The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi Komunikasi dalam Keperawatan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by i1031211009, 2021-11-20 22:15:09

Komunikasi Dasar Keperawatan

Materi Komunikasi dalam Keperawatan

Keywords: komunikasi

KOMUNIKASI
DASAR

KEPERAWATAN

ANNISA WENDARI

i

KATA PENGANTAR

Bissmillahirrahmannirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena
berkat dan rahmat-Nya sehingga dapat menyelesaikan e-
book yang berjudul "KOMUNIKASI DASAR KEPERAWATAN"
ini.

Adapun maksud dari penyusunan e-book ini untuk

memenuhi tugas Mata Kuliah Komunikasi Dasar

Keperawatan. Rasa terima kasih saya ucapkan kepada ibu

Triyana Harlia Putri, S.Kep., Ns., M.Kep. dan bapak Ns.

Argityo Righo, S.Kep., M.Kep atas materi yang diberikan

sehingga terciptanya e-book ini.

Dalam penyusunan e-book ini saya telah berusaha
semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan saya.
Namun sebagai manusia biasa, penyusunan ini tidak luput
dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi teknik
penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian,
saya berusaha sebisa mungkin menyelesaikan e-book
meskipun tersusun sangat sederhana.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Kurang Lebihnya
saya Mohon maaf.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Pontianak, 21 November 2021

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.......................................... i
Daftar Isi..................................................... ii
BAB 1 Konsep Dasar Komunikasi.................. 1
BAB 2 Model dan Media Komunikasi.......... 6
BAB 3 Prinsip-prinsip Komunikasi................ 15
BAB 4 Komunikasi Verbal........................... 27
BAB 5 Komunikasi Nonverbal...................... 32
BAB 6 Faktor-faktor Yang
Mempengaruh Komunikasi.......................... 38
BAB 7 Konsep Mendengar Efektif............... 42
BAB 8 Konsep Komunikasi Persuasif............ 46
BAB 9 Komunikasi Dalam Konteks
Sosial dan Latarbelakang Budaya
serta Keyakinan.......................................... 51
BAB 10 Komunikasi Dalam Pelayanan
Kesehatan, Khususnya Komunikasi
Multidisiplin................................................ 56
BAB 11 Perspektif, Trend dan Issue
Komunikasi Dalam Pelayanan Kesehatan... 59
BAB 12 Komunikasi Efektif Dalam
Hubungan Interpersonal dengan Klien,
Keluarga, Kelompok atau Komunitas.......... 65
Daftar Pustaka........................................... 71

BAB 1

2

KONSEP DASAR KOMUNIKASI

A.Definisi Komunikasi menurut Para Ahli

1. Shanon dan Weaver : Komunikasi adalah
wujud hubungan manusia yang saling
mempengaruhi antar satu dengan yang lain,
baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.
Bentuk komunikasi yang tidak terbatas serta
menggunakan Bahasa verbal tetapi juga
dalam wujud ekspresi wajah, lukisan dan
teknologi.
2. Harorl D Lasswell : Komunikasi pada
dasarnya merupakan suatu Teknik yang
menjelaskan siapa? Mengatakan apa?
Dengan saluran apa? Kepada siapa? Dan
dengan akibat atau hasil apa?
3. Raymond S Ross : Komunikasi adalah
Aktivitas pengurutan, yang memilih dan
mengirimkan simbol dengan cara membantu
pendengar menciptakan makna, atau respons
yang memiliki ide yang sama seperti yang
dimaksudkan komunikator.

3

Pengertian-pengertian komunikasi yang

telah diuraikan sebelumnya menunjukkan

bahwa komunikasi adalah sebuah proses

dimana seseorang menyampaikan pesan

yang akan disampaikan kepada orang lain

dengan tujuan untuk mendapatkan

dampaknya, baik perubahan sikap, tingkah

laku maupun perbuatan yang diharapkan

tidak terjadinya gangguan atau hambatan

dalam menyampaikan pesan.

B.Bentuk Komunikasi

1. Personal Communication (Komunikasi

Pribadi)

a. Komunikasi intrapersonal

b. Komunikasi Interpersonal

2. Group Communication (Komunikasi

Kelompok)

a. Komunikasi Kelompok Kecil

b. Komunikasi Kelompok Besar

3. Mass Communication (Komunikasi Massa)

4

C.Sifat Komunikasi

1. Verbal, yang terdiri dari Oral

Communication (Komunikasi Lisan) dan

Written Comunication (Komunikasi Tertulis

2. Non Verbal yang terdiri dari Gestural dan

Pistorial.

D.Teknik Komunikasi

1. Jurnalisme

2. Public Relations (Hubungan Masyarakat)

3. Advertising (Periklanan)

4. Propaganda

5. Publicy (Publik)

E.Metode Komunikasi

1. Informative Communication (Informasi

Komunikasi)

2. Persuasive Communication (Komunikasi

Persuasif)

3. Coersive / Instructive Communication

(Komunikasi Koersif / Instruktif)

F.Fungsi Komunikasi

1. Mass Information (Informasi Massa)

2. Mass Education (Pendidikan Massa)

3. Mass Persuasion (Persuasi Massa)

4. Mass Entertainment (Hiburan Massa)

5

G.Tujuan Komunikasi
1. Social Change / Social Partisipation

2. Attitude Change
3. Opinion Change
4. Behavior Change

BAB 2

7

MODEL DAN MEDIA KOMUNIKASI

A.Pendahuluan
Komunikasi memiliki beberapa model, dan
pada setiap modelnya memiliki definisi yang
berbeda. Model komunikasi dibuat untuk
menyederhanakan proses komunikasi dan
mengidentifikasi komponen dasar yang
diperlukan untuk komunikasi. Komunikasi
adalah proses yang terdapat dalam segala
gejala dan peristiwa yang mau tidak mau
ada bagi komunikasi manusia.

B.Pengertian Model Komunikasi

Model merupakan proses

merepresentasikan fenomena abstrak yang

sebenarnya dengan menekankan unsur-

unsur penting dari fenomena tersebut.

Model yang jelas bukanlah sebuah

fenomena, tetapi para peminat komunikasi,

termasuk mahasiswa, sering mengaitkan

model komunikasi dengan fenomena

komunikasi. Sebagai alat untuk menjelaskan

fenomena komunikasi, mode membuatnya

mudah untuk dijelaskan.

8

Definisi Model menurut para Ahli, yaitu :

1. Sereno dan Mortensen

Model komunikasi adalah deskripsi ideal

tentang apa yang dibutuhkan untuk

berkomunikasi. Model secara abstrak

mewakili fitur-fitur penting, dan

menghilangkan detail yang tidak perlu

dari komunikasi yang sebenarnya.

2. B. Aubrey Fisher

Model adalah analogi yang

mengabstraksi dan memilih seluruh

bagian, elemen kunci, properti, atau

komponen dari fenomena yang

dimodelkan.

3. Werner J. Severin dan James W. Tankard,

Jr.

Model membantu merumuskan teori dan

menyarankan hubungan . Model berfungsi

sebagai dasar untuk teori yang lebih

kompleks, alat untuk menjelaskan teori,

dan saran untuk memperbaiki konsep.

9

C.Fungsi dan Manfaat Model Komunikasi

1. Melukiskan proses komunikasi

2. 2 Menunjukkan hubungan visual

3. Membantu dalam menemukan dan

memperbaiki kemacetan komunikasi

Model tersebut tidak hanya bermanfaat bagi

para ilmuwan, model juga menyediakan

kerangka acuan untuk memikirkan masalah

jika model aslinya tidak dapat diprediksi.

Oleh karena itu, pembuat model juga perlu

menentukan fitur dunia nyata, seperti

fenomena komunikasi, yang mengalir ke

dalam model.

Model ini juga berfungsi sebagai dasar teori

yang sudah kompleks, alat untuk menjelaskan

teori, dan saran untuk memperbaiki konsep.

Kata-kata, angka, simbol, dan gambar dapat

digunakan sebagai alat untuk

menggambarkan model suatu objek, teori,

atau proses.

10

D.Penilaian Model Komunikasi
1. Seberapa umum modelnya?

2. Berapa banyak materi yang diatur dan
seberapa efektif?

3. Seberapa heuristik model ? (Apakah
membantu menemukan hubungan, fakta,
atau cara baru).

4. Seberapa penting prediksi model untuk
studi ?

5. Seberapa strategiskah prognosis pada
tahap pengembangan Area ini?

6. Seberapa akurat pengukuran yang dapat
dilakukan dengan menggunakan model
tersebut ?

11

E.Model-model Komunikasi sebagai suatu

Perkenalan

Model S-R

Model stimulus response (SR) merupakan

model komunikasi yang paling dasar.

Model ini dipengaruhi oleh bidang

psikologi, khususnya para aktivis. Model

ini mewakili hubungan antara rangsangan

dan tanggapan atau stimulus-

respons.Model S-R terbagi menjadi dua

bagian yaitu:

a. Model S-R Positif-Positif

Sebagai contoh ketika seseorang

mengagumi seseorang ataupun

ketika berpaspasan dengan

seseorang ia akan tersenyum, maka

anda akan dibalas dengan senyuman

karena merasa senang

b. Model S-R Negatif-Negatif

Sebagai contoh, Orang pertama

melihat orang kedua dengan tajam,

dan orang kedua berbalik melihat

dengan tajam dan mengatakan

kalimat yang tidak sopan.

12

Model Aristoles

Model Aristoteles merupakan model

komunikasi yang paling klasik dan sering

disebut sebagai model retorika atau retoris.

Ia mengusulkan tiga elemen dasar dari proses

komunikasi: pembicara (speaker), pesan

(message), dan pendengar (listener). Seperti

model SR, model komunikasi Aristoteles jelas

sangat sederhana. Sebenarnya, ini terlalu

sederhana dari sudut pandang karena tidak

menyertakan elemen lain yang dikenal dalam

model komunikasi, seperti saluran, umpan

balik, dan efek. , Hambatan atau gangguan

komunikasi. Kelemahan model ini adalah

komunikasi dipandang sebagai fenomena

auditoria tau mendengarkan.

13

Model Lasswell

Model komunikasi ini adalah ekspresi verbal.

Jadi who (siapa), say what (apa yang

dikatakan), In Which Channel (saluran

pembicara pesan pendengar komunikasi), To

Whom( kepada siapa), With What Effect

(Faktor pengaruh). Model komunikasi Lasswell

berbentuk ekspresi verbal, yakni:

Who : Komunikator (orang yang

mengirimkan informasi)

Says What : Pesan (Informasi yang

dikirimkan oleh komunikator)

In Which Channel : Media (alat

perantara yang digunakan dalam

mengirimkan informasi)

To Whom : Komunikan ( Orang yang

menerima informasi dari komunikator)

With What Effect : Efek ( Reaksi yang

dihasilkan atau ditunjukkan oleh

komunikan setelah mendengar

informasi yang disampaikan oleh

komunikator)

14

Model DeFleur

Model Melvin L. DeFleur, seperti model

Sestley dan Maclean , menggambarkan

model komunikasi interpersonal.

Sebagaimana ditegaskan oleh DeFleur,

model tersebut merupakan perluasan

dari model yang dikemukakan oleh para

ahli lainnya, terutama Shannon dan

Weefer, , dengan memasukkan perangkat

media massa (mass medium device) dan

perangkat umpan balik feedback

device). Dia menggambarkan sumber,

pengirim, penerima, , dan tujuan sebagai

fase terpisah dari proses komunikasi

massa.

BAB 3

16

PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI

A.Pendahuluan

Komunikasi merupakan bagian penting dari

kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dari

semua bidang kehidupan. Pada hakekatnya

manusia orang adalah makhluk sosial yang

selalu bergantung pada orang lain. Orang

dalam hidup perlu berkomunikasi. Artinya,

orang lain, kelompok, atau komunitas perlu

berinteraksi satu sama lain.

Keberhasilan komunikasi dalam suatu

organisasi ditentukan oleh adanya kesamaan

pemahaman di antara mereka yang terlibat

dalam kegiatan komunikasi. Pemahaman

bersama ini dipengaruhi oleh kejelasan

pesan, jenis penyampaian pesan, perilaku

komunikasi, dan keadaan komunikasi.

Komunikasi organisasi umumnya

menggunakan kombinasi saluran komunikasi

lisan dan tertulis yang memudahkan dan lebih

jelas untuk menyerap informasi.

17

B.Prinsip-Prinsip Komunikasi

Komunikasi adalah Proses Simbolik

Komunikasi bersifat dinamis dan

berkesinambungan, tidak statis. Simbol

atau lambang adalah apa yang

digunakan pada untuk menunjukkan

sesuatu yang lain dengan persetujuan

sekelompok orang. Indeks adalah

karakter yang secara alami mewakili

objek lain. Misalnya, awan gelap

menunjukkan bahwa akan turun hujan,

dan asap menunjukkan api. Namun saat

asap disepakati sebagai tanda

masyarakat berkumpul.

Setiap Perilaku Mempunyai Potensi
Komunikasi

Komunikasi terjadi ketika seseorang

memberi makna pada tindakan orang lain

atau tindakan mereka sendiri, dan setiap

tindakan menyampaikan pesan. Kami

tidak punya pilihan selain berkomunikasi.

Ini tidak berarti bahwa semua tindakan

adalah komunikasi. Komunikasi terjadi

ketika seseorang memberi makna pada

tindakan orang lain atau tindakannya

sendiri.

18

Komunikasi Mempunyai Dimensi Isi
dan Dimensi Hubungan

Dimensi isi disandi secara verbal,

sedangkan dimensi hubungan disandi

secara non-verbal. Dimensi isi

menunjukkan isi komunikasi, yaitu apa

yang Anda katakan. Dimensi hubungan, di

sisi lain, menunjukkan bagaimana

mengatakannya. Ini berarti bagaimana

komunikator terhubung satu sama lain

dan bagaimana pesan harus ditafsirkan.

Misalnya, ibu berkata, "Ayo kerjakan

pekerjaan rumahmu," menunjukkan

bahwa dia memotivasi anaknya untuk

mengerjakan pekerjaan rumahnya sambil

tersenyum. Ketika ibu mengatakan hal

yang sama dengan wajah marah dan

meletakkan tangannya di pinggang, itu

terlihat berbeda.

19

Komunikasi Berlangsung dalam
Berbagai Tingkat Kesengajaan

Komunikasi dilakukan dalam berbagai

tingkat kesengajaan, dari komunikasi

yang tidak disengaja sama sekali

(misalnya ketika kita sedang melamun

sementara orang memerhatikan kita)

hingga komunikasi yang benar-benar

direncanakan atau disadari (ketika kita

menyampaikan pidato). Contohnya, kita

memberikan senyum dengan saat

berpapasan di jalan dengan orang yang

kita kenal. Itu merupakan bentuk sapaan

tanpa bahasa verbal.

20

Komunikasi Terjadi dalam Konteks
Ruang dan Waktu

Makna pesan juga tergantung pada
konteks fisik, ruang, waktu, sosial dan
psikologi. Topik yang sering dibahas di
rumah, kantor, atau lokasi hiburan, seperti
"lelucon", acara TV, mobil, bisnis, atau
"komersial", jika diangkat di masjid atau
tempat ibadah lainnya. Hal ini dianggap
tidak sopan. Tamu penghuni yang
diterima di halaman rumah menunjukkan
presepsi yang berbeda dengan teras,
ruang tamu, dan ruang pribadi resepsi.
Waktu juga mempengaruhi makna pesan.
Dering telepon tengah malam atau dini
hari dianggap berbeda dari dering
telepon siang hari. Telepon berdering di
tengah malam bisa menjadi pesan yang
sangat penting. Misalnya, untuk memberi
tahu orang yang sakit parah, kecelakaan
atau kematian, atau orang jahat yang
mencoba menguji.

21

Komunikasi Melibatkan Prediksi

Peserta Komunikasi

Ketika orang berkomunikasi, mereka

mengantisipasi dampak dari perilaku

komunikasi mereka. Dengan kata lain,

komunikasi juga terikat oleh aturan dan

tata krama. Artinya, orang memilih

strategi khusus berdasarkan reaksi

mereka terhadap pesan . Anda dapat

memprediksi perilaku komunikasi orang

lain berdasarkan peran sosial mereka.

Misalnya, kami tidak dapat menyapa

orang tua atau dosen Anda dengan kata

”kamu” atau ”Elu ". kecuali kami siap

mengambil risiko dan dianggap orang

yang kurang ajar.

22

Komunikasi Bersifat Sistematik

Komunikasi terdiri dari beberapa
komponen yang masing-masing memiliki
tugas tersendiri. Tugas masing-masing
dari komponen tersebut saling terkait
untuk menjalin komunikasi. Misalnya,
pengirim bertanggung jawab untuk
menentukan informasi dan makna dari
apa yang dikirim. Sekarang Anda tahu
apa arti dan informasi apa yang ingin
Anda kirim, Anda perlu mengubahnya ke
kode tertentu atau sandi sesuai aturan
untuk mengubah informasi menjadi pesan
. Oleh karena itu, komponen pesan terkait
dengan komponen pengirim . Jika
pengirim tidak menyandikan ari untuk
mengirimnya dengan benar, pesannya
salah.

23

Semakin Mirip Latar Belakang Sosial-

Budaya Semakin Efektiflah

Komunikasi

Komunikasi yang efektif adalah

komunikasi yang memenuhi harapan

partisipan (orang yang berkomunikasi).

Makna pesan, baik verbal maupun non-

verbal, pada dasarnya terkait dengan

budaya. Berkomunikasi dengan orang-

orang dari latar belakang budaya yang

berbeda mengurangi efektivitas

komunikasi. Menurut salah satu prinsip

komunikasi, semakin mirip latar belakang

sosial budaya, semakin efektif komunikasi.

24

Komunikasi Bersifat Nonsekuensial

Ada banyak bentuk komunikasi linier atau

satu arah, tetapi dalam bentuk dasarnya,

komunikasi manusia sebenarnya adalah

dua arah. Beberapa profesional

komunikasi menyadari sifat siklus atau

timbal balik dari komunikasi ini.

Komunikasi sebenarnya dua arah ketika

satu orang berbicara dengan orang lain

atau sekelompok orang (misalnya, selama

kuliah atau rapat). Orang yang kita

anggap sebagai pendengar sebenarnya

adalah "pembicara" atau pembawa

pesan pada saat yang sama. Yaitu,

melalui perilaku nonverbal, seperti setuju

untuk mengangguk atau mengerutkan

kening sebagai tanda kebingungan.

25

Komunikasi Bersifat Prosesual,
Dinamis, dan Transaksional

Seperti waktu & eksistensi. Komunikasi

tidak memiliki awal & tidak memiliki akhir,

melainkan adalah proses yang sinambung

(continuous). Bahkan insiden yg sangat

sederhana pun, seperti “Tolong ambilkan

garam” melibatkan rangkaian insiden yg

rumit jika pendengar memenuhi

permintaan tersebut. Untuk lebih

memudahkan pengertian, kita bisa

menyampaikan bahwa insiden itu dimulai

waktu orang A meminta garam & berakhir

waktu orang B menaruh garam. Tetapi

kita nir bisa mengukur insiden itu hanya

dari apa yg terjadi antara permintaan

akan garam & hadiah garam itu. Baik A

atau B sudah merujuk dalam pengalaman

masa kemudian mereka buat merumuskan

& menafsirkan pesan dan

menanggapinya secara layak.

26

Komunikasi Bersifat Irreversible Saat

kita menyampaikan pesan kepada orang

lain, kita tidak memiliki kendali atas

penyebaran informasi dan dampak pesan

tersebut terhadap audiens. Itu

merupakan komunikasi yang bersifat

irreversible.

Komunikasi Bukan Panasea untuk
Menyelesaikan Berbagai Masalah

Banyak masalah dan konflik antar

manusia disebabkan oleh masalah

komunikasi. Namun, komunikasi bukanlah

obat mujarab untuk menyelesaikan

masalah atau konflik, karena masalah

atau konflik mungkin terkait dengan

masalah struktural. Kendala struktural ini

juga harus diatasi untuk komunikasi yang

efektif.

BAB 4

28

KOMUNIKASI VERBAL

1. Pengertian Komunikasi Verbal Komunikasi

verbal adalah komunikasi yang digunakan baik
secara lisan maupun tertulis. Komunikasi verbal
paling sering digunakan dalam hubungan,
mengungkapkan dan menjelaskan emosi,
perasaan, pikiran, ide, fakta, data, informasi,
bertukar emosi dan pikiran, berdiskusi dan
bertengkar.
2. Unsur Dalam Komunikasi Verbal

a. Kata
Kata adalah simbol terkecil dalam bahasa.

Kata adalah simbol yang mewakili sesuatu,
seperti orang, benda, peristiwa, atau
situasi. Arti kata itu tidak ada di benak
orang. Tidak ada hubungan langsung
antara kata dan benda. Berhubungan
langsung dengan kata-kata dan pikiran
orang.
b. Bahasa

Bahasa adalah sistem simbol yang
memungkinkan orang untuk berbagi makna.
Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa
yang digunakan adalah bahasa lisan yang
tertulis di atas kertas atau elektronik.
Bahasa juga miliki karakteristik sebagai
berikut:

29

i. Pengalihan (displacement).

ii. Pelenyapan

iii. Kebebasan makna

iv. Transmisi budaya

3. Jenis Komunikasi Verbal

a. Berbicara dan Menulis

Berbicara adalah komunikasi verbal

dan vocal, dan menulis adalah

komunikasi nonvocal dan verbal.

Presentasi pada konferensi merupakan

contoh dari komunikasi verbal dengan

vocal. Surat menyurat adalah contoh

dari komunikasi verbal non-vocal.

b. Mendengarkan dan Membaca

Mendengar dan mendengarkan

adalah dua hal yang

berbeda.Mendengar berarti hanya

menangkap getaran suara, dan

mendengarkan berarti mengambil

makna dari apa yang dengar.

Mendengarkan melibatkan unsur-unsur

mendengar, memperhatikan,

memahami, dan mengingat. Membaca

adalah cara untuk mendapatkan

informasi dari sesuatu secara tertulis.

30

4.Karakteristik Komunikasi Verbal

Jelas dan Ringkas

Berlangsung sederhana, pendek dan

langsung. Bila kata-kata yang

digunakan sedikit, maka terjadinya

kerancuan juga masin sedikit.

Berbicara secara lambat dan

pengucapan yang jelas akan

membuat kata tersebut makin mudah

dipahami.

Perbendaharaan Kata

Menggunakan kata-kata yang

mudah dipahami seseorang

akanmeningkatkan tingkat

keberhasilan komunikasi. Jika

pengirim pesan tidak dapat

menerjemahkan kata atau suara,

komunikasi tidak akan berhasil.

Arti konotatif dan denotative Makna

konotatif adalah pikiran, emosi, atau

ide yang terkandung dalam sebuah

kata, tetapi makna denotative

memberikan arti yang sama pada

kata yang digunakan.

31

Intonasi

Komunikator dapat mempengaruhi

makna pesan melalui nada suara

yang dikirimkan. Emosi memainkan

peran utama dalam nada suara ini.

Kecepatan Berbicara

Keberhasilan komunikasi juga

dipengaruhi oleh kecepatan dan

tempo bicara yang benar. Jika

pembicaraan cepat teralihkan dari

topik pembicaraan, dapat

memberikan kesan menyembunyikan

sesuatu.

Humor

Humor dapat meningkatkan

kesuksesan Anda dalam memberikan

dukungan emosional kepada lawan

bicara. Tertawa meredakan

ketegangan penonton dan dengan

demikian membantu mereka berhasil

mendapatkan dukungan.

BAB 5

33

KOMUNIKASI NONVERBAL

Orang berkomunikasi menggunakan verbal

dan non-verbal. kode non-verbal disebut

bahasa isyarat atau bahasa diam ( silent

language). Melalui komunikasi nonverbal,

Anda dapat mengidentifikasi suasana hati

emosional seseorang, seperti kebahagiaan,

kemarahan, kebingungan, dan kesedihan.

Kesan pertama kita mengenal seseorang

seringkali didasarkan pada perilaku

nonverbal mereka, yang mengarahkan kita

untuk belajar lebih banyak. Komunikasi

nonverbal meliputi semua aspek komunikasi

selain kata-kata sendiri seperti bagaimana

kita mengucapkan kata-kata (volume), fitur,

lingkungan yang mempengaruhi interaksi

(suhu, pencahayaan), dan bendabenda yang

mempengaruhi citra pribadi dan pola

interaksi (pakaian, perhiasan, mebel).

34

Jenis Komunikasi Nonverbal

Sentuhan

Sentuhan atau taktil adalah pesan

nonverbal, non-visual, dan non-vokal.

Penerima sentuhan adalah kulit yang

dapat menerima dan membedakan

berbagai emosi yang disampaikan

orang melalui sentuhan.

Komunikasi Objek

Penggunaan objek komunikasi yang

paling umum adalah penggunaan

pakaian. Orang sering dinilai

berdasarkan jenis pakaian yang

mereka kenakan, tetapi ini

melibatkan beberapa bentuk

penilaian seseorang dengan hanya

berdasarkan persepsi.

Kronemik

Kronemik adalah cara komunikasi

nonverbal dilakukan dalam

penggunaan waktu dan dikaitkan

dengan peran budaya dalam konteks

tertentu.

35

Gerak Tubuh

Gerakan tubuh biasanya digunakan

untuk menggantikan suatu kata atau

frasa. Beberapa bentuk dari

kinestetik yaitu:

Emblem

Illustrator

Affect Displays

Regulator

Adaptor

Proxemic

Proxemik adalah bahasa ruang, jarak

yang digunakan saat berkomunikasi

dengan orang lain, seperti di mana

berada atau tempat.

Lingkungan

Lingkungan ini juga dapat digunakan

untuk menyampaikan pesan tertentu.

Ini termasuk penggunaan ruang,

jarak, suhu, pencahayaan dan warna.

Vokalik

Vokalik dan paralinguistik adalah

elemen nonverbal berbicara, yaitu

cara berbicara.

36

Fungsi Komunikasi Nonverbal

Repeating, yaitu mengulang pesan

verbal. Misalnya, anggukkan kepala

Anda ketika mengatakan "ya" dan

gelengkan kepala Anda ketika

mengatakan "tidak".

Substituting, yaitu mengantikan

lambang-lambang verbal.

Contradicting, yaitu menolak pesan

verbal atau memberikan pesan verbal

dengan makna yang berbeda.

Complementing, yaitu

penyempurnaan dan peningkatan

pesan dan makna nonverbal.

Accenting, yaitu menekankan atau

menegaskan pesan verbal.

Karakteristik Komunikasi Nonverbal

Komunikatif, yaitu tindakan yang

disengaja/tidak disengaja untuk

menyampaikan sesuatu agar pesan

dari dapat terambil secara sadar.

Kesamaan perilaku, yaitu kesamaan

perilaku nonverbal antara 1 orang

dengan orang lain.

37

Artifaktual, yaitu Komunikasi

nonverbal juga dapat berupa artefak

seperti pakaian, kosmetik, alat tulis,

mobil, rumah, perabotan dan

penempatannya, dan benda sehari-

hari seperti jam tangan.

Konstektual, yaitu bahasa nonverbal

terjadi dalam suatu konteks.

Paket, merupakan komunikasi

nonverbal yang satu kesatuan.

Dapat dipercaya, pada umumnya kita

akan percaya dengan komunikasi

nonverbal.

Dikendalikan Oleh Aturan

BAB 6

39

FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI KOMUNIKASI

Pendahuluan

Tingkat pengetahuan manusia merupakan

elemen penting dalam komunikasi.

Dengan berbagai pengetahuan, Anda

dapat dengan mudah menyampaikan

pesan Anda. Para komunikan yang

berpengetahuan tinggi dapat lebih

mudah memilih kata-kata untuk

menyampaikan informasi kepada para

komunikan baik secara verbal maupun

non-verbal.

Perkembangan

Pertumbuhan manusia, Pertumbuhan

dapat mempengaruhi pemikiran

orang. Bagaimana komunikator

bereaksi terhadap informasi yang

diberikan oleh komunikator, dan

bagaimana komunikator mengirimkan

informasi tersebut kepada

komunikator.

40

Keterampilan Menguasai Bahas, yaitu

Kemampuan berbahasa merupakan

salah satu faktor yang erat kaitannya

dengan pertumbuhan. Misalnya,

ketika berhadapan dengan remaja,

akan lebih baik untuk mengetahui

bahasa yang digunakan dalam

kehidupan sehari-hari mereka, atau

disebut bahasa gaul.

Persepsi

Persepsi adalah cara seseorang

menjelaskan atau menginterpretasikan

informasi yang diproses oleh suatu

pandangan. Persepsi ini didasarkan pada

pengalaman, harapan dan perhatian.

Peran dan Hubungan

Peran dan hubungan mempengaruhi

proses komunikasi, termasuk keterampilan

komunikasi dan komunikasi, tergantung

pada materi dan isu yang dibahas. Umat ​

yang belum menjalin hubungan dekat

dengan Ekaristi akan secara resmi

menghubungi mereka.

41

Lingkungan

Nilai dan Budaya/Adat, Nilai dan

budaya/adat merupakan kacamata

yang dijadikan sebagai standar

komunikasi (pantas atau tidak pantas)

agar komunikasi terjalin dengan baik.

Stimulus Eksternal, Stimulus eksternal

adalah faktor-faktor yang

mempengaruhi komunikasi dari luar.

Jarak, jarak antara komunikator dan

komunikan akan mempengaruhi

komunikasi.

Emosi

Emosi adalah reaksi seseorang terhadap

suatu peristiwa tertentu. Terkadang Anda

tidak bisa mengendalikan emosi Anda

sendiri. Sama seperti emosi yang

mempengaruhi proses komunikasi itu

sendiri, emosi juga bisa menjadi hambatan.

Kondisi Fisik

Semua indera berfungsi selama melakukan

komunikasi.

Jenis Kelamin

Ada perbedaan komunikasi antara laki-laki

dan perempuan, yang terlihat dari gaya

bertutur dan penafsirannya.

BAB 7

43

KONSEP MENDENGAR EFEKTIF

Berbagai Tipe Mendengarkan

Mendengarkan Isi, yaitu

memahami dan menguasai pesan

pembicara.

Mendengarkan dengan Kritis, yaitu

dari pesan pembicara di berbagai

tingkatan, termasuk penalaran

logis, bukti kuat, kesimpulan yang

valid , makna pesan untuk Anda

dan organisasi Anda, maksud dan

motivasi pembicara , dan

informasi terkait dan item yang

dihilangkan Pahami dan evaluasi

maknanya.

Mendengarkan dengan Empati,

yaitu Pahami emosi, kebutuhan,

dan keinginan pembicara

sehingga mereka dapat mengukur

perspektif mereka, apakah mereka

membagikannya atau tidak.

44

Memahami Proses Mendengarkan

Menerima, yaitu anda mulai mendengarkan

pesan secara fisik, mengakui apa yang

sebenarnya Anda dengar. Penerimaan fisik

dapat dipengaruhi oleh kebisingan,

gangguan pendengaran, atau kurangnya

perhatian.

Menafsirkan, yaitu emberi makna pada suara

, yang dapat dilakukan sesuai dengan nilai,

keyakinan, ide, harapan, kebutuhan, dan

sejarah pribadi seseorang.

Mengevaluasi, yaitu menerapkan

keterampilan berfikir kritis. Pisahkanlah fakta

dan opini dan evaluasilah kualitas bukti

tersebut.

Merespon

Menciptakan Komunikasi Yang Efektif

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang

dapat mengubah sikap orang-orang yang

terlibat dalam komunikasi. Komunikasi yang

efektif memungkinkan seseorang untuk bertukar

informasi, ide, keyakinan, perasaan dan sikap

antara dua atau kelompok, dan hasilnya

memenuhi harapan . Untuk mengembangkan

komunikasi yang efektif, Anda perlu memperoleh

setidaknya empat keterampilan komunikasi

dasar: membaca dan menulis (bahasa tertulis)

dan mendengarkan dan berbicara (bahasa

lisan).

45

Komunikasi dapat dikatakan efektif

apabila memenuhi tiga hal

Pesan dapat diterima, dipahami dan

dimengerti oleh pengirim

sebagaimana dimaksud.

Pesan yang dikirim oleh pengirim

opini akan disetujui oleh penerima

dan akan ditindaklanjuti oleh

pengirim dengan tindakan yang

menarik.

Tidak ada hambatan berarti untuk

melacak pesan terkirim

BAB 8

47

KONSEP KOMUNIKASI PERSUASIF

Pengertian Komunikasi Persuasif Secara

etimologis, istilah komunikasi berasal dari kata

latin communicatio dan dari kata comunis. Ini

berarti hal yang sama. Hal yang sama di sini

memiliki arti yang sama. Secara istilah,

komunikasi adalah proses mengkomunikasikan

suatu pesan dari satu orang ke orang lain dalam

rangka mengkomunikasikan atau mengubah

suatu sikap, pendapat, atau perilaku secara

langsung atau tidak langsung melalui media.

Dari pengertian tersebut dapat kita pahami

bahwa komunikasi bukan hanya tentang

mengkomunikasikan informasi, tetapi juga

tentang tujuan persuasi. Artinya, membentuk

opini, sikap, dan tindakan penerima pesan sesuai

dengan maksud pembentukan pengirim pesan.

Tujuan Komunikasi Persuasif Tujuan

komunikasi persuasif adalah untuk mengubah

sikap dan pendapat. Perubahan pendapat

tentang masalah yang berkaitan dengan aspek

kognitif yaitu keyakinan, gagasan, dan aspek

konseptual. Ketika mengubah sikap, itu mengacu

pada sisi emosional. Aspek ini meliputi kehidupan

emosional penonton. Oleh karena itu, tujuan

komunikasi persuasif dalam konteks ini adalah

untuk menggerakkan pikiran, membangkitkan

emosi tertentu, dan menyukainya.


Click to View FlipBook Version