi Siswa : 21. Materi apa saja yang kamu pahami? Uraikan jawabanmu! 22. Apa perasaan yang paling dominan kamu rasakan saat mengikuti pembelajaran ini? 23. Adakah hal yang sulit dan ingin ditanyakan? Jika ada silahkan diuraikan! 24. Menurutmu apakah hasil yang kamu dapatkan sudah sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki? Jika belum bagaimana cara kamu memperbaiki ke depannya? 25. Nilai hidup apa yang kamu dapatkan dari proses pembelajaran ini? Refleksi Guru : 13. Apakah 100% siswa mencapai tujuan pembelajaran? Jika tidak, berapa % kira-kira yang mencapai tujuan pembelajaran? 14. Apa kesulitan yang dialami siswa yang tidak mencapai tujuan pembelajaran? Apa yang akan guru lakukan untuk membantu mereka? 15. Apakah ada siswa yang nampak tidak fokus? Mengapa? Bagaimana cara guru supaya mereka bisa menjadi fokus dalam pembelajaran? Kriteria mengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran 17. Mampu menjawab panduan pertanyaan mengidentifikasi dengan benar 18. Mampu bekerjasama dengan baik 19. Mampu presentasi dengan baik 20. Mengerjakan refleksi dengan mendalam Bagaimana asesmen dilakukan 17. Observasi guru selama kegiatan belajar berlangsung 18. Kriteria mampu menjawab panduan pertanyaan mengidentifikasi dengan benar 19. Menilai presentasi didepan 20. Nilai lebih dari atau sama dengan 75 menunjukkan siswa mencapai tujuan pembelajaran Materi Pengayaan Siswa yang mampu mengidentifikasi kebutuhan pembuatan kerajinan dari bahan limbah lunak organik dan bahan lunak anorganik Materi untuk siswa yang kesulitan belajar Siswa memilih materi dengan metode berbeda dari yang sudah diberikan U. PEDOMAN ASESMEN PENGETAHUAN No. Daftar Pertanyaan Skor 1 Gambar – gambar apa saja yang ada di tayangan? 1 2 Sebutkan apa saja macam-macam limbah lunak organik dalam gambar – gambar tersebut? 2
3 Sebutkan macam – macam limbah lunak anorganik yang ada dalam gambar tersebut? 2 4 Sebutkan macam – macam limbah lunak organik yang bisa dibuat menjadi kerajinan? 3 5 Sebutkan macam – macam limbah lunak anorganik yang bisa dibuat menjadi kerajinan? 3 6 Sebutkan kemasan produk kerajinan limbah lunak? 3 7 Sebutkan alat dan bahan dalam pembuatan produk kerajinan bahan limbah lunak? 3 8 Sebutkan macam-macam produk kerajinan dari bahan limbah lunak organik dan bahan limbah anorganik berdasarkan wilayah penghasil kerajinan? 3 TOTAL SKOR 20 B (1). RUBRIK ASESMEN KETERAMPILAN Aspek Penilaian/Rentang Nilai 4 3 2 1 Bekerja sama Baik sekali baik kurang belum Cara presentasi Baik sekali baik kurang belum Penampilan Baik sekali baik kurang belum Mengaktifkan audien Baik sekali baik kurang belum Kesesuaian materi dengan penyampaian Baik sekali baik kurang belum B (2). RUBRIK ASESMEN KETERAMPILAN (PENILAIAN PRODUK) Anggota: 1. ………... Kelas: …….. 2. ………… 3. ………… 4. ………… Aspek Penilaian Nilai Bobot Jumlah 1 2 3 55 5 4 Kesesuaian Tema 10 % Kreasi dan Inovasi 10 % Kualitas Produk 60 % Nilai = (Skor perolehan : 12) x 100
Kerapian Bahan Warna Keindahan 20 % Jumlah 100 % Kriteria Penskoran: 1. Tidak sesuai (0 %) 2. Kurang sesuai (1 – 25 %) 3. Cukup sesuai (26 – 50 %) 4. Sesuai (51 – 75 %) 5. Sangat sesuai (76 – 100 %) C. RUBRIK ASESMEN SIKAP Penilaian selama proses pembelajaran Jurnal Sikap Profil Pelajar Pancasila No. Teknik Bentuk Instrumen Waktu Pelaksanaan 1. Observasi Lembar Observasi (Catatan Jurnal) Saat pembelajaran berlangsung No Tanggal Nama Siswa Catatan perilaku saat pembelajaran Butir Sikap Tindak Lanjut 1. D. GLOSARIUM Limbah : sisa proses produksi Lunak : lembut; empuk Organik : berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup (hewan atau tumbuhan, seperti minyak dan batu bara. Anorganik : mengenai atau terdiri atas benda selain manusia, tumbuhan, dan hewan; mengenai benda tidak hidup. E. PENGAYAAN DAN REMIDIAL a. Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal b. Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang Nilai = (Skor perolehan x bobot) / 5
Mengetahui Comal, Juli 2022 Kepala SMP Negeri 5 Comal Guru Mata Pelajaran Mulyadi, S.Pd.M.A Anastasia Juanita,S.Pd NIP. 19620901 198301 1 001 NIPPPK. 198406152022212029 LAMPIRAN-LAMPIRAN BAHAN LITERASI GURU – SISWA A.eKerajinan Limbah Lunak Organik Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Prosesnya yaitu sebagai berikut.
1. Pemilahan bahan limbah organik Sebelum didaur ulang bahan limbah organik harus diseleksi terlebih dahulu untuk menentukan bahan mana yang masih dapat dipergunakan dan mana yang sudah seharusnya dibuang. Pemilahan bahan dapat dilakukan secara manual dan disesuaikan dengan tujuan penggunaan bahan yang telah dirancang. 2. Pembersihan limbah organik Limbah organik yang sudah terseleksi harus dibersihkan dahulu dari sisa-sisa bahan yang telah dimanfaatkan sebelumnya. Misalnya saja kulit jagung, maka kulit jagung harus dipisahkan dari tongkol dan rambutnya. 3. Pengeringan Bahan limbah organik yang sifatnya basah harus diolah dengan cara dikeringkan di bawah sinar matahari langsung, agar kadar air dapat hilang dan bahan limbah dapat diolah dengan sempurna. 4. Pewarnaan Pewarnaan pada bahan limbah organik yang sudah kering merupakan selera. Proses pewarnaan yang umum dilakukan pada bahan limbah organik basah adalah dengan cara dicelup atau direbus bersama zat warna tekstil agar menyerap. Sedangkan bahan limbah organik kering dapat diwarnai dengan cara divernis/dipolitur, dapat pula dicat menggunakan cat akrilik atau cat minyak. 5. Pengeringan setelah pewarnaan Setelah diberi warna, bahan limbah organik harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung agar warna pada bahan baku dapat kering sempurna tidak mudah luntur. 6. Finishing sebagai proses akhir agar siap pakai Bahan limbah organik yang sudah kering dapat difinishing agar mudah diproses menjadi karya. Proses finishing juga berbagai macam caranya, seperti disetrika untuk limbah kulit agar tidak kusut, dapat pula digerinda, atau diamplas. 1. Kerajinan Limbah Kertas Limbah kertas bisa dikumpulkan menjadi satu bagian yang dipisahkan dari sampah lainnya. Kumpulan sampah kertas bisa dibuat berbagai macam jenis kerajinan tangan, seperti topeng,patung, dan kertas daur ulang. Nilai jual sampah kertas daur ulang jauh lebih tinggi dari sekadar sampah kertas biasa. Kertas daur ulang bisa dijual ke pengrajin sebagai bahan pembuat kerajinan tangan, atau membuat karya seni yang menghasilkan. Berikut ini contoh pembuatan karya kerajinan topeng dari bahan limbah kertas koran. a. Bahan dan alat: 1) Kertas karton 2) Koran bekas 3) Pewarna bisa dipilih salah satu seperti: cat air/ cat poster/ cat untuk styroform 4) Asesories seperti: benang, kain, ijuk, renda dan sebagainya 5) Gunting 6) Cuter 7) Hecter b. Cara pembuatan 1) Buatlah sketsa dasar wajah berbentuk oval pada sehelai kertas karton kemudian pada sekeliling sisinya beri tanda garis titik 8 bagian. 2) Gunting, lipat, dan tekuk sketsa dasar wajah berbentuk oval kemudian di hecter satu persatu sehingga membentuk seperti gambar di atas. 3) Gunting kertas koran dengan ukuran kecil-kecil kemudian tempelkan pada bentuk dasar wajah topeng, maksudnya agar bentuk dasar topeng dari kertas karton menjadi keras. 4) Bentuk dasar topeng yang sudah selesai ditempeli guntingan kertas koran. 5) Buatlah bagian-bagian wajah topeng seperti alis, hidung, pelipis, dan mulut denga teknik melipat, menggunting dan menempel. Sebelumnya ukur dulu posisi mata, hidung dan mulut sesuai wajah kita kemudian dilubangi.
6) Setelah bagian-bagian wajah selesai ditempel pada bentuk dasar topeng tempelkan kembali guntingan kertas koran ke seluruh bagian wajah topeng, sehingga topeng menjadi lebih keras. 7) Selanjutnya wajah topeng tinggal diberi warna sesuka hati kita, dapat menggunakan cat air untuk styroform, cat poster, cat kayu dan lain sebagainya. B. Kerajinan Limbah Lunak Anorganik Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbaharui seperti mineral dan minyak bumi, atau proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat organik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedangkan sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik dan kaleng. Contoh sampah dari sampah anorganik adalah : potongan-potongan atau pelat-pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecah-pecahan gelas, tulangbelulang, kaleng bekas, botol bekas, bahkan kertas, dan lain-lain. 1. Kerajinan Limbah Plastik Sampah plastik banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dari bekas bungkus sabun cuci, kopi, minuman ringan, ataupun bungkus camilan. Sampah dari bahan ini sangat melimpah jumlahnya maka sampah dari bahan ini dapat diolah menjadi benda-benda kerajinan yang menarik misalnya tas. Tas dibuat dari rangkaian bungkus kopi yang coraknya sama dengan jumlah menyesuaikan besar kecilnya tas yang ingin dibuat. Bungkus kopi tersebut kemudian dirajut membentuk sebuah pola tas yang diinginkan. a. Alat dan bahan 1) 4 kemasan plastik 450 ml dengan corak dan warna yang senada (2 buah untuk sisi depan dan belakang, 2 buah lagi untuk sisi kiri dan kanan). 2) 50 cm bisban dengan ukuran lebar 3 cm untuk tali tas. 3) 1 meter bisban dengan ukuran lebar 2 cm. 4) 4 cm perekat. 5) 30 cm renda katun sebagai pemanis. 6) Jarum (ukuran 16) dan benang jahit berwarna senada. b. Proses pembuatan 1) Bersihkan noda kemasan plastik dengan kertas tisu basah, kalau tidak ampuh, rendam dengan air hangat selama 30 menit. 2) Gunting 2 buah kemasan dengan ukuran sesuai yang diinginkan. Tapi, usahakan potongan kedua kemasan plastik memiliki ukuran yang sama. 3) Gunting 2 kemasan lain (untuk sisi kiri dan kanan) menjadi dua bagian lebarnya (7cm). Jahit bisban di sisi masing-masing kemasan yang sudah dipotong. 4) Pasang dan jahit perekat dengan memakai mesin jahit pada bagian plastik yang akan digunakan sebagai penutup tas. 5) Pasang dan jahit bisban dengan lebar 3cm pada bagian permukaan plastik (sisi kanan dan kiri), untuk digunakan sebagai tali tas. 6) Kemudian pasang dan jahit renda katun sekaligus bisban pada sisi atas lembar kemasan plastik. Lakukan langkah ini pada kemasan plastik untuk sisi depan dan belakang. 7) Sambungkan kedua kemasan plastik yang sudah dipotong berukuran 7 cm (untuk sisi kiri dan kanan tas). Sehingga membentuk lembaran panjang. 8) Hubungkan dan sambung dengan jahitan mesin, bagian tadi (no.7) dengan lembaran plastik untuk sisi depan dan belakang. 9) Lalu pasang bisban pada seluruh tepinya. Tas pun sudah siap untuk digunakan. C. Kemasan Produk Kerajinan Bahan Limbah Lunak Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya,
melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran). Di samping itu pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi. Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya. Kemasan dapat diartikan sebagai wadah atau pembungkus yang berguna mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan-kerusakan pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya. Tujuan pengemasan karya kerajinan, antara lain seperti berikut. 1. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan. 2. Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. 3. Kemasan dapat mendukung program pemasaran. Melalui kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing. 4. Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan. D. Berkarya Kerajinan Bahan Limbaah Lunak Pada pokok bahasan sebelumnya, kalian telah belajar mengenai macam-macam bahan limbah lunak yang dapat dijadikan sebagai media pembuatan benda kerajinan. . 1. Membuat bingkai foto dari kardus dan kertas bekas a. Siapkan bahan dan alat yang diperlukan 1) Kardus bekas 2) Kertas berwarna 3) Lem 4) Cutter / pemotong b. Langkah pengerjaan 1) Buat dan potong pola bingkai foto yang sudah disiapkan.e 2) Buat pola pada kardus untuk bingkai foto dan gunting sesuai dengan pola.r 3) Letakkan pola bingkai yang sudah dipotong di atas kertas hiasan, lalu potong sesuai dengan pola dan jangan lupa beri space/jarak di sekeliling bingkai.karya Kerajinan Bahan imbah Luna 4) Gunting keempat bagian pola agar mudah dilipat. 5) Tempelkan space/jarak yang sudah kita buat dengan menggunakan lem. 6) Potong kertas bagian tengah pola membentuk tanda “X”. 7) Rekatkan dengan pola bingkai dan potong kertas yang melebihi bingkai agar terlihat lebih rapi. Lakukan pada keseluruhan sisi bingkai. 8) Bingkai foto telah selesai dibuat. c. Evaluasi Setelah melakukan kegiatan ini maka lakukan evaluasi dengan menguji karya. Keselamatan kerja harus selalu diperhatikan terutama dalam menggunakan lem dan cutter. DAFTAR PUSTAKA Kemdikbud. 2016. Buku Guru Prakarya SMP/ MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud RI. Kemdikbud.2016. Buku SIswaPrakarya SMP/ MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud RI.
[HYPERLINK”https://www.kompas.com . ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PRAKARYA ASPEK KERAJINAN OLEH :
TIM PRAKARYA SMP NEGERI 5 COMAL DINAS PENDIDIKAN, KEPEMUDAAN DAN OLEHRAGA KABUPATEN KEBUMEN 2022 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PRAKARYA ASPEK KERAJINAN IDENTITAS Satuan Pendidikan : SMP NEGERI KEBUMEN Rujukan CP : Keputusan Kepala Badan Penelitian dan PeCapaian Pembelajaran pada Pendidikan AnPendidikan Menengah pada Kurikulum MeMata Pelajaran : PRAKARYA Penulis : 1. TIM MGMP Fase : D 2. Kelas : VII, VIII, dan IX 3. Tahun Ajaran : 2022/2023 4. … CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE D (Disalin dari Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Nomor 008/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka) Pada akhir Fase D (Kelas VII, VIII, dan IX SMP/MTs/Program Paket B) peserta didik mampu menghasilkan rekayasa teknologi tepat guna melalui identifikasi dan rekonstruksi desain produk dan menjelaskan keterkaitan teori, perakitan dan teknik dalam proses produksi. Pada fase ini peserta didik mampu memberikan penilaian produk berdasarkan fungsi dan manfaat secara tertulis dan lisan. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Kelas Elemen Capaian Pembelajaran Topik Tujuan PembelajVII Observasi dan Eksplorasi Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeskplorasi Serat dan tektil 7.1 Peserta didik mengamati perketeknologi tepat gumengeksplorasi bah
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Kelas Elemen Capaian Pembelajaran Topik Tujuan Pembelajkarakteristik bahan, alat, teknik, prosedur pembuatan sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif. dan tekstil sebagai menciptakan produkyang kreatif dan inov7.2 Peserta didikmengamati perketeknologi tepat gumengeksplorasi alat serat dan tekstil alternatif menciptakarekayasa yang kreinovatif 7.3 Peserta didikmengamati perketeknologi tepat gumengeksplorasi tekprosedur pkerajinan serat dasebagai alternatif meproduk rekayasa yandan inovatif Desain/Perenca naan Peserta didik mampu merancang desain produk kerajinan melalui modifikasi bentuk, bahan, alat dan teknik berdasarkan kajian ergonomis dengan mempertimbangkan potensi lingkungan/kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan. 7.4 Peserta didik merancang desain kerajinan melalui mbentuk dan bahan bahan serat danberdasarkankajian edengan mempertimpotensi lingkunganlokal yang kewirausahaan 7.5 Peserta didik merancang desain kerajinan melalui malat dan teknik bahan serat danberdasarkan kajian edengan mempertimpotensi lingkunganlokal yang kewirausahaan Produksi Peserta didik mampu membuat produk kerajinan modifikasi sesuai dengan rancangannya berdasarkan 7.6 Peserta didik membuat produk modifikasi bahan stekstil sesuai
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Kelas Elemen Capaian Pembelajaran Topik Tujuan Pembelajkajian ergonomis dan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan serta menampilkan melalui display dan/atau kemasan yang menarik. rancangannya berkajian ergonimis dalingkungan dan/ataulokal yang kewirausahaan. 7.7 Peserta didik menapilkan karya melalui display kemasan yang menarRefleksi dan Evaluasi Peserta didik mampu memberi penilaian produk kerajinan modifikasi hasil rancangan sendiri atau orang lain yang bernilai ekonomis berdasarkan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal. 7.8 Peserta didik memberi penilaian kerajinan modifikarancangan sendiri atlain yang bernilai berdasarkan lingkungan dan ataulokal. Observasi dan Eksplorasi Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeskplorasi karakteristik bahan, alat, teknik, prosedur pembuatan sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif. Limbah organik dan anorganik 7.1 Peserta didik mengamati perketeknologi tepat gumengeksplorasi bahaorganik dan anorganalternatif menciptakarekayasa yang kreinovatif 7.2 Peserta didikmengamati perketeknologi tepat gumengeksplorasi alat limbah organik dan asebagai alternatif meproduk rekayasa yandan inovatif 7.3 Peserta didikmengamati perketeknologi tepat gumengeksplorasi tekprosedur pkerajinan limbah organorganik sebagai menciptakan produkyang kreatif dan inovDesain/Perenca naan Peserta didik mampu merancang desain produk 7.4 Peserta didik merancang desain
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Kelas Elemen Capaian Pembelajaran Topik Tujuan Pembelajkerajinan melalui modifikasi bentuk, bahan, alat dan teknik berdasarkan kajian ergonomis dengan mempertimbangkan potensi lingkungan/kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan. kerajinan melalui mbentuk, alat dankerajinan bahan organik dan aberdasarkankajian edengan mempertimpotensi lingkunganlokal yang kewirausahaan 7.5 Peserta didik merancang desain kerajinan melalui mbahan, alat dankerajinan bahan organik dan aberdasarkan kajian edengan mempertimpotensi lingkunganlokal yang kewirausahaan Produksi Peserta didik mampu membuat produk kerajinan modifikasi sesuai dengan rancangannya berdasarkan kajian ergonomis dan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan serta menampilkan melalui display dan/atau kemasan yang menarik. 7.6 Peserta didik membuat produk modifikasi bahan organik dan anorgandengan rancberdasarkan kajian dan potensi lidan/atau kearifan loberbasis kewirausaha7.7 Peserta didik menampilkan karya melalui display kemasan yang menarRefleksi dan Evaluasi Peserta didik mampu memberi penilaian produk kerajinan modifikasi hasil rancangan sendiri atau orang lain yang bernilai ekonomis berdasarkan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal. 7.8 Peserta didik memberi penilaian kerajinan modifikarancangan sendiri atlain yang bernilai berdasarkan lingkungan dan ataulokal. JumlaVIII Observasi dan Eksplorasi Peserta didik mampu mengamati perkembangan Bahan Lunak Alam 8.1 Pesrta Didik mampmendiskripsikan p
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Kelas Elemen Capaian Pembelajaran Topik Tujuan Pembelajteknologi tepat guna dan mengeskplorasi karakteristik bahan, alat, teknik, prosedur pembuatan sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif. bahan lunak alam 8.2 Pesrta Didik mampmenyebutkan Prinsmanfaat Kerajinanlunak alam 8.3 Pesrta Didik mampmengidentifikasi JeKarakteristik Kerajbahan lunak alam Desain/Perenca naan Peserta didik mampu merancang desain produk kerajinan melalui modifikasi bentuk, bahan, alat dan teknik berdasarkan kajian ergonomis dengan mempertimbangkan potensi lingkungan/kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan. 8.4 Pesrta Didik mampmerencanakan dan merancang produk bahan limbah lunak8.5 Pesrta Didik mampmenguraikan syaraperancangan benda8.6 Pesrta Didik mampmenguraikan Bahakerajinan bahan lunProduksi Peserta didik mampu membuat produk kerajinan modifikasi sesuai dengan rancangannya berdasarkan kajian ergonomis dan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan serta menampilkan melalui display dan/atau kemasan yang menarik. 8.7 Pesrta Didik mammengolah bahan lunmenjadi produk ker8.8 Peserta didikmampmendisplay hasil kedari bahan lunak alaRefleksi dan Evaluasi Peserta didik mampu memberi penilaian produk kerajinan modifikasi hasil rancangan sendiri atau orang lain yang bernilai ekonomis berdasarkan potensi lingkungan 8.9 Pesrta Didik mampmenyusun laporan devaluasi hasil pengobahan lunak buatan
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Kelas Elemen Capaian Pembelajaran Topik Tujuan Pembelajdan/atau kearifan lokal. Observasi dan Eksplorasi Peserta didik mampu mengamati perkembangan teknologi tepat guna dan mengeskplorasi karakteristik bahan, alat, teknik, prosedur pembuatan sebagai alternatif menciptakan produk rekayasa yang kreatif dan inovatif. Bahan Lunak buatan 8.1 Pesrta Didik mampmendiskripsikan pbahan lunak buatan8.2 Pesrta Didik mmenyebutkan Prmanfaat Kerajbahan lunak bu8.3 Pesrta Didik mmengidentifikadan KarakteristKerajinan bahabuatan Desain/Perenca naan Peserta didik mampu merancang desain produk kerajinan melalui modifikasi bentuk, bahan, alat dan teknik berdasarkan kajian ergonomis dengan mempertimbangkan potensi lingkungan/kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan. 8.4 Pesrta Didik mmerencanakan merancang prokerajinan bahanlunak buatan 8.5 Pesrta Didik mammampu menguraik– syarat perancangkerajinan 8.6 Pesrta Didik mampmenguraikan Bahakerajinan bahan lunProduksi Peserta didik mampu membuat produk kerajinan modifikasi sesuai dengan rancangannya berdasarkan kajian ergonomis dan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan serta menampilkan melalui display dan/atau kemasan yang menarik. 8.7 Pesrta Didik mammengolah bahan lunbuatan menjadi prokerajinan 8.8 Peserta didikmampmendisplay hasil kedari bahan lunak buRefleksi dan Evaluasi Peserta didik mampu memberi penilaian produk kerajinan modifikasi hasil rancangan sendiri atau orang lain yang bernilai 8.9 Pesrta Didik mampmenyusun laporan devaluasi hasil pengobahan lunak buatan
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Kelas Elemen Capaian Pembelajaran Topik Tujuan Pembelajekonomis berdasarkan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal. JumlahIX Observasi dan Eksplorasi Peserta didik mampu mengeksplorasi bentuk, bahan, alat, teknik dan prosedur pembuatan produk kerajinan hasil modifikasi yang bernilai ekonomis serta karakteristik display/kemasan dari berbagai sumber. Bahan Keras 9.1. Peserta didik mamenyebutkan berbagbahan alat teknik danprosedur pembuatan kerajinan dari bahan9.2. Peserta didik mamemodifikasi kerajinbahan keras 9.3. Peserta dididk mmenciptakan/meghasproduk kerajinan darkeras yang bernilai ek9.4. Peserta didik mamenghasilkan display/kemasan darikeras Desain/Perenca naan Peserta didik mampu merancang desain produk kerajinan melalui modifikasi bentuk, bahan, alat dan teknik berdasarkan kajian ergonomis dengan mempertimbangkan potensi lingkungan/kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan. Kerajinan dari bahan keras 9.5. Peserta didik mamembuat produk kerdari bahan keras 9.6. Peserta didik mamemodifikasi kerajindengan rancangannyberdasarkan kajian edan potensi lingkunga9.7. Peserta didik mamengembangkan jiwakewirausahaan melaldisplay/kemasan yangmenarik Produksi Peserta didik mampu membuat produk kerajinan modifikasi sesuai dengan rancangannya berdasarkan kajian ergonomis dan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan serta menampilkan melalui display dan/atau kemasan Pembuatan kerajinan dari bahan limbah organik dan nonorgank melalui teknik potong, sambung dan tempel 9.8. Peserta didik mamenciptakan produk jadi dan/atau produk jakreatif dan atau inovat9.9. Peserta didik mamelakukan eksperimepenelitian yang menumjiwa kewirausahaan
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Kelas Elemen Capaian Pembelajaran Topik Tujuan Pembelajyang menarik.. Refleksi dan Evaluasi Peserta didik mampu memberi penilaian produk kerajinan modifikasi hasil rancangan sendiri atau orang lain yang bernilai ekonomis berdasarkan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal. Bahan keras 9.10. Peserta didik mmenganalisis hasil prbahan lunak dan kera. Observasi dan Eksplorasi Peserta didik mampu mengeksplorasi bentuk, bahan, alat, teknik dan prosedur pembuatan produk kerajinan hasil modifikasi yang bernilai ekonomis serta karakteristik display/kemasan dari berbagai sumber. Artefak dan objek budaya 9.1 Peserta didik mammengekplorasi bentudan objek budaya sebkerajinan yang berniekonomis 9.2 Peserta didik mammemodifikasi objek bkedalam sebuah keraDesain/Perenc anaan Peserta didik mampu merancang desain produk kerajinan melalui modifikasi bentuk, bahan, alat dan teknik berdasarkan kajian ergonomis dengan mempertimbangkan potensi lingkungan/kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan. 9.3 peserta didik mammenganalisis bentuk,alat dan teknik pada dan objekbudaya Produksi Peserta didik mampu membuat produk kerajinan modifikasi sesuai dengan rancangannya berdasarkan kajian ergonomis dan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal yang berbasis kewirausahaan serta menampilkan melalui display dan/atau 9.4 Peserta didik mammembuat produk kermodifikasi dengan inobjek budaya sesuai drancangannya berdaskajian ergonomis danlingkungan dan/atau lokal yang berbasis kewirausahaan 9.5 Peserta didik mammenampilkan karya kmelalui diplay dan/at
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Kelas Elemen Capaian Pembelajaran Topik Tujuan Pembelajkemasan yang menarik. kemasan yang menarRefleksi dan Evaluasi Peserta didik mampu memberi penilaian produk kerajinan modifikasi hasil rancangan sendiri atau orang lain yang bernilai ekonomis berdasarkan potensi lingkungan dan/atau kearifan lokal. 9.6 Peserta didik mammengapresiasi produkerajinan modifikasi rancangan sendiri atalain. JumlGLOSARIUM Artefak Wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, serta karya manusia Objek budaya Hasil dari bentuk relisasi budaya yang tumbuh dan berkembang ditengah – tengah masyarakadisplay Atau penataan produk, adalah suatu cara penataan produk agar konsumen tertarik DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2021. Panduan Pembelajaran dan AsSMP/MTs, SMA/SMK/MA). Jakarta:Pusat Asesmen dan Pembelajaran-Badan Penelitian danKebudayaan, Riset, dan Teknologi. Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Nomor 008/KR/2022 tentaJenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka ….……………………………………………………………………………………………………………. Mengetahui Comal , Juli 2022 Kepala SMP Negeri 5 Comal Guru Mata Pelajaran Mulyadi, S.Pd.M.A Anastasia Juanita,S.Pd NIP. 19620901 198301 1 001 NIPPPK. 198406152022212029