The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

10. MK Inti_PPG Prajab_Prinsip Pengajaran dan Asesmen II

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Dewi Santi, 2024-02-14 01:15:03

MK Inti_PPG Prajab_Prinsip Pengajaran dan Asesmen II

10. MK Inti_PPG Prajab_Prinsip Pengajaran dan Asesmen II

Keywords: ppg prajabatan

21 TOPIK II PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL PADA PERENCANAAN PENGAJARAN DAN ASESMEN Durasi 4 Pertemuan Capaian Pembelajaran Setelah mempelajari topik ini, mahasiswa dapat: 1. Menyusun rancangan pembelajaran dan asesmen yang berpihak pada peserta didik 2. Menerapkan rancangan pembelajaran dan asesmen dalam kegiatan pembelajaran 3. Menerapkan pendekatan Teaching at the Right Level pada kegiatan pembelajaran 4. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan asesmen yang telah dilakukan 5. Merefleksikan pengalaman pembelajaran dan asesmen yang telah dilakukan untuk rancangan pembelajaran dan asesmen selanjutnya 6. Menyusun rencana tindak lanjut pengajaran dan asesmen A. Mulai Dari Diri Mahasiswa PPG Prajabatan, Saat ini kita akan mempelajari topik kedua pada mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen II yaitu Pendekatan Teaching at the Right Level pada Perencanaan Pengajaran dan Asesmen. Pada topik sebelumnya, Anda telah mempelajari kesesuaian pembelajaran dengan karakteristik peserta didik antara lain melakukan asesmen awal untuk mendapatkan data sehingga Anda dapat melakukan pemetaan karakteristik peserta didik. Harapannya, Anda dapat mempraktikkan pengetahuan tersebut


22 menjadi sebuah rancangan pembelajaran dan asesmen yang akan Anda implementasikan dalam kegiatan mengajar di sekolah. Penting untuk terus memahami bahwa kita harus mengutamakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik. Oleh karena itu, siklus tujuan pembelajaran – asesmen – kegiatan pembelajaran harus terus dibenahi demi bisa mewujudkan proses pembelajaran dan asesmen yang efektif. Setelah mempelajari topik ini Anda diharapkan mampu untuk: 1. Menyusun rancangan pembelajaran dan asesmen yang berpihak pada peserta didik. 2. Menerapkan rancangan pembelajaran dan asesmen melalui kegiatan mengajar di sekolah. 3. Menerapkan pendekatan Teaching at the Right Level pada proses pembelajaran dan asesmen di sekolah. 4. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan asesmen yang telah dilaksanakan. 5. Membuat laporan hasil asesmen peserta didik yang menggambarkan pencapaian kompetensi. 6. Merefleksikan pengalaman pembelajaran dan asesmen pada rancangan pembelajaran selanjutnya. 7. Menyusun rencana tindak lanjut pengajaran dan asesmen. Sebelum Anda menyusun rancangan pembelajaran dan mempraktikkannya di sekolah, mari kita identifikasi terlebih dahulu pemahaman Anda mengenai implementasi pendekatan pembelajaran. Cobalah untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut ini! 1. Jelaskan pengetahuan Anda mengenai karakteristik peserta didik!


23 2. Sebutkan perbedaan yang mungkin ada di antara peserta didik! 3. Jika Anda akan mengajar peserta didik dalam satu kelas yang mempunyai tingkat capaian yang berbeda, jelaskan persiapan yang akan Anda lakukan! 4. Ceritakan pengalaman Anda (jika ada) dalam mengajar pada peserta didik dengan tingkat capaian yang berbeda!


24 5. Jelaskan pengetahuan Anda mengenai pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan saat mengajar pada tingkat capaian yang berbeda! Anda akan mempelajari lebih jauh mengenai hal-hal tersebut pada topik ini. Tuliskan hal-hal yang ingin Anda pelajari lebih lanjut! B. Eksplorasi Konsep Tanggung jawab seorang Guru saat melaksanakan proses pembelajaran di kelas adalah memastikan bahwa peserta didik memahami apa yang Guru sampaikan. Pernahkah Anda berpikir berapa persen peserta didik dalam satu kelas yang dapat memahami apa yang Guru sampaikan? Ketidakmampuan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dapat dibuktikan dengan adanya perhatian yang teralihkan, peserta didik mempunyai pandangan kosong, atau bahkan peserta didik sibuk melakukan kegiatan yang tidak berhubungan dengan kegiatan pembelajaran. Misalnya Setelah mempelajari topik ini, saya berharap akan memahami tentang: - - - - -


25 menggambar pada buku teks maupun buku tulis, mencoret-coret meja, memainkan jari/kuku, dan sebagainya. Apa yang menyebabkan ketidakmampuan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut? Setiap peserta didik merupakan individu yang unik, mereka dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mempunyai latar belakang berbeda-beda. Akibatnya setiap peserta didik mempunyai kebutuhan belajar yang berbeda-beda. Kebutuhan belajar merupakan jarak atau kesenjangan antara sasaran belajar yang ingin dicapai dengan kondisi peserta didik saat ini. Ada tiga faktor yang mempengaruhi kebutuhan belajar peserta didik yaitu pengetahuan, keterampilan, dan ketertarikan. Teaching at the Right Level (TaRL) merupakan pendekatan pembelajaran yang mengacu pada tingkat capaian atau kemampuan peserta didik. TaRL merupakan bentuk implementasi yang sesuai dengan filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Dengan memperhatikan capaian, tingkat kemampuan, kebutuhan peserta didik sebagai acuan untuk merancang pembelajaran, maka kita melakukan segala upaya kita untuk berpusat pada peserta didik. Tujuan pengajaran dengan menggunakan pendekatan ini adalah penguatan kemampuan numerasi dan literasi pada peserta didik, serta pengetahuan pada mata pelajaran yang menjadi capaian pembelajaran. Agar lebih memahami bagaimana mengidentifikasi kebutuhan murid, simaklah video berikut ini: https://youtu.be/xrFa0VjfvnU


26 Komponen rancangan pembelajaran dan asesmen antara lain: 1. Tujuan pembelajaran 2. Asesmen 3. Kegiatan pembelajaran 1. Tujuan Pembelajaran Kita akan masuk pada tahap pertama dalam merancang pembelajaran dan asesmen yaitu menentukan tujuan pembelajaran. Bagaimana menyelaraskan tujuan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik? Anda bisa memahaminya melalui video berikut ini: https://youtu.be/CSTOZ9lHLc0 2. Asesmen Asesmen mempunyai tiga fungsi yaitu: a. Assessment for learning b. Assessment as learning c. Assessment of learning Untuk memenuhi ketiga fungsi tersebut, asesmen dapat dilakukan melalui metode dan format yang berbeda-beda disesuaikan dengan


27 kebutuhannya. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai metode dan format asesmen, simaklah video-video berikut ini: https://youtu.be/xszlkSv-9es https://youtu.be/CaW3BXPd5Fs 3. Kegiatan Pembelajaran Kembali pada analogi kita mengenai rencana perjalanan, sebelum melakukan perjalanan tentu kita akan 27cenario daftar kebutuhan yang harus dipersiapkan selama melakukan perjalanan, misalnya bekal makanan dan minuman, uang, pakaian ganti, dan sebagainya. Bagaimana jika hal ini tidak kita persiapkan dengan matang? Tentu


28 perjalanan kita tidak akan berjalan dengan baik, bisa saja di tengah perjalanan kita kehabisan makanan, lalu kita harus membeli makanan di tempat yang harganya mahal sehingga pengeluaran kita akan membengkak. Begitu pula dengan kegiatan pembelajaran, kita merancang pembelajaran dan asesmen agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, teratur, memberikan kondisi yang nyaman bagi Guru maupun peserta didik, hingga akhirnya tujuan pembelajaran kita tercapai. Dalam hubungannya dengan TaRL, apa saja yang harus kita persiapkan agar kegiatan pembelajaran berlangsung dengan baik? 1. Tentukan metode pembelajaran, apakah akan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, atau karyawisata. 2. Tentukan bahan ajar yang sesuai. Apakah menggunakan buku, video, dan sebagainya. 3. Tentukan media pembelajaran yang sesuai. Apakah memerlukan alat peraga dan sebagainya. 4. Tentukan 28cenario pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu (jam pelajaran yang disediakan)


29 C. Ruang Kolaborasi Anda telah mempelajari mengenai pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dan menyusun rancangan pembelajaran dan asesmen. Pada tahap ini Anda akan mendiskusikan dengan rekan mahasiswa dan dosen mengenai perangkat ajar yang telah Anda susun sebelum rancangan pembelajaran dan asesmen tersebut Anda implementasikan dalam kegiatan mengajar di sekolah PPL II. Kegiatan diskusi ini bertujuan untuk memastikan rancangan pembelajaran dan asesmen yang Anda susun telah sesuai dengan prinsip Teaching at the Right Level (TaRL). Kolaborasi antar mahasiswa dibutuhkan untuk menelaah rancangan pembelajaran dan asesmen agar suatu saat nanti rancangan Tugas 2.1. Perangkat Ajar Anda telah mempelajari bagaimana merancang pembelajaran dan asesmen yang sesuai dengan tingkat capaian peserta didik menggunakan pendekatan TaRL. Buatlah perangkat ajar 1 pertemuan atau 1 tujuan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang Anda laksanakan tersusun atas: Rancangan pembelajaran dan asesmen Bahan ajar Instrumen asesmen Perangkat ajar tersebut akan Anda implementasikan dalam kegiatan mengajar di mata kuliah PPL II. Sebagai bahan panduan, Anda dapat mengakses dokumen Panduan Pembelajaran dan Asesmen pada tautan berikut: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/06/PanduanPembelajarn-dan-Asesmen.pdf


30 pembelajaran dan asesmen tersebut dapat dipahami dan digunakan oleh semua Guru. Anda dapat menggunakan panduan berikut ini: Instrumen Telaah Rancangan Pembelajaran dan Asesmen Nama Sekolah : ……………………………………………………………… Nama Guru : ……………………………………………………………… Mata Pelajaran : ……………………………………………………………… Fase/Kelas : ……………………………………………………………… Semester : ……………………………………………………………… Alokasi waktu (JP) : ……………………………………………………………… Panduan penilaian: Skor 1: Jika komponen rancangan pembelajaran dan asesmen tidak ada. Skor 2: Jika komponen rancangan pembelajaran dan asesmen ada namun kurang sesuai dengan pendekatan TaRL. Skor 3: Jika komponen rancangan pembelajaran dan asesmen dan cukup sesuai dengan pendekatan TaRL. Skor 4: Jika komponen rancangan pembelajaran dan asesmen ada dan sangat sesuai dengan pendekatan TaRL. No Komponen Rancangan Pembelajaran dan Asesmen Kondisi Skor Ada Tidak 4 3 2 1 Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran 1 Menggambarkan urutan pengembangan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2 Alur tujuan pembelajaran dalam satu fase menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran yang linear dari awal hingga akhir fase


31 No Komponen Rancangan Pembelajaran dan Asesmen Kondisi Skor Ada Tidak 4 3 2 1 3 Alur tujuan pembelajaran pada keseluruhan fase menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran yang menggambarkan tahapan perkembangan kompetensi antarfase dan jenjang Asesmen Diagnostik 4 Asesmen diagnostik pengetahuan peserta didik 5 Asesmen diagnostik karakteristik (latar belakang) peserta didik Modul Ajar 6 Identitas penulis 7 Kompetensi awal 8 Profil pelajar pancasila 9 Sarana dan prasarana 10 Target peserta didik 11 Model pembelajaran yang digunakan 12 Tujuan pembelajaran 13 Asesmen 14 Pemahaman bermakna 15 Pertanyaan pemantik 16 Kegiatan pembelajaran 17 Refleksi peserta didik dan pendidik 18 Lembar kerja peserta didik 19 Pengayaan dan remedial 20 Bahan bacaan peserta didik dan pendidik 21 Glosarium 22 Daftar pustaka Asesmen 23 Assessment of learning 24 Assessment as learning 25 Assessment for learning *tabel ini disusun merujuk pada Kurikulum Merdeka, jika sekolah tempat Anda melaksanakan PPL II menggunakan Kurikulum 2013, komponen rancangan pembelajaran dapat menyesuaikan. Skor maksimal pada rancangan pembelajaran dan asesmen yang dikembangkan sesuai dengan instrumen telaah diatas adalah 100. Semakin


32 tinggi skor yang didapatkan, maka semakin baik kualitas rancangan pembelajaran dan asesmen yang dikembangkan. Secara lebih rinci, telaah terhadap rancangan pembelajaran dan asesmen yang telah dikembangkan juga dapat menggunakan alternatif format instrumen seperti di bawah ini. Skor 1: Jika komponen rancangan pembelajaran dan asesmen tidak ada Skor 2: Jika komponen rancangan pembelajaran dan asesmen ada namun kurang sesuai TaRL Skor 3: Jika komponen rancangan pembelajaran dan asesmen ada dan sesuai TaRL No Komponen Rancangan Pembelajaran dan Asesmen Hasil Penelaahan dan Skor Catatan 1 2 3 A. Identitas Mata Pelajaran Tidak ada Kurang sesuai Sudah sesuai 1. Terdapat: satuan pendidikan,kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran/subtema, dan jumlah pertemuan B. Perumusan Capaian Pembelajaran dan ATP Tidak ada Kurang sesuai Sudah sesuai 1. Kesesuaian dengan Kompetensi Dasar 2. Kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan kompetensi yang diukur 3. Kesesuaian rumusan dengan aspek pengetahuan. 4 Kesesuaian rumusan dengan aspek keterampilan C. Perumusan Tujuan Pembelajaran Tidak ada Kurang sesuai Sudah sesuai 1 Kesesuaian dengan Indikator 2 Kesesuaian perumusan dengan aspek Audience, Behaviour, Condition, dan Degree D. Pemilihan Materi Ajar Tidak ada Kurang sesuai Sudah sesuai


33 No Komponen Rancangan Pembelajaran dan Asesmen Hasil Penelaahan dan Skor Catatan 1 2 3 1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran 2. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik 3 Keruntutan uraian materi ajar E. Pemilihan Sumber Belajar Tidak ada Kurang sesuai Sudah sesuai 1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran 2. Kesesuaian dengan materi pembelajaran 3 Kesesuaian dengan pendekatan TaRL 4. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik F. Pemilihan Media Belajar Tidak ada Kurang sesuai Sudah sesuai 1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran 2. Kesesuaian dengan materi pembelajaran 3. Kesesuaian dengan pendekatan TaRL 4. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik G. Metode Pembelajaran Tidak ada Kurang sesuai Sudah sesuai 1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran 2. Kesesuaian dengan pendekatan TaRL 3. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik H. Skenario Pembelajaran Tidak ada Kurang sesuai Sudah sesuai 1. Menampilkan kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dengan jelas 2. Kesesuaian kegiatan dengan pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan


34 No Komponen Rancangan Pembelajaran dan Asesmen Hasil Penelaahan dan Skor Catatan 1 2 3 informasi, mengasosiasikan informasi, dan mengomunikasikan) 3 Kesesuaian dengan metode pembelajaran 4. Kesesuaian kegiatan dengan sistematika/keruntutan materi 5. Kesesuaian alokasi waktu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup dengan cakupan materi I. Rancangan Penilaian Autentik Tidak ada Kurang sesuai Sudah sesuai 1 Kesesuaian bentuk, teknik dan instrumen dengan indikator pencapaian kompetensi 2. Kesesuaian antara bentuk, teknik dan instrumen penilaian sikap 3. Kesesuaian antara bentuk, teknik dan instrumen penilaian pengetahuan 4. Kesesuaian antara bentuk, teknik dan instrumen penilaian keterampilan Jumlah skor Selain melakukan telaah kuantitatif rancangan pembelajaran dan asesmen, mahasiswa juga dituntut untuk dapat melakukan telaah secara kuantitatif terhadap rancangan pembelajaran dan asesmen. Tabel berikut dapat dijadikan acuan minimal dalam melakukan telaah kualitatif dokumen rancangan pembelajaran dan asesmen dengan pendekatan TaRL. No Komponen/Aspek Kelebihan Kekurangan Saran perbaikan 1 Capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran 2 Asesmen diagnostik 3 Modul ajar


35 No Komponen/Aspek Kelebihan Kekurangan Saran perbaikan 4 Asesmen 5 Aspek bahasa 6 Aspek tata letak 7 Aspek konstruksi (alur) D. Demonstrasi Kontekstual Anda telah mempelajari pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) pada rancangan pembelajaran dan asesmen. Keterpaduan pembelajaran dan asesmen merupakan suatu siklus belajar yang penting untuk pengembangan strategi pembelajaran. Pembelajaran dengan TaRL dilakukan dengan memberikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat capaian belajar atau pemahaman peserta didik. Tujuan diferensiasi pembelajaran adalah agar setiap peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Tugas 2.2. Projek Pengajaran dan Asesmen Menggunakan TaRL Anda telah melakukan telaah kuantitatif dan kualitatif terhadap rancangan pembelajaran dan asesmen menggunakan pendekatan TaRL. Hasil telaah dapat Anda jadikan sebagai acuan melakukan penyempurnaan rancangan pembelajaran dan asesmen. Selanjutnya lakukan kegiatan berikut ini: Lakukan implementasi rancangan pembelajaran dan asesmen melalui kegiatan mengajar mandiri di kelas pada mata kuliah PPL II. Rekamlah kegiatan pembelajaran dan asesmen yang Anda laksanakan. Lakukan penyuntingan terhadap video pembelajaran dan asesmen Anda, fokuskan pada bagian penerapan pendekatan TaRL. Durasi maksimal video pembelajaran dan asesmen adalah 15 menit.


36 Siklus perancangan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen dapat dilakukan melalui tahapan berikut ini: 1. Guru merancang pembelajaran dan asesmen meliputi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan asesmen yang akan dilaksanakan pada awal, selama dan akhir pembelajaran. 2. Guru melaksanakan asesmen awal untuk menilai kesesuaian karakteristik peserta didik dengan rancangan pembelajaran dan asesmen yang telah disusunnya. 3. Guru melakukan modifikasi rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan hasil asesmen awal. 4. Guru melaksanakan pembelajaran dan menerapkan teknik dan instrumen asesmen untuk memonitor kemajuan belajar. 5. Guru melaksanakan asesmen di akhir kegiatan pembelajaran untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Hasil asesmen ini dapat digunakan sebagai asesmen awal pembelajaran berikutnya. Bagaimana mempersiapkan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi? Perlu diingat bahwa pendidikan harus dijalankan secara inklusif, artinya semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh pembelajaran. Kita tidak bisa menyampaikan secara terbuka adanya perbedaan tingkat capaian peserta didik. Mengapa? Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya diskriminasi terhadap peserta didik, misalnya bahwa peserta didik mengetahui ada kelompok “siswa pintar” dan “siswa lambat”. Tentu hal ini akan memupuskan harapan peserta didik dengan kemampuan rendah. Menurut Panduan Pembelajaran dan Asesmen dari Kemendikbudristek, diferensiasi pembelajaran dapat dilaksanakan melalui tiga cara yaitu: 1. Konten (materi yang akan diajarkan) Bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan dapat mempelajari 3 (tiga) hal terpenting terkait materi, bagi siswa yang cukup mahir dapat mempelajari keseluruhan materi dan bagi peserta didik yang sudah sangat mahir dapat diberikan pengayaan.


37 2. Proses (cara mengajarkan) Proses pembelajaran dan bentuk pendampingan dapat didiferensiasi sesuai kesiapan peserta didik, bagi siswa yang membutuhkan bimbingan pendidik perlu mengajarkan secara langsung, bagi peserta didik yang cukup mahir dapat diawali dengan modeling yang dikombinasi dengan kerja mandiri, praktik, dan peninjauan ulang (review), bagi peserta didik yang sangat mahir dapat diberikan beberapa pemantik untuk tugas mandiri kepada peserta didik yang sangat mahir. 3. Produk (cara mengajarkan) Diferensiasi pembelajaran juga dapat dilakukan melalui produk yang dihasilkan. Contohnya, bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai konten inti materi, sedangkan bagi peserta didik yang cukup mahir dapat membuat presentasi yang menjelaskan penyelesaian masalah sederhana, dan bagi peserta yang sangat mahir bisa membuat sebuah inovasi atau menelaah permasalahan yang lebih kompleks. Perhatikan contoh pemetaan berikut ini:


38 Setelah Anda melaksanakan kegiatan pembelajaran, Anda juga diharapkan untuk melaksanakan kegiatan asesmen. Asesmen merupakan kegiatan untuk mengambil barang bukti (learning evidence) yang nantinya akan digunakan tidak hanya sebagai alat untuk mengambil nilai tetapi lebih dari itu yaitu sebagai alat untuk memonitor perkembangan belajar. Bagi peserta didik, hasil asesmen dapat digunakan untuk memberikan umpan balik terhadap cara belajar. Sedangkan bagi pendidik/Guru, asesmen dapat digunakan untuk merefleksikan cara mengajar apakah sudah sesuai dengan kebutuhan belajar Untuk mempermudah dalam melakukan evaluasi kegiatan pembelajaran, Anda dapat merancang kegiatan asesmen dan memetakannya pada kisi-kisi dengan panduan sebagai berikut: Tujuan Pembelajaran Indikator Capaian Indikator Soal Ranah (level) Jenis Penilaian Bentuk Instrumen No. Soal Anda juga dapat melakukan identifikasi terhadap asesmen yang telah dilakukan seperti tabel berikut ini: No Nama Peserta Didik Hasil Belajar Pengetahuan Keterampilan Sikap


39 Agar memahami bagaimana mengolah dan melaporkan hasil asesmen, Anda dapat mempelajari dokumen Panduan Pembelajaran dan Asesmen di bab 5 yang dapat diakses pada tautan berikut ini: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wpcontent/uploads/2022/06/Panduan-Pembelajarn-dan-Asesmen.pdf E. Elaborasi Pemahaman Anda telah melaksanakan kegiatan merancang pembelajaran dan asesmen sampai dengan mengimplementasikannya dalam kegiatan mengajar di kelas. Bagaimana kegiatan tersebut, apakah berjalan dengan lancar? Mari kita lakukan identifikasi kendala kegiatan pembelajaran dan asesmen yang telah dilakukan. Tuliskan kendala yang Anda alami selama melaksanakan kegiatan pembelajaran dan asesmen pada tabel di bawah ini: No Komponen Rancangan Pembelajaran dan Asesmen Kendala 1 Perumusan capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran 2 Pembuatan asesmen diagnostik pengetahuan peserta didik 3 Pembuatan asesmen diagnostik karakteristik (latar belakang) peserta didik 4 Perumusan profil pelajar pancasila 5 Perumusan target peserta didik 6 Perumusan model pembelajaran yang digunakan 7 Perumusan tujuan pembelajaran 8 Perumusan assessment of learning 9 Perumusan assessment as learning 10 Perumusan assessment for learning 11 Perumusan pemahaman bermakna 12 Perumusan pertanyaan pemantik 13 Perumusan kegiatan pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik 14 Pembuatan lembar kerja peserta didik 15 Perumusan pengayaan dan remedial 16 Penentuan bahan bacaan peserta didik dan pendidik


40 *tabel ini disusun dengan acuan Kurikulum Merdeka, jika sekolah tempat PPL II Anda menggunakan Kurikulum 2013, lakukan penyesuaian No Aktivitas Pembelajaran Kendala 1 Pemberian asesmen diagnostik 2 Pemberian pertanyaan pemantik 3 Aktivitas kolaborasi diskusi/presentasi peserta didik 4 Aktivitas projek peserta didik 5 Aktivitas pengayaan pembelajaran 6 Aktivitas remedial/tambahan pembelajaran 7 Pemberian asesmen 8 Proses pelaksanaan asesmen 9 Kegiatan penutup pembelajaran Selanjutnya mari mendiskusikan kendala yang Anda hadapi dalam kegiatan merancang pembelajaran dan asesmen sampai kegiatan mengajar di kelas tersebut. Identifikasikan faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab kegagalan maupun mendukung keberhasilkan Anda. Setelah itu, diskusikan dengan rekan mahasiswa, dosen, atau Guru pamong. Diskusi ini dimaksudkan untuk mendapat umpan balik dari sudut pandang lain agar kegiatan evaluasi yang kita lakukan menjadi lebih obyektif. No Aktivitas Faktor Pendukung Kesuksesan Faktor Penyebab Kegagalan Saran 1 Perancangan pembelajaran dan asesmen 2 Implementasi pembelajaran 3 Implementasi asesmen F. Koneksi Antar Materi Anda telah melakukan rangkaian kegiatan mulai dari merancang pembelajaran dan asesmen, mengimplementasikan dalam kegiatan


41 mengajar, mengolah hasil asesmen, hingga mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan asesmen yang telah Anda lakukan. Selanjutnya mari kita identifikasi keterkaitan antara pemahaman peserta didik, ketepatan rancangan pembelajaran dan asesmen, implementasi rancangan tersebut pada kegiatan pembelajaran dan asesmen, hingga hasil evaluasi yang telah Anda laksanakan. Untuk membantu Anda dalam menemukan kaitan antar materi tersebut, cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Sebutkan kriteria yang Anda gunakan untuk menilai keberhasilan belajar peserta didik! 2. Sebutkan fungsi melaksanakan asesmen dalam kegiatan pembelajaran! 3. Apakah ada hubungan antara karakteristik peserta didik, indikator pencapaian kompetensi, kegiatan pembelajaran, hingga hasil asesmen yang telah dilaksanakan?


42 Selanjutnya isilah tabel berikut ini! Tujuan Pembelajaran yang Belum Tuntas Karakteristik Materi Karakteristik Peserta Didik Agar Anda lebih memahami hubungan antara karakteristik peserta didik, rancangan pembelajaran dan asesmen, implementasi dalam kegiatan pembelajaran dan asesmen, hingga laporan hasil asesmen secara menyeluruh, Anda dapat membuat peta konsep atau infografis. G. Aksi Nyata Mari mengingat kembali bahwa tujuan utama kegiatan pembelajaran dan asesmen adalah untuk mencapai kompetensi yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Anda telah merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dan asesmen yang sesuai dengan tahap capaian melalui pendekatan Teaching at the Right Level, artinya ada hubungan antara karakteristik peserta didik pada aspek kemampuan atau pemahaman awal dan kesiapan belajar. Keberhasilan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan asesmen tidak terlepas dari persiapan Guru yang tertuang dalam rancangan


43 pembelajaran dan asesmen. Bagaimana Guru merumuskan tujuan pembelajaran yang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan kurikulum tetapi kontekstual mempertimbangkan tingkat capaian peserta didik. Guru juga perlu menekankan pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar serta tingkat capaian peserta didik yang dituangkan pada adanya rencana diferensiasi pembelajaran serta implementasinya dalam kegiatan pembelajaran. Pada akhirnya perkembangan peserta didik serta ketercapaian tujuan pembelajaran diukur melalui asesmen yang dirancang dan dilaksanakan dengan cermat dengan mempertimbangkan pilihan teknik dan instrumen asesmen yang sesuai. Pada tahap ini Anda akan menyusun rencana tindak lanjut dan merefleksikannya pada rancangan pembelajaran dan asesmen selanjutnya. Sebelumnya Anda tentu mengingat fungsi asesmen bukan hanya alat untuk mengambil nilai, tetapi juga sebagai sarana memonitor perkembangan belajar siswa. Memaknai hasil pembelajaran dan asesmen berarti menggunakan hasil asesmen untuk dua pihak pelaksana kegiatan pembelajaran dan asesmen, yaitu: 1. Peserta didik; asesmen merupakan alat untuk memberikan umpan balik untuk peserta didik di mana Guru dapat memberikan motivasi kepada peserta didik untuk meningkatkan kesiapan dan keterlibatan dalam proses pembelajaran dan asesmen. 2. Guru; asesmen dapat menjadi alat refleksi terhadap Guru dalam tahap merancang pembelajaran dan asesmen hingga implementasinya (perbaikan cara mengajar, komunikasi, serta metode dan media pembelajaran). Mari kita identifikasi ketuntasan pencapaian kompetensi, lengkapilah tabel berikut ini!


44 No Indikator Pencapaian Kompetensi % Ketuntasan Setelah mengetahui ketuntasan pencapaian kompetensi, berikanlah umpan balik bagi peserta didik dengan melihat materi yang belum tuntas dalam kaitannya dengan karakteristik materi dan peserta didik itu sendiri! Materi belum tuntas Karakteristik peserta didik Karakteristik materi Masukan bagi Peserta Didik Menyusun rencana tindak lanjut untuk perbaikan pembelajaran dan asesmen dapat kita mulai dari mengidentifikasi ketidaksesuaian rancangan pembelajaran dan asesmen. Kualitas rancangan pembelajaran dan asesmen menentukan keberhasilan melaksanakan pembelajaran. Komponen Rancangan Pembelajaran dan Asesmen Kelebihan Kekurangan Rencana Perbaikan


45 Selanjutnya kita bisa mulai menyusun rencana perbaikan pada tiap tahapan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen. Lengkapi tabel berikut ini! Aktivitas Alternatif Perbaikan 1 Alternatif Perbaikan 2 Alternatif Perbaikan 3 Pilihan perbaikan Perencanaan perangkat pembelajaran Implementasi Pembelajaran Implementasi penilaian Anda telah selesai mempelajari topik 2 yaitu Pendekatan Teaching at the Right Level pada Perencanaan Pengajaran dan Asesmen. Pengalaman belajar ini telah menjadikan Anda memahami praktik baik sehingga Anda dapat meningkatkan rancangan pembelajaran dan asesmen. Pada akhir tahap ini Anda diharapkan mampu melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah Anda lakukan. 1. Apakah Anda telah mencapai ekspektasi keterampilan dan pengetahuan yang Anda harapkan di awal pembelajaran? Tugas 2.3. Refleksi dan Rencana Tindak Lanjut Susunlah refleksi dan rencana tindak lanjut yang telah Anda lakukan pada tahap Aksi Nyata. Anda dapat menyajikannya dalam bentuk makalah, infografis, atau slide presentasi.


46 2. Apakah hal-hal menarik yang Anda pelajari melalui pembelajaran topik ini? 3. Hal apa yang telah berubah dari diri Anda dalam kaitannya melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan Teaching at the Right Level? 4. Setelah melaksanakan pembelajaran topik ini, apa hal penting yang menurut Anda harus dipelajari lebih lanjut?


47 TOPIK III PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING PADA PERENCANAAN PENGAJARAN DAN ASESMEN Durasi 7 pertemuan Capaian Pembelajaran Setelah mempelajari topik ini, mahasiswa dapat: 1. Menyusun rancangan pembelajaran dan asesmen yang berpihak pada peserta didik 2. Menerapkan rancangan pembelajaran dan asesmen dalam kegiatan pembelajaran 3. Menerapkan pendekatan Teaching at the Right Level pada kegiatan pembelajaran 4. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan asesmen yang telah dilakukan 5. Merefleksikan pengalaman pembelajaran dan asesmen yang telah dilakukan untuk rancangan pembelajaran dan asesmen selanjutnya 6. Menyusun rencana tindak lanjut pengajaran dan asesmen A. Mulai Dari Diri Mahasiswa PPG Prajabatan, Saat ini kita akan mempelajari topik ke-3 pada mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen II. Jika sebelumnya Anda menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level dalam merancang pembelajaran dan asesmen, mengimplementasikan dalam kegiatan mengajar hingga memperoleh hasil asesmennya, kini Anda akan mempelajari Pendekatan Culturally Responsive Teaching dalam Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen. Untuk mengawali topik ini, cobalah menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini untuk mengidentifikasi pemahaman Anda! 1. Bagaimana Anda merancang pembelajaran dan asesmen pada siklus sebelumnya? Apakah sudah menerapkan pendekatan student centered teaching?


48 2. Bagaimana penerapan pendekatan tersebut dalam kegiatan pembelajaran dan asesmen? Ceritakan praktik baik pembelajaran dan asesmen yang telah Anda lakukan! 3. Bagaimana keberhasilan pembelajaran dan asesmen yang telah Anda lakukan? Berikutnya siapkan dokumen rancangan pembelajaran dan asesmen yang telah Anda susun sebelumnya, lalu identifikasi rancangan pembelajaran dan asesmen tersebut apakah telah mencakup karakteristik pendekatan Culturally Responsive Teaching!


49 Karakteristik Culturally Responsive Teaching KESESUAIAN SESUAI TIDAK SESUAI Pembelajaran berpusat pada peserta didik. Pembelajaran memicu interaksi positif antar peserta didik. Pembelajaran memicu sikap berpikir kritis pada peserta didik. Terdapat integrasi latar belakang budaya peserta didik dalam pembelajaran. Terdapat kesempatan yang sama bagi peserta didik dari berbagai macam latar belakang budaya. Setelah mempelajari topik ini Anda diharapkan mampu untuk: 1. Menyusun rancangan pembelajaran dan asesmen yang berpihak pada peserta didik. 2. Menerapkan rancangan pembelajaran dan asesmen melalui kegiatan mengajar di sekolah. 3. Menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching pada proses pembelajaran dan asesmen di sekolah. 4. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan asesmen yang telah dilaksanakan. 5. Membuat laporan hasil asesmen peserta didik yang menggambarkan pencapaian kompetensi. 6. Merefleksikan pengalaman pembelajaran dan asesmen pada rancangan pembelajaran selanjutnya. 7. Menyusun rencana tindak lanjut pengajaran dan asesmen. Anda akan mempelajari lebih jauh mengenai hal-hal tersebut pada topik ini. Tuliskan hal-hal yang ingin Anda pelajari lebih lanjut!


50 B. Eksplorasi Konsep Dari suku manakah keluarga Anda berasal? Apakah keluarga Anda memiliki kekhasan dalam melakukan pendidikan dalam lingkungan keluarga? Apakah Anda bisa menyebutkan contoh-contoh kekhasan tersebut! Indonesia merupakan negara kepulauan yang di dalamnya terdapat berbagai macam suku bangsa dan budaya, akibatnya pendidikan dalam keluarga mempunyai kekhasannya masing-masing. Misalnya ada keluarga dari suku tertentu yang mengajarkan anak-anaknya untuk membungkuk saat berjalan melewati orang yang lebih dewasa, atau tidak boleh menimbulkan bunyi saat mengunyah makanan. Setelah mempelajari topik ini, saya berharap akan memahami tentang: - - - - - Kekhasan pendidikan dalam lingkungan keluarga saya adalah: (contoh: keluarga saya tidak memperbolehkan suara alat makan dan mengunyah)


51 Perbedaan kebudayaan ini pada akhirnya membentuk karakteristik pribadi yang unik pada peserta didik. Oleh karena itu, sebagai Guru yang ingin menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, kita harus mempertimbangkan latar belakang budaya peserta didik saat merancang pembelajaran dan asesmen. Pendekatan pembelajaran Culturally Responsive Teaching (CTT) atau juga dikenal dengan pengajaran responsif budaya adalah model pendidikan teoritis dan praktik yang tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi peserta didik, tetapi juga membantu peserta didik menerima dan memperkokoh identitas budayanya. Menurut Ladson-Billing (1995: 164) terdapat tiga proposisi pendidikan tanggap budaya, yakni: pertama, peserta didik mencapai kesuksesan akademis; kedua, peserta didik mampu mengembangkan, dan memiliki kompetensi budaya (cultural competence), dan peserta didik membangun kesadaran kritis (critical consciousness) sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam merombak tatanan sosial yang tidak adil. Sehingga pendidikan responsive budaya juga merupakan pembelajaran konstruktivistik (Alexon 2010:14) Pendekatan ini mengintegrasikan prinsip dan karakteristik peserta didik, terutama latar belakang budaya dalam proses pembelajaran, sehingga berbagai metode pembelajaran, digunakan dalam pembelajaran (Rahmawati, 2018). Menurut Gay (2000), Culturally Responsive Teaching (CRT) diintegrasikan melalui sejauh mana pengetahuan budaya yang dimiliki oleh peserta didik, pengalaman peserta didik, dan gaya belajar yang beragam agar memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Sementara itu menurut Gay (2000) karakteristik dari pendekatan pembelajaran Culturally Responsive Teaching (CRT), antara lain: 1. Mengakui adanya warisan budaya dari berbagai kelompok etnis yang berbeda, 2. Membangun hubungan yang bermakna antar peserta didik, 3. Menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang terkait dengan berbagai macam gaya belajar yang berbeda,


52 4. Mengajarkan peserta didik untuk mengetahui dan mencintai warisan budaya mereka sendiri serta menghargai kebudayaan orang lain, 5. Menggabungkan informasi multikultural, sumber daya, serta keterampilan untuk diajarkan di sekolah. Menurut Ladson & Billings (1995) tujuh karakteristik dari Culturally Responsive Teaching (CRT) antara lain: 1. Positive perspectives on parents and families, Guru membangun hubungan yang baik dengan orangtua serta keluarga peserta didik, 2. Communication of high expectation, Guru memberikan pujian terhadap prestasi peserta didik, dan memberikan simpati jika peserta didik gagal dalam proses akademiknya, 3. Learning within the context of culture, adanya keberagaman budaya yang dimiliki setiap peserta didik yang ada di sekolah, serta adanya proses globalisasi yang mengharuskan kita untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang budaya kita di antara populasi yang beragam, 4. Student-centered instruction, pembelajaran yang tercipta harus dapat membuat peserta didik aktif. Peran Guru sebagai perencana pembelajaran di kelas diperlukan agar dapat terjadi aktivitas dan komunikasi yang positif antar peserta didik. Kegiatan pembelajaran yang memahami peserta didik sebagai individu yang dapat mengkonstruksi pengetahuannya berdasarkan pengetahuan sebelumnya, 5. Culturally mediated instruction, kegiatan 52able52le52n52al yang sedang berlangsung dalam ruang kelas menimbulkan kesadaran akan keberagaman budaya. Hal ini terkait pembahasan mengenai macammacam aplikasi konten pelajaran dalam adat yang berbeda-beda, 6. Reshaping the curriculum, sekolah harus membuat kurikulum yang dapat membangun karakter peserta didik dan tidak hanya terfokus pada hasil akademik, dan 7. Teacher as facilitator, dalam pembelajaran ini Guru bertindak sebagai fasilitator. Guru harus dapat memfasilitasi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini Guru juga berperan sebagai konsultan dan mediator di dalam kelas.


53 Di sisi lain, pesatnya kemajuan teknologi informasi serta komunikasi di masa Revolusi Industri keempat mengubah 53able53 berpikir dan bekerja warga. Riset sebelumnya sudah menampilkan bagaimana budaya 53able53 telah berkembang karena meningkatnya pemanfaatan teknologi digital. Hal ini bisa menjadi kesempatan sekaligus tantangan yang wajib dijawab dengan mempersiapkan generasi penerus. Sekolah perlu ditransformasikan guna memungkinkan generasi mendatang mendapatkan keahlian, teknologi, dan nilai-nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan di abad ke-21 ini. Dalam konteks Indonesia dengan keragaman nilai, keyakinan, suku bangsa serta latar belakang budaya yang bermacam- macam, hal ini mempengaruhi nilai serta perilaku peserta didik, dan interaksi Guru-peserta didik (Rahmawati et al., 2019). Oleh sebab itu, perlu adanya pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) yang bisa memasukkan budaya Indonesia ke dalam pembelajaran. Pembelajaran jadi lebih bermakna untuk peserta didik dengan memperkenalkan mereka pada budaya kehidupan sehari-hari mereka di dalam kelas (Abramova & Greer, 2013). Budaya serta pembelajaran saling terpaut serta tidak bisa dipisahkan. Adalah baik untuk mempertahankan budaya asli, akan tetapi perlu dilakukan perubahan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sebab pemakaian serta pelaksanaan teknologi komunikasi bisa mempengaruhi mikrokultur kelas (Chen & Lin, 2018; McLoughlin, 1999). Beberapa riset sudah mengombinasikan Culturally Responsive Teaching (CRT) dengan pemakaian teknologi, semacam 53able53le53n CRTT dengan multimedia (Maaruf & Siraj, 2013), memanfaatkan komunitas online dalam pembelajaran CRT (McLoughlin, 1999) serta memanfaatkan kelas robotika (Chen & Lin, 2018). Setiap peserta didik unik. Artinya, mereka berbeda satu sama lain antara peserta didik satu dengan peserta didik yang lain. Oleh sebab itu, walaupun terdapat Guru yang sama di kelas yang sama, pengetahuan yang dikumpulkan oleh satu siswa berbeda dengan pengetahuan peserta didik yang lain. Seperti yang dinyatakan oleh Sutton, Cafarelli, Lund, serta Schurdell (1996), “Belajar adalah kegiatan individu dan, oleh karena itu, tidak ada dua peserta didik yang akan meninggalkan kelas dengan pemahaman yang sama persis”. Gunstone (1995, p.9) menyatakan, “― sifat makna yang


54 dibangun secara pribadi individu sangat dipengaruhi oleh ide-ide dan keyakinannya yang ada”. Dengan demikian, pembangunan pengetahuan pembelajar dipengaruhi oleh pemikiran pribadinya tentang apa yang ia pelajari. Oleh sebab itu, penting bagi pendidik untuk memperhitungkan pengetahuan serta pengalaman belajar yang sudah dipunyai oleh setiap peserta didik yang mereka 54able54 lebih dahulu. Kedua perihal tersebut bisa dijadikan dasar bagi peserta didik untuk menguasai apa yang dipelajarinya dalam aktivitas belajarnya. Tidak hanya itu, penting untuk dicatat bahwa seluruh pendidik wajib senantiasa berupaya untuk menyediakan lingkungan belajar yang memenuhi kebutuhan tiap peserta didik. Menurut Piaget (dalam McLeod, 2009), peserta didik meningkatkan konsep belajar lewat interaksi dengan lingkungan belajar sebagai media budaya yang diciptakan oleh kerja sama 54able54 antara peserta didik dengan lingkungan belajarnya. Hal ini menegaskan jika terdapat keterkaitan antara interaksi antara aspek 54able54, pembelajaran serta budaya sebagai dasar untuk mendapatkan pengetahuan serta keahlian lewat proses pembelajaran. Oleh sebab itu, tidak berlebihan bila Crawford serta Adler (1996) menyatakan statement bahwa, “ada hubungan antara orangorang dan konteks budaya di mana mereka bertindak dan berinteraksi dalam pengalaman 54able54l”. Dari sini, 54able54le54n, atau lebih tepatnya aktivitas belajar, sesungguhnya ialah aktivitas budaya yang membagi pengalaman serta pengetahuan yang dipunyai seorang peserta didik lebih dahulu dengan siswa lain serta mengaitkannya dengan pengetahuan yang dipelajarinya. Beberapa contoh budaya yang dapat diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran: 1. Penggunaan jenis-jenis makanan tradisional dalam pembelajaran matematika materi sistem persamaan linear dua variabel, 2. Tradisi nginang (makan sirih dan tembakau) di Sekaten dalam pembelajaran Kimia materi Koloid, 3. Seni Reog Ponorogo dalam Pembelajaran IPS materi keragaman budaya Indonesia, dan 4. Jamu di Weru Sukoharjo Jawa Tengah dalam pembelajaran IPA materi unsur, senyawa, dan campuran.


55 Sekarang cobalah untuk mengintegrasikan muatan budaya yang sesuai dengan latar belakang budaya peserta didik di sekolah tempat Anda melaksanakan PPL II ke dalam rancangan pembelajaran. Lengkapilah 55able berikut ini! Kompetensi/Capaian Pembelajaran: Muatan Budaya: Tujuan Pembelajaran:


56 C. Ruang Kolaborasi Anda telah mempelajari pendekatan Culturally Responsive Teaching pada perencanaan pembelajaran dan asesmen, pada tahap ini Anda akan mendiskusikan rancangan pembelajaran dan asesmen tersebut dengan rekan mahasiswa. Kolaborasi dengan rekan mahasiswa dibutuhkan agar Anda bisa saling memberikan umpan balik dan pada akhirnya rancangan pembelajaran dan asesmen Anda dapat dipahami dan digunakan oleh Guru lain suatu saat nanti. Pembelajaran di tahap ini dapat mahasiswa lakukan dengan gallery walk secara berkelompok sehingga semua mahasiswa dapat menelaah semua rancangan pembelajaran milik rekannya. Tugas 3.1. Perangkat Ajar Anda telah mempelajari bagaimana merancang pembelajaran dan asesmen yang memperhatikan latar belakang budaya peserta didik menggunakan pendekatan CRT. Buatlah perangkat ajar 1 pertemuan atau 1 tujuan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang Anda laksanakan tersusun atas: - Rancangan pembelajaran dan asesmen - Bahan ajar - Instrumen asesmen Perangkat ajar tersebut akan Anda implementasikan dalam kegiatan mengajar di mata kuliah PPL II. Sebagai bahan panduan, Anda dapat mengakses dokumen Panduan Pembelajaran dan Asesmen pada tautan berikut: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/06/PanduanPembelajarn-dan-Asesmen.pdf


57 Berikut tabel yang bisa Anda gunakan untuk mempermudah kegiatan telaah rancangan pembelajaran: Komponen Rancangan Pembelajaran Kesesuaian Sesuai Tidak Sesuai Tujuan pembelajaran mengandung unsur budaya setempat Model pembelajaran mempertimbangkan latar belakang budaya peserta didik Menggunakan model pembelajaran berbasis projek/inkuiri Unsur budaya setempat dibahas sebagai bagian materi pada skenario pembelajaran Kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya, berpikir kritis, atau diskusi Terdapat kolaborasi antara Guru dan peserta didik Tabel berikut ini digunakan untuk menelaah kelebihan dan kekurangan rancangan pembelajaran dan asesmen serta menghimpun umpan balik dari rekan mahasiswa lainnya. Kelebihan Kekurangan Saran Perbaikan Setelah menghimpun umpan balik dari rekan mahasiswa, Anda dapat memperbaiki rancangan pembelajaran dan asesmen tersebut untuk kemudian diterapkan dalam kegiatan mengajar pada PPL II.


58 D. Demonstrasi Kontekstual Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya, aplikasi pembelajaran dan asesmen menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching menjadi sangat penting mengingat negara Indonesia yang mempunyai keragaman budaya. Rancangan dan pelaksanaan proses pembelajaran dan asesmen mempertimbangkan latar belakang budaya agar Guru mempunyai rasa empati terhadap karakteristik peserta didik. Di sisi lain aplikasi pendekatan ini membantu peserta didik untuk lebih memahami pembelajaran secara kontekstual pada kehidupan sehari-harinya. Dampak positif lainnya adalah peserta didik mampu turut serta dalam upaya melestarikan kekayaan budaya di Indonesia. Bagaimana rencana Anda mengimplementasikan pendekatan ini dalam proses pembelajaran dan asesmen? Sebagai bahan pengayaan, Anda dapat membaca jurnal pada tautan berikut ini: https://jurnaldikbud.kemdikbud.go.id/index.php/jpnk/article/download/35/32/ Tugas 3.2. Projek Pengajaran dan Asesmen Menggunakan CRT - Anda telah melakukan telaah terhadap rancangan pembelajaran dan asesmen menggunakan pendekatan CRT. Hasil telaah dapat Anda jadikan sebagai acuan melakukan penyempurnaan rancangan pembelajaran dan asesmen. Selanjutnya lakukan kegiatan berikut ini: - Lakukan implementasi rancangan pembelajaran dan asesmen melalui kegiatan mengajar mandiri di kelas pada mata kuliah PPL II. - Rekamlah kegiatan pembelajaran dan asesmen yang Anda laksanakan. - Lakukan penyuntingan terhadap video pembelajaran dan asesmen Anda, fokuskan pada bagian penerapan pendekatan CRT. - Durasi maksimal video pembelajaran dan asesmen adalah 15 menit.


59 Sebagai panduan untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan asesmen, Anda dapat melengkapi tabel integrasi aspek CRT pada pembelajaran berikut ini: Content Integration Penyertaan konten dari budaya lain Memelihara hubungan positif antara Guru dengan peserta didik Memberikan harapan yang tinggi terhadap peserta didik Facilitating Knowledge Construction Membangun pengetahuan peserta didik Penggunaan contoh pada kehidupan nyata Membantu peserta didik berpikir kritis dan terbuka Prejudice Reduction Mendukung penggunaan bahasa daerah Interaksi positif antar peserta didik Lingkungan belajar yang nyaman Social Justice Guru sebagai agen perubahan Memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir kritis


60 Academic Development Menciptakan kesempatan yang sama untuk membantu peserta didik mencapai kesuksesan akademik Menggunakan pembelajaran berbasis projek yang dapat merefleksikan kebutuhan belajar peserta didik E. Elaborasi Pemahaman Bagaimana pelaksanaan pembelajaran dan asesmen yang telah Anda lakukan menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching? Sebelum mendiskusikannya, cobalah untuk melengkapi tabel evaluasi kegiatan pembelajaran dan asesmen berikut ini! Kegiatan penyusunan perangkat pembelajaran: No Komponen Perangkat Pembelajaran Kendala 1 Perumusan Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran 2 Pemanfaatan unsur budaya setempat sebagai bagian dari materi pembelajaran 3 Pembuatan Asesmen diagnostik pengetahuan peserta didik 4 Pembuatan Asesmen diagnostik karakteristik (latar belakang) peserta didik 5 Perumusan Profil pelajar pancasila 6 Perumusan Target peserta didik 7 Perumusan Model pembelajaran yang digunakan 8 Perumusan Tujuan pembelajaran 9 Perumusan Assessment of learning


61 No Komponen Perangkat Pembelajaran Kendala 10 Perumusan Assessment as learning 11 Perumusan Assessment for learning 12 Perumusan Pemahaman bermakna 13 Perumusan Pertanyaan pemantik 14 Perumusan Kegiatan pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik 15 Pembuatan Lembar kerja peserta didik 16 Perumusan Pengayaan dan remedial 17 Penentuan Bahan bacaan peserta didik dan pendidik Kegiatan penerapan pembelajaran dan asesmen: No Aktivitas Pembelajaran Kendala 1 Penguatan unsur budaya dalam pembelajaran 2 Pemberian asesmen diagnostik 3 Pemberian pertanyaan pemantik 4 Aktivitas kolaborasi diskusi/presentasi siswa 5 Aktivitas project siswa 6 Aktivitas pengayaan pembelajaran 7 Aktivitas remedial / tambahan pembelajaran 8 Pemberian asesmen 9 Proses pelaksanaan asesmen 10 Kegiatan penutup pembelajaran Sekarang kita akan mendiskusikan kendala-kendala yang Anda alami selama menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching mulai dari tahap perancangan sampai penerapan pembelajaran dan asesmen.


62 Kolaborasi antar rekan mahasiswa, dosen, dan Guru pamong diperlukan untuk memberikan umpan balik dan saran solusi atas kendala yang Anda alami. F. Koneksi Antar Materi Memahami kaitan karakteristik materi, karakteristik muatan budaya, latar belakang budaya peserta didik, dengan ketuntasan belajar sangat penting supaya Guru dapat melakukan penyesuaian rancangan pembelajaran dan asesmen. Di dalam video berikut ini terdapat contoh kasus penyelarasan muatan budaya untuk membentuk lingkungan yang nyaman bagi kegiatan pembelajaran dan asesmen: https://youtu.be/beAZ1H4p164


63 Sekarang cobalah lengkapi tabel berikut ini untuk mengetahui keterkaitan antara muatan budaya dengan keberhasilan pembelajaran tersebut: Materi Belum Tuntas Karakteristik Peserta Didik Karakteristik Muatan Budaya Karakteristik Materi G. Aksi Nyata Anda telah sampai di tahap akhir pembelajaran di topik ini. Sekarang mari kita susun rencana tindak lanjut untuk penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching pada perencanaan pembelajaran dan asesmen. Bagaimana Anda melihat pentingnya penyelarasan muatan budaya untuk memberikan lingkungan yang nyaman bagi kegiatan pembelajaran dan asesmen untuk peserta didik?


64 No Indikator Pencapaian Kompetensi % Ketuntasan Apakah pelaksanaan pembelajaran dan asesmen Anda menggunakan pendekatan CRT berhasil? Anda sudah mengidentifikasi faktor kegagalan di tahapan sebelumnya. Anda juga sudah mendiskusikan solusi untuk kendala tersebut. Materi Belum Tuntas Muatan Budaya Masukan Bagi Peserta Didik Menyusun rencana tindak lanjut untuk perbaikan pembelajaran dan asesmen dapat kita mulai dari mengidentifikasi ketidaksesuaian rancangan pembelajaran dan asesmen. Kualitas rancangan pembelajaran dan asesmen menentukan keberhasilan melaksanakan pembelajaran. Komponen Rancangan Pembelajaran dan Asesmen Kelebihan Kekurangan Rencana Perbaikan


65 Komponen Rancangan Pembelajaran dan Asesmen Kelebihan Kekurangan Rencana Perbaikan Selanjutnya kita bisa mulai menyusun rencana perbaikan pada tiap tahapan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen. Lengkapi tabel berikut ini! Aktivitas Alternatif Perbaikan 1 Alternatif Perbaikan 2 Alternatif Perbaikan 3 Pilihan Perbaikan Perencanaan perangkat pembelajaran Implementasi Pembelajaran Implementasi penilaian Anda telah selesai mempelajari topik 3 yaitu Pendekatan Culturally Responsive Teaching pada Perencanaan Pengajaran dan Asesmen. Pengalaman belajar ini telah menjadikan Anda memahami praktik baik sehingga Anda dapat meningkatkan rancangan pembelajaran dan asesmen. Pada akhir tahap ini Anda diharapkan mampu melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah Anda lakukan. Tugas 3.3. Refleksi dan Rencana Tindak Lanjut Susunlah refleksi dan rencana tindak lanjut yang telah Anda lakukan pada tahap Aksi Nyata. Anda dapat menyajikannya dalam bentuk makalah, infografis, atau slide presentasi.


66 1. Apakah Anda telah mencapai ekspektasi keterampilan dan pengetahuan yang Anda harapkan di awal pembelajaran? 2. Apakah hal-hal menarik yang Anda pelajari melalui pembelajaran topik ini? 3. Hal apa yang telah berubah dari diri Anda dalam kaitannya melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching?


67 4. Setelah melaksanakan pembelajaran topik ini, apa hal penting yang menurut Anda harus dipelajari lebih lanjut?


68 PENUTUP Pendidikan berpusat pada peserta didik merupakan tujuan pendidikan berdasarkan filosofi Ki Hadjar Dewantara. Oleh karena itu kemampuan Guru dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi, sampai dengan memaknai pembelajaran dan asesmen adalah hal penting. Modul Prinsip Pembelajaran dan Asesmen II diharapkan dapat memberikan pemahaman teori dan praktik dalam memahami karakteristik peserta didik dan perancangan pembelajaran dan asesmen menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level dan Culturally Responsive Teaching. Penulis menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kesalahan dalam modul ini. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan modul ini.


69 DAFTAR PUSTAKA Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022. Griffin, P., Care, E., & McGaw, B. (2012). Assessment and Teaching of 21st Century Skills (P. Griffin, B. McGaw, & E. Care (eds.)). Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/978-94-007-2324-5 Griffin, P., McGaw, B., Care, E., Griffin, P., Care, E., McGaw, B., Griffin, P., & Wilson, M. (2015). Assessment and Teaching of 21st Century Skills. In E. Care, P. Griffin, & M. Wilson (Eds.), Assessment and teaching of 21st century skills. Springe. https://doi.org/10.1007/978-94-017-9395-7 Musanna, Al. (2011). “Model Pendidikan Guru Berbasis Ke-Bhinekaan Budaya di Indonesia.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 4, 2011: 383. Yamtinah, Sri da Sumardi. Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif II di Sekolah Menengah. Jakarta: Direktorat Pendidikan Profesi Guru, 2022.


70 BIODATA PENULIS MODUL Penulis 1 Tutus Kuryani lahir di Sukoharjo pada tanggal 1 Oktober 1990 merupakan praktisi pendidikan di bidang education technology. Saat ini penulis mengemban tugas sebagai new curriculum coordinator pada PT. Extramarks Education Indonesia. Penulis aktif mengembangkan modul ajar Kimia, modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan bahan ajar Kimia pada Platform Merdeka Mengajar. Sebagai Mitra Pembangunan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), bersama Kelas Pintar penulis aktif bertugas sebagai narasumber pendampingan IKM bagi daerah dan satuan pendidikan binaan. Penulis 2 Heni Lestari lahir di Bogor, 22 Agustus 1997. Saat ini penulis bekerja sebagai Coordinator Curriculum Development di PT. Extramarks Education Indonesia (Kelas Pintar). Penulis mengembangkan berbagai bahan ajar serta kegiatan mengajar secara daring pada tingkat Sekolah Dasar. Sebagai Mitra Pembangunan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), bersama Kelas Pintar penulis aktif melakukan pengembangan diri dengan mengikuti berbagai workshop khususnya pada Implementasi Kurikulum Merdeka. Pada tahun 2022, penulis bergabung menjadi kontributor di Platform Merdeka Mengajar dan telah menerbitkan Modul Ajar dan Modul Projek Penguatan Profil Pancasila. Selain itu, penulis juga aktif menjadi narasumber maupun trainer dalam mensosialisasikan Implementasi Kurikulum Merdeka kepada sekolah-sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.


Click to View FlipBook Version