The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi Komunikasi dalam Keperawatan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by i1031211009, 2021-11-20 22:15:09

Komunikasi Dasar Keperawatan

Materi Komunikasi dalam Keperawatan

Keywords: komunikasi

48

Fungsi Komunikasi Persuasif

Control function atau fungsi

pengawasan, yaitu gunakan fitur

pengawasan, komunikasi menarik ,

untuk menulis pesan dan membuat

gambar yang memengaruhi orang

lain.

Consumer protection atau fungsi

perlindungan konsumen, yaitu fungsi

perlindungan konsumen adalah salah

satu fungsi komunikasi persuasif

melalui pengkajian komunikasi

persuasif yang akan membuat kita

lebih cermat dalam menyaring

pesan-pesan persuasif yang banyak

“berkeliaran” disekitar kita.

Knowledge function atau fungsi

pengetahuan, yaitu dengan

mempelajari komunikasi persuasif,

kita dapat memperoleh wawasan

tentang peran kekuatan persuasif

dalam masyarakat dan dinamika

psikologi persuasif.

49

Unsur-unsur Komunikasi Persuasif

Persuader, merupakan sekelompok

orang atau orang yang

menyampaikan pesan dengan tujuan

mempengaruhi sikap, pendapat, dan

perilaku orang lain, baik secara

verbal maupun nonverbal. Dalam hal

ini , persuader adalah pengirim

pesan.

Persuade, merupakan individu atau

kelompok orang yang ditargetkan,

pesan itu dikomunikasikan baik

secara verbal maupun non-verbal

oleh para persuader. Oleh karena itu,

persuade merupakan orang yang

menerima pesan.

Pesan, merupakan apa yang

dikatakan komunikator dalam kata-

kata, gerak tubuh, dan nada suara.

Saluran, merupakan perantara atau

media yang digunakan oleh

persuader untuk menyampaikan

pesan kepada persuadee.

Umpan balik, merupakan reaksi atau

respon dari persuade.

50

Efek Komunikasi Persuasif, merupakan
perubahan yang terjadi pada cukup
jelas dari penerimaan pesan oleh
proses komunikasi . Efek yang terjadi
dapat berupa perubahan sikap,
pendapat, dan perilaku.
Tahap Komunikasi Persuasif
Tahap Pemahaman
Tahap Encoding
Tahap Decoding
Tahap Evaluasi
Efektivitas Komunikasi Persuasif
Analisis saran
Pesan yang disampaikan harus jelas
Menjaga dan meningkatkan motivasi
sasaran
Tujuan yang realistis
Pemahaman atas perbedaan individu
Pemahaman informasi
Pemahaman atas kerumitan sasaran
dalam menanggapi pesan
Pemahaman atas fakta hanyalah
dasar bagi berpikir, merasa, dan
berbuat
Pemahaman atas makna fakta, bahwa
fakta tidak hanya sekedar fakta

BAB 9

52

KOMUNIKASI DALAM KONTEKS SOSIAL

DAN LATAR BELAKANG BUDAYA

SERTA KEYAKINAN

Komunikasi Sosial

Definisi Komunikasi merupakan

kebutuhan utama dalam kehidupan

manusia. Tidak ada yang melepaskan

hidup untuk berkomunikasi satu sama

lain. Dengan cara demikian, manusia

diciptakan sebagai makhluk sosial,

sehingga komunikasi sosial dalam

kehidupan manusia sangat penting

dalam membantu berinteraksi

dengan orang lain. Karena sifat

manusia yang selalu berubah,

hubungan antara elemen mungkin

belum sepenuhnya dieksplorasi

sejauh ini. Apa yang dianalisis lebih

dalam dan lebih terorganisir dalam

masyarakat.

Fungsi Komunikasi Sosial

Pembentukan Konsep Diri

Pernyataan Eksistensi Diri

53

Keragaman Budaya

Definisi

Komunikasi antarbudaya adalah

komunikasi antara orang-orang yang

berbeda budaya (berbeda ras, suku,

sosialekonomi, dll). Kebudayaan adalah

cara hidup dari generasi ke generasi

yang telah dikembangkan dan dianut

oleh sekelompok orang.

Hakikat Komunikasi Antarbudaya

Enkulturasi, Tari merupakan salah

satu jenis budaya yang diturunkan

sejak kecil. Budaya mewakili proses

dimana budaya diturunkan dari

generasi ke generasi. Kami tidak

belajar dan mewarisi budaya.

Budaya ditransmisikan melalui

pembelajaran, bukan gen. Orang

tua, kelompok, teman, sekolah,

lembaga keagamaan, dan instansi

pemerintah adalah guru terkemuka

di bidang kebudayaan. Akuakultur

terjadi melalui mereka.

Akulturasi, mengacu pada proses

dimana kultur seseorang dimodifikasi

melalui kontak atau pemaparan

langsung dengan kultur lain.

54

Fungsi Komunikasi Antarbudaya

Fungsi Pribadi

Menyatakan Identitas Sosial

Menyatakan Integrasi Sosial

Menambah Pengetahuan

Melepaskan Diri atau Jalan Keluar

Fungsi Sosial

Pengawasan

Menjembatani

Sosialisasi Nilai

Menghibur

Prinsip-prinsip Komunikasi Antarbudaya

Relativitas Bahasa

Bahasa sebagai Cermin Budaya

Mengurangi Ketidak-pastian

Kesadaran diri dan perbedaan

antarbudaya

Interaksi awal dan perbedaan

antarbudaya

Memaksimalkan hasil interaksi

Komunikasi Keyakinan

Keyakinan agama dan spiritual merupakan

bagian integral dari keyakinan budaya

seseorang dan dapat mempengaruhi

keyakinan klien tentang penyebab

penyakit, praktik penyembuhan, dan

pilihan dokter atau penyedia perawatan.

55

Keyakian spiritual dan agama dapat

menjadi sumber kekuatan dan

kenyamanan bagi klien.

Perawat yang memiliki keyakinan

yang sama dengan kliennya

cenderung lebih mudah memahami

dan mengambil tindakan untuk

menangani kliennya.

Perawat profesional harus mampu

memahami, mengantisipasi dan

mengambil tindakan yang tepat bagi

klien yang berbeda pandangan

terhadap perawat. Contoh: Seorang

klien yang menolak makan daging

karena keyakinan agama. Perawat

perlu mengambil langkah yang tepat

untuk memberi makan pasien dengan

daging. Misalnya, penjelasan yang

kuat mengapa pasien harus makan

daging.

BAB 10

57

KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN
KESEHATAN, KHUSUSNYA KOMUNIKASI

MULTIDISIPLIN

Multidisiplin atau multidisipliner mengacu pada

tim yang terdiri dari orang atau individu dari

berbagai disiplin ilmu yang terlibat dalam

sebuah proyek, masing-masing dengan bekerja

secara independen. Setiap individu dalam tim

interdisiplin memiliki keterampilan dan

pengetahuan yang berbeda, tetapi mereka

saling melengkapi. Pengalaman individu

berkontribusi signifikan terhadap kinerja secara

keseluruhan (madoni, 2019).

Di bidang komunikasi kesehatan, komunikasi

multidisiplin menangani pasien antara kolega

dalam tim multidisiplin dan antara pasien dan

keluarganya dengan anggota tim multidisiplin.

Dan dilakukan dalam konteks perawatan.

Komunikasi multidisiplin yang baik sangat penting

untuk keberhasilan tim dalam merawat dan

merawat pasien. Oleh karena itu, pelatihan

komunikasi harus diberikan kepada setiap

anggota tim agar setiap anggota tim dapat

mengembangkan keterampilan komunikasi

sebagai bagian dari penanganan dan

perawatan pasien (Madoni, 2019).

58

Ciri-ciri Komunikasi Multidisiplin

Setiap bagian ikut peran cukup

besar,melakukan perencanaan

pengelolan bersama

Setiap beraktivitas berdasarkan

batasan ilmunya.

Dalam sistem kesehatan , secara

konseptual, operasional, dan

individual, berbagai disiplin ilmu

berusaha mengintegrasikan layanan

untuk kepentingan pasien, tetapi

setiap disiplin sangat dibatasi

(Madoni, 2019).

Cara Komunikasi Multidisiplin terhadap

Pasien

Menciptakan hubungan interpersonal

yang baik

Bertukar informasi

Mendengarkan secara aktif dan

penuh perhatian

Penggunaan bahasa yang tepat

Bahasa tubuh dan penampilan

Bersikap jujur

Memperhatikan kebutuhan pasien

Mengembangkan sikap empati

BAB 11

60

PERSPEKTIF, TREND DAN ISU

KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN

KESEHATAN

Pengertian Trend dan Issue Dalam

Pelayanan Kesehatan

Trend sangat mendasar dalam

pendekatan analisis yang berbeda. Trend

juga dapat diartikan sebagai salah satu

gambar atau informasi yang umumnya

populer pada saat itu. Oleh karena itu,

tren ini sedang dibahas oleh banyak

orang saat ini , dan kejadiannya faktual

(Muharamiatul, 2012). Sedangkan issue

adalah suatu kejadian yang dapat

diperkirakan terjadi atau tidak terjadi

pada masa yang akan datang, yang

menyangkut ekonomi, moneter, sosial,

politik, hukum, pembangunan nasional,

bencana alam, hari kiamat, kematian,

ataupun tentang krisis. Atau sesuatu yang

sedang di bicarakan oleh banyak namun

belum jelas faktannya atau buktinya

(Muharamiatul, 2012).

61

Komunikasi Dalam Pelayanan Kesehatan

Perawat harus mengenal dirinya

sendiri

Komunikasi harus ditandai dengan

sikap saling menerima, percaya, dan

menghargai

Perawat harus memahami,

menghayati nilai yang dianut oleh

pasien

Perawat harus menyadari pentingnya

kebutuhan pasien, baik fisik maupun

mental.

Perawat harus dapat menciptakan

suasana yang nyaman dan aman

bagi pasien

Kejujuran dan terbuka

Mampu sebagai role model

Altruisme perhatian terhadap

kesejahteraan orang lain tanpa

memperhatikan diri sendiri.

Bertanggung jawab

62

Pentingnya Komunikasi Dalam Pelayanan

Kesehatan

Komunikasi dalam kehidupan kita sehari-

hari memiliki dampak yang sangat besar

dalam kehidupan kita, baik secara

individu maupun kelompok. Komunikasi

individu mempengaruhi buruknya

hubungan antar individu atau kelompok.

Lingkungan klinis seperti rumah sakit,

dinyatakan sebagai salah satu sistem

kelompok sosial, sangat penting untuk

elemen komunikasi. Komunikasi di rumah

sakit dianggap sebagai aset terpenting

dalam meningkatkan kualitas layanan

yang diberikan kepada konsumen.

Konsumen dalam hal ini juga menyangkut

dua sisi yaitu :

Konsumen internal, Berisi unsur-unsur

hubungan antara orang-orang yang

bekerja.

Konsumen eksternal, terhubung ke

penerima layanan : klien individu,

kelompok, keluarga, dan komunitas di

dalam rumah sakit.

63

Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Menurut

Muharamiatul (2012), faktor yang mempengaruhi

komunikasi antara lain :

Situasi dan suasana, Situasi dan suasana

yang bising mempengaruhi diterima atau

tidaknya suatu pesan oleh komunikator.

Bunyi-bunyi yang diterima oleh para

komunikan dalam proses komunikasi

mengaburkan pesan bahkan menyulitkan

untuk diterima. Oleh karena itu, Anda perlu

merancang lingkungan yang tenang dan

nyaman sebelum melakukan proses

komunikasi. Komunikasi yang terjadi secara

tidak semestinya dan sedang dilakukan juga

dapat diterima secara tidak semestinya

Kejelasan pesan, Kejelasan pesan memiliki

pengaruh yang besar terhadap efektifitas

komunikasi. Pesan-pesan yang tidak jelas

dapat ditafsirkan secara berbeda oleh para

komunikan, dan akibatnya, persepsi yang

berbeda dari pesan yang dikirimkan dapat

terjadi antara para komunikan dan

parakomunikator. Ini secara signifikan akan

mengganggu pencapaian tujuan komunikasi

yang dicapai. Oleh karena itu, Komunikator

harus dipahami terlebih dahulu sebelum

menyampaikan pesan kepada Komunikan ,

agar Komunikan dapat memahami dan

menggunakan ekspresi yang jelas dan

kalimat.

64

Peran Perawat dalam Menghadapi
Trend dan Issu

Peran perawat dalam menerapkan trend

dan issue adalah untuk lebih memenuhi

peran pengasuh dalam keperawatan.

Asuhan keperawatan lebih baik dengan

telehealth atau telenursing berbasis

teknologi. Menggunakan teknologi untuk

memberikan layanan medis. Anda bisa

mendapatkan hasil yang lebih baik dalam

perawatan dengan menggunakan

teknologi asli.

Trend dan Issu Komunikasi dalam
Pelayanan Kesehatan

Hubungan antara perawat dan dokter

telah lama menjadi bentuk interaksi yang

terkenal dalam perawatan pasien.

Perspektif yang berbeda saat melihat

pasien, ternyata menyebabkan

munculnya hambatan teknis saat

melakukan proses kolaboratif . Psikologi

ilmiah dan pribadi, faktor sosial, dan

kendala budaya mewakili dua profesi ini.

Mereka dapat dibuat lebih kuat dalam

hal kepentingan pasien.

BAB 12

66

KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM HUBUNGAN
INTERPERSONAL DENGAN KLIEN, KELUARGA,

KELOMPOK ATAU KOMUNITAS

Klasifikasi Komunikasi Interpersonal dalam

Praktik Keperawatan

Interaksi Intim, Kelompok komunikasi ini

mencakup komunikasi interpersonal dengan

anggota keluarga atau orang terdekat

seperti suami istri, orang tua, saudara

kandung, anggota keluarga, teman, atau

orang-orang yang memiliki ikatan

emosional yang kuat.

Percakapan Sosial, Yaitu interaksi

komunikasi untuk menyenangkan diantara

orang-orang yang berkomunikasi secara

sederhana.

Pemeriksaan, Ini adalah interaksi antara

seseorang yang memegang kendali yang

meminta paksaan dan kemudian meminta

informasi lainnya. Misalnya, perawat

dituduh menyalahgunakan produk rumah

sakit, dan rumah sakit menyelidiki fakta

melalui bosnya dan mengetahui

kebenarannya.

Wawancara, merupakan bentuk komunikasi

interpersonal dimana terdapat dua orang

yang terlibat akan tanya jawab.

67

Factor Fasilitasi dalam Komunikasi

Keluarga Perawat Pasien

Pertimbangan spiritual Pertimbangan

spiritual adalah bagian dari

komunikasi antara keluarga dan tim

ICU. Pasien di departemen ini dalam

keadaan kritis , sehingga firasat

penyakit mereka tidak memadai, dan

semua orang memikirkan pertanyaan

mental daripada selalu bertanya

kepada Tuhan. Dan mereka melihat

aktivitas keagamaan mereka ,

termasuk ibadah, shalat, puasa, dan

mendapatkan bantuan pasien dengan

berdoa kepada Allah.

Memberi harapan

Mempertimbangkan tuhan

Menggunakan Tindakan

keagamaan

Dukungan emosional

Dukungan lateral

Empati

Saling pengertian

Kenyamanan

Kepercayaan

68

Partisipasi
Pasrtisipasi dalam pengambilan
keputusan
Pasrtisipasi dalam perawatan
fisik

Pemberitahuan
identifikasi kebutuhan informasi
keluarga
Menanggapi kebutuhan informasi
keluarga pasien
Melatih keluargapasien

Konsultasi
Konsultasi dalam Memilih Terapi
Konsultasi dalam pemilihan jenis
perawatan terbaik

Hambatan dalam Komunikasi keluarga
Perawat-Pasien

Kesalahpahaman tentang kebutuhan
perawat

Perbedaan keyakinan Kesehatan
antara perawat dan pasien
Persepsi tentang perlakuan tidak
adil
Konflik dengan anggota keluarga
pasien

69

Miskomunikasi

Pemaksaan

Kettergantungan yang

dipaksakan

Masalah sumber daya manusia

Budaya

Bahasa

Demografi keluarga

Usia

Pendidikan

Ekonomi

Masalah pekerjaan

Masalah keperawatan

professional

Masalah perawat

Mengabaikan etika professional

Lingkungan kerja

Kesulitan dengan pasien

Persyaratan dan proses

pembayaran

Masalah pasien

Upaya-upaya Memperbaiki Hambatan

dalam Proses Komunikasi Interpersonal

dengan Keluarga Pasien

70

Meningkatkan kesadaran diri

Melatih diri untuk membaangun

hubungan interpersonal

Meningkatkan pengetahuan

Menjelaskan tujuan interaksi

komunikasi interpersonal;

Contoh Komuniikasi Efektif daalam

Hubungan Interpersonal Perawat dengan

Keluarga

Perkenalan

Keluhan

Permasalahan

Solusi

Memberikan Motivasi

71

DAFTAR PUSTAKA

Kurniati, Desak Putu Yuli. 2016. “Modul
Komunikasi Verbal dan Nonverbal”.

Dra. RR. Ponco Dewi Karyaningsih, M.M. 2018.
“Ilmu Komunikasi”. Yogyakarta: Samudra
Biru.

Soyomukti, Nurani. 2012. “Pengantar Ilmu
Komunikasi”. Yogyakarta. Ar-Ruzz Media.

Sari, Ambar Wulan. 2016. “Pentingnya
Keterampilan Mendengar dalam Menciptakan

Komunikasi yang Efektif”. Vol. 2 No. 1.

Aris. 2017.Komunikasi efektif dalam

pelayanan kesehatan. (11 April 2019).

Awalia Muharamiatul. 2012. Trend dan Issu
Pelayanan Kesehatan.

Pieter, Herri Zen. 2017. Dasar-dasar

Komunikasi Bagi Perawat. Jakarta: Kencana

72

Mundakir. 2006. Komunikasi Keperawatan
Aplikasi dalam Pelayanan.
Yogyakarta: Graha Ilmu

Arwani. 2002. Komunikasi dalam

Keperawatan. Jakarta: EGC.

Nasir, Abdul. 2011. Komunikasi dalam
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.


Click to View FlipBook Version