31
Daun katuk (SauropusAndrogynous) merupakan salah satu jenis herbal
galactagogue atau herbal untuk ASI yang dipercaya dapat meningkatkan kadar
prolactin dan oksitosin, serta mengandung nutrisi yang dapat digunakan sebagai
bahan baku sintesis ASI.
Kandungan steroid dan polifenol pada tanaman ini mampu meningkatkan kadar
hormone prolaktin. Berdasarkan penelitian, orang yang mengkonsumsi katuk
ditemukan memiliki peningkatan kadar hormon steroid adrenal. Dengan hormone
proklaktin yang tinggi, halini akan mempercepat, meningkatkan dan memperlancar
ASI. Agar kandungan nutrisi pada tanaman ini tidak hilang dan
dapatmemberikanmanfaat yang optimal bagitubuh, cara pengolahannya harus
benar-benar diperhatikan karena cara yang salah dapat merusak kandungan gizi di
dalamnya. Jika terlalu lama atau terlalu matang memasaknya, hal ini dapa
tmenurunkan kualitasnya sebagai pelancar ASI(Herawati and Desriyeni 2017).
Menurut pengamatan penulis dengan mengkonsumsi daun katuk sangatlah efektif
untuk kualitas kelancaran produksi ASI pada ibu yang sedang menyusui, apalagi
jika dikonsumsi dengan cara disayur bening. Karena cara tersebut adalah yang
paling memiliki hasil terbanyak dalam peningkatan jumlah produksi ASI. Dan dari
beberapa artikel yang telah di teliti oleh penulis dapat disimpulkan bahwa ada 3 cara
untuk mengkonsumsi daun katuk yaitu dengan cara di sayur, di rebus dan diambil
airnya, di ekstrak menjadi bentuk kapsul.
4.1.5. Pembahasan Peningkatan ASI
Fakta dari ringkasan diatas bahwa dari penelitian pertama oleh Suyanti,Kiki
Anggraeni bahwa dengan mengkonsumsi daun katuk dengan dosis 50g selama 7
hari berturut turut dapat meningkatkan produksi ASI. Dengan kriteria hasil dari
32
kelompok perlakuan yang sebelum mengkonsumsi daun katuk sejumlah mean 6,80
dan setelah mengkonsumsi daun katuk pada kelompok perlakuan sejumlah mean
8,47. Maka dapat disimpulkan hasil dari kenaikan kelompok perlakuan sebesar
mean 1,67.
Dari penelitian kedua oleh Mariene w dolang, bahwa dengan mengkonsumsi
rebusan air daun katuk selama 7 hari dapat meningkakan produksi ASI sebesar
mean 41,06. Dari sebelum mengkonsumsi sejumlah mean 20,27 dan setelah
mengkonsumsi sejumlah mean 61,33. Maka dapat disimpulkan pula bahwa pada
penelitian kedua terdapat peningkatan prosuksi ASI.
Penelitian ke tiga oleh Rosdianah dan Irmawati menyimpulkan bahwa
dengan mengkonsumsi ekstrak daun katuk yang telah di ekstrak dalam bentuk
kapsul selama 15 hari maka dari kelompok perlakuan total sample yang ASI nya
lancar yaitu sebesar 73,3% dan yang tidak lancar sebanyak 26,7%. Maka dapat
diartikan bahwa dengan mengkonsumsi ekstrak daun katuk pada penelitian ke tiga
dapat meningkatkan kelancaran produksi ASI.
Pada penelitian ke empat oleh Kristin Natalia bahwa dengan mengkonsumsi
daun katuk dalam bentuk sayur maka terdapat kenaikan produksi ASI yang sebelum
mengkonsumsi sejumlah mean 265,0 dan sesudah mengkonsumsi debanyak mean
323,5 maka total kenaikan produksi ASI tersebut sejumlah mean 58,5. Dan pada
penelitian yang ke lima oleh Nurhidayat bahwa dengan mengkonsumsi daun katuk
berupa sayur maka terdapat kelancaran produksi ASI pada ibu. Dengan total
responden yang lancar sebanyak 46,6% dan yang tidak lancar sebanyak 3,3%.
Pemberian ASI secara eksklusif pada bayi penting untuk meningkatkan
kelangsungan hidup dan kualitas bayi. Di Indonesia, menyususi bayi sudah menjadi
33
suatu budaya, namun upaya meningkatkna perilaku ibu untuk menyususi ASI secara
eksklusif masih diperluhkan
karena pada kenyataannya praktik memberikan ASI eksklusif masih belum
dilaksanakan sepenuhnya. Belum optimalnya pemberian ASI eksklusif ini sangat
disayangkan mengingat pentingnya ASI bagi bayi sejak lahir hingga usia 6
bulan(Rohmah et al. 2021) .
Menurut pengamatan penulis bahwa kenaikan atau kelancaran pada produksi ASI
sangat banyak setelah mengkonsumsi daun katuk tersebut. Maka dengan itu penulis
sangat menyetujui dan menyarankan untuk para ibu yang sedang menyusui untuk
mengkonsumsi daun katuk untuk kelancaran produksi ASI.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Maka ada pengaruh yang signifikan pada pemberian ekstrak daun katuk
terhadap kelancaran ASI. Sehingga dapat saya simpulkan bahwa mengkonsumsi
daun katuk dengan ketiga cara ini semuanya berpengaruh dalam peningkatan
produksi ASI.
Dari kelima artikel diatas semua memiliki kesimpulan yang sama, yaitu dengan
mengkonsumsi daun katuk dapat meningkatkan jumlah prosuksi ASI atau
kelancaran ASI pada ibu yang sedang menyusui. Dari berbagai artikel tersebut
terdapat beberapa cara dalam pengonsumsiannya. Dan ketiganya memiliki hasil
yang signifikan. Namun dari ketiga cara tersebut yang nilainya paling tinggi yaitu
dengan cara di sayur yang memiliki hasil p value = 0,000 (< 0,05).
5.2. Saran
Dari hasil yang telah tertera di atas maka penulis menyarankan untuk para
ibu yang sedang menyusui yang ASI nya tidak lancar,ataupun yang ASI nya lancar
dianjurkan untuk mengkonsumsi daun katuk. Dari cara pengkonsumsian penulis
menyarankan untuk para ibu yang sedang menyusui agar mengkonsumsi daun
katuk dengan cara di sayur menjadi sayur bening. Karena dengan cara tersebut
hasilnya akan sangat efektif..
Namun hal tersebut dikembalikan lagi dengan kondisi setiap orang, karena
tidak semua orang dapat menemukan tanaman daun katuk dengan mudah apalagi
yang hidupnya di kota-kota besar. Karena alasan tersebut maka para ibu
34
35
diperbolehkan mengkonsumsi daun katuk yang telah berupa ektrak dalam bentuk
kapsul.
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, Haryati. 2020. “Efektifitas Jantung Pisang Dan Daun Katuk Terhadap
Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Desa Teluk Kiambang Wilayah Kerja
Puskesmas Tempuling Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir.”
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah Kabupaten Indragiri Hilir 6(1):15–22.
Bahiyatun, S. Pd. 2009. “Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal.” EGC.
Dolang, Mariene Wiwin, Frisca PA Wattimena, Erlin Kiriwenno, Sunik
Cahyawati, and Sahrir Sillehu. 2021. “Pengaruh Pemberian Rebusan Daun
Katuk Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas.” JUMANTIK (Jurnal Ilmiah
Penelitian Kesehatan) 6(3):256–61.
Herawati, Yunila, and Desriyeni Desriyeni. 2017. “Kemas Ulang Informasi
Manfaat Daun Katuk Untuk Produksi Air Susu Ibu (ASI).” Ilmu Informasi
Perpustakaan Dan Kearsipan 6(1):78–85.
Intani, Trya Mia, Yuliarni Syafrita, and Eva Chundrayetti. 2019. “Hubungan
Pemberian ASI Eksklusif Dan Stimulasi Psikososial Dengan
Perkembangan Bayi Berumur 6-12 Bulan.” Jurnal Kesehatan Andalas
8(1S):7–13.
Jafar, Nurhaedar, and M. Kes Apt. 2011. “Asi Eksklusif.”
Lestari, Sri Fajar, and Heny Prasetyorini. 2020. “Pemberian Jus Daun Katuk
Untuk Kesiapan Peningkatan Pemberian Asi Pada Ibu Postpartum
Primipara.” Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan 4(1):53–60.
Rahmawati, Rina Dian, and Diki Cahyo Ramadhan. 2019. “Manfaat Air Susu Ibu
(ASI) Pada Anak Dalam Persepektif Islam.” EDUSCOPE: Jurnal
Pendidikan, Pembelajaran, Dan Teknologi 5(1):24–34.
Rohmah, Miftakhur, Aprilya Adelina Letwar, Eka Wulandari, and Winda
Septianingrum. 2021. “Sosialisasi Pentingnya Pemberian Asi Eksklusif Di
Masa Pandemi Melalui Webinar.” Journal of Community Engagement in
Health 4(1):138–40.
Rosdianah, Rosdianah, and S. Irmawati. 2021. “PEMBERIAN EKSTRAK DAUN
KATUK TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI.”
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) 7(2):265–73.
Santoso, Urip. 2014. “Katuk, Tumbuhan Multi Khasiat.” Bengkulu: Badan
Penerbit Fakultas Pertanian Unib.
Susatia, Budi. 2020. PEDOMAN PENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH STUDI
LITERATURE. Malang: Politekknik Kesehatan Kemenkes Malang.
36
37
Suwanti, Endang, and Kuswati Kuswati. 2016. “Pengaruh Konsumsi Ekstrak
Daun Katuk Terhadap Kecukupan Asi Pada Ibu Menyusui Di Klaten.”
Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan 5(2):132–35.
Suyanti, Suyanti, and Kiki Anggraeni. 2020. “Efektivitas Daun Katuk Terhadap
Kecukupan Air Susu Ibu (Asi) Pada Ibu Menyusui Di Bidan Praktek
Mandiri (Bpm) Bd. Hj. Iin Solihah, S. St., Kabupaten Majalengka.”
Journal of Midwifery Care 1(1):1–10.
Yuliarti, Nurheti. 2010. Keajaiban ASI-Makanan Terbaik Untuk Kesehatan,
Kecerdasan Dan Kelincahan Si Kecil. Penerbit Andi.
Zhuliyan, Aditya Robby, and Lutfiah Safirah. 2021. “MANFAAT DAUN
KATUK (Sauropus Androgynous L. MERR.) UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAS ASI PADA IBU MENYUSUI.” Jurnal
Ilmiah Medsains 7(1):19–26.
Lampiran 2
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
Lampiran 3
48
49
50
51
52
53
Lampiran 4
54
55
56
57
58
59
60
Lampiran 5
61
62
63
64
65
Lampiran 6
66
67
68
69
70
71
72
73
74
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Curriculum Vitae
A. DATA PRIBADI
1. Nama : Silvi Wahana Mulya Wardhani
2. Tempat & Tanggal Lahir : Blitar, 27 Juli 2001
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Agama : Hindu
5. Alamat Asal : Desa krakal Rt 3/Rw 4, Kelurahan
Klemunan, Kecamatan Wlingi
Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
6. No. Telepon : 082338386490
7. Email : [email protected]
B. RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL
1. SD : SDN KLEMUNAN 03 (2007 - 2013)
2. SMP : SMPN 2 WLINGI (2013 - 2016)
3. SMA : SMAN 1 TALUN (2016 - 2019)