The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by TRISNA '' NURSE'', 2023-08-17 09:14:21

1. KEAJAIBAN EFT

1. KEAJAIBAN EFT

http://hipnobook.blogspot.com 51 dengan intuisi anda. EFT tidak menggunakan obat dan alat apa pun selain jarijari anda. Ia tidak membawa efek samping yang perlu anda cemaskan. Tetapi bagaimana segala urusan bisa diselesaikan dengan menotok sejumlah titik yang itu-itu juga? Kuncinya di sini: Setiap totokan menggetarkan jaringan meridian dan mempengaruhi keberesan energi tubuh. Itu satu hal. Hal lainnya, untuk membereskan kekacauan energi tubuh, cara yang paling efektif adalah kita mengembalikan lebih dulu energi tubuh kita ke keadaan kacau dan kemudian membereskannya. Untuk itulah kita perlu memfokuskan pikiran kita pada kejadian-kejadian tertentu yang membangkitkan emosi negatif, yang pada gilirannya menjadi akar masalah bagi sebuah simptom. Nah, ke mana pikiran kita berfokus, pada saat itulah energi tubuh kita merespons apa yang kita pikirkan. Dengan cara inilah kita mengembalikan energi tubuh kita ke keadaan kacau sebagaimana yang pernah kita alami dulu pada kejadian yang sebenarnya. Sementara energi tubuh kita merespons pikiran, kita melakukan penotokan untuk membereskan kekacauan tersebut. Efek terapetik dari prosedur ini kita dapatkan karena penotokan membuat energi tubuh kita berangsur-angsur membaik. Dan ketika terjadi keberesan dalam energi tubuh, kita akan merasakan tubuh kita lebih nyaman, kita lebih bisa objektif dan berjarak dalam memandang kejadian tersebut, dan dengan cara itulah kita membebaskan diri pengaruh buruk kejadian-kejadian negatif yang pernah kita alami. Dengan kata lain, kita bisa meringkaskan proses itu sebagai berikut:


http://hipnobook.blogspot.com 52 Bagaimana EFT bekerja mewujudkan efek terapetik 1. Setup membantu kita mengembangkan keselarasan antara pikiran sadar dan bawah sadar. 2. Fokus pada aspek tertentu akan mengembalikan aliran energi tubuh kita ke keadaan kacau, sehingga siap dibereskan. 3. Penotokan pada saat kita fokus akan membereskan kekacauan energi tubuh. 4. Efek terapetik adalah hasil dari keberesan kembali energi tubuh, yang dengan sendirinya menyingkirkan atau menetralisasi emosi negatif yang melandasi simptom. Jadi, anda sudah mendapatkan jawabannya, yakni bahwa pikiran kitalah yang mengarahkan respons energi tubuh. Ia mengembalikan energi tubuh ke kondisi kacau yang siap kita bereskan. Inilah yang menyebabkan kita bisa bekerja menyelesaikan setiap masalah dengan penotokan di titik yang itu-itu juga. Beberapa Kondisi Setelah Penotokan Dalam sejumlah pengalaman saya menerapkan prosedur EFT, saya mencatat beberapa kondisi tipikal yang dikembangkan oleh klien setelah selesai sesi penotokan. Beberapa di antaranya adalah:


http://hipnobook.blogspot.com 53 1. Mengantuk. Ini kondisi yang berkembang karena tubuh menjadi lebih rileks. 2. Penglihatan menjadi lebih terang. Mungkin setelah sejumlah emosi negatif tersingkirkan, orang merasa lebih bisa menjalin kontak dengan lingkungannya, sehingga apa yang ada di sekitarnya menjadi tampak lebih terang. 3. Pundak terasa enteng. Sejumlah orang merasakan bahunya terasa lebih enteng. Itu adalah efek samping dari terlepasnya bebanbeban berat yang semula terasa memberati. 4. Segar seperti baru bangun tidur. Ini pengakuan yang sering juga disampaikan oleh orang-orang yang selesai menjalani sesi EFT. Ketika anda bisa melepaskan sejumlah beban, tentu saja anda akan merasa sangat segar. 5. Dada menjadi lebih lega. Ini juga sangat sering disampaikan oleh orang-orang yang baru selesai menjalani sesi terapi. Dan pengakuan semacam ini sangat wajar karena berbagai masalah memang sering membuat orang merasakan dadanya sesak, bukan? Pengakuan-pengakuan yang sifatnya individual tentu saja sangat beragam. Setiap orang memiliki ekspresi yang unik. Tetapi kelima hal itu adalah kondisi-kondisi yang sering dirasakan oleh orang-orang yang baru selesai menjalani sesi terapi dan berhasil mengangkat sejumlah emosi negatif yang selama ini terus membabani dirinya.***


http://hipnobook.blogspot.com 54 EFT UNTUK DIRI SENDIRI Dari Self-Healing hingga Optimalisasi Performa Pikiran yang sama, yang telah menyebabkan timbulnya masalah, tidak mungkin kita gunakan untuk menyelesaikan masalah itu. - Albert Einstein nda telah memahami bahwa pikiran dan tubuh saling berkaitan melalui respons energi tubuh terhadap apa yang berlangsung dalam pikiran. Dan ketika pikiran anda cukup sering membangkitkan respons kekacauan pada energi tubuh, anda harus cepat waspada mengenai hal itu, sebab itu berarti anda sedang menabung masalah bagi diri anda sendiri. Oke, kita akan membicarakan nanti perihal bagaimana anda bisa membuka diri terhadap segala kebaikan. Sekarang, mari kita membuat latihan sejenak. Silakan anda ambil pena dan kertas, cari tempat yang tenang untuk menulis, dan tuliskan apa saja kejadian buruk yang pernah anda alami sejak anda kecil hingga sekarang. Berapa banyak kejadian negatif yang bisa anda ingat dalam waktu satu jam? Apakah 50, 75, atau 100, atau lebih dari 100?


http://hipnobook.blogspot.com 55 Kemudian lakukan sebaliknya. Dengan pena dan kertas anda, ingat-ingat dan tuliskan kejadian menyenangkan yang anda alami sejak anda kecil hingga hari ini. Berapa banyak yang bisa anda tuliskan dalam satu jam? Hanya 10, atau 20, atau 25, atau tidak sebanyak kejadian negatif yang telah anda tulis sebelumnya? Pada umumnya orang lebih mudah mengingat-ingat kejadian buruk dan lebih susah mengingat kejadian-kejadian menyenangkan. Itu mengindikasikan bahwa pada dasarnya hal-hal negatif lebih melekat di dalam pikiran kita dibandingkan dengan hal-hal positif. Di luar itu, pikiran kita juga pintar mengubah apa yang semula merupakan kejadian menyenangkan menjadi kenangan buruk beberapa waktu kemudian. Contoh untuk ini gampang kita dapatkan. Pada seseorang yang putus cinta, misalnya, segala peristiwa indah yang dulu ia alami bersama pacarnya kini menjadi kenangan buruk semata. Segala pengalaman menyenangkan tiba-tiba hanya berfungsi untuk mengingatkan betapa malang dirinya, betapa menyebalkan bekas pacarnya itu, betapa brengseknya, betapa kebahagiaan telah dirampok dari dirinya, dan sebagainya. Jika anda belum mengerjakan latihan di atas dan ingin terus melanjutkan membaca buku ini, lakukan sebebas yang anda inginkan. Hanya saya mengingatkan bahwa nanti anda tetap perlu melakukan latihan itu, demi mengetahui seberapa banyak hal yang harus dibereskan dengan prosedur EFT, dan seberapa banyak lagi yang harus dikuatkan. Sekarang, ingat-ingat mungkin anda kenal satu atau dua orang di antara teman-teman anda yang memperlihatkan penampilan seolah-olah ia tidak


http://hipnobook.blogspot.com 56 pernah mengalami kejadian yang menyenangkan sepanjang hidupnya. Anda bisa mengingat-ingat bagaimana orang-orang semacam ini menampilkan dirinya, memperlihatkan tarikan napasnya, dan memperdengarkan keluhankeluhannya. Apa pendapat anda? Ya, ia tampak seperti sedang memikul seluruh penderitaan yang ada di muka bumi dan memang seluruh detail penampilannya menunjukkan itu. Dan terhadap orang seperti itu anda tidak mungkin memberi anjuran, misalnya, “Berpikirlah positif." Mereka mungkin akan membalas, setidaknya dalam hati, “Enak saja kau bicara begitu karena tidak mengalami sendiri apa yang kualami. Coba kau menjadi aku." Seseorang yang hidup dengan memikul semua jenis penderitaan yang ada di muka bumi, setidaknya ia merasa begitu, tentu tidak mungkin kita minta untuk berpikir positif. Ia tidak tahu caranya. Yang ia bisa lakukan adalah terus-menerus memperbesar perasaan menderita dan secara permanen menambahkan beban pada pikirannya sendiri sehingga apa yang ia pikul kian hari kian berat. Saya kira ia juara dunia dalam urusan memperparah dirinya sendiri. Ia mendapatkan medali emas karena prestasinya sebagai orang yang paling menyedihkan di dunia. Peribahasa "Sudah jatuh tertimpa tangga" sepertinya tidaklah cukup. Bagi para pemikul penderitaan, hidup adalah sesuatu yang lebih dari itu. Mungkin peribahasa bagi mereka bunyinya agak berbeda: "Sudah jatuh tertimpa tangga, lalu kecebur selokan, diserempet truk sampah, lalu masih pula ditagih utang, dan seterusnya." Jadi bagaimana kita meminta orang yang merasa dirinya seperti itu agar selalu berpikir positif? Itu seperti proyek yang muskil.


http://hipnobook.blogspot.com 57 Pikiran Buruk: Virus Ganas yang Mudah Menular Jika anda kenal orang-orang seperti itu dan anda tega menjauhi mereka, saya akan menyarankan agar anda jauhi saja mereka. Terdengar kejam? Apa boleh buat. Anda tidak bisa menyalahkan orang yang menyarankan agar anda menjauhi virus ganas. Pikiran buruk, anda tahu, memiliki watak seperti virus ganas yang mudah menular dan menjalar ke mana-mana. Ketika anda bergaul dengan orang yang merasa dirinya memikul semua masalah, anda hanya akan disodori keluhan demi keluhan dan orang seperti itu diam-diam akan menyusupkan cara pandang negatifnya ke pikiran anda. Ia akan terus-menerus meminta anda mempercayai cara pandangnya melalui kebutuhannya untuk dipahami, diberi empati, dibenarkan bahwa hidup memang seperti yang apa dipikirkannya. Semakin dekat anda dengan orang seperti itu, anda akan semakin berusaha memahami semua hal tentang dia dan mungkin membenarkannya. Maka berhati-hatilah bahwa anda mungkin mengambil beberapa hal dari dia. Hal yang sama tentu saja berlaku pada pikiran baik. Ia juga mudah menular, dan tentu saja tertular hal-hal yang baik adalah sesuatu yang patut disyukuri. Dengan pikiran yang senantiasa baik, anda akan terhindar dari tindakan memerangkap diri sendiri pada kungkungan emosi negatif. Celakanya, konon orang lebih mudah tertular sesuatu yang buruk ketimbang yang baik. Itu juga tampaknya berkaitan dengan kecenderungan pikiran manusia yang lebih awet untuk menyimpan ingatan-ingatan buruk. Saya kira anda sangat paham bahwa anjuran untuk mempertahankan pikiran-pikiran baik akan jauh lebih mudah diucapkan ketimbang dijalankan.


http://hipnobook.blogspot.com 58 Dan pada kenyataannya kita sudah sering mendengar orang mengatakan, “Berpikirlah positif,” dan di rak-rak toko buku anda bisa menjumpai pelbagai judul buku yang mencoba meyakinkan anda perihal kekuatan berpikir positif. Namun urusannya sering tidak semudah itu. Sering ada pertentangan di dalam diri kita, yang berlangsung tanpa kita sadari, sehingga meski kita menyepakati anjuran semacam itu dan meyakini bahwa sebaiknya memang kita selalu berpikir positif, kita sendiri tidak pernah bisa sungguh-sungguh menjalankan anjuran yang sepele itu. Itu sama halnya dengan kesadaran kita bahwa akan lebih baik sekiranya kita tidak menunda-nunda pekerjaan atau urusan selagi waktunya masih longgar. Anda tahu itu anjuran yang baik, tetapi bukankah lebih banyak orang yang suka menunda-nunda pekerjaan meskipun ia tahu, dan mungkin sudah berkali-kali mengalami, betapa repotnya menyelesaikan pekerjaan ketika waktunya sangat mepet. Mungkin bahkan ia sudah berkali-kali berjanji pada diri sendiri untuk tidak melakukan penundaan, tetapi ia toh selalu pandai melupakan janjinya sendiri dan pada gilirannya kepepet-pepet lagi. Jika setiap orang bisa dengan mudah mengikuti sebuah anjuran, tentu masalahnya menjadi sepele. Pada orang yang suka menunda-nunda, kita tinggal bilang, “Janganlah menunda-nunda. Selesaikan urusanmu selagi waktunya longgar.” Jika pikiran manusia bisa memproses dengan mudah setiap anjuran yang dianggap baik, tentu saja untuk segala masalah kita hanya perlu memberi nasihat dan urusan beres. Namun, sebagaimana komputer tidak bisa memproses data yang tidak dikenali oleh program-program yang terinstal padanya, otak kita tidak bisa memproses masukan yang tidak dikenali oleh


http://hipnobook.blogspot.com 59 program-program yang kita instalkan kepadanya. Jadi program apa yang anda instalkan ke dalam otak anda? Apakah program “memang sudah begini takdir saya”, atau program “tak ada yang bisa dipercaya di dunia ini”, atau program “Kita hidup dalam kelimpahan setiap hari”? Dan apakah kita memilih sendiri program kita? Komunikasi yang Buruk dan Implikasinya Demi keadilan, karena ini hidup kita sendiri dan kita yang menjalaninya, mestinya kita memiliki hak sepenuhnya untuk memilih program terbaik bagi diri kita sendiri. Tetapi seringkali tidak demikian kenyataannya. Sering bukan kita sendiri saja yang menentukan program apa yang hendak kita masukkan ke dalam pikiran kita. Mula-mula orang tua kita yang memasukkan program mereka ke dalam pikiran kita. “Jangan nakal!” atau “Kalau kau ke jalanan, bakalan diculik orang”, “Jangan bicara dengan orang yang tidak dikenal”, dan sebagainya. Itu program-program awal yang mungkin kita terima saat kita kanak-kanak sebelum usia sekolah. Tujuannya? Tidak lain agar anda meyakini bahwa dunia di luar rumah anda adalah dunia yang tidak aman. Bahwa setiap orang tak dikenal adalah penculik. Apa kalau bukan itu? Oke, mungkin apa yang ingin pesan yang ingin disampaikan oleh orang tua bukanlah itu, tetapi esensi komunikasi seringkali bukanlah pada apa yang disampaikan si penutur. Makna terpenting dari komunikasi adalah respons yang dikembangkan oleh si penerima pesan. Jika penerima pesan mengembangkan respons takut pada dunia luar, maka tak ada yang bisa menyalahkan dia. Jika ia terus-menerus mempertahankan sikap curiganya


http://hipnobook.blogspot.com 60 pada orang yang tidak dikenal, ia tidak keliru juga sebab ia hanya menjalankan program yang dimasukkan oleh orang tua ke dalam batok kepalanya. Kesimpulannya, sejak sekarang berhati-hatilah pada kata-kata anda. Apa yang anda tuturkan akan membawa implikasi yang bisa sangat jauh dari apa yang anda maksudkan. Ketika anda menyampaikan sesuatu, orang lain tidak hanya menerima pesan yang tersurat, tetapi ia juga akan menerima pesan tersirat dari apa yang anda sampaikan. Ketika akal kita semakin berkembang, dan pergaulan kita semakin meluas, semakin banyak pula pihak-pihak yang ikut menginstalkan program mereka ke otak kita. Mereka adalah teman-teman kita, tetangga kita, guru kita, dan sebagainya. Sementara orang tua terus berusaha mempertahankan program yang mereka masukkan ke pikiran kita. Seseorang yang berasal dari keluarga miskin, misalnya, mungkin akan sering diingatkan oleh orang tuanya, dengan berbagai cara, agar “Sebaiknya selalu becermin, siapa diri kita. Kita ini orang miskin, jangan ngelunjak, jangan berpikir muluk-muluk.” (Implikasinya, jika anda berasal dari keluarga miskin, maka jadilah orang miskin yang baik. Dan orang miskin yang baik tidak perlu memiliki pikiran atau keinginan yang muluk-muluk. Termasuk dalam kategori yang muluk-muluk ini saya kira adalah jika si anak memiliki keinginan untuk menjadi kaya, atau menyimpan keyakinan bahwa ia berhak kaya.) Komunikasi yang tidak beres semacam ini juga merupakan faktor penyumbang bagi ketidaknyamanan diri kita. Implikasi buruk dari sebuah


http://hipnobook.blogspot.com 61 pesan adalah satu hal. Masalah lain dalam komunikasi, yang berkontribusi besar bagi kerumitan hidup, adalah kesalahpahaman, ketidakmampuan mengungkapkan diri, diabaikan, tidak diberi hak berpendapat, dan sebagainya. Itu semua akan menyebabkan kekacauan energi dalam tubuh kita dan membangkitkan berbagai emosi negatif. Berkaitan dengan masalah komunikasi ini, latihan kita selanjutnya adalah menuliskan segala “program buruk” yang terinstal di benak kita. Silakan anda mengingat sebanyak mungkin “program-program buruk” yang selama ini membuat anda bergerak ke arah yang serba keliru dan menjadikan anda tidak bisa berfungsi optimum. Itu semua nanti akan anda hapus dengan EFT dan anda bisa menggantinya dengan program baru yang terbaik menurut keputusan anda sendiri. Bagaimanapun anda berhak mendapatkan performa puncak anda. Dan sekarang anda memiliki EFT, sebuah alat bantu yang efektif untuk mewujudkan apa yang anda harapkan terjadi pada diri anda. Apa pun keadaan anda sekarang, anda berhak menjadi manusia baru, sepenuhnya baru sesuai dengan gambaran terbaik yang bisa anda bayangkan. Untuk itu kita akan melihat apa yang membuat seseorang lebih beruntung dibandingkan orang lain, lebih berprestasi dibandingkan orang lain, dan lebih bernasib baik dibandingkan orang lain. Sudah banyak pembahasan tentang ini, dan sudah banyak buku diterbitkan—termasuk The Secret yang sangat laris— untuk memberitahu kita tentang bagaimana mendatangkan hanya kebaikan di dalam kehidupan kita. Di sini saya hanya akan membahas yang sesuai dengan lingkup pembicaraan kita, yakni apa yang membuat seseorang lebih


http://hipnobook.blogspot.com 62 berprestasi (dalam segala hal) dibandingkan orang lain, dari sudut pandang EFT. Antara Juara dan Pecundang Anda sering mendengar ada orang “bermental juara” dan ada orang yang bermental sebaliknya, meskipun saya jarang pernah mendengar ada olahragawan yang selalu disebut-sebut memiliki mental pecundang. Dalam kompetisi di lapangan bulutangkis, misalnya, ketika dua orang saling berhadapan di lapangan, keduanya memiliki kemampuan teknik dan kekuatan stamina yang berimbang, siapakah yang berhak memenangi pertandingan? Jawabannya mudah: ialah pebulutangkis yang bisa menjalani pertandingan di level tertinggi permainannya. Dan yang mampu melakukan hal itu, yakni tampil di level tertinggi keterampilannya, hanyalah orang yang rileks, yang berhasil membebaskan dirinya dari kungkungan emosi negatif yang menghambat penampilannya. Mungkin seseorang tampak sangat meyakinkan ketika latihan, tetapi di lapangan pertandingan, ia bisa saja kehilangan sebagian besar kehebatan yang dipertontonkannya pada saat latihan. Kita tahu bahwa ada atmosfer berbeda, ada tekanan berbeda, dan ada situasi berbeda yang dirasakan oleh seorang pemain ketika ia tampil pada sebuah pertandingan besar. Faktor-faktor itu tidak muncul dalam sesi latihan. Dalam sebuah pertandingan yang menentukan, pebulutangkis itu mendengarkan sorak-sorai dan mungkin kekecewaan penonton yang memadati tempat duduk stadion. Itu mungkin membuatnya lekas gugup dan karena itu pukulannya menjadi tidak akurat; ia


http://hipnobook.blogspot.com 63 mungkin merasa gampang panik ketika ketinggalan angka dan putus asa ketika ketinggalannya makin jauh; ia mungkin selalu merasa takut kalah, dan ia selalu merasakan bahwa di pertandingan resmi kakinya menjadi lebih berat dibandingkan di saat latihan, sebagainya. Dalam pertandingan yang sesungguhnya, hambatan terbesar bagi seseorang untuk bermain di level tertinggi adalah “urusan mental”. Di wilayah inilah EFT bekerja. Dengan menyingkirkan semua hambatan mental yang ada padanya, seseorang bisa dengan dengan rileks menjalani pertandingannya pada level terbaik miliknya. Ia bisa memukul tanpa hambatan mental yang menyebabkannya kehilangan akurasi; ia bisa melangkahkan kakinya dengan ringan sebagaimana yang ia tunjukkan pada saat latihan; ia bisa menunjukkan sikap rileks dalam situasi apa pun dan tidak pernah menunjukkan keputusasaan—sebuah kualitas yang membuat kita memujinya sebagai orang yang bermental baja atau bermental juara. Penting untuk diingat, meskipun dengan EFT kita bisa mengupayakan seorang atlet bermain di level tertinggi keterampilannya, tetapi EFT itu sendiri tidaklah mencetak juara. Level tertinggi keterampilan setiap orang berbedabeda, dan itu tergantung dari bakat masing-masing orang, ketekunannya meningkatkan keterampilan, penguasaan teknis permainan, dan sebagainya. Anda tidak bisa mengembangkan keterampilan sekenanya dan berharap menjadi juara dengan penotokan EFT. Prosedur ini tidak mencetak seorang juara. Ia jelas tidak akan mengambil porsi yang di luar wilayahnya. Wilayah EFT sangat jelas: ia menjadikan orang berfungsi lebih optimum sehingga bisa tampil di level tertinggi keterampilan yang ia kuasai. Dan ia bekerja baik pada


http://hipnobook.blogspot.com 64 atlet profesional maupun amatir atau bahkan atlet kelas kampungan. Pada tingkat keterampilan masing-masing, mereka akan bisa menampilkan level tertinggi mereka. Contoh Kasus 1. Juara Lomba Pidato Di tingkat “kecil-kecilan”, saya punya pengalaman menarik dengan anak saya, saat itu baru empat setengah tahun, ketika ia hendak mengikuti lomba berpidato bahasa Inggris yang diadakan oleh lembaga kursus tempat ia seminggu tiga kali belajar. Lomba dibuka untuk umum dan dua minggu sebelum lomba anak saya sudah memberitahu bahwa ia akan ikut. “Silakan,” kata saya. Sebenarnya saya agak takut ia mengikuti lomba apa pun, karena ia pasti ingin menang dan mendapatkan hadiah. Saya tidak tahu apa jadinya jika ia kalah dan gagal mendapatkan hadiah. Bagaimana ia memahami kekalahannya jika itu terjadi? Bagaimana perasaannya ketika melihat teman-temannya menerima piala sementara ia tidak? Apakah pengalaman kalah di usia dini baik bagi dia nantinya? Apakah dia tidak memendam kekecewaan mendalam? Saya risau memikirkan itu semua, sementara anak saya tidak kunjung bisa menghafal kalimat wajib yang harus ia “pidatokan” di panggung. “Coba kau pidato di depanku, Nak,” kata saya dua hari sebelum lomba. Ia tampak malu dan tidak mau membuka mulut. Saya membujuknya beberapa kali agar ia mau berpidato di depan saya, tetapi tetap saja saya gagal. Apakah ia takut saya marah karena ia tidak hafal? Saya mulai mencurigai kemungkinan itu. “Kau takut padaku?” tanya saya. Ia menggeleng. “Kupikir tak ada masalah meskipun kau takut,” kata saya. Ia mulai agak rileks, tetapi masih belum mau mendemonstrasikan kehebatannya berpidato. Saya mengulangi lagi bahwa tidak ada masalah kalau toh ia takut saya marah. Ia masih belum yakin betul dengan ucapan saya. “Kau takut karena tidak hafal?” tanya saya. Ia mengangguk.


http://hipnobook.blogspot.com 65 “Kurasa tidak ada masalah meskipun kau tidak hafal.” Pada saat itu saya membayangkan menotoknya dengan isu “sulit menghafal”. Ia berdiri di depan saya, tidak percaya diri, dan kemudian mulai berpidato. Mungkin di luar dugaannya sendiri, ia ternyata bisa mengucapkan kalimat wajib itu tanpa ada kesalahan. Saya memberinya tepuk tangan.“Oh, ternyata kau hafal meskipun takut kepadaku,” kata saya. Sejak saat itu ia berpidato sepanjang hari dan makin lancar. Melihatnya antusias, saya semakin takut kalau nantinya ia ternyata kalah dalam lomba. Saya tidak yakin apakah ia bisa memahami kekalahannya jika itu terjadi. Saya takut jika bahwa kekalahan itu akan membawa akibat buruk pada perkembangan emosinya kelak. Ketakutan tersebut membuat saya terus berpikir bagaimana mempersiapkan dirinya menghadapi kekalahan. Terus terang, saya juga seperti kebanyakan orang tua lainnya yang berharap anaknya menang dalam lomba. Ia tentu akan bahagia sekali jika menang dan saya akan senang melihatnya bahagia. Tetapi saya harus juga membuat anak saya siap menerima kekalahan dan bisa rileks dengan kemungkinan itu. “Kau pengen menang, Nak?” tanya saya sehari sebelum lomba. “Ya, aku ingin menang, dapat piala,” katanya. “Kurasa semua anak yang ikut lomba juga seperti itu,” kata saya. “Mereka semua ingin menang.” “Tapi aku mau menang.” “Kalau yang ikut banyak, tidak mungkin semuanya menang. Misalnya yang ikut lomba sepuluh anak, sementara hanya ada juara satu, dua, dan tiga, jadi ada tujuh anak lain yang kalah.” “Aku mau menang.” “Tidak ada masalah. Aku cuma bilang bahwa tidak semuanya menang. Pasti ada yang kalah. Kalau kau kalah, itu tidak apa-apa.” “Tapi aku ingin menang.” “Aku tahu, tapi tidak apa-apa kalau kau kalah.” “Tidak apa-apa kalau aku kalah?” “Ya, tidak apa-apa. Menang tidak apa-apa. Kalah tidak apa-apa.” “Ya, kalah tidak apa-apa.” Saya merasa tenteram ketika dia beberapa kali lagi menanyakan kepada saya, “Jadi kalah tidak apa-apa ya, Pak?”


http://hipnobook.blogspot.com 66 Malam harinya, saya melakukan surrogate tapping (penotokan dari jauh, menotok diri saya sendiri untuk mewakili anak saya) dengan isu “ingin menang” dan “tidak ada masalah kalau kalah.” Sebelum dia berangkat tidur, saya ingin memastikan lagi dengan menanyakan kepadanya apakah dia senang ikut lomba. Dia menjawab senang sekali. Dan saya mengingatkan sekali lagi bahwa tidak ada masalah jika ternyata dia tidak menang. Keesokannya, dia bangun lebih pagi dari biasanya, dan kelihatan sangat gembira. Saya masih tetap cemas melepasnya bertarung di arena lomba. Menurut saya, ia masih terlalu kecil untuk memahami menang dan kalah. Ia hanya menginginkan hadiah dan ada kemungkinan ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Saya mengingatkannya lagi sebelum ia berangkat bahwa tidak apa-apa kalah. “Tapi aku mau menang, Pak,” katanya. Dan pagi itu keinginannya begitu kuat dan sama sekali tidak bisa dibengkokkan. Saya melepasnya dengan perasaan cemas dan berharap bahwa ia bisa rileks di panggung dan tetap rileks kalaupun ia kalah. Saya berpikir untuk menotoknya sekali lagi dari jauh, tetapi urung saya lakukan. Tiba-tiba saya berpikir bahwa ia mungkin perlu mengalami apa saja dan bahwa kecemasan saya sungguh tidak beralasan. Siang hari, sekitar pukul dua, telepon dari istri saya masuk dan yang bicara ternyata anak saya. “Aku juara, Pak,” katanya. Saya senang mendengar suaranya. “Tidak apa-apa, Nak,” kata saya. Dan ia menjawab, “Ya, memang tidak apa-apa. Aku dapat piala.” Ketika mereka tiba di rumah, istri saya menceritakan peristiwa yang membuat saya sedih. Ia bilang, tadi ada salah satu peserta, teman kursus anak saya, yang diomeli ibunya sampai nangis-nangis karena lupa sama sekali ketika berdiri di atas panggung. Bagi orang tua, anak itu mungkin memang pantas dimarahi karena menghafal kalimat sepele saja gagal. Anda tahu, dalam lomba itu setiap peserta hanya perlu menyampaikan kalimat: “Hi, my name is___ from____. I love studying because it’s fun. Dua kalimat yang sepele saja, bukan? Belajar memang menyenangkan, ikut lomba mungkin juga menyenangkan, tetapi diomeli orang tua karena kalah bukanlah sesuatu yang fun. Anak yang diomeli ibunya itu menangis sampai ketiduran. Saya ingin sekali menotok ibunya agar perempuan itu bisa memperlakukan anaknya dengan cara lebih baik.


http://hipnobook.blogspot.com 67 Cobalah untuk Apa Saja Benarkah EFT berhasil untuk membereskan “penyakit” apa saja? Ya, setidaknya itulah kesan saya ketika membaca sekian banyak pengakuan orang-orang, dari berbagai negara, yang mempraktekkan EFT dan membagikan pengalaman mereka dalam newletter Gary Craig. Dari pengalaman orang-orang itu dengan EFT, saya bisa melihat betapa tak terbatasnya yang bisa dikerjakan orang dengan EFT, sebab ia memang berurusan dengan hanya penyakit tertentu—ia berurusan dengan emosi manusia dan kekacauan energi tubuh yang disebabkan oleh energi negatif. Dan kekacauan energi itulah yang memberi sumbangan besar bagi munculnya segala macam simptom. Karena itulah tidak mengherankan jika kemudian muncul berbagai eksperimen dengan EFT untuk segala macam tujuan. Ada EFT untuk meningkatkan performa, ada eksperimen untuk mengawinkan EFT dengan Hukum Tarik-Menarik dalam buku Secret. Ada EFT untuk mengatasi masalah ketidakharmonisan hubungan. Dan semua itu masuk akal jika kita kembali kepada prinsip dasar EFT: banyak “persoalan” timbul karena kekacauan energi dalam tubuh anda. Maka terserah anda memutuskan apa yang menjadi persoalan anda. Ia bisa persoalan fisik, ketidakharmonisan hubungan, persoalan keuangan yang seret, persoalan rumah tangga, stres, minder, trauma, fobia, dan sebagainya. Sepanjang persoalan-persoalan itu berakar pada emosi negatif, yang menyebabkan kekacauan energi tubuh, maka EFT adalah alat yang sangat efektif yang menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.


http://hipnobook.blogspot.com 68 Saya bahkan pernah mencoba iseng-iseng menyanyi dan, karena tidak menguasai teknik vokal sehebat Luciano Pavaroti, nafas saya cepat habis dan suara saya tercekik ketika lagu yang saya nyanyikan memasuki nada tinggi. Saya sangat paham terhadap kehebatan suara saya sehingga hal ini tidak pernah menjadi masalah yang harus saya atasi. Toh saya tidak berpikiran untuk meniti karier sebagai penyanyi profesional. Tetapi karena saya mempunyai alat yang bisa “membikin betul” banyak hal, maka saya mencoba EFT untuk “problem” ketercekikan suara saya di nada tinggi. Maka saya melakukan setup: “Meskipun suara saya tercekik di nada tinggi lagu tadi, saya menerima diri saya apa adanya.” Saya ulangi tiga kali dan kemudian saya totok titik-titik EFT dengan frase pengingat “tercekik di nada tinggi”. Selesai satu putaran EFT, saya mengambil gitar saya dan mengulangi menyanyikan lagu yang mencekik leher saya. EFT bekerja sempurna. Saya mampu membebaskan diri dari cekikan nada tinggi. Tetapi ada masalah lagi di sana; saya merasa tidak pernah bisa lepas ketika menyanyi. Saya garap masalah ini. “Meskipun saya tidak rileks ketika menyanyi, suara saya tidak lepas, saya menerima diri saya apa adanya.” Saya ulangi tiga kali pernyataan ini dan saya hajar titik-titik EFT di tubuh saya. Kali ini EFT tidak bekerja. Saya tetap menyanyi dengan gaya yang jarang anda temukan pada penyanyi mana pun di planet ini: saya tetap memendam suara saya sendiri. Karena penasaran saya ulang lagi satu putaran EFT dengan kalimat setup yang sama, hanya saya tambahkan kata “masih” dalam pernyataan itu. “Meskipun saya masih tidak rileks ketika menyanyi, suara saya masih terpendam....” Tetap gagal. Saya masih menyanyi dengan perasaan takut jika


http://hipnobook.blogspot.com 69 tetangga mendengar ringkikan saya. Kenapa saya takut suara saya didengar tetangga? O, tiba-tiba muncul sebuah gagasan di kepala saya. Saya harus menelusuri perasaan malu saya ini, mungkin ke kejadian masa lalu yang jauh, di masa kecil saya. Apa yang membuat saya malu mengeluarkan suara saya? Kejadian-kejadian apa saja di masa lalu saya yang membuat saya meyakini bahwa suara saya memalukan dan harus dipendam? Kejadian-kejadian apa saja di masa lalu saya yang membuat saya tidak percaya diri mengeluarkan suara saya? Maka saya sasar satu demi satu kejadian itu. Saya tentu saja tidak lantas bisa menyanyi dengan suara merdu dan sanggup meraung-raungkan suara saya di mana saja. Tetapi saat ini saya bisa menyanyi dan mengiringi suara saya sendiri dengan petikan gitar sekenanya tanpa keinginan untuk memendam suara. Saya lebih ekspresif? Tentu saja, meskipun kualitas vokal saya tetap mengerikan. Tetapi saya tidak malu lagi memperdengarkannya. Dan ada efek samping yang tak pernah saya duga-duga dari totokan iseng-iseng itu: saya merasa lebih rileks untuk tidak hanya menyanyi, tetapi bahkan mengeluarkan pendapat, atau ketika menyatakan ketidaksetujuan saya. Jadi, begitulah, dari sebuah keisengan, saya akhirnya tiba pada masalah yang sudah bertahun-tahun mengikuti saya dan tidak pernah saya sadari sebagai masalah. Setelah beberapa pengalaman dengan diri sendiri, saya mulai berani menangani orang lain. Korban praktek saya selanjutnya adalah istri dan anakanak saya. Istri saya mengeluh suatu hari bahwa kepalanya sakit. Oh, ini mudah. Lalu saya pamerkan kehebatan saya, sambil bertingkah seolah-olah


http://hipnobook.blogspot.com 70 saya seorang tabib sakti, menotok titik-titik EFT istri saya dan saat itu juga sakit kepalanya lenyap. Beberapa waktu kemudian, ia mengatakan sakit gigi. Saya totok lagi. Beres. Anak saya jadi korban berikutnya. Kini saya tahu apa yang harus dilakukan untuk membuatnya gampang tidur atau sembuh dari pilek atau demam. Benarkah EFT Memberikan Pengaruh Seketika? Sejujurnya, ya. Prosedur EFT akan memberikan efek terapetik seketika, seringkali bahkan dalam beberapa menit saja, dan semua itu bisa anda lakukan sendiri. “Bagaimana jika saya tidak percaya bahwa EFT akan membawa efek terhadap saya?” tanya seorang teman. “Apakah EFT akan bekerja juga pada orang yang tidak mempercayai teknik tersebut?” Teman itu bukan satu-satunya yang meragukan EFT. Saya tahu sejumlah orang sulit mempercayai teknik ini. Dengan menyebut-nyebut soal percaya atau tidak percaya, ia menempatkan efek terapetik yang dihasilkan melalui prosedur EFT kurang lebih serupa dengan efek placebo. Atau pada dasarnya mereka tidak percaya ada sesuatu yang bisa membawa kebaikan dalam waktu cepat. Benarkah ada hal semacam itu di muka bumi? Jawabannya, ADA! Di dunia ini ada hal-hal yang membawa pengaruh instan dan bekerja efektif entah anda percaya ada tidak kepadanya. Alkohol membuat anda mabuk, entah anda percaya atau tidak bahwa barang itu bisa membuat anda


http://hipnobook.blogspot.com 71 mabuk. Obat-obatan terlarang tetap akan membuat anda melayang, meskipun anda tak mempercayai kemampuannya. Terhadap barang-barang itu, orang tidak meragukan efek seketika yang mereka timbulkan. Kunci untuk memahami itu: karena mereka menghasilkan efek buruk. Pertanyaannya, apakah efek seketika hanya boleh terjadi pada halhal yang negatif? Atau pengaruh seketika hanya boleh terjadi pada hal-hal yang negatif dan tidak pada hal-hal yang positif? Orang mempertanyakan efektivitas EFT justru karena prosedur ini mendatankan efek terapetik seketika. Ini juga salah satu yang lazim dalam cara berpikir kebanyakan orang, yakni meragukan apa saja yang membawa kebaikan. Dalam kata lain, orang sering meragukan kapasitas dirinya sendiri untuk berubah menjadi lebih baik dalam waktu seketika, dan karena itu cenderung meragukan apa saja yang bisa membawanya ke arah sana. Itu mudah dipahami. Jika anda bertahun-tahun mengidap suatu masalah, baik itu masalah fisik atau emosi atau apa saja, dan tidak pernah mendapatkan penyelesaian, dalam rentang waktu sepanjang itu anda akan semakin memupuk keyakinan bahwa anda memang tidak akan pernah terbebaskan dari masalah anda. Segala upaya telah anda lakukan, sejauh yang bisa anda lakukan, untuk mengatasi masalah tersebut. Namun tidak pernah ada satu pun dari upaya itu yang memberikan hasil memuaskan. Pada titik tertentu anda akan meyakini bahwa hal itu memang sudah merupakan bagian tak terpisahkan dari diri anda dan akan selamanya melekat pada diri anda. Ketika keyakinan negatif itu sudah sedemikian menguat, tiba-tiba ada yang memberi tahu anda bahwa ada sebuah


http://hipnobook.blogspot.com 72 prosedur sederhana yang sangat ampuh untuk menyingkirkan masalah anda— seketika. Bisakah anda dengan mudah meyakininya? Namun, untungnya EFT tidak peduli pada keyakinan sempit anda. Ia akan bekerja meskipun anda tidak mempercayai efek terapetik yang dihasilkannya. Jika anda bisa percaya pada efek seketika yang dihasilkan oleh alkohol maupun obat-obatan terlarang, sekarang EFT menantang anda untuk membuktikan bahwa ia memang memiliki kemampuan untuk menghadirkan efek terapetik seketika. Maka, sekali lagi, cobalah untuk apa saja.***


http://hipnobook.blogspot.com 73 Beberapa Pendekatan dalam Penerapan EFT ekarang, setelah anda memahami bagaimana EFT bekerja, dan apa yang anda lakukan dalam penotokan satu putaran, tiba saatnya bagi kita untuk membicarakan sejumlah pendekatan yang akan memudahkan kita menerapkan prosedut EFT. Prinsip utamanya adalah kita membawa orang ke situasi semula ketika energi tubuh mengalami kekacauan. Katakanlah, kita membawa orang “tune in” ke masalahnya, sehingga ia bisa merasakan lagi emosi negatifnya, melihat lagi kejadian yang dialaminya, mendapatkan lagi intensitas rasa sakitnya sehingga ia bisa mengetahui pada angka berapa masalah tersebut dalam skala intensitas subjektifnya. The Movie Technique Dengan teknik ini, anda meminta klien anda melihat kembali kejadian negatif tertentu yang menjadi akar masalah, seolah-olah ia menonton film. Salah seorang master EFT, Dr. Alexander Lees, biasa melakukan teknik ini


http://hipnobook.blogspot.com 74 dengan meminta kliennya menghadap tembok dan memproyeksikan kejadian yang diingatnya ke tembok tersebut. Jadi, si klien seperti benar-benar melihat sebuah layar yang memutar film tentang kejadian yang tidak menyenangkan, misalnya dibentak-bentak oleh ayah di masa kanak-kanak tanpa bisa melakukan pembelaan. Kita biarkan beberapa saat klien menonton filmnya. Dan selanjutnya kita bisa menanyakan apa judul film tersebut. Misalnya “ayah yang galak”. Judul film pendek inilah yang nantinya akan kita gunakan sebagai frase pengingat ketika kita menjalankan penotokan. Teknik film pendek semacam ini memberikan keuntungan bahwa ia memberikan jarak tertentu kepada klien. Klien bisa merasakan seluruh emosinya ketika menonton filmnya sendiri, tetapi bagaimana pun itu “hanya film” dan kita bisa menghentikannya jika klien tersebut tak tahan menyaksikannya. Ini sering terjadi pada klien-klien yang mengalami peristiwa traumatis. Sesuai dengan kejadian yang kita jadikan contoh, misalnya film itu berjudul “ayah yang galak”, kalimat setup kita bisa berbunyi: “Meskipun saya menyimpan film berjudul “ayah yang galak” di dalam diri saya, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.” Judul film itu kita jadikan frase pengingat saat menotok setiap titik. Langkah-langkahnya sama. Jika klien belum mencapai angka 0 dalam skala intensitas subjektif, kita lakukan lagi putaran berikutnya dengan menambahkan kata “masih”. Maka, di putaran berikutnya kalimat setup itu berbunyi “Meskipun saya masih menyimpan film berjudul “ayah yang galak”.


http://hipnobook.blogspot.com 75 Tell The Story Technique Hampir serupa dengan teknik film pendek di atas, klien mengingat satu kejadian negatif yang sangat mengganggu emosinya. Hanya di sini ia tidak memproyeksikannya menjadi film; ia menuturkan kejadiannya. Cara ini juga efektif untuk membuat klien “tune in” dengan masalahnya. Untuk menemukan satu kejadian spesifik pada orang itu, anda bisa memandunya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Yah, ini seperti anda menjadi detektif yang berusaha menemukan sesuatu yang tersembunyi, mungkin di balik lapisan-lapisan tebal dan bahkan klien merasa bahwa kejadian itu sudah tidak ada pengaruhnya bagi dia. Setelah dia betul-betul “tune in” kita bisa memulai pekerjaan penotokan, tentu saja diawali dengan kalimat setup. Dua pendekatan di atas sesungguhnya sangat memadai bagi kita untuk menerapkan Putaran EFT. Saran saya, berlatihlah menjadi detektif untuk memburu “penjahat” yang membuat seseorang tidak nyaman dan mengangkatnya dari tempat persembunyiannya. Dalam lampiran yang saya sertakan di bagian akhir buku ini, sebuah panduan mengatasi penyakit serius yang ditulis oleh penemu teknik ini Gary Craig, ada beberapa contoh pertanyaan yang bisa anda ajukan ketika anda berhadapan dengan simptom yang membandel. Pertanyaan-pertanyaan itu akan memaksa orang untuk masuk lebih dalam dan memikirkan berbagai kemungkinan sampai ia menemukan apa yang menjadi akar masalahnya.


http://hipnobook.blogspot.com 76 Dalam buku lain saya menuliskan banyak teknik yang bisa anda jadikan rujukan dalam penerapan EFT, namun untuk sekarang, saya kira kedua teknik di atas sangat memadai bagi anda untuk memulai petualangan menarik dengan prosedur ini. O, ada satu lagi pendekatan yang sangat bermanfaat dan bisa anda lakukan sekarang juga dengan perangkat EFT standar anda, yakni apa yang dinamakan teknik perwakilan (surrogate). Surrogate EFT Apa yang bisa anda lakukan dengan EFT ketika anda mendengar seseorang yang dekat sekali dengan anda menghadapi masalah dan anda sedang berada di tempat lain? Anda tetap bisa melakukan penotokan untuknya dengan teknik surrogate (perwakilan). Ini adalah teknik EFT yang bisa anda lakukan jarak jauh untuk membereskan masalah orang lain. Ketika anda sudah mendapatkan cukup informasi tentang orang itu, anda bisa menerapkan teknik ini dengan melakukan setup (sambil menotok-notok karate chop atau mengusap-usap sore spot anda sendiri) seperti ini: “Saya [nama orang itu]. Meskipun saya mengidap masalah______, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.” Dan selanjutnya prosedurnya seperti biasa. Apakah cara ini membawa hasil? Ya, cara ini tentunya akan dikeluarkan dari daftar pendekatan EFT jika tidak membawa hasil. Di buku lain yang saya tulis, anda akan mendapati berbagai kreativitas yang bisa dilakukan dengan teknik ini. Namun untuk kali ini, saya kira ketiga pendekatan ini sangat, sangat memadai bagi anda.***


http://hipnobook.blogspot.com 77 Tip dan Pertimbangan da sebuah strategi atau cara berpikir tertentu yang bisa anda pertimbangkan ketika anda menghadapi sebuah simptom, terutama ketika anda menangani orang lain, yakni sikap curiga. Saya sering memulai dengan kecurigaan semacam itu ketika berurusan dengan simptom seseorang. Dengan maksud untuk melakukan penggalian dan menemukan akar masalah, kita bisa berangkat dari asumsi bahwa sebuah simptom atau penyakit tertentu pastilah memberikan keuntungan-keuntungan tersendiri kepada penderitanya. Karenanya orang itu terus-menerus memperparah penyakitnya. Setidaknya, dengan mempertahankan simptom itu ia menjadi lebih bisa mengendalikan keadaan. Pertanyaaannya, jika seseorang mendapatkan keuntungan dari simptom yang diidapnya, kenapa ia membutuhkan terapi?


http://hipnobook.blogspot.com 78 Ketika anda membahas sisi menguntungkan sebuah simptom, anda sesungguhnya sedang membicarakan sesuatu yang terjadi di level bawah sadar. Anda tahu, seringkali ada ketidakselarasan antara pikiran sadar dan bawah sadar. Anda bisa mengatakan “ya” ketika jawaban sesungguhnya yang anda inginkan adalah “tidak”. Anda bisa mengangguk ketika sesungguhnya ingin menggeleng. Anda mengatakan “tak ada masalah” padahal sesungguhnya “sungguh-sungguh ada masalah, kau menjengkelkan sekali.” Seseorang bisa datang untuk sesi terapi, tetapi sesungguhnya ia tidak ingin simptomnya disingkirkan, sebab ia mendapatkan keuntungan dari sana. Dalam kasus anak yang tidak suka matematika, mungkin ia akan mengembangkan rasa pusing di kepalanya begitu melihat halaman-halaman buku yang berisi angka-angka. Rasa pusing ini akan menjadi alasan kuat yang membuatnya terhindar dari segala urusan dengan matematika. Orangtuanya tidak akan memaksanya belajar matematika karena anak itu sudah pusing begitu melihat buku matematika. Jadi, saya kira ada baiknya kadang-kadang kita menaruh curiga bahwa gejala tertentu yang muncul pada seseorang sesungguhnya adalah upaya orang itu untuk menjadikan dirinya lebih kuat untuk menghadapi masalah. Sakit kepala membuat anak itu mengalahkan matematika. Perilaku sakit-sakitan membuat seseorang mendapatkan perhatian yang sangat ia inginkan. Mungkin ia pernah mempunyai pengalaman dicampakkan. Keadaan mudah kalut pada seorang perempuan mungkin merupakan jalan terbaik bagi orang itu untuk selalu menjadi pusat perhatian suami.


http://hipnobook.blogspot.com 79 Dengan penyakit tertentu orang mengekspresikan keunggulannya. Dengan penyakit yang diidapnya, orang secara tidak sadar menunjukkan bahwa dialah sang pemegang kendali. Tetapi bagaimanapun itu cara mengendalikan situasi yang memperburuk diri sendiri. Dengan mengembangkan simptom tertentu, orang bisa mengatasi situasi tertentu yang ia ingin mengalahkannya, tetapi sekaligus ia merusak dirinya untuk situasi lain secara keseluruhan. Karena itulah secara sadar ia membutuhkan terapi, tetapi kebutuhan ini bisa sangat bertentangan dengan bawah sadarnya yang menghendaki simptom itu tetap terpelihara sebab ia dibutuhkan. Langkah terbaik yang perlu dilakukan untuk itu adalah penyelarasan antara kehendak sadar dan bawah sadar. Dan sekarang kita bisa kembali sejenak pada kalimat setup EFT, “Meskipun saya mengidap masalah X..., saya menerima keadaan saya apa adanya.” Dengan berbagai variasi, kalimat setup itu adalah upaya awal membangun keselarasan antara pikiran sadar dan bawah sadar. Saya pernah berhadapan dengan beberapa orang yang tampaknya enggan dengan kalimat setup semacam itu karena terdengar negatif. Sedikit penjelasan membuat orang-orang yang enggan itu bisa menerima dan mengucapkannya. Anda tahu, kalimat setup itu pada dasarnya adalah pengakuan oleh seseorang, tanpa disadari oleh orang yang mengucapkannya, bahwa ia memang memiliki masalah, dan ia bisa menerima dirinya, menerima keadaannya, dan menerima kenyataan bahwa ia memang punya masalah. Keselarasan semacam ini akan menjadi landasan yang kokoh untuk sesi terapetik yang sebentar lagi dijalankan.


http://hipnobook.blogspot.com 80 Aspek Mari kita mulai dari satu pertanyaan: Apakah efek penyembuhan melalui EFT berlangsung permanen atau bersifat sementara dan akan kambuh pada hari berikutnya? Jawaban untuk pertanyaan pertama, efek terapetik yang ditimbulkan oleh EFT berlangsung permanen sejauh seluruh aspek yang melandasi permasalahan telah disasar semuanya. Jika suatu penyakit kambuh lagi, ada dua kemungkinan untuk menjelaskan fenomena tersebut. Pertama, ada kemunculan aspek baru yang menyebabkan munculnya kembali simptom, sehingga tampaknya simptom itu kambuh lagi. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah bahwa kemunculan aspek baru itu menyebabkan munculnya kembali simptom serupa yang sebelumnya sudah pernah dibereskan. Kedua, memang belum semua aspek disasar habis, sehingga simptom yang sama masih bisa muncul kembali. Dalam buku panduannya tentang resep baku EFT, Gary Craig mencontohkan penanganan terhadap seseorang yang fobia laba-laba. Setelah prosedur EFT diterapkan, ketakutan seseorang terhadap laba-laba menghilang. Tetapi rupanya itu hanya terselesaikan sebagian, karena ketika melihat labalaba bergerak orang itu kembali ketakutan. Penjelasannya, selama berlangsungnya sesi EFT, orang itu memikirkan sosok laba-laba yang statis, tanpa gerakan. Nah, ketika ia melihat laba-laba yang bergerak, ia tetap memiliki fobianya. Di sini kita melihat bahwa aspek gerakan laba-laba tidak


http://hipnobook.blogspot.com 81 disasar, sehingga akibatnya penangan dengan EFT seperti tidak bekerja pada orang itu. Tiga contoh kasus berikut ini saya pikir akan semakin memperkaya pemahaman anda mengenai aspek-aspek yang melandasi suatu simptom dan bagaimana kita harus menemukan aspek-aspek tersebut untuk mendapatkan penyelesaian yang tuntas. Contoh Kasus 2. Nyeri di Pundak Kanan Hilang dalam Satu Sesi Dalam penanganan ini saya menggunakan Prosedur Ringkas dengan pertimbangan bahwa tampaknya akan sulit bagi saya untuk menerapkan prosedur standar pada pasien saya ini. Tati, 53 tahun, datang kepada saya suatu sore; ia berpenampilan sederhana dan seperti itu pula ia menjalani hidupnya. Kepada saya ia mengatakan bahwa sudah seminggu ia merasa sakit sekali menggerakkan lengan kanannya. Ada nyeri di persendian bahu dan ia tidak tahu kenapa bisa begitu. “Tiba-tiba saja lengan saya nyeri sekali kalau digerakkan,” katanya. Tak lama kemudian kami langsung menyasar simptom itu. “Sebelum kita melakukan penotokan, sekarang saya hanya ingin tahu apakah anda bisa menerima keadaan anda apa adanya, ikhlas pada keadaan anda,” kata saya. “Dan apakah anda menyayangi diri anda apa pun keadaan anda?” Ia mengangguk. “Jadi anda bisa menerima keadaan anda apa adanya?” tanya saya. “Bisa,” katanya. “Dan karena itu anda mau menerima keadaan anda apa adanya?” “Ya.” “Mau?” “Mau.” “Dan anda menyayangi diri anda apa pun keadaan anda?” “Ya.”


http://hipnobook.blogspot.com 82 Tanpa mengawalinya dengan pernyataan pembuka yang diucapkan tiga kali, saya langsung menotok dan memintanya mengucapkan “nyeri” pada setiap titik yang saya totok. Nyerinya berkurang, tetapi ia masih belum leluasa menggerakkan tangannya. Saya mengulangi lagi dan memintanya mengucapkan “masih ada nyeri.” Nyerinya makin berkurang, tetapi belum hilang sama sekali. Saya mengulanginya lagi dan ada pengurangan tetapi tidak banyak. Sekali lagi saya mengulangi. Dan kali ini seperti tidak ada pengurangan. “Mungkin besok sudah akan hilang rasa nyerinya,” katanya. “Sekarang sudah jauh lebih enak.” Kami kembali mengobrol. Saya menanyakan kabar keluarganya. Suaminya meninggal kira-kira enam bulan sebelumnya. “Ia meninggal begitu mudah,” katanya. “Orang yang baik, ia meninggal dengan cara yang sangat mudah.” “Orang yang baik, meninggal dengan mudah,” saya mengulangi ucapannya. Karena itu anda bisa melepasnya dengan perasaan lega....” “Saya ikhlas,” katanya. Dan ia menceritakan proses kematian suaminya yang ia bilang sangat mudah itu. “Ia suami yang bisa diandalkan?” tanya saya. “Sangat bisa diandalkan,” katanya. “Yah, jadi sekarang anda kehilangan orang yang sangat bisa diandalkan,” kata saya. “Apakah urusan-urusan anda menjadi lebih repot tanpa dia?” “Lebih repot,” katanya. “Tapi semuanya baik-baik saja.” “Menjadi lebih repot,” kata saya. “Kehilangan orang yang bisa diandalkan. Itu seperti kehilangan tangan kanan, bukankah begitu? Atau ada perumpamaan lain yang lebih tepat?” “Ya, seperti itu,” katanya. “Rasanya memang seperti kehilangan tangan kanan yang selama ini selalu sanggup melakukan banyak hal.” Saat itu saya segera meraih telapak tangannya, mengetuk-ngetuk titik karate, dan memintanya menirukan ucapan saya. “Meskipun saya kehilangan suami saya, dan itu seperti kehilangan tangan kanan, dan itu menjadikan saya sedikit repot....” Selanjutnya kami melakukan penotokan dengan frase pengingat berselang-seling. Ujung alis: “Kehilangan suami.” Samping mata: “Kehilangan tangan kanan.”


http://hipnobook.blogspot.com 83 Bawah mata: “Sedikit repot.” Bawah hidung: “Tidak leluasa bergerak.” Dagu: “Kehilangan suami.” Ujung Selangka: “Kehilangan tangan kanan.” Bawah ketiak: “Saya terima apa adanya.” Ujung alis: “Meskipun susah menerima apa adanya.” Samping mata: “Kehilangan suami.” Bawah mata: “Kehilangan tangan kanan.” Bawah hidung: “Tidak leluasa bergerak.” Dagu: “Saya memilih ikhlas.” Ujung Selangka: “Meskipun susah ikhlas.” Bawah ketiak: “Kehilangan suami.” Lalu saya memintanya menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya panjang. Sesi ini berakhir menyenangkan. “Saya tahu bahwa saya harus iklahs melepaskan kepergian suami saya dan ikhlas dengan itu. Tetapi sekarang ini saya benar-benar merasa lega. Dada saya terasa lapang sekali,” katanya. Dan ia kembali leluasa menggerakkan tangan kanannya. Rasa nyeri di pundaknya hilang sama sekali.*** Contoh Kasus 3. Asthma Sejak Kecil Hilang dalam Satu Sesi Ilustrasi berikut ini berasal dari laporan penanganan yang dilakukan oleh Aileen Nobles, seorang Master EFT dari AS. Sebuah contoh lain bagaimana keajaiban EFT datang dari ketepatan menemukan akar masalah. Ini kisah tentang bagaimana seorang klien mengakhiri siksaan asma yang dideritanya sepanjang hayat hanya dalam satu sesi. Jan menemui saya karena masalah keluarga, dan juga demi mendapatkan keberanian untuk meninggalkan pasangannya setelah 15 tahun mereka hidup bersama.


http://hipnobook.blogspot.com 84 Saat kami mengerjakan beberapa hal tentang isu tersebut, nafas perempuan ini menjadi makin lama makin sesak dan bunyinya mendecit-decit. Ia minta maaf dan mengatakan bahwa ia perlu menggunakan pelega pernafasannya. Saya bertanya berapa lama ia menderita asma dan ia bilang sejak kecil. Bertahun-tahun ia keluar masuk ruang gawat darurat, dan ia hanya bisa pasrah dengan itu. Ketika saya mengatakan bahwa mungkin itu bisa disembuhkan, ia sangat antusias. Kami segera mulai totokan: “Meskipun napas saya tersengal-sengal, itu tidak masalah, saya bisa menghargai dan menerima diri saya apa adanya.” “Meskipun dada saya terasa sesak, itu tidak masalah....” “Meskipun saya merasa seperti tercekik, itu tidak masalah....” Saya tahu bahwa ia telah hidup bersama lelaki pasangannya selama kira-kira 15 tahun dan ingin sekali mengakhiri hubungan itu... namun ia takut. Itu hubungan yang sangat mencekik dan serangan asmanya serta merta muncul ketika kami mengerjakan masalah hubungan itu. “Meskipun saya terbebani “Joe” di dada saya dan ia begitu berat sehingga saya merasa tidak bisa bernapas, saya mampu tetap menghargai dan menerima diri saya apa adanya.” Kami melakukan satu putaran utuh dengan prosedur standar untuk menyasar masalah “Saya membawa “Joe” di dada saya dan saya tidak bisa bernafas.” Hanya ada sedikit penurunan intensitas, dari 10 menjadi 7 atau 8. Kami kemudian melakukan Prosedur 9 Gamut saat ia memusatkan diri pada perasaan takutnya untuk meninggalkan Joe. Kami melanjutkan totokan dengan frase: “Saya takut pada reaksinya.” “Saya takut sendirian.” “Saya takut mendapatkan serangan asma dan tidak ada orang yang mendampingi saya.” Kami kemudian berpindah ke kenangan masa kanak-kanaknya, rasa sendirian di masa itu, dengan ibu yang betul-betul hanya memikirkan diri sendiri. Ia bisa mengingat kejadian-kejadian khusus yang ia alami. Ia kemudian memaafkan ibunya yang tidak sesuai dengan harapannya, dan ia bisa menerima ibunya yang tidak sempurna. Ia merasa terbebas dari beban masa lalu mengenai ibunya.


http://hipnobook.blogspot.com 85 Kami kemudian menotok kemarahannya pada diri sendiri yang tidak cukup kuat untuk meninggalkan Joe. (Ia telah beberapa tahun mencoba mengakhiri hubungan.) Saat ia mengetuk titik karate chop saya memintanya membayangkan jerat ketergantungan, ketakutan, dan ketercekikannya pada Joe. Kemudian ia membayangkan dirinya sendiri melepaskan jerat itu satu demi satu. Napasnya kini jauh lebih bersih dan intensitas penderitaannya turun ke angka 1 atau 2. Kami melanjutkan dengan menotok perasaan takutnya akan kebebasan yang bisa muncul ketika ia sudah berhasil membebaskan diri dari hubungan yang menyesakkan dengan Joe. Ia berterima kasih pada perasaan tercekik dan perasaan takutnya dan merestui kedua perasaan itu untuk pergi meninggalkannya. Setelah itu kami melakukan penotokan dengan isu perasaan kuat, perasaan baik, menarik nafas kehidupan dalam-dalam, dan siap untuk menghadapi awal baru. Untuk pertama kali dalam hidup, sejauh yang bisa ia ingat, Jan mengalami keadaan di mana napasnya tidak berdecit selama lebih dari dua bulan... dan... ia akhirnya memutuskan hubungan yang menyesakkan dengan kekasih yang telah 15 tahun hidup bersamanya. Aileen Nobles Contoh Kasus 4. Takut Ketinggian yang Tidak Kunjung Hilang Ilustrasi ketiga ini saya ambilkan dari pengalaman Gary Craig sendiri, sang pelopor teknik ini. Gary biasa mendemonstrasikan penanganan pada para peserta dalam setiap workshop yang ia adakan. Berikut ini adalah penanganan yang ia lakukan di salah satu workshopnya. Ini kasus mengenai fobia terhadap ketinggian yang tidak hilang sampai kami membereskan isu-isu yang kelihatannya tidak berhubungan dengan simptom tersebut. Kasus semacam ini, yakni sebuah simptom yang dilandasi oleh “isu-isu yang tampaknya tidak


http://hipnobook.blogspot.com 86 berhubungan” tergolong dalam kasus langka dan sesungguhnya memang tidak sering muncul. Tetapi, bagaimanapun, kita perlu menyadari segala kemungkinan. Pada akhir hari pertama (Sabtu), dalam workshop dua hari yang saya adakan di LA, saya meminta Darlene dan beberapa orang yang memiliki fobia terhadap ketinggian untuk maju ke panggung. Workshop kami berlangsung di ruangan lantai dua sebuah gedung. Jadi kami bisa menguji hasil pekerjaan kami—setidaknya untuk mereka yang fobianya bisa terpicu oleh ketinggian sedang seperti ini. Setelah satu dua putaran EFT, banyak yang mulai melihat ulang ketakutan mereka terhadap ketinggian dan menjadi lebih fokus. Ada yang takut menyeberangi jembatan, takut ada hal-hal yang rubuh menimpa mereka, takut karena trauma tertentu, dan sebagainya. “Perubahan” reaksi ini sangat umum dan ketika kita mulai menyadarinya maka kita akan lebih mudah membereskannya. Kadang fobia merupakan tabir untuk menutupi isu-isu lain. Dalam kasus Darlene, saya memintanya untuk berdiri dekat pintu terbuka sekitar 10 kaki dari pagar lantai. Kemudian, selagi saya bekerja dengan orang-orang lain untuk menangani berbagai variasi dari “takut ketinggian”, Darlene saya minta untuk menotok dirinya sendiri dengan isu, “makin dekat ke pagar”, “memandangi pagar”, dan sebagainya. Saya pernah melakukan hal ini sebelumnya dan hasilnya memuaskan. Namun, fobia Darlene tidak berubah dan ia tetap sangat tidak nyaman berdiri di dekat pagar. Bagi pendatang baru yang belum berpengalaman, ini mungkin tampak sebagai kegagalan—sesuatu yang memalukan, yang menyebabkan orang menyerah menghadapi kliennya. Tidak semudah itu bagi praktisi berpengalaman untuk begitu saja melempar handuk. Sebaliknya, mereka memikirkan pertanyaan-pertanyaan seperti.... “Kenapa tidak berhasil?” “Apa yang menghambat ini” “Isu apa yang belum kami tembak?” Maka, saya menyarankan kepada Darlene untuk tetap tinggal setelah workshop sehingga kami bisa menggali isunya lebih lanjut. Kami berdiri beberapa kaki dari pagar dan terus menotok hal-hal umum, seperti... takut mendekati pagar, takut jatuh, takut melihat ke bawah, dan sebagainya. Hasilnya? Nihil. Tidak ada kemajuan sama


http://hipnobook.blogspot.com 87 sekali setelah kami menyelesaikan beberapa putaran. Maka saya mulai memeriksa isu lain yang mungkin memberikan sumbangan terhadap fobianya dengan mengajukan pertanyaan seperti... “Jika ada alasan lain di belakang ketakutan ini, apa kira-kira?” “Ketakutan ini mengingatkan anda pada apa?” “Jika anda bisa hidup lagi, orang seperti apa atau kejadian seperti apa yang tidak ingin anda temui?” Setelah beberapa menit dengan penggalian ini, Darlene mengatakan bahwa ia selalu merasa terkekang dalam hidupnya. Seingat saya, ada persoalan ayah-anak yang menyumbang lahirnya perasaan terkekang itu. Jadi, sekalipun tampaknya terlalu jauh untuk menghubungkan “perasaan terkekang” dengan “takut ketinggian”, kami mulai menotok “perasaan terkekang” dan hal-hal yang berhubungan dengannya. Fobianya lenyap dan ia dengan penuh percaya diri melangkah ke arah pagar dan memandanginya dengan sangat tenang. Gerak tubuhnya rileks, begitu juga suaranya dan sikapnya. Ini benar-benar perubahan harfiah—pembebasan diri dari emosi yang menghambat. Menakjubkan untuk dilihat. Pekerjaan ini sering beres dalam sekejap. Darlene bukan satusatunya orang yang mengalami pembebasan cepat. Dalam banyak kasus, saya menyaksikan klien-klien saya tersenyum dan mengatakan, “Sesuatu baru saja terjadi; dan tampaknya saya tidak lagi terganggu.” Dan mereka benar. Isu yang semula menjadi beban berat kini tidak lagi mempengaruhinya. Reaksi-reaksi takut, kenangan yang mengganggu, mimpi buruk, sakit kepala, dan seluruh simptom yang berhubungan dengan itu lenyap. Dalam kasus Darlene, kita harus menemukan isu sebenarnya. Yang muncul sebagai masalah adalah takut ketinggian. Nyatanya, hal itu lebih merupakan simptom dari isu lain yang lebih dalam, yakni “perasaan terkekang”. Pagi selanjutnya, saya menanyakan apakah Darlene tidak berkeberatan untuk menguji kualitas pekerjaan dengan naik ke lantai empat dan memandang dari pagar. Ia sangat rileks dengan itu dan sangat berminat—demi membuktikan bahwa ia tidak lagi punya masalah. Karena itu kami perlu pergi ke kamar hotel seseorang untuk membuktikannya. Karena sungkan, kami mengurungkannya.


http://hipnobook.blogspot.com 88 Darlene akhirnya menguji hasil pekerjaan kami atas kemauannya sendiri dan ia menulis surat kepada saya. Gary Craig Hai Gary, Ini Darlene Malott. Saya mengikuti seminar di Studio City, 23 dan 24 September. Anda menangani fobia saya terhadap ketinggian di hari Sabtu. Pada hari Minggu kita akan mengujinya dari lantai 4 tetapi satu-satunya cara untuk itu adalah pergi ke kamar salah seorang tamu hotel sehingga itu tidak jadi kita lakukan. Namun, saya bilang saya akan senang hati mengujinya suatu saat untuk ketinggian di atas lantai dua. Pada akhir pekan saya mendapatkan kesempatan itu. Akhirnya saya bahkan bisa naik sedikit lebih tinggi dari lantai 4. Saya bersama sekelompok orang mendaki puncak Eagle Rock di Sedona. Sungguh menakjubkan. Tak ada rasa takut melihat ke bawah, tidak ada vertigo. Satu-satunya ketakutan adalah ketika saya terpeleset di bibir jurang. Saya pikir itu ketakutan yang wajar. Itu terjadi saat kami turun. Yah, ini sekadar memberitahukan bahwa saya telah mengujinya. Terima kasih banyak. Darlene Malott Perlunya Ketekunan Sebagai pendatang baru di EFT, jam terbang anda mungkin masih kurang untuk bisa menemukan aspek-aspek spesifik dan menyasar semuanya satu demi saru dengan Prosedur Standar. Tak ada masalah. Yang anda perlukan hanya mempercayai apa yang anda rasakan dan menyasarnya dengan Prosedur Standar itu. Bawah sadar anda tahu apa yang sedang anda lakukan. Anda mungkin menyasar “perasaan” ini dengan kalimat setup: “Meskipun saya


http://hipnobook.blogspot.com 89 memiliki perasaan seperti ini, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya” dan menggunakan “perasaan ini” sebagai frase pengingat. Harap dipahami bahwa sebagian besar masalah yang ditangani dengan Prosedur Standar tidak dipenuhi banyak aspek. Kebanyakan masalah mudah dikenali dan mudah sekali diatasi. Tetapi sekiranya ada satu masalah yang membandel dan anda tidak bisa menemukan aspek spesifiknya, maka anda bisa melakukan 3 putaran Prosedur Standar untuk menyingkirkan “perasaan ini” atau “masalah ini” sekali sehari (sekitar 3 menit per hari) selama 30 hari Bawah sadar anda memiliki caranya sendiri untuk melakukan apa yang terbaik dan anda terbebaskan dari masalah itu bahkan sebelum genap 30 hari. Demikiianlah, EFT adalah prosedur yang sangat fleksibel dan sering akan membawa anda untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berada di luar jangkauan pikiran sadar anda. Lakukan Spesifik jika Memungkinkan Cara terbaik menerapkan EFT adalah menggunakan prosedur tersebut untuk menyasar isu-isu spesifik. Dengan begitu anda bisa menangani sampai ke angka 0 rasa takut, rasa sakit, ingatan buruk, dan sebagainya, dan menyingkirkan itu semua dari diri anda. Dengan menyasar isu-isu spesifik, itu berarti anda masuk ke lapisan dasar dan mengangkat akar masalah. Satu terbaik untuk meningkatkan kemampuan anda menerapkan EFT secara spesifik adalah dengan melakukannya pada diri anda sendiri. Bagaimanapun, sebelum anda menotok orang-orang lain, alangkah baiknya anda menyingkirkan semua, atau sebanyak mungkin, emosi negatif yang


http://hipnobook.blogspot.com 90 menumpuk dalam diri anda. Anda memiliki teknik ampuh untuk itu dan saya kira anda sendiri berhak menikmati keajaiban yang bisa diwujudkan oleh EFT pada diri anda. Dan anda hanya perlu melakukannya sekarang juga. Siapkan waktu beberapa menit setiap hari. Hanya dibutuhkan waktu satu bulan untuk bekerja beberapa menit setiap hari dengan EFT dan anda akan menjadi manusia baru yang terbebas dari emosi-emosi negatif anda. Sekarang anda akan menyasar isu-isu spesifik anda sendiri. Personal Peace Procedure Ini adalah prosedur yang akan menjadikan anda manusia baru, yang lebih rileks, lebih optimum, dan terbebas dari emosi-emosi negatif. Anda masih ingat latihan untuk mencatat sebanyak mungkin kejadiankejadian negatif yang pernah anda alami? Nah, sekarang saatnya anda benarbenar mengerjakan latihan itu. Ambil 50 kejadian negatif yang pernah anda alami, sejak kecil hingga saat ini. Saya yakin mudah sekali bagi anda untuk mengingat 50 kejadian negatif. Lebih banyak lebih baik, sebab anda memang perlu menyasar sebanyak mungkin isu negatif dalam diri anda. Mungkin anda pernah dimarahi oleh orang tua anda, atau dilecehkan oleh teman, atau mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan di sekolah. Catat apa saja kejadian negatif yang bisa anda ingat. Lima puluh itu angka kecil saja. Bayangkan jika dalam setahun rata-rata anda mengalami 3 kejadian negatif, yang membangkitkan emosi negatif tertentu pada saat kejadian itu berlangsung, maka anda akan menemukan 60 kejadian negatif jika anda


http://hipnobook.blogspot.com 91 sekarang berusia 20 tahun. Itu hanya perhitungan pukul rata. Atau menurut anda berapa kali dalam setahun rata-rata anda mengalami kejadian negatif? Tetapi untuk saat ini, ambil saja 50 kejadian. Sasar saja 2 kejadian tiap hari, mulailah dari yang paling negatif, maka dalam 25 hari anda sudah berhasil menguras 50 isu spesifik diri anda. Dalam pengalaman saya, lima sampai sepuluh kejadian paling negatif tersasar, kita sudah akan merasakan diri kita mengalami perubahan besar. Anda sudah akan sangat rileks. Itu adalah efek generalisasi, sebab saat kita menyingkirkan misalnya lima isu spesifik, isu-isu lainnya ikut menyingkir juga dengan sendirinya. Misalnya, seseorang yang memiliki 100 ingatan traumatik tentang pelecehan terhadap dirinya, tiba-tiba seluruhnya hilang setelah ia menyelesaikan 5 sampai 10 isu di antaranya. Tetapi saya tetap menyarankan, selesaikan 50 isu yang sudah anda catat. Hanya memerlukan beberapa menit setiap hari selama sebulan. Itu ringan sekali untuk dilakukan. Itu waktu yang singkat dibandingkan bertahun-tahun, mungkin puluhan atau belasan tahun anda menggendong emosi negatif anda. Setelah anda mengosongkan diri anda dari emosi negatif, selanjutnya anda hanya perlu melakukan EFT untuk keseharian. Rumah anda tetap perlu dibersihkan dan dijaga kerapiannya setelah anda melakukan operasi pembersihan besar-besaran, bukan. Anda perlu menyapu lantai setiap hari, membersihkan kaca jendela dari debu-debu yang menempel, merapikan lagi apa yang kurang rapi, dan sebagainya. Demikian pula dengan diri anda. Cara paling mudah adalah mengaitkan EFT dengan kegiatan sehari-hari anda, misalnya, sebelum atau setelah mandi,


http://hipnobook.blogspot.com 92 sebelum tidur, pada saat bangun tidur, dan sebagainya. Anda bisa menyasar isu yang anda pilih sendiri, dan dengan cara begini, EFT akan memberikan manfaat besar untuk menjadikan diri anda berfungsi optimum, apa pun peran yang anda jalani dalam kehidupan anda. Anda menjadi optimum karena bersih dari emosi negatif. Dan ketika anda sendiri bersih, anda bisa dengan nyaman melakukan EFT untuk orang lain. Hormati Kemampuan Setiap Orang untuk Mengatasi Sendiri Masalahnya Ini prinsip yang perlu kita tanamkan dalam diri kita, terutama ketika kita menerapkan prosedur EFT kepada orang lain. Mungkin suatu ketika anda menghadapi simptom yang membandel pada seseorang, dan anda sudah menyelesaikan banyak putaran tanpa hasil. Ini bisa membuat anda merasa diremehkan oleh orang itu, atau anda merasa EFT anda kehilangan keampuhannya, atau anda marah karena orang itu hanya ingin mencoba kemampuan anda. Pendeknya, anda menimpakan semua beban ke pundak anda. Hormati kemampuan orang lain untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Hal itu akan menempatkan urusan masing-masing, yakni antara anda dan orang yang anda tangani, pada tempat yang semestinya. Orang yang anda tangani akan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan dirinya dalam membereskan masalahnya sendiri, dan anda terlepas dari beban pembuktian diri dengan EFT anda. Dan dengan cara itu pula, EFT akan bekerja secara efektif pada orang yang anda tangani.


http://hipnobook.blogspot.com 93 Sekali lagi, anda tidak perlu menempatkan diri anda sebagai “orang sakti”, sehebat apa pun anda dengan EFT anda. Penempatan diri seperti itu hanya akan memberi tekanan yang terlalu berat di pundak anda. Rileks saja dengan EFT. Beri jalan kepada orang lain untuk membuktikan bahwa ia mampu membereskan masalahnya sendiri. Anda tidak perlu berdiri di tengah jalan, menghalang-halangi orang itu dan mengambil alih apa yang menjadi hak orang itu. Klien anda berhak membuktikan diri bahwa ia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Yang anda lakukan dengan EFT adalah memandunya untuk menemukan kekuatan itu. Dalam hal ini, EFT menganut prinsip yang serupa dengan prinsip yang sudah umum dalam hipnosis, yakni bahwa setiap hipnosis adalah otohipnosis (self-hypnosis). Pada dasarnya, orang itu sendirilah yang menghinoptis dirinya. Apa yang dilakukan oleh seorang hipnotis adalah memandu kliennya.***


http://hipnobook.blogspot.com 94 LAMPIRAN Panduan Menangani Penyakit Serius Oleh: Gary Craig Catatan: Semua opini yang disampaikan di sini adalah pendapat saya pribadi dan tidak dimaksudkan untuk bertentangan dengan saran medis. Saya bukan dokter, atau orang yang pernah menempuh pendidikan formal di kedokteran. Selintas Pandang FT hanya salah satu dari banyak pendekatan terhadap kesehatan, namun hasil klinisnya telah mencengangkan bahkan bagi para peneliti. Lebih dari itu, ia tidak memerlukan obat, pembedahan, radiasi, atau metode-metode lain yang mungkin melemahkan tubuh. Dengan alasan ini, tampaknya akan lebih bijaksana jika EFT digunakan SEBELUM kesehatan kita merosot drastis. Sebagai perbandingan, saya ingin membicarakan berbagai variasi kategori penyembuhan:


http://hipnobook.blogspot.com 95 1. Kedokteran: saya meletakkannya di tempat pertama karena, bagaimanapun, ia merupakan sistem paling kita percaya. Ia dipromosikan sebagai tempat rujukan utama jika kita mengalami gangguan kesehatan dan yang lainnya selalu dianggap “alternatif”. Ia juga menjadi sangat mahal sampai-sampai tidak terjangkau oleh banyak warga negara. Meskipun demikian, saya tetaplah menaruh hormat setinggitingginya terhadap profesi kedokteran dan dedikasi orang-orang di dalamnya yang telah menempuh pendidikan sampai mereka memiliki keahliannya sekarang. Saya juga sangat gembira sistem tersebut ada. Jika usus buntu saya terinfeksi, misalnya, saya akan dengan senang hati pergi ke meja bedah para dokter untuk menjalani operasi. Di sisi lain, rasanya tidaklah membutuhkan keterampilan observasional yang luar biasa untuk melihat kelemahan dari sistem medis. Dunia kedokteran membagi-bagi tubuh manusia dalam spesialisasi-spesialisasi tertentu sehingga kehilangan kemampuan melihat kenyataan bahwa tubuh dan pikiran beroperasi bersamaan sebagai sebuah kesatuan. Pendekatan ahli kaki berbeda dengan pendekatan ahli saluran kencing atau ahli bedah tulang. Ini makin aneh jika disandingkan dengan fakta bahwa kepada banyak orang, saya meyakinkan, secara intuitif, bahwa banyak penyakit fisik disebabkan oleh kemarahan, ketakutan, perasaan bersalah, dan sebagainya yang tidak terselesaikan. Hanya dibutuhkan observasi berdasarkan common


http://hipnobook.blogspot.com 96 sense untuk mengatakan bahwa penyakit adalah manifestasi dari salah satu emosi yang tak tertanggulangi. Lebih lanjut, profesi kedokteran pada umumnya mengabaikan hampir semua pintu kesehatan seperti (1) nutrisi, (2) energi tubuh, (3) emosi yang tak tertanggulangi sebagai penyebab penyakit, dan (4) kekuatan doa, meditasi dan metode spiritual lainnya. Oleh karena itu, saya pribadi tidak menganggap kedokteran sebagai rujukan utama kesehatan. Saya menggunakannya lebih untuk mendapatkan masukan penting. 2. Nutrisi: pengaruhnya terhadap kesehatan jelas sekali. Orang mengisi dirinya dengan gula, alkohol, candu, bahan pengawet, pestisida, dan bahan-bahan artifisial yang tak terhitung jumlahnya, dan akibatnya tentu saja harus ditanggung oleh tubuh. Ini merupakan wilayah yang berada di luar cakupan EFT. 3. Energi Tubuh: praktek-praktek pengobatan timur selalu menggunakan energi tubuh, yang dikenal sebagai Qi (atau Chi) selama berabad-abad. Jadi, ini bukan pintu baru. Namun, ilmu pengobatan barat memilih untuk mengabaikan pendekatan ini, dan lebih suka melihat tubuh sebagai “karung zat-zat kimia dan terdiri dari bagian-bagian terpisah” ketimbang sosok utuh yang mengandung aliran energi. EFT langsung membidik energi tubuh ini. Dan itulah pusat perhatian EFT. 4. Emosi yang tak dipulihkan lagi sebagai penyebab penyakit: Ini juga merupakan pusat perhatian EFT dalam menangani kesehatan. Tentu


http://hipnobook.blogspot.com 97 saja, kita telah melihat banyak penyakit fisik menjadi sembuh setelah kemarahan, ketakutan atau perasaan bersalah ditangani dan dipulihkan. 5. Doa, Meditasi, dan Metode Spiritual lainnya: Ada banyak laporan tentang penyakit yang sembuh dengan doa atau EFT jarak jauh (sebuah bentuk lain dari doa). Bagi banyak orang EFT tidak tampak sebagai metode spiritual. Ini karena, bagi para pendatang baru, ia lebih kelihatan sebagai prosedur mekanis. Namun tujuan lebih besar dari EFT adalah untuk memuluskan jalan bagi kesadaran spiritual sejati. Saat EFT mengurangi kemarahan dan ketakutan, ia melapangkan jalan untuk menaikkan tingkat kedamaian pribadi dan kesejatian maaf. Bagi saya, ini merupakan hasil akhir dari semua kesembuhan karena, ketika seseorang mencapai tingkat itu, ia tidak mungkin sakit. Inilah beberapa Mental Set yang tepat, yang membawa manfaat ketika kita menangani Penyakit Serius dengan EFT 1. Sembari kita terus mencari keajaiban EFT, kita harus mengakui bahwa EFT masih amat muda dan kita belum tahu semua hal yang ingin kita ketahui tentangnya. Jadi kita harus mempertahankan keingintahuan kita ketimbang menganggapnya sudah sempurna. 2. Ketekunan adalah hal yang penting. Jangan terkecoh oleh “keajaiban satu menit” dan menyimpulkan bahwa anda berhasil. Seorang klien bisa tampak “terbebas dari masalah” sekarang, tetapi ada aspek lain yang berhubungan dengan isunya dan muncul kemudian. Kebanyakan


http://hipnobook.blogspot.com 98 penyakit serius mempunyai penyebab yang banyak sekali dan masingmasing dengan banyak segi. Untuk menyasar itu semua secara tepat rasanya seperti kita menyusuri lorong berliku-liku yang memiliki banyak “jalan buntu.” Untuk berhasil keluar dari labirin ini adan harus sering mempersiapkan pelapisnya dan mencoba pendekatan baru. 3. Beberapa Penyakit Serius mungkin memerlukan tidak hanya pendekatan emosi, energi, atau spiritual. Penyakit jantung misalnya. EFT mungkin bisa meringankannya, tetapi penyakit itu sering disebabkan oleh pola makan yang buruk selama bertahun-tahun dan kurang berolahraga. Memperdalam EFT Bertahun-tahun kita mengembangkan berbagai pendekatan EFT untuk penyembuhan. Itu semua menunjukkan ragam kemungkinan yang luas dalam penggunaan EFT. Untuk penyakit serius, anda bisa mujur dan memperoleh hasil mengesankan dengan mencoba satu pendekatan. Namun, dalam banyak kasus anda mungkin perlu mendalami banyak jalan dan, mungkin, menemukan pendekatan baru. Anda mungkin menemui kegagalan di 4 atau 5 jalan pertama yang anda coba, tetapi dengan ketekunan, anda mungkin menemukan keberhasilan di jalan ke-6, 7, dan 8. Di bawah ini adalah daftar beberapa pendekatan EFT yang berkembang hingga sekarang. Urut-urutan ini tidak tingkatan kualitas atau apa pun dari masing-masing pendekatan. Anda bisa menggunakan mana saja yang paling memadai untuk diri anda atau klien anda.


http://hipnobook.blogspot.com 99 • Penotokan (tapping) sehari-hari. Ini sangat vital untuk penyakit serius sebab ia membutuhkan banyak tapping oleh klien itu sendiri. Kira-kira 10 atau 20 putaran setiap hari harus dilakukan untuk menjaga energi tubuh tetap mengalir lancar. Sebuah cara yang mudah diingat adalah menghubungkan tapping dengan kegiatan sehari-hari. Misalnya, (1) sebelum makan, (2) ketika ke kamar mandi, (3) ketika menghidupkan atau mematikan televisi, (4) ketika masuk dan keluar dari mobil, dan sebagainya. • Penotokan langsung pada simptom. Misalnya, lakukan EFT dengan “Meskipun saya merasakan tangan kiri saya kebas....” Ini akan membebaskan anda dari simptom. Jika tidak maka mungkin ada masalah emosi di belakangnya dan tanyakan, “Jika ada alasan emosional pada simptom ini, apa kira-kira?” • Dekati simptom dengan metafora. Misalnya, tanyakan kepada klien, “Seperti apa kelihatannya penyakit ini di tubuh anda?” atau “Apa yang terjadi menurut pendapat dokter?” Kemudian gunakan EFT dengan metafora itu. Contohnya, “Meskipun saya merasa seperti ada lem di sendi-sendi jari saya....” • Dekati problemnya pelan-pelan. Gunakan ini sekiranya anda ingin memunculkan emosi terpendam. Mula-mula gunakan pernyataan umum seperti, “Meskipun saya memiliki semua masalah ini....” dan pelan-pelan menjadi makin spesifik sampai akhirnya anda bisa bekerja dengan isu spesifik seperti “Meskipun ayah memukulku di hari ulang tahunku yang ke-8....”


http://hipnobook.blogspot.com 100 • The Tearless Trauma Technique. Ini adalah cara lain untuk mendekati masalah emosional dengan cara halus. Di sini kita meminta klien menduga intensitas emosionalnya pada kejadian yang sangat traumatis ketimbang membangkitkan lagi secara mental kenangan yang menyakitkan. Teknik ini sering sangat efektif dan tidak membuat klien tersiksa untuk menceritakan atau membayangkan lagi kejadian traumatis tertentu. • The Movie Technique. Dalam proses ini klien membayangkan sedang menonton sebuah film pendek tentang pengalamannya di masa lalu. • The Tell the Story Technique. Ini saudara sepupu The Movie Technique. Hanya di sini klien bukan menggambarkan dalam benak, melainkan menceritakan menuturkan kejadian yang dialaminya. • Spesifik. Ini merupakan cara yang sangat efektif untuk mewakili efisiensi EFT dalam menyelesaikan masalah. Banyak orang mengungkapkan masalahnya dalam pernyataan umum misalnya: “Saya mengidap diabetes” ATAU “Saya merasa dicampakkan.” Meskipun kita sering berhasil mengatasi masalah-masalah dengan pendekatan global semacam ini, namun pendekatan spesifik akan memberikan hasil yang jauh lebih signifikan. Misalnya, “Meskipun gula darah saya di atas 400...” ATAU “Meskipun ibu saya meninggalkan saya sendirian selama tiga hari ketika umur saya 8 tahun.” Untuk mendapatkan detail tentang bekerja spesifik ini, silakan kunjungi http://www.emofree.com/tutorial/tutorbtwo.htm


Click to View FlipBook Version