32 3.7Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu penelitian(Nursalam, 2013:191). 3.7.1 Instrumen pengumpulan data Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner (angket). Angket adalah suatu cara pengumpulan data atau penelitian mengenai suatu masalah yang umumnya banyak menyangkut kepentingan umum (Notoadmodjo, 2010:147). Penelitian ini menggunakan kuesioner (angket)sebagai instrument pengumpulan data yang di buat oleh peniliti, serta sudah dilakukan uji validitas. Angket yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu jenis angket tertutup, dimana responden tinggal menjawab pertanyaan yang telah disediakan peneliti. Angket/ kuesioner diperlukan untuk mengetahui tentang vitamin A pada ibu nifas. 3.7.2 Cara mengumpulkan data Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu penelitian (Nursalam,2009:111). Proses pengumpulan data dimulai dengan peneliti meminta surat penelitian dari Ketua Program Studi D3 Keperawatan Blitar, peneliti mengajukan ke Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat untuk meminta surat ijin penelitian yang kemudian diserahkan kepada kepala Puskesmas Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Berdasarkan tembusan dari
33 Bakesbangpol dan PBD (Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah)peneliti menemui petugas di tempat penelitian dan meminta untuk berkerja sama. Peneliti menemui perawat penanggungjawab di Poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan menjelaskan maksud serta tujuan penelitian, setelah mendapat izin dari perawat penanggungjawab, maka peneliti menjelaskan terlebih dahulu tentang penelitian yang akan dilakukan, menemui responden yaitu ibu nifas. Pada saat penelitian, peneliti menentukan responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu; ibu yang mengalami masa nifas, ibu yang bersedia menjadi responden. Kemudian peneliti melakukan informed consent dengan memberikan lembar persetujuan kepada responden, apabila responden setuju maka peneliti membagikan kuesioner kepada responden yang bersedia untuk mengisi kuesioner penelitian, untuk mencegah terjadinya drop out peneliti selalu mengecek kelengkapan pengisian jawaban oleh responden. 3.8 Teknik pengolahan, analisa data dan penyajian data 3.8.1 Pengolahan data 1. Persiapan Kegiatan dalam langkah persiapan adalah: 1) Memeriksa nama atau kelengkapan identitas pengisi. 2) Memeriksa kelengkapan isi data instrumen pengumpulan data. 3) Memeriksa macam isian data untuk menghindari kekeliruan pengisian oleh responden (Arikunto, 2006:235). Peneliti memeriksa isi data umum responden, dan isian kuesioner agar tidak terjadi kekurangan atau kekeliruan dalam pengisian data.
34 2. Editing Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul ( Hidayat, 2010:121). Hasil wawancara atau angket yang diperoleh atau dikumpulkan melalui kuesioner perlu disunting (edit) terlebih dahulu. Kalau ternyata masih ada data atau informasi yang tidak lengkap, dan tidak mungkin dilakukan wawancara ulang, maka kuesioner tersebut dikeluarkan (drop out) (Notoatmodjo, 2010:121). 3. Coding Coding yaitu setelah semua kuesioner diedit atau disunting, selanjutnya dilakukan peng”kodem” atau “coding”, yakni mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan (Notoadmodjo, 2010:177). ). Untuk memudahkan dalam perhitungan data dan merubah data agar mudah dianalisa maka peneliti memberi kode pada setiap item yang diperlukan.Umur “<30tahun” = 1, “30-40 tahun”= 2, 41-50 tahun”= 3, >50 tahun= 4; masa nifas “<7 hari = “8- 14 hari”= 2, “15-21 hari” = 3, >21 hari”= 4; kelahirananak “1”= 1, “2”= 2,”3”=3, “>3”= 4;jumlahmelahirkan “1”=1 kali, “>1” =2; pendidikan “SD”= 1, “SMP”=2, “SMA”= 3, “Sarjana”=4; pekerjaan “IRT”=1, “Wiraswasta”= 2, “PNS”= 3; Informasi “pernah”= 1, “tidak”=2; sumberinformasi “media massa”= 1, “petugaskesehatan”= 2, “tokohmasyarakat”= 3; orang terdekat “suami”=1, “orangtua”= 2, “saudara”= 3; kontrol “ya”=1, “kadang-kadang”=2, “tidak”=3; pemberian vitamin A"ya”= 1, “kadang-kadang”=2, “tidak”=3.
35 4. Memasukan Data (Data Entry) Data entry adalah mengisi kolom-kolom atau kotak-kotak lembar kode atau kartu kode sesuai dengan jawaban masing-masing pertanyaan (Notoatmodjo, 2010: 176). 5. Tabulasi data Tabulasi data yaitu membuat tabel-tabel data, sesuai dangan tujuan penelitian atau yang diinginkan oleh peneliti (Notoadmodjo, 2010:176). 3.8.2 Analisis Data Setiap lembar kuesioner diberikan kode, kemudian dilakukan pemberian skor 1 untuk jawaban yang benar dan 0 untuk jawaban yang salah. Penilaian dilakukan dengan menjumlah skor yang didapatkan masing-masing responden kemudian dibandingkan dengan jumlah skor maksimal dan dikalikan 100% dan diperoleh prosentase. Rumus yang digunakan adalah : x100% Sm Sp N Keterangan : N = Nilai yang didapat Sp = skor yang didapat Sm = skor maksimal Hasil prosentase diatas selanjutnya ditafsirkan ke dalam skala ordinal dengan menggunakan skala : Baik : bila didapatkan skor 76%-100% Cukup baik :bila didapatkan skor 56%-75% Kurang baik : bila didapatkan ≤56%.
36 3.8.3 Penyajian Data Hasil penelitian ini akan dijelaskan secara deskriptif dengan menggunakan tabel dan diagram yang dikonfirmasikan dalam bentuk narasi dan prosentase. 3.9 Etika Penelitian Etika penelitian adalah suatu pedoman etika yang berlaku untuk setiap kegiatan penelitian yang melibatkan antara pihak peneliti, pihak yang diteliti, pihak yang diteliti (subjek penelitian) dan masyarakat yang akan memperoleh dampak hasil penelitian tersebut (Notoatmodjo, 2010:202). Bertujuan untuk melindungi semua responden dari kesalahan atau bahaya sementara saat responden berpartisipasi dalam atau sebagai hasil dari penelitian. Peneliti mengidentifikasi segala resiko bahaya dan setiap manfaat yang mungkin diperoleh individu selama berlangsungnya peneliti, yang meliputi: 3.9.1 Lembar persetujuan menjadi responden (Informed Consent) Inforemed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan informed consent adalah agar subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya. Jika subjek tersedia, maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan. Jika responden tidak bersedia, maka peneliti harus menghormati hak pasien. Beberapa informasi yang harus ada dalam informed consent tersebut antara lain: partisipasi pasien, tujuan dilakukannya tindakan, jenis data yang dibutuhkan, komitmen,
37 prosedur pelaksanaan, potensial yang akan terjadi, manfaat, kerahasiaan, informasi yang mudah dihubungi, dan lain-lain (Hidayat, 2008:39). Sebelum melakukan penelitian, peneliti akan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden dengan tujuan agar subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian. Semua subjek bersedia mengisi kuesioner dan menandatangani lembar persetujuan. 3.9.2 Tanpa nama (anonimity) Merupakan masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajikan (Hidayat, 2008:39). Responden tidak dianjurkan memberikan nama pada lembar kuesioner dan lembar persetujuan.
38 3.9.3 Kerahasiaan (confidentiality) Merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua informasi yang telah dikampulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset (Hidayat, 2008:39). Peneliti memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti. Setelah dilakukan tabulasi dan perhitungan, data yang ada dimusnahkan oleh peneliti dengan dimusnahkan.
39 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Di dalam bab ini, peneliti akan menyajikan data mengenai hasil penelitian yang dilakukan antara lain penjelasan gambaran tempat penelitian, data umum, data khusus, dan pembahasan gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Vitamin A di Poli KIA UPTD Puskesmas Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Hasil penelitian data umum disajikan dalam bentuk diagram lingkaran, sedangkan data khusus disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Tempat Penelitian UPTD Puskesmas Kecamatan Sananwetan Kota Blitar berlokasi di jalan Jawa no. 07 Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. UPTD Puskesmas Sananwetan ini dibagi menjadi dua bangunan yaitu bangunan pertama kantor dan unit pelayanan poli rawat jalan dan bangunan kedua untuk unit pelayanan gawat darurat (UGD), unit rawat inap dan PONED. Unit pelayanan rawat jalan terdapat 8 balai pengobatan atau poli, yaitu poli umum 1 dan 2, poli gigi, poli MTBS, poli PKR, poli Jiwa, poli TB, poli Lansia dan poli KIA,ditambah unit pelayanan Laboratorium, dan apotek. Penelitian ini dilakukan di poli KIA. Di poli ini setiap ruangan terdiri dari satu 2 bidan dan 1 dokter penanggungjawab. Poli KIA buka setiap hari kerja, senin sampai dengan sabtu. Dan buka mulai pukul 07.30 sampai dengan jam 12.00. Pemeriksaan yang dilakukan dalam poli ini antara lain, pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan ibu post melahirkan, KB, pemeriksaan bayi dan pemberian imunisasi, pemberian vitamin pada ibu hamil
40 dan pemeriksaan kesehatan pada ibu yang mengalami kelainan patologis misalnya pemeriksaan IVA. Pengambilan data dilakukan pada 32 responden mulai tanggal tanggal 3 – 12 Juli 2017 terhadap ibu nifas yang periksa ke poli KIA UPTD Puskesmas Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Pengambilan data dilakukan dengan cara peneliti langsung menghampiri dan menjelaskan maksud dan tujuan penelitian pada saat setelah pemeriksaan ibu yang dilakukan pemeriksaan maupun saat menunggu giliran untuk diperiksa. Peneliti memberikan kuesioner pada responden dan menunggu sampai responden selesai mengisi kuesioner. Setelah selesai mengisi kuesioner semuanya dengan lengkap, peneliti langsung mengambil kuesioner pada saat itu juga. 4.1.2 Data Umum Data umum menyajikan karakteristik responden meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, masa nifas, kelahiran anak, jumlah kelahiran, informasi tentang vitamin A, sumber informasi, orang terdekat dengan ibu nifas, kontrol setelah melahirkan, pemberian vitamin A. a. Umur 59% 38% 3 % < 30 tahun 30-40 tahun > 40 tahun Gambar 4.1 Diagram lingkaran umur ibu nifas di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32).
41 Berdasarkan gambar 4.1 diketahui bahwa sebagian besar 59 % (19 ibu nifas) berumur kurang dari 30 tahun. b. Pendidikan 3% 25% 56% 16% SD SMP SMA PT Gambar 4.2 Diagram lingkaran pendidikan ibu nifas di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32). Berdasarkan gambar 4.2 diketahui bahwa sebagian besar ibu nifas yaitu 56% (18 ibu nifas) berpendidikan SMA. c. Pekerjaan 66% 28% 6% IRT Wiraswasta PNS Gambar 4.3 Diagram lingkaran pekerjaan ibu nifas di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32) Berdasarkan gambar 4.3 diketahui bahwa sebagian besar ibu nifas yaitu 66% (21 ibu nifas) bekerja sebagai ibu rumah tangga.
42 d. Masa nifas 3% 97% 15-21 hari > 21 hari Gambar 4.4 Diagram lingkaran masa nifas ibu nifas di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32). Berdasarkan gambar 4.4 diketahui bahwa hamir seluruh ibu nifas yaitu 97% (31 ibu nifas) mengalami masa nifas selama lebih dari 21 hari. e. Kelahiran anak 34% 53% 13% 1 2 3 Gambar 4.5 Diagram lingkaran kelahiran anak ibu nifas di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32). Berdasarkan gambar 4.5 diketahui bahwa sebagian besar ibu nifas yaitu 53% (17 ibu nifas) melahirkan anak ke dua..
43 f. Jumlah kelahiran 47% 53% 1 kali > 1 kali Gambar 4.6 Diagram lingkaran jumlah kelahiran ibu nifas di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32). Berdasarkan gambar 4.6 diketahui bahwa sebagian besar ibu nifas yaitu 53% (17 ibu nifas) pernah melahirkan lebih dari 1 kali. g. Informasi tentang vitamin A 100% Ya Gambar 4.7 Diagram lingkaran informasi pemberian vitamin A ibu nifas di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32). Berdasarkan gambar 4.7 diketahui bahwa seluruh ibu nifas yaitu 100 % (32 ibu nifas) pernah mendapat informasi tentang pemberian vitamin A.
44 h. Sumber informasi 100% Petugas kesehatan Gambar 4.8 Diagram lingkaran sumber informasi tentang pemberian vitamin A ibu nifas di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32). Berdasarkan gambar 4.8 diketahui bahwa seluruh ibu nifas yaitu 100 (32 ibu nifas) mendapat informasi tentang vitamin A dari petugas kesehatan. i. Orang terdekat dengan ibu nifas 87% 13% Suami Orang tua Gambar 4.9 Diagram lingkaran orang terdekat dnegan ibu nifas di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32) Berdasarkan gambar 4.9 diketahui bahwa hampir seluruh ibu nifas yaitu 87% (28 ibu nifas) orang yang dekat dengan ibu nifas adalah suami.
45 j. Kontrol setelah melahirkan 53% 44% 3% Ya Kadang-kadang Tidak Gambar 4.10 Diagram lingkaran kontrol setelah melahirkan ibu nifas di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32). Berdasarkan gambar 4.10 diketahui bahwa sebagian besar ibu nifas yaitu 53 % (17 ibu nifas) kontrol ke poli KIA. k. Pemberian vitamin A 41% 53% 6% Ya Kadang-kadang Tidak Gambar 4.11 Diagram lingkaran pemberian vitamin A ibu nifas di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32). Berdasarkan gambar 4.11 diketahui bahwa hampir sebagian besar ibu nifas yaitu 53 % (17 ibu nifas) diberikan vitamin A pada saat melakukan pemeriksaan atau kontrol ke poli KIA.
46 4.1.3 Data Khusus Data khusus menyajikan data tentang pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A, pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A berdasarkan parameter C1-C4). a. Pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A, Tabel 4.1 Distribusi frekuensi Pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32). No Pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A Frekuensi (f) Prosentase (%) 1 Baik 11 34 2 Cukup 20 63 3 Kurang 1 3 Jumlah 32 100 Berdasarkan tabel 4.1 diketahui bahwa sebagian besar 63 % (20 ibu nifas) memiliki pengetahuan yang cukup tentang Vitamin A. Sedangkan 34 % (11 ibu nifas) memiliki pengetahuan yang baik dan hanya 3% (1 ibu nifas) memiliki pengetahuan yang kurang tentang vitamin A. b. Pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A berdasarkan parameter (C1-C4) Tabel 4.2 Distribusi frekuensi pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A berdasarkan parameter (C1-C4) di wilayah kerja UPTD Kesehatan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Juli 2017 (n=32). Penge tahuan Jumlah item Kategori Total Baik Cukup Kurang f (%) f (%) f (%) f (%) C1 5 30(94 %) 2(6 %) 32 (100%) C2 7 10(31%) 20(63%) 2(6%) 32(100%) C3 2 3(9%) 29(91%) 32(100%) C4 1 23(72%) 9(28%) 32(100%) Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan bahwa pengetahuan ibu nifas pada parameter C1 (tahu) hampir seluruhnya (94%) yaitu 30 ibu nifas mempunyai
47 pengetahuan dalam kategori baik. Pada parameter C2 (paham) sebagian besar (63%) yaitu 20 ibu nifas pengetahuannya dalam kategori cukup. Pada parameter C3 (aplikasi) hampir seluruh ibu nifas (91%) yaitu 29 ibu nifas pengetahuannya dalam kategori kurang. Dan pada parameter C4 (sintesis) sebagian besar (72%) yaitu 23 ibu nifas pengetahuannya dalam kategori baik. 4.3 Pembahasan Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar 63 % (20 ibu nifas) memiliki pengetahuan yang cukup tentang Vitamin A. Sedangkan 34 % (11 ibu nifas) memiliki pengetahuan yang baik dan hanya 3% (1 ibu nifas) memiliki pengetahuan yang kurang tentang vitamin A. Hal ini dapat disimpulkan bahwa secara umum sebagian besar ibu nifas (63%) yaitu 20 ibu nifas mempunyai pengetahuan yang cukup. Pada parameter C2 (paham) sebagian besar (63%) yaitu 20 ibu nifas pengetahuannya dalam kategori cukup. Pada parameter ini hanya 7 ibu nifas yang dapat menjawab dengan benar tentang sumber vitamin A. Menurut Keller, (2004) Vitamin A terdapat dalam pangan hewani, sedangkan karoten terutama di dalam pangan nabati. Sumber vitamin A adalah hati, kuning telur, susu (di dalam lemaknya), dan mentega. Margarine biasanya diperkaya dengan vitamin A karena vitamin A tidak berwarna, warna kuning dalam kuning telur adalah karoten yang berubah menjadi vitamin A. Minyak hati ikan digunakan sebagai sumber vitamin A yang diberikan untuk keperluan penyembuhan. Menurut peneliti bahwa ibu nifas sebenarnya hampir setiap hari mengkonsumsi sumber vitamin A, akan tetapi mereka tidak memahami dengan benar bahwa
48 dalam minyak ikan mengandung vitamin A yang ada. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu nifas antara lain usia dan pekerjaan ibu nifas. Berdasarkan data menunjukkan bahwa 59% ibu nifas berusia kurang dari 30 tahun. Gunarsa,S (1990) mengemukakan bahwa makin tua umur seseorang maka proses pengembangan mentalnya akan bertambah baik. Bertambahnya umur seseorang dapat berpengaruh pada penambahan pengetahuan yang diperolehnya akan tetapi pada umur tertentu. Pada usia kurang dari 30 tahun merupakan usia produktif, dimana pengalaman tentang massa nifas masih sedikit sehingga mereka berusaha untuk mencari informasi yang sebanyak banyaknya. Dengan usia masih muda daya ingat juga masih baik sehingga apabila mendapat informasi atau pengetahuan maka akan semakin baik pula dalam menangkap suatu materi. Hal ini didukung dengan teori pengetahuan dalam ranah memahami diartikan sebagai kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang akan diteliti atau diketahui dan menginterpretasikan materi tersebut secara benar, orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari. (Notoadmodjo, 2007). Sebagian besar (66%) yaitu 21 ibu nifas yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, 41 % (13 ibu nifas) mempunyai pengetahuan yang cukup. Faktor pekerjaan juga mempengaruhi pengetahuan ibu nifas. Sebagai ibu rumah tangga merupakan pekerjaan yang tidak mudah sebagai ibu. Terutama ibu yang masih muda dimana pengalaman dalam mengurus rumah tangga masih sedikit. Hal ini sesuai dengan teori Notoatmodjo, (2002) pekerjaan adalah suatu yang dilakukan
49 untuk mencari nafkah, adanya pekerjaan memerlukan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan berbagai jenis suatu pekerjaan masing-masing dianggap penting dan memerlukan perhatian. Masyarakat yang sibuk hanya memiliki sedikit waktu untuk memperoleh informasi. Bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu tertentu. Hal ini juga didukung dengan adanya ibu nifas yang control setelah melahirkan, dari 20 ibu yang mempunyai pengetahuan cukup, hanya 11 ibu nifas yang control ke poli KIA. Dengan control yang rutin, diharapkan akan mendapat informasi dari petugas kesehatan terutama pemberian vitamin A. Pada hasil penelitian juga didapatakan bahwa 34 % (11 ibu nifas) memiliki pengetahuan yang baik tentang vitamin A. Pada pengetahuan dalam ranah tahu (C1), ibu nifas tahu tentang pengertian vitamin A, manfaat vitamin A dalam proses penyembuhan luka setelah persalinan dan sumber vitamin A yang ada dalam makanan keseharian. Data menunjukkan bahwa 94 %(30 ibu nifas) dapat menjawab dengan benar. Begitu juga pada ranah analisis (C4) pertanyaan tentang cara menanggulangi kekurangan vitamin A pada ibu nifas 72%(23) ibu nifas dapat menjawab dengan benar. Menurut Notoadmojo, (2007) pengetahuan adalah hasil “tahu”, dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia yakni: indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Dengan kata lain pengetahuan juga
50 disebut recall (mengingat kembali) terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Menurut peneliti bahwa ibu nifas yang mempunyai pengetahuan baik dipengeruhi oleh pendidikan responden sebagian besar adalah SMA (56%) dan 16% berpendidikan perguruan tinggi. Dari 18 ibu nifas yang berpedidikan SMA dan 5 orang berpendidikan perguruan tinggi, mereka pengetahuannya tentang vitamin A dalam kategori baik. Sesuai dengan teori menurut Mubarak (2007) Semakin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah menerima informasi khususnya kesadaran dalam pemberdayaan. Sebaliknya pendidikan yang rendah akan sulit dalam menerima pemberdayaan dan pengalaman adalah suatu kejadian yang pernah dialami seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Peneliti berpendapat bahwa dengan pendidikan yang semakin tinggi, maka proses berfikir akan lebih matang dan mudah dalam menerima informasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan yang lebih baik. Selain pendidikan, faktor informasi juga akan mempengaruhi wawasan dan pengetahuan ibu nifas. Berdasarkan hasil penelitian seluruh ibu nifas pernah mendapat informasi tentang pemberian vitamin A. Menurut Apriadji (1986), informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan seseorang meskipun seseorang mempunyai pendidikan. Hal ini juga didukung adanya informasi seluruhnya diperoleh dari petugas kesehatan pada saat control ke poli KIA. Semakin banyak informsi yang diperolh tentang pemberian vitamin A, maka semakin baik pula pengetahuan ibu nifas.
51 Pengetahuan ibu nifas juga didapatkan 3% (1ibu nifas) mempunyai pengetahuan yang kurang. Berdasarkan data prosentase pengetahuan dalam kategori kurang hampir seluruhnya pada parameter mengaplikasikan (C3) sebesar 91% (29 ibu nifas) tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar tentang Pemberian kapsul vitamin A pada ibu nifas dapat meningkatkan jumlah kandungan vitamin A dalam ASI dan penyebab kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan kulit menjadi kering dan kasar serta luka sukar sembuh. Menurut Merryana, (2012) Vitamin A bagi ibu nifas berpengaruh untuk meningkatkan kualitas vitamin A dan jumlah kandungan vitamin A dalam ASI. Vitamin A juga berperan penting untuk memelihara kesehatan ibu selama masa nifas, serta menurunkan mortalitas yang berhubungan dengan kehamilan hingga 40% (Keller,2004). Selain itu vitamin A juga dapat mempercepat penyembuhan luka (Almatsir,2009). Menurut peneliti bahwa ibu nifas yang mempunyai pengetahuan rendah kemungkinan dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan ibu tentang vitamin A yang dapat mempercepat penyembuhan luka setelah melahirkan dan meningkatkan jumlah kandungan vitamin A dalam ASI. Hasil tabulasi pada parameter C3, dari 29 ibu nifas terdapat 16 orang yang merupakan kelahiran anak pertama. Pengalaman merupakan salah satu sumber pengetahuan yang paling dikenal dan banyak dimanfaatkan. Melalui pengalaman orang dapat memperoleh berbagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mereka hadapi. Kemampuan untuk memetik pelajaran atau pengetahuan dari pengalaman pada umumnya dianggap sebagai karakteristik utama dari perilaku yang cerdas (Hartono 2002). Peneliti berpendapat bahwa ibu nifas yang pertama kali
52 melahirkan dan mempunyai anak 1 akan mempengaruhi pengetahuan seseorang tentang pemberian vitamin A. Hal ini dikarenakan bahwa dengan adanya kelahiran anak atau jumlah anak yang lebih dari satu, sedikit banyak ibu nifas akan mendapat informasi terutama dalam pemberian vitamin A pada masa nifas dari petugas kesehatan pada saat pemeriksaan atau control di poli KIA. Selain faktor pengalaman, berdasarkan data menunjukkan bahwa pendidikan ibu nifas yang mempunyai pengetahuan kurang tentang pemberian vitamin A adalah SD. Tingkat pendidikan turut pula menentukan mudah tidaknya seseorang menyerap dan memahami pengetahuan yang mereka peroleh (Wied Hary Apriadji, 1986). Pendidikan yang rendah akan sulit dalam menerima infromasi dan akan sulit dalam proses berfikir sehingga dengan pengetahuan yang kurang maka dalam mengaplikasikan apa yang pernah diketahui juga akan semakin sulit. 4.4 Keterbatasan Penelitian Instrumen dalam penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner closed ended questions sehingga memungkinkan responden menjawab tidak sesuai atau tidak mengerti dengan pernyataan yang dimaksud. Maka responden berpendapat sesuai dengan perasaannya saja dan jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan kenyataan.
53 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan disajikan kesimpulan dari hasil penelitian untuk menjawab pertanyaan dan saran-saran yang sesuai dengan kesimpulan yang diambil. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar 63 % (20 ibu nifas) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, memiliki pengetahuan yang cukup tentang Vitamin A. Sedangkan 34 % (11 ibu nifas) memiliki pengetahuan yang baik dan hanya 3% (1 ibu nifas) memiliki pengetahuan yang kurang tentang vitamin A. 5.2 Saran Sesuai dengan kesimpulan yang telah dikemukakan diatas, peneliti ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut: 5.2.1 Bagi tempat penelitian Diharapkan tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Kecamatan Sananwetan untuk terus memberikan informasi kepada ibu nifas tentang vitamin A dalam masa nifas. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan/menyediakan leafleat dipoli KIA, sehingga masyarakat dengan mudah untuk mengakses informasi.
54 5.2.2 Bagi institusi Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan atau acuan bagi Dinas Kesehatan atau Puskesmas dalam merencanakan program kesehatan ibu dan anak sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak. 5.2.3 Bagi peneliti selanjutnya Diharapkan masyarakat atau peneliti selanjutnya untuk melakukan studi kasus tentang pengaruh pemberian vitamin A terhadap masa nifas baik bagi ibu maupun pada bayi.
55 DAFTAR PUSTAKA Almatsier, S. 2011. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta :Gramedia Pustaka. Ambarwati, E.R, Wulandari, D. 2010. Asuhan Kebidanan Nifas. Edisi5 :Yogjakarta. NuhaMedika Andriani, M. 2012. Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Arikunti, S. 2006. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V. Jakarta : Rineka Cipta. Bahiyatun, 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal. Jakarta EGC. Dinkes Jatim, 2012. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2012. Jawa Timur: Bidang Kesehatan. Hidayat, A. A. A. 2008. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta:Salemba Medika. Keller, H. 2004. Buletin Kesehatan & Gizi. Hellenkaller Internasional. Indonesia Manuaba, I.A.C, 2007. Ilmu Kebidanan penyakit Kandungan dan KB untuk pendidikan Bidan .Jakarta : EGC. Marmi.2012. Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas “peurperium care”. Yogyakarta :Pustaka Belajar. Merryana, A. Wijatmadi, B.2012. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Groub. Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta :RenikaCipta. Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta :Rineka Cipta. Nursalam. 2011. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta:Salemba Medika. Pitriani, R. Andriyani, R. 2012. IbuNifas Normal (Askeb III).Yogyakarta : Budi Utama. Rukiyah, Y.A, Yulianti, L,. Liana, M,.2011. Asuhan Kebidanan III. Jakarta : Trans Info Media. Saleha, S. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas. Jakarta: SalembaMedika Sunaryo. 2002. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta : EGC.
56 Supariasa, I.D.N. 2004.Penilaian Status Gizi.Jakarta : EGC. Syafrudin,.Fratidhina, Y. 2009. Promosi Kesehatan Untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta : Trans Info Media.
57 PENJELASAN UNTUK MENGIKUTI PENELITIAN 1. Saya adalah mahasiswi dari institusi/jurusan/program studi D3 Keperawatan Blitar Poltekkes Malang dengan ini meminta anda untuk berpartisipasi dengan suka rela dalam penelitian yang berjudul ”Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Vitamin A”. 2. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Vitamin A di wilayah UPTD Puskesmas Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Penelitian ini akan berlangsung selama 6 hari dan pengambilan data menggunakan kuesioner. 3. Prosedur pengambilan bahan penelitian data dengan cara mengisi kuesioner. Cara ini mungkin menyebabkan ketidaknyamanan yaitu membutuhkan waktu untuk mengisi kuesioner. 4. Seandainya anda tidak bisa mengikuti penelitian hari ini, maka bisa di ganti di hari lain sesuai kesepakatan dengan peneliti. Untuk itu anda tidak dikenakan sanksi apapun. 5. Nama dan jati diri anda tetap akan dirahasiakan. Peneliti Novayanti Arzaky Putri NIM. 1401300048 Lampiran 1
58 LEMBAR INFORMED CONSENT Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama (Inisial) : Umur : Alamat : Dengan ini saya menyatakan bersedia/ tidak bersedia*) untuk ikut serta dalam penelitian yang berjudul : ”Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Vitamin A ”. Dengan demikian pernyataan ini saya buat dengan sukarela dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun untuk dipergunakan bila mana perlu. Peneliti akan menjamin kerahasiaan narasumber. Hasil wawancara sebagai hasil penelitian. Atas kesediaan dan bantuannya saya ucapkan terima kasih. *) Coret yang tidak perlu Blitar, 2017 Hormat Saya Lampiran 2
59 LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN Judul Penelitian : Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Vitamin A Nama Peneliti : Novayanti Arzaky Putri NIM : 1401300048 Instansi : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Program Studi DIII Keperawatan Blitar Saya telah diberikan penjelasan dan persetujuan untuk berperan serta dalam penelitian sesuai dengan judul diatas yang dilakukan oleh Novayanti Arzaky Putri. Saya memahami risiko yang terjadi tidak membahayakan saya serta berguna untuk kualitas pendidikan keperawatan. Namun, saya berhak mengundurkan diri dari penelitian tanpa adanya sanksi atau kehilangan. Saya memahami bahwa catatan atau data mengenai penelitian ini akan dirahasiakan. Semua indentitas yang mencantumkan saya hanya digunakan untuk mengelola data dan bila penelitian ini telah selesai, semua data mengenai responden akan dimusnahkan. Demikian secara sukarela dan tanpa unsur paksaan dari siapapun, saya bersedia berperan serta dalam penelitian ini. Blitar,......................... Peneliti Responden Novayanti Arzaky Putri .............................. NIM. 1401300048 Lampiran 3
60 Lampiran 4 KISI-KISI KUESIONER Pengetahuan Ibu Nifas tentang Vitamin A di Poli KIA Puskesmas Sananwetan Kota Blitar Variable Penelitian Materi No. Soal Tingkat Pernyataan KunciJawaban Pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A 1. Pengertian vitamin A 2. Manfaat vitamin A 3. Dampak kekurangan vitamin A 4. Cara menanggulangi kekurangan vitamin A pada ibu nifas 5. Sumber vitamin A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 C1 C1 C2 C2 C3 C1 C2 C3 C2 C4 C2 C2 C2 C1 C1 Favourable Favourable Favourable Favourable Unfavourable Favourable Favourable Unavourable Favourable Favourable Favourable Unfavourable Favourable Favourable Favourable B B B B S B B S B B B S B B B
61 Lampiran5 LEMBAR KUESIONER Judul Penelitian : Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Vitamin A Tanggal pengisian : Nama (Inisial) : Petunjuk : Berilah tanda (X) pada kolom sesuai dengan keadaan diri anda! A. Data Umum (Karakteristik Responden) 1. Umur ibu sekarang adalah … 2. Berapa lama/hari masa nifas ibu … 3. Anak ibu yang ke… 1 3 2 ke… 4. Berapa kali ibu melahirkan … 5. Pendidikan terakhir ibu SD SMA SMP Perguruan Tinggi 6. Pekerjaan ibu… Ibu rumah tangga Wiraswasta Pegawai Negeri
62 7. Apakah ibu pernah mendapat informasi tentang vitamin A selama masa nifas Pernah Tidak Kalau pernah mendapat informasi darimana ? Media Massa Tokoh Masyarakat Petugas Kesehatan Lainnya, sebutkan … 8. Orang yang dekat dengan ibu Suami Saudara Orangtua Lainnya, sebutkan… 9. Apa ibu rutin control saat masa nifas Iya Tidak Kadang-kadang 10. Apakah ibu selama control diberi vitamin A? Iya Tidak Kadang-kadang
63 B. Data Khusus No Pernyataan Benar Salah 1. Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak yang berfungsi untuk penglihatan 2. Di dalam kandungan ASI terdapat kandungan Vitamin A yang bermanfaat bagi Bayi 3. Vitamin A dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi campak dan diare 4. Vitamin A dapat membantu proses pertumbuhan pada Bayi 5. Pemberian kapsul vitamin A pada ibu nifas tidak berpengaruh untuk meningkatkan jumlah kandungan vitamin A dalam ASI 6. Vitamin A dapat mempercepat penyembuhan luka ibu setelah melahirkan 7. Vitamin A pada ibu nifas dapat meningkatkan status vitamin A pada bayi selama 2-6 bulan 8. Kulit menjadi kering dan kasar serta luka sukar sembuh bukan penyebab kekurangan vitamin A 9. Akibat paling membahayakan yang ditimbulkan dari kekurangan vitamin A adalah kebutaan 10 Kekurangan vitamin A dapat ditanggulangi dengan cara mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dengan cara menanam sayuran di sekitar rumah 11. Mengkonsumsi keju, susu dan yogurt adalah salah satu cara penanggulangan kekurangan vitamin A 12. Hati, kuning telur, susu tidak mengandung vitamin A 13. Suplemen minyak ikan adalah sumber vitamin A untuk penyembuhan luka setelah melahirkan 14. Daun singkong, buncis, wortel, mangga, jeruk memiliki sumber karotin yang berubah menjadi vitamin A 15. Margarine biasanya di perkaya dengan vitamin A
1 1 4 2 2 3 1 1 2 1 2 3 2 1 4 2 2 4 1 1 2 1 2 2 3 1 4 2 2 3 2 1 2 1 1 1 4 1 4 1 1 3 1 1 2 1 1 1 5 2 4 2 2 3 1 1 2 2 1 3 6 1 4 1 1 3 2 1 2 1 1 1 7 1 4 1 1 3 2 1 2 2 2 2 8 2 4 3 2 2 1 1 2 1 1 1 9 2 4 3 2 2 1 1 2 2 2 1 10 1 4 1 1 3 1 1 2 1 1 1 11 2 4 2 2 3 1 1 2 1 2 1 12 3 4 2 2 4 3 1 2 1 1 1 13 2 4 1 1 2 1 1 2 1 3 2 14 2 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 15 2 4 2 2 3 1 1 2 1 1 1 16 1 3 1 1 3 1 1 2 2 1 2 17 2 4 3 2 1 1 1 2 1 2 2 18 1 4 1 1 3 1 1 2 2 1 1 19 2 4 3 2 2 2 1 2 1 2 1 20 2 4 2 2 2 2 1 2 1 1 1 21 1 4 1 1 3 1 1 2 1 2 1 22 1 4 1 1 2 1 1 2 1 2 2 23 2 4 2 2 3 1 1 2 1 1 1 24 1 4 1 1 3 2 1 2 1 2 2 25 1 4 1 1 3 1 1 2 2 1 2 26 1 4 1 1 3 2 1 2 1 2 2 27 1 4 1 1 3 2 1 2 1 1 2 28 1 4 1 1 4 3 1 2 2 2 2 29 2 4 2 2 2 1 1 2 1 1 1 30 1 4 1 1 4 1 1 2 1 1 1 31 1 4 1 1 4 2 1 2 1 2 2 32 1 4 1 1 3 1 1 2 1 1 1 KET: UMUR MASA NIFAS KELAHIRAN ANAK JML MELAHIRKAN PENIDIKAN PEKERJAAN 1= < 30 th 1= < 7 hari 1= 1 1= 1 kali 1= SD 1= IRT 2= 30-40 th 2= 8-14 hari 2= 2 2= > 1 kali 2= SMP 2= Wiraswasta 3= 41- 50 th 3= 15-21 hari 3= 3 3= SMA 3= PNS 4= > 50 th 4= > 21 hari 4= > 3 4= SARJANA/PT INFORMASI SUMBER INFORMASI ORG TERDEKAT KONTROL PEMBERIAN VIT A 1= Pernah 1= Media Massa 1= Suami 1= Ya 1= Ya 2= Tidak 2= Petugas kesehatan 2= Orang tua 2= Kadang-kadang 2= Kadang-kadang 3= Tokoh masyarakat 3= Saudara 3= Tidak 3= Tidak KONT ROL KELAHIRA N ANAK KE MASA NIFAS INFORMASI SUMBER INF ORANG TERDEKA T 64 Lampiran 6 TABULASI DATA UMUM (KARAKRERISTIK RESPONDEN) No Resp JUMLAH MELAHIRK AN PENDIDI KAN PEKERJAA N PEMBERIA N VIT A GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG VITAMIN A DATA UMUM UMUR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 100% BAIK 1 2 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 9 60% CUKUP 2 3 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 12 80% BAIK 1 4 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 13 87% BAIK 1 5 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 9 60% CUKUP 2 6 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 10 67% CUKUP 2 7 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 9 60% CUKUP 2 8 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 10 67% CUKUP 2 9 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 10 67% CUKUP 2 10 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 11 73% CUKUP 2 11 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 12 80% BAIK 1 12 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 12 80% BAIK 1 13 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 10 67% CUKUP 2 14 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 12 80% BAIK 1 15 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 11 73% CUKUP 2 16 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 9 60% CUKUP 2 17 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 10 67% CUKUP 2 18 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 10 67% CUKUP 2 19 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 10 67% CUKUP 2 20 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 11 73% CUKUP 2 21 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 10 67% CUKUP 2 22 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 8 53% KURANG 3 23 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 12 80% BAIK 1 24 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 11 73% CUKUP 2 25 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 10 67% CUKUP 2 26 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 9 60% CUKUP 2 27 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 9 60% CUKUP 2 28 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 12 80% BAIK 1 29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 11 73% CUKUP 2 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 13 87% BAIK 1 31 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 12 80% BAIK 1 32 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 13 87% BAIK 1 KET: Kode 1 = Baik Kode 2 = Cukup Kode 3 = Kurang Lampiran 7 65 ∑ % KATEGO RI KODE TABULASI KUESIONER DATA KHUSUS PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG VITAMIN A No NO ITEM SOAL Resp